Siswa harus tau apa tata krama dan tanggung jawab

By afifassalafushalih TATA KRAMA

1. Setiap siswa hendaknya mengucapkan salam bila pertama kali bertemu atau mau berpisah dengan sesama siswa , guru, karyawan dan kepala sekolah. 2. Menghormati ide, pikiran dan pendapat, hak cipta orang lain, dan hak milik teman dan warga sekolah. 3. Berani menyampaikan sesuatu yang salah adalah salah dan menyatakan sesuatu yang benar adalah benar. 4. Menyampaikan pendapat secara sopan tanpa menyinggung perasaan orang lain. 5. Membiasakan diri mengucapkan terima kasih kalau memperoleh bantuan atas jasa dari orang lain. 6. Berani mengakui kesalahan yang terlanjur telah dilakukan dan meminta maaf apabila merasa melanggar hak orang lain atau berbuat salah kepada orang lain. 7. Menggunakan bahasa (kata) yang sopan dan beradab yang membedakan hubungan dengan orang lebih tua dan teman sejawat dan tidak menggunakan kata-kata kotor dan kasar, cacian, dan pornografi 8. Dalam pergaulan antar siswa dilarang mengundang siswa luar diajak masuk lingkungan Sekolah dengan tujuan tertentu (mabuk, judi, mencuri, memeras dll.) ketika sekolah melaksanakan, Hari Besar Nasional, Hari Besar Agama atau kegiatan lain kecuali ijin sekolah. 9. Dalam pergaulan antar siswa tidak diperkenankan manghasud, menghujat dan memicu konflik yang mengarah pada kontak fisik.

Tanggungjawab seorang siswa Tanggungjawab mungkin bisa diartikan sebagai konsekuensi yang harus diterima atau dijalankan terhadap apa yang sudah dilakukan atau dijalani. Kita sering mendengar kata ³lepas tanggungjawab´ artinya tidak mau mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan (lempar

1. hanya itu wahai para siswa tercinta. . selalu menginginkan sesuatu tanpa bersusah payah. Tanggungjawab sebagai seorang hamba Sudahkah kita menjalankan kewajiban kita sebagai orang yang beragama. sekali lagi. Tidak kah kita pernah membayangkan. jangan banyak meminta tapi mengabaikan tugasmu sebagai seorang hamba. Tap kenyataannya banyak siswa yang merasa terbebani dengan kewajiban mereka sebagai pelajar. bahwa orangtua tidak menginginkan banyak hal pada dirinya. Tanggungjawab sebagai seorang anak Banyak siswa tidak menyadari atau menyadari tapi tidak mau melakukan penyadaran diri. tidak pernah terbersit sedikit-pun dalam benak mereka agar kalian mengganti apa yang sudah diberikan. tercukupi dari segi materi tapi jiwanya kosong karena tidak tersentuh oleh nilai-nilai ibadah. Bayangkan betapa indahnya hidup kita seandainya ketiga tanggungjawab ini seiring sejalan atau saling terintegrasi. disiplin dalam menjalani tata tertib sekolah. jalankan kewajiban sebagai umat. bagaimana orangtua membanting tulang mencari biaya untuk kita bersekolah. tapi ini realita dan potret siswa masa kini. sekali lagi inilah potret siswa masa kini (walaupun tidak semua) 3. Tanggungjawab sebagai seorang pelajar/siswa Setiap siswa harus menanamkan rasa tanggungjawab pada diri masing-masing. kita malas bersekolah. Kita mendekatkan diri pada-Nya manakala kita berada pada kondisi terjepit dalam kehidupan. 2. Artinya setiap siswa wajib dan mutlak melaksanakan tanggungjawab tersebut tanpa terkecuali. tapi apa balasan yang kita berikan. Untukmu para siswa. semuanya kita balas dengan kemalasan dan kebohongan.batu sembunyi tangan). tanggungjawab siswa sebagai pelajar adalah belajar dengan baik. Banyak diantara kita yang mampu secara akademis. sementara tugas sejatinya untuk belajar dan menimba ilmu sudah bukan lagi menjadi pokok. kumpul dengan teman-teman. belajar dengan baik dan kelak lulus mempunyai kehidupan lebih baik dari orangtuanya. Insya Allah akan terbentuk siswa-siswa yang cerdas akademik dan pribadi yang sholeh sehingga pada akhirnya akan lahir generasi penerus yang membanggakan. Ada tihal penting yang harus dipahami dan dijalankan oleh seorang siswa atau pelajar berkenaan dengan tanggungjawab. kalah sebelum bertanding. siswa berangkat ke sekolah tidak lagi untuk tujuan belajar. menyerah sebelum berjuang. akan tetapi dijadikan sebagai ajang untuk ketemu. ngobrol dan lain sebagainya. hanya satu yang diinginkan oleh orangtua yaitu anak saya bisa bersekolah. mengerjakan tugas sekolah yang sudah diberikan kepadanya. berbohong ke sekolah tapi tidak sampai. Tidak kah pernah kita pikirkan. bagaimana orangtua kita memutar otak untuk kita.