P. 1
Skripsi Tipologi Pondok Pesantren

Skripsi Tipologi Pondok Pesantren

5.0

|Views: 2,943|Likes:

More info:

Published by: Miftahuddin El-yashfie on Jul 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2013

pdf

text

original

Berbagai pola pesantren telah diklasifikasikan, baik dari sudut pandang
kurikulum, sistem pendidikan, maupun dari pola pembelajaran yang dilaksanakan
oleh pesantren. Tujuannya tidak lain untuk mempermudah memahami dinamika
perkembangan pesantren secara umum. Dengan pertimbangan efektivitas kondisi
pesantren yang ada di obyek penelitian (Kudus), maka peneliti menggunakan
tipologi dari Kemenag RI. Maka, untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan
dipaparkan pola-pola tersebut.
1.Tipologi Pesantren Menurut Kemenag RI
Secara umum jenis pesantren dapat dideskripsikan menjadi 3 (tiga) tipe,

yaitu sebagai berikut :
a.Pesantren Tipe A
1.Para santri belajar dan menetap di pesantren
2.Kurikulum tidak tertulis secara eksplisit melainkan memakai hidden
curriculum
(benak kyai)
3.Pola pembelajaran menggunakan metode pembelajaran asli milik
pesantren (sorogan, bandongan, dan lain sebagainya)
4.Tidak menyelenggarakan pendidikan dengan sistem madrasah
b.Pesantren Tipe B
1.Para santri tinggal dalam pondok/asrama
2.Pembelajaran menggunakan perpaduan pola pembelajaran asli
pesantren dengan sistem madrasah

35

Abd A’la, Pembaharuan Pesantren, hlm. 9.

45

3.Terdapatnya kurikulum yang jelas
4.Memiliki tempat khusus yang berfungsi sebagai sekolah (madrasah)

c.Pesantren TipeC

1.Pesantren hanya semata-mata tempat tinggal (asrama) bagi para santri
2.Para santri belajar di madrasah/sekolah yang letaknya tidak jauh
dengan pesantren
3.Waktu belajar di pesantren biasanya malam/siang hari jika para santri
tidak belajar di sekolah/madrasah (ketika mereka di pesantren)
4.Pada umumnya tidak terprogram dalam kurikulum yang jelas dan
baku.36
2.Tipologi Pesantren Menurut Zamachsjari Dhofier
Menurut Zamachsjari Dhofier, tipologi pesantren dipandang dari segi
fisik terbagi menjadi lima pola, yaitu :
a.Pesantren yang terdiri hanya masjid dan rumah kyai. Pesantren ini masih
sangat sederhana dimana kyaimenggunakan masjid atau rumahnya
sendiri untuk tempat mengajar. Santri berasal dari daerah sekitar
pesantren tersebut.
b.Pesantren yang terdiri dari masjid, rumah kyai, pondok atau asrama.
Pola ini telah dilengkapi dengan pondok yang disediakan bagi para
santri yang datang dari daerah lain.
c.Pesantren yang terdiri dari masjid, rumah kyai, pondok atau asrama, dan
madrasah. Berbeda dengan yang pertama dan kedua, pola ini telah
memakai sistem klasikal, santri mendapat pengajaran di madrasah. Di
samping itu, belajar mengaji, mengikuti pengajaran yang diberikan oleh
kyai pondok.

36

Tim Depag RI, Pola Pembelajaran di Pesantren, (Jakarta : Direktorat Jenderal Kelembagaan

Agama Islam, 2003), hlm. 18.

46

d.Pesantren yang telah berubah kelembagaannya yang terdiri dari masjid,
rumah kyai, pondok atau asrama, madrasah, dan tempat ketrampilan.
Pola ini dilengkapi dengan tempat-tempat ketrampilan agar santri
trampil dengan pekerjaan yang sesuai dengan sosial kemasyarakatannya,
seperti pertanian, peternakan, jahit menjahit, dan lain sebagainya.
e.Pesantren modern yang tidak hanya terdiri dari masjid, rumah kyai,
pondok atau asrama, madrasah, dan tempat keterampilan, melainkan
ditambah adanya universitas, gedung pertemuan, tempat olahraga, dan
sekolah umum. Pesantren semacam inilah yang dinamakan oleh
Zamachsjari Dhofier sebagai pesantren khalafi yang telah memasukkan
pelajaran-pelajaran umum, atau membuka tipe sekolah umum di
lingkungan pesantren.37
3.Tipologi Pesantren Menurut A. Qodri A. Azizy
Sementara A. Qodri A.Azizy mengklasifikasikan tipologi pesantren
yang variatif ini dengan tipologi sebagai berikut :
Tipe I: Pesantren yang hanya menyelenggarakan pendidikan formal
dengan menerakan kurikulum nasional, baik yang hanya
memiliki sekolah keagamaan (MI, MTs, MA, dan PT Agama
Islam), maupun yang juga memiliki sekolah umum (SD, SMP,
SMA, dan PT Umum), seperti pesantren Tebu Ireng Jombang,
pesantren Futuhiyyah Mranggen, dan pesantren Syafi’iyyah
Jakarta.
Tipe II :Pesantren yang menyelenggarakan pendidikan keagamaan dalam
bentuk madrasah dan mengajarkan ilmu-ilmu umum meski tidak
menerapkan kurikulum nasional, seperti pesantren Gontor
Ponorogo, pesantren Maslakul Huda Kajen Pati (Matholi’ul
Falah) dan Darul Rohman Jakarta.

37

Zamachsjari Dhofier, Studi Pandangan, hlm. 41.

47

Tipe III :Pesantren yang hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama dalam
bentuk madrasah diniyah (madin), pesantren salafiyyah Langitan
Tuban, pesantren lirboyo Kediri dan pesantren Tegal Rejo
Magelang.
Tipe IV :Pesantren yang hanya sekedar menjadi tempat pengajian (majlis
ta’lim
)
Tipe V :Pesantren yang berkembang menjadi tempat asrama anak-anak
pelajar sekolah umum dan mahasiswa.38
4.Tipologi Pesantren Menurut Haidar Putra Daulay
Secara faktual ada beberapa tipe pondok pesantren yang berkembang
dalam masyarakat, yang meliputi:
a.Pondok Pesantren Tradisional (PPT)
Pola I : Materi pelajaran yang dikembangkan adalah mata pelajaran
agama yang bersumber dari kitab-kitab klasik, non-klasikal,
pengajaran memakai sistem “halaqoh”, santri diukur tinggi
rendah ilmunya berdasar dari kitab yang dipelajarinya. Tidak
mengharapkan ijazah sebagai alat untuk mencari pekerjaan.
Pondok Pesantren ini masih tetap mempertahankan bentuk
aslinya dengan semata-mata mengajarkan kitab yang ditulis
oleh ‘ulama salaf dengan menggunakan bahasa Arab.
Kurikulum tergantung sepenuhnya kepada kyai pengasuh
pesantren. Santrinya ada yang menetap di dalam pondok (santri
mukim), dan santri yang tidak menetap di dalam pondok.
Pola II : Pola yang kedua ini hampir sama dengan pola yang di atas,
hanya saja pada pola ini sistem belajar mengajarnya diadakan

38

Ahmad Qodri Abdillah Azizy, “Memberdayakan Pesantren dan Madrasah” dalam
Abdurrohman Mas’ud, et.all, Dinamika Pesantren dan Madrasah, (Semarang : Fakultas Tarbiyah
IAIN Walisongo Semarang dan Pustaka Pelajar, 2002), cet.I, hlm. viii.

48

secara klasikal, non-klasikal dan sedikit memberikan
pengetahuan umum kepada para santri.
b.Pondok Pesantren Modern (PPM)
Pola I : Sistem Negara sudah diterapkan oleh pesantren jenis ini yang
disertai dengan pembelajaran pelajaran umum. Sistem ujian
pun juga sudah menggunakan ujian Negara. Pada pelajaran
tertentu sudah kurikulum Kementrian Agama yang
dimodifikasi oleh pesantren sendiri sebagai ciri khas kurikulum
pesantren. Sistem belajarnya klasikal dan meninggalkan sistem
tradisional. Kurikulum yang dipakai adalah kurikulum sekolah
atau madrasah yang berlaku secara nasional. Sementara santri
sebagian besar menetap di asrama yang sudah disediakan dan
sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Sedangkan peran
kyai sebagai koordinator pelaksanaproses belajar mengajar
dan pengajar langsung di kelas. Perbedaannya dengan sekolah
dan madrasah terletak pada porsi pendidikan agama dan bahasa
Arab lebih menonjol sebagai kurikulum lokal
Pola II :Sementara pola ini menitik beratkan pada materi pelajaran
ketrampilan, disamping pelajaran agama. Pelajaran ketrampilan
ditujukan untuk menjadi bekal kehidupan bagi seorang santri
setelah dia tamat dari pesantren tersebut.
c.Pondok Pesantren Komprehensif (PPK)
Pondok Pesantren Ini disebut komprehensif atau pesantren serba
guna karena merupakan sistem pendidikan dan pengajaran gabungan
yang tradisional dan yang modern. Artinya di dalamnya diterapkan
pendidikan dan pengajaran kitab salaf dengan metode sorogan dan
bandongan
, namun secara reguler sistem persekolahan terus di
kembangkan. Bahkan pendidikan ketrampilan pun secara konsep
dilakukan perencanaan dan secara teknis akan diaplikasikan. Pada

49

umumnya, pesantren pola ini mengasuh berbagai jenis jenjang
pendidikan seperti pengajian kitab-kitab klasik, madrasah, sekolah, dan
perguruan tinggi.39

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->