P. 1
Makalah Negosiasi Dan Advokasi Bisnis

Makalah Negosiasi Dan Advokasi Bisnis

|Views: 770|Likes:
Published by rnurmawati

More info:

Published by: rnurmawati on Jul 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2012

pdf

text

original

MAKALAH NEGOSIASI DAN ADVOKASI BISNIS PERAN PELAKU ADVOKASI DALAM KEGIATAN AGRIBISNIS

“BAKSO SABAR”

Kelompok 10:

1. Tentang Perusahaan

Bisnis Bakso “Sabar” Pengusaha yang menjadi narasumber adalah salah satu pedagang bakso yang sudah sukses di Bogor. mie ayam bakso dan aneka es atau minuman. Selain bakso. 2) Kopmiso (Koperasi Pedagang Mie dan Bakso) Pada tahun 2005 dibentuk koperasi simpan pinjam kemudian koperasi tersebut berkembang dan kini swamitra dengan bank Bukopin. Asosiasi yang diikuti 1) IPBN (Ikatan Pedagang mie Bakso Nusantara) Usaha “Bakso Sabar” ini telah bergabung dalam sebuah paguyuban yang terdiri dari pedagang-pedagang bakso yang ada di sekitar Jabodetabek. Depok. Beberapa syarat yang ingin menjadi anggota koperasi adalah: . c. Jumlah anggota koperasi saat ini kurang lebih 100 anggota. dan dekat PLN Bogor. Bekasi). Dengan demikian tercetuslah pemikiran pembentukan ikatan pedagang bakso tersebut yang kini anggotanya hingga Jabodetabek (Jakarta. Identifikasi kegiatan bisnis yang dijalankan Kegiatan bisnis yang dijalankan adalah mengelola warung bakso yang terdapat di kelima cabang di Bogor. Jl. b. Kelima cabang tersebut adalah warung “Bakso Sabar” yang terletak di Ciampea. Bogor. Tangerang.a. Koperasi tersebut bernama Kopmiso (Koperasi pedagang mie dan bakso). Pelatikan dan pendeklarasian IPBN diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 20 April 2007. Sukasari. Jawa Barat. Jalan Raya Dramaga. IPBN merupakan paguyuban yang memiliki badan hukum dan memiliki kurang lebih 150-an anggota. Paguyuban ini bernama IPBN (Ikatan Pedagang mie Bakso Nusantara). Merdeka. produk yang dijual adalah mie ayam. Kantor koperasi ini berada di kawasan Pasar Bogor. IPBN didirikan atas dasar keinginan seseorang yang bernama Tugino yang ingin mengumpulkan dan menyatukan pedagang-pedagang bakso di sekitar Bogor. Pak Wartimin adalah pemilik warung bakso yang diberi nama “Bakso Sabar” ini telah memiliki lima cabang warung bakso yang tersebar di kota Bogor.

b. Wajib membayar simpanan wajib setiap bulan sebesar Rp 20. 3. Wajib membayar simpanan pertama/pokok sebesar Rp 300. Sebagai contoh kasus isu daging tikus yang digunakan dalam pembuatan bakso. Permasalahan yang dihadapi 1) Faktor internal: Karyawan .. Calon anggota merupakan pedagang bakso 2.1. Kopmiso membuat proposal bantuan dana untuk membantu keberlanjutan dan kelangsungan kegiatan koperasi. Manfaat yang diperoleh dengan bergabung di asosiasi Manfaat yang diperoleh dengan adanya IPBN tersebut adalah mendapat banyak link atau jaringan antar pedagang bakso se-Jabodetabek. 1. yaitu ketika adanya isu-isu yang berkaitan dengan bisnis mie dan bakso mereka yang terbentuk dalam IPBN akan mengadakan klarifikasi ke berbagai media. mempermudah menyelesaikan permasalahan-permasalahn yang terjadi.000.Selain kegiatan-kegiatan tersebut diatas. Permasalahan a. Dalam kegiatan asosiasi ada kegiatan yang berhubungan dengan advokasi bisnis. Dalam pertemuan rutin tersebut membahas masalahmasalah yang dihadapi baik tiap anggota maupun masalah yang berdampak pada seluruh anggota. Sehingga masalah tersebut harus segera ditangani dan diselesaikan agar tidak merugikan pedagang bakso secara keseluruhan. Aktifitas yang dilakukan dalam asosiasi Aktifitas yang dilakukan oleh IPBN adalah pertemuan rutin yang diadakan setiap sebulan sekali serta arisan anggota.000. a. serta dapat mengadakan dan mengikuti kegiatankegiatan sosial. Beberapa proposal yang berhasil diajukan adalah proposal yang diajukan ditingkat kementrian dan provinsi. Kasus ini memiliki dampak yang sangat besar dan serius terhadap keberlangsungan bisnis bakso di seluruh Indonesia.sebagai bukti menjadi anggota koperasi.

2) Kopmiso yang berswamitra dengan Bank Bukopin memberikan pelayanan simpan pinjam. 2) Faktor eksternal: Pesaing Pesaing yang dimaksud disini adalah pesaing dari kalangan keluarga yang mendirikan usaha yang lokasinya berdampingan dengan usaha “Bakso Sabar”. 3) Faktor eksternal: politik Adanya isu-isu negatif mengenai bahan dasar bakso yang berupa daging tikus atau borax. 3) Cara menyelesaikan masalah politik: Pedagang bakso bersama asosiasinya (IPBN) akan mengadakan klarifikasi ke berbagai media. Beberapa proposal . Lembaga formal yang membantu pedagang bakso dalam menyelesaikan masalah: IPBN (Ikatan Pedagang mie Bakso Nusantara) dan Kopmiso (Koperasi pedagang Mie dan Bakso) yang bekerjasama dengan Bank Bukopin. bergabungnya pedagang bakso dalam asosiasi ini dapat mempengaruhi pemerintah dalam menentukan kebijakan harga daging agar stabil. Kegiatan advokasi: Kopmiso membuat proposal bantuan dana untuk membantu keberlanjutan dan kelangsungan kegiatan koperasi. 4) Faktor eksternal: ekonomi Kenaikan harga daging di pasaran.Beberapa hal yang menjadi permasalahan bisnis “Bakso Sabar” adalah adanya karyawan yang bekerja tidak jujur. Peranan lembaga 1) IPBN melakukan pertemuan rutin yang diadakan setiap sebulan sekali serta arisan anggota. Dalam pertemuan rutin tersebut membahas masalah-masalah yang dihadapi baik tiap anggota maupun masalah yang berdampak pada seluruh anggota. 2) Cara menyelesaikan masalah dengan pesaing: Mencari tempat usaha lain agar tidak menimbulkan pertengkaran. a. Cara menyelesaikan masalah 1) Cara menyelesaikan masalah dengan karyawan: Karyawan yang diduga bermasalah atau tidak jujur biasanya dikeluarkan secara baikbaik oleh pemilik usaha tanpa menyinggung perasaan karyawan yang bersangkutan. berdampak pada kenaikan harga jual baksos. a. Dari segi advokasi. b.

yang berhasil diajukan adalah proposal yang diajukan ditingkat kementrian dan provinsi. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->