KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia serta petunjuk-Nya kami dapat menyelesaikan buku Panduan Masa Orientasi Siswa (MOS) SMK Ganesya 2. Buku Panduan Masa Orientasi Siswa (MOS) SMK Ganesya 2 disusun berdasarkan hasil dari musyawarah guru SMK Ganesya 2 yang didalamnya mencangkup budaya dan etika di lingkungan SMK Ganesya 2, yang diharapkan mampu mengenalkan para calon siswa-siswi baru SMK Ganesya 2 untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya dimana mereka berada pada umumnya dan di SMK Ganesya 2 pada khususnya. Demikian harapan kami, kritik dan saran yang membangun selalu kami nantikan demi perbaikan buku panduan ini. Penyusun

DAFTAR ISI Profil Sekolah Struktur Sekolah Etika dan Nilai Pedoman Hidup Wawasan Wiyata Mandala Keorganisasian Cara Belajar Efektif .

Organisasi Penyelenggara : Lembaga Swasta 24. Nama Sekolah : SMK GANESYA 2 2. A. Tahun Perubahan : 20. Misi Sekolah 1. Nomor Statistik : 4. Telepon : 11. Daerah : Perkotaan 13. Kegiatan Belajar Mengajar : Pagi 21. Nomor Induk Sekolah : 3. Kelompok Sekolah : 15. Tahun Berdiri : 19.PROFIL SEKOLAH A. Kode Pos : 10. Jarak ke Pusat Otoda C. Bangunan Sekolah : Lokasi Sekolah : ± Km : ± Km : Kecamatan 22. : 18. Terletak Pada Lintasan . Identitas Sekolah 1. NPSN : B. Jarak ke Pusat Kecamatan B. Visi Sekolah “ ” C. Penerbit SK. Propinsi : Jawa Timur 5. Jumlah Kenaggotaan Rayon : 23. Desa/Kelurahan : 7. Faksimile/Fax : 12. Otonomi Sekolah : 6. Akreditasi : Akreditasi 16. Jalan dan Nomor : 9. Perjalanan Perubahan Sekolah : 25. Surat Kelembagaan : 17. Kecamatan : 8. Status Sekolah : Swasta 14.

Marbi’in. UR. UR. KESISWAAN: WK. SARANA PRASARANA: WK. UR. UR.M DEWAN/KOMITE: TATA USAHA: WK. M.STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH KEPALA SEKOLAH: Drs. KURIKULUM: WK. HUMAS: WALI KELAS X: WALI KELAS XI: WALI KELAS XII: GURU: .

I. Tata Krama Dalam Lingkungan Masyarakat Contoh tata krama dalam lingkungan masyarakat Ucapkanlah salam apabila bertemu dengan orang tua.Ucapkanlah salam apabila bertemu dengan teman atau orang yang kenal b. Misalnya : .Hormatilah kedua orang tua dan laksanakan perintah yang baik . Didalam rumah tersebut pergaulan antar keluarga dilandasi oleh rasa cnta. saling menghormati dan saling pengorbanan. berarti telah memenuhi tata krama berpakaian sekolah. kasih sayang.Meminta izin kepada ayah.Berjalan dengan tenang dan penuh percaya diri sendiri . saudara. Sesudah Datang Dari Sekolah .Usahakan dengan ganti pakaian yang khusus dirumah c.Berpakaianlah yang sesuai dengan waktu dan temptanya II.Bila pintu rumah tertutup ketuklah pintu dan ucapkan salam kepada anggota keluarga yang ada di rumah . Tata Krama Dalam Lingkungan Sekolah Tata krama dalam lingkungan sekolah meliputi : Bersikaplah sempurna saat upacara bendera berlangsung Hormatilah lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagaimana menghormati tanah Air Bangsa Indonesia Perhatikan dan dengarkan dengan seksama apabila seseorang berbicara Jangan membiasakan memotong pembicaraan orang lain Kemukakanlah pendapat dengan cara yang baik dan tutur bahasa yang sopan Mintalah izin terlebih dahulu jika akan meninggalkan kelas Sebelum dan sesudah selesai pelajaran ucapkanlah selamat atau salam kepada guru . ibu dan saudara yang lain sebelum meninggalkan rumah untuk berangkat sekolah . ibu atau keluarga dengan wajah berseri-seri dan penuh gembira Menghargai saran dan pendapat orang lain III. Tata Krama Dalam Lingkungan Rumah a. teman Biasakanlah mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk kedalam rumah atau bertamu Tata krama ketika makan Saling menolong dan kerja sama Sambutlah kedatangan bapak. serasi dan seimbang antara anggota keluarganya. suatu keluarga dikatakan bahagia apabila dalam keluarga tersebut terdapat hubungan yang selaras. Selama Ada Dirumah Rumah adalah suatu istana bagi kita semua. Contoh pergaulan sehari-hari dirumah : .Sambutlah ajakan orang tua dengan wajah yang riang dan penuh gembira . Dengan mengenakan pakaian yang tepat untuk ke sekolah.ETIKA DAN NILAI BAGI PEDOMAN HIDUP Tata krama siswa (etika pergaulan siswa) merupakan tuntutan masyarakat dimanapun dan dalm keadaan kapanpun. Beberapa contoh tata krama dalam pergaulan sehari-hari. Sebelum Berangkat Sekolah Siswa yang baik tentunya mengenakan pakaian seragam yang pantas untuk dipakai ke sekolah.

Lingkungan SMK Ganesya 2 dipengaruhi oleh: 1. mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut. Lingkungan Internal. Lingkungan sosial dalam SMK Ganesya 2 terdiri dari berbagai budaya dan berbagai agama. Departemen pendidikan dan kebudayaan. 3. kegiatan kokurikuler. maka . a. mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya. Lingkungan keluarga. dan ekstra-kurikuler. meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa. yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk: 1. pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). kegiatan kurikuler. mempertinggi budi pekerti. dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita. • • • • • Sekolah merupakan Wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan. serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan. sehingga proses belajar mengajar. dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap. Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan. Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor :13090/CI. di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasra dan Menengah. keindahan. Para guru. karena kenakalan remaja bisa sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku siswa-siswi SMK Ganesya 2. betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya. memperkuat kepribadian. ko-kurikuler. meningkatkan kecerdasan dan keterampilan. namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak. 4. maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala. 2. dan kekeluargaan yang mantap. Implementasi Wiyatamandala tiap sekolah berbeda-beda tergantung letak dimana sekolah itu berada. Lingkungan External Lingkungan external dalam SMK Ganesya 2 dalam hal ini yang akan dikupas adalah mengenai kenalakan remaja. kebersihan.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah. Untuk mengimplementasikan wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya. 5. ketertiban.WIYATA MANDALA Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan. Impelementasi Wiyatamandala di SMK Ganesya 2 adalah sebagai berikut. 2. karena sebagian siswa-siswi SMK Ganesya 2 rata-rata keluarga ekonomi menengah kebawah dan dampak dari kepedulian orang tua sangat kurang. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya. harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru. Lingkungan External SMK Ganesya 2 dipengaruhi oleh: 1. Upaya untuk mewujudkan wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar. Sumber Daya Manusia (SDM) SMK Ganesya 2 rata-rata keluarga ekonomi menengah kebawah b.

lingkungan pergaulan sangat berpengaruh terhadap semangat belajar siswa-siswi SMK Ganesya 2.dari itu semangat belajar demi masa depan harus ditumbuhkan apapun halangan yang dihadapinya. 2. Lingkungan pergaulan. maka dari itu siswa-siswi SMK Ganesya 2 harus mampu memilah pergaulan mana yang bagus. .

memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Latar belakang berdirinya OSIS Tujuan nasional Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa. Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. ensiklopedia bebas Organisasi Siswa Intra Sekolah (disingkat OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).OSIS Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya. Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. perdamaian abadi dan keadilan sosial. mencerdaskan kehidupan bangsa. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS. seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut. agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945. mempertinggi budi pekerti. . Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. kecerdasan dan keterampilan.

Tangan terbuka Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan. biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas: • • • • • • • • • • • • Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah) Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah) Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah) Ketua Umum Wakil Ketua I Wakil Ketua II Sekretaris Umum Sektetaris I Sekretaris II Bendahara Wakil Bendahara Ketua Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan siswa yang berhubungan dengan tanggung jawab bidangnya. aktif. merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara. Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. adab. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati.Struktur organisasi Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Biduk Biduk / perahu. Arti lambang Arti bentuk dan warna lambang OSIS: Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Buku terbuka Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan. Namun. menyebabkan siswa berani mandiri. ajar. Kunci pas Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga. yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan. . yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab. agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik. yaitu: abdi. dan amal.

untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka. sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air.Pelangi merah putih Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. delapan lipatan pita. yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual. Tujuh belas butir padi. bangsa dan negara. Warna coklat Warna tanah Indonesia. empat buah kapas. berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia. lima daun kapas Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. . Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa. Warna kuning Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Warna merah putih Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi.

mengamati. faktor penentunya perlu mendapat perhatian. masyarakat dan sarana/fasilitas penunjang belajar. 2. usaha serta motif atau alasan berkegiatan belajar. terutama bidang seni) Di dalam belajar pada dasarnya terdapat proses perubahan tingkah laku. Yang tidak kalah penting untuk diketahui sebagai faktor intern. Kemampuan (dari tidak mampu menjadi mampu) 5. mengingat manusia sebagai subjek yang belajar. Intern (dari dalam individu yang belajar). Untuk membuatkan hal itu tidak mudah. Extern (dari luar individu yang belajar). sekolah.BAGAIMANA BELAJAR YANG TEPAT? I. . Oleh karena itu. auditorial (mendengar) atau kinestetik (melakukan/bergerak). Pengetahuan (dari tidak tahu menjadi tahu) 2. yakni karakter pribadi visual (melihat). perhatian. kebiasaan. Adapun pengalaman didapat dari proses melihat. antara lain: lingkungan keluarga. Daya Apresiasi (dari tidak menghargai menjadi menghargai. Ketrampilan/Kecakapan (dari tidak terampil menjadi terampil) 6. sesuai dengan karakter kepribadiannya. Pemahaman (dari tidak paham menjadi paham) 3. Sikap (dari sikap tidak baik menjadi baik) 4. Dengan kata lain. setiap individu perlu pula mengetahui cara belajar yang tepat untuk dirinya sendiri sebab cara belajar yang tepat setiap individu tidaklah sama. Ada 2 faktor penentu keberhasilan belajar. Belajar termasuk juga proses mereaksi terhadap situasi di sekitar individu baik untuk diri sendiri maupun untuk sosial/masyarakat. Pengertian Belajar Belajar adalah suatu yang ditandai perubahan tingkah laku menjadi baik pada diri seseorang. II. Tujuan Belajar Sejalan dengan pengertian belajar yang tidak lain adalah adanya perubahan tingkah laku yang menjadi lebih baik melalui pengalaman diri maka keberadaan manusia sebagai makhluk individu dan sosial perlu juga diperhatikan. Kedua sasaran atau tujuan belajar tersebut sebaiknya tercapai secara seimbang. Keberhasilan belajar adalah pemahaman karakter/sifat diri. IV. Perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubahnya: 1. Dengan demikian tidak terbentuk kepribadian yang individu atau sebaliknya kepribadian yang hanya menitikberatkan kelompok/sosial yang mengabaikan tujuan pengembangan diri secara individu. III. 1. Oleh sebab itu secara umum sasaran/tujuan belajar adalah utnuk: Pengembangan kemampuan diri secara individu Pengembangan kemampuan diri secara kelompok/sosial Jadi. Karena pengalaman yang dilalui seseorang. seseorang yang belajar harus dapat berkembang secara individu maupun berkelompok/sosial. memahami. yaitu: 1. 2. Faktor Keberhasilan Belajar Untuk mewujudkan pencapaian tujuan belajar. antara lain: minat. melakukan dan juga merasakan. belajar adalah proses aktif dari individu yang bersangkutan. Bagaimana Belajar Yang Tepat Setiap orang berharap belajarnya membuahkan hasil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful