P. 1
Lp Gangguan Isolasi Sosial Menarik Diri

Lp Gangguan Isolasi Sosial Menarik Diri

|Views: 975|Likes:
Published by putri_caroline

More info:

Published by: putri_caroline on Jul 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2013

pdf

text

original

LP GANGGUAN ISOLASI SOSIAL MENARIK DIRI, wd.nurhaeny emba saputri LAPORAN PENDAHULUAN I I.

Kasus (Masalah Utama) Gangguan isolasi sosial : menarik diri II. Proses terjadinya masalah A. Core Problem 1. Definisi Perilaku menarik diri adalah klien ingin lari dari kenyataan tetapi karena tidak mungkin, maka klien menghindari atau lari secara emosional sehinga klien jadi pasif, tergantung, tidak ada motivasi dan tidak ada keinginan untuk berperan (Budi Ana Keliat, 1992). 2. Tanda dan Gejala a. Apatis, ekspresi sedih, afek tumpul. b. Menghidar dari orang lain (menyendiri) Klien tampak memisahkan diri dari orang lain misalnya pada saat makan. c. Tidak merawat dan memperhatikan kebersihan diri. d. Komunikasi kurang / tidak ada. Klien tidak tampak bercakap-cakap dengan klien lain / perawat. e. Tidak ada kontak mata : klienlebih sering menunduk. f. Mengurung diri di kamar / tempat terpisah, klien kurang dalam mobilitas.

g. Menolak berhubungan dengan orang lain. h. Tidak melakukan kegiatan sehari-hari, artinya perawatan diri dan kegiatan rumah tangga sehari-hari tidak dilakukan. B. Penyebab Gangguan konsep diri : harga diri rendah Tanda dan Gejala Klien yang gagal dalam mencapai suatu keinginan atau gagal dalam tujuan akan merasa bahwa ia tidak berharga dant idak berguna, keadaan tersebut akan membuat individu takut salah untuk berbuat sesuatu, pesimis atau rasa tidak percaya diri, hal ini menimbulkan dampak perilaku tidak ingin berkomunikasi dengan orang lain dan akan menghindari dari orang lain atau menarik diri. C. Akibat Resiko mencederai diri : bunuh diri Tanda dan Gejala : Klien dengan menarik diri disebabkan oleh adanya pengalaman yang tidak menyenangkan bagi pasien, seperti kegagalan atau kehiilangan atau karena perpisahan yang lama dengan orang terdekat.

III. A. Pohon Masalah Resiko mencedarai diri : bunuh diri Ganguan isolasi sosial : menarik diri Gangguan konsep diri : harga diri rendah

Gangguan konsep diri : harga diri rendah Data yang perlu dikaji . gelisah e. Isolasi sosial : menarik diri Data yang perlu dikaji : a. berkurangnya frekuensi. 2. lebih banyak diam b. tidak cukupnya ketrampilan sosial f. 3. jumlah dan spontanitas dalam berkomunikasi. lebih suka menyendiri / hubungan interpersonal yang kurang c. ingin mengakhiri kehidupan c. merasa tidak nyaman di antara orang e. merasa tidak berguna. ada ide-ide / usaha bunuh diri b. mengisolasi diri dengan membatasi hubungannya dengan orang lain f. Resiko mencederai diri : bunuh diri Data yang dikaji : a. mudah marah d.B. Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji 1. personal hygiene kurang d.

Rencana Tindakan Keperawatan Diagnosa I : Resti mencederai diri : bunuh diri berhubungan dengan menarik diri. IV. mengkritik diri sendiri d.a. Kriteria evaluasi 1. TUM : Klien tidak mencederai diri sendiri. meremehkan kekuatan / kemampuan diri f. TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya. 2. Diagnosa Keperawatan 1. klien menunjukkan rasa senang . Gangguan sosial menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah.1. ekspresi wajah klien bersahabat 1.2. pikiran mengalah c. kurang terlibat dalam hubungan sosial e. menyalahkan diri sendiri g. perasaan rendah diri b. Resti mencederai diri : bunuh diri berhubungan dengan menarik diri. V. perasaan putus asa dan tidak berdaya. a.

1. baik verbal maupun non verbal 1. Kriteria evaluasi 2. a. jelaskan tujuan pertemuan 1.2. .1.6.4. 2.3. tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien 1.1.1. jujur dan menepati janji 1.5.1. tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya TUK 2 : Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri.1.lingkungan b.orang lain .1. sapa klien dengan ramah. Intervensi 2.1. klien mau mengutarakan masalah yang dihadapi b. ada kontak mata 1.1.4.1. Intervensi 1.diri sendiri .1. Berikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri atau tidak mau bergaul. Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri yang berasal dari : . Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tanda-tandanya.1. perkenalkan diri dengan sopan 1.2.3.

Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain. TUK 3 : Klien dapat menyebutkan kuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain. Diskusikan bersama klien tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain.1. 3.2. Klien dapat menyebutkan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain. 3. 3. 3.1.1. Beri reinforcement positif terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaan tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain. Kriteria evaluasi 3. 3.3.2.1.3.1.3.2. Kaji pengetahuan klien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain.2.4. Kaji pengetahuan klien tentang manfaat dan keuntungan berhubungan dengan orang lain.2.4. 2.1.2. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain. .1. tanda-tanda serta penyebab muncul.1. Diskusikan bersama klien tentang kerugian tidak berhubungan dengan orang lain. 3. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain.2. 3. Berikan pujian terhadap kemampuan klien dalam mengungkapkan perasaannya. Intervensi 3. b. Diskusikan bersama klien tentang perilaku menarik diri. a.1.

TUK 4 : Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap.2. . Beri reinforcement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang kerugian tidak berhubungan dengan orang lain. Dorong dan bantu klien untuk berhubungan dengan orang lain melalui tahap : K±P K ± P ± P lain K ± P ± P lain ± K lain K ± P ± Kel / Masy.1. a.3. 4.1. 4.1.1.4.2. 4.1.1. Beri reinforcement terhadap keberhasilan yang telah dicapai. Kriteria evaluasi 4. Klien dapat mendemonstrasikan hubungan sosial secara bertahap antara: K±P K±P±K K ± P ± Kel K ± P ± Klp b.3.4. Bantu klien untuk mengevaluasi manfaat berhubungan. Kaji kemampuan klien membina hubungan dengan orang lain. Intervensi 4.

1.6.1.1. a. Kriteria evaluasi 6. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya bila berhubungan dengan orang lain.1. Keluarga dapat : . Diskusikan jadwal harian yang dapat dilakukan bersama klien dalam mengisi waktu. Motivasi klien untuk mengikuti kegiatan ruangan TUK 5 : Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain. Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain untuk : .1. Beri reinforcement positif atau kemampuan klien mengungkapkan perasaan manfaat berhubungan dengan orang lain.4. Intervensi 5. 4.1. TUK 6 : Klien dapat memberdayakan sistem pendukung atau keluarga mampu mengembangkan kemampuan klien untuk berhubungan dengan orang lain. Diskusikan dengan klien tentang perasaan manfaat berhubungan dengan orang lain. 5.diri sendiri .3.orang lain b.1.5. 5.1. Kriteria evaluasi 5.2. a.menjelaskan perasaannya .

7. dosis dan efek samping obat.4. Kriteria evaluasi 7.1.mendemonstrasikan cara perawatan klien menarik diri . a.eksplorasi perasaan keluarga. . TUK 7 : Klien dapat menggunakan obat dengan benar dan tepat.1.berpartisipasi dalam perawatan klien menarik diri b.3.buat kontrak .2.1. 6. Bina hubungan saling percaya dengan keluarga : .menjelaskan cara merawat klien menarik diri . 6.1.3.1.sampaikan tujuan .salam. Intervensi 6. Klien dapat menyebutkan manfaat.2. Klien dapat mendemonstrasikan dan tahu tentang manfaat dan efek samping dan penggunaan obat dengan benar. 7. Dorong anggota keluarga untuk memberi dukungan kepada klien untuk berkomunikasi dengan orang lain. 6. perkenalkan diri .1. Klien memahami akibat berhentinya minum obat tanpa konsultasi.. Diskusikan dengan anggota keluarga tentang perilaku penyebab serta akibat perilaku menarik diri. Anjurkan anggota keluarga secara rutin dan bergantian menjenguk klien minim satu kali seminggu.

2 Anjurkan klien untuk minta sendiri obat kepada perawat dan merasakan manfaatnya. 7. frekuensi dan manfaat obat serta efek sampingnya.1.1. 7.b. TUK 2 : Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri. 7.1. ekspresi wajah seidh.4. Diskusikan akibat tidak minum obat tanpa konsultasi. Proses Keperawatan 1. Diagnosa keperawatan Resti mencederai diri. Diskusikan dengan klien tentang dosis. 4.3. 3. Intervesi : 7. bunuh diri berhubungan dengan menarik diri. 2. tidak mau kontak dengan yang lain. kontak mata singkat. Anjurkan klien berbicara dengan dokter tentang manfaat dan efek samping yang dirasakan. Tindakan keperawatan .1. Kondisi klien Klien lebih suka menyendiri di tempat tidurnya.1. lebih banyak diam. Tujuan khusus TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN I A.

perkenalkan nama saya Sri Sundari. nama Mbak siapa? Baiklah Mbak. . B. b. saya biasa di panggil Ndari. jika ingin mengatakan sesuatu saya siap mendengarkan".TUK 1 : a. Salam terapeutik "Selamat pagi Mbak. disini saya akan menemani Mbak. Sapa klien dengan ramah. Strategi Komunikasi Dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan 1. baik verbal maupun non verbal b. c. tanda-tanda serta penyebab muncul. Jujur dan menepati janji d. Berikan pujian terhadap kemampuan klien dalam mengungkapkan perasaannya. TUK 2 : a. Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya e. Diskusikan bersama klien tentang perilaku menarik diri. Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien c. Fase oreientasi a. Berikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri atau tidak mau bergaul. Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tanda-tandanya. Berikan perhatian terhadap klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien. d. saya akan duduk di samping Mbak.

Fase Kerja "Biasanya kalau jam-jam seperti ini apa yang Mbak lakukan di sini atau di rumah?" "Bagaimana perasaan Mbak berdiam diri di kamar?" "Apa yang menyebabkan Mbak berdiam diri di kamar?" "Jika Mbak berdiam diri di kamar apa yang Mbak lakukan dan pikirkan?" "Jadi apa saja tanda-tanda kalau Mbak enggan berhubungan dengan orang lain?" 3. Mbak boleh saya tahu apa yang terjadi di rumah sehingga Mbak sampai dibawa kemari? Bagaimana kalau hari ini kita berbicara tentang kebiasaan Mbak yang lebih suka menyendiri. Evaluasi / validasi "Bagaimana perasaan Mbak hari ini? Saya ingin sekali membantu Mbak menghadapi masalah dan saya harap Mbak mau bekerja sama dengan saya. c.b. berapa lama? Bagaimana kalau 30 menit?" "Baiklah jadi kita akan ngobrol-ngobrol tentang kebiasaan Mbak yang lebih suka menyendiri selama 30 menit?" 2. Kontrak "Berapa lama kita akan berbincang-bincang?" "Dimana tempat yang Mbak sukai?" "Baiklah kita berbicara di tempat tidur saja. Fase Terminasi a. Mbak bersediakan?". Evaluasi .

kontak mata ada. Tujuan Khusus Tuk 3 : Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain. menyendiri. Kondisi Klien Klien banyak diam di tempat tidurnya. Proses Keperawatan 1. c. bagaimana kalau kita cukupka sampai di sini."Apa yang Mbak rasakan setelah kita berbincang-bincang selama 30 menit tadi?" "Bisa Mbak ulangi lagi apa yang telah kita bicarakan tadi?" b. tidak mau kontak dengan yang lain." STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN II A. waktu kita sudah habis. 2. kira-kira jam berapa kita besok bertemu lagi? Tempatnya dimana?" "Baiklah jam 11 kita akan bertemu di sini lagi selama 15 menit. Kontrak "Baiklah Mbak. Diagnosa Keperawatan Resti mencederai diri : bunuh diri berhubungan dengan menarik diri. . 3. Rencana tindak lanjut "Setelah ini kita akan bicara mengenai keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain".

beri reinforcement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang kerugian tidak berhubungan dengan orang lain. B. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain. Beri reinforcement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain. Salam terapeutik "Selamat pagi mbak. Diskusikan bersama klien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain. 7. mbak masih ingat dengan saya ? coba sebutkan siapa .4. Diskusikan bersama klien tentang manfaat berhubungan dengan orang lain. Tindakan Keperawatan Tuk 3 : 1. 8. 2. Kaji pengetahuan klien tentang manfaat dan keuntungan berhubungan dengan orang lain. 6. 5. Fase orientasi a. 3. 4. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan 1. Kaji pengetahuan klien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain.

Evaluasi/ validasi "Mbak kelihatannya segar dan semangat hari ini. bagaimana Mbak bisa kita mulai sekarang ?" 2. Evaluasi "Apa yang mbak rasakan setelah kita berbincang-bincang selama 20 menit tadi?" "Coba mbak ulangi lagi." b. ternyata mbak lebih pintar daari saya" "Sekarang coba mbak sebutkan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain." "Bagaimana jika mbak ngobrol-ngobrol dengan yang lain sekarang?" "Bagaimana kalau saya beri contoh cara berkenalan dengan orang lain?" 3. bagus ternyata mbak masih ingat. Nah. Fase Terminasi a." b. sekarang sesuai dengan janji kita. Fase Kerja "Coba mbak sebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain. Rencana tindak lanjut . kita sekarang akan berbincang-bincang mengenai keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain selama 20 menit. bagaimana perasaan Mbak pagi ini ?" c.nama saya." "Bagus. sebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain. Kontrak "Kemaren kita sudah berbicara mengenai hal yang menyebabkan bapak sering menyendiri di kamar.

kontak mata ada. . Tuk 5 : klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain. Tujuan Khusus Tuk 4 : klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap. untuk membahas kegiatan dan perasaan mbak setelah berkenalan dengan orang lain. 3. diam. Kondisi Klien Klien lebih suka menyendiri." "Kira-kira kapan kita akan bertemu lagi ? tempatnya di mana ? dan apa yang akan kita bahas ?" "Baiklah bagaimana kalau kita bertemu lagi jam 13. Kontrak "Baiklah mbak waktu kita sudah habis."setelah ini. kita akan berbincangbincang di tempat ini lagi selama 30 menit. paling tidak mbak tahu nama dan asal teman baru mbak. 2. sudah 20 menit kita berbincang-bincang." STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN III A. silahkan mbak coba berkenalan dengan orang lain." c. klien tidak mau kontak dengan yang lain. Proses Keperawatan 1. Diagnosa Keperawatan Resti mencederai diri : bunuh diri berhubungan dengan menarik diri.00.

Bantu klien untuk mengevaluasi manfaat berhubungan. Motivasi klien untuk mengikuti kegiatan mangan. B. 2. 5. Diskusikan jadwal harian yang dapat dilakukan bersama klien dalam mengisi waktu. Tuk 5: 1. 3. Beri reinforcement positif atas kegiatan klien dan kegiatan mangan.4. Beri reinforcement positif atas kemampuan klien mengungkapkan perasaan manfaat berhubungan dengan orang lain. Fase Orientasi . Kaji kemampuan klien membina hubungan dengan orang lain. 3. 6. Diskusikan dengan klien tentang perasaan manfaat berhubungan dengan orang lain. Dorong dan bantu klien untuk berhubungan dengan orang lain. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan 1. 4. 2. Tindakan Keperawaatan Tuk 4 : 1. Beri reinforcement positif terhadap keberhasilan yang telah dicapai. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya bila berhubungan dengan orang lain. 7.

Evaluasi/ validasi "Bagaimana mbak." 2." Sesuai dengan kesepakatan kita. senang atau tidak ?" 3. Fase Terminasi a. Evaluasi "Bagaimana perasaan mbak sekarang setelah berhubungan dengan orang lain ?" "Coba mbak ulangi lagi nama dan asal teman baru mbak!" . Kontrak "Tadi sudah beerkenalan dengan teman baru mbak." c." "Setelah berkenalan. kelihatannya mbak senang hari ini. kegiatan apa yang mbak lakukan dengan teman baru mbak?" "Setelah itu bagaimana perasaan mbak. sudah berkenalan atau sudah ngobrol-ngobrol dengan kenalan baru mbak ?" "Kalau boleh saya tahu siapa namanya ? asalnya dari mana ? bagus sekali mbak sudah ingat nama dan asal teman baru mbak. mbak sudah makan?" b. bagaimana kalau kita berbicara tentang teman baru mbak dan peerasaan mbah setelah berkenalan atau berhubungan dengan teman baru mbak.a. Fase Kerja "Coba mbak praktekkan carra berkenalan mbak dengan teman baru mbak pada saya. Salam terapeutik "Selamat pagi mbak. kita akan berbincang-bincang selama 30 menit.

frekuensi dan manfaat obat serta efek sampingnya.b. Diskusi dengan klien tentang dosis." c. sudah 30 menit perbincangan kita kali ini. tidak mau kontak dengan yang lain." STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN IV A. Diagnosa Keperawatan Resti mencederai diri : bunuh diri berhubungan dengan menarik diri 3. Kondisi Klien Klien lebih banyak diam. Proses Keperawatan 1. menyendiri. 4. Rencana tindak lanjut "baiklah saya lihat mbak sudah lelah. Tindakan Keperawatan 1. Kontrak "Baiklah kita cukupkan sekian dulu. Tujuan Khusus Tuk 7 : Klien dapat menggunakan obat dengan benar dan tepat. silahkan mbak istirahat dan besok kita lanjutkan lagi bincang-bincang kita. besok kita akan bincang-bincang kembali tentang cara penggunaan obat yang mbak minum dengan benar dan tepat. . 2.

4. dan jangan lupa ingat nama obat dan waktu minum obat. mbak sudah bisa menggunakan obat ini secara benar dan tepat.2. Anjurkan klien berbicara dengan dokter tentang manfaat dan efek samping yang dirasakan. Salam terapeutik "Selamat pagi mbak ? mbak ingat janji pertemuan kita ? bagus sekali ternyata mbak masih ingat dengan tepat. Anjurkan klien untuk minta sendiri obat kepada perawat dan merasakan manfaatnya. Validasi/ evaluasi "Bagaimana perasaan mbak pagi ini ? mbak masih berteman atau ngobrol dengan teman baru mbak ? bagus sekali « mbak sudah mau bergabung dengan teman-teman mbak. Fase Orientasi a." 2. Fase Kerja "Boleh saya tahu bagaimana cara mbak meminum obat ini ? bagus sekali. Diskusikan akibat tidak minum obat tanpa konsultasi. 3." ." c. B." b. bahwa pagi ini kita akan kembali berbincangbincang selama kurang lebih 15 menit. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan 1. Kontrak "Baik kalau begitu sesuai kesepakatan kita bagaimana kalau pada pertemuan kita kali ini selama 15 menit kedepan kita berbincang-bincang tentang kegunaan obat yang mbak minum tiap hari.

saya senang mbak mau mengikuti saran perawat dan dokter di sini. Fase Terminasi a. Kontrak "Kira-kira kapan ada kesempatan untuk berbincang-bincang lagi mbak ?" ."Bagus sekali mbak patuh dan taat. Rencana tindak lanjut "Mbak haarus selalu mengingat-ingat nama obat. Evaluasi "Bagaimana perasaan mbak setelah minum obat dan mengetahui penggunaan obat ini ?" "Mbak tadi mengatakan bahwa obat ini dapat membantu mbak dan banyak gunanya. dosis dan cara pemberiannya." 3. coba mbak ingat-ingat lagi ya ?" c." b.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->