HUBUNGAN PERKEMBANGAN EMOSI REMAJA DENGAN PAI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran kadang tidak selalu disukai oleh peserta didiknya, sehingga banyak tujuan Pembelajaran yang tidak tercapai. Ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman dari sang pendidik akan perkembangan emosi dan jiwa peserta didiknya, khususnya remaja. Sebab, dalam usia remaja perubahan emosi dan psikologis sangat pesat sekali. Tanpa adanya pemahaman terhadap perkembangan emosi jiwa remaja ini, sang pendidik kemungkinan besar akan mengulangi kesalahan dengan memberikan Pembelajaran yang tidak sesuai dengan kondisi perubahan yang ada pada diri remaja. Kalau kita melihat pada hakekat Pendidikan yang merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupan, dan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia. Tanpa pendidikan, maka diyakini bahwa manusia sekarang tidak berbeda dengan generasi manusia masa lampau, yang dibandingkan dengan manusia sekarang, telah sangat tertinggal baik kualitas kehidupan maupun proses-proses pemberdayaannya. Secara ekstrim bahkan dapat dikatakan, bahwa maju mundurnya atau baik buruknya peradaban suatu masyarakat, suatu bangsa, akan ditentukan oleh bagaimana pendidikan yang dijalani oleh masyarakat bangsa tersebut. Disinilah pendidik dituntut untk mampu membawa peserta didik dapat mencapai peradaban tertinggi, dengan menerapkan proses pendidikan yang sesuai dengan kondisi kejiwaan peserta didik. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas tentang perkembangan emosi remaja dan hubungannya dengan pendidikan agama islam.

B. Pokok Bahasan 1. Bagaimana Perkembangan emosi remaja? 2. Bagaimana Pendidikan agama remaja? 3. Bagaimana Pengembangan Potensi remaja?

BAB II PEMBAHASAN

1. Emosi Remaja Zaman remaja yang dikenali sebagai zaman ‘storm and stress’ amat sukar dipahami oleh orang dewasa. Ketidakpahaman inilah sering timbul konflik antara golongan remaja dengan orang dewasa khususnya ibu bapak dan guru-guru. Dalam pembagian tahap perkembangan manusia, maka masa remaja menduduki tahap progresif.
1

Apabila timbul konflik antara ibu bapak, golongan remaja sering bertingkah laku yang bertentangan dengan kehendak ibu bapak dan orang dewasa karena mereka menganggap orang dewasa tidak memahami jiwa mereka. Memahami emosi remaja pada hari ini satu keperluan kepada orang dewasa ketika mendidik golongan remaja. Hendaknya guru agama memahami keadaan anak yang sedang mengalami kegoncangan perasaan akibat pertumbuhan yang berjalan sangat cepat itu dengan segala keinginan, dorongan dan ketidakstabilan kepercayaan itu. Dengan pengertian itu guru agama dapat memilihkan cara penyajian agama yang tepat bagi mereka, sehingga kegoncangan perasaan dapat teratasi. Mereka terlebih dulu perlu memahami
2

emosi remaja supaya proses pendidikan yang dilakukan bersesuaian dengan jiwa golongan ini. Dengan itu, proses pendidikan memberi kesan mendalam kepada jiwa mereka. Emosi adalah sesuatu yang kompleks dalam diri manusia. Ia membabitkan tindak balas tubuh badan seperti pernafasan, denyutan dan lain-lain. Dalam Kamus Psikologi yaitu Mu’jam Ilm al-Nafs, mentakrifkan emosi sebagai infi’al yaitu keadaan dalaman yang menunjukkan pengalaman dan perbuatan didzahirkan dalam suatu peristiwa yang berlaku seperti perasaan takut, marah, kecewa, gembira, suka dan duka. Dalam Encyclopedia of Social Psychology, mentakrifkan emosi sebagai hasil

Perkembangan emosi remaja pada peringkat awal terutama pada zaman kanak-kanak banyak dipengaruhi melalui pelaziman dan cara peniruan. Antara ciri emosi remaja ialah romantik. kanak-kanak meniru tingkah laku emosi yang diperhatikannya pada orang lain dan memberikan gerak balas terhadap perkara berkenaan dengan cara yang tidak dapat dibuatnya dulu. emosi berkembang dengan pesat hasil daripada kematangan dan pembelajaran. Penulisan diary peribadi adalah ciri yang menunjukkan pengasingan diri dan . Perasaan romantis remaja mempunyai pengaruh mendalam kepada hidup mereka. Jika ibu bapak berkelakuan buruk. Ibu bapak adalah orang pertama yang menjadi contoh kepada anak-anak remaja. emosi remaja pada zaman kanak-kanak berkembang mengikut proses pelaziman dan peniruan. mudah keliru dan mudah marah atau memberontak. Ketika usia remaja pula. Kanak-kanak menggunakan daya imaginasi dalam membayangkan sesuatu mengikut yang telah dilazimkan. mempunyai watak.tindak balas kepada sesuatu kejadian atau peristiwa termasuk tindak balas psikologikal. Oleh kerana itu. Menurut Dr Rohaty Majzub. Pada zaman remaja adalah puncak wujudnya perasaan cinta romantis. Itulah sebabnya bentuk pernyataan emosi pada zaman remaja banyak bergantung kepada apa yang dipelajarinya daripada masyarakat sekeliling. Cara pelaziman berlaku dengan mudah dan cepat pada masa beberapa tahun permulaan hidup mereka. Remaja yang mempunyai ciri-ciri romantik adalah remaja yang mengalami tarikan heteroseksual (tarikan antara remaja yang berlainan kelamin) melalui pendampingan mereka dengan remaja lain. bertindak keras dan menganiaya anakanak. sahsiah atau ciri-ciri yang memikat hati remaja. Cara peniruan pula. Perasaan romantis ini mendorong remaja menulis dalam diary peribadi. perasaan romantis membawa pengertian bahwa mereka menganggap dan menggambarkan individu yang dicintai itulah yang paling ideal. tindak balas tingkah laku. tindak balas kognitif dan perasaan dialami sama ada menggembirakan atau tidak. emosi dan tingkah lakunya akan turut menyeleweng karena sejak kecil jiwa mereka ditanam dengan bibit kerusakan.

Dalam keadaan begini kadang-kadang mereka mudah keliru dengan peranan dan tanggungjawab mereka. Ketika ini juga berlaku perubahan dalam hubungan mereka dengan keluarga. Pendidik perlu memahami bahwa remaja yang dalam proses perkembangan dan perubahan boleh menimbulkan pelbagai masalah emosi karena mereka sedang berhadapan dengan proses penyesuaian diri antara zaman kanak-kanak dengan alam dewasa. karena remaja menganggap pembelajaran di sekolah mengganggu jiwa remajanya karena di sekolah terdapat banyak peraturan dan ruang kritikan seperti guru. Seseorang remaja mempunyai kehendak yang harus diterima keluarga. ideologi dan kawan-kawan. emosi dan personality berlaku dengan pesat dan mereka harus memahaminya dengan teliti. Zaman remaja yang dikatakan sebagai ‘storm and stress’ mudah menyebabkan remaja memberontak dan marah terhadap seseorang atau sesuatu perkara. Itulah sebabnya golongan remaja mudah bertukar pendirian.keupayaannya untuk menguraikan mengenai dirinya di samping keinginannya untuk lari daripada gelisah melanda dirinya. Remaja mudah menunjukkan emosi memberontak dan marahnya dengan tindakan agresif seperti mendurhaka kepada keluarga. Mereka mendurhaka kepada keluarga sebagai percobaan untuk bebas daripada sifat kekanak-kanakan dan untuk mencapai kemerdekaan jiwa. remaja juga mempunyai emosi yang mudah marah. rekannya dan masyarakat sekeliling. Remaja akan mencatatkan peristiwa harian terutama bagi menggambarkan perasaannya sama ada perasaan cinta. . Harapan yang baik dan tanggungjawab mula dikenakan kepada mereka. pendapat. Ketika zaman remaja. kecewa dan gembira. apabila mereka rasa tidak selera dengan undangundang dan mencoba untuk hidup bebas. lari dari rumah dan ingkar dengan peraturan sekolah. Selain itu. kerja sekolah dan disiplin. Jiwa ingin lari dari rumah pula. Tindakan ingkar dari peraturan sekolah pula. rekan sebaya dan masyarakat sekeliling. perubahan fisikal.

seorang pengkaji masalah remaja berkata. lalu menunjukkan gangguan psikologi pada dirinya. sukar membuat keputusan. kerisauan. . Masalah yang berkaitan dengan emosi remaja disebut juga sebagai masalah personal psikologi (Hassan Langgulung. Untuk melaksanakan pendekatan psikologi pendidikan. perkara yang menyebabkan masalah emosi remaja adalah disebabkan oleh perubahan jasmani.1977). Tetapi bagi sesetengah remaja pula. Masalah personal psikologi ialah perkara yang berkaitan peribadi dan masalah psikologi remaja itu sendiri seperti personaliti. Remaja amat memerlukan sokongan dan pemahaman daripada orang dewasa ketika mereka mengharungi zaman yang penuh dengan cabaran ini. mereka berjaya menerima perubahan itu sekali pun kadang kala pahit baginya. kebimbangan. penpendidikan dapat menyelami emosi dan jiwa remaja serta dapat menggunakan pendekatan sesuai dengan minat dan kecenderungan mereka. amat memerlukan pendekatan pendidikan teladan dalam proses memberi bimbingan kepada golongan ini. Dengan pemahaman ini. perubahan emosi. tidak berupaya menyesuai atau menerima dengan mudah perubahan itu. mereka mudah mengalami gangguan emosi dan menimbulkan masalah emosi yang boleh memberi kesan tidak baik kepada perkembangan psikologi remaja. keadaan masyarakat dan keadaan ekonomi yang melingkungi remaja serta perlakuan orang tua yang kaku dan bertentangan dengan remaja. terlebih dulu penpendidikan perlu memahami psikologi remaja. Zaman remaja yang penuh dengan tekanan dan kecemasan emosi. keyakinan dan tekanan. Dr Zakiah Daradjat. Ketika ini. sukar melupakan kesilapan lalu dan gagal dalam beberapa perkara dilakukan. Pendidik perlu menggunakan pendekatan psikologi pendidikan. Masalah personaliti seperti mudah hilang sabar. takut membuat kesilapan. terutama perubahan hormon seks.Bagi remaja yang bersedia dengan kehadiran masalah dan sanggup menerimanya dengan hati terbuka. Sekiranya mereka tidak mendapat sokongan daripada orang dewasa. perubahan dari aspek emosi agak pesat.

disiplin. Sejalan dengan pencapaian tujuan pendidikan. keterampilan gerakan dasar. namun implementasinya dalam pendidikan kita masih rendah. terprogram dan berkesinambungan membantu peserta didik mengembangkan kemampuannya secara optimal. dan internalisasi. Empat pilar pendidikan yang dijadikan fondasi pendidikan pada era informasi dan jaringan global ini dalam meraih dan merebut pasar internasional. kebutuhan rasa aman. Aspek afektif berkenaan dengan sifat yang terdiri dari lima aspek yakni: penerimaan. gerakan keterampilan kompleks. jawaban atau reaksi. cakap. Bangsa kita sebenarnya telah memiliki pilar pendidikan yang sangat 3 fundamental. Ing Madyo Mbangun Karso. Tut Wuri Handayani. Oleh karena itulah kebutuhan dasar siswa harus terpenuhi lebih dahulu. Aspek kognitif yang berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantoro. organisasi. baik aspek kognitif. Ing Ngarso Sun Tulodho. jujur. Keempat pilar tersebut adalah : . kebutuhan akan rasa kasih sayang. manusia yang kreatif. penilaian. Aspek psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak yang terdiri dari enam aspek. aplikasi.2. yakni pengetahuan atau ingatan. aspek afektif maupun aspek psikomotorik. sintesis dan evaluasi. analisis. yakni beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. keharmonisan atau ketepatan. Pendidikan agama remaja Pendidikan merupakan usaha sadar yang terencana. yaitu: gerakan refleks. pemahaman. Untuk mewujudkan manusia yang unggul perlu diberikan landasan pendidikan yang kokoh. kemampuan perseptual. bertanggung jawab dan memiliki solidaritas sosial yang tinggi. dan kebutuhan akan harga diri. yaitu: kebutuhan fisiologis. terampil. dapat dipercaya. perlu diupayakan suatu sistem pendidikan yang mampu membentuk kepribadian dan ketrampilan peserta didik yang unggul. dan gerakan ekspresif dan interpretatif.

Learning to Do (Belajar untuk melakukan) Proses pembelajaran dengan penekanan agar peserta didik menghayati proses belajar dengan melakukan sesuatu yang bermakna ‘’Active Learning‘’. serta memecahkan masalah secara kreatif (creative problem solving skill). Problem solving approach. adaptable. Belajar peserta didik dengan berpikir kreatif. Beberapa bentuk Active Learning . Peserta didik memperoleh kesempatan belajar dan berlatih untuk dapat menguasai dan memiliki standar kompetensi dasar yang dipersyaratkan dalam dirinya. 2). value added dan siap memakai bukan siap pakai. Menurut John Dewey bahwa pembelajaran yang dapat dilakukan dengan: 1). “bagaimana” mendapatkan Ilmu pengetahuan. 2. Sebab. diperlukan pemahaman yang jelas tentang “apa” yang perlu diketahui. “untuk apa” dan “siapa” yang akan menggunaka ilmu pengetahuan itu. 4).1. Bimbingan sebagai bagian dari mengajar. Kegiatan Active learning dilakukan dengan kegiatan mandiri. peserta didik membaca sendiri bahan yang akan dibahas di kelas. salah satu ukuran luar yang dapat dipakai untuk melihat sejauh mana tingkat kemjuan diskursus suatu disiplin ilmu adalah dengan melihat upaya-uapay dan hasil diskursus mengenai disiplin tersebut. Program sekolah yang harus terpadu dengan kehidupan masyarakat. 5). mengolah dan informasi dan mengambil keputusan (information processing and decision making skill). Untuk mengkondisikan masyarakat belajar yang efektif dewasa ini. “mengapa’ ilmu pengetahuan perlu diketahui. peserta didik akan dapat memahami dan menghayati bagaimana suatu pengetahuan dapat diperoleh dari fenomena yang terdapat dalam lingkungannya. 4 . 3). dan 6). Belajar untuk tahu diarahkan pada peserta didik agar mereka memiliki pengetahuan fleksibel. Proses pembelajaran yang dilakukan menggali dan menemukan informasi (information searching and exploring). Learning to Know (belajar untuk tahu) Pada proses pembelajaran melalui penerapan paradigma ini. Keterampilan proses. Pendekatan inkuiri.

Banyak pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam melatih kemandirian peserta didik. Belajar mandiri harus didorong melalui penumbuhan motivasi diri. keyakinan politik. Meskipun guru dapat memberikan situasi masalah. Keefektifan proses . memeriksa dan berusaha menemukan sendiri hal-hal yang dipelajari. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. keterampilan proses. 4. Keefektifan proses pembelajaran merupakan pencerminan dalam mencapai tujuan pembelajaran tepat yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. dan agama yang melandasi hubungan antar manusia. Learning To Live Together (Belajar untuk Hidup Bersama) Proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik menghayati hubungan antar manusia secara intensif dan terus menerus untuk menghindarkan pertentangan ras/etnis. discovery. dan kepentingan ekonomi. suku. Sikap percaya diri akan lahir dari pemahaman dan pengenalan diri secara tepat. Para peserta didik mulai berpikir berdasarkan kemampuan dan pengalamannya masing-masing secara logis. namun dalam penerapannya.3. inquiry. problem soving. peserta didik mencari. Learning to be (Belajar untuk menjadi diri sendiri) Proses pembelajaran yang memungkinkan lahirnya manusia terdidik dengan sikap mandiri. dan sebagainya Pendekatan pembelajaran tersebut mengutamakan keterlibatan peserta didik secara efektif. agama. Kemandirian belajar merupakan kunci terbentuknya rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri untuk berkembang secara mandiri. misalnya. kooperatif. menanyakan. Peningkatan pendidikan nilai kemanusiaan. moral. peserta didik dibantu dalam melakukan peran sebagai pengamat yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi. Pendekatan-pendektan pembelajaran ini pada dasarnya suatu proses sosial. pendekatan sinektik. Untuk mewujudkan makna pendidikan dan fondasi pembelajaran yang terintegrasikannya nilai-nilai kemanusiaan dalam kepribadian dan perilaku selama proses pembelajaran diperlukan proses pembelajaran yang efektif.

peserta didik. kecakapan akademik (academic skill). perlu dilakukan pembiasaan dan pengkondisian anak dalam berpikir secara kritis. kecakapan mengenali diri sendiri (self awareness) dan kecakapan berpikir rasional (thinking skill). fasilitas dan pembelajaran itu sendiri.pembelajaran berkenaan dengan jalan. baik kecakapan personal (personal skill) yang mencakup. situasi. maupun kecakapan vokasional (vocational skill). Sekolah tidak hanya berkewajiban untuk memelihara nilai-nilai masyarakat. memilih cara . Untuk dapat mengembangkan. sangat perlu adanya pengertian dan pemahaman para pendidik terhadap remaja. Salah satu startegi pembelajaran yang memberikan perhatian pengembangan potensi peserta didik adalah strategi keterampilan proses (proses pemecahan masalah). proses pembelajaran akan berlangsung lebih efektif sehingga hasil pembelajaran akan lebih baik dan mantap. strategis dan taktis dalam proses pembelajaran. Peserta didik dilatih memahami. namun juga harus memberikan keaktifan kepada peserta didik dan secara kritis dalam menghadapi masalah-masalah sosial. Pengembangan Potensi remaja Pengembangan potensi peserta didik merupakan proses yang disengaja dan sistematis dalam membiasakan/mengkondisikan peserta didik agar memiliki kecakapan dan keterampilan hidup. Kecakapan dan keterampilan yang 5 dimaksud berarti luas. tepat dan cepat (Nana Sudjana. dan harus mengadakan usaha pemecahan masalah. Terkait dengan proses melatih ini. 3. upaya. Salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan pembelajaran antara lain kemampuan guru dalam menggunakan strategi. Dengan menerapkan metode yang tepat. 1996 : 52). Kegiatan pendidikan pada tahap melatih lebih mengarah pada konsep pengembangan kemampuan motorik peserta didik. merumuskan. teknik dan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. kecakapan sosial (social skill). sebelum ataupun bersamaan dengan usaha kongkrit dilakukan. Penerapan strategi pembelajaran dipengaruhi oleh faktor tujuan.

Pemerintah hendaknya berperan sebagai katalisator. kebutuhan stakeholders. 3. kebutuhan pasar dan tuntutan teman saing. pranata-pranata kemasyarakatan. lembaga-lembaga pendidikan yang ada. diperlukan strategi pengembangan pendidikan. 5. Memperkuat kolaborasi dan jaringan kemitraan dengan berbagai pihak. perusahaan/industri. 4. Berangkat dari kondisi tersebut. menuju proses pemberdayaan seluruh unsur dalam sistem pembelajaran. Menciptakan soft image pada masyarakat sebagai masyarakat yang gemar belajar. 6. . 2. Pemanfaatan sumber luar (out sourcing).pemecahan dan memahami proses pemecahan “masalah”. Untuk membekali terjadinya pergeseran orientasi pendidikan di era global dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul. baik dari instansi pemerintah mapun non pemerintah. yaitu fokus pendidikan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat. memanfaatkan berbagai potensi sumber daya (belajar) yang ada. maka budaya instant dalam pembelajaran yang selama ini dibudayakan harus ditinggalkan. bahkan baik dari lembaga di dalam negeri maupun dari luar negeri. fasilitator dan pemberdaya masyarakat. dan lembaga lain yang sangat peduli pada pendidikan. Mengedepankan model perencanaan pendidikan (partisipatif) yang berdasarkan pada need assessment dan karakteristik masyarakat. antara lain: 1. Penguatan fokus pendidikan. sebagai masyarakat belajar seumur hidup.

maka moral remaja akan menjadi baik dan tidak menyimpang. Mereka telah dibanjiri informasi berbagai informasi. sehingga remaja menjadi terombang ambing antara berbagai gejolak emosi yang saling bertentangan. yang biasa disebut sceme. Faktor penting dalam hal itu adalah melalui penghayatan pendidikan agama Islam. Kemampuan intelektual mereka telah dirangsang sejak awal melalui berbagai macam sarana dan prasarana yang disiapkan di rumah dan di sekolah dengan berbagai media. yang satu sama lain bertentangan. serta konsep-konsep pengetahuan melalui media massa (televise. dan arah tujuan dalam berperilaku tersebut. Oarng yng mampu 6 mempersepsi diri dengan baik berarti mempunyai kesadaran diri yang baik pula. dan film) yang semuanya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan para remaja . Untuk sampai pada kesadaran yang tinggi akan potensi diri yang dimiliki dirinya perlu adanya proses self yang terbentuk melalui pengalaman-pengalaman untuk memproses informas yang masuk. Karena adanya penghayatan. MAKALAH PSIKOLOGI TENTANG EMOSIONAL REMAJA EMOSIONAL REMAJA BAB I PENDAHULUAN Masalah yang sering terjadi pada perkembangan intelektual dan emosional remaja adalah ketidak seimbangan antara keduanya. remaja ingin agar agama menyelesaikan kegoncangankegoncanganyang terjadi dalam diri mereka. pengertian-pengertian. video. radio. Maka mereka ingin mengembangkan agama untuk mengikuti perkembangan dan alur jiwanya yang sedang bertumbuh pesat. dengan penghayatan agama Islam sejak dini akan memberikan arahan yang positif bagi remaja sehingga akan dapat menjadi pengendali dalam menghadapi keinginan dan dorongan yang timbul dalam diri mereka.BAB III PENUTUP Peningkatan dan kesempurnaan dalam mengatasi kegoncangan dan berbagai macam perasaan.

Memperkuat semangat. menjadi parsial atau tidak utuh sebagaimana diisyaratkan oleh Pendidikan Umum bahwa pendidikan menyeimbangkan kemampuan kognitif. takut. anak didik disatu pihak intelektualnya cerdas. BAB II PEMBAHASAN 1. 2005:114). harapan-harapan dan putus asa. bangga dan rasa malu. 2. Pengertian Emosi Emosi adalah sebagai sesuatu suasana yang kompleks (a complex feeling state) dan getaran jiwa ( a strid up state ) yang menyertai atau munculnya sebelum dan sesudah terjadinya perilaku. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat dan semakin modern mempengaruhi dunia pendidikan yang cenderung mengutamakan aspek kognitif (kecerdasan intelektual). kultural dan menjadi penyebab dehumanisasi dan demoralisasi. Menurut James & Lange . susunan syaraf bekerja sangat keras yang menimbulkan sekresi kelenjar-kelenjar tertentu yang dapat mempertinggi pekerjaan otak. . afektif dan psikomotorik. marah. Sebagai pendidik mengetahui setiap aspek tersebut dan hal yang lain merupakan sesuatu yang terbaik sehingga perkembangan remaja sebagai peserta didik berjalan dengan normal dan mulus tanpa ada mengalami gangguan sedikitpun.” Jadi emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak. (Syamsudin. Dunia pendidikan tidak mengembangkan nilainilai afektif sebagai dasar pmbinaan kepribadian anak yang menjadi tolok ukur pertama dan utama dalam pelaksanaan pendidikan di Negara kita. cinta dan benci. Pengaruh Emosi Terhadap Perilaku dan Perubahan Fisik Dibawah ini adalah beberapa contoh tentang pengaruh emosi terhadap perilaku individu di antaranya sebagai berikut: a. 2002:149) emosi adalah “An emotion.sekarang. melainkan pendidikan lebih mengutamakan mengejar ilmu pengetahuan dari pada mendidik dan membina kepribadian dan akhlak mulia anak didik. misalnya apabila individu mengalami frustasi. kurang banyak dikaji dalam dunia pendidikan persekolahan. Hal ini bukan karena tidak disadari esensinya. sementara nilai-nilai afektif keimanan. maka hal itu menimbulkan emosi. Sedangkan menurut Lindsley bahwa emosi disebabkan oleh pekerjaan yang terlampau keras dari susunan syaraf terutama otak. perlu dicermati dan dipahami dengan baik. Sedangkan menurut Crow & crow (1958) (dalam Sunarto.gejala emosional para remaja seperti perasaan sayang. kemampuan skill cakap dan terampil. mengelola emosi dan akhlak mulia sebagaimana ditegaskan dalam Tujuan Pendidikan Nasional yaitu : untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa dan berakhlak mulia. Akibat nilai pendidikan parsial. is an affective experience that accompanies generalized inner adjustment and mental physiological stirred up states in the individual. apabila orang merasa senang atau puas atas hasil yang telah dicapai. bahwa emosi itu timbul karena pengaruh perubahan jasmaniah atau kegiatan individu. and that shows it self in his overt behavior. Misalnya menangis itu karena sedih. tidak menyeimbangkan kognitif dan afektif. di sisi lain potensi afeksi emosional tidak terbina terutama di kalangan remaja sehingga melahirkan erosi moral afektual. ketakwaan. tertawa itu karena gembira. Gejala.

Kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta menjadi sangat penting. sedangkan selama masa kanakkanak ia kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan-keadaan itu. amarah. sedih.b. Perbedaan yang terlihat terletak pada macam dan derajat rangsangan yang mengakibatkan emosinya. dan khususnya pola pengendalian yang dilakukan individu terhadap ungkapan emosi remaja. (2) peredaran darah: bertambah cepat bila marah. (10) komposisi darah: komposisi darah akan ikut berubah karena emosional yang menyebabkan kelenjar-kelenjar lebih aktif. gembira. dalam dirinya masih terdapat sifat kekanak-kanakanya. cemburu. (6) liur: mengering kalau takut atau tegang. (3) denyut jantung: bertambah cepat bila terkejut. Terganggu penyesuaian social. Karena alasan inilah sikap menentang mereka. (Sunarto. d. adanya perhatian terhadap lawan jenisnya. Remaja membutuhkan kasih sayang di rumah yang sama banyaknya dengan apa yang mereka alami pada tahun-tahun sebelumnya. (Yusuf. suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar. Kemampuan untuk menerima cinta sama pentingnya dengan kemampuan untuk memberinya. dan mempunyai sikap permusuhan besar . 2004 : 115) Sedangkan perubahan emosi terhadap perubahan fisik (jasmani) antara lain a : (1) reaksi elektris pada kulit: meningkat bila terpesona. Cinta/kasih sayang Faktor penting dalam kehidupan remaja adalah kapasitasnya untuk mencintai orang lain dan kebutuhannya untuk mendapatkan cinta dari orang lain. Namun benar juga bila sebagian besar remaja mengalami ketidak stabilan dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi dari usaha penyesuaian diri pada pola prilaku baru dan harapan sosial yang baru. (8) pencernaan: mencretmencret kalau tegang. Tidak semua remaja mengalami masa badai dan tekanan. Meningginya emosi terutama karena anak laki-laki dan perempuan berada dibawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi baru. mengolokolok mereka pada waktu pertama kali karena mencukur kumisnya. 2002 :213). Suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecilnya akan mempengarui sikapnya dikemudian hari. (Hurlock. Karakteristik Perkembangan Emosi Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode “badai dan tekanan”. e. a. apabila sedang mengalami ketegangan emosi dan bisa juga menimbulkan sikap gugup (nervous) dan gagap dalam berbicara. Para remaja yang berontak secara terang-terangan. Walaupun remaja bergerak ke dunia pergaulan yang lebih luas. takut dan cemas. Melemahkan semangat. Jenis emosi yang secara normal dialami adalah cinta/kasih sayang. menyalahkan mereka secara langsung. (4) pernapasan: bernapas panjang kalau kecewa. apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati. baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain. nakal. dan lain-lain. Pola emosi remaja adalah sama dengan pola emosi kanak-kanak. apabila timbul rasa kecewa karena kegagalan dan sebagai puncak dari keadaan ini ialah timbulnya rasa putus asa (frustasi) c. (7) bulu roma: berdiri kalau takut. Tidak ada remaja yang dapat hidup bahagia dan sehat tanpa mendapatkan cinta dari orang lain. merupakan tindakan yang kurang bijaksana. (5) pupil mata: membesar mata bila marah. (9) otot: ketegangan dan ketakutan menyebabkan otot menegang atau bergetar (tremor). walaupun kebutuhan-kebutuhan akan perasaan itu disembunyikan secara rapi. 2002:150) 3.

Pertimbangan penting lainnya ialah ketika individu mencapai masa remaja. prasangka. 4. Perasaan marah sengaja disembunyikan dan seringkali tampak dalam bentuk yang samar-samar. Selama masa remaja. Bahkan seni dari cinta mungkin dipakai sebagai alat kemarahan. 2002:152) Kebutuhan akan kasih sayang dapat diekspresikan jika seseorang mencari pengakuan dan kasih sayang dari orang lain. kegagalan dalam mencapai kepuasan kebutuhan kasih sayang merupakan penyebab utama dari gangguan emosional (Yusuf . Dalam beberapa hal. tetapi juga mempunyai sikap-sikap di mana ada sisa kemarahan dalam bentuk permusuhan yang meliputi kemarahan masa lalu. . Kemarahan mungkin berbalik pada dirinya sendiri. dia telah mengalami serangkaian perkembangan panjang yang mempengaruhi pasang surut berkenaan dengan rasa ketakutannya. sukses dan memperoleh keberhasilan yang lebih baik dari orang lain atau berasal dari terlepasnya energi emosional dari situasi yang menimbulkan kegelisahan dirinya. 3. tetapi banyak yang masih tetap ada. atau kecendrungan untuk merasa tersiksa. dia tidak hanya merupakan subjek kemarahan yang berkembang dan kemudian menjadi surut. Adanya kenyataan bahwa perasaan marah berhubungan dengan usaha manusia untuk memiliki dirinya dan menjadi dirinya sendiri. Sikap permusuhan tanpak dalam cara-cara yang bersifat pura-pura. 2. Dalam upaya memahami remaja. Rasa marah merupakan gejala yang penting diantara emosi-emosi yang memainkan peranan yang menonjolkan dalam perkembangan kepribadian. Kemarahan dan Permusuhan Sejak masa kanak-kanak. 2005:206) b. Perasaan bahagia ini dihayati secara berbeda-beda oleh setiap individu. Sikap permusuhan berbentuk dendam. 2002:154) d. Bahagia muncul karena remaja mampu menyesuaikan diri dengan baik pada suatu situasi. Kebutuhan akan kasih sayang dapat dipuaskan melalui hubungan yang akrab dengan yang lain. Ketakutan dan Kecemasan Menjelang anak mencapai remaja. (Sunarto. rasa marah telah dikaitkan dengan usaha remaja untuk mencapai dan memiliki kebebasan sebagai soerang pribadi yang mandiri. Rasa gembira akan dialami apabila segala sesuatunya berlangsung dengan baik dan para remaja akan mengalami kegembiraan jika ia diterima sebagai seorang sahabat atau bila ia jatuh cinta dan cintanya itu mandapat sambutan oleh yang dicintai. Beberapa rasa takut yang terdahulu telah teratasi. kesedihan. dan menjamin hubungan antara dirinya dan pihak lain yang berkuasa. teman dan orang dewasa lainnya. ada empat faktor yang sangat penting sehubungan dengan rasa marah.kemungkinan disebabkan oleh kurangnya rasa cinta dan dicintai yang tidak disadari. 1. Gembira dan bahagia Perasaan gembira dari remaja belum banyak diteliti. aspek ini merupakan yang sangat penting dan juga paling sulit dipahami. remaja bukannya menampakkan kemarahan langsung tetapi remaja lebih menunjukkan keinginan yang sangat besar. c. Perasaan gembira sedikit mendapat perhatian dari petugas peneliti dari pada perasaan marah dan takut atau tingkah problema lain yang memantulkan kesedihan. (Sunarto. baik orang tua. Kasih sayang akan sulit untuk dipuaskan pada suasana yang mobilitas tinggi. fungsi marah terutama untuk melindungi haknya untuk menjadi independent. Kasih sayang merupakan keadaan yang dimengerti secara mendalam dan diterima dengan sepenuh hati.

2002: 154). b) Karena bertambahnya kebebasan mereka. Ciri-ciri emosional remaja usia 15–18 tahun a) ‘Pemberontakan’ remaja merupakan pernyataan-pernyataan/ekspresi dari perubahan yang universal dari masa kanak-kanak ke dewasa. seperti terjadi bila seorang begitu takut sehingga ia tidak berani mencapai apa yang ada sekarang atau masa depan yang tidak menentu. seringkali berusaha untuk mengatasi ketakutan yang timbul dari persoalan kehidupan. yaitu usia 12–15 tahun dan usia 15–18 tahun Ciri-ciri emosional remaja usia 12-15 tahun : a) Pada usia ini seorang siswa/anak cenderung banyak murung dan tidak dapat diterka. 4.Banyak ketakutan-ketakutan baru muncul karena adanya kecemasan dan rasa berani yang bersamaan dengan perkembangan remaja itu sendiri. dengan berfungsinya sistem endokrin.com/kompas-cetak/htm) Biehler (1972) dalam (Sunarto. terutama bila hambatan tersebut muncul dari dirinya sendiri. e) Remaja terutama siswa-siswa SMP mulai mengamati orang tua dan guru-guru mereka secara lebih obyektif. d) Seorang remaja cenderung tidak toleran terhadap orang lain dan membenarkan pendapatnya sendiri yang disebabkan kurangnya rasa percaya diri. Reaksi emosional yang tidak muncul pada awal kehidupan tidak berarti tidak ada. reaksi tersebut mungkin akan muncul dikemudian hari. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi Sejumlah penelitian tentang emosi anak menunjukkan bahwa perkembangan emosi mereka bergantung kepada faktor kematangan dan faktor belajar (Hurlock. Kematangan dan belajar terjalin erat satu sama lainnya dalam mempengaruhi . banyak remaja yang mengalami konflik dengan orang tua mereka. 2002:155) membagi ciri-ciri emosional remaja menjadi dua rentang usia. (http://www. 2005:57) e. memencilkan diri.kompas. Dukacita merupakan perasaan galau atau depresi yang tidak terlalu berat. Tidak ada seorangpun yang menerjunkan dirinya dalam kehidupan dapat hidup tanpa rasa takut. Banyak di antara mereka terlalu tinggi menafsirkan kemampuan mereka sendiri dan merasa berpeluang besar untuk memasuki pekerjaan dan memegang jabatan tertentu. tetapi mengganggu individu. Keadaan ini terjadi bila kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berarti buat kita. c) Siswa pada usia ini seringkali melamun. c) Ledakan-ledakan kemarahan mungkin saja terjadi. Remaja seperti halnya anak-anak dan orang dewasa. b) Siswa mungkin bertingkah laku kasar untuk menutupi kekurangan dalam hal rasa percaya diri. Satu-satunya cara untuk menghindarkan diri dari rasa takut adalah menyerah terhadap rasa takut. Selanjutnya sikap apatis yang ditimbulkan oleh otoriter orang tua akan mengakibatkan anak menjadi pendiam. Rasa takut yang disebabkan otoriter orang tua akan menyebabkan anak tidak berkembang daya kreatifnya dan menjadi orang yang penakut. Konsekuensi frustasi dapat menimbulkan perasaan rendah diri. dan penggugup. memikirkan masa depan mereka. apatis. tak sanggunp bergaul dengan orang lain (Willis. Kalau dialami dalam waktu yang panjang dan berlebihan akan menyebabkan kerusakan fisik dan psikis yang cukup serius hingga depresi. Frustasi dan Dukacita Frustasi merupakan keadaan saat individu mengalami hambatan-hambatan dalam pemenuhan kebutuhannya.

dan sebagian lagi disebabkan oleh kondisi lingkungan. Keadaan emosi yang menyenangkan dan relaks berfungsi sebagai alat pembantu untuk mencerna. Ketegangan emosional yang cukup lama mungkin menyebabkan seseorang menjadi gagap. Perbedaan Individual Dalam Perkembangan Emosi Dengan meningkatnya usia anak. Dalam dialog tersebut mereka akan mengungkapkan keresahan. malu-malu merupakan akibat dari ketegangan emosi dan dapat muncul dengan hadirnya individu tertentu. Dengan demikian dialog antara orang tua dengan remaja sering terjadi. 2002:213). Metode belajar yang menunjang perkembangan emosi antara lain : a. Perbedaan itu sebagian disebabkan oleh keadaan fisik anak pada saat itu dan taraf kemampuan intelektualnya.2005:22) 6. Karena reaksi kita yang berbeda-beda terhadap setiap orang yang kita jumpai. Belajar dengan coba-coba b. ekspresi emosional mereka menjadi berbeda-beda. dan sebagainya. Belajar dengan cara meniru c. . 2002:158) 5. Anak yang sehat cenderung kurang emosional dibandingkan dengan anak yang kurang sehat. Sikap takut. cita-cita. cepatnya jantung berdetak. Hambatan-hambatan dalam berbicara tertentu telah ditemukan bahwa tidak disebabkan oleh kelainan dalam organ berbicara. sedangkan perasaan tidak enak menghambat pencernaan. sekalipun emosi itu berupa kegembiraan atau emosi yang menyenangkan lainnya. dan bersahabat amat mendukung pertumbuhan remaja menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap keluarga. Oleh sebab itu. terbatas pada aspek reaksi (Sunarto. sistem pencernaan mungkin berubah selama permunculan emosi. keinginan. derasnya aliran darah. Belajar dibawah bimbingan dan pengawasan. Jika demikian maka remaja akan mudah diajak untuk bekerja sama dalam rangka mengajukan dirinya dibidang pendidikan dan karir (Willis. Belajar dengan cara mempersamakan diri (learning by identification) d. Akhirnya jiwa remaja akan makin tenang. Adapun caranya adalah dengan membicarakan pelbagai masalah pribadinya dengan orang lain. tekanan batin. Keterbukaan. Suasana emosional yang penuh tekanan di dalam keluarga berdampak negatif terhadap perkembangan remaja. Hubungan Antara Emosi Dan Tingkah Laku Serta Pengaruh Emosi Terhadap Tingkah Laku Rasa takut dan marah dapat menyebabkan seorang gemetar. Sebaliknya suasana penuh kasih sayang. remaja harus belajar memperoleh gambaran tentang situasi yang dapat menimbulkan reaksi emosional. Belajar melalui pengkondisian e. mulut menjadi kering. ramah. emosi tersebut cenderung bertahan lebih lama daripada jika emosi itu diekspresikan secara lebih terbuka. semua emosi diekspresikan secara lebih lunak karena mereka telah mempelajari reaksi orang lain terhadap luapan emosi yang berlebihan. perasaan dan masalah pribadi dipengaruhi sebagian oleh rasa aman dalam hubungan sosial dan sebagian oleh tingkat kesukaannya pada “orang sasaran” (Hurlock. maka jika kita merespon dengan cara yang sangat khusus terhadap hadirnya individu tertentu akan merangsang timbulnya emosi tertentu.perkembangan emosi. Untuk mencapai kematangan emosi. Dalam ketakutan. Selain itu karena anak-anak mengekang sebagian ekspresi emosi mereka. Gangguan emosi dapat menjadi penyebab kesulitan berbicara.

Tetapi sebaliknya. sedangkan rasa iri lebih umum umum terdapat di kalangan keluarga kecil. sedih atau gembira adalah hal yang wajar yang tentunya sering dialami remaja meskipun tidak setiap saat. d. 7. remaja perlu pengendalian emosi. Mampu mengelola perasaan d. sesuai dengan situasinya. Pengungkapan emosi itu ada juga aturannya. Supaya bisa mengekspresikan emosi secara tepat. anak laki-laki lebih sering dan lebih kuat mengekspresikan emosi yang sesuai dengan jenis kelamin mereka. menerima. kesal. Dalam keseharian remaja juga harus berlatih untuk melakukan dialog dengan diri sendiri dalam menghadapi setiap masalah. Untuk dapat menanfsirkan yang obyektif. Belajar mengenali emosi dan menghindari dari penafsiran yang berlebihan terhadap situasi yang dapat menimbulkan respon emosional. atau marah) Kegagalan pengendalian emosi biasanya terjadi karena remaja kurang mau bersusah payah menilai sesuatu dengan kepala dingin. Kegagalan mengekspresikan emosi juga karena kurang mengenal perasaan dan emosi sendiri sehingga jadi “salah kaprah” dalam mengekspresikannya. Belajar mengenal. bersikap positif dan optimistis. dan mngekspresikan emosi positif (senang. serta dengan cara yang dapat diterima oleh lingkungan social. serta mampu mengembangkan harapan yang realistis. Belajar menghadapi situasi dengan sikap rasional b. Ditinjau kedudukannya sebagai anggota suatu kelompok keluarga. Akan tetapi. sayang. Bagaimana memberikan respon terhadap situasi tersebut dengan pikiran maupun emosi yang tidak berlebihan atau proporsional. c. mereka juga cenderung lebih mampu mengendalikan ekspresi emosi. Mampu mengemukakan perasaan dan dapat menilai kadar perasaan c. sedih. keterampilan mengelola emosi sangatlah perlu agar dalam proses kehidupan remaja bisa lebih sehat secara emosional. pengendalian emosi ini bukan merupakan upaya untuk menekan atau menghilangkan emosi melainkan: a. Remaja juga harus mampu menafsirkan isyaratisyarat social. Keterampilan mengelola emosi misalnya sebagai berikut: a. Bawaannya main perasaan. Remaja juga harus dapat memilih langkah-langkah yang tepat dalam setiap . Mampu mengendalikan diri sendiri e. dibandingkan dengan emosi takut. Mampu mengenali perasaan yang muncul b. dan kasih sayang yang dianggap lebih sesuai bagi perempuan. Misalnya marah bagi laki-laki. mengenali pengaruh sosial terhadap perilaku remaja dan melihat dampak perilaku remaja. Upaya Pengembangan dan Pengelolaan Emosi serta Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan Rasa marah. cemas. Rasa cemburu dan marah lebih umum terdapat di kalangan keluarga besar. anak-anak yang pandai bereaksi lebih emosional terhadap berbagai macam rangsangan dibandingkn dengan anak-anak yang kurang pandai. Artinya. Rasa cemburu dan ledakan marah juga lebih umum dan lebih kuat di kalangan anak pertama dibandingkan dengan anak yang lahir kemudian dalam keluarga yang sama. Mampu mengurangi stress. baik terhadap diri sendiri maupun masyarakat dimana remaja berada. atau bahagia dan negative (khawatir. coba tanya pendapat beberapa orang tentang situasi tersebut. Karena itu.Ditinjau kedudukannya sebagai anggota suatu kelompok.

2. Pemberian tugas-tugas yang dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab. Dalam diskusi kelas. ramah. Emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik. berpendirian keras. Cara yang paling strategis untuk ini adalah apabila para pendidik terutama para orang tua dan guru dapat menampilkan pribadi-pribadinya yang dapat merupakan objek identifikasi sebagai pribadi idola para remaja. memilih dan mengambil keputusan yang tepat akan sangat menunjang bagi pembinaan kepribadiannya. khususnya gurulah yang paling banyak mempunyai kesempatan berkomunikasi dan bergaul. Jika kemarahan siswa tidak juga reda. Sejumlah penelitian tentang emosi remaja menunjukkan bahwa perkembangan emosi mereka bergantung kepada faktor kematangan dan faktor belajar. marah. 4. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan.kompas. maka satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh guru adalah konsisten dalam pengelolaan kelas dan memperlakukan siswa seperti orang dewasa yang penuh tanggung jawab. Salah satu cara yang mendasar adalah dengan mendorong mereka untuk bersaing dengan diri sendiri. semua emosi diekspresikan secara lebih lunak karena mereka telah mempelajari reaksi orang lain terhadap luapan emosi yang berlebihan. . belajar menimbang. BAB III KESIMPULAN 1. dan bersahabat amat mendukung pertumbuhan remaja menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap keluarga. tekankan pentingnya memperhatikan pandangan orang lain dalam meningkatkan pandangan sendiri. Dalam kaitannya dengan emosi remaja awal yang cenderung banyak melamun dan sulit diterka. Emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak. guru dapat meminta bantuan kepada petugas bimbingan penyuluhan. cemas. misalnya dengan jalan tindakan yang bijaksana dan lemah lembut.com/kompas-cetak/htm). Jenis emosi yang secara normal dialami antara lain: cinta. Apabila ada ledakan kemarahan sebaiknya kita memperkecil ledakan emosi tersebut. takut. 6. sedih dan sebagainya. guru dapat melakukan beberapa upaya . Meskipun demikian. sekalipun emosi itu berupa kegembiraan atau emosi yang menyenangkan lainnya. 3. dan kaku yang suka mengintimidasi kelasnya sehingga tidak ada seseorang yang berani tidak sependapat dengannya. gembira. pendekatan dan pemecahan dari pendidikan merupakan salah satu jalan yang paling strategis. Suasana emosional yang penuh tekanan di dalam keluarga berdampak negatif terhadap perkembangan remaja. mengubah pokok pembicaraan. Kita hendaknya waspada terhadap siswa yang sangat ambisisus.penyelesaian masalah yang remaja hadapi dengan mempertimbangkan resiko yang akan terjadi (http://www. dan memulai aktivitas baru. Dengan meningkatnya usia anak. Sebaliknya suasana penuh kasih sayang. karena bagi sebagaian besar remaja bersekolah dengan para pendidikan. 5. Guru-guru dapat membantu mereka yang bertingkah laku kasar dengan jalan mencapai keberhasilan dalam pekerjaan sekolah sehingga mereka menjadi anak yang lebih tenang dan lebih mudah ditangani.

Cara yang paling strategis untuk ini adalah apabila para pendidik terutama para orang tua dan guru dapat menampilkan pribadi-pribadinya yang dapat merupakan objek identifikasi sebagai pribadi idola para remaja. pengelolaan diskusi kelas yang baik. Perkembangan individu sangat dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan jika seorang individu mengalami pertumbuhan yang baik maka perkembangan akan baik pula. mencoba memahami remaja.dalam pengembangan emosi remaja misalnya: konsisten dalam pengelolaan kelas. Konsep pertumbuhan dan perkembangan berlangsung secara interpendensi saling bergantung satu sama lain. BAB I PENDAHULUAN A. belajar menimbang. dan membantu siswa untuk berprestasi. Pernyataan ini berbanding lurus . Tidak bisa dipisahkan tetapi bisa dibedakan untuk memperjelas penggunaannya (Sunarto. perkembangan seseorang berlangsung sejak dilahirkan sampai dengan mati. Kualitatif atau psikologis bertambah perkembangan intelektual dan bahasa (Siti Rahayu). Manusia disebut matang jika fisik dan psikisnya telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan sampai pada tingkat tertentu (Langeveld). mendorong anak bersaing dengan diri sendiri. Pertumbuhan dan perkembangan dicakup dalam kematangan. 1999). Memiliki arti kuantitatif atau segi jasmani bertambah besar bagian-bagian tubuh. 7.tugas yang dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab. memilih dan mengambil keputusan yang tepat akan sangat menunjang bagi pembinaan kepribadiannya. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan. Pemberian tugas .

Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir.dengan H. Emosi merupakan perasaan tertentu yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. emosi. Fase perkembangan individu tidak terlepas dari proses pertumbuhan individu itu sendiri. 2 Fase perkembangan Biologis merupakan perubahan kualitatif terhadap struktur dan fungsi-fungsi fisiologis atau pembabakan berdasarkan keadaan atau proses pertumbuhan tertentu. bahasa. Perkembangan pribadi individu meliputi beberapa tahap atau periodisasi perkembangan. intelektual. Fase perkembangan dedaktis dapat dibedakan menurut dua sudut tujuan. 2009). sosial. yaitu dari sudut tujuan teknis umum penyelenggara pendidikan dan dari sudut tujuan teknis khusus perlakuan pendidikan. setiap individu selalu berinteraksi dengan lingkungan dan selalu memerlukan manusia lainnya. bahwa perkembangan diprasyarati oleh adanya pertumbuhan. Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan yang lain. Moralitas . oleh karena itu pertumbuhan sangatlah mendukung perkembangan seseorang (Diah Puji. Intelektual (kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situas baru atau lingkungan pada umumnya. perkembangan berdasarkan Didaktis. moral dan agama. Arifin tentang perkembangan. Fase perkembangan psikologis merupakan pribadi manusia dimulai sejak masa bayi hingga masa dewasa. Sosial. Aspek– aspek perkembangan individu meliputi fisik. perkembangan berdasarkan psikologis.M. antara lain perkembangan berdasarkan analisis Biologis.

Lebih spesifik lagi lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan sosial teman sebaya atau teman dalam pergaulan. 1976. 1996). dalam Pikunas. Faktor utama yang menentukan daya tarik hubungan interpersonal diantara para remaja pada umumnya adalah adanya kesamaan dalam minat. Minggu 23 Nopember 2008). Nico adalah otak penjambretan yang berperan memilih calon mangsa sekaligus pelaksana perampasan tas para korban yang semuanya perempuan. Agama merupakan kepercayaan yang dianut oleh individu. Hereditas atau keturunan serta lingkungan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan. Masa remaja merupakan segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan individu. Ngaglik (Koran Surya. dalam mengembangkan rasa identitasnya. B.merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan. Untuk efisiensi waktu. nilainilai. Berdasarkan hal diatas maka penulis menganalisis dalam judul makalah “Analisis Perkembangan Peserta Didik Fase Remaja SMA”. Seperti pada kasus Nico Putra. Kaczman & Riva. Dampaknya remaja akan mengembangkan perilaku menyimpang (telinquent) melakukan kriminalitas atau menutup diri (mengisolasi diri) dari masyarakat karena tidak menduduki posisi yang harmonis dalam masyarakat. Maka remaja akan 3 kehilangan arah. maka penulis membatasi penulisan ini pada perkembangan peserta didik fase remaja SMA aspek moral. dan merupakan masa transisi yang dapat diarahkan kepada perkembangan masa dewasa yang sehat (Konopka. nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. pelajar SMU Swasta di Jl. pendapat dan sifat-sifat kepribadian. Apabila gagal dalam tugas perkembangannya. Adapun faktor yang berpengaruh terhadap kasus Nico Putra adalah faktor lingkungan. Rumusan Masalah Dalam penulisan makalah ini penulis ingin mengetahui : .

Bagaimanakah analisis kasus perkembangan peserta didik fase remaja SMA aspek moral? 3. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi perkembangan peserta didik fase remaja SMA aspek moral? . Bagaimanakah deskripsi perkembangan peserta didik fase remaja? 2.1.

efisien.perkembangan anak. terarah dan sesuai dengan perkembangan anak didik. Apakah bukti bahwa anak sebagai totalitas ? 3. Rumusan Masalah 1.Makalah Perkembangan Peserta Didik OPINI | 25 October 2010 | 17:31 1015 0 Nihil Di Susun Oleh : Eni Barokatur Rofi’ah K7110524 / 23 1A FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2010 PENDAHULUAN A. sebagai pendidik kita diharuskan mengetahui dan memahami perkembangan dan pertumbuhan peserta didik. B. Banyak para pendidik yang belum memahami perkembangan . Untuk mengembangkan potensi anak didik dan menciptakan generasi . Mengapa perkembangan disebut sebagai proses holistic ? . faktor dan konsep perkembangan anak didik kita akan mudah mengetahui system pembelajaran yang efektif. Dengan mengetahui proses. Latar Belakang Perkembangan dan pertumbuhan anak merupakan hal yang penting untuk kita pelajari dan kita pahami selaku calon pendidik. Dengan demikian.generasi masa depan yang berkualitas. Hal ini akan berakibat adanya ketidakseimbangan antara system pembelajaran dengan perkembangan anak yang akan menyulitkan anak didik mengikuti system pembelajaran yang ada. Apa perbedaan pengertian perkembangan dan pertumbuhan ? 2. maka diperlukan adanya pemahaman tentang perkembangan dan pertumbuhan anak didik. Sehingga masih ada pendidik yang menerapkan sistem pembelajaran tanpa melihat perkembangan anak didiknya.

lahir. Bagaimana penerapan faktor perkembangan dalam pembelajaran ? C. melainkan diartikan sebagai hasil dari usaha seseorang dalam mencapai keinginannya. ISI BAB 1 HAKIKAT PERKEMBANGAN ANAK DIDIK A. Perubahan ini bukan merupakan perkembangan. Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan Manusia hidup tidaklah secara permanen. faktor dan konsep perkembangan anak.4. Namun.ubah. agar para pendidik mengerti dan memahami proses. seperti membalikan badan. 7. belum memiliki kemampuan apapun kecuali menangis. anak ? Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan anak ? Apakah perbedaan kontinuitas dan diskontinuitas dalam perkembangan ? Apa perbedaan perkembangan biologis dan perceptual anak ? Apa perbedaan faktor hereditas dan faktor lingkungan dalam perkembangan 1. menjadi janin. dewasa. berdiri dan akhirnya bisa berjalan dan berlari. seseorang yang terbiasa bernyanyi dan mengolah vokal akan lebih mahir dibandingkan orang yang tidak terbiasa mengolah vokalnya. . antara lain : 1. bayi tersebut terus mengalami perubahan. Seiring berjalannya waktu. Mulai dari pembuahan. Saat bayi lahir. 1992 ). ( Bjorklund & Bjorkund. duduk. Perilaku dan keterampilannya juga semakin berkembang.beda. melainkan terus berubah . Misal.hal tertentu. 5. Tujuan Tujuan penulis membuat makalah ini. 6. Perubahan yang berakar pada unsur biologis. Perubahan dalam arti perkembangan mempunyai maksud dan arti yang berbeda . bayi. dan akhirnya mati. merangkak. Dengan cara berinteraksi secara terus menerus dengan lingkungan sekitar. hingga bayi tersebut mengalami perubahan fisik sampai menjadi lebih seimbang. perubahan yang dialami oleh setiap individu tidak selamanya dikatakan sebagai perkembangan. bayi akan lebih menyempurnakan diri. agar nantinya para pendidik mengetahui langkah apa yang harus dilakukan untuk menerapkan pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan perkembangan anak. Bayi tersebut mulai bisa melakukan hal .

dan seperti tidak ada individu yang lain. Misal. teratur. Perubahan struktur umumnya merujuk kepada perubahan fisik atau wujud jasadnya. Perubahan fungsi mengacu kepada perubahan psikis atau mental serta aktivitas yang ditimbulkan akibat dari perubahan fisik tersebut. Perkembangan tidak hanya mencakup evolusi. dan melibatkan unsur . 2.1996 ). 1992 ). pada usia sekitar 11 . 1. Tetapi juga meliputi proses penurunan dan perusakan. and like no other individuals “. pematangan dan penyempurnaan. 1992 ).unsur yang saling terpengaruh satu sama lain. Perkembangan meliputi perubahan struktur maupun fungsi ( fisik maupun psikis ). 1992. Sedangkan pertumbuhan terbatas pada perubahan yang bersifat evolusi atau perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju. Perubahan terjadi secara bertahap dalam suatu proses yang berkelanjutan dan dalam jangka waktu yang relatif lama. 1. 1992. Abin Syamsuddin Makmun. Santrock & Yussen. seperti semua individu yang lain. pengalaman belajar yang diperoleh seseorang juga bisa mempengaruhi proses perkembangan. (Bjorklund & Bjorkund. B. (Bjorklund & Bjorkund. ( Bjorklund & Bjorkund. bahkan juga dapat diketahui. 1992. 4. Santrock & Yussen ( 1992:7 ) menyatakan ” Each of us develops in certain ways like all other individuals. seperti beberapa individu yang lain.masing kita berkembang dalam cara . Perkembangan bersifat unik. terorganisasi dan dapat diprediksi atau dapat diperkirakan.12 bulan anak sudah bisa berjalan. Santrock & Yussen. like some other individuals. Anak Sebagai Suatu Totalitas . variasi individual dalam perkembangan anak juga bisa terjadi karena suatu proses perubahan yang kompleks.pola perkembangan yang dialami oleh setiap individu. tetapi juga mencakup involusi atau penurunan dan perusakan ke arah kematian. dapat kita simpulkan bahwa perkembangan merupakan perubahan individu baik fisik maupun psikis yang berlangsung sepanjang hayat dan terjadi secara teratur dan terpola. Dari beberapa penjelasan tersebut di atas. Perubahan ini juga tidak hanya meliputi proses pertumbuhan. Perubahan bersifat terpola.cara tertentu. Sedangkan pertumbuhan merupakan perubahan yang terbatas pada pola fisik yang dialami oleh individu. Selain kesamaan kesamaan umum dalam pola . baik ukuran maupun bentuknya. Perubahan berlangsung sepanjang hayat. Yang artinya. masing . 3.Namun.

konsep anak sebagai totalitas mempunyai arti bahwa terdapat keterkaitan antara aspek fisik dan psikis yang terdapat dalam dirinya dan secara terintegrasi saling terjalin dan memberi dukungan fungsional satu sama lain. Sebagai contoh. anak yang sedang semangat dan aktif melakukan sesuatu akan menjadi aktif pula mentalnya. kognitif dan psikososial. emosi dan kepribadian individu. . Sebagai contoh.perubahan kemampuan berfikir. Proses kognitif. melainkan secara keseluruhan.perubahan fisik individu yang bersifat alami. Perkembangan kognitif mengacu pada perubahan . mencakup perubahan . Segala aktivitas yang melibatkan fisik anak selalu mempengaruhi psikis anak. perkembangan identitas diri. melibatkan perubahan .perubahan dalam aspek perasaan. hormone. Perkembangan kognitif dan pengalaman belajar sangat berkaitan dan saling mempengaruhi. sedangkan orang dewasa lebih bersikap sosial dan empatik ( menempatkan dirinya pada posisi orang lain dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain ). anak yang sedang sakit bisa tidak berselera makan. Perkembangan Sebagai Proses Holistik Seluruh Aspek Perkembangan Perkembangan merupakan suatu proses yang melibatkan keseluruhan aspek yang saling keterkaitan satu dengan yang lain. sakit atau peristiwa .peristiwa lainnya. 1. melibatkan perubahan . Namun. kognitif dan psikososial saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. yaitu proses biologis. teman. serta terjadi dalam waktu yang relatif singkat. begitu juga sebaliknya. Proses biologis. sistem syaraf. Daya pikir anak juga masih terbatas pada hal . Perbedaan antara anak dan orang dewasa tidaklah terbatas pada fisiknya. keterampilan motorik. Sedangkan kemampuan belajar lebih cenderung mengacu pada perubahan . pola hubungan dengan anggota keluarga. Proses perkembangan individu dikelompokkan menjadi tiga. pertumbuhan otak. 1.perubahan dari hasil pengalaman atau peristiwa yang lebih khusus. guru dan yang lainnya. pertumbuhan anak lebih pesat dibandingkan orang dewasa. Anak cenderung lebih bersifat egosentrik ( sifat yang berpusat / berstandar pada diri sendiri ). 2. dengan keterkaitan tersebut. bukan karena kecelakaan.Sebagai subjek studi psikologi perkembangan.hal yang konkrit. Perkembangan kognitif anak akan menfasilitasi dan membatasi kemampuan belajar anak. berbahasa dan cara memperoleh pengetahuan dari lingkungan. Proses pertumbuhan biologis. C. perubahan penglihatan dan lain sebagainya.perubahan kemampuan berfikir. dan berbahasa serta terjadi dalam waktu yang relatif lama. anak yang sedang ketakutan bisa kesulitan untuk tidur. Proses psikososial. sedangkan orang dewasa sudah mampu berfikir secara abstrak dan universal. ada perbedaan diantara keduanya. anak yang mengalami gangguan pada otaknya. perkembangan seksual. begitu juga sebaliknya. Sebagai contoh. Misal.

Sedangkan para ahli yang menekankan pada pengalaman ( lingkugan ) berpendapat bahwa perkembangan itu terjadi secara berkesinambungan ( kontinuitas ) dari masa konsepsi dampai akhir hayat. Ada pula ahli yang mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak adalah faktor genetik dan faktor lingkungan pergaulan. bisa pula karena diperoleh dari lingkungan tempat ia tumbuh dan berkembang. Kematangan dan Pengalaman dalam Perkembangan Anak Kematangan merupakan fase perubahan yang dialami oleh individu karena pengaruh genetic dan berlangsung secara bertahab. perubahan . Dalam proses perkembangan yang kontinuitas. . terjadi perbaikan. . yang kemudian bisa mempengaruhi perkembangan psikososialnya.perubahannya relatife tiba . kecerdasan seseorang bisa merupakan warisan yang diturunkan dari orang tuanya. Para ahli yang mendukung pandangan diskontinuitas beranggapan bahwa perkembangan dipengaruhi oleh faktor . Proses perkembangan individu terjadi dalam tahap . penambahan dan atau penurunan sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan.faktor internal biologis.peristiwa yang dialami oleh individu dalam kehidupannya sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya.akan mengalami keterlambatan dalam berfikir. Para ahli berpendapat bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh genetik atau warisan biologis. menganggap bahwa perkembangan itu diskontinuitas atau tidak berkesinambungan. Sebagai contoh. Kontinuitas dan Diskontinuitas dalam Perkembangan Banyak para ahli yang memperdebatkan masalah perkembangan merupakan kontinuitas atau diskontinuitas. Para ahli yang berpandangan pada unsur kematangan.tiba dan terjadi perubahan atau peralihan secara tajam dari tahap yang satu ke tahap perkembangan selanjutnya. D. Para ahli lain mengatakan bahwa pengalaman lingkunganlah yang paling berperan dalam perkembangan anak. E.tahap yang berbeda. Pengalaman merupakan peristiwa .

perilaku sebelumnya. Sebaliknya. kepandaian.perilaku awal akan berpengaruh dan membentuk perilaku perilaku selanjutnya.perkembangan yang terjadi saling berkaitan.periode kecepatan yang berbeda. para ahli diskontinuitas berpendapat bahwa perkembangan yang terjadi muncul secara independent ( berdiri sendiri ) dari yang sebelumnya dan tidak dapat diprediksi dari perilaku . keterampilan dan atau pengetahuan baru pada suatu langkah yang relatif sama.Emde dan Harmon ( Vasta. 1. Pola . 1992 ) mengatakan bahwa persoalan kontinuitas dan diskontinuitas melibatkan dua komponen. 1. Haith & Miller. antara yang sedikit perubahannya dengan yang tajam dan cepat perubahannya. Perilaku . Keterkaitan Perkembangan Para ahli kontinuitas berpendapat bahwa perkembangan . kecakapan ).Pola Perkembangan Para ahli kontinuitas beranggapan bahwa perkembangan itu terjadi secara halus dan stabil melalui penambahan dan atau peningkatan yang bertahap dalam hal abilitas ( kemampuan. BAB 2 PERKEMBANGAN BIOLOGIS DAN . Sedangkan ahli diskontinuitas beranggapan bahwa perkembangan terjadi pada periode .

Seperti penglihatan. maka yang dominant itulah yang nantinya akan tertanam dalam diri individu tersebut. bahwa anak sebagai totalitas dan unsur biologis turut serta mempengaruhi perkembagan anak. 1. A. Faktor lingkungan sebagai kondisi atau pengalaman . Tergantung dari perlakuan orang tua kepada setiap anak .masing anak. pendengaran. Kedua pewarisan poligenik. Sedangkan perceptual anak menekankan pada aspek luar ( lingkungan ) yang merupakan hasil rangsangan alat indra.anaknya. Faktor hereditas yang bersifat alamiah dan diwariskan oleh orang tua. yakni apabila gen dari suatu pasangan bersifat dominant dan yang satu bersifat resesif. di dalam keluarga. Unsur biologis dan perseptual merupakan aspek yang cukup penting untuk diperhatikan dalam perkembangan anak. Manusia memiliki potensi untuk berkembang dan meningkatkan kehidupannya baik secara fisik maupun psikis. sedangkan kebanyakan ditentukan oleh interaksi dari banyak gen yang berbeda. setiap anak mempunyai karakter dan pengalaman yang berbeda .pasangan tunggal. Pertama gen . dalam satu sel terdapat banyak gen yang akhirnya menghasilkan karakteristik yang berbeda . dan perasaan ( sentuhan ). Ada dua faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan individu.PERSEPTUAL ANAK Seperti yang sudah dibahas pada bab sebelumnya. Sebenarnya.makhluk lainnya. Perkembangan biologis menekankan pada perkembangan fisiknya yang dipengaruhi oleh faktor hereditas atau faktor keturunan. B. Perkembangan Fisik dan Perseptual Anak Sekolah Dasar . penciuman. dan pergaulan dari masing . Karena aspek tersebut mempengaruhi perkembangan perilaku dan mental yang ada dalam diri anak. Hal ini menandakan bahwa faktor lingkungan juga turut mempengaruhi perkembangan individu. 1. Misal. Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk . Faktor Hereditas dan Lingkungan dalam Perkembangan Anak. Karena beberapa karakteristik psikologi merupakan hasil dari pasangan .beda. Pada faktor hereditas terdapat gen yang merupakan sifat bawaan yang nantinya akan ditularkan oleh satu generasi ke generasi berikutnya.pengalaman interaksional yang memungkinkan berlangsungnya proses perkembangan.gen dominant-resesif.beda.

1. menyajikan aktivitas yang bervariasi seperti eksperimen.anak dan orang dewasa mempunyai banyak perbedaan. Perkembangan fisik pada anak usia sekolah dasar perlu dipelajari dan dipahami oleh setiap guru. penciuman. tersusun secara fleksibel.alat indra yang kemudian disalurkan ke otak melalui syaraf sensorik. sehingga segala informasi yang ada di lingkungan dapat diterima dan diketahui oleh alat . Serta sebagai jembatan pertama untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. observasi secara langsung. Perseptual Anak Sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas bahwa perceptual anak menekankan pada aspek luar ( lingkungan ) sebagai hasil dari rangsangan alat indra. tidak monoton dan verbalistik. Tanpa alat indra. memperhatikan perbedaan individu. serta menggunakan berbagai media dan sumber belajar. Begitu pula dengan penajaman dan penghalusan perkembangan perceptual anak. tinggi badan. meskipun tidak sepesat pada masa usia dini.peristiwa yang ada di lingkungan ditangkap oleh alat .alat indra ( penglihatan. praktek. tingkah laku dan pola pikir. . Usia anak sekolah dasar berkisar antara 6 .aspek perseptualnya.unsure fisik dan atau aspek . pendengaran. Penyelenggaraan pembelajaran yang “hidup” dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan fisik anak sangatlah dibutuhkan untuk memfungsikan unsure . Penerapan Faktor Perkembangan dalam Pembelajaran Perkembangan fisik anak terus berlangsung pada masa usia sekolah dasar. C.12 tahun. Perkembangan Fisik Perkembangan fisik pada anak memiliki karakteristik yang berbeda baik sebelum maupun sesudah anak-anak. Sedangkan dari segi psikisnya misal. perasa/sentuhan ). sifat. permainan dan sejenisnya. baik dari segi fisik maupun psikisnya. otak kita akan terasa asing dengan keadaan lingkungan yang ada disekitar. 1.Masa usia sekolah merupakan masa dimana anak mulai memasuki dunia pendidikan formal. Sekolah Dasar merupakan pendidikan formal pertama yang berfungsi sebagai pembuka jalan bagi anak untuk mengembangkan potensi dan kemampuan anak serta memudahkan mereka dalam meraih mimpi yang mereka harapkan untuk masa depannya nanti. Semua keadaan dan peristiwa . proporsi dan bentuk tubuh. yakni sekolah. Cara pembelajaran yang diharapkan antara lain : bersifat langsung. Dilihat dari segi fisik misalnya berat badan. karena dipercaya bahwa segala aktivitas-aktivitas belajar dan aktivitas-aktivitas yang menyangkut mentalnya serta pembentukan kepribadian dipengaruhi oleh kondisi dan pertumbuhan fisik Anak .

Ada tiga proses perkembangan yang saling berkaitan satu sama lain.Cara ini tidak hanya akan memunculkan kegemaran dalam belajar. perubahan . dan sosial. maka kita akan mudah mencari solusinya. harus diketahui terlebih dahulu faktor . yaitu proses biologis. kognitif dan psikososial. aspek kognisi dan kreativitas. Perkembangan anak merupakan proses yang kontinuitas ( berkesinambungan ) dan diskontinuitas ( tidak berkesinambungan ). tetapi juga memberikan hal .faktor yang mempengaruhinya. 1. Keseluruhan aspek yang ada dalam diri anak saling berkaitan.hal yang positif. Misal. apakah faktor kematangan (genetik) atau faktor pengalaman (lingkungan). maksudnya perkembangan tidak hanya terjadi pada aspek tertentu. . Kesimpulan Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah : 1. Kedua faktor tersebut sangat penting untuk dipelajari dan dipahami untuk mengetahui proses perkembangan anak. Faktor kematangan dan faktor pengalaman merupakan hal yang utama dalam mempengaruhi perkembangan anak. BAB 3 PENUTUP A. 1. Apabila sudah diketahui faktor penyebabnya. fisik-perseptual. 1. Perbedaan perkembangan biologis dan perceptual anak. seorang anak yang mengalami keterlambatan dalam berjalan.perubahannya bersifat evolusi ( menuju ke arah yang lebih sempurna ). 1. Anak sebagai suatu totalitas. tetapi juga bersifat involusi ( penurunan dan perusakan menuju kematian ) Pertumbuhan merupakan perubahan individu yang terbatas pada perubahan fisiknya dan berlangsung sampai pada masa tertentu.perubahannya tidak hanya bersifat evolusi. Secara keseluruhan anak berbeda dengan orang dewasa. melainkan secara keseluruhan ( holistic ). Perbedaan perkembangan dan pertumbuhan Perkembangan merupakan perubahan individu baik fisik maupun psikisnya dan berlangsung sepanjang hayat. maksudnya bahwa anak sebagai suatu kesatuan dari seluruh aspek yang ada dalam dirinya. Perkembangan sebagai proses holistic. 1. perubahan .

dan sikap-sikap. PERMASALAHAN DAN UPAYA PENANGANAN MASALAH PENYESUAIAN DIRI PENDAHULUAN Makna akhir dari hasil pendidikan seseorang individu terletak pada sejumlah hal yang telah di pelajari dapat membantunya dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhankebutuhan hidupnya dan pada tuntutan masyarakat. dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau yang salah. Kondisi fisik. Ia aktif dengan tujuan dan aktivitas yang berkesinambungan. Ia berusaha untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan jasmaninya dan juga semua dorongan yang memberi peluang kepadanya untuk berfungsi sebagai anggota kelompoknya. Penyesuaian diri adalah suatu proses. Cara pembelajaran yang efektif yang diterapkan dalam sekolah akan berjalan lancar apabila didiringi dengan selalu memperhatikan perkembagan anak. Sedangkan perceptual anak menekankan pada aspek luar ( lingkungan ) yang merupakan hasil rangsangan alat indra. . Dengan pengalaman-pengalaman itu ia secara berkesinambungan dibentuk menjadi seorang pribadi seperti apa yang dia miliki sekarang dan menjadi seorang pribadi tertentu dimasa mendatang. Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri atau tidak mampu menyesuaikan diri.Perkembangan biologis menekankan pada perkembangan fisik yang dipengaruhi oleh faktor hereditas ( keturunan ). Dan salah satu cirri poko dari kepribadian yang sehat mentalnya ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis. kecakapan. Perbedaan faktor hereditas dan faktor lingkungan dalam perkembangan anak teretak pada sebab dan akibat yang disebabkan oleh kedua faktor tersebut. minat-minat. baik terhadap diri sendiri dan lingkungannya. 1. mental. Berdasarkan pengalamanpengalaman yang didapat di sekolah dan diluar sekolah ia memiliki sejumlah pengetahuan. Sejak lahir sampai meninggal seorang individu merupakan organism yang aktif. 1.

social. 4. dsb. Penyesuaian dapat diartikan atau dideskripsikan sebagai berikut: 1. dan emosional. suka menyendiri. tampak padanya ada kecendrungan yang besar untuk marah. Biasanya remaja berusaha untuk menentang kekuasaan orang tua dan pada gilirannya ia kan cenderung otoriter terhadap teman-temannya dan cenderung menentang otoritas yang ada baik di sekolah maupun dimasyarakat. Pengertian penyesuaian. moral. mempengaruhi. Perkembangan dan kematangan. penetuan diri. disamping kuran kepekaanterhjadsap penerimaan social dan kurang mampu menahan diri serta lebih gelisa dibandingkan dengan remaja yang hidup dalam rumah tangga yang wajar. 2. dan konflik.atau bisa survive dan memperoleh kesejahteraan jasmani dan rohani. 3. kesehatan. atau menimbulkan efek pada proses penyesuaian diri. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Penyesuaian Diri. mengalami masalah emosi. penyakit. Di antara persoalan terpentingnya yang dihadapi remaja dalam kehidupan sehari-hari dan yang menghambat penyesuaian diri yang sehat adalah hubungan remaja dengan orang dewasa terutama orang tua. Penentu-penentu itu dapat dikelompokan sebagai berikut: 1. Sikap orangtua yang otoriter. C. khususnya keluarga dan sekolah. khususnya kematangan intelektual. Tingkat penyesuaian diri dan pertumbuhan remaja sangat tergantung pada sikap orangtua dan suasana psikologi dan social dalam keluarga. karena penyesuaian tumbuh antara faktor-faktor ini dan tuntutan individu. Pemahaman tentang faktor-faktor ini dapat dan bagaimana fungsinya dalam penyesuaian merupakan syarat untuk memahami proses penyesuaian. Penentu berarti faktor yang mendukung. Penyesuaian dapat juga diartikan sebagai komprnitas. dapat mempertahan ekssistensinya. belajarnya.PEMBAHASAN A. Permasalahan-Permasalahan Penyesuaian Diri Remaja. Penentuan cultural termasuk agama. yang memaksakan kekuasaan dan otoritas kepada remaja juga akan menghambat proses penyesuaian diri remaja. Penentu penyesuaian diri identik dengan faktor-faktor yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bertahap. Penentuan psikologis. Permasalahn-permasalahan penyesusaian diri yang dihadapi remaja dapat berasal dari suasana psikologis keluaraga. Secara keseluruhan kepribadian mempunyai fungsi sebagai penentu primer terhadap penyesuaian diri. Kondisi lingkungan. susunan saraf. yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar atau prinsip dll. 2. Penyesuai berarti adaptasi. termasuk didalamnya keturunan. termasuk didalamnya pengalaman. Banyak penelitian membuktikan bahwa remaja yang hidup dalam rumah tangga yang retak. Terbukti pula bahwa kebanyakan anak-anak yang dikeluarkan dari sekolah karena tidak dapat . pengkondisian. Kondisi-kondisi fisik. konstitusi fisik. frustasi. dan dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan social. 5. kelenjar. dan system otot. B.

social . baik prestasi belajar. teman. Lingkungan sekolah mempunyai pengaruh yang besar terhadap petkembangan jiwa remaja. Usaha memahami anak didik secara menyeluruh. 7. dan mata pelajaran. seyogyianya kita tidak mendikte mereka agar memilih jenis sekolah tertentu sesuai keinginan kita. yakni adanya pertentangan antara belajar dan keinginan untuk ikut aktif dalam kegiatan sosial. dan sebagainya. Menggunakan kmetode dan alat mentgajar yang menimbulkan gairah belajar. dan sifat-sifat pribadinya. Jika kita mengharapkan remaja mempunyai penyesuaian diri yang baik. baik sekolah lanjutan pertama maupun sekolah lanjutan atas. berarti kehilangan teman lama dan terpaksa mencari teman baru. Persoalan-persoalan umum yang seringkali dihadapi remaja antaralain memilih sekolah. ketika pindah keskolah yang baru ia menjadi tidak dikenal dan tidak ada yang memperhatikan. dan sebagainya karena ia dipaksa oleh orangtuanya untuk masulk sekolah yang tidak ia sukai. 5. Menciptakan situasi sekolah yang dapat menimbulkan rasa “ betah” (at home) bagi anak-anak didik . fisik maupun akademis. Teladan ari para guru dalam segi pendidikan. 4. 3. D. baik secara social . suka membolos. Peraturan / tata tertib yamg jelas dan dapat dipahami oleh siswa. Tidak jarang terjadi anak tidak mau sekolah. maupun seluruh aspek pribadinya. 2.menyesuaikan diri adalah mereka yang datang dari rumah tangga yang pecah/ retak. Menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan bagi anak. Ruang kelas yang memenuhi syarat-syrat kesehatan. Banyak remaja yang mengalami kesulitan dalam mencari/ membentuk persahabatan dengan hubungan social yang baru. Di sini remaja dituntut untuk dapat lebih mamapu menyesuaikan diri dengan masyarakat yang baru. Menggunakan prosedur evaluasi yang dapat memperbesar motivasi belajar. perpindahan ketempat/ masyarakat baru. Dalam kaitannya dengan pendidikan ini. Penyesusaian diri remaja dengan kehidupan disekolah. yaitu sebagin rujukan dan tempat perlindunga jika anak didik mengalami masalah.guru. Sekolah selain mengemban fungsi pengajaran juga fungsfungsi pendidikan (transformasi norma). 6. bakat. Permasalahan penyesuaian diri di sekolah mungkin akan timbul ketika remaja mulai memasuki jenjang sekolah yang baru. 8. Mungkin remaja berhasil baik dalam hubungan di sekolah yang lama. Orangtua/ peendidik hendaknya mengarahkan pilihan sekolah sesuai dengan kemampuan. tidak mau belajar. Adapula masaalah yang yimbul dari teman remaja. kegiatan ekstra kurikuler. Implikasi Proses Penyesuaian Remaja Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan. . peranan sekolah pada hakikatnya tidak jauh dari peranan keluarga. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperlancar proeses penyesuaian diri remaja khususnya di sekolah adalah: 1. sehingga dia menjadi bagian dari masyarakat yang baru itu. Bagi siswa yang baru masuk sekolah lanjutan mungkin mengalami mkesulitan dalam membagi waktu belajar. Sebagai akibat antara laim adalah prestasi belajar menjadi menurun dibanding dengan prestasi disekolah sebelumnya. Mereka mungkin mengalami permasalahan penyesuaian diri dengan guru. Permasalahan lain yang mungkin timbul adalah penyesuaian diri yang berkaitan dengan kebiasaan belajar yang baik.

Proses penyesuaian diri dipengaruhi oleh beberapa faktor. 2. baik terhadap sendiri maupun terhadap lingkungannya. Penyesuaian diri adalah suatu proses.9. mempunyai ras humor. 11. maka anak-anak didik di sekolah itu yang berada dalam usia remaja akan cenderung brkurang kemugkinannya untuk menglami permasalahan-permasalahan penyesuaaian diri atau terlibat dalam masalah yang bisa menyebabkan perilaku yang menyimpang. Ramah (cheerful) dan optimistis. Jika para guru bersama dengan seluruh staf disekolah dapat melaksanakan tugasnya dengan baik . 12. Dan salah satu cirri pokok dari kepribadian yang sehat mentalnya ialah memiliki kemampuan untukmengadakan penyesuaian diri secaara haemonis. Selain itu permasalahan penyesuaian akan muncul bagi remaja yang sering pindah tempat tinggal. ia terpaksa pindah dari sekolah ke sekolah yang lain dan ia akan sangat tertinggal dalam pelajaran. Mengetahui dan mengakui kesalahan-kesalahan sendiri. Pelaksanaan program bimbingan dan penyuluhan yang sbaik-baiknya. dan teratur tindakannya . Kerja swama dan saling pengertian dari para guru dalam melaksanakan kegiatan pendidikan di sekolah. 3. pertumbuhan dan perkembangan memerlukan proses yang cukup unik. Memberi kezsempatan (alert). Menunjukan pengertian dan ras a simpati dalam bekerja dengan sisiwa-siswinya. 4. PENUTUP Kesimpulan. 7. tidak mudah kacau (terganggu ). Hubungan yang baik dan penuh pengertian antara sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat. yakni sebagi berikut (Ryans dalam Garrison. Senang kelakar. Manusia tidak dilahirkan dalam keadaaan telah mampu menyesuaikan diri. 1. 1956). Karena di skolah guru merupakan figur pendidik yang penting dan besar pengaruhnya terhadap penyesuaian siswa-siswinya. tingkatan perkembangan dan kematangan. dan kebudayaaan. lingkungan. Jujur dan opjektif dalam memperlakukan siswa. faktor psikologis. Remaja yang keluarganya sering pindah. tampak antusias dalam berminat dalam aktivitas siswa dalam kelas . Mampu mengontrol diri. 6. karena guru berbeda-beda dalam caranya mengajar sehingga membuat dia sangat suli dalam menyesuaikan diri. . Situasi kepemimpinan yang penuh saling pengertian dan tanggungjawab baik pada murid maupun pada guru. 10. 5. maka penyesuaian diri terhadap lingkungan hidup. Permasalahan-permasalahan penyesuaian diri yang dihadapi remaja dapat berasal dari suasana psikologis keluarga seperti keretakan keluarga. maka dituntut sifat –sifat guru yang efektif. yaitu : kondisi fisik.