NAMA NIM

: IDA FARIDA : B1A090378

ARTIKEL: KEBIJAKAN EKONOMI PADA MASA ORDE LAMA, ORDE BARU DAN REFORMASI PERSAMAAN:
o Sama-sama masih terdapat ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan

Setelah Indonesia Merdeka, ketimpangan ekonomi tidak separah ketika zaman penjajahan namun tetap saja ada terjadi ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan. Dalam 26 tahun masa orde baru (1971-1997) rasio pendapatan penduduk daerah terkaya dan penduduk daerah termiskin meningkat dari 5,1 (1971) menjadi 6,8 (1983) dan naik lagi menjadi 9,8 (1997). Ketika reformasi ketimpangan distribusi pendapatan semakin tinggi dari 0,29 (2002) menjadi 0,35 (2006). Sehingga dapat dikatakan bahwa kaum kaya memperoleh manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi yang dikatakan cukup tinggi, namun pada kenyataanya tidak merata terhadap masyarakat. o Adanya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) Orde Lama: Walaupun kecil, korupsi sudah ada. Orde Baru: Hampir semua jajaran pemerintah koruptor (KKN). Reformasi: Walaupun sudah dibongkar dan dipublikasi di mana-mana dari media massa,media elektronik,dll tetap saja membantah melakukan korupsi. Hal ini menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat yang sulit untuk disembuhkan akibat praktik-pratik pemerintahan yang manipulatif dan tidak terkontrol. o Kebijakan Pemerintah Sejak pemerintahan orde lama hingga orde reformasi kini, kewenangan menjalankan anggaran negara tetap ada pada Presiden (masing-masing melahirkan individu atau pemimpin yang sangat kuat dalam setiap periode pemerintahan sehingga menjadikan mereka seperti ³manusia setengah dewa´). Namun tiap-tiap masa pemerintahan mempunyai cirinya masingmasing dalam menjalankan arah kebijakan anggaran negara. Hal ini dikarenakan untuk disesuaikan dengan kondisi: stabilitas politik, tingkat ekonomi masyarakat, serta keamanan dan ketertiban. Kebijakan anggaran negara yang diterapkan pemerintah selama ini sepertinya berorientasi pada ekonomi masyarakat. Padahal kenyataannya kebijakan yang ada biasanya hanya untuk segelintir orang dan bahkan lebih banyak menyengsarakan rakyat. Belum lagi kebijakankebijakan yang tidak tepat sasaran, yang hanya menambah beban APBN. Bila diteliti lebih mendalam kebijakan-kebijakan sejak Orde Baru hingga sekarang hanya bersifat jangka pendek. Dalam arti kebijakan yang ditempuh bukan untuk perencanaan ke masa yang akan datang, namun biasanya cenderung untuk mengatur hal-hal yang sedang dibutuhkan saat ini. PERBEDAAN : - Orde lama (Demokrasi Terpimpin)

Surachman dengan persetujuan BP-KNIP. karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. Pada waktu itu.Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947 Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan. b)Program Benteng (Kabinet Natsir). untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI. yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. c.1. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957) Masa ini disebut masa liberal.Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada bulan Oktober 1946. mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika.Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak. yaitu mata uang De Javasche Bank. banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga. b. diharapkan pe rekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan). Berdasarkan teori moneter. serta status dan administrasi perkebunanperkebunan. Kas negara kosong.Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India. Dengan swasembada pangan. untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi. masalah sandang. dan mata uang pendudukan Jepang. c)Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat . 2. antara lain : a)Gunting Syarifuddin. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi. mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif. antara lain disebabkan oleh : a. Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. antara lain : a. dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia. yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan. d. yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI. karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi. e. dilakukan pada bulan Juli 1946. terutama pengusaha Cina. Namun usaha ini gagal. b. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer.Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. d. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi. mata uang pemerintah Hindia Belanda. Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950) Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946. pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru. Inflasi yang sangat tinggi. c.

3. uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100. kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia. politik. Dengan sistem ini. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi. antara lain : a)Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50. dan pemerataan pembangunan. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. c)Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1.000 dibekukan. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama. Hal ini berhasil karena selama lebih dari 30 tahun. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi. pertumbuhan ekonomi yang stabil. kebijakan ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi.UU no. Pada masa pemerintahan orde baru. Kebijakan-kebijakan ekonomi pada masa itu dituangkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). e)Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar. Sekali lagi. Akan tetapi. Karena hal itulah maka pemerintah jarang sekali melakukan perubahan-perubahan kebijakan terutama dalam hal anggaran negara. tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967) Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959. yang pada .dan ekonomi (mengikuti Mazhab Sosialisme). Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%. Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi Pembangungan. Kebijakan ekonomi tersebut didukung oleh kestabilan politik yang dijalankan oleh pemerintah. Dikarenakan pada masa itu pemerintah sukses menghadirkan suatu stablilitas politik sehingga mendukung terjadinya stabilitas ekonomi. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah. Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. pemerintah menjalankan kebijakan yang tidak mengalami perubahan terlalu signifikan selama 32 tahun. karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman. yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. pemerintahan mengalami stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi. dan semua simpanan di bank yang melebihi 25. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut. Program ini tidak berjalan dengan baik. eonomi. diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial. dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segalagalanya diatur oleh pemerintah). dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat.Orde Baru/ Orba (Demokrasi Pancasila) Pada masa orde baru. yaitu stabilitas politik. ini juga salah satu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik. . b)Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. maupun bidang-bidang lain.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. d)Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo.

