P. 1
Bab II (Konsep Dasar Fisiologi

Bab II (Konsep Dasar Fisiologi

5.0

|Views: 2,776|Likes:
Published by Hikmawati Hanurani

More info:

Published by: Hikmawati Hanurani on Jul 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2015

pdf

text

original

BAB II KEGIATAN BELAJAR 1: KONSEP DASAR FISIOLOGI A. Kompetensi Dasar Menjelaskan konsep dasar Fisiologi B. Materi Pokok 1. 2. 3. C.

Uraian Materi 1. Pengertian dan Ruang Lingkup Fisiologi Fisiologi merupakan ilmu yang mempelajari fungsi normal tubuh dengan berbagai gejala yang ada pada sistem hidup, serta pengaturan atas segala fungsi dalam sistem tersebut. Berbagai peristiwa dan aktivitas yang terjadi pada sistem hidup selanjutnya disebut fungsi kehidupan atau fungsi hidup. Jadi, fungsi hidup ialah fungsi sistem yang ada dalam tubuh Fisiologi manusia dan hewan tidak hanya mengkaji makhluk hidup. sistem itu. Fisiologi manusia dan hewan membahas tentang cara yang dilakukan manusia dan hewan untuk dapat hidup di suatu lingkungan, antara lain sebagai berikut: a. b. c. d. Cara manusia/hewan memperoleh air dalam jumlah cukup atau Cara manusia/hewan menghindarkan diri dari keadaan yang Cara hewan berpindah tempat untuk menemukan lingkungan Memperoleh makanan atau kawin. menghindari pemasukan air yang terlalu banyak ke dalam tubuh. membahayakan, seperti suhu yang sangat dingin atau sangat panas. yang sesuai agar dapat Pengertian dan Ruang Lingkup Fisiologi Tingkat-tingkat Organisasi Struktural Konsep Dasar Dalam Fisiologi

fungsi sistem dalam tubuh, melainkan juga alasan dan cara berfungsinya

biologi sel dan biokimia. Fungsi dan struktur tubuh manusia/hewan memiliki hubungan yang sangat erat. mendeteksi perubahan lingkungan. Untuk memudahkan saudara dalam mempelajari fisiologi hewan. memiliki Organisme multiseluler. Sel menempati tempat khusus dalam hirarki kehidupan karena merupakan tingkat organisasi terendah yang dapat hidup mandiri sebagai suatu organisme. Oleh karena itu. Oleh karena itu. termasuk sel-sel khusus yang mengelompok membentuk jaringan. sel dan molekul. melainkan juga proses yang terjadi pada tingkat organ. dan 9 . Cara hewan memperoleh informasi tentang keadaan lingkungannya. dan molekul.e. saudara harus sudah memiliki pengetahuan tentang anatomi hewan. jaringan. mengekskresikan hasil buangan. dan bereproduksi . menyusuemiliki organel terspesialisasi yang melakukan pekerjaan tertentu. 2. semuanya di dalam subah sel tunggal. sehingga mereka dapat mencerna makanan. Berbagai proses yang dipelajari dalam fisiologi bukan hanya proses yang terkait dengan fungsi tubuh pada tingkat individu. Contohnya protista. sel. terlebih dahulu akan kita bahas mengenai tingkat-tingkat organisasi struktural pada hewan dan manusia. manusia/hewan lebih tinggi. Hubungan fungsi dan struktur pada jaringan hewan/manusia Semua kehidupan ditandai dengan tingkat organisasi yang berhirarki. untuk mempelajari fungsi jaringan atau organ tertentu telebih dahulu kita harus memahami struktur organ atau jaringan yang dimaksud. jaringan. melainkan juga proses yang terjadi pada tingkat organ. yang merupakan tingkat struktur dan fungsi yang Pada manusia dan sebagian besar hewan kombinasi berbagai jaringan membentuk unit fungsional yang disebut organ. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. histologi. Tingkat-tingkat Organisasi Struktural a. untuk mempelajari fisiologi hewan. Berbagai proses yang dipelajari dalam fisiologi bukan hanya proses yang terkait dengan fungsi tubuh pada tingkat individu.

dan beberapa organ lain. Suatu jaringan disatukan oleh suatu matriks ekstraseluler lengket yang melapisi sel-sel itu atau menenun mereka mereka bersama-sama menjadi suatu anyaman serat.kumpulan organ yang bekerja bersama-sama membentuk sistem organ. Sel-sel epitelium menyatu dengan erat. serangan mikroorganisme yang menyusup masuk dan kehilangan cairan. jaringan saraf. (untuk lebih jelas saudara dapat mempelajari kembali materi tentang jaringan hewan). sistem pencernaan manusia terdiri dari lambung. kantung empedu. dengan sedikit bahan di antara selsel tersebut. Jenis jaringan yang berbeda memiliki struktur berbeda yang sesuai dengan fungsinya. yang masingmasing merupakan kumpulan dari berbagai macam jaringan yang berbeda. usus halus. Jaringan tersebut melindungi bagian luar tubuh dan melapisi organ dan rongga di dalam tubuh. Jaringan adalah kumpulan sel-sel dengan struktur dan fungsi yang sama. Jaringan epitel dapat diklasifikaskan berdasarkan jumlah lapisan sel yang menyusunnya dan berdasarkan bentuk sel yang menyusunnya. 1) Jaringan epitelium Jaringan epitelium terdapat dalam wujud lapisan-lapisan sel yang terkemas dengan rapat. Kita dapat mengelompokan jaringan ke dalam empat kategori utama: Jaringan epitelium. dan jaringan otot. usus besar. a) epitel selapis b) epitel berlapis Berdasarkan a) epitel pipih bentuk sel yang menyusunnya dapat dikelompokan menjadi: Berdasarkan jumlah lapisan sel yang menysusunnya dapat dikelompokan menjadi: 10 . Pengemasan secara ketat ini memungkinkan epitelium berfungsi sebagai suatu rintangan yang melindungi sel kari kerusakan mekanis. Misalnya. jaringan ikat.

Epitel memiliki berbagai fungsi tergantung dari posisi jaringan. jaringan ikat berserat. Jaringan ikat terutama berfungsi yntuk mengikat dan menyokong jaringan lain. Matriks tersebut umumnya terdiri atas suatu anyaman serat yang tertanam dalam suatu dasar (fondasi) yang seragam dan dapat berupa cairan. dan serat retikuler. serat berkolagen. Serat jaringan ikat terbuat dari protein. a) Jaringan ikat longgar. tulang sejati. Jenis utama jaringan ikat pada vertebrata adalah jaringan ikat longgar. dan teridiri dari tiga jenis yaitu. serat elastis. Dari penggabungan ciri-ciri bentuk sel dan jumlah lapisan. yang menjaga agar organ tetap berada di tempatnya. epitelium silindris selapis. dan darah.b) epitel kubus c) epitel silindris. tulang rawan. kita mendapatkan istilah seperti epitelium kuboid sederhana . jaringan adiposa. Jaringan ikat 11 . Jaringan ini mengikatkan epitelium dengan jaringan di bawahnya dan berfungsi sebagai bahan pengemas. yang tersebar dalam suatu matriks ekstraseluler. Fungsinya antara lain: a) b) c) d) e) f) Sebagai pelindung Sebagai alat sekresi Sebagai alat penerima impuls Sebagai alat penyaring atau filtrasi Sebagai alat absorpsi Sebagai alat respirasi 2) Jaringan Ikat Jaringan ikat memiliki kumpulan sel –sel yang jarang. Masing-masing memiliki struktur yang berkorelasi dengan fungsi khususnya. seperti agar atau padatan.

longgar memiliki ketiga jenis serat ada: berkolagen. d) Tulang rawan Memiliki serat berkolagen yang sangat berlimpah. serat elastis. e) Tulang sejati Tulang sejati merupakan jaringan ikat bermineral. Serat-serat itu tersusun dalam berkas paralel. dan serat retikuler. suatu pengaturan yang memaksimalkan kekuatan nonelastis. tertanam dalam suatu matriks mirip karet yang tersusun atas suatu bahan yang disebut kondoitin sulfat. Setiap sel adiposa mengandung suatu butiran lemak besar yang membengkak ketika lemak disimpan dan mengerut ketika tubuh menggunakan lemak itu sebagai bahan bakar. Jaringan ikat ini dapat ditemukan pada tendon. c) Jaringan ikat berserat Adalah jaringan ikat yang padat. Jaringan adiposa melapisi dan menginsulasi tubuh. yang menghubungkan tulang-dengan tulang lain pada persendian. suatu kompleks protein-karbohidrat. b) Jaringan adiposa Adalah bentuk khusus dari jaringan ikat longgar yang menyimpan lemak dalam sel-sel adiposa yang tersebar di seluruh matriksnya. dan pada ligamen. Gabungan serat berkolagen dan kondroitin sulfat membuat tulang rawan menjadi suatu material penyokong yang kuat namun fleksibel. Sel-sel pembentuk tulang yang disebut osteoblas mendeposit suatu 12 . yang melekatkan otot ke tulang. serta menyimpan molekul-molekul bahan bakar. karena banyak mengandung serat berkolagen. sel-sel yang hanya terdapat pada ruangan yang tersebar dalam matriks yang disebut lakuna. Kondroitin sulfat dan kolagen disekresikan oleh kondrosit.

yang terdiri atas air. Unit fungsional jaringan saraf adalah neuron. Dalam tubuh vertebrata terdapat tiga jenis jaringan otot: Otot rangka. dan otot polos. Di dalam plasma tersuspensi dua macam sel darah. Otot adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar manusia/hewan. yaitu memiliki matriks ekstraseluler yang luas. Kombinasi mineral yang keras dan dan kolagen yang fleksibel membuat tulang sejati lebih keras daripada tulang rawan tanpa menjadi rapuh.matriks kolagen. g) Jaringan Saraf Jaringan saraf merasakan adanya stimulus atau rangsangan dan menghantarkan sinyal dari suatu bagian tubuh hewan ke bagian tubuh yang lain. tetapi sel-sel tersebut juga n mengeras di dalam matriks itu menjadi mineral hirdoksiapatit. matriks itu berupa cairan yang disebut plasma. serabut otot adalah sejumlah besar mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktil aktin dan miosin. atau sel saraf yang dikhususkan untuk menghantarkan sinyal yang disebut impuls saraf h) Jaringan Otot Jaringan otot terdiri dari sel-sel panjang yang disebut serabut otot yang mampu berkontraksi ketika dirangsoleh impuls saraf. bertanggung jawab atas pergerakan tubuh secara sadar. Otot rangka yang dilekatkan ke tulang oleh tendon. dan fragmen sel yang disebut keping darah. otot jantung. dan berbagai jenis protein terlarut. garam-garam. f) Darah Meskipun fungsi darah berbeda dari jaringan ikat lain. Pada darah. Tersusun dalam susunan paralel di dalam sitoplasma. eritrosit (sel darah merah) dan leukosit (sel darah putih). Otot rangka disebut juga otot 13 . tetapi darah memenuhi salah satu kriteria jaringan ikat.

dan ujung-ujung sel tersebut dihubungkan dengan cakram berinterkalar. Sistem Organ Pada manusia dan semua hewan kecuali hewan yang paling sederhana (coelenterata dan beberapa hewan cnidaria). tempat terdapatnya paru-paru dan jantung. dan sebagainya. Sistem organ yang ada pada tubuh manusia meliputi sistem gerak. rongga abdomen. arteri. Otot ini tampak lurik seperti otot rangka. melaksanakan fungsi utama tubuh manusia dan sebagian besar hewan. ditemukan dalam saluran pencernaan. dan organ internal lainnya. Otot polos dinamai demikian karena otot ini tidak memiiki penampilan berlurik. sistem eksresi. Mamalia memiliki rongga toraks. otot polos bertanggung jawab atas aktivitas tubuh tidak sadar. ginjal. sistem sirkulasi. Masing-masing sistem organ 14 . Organ yang ditemui pada tubuh manusia misalnya jantung. paru-paru. Suatu tingkatan yang lebih tinggi dari organ.Otot jantung membentuk dinding kontraktil jantung. sistem pencernaan. sistem organ. kandung kemih. akan tetapi sel otot jantung bercabang. sehingga memberikan sel-sel itu penampakan berlurik atau bergaris di bawah mikroskop. b. dan sistem reproduksi. sistem regulasi. yang merelai sinyal dari satu sel ke sel yang lain dalam waktu satu denyutan jantung. sistem pernapasan. seperti gerakan lambung atau penyempitan arteri. Banyak organ vertebrata tergantung (melekat) pada lembaran jaringan ikat yang disebut mesenterium dalam rongga tubuh yang dilembapkan atau dipenuhi oleh cairan.lurik karena pengaturan filamennya yang tumpang tindih. yang dipisahkan dari rongga yang berada lebih bawah. jaringanjaringan yang berbeda diorganisasikan membentuk organ. oleh suatu lembaran otot yang disebut diafragma. Dikontrol oleh jenis saraf yang berbeda dari saraf yang mengontrol otot rangka.

3.terdiri atas beberapa organ dan memiliki fungsi spesifik. Dalam cairan ekstrasel terdapat ion dan zat gizi yang diperlukan oleh sel untuk pemeliharaan fungsi sel. dan dinamakan cairan intrasel. atau milieu interiuer. Akan tetapi jantung yang memompa darah melalui sistem sirkulasi bergantung pada nutrien yang diserap oleh saluran pencernaan dan juga oksigen yang diperoleh dari udara atau air oleh sistem respirasi. dan cairan lain yang terdapat dalam tubuh. la cepat tercampur oleh sirkulasi darah dan oleh difusi antara darah dan cairan jaringan. dan adaptasi. cairan interstisial. oleh karena itu semua kehidupan sel pada hakekatnya mempunyai lingkungan yang sama. dan karena alasan ini cairan ekstrasel sering dinamakan lingkungan interna tubuh. Cairan tubuh hewan meliuti darah. regulasi. Cairan ekstrasel bergerak secara tidak tetap di seluruh tubuh. cairan selomik. tetapi upaya semua sistem itu harus dikoordinasi supaya manusia/hewan itu dapat bertahan hidup. Kira-kira 56 persen tubuh manusia dewasa adalah cairan. cairan tubuh. homeostasis. Setiap organisme. Contohnya nutrien yang diserap dari saluran pencernaan disebarluaskan ke seluruh tubuh melalui sistem sirkulasi. Namun sekitar sepertiga terletak di dalam ruangan di luar sel dan dinamakan cairan ekstrasel. suatu istilah yang diper- konsep tentang lingkungan internal. merupakan suatu kehidupaan terkoordinasi yang utuh yang lebih besar dari jumlah keseluruhan bagian-bagian penyusunnya. a. cairan ekstrasel. Walaupun sebagian besar cairan di dalam sel. Konsep Dasar Dalam Fisiologi Terdapat beberapa konsep dasar penting yang harus kita kuasai Konsep dasar tersebut meliputi untuk mempelajari fisiologi hewan. Lingkungan Internal Lingkungan internal ialah cairan dalam tubuh hewan yang merupakan tempat hidup bagi sel penyusun tubuh. 15 .

berbagai ion. Mekanisme khusus untuk transpor ion-ion melalui membran sel mempertahankan perbedaan ini. Sel tubuh mampu untuk hidup. dan fosfat dalam jumah besar sebagai ganti ion natrium dan klorida yang ditemukan dalam cairan ekstrasel. hewan selalu memerlukan pasokan berbagai bahan dari lingkungan luar secara konstan. dan melakukan fungsi-fungsi khususnya selama tersedia konsentrasi oksigen. seperti oksigen. Cairan intrasel mengandung ion kalium. Pada hakekatnya semua organ dan jaringan tubuh melakukan fungsi yang membantu mempertahankan keadaan konstan tersebut. asam amino. Cairan ekstrasel juga mengandung karbon dioksida. Homeostasis 1) Mekanisme Homeostasis Homeostasis ialah keadaan lingkungan internal yang konstan dan mekanisme yang bertanggung jawab atas keadaan konstan tersebut. dan bikarbonat dalam jumlah besar. ginjal mempertahankan konsentrasi ion yang konstan. mengandung ion natrium. paru-paru menyediakan oksigen ke cairan ekstrasel untuk mengganti secara kontinu oksigen yang digunakan sel. nutrien. dan produk sel lain yang ditranspor ke ginjal untuk diekskresikan. yang ditranspor dari sel ke paru-paru untuk diekskresikan. misalnya oksigen. glukosa. Misalnya. P erb ed aan A ntara C airan E k strasel d an Cairan ekstrasel In trasel. magnesium.kenalkan ratusan tahun yang lalu oleh ahli fisiologi Francis terbesar abad ke 19. dan asam lemak yang sesuai dalam lingkungan internal ini. dan garam. klorida. Untuk menyelenggarakan seluruh aktivitas sel dalam tubuhnya. Claude Bernard. serta zat gizi untuk sel. glukosa. Sementara itu. asam amino. yang dialirkan 16 . b. tumbuh. aktivitas sel juga menghasilkan bermacam-macam hasil sekresi sel yang bermanfaat dan berbagai zat sisa. asam lemak. yaitu adanya perubahan aktivitas sel tubuh dan perubahan lingkungan eks ternal yang berlangsung terus-menerus. dan usus menyediakan zat gizi Perubahan kondisi lingkungan internal dapat timbul karena dua hal.

