NAMA NIM

: IDA FARIDA : B1A090378

ARTIKEL: KEBIJAKAN EKONOMI PADA MASA ORDE LAMA, ORDE BARU DAN REFORMASI PERSAMAAN:
o Sama-sama masih terdapat ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan

Setelah Indonesia Merdeka, ketimpangan ekonomi tidak separah ketika zaman penjajahan namun tetap saja ada terjadi ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan. Dalam 26 tahun masa orde baru (1971-1997) rasio pendapatan penduduk daerah terkaya dan penduduk daerah termiskin meningkat dari 5,1 (1971) menjadi 6,8 (1983) dan naik lagi menjadi 9,8 (1997). Ketika reformasi ketimpangan distribusi pendapatan semakin tinggi dari 0,29 (2002) menjadi 0,35 (2006). Sehingga dapat dikatakan bahwa kaum kaya memperoleh manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi yang dikatakan cukup tinggi, namun pada kenyataanya tidak merata terhadap masyarakat. o Adanya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) Orde Lama: Walaupun kecil, korupsi sudah ada. Orde Baru: Hampir semua jajaran pemerintah koruptor (KKN). Reformasi: Walaupun sudah dibongkar dan dipublikasi di mana-mana dari media massa,media elektronik,dll tetap saja membantah melakukan korupsi. Hal ini menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat yang sulit untuk disembuhkan akibat praktik-pratik pemerintahan yang manipulatif dan tidak terkontrol. o Kebijakan Pemerintah Sejak pemerintahan orde lama hingga orde reformasi kini, kewenangan menjalankan anggaran negara tetap ada pada Presiden (masing-masing melahirkan individu atau pemimpin yang sangat kuat dalam setiap periode pemerintahan sehingga menjadikan mereka seperti ³manusia setengah dewa´). Namun tiap-tiap masa pemerintahan mempunyai cirinya masingmasing dalam menjalankan arah kebijakan anggaran negara. Hal ini dikarenakan untuk disesuaikan dengan kondisi: stabilitas politik, tingkat ekonomi masyarakat, serta keamanan dan ketertiban. Kebijakan anggaran negara yang diterapkan pemerintah selama ini sepertinya berorientasi pada ekonomi masyarakat. Padahal kenyataannya kebijakan yang ada biasanya hanya untuk segelintir orang dan bahkan lebih banyak menyengsarakan rakyat. Belum lagi kebijakankebijakan yang tidak tepat sasaran, yang hanya menambah beban APBN. Bila diteliti lebih mendalam kebijakan-kebijakan sejak Orde Baru hingga sekarang hanya bersifat jangka pendek. Dalam arti kebijakan yang ditempuh bukan untuk perencanaan ke masa yang akan datang, namun biasanya cenderung untuk mengatur hal-hal yang sedang dibutuhkan saat ini. PERBEDAAN : - Orde lama (Demokrasi Terpimpin)

banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957) Masa ini disebut masa liberal. mata uang pemerintah Hindia Belanda. Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. b. serta status dan administrasi perkebunanperkebunan.1. pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru. Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950) Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk. terutama pengusaha Cina. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi. antara lain : a)Gunting Syarifuddin. 2. Kas negara kosong. yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950. yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi. dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947 Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948. e. yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif. yaitu mata uang De Javasche Bank. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi. karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. masalah sandang. b)Program Benteng (Kabinet Natsir). Dengan swasembada pangan.Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India. Namun usaha ini gagal. Berdasarkan teori moneter. c. Inflasi yang sangat tinggi. Pada waktu itu.Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. antara lain : a. dan mata uang pendudukan Jepang. untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI.Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946. mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika. antara lain disebabkan oleh : a. d. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP. b. Pada bulan Oktober 1946. c)Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat . c. d. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan. karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi. dilakukan pada bulan Juli 1946. untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun. diharapkan pe rekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan). Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI.

tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. pemerintahan mengalami stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi. Program ini tidak berjalan dengan baik. Kebijakan ekonomi tersebut didukung oleh kestabilan politik yang dijalankan oleh pemerintah.dan ekonomi (mengikuti Mazhab Sosialisme). e)Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar. dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967) Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959. politik. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut. Akan tetapi. yaitu stabilitas politik. antara lain : a)Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50. pertumbuhan ekonomi yang stabil.000 dibekukan. dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat. Dengan sistem ini. dan semua simpanan di bank yang melebihi 25. Karena hal itulah maka pemerintah jarang sekali melakukan perubahan-perubahan kebijakan terutama dalam hal anggaran negara. diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial. maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segalagalanya diatur oleh pemerintah). Sekali lagi. eonomi. Dikarenakan pada masa itu pemerintah sukses menghadirkan suatu stablilitas politik sehingga mendukung terjadinya stabilitas ekonomi. kebijakan ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi. .UU no. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. maupun bidang-bidang lain. Pada masa pemerintahan orde baru. c)Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%. Kebijakan-kebijakan ekonomi pada masa itu dituangkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). ini juga salah satu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik. yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. pemerintah menjalankan kebijakan yang tidak mengalami perubahan terlalu signifikan selama 32 tahun. d)Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo. Hal ini berhasil karena selama lebih dari 30 tahun. yang pada . dan pemerataan pembangunan.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. 3. sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100. b)Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi Pembangungan. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi. kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia.Orde Baru/ Orba (Demokrasi Pancasila) Pada masa orde baru. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama. karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman.