Akan tetapi. serta nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. lebih kearah yang bersifat mikro-ekonomi. Karena menurut pemerintah. Pada dasarnya kebijakan ini sangat bagus. Penerapan kebijakan tersebut menimbulkan banyak kritik. Hal perimbangan tersebut sebetulnya sangat tidak mungkin. fundamental ekonomi nasional tidak didasarkan pada perhitungan hal-hal makro. pembangunan memerlukan dana investasi yang besar dan tidak dapat seluruhnya dibiayai oleh sumber dana dalam negeri. Prinsip ini merupakan pengaturan atas fungsi anggaran pembangunan dimana pinjaman luar negeri hanya digunakan untuk membiayai anggaran belanja pembangunan. Ini artinya pinjaman-pinjaman luar negeri tersebut ditempatkan pada anggaran penerimaan. Sehingga antara penerimaan dan pengeluaran dapat berimbang. Asumsi-asumsi dasar tersebut dijadikan sebagai ukuran fundamental ekonomi nasional. APBN pada masa pemerintahan Orde Baru. Karena pemerintah dapat menghindari terjadinya inflasi. Padahal sesungguhnya. sehingga menimbulkan kesan bahwa kebijakan ekonomi nasional memperhatikan petani. khususnya di bidang ekonomi. dan merupakan beban pengeluaran di masa yang akan datang. dalam APBN tiap tahunnya cantuman angka . disusun berdasarkan asumsi-asumsi perhitungan dasar. tingkat resiko yang tinggi. konsep yang benar adalah pengeluaran pemerintah dapat ditutup dengan penerimaan pajak dalam negeri. Kebijakan yang disebut tahun fiskal ini diterapkan seseuai dengan masa panen petani. yang sumber pokoknya karena terjadi anggaran yang defisit. Namun prinsip berimbang ini merupakan kunci sukses pemerintah pada masa itu untuk mempertahankan stabilitas. tingkat inflasi. APBN pada masa itu diberlakukan atas dasar kebijakan prinsip berimbang. Padahal. Permasalahannya. hingga penerapan dunia swasta dan BUMN yang baik dan bersih. karena pinjaman yang digunakan akan membuahkan hasil yang nyata. Misalnya. yaitu anggaran penerimaan yang disesuaikan dengan anggaran pengeluaran sehingga terdapat jumlah yang sama antara penerimaan dan pengeluaran. Oleh karena itu pemerintah selalu dihadapkan pada kritikan yang menyatakan bahwa penetapan asumsi APBN tersebut tidaklah realistis sesuai keadaan yang terjadi. Format APBN pada masa Orde baru dibedakan dalam penerimaan dan pengeluaran. Oleh karena itu. Padahal seharusnya pinjaman-pinjaman tersebut adalah utang yang harus dikembalikan. Prinsip lain yang diterapkan pemerintah Orde Baru adalah prinsip fungsional. karena pada masa itu pinjaman luar negeri selalu mengalir. Akan tetapi.akhirnya selalu disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk disahkan menjadi APBN. harga ekspor minyak mentah Indonesia. Sehingga pembangunanpun terus dapat berjalan. karena anggaran defisit negara ditutup dengan pinjaman luar negeri. pada masa itu penerimaan pajak saat minim sehingga tidak dapat menutup defisit anggaran. masalah-masalah dalam dunia usaha. pada dasarnya APBN pada masa itu selalu mengalami defisit anggaran. Pinjaman-pinjaman luar negeri inilah yang digunakan pemerintah untuk menutup anggaran yang defisit. Penerimaan terdiri dari penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan serta pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Sirkulasi anggaran dimulai pada 1 April dan berakhir pada 31 Maret tahun berikutnya. Yaitu laju pertumbuhan ekonomi.

pemerintah dapat memanfaatkan tabungan tersebut untuk berinvestasi dalam pembangunan. ketergantungan yang besar terhadap pinjaman luar negeri akan menimbulkan akibat-akibat. Padahal disaat yang bersamaan persentase pengeluaran rutin untuk membayar pinjaman luar negeri terus meningkat. Padahal.ditandai dengan tumbangnya pemerintahan Orde Baru kemudian disusul dengan era reformasi yang dimulai oleh pemerintahan Presiden Habibie. korupsi. Hal ini jelas menggambarkan betapa APBN pada masa pemerintahan Orde Baru sangat bergantung pada pinjaman luar negeri.pinjaman luar negeri selalu meningkat. Dalam hal ini pemerintah akan berupaya untuk mendapatkan kelebihan pendapatan yang telah dikurangi dengan pengeluaran rutin. Presiden menyatakan bahwa dana-dana pembiayaan yang bersumber dari dalam negeri harus meningkat. b)Kebijakan privatisasi BUMN. Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun. Hal lain yang dapat terjadi adalah pemerataan ekonomi tidak akan terwujud. Sehingga apa yang telah stabil dijalankan selama 32 tahun. Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain : a)Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5. dan penyalahgunaan. Dan lebih parahnya lagi ketergantungan tersebut akan menyebabkan negara menjadi malas untuk berusaha meningkatkan penerimaan dalam negeri.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Prinsip ketiga yang diterapakan oleh pemerintahan Orde Baru dalam APBN adalah. yaitu derelgulasi perbankan dan reformasi perpajakan. namun juga kebijakan ekonomi. Dalam Keterangan Pemerintah tentang RAPBN tahun 1977. kebijakan untuk mengurangi bantuan luar negeri tidak dapat terjadi karena jumlah pinjaman luar negeri terus meningkat. Padahal. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. pengendalian inflasi. Akibatnya. Kolusi dan Nepotisme). Selain itu pinjaman luar negeri yang banyak akan menimbulkan resiko kebocoran. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Akibatnya. Pemerintahan presiden BJ. dan mempertahankan kurs rupiah. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. pemulihan ekonomi. kinerja BUMN. dinamis yang berarti peningkatan tabungan pemerintah untuk membiayai pembangunan. Oleh karena itu. Diantaranya akan menyebabkan berkurangnya pertumbuhan ekonomi. Sehingga yang terjadi hanya perbedaan penghasilan. . Pada masa ini tidak hanya hal ketatanegaraan yang mengalami perubahan. Masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri mengalami masalah-masalah yang mendesak untuk dipecahkan adalah pemulihan ekonomi dan penegakan hukum. ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi. Kebijakan pemerintah ini dilakukan dengan dua cara. kebijakan demikian membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama.8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116. belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Akan tetapi. agar dapat dijadikan tabungan pemerintah.3 triliun. terpaksa mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan keadaan. Hal ini bertentangan dengan keinginan pemerintah untuk selalu meningkatkan penerimaan dalam negeri. antara lain masalah KKN (Korupsi. Sehingga pada akhirnya berakibat tidak dapat terpenuhinya keinginan pemerintah untuk meningkatkan tabungannya. Hasil penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan . kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati.Masa Reformasi (Demokrasi Liberal) Pada masa krisis ekonomi.

setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam. tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah. dan mengganggu jalannya pembangunan nasional. Kekayaan alam itu akan menjadi tabungan anak cucu di masa depan. Beras murah. Selain itu. Pada pertengahan bulan Oktober 2006 . karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak. Dengan ini. Rakyat pun merasa hidup berkecukupan pada masa Orba.Apa yang bisa digadaikan. yang salah satunya adalah revisi undangundang ketenagakerjaan. Namun kebijakan ini memicu banyak kontroversi.10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39. yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. meski RI hidup miskin. digadaikan. Indonesia melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3. Namun wacana untuk berhutang lagi pada luar negri kembali mencuat. Hal ini disebabkan karena beberapa hal. Di masa ini juga direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia. Penebangan hutan pada masa Bung Karno juga amat minim. . Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor. terutama investor asing. maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negeri. o Masalah pemanfaatan kekayaan alam. Kalo bisa ngutang ya ngutang.1 %. tapi Bung Karno tidak pernah menggadaikan (konsesi) tambang-tambang milik bangsa ke perusahaan asing. dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial. atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Biarlah anak cucu yang menikmati jika mereka sudah mampu dan bisa. karena inefisiensi pengelolaan anggaran. serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.2 miliar dolar AS. Jadi. tapi di lain pihak.05 juta jiwa pada bulan Maret 2006. dan jumlah penduduk miskin meningkat dari 35.Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada turunnya investasi. Pada masa orde lama : Konsep Bung Karno tentang kekayaan alam sangat jelas. di satu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri. Jadi saat dipimpin Bung Karno. birokrasi pemerintahan terlalu kental. diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah. antara lain karena pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI). Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu. Yang penting bisa selalu makan enak dan hidup wah. Jika Bangsa Indonesia belum mampu atau belum punya iptek untuk menambang minyak bumi dsb biarlah SDA tetap berada di dalam perut bumi Indonesia. Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua.ekonomi Indonesia menjadi 4. Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat kebijakan kontroversial yaitu mengurangi subsidi BBM. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan. sehingga menyebabkan kecilnya realisasi belanja Negara dan daya serap. investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja. kondisi dalam negeri masih kurang kondusif. Menurut Keynes. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Jika semakin banyak investasi asing di Indonesia. Pada masa Orde Baru konsepnya bertolak belakang dengan orde lama.

Orde reformasi : pemerintahan tidak punya kebijakan (menuruti alur parpol di DPR). demokrasi Liberal (neoliberaliseme). menjadi muara dari illegal logging. dan muncul otonomi daerah yang kebablasan. Masa Reformasi krisis ekonomi parah sudah terjadi. dibagi-bagi ke orang-orang tertentu (kroni) secara tidak transparan.wordpress. Referensi : http://id. Kita masih menyaksikan koruptor masih bercokol di negeri ini. Hutan dijadikan sumber duit. Soeharto melahirkan Orde Baru dan Orde Baru merupakan sistem kekuasaan yang menopang pemerintahan Soeharto selama lebih dari tiga dekade.com/2008/04/perbedaan-determinasi-kebijakan.blogspot. Perbedaan Orde Baru dan Orde Reformasi secara kultural dan substansi semakin kabur. pembatasan partai poltik.com/2008/11/07/sejarah-perekonomian-indonesia/ . Orde baru : kebijakan masih pada pemerintah. termasuk beras. dll. Sebab. Mengapa semua ini terjadi? Salah satu jawabannya. demokrasi Pancasila. industri kayu yang sudah terbentuk dimana-mana akibat dari berbagai HPH . Jika ada orang mempertanyakan. berorientasi pada politik.html http://labtani. pewadahunggalan organisasi profesi. Jangan dilupakan pula bahwa ekonomi RI ambruk parah ditandai Rupiah terjun bebas ke Rp 16. Budaya korupsi yang sudah menggurita sulit dihilangkan.Sekarang kita mewarisi hutan yang sudah rusak parah. kekuasaan militer untuk memasuki wilayah-wilayah sipil.yahoo. pemerintahan lemah. Soeharto dan Orde Baru tidak bisa dipisahkan. Utang LN tetap harus dibayar.000 per dollar terjadi masih pada masa Orde Baru. diancam tuduhan subversif. sekularisme.com/question/index?qid=20090126174820AAFGt08 http://yunaniabiyoso. Ingat fakta sejarah: Orde Baru tumbang akibat demo mahasiswa yang memprotes pemerintah Orba yang bergelimang KKN. Rakyat menikmati kebebasan (namun sepertinya terlalu ³bebas´). terigu. namun sektor ekonomi sudah diserahkan ke swasta/asing.answers. dibagi menjadi kapling-kapling HPH. kedelai dsb.semua proyek diserahkan kepada pemerintah. fokus pada pembangunan ekonomi. sentralistik. sentralistik. tidak jelas apa orientasinya dan mau dibawa kemana bangsa ini. Betulkah Orde Baru telah berakhir? Kita masih menyaksikan praktik-praktik nilai Orde Baru hari ini masih menjadi karakter dan tabiat politik di negeri ini.Sistem politik otoriter (partisipasi masyarakat sangat minimal) pada masa orba terdapat instrumen-instrumen pengendali seperti pembatasan ruang gerak pers. kapitalisme. bangsa ini tidak pernah membuat garis demarkasi yang jelas terhadap Orde Baru..demokrasi Terpimpin. o Sistem pemerintahan Orde lama : kebijakan pada pemerintah. Yang memimpikan kembalinya rezim totaliter mungkin hanyalah sekelompok orang yang dulu amat menikmati previlege dan romantisme kenikmatan duniawi di zaman Orba.padahal sebagian adalah beras impor. Semua serba tertutup dan tidak tranparan. Media masa menjadi terbuka. Tonggak awal reformasi 11 tahun lalu yang diharapkan bisa menarik garis demarkasi kekuatan lama yang korup dan otoriter dengan kekuatan baru yang ingin melakukan perubahan justru ³terbelenggu´ oleh faktor kekuasaan. Beberapa gelintir orang mendapat rente ekonomi yang luar biasa dari berbagai jenis monopoli impor komoditi bahan pokok. meski pada masa Presiden SBY pemberantasan korupsi mulai kelihatan wujudnya.

Potret Kebijakan Moneter Indonesia.Jakarta:Rajawali pers. Jakarta : PT.com/upload/Reformasi%20di%20Persimpangan%20Jalan. Ahmad Erani. Pembangunan dan Krisis. . 2008. 2002. Aulia. Grasindo. Memetakan Perekonomian Indonesia. Yustika.mudrajad.pdf Pohan.http://www.