Peristiwa yang terjadi pada sistem umpan balik positif berlawanan dengan peristiwa pada sistem umpan balik negatif. sistem umpan balik negatif pada contoh di atas akan selalu membawa sistem fisiologis kepada suhu tubuh 37° C. Akan tetapi. yang bertujuan untuk menghentikan perdarahan.5°C akan mendorong timbulnya tanggapan yang akan mengembalikan suhu tubuh ke suhu awal. Namun. Pada sistem umpan balik positif. Sistem umpan balik yang berfungsi dalam pengendalian kondisi homeostasis pada tubuh hewan adalah sistem umpan balik negatif. yaitu suhu yang seharusnya. suhu tubuh yang seharusnya ialah 37° C.ke lingkungan internal (yaitu cairan ekstraseluler atau CES).kan perubahan tersebut ke keadaan semula. Perubahan semacam itu akan mengubah keadaan lingkungan internal. misalnya darah sebenarnya proses pembekuan darah. perubahan awal suatu variabel akan menghasilkan perubahan yang semakinbesar. kita tidak boleh lupa bahwa ada dua macam sistem umpan balik. Dengan demikian. Peningkatan suhu tubuh sebesar 0. Mekanisme pengendalian kondisi homeostasis pada hewan berlangsung melalui sistem umpan balik. Proses pembekuan bekerja melalui mekanisme umpan balik positif. yaitu umpan balik positif dan negatif. peristiwa yang terjadi pada burung dan mamalia pada waktu mempertahankan suhu tubuhnya supaya tetap konstan. Apabila aktivitas sel berubah. Pada mamalia. Perubahan lingkungan internal yang ditimbulkan oleh sebab mana pun (penyebab pertama atau kedua) harus selalu dikendalikan agar kondisi homeostasis selalu terjaga. hasil dari proses 17 . Sebagai contoh. Sistem umpan balik negatif dapat didefinisikan sebagai perubahan suatu variabel yang dilawan oleh tanggapan yang cenderung mengembali. pengambilan zat dari lingkungan eksternal dan pengeluaran berbagai zat dari dalam sel ke aktivitas sel lingkungan internal juga berubah.

2) Komponen Penyusun Sistem Umpan Balik Sistem umpan balik tersusun atas tiga komponen utama. Peningkatan tersebut akan berlangsung terus hingga membran sel saraf benar-benar terdepolarisasi. Peran pusat integrasi ialah membandingkan informasi yang diterimanya dengan keadaan yang seharusnya (keadaan yang diharapkan). Pada awal proses pembentukan potensial aksi. pusat integrasi. yaitu komponen struktural dalam tubuh hewan yang memiliki kemampuan unruk mengubah suatu mengubah suatu energi bentuk energi menjadi bentuk ener. Dalam fungsi sel saraf. reseptor bekerja dengan cara bentuk energi yang dideteksi dari lingkungan (misalnya listrik atau energi kimia) menjadi potensial aksi. tetapi terlibat dalam tertentu (antara lain proses penyelenggaraan penyelenggaraan fungsi fisiologis pembekuan darah) dan fungsi sel saraf. yaitu reseptor. antara lain 18 . Potensial aksi yang terbentuk akan menjalar melalui serabut saraf aferen menuju pusat integrasi (pusat pengatur). Sebagai contoh. akan terjadi urutan berikut. hipotalamus yang terletak di dasar otak mamalia berfungsi seba gai pusat integrasi. Reseptor berperan sebagai pemantau perubahan yang tubuh terjadi di lingkungan. Pusat integrasi pada hewan biasanya berupa otak atau korda spinalis. Dalam sistem hidup. baik lingkungan luar maupun dalam hewan. Dalam sistem umpan balik. Antara reseptor dan pusat integrasi dihubung kan oleh saraf sensorik.gi yang lain. reseptor berfungsi sebagai transduser biologis. sistem umpan balik positif bekerja dengan meningkatkan pemasukan ion Na pemasukan ion Na + + .Mekanisme umpan balik positif tidak terlibat dalam proses menjaga kondisi homeostasis.tersebut selanjutnya bermakna sangat penting untuk mempertahankan volume darah yang bersirkulasi agar tetap konstan. dan efektor. sedangkan antara pusat integrasi dan efektor dihubungkan oleh saraf motorik.

misalnya dengan cara berkeringat. Nilai patokan seperti diuraikan di atas hingga saat ini masih merupakan konsep hipotetik.dalam proses pengendalian suhu tubuh yang terselenggara dengan sistem umpan balik negatif.5° C.5 mmol per liter.5°C. Dalam menye-lenggarakan fungsi tersebut. kisaran suhu tubuh mamalia yang dapat diadaptasi ialah antara 36. Namun demikian. Sebagai contoh. hipotalamus bekerja dengan menentukan jenis tanggapan yang sesuai. derajat keasaman (pH) plasma darah berkisar antara 7.5-37. sedangkan konsentrasi ion berkisar antara 3-5. kenyataan menunjukkan bahwa tubuh hewan dapat beradaptasi terhadap suatu variabel dengan kisaran nilai tertentu. Efektor ialah struktur dalam tubuh hewan yang berfungsi sebagai organ perintah dari pusat integrasi. kita dapat memahami bahwa pusat integrasi pada sistem umpan balik negatif adalah organ yang memiliki "catatan" nilai/harga tertentu mengenai variabel yang dikendalikannya. 37° C).35-7.45. atau kedua-duanya. melebarkan pembuluh darah di kulit. pusat bahwa suhu tubuh sama dengan atau lebih dari integrasi akan memerintahkan efektor untuk memberikan tanggapan yang dapat menurunkan suhu tubuh. Penentuan jenis tanggapan dilakukan dengan membandingkan informasi suhu dari termoreseptor dengan suhu harapan. Apabila informasi yang diterima menggambarkan 37. Nilai patokan merupakan nilai harapan atau nilai ideal dari suatu variabel yang harus selalu dipertahankan. Dari uraian di atas. yaitu tanggapan yang dapat membawa ke-pada suhu tubuh yang seharusnya (suhu harapan atau suhu ideal. dan bekerja atas yang dapat berupa sel otot atau kelenjar. 19 . Nilai/harga tertentu tersebut selanjutnya dinyatakan sebagai suatu nilai patokan. 3) Cara Kerja Sistem Umpan Balik Negatif K+ dalam plasma penghasil tanggapan biologis.

Pernahkah kita membayangkan apa yang akan terjadi jika sistem termoregulasi bekerja dengan sistem umpan balik positif ? Tentu saja suhu tubuh akan menjadi kacau.1. vasokontriksi (memperkecil pelepasan panas) Lengkung umpan balik negatif Gambar 2. Dalam mengatur suhu tubuh. Mekanisme kerja sistem umpan balik ne dalam mengatur suhu tubuh hewan gatif 20 . dapat mengembalikan suhu tubuh ke suhu Suhu lingkungan eksternal turun Variable yang dikendali kan termoreseptor Pusat pengatur suhu Efektor: menghasilkan respons berupa: aktivitas oto meningkat (diperoleh panas). Dari pengendalian homeostasis tara masukan (input) sistem Gambar 2. Hal tersebut mendorong efektor untuk menghasilkan respons yang yang diharapkan. termoregulasi bekerja untuk menyeimbangkan perolehan panas dengan pelepasan panas. Hal tersebut tidak akan memulihkan suhu tubuh ke suhu harapan. Pada Gambar 2. Apabila sistem umpan balik positif bekerja dalam termoregulasi. Peningkatan suhu tubuh yang berlebihan akan sangat membahayakan hewan.1.1 dicontohkan bahwa rangsang awal berupa penu runan suhu lingkungan eksternal. tetapi akan memperbesar kenaikan suhu.Cara berfungsinya sistem umpan balik negatif dalam mengendalikan kondisi homeostasis (khususnya dalam menjaga homeostasis suhu tubuh) dapat dilihat pada Gambar 2. rangsang awal berupa peningkatan suhu tubuh/lingkungan akan suhu tubuh menjadi menimbulkan tanggapan yang meningkatkan lebih tinggi.1 dapat diketahui bahwa sesungguhnya merupakan keseimbangan an dan keluaran (output).

Mari kita perhatikan kisaran pH darah.Pada manusia. sebenarnya suhu tubuh yang dapat diterima berada dalam kisaran ±1° C. Biasanya.35-7.35-7. derajat keasaman (pH) plasma darah berkisar antara 7. nilai patokan untuk suhu tubuh ialah 37° C. forward wan mekanisme pengendalian kondisi homeostasis secara fisiologis yang agak berbeda dari mekanisme yang Mekanisme tersebut sering disebut feed forward. Feed sebagai keseimbangan dinamis atau dynamic merupakan aktivitas antisipatori.5 mmol per liter. perubahan enzim (baik struktur mau pun fungsinya) akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan reaksi dalam sel. Dalam tubuh hewan. Mekanisme pengendalian kondisi homeostasis seperti yang diurai kan di atas merupakan mekanisme pengendalian secara fisiologis dengan melibatkan sistem saraf.45. Kita juga dapat menjumpai sudah kita pelajari. Sementara. Suatu variabel akan dikendalikan secara lebih ketat daripada variabel lainnya. yang dikendalikan secara sangat ketat sehingga kisarannya hanya bergerak antara 7. sedangkan konsentrasi ion K berkisar antara 3-5. Pada tu buh hewan ditemukan adanya tingkatan homeostasis. Misalnya. + dalam plasma darah Tidak satu pun kondisi dalam tubuh yang selalu ada pada tingkat yang benar-benar konstan.45. variabel yang dikendalikan secara lebih ketat merupakan variabel yang lebih penting daripada variabel yang dikendalikan secara kurang ketat. yang sangat kecil sekalipun. berkaitan dengan perilaku he- 21 . Akan tetapi. yang biasanya bekerja sama dengan sistem en dokrin. berbagai variabel fisiologis yang berbeda memiliki kisaran yang berbeda. Memperhatikan uraian di atas maka jelas bahwa yang dimaksud kondisi homeostasis dalam lingkungan internal hewan ialah keadaan homeostasis yang dinamis. akan berpengaruh terhadap struktur maupun fungsi/aktivitas enzim. Keadaan demikian sering juga dinyatakan equilibrium. Perubahan pH.

yang dimaksudkan untuk memperkecil (meminimalkan) kerusakan/ gangguan pada sistem hidup. kandungan air. Contoh yang baik untuk feed forward ialah peristiwa makan dan mi num pada saat bersamaan. kadar garam. aves dan mamalia disebut regulator. Oleh karena itu. antara lain keasaman atau pH. baik vertebrata maupun invertebrata. Hewan-hewan tersebut pada umumnya sementara air merupakan poikiloterm tubuh merupakan golongan poikiloterm. Oleh karena itu. Memasukkan makanan ke dalam tubuh akan meningkatkan osmolalitas isi usus. sejumlah hewan lingkungan yang sulit mengalami perubahan suhu. Regulasi dan Adaptasi Untuk dapat bertahan hidup. merupakan cara yang tepat untuk menjaga homeostasis suhu 22 . pemilihan air sebagai tempat hidup bagi hewan mereka. dan hal ini dapat mendorong pelepasan air dari jaringan tubuh ke lumen usus untuk mempertahankan keseimbangan osmotik. hewan harus menjaga stabilitas lingkungan internalnya. suhu tubuh. Oleh karena itu. Mekanisme semacam ini dapat dijumpai pada beberapa spesies hewan akuatik. Proses pengendalian kondisi homeostasis juga dapat terjadi melalui mekanisme non fisiologis. sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah. Untuk memperkecil melakukan makan dan minum gangguan tersebut. c. Mamalia (manusia dan golongan hewan yang memiliki kelenjar susu) dan aves (golongan burung) memiliki kemampuan mengatur (regulasi) berbagai faktor tersebut dengan sangat tepat. makan tanpa diikuti minum berpotensi menyebabkan dehidrasi sehingga homeostasis osmotik tubuh pada saat yang bersamaan. kandungan nutrien atau zat gizi. akan terganggu.

perubahan faktor lingkungan biasanya bersifat kompleks. yaitu aklimasi dan aklimatisasi. khusus. dinamakan aklimatisasi.Sebagai mamalia. D. Fisiologi manusia dan hewan merupakan ilmu yang mempelajari fungsi tubuh manusia dan hewan dalam menyelenggarakan kehidupan. misalnyapengaturan suhu tubuh seperti yang dimaksud di atas? Cobalah pikirkan apa yang kita alami ketika udara sangat panas atau sangat dingin? Diskusikan dengan teman saudara! Kebanyakan hewan. Hal demikian sangat jarang terjadi dalam kondisi alamiah. Setiap faktor lingkungan akan menjadi rangsang bagi manusia dan hewan yang akan ditanggapi dengan cara tertentu yang bersifat Kemampuan manusia dan hewan menanggapi rangsang dari lingkungannya merupakan kajian inti dalam fisiologi hewan. Dalam kondisi alamiah. Hewan yang lingkungan internalnya berubah seiring dengan perubahan lingkungan eksternal dinamakan golongan konformer. selain aves dan mamalia. Rangkuman Setiap individu memerlukan lingkungan tertentu untuk hidup dan berkembang biak. yakni untuk Proses dalam tubuh hewan yang membuat hewan tersebut dapat bertahan ketika lingkungan eksternalnya berubah 23 . Adaptasi dapat dibedakan menjadi dua. Perubahan kompleks dalam tubuh. Dalam keadaan demikian. Aklimasi adalah perubahan adaptif yang terjadi pada hewan dalam kondisi laboratorium yang terkendali. yang terjadi pada kondisi alamiah dan berkaitan dengan adanya perubahan dengan banyak faktor lingkungan eksternal. timbulnya perubahan disebut adaptasi. biasanya hanya satu atau dua faktor lingkungan yang berubah. Dapatkah saudara menunjukkan bukti bahwa tubuh kita juga melakukan berbagai pengaturan. tidak mampu mempertahankan keadaan lingkungan internal yang selalu tepat. tubuh kita pun melakukan berbagai pengaturan agar kondisi dalah tubuh tetap terjaga.

Homeostasis harus selalu diupayakan oleh manusia dan tubuh. organ. Pemeliharaan kondisi homeostasis berlangsung dengan mekanisme umpan balik negatif. homeostasis tubuh manusia/hewan dapat dicapai dengan cara regulasi dan 24 . Mengapa demikian? 2.. Struktur atau bahan-bahan berikut yang dipasangkan secara salah dengan suatu jaringan adalah.menciptakan kondisi homeostasis. Untuk mempelajari fisiologi hewan.. a. Kemukakan satu contoh fungsi dalam tubuh manusia/hewan yang terselenggara dengan sistem umpan balik negatif dan positif! F. 3. Epitelium kuboidal sederhana umumnya berfungsi dalam. Berikan penjelasan tentang batasan lingkungan ekstrasel atau lingkungan luar sel bagi hewan unisel dan multisel. Selain mekanisme umpan balik negatif. karena tubuh manusia dan hewan selalu dipenaruhi oleh berbagai faktor lingkungan. dan histologi (struktur jaringan). Pengkajian fungsi tubuh dapat dilakukan pada tingkat sel. Kondisi hewan . dan regulator? 4. penutupan permukaan tubuh 2. atau individu. Apa yang dimaksud dengan adaptasi. pengemasan dan pelapisan dengan bantalan untuk bagian-bagian tubuh d. E. sekresi zat-zat oleh kelenjar b.. kerjakanlah secara berkelompok! 1. seseorang perlu memiliki pengatahuan tentang biokimia.. Homeostasis ialah kondisi lingkungan dalam tubuh manusia/hewan yang tetap seimbang. Latihan/Tugas Jawablah dengan tepat. pelapisan permukaan internal yang terkena gesekan c. konformer. baik secara fisiologis maupun non fisiologis. biologi sel. regulasi. dalam tubuh hewan terdapat mekanisme umpan balik positif yang cara kerjanya sangat berbeda. Tes Mandiri Beri tanda silang pada jawaban yang benar! 1. baik lingkungan luar maupun dalam adaptasi. jaringan.

otot rangka d. kondroitin sulfat-tulang rawan 3. darah b. sistem sirkulasi c. yang mana di antara keadan berikut ini yang akan terjadi? a. membran mukosa yang melapisi lambung c. sistem ekskresi d. Yang mana di antara sistem organ vertebrata berikut ini yang tidak membuka secara langsung ke lingkungan eksternal? a. jaringan ikat c. Yang mana di antara hal berikut yang tidak dianggap sebagai jaringan? a. air murni 25 . otot jantung c. sistem respirasi 7. peningkatan pendinginan melalui penguapan d. fibroblast-otot rangka d. sistem pencernaan b. Sebagian besar sel-sel kita dikelilingi oleh a. peningkatan produksi keringat b. tulang rawan b. termostat otak akan mati atau berhenti c. otak d. otot lurik b. darah 6. Ketika suhu tubuh seekor hewan endotermik terlalu rendah. cairan interstisial d. keping darah-darah c.Otot tidak sadar yang menyebabkan kontraksi mirip gelombang yang mendorong makanan di sepanjang usus halus kita adalah… a. otot polos 5. thermostat otak berhenti memerintahkan dihasilkannya keringat 4. sistem Harvesian-tulang sejati b.a.

regulator 26 . adaptasi d.8. homeostasis b.. regulasi c. keadaan lingkungan internal yang konstan dan mekanisme yang bertanggung jawab atas keadaan konstan tersebut disebut.. a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->