P. 1
Makalah Saka Wira Kartika_romadhon_byar

Makalah Saka Wira Kartika_romadhon_byar

|Views: 633|Likes:
Published by romadhonbyar
Makalah ini berisikan tentang Saka Wira Kartika . http://romadhon-byar.blogspot.com/2011/07/makalah-saka-wira-kartika.html
Makalah ini berisikan tentang Saka Wira Kartika . http://romadhon-byar.blogspot.com/2011/07/makalah-saka-wira-kartika.html

More info:

Published by: romadhonbyar on Jul 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

pdf

text

original

Page |1

DISUSUN OLEH SANGGA 3 Ahmad Romadhon

KATA PENGANTAR
Pertama tama penulis panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT . atas berkah dan rahmatnya ,
Page |2

penulis dapat menyusun makalah ini dengan judul : Makalah Saka Wira Kartika Jakarta Timur

Yang disusun berdasarkan pelantikan SakaWira Kartika . Makalah ini disusun dengan maksud untuk memenuhi persyaratan pengambilan bad SakaWira Kartika. Ucapan terima kasih kepada Kakak Instruktur , Kakak Pembina dan Kakak Panitia Saka Wira Kartika yang telah menguji fisik dan mental saya yang dilaksanakan bersama sama di GUNUNG BUNDER ,Bogor . Akhirnya penulis berharap , semoga dengan makalah ini dapat membantu Anggota Pramuka yang pada umumnya sertapara penegak Saka Wira Kartika pada khususnya . Sangat disadari bahwa makalah yang saya ini , baik isi maupun teknik penulisannya masih banyak

kekurangannya , oleh karena saya sebagai penulis makalah ini akan dengan senang hati menerima kritik

dan sarannya untuk menyempurnakan makalah ini. Kurang lebihnya saya minta maaf .

Jakarta,1 Juli 2011

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

2

Page |3

DAFTAR ISI

3

BAB I

PENDAHULUAN

4

Latar Belakang

4

BAB II

Gerakan Pramuka

5

Kelompok umur dan tingkatan

7

Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan

8

Kode Kehormatan

8

BAB III

Saka Wira Kartika

13

DAFTAR PUSTAKA

34

BAB I

PENDAHULUAN
Page |4

Latar Belakang

Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman parapramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan Karya diperuntukkan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega atau para pemuda usia antara 16-25 tahun dengan syarat khusus. Setiap Satuan Karya memiliki beberapa krida, dimana setiap Krida mengkususkan pada subbidangilmu tertentu yang dipelajari dalam Satuan karya tersebut. Setiap Krida memiliki Syarat Kecakapan Khusus untuk memperoleh Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kesatuan Karyaan yang dapat diperolehPramuka yang bergabung dengan Krida tertentu di Saka tersebut.

Satuan Karya Pramuka juga memiliki kegiatan khusus yang disebutPerkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka disingkat Pertisaka yang dilaksanakan oleh tiap -tiap saka, sedangkan kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama lebih dari satu saka yang disebut Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka disingkat Peransaka. Kegiatan Peransaka antara lain melakukan transfer bidang keilmuan masing-masing Satuan Karya.

Pada dasarnya Satuan Karya hanya diatur di tingkat Nasional olehKwartir Nasional Gerakan Pramuka, namun ternyata ada Satuan Karya yang dibentuk berdasarkan Surat KeputusanKwartir Daerah yang bersangkutan.

BAB II
Gerakan Pramuka Indonesia Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan |5 Page singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya. "Pramuka" merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing. Sedangkan yang dimaksud "kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Sifat Lambang Pramuka Indonesia yaitu tunas kelap yang dijahitkan di kerah kiri baju pramuka (untuk a wanita). Lambang Pramuka Internasional yang dijahitkan di kerah kanan baju pramuka (untuk wanita). Bagi pria, tunas kelapa berada di kantung sebelah kiri, sedangkan Lambang Pramuka Internasional dijahitka n pada sebelah kanan kemeja. Emblem lokasi wilayah Gerakan Pramuka (berdasarkanprovinsi) dijahitkan di lengan kanan baju Pramuka. Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 19 4 di Kopenhagen, Denmark, maka 2 kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu: Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. 2. Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di duniaini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakankepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa. 3. Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan.
1.

Fungsi Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.

Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda

Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.

2.

Pengabdian bagi orang dewasa

Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela |6 Page membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi.
3.

Alat bagi masyarakat dan organisasi

Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya. Tujuan Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak -anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip -Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakatIndonesia dengan tujuan agar; anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya. 2. anggotanya menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya. 3. anggotanya menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya. 4. anggotanya menjadi manusia yang menjadi warg negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia a dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga menjadi angota masyarakat yang ; baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.
1.

Tujuan tersebut merupakan cita -cita Gerakan Pramuka. Karena itu semua kegiatan yang dilakukan oleh semua unsur dalam Gerakan Pramuka harus menga pada pencapaian tujuan tersebut. rah Tugas Pokok Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakanpendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan Pram uka, sehingga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta mampu menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut Gerakan Pramuka selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya. Karena kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuk disesuaikan a dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia ini tercantum dalamGaris Besar Haluan Negara, yang merupakan Ketetapan MPR. Gerakan Pramuka dalam ikut membantu pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan Pemerintah dan segala peraturan perundangundangannya. Gerakan Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karenanya Gerakan Pramuka harus memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat dan harapan masyarakat, termasuk orang tua anggota Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka terutama pada satuan -satuannya dapat menyiapkan tenaga Pramuka sesuai dengan apa yang diharapkan orang tua anggotanya dan masyarakat di ling kungannya.

Kelompok umur dan tingkatan Kelompok umur adalah sebuah tingkatan dalam kepramukaan yang ditentukan oleh umur anggotanya. Kelompok dibagi menjadi 4 : Kelompok umur 7-10 tahun disebut dengan Pramuka Siaga Kelompok umur 11-15 tahun disebut dengan Pramuka Penggalang 3. Kelompok umur 16-20 tahun disebut dengan Pramuka Penegak 4. Kelompok umur 21 - 25 tahun disebut dengan Pramuka Pandega
1. 2.

Page |7

Ada juga Kelompok Khusus, yaitu Kelompok yang ditujukan untuk orang yang memiliki kedudukan dalam kepramukaan. Misalnya Pramuka Pembina, adalah sebutan untuk orang dewasa yang memimpin Pramuka. Dan Pramuka Andalan, adalah anggota Pramuka yang mengambil bag dalam keanggotaan ian Kwartir dalam Pramuka. Contoh lainnya adalah Pelatih, Pamong Saka, Staff Kwartir dan Majelis Pembimbing. Tingkatan Tingkatan dalam kepramukaan adalah sebuah tingkatan yang ditentukan oleh kemampuan anggotanya, kemampuan itu disebut d engan Syarat-syarat Kecakapan Umum atau SKU. Untuk Pramuka siaga dan penggalang, masing-masing Kelompok umur memiliki tiga Tingkatan. Untuk Penegak memiliki dua tingkatan. Sedangkan Pramuka Pandega hanya satu tingkatan.
1. 2. 3.

Tingkatan Pramuka Siaga : Siaga Mula, Siaga Bantu, Siaga Tata. Tingkatan Pramuka Penggalang : Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, Penggalang Terap Tingkatan Pramuka Penegak : Penegak Bantara, Penegak Laksana

Ada juga sebuah tingkatan khusus yang disebut denganPramuka Garuda, yaitu tingkatan tertinggi dalam setiap kelompok umur dalam kepramukaan. 1.3 Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan merupakan prinsip yang digunakan dalam pendidi kan kepramukaan, yang membedakannya dengan gerakan pendidikan lainnya. [[Baden-Powell]] sebagai penemu sistem pendidikan kepramukaan telah menyusun prinsipprinsip Dasar dan Metode Kepramukaan, lalu menggunakannya untuk membina generasi muda melalui pendidikan kepramukaan. Beberapa prinsip itu didasarkan pada kegiatan anak atau remaja sehari -hari. Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan itu harus diterapkan secara menyeluruh. Bila sebagian dari prinsip itu dihilangkan, maka organisasi itu bukan lagi gerakanpendidikan kepramukaan. Dalam ''Anggaran dasar Gerakan Pramuka'' dinyatakan bahwa Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan bertumpu pada:
1.

Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;

2. 3. 4.

Kepedulian terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisi nya; Kepedulian terhadap diri pribadinya; Ketaatan kepada Kode Kehormatan Pramuka.

Prinsip dasar Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma sosial hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya dengan dibantu oleh pembina, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggung jawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Metode Kepramukaan Metode Kepramukaan merupakan cara belajar [[progresif]] melalui :
1. 2. 3.

Page |8

Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka; Belajar sambil melakukan; Sistem berkelompok;

Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan Perkembangan rohani dan jasmani pesertadidik :
1. 2. 3. 4.

Kegiatan di alam terbuka; Sistem tanda kecakapan; Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri; Sistem among.

Metode Kepramukaan pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. Metode Kepramukaan juga digunakan sebagai sebagai suatu sistem yang terdiri atas unsur -unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling m emperkuat serta menunjang tercapainya tujuan. Kode Kehormatan Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. Satya Satya adalah : Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan; 2. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji; 3. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, sosial dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.
1.

Satya dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaituDwisatya dan Trisatya" Dwisatya Dwisatya adalah satya yang digunakan khusus untuk Pramuka Siaga. selengkapnya berbunyi sebagai Dwisatya Pramuka Siaga Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh -sungguh: menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Rep ublik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga. 2. setiap hari berbuat kebajikan.
1.

Page |9

berikut: Trisatya Trisatya merupakan janji dan tiga kode moral yang digunakan dalam Gerakan Pramuka. Disebut trisatya karena mengandung tiga butir utama yang menjadi panutan setiapPramuka. Setiap kali Pramuka akan dilantik menuju tingkatan yang lebih tinggi atau dilantik untuk acara lainnya, diwajibkan melaksanakan upacara ucap ulang janji yang berupa pembacaan trisat di depan sang ya saka merah putih. Kode Moral Trisatya digunakan oleh pramuka golongan penggalang, penegak dan pandega.

Trisatya dibagi dua, Trisatya untuk Penggalang danTrisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa.
y

Trisatya untuk penggalang selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh -sungguh: 1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila. 2. menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangunmasyarakat 3. menepati Dasadharma.

y

Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: 1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan

mengamalkan Pancasila. 2. menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat 3. menepati Dasadarma.

Dharma Dharma adalah :

Page |10

Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong pesertadidik menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. 3. Landasan gerak Gerakan Pramuka u ntuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong; 4. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landas n Ketentuan Moral disusun dan a ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.
1. 2.

Dharma dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaituDwidharma dan Dasadharma" Dwidharma Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dwidarma Pramuka Siaga
y y

Siaga berbakti kepada ayah bundanya. Siaga berani dan tidak putus asa.

Dasadharma Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut: Dasadharma Pramuka itu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Patriot yang sopan dan kesatria. Patuh dan suka bermusyawarah. Rela menolong dan tabah. Rajin, terampil, dan gembira. Hemat, cermat, dan bersahaja. Disiplin, berani, dan setia.

9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya. 10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Page |11

Kegiatan Kegiatan pembinaan peserta didik dalam Gerakan Pramuka harus menggunakan semua Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan tersebut. Pelaksanaan penggunaannya harus disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar dapat dijamin bahwa pendidikan itu akan menghasilkan manusia, warga negara dan anggota masyarakat yang sesuai dan memenuhi keadaan dan kebutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia. Usaha Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuannya itu harus mengarah pada pengembangan dan pembinaan watak, mental, jasmani dan rohani, bakat, pengetahuan, pengalaman dan kecakapan pramuka, melalui kegiatan yang dilakukan dengan praktek secara praktis, dengan menggu akan Sistem Among dan n Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan. Tanda Pengenal Macam-macam Tanda Pengenal Tanda Umum Dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang sudah dilantik, baik putra maupun putri. Macamnya: - Tanda tutup kepala, - setangan / pita leher, - tanda pelantikan, - tanda harian, - tanda WOSM. Tanda Satuan Menunjukkan Satuan / Kwartir tertentu, tempat seorang anggota Gerakan Pramuka bergabung. Macamnya: - Tanda barung / regu / sangga, - gugus depan, - kwartir, - Mabi, - krida, - saka, Lencana daerah, - satuan dan lain-lain. Tanda Jabatan Menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang anggota Gerakan Pramuka dalam lingkungan organisasi Gerakan Pramuka. Macamnya: - Tanda pemimpin / wakil pemimpin barung / regu / sangga, - sulung, pratama, pradana, - pemimpin / wakil krida / saka, - Dewan Kerja, Pembina, Pembantu Pembina, Pelatih, Andalan, Pembimbing, Pamong Saka, Dewan Saka dan lain -lain.

Tanda Kecakapan Menunjukkan kecakapan, ketrampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap,tingkat usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai golongan usianya. Macamnya: - Tanda kecakapan umum / khusus, - pramuka garuda dan tanda keahlian lain bagi |12 Page orang dewasa. Tanda Kehormatan Menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepadaseseorang atas jasa, darma baktinya dan lain-lain yang cukup bermutu dan bermanfaat bagi Gerakan Pramuka, kepramukaan, masyarakat, bangsa, negara dan umat manusia. Macamnya: - Peserta didik: Tiska, tigor, bintang tahunan, bintang wiratama, bintang teladan . Orang dewasa: Pancawarsa, Darma Bakti, Wiratama, Melati, Tunas Kencana. Tanda Jasa Sistem Among Sistem among adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan dengan cara memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak dengan lel uasa dengan sejauh mungkin menghindari unsur-unsur perintah, keharusan, paksaan, sepanjang tidak merugikan, baik bagi diri peserta didik maupun bagi masyarakat sekitarnya, dengan maksud untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa percaya diri sendiri, kreativitas dan oto-aktivitas sesuai dengan aspirasi peserta didik. Sistem Tanda Kecakapan Tanda kecakapan adalah salah satu alat bagi Gerakan Pramuka untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai oleh Gerakan Pramuka. Sistem tanda kecakapan merupakan suatu cara yang ditata dan suatu cara menggunakan tanda tanda untuk menandai dan mengakui kecakapan -kecakapan, baik yang bersifat teknis (praktis) maupun yang bersifat mental/spirituil, yang dimiliki oleh anggota yang memakai tanda-tanda itu.

Page |13

BAB III
Saka Wira Kartika

Berdasarkan Peraturan bersama Kasad dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 182/X/2007 dan 199 tahun 2007 tanggal 28 Oktober 2007 tentang kerjasama dalam usaha pembina dan pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan serta Sprint Kasad dan SK Kwa Jateng, maka rda secara resmi Pimpinan Satuan Karya Pramuka Wira Kartika Jawa Tengah dikukuhkan. Para Pimpinan Saka yang berupaya dan kerkewajiban merintis berdirinya Saka di Jawa Tengah itu, telah memperkenalkan bendera Satuan Karya Wira Kartika dengan w arna dasar hijau tua, seperti tampak pada gambar, juga badge Saka maupun Tanda Jabatan. Pengorganisasian Saka binaan TNI-AD ini, tidaklah jauh berbeda dengan Satuan Karya pada umumnya. Namun Demikian Saka Wira Kartika ini memiliki Program Pendidikan yang d ibentuk dalam Satuan Krida antara Lain : 1. 2. 3. 4. 5. Krida Survival Krida Pioneer Krida Mountainering Krida Navigasi Darat Krida Penanggulangan bencana alam

Tiap Krida memiliki Spesifikasi materi pendidikan yang berbeda dengan krida lainnya.

A. KRIDA SURVIVAL
Dalam melakukan perjalanan di Alam terbuka, seorang Petualang perlu membekali diri dengan pengetahuan SURVIVAL. Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu .dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaanyang buruk dan kritis. Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk.

Mengapa Ada Survival ? Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : Keadaan alam (cuaca dan medan), Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan), Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan), Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan -kesalahan kita sendiri. Page |14 Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak., antara lain : mental ,kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental kita. Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : a. Keadaan alam (cuaca dan medan) b. Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan) c. Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan) Banyaknya kesulitan-kesulitan tersebut biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. Definisi Survival Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam S : Size up the situation U : Undue haste makes waste R : Remember where you are V : Vanguish fear and panic I: Improve V : Value living A : Act like the native L : Learn basic skill S : Sadar dalam keadaan gawat darurat U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah R : Rasa takut dan putus asa hilangkan V : Vitalitas tingkatkan I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya V : Variasi alam bisa dimanfaatkan A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya L : Lancar, slaman, slumun, slamet

Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah STOP yang artinya : S : Stop & seating / berhenti dan duduklah T : Thingking / berpikirlah O : Observe / amati keadaan sekitar P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan Kebutuhan survival Yang harus dipunyai oleh seorang survivor 1. Sikap mental a. Semangat untuk tetap hidup b. Kepercayaan diri c. Akal sehat d. Disiplin dan rencana matang e. Kemampuan belajar dari pengalaman

2. Kondisi yang fit dan kuat 3. Pengetahuan a. Cara membuat bivak b. Cara memperoleh air c. Cara mendapatkan makanan d. Cara membuat api e. Pengetahuan orientasi medan f. Cara mengatasi gangguan binatang g. Cara mencari pertolongan 4. Pengalaman dan latihan a. Latihan mengidentifikasikan tanaman b. Latihan membuat trap, dll 5. Peralatan a. Kotak survival b. Pisau jungle , dll 6. Kemauan belajar Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat: a. Mengkoordinasi anggota b. Melakukan pertolongan pertama c. Melihat kemampuan anggota d. Mengadakan orientasi medan e. Mengadakan penjatahan makanan f. Membuat rencana dan pembagian tugas g. Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar h. Membuat jejak dan perhatian i. Mendapatkan pertolongan 7. Perlengkapan survival kit Survival kit ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawadalam perjalanan, antara lain : a. Perlengkapan memancing b. Pisau c. Tali kecil d. Senter e. Cermin suryakanta, cermin kecil f. Peluit g. Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air h. Tablet garam, norit i. Obat-obatan pribadi j. Jarum + benang + peniti k. dll

Page |15

B. KRIDA PIONEERING
Bidang Tali Temali

Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan.Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah bendanya.Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali.Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan sebagainya. Macam simpul dan kegunaannya 1. Simpul ujung tali Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas Page |16 2. Simpul mati Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidaklicin 3. Simpul anyam Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnyadan dalam keadaan kering 4. Simpul anyam berganda Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnyadan dalam keadaan basah 5. Simpul erat Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan 6. Simpul kembar Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dandalam keadaan licin 7. Simpul kursi Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orangpingsan 8. Simpul penarik Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar 9. Simpul laso Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini

Page |17

Macam Ikatan dan Kegunaannya 1. Ikatan pangkal Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akantetapi ikatan pangkal ini dapat jugadigunakan untuk memulai suatu ikatan. 2. Ikatan tiang Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikatmasih dapat bergerak leluasa misalnyauntuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik. 3. Ikatan jangkar Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yangberbentuk ring. 4. Ikatan tambat Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayudengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untukmemulai suatu ikatan. 5. Ikatan tarik Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada suatu tiang, kemudian mudah untukmembukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon. 6. Ikatan turki Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher 7. Ikatan palang 8. Ikatan canggah 9. Ikatan silang 10. Ikatan khaki tiga Untuk gambar macam-macam ikatan dapat dilihat di bawah ini.

Page |18

C. KRIDA MOUNTAINEERING
Secara bahasa arti kata Mountaineering adalah teknik mendaki gunung. Ruang lingkup kegiatan Mountaineering sendiri meliputi kegiatan sebagai berikut : 1. Hill Walking/Hiking Hill walking atau yang lebih dikenal sebagai hiking adalah sebuah kegiatan mendaki daerah perbukitan atau menjelajah kawasan bukit yang biasanya tidak terlalu tinggi dengan derajat kemiringan rata-rata di bawah 45 derajat. Dalam hiking tidak dibutuhkan alat bantu khusus, hanya mengandalkan kedua kaki sebagai media utamanya. Tangan digunakan sesekali untuk memegang tongkat jelajah (di kepramukaan dikenal dengan nama stock atau tongkat pandu) sebagai alat bantu. Jadi hiking ini lebih simpel dan mudah untuk dilakukan. Level berikutnya dalam mountaineering adalah scrambling.Dalam pelaksanaannya, scrambling merupakan kegiatan mendaki gunung ke wilayah -wilayah dataran tinggi pegunungan (yang lebih tinggi dari bukit) yang kemiringannya lebih ekstrim (kira -kira di atas 45 derajat).Kalau dalam hiking kaki sebagai alat utama maka untuk scrambling selain kaki, tangan sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang atau membantu gerakan mendaki.Karena derajat kemiringan dataran yang lumayan ekstrim, keseimbangan pendaki perlu dijaga

dengan gerakan tangan yang mencari pegangan. Dalam scrambling, tali sebagai alat bantu mulai dibutuhkan untuk menjamin pergerakan naik dan keseimbangan tubuh. Berbeda dengan hiking dan scrambling, level mountaineering yang paling ekstrim adalah climbing! Climbing mutlak memerlukan alat bantu khusus seperti karabiner, tali panjat, harness, figure of eight, saling, dan sederetan peralatan mountaineering lainnya. Kebutuhan alat bantu itu memang sesuai dengan medan jelajah climbing yang sangat |19 Page ekstrim. Bayangkan saja, kegiatan climbing ini menggunakan wahana tebing batu yang kemiringannya lebih dari 80 derajat!. Peralatan dasar kegiatan alam bebas seperti ransel, vedples (botol air), sepatu gunung, pakaian gunung, tenda, misting (rantang masak outdoor), kompor lapangan, topi rimba, peta, kompas, altimeter, pisau, korek, senter, alat tulis, dan matras mutak l dibutuhkan selain alat bantu khusus mountaineering seperti tali houserlite/kernmantel, karabiner, figure of eight, sling, prusik, bolt, webbing, harness, dan alat bantu khusus lainnya yang dibutuhkan sesuai level kegiatannya. 2. Wall Climbing Climbing adalah olah raga panjat yang dilakukan di tempat yang curam atau tebing.Tebing atau jurang adalah formasi bebatuan yang menjulang secara vertikal.Tebing terbentuk akibat dari erosi.Tebing umumnya ditemukan di daerah pantai, pegunungan dan sepanjang sungai. Tebing umumnya dibentuk oleh bebatuan yang yang tahan terhadap proses erosi dan cuaca.Di dalam arti yang sebenarnya memang climbing itu panjat tebing. Tetapi banyak pula orang mengartikan bukan hanya panjat saja dalam kegiatan climbing ini melainkan juga Repling (turun tebing), Pursiking (naik tebing dengan menggunakan tali pursik) dan lain-lain. 3. Rock Climbing Rock Climbing adalah olah raga fisik dan mental yang mana selalu membutuhkan kekuatan, keseimbangan, kecepatan, ledakan -ledakan tenaga yang didukung dengan kemampuan mental para pelakunya.Ini adalah kegiatan yang sangat berbahaya dan dibutuhkan pengetahuan dan latihan.Olah raga ini juga menggunakan alat -alat panjat yang sangat krusial dan rawan, tetapi dengan teknik dan pengetahuan yang benar, olah aga ini r sangat aman untuk dilakukan.

4. Ice and Snow Climbing Ice and Snow Climbing adalah olah raga fisik dan mental yang mana selalu membutuhkan kekuatan, keseimbangan, kecepatan, ledakan -ledakan tenaga yang didukung dengan kemampuan mental para pelakunya.ni adalah kegiatan yang sangat berbahaya dan I dibutuhkan pengetahuan dan latihan.Olah raga ini juga menggunakan alat -alat panjat yang sangat krusial dan rawan, tetapi dengan teknik dan pengetahuan yang benar, olah raga ini sangat aman untuk dilakukan. ALAT CLIMBING 1. Tali Pendakian Fungsi utamanya dalam pendakian adalah sebagai pengaman apabila jatuh.Dianjurkan jenis jenis tali yang dipakai hendaknya yang telah diuji oleh UIAA, suatu badan yang menguji kekuatan peralatan-peralatan pendakian.Panjang tali dalam pendakian dianjurkan sekitar 50 meter, yang memungkinkan leader dan belayer masih dapat berkomunikasi. Umumnya

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

diameter tali yang dipakai adalah 10-11 mm, tapi sekarang ada yang berkekuatan sama, yang berdiameter 9.8 mm. Ada dua macam tali pendakian yaitu : 1. Static Rope, tali pendakian yang kelentirannya mencapai 2 % fari berat maksimum -5 yang diberikan. Sifatnya kaku, umumnya berwarna putih atau hijau. Tali static digunakan untuk rappelling. Page |20 2. Dynamic Rope, tali pendakian yang kelenturannya mencapai 5 -15 % dari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya lentur dan fleksibel. Biasanya berwarna mencolok (merah, jingga, ungu). Carabiner Adalah sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D, dan mempunyai gate yang berfungsi seperni peniti. Ada 2 jenis carabiner : 1. Carabiner Screw Gate (menggunakan kunci pengaman). 2. Carabiner Non Screw Gate (tanpa kunci pengaman) Sling Sling biasanya dibuat dari tabular webbing, terdiri dari beberapa tipe. Fungsi sling antara lain : 1. sebagai penghubung 2. membuat natural point, dengan memanfaatkan pohon atau lubang di tebing. 3. Mengurangi gaya gesek / memperpanjang point 4. Mengurangi gerakan (yang menambah beban) pada chock atau piton yang terpasang. Descender Sebuah alat berbentuk angka delapan.Fungsinya sebagai pembntu menahan gesekan, a sehingga dapat membantu pengereman. Biasa digunakan untuk membelay atau rappelling. Ascender Berbentuk semacam catut yang dapat menggigit apabila diberi beban dan membuka bila dinaikkan.Fungsi utamanya sebagai alat Bantu untuk naik pa tali. da Harnes / Tali Tubuh Alat pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan. Ada dua jenis hernas : 1. Seat Harnes, menahan berat badan di pinggang dan paha. 2. Body Harnes, menahan berat badan di dada, pinggang, punggung, dan paha. Harnes ada yang dibuat dengan webbning atau tali, dan ada yang sudah langsung dirakit oleh pabrik. Sepatu Ada dua jenis sepatu yang digunakan dalam pemanjatan : 1. Sepatu yang lentur dan fleksibel. Bagian bawah terbuat dari karet yang kuat. Kelenturannya menolong untukpijakan-pijakan di celah-cleah. 2. Sepatu yang tidak lentur/kaku pada bagian bawahnya. Misalnya combat boot. Cocok digunakan pada tebing yang banyak tonjolannya atau tanggatangga kecil. Gaya tumpuan dapat tertahan oleh bagian depan sepatu. Anchor (Jangkar) Alat yang dapat dipakai sebagai penahan beban.Tali pendakian dimasukkan pada achor, sehingga pendaki dapat tertahan oleh anchor bila jatuh. Ada dua macam anchor, yaitu : 1. Natural Anchor, bias merupakan pohon besar, lubang -lubang di tebing, tonjolantonjolan batuan, dan sebagainya. 2. Artificial Anchor, anchor buatan yang ditempatkan dan diusahakan ada pada tebing oleh si pendaki. Contoh : chock, piton, bolt, dan lain-lain.

D. KRIDA NAVIGASI DARAT
Navigasi darat merupakan teknik menentukan posisi dan arah lintasan di peta maupun pada medan sebenarnya (khususnya di daratan). Keahlian ini sangat mutlak dimiliki oleh penggemar kegiatan alam terbuka karena akanmemudahkan perjalanan kita ke daerah yang k ususnya belum kita kenal sama |21 h Page sekali Disamping itu, keahlian ini sangat berguna dalam usaha pencarian korban kecelakaan tersesat atau bencana alam Untuk itu dibutuhkan pemahaman kompas dan peta serta teknik penggunaannya. A. Peta HAKEKAT PETA Peta adalah gambaran permukaan bumi diatas bidang datar dalam ukuran diperkecil yang kebenaranya dapat dipertanggung jawabkan secara visual atau matematis yang menajikan y informasi tentang bumi. MACAM PETA Secara menyeluruh peta dapat digolongkan berdasarkan skala/ked tujuan penggunaan ar cakupan daerah proyeksi gambar tanda dan simbol peta kecocokan informasi tingkat ketelitian survei proses terjadinya dan isi/ informasinya. Dari sudut pandang isi/informasi yang dimuat suatu peta terdapat 2 jenis peta berdasar golongan ini, yakni : 1. Peta Topografi Topografi merupakan gabungan kata topos yang berarti tempat dan graphi yang berarti menggambar yang berasal dari bahasa yunani kuno Jadi peta topografi berarti peta yang menggambarkan posisi mendatar dan posisi tegak dari semua benda yang membentuk atau berada di permukaan bumi. Isinya terdiri dari 4 ciri, yakni : relief (ketinggian), perairan (seperti Sungai danau), Tumbuhan ( Hutan ,semak, kelapa) dan hasil budaya manusia (jalan raya, bangunan, jembatan). Peta ini biasa disebut peta umum karena isinya yang lebih lengkap. KETERANGAN TEPI PETA 1. Judul peta pada margin atas tengah, yang di ambil dari salah satu nama Geografi atau tempat yeng terbesar/terkenal dari daerah pada peta tersebut. 2. Nama daerah yang dipetakan pada margin atas kiri , yang diambil dari nama daerah tingkat I (tergantung pada versi peta) 3. Nomor helai peta pada margin atas kanan. 4. Petujuk letak peta pada margin bawah kiri, yang menunjukan letak peta tersebut dari peta keseluruhan 5. Pembagian daerah pada mergin bawah kanan yang menjelaskan pembagian daerahdari propinsi hingga kecamatan. 6. Utara pada margin bawah kiri , yang menunjukan utara peta, utara megnetis, serta utara sebenarnya. 7. Legenda pada margin bawah tengah yang me nyajikan keterangan/penjeklasan arti simbol yang ada. ARAH PETA Untuk mengetahui arah peta yang perlu diperhatikan adalah arah utara peta dengan cara memperhatikan arah huruf-huruf tulisan pada peta yang juga berarti arah utara peta. Pada tanda -tanda peta juga terdapat penunjuk arah utara peta, utara sebenarnya serta utara magnetis 1. Utara sebenarnya (US) adalah arah ke kutub utara bumi yang dilalui oleh garis bujur/meridian. 2. Utara magnetis (UM) adalah arah kekutub utara megnet yang ditunjukan oleh jarum ko mpas

3. Utara Grid (UG/UP) adalah garis utara yang ditunjukan oleh garis vertikal pada peta yang juga disebut Utara Peta. Karena pengaruh rotasi bumi, letak kutub megnetis bergeser dari tahun ke tahun yang menyebabkan terjadinya variasi magnetis. Untuk tuju praktis variasi magnetis an dan iktilaf (Penyimpangan arah utara) dapat kita abaikan. Tetapi untuk kepentingan yang membutuhkan ketelitian yang tinggi, kondisi diatas harus ikut kita perhitungkan juga . Page |22 1. Iktilaf Peta adalah beda sudut antara utara sebenarnya dengan utara peta, yang terjadi karena perataan jarak paralel geris bujurpeta bumi menjadi garis koordinat vertikal yang di gambarkanpada peta, atau sudut antara US dan UP. 2. Iktilaf Magnetis adalah beda sudut antara utara sebe narnya dengan utara megnetis. IM kebarat apabila ujung jarum kompas ada di sebelah barat US Sebaliknya IM ketimur apabila ujung jarum kompas ada di sebelah timur US 3. Iktilaf Peta-Magnetis, adalah beda sudut utara peta dengan utara magnetis 4. Variasi Magnetis, adalah perubahan/ pergeseran sudut utara megnetis dari waktu ke waktu. Pergeseran positif menunjukan pergeseran kearah timur sedang negatif berarti pergeseran kearah barat. SKALA Skala atau kedar adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak mendat di medan. Terdapat ar 2 jenis skala pada peta, yakni skala angka dan skala garis. Untuk skala angka, perbandinagan langsung ditunjukan dalam satuan yang sama (cm) sedang pada skala garis terdapat beberapa ruas garis yang masing-masing menunjukan jarak tertentu (km). JARAK DI PETA x SKALA = JARAK DI MEDAN Misalnya Skala 1:25.000, berarti 1 cm di peta sama dengan 25 m dimedan yang sebenarnya. KONTUR Adalah garis khayal diatas permukaan bumi yang menghubungkan titiktitik yang tingginya sama. Sifat dari kontur adalah : 1. Pebedaan tinggi antara 2 kontur adalah setengah dari angka ribuan pada skala yang dinyatakan dalam satuan meter. 2. Kontur yang rendah selalu mengelilingi kontur yang lebih tinggi, kecuali pada kawah/depresi 3. Antar kontur tidak akan saling berpotongan 4. Kontur yang menjorok kedalam merupakan lembahan dan bisa terdapat sungai 5. Kontur yang menjorok keluar merupakan punggungan. 6. Kontur terputus-putus menyatakan ketinggian setengah atau lebih dari perbedaan tinggi antara 2 buah kontur berurut. 7. Makin rapat kontur menunjukan daerah yang makin terjal/curam.

MENGENAL TANDA MEDAN Disamping legenda sebagai pengenal tanda medan, bentukan -bentukan alam yang cukup mencolok dan mudah dikenali dapat kita pergunakan juga sebagai tanda medan. Tanda medan harus kita ketahui dan kita cocokan pada peta sebelum kita memulai pengembaraan.Tanda Medan yang cukup mudah untuh di amati dapat berupa : 1. Puncakan gunung atau bukit dan bentukan -bentukan tonjolan lain yang cukup ekstrim, 2. Punggungan merupakan rangkaian kon yang menyerupai huruf tur 3. Menjorok menjauhi puncak 4. Lembahan merupakan rangkaian kontur yang menyerupai huruf V menjorok mendekati puncak. 5. Saddle, daerah pertemuan 2 ketinggian 6. Belokan kujalan sungai jembatan ujung jalan 7. Garis batas pantai muara sungai, tanjung, dan teluk yang mudahkita kenali

2. Peta Tematik Peta tematik adalah peta yang menyajikan unsurunsur tertentu dari permukaan bumi sesuai dengan topik atau tema dari peta bersangkutan.Umumnya peta ini digunakan sebagai data analisis dari beberapa unsur permukaan bumi didalam pengambilan suatu keputusan untuk pembangunan. B. Kompas Page |23 Kompas adalah alat penunjuk arah, yakni arah utara maknetis bumi yang disebabkan oleh sifat kemagnetisannya karena sifat ini maka jauhkan kompas terutama pada saat mempergunakannya dari pengaruh benda=benda yang terbuat dari baja atau besi, karena akan menyebabkan penunjuk yang salah pada jarumnya. Bagian-bagian Kompas : 1. Badan, tempat komponen lain berada dan terlindungi 2. Jarum, yang selalu menunjukan arah utara magnetis bumi 3. Skala penunjuk, Menunjukan Pembagian derajat/mil sebagai sistem satuan arah mata angin. Jenis Kompas Terdapat banyak jenis kompas yang ada yang dapat kita pergunakan dalam perjalanan secara garis besarnya dapat kita bedakan sebagaiberikut : 1. Kompas orienterring untuk tujuan praktis tetapi mempunyai akurasi yang kurang baik. Sering disebut sebagai kompas Silva (nama merk) 2. Kompas bidik membutuhkan peralatan navigasi lain untuk kelengkapanya, tetapi akurasinya sangat tinggi. Kompas bidik ini dapat kita bedakan berdasar kaca pembacanya : kompas lensa, kompas Prismatik, kompas Optik CARA PEMAKAIN KOMPAS Dalam pemakainya, usahakan dalam keadaan Horisontal dengan arah garis utara megnetis bumi. Hindarkan bende-benda yang terbuat dari besi/baja agar tidak terjadi penyimpangan dalam penunjukan jarum kompas. BUSUR DERAJAT ATAU PROTAKTOR Busur derajat atau protaktor terdapat beberapa bentuk derajat yang dapat kita gunakan yakni lingkaran setengah lingkaran segi empat dari bujur sangkar, tetapi untuk kepr aktisan dan kelengkapannya, protaktor lebih menjanjikan, karena disamping pembagian arah mata angin dalam derajat dan mil juga tersedia skala pengukuran panjang dan tali pusat untuk memperpanjang pengikiran dan pempermudah perhitungan azimuth dan back azim uth. AZIMUTH DAN BACK AZIMUTH Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth. Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara: 1. Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth adalah azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azi muthnya adalah 200º- 180º = 20º 2. Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya adalah 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, diperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man tomanbiasa digunakan untuk Kompas Bintang ). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis

lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.Langkah langkahnya adalah sebagai berikut: 1. Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth. 2. Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan. Perha tikan tanda medan |24 Page lain pada lintasan yang dilalui. 3. Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan kita, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth. 4. Pergi ke tanda medan di ujung lintasan, dan bidik kem bali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth). 5. Sering terjadi tidak ada benda/tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagaitanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man. ORIENTASI PETA Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya. Untuk keperluan ini kita perlu mengetahui tanda -tanda medan yang ada di lokasi dan menc ocokanya dengan kontur yang ada di peta. Untuk keperluan praktis utara kompas (magnetis) dapat kita anggap sejajar dengan utara sebenarnya tanpa memperhitungkan deklinasinya.Langkah -langkah orientasi pada peta : 1. Cari tempat yang terbuka untuk melihat tanda -tanda medan yang mencolok (dapat dikenali) 2. Letakan peta pada bidang datar 3. Samakan utara peta dengan utara kompas, sehingga peta sesuai dengan bentang alam yang ada. 4. Cari tanda-tanda medan dilokasi dan himpitkan dengan tanda medan yang ada di peta (seperti jalan raya, sungai,dll) E. Resection Digunakan untuk mengetahui posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang kita kenal.Langkah-langkah resection : 1. Lakukan orientasi peta 2. Tentukan minimal dua tanda medan dilapangan dan kita ukur azimut dan back azimutnya. Sudut antara tempat kita dengan dua tanda medan tersebut minimal 30 derajat maksimal 150 derajat 3. Tarik garis back azimut dari kedua titik medan itu sehingga terjadi perpotongan antara keduanya. 4. Perpotongan tersebut adalah kedudukan kita di peta.

E. KRIDA PENANGGULANGAN BENCANA ALAM
SAR Sejarah SAR Nasional Lahirnya organisasi SAR di Indonesia yang saat ini bernama BASARNAS diawali dengan adanya penyebutan ?Black Area? bagisuatu negara yang tidak memiliki organisasi SAR Dengan berbekal kemerdekaan, maka tahun 1950 Indonesia masuk menjadi anggota organisasi penerbangan internasional ICAO (International Civil Aviation Organization).Sejak saat itu Indonesia diharapkan mampu me nangani musibah penerbangan dan pelayaran yang terjadi di Indonesia. Sebagai konsekwensi logis atas masuknya Indonesia menjadi anggota ICAO tersebut, maka pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 1955 tentang Penetapan Dewan Penerbangan untuk membentuk panitia SAR. Panitia teknis mempunyai tugas pokok untuk

membentuk Badan Gabungan SAR, menentukan pusatpusat regional serta anggaran pembiayaan dan materil. Sebagai negara yang merdeka, tahun 1959 Indonesia menjadi anggota International Maritime Organization (IMO).Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota ICAOdan IMO tersebut, tugas dan tanggung jawab SAR semakin mendapat perhatian.Sebagai negara yang besar dan dengan semangat gotong royong yang tinggi, bangsa Indonesia ingin mewujudkan harapan dunia |25 Page international yaitu mampu menangani musibah penerbangan dan p elayaran. Dari pengalaman-pengalaman tersebut diatas, maka timbul pemikiran bahwa perlu diadakan suatu organisasi SAR Nasional yang mengkoordinir segala kegiatan -kegiatan SAR dibawah satu komando.Untuk mengantisipasi tugas -tugas SAR tersebut, maka pada tahun 1968 ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor T.20/I/2 mengenai ditetapkannya Tim SAR Lokal Jakarta -4 yang pembentukannya diserahkan kepada Direktorat Perhubungan Udara.Tim inilah yang akhirnya menjadi embrio dari organisasi SAR Nasional di Indone yang dibentuk kemudian. sia Hasil survey akhirnya dituangkan pada ?Preliminary Recommendation? yang berisi saran saran yang perlu ditempuh oleh pemerintah Indonesia untuk mewujudkan suatu organisasi SAR di Indonesia. Berdasarkan hasil survey tersebut dite tapkan Keputusan Presiden Nomor 11 tahun 1972 tanggal 28 Februari 1972 tentang pembentukan Badan SAR Indonesia (BASARI). Adapun susunan organisasi BASARI terdiri dari : 1. Unsur Pimpinan 2. Pusat SAR Nasional (Pusarnas) 3. Pusat-pusat Koordinasi Rescue (PKR) 4. Sub-sub Koordinasi Rescue (SKR) 5. Unsur-unsur SAR TUGAS, FUNGSI DAN SASARAN BASARNAS A. TUGAS POKOK Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.43Tahun 2005 Tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Perhubungan, Badan SAR Nasional mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian dan pengendalian potensi Search and Rescue (SAR) dalam kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang, atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan atau penerbangan, serta memberikan bantuan SAR dalam penanggulangan bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR Nasional dan Internasional. B. FUNGSI Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Badan SAR Nasional menyelenggarakan fungsi : 1. Perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan potensi SAR dan pembinaan operasi SAR; 2. Pelaksanaan program pembinaan potensi SAR dan operasi SAR; 3. Pelaksanaan tindak awal; 4. Pemberian bantuan SAR dalam bencana dan musibah lainnya; 5. Koordinasi dan pengendalian operasi SAR alas potensi SAR yangdimiliki oleh instansi dan organisasi lain; 6. Pelaksanaan hubungan dan kerja sama di bidang SAR balk di dalam maupun luar negeri; 7. Evaluasi pelaksanaan pembinaan potensi SAR dan operasi SAR 8. Pelaksanaan administrasi di lingkungan Badan SAR Nasional. PERALATAN SAR

Peralatan SAR adalah merupakan bagian penting bagi res cuer ketika melaksanakan pertolongan terhadap korban musibah dilapangan, sehingga dengan dukungan peralatan yang memadai akan membantu proses pertolongan dan selanjutnya akan meningkatkan prosenta si keberhasilan operasi. Peralatan SAR ini diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu: 1. Peralatan perorangan Page |26 Terdiri atas Peralatan pokok perorangan dan Peralatan pendukung perorangan; 2. Peralatan beregu. Terdiri atas Peralatan pokok beregu dan Peralatanpendukung beregu; PERALATAN KOMUNIKASI Salah satu komponen pfasilitas SAR yang memegang kunci peranan penting dalam pelaksanaan kegiatan SAR adalah Sistem Komunikasi SAR. Sistem komunikasi ini tidak lepas dari semua jenis peralatan komunikasi yang digunaka sebagai sarana pertukaran informasi balk berupa n voice maupun data dalam kegiatan SAR. Sistem komunikasi yang digelar mempunyai fungsi: 1. Jaringan Penginderaan Dini Komunikasi sebagai sarana penginderaan dini dimaksudkan agar setiap musibah pelayaran dan/atau penerbangan dan/ atau bencana dan/ atau musibah lainnya dapat dideteksi sedini mungkin, supaya usaha pencarian, pertolongan dan penyelamatan dapat dilaksanakan dengan cepat.Oleh karena itu setiap informasi/musibah yang diterima harus mempunyai kemampuan dalam hal kecepatan, kebenaran dan aktualitasnya.Implementasi sistem komunikasi harus mengacu path peraturan internasional yaitu peraturan IMO untuk memonitor musibah pelayaran dan peraturan ICAO untuk memonitor musibah penerbangan. 2. Jaring Koordinasi Komunikasi sebagai sarana koordinasi, dimaksudkan untuk dapat berkoordinasi dalam mendukung kegiatan operasi SAR baik internal antara Kantor Pusat BASARNAS dengan Kantor SAR dan antar Kantor SAR, dan eksternal dengan instansi/ organisasi berpotensi SAR dan RCCs negara tetangga secara cepat dan tepat. 3. Jaring Komando dan Pengendalian Komunikasi sebagai sarana komando dan pengendalian, dimaksudkan untuk mengendalikan unsur-unsur yang terlibat dalam operasi SAR. 4. Jaring Pembinaan, Administrasi dan Logistik Jaring ini digunakan oleh BASARNAS untuk pembinaan Kantor SAR dalam pelaksanaan pembinaan dan administrasi perkantoran. PENYELAMATAN KORBAN TENGGELAM Kasus tenggelam cukup sering ditemukan, baik tenggelam dalam air tawar maupun air laut. Kasus tenggelam sering terjadi pada anak kecil, atau orang dewasa. Sebagai orang awam yang ingin menolong seseorang yang tenggelam, kami memberikan tips sebagai berikut : 1. Pastikan diri anda mempunyai kemampuan untuk menolong, bila tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri sebaiknya carilah bantuan." Lebih baik kehilangan satu orang daripada kehilangan dua orang", maksudnya " Jangan menambah korban lebih banyak". 2. Segera menginformasikan kepada orang disekitar untuk mencari bantuan lanjutan. 3. Pelajari situasi dan kondisi disekitar korban. 4. Cari alat bantu untuk menyelamatkan korban, contoh : pelampung, ranting/kayu, tali dan sebagainya 5. Tahap berikutnya adalah tahap penyelamatankorban tanpa menggunakan alat bantu.Dalam tahap ini dapat dilakukan langkah - langkah sebagai berikut : a. Terjun ke air dengan mata tetap memandang posisi korban

b. Dekati korban sesuai dengan jarak tertentu dan mengajak berkomunikasi, untukkasus korban yang masih sadar. 6. Membawa korban ke darat dan letakkan ditempat yang aman. 7. Mengecek kesadaran korban dengan cara mengoyang - goyangkan tubuh korban sambil menegur korban. 8. Selanjutnya dilakukan pertolongan dengan suatu rumusan sederhana yang mudah diingat |27 Page yaitu ABC. Hal ini diartikan sebagai : a. A = Airway ( Jalan nafas ) b. B = Breathing ( Bernafas ) c. C = Circulation ( Sirkulasi, Peredaran Darah yakni jantung dan pembuluh darah ) PMK Sejarah Pemadam Kebakaran Pemadam Kebakaran Dibentuk Pada Zaman Romawi Pada hakekatnya manusia sangat membutuhkan api dalam kehidupan sehari -hari. Kebutuhan terhadap api itu tak bisa dihindari, karena manusia memerlukan penerangan ketika datang kegelapan malam. Begitu juga api diperlukan manusia sebagai alat untuk menghangatkan badan dari cuaca dingin, dan alat perlindungan dari binatang buas. Dan tentunya manusia menghadapi masalah sebelum mampu menciptakan api. Seolah -olah unsur panas yang dilihat dan dirasakan manusia pada waktu itu sebagai akibat letusan gunung berapi atau sambran petir. a Keadaan ini mendorong manusia untuk berpikir agar dapat mengontrol api, sehingga api dapat bermanfaat bagi kehidupannya. Dalam perkembangan selanjutnya, penggunaan api di masa itu memberi pengaruh dalam mengakhiri masa nomaden. Hal ini juga ber ampak terhadap perkembangan sosial dan politik d seiring dengan perkembangnya pemukiman penduduk yang menetap. Akan tetapi, api yang sudah diketahui dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia, tetap dipandang sebagai elemen suci dan hebat. Banyak mitologi yang menganalogikan api menjadi sifat atau karakter manusia. Adapun satuan jaga tersebut merupakan organisasi (pemadam kebakaran) yang pertama. Dibentuknya satuan ini bertujuan untuk melindungi manusia terhadap bahaya kebakaran. Tugas utama mereka adalah melakukan patroli dan pengawasan pada malam hari (dilakukan oleh Nocturnes). Dalam perkembangan selanjutnya, setiap anggota pasukan mempunyai tugas khusus bila terjadi kebakaran. Contohnya, beberapa anggota (aquarii) membawa air dalam ember ke lokasi kebakaran. Kemudian, dibangun pipa air (aquaducts) untuk membawa air ke seluruh kota, dan pompa tangan dikembangkan guna membantu penyemprotan air ke api. Siponarii adalah sebutan bagi pengawas pompa, dan komandan pemadam kebakaran dinamakan Praefectus Vigilum yang memikul seluruh tanggung jawab Satuan Siaga. Marco Polo mencatat tentang tata negara belahan timur pada abad 13, yakni pasukan rakyat dari pasukan pengawas dan pasukan kebakaran yang mempunyai tugas pencegahan kebakaran telah terbentuk di Hangchow. Mereka dalam melaksanakan tugasnya dapat mengerahkan satu sampai dua ribu orang untuk memadamkan api. Ribuan pasukan itu dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 10 orang, 5 orang berjaga pada siang, dan selebihnya berjaga pada malam hari. Peraturan Tentang Proteksi Kebakaran Ketika kerjaan Romawi jatuh, sangat sedikit dan hampir tidak ada usaha untuk membentuk organisasi yang melindungi dan mengontrol kebakaran. Hal ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Ketika itu hanya ada peraturan tentang proteksi keba aran yang bernama Curfew k (bahasa Perancis: mengatasi kebakaran) yang mengharuskan rakyat memadamkan api pada jam tertentu di malam hari. Selain Curfew, peraturan hampir serupa dibuat di Oxford Inggris pada tahun 872. Pengawas Kebakaran

Pengawas kebakaran malam hari dibentuk di kota besar Amerika pada zaman kolonial. Pada tahun 1654 di Boston, seorang bellman ditugaskan bekerja dari pukul 10 malam hing pukul 5 -ga pagi. Tiga tahun kemudian, terjadi pembaharuan di New York. Sipir kebakaran dibantu delapan orang sukarelawan, pengawas kebakaran bertugas malam hari. Sukarelawan ini disebut sebagai pengawas berderak karena setiap jaga mereka selalu membunyikan alarm yang bunyinya berderak derak. Pengawas kebakaran malam, merupakan lembaga masyarakat sebelum terbenuknya |28 t Page kesatuan polisi warga yang dibentuk di New York pada tahun 1687. Lembaga ini pertama kali dibentuk mengingat besarnya kerugian harta benda yang diasuransikan, dan dipandang sangat penting. Lembaga masyarakat ini mempunyai tugas penting, yaitu melaku kan patroli guna membantu lembaga asuransi yang baru terbentuk agar dapat diterima masyarakat. Klasifikasi Jenis Kebakaran Kebakaran di Indonesia dibagi menjadi tiga kelas, yaitu: 1. Kelas Kebakaran yang disebabkan oleh benda -benda padat, misalnya kertas, kayu, plastik, karet, busa dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. 2. Kelas Kebakaran yang disebabkan oleh benda -benda mudah terbakar berupa cairan, misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol dan lain -lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: pasir dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Dilarang memakai air untuk jenis ini karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan di atas sehingga bila kita menggunakan air maka kebakaran akan melebar kemana mana 3. Kelas Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam memadamkan kebakaran Prinsip Pemadaman Kebakaran Kebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat yang tidak kita hendaki, merugikan dan pada umumnya sukar dikendalikan. Api terjadi karena persenyawaan dari: 1. Sumber panas, seperti energi elektron (listrik statis atau dinamis), sinar matahari, reaksi kimia dan perubahan kimia. 2. Benda mudah terbakar, seperti bahan -bahan kimia, bahan bakar, kayu, plastik dan sebagainya. 3. Oksigen (tersedia di udara) Apabila ketiganya bersenyawa maka akan terjadi api. Dalam pencegahan terjadinya kebakaran kita harus bisa mengontrol Sumber panas dan Benda mudah terbakar, misalnya Dilarang Merokok ketika Sedang Melakukan Pengisian Bahan Bakar, Pemasangan Tanda -Tanda Peringatan, dan sebagainya. Peralatan Pencegahan Kebakaran 1. APAR / Fire Extinguishers / Racun Api Peralatan ini merupakan peralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran A,B dan C. Peralatan ini mempunyai berbagai ukuran beratnya, sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besarkecilnya resiko kebakaran yang mungkin timbul dari daerah tersebut, misalnya tempat penimbunan bahan bakar terasa tidak rasional bila di situ kita tempatkan racun api dengan ukuran 1,2 Kg dengan jumlah satu tabung. Bahan yang ada dalam tabung pemadam api tersebut ada yang dari bahan kinia kering, foam / busa dan CO2, untuk Halon tidak diperkenankan dipakai di Indonesia. 2. Hydran

Ada 3 jenis hydran, yaitu hydran gedung, hydran halaman dan hydran kota, sesuai namanya hydran gedung ditempatkan dalam gedung, untuk hydran halaman ditempatkan di halaman, sedangkan hydran kota biasanya ditempatkan pada beberapa titik yang memungkinkan Unit Pemadam Kebakaran suatu kota mengambil cadangan air. 3. Detektor Asap / Smoke Detector Peralatan yang memungkinkan secara otomatis akan memberitahukan kepada setiap |29 Page orang apabila ada asap pada suatu daerah maka alat ini akan berbunyi, khusus untuk pemakaian dalam gedung. 4. Fire Alarm Peralatan yang dipergunakan untuk memberitahukan kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat 5. Sprinkler Peralatan yang dipergunakan khusus dalam gedung, yang akan memancarkan air secara otomatis apabila terjadi pemanasan pa suatu suhu tertentu pada daerah di mana da ada sprinkler tersebut Pencegahan Kebakaran Setelah kita mengetahui pengklasifikasian, prinsip pemadaman dan perlengkapan pemadaman suatu kebakaran maka kita harus bisa mengelola kesemuanya itu menjadi suatu sistem manajemen /pengelolaan pencegahan bahaya kebakaran. Pengetahuan Dasar DAMKAR Sebelum kita dapat melakukan usaha penanggulangan kebakaran, adalah wajar apabila kita perlu untuk mengetahui dan mengenal terlebih dahulu apa dan bagaimanakah kebakaran itu. Setelah itu maka kita akan menyadari bahwa peristiwa/masalah kebakaran sesungguhna y merupakan masalah yang menjadi ancaman bagi semua orang, baik disadari ataupun tidak. KIMIA API Kita semua tahu bahwa untuk dapat menghadapi dan mengalahkan musuh, kita harus tahu segala hal tentang musuh kita kekuatan, kelemahan, strategi perang, dan lainnya. Memiliki gambaran tentang kemungkinan aksi yang akan dilakukan oleh musuh, membuat kita dapat membuat rencana untuk menga -tasi aksi tersebut, dan lebih baik lagi melakukan pencegahan agar aksi tersebut tidak dapat berjalan. Demikian juga apabila k mengahadapi masalah kebakaran, kita ita harus tahu tentang bagaimanakah api dapat terjadi, bagaimana api dapat menyebar, apa yang dapat menimbulkan api, bagaimana mencegah api timbul, dan banyak lagi, sehingga kita siap menghadapi musuh kita semua, yaitu kebakaran. A. PEMBAKARAN Pembakaran dan api adalah dua kata yang akan selalu berhubungan dan dalam ilmu kebakaran dua kata tersebut sudah menjadi tak terpisahkan. Pembakaran/api adalah peristiwa proses reaksi oksidasi cepat yang biasanya menghasilkan panas dan cahaya (energi panas dan energi cahaya). Selanjutnya apakah reaksi oksidasi itu?; Dalam konteks masalah kebakaran dapat dikatakan bahwa reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan unsur oksigen oleh reduktor/pereduksi (bahan bakar). Sedang dalam konteks lebi luas, dalam ilmu kimia, h reaksi oksidasi didefinisikan sebagai reaksi pemberian elektron oleh oksidator/pengoksidasi kepada reduktor/pereduksi. B. NYALA API Selama ini api, umumnya, selalu identik dengan nyala api, sesungguhnya ini adalah salah satu dari bentuk api. Nyala api sesung-guhnya adalah gas hasil reaksi dengan panas dan cahaya yang ditimbulkannya. Warna dari nyala api ditentukan oleh bahan -bahan yang bereaksi (terbakar). Warna yang dihasilkan oleh gas hidrokarbon, yang bereaksi sempurna dengan udara (oksigen) adalah biru terang. Nyala api akan lebih mudah terlihat ketika

C.

D.

E.

F.

karbon dan padatan lainnya atau liquid produk antara dihasilkan oleh pembakaran tidak sempurna naik dan berpijar akibat temperatur dengan warna merah, jingga, kuning, atau putih, tergantung dari tem-peraturnya. BARA API Bara api memiliki cirri khas yaitu tidak terlihatnya nyala api, akan tetapi adanya bahan-bahan yang sangat panas pada permukaan dimana pembakaran terjadi. Contoh yang |30 Page baik untuk bara api adalah batu bara. Warna dari b ara api pada permukaan benda berhubungan dengan temperaturnya. Beberapa warna yang terlihat dan tempe -raturnya ditampilkan seperti di tabel 1. SEGITIGA API Dari bahasan sebelumnya kita telah tahu bahwa pembakaran/api adalah suatu reaksi oksidasi, jadi harus ada oksidator/pengoksidasi dan reduktor/ pereduksi/bahan yang dioksidasi.Dari sini kita telah men-dapatkan dua komponen peristiwa/reaksi pembakaran/api, yaitu oksidator yaitu oksigen dan reduktor di sini adalah bahan bakar. Lalu selain itu apa lagi? Dalam kehidupan sehari-hari kita mengetahui bahwa suatu benda yang dapat terbakar (bahan bakar) dalam kondisi normal tidaklah terbakar, baru apabila kita panaskan untuk beerapa lama dia akan dapat terbakar. Ini juga berarti kita telah mendapatkan satu lagi komponen pembakaran/api, dari apa yang sudah umum kita ketahui. OKSIGEN Pada sisi pertama dari segitiga adalah oksigen.Oksigen adalah gas yang tidak dapat terbakar (nonflam-meable gas) dan juga merupakan satu kebutuhan untuk kehidupan yang sangat mendasar.Di atas permukaan laut, atmosfir kita me-miliki oksigen dengan konsentrasi sekitar 21%.Sedang untuk ter -jadinya pembakaran/api oksigen dibutuhkan minimal 16%. Kembali lagi, oksigen itu sendiri tidak terbakar, ia hanya mendukung proses pembakaran. PANAS Sisi kedua adalah panas.Panas adalah suatu bentuk energi yang dibutuhkan untuk meningkatkan temperatur suatu benda/ bahan bakar sampai ketitik dimana jumlah uap bahan bakar tersebut tersedia dalam jumlah cukup untuk dapat terjadi penyalaan. a. Sumber-sumber Panas Sumber-sumber panas/energi panas sangatlah beragam, dapat disebutkan disini adalah: 1. Arus listrik 2. Kerja mekanik 3. Reaksi kimia 4. Reaksi nuklir 5. Radiasi matahari b. Cara-cara Perpindahan Panas Panas dapat berpindah dan dalam suatu kejadian kebakaran perpindahan pans ini a harus mendapat perhatian yang besar, karena apabila perpindahan panas tidak terkontrol akan dapat mengakibatkan kebakaran meluas dan atau mengakibatkan kebakaran lain. Perpindahan panas ini dapat terjadi dengan berbagai cara, yaitu: konduksi, konveki s dan radiasi; dan khusus dalam masalah kebakaran ada juga yang disnyulutan langsung. 1. Konduksi Konduksi adalah perpindahan panas yang terjadi secara molekuler, jadi panas berpindah di dalam suatu bahan penghantar (konduktor) dari satu titik ketitik lain yang memiliki temperatur lebih rendah. Sebagai gambaran adalah apabila kita memanaskan salah satu ujung sebuah tongkat besi maka lambat laun panas akan berpindah keujung lainnya, sedangkan tongkat tersebut tidak berubah bentuk.

2. Konveksi Konveksi adalah perpindahan panas yang berhubungan dengan bahan fluida atau bahan yang dapat mengalir dalam bentuk g atau cairan.Pada konveksi as panas berpindah dengan berpindahnya bahan penghantar, atau lebih tepat bahan pembawa panas tersebut. Sebagai gambaran adalah apabila terjadi kebakaran di lantai bawah sebuah bangunan bertingkat, maka panas akan dibawa oleh asap |31 Page atau gas hasil pembakaran yang panas ke lantai di atasnya. 3. Radiasi Perpindahan panas dengan cara radiasi tidak membutuhkan suatu bahan penghantar seperti pada dua perpindahan panas sebe -lumnya. Pada radiasi panas berpindah secara memancar, jadi panas dipa ncarkan segala arah dari suatu sumber panas.Sebagai contohnya adalah radiasi sinar matahari, yang kita semua tahu bahwa dari jarak yang jutaan kilometer melalui ruang kosong di antariksa panas matahari dapat sampai ke bumi. TETRAHEDRON API Pada perkembangan selanjutnya,ditemukan bahwa selain ketiga komponen seperti yang dimaksud dalam segitiga api ada lagi komponen keempat dalam proses pembakaran yang dibutuhkan oleh proses pembakaran untuk mendukung kesinambungannya dan juga untuk bertambah besar, yaitu rantai reaksi kimia antara bahan bakar dengan bahan pengoksidasi/oksidator. Seiring dengan menyalanya api, molekul bahan bakar juga berkurang berubah menjadi molekul yang lebih sederhana. Dengan berlanjutnya proses pembakaran, naiknya temperatur menyebabkan oksigen tambahan terserap ke area nyala api. Lebih banyak molekul bahan bakar akan terpecah, bergabung ke rantai reaksi, mencapai titik nyalanya, mulai menyala, menyebabkan naiknya temperatur, menyeap oksigen tambahan, dan melanjutkan rantai rea ksi. Proses rantai reaksi ini akan berlanjut sampai seluruh substansi/bahan yang terkait mencapai area yang lebih dingin dinyala api. Selama tersedia bahan bakar dan oksigen dalam jumlah yang cukup, dan selama temperatur mendukung,reaksi rantai akan mening katkan reaksi pembakaran. Sehingga dengan demikian segitiga api tadi dengan adanya faktor rantai reaksi kimia, yang juga termasuk komponen pembakaran, berubah menjadi satu bangun tiga dimensi segitiga piramida (tetrahedron). TAHAPAN KEBAKARAN DALAM RUANGAN Pada umumnya kebakaran dalam ruangan dengan terbagi dalam tiga tahapan. Masing masing tahapan memiliki ciri-ciri karaktersitik dan efeknya berhubungan dengan bahan yang terbakar yang berbeda-beda. Lama dari masing-masing tahapan bervariasi tergantung kead aan dari penyulutan, bahan bakar, dan ventilasi, akan tetapi secara keseluruhan tahapannya adalah kebakaran awal kebakaran bebas kebakaran menyurut. Letusan Gunung Api Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "ERUPSI". Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng.Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yan merupakan cairan g pijar (MAGMA). Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahan rekahan mendekati permukaan bumi. Bahaya Letusan Gunung Api di bagi menjadi dua berdasarkan waktu kejadiannya, yaitu 1. Bahaya Utama (Primer) a. Awan Panas b. Lontaran Material (pijar) c. Hujan Abu lebat d. Lava

e. Gas Racun f. Tsunami 2. Bahaya Ikutan (Sekunder) Bahaya ikutan letusan gunung api adalah bahaya yang terjadi setelah proses peletusan berlangsung. Bila suatu gunung api meletus akan terjadi penumpukan material dalam berbagai ukuran di puncak dan lereng bagian atas. Pada saat musim hujan tiba, sebagian |32 Page material tersebut akan terbawa oleh air hujan dan tercipta adonan lumpur turun ke lembah sebagai banjir bebatuan, banjir tersebut disebut lahar. Persiapan Dalam Menghadapi Letusan Gunung Berapi 1. Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi. 2. Membuat perencanaan penanganan bencana. 3. Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan. 4. Mempersiapkan kebutuhan dasar Jika Terjadi Letusan Gunung Berapi 1. Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar. 2. Ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan. 3. Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti:baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya. 4. Jangan memakai lensa kontak. 5. Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung 6. Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan. Setelah Terjadi Letusan Gunung Berapi 1. Jauhi wilayah yang terkena hujan abu 2. Bersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan. 3. Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin Penyebab Terjadinya Gempa Bumi 1. Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi 2. Aktivitas sesar di permukaan bumi 3. Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah 4. Aktivitas gunung api 5. Ledakan nuklir Tips Penanganan Jika Terjadi Gempa Bumi Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun anda berada. a. Di dalam rumah Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda.Masuklah kebawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda.Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal.Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran. b. Di sekolah Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiridekat gedung, tiang dan pohon. c. Di luar rumah

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

Lindungi kepada anda dan hi dari benda-benda berbahaya.Di daerah perkantoran atau n kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca -kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa. Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan.Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam. Page |33 Di dalam lift Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam ilft, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia. Di kereta api Berpeganganlah dengan erat pada tiang se hingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan. Di dalam mobil Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan -akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah.Ikuti instruksi dari radio mobil.Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci. Di gunung/pantai Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung.Menjauhlah langsung ke tempat aman.Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami.Jika anda merasakan getaran dan tan a-tanda d tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi. Beri pertolongan Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah -rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang -orang yang berada disekitar anda. Dengarkan informasi Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya.Untukmencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.

Tujuan dibentuknya saka wira kartika
Tujuan pembentukan Saka Wira Kartika adalah memberikan pengetahuan tentang pertahanan, keamanan dan juga bela negara kepada generasi muda, khususnya yang tergabung dalam Gerakan Pramuka.(gtc)

Fisik dan arti dari Lambang Saka Wira Kartika
A. Bentuk. Lambang Saka Wira Kartika berbentuk segilima beraturan, yaitu lima sisinya sama panjang B. Isi :

1. Lambang Eka Paksi. 2. 2 buah Tunas Kelapa Gerakan Pramuka. 3. 2 buah batang padi yang menguning. 4. Untaian pita bertuliskan Saka Wira Kartika.B. Isi. C. Warna dan arti. Page |34 1. Warna dasar Merah Putih melambangkan bendera kebangsaan Republik Indonesia. 2. Lambang Kartika Eka Paksi. Terdiri atas kata Eka berarti Bintang. Eka berarti satu, dan Paksi berarti burung. Di atas burung terdapat Bintang Emas yang melambangkan kemenangan yang gemilang. Di dada Burung terdapat warna Merah Putih dan yang melambangkan kesucian dan keberanian. Sehingga keseluruhan melambangkan keperkasaan tanpa tanding dalam menjujung tinggi cita-cita luhur bangsa Indonesia. 3. Tunas Kelapa Gerakan Pramuka. Melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna. Seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa. 4. 2 Tangkai padi yang menguning. Melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan. 5. Segilima, Melambangkan Dasar Negara Republik Indonesia, yakni Pancasila. 6. Garis tepi warna kuning, melambangkan jiwa Pramuka yang kesatria. 7. taian pita berwarna merah dengan tulisan Saka Wira Kartika berwarna hitam : a. Warna Pita merah melambangkan keberanian. b. Warna tulisan hitam melambangkan ketegasan. 8. Tulisan Saka Wira Kartika : a. Saka ( Satuan Karya Pramuka ) adalah wadah pendidikan guna menyakurkan minat, mengembangkan bakat, dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang Ilmu pengetahuan dan tehnologi. b. Wira adalah kesatria muda yang terampil, tangkas dan cerdas. c. Kartika adalah Bintang yang tinggi, melambangkan cita-cita yang tinggi dan berbudi luhur.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan_Karya_Pramuka#Saka_Wira_Kartika 2. http://scoutingmaarif.wordpress.com/sakasatuan -karya/saka-wira-kartika/ 3. http://sakawirakartikakayen.blogspot.com/ -pioneering.html 4. http://sakawirakartikacabangpati.blogspot.com/2010/08/krida 5. http://fkppm-buleleng.blogspot.com/2010/02/wira -kartika-buleleng-berlaga-di-korem.html My Link : http://romadhon-byar.blogspot.com/2011/07/makalah-saka-wira-kartika.html
Page |35

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->