pembangunan memerlukan dana investasi yang besar dan tidak dapat seluruhnya dibiayai oleh sumber dana dalam negeri. APBN pada masa itu diberlakukan atas dasar kebijakan prinsip berimbang. Oleh karena itu. Namun prinsip berimbang ini merupakan kunci sukses pemerintah pada masa itu untuk mempertahankan stabilitas. Akan tetapi. Karena pemerintah dapat menghindari terjadinya inflasi. tingkat resiko yang tinggi. sehingga menimbulkan kesan bahwa kebijakan ekonomi nasional memperhatikan petani. karena pinjaman yang digunakan akan membuahkan hasil yang nyata. Padahal seharusnya pinjaman-pinjaman tersebut adalah utang yang harus dikembalikan. Sehingga antara penerimaan dan pengeluaran dapat berimbang. Penerapan kebijakan tersebut menimbulkan banyak kritik. Akan tetapi. yang sumber pokoknya karena terjadi anggaran yang defisit. Oleh karena itu pemerintah selalu dihadapkan pada kritikan yang menyatakan bahwa penetapan asumsi APBN tersebut tidaklah realistis sesuai keadaan yang terjadi. Yaitu laju pertumbuhan ekonomi. Asumsi-asumsi dasar tersebut dijadikan sebagai ukuran fundamental ekonomi nasional. Karena menurut pemerintah. Ini artinya pinjaman-pinjaman luar negeri tersebut ditempatkan pada anggaran penerimaan. tingkat inflasi. Prinsip lain yang diterapkan pemerintah Orde Baru adalah prinsip fungsional. dan merupakan beban pengeluaran di masa yang akan datang. hingga penerapan dunia swasta dan BUMN yang baik dan bersih. yaitu anggaran penerimaan yang disesuaikan dengan anggaran pengeluaran sehingga terdapat jumlah yang sama antara penerimaan dan pengeluaran. Prinsip ini merupakan pengaturan atas fungsi anggaran pembangunan dimana pinjaman luar negeri hanya digunakan untuk membiayai anggaran belanja pembangunan. Penerimaan terdiri dari penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan serta pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Sehingga pembangunanpun terus dapat berjalan. fundamental ekonomi nasional tidak didasarkan pada perhitungan hal-hal makro. disusun berdasarkan asumsi-asumsi perhitungan dasar. pada dasarnya APBN pada masa itu selalu mengalami defisit anggaran. Kebijakan yang disebut tahun fiskal ini diterapkan seseuai dengan masa panen petani. Padahal. dalam APBN tiap tahunnya cantuman angka . Pada dasarnya kebijakan ini sangat bagus. lebih kearah yang bersifat mikro-ekonomi. Pinjaman-pinjaman luar negeri inilah yang digunakan pemerintah untuk menutup anggaran yang defisit. Misalnya. harga ekspor minyak mentah Indonesia. karena pada masa itu pinjaman luar negeri selalu mengalir. Format APBN pada masa Orde baru dibedakan dalam penerimaan dan pengeluaran. Hal perimbangan tersebut sebetulnya sangat tidak mungkin. Padahal sesungguhnya. pada masa itu penerimaan pajak saat minim sehingga tidak dapat menutup defisit anggaran. APBN pada masa pemerintahan Orde Baru. konsep yang benar adalah pengeluaran pemerintah dapat ditutup dengan penerimaan pajak dalam negeri. serta nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Sirkulasi anggaran dimulai pada 1 April dan berakhir pada 31 Maret tahun berikutnya. masalah-masalah dalam dunia usaha.akhirnya selalu disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk disahkan menjadi APBN. khususnya di bidang ekonomi. karena anggaran defisit negara ditutup dengan pinjaman luar negeri. Permasalahannya.

dan penyalahgunaan. ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi. ketergantungan yang besar terhadap pinjaman luar negeri akan menimbulkan akibat-akibat.pinjaman luar negeri selalu meningkat. Masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri mengalami masalah-masalah yang mendesak untuk dipecahkan adalah pemulihan ekonomi dan penegakan hukum. Sehingga apa yang telah stabil dijalankan selama 32 tahun. Kolusi dan Nepotisme). Dalam Keterangan Pemerintah tentang RAPBN tahun 1977. kinerja BUMN. dan mempertahankan kurs rupiah. Dalam hal ini pemerintah akan berupaya untuk mendapatkan kelebihan pendapatan yang telah dikurangi dengan pengeluaran rutin. Padahal. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. b)Kebijakan privatisasi BUMN. Pada masa ini tidak hanya hal ketatanegaraan yang mengalami perubahan. Sehingga yang terjadi hanya perbedaan penghasilan. Padahal.ditandai dengan tumbangnya pemerintahan Orde Baru kemudian disusul dengan era reformasi yang dimulai oleh pemerintahan Presiden Habibie. dinamis yang berarti peningkatan tabungan pemerintah untuk membiayai pembangunan. Akibatnya. Hal ini bertentangan dengan keinginan pemerintah untuk selalu meningkatkan penerimaan dalam negeri. Kebijakan pemerintah ini dilakukan dengan dua cara. korupsi. Hal lain yang dapat terjadi adalah pemerataan ekonomi tidak akan terwujud. namun juga kebijakan ekonomi. Hasil penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan . terpaksa mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan keadaan. Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun. Akibatnya. Sehingga pada akhirnya berakibat tidak dapat terpenuhinya keinginan pemerintah untuk meningkatkan tabungannya. kebijakan demikian membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama.3 triliun. Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain : a)Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Dan lebih parahnya lagi ketergantungan tersebut akan menyebabkan negara menjadi malas untuk berusaha meningkatkan penerimaan dalam negeri. Diantaranya akan menyebabkan berkurangnya pertumbuhan ekonomi. Prinsip ketiga yang diterapakan oleh pemerintahan Orde Baru dalam APBN adalah. Oleh karena itu. Selain itu pinjaman luar negeri yang banyak akan menimbulkan resiko kebocoran. Akan tetapi. pengendalian inflasi.Masa Reformasi (Demokrasi Liberal) Pada masa krisis ekonomi. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Padahal disaat yang bersamaan persentase pengeluaran rutin untuk membayar pinjaman luar negeri terus meningkat. Hal ini jelas menggambarkan betapa APBN pada masa pemerintahan Orde Baru sangat bergantung pada pinjaman luar negeri. . pemulihan ekonomi. kebijakan untuk mengurangi bantuan luar negeri tidak dapat terjadi karena jumlah pinjaman luar negeri terus meningkat. Pemerintahan presiden BJ. antara lain masalah KKN (Korupsi.8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116. belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. yaitu derelgulasi perbankan dan reformasi perpajakan. kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. agar dapat dijadikan tabungan pemerintah. Presiden menyatakan bahwa dana-dana pembiayaan yang bersumber dari dalam negeri harus meningkat. pemerintah dapat memanfaatkan tabungan tersebut untuk berinvestasi dalam pembangunan.

Jadi. Kalo bisa ngutang ya ngutang. terutama investor asing. diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah. investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja.Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua. di satu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri. . Hal ini disebabkan karena beberapa hal. Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat kebijakan kontroversial yaitu mengurangi subsidi BBM. Jika semakin banyak investasi asing di Indonesia. dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial. Namun kebijakan ini memicu banyak kontroversi.2 miliar dolar AS. Yang penting bisa selalu makan enak dan hidup wah. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia. Jika Bangsa Indonesia belum mampu atau belum punya iptek untuk menambang minyak bumi dsb biarlah SDA tetap berada di dalam perut bumi Indonesia.ekonomi Indonesia menjadi 4. o Masalah pemanfaatan kekayaan alam. Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor. birokrasi pemerintahan terlalu kental. karena inefisiensi pengelolaan anggaran. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan. yang salah satunya adalah revisi undangundang ketenagakerjaan. Pada masa orde lama : Konsep Bung Karno tentang kekayaan alam sangat jelas. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Selain itu. Menurut Keynes. dan jumlah penduduk miskin meningkat dari 35. Biarlah anak cucu yang menikmati jika mereka sudah mampu dan bisa. Pada pertengahan bulan Oktober 2006 . sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada turunnya investasi. Di masa ini juga direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Namun wacana untuk berhutang lagi pada luar negri kembali mencuat. Rakyat pun merasa hidup berkecukupan pada masa Orba. yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah.05 juta jiwa pada bulan Maret 2006. antara lain karena pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI). Kekayaan alam itu akan menjadi tabungan anak cucu di masa depan. yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. dan mengganggu jalannya pembangunan nasional. maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negeri. sehingga menyebabkan kecilnya realisasi belanja Negara dan daya serap.10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu. Indonesia melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3. Dengan ini. atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. meski RI hidup miskin. setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam.1 %. Pada masa Orde Baru konsepnya bertolak belakang dengan orde lama. Penebangan hutan pada masa Bung Karno juga amat minim. tapi di lain pihak. karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing. tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Beras murah. digadaikan. Jadi saat dipimpin Bung Karno. tapi Bung Karno tidak pernah menggadaikan (konsesi) tambang-tambang milik bangsa ke perusahaan asing.Apa yang bisa digadaikan. kondisi dalam negeri masih kurang kondusif.

html http://labtani. Beberapa gelintir orang mendapat rente ekonomi yang luar biasa dari berbagai jenis monopoli impor komoditi bahan pokok. sentralistik. Rakyat menikmati kebebasan (namun sepertinya terlalu ³bebas´). fokus pada pembangunan ekonomi.blogspot.answers. dll. kapitalisme. dan muncul otonomi daerah yang kebablasan. sentralistik.com/question/index?qid=20090126174820AAFGt08 http://yunaniabiyoso.semua proyek diserahkan kepada pemerintah. Masa Reformasi krisis ekonomi parah sudah terjadi. dibagi-bagi ke orang-orang tertentu (kroni) secara tidak transparan. industri kayu yang sudah terbentuk dimana-mana akibat dari berbagai HPH . pewadahunggalan organisasi profesi. kekuasaan militer untuk memasuki wilayah-wilayah sipil. Orde reformasi : pemerintahan tidak punya kebijakan (menuruti alur parpol di DPR). berorientasi pada politik. termasuk beras. terigu. Semua serba tertutup dan tidak tranparan. Jika ada orang mempertanyakan. kedelai dsb. menjadi muara dari illegal logging.yahoo. diancam tuduhan subversif.demokrasi Terpimpin. bangsa ini tidak pernah membuat garis demarkasi yang jelas terhadap Orde Baru.com/2008/04/perbedaan-determinasi-kebijakan. Referensi : http://id. Sebab. Perbedaan Orde Baru dan Orde Reformasi secara kultural dan substansi semakin kabur. Soeharto dan Orde Baru tidak bisa dipisahkan. demokrasi Pancasila. Soeharto melahirkan Orde Baru dan Orde Baru merupakan sistem kekuasaan yang menopang pemerintahan Soeharto selama lebih dari tiga dekade. o Sistem pemerintahan Orde lama : kebijakan pada pemerintah. Yang memimpikan kembalinya rezim totaliter mungkin hanyalah sekelompok orang yang dulu amat menikmati previlege dan romantisme kenikmatan duniawi di zaman Orba.Sistem politik otoriter (partisipasi masyarakat sangat minimal) pada masa orba terdapat instrumen-instrumen pengendali seperti pembatasan ruang gerak pers.wordpress. Tonggak awal reformasi 11 tahun lalu yang diharapkan bisa menarik garis demarkasi kekuatan lama yang korup dan otoriter dengan kekuatan baru yang ingin melakukan perubahan justru ³terbelenggu´ oleh faktor kekuasaan. Betulkah Orde Baru telah berakhir? Kita masih menyaksikan praktik-praktik nilai Orde Baru hari ini masih menjadi karakter dan tabiat politik di negeri ini.com/2008/11/07/sejarah-perekonomian-indonesia/ . meski pada masa Presiden SBY pemberantasan korupsi mulai kelihatan wujudnya.padahal sebagian adalah beras impor. Utang LN tetap harus dibayar. Orde baru : kebijakan masih pada pemerintah..000 per dollar terjadi masih pada masa Orde Baru. Mengapa semua ini terjadi? Salah satu jawabannya. dibagi menjadi kapling-kapling HPH. Jangan dilupakan pula bahwa ekonomi RI ambruk parah ditandai Rupiah terjun bebas ke Rp 16. Ingat fakta sejarah: Orde Baru tumbang akibat demo mahasiswa yang memprotes pemerintah Orba yang bergelimang KKN. Budaya korupsi yang sudah menggurita sulit dihilangkan. sekularisme.Sekarang kita mewarisi hutan yang sudah rusak parah. namun sektor ekonomi sudah diserahkan ke swasta/asing. tidak jelas apa orientasinya dan mau dibawa kemana bangsa ini. pembatasan partai poltik. Hutan dijadikan sumber duit. pemerintahan lemah. Kita masih menyaksikan koruptor masih bercokol di negeri ini. Media masa menjadi terbuka. demokrasi Liberal (neoliberaliseme).

.pdf Pohan.Jakarta:Rajawali pers.mudrajad. 2002. Jakarta : PT. Yustika. Pembangunan dan Krisis. Grasindo.http://www.com/upload/Reformasi%20di%20Persimpangan%20Jalan. Memetakan Perekonomian Indonesia. Ahmad Erani. Aulia. 2008. Potret Kebijakan Moneter Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful