P. 1
Bab 4 Memahami Gambar Teknik

Bab 4 Memahami Gambar Teknik

|Views: 11,013|Likes:
Published by David Sigalingging
davidsigalingging
davidsigalingging

More info:

Published by: David Sigalingging on Jul 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2015

pdf

text

original

1. Penunjukan Ukuran

Penunjukan ukuran merupakan hal penting untuk tercapainya tujuan
gambar. Oleh karena itu penunjukan ukuran dibuat mudah dan sederhana
sehingga mudah dibaca dan pesan yang disampaikan lewat gambar dapat
dengan cepat dipahami. Untuk penunjukan ukuran diperlukan garis ukur, garis
batas, angka ukuran, simbol ukuran dan garis bantu ukuran. Simbol-simbol yang
terdapat pada angka ukuran diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Simbol ukuran untuk penunjukan diameter (Ø)

Contoh:

Ø8

artinya, diameter lingkaran adalah 8 mm.

b. Simbol ukuran untuk penunjukan jari-jari lingkaran (R)

Contoh:

R4

artinya, radius lingkaran adalah 4 mm

c. Simbol ukuran untuk penunjukan bujur sangkar (□)

Contoh:

7

d. Simbol ukuran untuk penunjukan lengkung bola (spheric)

Contoh:

56

S Ø 6

R 1

S

e. Simbol ukuran untuk penunjukan pinggulan (champer)

Contoh:

C1

1

f. Simbol ukuran untuk penunjukan ketebalan plat (t)

Contoh:

10

t1 0

ketebalan benda adalah 10 mm

57

2. Simbol Tanda Pengerjaan

Simbol simbol tanda pengerjaan dapat dilihat pada Tabel. 1 berikut ini:

Tabel 4.4. Simbol Tanda Pengerjaan

No

Simbol

Keterangan

1

Simbol dasar ini belum ada artinya sebelum
ada simbol tambahan yang lain

2

Simbol dasar yang diberi garis mendatar,
artinya permukaan itu harus dikerjakan
dengan mesin

3

Simbol pokok yang ditambah dengan
lingkaran, artinya permukaan tidak boleh
dikerjakan sedikitpun

4

Simbol dasar diberi tambahan huruf N, berarti
permukaan itu tidak boleh dikerjakan dengan
mesin. Huruf N menunjukkan harga
kekasaran yang mempunyai indek 1 sampai
dengan 12

5

Simbol tanda pengerjaan yang berarti
permukaan yang bersangkutan harus
dikerjakan dengan mesin dan mempunyai
indeks kekasaran dengan N.

58

6

Simbol pengerjaan dengan kekasaran
minimum dan maksimum, N8 adalah
kekasaran maksimum dan N2 adalah
kekasaran minimum.

7

Simbol tanda pengerjaan dengan keterangan
yang menunjukkan pengerjaan akhir dengan
cara di polis

8

Simbol pengerjaan yang mencantumkan
panjang sampel (sampling length)

Simbol pengerjaan yang mencatumkan arah
pengerjaan mesin.

Contoh pemakaian simbol tanda pengerjaan adalah sebagai berikut:

Contoh: 1

artinya angka kekasaran adalah N10

artinya proses akhir adalah digerinda

59

artinya proses pengerjaan akhir adalah di chroom

3. Simbol Penunjukan Nilai Kekasaran dan Arah

Pengerjaan

Simbol penunjukan nilai kekasaran dan arah pengerjaan, dibagi atas 3
bagian seperti bagan berikut ini:

Gambar 4.20. Bagan Penunjukan Nilai Kekasaran dan Arah Pengerjaan

a. Simbol Dasar Penunjukan

Simbol dasar terdiri dari dua garis yang membentuk sudut 60o

dengan
garis yang tidak sama panjang, garis sisi kiri minimal 4 mm dan garis sisi kanan
2 x garis sisi kiri (gambar 2.70). Ketebalan garis disesuaikan dengn besar
gambar, biasanya diambil ketebalan garis 0.35mm

Simbol Penunjukan Nilai Kekasaran dan Arah Pengerjaan

Simbol Dasar Penunjukan

Simbol dengan Nilai Kekasaran dan
Perintah Pengerjaan

Simbol Arah Bekas Pengerjaan
(Tanda Pengerjaan)

60

a

(a)

a

a

(b)

(c)

Gambar 4.21. Simbol Dasar Penunjukan

Sedangkan untuk gambar 4.21.(b) merupakan simbol pengerjaan
permukaan dengan menggunakan mesin, serta gambar 4.21.(c) digunakan untuk
menunjukkan kekasaran permukaan dicapai tanpa membuang bahan.
Simbol dengan tambahan nilai kekasaran dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.5. Simbol dengan tambahan Nilai Kekasaran dan Perintah Pengerjaan

No

Simbol

Keterangan

1

a

Nilai kekasaran a yang harus dicapai
oleh poros apa saja

2

a

Nilai kekasaran a yang harus dicapai
oleh poros mesin

3

a

Nilai kekasaran a yang harus dicapai
tanpa membuang bahan atau
pengerjaan lanjut

4

a1

a2

Nilai kekasaran a yang harus dicapai
dengan batasan tertentu. Artinya
permukaan tidak boleh lebih kasar dari
a1 dan tidak perlu lebih halus dari a2

61

5

Difrais

Permukaan harus dikerjakan dengan
mesin tertentu, misanya dengan mesin
frais

6

0.3

Kelebihan ukuran yang harus diberikan
pada permukaan. Misalnya harus diberi
kelebihan ukuran sebesar 0.3mm

7

Arah bekas pengerjaan (tekstur) yang
diinginkan. Macam-macam arah bekas
pengerjaan dapat dipilih.

8

2.5

Panjang sampel (contoh) yang
dianjurkan

62

Contoh:

b. Simbol arah Bekas Pengerjaan (Tanda Pengerjaan)

Tabel 4.6. Simbol arah Bekas Pengerjaan (Tanda Pengerjaan)

No Simbol

Keterangan

Contoh Penggunaan

1

Arah bekas
pengerjaan
sejajar dengan
garis di mana
simbol
ditempatkan

=

90, 45

2

Arah pengerjaan
tegak lurus
dengan garis di
mana simbol
ditempatkan

48,67

Keterangan Gambar:

a : nilai kekasaran (Ra) atau
tingkat kekasaran (N1
sampai dengan N2)

b cara Pengerjaan, produksi
atau pelapisan

c : panjang sampel (contoh)

d : arah bekas pengerjaan

e : kelebihan ukuran yang
dikehendaki

e

d

a

b
c(f)

63

3

X

Arah bekas
pengerjaan
bersilangan
dengan garis di
mana simbol
ditempatkan

X

4

M

Arah bekas
pengerjaan tidak
teratur

M

5

C

Arah bekas
pengerjaan
berupa
lingkaran/bulatan
terhadap garis
tengah benda
kerja

C

6

R

Arah bekas
pengerjaan relatif
radial terhadap
sumbu bidang di
mana diletakan.

R

64

4. Simbol Jenis Ulir

Simbol ulir dapat dilihat dari Tabel 4.7 berikut ini:

Tabel 4.7. Simbol Ulir

Jenis Ulir

Simbol

Keterangan

Ulir metrik kasar

Ulir metrik khusus

M

M10

M10 x 1

Ulir withworth

W

W 3/8

Ulir unified kasar

UNC

2

1

- 13 UNC

Ulir unified halus

UNF

2

1

- 28 UNF

Ulir trapesium 30o

Tr

Tr16 x 4

Ulir pipa tirus

PT

PT ¾

Ulir pipa dalam tirus

PS

PS ½

Ulir pipa lurus

PF

PF ¾

5. Simbol Dasar Pengelasan

Simbol dasar pengelasan dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut ini:

Tabel 4.8. Simbol Dasar Pengelasan

No Simbol Dasar

Cara Pengelasan Gambar Pengelasan

1

Las tepi

2

Las persegi I

65

3

Las V-tunggal
tertutup

4

Las miring

5

Las V-tunggal
terbuka (berkaki)

6

Las U-tunggal

7

Las J-tunggal

8

Las miring terbuka

9

Las penguat beban
(sebagai tambahan
pada las V dan U)

66

10

Las sudut T-
tunggal

11

Las Slot

12

Las titik

13

Las Pasak

6. Simbol Penunjukan Komponen Kelistrikan

Di dalam dunia otomotif, juga perlu dipahami tentang kelistrikan beserta
simbol-simbol komponennya, karena perkembangan dunia otomotif, sangat
sarat dengan perkembangan dunia elektronika. Adapun simbol-simbol
komponen kelistrikan umum yang perlu dipahami adalah sebagai berikut ini:

67

Tabel 4.9. Simbol Penunjukan Komponen Kelistrikan

No

Simbol

Keterangan

1

Baterai

2

Kapasitor Non Polaritas

3

Kapasitor Elektrolit

4

Dioda penyearah

5

Dioda zener

6

Led

7

Ground

8

Relay

9

Transistor NPN

68

10

Transistor PNP

11

Resistor

12

Potensiometer

13

Thermistor

14

LDR

15

Buzzer

16

Fuse

17

IC 555

18

Magnetic Core

69

19

Transformator

20

Switch

21

Kawat saling bersambungan

22

Kawat tidak saling
bersambungan

23

Lampu menyala

24

Lampu indikator

25

Motor

26

Heater

27

Speaker

70

28

Volt meter

29

Ampere Meter

30

Ohm Meter

7. Simbol Penunjukan Konektor

Diagram kelistrikan pada mobil juga menunjukkan simbol, bentuk, nomor
pin, dan warna konektor yang digunakan. Seperti yang tertera pada tabel berikut
ini:

Tabel 4.10. Simbol Penunjukan Konektor

No

Simbol

Pada

Rangkaian

Simbol konektor

Tipe konektor

Indikasi pada

rangkai

an

Dihubungkan
langsung ke
komponen

1

B

A

C

71

2

1B

1A

Hubungan ke
junction blok
No. 1

3

2A

2B

Hubungan ke
junction blok
No. 2

4

3A

3B

Hubungan ke
junction blok
No. 3

5

A1

B1

Berhubungan
ke wire
harnes

8. Simbol Warna Kabel

Di dalam gambar kelistrikan otomotif, kabel di berikan kode/simbol sesuai
dengan warnanya, seperti tabel berikut ini:

Tabel 4.11. Simbol Kode Warna

No Kode/Simbol

Keterangan

1

B

Black (Hitam)

2

BR

Brown (Coklat)

3

G

Green (Hijau)

4

GR

Gray (Abu Abu)

5

L

Blue (Biru)

6

LG

Light Green (Hijau Muda)

7

O

Orange (Jingga)

72

8

P

Pink (Merah Jambu)

9

R

Red (Merah)

10

V

Violet (Ungu)

11

W

White (Putih)

12

Y

Yellow (Kuning)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->