LPMP Jawa Tengah 2005

Tuwuh Rustantoro

Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
* Tuwuh Rustantoro, Widyaiswara LPMP Jawa Tengah

Pendahuluan Pemerintah telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan,yang pada akhirnya nanti akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam rangka mensikapi perubahan global yang melanda dunia. Perubahan global jelas akan mempengaruhi tata kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara di Indonesia.Perubahan yang terus menerus ini menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional. Perbaikan antara lain melalui peningkatan mutu atau kualitas tenaga pendidiknya,penyempurnaan dan perbaikan saran dan prasarana sekolah, perubahan strategi dan pendekatan pembelajaran ataupun melalui penyempurnaan kurikulum. Tuntutan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia melalui penyempurnaan kurikulum akhirnya terwujud juga. Kurikulum yang akan kita laksanakan adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum ini diharapakan mampu menjawab tantangan di masa depan yaitu mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan jaman. Penyempurnaan kurikulum tersebut mengacu pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu berkenaan dengan pasal-pasal sebagai berikut: 1) Pasal 3 tentang Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab; 2) Pasal 35 Ayat (1) tentang Standar Nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala 3) Pasal 36 ayat (1) dan (2) tentang pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional dan tujuan pendidikan, serta memperhatikan prinsip diversifikasi sesuai dengan potensi peserta didik; 4) Pasal 37 Ayat (1) tentang muatan wajib pada kurikulum pendidikan daras dan menengah; dan 5) Pasal 38 Ayat (1) tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah, dan Ayat (2) tentang peran koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agam kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah. Melalui perubahan kurikulum diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan yang secara menyeluruh mencakup pegembangan demensi manusia Indonesia seutuhnya, yakni aspek-aspek moral, akhlaq, budi pekerti, perilaku, pengetahuan, kesehatan,

Ditan,Swesty,Evira.2005

1

Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi peserta didik untuk bertahan hidup. Kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara kontekstual. menyesuaikan diri. Kompetensi dapat dikenali melalui sejumlah hasil belajar dan indikatornya yang dapat diukur dan diamati. Sesuai dengan pengertian tersebut Kurikulum 2004 berisi seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang di bakukan untukmencapai tujuan nasional dan cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah dan sekolah dan madrasah Kompetensi merupakan pengetahuan. dan berhasil di masa datang.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro keterampilan dan seni. Prinsip-prinsip Pengembangan  Peningkatan Keimanan.Evira.ditetapkan berdasarkan standar kompetensi yang berlaku di dunia kerja sesuai dengan keahliannya Kompetensi dikembangkan secara berkesinambungan sejak Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal. Khusus pendidikan kejuaruan kompetensi yang dituangkan dalam kurikulum adalah standar kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. kemandirian.dipahami. Bagaimanakah dengan kesiapan kita dalam melaksanakan Kurikulum 2004 ? Sanggupkah ? Pengertian Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan.Logika. Estetika.2005 2 . Pada pendidikan kejuruan kompetensi yang terkait dengan tugastugas lulusan di tempat kerja. dan Kinestika pada pengalaman belajar yang akan diperoleh  Penguatan Integritas Nasional yang dicapai melalui pendidikan yang menumbuh-kembangkan pemahaman dan penghargaan terhadap perkembangan budaya dan peradaban bangsa Indonesia yang mampu memberikan sumbangan terhadap peradaban dunia  Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi. Dengan demikian peserta didik memiliki ketangguhan. dan Penghayatan nilai-nilai Budaya perlu digali. Kelas I sampai dengan Kelas XII yang menggambarkan suatu rangkaian kemampuan yang bertahap.dan diamalkan untuk mewujudkan karakte4r dan martabat bangsa  Keseimbangan Etika. dan jati diri yang dikembangkan melalui pembelajaran dan atau pelatihan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. bahwa kemampuan berpikir dan belajar dengan cara mengakses. isi. Budi PekertiLuhur.sikapdan nilai-nilai yang diwujudkan dalamkebiasaan berpikir dan bertindak. dan menilai pengetahuan Ditan.memilih.Swesty.keterampilan. dan konsisten seiring dengan perkembangan psikologis peserta didik. berkelanjutan.

kooperatif.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro untukmengatasi situasi yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian serta menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi  Pengembangan kecakapan hidup dikembangkan melalui pembudayaan membaca.Seluruh peserta didik dari berbagai kelompok seperti kelompok yang kurang beruntung secara ekonomidan sosial. dan belajar untuk membangun dan mengekspresikan jati diri yang dilandasi ketiga pilar sebelumnya  Komprehensif dan Berkesinambungan. kelasw I sampai dengan XII.2005 3 . potensi daerah.bahwa kompetensi mencakup keseluruhan dimensi kemampuan dan substansi yang disajikan secara berkesinambungan mulai dari usia Taman Kanak-kanak atau Raudhatul Athfal sampai dengan pendidikan menengah. Keberhasilan pencapaian pengalaman belajar menuntut kemitraan dan tanggung Ditan.kreatif. pola pikir dan perilaku. dan minat peserta didik perlu terus menerus diupayakan. dan menilai diri sendiri diutamakan agar peserta didikmampu membangun kemauan.keterampilan. menulis. serta fenomena dan kenyataan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat  Belajar Sepanjang Hayat.keterampilan. dan sikap sangat diutamakan. bahwa kurikulum mengorganisasikan fondasi belajar ke dalam empat pilar.dan pengetahuannya. Penyajiannya disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan peserta didik melalui pembelajaran yang aktif. dan kompetitif  Pilar Pendidikan.kecerdasan.efektif. belajar untuk memahami.bekerja sama. bahwa pendidikan diarahkan pada prosespembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlanjut sepanjang hayat  Deversifikasi Kurikulum.yang memerlukan bantuan khusus. dan konsep. Peningkatan potensi. bahwa kurikulum dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. dan peserta didik Prinsip-prinsip Pelaksanaan  Kesamaan Memperoleh Kesempatan Penyediaan tempat yang memberdayakan semua peserta didik secara demokratis dan berkeadilan untukmemperoleh pengetahuan.kreatif. Substansi mencakup norma. belajar untuk hidup dalam kebersamaan.nilai-nilai. Pendekatan yang digunakan dalam mengorganisasikan pengalaman belajar berfokus pada kebutuhan peserta didik yang bervariasi dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu.pemahaman. dan unggul berhak menerimapendidikan yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya  Berpusat pada anak Upaya memandirikan peserta didik untukbelajar. nilai dan sikap.berbakat. Penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadisangat penting dalam rangka pencapaian upaya tersebut. belajar untuk berbuat kreatif.yaitu .Swesty. Kemampuan mencakup pengetahuan. sikap dan perilaku adaptif. dan berhitung .Evira.dan menyenangkan  Pendekatan Meyeluruh dan Kemitraan Semua pengalaman belajar dirancang secara berkesinambungan mulai dari Taman kanak-kanak dan Raudhatul Athfal.

Standar kompetensi dapat dijadikan acuan penyusunan kurikulum berdiversifikasi berdasarkan pada satuan pendidikan. proses. standar kompetensi lulusan. pedoman. Kweterkaitan antara fungsi dan tujuan pendidiak nasioanal dan kurikulum dibagankan sebagai berikut. pengelolaan. serta penilaian dan pengembangan kurikulum selanjutnya. sekolah dan madrasah.dan peserta didik. struktur dan sistem persekolahan.serta taraf internasioanal Standar Kompetensi Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. sturktur kurikulum. tenaga kependidikan. Standar Nasional ini kemudian dijadikan acuan dalam pengembangan kurikulum. dan bahan ajar Kerangka Dasar dan Struktur kurikulum merupakan kerangka kebijakan untuk pelaksanaan kurikulum 2004 yang memuat landasan. pembiayaan. Pengembangan kurikulum meliputi pengembangan kerangka dasar dan struktur kurikulum. Perguruan Tinggi . kompetensi lulusan. DAN STANDAR PENDIDIKAN NASIONAL SERTA KURIKULUM Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasioanal Standar Nasioanal Standar Isi Standar Proses Standar Kompetensi Lulusan Standar Tenaga Kependidikan Standar Saran dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian Kurikulum Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Bhan Kajian Mata pelajaran Pedoman Pelaksanaan Silabus Bhan Ajar Standar Nasioanal meliputi Standar isi. dunia usaha dan industri.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro jawab bersama dari peserta didik . orang tua . tujuan. guru.Swesty.2005 4 . fungsi. potensi daerah. mata pelajaran. dan prinsip. TUJUAN. Ditan. sarana dan prasarana. pelaksanaan kurikuklum. silabus. dan masyarakat. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. fungsi dan yujuan pendidikan nasional diwujudkan ke dalam standar nasional dan kurikulum. KETERKAITAN FUNGSI.Evira.  Kesatuan dalamKebijakan dan Keberagaman dalam Pelaksanaan Standar kompetensi disusun pusat danh cara pelaksanaannya disesuaikan dengamn kebutuhanh dan kemampuan masing-masing daerah atau sekolah dan madrasah. seperangkat bahan kajian.

Silabus merupakan penjababaran kompetensi dantujuan ke dalam rincian kegiatan dan strategi pembelajaran. Pedoman meliputi pedoman pembelajaran. pedoman pengelolaan kurikulum. Tolok ukur kompetensi dikemukakan dalam indikator. pedoman penggunaan sarana belajar.2005 5 . kegiatan dan strategi penilaian. dan penilaian kurikulum. dan kejiwaan peserta didik. dan standar isi diwujudkan ke dalam bahan kajian. pedoman penyusunan silabus. dan pedoman bimbingan karir. Pedoman merupakan acuan bagi pengembangan. emosional. standar kompetensi lulusan. pemantauan. sepernagkat kompetensi lintas kurikulum dan mata pelajaran.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro Bahan kajian merupakan penjabaran dari standar isi yang mencakup kajian yang dibakukan dalam bentuk kompetensi Mata pelajaran merupakan seperangkat kompetensi dasar yang dibakukan dan substansi pelajaran mata pelajaran tertentu per satuan pendidikan dan per kelas selama masa persekolahan. dan alokasi waktu per mata pelajaran per satuan pendidikan dan per kelas. Mata pelajran memuat sejumlah kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa per kelas dan per satuan pendidikan sesuai denganm tingkat pencapaian hasil belarnya. Keterkaitan antara fungsi dan tujuan pendidikan nasioanal.Swesty. Keterkaitan ini digambarkan sebgai berikut KETERKAITAN ANTARA FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL. Bahan ajar merupakan bahan pembelajran yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. sosial. pemasyarakatan. pelaksanaan. kecerdasan intelektual. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DAN STANDAR ISI Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional Standar Kompetensi Lulusan Standar Bahan Kaji Kompetensi Lintas Kurikulum Standar Isi Standar Mata Pelajaran dan Kegiatan Belajar Pembiasaan Ditan.Evira. pedoman penilaian kelas.

budaya. Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. SMPLB. struktur. serta untuk berinteraksi dengan orang lain 3) Memilih. teknik-teknik. dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat. dan lateral dengan memperhitungkan potensi dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan. 6) Berpartisipasi.2005 6 . kritis. 20/2003. 9) Menunjukan motivasi dalam belajar.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro Fungsi dan Tujuan Nasioanl adalah sebagaimana yang diamantkan dalam UU No. kritis. dan Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah. 8) Berpikir logis. dan menerapkan konsep-konsep. 4) Memilih. mengembangakan. geografis. dan hubungan. yaitu Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal. dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju masyarakat beradab. saling menghargai dan memberi rasa aman. SDLB. menyadari serta menjalankan hak dan kewajiban.Evira. Struktur Kurikulum Ditan. makhluk hidup. dan menggunakan pengetahuan. dan kreatif serta berkomunikasi melalui berbagai media • Menyenangi keindahan • Membiasakan hidup bersih. beretos kerja. memadukan.Swesty. Kompetensi Lintas Kurikulum tersebut adalah sebgai berikut. Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. bugar. SMALB disesuaikan dengan ketunaan. Standar Kompetensi Lulusan merupakan seperangkat kompetensi yang dibakukan dan harus dicapai peserta didik sebagai hasil belajarnya dalam setiap satuan pendidikan. dan berkonstrtribusi aktif dalam masyarakat dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya . dan sehat • Memiliki rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air Kompetensi Lintas kurikulum merupakan kecakapan hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan hrus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar secra berkesinmabungan. percaya diri. sesuai dengan agama yang dianutnya. 2) Menggunakan bahasa untuk memahami. bekerja mandiri. dan bekerja sama dengan orang lain. dan teknologi. mencari. 7) Berkreasi dan menghargai karya artistik. 5) Memahami dan menghargai lingkungan fisik. dan peduli terhadap lingkungan • Berpikir secara Logis. pola. dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi. • Mengenali dan berperilaku sesauai dengan ajaran agama yang diyakini • Mengenali dan menjalankan hak dan kewajiban diri. berinteraksi. keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan untuk Sekolah Dasar adalah sebagai berikut. dan historis. 1) Memiliki keyakinan. Standar Kompetensi Lulusan pada TKLB. dan menerapkan teknologi dan informasi yang di[perlukan dari berbagai sumber.

jumlah jam tatap muka per tahaun adalah 544 jam (32. Kegiatan Kegiatan Pembiasaan 3 Belajar Pembiasaan Jumlah 27 32 Penjelasan untuk Kelas I dan II 1) Pengelolaan kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran dan kegiatan belajar pembiasaan dengan menggunak pendekatan tematik diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah dan madrasah. V. dan Pendidikan Jasmani. atau daerah 4) Satu jam pelajaran tatap muka dilaksankan selam 35 menit 5) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34-40 minggu dan jam tatap muka per minggu adalah 945 menit ( 16 jam). STRUKTUR KURIKULUM SEKOLAH DASAR & MADRASAH IBTIDAIYAH Kelas Alokasi Waktu I dan II III s. dan VI 1) Pengelolaan kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran dan kegiatan belajar pembiasaan diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah dan madrasah. Daerah. Struktur Kurikulum pada SDLB dan MILB disesuaikan dengan ketunaan. 2) Penjelasan teknis pendekatan tematik diatur dalam pedoman tersendiri. VI A. Mata Pelajaran Pendidikan Agama 3 Bahasa Indonesia 5 Matematika 5 Pengetahuan Alam 4 Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendekatan 5 TEMATIK Pengetahuan Sosial (PKPS) Kerajinan Tangan dan Kesenian 4 Pendidiksn Jasmani 3 B.Swesty. sekolah.2005 7 .LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro Struktur kurikulum SD dan MI memuat jumlah dan jenis mata pelajaran yang ditempuh dalam satu periode belajar selama 6 tahun mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI.d. Struktur Kurikulum untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah adalah sebagai berikut. 7) Sekolah dan Madrasah dapat mengenalkan tknologi iformasi dan komunikasi sesaui dengan kemampuannya.atau madrasah dapat menambah alokasi waktu total atau mengubah alokasi waktu mata pelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. madrasah. IV. dan (c) 35% untuk Pengetahuan Alam. (b) 50% untuk Membaca dan Menulis Permulaan serta Berhitung. Kerajinan Tangan dan Kesenian.Evira.640 menit) 6) Alokasi waktu sebanyak 27 jam pelajaran pada dasarnya dapat diatur dengan bobot berkisar (a) 15% untuk Agama. 3) Alokasi waktu total yang disediakan adalah 27 jam pelajaran perminggu. Ditan. sekolah. Penjelasan untuk Kelas III. Pengetahuan Sosial.

840 menit) 5) Sekolah dan madrasah dapat memberikan mata pelajaran Bahasa Inggris mulai kelas IV sesuai dengan kemampuan. kreatifitas. (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang. kontekstual. memahami. kerjasama. logika. peradaban. efektif. ada dengan kinestetika (gerak). kemampuan. madrasah atau daerah 4) Satu jam pelajaran tatap muka dilaksanakan selama 40 menit. (4) bermuatan nilai. dan jam tatap muka per minggu adalah 21 jam (1. dan bermakna. Sehingga pembelajaran.240 menit) jumlah jam tatap muka per tahun adalah 714 jam (42. (2) mengembangkan kreativitas peserta didik. organisasi kelas. Berpusat pada Siswa: siswa memiliki beda: minat. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34 – 40 minggu. Dalam hal ini kegiatan pembelajaran mampu mengembangkan dan meningkatkan kompetensi. Ada lebih mudah dengar-baca. 6) Sekolah dan madrasah dapat mengenal teknologi informasi dan komunikasi sesuai kemampuan. dan meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. hidup dalam kebersamaan. sekolah atau madrasah dapat menambah alokasi waktu total atau mengubah alokasi waktu mata pelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. kemandirian. dan cara penilaian à perlu beragam Ditan. dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam Pelaksanaan kegiatan pembelajran menrapkan berbagai strategi dan metode pembelajran yang meyenangkan. waktu belajar. Kegiatan perlu pembelajaran memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. 3) Alokasi waktu total yang disediakan adalah 31 jam pelajaran per minggu. solidaritas. 7) Sekolah dan madrasah bertaraf internasioanal dapat menggunakan Bahasa Inggris dan bahasa asing lain sebagai bahasa pengantar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. meteri pembelajaran.Swesty. dan kinestika.2005 8 . sekolah. estetika. efisien. yang lain lebih mudah melihat. Daerah. dan cara belajar. kegiatan pembelajaran perlu : (1) berpusat pada peserta didik. toleransi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak serta meningkatkan peradaban dan martabat bangsa Prinsip-prinsip Kegiatan Belajar Mengajar pada Kurikulum Berbasis Kompetensi 1. empati. pengalaman. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran diselenggarakan untuk membentuk watak. kepemimpinan. alat belajar. etika. Dengan demikian.Evira. dan mengaktualisasikan diri. Pemberdayaan diarahkan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pebelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar Kegiatan pembelajaran mengembangkan kemampuan untuk mengetahui. melakukan sesuatu.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro 2) Penjelasan teknis kegiatan belajar pembiasaan diatur dalam pedoman tersendiri. kesenangan.

3. KBM dipilih dan dirancang agar mampu mendorong & melatih siswa mengidentifikasi dan memecahkan masalah. kaidah. KBM hendaknya merangsang siswa aktif mencari jawaban menggunakan prosedur ilmiah. 5. memperoleh insentif. berkomunikasi dan bekerjasama. Memberikan wawasan nilai-nilai moral dan sosial.2005 9 . menggunakan kemampuan kognitif meta-kognitif.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro sesuai karakteristik. dan solidaritas. dan hasil karya. belajar formal disekolah dan informal di masyarakat. daya imajinasi. dan saling menjelaskan memungkinkan terjadinya perbaikan pemahaman siswa. dan Solidaritas: siswa berkompetisi. Mengembangkan Keingintahuan. & kreatif. 2. Perpaduan Kompetisi. Penyampaian ide siswa mempertajam. dan Fitrah BerTuhan: Siswa dilahirkan memiliki rasa ingin tahu. KBM mendorong siswa melihat dirinya secara positif. Kerjasama. kritis. untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kreatifitasnya.Swesty. Belajar sepanjang Hayat: siswa perlu belajar sepanjang hayat untuk ketahanan fisik dan metalnya. Mengembangkan Kemampuan Menggunakan Ilmu dan Teknologi: siswa mengenal penggunaan IPTEK sejak dini. KBM memberi peluang memperoleh informasi dari multi-media dalam penyajian materi dan media pembelajaran. bekerjasama. mensyukuri anugrah Tuhan YME. dan latar belakang sosial siswa. Penilaian di sekolah dan madrasah (internal) dilakukan dalam bentuk ulangan harian dan penugasan untuk mengetahui kemajuan dan Ditan. Diskusi. dan prinsip disiplin sains. 7. 10. fantasi (pengandaian). saling bertanya. Mengembangkan Kreatifitas Siswa: siswa memiliki potensi berbeda: pola pikir. KBM dilaksanakan agar memberikan kesempatan dan kebebasan berkreasi. Menumbuhkan Kesadaran Sebagai Warga Negara yang Baik: siswa memperoleh wawasan & kesadaran sebagai warga yang produktif & bertanggung jawab. Mengembangkan Kemampuan Sosial: siswa memahami melalui interaksi dengan lingkungan sosialnya (teman dan guru). memahami orang lain. 9. imajinasi. 8. 6. Penilaian Hasil Belajar Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan hasil belajar dalam ketuntasan penguasaan kompetensi. Imajinasi. dan mengembangkan solidaritas. Fitrah berTuhan untuk taqwa kepada Tuhan. Membekali keterampilan belajar: percaya diri. strategi belajar. Dua yang pertama merupakan modal dasar bersikap peka. kemampuan. Belajar dengan Melakukan: KBM à pengalaman nyata kehidupan sehari-hari dan di dunia kerja yang terkait à penerapan konsep. dan fitrah berTuhan. keingintahuan. bekerjasama. memantapkan dan menyempurnakan gagasan 4. motivasi belajar. mengenali dirinya – kelebihan & kekurangannya. memperdalam. mandiri. KBM menempatkan siswa à subjek belajar. Mengembangkan Keterampilan Pemecahan Masalah: untuk berhasilan dalam kehidupannya. memperhatikan: bakat. minat. Memberikan kesempatan berkompetisi sehat.Evira.

adil terhadap semua peserta didik. daerah dan sekolah dan madrasah mempunyai tanggung jawab tertentu.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro hasil belajar di kelas. Penilaian Kelas berorientasi pada : • Acuan /Patokan Semua kompetensi perlu dinilai menggunakan acuan kriteria berdasarkan pada indikator hasil belajar.2005 10 . dan jenis penilaian. dan dilaksanakan secara terencana. orang tua. guru berwenang untuk menentukan kruteria keberhasilan. Penilaian Kurikulum Penilaian kurikulum dilakukan secara berkala dan terus menerus oleh pusat dan Daerah. Pemerintah bertangung jawab terhadap penyempurnaan dan pengembangan : Ditan. dan pihakpihak yang berkepentingan. yaitu tes dan non-tes untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik • Kriteria Penilaian Penilaian memberikan informasi yang akurat tentang pencapaian kompetensi dasar peserta didik. bertahap. Laporan memuat diskripsi kemajuan dan hasil belajar secara utuh dan menyeluruh. Penilaian kurikulum dilakukan untuk mengetahui keterlaksanaan kurikulum sesuai dengan dasar. cara. Sekolah dan madrasah menetapkan kriteria sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya • Ketuntasan Belajar Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut • Multi Alat dan Cara Penilaian Penilaian menggunakan berbagai alat dan cara. dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik Sekolah dan madrasah melaporkan hasil penilaian kepada siswa. Penilaian di sekolah dan madrasah digunakan untuk penentuan perbaikan.Evira. terbuka bagi semua pihak. serta kesesuaian dengan tuntutan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat. Penilaian eksternal dapat digunakan sebagai pengendali mutu pendidikan seperti Ujian Akhir Nasional dan Tes Kemampuan Dasar Penilaian kelas sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran dilakukan oleh guru. Hasil Penilaian dapat digunakan untuk mendiagnosisi dan memberikan umpan balik untuk perbaikan pembelajran dan program Penilaian dan Pengembangan Kurikulum Selanjutnya a. b. fungsi. dan tujuan pendidikan nasional. maka masingmasing lembaga tingkat pusat. Hasil penilaian kurikulum digunakan untuk menyempurnakan pelaksanaan dan pengembangan kurikulum selanjutnya. Dalam pelaksanaan penilaian kelas.Swesty. Pengembangan Kurikulum Selanjutnya Sesuai dengan kebijakan otonomi daerah yang berimplikasi pada kebijakan pengelolaan pendidikan dari yang bersifat sentralistik ke desantralistik. pengayaan dan penentuan kenaikan kelas Penilaian akhir dapat diselenggarakan oleh sekolah dan madrasah atau oleh pihak luar (eksternal).

2005 11 . ilmu pengetahuan. Rasional Abad XXI dikenal sebagai abad globalisasi dan abad teknologi informasi. Perubahan yang sangat cepat dan dramatis dalam bidang ini merupakan fakta dalam kehidupan siswa. Pengembangan kurikulum Sains merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi. Dengan demikian tuntutan untuk terus menerus memutakhirkan pengetahuan sains menjadi suatu keharusan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keterkaitan (relevansi) program pembelajaran dengan keadaan dan kebutuhan setempat. Untuk kepentingan pribadi. penguasaan kecakapan hidup. Mutu lulusan tidak cukup bila diukur dengan standar lokal saja sebab perubahan global telah sangat besar mempengaruhi ekonomi suatu bangsa. Pengembangan kemampuan siswa dalam bidang sains merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan kemampuan dalam mneyesuaikan diri dengan perubahan dan memasuki dunia teknologi. maka bangsa yang berhasil adalah bangsa yangmemiliki standar kompetensi sains dan teknologi yang tinggi. termasuk teknologi informasi. Saat ini kesejahteraan bangsa tidak hanya bergantung pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik.Evira. sosial dan kepercayaan (kredibilitas). serta tuntutan desentralisasi. ekonomi. Ditan. dan teknologi. • pelaksanaan dan pengelolaan pembelajaran.Swesty.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro • • • • • Standar kompetensi siswa dan warga belajar • standar materi pokok • pembelajaran dan penilaian hasil belajar secara nasional. • perencanaan pembelajaran dan penilaian. penguasaan prinsip-prinsip alam. serta • pelaksanaan dan pengelolaan penilaian hasil belajar Standar Kompetensi Mata Pelajaran Sains Kurikulum 2004 Kurikulum Sains disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan Sains secara nasional. kemampuan bekerja dan bersikap ilmiah sekaligus pengembangan kepribadian Indonesia yang kuat dan beraklak mulia a. Industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi sains dan teknologi tingkat tinggi. dan lingkungan siswa perlu dibekali kompetensi yang memadai agar menjadi peserta aktif dalam masyarakat. tetapi bersumber pada modal intelektual. sosial. Kompetensi sains menjamin pertumbuhan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. dan pelaksanaan pemantauan dan penilaian Sekolah dan madrasah bertanggun jawab dalam pelaksanaan kurikulum yang mencakup : • pengembangan kurikulum dalam bentuk silabus. • pengendali mutu Pemerintah daerah bertangung jawab dalam penjabaran dan pelaksanaan kurikulum yang mencakup: pengembangan kurikulum dalam bentuk silabus pengembangan dan pelaksanaan kurikulum muatan lokal penyusunan petunjuk teknis operasional pelaksanaan kurikulum.

padat dan gas. cair.2005 12 . serta bertujuan : 1) Menanamkan pengetahuan dan konsep-konsep sains yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari 2) Menanamkan rasa ingin tahu dan sikap positip terhadap sains dan teknologi 3) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar. sifat-sifat dan kegunaannya meliputi . ii) menilai secara kritis perkembangan dalam bidang sains dan teknologi serta dampaknya.lingkungan dan etika. berkomunikasi ilmiah.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro Kurikulum sains menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains. dan iv) memilih karir yang tepat. menjaga dan melestarikan lingkungan alam 5) Mengembangkan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara sains. Ruang Lingkup Ruang lingkup mata pelajaran Sains meliputi dua aspek : 1) Kerja ilmiah yang mencakup penyelidikan/penelitian. Fungsi dan Tujuan Mata pelajaran Sains di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) berfungsi untuk menguasai konsep dan manfaat sains dalam kehidupan sehari-hari serta untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs). hewan. yaitu manusia. Pengertian Sains merupakan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis untuk menguasai pengetahuan. memecahkan masalah dan membuat keputusan 4) Ikut serta dalam memelihara. tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan. nasioanal. iii) memberi sumbangan terhadap kelangsungan perkembangan sains dan teknologi. ekonomi.Swesty. Pendidikan Sains diarahkan untuk „mencari tahu“ dan „berbuat“ sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar c. kawasan. yang mencakup : a) Makhluk hidup dan proses kehidupan. Oleh karena itu. fakta-fakta. konsep-konsep. Ditan. b) Benda/materi. pengembangan kreativitas dan pemecahan masalah. kurikulum sains lebih menekankan agar siswa menjadi pebelajar aktif dan luwes b. teknologi dan masyarakat 6) Menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan d. proses penemuan.Evira. sosial. dan memiliki sikap ilmiah. prinsip-prinsip. sikap dan nilai ilmiah 2) Pemahaman Konsep dan Penerapannya. dunia. serta kesehatan. Pendidikan Sains di sekolah dasar bermanfaat bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar Pendidikan Sains menekankan pada pemberian pengalaman langsung dan kegiatan praktis untuk mengembankan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. lingkungan. Pemahaman ini bermanfaat bagi siswa agar dapat menanggapi : i) isu lokal.

tata surya. panas. Lingkungan. tata surya dan sumber daya alam. Siswa menyelidiki sifat-sifat benda. Siswa mengidentifikasi pola interaksi yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Menyelidiki berbagai cara makhluk hidup memanfaatkan bumi. dan bendabenda langit lainnya.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro c) Energi dan perubahannya meliputi gaya. • Interaksi mempengaruhi benda • Kegunaan bahan dipengaruhi oleh sifat-sifatnya Energi dan Perubahannya Bumi tempat kita hiduptelah dibentuk oleh gaya-gaya yang mempengaruhi bentuk. Siswa menjajagi pengaruh gaya dalam kehidupan sehari-hari. Sub aspek Makhluk Hidup dan Proses Kehidupannya adalah .Evira. Ditan. bentuk. teknologi dan masyarakat melalui pembuatan suatu karya teknologi sederhana termasuk merancang dan membuat Adapaun aspek pemahaman konsep sains dan penerapannya diorganisasikan sebagai berikut: Makhluk hidup dan Proses Kehidupan Makhluk hidup mempunyai banyak keberagaman dalam hal struktur dan perilaku yang berinteraksi satu sama lain dengan lingkungan hidupnya. Teknologi. • Ciri-ciri makhluk hidup dan fungsinya saling berkaitan • Perubahan terjadi pada makhluk hidup • Lingkungan adalah dinamis dan terdiri atas komponen makhluk hidup dan benda tak hidup Benda dan Sifatnya Sifat-sifat benda ditentukan oleh struktur dasarnya.2005 13 .Swesty. memikirkan cara menggunakan energi dan konsekuensinya terhadap lingkungan dan masyarakat Sub aspek Energi dan Perubahannya adalah: • Gaya yang terjadi pada obyek mempengaruhi gerakan. tanah. dan energi dari obyek. magnet. dan pesawat sederhana. dan pengaruh perubahan ini pada kegunaan benda. d) Bumi dan alam semesta meliputi. listrik. Siswa menggali gagasan tentang sifat bumi yang dinamis dan sistem tata surya. dan Masyarakat (salingtemas) merupakan penerapan konsep sains dan saling keterkaitannya dengan lingkungan. Benda dapat dikelompokkan menurut sifat-sifatnya yang berbeda. cahaya. Sub aspek Benda dan Sifatnya adalah: • Sifat dan struktur benda saling berkaitan. perilaku. gerak. bunyi. Siswa mengumpulkan informasi tentang cara-cara makhluk hidup untuk bertahan hidup dan mengembangkan pemahaman mengenai strukturnya agar berfungsi secara efektif di lingkungannya. bagaimana sifat ini dapat diubah. bumi. perilaku dan energinya • Interaksi mempengaruhi dan mengubah energi • Berbagai cara memperoleh dan menggunakan energi Bumi dan Alam semesta Bumi merupakan salah satu bagian dari alam semesta serta memiliki banyak komponen. e) Sains.

LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro Sub aspek Bumi dan Alam Semesta adalah: • Bumi dan Sistem tata surya adalah sistem yang dinamis • Perubahan-perubahan terjadi pada bumi dan sistem tata surya • Makhluk hidup memanfaatkan sumber dari bumi dan sistem tata surya Sains. mengkomunikasikan kesimpulan. mengolah dan menafsirkan data. terbuka pada pikiran dan gagasan baru. serta menilai rencana prosedur dan hasilnya b) Berkomunikasi Ilmiah Siswa mengkomunikasikan pengetahuan ilmiah hasil temuan dan kajiaannya kepada berbagai kelompok sasaran untuk berbagai tujuan c) Pengembangan Kreativitas dan Pemecahan Masalah Siswa mampu berkreativitas dan memecahkan masalah seta membuat keputusan dengan menggunakan metode ilmiah d) Sikap dan Nilai Ilmiah Siswa mengembangkan sikap ingin tahu. dan perubahan yang terjadi pada bumi dan sistem tata surya • Memperbaiki produk teknologi yang ramah lingkungan dan masyarakat e. Penekanan pembelajaran salingtemas diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep sains dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana. Ditan. peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungan. kreatif dalam menghasilkan karya ilmiah. Penerapan sains perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. jujur dalam menyajikan data.Swesty. mengumpulkan. tidak percaya tahayul. lingkungan. Standar Kompetensi Bahan Kajian Kompetensi Bahan Kajian sains meliputi : 1) Kerja Ilmiah a) Penyelidikan/Penelitian Siswa menggali pengetahuan yang berkaitan dengan alam dan produk teknologi melalui refleksi dan analisi untuk merencanakan.2005 14 . dan masyarakat. faktual. Sains diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. konsep energi beserta karakteristiknya. tekun dan teliti 2) Pemahaman Konsep dan Penerapannya a) Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan Siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya tentang makhluk hidup dan proses kehidupan serta interaksinya dengan lingkungan untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Lingkungan. Sub aspek saling temas yang perlu dipelajari siswa adalah: • Mengidentifikasi kebutuhan dan kesempatan • Merancang dan membuat produk teknologi berdasarkan konsep yang telah dipelajari tentang ciri-ciri makhluk hidup.Evira. sifat dan struktur benda. Teknologi dan Masyarakat (Salingtemas) Sains terdapat di dalam teknologi.

Standar Kompetensi Mata Pelajaran Sains SD & MI Standar Kompetensi mata pelajaran Sains di SD/MI adalah: 1) Mampu bersikap ilmiah dengan penekanan pada sikap ingin tahu. struktur. Lingkungan. bertanya. dan energitika zat serta menerapkannya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. sifat dan struktur. dinamika. dan jagat raya. c) Energi dan Perubahannya Siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya tentang energi dan proses interaksinya serta konsekuensinya terhadap lingkungan d) Bumi dan Alam Semesta Siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya tentang perilaku bumi dan sistem alam serta menerapkannya untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan cuaca. Pengalaman belajar diperoleh melalui serangkaian kegiatan untuk mengeksplorasi lingkungan melalui interaksi aktif dengan teman. Peran guru bergeser dari menentukan „apa yang akan dipelajari“ ke „bagaimana menyediakan dan memperkaya pengalaman belajar siswa“. tetapi diajarkan secara tematis 2) Aspek kerja ilmiah bukanlah bahan ajar. bekerja sama. transformasi.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro b) Materi dan Sifatnya Siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya tentang komposisi. Aspek kerja ilmiah tersebut disusun bergradasi untuk kelas I dan II. e) Sains. serta kelas V dan VI 3) Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran Sains berorientasi pada siswa. Oleh karena itu aspek kerja ilmiah terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran. permukaan bumi. dan peka terhadap makhluk hidup dan lingkungan. Teknologi. Rambu-rambu 1) Bahan kajian sains untuk kelas I dan II tidak diajarkan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri. 2) Mampu menterjemahkan perilaku alam tentang diri dan lingkungan di sekitar rumah dan sekolah 3) Mampu memahami proses pembentukan ilmu dan melakukan inkuiri ilmiah melalui pengamatan dan sesekali melakukan penelitian sederhana dalam lingkup pengalamannya 4) Mampu memanfaatkan sains dan merancang/membuat produk teknologi sederhana dengan menerapkan prinsip sains dan mampu mengelola lingkungan di sekitar rumah dan sekolah serta memiliki saran/usul untuk mengatasi dampak negatif teknologi di sekitar rumah dan sekolah g. Pemilihan kegiatan dalam aspek ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak artinya tidak perlu mengikuti seluruh aspek pada setiap kegiatan.2005 15 . lingkungan. dan Ditan. sistem tata surya. lingkungan. teknologi.Evira. kelas III dan IV. melainkan cara untuk menyampaikan bahan pelajaran.Swesty. dan masyarakat f. dan Masyarakat Siswa mendemonstrasikan pengetahuan danpemahamannya tentang adanya keterkaitan yang saling mempengaruhi antara sains.

belajar untuk hidup dalam kebersamaan. simulasi/bermain peran. demonstrasi/peragaan model 6) Kegiatan pembelajaran lebih diarahkan pada pengalaman belajar langsung dari pada pengajaran (mengajar). Teknologi dan Masyarakat (Salingtemas) e) Pemecahan Masalah f) Pembelajaran Sains yang bermuatan nilai 4) Pemberian pengalaman belajar secara langsung sangat ditekankan melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah dengan tujuan untuk memahami konsep-konsep dan mampu memecahkan masalah. Tugas proyek ini Ditan. guru diperkenankan mengubah urutan materi asal masih dalam semester yang sama 8) Guru dapat memerikan tugas proyek yang perlu dikerjakan serta ditinjau ulang untuk senantiasa menyempurnakan hasil. Guru berperan sebagai fasilitator sehinga siswa lebih aktif berperan dalam proses belajar. Guru membiasakan memberi peluang seluas-luasnya agar siswa dapat belajar lebih bermakna dengan memberi respon yang mengaktifkan semua siswa secara positip dan edukatif. Ada 6 pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran Sains.Evira. dan belajar untuk menjadi dirinya sendiri) b) Inkuiri sains c) Konstruktivisme d) Sains. tulisan. nyanyian. dan diagram • Menafsirkan • Memprediksi • Melakukan percobaan Agar mampu „bekerja secara ilmiah“ para siswa perlu ditanamkan sikap-sikap berikut: Rasa ingin tahu Bekerja secara terbuka Bekerja keras dan cerdas Mengambil keputusan yang bertanggungjawab Peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungan 5) Pembelajaran sains dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pengamatan.Swesty. 7) Apabila dpandang perlu. pengujian/penelitian.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro • • • • • nara sumber lain. yaitu: a) Empat pilar pendidikan (belajar untuk mengetahui. penggalian informasi mandiri melalui tugas baca. lingkungan. wawancara nara sumber. diskusi.2005 16 . Keterampilan proses yang digunakan dalam sains antara lain: • Mengamati • Menggolongkan • Mengukur • Menggunakan alat • Mengkomunikasikan hasil melalui berbagai cara seprti lisan. belajar untuk berbuat.

Lingkungan. skala sikap. dan Masyarakat (Salingtemas) secara nyata dalam konteks pengembangan teknologi sederhana. Tugas proyek hendaknya dikaitkan dengan kompetensi mata pelajaran lain diluar sains. Penilaian tidak hanya dilakukan pada akhir periode tetapi dilakukan secara terintegrasi (tidak terpisahkan) dari kegiatan pembelajaran dalam arti kemajuan belajar dinilai dari proses. dengan demikian tujuan pembelajaran untuk masing-masing mata pelajaran serta kompetensi pendidikan yang diharapkan akan tetap tercapai. Dengan demikian lingkup penilaian Sains dapat dlakukan baik pada hasil belajar (akhirkegiatan) maupun pada proses perolehan hasil belajar (selama kegiatan belajar). hal ini untuk menghindari penggelapan.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro diharapkan menyangkut Sains. penelitian dan pengujian. pengamatan.2005 17 . Penilaian Sains dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti tes perbuatan. bukan hanya hasil (produk). Hasil penlaan dapat diwujudkan dalam bentuk nilai dengan ukuran kuantitatif ataupun dalam bentuk komentar deskriptif kualitatif 10) Pada kolom Hasil Belajar dan Indikator diberikan tambahan penanda bintang (*) dan pagar (#). portofolio. penulisan gagasan ilmiah atau sejenisnya. Tanda (*) adalah sebagai bahan untuk pengayaan bagi siswa yan berkemampuan lebih. tes tertulis.Swesty. kuisioner. hasil proyek. pembuatan sari bacaan. Teknologi. pembuatan kliping. Setiap kompetensi yang berkaitan dengan mata pelajaran lain perlu dinilai dalam kegiatan belajar proyek tersebut 9) Penilaian tentang kemajuan belajar siswa dilakukan selama proses pembelajaran. sedangkan tanda (#) artinya perlu penekanan dalam pembelajaran * Disadur dari buku Kerangka Dasar Kurikulum 2004 & Standar Kompetensi Mata Pelajaran Sains SD&MI Kurikulum 2004 Ditan.Evira.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful