P. 1
4. Wawasan Bimbingan Dan Konseling

4. Wawasan Bimbingan Dan Konseling

|Views: 336|Likes:
Published by David Sigalingging

More info:

Published by: David Sigalingging on Jul 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/20/2014

pdf

text

original

BAB IV WAWASAN BIMBINGAN DAN KONSELING PENDAHULUAN Materi yang dibahas dalam pokok bahasan ini mencakup konsep

dasar dan pentingnya wawasa bimbingan dan konseling dikuasai oleh guru. Oleh sebab itu tujuan dari pokok bahasan wawasan dan bimbingan konseling agar mahasiswa bias memahami pengertian dan tujuan bimbingan dan konseling, dan mampu mendeskripsikan latar belakang perlunya bimbingan dan konseling dalam pendidikan, menjelaskan fungsi dan prinsip bimbingan dan konseling, serta menjelaskan azas-azas bimbingan dan konseling. MATERI A. Penegertian Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling merupakan suatu kegiatan yan terintegrasi dalam keseluruhan proses belajar megajar. Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu atau kelompok agar mereka dapat mandiri, melalui bahan, interaksi, nasehat, gagasan ,alat dan asuhan yang di dasarkan atas norma atau nilai-nilai yang berlaku. Sedangkan konseling sebagai suatu usaha memperoleh konsep diri pada individu siswa. Konsep diri meliputi konsep tentang diri, orang lain, pendapat orang lain tentan diri, tujuan (harapan, kepercayaan diri) serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku dilingkungan dan masyarakat. (prayitno, 1987). Kegiatan bimbingan dan konseling disekolah ditetapkan adanya 4 bidang bimbingan dan konseling. Keempat biadang tersebut adalah :
1. Bidang bimbingan pribadi; membantu individu menilai kecakapan, minat bakat, dan

karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri secara realistik.
2. Bidang bimbingan sosial; membantu individu menilai dan mencari alternatif hubungan

sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya atau dengan lingkungan sosial yang lebih luas.
3. Bidang bimbingan belajar; membantu individu dalam kegiatan dalam rangka mengikuti

jenjang dan jalur pendidikan tertentu dan/atau dalam rangka menguasai kecakapan atau keterampilan tertentu.
David Sigalingging, SPd rbl_david@yahoo.com http://davidsigalingging.wordpress.com

4. Bidang bimbingan karier; membantu individu dalam mencari dan menetapkan pilihan

serta mengambil keputusan berkenaan dengan karier tertentu, baik karier di masa depan maupun karier yang sedang dijalaninya Untuk melaksanakan keempat bidang tersebut ada tujuh layanan yang diberikan kepada siswa menurut prayitno antara lain : 1. Layanan orientasi Layanan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman penyesuaian diri siswa terhadap lingkungan sekolah dan atau koponen pendidikan lainnya yang baru dimasuki siswa. 2. Layanan informasi Layananini bertujuan untuk membekali siswa dengan berbagai hal yang bergunauntuk mengenal diri, dan merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan sebagai siswa, anggota keluarga dan masyarakat. 3. Layanan penempatan dan penyaluran Layanan ini bertujuan untuk memberikan layanan tentang berbgai hal seperti kemampuan, bakat dan minat siswa yang belum tersalurkan secara tepat. 4. Layanan pembelajaran Layanan ini bertujuan untuk memungkinkan siswa memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya serta tuntutan kemampuan yang berguna untuk kehidupan dan pekembangannya. 5. Layanan konseling perorangan Layanan ini dapat dipecahkan dalam berbagai masalah siswa dan dapat dilaksanakan untuk segenap masalah siswa secara perorangan.
6.

Layanan bimbingan kelompok

Layanan ini memugkinkan siswa secara bersama-sama memperoleh bahan dari nara sumber yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baik secara individu, keluarga dan masyarakat. 7. Layanan konseling kelompok Layanan ini siswa memperoleh kesempatan untuk membahas dan menuntaskan masalah melalui dinamika kelompok.
David Sigalingging, SPd rbl_david@yahoo.com http://davidsigalingging.wordpress.com

Agar terlaksananya kegiatan bimbingan dan konseling dengan baik disekolah diperlukan kegiatan pendukung dalam kaitannya dengan kegiatan bimbingan dan konseling, menurut prayitno (1997) adalah : 1. Aplikasi intrumen bimbingan dan konseling 2. Konferensi kasus 3. Kunjungan rumah 4. Alih tangan kasus. B. Latar Belakang Perlunya BImbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan Berikut akan dikemukakan beragai latar belakang perunya bimbingan dan konseling dalam pendidikan. a. Latar belakang social budaya Perkembangan dan perubahan social budaya sangat cepat terjadi dalam kehidupan manusia saat ini, terutama dengan adanya era globalisasi. Perkembangan dan perubahan tersebut akan mengakibtkan bertambahnya jenis pekerjaan, pendidikan, dan pola yang dituntut untuk mengisi kehidupan tersebut. b. Latar belakang pendidikan Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal mempunyai peranan yang penting dalam usaha mendewasakan siswa. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar ada tiga bidang pendidikan yang satu sama lain saling berkaitan 1. Bidang pengajaran dan kurikulum 2. Bidang administrasi dan kepemimpinan 3. Bidang layanan bantuan c. Latar belakang psikologis Latar belakang dari segi psikologis menyangkut masalah perkembangan individu, perbedaan individu, kebutuhan individupenyesuaian diri serta masalah belajar. Masalah psikologis siswa dapat berupa: 1. Masalah perkembangan individu Pada masalah ini siswa diharapkan dapat memberikan bimbingan dan arahan dalam proses perkembangan mereka. 2. Masalah perbedaan individu
David Sigalingging, SPd rbl_david@yahoo.com http://davidsigalingging.wordpress.com

Disekolah siswa dibentuk oleh lingkungan guru dan materi pelajaran yang sama, akan tetapi hasilnya berbeda, ada siswa yang cepat, lambat, dan malas dalam belajar, kentyataan ini menunjukkan pelayanan bimbingan dan konseling diperlukan, sebab melalui kegiatan bimbingan dan konseling perbedaan individu merupakan faktor layanan. 3. Masalah penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku Penyesuaian diri merupakan kelanjutan perubahan individu. Bila individu dapt memenuhi kebutuhan tersebut dan ditunjang oleh lingkungan yang konduksif maka individu dapatmenyesuaikan diri tanpa mengalami masalah. 4. Masalah belajar Individu yang sedang belajar dipngaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dalam diri ataupun luardiri mereka. Faktor dalam maupun luar individu dapat menimbulkan masalah belajar bagi siswa. C. Tujuan Bimbingan Dan Konseling Tujuan bimbingan dan konseling secara umum adalah untuk membantu individu dalam mencapai kebahagiaan hidup pribadi, kehidupan yang efektif dan produktif dimasyarakat, hidup bersama individu lain serta harmonis antara cita-cita dengan kemampuan yang ada. Tujuan bimbingan dan konseling mencakup a. Tujuan bimbingan dan konseling untuk kepentingan sekolah b. Tujuan bimbingan dan konseling untuk siswa c. Tujuan bimbingan dan konseling untuk guru d. Tujuan bimbingan dan konseling untuk orang tua siswa e. Tujuan bimbingan dan konseling D. Fungsi Bimbingan dan Konseling 1. Fungsi pemahaman Fungsi ini merupakan landasan dari kegiatan bimbingan dan konseling 2. Fungsi pencegahan Yaitu pelayanan bimbingan dan konseling dapat dimanfaatkan untuk menghindari individu dari permasalahan-permasalahan yang mungkin akan menimpan individu
David Sigalingging, SPd rbl_david@yahoo.com http://davidsigalingging.wordpress.com

tersebut, yang identik dengan slogan kesehatan “mencegah lebih baik dari pada mengobati. 3. Fungsi pengentasan Yaitu pelayanan yan dimanfaatkan untuk membantu individu terlepasa dari masalah yang dihadapinya 4. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan Yaitu pelayanan yang dapat dimanfaatkan untuk memelihara dan mengembangkan segala yang baik yang ada pada diri individu, baik berupa potensi sebagai bawaan ataupun hasil perkembangan yang diperoleh dari belajar. 5. Fungsi advokasi Yaitu pelayanan bimbingan yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan perlindungan pada individu, terhadap tindakan yang tidak adil yang dikenakan kepada mereka, terutama perlindungan terhadap hak pendidikan anak. E. Prinsip-prinsip Bimbingan Dan Konseling a. Prinsip-prinsip umum 1. Sikap dan tingkah laku individu terbentuk dari aspek kepribadian yang unuk dan ruet 2. Pegenalan dan pemahaman tentang perbedaan merupakan suatu keharusan 3. Bimbingan diusahakan untuk dapt mengarahkan individu untuk menolong diri sendiri 4. Bimbingan terpusat pada individu siswa b. Prinsip khusus yang berhubungan dengan siswa 1. Pelayan ditunjukkan untuk seluruh siwa 2. Ada kriteria tertentu untuk menentukan perioritas 3. Program bimbingan harus berpusat pada siswa c. Prinsip yang berhubungan dengan guru pebimbing 1. Guru pebimbing harus mampu melakukan tujuan sesuai dengan kemampuan 2. Guru pebimbing hendaklah dipelihara atas dasar kualifikasi pendidikan, kepribadian, pengalaman dan kemapuan 3. Guru pebimbing harus dapat kesempatan untuk megembangkan dirinya serta keahlian melalui latihan dan penataran. d. Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan organisasi dan admnistrasi bimbingan
David Sigalingging, SPd rbl_david@yahoo.com http://davidsigalingging.wordpress.com

1. Bimbingan dilakukan secara berlanjut 2. Tersedianya kartu pelayan pribadi 3. Program disesuaikan dengan program sekolah F. Azas-Azas Bimbingan Dan Konseling a. Asas Kerahasiaan, yaitu segala sesuatu yang dibicarakan peserta didik kepada pembimbing tidak boleh disampaikan kepada orang lain. Asas kerahasiaan merupakan kunci keberhasilan Bimbingan dan Konseling karena akan mendasari kepercayaan peserta didik kepada pembimbing.
b. Asas Kesukarelaan, yaitu pelaksanaan Bimbingan dan Konseling berlangsung atas dasar

kesukarelaan dari kedua belah pihak, baik dari peserta didik maupun pembimbing.
c. Asas Keterbukaan, yaitu Bimbingan dan Konseling dapat berhasil dengan baik jika

peserta didik yang bermasalah mau menyampaikan maslah yang dihadapi kepada pembimbing dan pembimbing bersedia membantunya.
d. Asas Kekinian, yaitu masalah yang ditangani oleh Bimbingan dan Konseling adalah

masalah sekarang walaupun ada kaitanya dengan masalah yang lampau dan yang akan dating. Selain itu juga hendaknya pembimbing sesegerah mungkin menangani masalah peserta didik.
e. Asas Kemandirian, yaitu Bimbingan dan Konseling membantu agar peserta didik dapat

mandiri atau tidak tergantung baik kepada pembimbing atau orang lain.
f. Asas Kegiatan, yaitu Bimbingan dan Konseling harus dapat membantu membangkitkan

peserta didik agar berusaha melakukan kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.
g. Asas Kedinamisan, yaitu Bimbingan dan Konseling hendaknya dapat membantu

terjadinya perubahan yang lebih baikdan mampu kearah pembaruan pada diri peserta didik.
h. Asas Keterpaduan, yaitu Bimbingan dan Konseling hendaknya dapat memadukan aspek

kepribadian peserta didik dan proses layanan yang dilakukan. i. Asas Kenormatifan, yaitu usaha Bimbingan dan Konseling harus sesuai dengan normanorma yang berlaku, baik norma agama, norma adapt, norma hokum atau Negara, norma ilmu, dan norma kebiasan sehari-hari.
David Sigalingging, SPd rbl_david@yahoo.com http://davidsigalingging.wordpress.com

j.

Asas Keahlian, yaitu Bimbingan dan Konseling adalah layanan professional sehingga perlu dilakukan oleh ahli yang khusus dididik untuk melakukan tugas ini.

k. Asas Ali Tangan,Bila usaha yang dilakukan telah optimal tetapi belum berhasil atau

masalahnya diluar kewenangannya, maka penanganannya dapat dialihtangankan pihak lain yang berwenang. l. Asas Tutwuri Handayani, yaitu Bimbingan dan Konseling hendaknya secara keseluruhan dapat memberikan rasa aman, mengembangkan keteladanan, memberi rangsangan dan dorongan serta kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk maju sesuai dengan potensinya.

David Sigalingging, SPd rbl_david@yahoo.com http://davidsigalingging.wordpress.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->