Latar Belakang
Hipertiroid merupakan penyakit metabolik yang menempati urutan kedua terbesar setelah DM >90 % - akibat penyakit Graves ( struma difusa toksik), dan nodul tiroid toksik. Penyakit Graves - dokter Irlandia, Dr. James Robert Graves, mendeskripsikan kasus pembesaran kelenjar tiroid dengan eksoftalmus (1835) German Karl Adolph von Basedow -melaporkan terdapat gejala dan tanda-tanda yang sama (1840) - istilah basedow ( gondok) lebih digunakan di kalangan masyarakat Eropa berbanding istilah Grave s .

Epidemiologi
Penelitian terbaru di Inggris menempatkan insiden penyakit Graves pada 1-2 kasus per 1.000 penduduk/tahun. Pada praktek umum adalah 25 30 / 10.000 wanita. Di rumah sakit didapatkan 3 / 10.000 pasien. Prevelensi hipertiroidisme 10 kali lebih sering pada wanita dibanding pria, namun cenderung lebih parah pada pria Memiliki komponen herediter yang kuat.

Definisi
Hipertiroidisme : € Hipertiroidisme merupakan respon jaringanjaringan tubuh terhadap pengaruh metabolik hormon tiroid yang berlebihan kerana kelenjar tiroid yang hiperaktif. Tirotoksikosis € Merupakan satu sindroma klinis yang terjadi bila hormon tiroid beredar dalam kadar tinggi dalam darah.

Keadaan-keadaan yang Berkaitan dengan Tirotoksikosis: 1. Toksik goiter difusa (penyakit Graves) 2. Toksik adenoma (penyakit Plummer) 3. Toksik goiter multinodular 4. Tiroiditis subakut 5. Fase hipertiroid pada tiroiditis Hashimoto 6. Tiroksikosis factitia 7. Bentuk tirotoksikosis yang jarang:struma ovarium, metastasis karsinoma tiroid (folikular), mola hidatidiformis,tumor hipofisis yang mensekresi TSH,resisten hipofisis terhadap T3 dan T4

Etiologi hipertiroid € € € € € € Penyakit Graves Functioning adenoma ("hot nodule") dan Toxic Multinodular Goiter (TMNG) Pemasukkan yang berlebihan dari hormon2 tiroid Pengeluaran yang abnormal dari TSH Tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid) Pemasukkan yodium yang berlebihan. .

.Mekanisme fisiologis dan patologis dari regulasi kelenjar tiroid.

terdiri atas 2 lobus. € Kelenjar tiroid terletak di bahagian bawah leher. merupakan struktur yang menghubungkan lobus kiri dan kanan dan berukuran sekitar 1.25 cm € . dihubungkan oleh ismus yang menutupi cincin trakea 2 dan 3.Anatomi dan struktur kelenjar tiroid. Struktur ismus atau isthmus yang dalam bahasa Latin ertinya penyempitan.

.

€ . € Kapsul fibrosa menggantungkan kelenjar tiroid pada fascia pretrakea sehingga pada setiap gerakan menelan selalu diikuti dengan terangkatnya kelenjar kearah cranial. dan sepasang lagi di lobus media. Kelenjar paratiroid.sepasang kelenjar paratiroid menempel dibelakang lobus superior tiroid. sedangkan nervus laringeus rekuren berjalan di sepanjang trakea dibelakang tiroid.Anatomi dan struktur kelenjar tiroid.

Pada orang dewasa. € . lebar 1.5 cm. beratnya berkisar 10-20 gram. € Setiap lobus tiroid yang berbentuk lonjong berukuran panjang 2.5-4 cm. Berat kelenjar tiroid dipengaruhi oleh berat badan dan masukan yodium dalam tubuh.5-2 dan tebal 1-1.Anatomi dan struktur kelenjar tiroid.

sedangkan cabang2 vena thyroidea inferior beranastomosis di bawahnya 2) arteri tiroidea inferior yang merupakan cabang daripada trunkus tiroservikal (cabang daripada arteri subclavian).Vaskularisasi kelenjar tiroid Darah ke kelenjar tiroid dibekalkan oleh € 1) arteri tirodea superior yang merupakan cabang pertama a. Anastomosis di antara kedua a.karotis eksterna (ECA).thyroidea superior terjadi di sisi atas ismus. € .

aliran ini meningkat sehingga dengan steteskop terdengar bising aliran darah dengan jelas di ujung bawah kelenjar € . dalam keadaan hipertiroidisme. berasal dari arteri brakiosefalik.salah satu cabang arkus aorta.Vaskularisasi kelenjar tiroid € 3 ) arteri tiroidea ima. Aliran darah ke kelenjar tirod diperkirakan 5ml/gram kelenjar/menit.

.

€ . Selanjutnya dari plexus ini ke arah nodus pralaring yang tepat berada di atas ismus menuju ke kelenjar getah bening brakiosefalik dan sebahagian ada yang secara lansung ke duktus torasikus.€ Pembuluh getah bening kelenjar tiroid berhubungan secara bebas dengan plexus trachealis. Hubungan kelenjar getah bening ini penting untuk menduga penyebaran keganasan yang berasal dari kelenjar tiroid.

Mereka diproduksi oleh kelenjar tiroid. Sel-sel tiroid kemudian membentuk dan mensekresikan tiroglobulin dari asam amino tirosin. € . Membran basal sel tiroid memompakan iodida masuk ke dalam sel yang disebut dengan penjeratan iodida (iodide trapping).Fisiologi hormon-Hormon Tiroid € Hormon-hormon tiroid menstimulasi metabolisme dari sel-sel. Tahap pertama pembentukan hormon tiroid adalah pompa iodida dari darah ke dalam sel dan folikel kelenjar tiroid.

Setelah hormon tiroid terbentuk di dalam tiroglobulin. diiodotirosin.Fisiologi hormon-Hormon Tiroid € Tahap berikutnya adalah oksidasi ion iodida menjadi I2 oleh enzim peroksidase. hormon tiroid yang telah terbentuk ini disimpan di dalam folikel sel dalam jumlah yang cukup untuk dua hingga tiga bulan. Selanjutnya terjadi iodinasi tirosin menjadi monoiodotirosin.oleh enzim protease. dan kemudian menjadi T4 dan T3 yang diatur oleh enzim iodinase Kemudian. keduanya harus dipecah dahulu dari tiroglobulin. € .

hanya sampai pada tahap monoiodotirosin atau diiodotirosin. khususnya tiroksin. Kira-kira tiga perempat dari tirosin yang teriodinasi dalam tiroglobulin tidak akan pernah menjadi hormon tiroid. Yodium dalam monoiodotirosin dan diiodotirosin ini kemudian akan dilepas kembali oleh enzim deiodinase untuk membuat hormon tiroid tambahan € .Fisiologi hormon-Hormon Tiroid € T4 dan T3 yang bebas ini dapat berdifusi ke pembuluh kapiler di sekitar sel-sel tiroid. Keduanya diangkut dengan menggunakan protein plasma. Karena mempunyai afinitas yang besar terhadap protein plasma. sangat lambat dilepaskan ke jaringan. hormon tiroid.

Regulasi Hormon Tiroid .

€ Regulasi hormon tiroid adalah sebagai berikut. Kemudian tirotropin atau TSH (Thyroid Stimulating Hormone) dari hipofisis anterior meningkatkan sekresi tiroid dengan perantara cAMP. sehingga menghambat sekresi TRH maupun TSH. Mekanisme ini mempunyai efek umpan balik negatif. maka terjadi efek yang sebaliknya € . Hipotalamus sebagai master gland mensekresikan TRH (Tyrotropine Releasing Hormone) untuk mengatur sekresi TSH oleh hipofisis anterior. Bila jumlah hormon tiroid tidak mencukupi. bila hormon tiroid yang disekresikan berlebih.

Patofisiologi Hipertiroidisme Penyakit Graves: € Sindroma ini terdiri dari satu atau lebih dari hal-hal ini : (1) tirotoksikosis (2) goiter (3) oftalmopati (eksoftalmos) (4) dermopati (miksedema pretibial) .

bakteri dan zat asing lainnya yang menyerang tubuh.Patofisiologi Hipertiroidisme € Biasanya. Satu dari antibodi ini bisa ditunjukkan terhadap tempat reseptor TSH pada membran sel tiroid dan mempunyai kemampuan untuk merangsang sel tiroid dalam hal peningkatan pertumbuhan dan fungsi (TSH-R AB [stim]) € . Pada penyakit Graves. sistem kekebalan tubuh menggunakan antibodi untuk membantu melindungi terhadap virus. limfosit T disensitisasi terhadap antigen dalam kelenjar tiroid dan merangsang limfosit B untuk mensintesis antibodi terhadap antigen-antigen ini.

Patofisiologi Hipertiroidisme € Beberapa faktor yang mendorong respons imunpada penyakit Graves ialah kehamilan (khususnya masa nifas). kelebihan iodida (khusus di daerah defisiensi iodida. infeksi bakterial atau viral dan penghentian glukokortikoid . di mana kekurangan iodida dapat menutupi penyakit Graves laten pada saat pemeriksaan).

dan jaringan tiroid Sitokin yang berasal dari limfosit tersensitasi ini dapat menyebabkan peradangan fibroblast orbita dan miositis orbita. dan diplopia sebagaimana juga menimbulkan kemerahan. kongesti serta edema konjungtiva dan periorbita. protopsi bola mata. € .Patofisiologi Hipertiroidisme € Patogenesis oftalmopati dapat melibatkan limfosit sitotoksik dan antibodi sitotoksik tersensititasi oleh antigen yang umum pada fibroblas orbita. otot orbita. berakibat pembengkakan otot-otot orbita.

.

infertile. Labil. kulit basah.dan saraf Jantung Darahdan limfatik Skelet Gejala dan tanda : Tak tahan udara panas. pembesaran leher. Genitourinaria Oligomenore. palpitasi. capek. tumbuh cepat. youth-fullness Hiperdefikasi. disfagia. toleransi obat. anemia. libido turun. hipertensi. nervosistas. Rasa lemah Rambut rontok. peralisis periodik Dispnea. iritabel. tremor psikosis. muntah. . haus. splenomegali. Osteoporosis. genikomestia. dan nyeri tulang.makan banyak. berkeringat basah. gagal jantung Limfositosis. berat badan menurun. Sistem Umum Gastrointestin al Muskular Kulit Psikis. lapar. amenore. epifisis cepat menutup. splenomegali. aritmia. silky hair dan onikolisis.Gejala dan tanda pasien hipertiroid. hiperkinetik.

Hanya ada tanda.eksoftalmus. lambat menutup mata.Klasifikasi Perubahan pada Mata pada Penyakit Graves Tingkat 0 1 Definisi Tidak ada tanda atau gejala-gejala. 3 4 5 6 Proptosis (diukur dengan eksoftalmometer Hertal) Terkenanya otot-otot ekstraokular Terkenanya kornea Hilangnya penglihatan (terkena nervus optikus) . 2 Terkenanya jaringan lunak (gejala-gejala dan tandatanda). tidak ada gejala (tanda-tanda terbatas pada retraksi kelopak bagian atas.

Penurunan berat badan 8. Menanyakan keluhan utama 2. 6. suara parau. Tanpa kalung. Penglihatan ganda 7. tanpa baju atau baju tidak berkerah Anamnesis: 1. Badan terasa panas walau di udara dingin . Rasa lebih enak di udara dingin 5. Adakah nafsu makan bertambah 9. Berdebar-debar dan atau gementaran 4. sakit saat menelan. Duduk tidak bersandar 2.Pemeriksaan Fisik Persiapan pemeriksaan: 1. Leher terasa membesar atau mengganjal. Adakah banyak keringat 3.

Inspeksi: 1. sternokleidomastoideus relaksasi sehingga tumor tiroid mudah dievaluasi. Penderita posisi duduk dengan kepala sedikit fleksi atau leher terbuka sedikit hiperekstensi agar m. . Pemeriksa berada di depan penderita.

perlu diperhatikan beberapa komponen berikut : a. apakah pembengkakannya ikut bergerak f. lobus kiri. Ukuran : besar/kecil.Inspeksi: 2. Bentuk : apakah difus (leher terlihat bengkak) ataukah berupa noduler lokal e. Pulsasi : bila nampak adanya pulsasi pada permukaan pembengkakan . permukaan rata/noduler c. Lokasi : lobus kanan. Jumlah : uninodusa atau multinodusa d. ismus b. Apabila terdapat pembengkakan atau nodul. Gerakan : pasien diminta untuk menelan.

temperatur. pemeriksa berdiri di belakang pasien dan meraba tiroid dengan menggunakan kedua tangan. Beberapa hal yang perlu dinilai pada pemeriksaan palpasi : € € € € € Perluasan dan tepi Gerakan saat menelan. sternocleidomastoideus (tiroid letaknya lebih dalam daripada musculus ini. dan adanya nyeri tekan Hubungan dengan m. apakah batas bawah dapat diraba atau tidak dapat diraba trachea dan kelenjarnya. Pasien diminta untuk duduk. Limfonodi dan jaringan sekitar .Palpasi: Status lokalis region colli anterior. permukaan. Konsistensi. leher dalam posisi fleksi.

jika tremor halus. diukur pada adam s apple . Auskultasi: Bruit sound pada ujung bawah kelenjar tiroid.  Tremor sign : Tangan kelihatan gementaran. Ukur lingkar leher: Pada lelaki.Pemeriksaan 1. 3. 2. diperiksa dengan meletak sehelai kertas diatas tangan . Tes Khusus:  Pumberton s sign : Mengangkat kedua tangan keatas. muka menjadi merah.

tremor dari palpebra ketika mata tertutup Mengarahkan jari telunjuk mendekati mata pasien di medial. pasien sukar mengadakan dan mempertahankan konvergensi Exopthalmus Mata kelihatan menonjol keluar . palpebra superior tidakdapat mengikuti bulbus okuli sehingga antara palpebra superior dan cornea terlihat jelas sclera bahagian atas Rosenbach sign Moebius sign Memejam mata.Pemeriksaan  Oftalmopati Test Joffroy sign Von Stelwag Von Grave Cara pemeriksaan mata dan tanda hipertiroid Tidak bisa mengangkat alis dan mengerutkan dahi Mata jarang berkedip Melihat ke bawah.

Scanning tiroid € Memakai uptake I131 yang didistribusikan ke tiroid untuk menentukan fungsi tiroid. € Bila uptake > normal disebut hot area. sedangkan jika uptake < normal disebut cold area (pada neoplasma). . € Normal: uptake 15-40 % dalam 24 jam.Pemeriksaan Penunjang 1.

dapat dipakai untuk membedakan nodul yang padat atau kistik serta dapat dimanfaatkan untuk penuntun dalam tindakan biopsy aspirasi jarum halus. USG € Dilakukan untuk mendeteksi nodul yang kecil atau nodul di posterior yang secara klinis belum dapat dipalpasi. Di samping itu. .Pemeriksaan Penunjang 2.

Pemeriksaan Penunjang 3. fT4. fT3. Fungsi tiroid BMR : (0.74 x tek nadi) 72% € PBI : 4 8 mg% € Serum kolesterol : Normal 150 300 mg% € Free Tiroksin index : T3. € . TSH. T4. tiroglobulin dan kalsitonin.74 x Nadi) + (0. € Hitung kadar T4.

Biopsi jarum halus € Pemeriksaan sitologi nodul tiroid diperoleh dengan aspirasi jarum halus. coin lesion (papiler). . retrosternal struma.Pemeriksaan Penunjang 4. Cara pemeriksaan ini berguna untuk menetapkan diagnosis suspek maligna ataupun benigna. cloudy (folikuler).13 5. Radiologi € Thorax: adanya deviasi trakea.

Diagnosis hipertiroid .

Diagnosis hipertiroid .

serta riwayat karsinoma medular tiroid atau neoplasia endokrin multipel pada keluarga Berdasarkan pemeriksaan fisis kecurigaan keganasan didapat dari adanya nodul yang sangat keras. dan suara serak). limfadenopati regional. tanda kompresi trakea (batuk. batasnya tidak tegas. disfagia. € . unilateral. struma yang mengarah pada keganasan umumnya tumbuh besar dalam waktu cepat (kurang dari sebulan). dispnea. terdapat kecurigaan metastasis (nyeri tulang atau batuk yang tidak sembuh dengan obat warung). serta diameter nodul yang lebih dari empat cm. disfonia.Differensial diagnosis 1. umur sangat tua atau sangat muda. € Karsinoma tiroid Berdasarkan anamnesis. riwayat radiasi daerah kepala. paralisis pita suara pada laringoskopi.

dengan rata-rata Tg adalah 424ng/ml. 15 € . Petanda tumor juga bisa digunakan sebangai penunjang diagnosa keganasan.. tanpa halo. hasilnya disebut panas (ganas) apabila perbedaan panas dengan sekitarnya >0. Pada netode pemeriksaan Termografi. Pada penegakan diagnosa keganasan. € Berdasarkan pemeriksaan penunjang. USG dan sidik tiroid adalah 98%.Differensial diagnosis Karsinoma tiroid. Pemeriksaan ini paling sensitif dan spesifik. ketepatan diagnosa gabungan biopsi. menurut Gobien. pada USG didapatkan nodul biasanya padat.9 O. Pemeriksaan biopsy jarum halus juga dilakukan dengan kecurigaan keganasan.

Berdasarkan pemeriksaan fisik. tidak ada manifestasi dramatis oftalmopati infiltrative seperti pd penyakit Graves. Goiter nodular toksik € Berdasarkan anamnesis.pasien merasa lemah. pelebaran fisura palpebra. lab . bisa terdapat eksoftalmus. kadar TSH serum rendah € € .T3 meningkat. dan kurangnya kedipan mata akibat aktivitas simpatis yang berlebihan.Differensial diagnosis 2. terjadi penurunan berat badan serta pengecilan otot. kadar T4. meskipun demikian. Manifestasi penyakit ini lebih lambat dan klinisnya lebih ringan berbanding penyakit Graves. Pada pem. Adanya pembesaran kelenjar dengan perabaan nodul.

.

€ Rekurensi pasca bedah € Pada persiapan operasi tiroidektomi € Struma residif € Pada kehamilan. pasien tua € Pasien dengan krisis tiroid. Pada pasien muda dengan struma ringan sampai sedang. .Penatalaksanaan Medikamentosa: Indikasi : € Terapi untuk memperpanjang remisi atau mendapat remisi yang menetap. misalnya pada trimester ke-3.

Diberikan dosis 3x 100 mg/hari tiap 8 jam sampai tercapai eutiroid. Struma toksik : Bed rest Obat antitiroid: Karbimazol 30-60mg/hari. Obat ini bekerja mencegah produksi tiroksin (T4). ekstrak tiroid 20-30 mg/dl. Struma non toksik : iodium. PTU 300600mg/hari. b.Penatalaksanaan € a. PTU 100-200 mg (propilthiouracil) : Merupakan obat anti-tiroid. Metimazol 30-60mg/hari. 2. dimana bekerjanya dengan prevensi pada sintesis dan akhir dari tiroksin. Bila menjadi eutiroid dilanjutkan dengan dosis maintenance 2 x 5 mg/hari selama 12-18 bulan € 1. € € .

Penatalaksanaan .

peroral. Indikasi pengobatan dengan iodium radioaktif pada : y Pasien 35 tahun atau lebih y Hipertiroidisme yang kambuh sesudah operasi y Gagal remisi dengan obat antitiroid y Tidak mampu atau menolak rawatan dengan antitiroid y Adenoma toksik.Penatalaksanaan Terapi radioiodine € Menggunakan Iodium (I131) dengan dosis 5-12 mCi. . Dosis ini dapat mengendalikan tirotoksikosis dalam 3 bulan. namun sepertiga pasien menjadi hipotiroid pada tahun pertama. goiter multinoduler toksik. .

dengan struma besar yang tidak berespon pada obat antitiroid € Pada wanita hamil (trimester ke-2) yang memerlukan obat antitiroid dosis besar € Alergi obat antitiroid. yodium radioaktif € Penyakit Graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul € Adenoma toksik atau struma multinodular toksik .Penatalaksanaan Operatif Indikasi operasi adalah: € Pasien muda.

semua kelenjar tiroid diangkat Tiroidectomy subtotal bilateral. mengangkat sebagian lobus kanan dan sebagian kiri. sternocleidomastoideus dan m. isthmulobectomy dextra dan lobectomy subtotal sinistra dan sebaliknya. mengangkat seluruh jaringan limfoid pada leher sisi yang bersangkutan dengan menyertakan n. v. mengangkat satu lobus.Penatalaksanaan Tindakan operasi: € € € € € € Isthmulobectomy . jugularis eksterna dan interna. accessories. bila subtotal sisa 3 g Tiroidectomi total. omohyoideus serta kelenjar ludah submandibularis . mengangkat isthmus Lobectomy. Near total tiroidectomi. m. RND (Radical Neck Dissection).

infeksi.Komplikasi Krisis tiroid € Krisis tiroid adalah kondisi hipermetabolik yang mengancam jiwa yang ditandai oleh demam tinggi dan disfungsi sistem kardiovaskular. atau trauma € . stress. Tipikalnya terjadi pada pasien dengan tirotoksikosis yang tidak terobati atau tidak tuntas terobati yang dicetuskan oleh tindakan operatif. sistem saraf serta sistem saluran cerna.

110 110 .140 > 140 Congestive heart failure ™ Absent Mild CHF Moderate CHF Severe CHF Atrial fibrillation 5 10 15 20 25 30 Central nervous system effects ™ Absent Mild (agitation) Moderate (delirium) Severe (seizure. D & abd.102 102 .Kriteria diagnosatik untuk krisis tiroid ( Burch-Wartofsky) Temperature ™ 99 . coma) Gastrointestinal effects ™ Absent Moderate (V.101 101 .44 = Suggestive < 25 = Unlikely 0 10 20 30 0 10 20 0 10 5 10 15 20 25 0 5 10 15 10 .pain) Severe (jaundice) Precipitant history ™ Negative Positive Likelihood of thyroid storm > 45 = Highly suggestive 25 .104 > 104 Cardiovascular dysfunction ™ Tachycardia 90 .130 130 .103 103 .120 120 .100 100 .

opiot. Diberikan cairan untuk rehidrasi dan koreksi elektrolit (NaCl dan cairan lain) dan kalori (glukosa). Memblok sintesis hormon baru. Menghambat konversi perifer dari T4 menjadi T3 dengan propanolol. vitamin. B. Memblok cikal bakalnya hormon dengan Lugol 10 tetes setiap 6-8. . Menkoreksi hipertiroid dengan cepat: a. Umum. kalau perlu sedasi.blocker dan atau kortikosteroid 1. c. oksigen. PTU dosis besar (loading dose 600-1000mg) diikuti dosis 200mg PTU tiap 4 jam dengan dosis sehari total 1000-1500mg b.Komplikasi PENGOBATAN KRISIS TIROID 1. kompres es.

5.Komplikasi 3. Aspirin akan melepas ikatan protein-hormon tiroid hingga free-hormon meningkat. digunakan asetominofen. Mengobati faktor pencetus. . Pemberian hidrokortison dosis stress 100 mg tiap 8 jam atau deksametason 2 mg tiap 6 jam (kerana adanya defisiensi steroid relatif akibat hipermetabolisme dan menghambat konversi perifer T4. seperti infeksi. bukan aspirin. Untuk antipiretik. 4.

komplikasi yang seruis bisa terjadi termasuklah fraktur tulang. Pada kondisi yang parah seperti krisis tiroid. € .PROGNOSIS € Penyakit ini bermula secara bertahap. kecuali ditangani. yang akhirnya bisa koma. dan aborsi. penyakit Graves ini bisa menyebabkan kecacatan dan kematian. Prognosis juga bergantung pada durasi dan keparahan penyakit sebelum diobati. Remisi bisa terjadi jika terdapat faktor autoimun pada pasien. Jika tidak ditangani dengan baik. Jika tidak diobati dengan baik. progresif. Peluang bagi mencegah hipertiroid yang rekuren adalah sangat tinggi dengan tindakan tiroidektomi total. menyebabkan gangguan neurologis yang berat dan progresif. kecacatan waktu lahir.

Fungsi utama hormon tiroid adalah meningkatkan aktivitas metabolik seluler. dan mempengaruhi mekanisme tubuh yang spesifik seperti sistem kardiovaskuler dan regulasi hormon lain. indeks wayne dan indeks new castle berdasarkan gejala klinis yang timbul. FT3. FT4. sebagai hormon pertumbuhan. Diagnosis hipertiroidisme mengacu pada hasil pemeriksaan TSH. manakala hipertiroidisme pula adalah tirotoksikosis yang disebabkan oleh kelenjar tiroid yang hiperaktif.KESIMPULAN € Definisi tirotoksikosis adalah satu keadaan dimana hormon tiroid beredar berlebihan di dalam sirkulasi. € .

€ € € . penghambat ion iodida. seperti antitiroid. dan terapi radioiodine. Prognosis hipertiroid baik jika dengan penatalaksanaan yang adekuat. Penatalaksanaan hipertiroidisme meliputi tindakan bedah dan pemberian bahan penghambat sintesis tiroid.€ Penyebab terjadinya hipertiroidisme (penyakit Grave) adalah kelainan pada mekanisme regulator hormon tiroid akibat antibodi reseptor TSH yang meransang aktivitas tiroid. Salah satu komplikasi buruk dari hipertiroid adalah krisis tiroid yang berakibat pada berbagai sistem tubuh yang akhirnya bisa fatal.

Sekian. terima kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful