LPMP Jawa Tengah 2005

Tuwuh Rustantoro

Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
* Tuwuh Rustantoro, Widyaiswara LPMP Jawa Tengah

Pendahuluan Pemerintah telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan,yang pada akhirnya nanti akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam rangka mensikapi perubahan global yang melanda dunia. Perubahan global jelas akan mempengaruhi tata kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara di Indonesia.Perubahan yang terus menerus ini menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional. Perbaikan antara lain melalui peningkatan mutu atau kualitas tenaga pendidiknya,penyempurnaan dan perbaikan saran dan prasarana sekolah, perubahan strategi dan pendekatan pembelajaran ataupun melalui penyempurnaan kurikulum. Tuntutan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia melalui penyempurnaan kurikulum akhirnya terwujud juga. Kurikulum yang akan kita laksanakan adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum ini diharapakan mampu menjawab tantangan di masa depan yaitu mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan jaman. Penyempurnaan kurikulum tersebut mengacu pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu berkenaan dengan pasal-pasal sebagai berikut: 1) Pasal 3 tentang Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab; 2) Pasal 35 Ayat (1) tentang Standar Nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala 3) Pasal 36 ayat (1) dan (2) tentang pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional dan tujuan pendidikan, serta memperhatikan prinsip diversifikasi sesuai dengan potensi peserta didik; 4) Pasal 37 Ayat (1) tentang muatan wajib pada kurikulum pendidikan daras dan menengah; dan 5) Pasal 38 Ayat (1) tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah, dan Ayat (2) tentang peran koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agam kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah. Melalui perubahan kurikulum diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan yang secara menyeluruh mencakup pegembangan demensi manusia Indonesia seutuhnya, yakni aspek-aspek moral, akhlaq, budi pekerti, perilaku, pengetahuan, kesehatan,

Ditan,Swesty,Evira.2005

1

isi. dan Penghayatan nilai-nilai Budaya perlu digali.memilih. menyesuaikan diri.keterampilan. Kelas I sampai dengan Kelas XII yang menggambarkan suatu rangkaian kemampuan yang bertahap. dan Kinestika pada pengalaman belajar yang akan diperoleh  Penguatan Integritas Nasional yang dicapai melalui pendidikan yang menumbuh-kembangkan pemahaman dan penghargaan terhadap perkembangan budaya dan peradaban bangsa Indonesia yang mampu memberikan sumbangan terhadap peradaban dunia  Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi.Swesty.dipahami. dan konsisten seiring dengan perkembangan psikologis peserta didik. Pada pendidikan kejuruan kompetensi yang terkait dengan tugastugas lulusan di tempat kerja. Khusus pendidikan kejuaruan kompetensi yang dituangkan dalam kurikulum adalah standar kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. dan berhasil di masa datang. bahwa kemampuan berpikir dan belajar dengan cara mengakses. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.dan diamalkan untuk mewujudkan karakte4r dan martabat bangsa  Keseimbangan Etika. Estetika.sikapdan nilai-nilai yang diwujudkan dalamkebiasaan berpikir dan bertindak.Logika.2005 2 . Prinsip-prinsip Pengembangan  Peningkatan Keimanan. Sesuai dengan pengertian tersebut Kurikulum 2004 berisi seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang di bakukan untukmencapai tujuan nasional dan cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah dan sekolah dan madrasah Kompetensi merupakan pengetahuan.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro keterampilan dan seni. Kompetensi dapat dikenali melalui sejumlah hasil belajar dan indikatornya yang dapat diukur dan diamati.Evira. Bagaimanakah dengan kesiapan kita dalam melaksanakan Kurikulum 2004 ? Sanggupkah ? Pengertian Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan jati diri yang dikembangkan melalui pembelajaran dan atau pelatihan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.ditetapkan berdasarkan standar kompetensi yang berlaku di dunia kerja sesuai dengan keahliannya Kompetensi dikembangkan secara berkesinambungan sejak Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal. berkelanjutan. Dengan demikian peserta didik memiliki ketangguhan. kemandirian. Budi PekertiLuhur. Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi peserta didik untuk bertahan hidup. Kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara kontekstual. dan menilai pengetahuan Ditan.

nilai-nilai. pola pikir dan perilaku. dan berhitung . dan menilai diri sendiri diutamakan agar peserta didikmampu membangun kemauan. Peningkatan potensi.dan pengetahuannya.berbakat.keterampilan.Seluruh peserta didik dari berbagai kelompok seperti kelompok yang kurang beruntung secara ekonomidan sosial. potensi daerah.yaitu .kreatif. dan konsep. belajar untuk hidup dalam kebersamaan. Keberhasilan pencapaian pengalaman belajar menuntut kemitraan dan tanggung Ditan.efektif. bahwa kurikulum dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. dan belajar untuk membangun dan mengekspresikan jati diri yang dilandasi ketiga pilar sebelumnya  Komprehensif dan Berkesinambungan.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro untukmengatasi situasi yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian serta menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi  Pengembangan kecakapan hidup dikembangkan melalui pembudayaan membaca. Penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadisangat penting dalam rangka pencapaian upaya tersebut.kecerdasan. Penyajiannya disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan peserta didik melalui pembelajaran yang aktif. dan peserta didik Prinsip-prinsip Pelaksanaan  Kesamaan Memperoleh Kesempatan Penyediaan tempat yang memberdayakan semua peserta didik secara demokratis dan berkeadilan untukmemperoleh pengetahuan.pemahaman. dan sikap sangat diutamakan.kreatif.Swesty.keterampilan. Substansi mencakup norma. dan minat peserta didik perlu terus menerus diupayakan.2005 3 .yang memerlukan bantuan khusus.dan menyenangkan  Pendekatan Meyeluruh dan Kemitraan Semua pengalaman belajar dirancang secara berkesinambungan mulai dari Taman kanak-kanak dan Raudhatul Athfal. bahwa pendidikan diarahkan pada prosespembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlanjut sepanjang hayat  Deversifikasi Kurikulum. menulis. Kemampuan mencakup pengetahuan. dan unggul berhak menerimapendidikan yang tepat sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya  Berpusat pada anak Upaya memandirikan peserta didik untukbelajar.Evira. Pendekatan yang digunakan dalam mengorganisasikan pengalaman belajar berfokus pada kebutuhan peserta didik yang bervariasi dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. belajar untuk memahami. kooperatif. serta fenomena dan kenyataan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat  Belajar Sepanjang Hayat. nilai dan sikap. kelasw I sampai dengan XII.bahwa kompetensi mencakup keseluruhan dimensi kemampuan dan substansi yang disajikan secara berkesinambungan mulai dari usia Taman Kanak-kanak atau Raudhatul Athfal sampai dengan pendidikan menengah. bahwa kurikulum mengorganisasikan fondasi belajar ke dalam empat pilar.bekerja sama. sikap dan perilaku adaptif. dan kompetitif  Pilar Pendidikan. belajar untuk berbuat kreatif.

pengelolaan. proses.serta taraf internasioanal Standar Kompetensi Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. serta penilaian dan pengembangan kurikulum selanjutnya. guru. tujuan. DAN STANDAR PENDIDIKAN NASIONAL SERTA KURIKULUM Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasioanal Standar Nasioanal Standar Isi Standar Proses Standar Kompetensi Lulusan Standar Tenaga Kependidikan Standar Saran dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian Kurikulum Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Bhan Kajian Mata pelajaran Pedoman Pelaksanaan Silabus Bhan Ajar Standar Nasioanal meliputi Standar isi. KETERKAITAN FUNGSI. dunia usaha dan industri. pedoman. fungsi dan yujuan pendidikan nasional diwujudkan ke dalam standar nasional dan kurikulum. seperangkat bahan kajian. sturktur kurikulum. pembiayaan. silabus. dan bahan ajar Kerangka Dasar dan Struktur kurikulum merupakan kerangka kebijakan untuk pelaksanaan kurikulum 2004 yang memuat landasan. TUJUAN. orang tua . kompetensi lulusan. Standar Nasional ini kemudian dijadikan acuan dalam pengembangan kurikulum. struktur dan sistem persekolahan. Kweterkaitan antara fungsi dan tujuan pendidiak nasioanal dan kurikulum dibagankan sebagai berikut. fungsi. Standar kompetensi dapat dijadikan acuan penyusunan kurikulum berdiversifikasi berdasarkan pada satuan pendidikan. standar kompetensi lulusan.Swesty. sarana dan prasarana. sekolah dan madrasah. dan prinsip.dan peserta didik. pelaksanaan kurikuklum. Pengembangan kurikulum meliputi pengembangan kerangka dasar dan struktur kurikulum.2005 4 .  Kesatuan dalamKebijakan dan Keberagaman dalam Pelaksanaan Standar kompetensi disusun pusat danh cara pelaksanaannya disesuaikan dengamn kebutuhanh dan kemampuan masing-masing daerah atau sekolah dan madrasah.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro jawab bersama dari peserta didik .Evira. Perguruan Tinggi . potensi daerah. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. tenaga kependidikan. mata pelajaran. Ditan. dan masyarakat.

pelaksanaan. Pedoman meliputi pedoman pembelajaran. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DAN STANDAR ISI Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional Standar Kompetensi Lulusan Standar Bahan Kaji Kompetensi Lintas Kurikulum Standar Isi Standar Mata Pelajaran dan Kegiatan Belajar Pembiasaan Ditan. dan standar isi diwujudkan ke dalam bahan kajian. Pedoman merupakan acuan bagi pengembangan. Keterkaitan antara fungsi dan tujuan pendidikan nasioanal. Mata pelajran memuat sejumlah kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa per kelas dan per satuan pendidikan sesuai denganm tingkat pencapaian hasil belarnya. pedoman penggunaan sarana belajar. dan kejiwaan peserta didik.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro Bahan kajian merupakan penjabaran dari standar isi yang mencakup kajian yang dibakukan dalam bentuk kompetensi Mata pelajaran merupakan seperangkat kompetensi dasar yang dibakukan dan substansi pelajaran mata pelajaran tertentu per satuan pendidikan dan per kelas selama masa persekolahan.Swesty. kegiatan dan strategi penilaian. Silabus merupakan penjababaran kompetensi dantujuan ke dalam rincian kegiatan dan strategi pembelajaran. Tolok ukur kompetensi dikemukakan dalam indikator. pemantauan. dan pedoman bimbingan karir. Bahan ajar merupakan bahan pembelajran yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. standar kompetensi lulusan. Keterkaitan ini digambarkan sebgai berikut KETERKAITAN ANTARA FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL. pedoman pengelolaan kurikulum. pedoman penyusunan silabus.2005 5 . emosional. sosial. pemasyarakatan. sepernagkat kompetensi lintas kurikulum dan mata pelajaran. dan penilaian kurikulum. dan alokasi waktu per mata pelajaran per satuan pendidikan dan per kelas. kecerdasan intelektual.Evira. pedoman penilaian kelas.

5) Memahami dan menghargai lingkungan fisik. kritis. dan lateral dengan memperhitungkan potensi dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan. percaya diri. geografis. teknik-teknik. dan berkonstrtribusi aktif dalam masyarakat dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya . berinteraksi. budaya. struktur. 9) Menunjukan motivasi dalam belajar. pola. serta untuk berinteraksi dengan orang lain 3) Memilih. 4) Memilih. saling menghargai dan memberi rasa aman. dan menerapkan teknologi dan informasi yang di[perlukan dari berbagai sumber.2005 6 . Standar Kompetensi Lulusan merupakan seperangkat kompetensi yang dibakukan dan harus dicapai peserta didik sebagai hasil belajarnya dalam setiap satuan pendidikan. Kompetensi Lintas Kurikulum tersebut adalah sebgai berikut. Standar Kompetensi Lulusan pada TKLB. sesuai dengan agama yang dianutnya. bugar. dan sehat • Memiliki rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air Kompetensi Lintas kurikulum merupakan kecakapan hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan hrus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar secra berkesinmabungan. dan teknologi. Struktur Kurikulum Ditan. beretos kerja. dan bekerja sama dengan orang lain. dan Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah. Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. 2) Menggunakan bahasa untuk memahami. 7) Berkreasi dan menghargai karya artistik. mengembangakan.Swesty. menyadari serta menjalankan hak dan kewajiban. mencari. Standar Kompetensi Lulusan untuk Sekolah Dasar adalah sebagai berikut. SMPLB. 6) Berpartisipasi. dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi. bekerja mandiri. dan menerapkan konsep-konsep.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro Fungsi dan Tujuan Nasioanl adalah sebagaimana yang diamantkan dalam UU No. 20/2003. Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. 8) Berpikir logis. yaitu Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal. dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju masyarakat beradab. memadukan. dan kreatif serta berkomunikasi melalui berbagai media • Menyenangi keindahan • Membiasakan hidup bersih. dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat. dan peduli terhadap lingkungan • Berpikir secara Logis.Evira. SMALB disesuaikan dengan ketunaan. makhluk hidup. • Mengenali dan berperilaku sesauai dengan ajaran agama yang diyakini • Mengenali dan menjalankan hak dan kewajiban diri. dan menggunakan pengetahuan. 1) Memiliki keyakinan. dan hubungan. dan historis. keterampilan. kritis. SDLB.

2005 7 . Mata Pelajaran Pendidikan Agama 3 Bahasa Indonesia 5 Matematika 5 Pengetahuan Alam 4 Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendekatan 5 TEMATIK Pengetahuan Sosial (PKPS) Kerajinan Tangan dan Kesenian 4 Pendidiksn Jasmani 3 B. IV. Pengetahuan Sosial.atau madrasah dapat menambah alokasi waktu total atau mengubah alokasi waktu mata pelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Ditan. Daerah. sekolah. dan VI 1) Pengelolaan kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran dan kegiatan belajar pembiasaan diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah dan madrasah. 7) Sekolah dan Madrasah dapat mengenalkan tknologi iformasi dan komunikasi sesaui dengan kemampuannya. Kegiatan Kegiatan Pembiasaan 3 Belajar Pembiasaan Jumlah 27 32 Penjelasan untuk Kelas I dan II 1) Pengelolaan kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran dan kegiatan belajar pembiasaan dengan menggunak pendekatan tematik diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah dan madrasah. VI A. dan Pendidikan Jasmani. V.640 menit) 6) Alokasi waktu sebanyak 27 jam pelajaran pada dasarnya dapat diatur dengan bobot berkisar (a) 15% untuk Agama. STRUKTUR KURIKULUM SEKOLAH DASAR & MADRASAH IBTIDAIYAH Kelas Alokasi Waktu I dan II III s.d. dan (c) 35% untuk Pengetahuan Alam. sekolah. Kerajinan Tangan dan Kesenian. 3) Alokasi waktu total yang disediakan adalah 27 jam pelajaran perminggu. 2) Penjelasan teknis pendekatan tematik diatur dalam pedoman tersendiri. madrasah. Struktur Kurikulum untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah adalah sebagai berikut. atau daerah 4) Satu jam pelajaran tatap muka dilaksankan selam 35 menit 5) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34-40 minggu dan jam tatap muka per minggu adalah 945 menit ( 16 jam).LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro Struktur kurikulum SD dan MI memuat jumlah dan jenis mata pelajaran yang ditempuh dalam satu periode belajar selama 6 tahun mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI. Struktur Kurikulum pada SDLB dan MILB disesuaikan dengan ketunaan. jumlah jam tatap muka per tahaun adalah 544 jam (32. Penjelasan untuk Kelas III. (b) 50% untuk Membaca dan Menulis Permulaan serta Berhitung.Swesty.Evira.

toleransi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak serta meningkatkan peradaban dan martabat bangsa Prinsip-prinsip Kegiatan Belajar Mengajar pada Kurikulum Berbasis Kompetensi 1. logika. kreatifitas. etika. memahami. kepemimpinan. kesenangan. (4) bermuatan nilai. melakukan sesuatu. kegiatan pembelajaran perlu : (1) berpusat pada peserta didik.240 menit) jumlah jam tatap muka per tahun adalah 714 jam (42. dan cara penilaian à perlu beragam Ditan. Pemberdayaan diarahkan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pebelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar Kegiatan pembelajaran mengembangkan kemampuan untuk mengetahui. kontekstual. dan meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. madrasah atau daerah 4) Satu jam pelajaran tatap muka dilaksanakan selama 40 menit. dan cara belajar. kerjasama.Swesty. sekolah. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34 – 40 minggu. efisien. Sehingga pembelajaran. 7) Sekolah dan madrasah bertaraf internasioanal dapat menggunakan Bahasa Inggris dan bahasa asing lain sebagai bahasa pengantar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. organisasi kelas. dan bermakna. Daerah. alat belajar. peradaban. Berpusat pada Siswa: siswa memiliki beda: minat. Dengan demikian. hidup dalam kebersamaan.Evira. dan jam tatap muka per minggu adalah 21 jam (1. (2) mengembangkan kreativitas peserta didik. dan kinestika. dan mengaktualisasikan diri. ada dengan kinestetika (gerak).840 menit) 5) Sekolah dan madrasah dapat memberikan mata pelajaran Bahasa Inggris mulai kelas IV sesuai dengan kemampuan. pengalaman. solidaritas. empati.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro 2) Penjelasan teknis kegiatan belajar pembiasaan diatur dalam pedoman tersendiri. sekolah atau madrasah dapat menambah alokasi waktu total atau mengubah alokasi waktu mata pelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. waktu belajar. 3) Alokasi waktu total yang disediakan adalah 31 jam pelajaran per minggu. efektif. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran diselenggarakan untuk membentuk watak. yang lain lebih mudah melihat.2005 8 . meteri pembelajaran. estetika. Dalam hal ini kegiatan pembelajaran mampu mengembangkan dan meningkatkan kompetensi. (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang. dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam Pelaksanaan kegiatan pembelajran menrapkan berbagai strategi dan metode pembelajran yang meyenangkan. kemampuan. 6) Sekolah dan madrasah dapat mengenal teknologi informasi dan komunikasi sesuai kemampuan. Kegiatan perlu pembelajaran memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. kemandirian. Ada lebih mudah dengar-baca.

Penilaian di sekolah dan madrasah (internal) dilakukan dalam bentuk ulangan harian dan penugasan untuk mengetahui kemajuan dan Ditan. memperhatikan: bakat. memahami orang lain. fantasi (pengandaian). kemampuan. menggunakan kemampuan kognitif meta-kognitif. kritis. daya imajinasi. Memberikan wawasan nilai-nilai moral dan sosial. untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kreatifitasnya. Mengembangkan Kemampuan Sosial: siswa memahami melalui interaksi dengan lingkungan sosialnya (teman dan guru). 2. Perpaduan Kompetisi. minat. KBM hendaknya merangsang siswa aktif mencari jawaban menggunakan prosedur ilmiah. Mengembangkan Kreatifitas Siswa: siswa memiliki potensi berbeda: pola pikir. mensyukuri anugrah Tuhan YME. kaidah. Penilaian Hasil Belajar Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan hasil belajar dalam ketuntasan penguasaan kompetensi. memantapkan dan menyempurnakan gagasan 4. mandiri. Belajar sepanjang Hayat: siswa perlu belajar sepanjang hayat untuk ketahanan fisik dan metalnya. dan saling menjelaskan memungkinkan terjadinya perbaikan pemahaman siswa. KBM mendorong siswa melihat dirinya secara positif. Menumbuhkan Kesadaran Sebagai Warga Negara yang Baik: siswa memperoleh wawasan & kesadaran sebagai warga yang produktif & bertanggung jawab.Evira. KBM dipilih dan dirancang agar mampu mendorong & melatih siswa mengidentifikasi dan memecahkan masalah. strategi belajar. dan latar belakang sosial siswa. 8.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro sesuai karakteristik. dan Solidaritas: siswa berkompetisi.2005 9 . Dua yang pertama merupakan modal dasar bersikap peka. keingintahuan. dan mengembangkan solidaritas. Kerjasama. & kreatif. memperdalam. Belajar dengan Melakukan: KBM à pengalaman nyata kehidupan sehari-hari dan di dunia kerja yang terkait à penerapan konsep. 7. KBM memberi peluang memperoleh informasi dari multi-media dalam penyajian materi dan media pembelajaran. memperoleh insentif. Mengembangkan Kemampuan Menggunakan Ilmu dan Teknologi: siswa mengenal penggunaan IPTEK sejak dini. Memberikan kesempatan berkompetisi sehat.Swesty. Mengembangkan Keingintahuan. mengenali dirinya – kelebihan & kekurangannya. 3. bekerjasama. Diskusi. dan fitrah berTuhan. imajinasi. dan solidaritas. 5. KBM dilaksanakan agar memberikan kesempatan dan kebebasan berkreasi. Membekali keterampilan belajar: percaya diri. dan hasil karya. 9. belajar formal disekolah dan informal di masyarakat. dan prinsip disiplin sains. KBM menempatkan siswa à subjek belajar. bekerjasama. dan Fitrah BerTuhan: Siswa dilahirkan memiliki rasa ingin tahu. 10. berkomunikasi dan bekerjasama. Penyampaian ide siswa mempertajam. Imajinasi. saling bertanya. Mengembangkan Keterampilan Pemecahan Masalah: untuk berhasilan dalam kehidupannya. motivasi belajar. 6. Fitrah berTuhan untuk taqwa kepada Tuhan.

dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik Sekolah dan madrasah melaporkan hasil penilaian kepada siswa. Penilaian kurikulum dilakukan untuk mengetahui keterlaksanaan kurikulum sesuai dengan dasar. Hasil Penilaian dapat digunakan untuk mendiagnosisi dan memberikan umpan balik untuk perbaikan pembelajran dan program Penilaian dan Pengembangan Kurikulum Selanjutnya a. Penilaian eksternal dapat digunakan sebagai pengendali mutu pendidikan seperti Ujian Akhir Nasional dan Tes Kemampuan Dasar Penilaian kelas sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran dilakukan oleh guru.Swesty. yaitu tes dan non-tes untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik • Kriteria Penilaian Penilaian memberikan informasi yang akurat tentang pencapaian kompetensi dasar peserta didik. Hasil penilaian kurikulum digunakan untuk menyempurnakan pelaksanaan dan pengembangan kurikulum selanjutnya. cara. Pemerintah bertangung jawab terhadap penyempurnaan dan pengembangan : Ditan. terbuka bagi semua pihak. Penilaian Kelas berorientasi pada : • Acuan /Patokan Semua kompetensi perlu dinilai menggunakan acuan kriteria berdasarkan pada indikator hasil belajar. orang tua. maka masingmasing lembaga tingkat pusat. dan jenis penilaian. adil terhadap semua peserta didik.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro hasil belajar di kelas. Dalam pelaksanaan penilaian kelas. b. Laporan memuat diskripsi kemajuan dan hasil belajar secara utuh dan menyeluruh. Penilaian di sekolah dan madrasah digunakan untuk penentuan perbaikan. Sekolah dan madrasah menetapkan kriteria sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya • Ketuntasan Belajar Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut • Multi Alat dan Cara Penilaian Penilaian menggunakan berbagai alat dan cara. fungsi. guru berwenang untuk menentukan kruteria keberhasilan. serta kesesuaian dengan tuntutan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat. pengayaan dan penentuan kenaikan kelas Penilaian akhir dapat diselenggarakan oleh sekolah dan madrasah atau oleh pihak luar (eksternal).2005 10 .Evira. Pengembangan Kurikulum Selanjutnya Sesuai dengan kebijakan otonomi daerah yang berimplikasi pada kebijakan pengelolaan pendidikan dari yang bersifat sentralistik ke desantralistik. dan pihakpihak yang berkepentingan. daerah dan sekolah dan madrasah mempunyai tanggung jawab tertentu. Penilaian Kurikulum Penilaian kurikulum dilakukan secara berkala dan terus menerus oleh pusat dan Daerah. dan dilaksanakan secara terencana. bertahap. dan tujuan pendidikan nasional.

• perencanaan pembelajaran dan penilaian. Pengembangan kemampuan siswa dalam bidang sains merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan kemampuan dalam mneyesuaikan diri dengan perubahan dan memasuki dunia teknologi. tetapi bersumber pada modal intelektual. maka bangsa yang berhasil adalah bangsa yangmemiliki standar kompetensi sains dan teknologi yang tinggi. Mutu lulusan tidak cukup bila diukur dengan standar lokal saja sebab perubahan global telah sangat besar mempengaruhi ekonomi suatu bangsa.Swesty. penguasaan prinsip-prinsip alam. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keterkaitan (relevansi) program pembelajaran dengan keadaan dan kebutuhan setempat.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro • • • • • Standar kompetensi siswa dan warga belajar • standar materi pokok • pembelajaran dan penilaian hasil belajar secara nasional. Dengan demikian tuntutan untuk terus menerus memutakhirkan pengetahuan sains menjadi suatu keharusan. • pengendali mutu Pemerintah daerah bertangung jawab dalam penjabaran dan pelaksanaan kurikulum yang mencakup: pengembangan kurikulum dalam bentuk silabus pengembangan dan pelaksanaan kurikulum muatan lokal penyusunan petunjuk teknis operasional pelaksanaan kurikulum. penguasaan kecakapan hidup. Untuk kepentingan pribadi. Rasional Abad XXI dikenal sebagai abad globalisasi dan abad teknologi informasi. serta tuntutan desentralisasi. Industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi sains dan teknologi tingkat tinggi. ekonomi. serta • pelaksanaan dan pengelolaan penilaian hasil belajar Standar Kompetensi Mata Pelajaran Sains Kurikulum 2004 Kurikulum Sains disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan Sains secara nasional. dan pelaksanaan pemantauan dan penilaian Sekolah dan madrasah bertanggun jawab dalam pelaksanaan kurikulum yang mencakup : • pengembangan kurikulum dalam bentuk silabus. Saat ini kesejahteraan bangsa tidak hanya bergantung pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik. Ditan. Kompetensi sains menjamin pertumbuhan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Evira. sosial. kemampuan bekerja dan bersikap ilmiah sekaligus pengembangan kepribadian Indonesia yang kuat dan beraklak mulia a. sosial dan kepercayaan (kredibilitas). dan lingkungan siswa perlu dibekali kompetensi yang memadai agar menjadi peserta aktif dalam masyarakat. • pelaksanaan dan pengelolaan pembelajaran. Perubahan yang sangat cepat dan dramatis dalam bidang ini merupakan fakta dalam kehidupan siswa. Pengembangan kurikulum Sains merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi. dan teknologi. ilmu pengetahuan.2005 11 . termasuk teknologi informasi.

prinsip-prinsip. yang mencakup : a) Makhluk hidup dan proses kehidupan. dan iv) memilih karir yang tepat. Pendidikan Sains di sekolah dasar bermanfaat bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar Pendidikan Sains menekankan pada pemberian pengalaman langsung dan kegiatan praktis untuk mengembankan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. nasioanal. b) Benda/materi. proses penemuan. sifat-sifat dan kegunaannya meliputi . berkomunikasi ilmiah. yaitu manusia. serta kesehatan. Ruang Lingkup Ruang lingkup mata pelajaran Sains meliputi dua aspek : 1) Kerja ilmiah yang mencakup penyelidikan/penelitian. sosial. Oleh karena itu. konsep-konsep. Pemahaman ini bermanfaat bagi siswa agar dapat menanggapi : i) isu lokal. hewan. dunia.lingkungan dan etika. menjaga dan melestarikan lingkungan alam 5) Mengembangkan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara sains. kurikulum sains lebih menekankan agar siswa menjadi pebelajar aktif dan luwes b. Fungsi dan Tujuan Mata pelajaran Sains di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) berfungsi untuk menguasai konsep dan manfaat sains dalam kehidupan sehari-hari serta untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs).2005 12 . ii) menilai secara kritis perkembangan dalam bidang sains dan teknologi serta dampaknya. Pendidikan Sains diarahkan untuk „mencari tahu“ dan „berbuat“ sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar c. Ditan. padat dan gas.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro Kurikulum sains menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains.Evira. lingkungan. fakta-fakta.Swesty. serta bertujuan : 1) Menanamkan pengetahuan dan konsep-konsep sains yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari 2) Menanamkan rasa ingin tahu dan sikap positip terhadap sains dan teknologi 3) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar. teknologi dan masyarakat 6) Menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan d. Pengertian Sains merupakan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis untuk menguasai pengetahuan. kawasan. cair. memecahkan masalah dan membuat keputusan 4) Ikut serta dalam memelihara. tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan. ekonomi. dan memiliki sikap ilmiah. pengembangan kreativitas dan pemecahan masalah. iii) memberi sumbangan terhadap kelangsungan perkembangan sains dan teknologi. sikap dan nilai ilmiah 2) Pemahaman Konsep dan Penerapannya.

bunyi. bagaimana sifat ini dapat diubah. gerak. cahaya. Siswa mengumpulkan informasi tentang cara-cara makhluk hidup untuk bertahan hidup dan mengembangkan pemahaman mengenai strukturnya agar berfungsi secara efektif di lingkungannya. perilaku. Siswa menggali gagasan tentang sifat bumi yang dinamis dan sistem tata surya. Siswa menjajagi pengaruh gaya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa mengidentifikasi pola interaksi yang terjadi di lingkungan sekitarnya.2005 13 . Benda dapat dikelompokkan menurut sifat-sifatnya yang berbeda. magnet. dan Masyarakat (salingtemas) merupakan penerapan konsep sains dan saling keterkaitannya dengan lingkungan. Sub aspek Benda dan Sifatnya adalah: • Sifat dan struktur benda saling berkaitan. tata surya.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro c) Energi dan perubahannya meliputi gaya. dan pesawat sederhana. tanah. teknologi dan masyarakat melalui pembuatan suatu karya teknologi sederhana termasuk merancang dan membuat Adapaun aspek pemahaman konsep sains dan penerapannya diorganisasikan sebagai berikut: Makhluk hidup dan Proses Kehidupan Makhluk hidup mempunyai banyak keberagaman dalam hal struktur dan perilaku yang berinteraksi satu sama lain dengan lingkungan hidupnya. Ditan. Siswa menyelidiki sifat-sifat benda. bumi. tata surya dan sumber daya alam. dan bendabenda langit lainnya. panas. bentuk. Menyelidiki berbagai cara makhluk hidup memanfaatkan bumi. memikirkan cara menggunakan energi dan konsekuensinya terhadap lingkungan dan masyarakat Sub aspek Energi dan Perubahannya adalah: • Gaya yang terjadi pada obyek mempengaruhi gerakan. • Ciri-ciri makhluk hidup dan fungsinya saling berkaitan • Perubahan terjadi pada makhluk hidup • Lingkungan adalah dinamis dan terdiri atas komponen makhluk hidup dan benda tak hidup Benda dan Sifatnya Sifat-sifat benda ditentukan oleh struktur dasarnya. perilaku dan energinya • Interaksi mempengaruhi dan mengubah energi • Berbagai cara memperoleh dan menggunakan energi Bumi dan Alam semesta Bumi merupakan salah satu bagian dari alam semesta serta memiliki banyak komponen. • Interaksi mempengaruhi benda • Kegunaan bahan dipengaruhi oleh sifat-sifatnya Energi dan Perubahannya Bumi tempat kita hiduptelah dibentuk oleh gaya-gaya yang mempengaruhi bentuk. Sub aspek Makhluk Hidup dan Proses Kehidupannya adalah . dan energi dari obyek. dan pengaruh perubahan ini pada kegunaan benda. listrik. e) Sains. d) Bumi dan alam semesta meliputi.Swesty.Evira. Teknologi. Lingkungan.

tidak percaya tahayul. peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungan. Lingkungan. Sains diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. dan perubahan yang terjadi pada bumi dan sistem tata surya • Memperbaiki produk teknologi yang ramah lingkungan dan masyarakat e. Penekanan pembelajaran salingtemas diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep sains dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana.Evira. Teknologi dan Masyarakat (Salingtemas) Sains terdapat di dalam teknologi. mengolah dan menafsirkan data.Swesty. serta menilai rencana prosedur dan hasilnya b) Berkomunikasi Ilmiah Siswa mengkomunikasikan pengetahuan ilmiah hasil temuan dan kajiaannya kepada berbagai kelompok sasaran untuk berbagai tujuan c) Pengembangan Kreativitas dan Pemecahan Masalah Siswa mampu berkreativitas dan memecahkan masalah seta membuat keputusan dengan menggunakan metode ilmiah d) Sikap dan Nilai Ilmiah Siswa mengembangkan sikap ingin tahu. faktual. dan masyarakat. tekun dan teliti 2) Pemahaman Konsep dan Penerapannya a) Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan Siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya tentang makhluk hidup dan proses kehidupan serta interaksinya dengan lingkungan untuk meningkatkan kualitas kehidupan. lingkungan.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro Sub aspek Bumi dan Alam Semesta adalah: • Bumi dan Sistem tata surya adalah sistem yang dinamis • Perubahan-perubahan terjadi pada bumi dan sistem tata surya • Makhluk hidup memanfaatkan sumber dari bumi dan sistem tata surya Sains. mengkomunikasikan kesimpulan. Sub aspek saling temas yang perlu dipelajari siswa adalah: • Mengidentifikasi kebutuhan dan kesempatan • Merancang dan membuat produk teknologi berdasarkan konsep yang telah dipelajari tentang ciri-ciri makhluk hidup. konsep energi beserta karakteristiknya. terbuka pada pikiran dan gagasan baru.2005 14 . kreatif dalam menghasilkan karya ilmiah. mengumpulkan. Ditan. Penerapan sains perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. jujur dalam menyajikan data. Standar Kompetensi Bahan Kajian Kompetensi Bahan Kajian sains meliputi : 1) Kerja Ilmiah a) Penyelidikan/Penelitian Siswa menggali pengetahuan yang berkaitan dengan alam dan produk teknologi melalui refleksi dan analisi untuk merencanakan. sifat dan struktur benda.

e) Sains. transformasi. dan energitika zat serta menerapkannya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. bekerja sama. bertanya. 2) Mampu menterjemahkan perilaku alam tentang diri dan lingkungan di sekitar rumah dan sekolah 3) Mampu memahami proses pembentukan ilmu dan melakukan inkuiri ilmiah melalui pengamatan dan sesekali melakukan penelitian sederhana dalam lingkup pengalamannya 4) Mampu memanfaatkan sains dan merancang/membuat produk teknologi sederhana dengan menerapkan prinsip sains dan mampu mengelola lingkungan di sekitar rumah dan sekolah serta memiliki saran/usul untuk mengatasi dampak negatif teknologi di sekitar rumah dan sekolah g. dan jagat raya. Teknologi. dan masyarakat f. sistem tata surya. lingkungan. Aspek kerja ilmiah tersebut disusun bergradasi untuk kelas I dan II.Evira. Pengalaman belajar diperoleh melalui serangkaian kegiatan untuk mengeksplorasi lingkungan melalui interaksi aktif dengan teman. Oleh karena itu aspek kerja ilmiah terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran. Peran guru bergeser dari menentukan „apa yang akan dipelajari“ ke „bagaimana menyediakan dan memperkaya pengalaman belajar siswa“. c) Energi dan Perubahannya Siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya tentang energi dan proses interaksinya serta konsekuensinya terhadap lingkungan d) Bumi dan Alam Semesta Siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya tentang perilaku bumi dan sistem alam serta menerapkannya untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan cuaca.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro b) Materi dan Sifatnya Siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya tentang komposisi. dan Ditan. Lingkungan. Rambu-rambu 1) Bahan kajian sains untuk kelas I dan II tidak diajarkan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri. serta kelas V dan VI 3) Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran Sains berorientasi pada siswa. struktur. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Sains SD & MI Standar Kompetensi mata pelajaran Sains di SD/MI adalah: 1) Mampu bersikap ilmiah dengan penekanan pada sikap ingin tahu. dan Masyarakat Siswa mendemonstrasikan pengetahuan danpemahamannya tentang adanya keterkaitan yang saling mempengaruhi antara sains. dan peka terhadap makhluk hidup dan lingkungan.2005 15 . dinamika. melainkan cara untuk menyampaikan bahan pelajaran. permukaan bumi. kelas III dan IV. Pemilihan kegiatan dalam aspek ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak artinya tidak perlu mengikuti seluruh aspek pada setiap kegiatan. sifat dan struktur. lingkungan.Swesty. tetapi diajarkan secara tematis 2) Aspek kerja ilmiah bukanlah bahan ajar. teknologi.

demonstrasi/peragaan model 6) Kegiatan pembelajaran lebih diarahkan pada pengalaman belajar langsung dari pada pengajaran (mengajar). dan belajar untuk menjadi dirinya sendiri) b) Inkuiri sains c) Konstruktivisme d) Sains. pengujian/penelitian. guru diperkenankan mengubah urutan materi asal masih dalam semester yang sama 8) Guru dapat memerikan tugas proyek yang perlu dikerjakan serta ditinjau ulang untuk senantiasa menyempurnakan hasil. nyanyian.Swesty.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro • • • • • nara sumber lain. belajar untuk berbuat. dan diagram • Menafsirkan • Memprediksi • Melakukan percobaan Agar mampu „bekerja secara ilmiah“ para siswa perlu ditanamkan sikap-sikap berikut: Rasa ingin tahu Bekerja secara terbuka Bekerja keras dan cerdas Mengambil keputusan yang bertanggungjawab Peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungan 5) Pembelajaran sains dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pengamatan. Guru berperan sebagai fasilitator sehinga siswa lebih aktif berperan dalam proses belajar. diskusi. Teknologi dan Masyarakat (Salingtemas) e) Pemecahan Masalah f) Pembelajaran Sains yang bermuatan nilai 4) Pemberian pengalaman belajar secara langsung sangat ditekankan melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah dengan tujuan untuk memahami konsep-konsep dan mampu memecahkan masalah.2005 16 . 7) Apabila dpandang perlu. tulisan. Guru membiasakan memberi peluang seluas-luasnya agar siswa dapat belajar lebih bermakna dengan memberi respon yang mengaktifkan semua siswa secara positip dan edukatif. penggalian informasi mandiri melalui tugas baca. Keterampilan proses yang digunakan dalam sains antara lain: • Mengamati • Menggolongkan • Mengukur • Menggunakan alat • Mengkomunikasikan hasil melalui berbagai cara seprti lisan. Ada 6 pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran Sains. yaitu: a) Empat pilar pendidikan (belajar untuk mengetahui. lingkungan. belajar untuk hidup dalam kebersamaan. simulasi/bermain peran.Evira. wawancara nara sumber. Tugas proyek ini Ditan.

2005 17 . bukan hanya hasil (produk). penelitian dan pengujian. dengan demikian tujuan pembelajaran untuk masing-masing mata pelajaran serta kompetensi pendidikan yang diharapkan akan tetap tercapai. tes tertulis.Evira. Teknologi. kuisioner. Dengan demikian lingkup penilaian Sains dapat dlakukan baik pada hasil belajar (akhirkegiatan) maupun pada proses perolehan hasil belajar (selama kegiatan belajar). Setiap kompetensi yang berkaitan dengan mata pelajaran lain perlu dinilai dalam kegiatan belajar proyek tersebut 9) Penilaian tentang kemajuan belajar siswa dilakukan selama proses pembelajaran. Hasil penlaan dapat diwujudkan dalam bentuk nilai dengan ukuran kuantitatif ataupun dalam bentuk komentar deskriptif kualitatif 10) Pada kolom Hasil Belajar dan Indikator diberikan tambahan penanda bintang (*) dan pagar (#). Lingkungan. Penilaian Sains dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti tes perbuatan. Tanda (*) adalah sebagai bahan untuk pengayaan bagi siswa yan berkemampuan lebih.Swesty. pengamatan. Tugas proyek hendaknya dikaitkan dengan kompetensi mata pelajaran lain diluar sains. penulisan gagasan ilmiah atau sejenisnya. hasil proyek. sedangkan tanda (#) artinya perlu penekanan dalam pembelajaran * Disadur dari buku Kerangka Dasar Kurikulum 2004 & Standar Kompetensi Mata Pelajaran Sains SD&MI Kurikulum 2004 Ditan. Penilaian tidak hanya dilakukan pada akhir periode tetapi dilakukan secara terintegrasi (tidak terpisahkan) dari kegiatan pembelajaran dalam arti kemajuan belajar dinilai dari proses. pembuatan kliping. dan Masyarakat (Salingtemas) secara nyata dalam konteks pengembangan teknologi sederhana. hal ini untuk menghindari penggelapan. skala sikap. portofolio. pembuatan sari bacaan.LPMP Jawa Tengah 2005 Tuwuh Rustantoro diharapkan menyangkut Sains.