P. 1
Mengenal Hedonisme Lebih Dekat

Mengenal Hedonisme Lebih Dekat

|Views: 845|Likes:
Published by enal_wonka

More info:

Published by: enal_wonka on Jul 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

Mengenal Hedonisme Lebih Dekat

*
Oleh: Ganna Pryadharizal Anaedi Putra, Lc.** Dewasa ini, diyakini banyak cara yang dipakai musuh-musuh Islam untuk merongrong Islam dan umat Islam. Diantaranya adalah dengan melancarkan ideologi-ideologi budaya yang disinyalir bisa menjauhkan umat Islam dari identitas keIslamannya. Salah satu ideologi itu bernama hedonisme (paham mengenai kesenangan), yang pada awalnya merupakan sebuah konsep filsafat etika. Kita bisa menyaksikan bahwa saat ini kebanyakan Muslim terutama para remajanya berbondong-bondong digiring untuk menjalani kehidupan yang berpangkal pada pencarian kesenangan semata, salah satunya berwujud dunia entertaintment. Barangkali, banyak dari kita yang belum ngeh mengenai hedonisme sebagai sebuah sistem filsafat etika yang muncul di Barat. Menurut kamus Indonesia Wikipedia, Hedonisme berasal dari bahasa Yunani yang derivasi katanya; ‘hedon’ (pleasure) dan ‘isme’. Yang diartikan sebagai paradigma berpikir yang menjadikan kesenangan sebagai pusat tindakan (any way of thinking that gives pleasure a central role). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hedonisme diartikan sebagai pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup (KBBI, edisi ketiga, 2001). Secara general, hedonisme bermakna, kesenangan merupakan satu-satunya manfaat atau kebaikan. Dengan demikian hedonisme bisa didefinisikan sebagai sebuah doktrin (filsafat etika) yang berpegangan bahwa tingkah laku itu digerakkan oleh keinginan atau hasrat terhadap kesenangan dan menghindar dari segala penderitaan. Paradigma hedonistis memfokuskan pandangannya pada pencarian kesenangan an-sich dan penghindaran terhadap segala penderitaan. Namun dewasa ini substansi secara harfiah sudah tidak lagi menemukan relevansinya. Nampaknya tidak ada persamaan persepsi mengenai apa-apa saja yang sebenarnya bisa mendatangkan kesenangan dan apa-apa saja aktivitas yang bisa mendatangkan penderitaan. Esensi filosofis hedonistik terkadang punya konotasi seksual atau pemikiran liberal. Berbicara mengenai hedonisme, maka kita tidak bisa mengesampingkan seorang filosof Yunani yang dinilai punya peranan signifikan dalam membangun epistemologi hedonisme, yaitu Epicurus of Sámos (341-270 SM). Yang kelak prinsip-prinsip ajarannya tersebut dikenal dengan Epicureanisme. Epicureanisme adalah sebuah sistem filsafat yang bersumber dai ajaran-ajaran Epicurus yang dicetuskan sekitar tahun 307 SM. Inti epistemologi Epicureanisme dibangun diatas tiga kriteria kebenaran: Sensasi atau gambaran (aesthêsis), pra-konsepsi atau prasangka (prolêpsis) dan terakhir feelings atau perasaan (pathê). Prolepsis diartikan sebagai “kekuatan dasar” dan juga bisa didefinisikan sebagai “gagasan universal”, yaitu sebuah konsep dan cita-cita yang bisa dimengerti oleh semua orang. Contohnya, seperti kata “laki-laki” yang setiap orang memiliki pendapat yang terbentuk sebelumnya mengenai apa itu laki-laki. Kemudian aesthesis atau sensasi (tanggapan pancaindera) dimaknai sebagai pengetahuan atau ilmu yang didapat melalui perasaan dan verifikasi empiris. Seperti kebanyakan sains modern, filsafat Epicurean menjadikan empirisisme sebagai alat untuk mengidentifikasi kebenaran dari kesalahan. Yang terakhir perasaan (feelings) -yang sebenarnya erat kaitannya dengan etika daripada dengan teori fisiknya Epicurean- yang akan mengkonfirmasikan kepada manusia tentang apa-apa saja yang akan memberi kesenangan dan apa-apa saja yang akan mendatangkan penderitaan. Dengan begini, menjadi penting untuk bisa mendapatkan potret utuh doktrin etika Epicurean.

Dalam terma singkatnya. yang apabila dengan pengalaman perbuatan tersebut seseorang justru meremehkan pengalaman-pengalaman yang akan datang dan membuat seseorang yang lain merasa tidak lagi nyaman. seorang hedonis akan mengarahkan segala usahanya untuk memaksimalkan ‘rasio’ ini (pleasure over pain). Maka konsekuensinya. Dengan demikian. bukanlah hal baik jika seseorang melakukan sesuatu yang membuat seseorang yang lain (teman) merasa baik. datang John Stuart Mill (1806-1873) seorang filosof utilitarianisme berkebangsaan Inggris dan Jeremy Bentham (1748-1832). nantinya dikemudian hari. Epicureanisme dianggap oleh beberapa kalangan sebagai bentuk hedonisme kuno. kejujuran dan kerelaan berkorban. jangan sampai terlalu kenyang dan berlebihan. pertapa. keduanya menetapkan beberapa prinsip fundamental hedonisme berdasarkan teori etika utilitarianisme (paham yang mengatakan bahwa manusia dalam tindakannya selalu mencari untung dan manfaat). sistem sosial etikanya Epicurus mengalami kebuntuan pada tataran fungsionalisasi (utopia?). Beberapa abad setelah Epicurus.Bagi Epicurus. justru kesenangan adalah kondisi sejahtera. Epicurus beranggapan. ketika kita makan. Ia juga mengakui adanya perasaan-perasaan akan kesenangan sederhana (enjoyment of simple pleasures). Epicureanisme terjebak masuk kedalam jurang yang lain. kesenangan yang paling tinggi adalah tranquility (kesejahteraan dan bebas dari rasa takut) yang hanya bisa diperoleh dari ilmu pengetahuan (knowledge). yang akan mengakibatkan pihak lain merasa tidak puas dengan dengan pasangan ngeseks-nya dan pastinya menyebabkan ketidakbahagiaan (unhappiness). Menurut mereka. nilai-nilai utilitarianisme merupakan sebuah pijakan dasar bagi berdirinya nilai-nilai filsafat hedonisme dalam seluruh tindakan yang mengarah kepada proses pencapaian kebahagiaan yang paling besar bagi seluruh manusia. semisal kehidupan sederhana yang dijalani bersama teman-teman dan dari diskusi-diskusi filosofis. egoisme dan permisifisme. Sayangnya. semisal asketisisme (paham yang mempraktikkan kesedrhanaan. sejatinya seks bisa mendorong untuk meningkatkan birahi atau libido. Jadi menurut Epicurus. terlalu sering melakukan hubungan seks akan mengurangi hasrat seksual. Dengan demikian. Epicurus mengklaim bahwa kesenangan yang paling tinggi tercapai dari sesuatu yang sederhana. hedonisme pun bertalian dengan sistem filsafat etika yang lainnya seperti utilitarianisme. Dengan arti lain. Karena menurut dia kesenangan itu relatif. parahnya. Ia menguraikan. Demikian juga. bisa diukur pada seberapa banyak kesenangan dan seberapa kecil penderitaan yang bisa diproduksi. Dalam koridor teoretis. kesenangan bukanlah sesuatu yang pada dasarnya menyenangkan. hidup membujang). Dia menekankan bahwa. ada sedikit perbedaan pandangan nilai-nilai hedonistik antara Bentham dengan Mill yang berkaitan . persahabatan (friendship) dan hidup sederhana (virtuous and temperate life). seseorang tidak layak untuk menghasilkan makanan-makanan yang lezat. Epicureanisme melepaskan diri dari proposisi yang sebelumnya: kesenangan dan ‘manfaat yang utama’ (al-khair ar-raisi/the highest good) itu sejajar. namun Epicurus mengartikan kesenangan sebagai sesuatu yang harus jauh dari hasrat-hasrat jasmaniah (bodily desires). Meskipun konsekwen dengan pencarian kebahagiaan atau kesenangan. yang juga pendiri University College London (UCL). seorang filosof Inggris. karena bisa menyebabkan ketidakpuasan (dissatisfaction) nantinya. Namun disisi lain. semisal seks dan hawa nafsu. Konsep Dasar Ide mendasar dibalik makna hedonis mengajarkan kepada kita bahwa setiap tindakan yang baik. Epicurus mengidentifikasikan ‘kesenangan’ dengan ‘kesentosaan’ (tranquility) dan penekanan kepada reduksi hasrat berlebih terhadap perolehan spontan kesenangan (the immediate acquisition of pleasure). Epicurus tidak menjelaskan sistem sosial etikanya secara panjang lebar.

juga bisa mempengaruhi ‘jumlah’. Hal ini menjadi kontradiksi jika kita melihat dari perspektif absolutisitas moral. Dengan arti lain. lebih meyakini pendekatan kuantitatif. Mill juga berpendapat bahwa. Bentham meyakini bahwa nilai-nilai mendasar tentang sebuah kesenangan bisa dimengerti secara kuantitatif. dengan jalan dan cara yang sama. selama mereka (simpler beings. mereka (elaborate beings.dengan ekspostulat (gagasan) mengenai prinsip-prinsip tentang ‘manfaat’ itu sendiri. pendekatan kuantitatif dan kualitatif harus diposisikan dan dipandang sebagai dua pendekatan yang komplementer. yang diwakili oleh John Stuart Mill. terbentur predisposisi (kecenderungan) untuk memusatkan perhatiannya kepada persoalan yang lain (dalam kehidupan). Kedua. Aliran yang kedua. oleh karena itu. mereka bisa dengan mudah menuruti kesenangan mereka tersebut. punya jalan termudah untuk memperoleh kesenangan yang sederhana (simpler pleasure). Lagipula. yang mengakibatkan terjadinya kontradiksi mengenai tindakan moral. Pada dasarnya. yang sebagian orang menganggap sebagai sebuah kesenangan dan hobi. hedonisme tidak punya kaitan dengan egoisme. 2. Sejatinya. Semisal sadisme. Hal ini juga –bisa dikatakan. setiap kesenangan tidak memiliki kesamaan sifat atau ciri. yang dipromotori oleh Jeremy Bentham. seseorang akan merasa keberatan. Aliran pertama. Jadi. Sementara dari sudut pandang relativitas moral. lebih baik dari kualitas kesenangan yang lebih rendah. bukan hanya jumlah kesenangan. paham mendahulukan orang lain). vis a vis kelompok pertama. Sedangkan makhluk yang lebih kompleks (elaborate beings). Namun permasalahan yang muncul adalah: pertama. Pen) akan menemukan kesulitan untuk menikmati ‘kesenangan yang sederhana’ yang dilakukan oleh simpler beings. Mill lebih meyakini adanya perbedaan level kesenangan. Pen) tidak disibukkan oleh segmen kehidupan yang lain. Mengingat. memperoleh waktu yang sedikit untuk kesenangan. menyandingkan individualisme dengan kolektifisme. diantara doktrin-doktrin hedonistik ada yang mengajarkan untuk melakukan apa saja yang bisa membuat kebahagiaan pribadi seseorang (via usaha yang panjang). Tapi anehnya. Mill juga menyetujui tindakan-tindakan yang dapat membuat orang-orang bahagia. pada umumnya. dia percaya bahwa nilai-nilai kesenangan bisa dipacu oleh kesenangan lain yang dipengaruhi oleh durasi waktu (intensitas). meskipun fakta mengatakan bahwa ‘kesenangan’ tersebut bisa dilihat sebagai ‘sesuatu yang menyenangkan’ (pleasurable). Dua persoalan inilah. Maka dengan demikian. yang menganjurkan pendekatan kualitatif. . yang mana klasifikasi tersebut juga membenarkan tindakan moral melalui kontribusi berikutnya kepada manfaat tertinggi dan kebahagiaan. Banyak yang melihat. utilitarianismenya John Stuart Mill terkadang diklasifikasikan sebagai sebuah bentuk hedonisme. makhluk rendahan (simpler beings) semisal babi. jika ketika seseorang yang lain mendapatkan kesenangan mungkin yang lain akan merasakan penderitaan. standar yang berlaku untuk sesuatu yang dikatakan ‘menyenangkan’ bermacam-macam.sama dengan hedonisme altruistik (altruisme. Sedikitnya ada dua aliran pemikiran mengenai hedonisme: 1. intensitas dan seberapa lama kesenangan tersebut bisa dinikmati. yang dicap oleh filosof Henry Sidgwick dalam bukunya ‘The Method of Ethics’ (1963) sebagai ‘paradox of hedonism’. tidak akan pernah terjadi kontradiksi. yang mana kualitas kesenangan tertingi.

Epicurus merekomendasikan kepada kita untuk mengejar kesenangan dan kebahagiaan. Wallahu ‘Alam. * Diracik dan dialih bahasakan dari ceceran artikel berbahasa Inggris di: http://id.Adalah benar bahwa. kesenangan tidak diukur oleh akal dan karakter kesenangan itu sendiri. namun harus diingat.wikipedia.com/2008/03/20/mengenal-hedonisme-lebih-dekat/ .org ** Anggota Pwk PP. Persis Mesir http://pwkpersis. dia tidak pernah mengajarkan bahwa kita harus menjalani kehidupan dengan mementingkan diri sendiri (selfish) yang berdampak kepada terhalangnya kesenangan dan kebahagiaan untuk orang lain. Allah mengajarkan kepada kita bahwa.wordpress. melainkan ditetapkan oleh-Nya (syari’at).

1 Aristippus o 3. Meskipun demikian.2 Epikuros 4 Referensi • Etimologi Kata hedonisme diambil dari Bahasa Yunani ἡδονισμός hēdonismos dari akar kata ἡδονή hēdonē. Aristippos memaparkan bahwa manusia sejak masa kecilnya selalu mencari kesenangan dan bila tidak mencapainya. tindakan manusia yang mencari kesenangan adalah kodrat alamiah. manusia itu akan mencari sesuatu yang lain lagi. Menurutnya. Latar belakang Hedonisme muncul pada awal sejarah filsafat sekitar tahun 433 SM. seperti terbebasnya jiwa dari keresahan. Daftar isi • • • 1 Etimologi 2 Latar belakang 3 Tokoh o 3. hedonisme Epikurean lebih luas karena tidak hanya mencakup kesenangan badani saja --seperti Kaum Aristippos--.Hedonisme Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaanperasaan yang menyakitkan. melainkan kesenangan rohani juga. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. . Lalu Aristippos dari Kyrene (433-355 SM) menjawab bahwa yang menjadi hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan. artinya "kesenangan". Pandangan tentang 'kesenangan' (hedonisme) ini kemudian dilanjutkan seorang filsuf Yunani lain bernama Epikuros (341-270 SM). Hedonisme ingin menjawab pertanyaan filsafat "apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia?" Hal ini diawali dengan Sokrates yang menanyakan tentang apa yang sebenarnya menjadi tujuan akhir manusia. Paham ini berusaha menjelaskan adalah baik apa yang memuaskan keinginan manusia dan apa yang meningkatkan kuantitas kesenangan itu sendiri.

433 SM. Kyrene c. 355 SM. Aristippus menyetujui pendapat Sokrates bahwa keutamaan adalah mencari "yang baik". ia menyamakan "yang baik" ini dengan kesenangan "hedone". Hidup yang baik berkaitan dengan kerangka rasional tentang kenikmatan. Sekolah ini mengajarkan perasaan-perasaan sebagai kebenaran yang paling tepat dalam hidup. Epikuros Nama: Lahir: Meninggal: Aliran/tradisi: Minat utama: Dipengaruhi: Aristippus dari Kyrene adalah seorang filsuf Yunani yang memperlajari ajaran-ajaran Protagoras. yaitu Kyrene.Tokoh Aristippus Filsafat Barat Filsafat Kuno Ἀρίστιππος Aristippus c. akal (rasio) menusia harus memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan kesusahan. Akan tetapi. Aristippos tampil sebagai "Sofis" dan menjadi guru profesional di Atena. Mempengaruhi: Theodorus. Afrika Utara. Aristippos Muda. Menurutnya. Hegesias. . Anniceris. Phytagoras Arete dari Kyrene. Setelah Sokrates wafat. Aristippus kemudian mencari Sokrates dan menjalin hubungan baik dengannya. Kehidupan orang bijak selalu mencari jaminan kesenangan maksimal. Kyrene Mazhab Hedonis/Mazhab Kyrene Hedonisme Sokrates. Kesenangan adalah baik --termasuk juga kepuasan badani--. Lalu di Kyrene ia mendirikan sekolah yang dinamakan ''Cyrenaic School'' yang merupakan salah satu sekolah Sokratik yang tidak dominan. [5] Ini dilakukannya selama berada di kota asalnya.

yaitu sebuah keadaan netral seperti kondisi saat tidur. yang menyebabkan ketidaksenangan seperti rasa sakit 2. melainkan kenikmatan yang dipahami secara mendalam. Ajaran Epikuros menitikberatkan persoalan kenikmatan. orang yang sungguh-sungguh mau mencapai nikmat sebanyak mungkin dari kegiatan makan dan minum bukan dengan cara makan sebanyakbanyaknya atau rakus. tetapi harus dikendalikan/dikontrol agar mencapai kenikmatan yang sebenarnya. serta keinginan yang sia-sia (seperti kekayaan/harta yang berlebihan). Gerak halus. Gerak kasar. Ia membagi gerakan itu menjadi tiga kemungkinan: 1. Meskipun kesenangan dijunjung tinggi oleh Aristoppus. Aristippus melihat kesenangan sebagai hal aktual. . bukanlah kenikmatan yang tanpa aturan yang dijunjung Kaum Epikurean. dan meninggal di Atena tahun 270 SM. Samos. dan apa yang buruk adalah segala sesuatu yang menghasilkan ketidaknikmatan. masa lalu hanya ingatan akan kesenangan (hal yang sudah pergi) dan masa depan adalah hal yang belum jelas.Kesenangan menurut Aristoppus bersifat badani (gerak dalam badan). Kesenangan bukan sebuah masa lalu atau masa depan. ada batasan kesenangan itu sendiri. Oleh sebab itu kehidupan sederhana disarankan oleh Epikuros. Epikuros Epikuros Epikuros lahir tahun 342 SM di kota Yunani. Misalnya. Meskipun demikian. Kaum Epikurean membedakan keinginan alami yang perlu (seperti makan) dan keinginan alami yang tidak perlu (seperti makanan yang enak). Tiada gerak. Batasan itu berupa pengendalian diri. pengendalian diri ini bukan berarti meninggalkan kesenangan. Keinginan pertama harus dipuaskan dan pemuasannya secara terbatas menyebabkan kesenangan yang paling besar. Menurutnya. Apa yang baik adalah segala sesuatu yang mendatangkan kenikmatan. artinya kesenangan terjadi kini dan di sini. Namun demikian. yang membuat kesenangan 3.

Orang bijaksana bukanlah orang yang memperbanyak kebutuhan. Epikuros menasihatkan orang agar tidak mendekatkan diri kepada kehidupan umum (individualisme). Ini bukanlah egoisme. ia akan mencapai kepuasan. Kebahagiaan yang dituju oleh Kaum Epikurean adalah kebahagiaan pribadi (privatistik). tetapi mereka yang membatasi kebutuhan agar dengan cara membatasi diri.Tujuannya untuk mencapai ''Ataraxia''. yaitu ketenteraman jiwa yang tenang. Berkumpul dan berbincang-bincang dengan para kawan dan membina persahabatan jauh lebih menguntungkan dan membantu mencapai ketenangan jiwa. Oleh karena itu. orang yang bijaksana adalah seorang seniman yang dapat mempertimbangkan pilihan nikmat atau rasa sakit. kebebasan dari perasaan risau. Menurutnya. ada sebuah perhitungan yang dilakukan oleh Kaum Epikurean dalam mempertimbangkan segi-segi positif dan negatif untuk mencapai kenikmatan jangka panjang dan mendekatkan diri kepada ataraxia. kebahagiaan terbesar bagi manusia adalah persahabatan. http://id. Ia menghindari tindakan yang berlebihan. dan keadaan seimbang.org/wiki/Hedonisme . Menurut Epikuros.wikipedia. Epikuros sangat menegaskan kebijaksanaan (phoronesis).

anak dianggap lucu kalau rambutnya di gondrongkan. Mereka (atau kita) lalai untuk mewarisi anak dan keponakan dengan norma dan gaya hidup timur yang punya spiritual. Lantas apa indikatornya ? Bahwa hedonismee sebagai fenomena dan gaya hidup sudah tercermin dari prilaku mereka sehari-hari. punya emosional quotient.Pelajar Korban Gaya Hidup Hedonisme Dalam kamus Collins Gem (1993) dinyatakan bahwa hedonisme adalah doktrin yang menyatakan bahwa kesenangan adalah hal yang paling penting dalam hidup. nyanyinya ya nyanyi tentang cinta. memandang anak bukan sebagai titipan Ilahi. Mengaku sebagai orang timur yang beragama. Orang tua yang pro hedonisme tidak begitu peduli dalam mengasah spiritual anak. Ini merupakan bagian dari agenda hidup mereka. Ada banyak faktor ekstrinsik (faktor yang datang dari luar) yang memicu emosi mereka menjadi hamba hedonisme. tetapi bangsa yang punya spiritual. Atau hedonisme adalah paham yang dianut oleh orang-orang yang mencari kesenangan hidup semata-mata (Echols. Tapi memandang anak sebagai objek untk diotak atik. Gaya hidup hedonisme sama sekali tidak sesuai dengan tujuan pendidikan bangsa kita. Berfoya-foya dan nongkrong di kafe. dan makanan yang bergizi adalah KFC atau burger. mall dan plaza. Sebagai orang tua. Apakah banyak pelajar yang berpotensi menjadi generasi yang hedonism yaitu generasi yang memandang kesenangan hidup dan kenikmatan materi sebagai tujuan yang utama ? Jawabnya adalah “ya”. Hal lain yang membuat hati kita gundah.bata membaca alif –ba-ta. Sejak kecil anak sudah diperlakukan dengan hal yang aneh-aneh. namun mereka tidak risih bermesraan di depan publik . Gaya hidup hedonismee tentu ada penyebabnya. apakah lidahnya masih terbata. ini adalah juga gaya hidup mereka. Tujuannya tentu bukan untuk menciptakan bangsa yang hedonisme. malah sudah dianggap model karena para-para model mereka juga banyak yang begitu seperti digossipkan oleh media elektronik (TV) dan media cetak (majalah. Barangkali inilah efek negatif dari menjamurnya mall.peduli pada sesama dan tidak selfish atau mengutamakan diri sendiri.kalau perlu syair yang jorok. Akibatnya mereka tumbuh jadi . plaza dan hypermarket lainnya. Tidak heran kalau anak-anak mereka cenderung menjadi generasi free thingker atau generasi yang kurang diajar untuk mengenal Sang Khalik. Koran dan tabloid). Katanya Sejak kecil anak didik bahwa shopping yang ngetren musti di mall. Kecendrungan orang tua yang pro dengan gaya hidup hedonism.2003). kta jarang yang ambil pusing apakah anak sudah melakukan sholat atau belum. dan tidak sedih melihat remaja mereka kalau tidak mengerti dengan nilai puasa. alinea 4). Tujuan pendidikan Negara kita adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa (pembukaan UUD 1945. Mayoritas pelajar berlomba dan bermimpi untuk bisa hidup mewah.menyimak berita pada televisi dan Koran-koran bahwa sudah cukup banyak pemuda-pemudi kita yang menganut paham hidup free sex dan tidak peduli lagi pada orang-orang sekitar. Hamil di luar nikah bukan jadi ‘aib lagi. Kita tidak banyak mencikaraui (campurtangan) anak tentang hal spiritual. Orang tua dan kaum kerabat adalah penyebab utama generasi mereka menjadi hedonisme.

Coba ambill satu majalah pop remaja (tidak perlu sebut nama majalahnya) maka yang terlihat pada covernya adalah sepasang kaum adam-hawa yang berusia belia lagi dimabuk asmara. Faktor bacaan dan tontonan memang dapat mencuci otak pelajar untuk menjadi orang yang memegang prinsip hedonisme. Sementara pelajar kita yang menyenangi gaya hidup hedonisme cenderung bekerja dan belajar santai (karena mereka punya moto: hidup santai masa depan cerah) mereka terlalu bergantung dan menghabiskan harta orang tua. pasar. yang itu punya mobil mewah. Selanjutnya sampai detik ini sekolah tetap mengharapkan siswanya supaya berpenampilan rapi. Umumnya yang berbau agama dan pendidikan kurang laku.wah aku patut meniru gaya hidup nya”. Maka yang kita jumpai adalah gambar-gambar iklan seputar. yang itu lagi bersenang-senang dengan kekasihnya di laut caribia…. pahlawan. Sampai detik ini semua sekolah di Indonesia tidak pernah mengizinkan siswa pria ya memakai anting-anting pada sebelah telinga. Kemudian tiap saat mengupdate atau mengikuti perkembangan beritanya. mudah putus asa dan mencari kambing hitam. Pelajar merasa minder kalau ketahuan lebih mengidolakan lagu daerah. dan majalah/tabloid popular. pakaian sexy yang sangat tidak pantas untuk orang timur yang terkenal punya budaya malu. pendidik dan tokoh spiritual lainnya. Tabloid dan majalah untuk remaja ada yang punya tema tentang agama. Adalah kebiasaan pelajar kalau pulang sekolah pergi dulu ke tempat keramaian.seragam dengan celana melorot.shopping dan kencan. artis dan atlit. memandang segala sesuatu yang berasal dari Barat sebagai hal yanh hebat. tangan dan jari penuh dengan assesori.generasi yang rapuh. Yang paling laris adalah tabloid dan majalah remaja popular yang isinya banyak bersifat hura-hura. make up. ada untuk anak-anak. Poster-poster figur dari Barat. Sampai sekarang tetap orang. dan dewasa. atau aku lagi sial gara-gara memakai kemeja merah ini”. karena pebisnis sengaja meraup untung lewat mencuci otak remaja menjadi sekuler dan hedonisme. termasuk pelajar/generasi muda. kaki di beri gelang atau rantai. Memakai celana harus melorot. dan lagu dangdut. style wanita lain lagi. Mereka kerja keras mati-matian untuk mewujudkan hedonismeenya.untuk cowok rambut dipanjangkan atau model punk. remaja. pendidikan. Ada sejumlah tabloid dan majalah. kalau boleh gagah seperti ABRI. paling kurang mampir di kios penjualan majalah dan tabloid.di gunting panjang/ gondrong atau disisir punk seperti duri landak. harus tersumbul sedikit celana dalam di bagian punggung. parfum. Demikianlah pelajar dari dalam kamarnya menyerap gaya hedonisme dari info-info tentang figur-fugur idola yang menempel di dinding kamarnya dibandingkan figur-figur intelektual. Pelajar-pelajar yang berjiwa hedonis umumnya tidak begitu menghargai waktu dan dan jalannya lemas. patut ditempel di kamar belajar. bila ditimpa musibah “Aku sakit karena shio ku shio kuda. Kemudian coba balik halaman demi halaman. “ oh artis atau atlit dari klub itu lagi pacaran. ibarat kaki gajah di Way Kambas Lampung. diberi warna. olahraga. Kemudian style rambut dan assesori. ke sekolah bukan ibarat artis pergi ke concert. lagu Minang. . jangan lupa dengan assesori. Kalau tidak demikian mana mungkin laku. Akibatnya pelajar sering bermasalah dengan disiplin sekolah. Karena yang membelinya adalah para pelajar maka tabloid dan majalah pun telah mencuci otak mereka. Mereka harus mengidolakan lagu dan musisi dari barat. beda dengan kaum hedonis di Barat. mengambil style rambut seperti artis atau atlit. memakai tattoo. yang ini mau cerai.

inilah yang dikatakan sebagai hedonisme picisan. Sementara remaja dan juga mahasiswa (juga banyak terjebak dalam gaya hedonisme) menjadi hedonism dengan cara bermimpi. kuat otot.Pengaruh tontonan. saatnya bagi kita kembali untuk menyuburkan akar-akar spiritual. Sebagaimana dikatakan sebelumnya bahwa banyak pelajar dengan gaya hidup hedonisme yang mereka sadur lewat budaya hedo dari barat. kualitas spiritual dan kualitas hubungan dengan manusia (kualitas fikiran dan keimanan). hamil di luar nikah dan bermesraan di muka publik sudah nggak apa-apa lagi. yaitu tokoh tokoh yang bergaya hidup hedonisme dari dunia Barat dan dari Indonesia sendiri. ciuman. berubah seratus delapan puluh derajat. pelukan. Bagi yang belum terlanjur menjadi pengidola hedonisme maka segeralah balik kiri. mereka memperoleh gaya hidup hedonisme lewat kerja keras. Ibarat minum air garam.aspx?id=13941 . serta lahanlahan subur makin banyak yang tidak terurus.com/News/DisplayNews. Memilih gaya hidup hedonime. Karena mereka semua takut jadi hitam. kuat kemampuan berkomunikasi. tumbuhkan jiwa peduli pada sesamabuang jauh jauh karakter selfish (mementingkan diri sendiri). pernikahan. memuja kulit. makin diminum makin haus.kembali ke jalan Ilahi. Tema iklannya adalah “manjakanlah kulitmu”. kuat beribadah. http://www. tayangan televisi (profil sinetron. Isinya banyak mengupas tema tema berpacaran. Kemudian gaya hidup hedo (hedonisme) juga diperkaya oleh suguhan majalah pop remaja dan belasan stasiun televisi swasta yang bernuansa sekuler dengan gaya hidup figur yang penuh glamour dan kepalsuan. Namun ada bedanya. liputan tokoh selebriti dan iklan) juga mengundang pelajar untuk mengejar hedonisme. Pastilah sawah dan ladang. terus terang tidak akan pernah memberikan kepuasan dan kebahagiaan. perceraian.wikimu. terinspirasi oleh model-model atlit dan artis yang info perkembangannya selalu mereka update tiap saat. Majalah remaja popular dan kebanyakan tema televisi sama saja. Andaikata semua pelajar dan mahasiswa melakukan hal yang demikian. Bahwa kebahagian hidup ada pada hati yang bening. kecuali hanya banyak menghibur. dan kuat mencri rezki. cobalah dan lakukanlah ! seolah-olah beginilah ajakan misi televisi dan majalah yang tidak banyak mendidik. Rancangan majalah popular dan tema televisi komersil di negara kita memang sedang menggiring pelajar menjadi generasi konsumerisme bukan memotivasi mereka untuk menjadi generasi produktif. dan miliki multi kekuatan – kuat otak. Pada hal untuk manusia yang patut dimuliakan adalah kualitas intelektual. kadang-kadang tampil keren karena memakai baju dan celana pinjam atau hidup dengan gaya hedonisme lewat menggunakan fasilitas orang tua.

yaitu tetangkapnya anggota DPR oleh KPK di Hotel Ritz Carlton. wow. dimana harga selembar baju kaos (T Shirt) dengan tulisan seadanya "cuma" sebesar Rp. Dalam pengejaran dan pemujaan terhadap kesenangan dan kenikmatan. maka menjadi maklumlah saya kenapa orang-orang menjadi begitu bangga walaupun hanya membawa kantong kreseknya kemana-mana.. karena pada dasarnya... membuat jantung saya berdegup kencang... yaitu iklan-iklan yang membombardir dengan kalimat-kalimat yang kadangkala sangat tidak masuk di akal seperti : " Anda ingin kaya dalam waktu singkat.. Pandangan hidup seperti inilah yang sekarang ini banyak dan hampir semua umat manusia meng-amininya dan menjadikannya sebagai tolok ukur dalam gaya hidup. sudah lemahkah pagar iman dan agama ?????? Teori ini juga cenderung mengajarkan.bla. Kalimat ini saya Copy Paste dari tulisan Pak Anwariansyah dalam judulnya " Kantong Kresek Bermerek Memang Lebih Srek" dan saya tergelitik untuk menulis sesuatu tentang HEDONISME yang berasal dari bahasa Yunani Hedoneyang berarti kesenangan atau kenikmatan. Lihat saja di kota-kota besar saat ini semakin banyak bermunculan butik-butik atau toko-toko pakaian dan perlengkapan lainnya yang merupakan barang impor dan bermerek dengan harga yang. dan... bahwa untuk mendapat kesenangan dan kenikmatan dan kebahagiaan. karena takut dan malu kalau ditanya.ikutilah seminar kami. "Ada yang bisa dibantu. dan itulah tujuan hidup yang paling hakiki bagi manusia." Melihat harga-harga fantastis dari toko-toko yang biasanya menambahkan nama surf pada nama tokonya tersebut.Mengenal Hedonisme Gejala hedonisme ? Rasa gengsi tinggi yang diperoleh dari menonjolkan merek-merek terkenal dan mahal. mereka tidak mempercayai adanya kebahagiaan di surga. Contoh yang paling anyar. Contoh yang paling nampak dan ada pada keseharian kita.???. Pak ?" Dan saya hanya bisa menjawab.. atau simbol-simbol kemewahan lainnya adalah merupakan gejala umum sekarang ini. lihat-lihat saja.bla. Pandangan hidup ini mengajarkan pada pengikut atau mereka yang siap mengikutinya bahwa pemujaan terhadap kesenangan dan kenikmatan dunia harus dikejar.bla. Mengapa hal tersebut dapat terjadi. tidak perlu menunggu di surga.-.Jadi semua kesenangan dan kenikmatan secara fisik selalu membawa kebaikan. dan kalimat yang sering diucapkan oleh para hedonis:" kita tidak ..000. Dan akhirnya saya pun bisa maklum kenapa teman saya bergitu bangganya membawa tas kulit bulukannya ke manamana. "Ngga. 250. Pengajaran atau konsep moral dari Hedonisme adalah menyamakan kebaikan dengan kesenangan.. hal-hal yang menjadi "etika" selalu diterjang. Berdegup kencang bukan hanya karena kaget melihat harga yang fantastis tapi juga deg-degan didekati si pelayan toko..!!!!!!" .

kenikmatan dan kebahagiaan serta kesenangan telah tersedia dan dapat kita miliki !!!" http://www.aspx?id=8454 .com/News/DisplayNews.perlu pergi kesurga untuk mengalami kebahagiaan.wikimu. karena di dunia ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->