P. 1
pacasila kila

pacasila kila

|Views: 278|Likes:
Published by Indah Kurniawati

More info:

Published by: Indah Kurniawati on Jul 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/25/2014

pdf

text

original

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

2.1

PENDAHULUAN

Pembahasan dalam Modul 2 ini bertujuan untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa Indonesia, yang meliputi :

A. Masa Kejayaan Nasional 1. Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya 2. Masa Kejayaan Kerajaan Majapahit B. Masa Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah 1. Perjuangan sebelum abad XX 2. Kebangkitan Nasional 1908 3. Sumpah Pemuda 1928 4. Perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan Jepang. C. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 1. Proses perumusan Pancasila dan UUD 1945 2. Proklamasi kemerdekaan dan maknanya 3. Proses pengesahan Pancasila dasar negara dan UUD 1945 D. Perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia 1. Masa revolusi fisik 2. Masa demokrasi liberal 3. Masa orde lama 4. Masa orde baru 5. Masa era global

MASA KEJAYAAN NASIONAL
A. PENGANTAR

Kira-kira pada abad VII-XlI, telah berdiri kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan dan kemudian pada abad XllI-XVl berdiri pula kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Menurut Mr. Muhammad Yamin, berdirinya negara kebangsaan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari berdirinya kerajaan-kerajaan lama tersebut yang merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Negara kebangsaan Indonesia terbentuk melalui tiga tahap. Pertama, pada Zaman negara kebangsaan Sriwijaya di bawah Wangsa Syailendra (600-1400). Kedua, negara kebangsaan Zaman Majapahit (1293-1525). Ketiga, adalah negara kebangsaan modern, yaitu Negara Indonesia yang merdeka tanggal I7 Agustus 1945. (Sekretariat Negara Rl. 1995)

2.2

B. MASA KEJAYAAN KERAJAAN SRIWIJAYA
Pada abad ke VII, berdiri Kerajaan Sriwijaya di bawah kekuasaan Wangsa Syailendra di Sumatera. Kerajaan yang berbahasa Melayu Kuno dan menggunakan huruf Pallawa tersebut dikenal juga sebagai kerajaan maritim yang mengandalkan jalur perhubungan laut. Kekuasaan Sriwijaya menguasai Selat Sunda (686), kemudian Selat Malaka (775). Sistem perdagangan telah diatur dengan baik, di mana pemerintah melalui pegawai raja membentuk suatu badan yang dapat mengumpulkan hasil kerajinan rakyat sehingga rakyat mengalami kemudahan dalam pemasarannya karena sudah ada pegawai pengurus pajak, harta benda kerajaan, rohaniawan yang menjadi pengawas teknis pembangunan gedung-gedung dan patung-patung suci sehingga saat itu kerajaan dapat menjalankan sistem negaranya dengan nilai-nilai ketuhanan. (Kaelan,1999). Pada Zaman Sriwijaya telah didirikan Universitas Agama Budha yang sudah dikenal di Asia. Pelajar dari universitas ini dapat melanjutkan studi ke India, banyak guru-guru tamu yang mengajar di sini dari India, seperti Dharmakitri. Cita-cita kesejahteraan bersama dalam suatu negara telah tercermin pada kerajaan Sriwijaya,"marvuat vannua Criwijaya siddhayatra subhiksa" (suatu cita-cita negara yang adil dan makmur). (Kaelan, 1999). Unsur-unsur yang terdapat di dalam Pancasila, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, tata pemerintahan atas dasar musyawarah dan keadilan sosial telah terdapat sebagai asas-asas yang menjiwai bangsa Indonesia. Dokumen tertulis yang membuktikan terdapatnya unsur-unsur tersebut ialah prasasti prasasti di Talaga Batu, Kudukan Bukit, Karang Brahi, Talang Tuo, dan Kota Kapur. (Dardji Darmodihardjo (l974). Pada hakikatnya niIai-nilai budaya bangsa semasa Kejayaan Kerjaan Sriwijaya telah menunjukkan nilai-nilai Pancasila, yaitu : a. Nilai sila pertama, terwujud dengan adanya umat agama Budha dan Hindu hidup

berdampingan secara damai. Pada kerajaan Sriwijaya terdapat pusat kegiatan pembinaan dan pengembangan agama Budha. b. Nilai sila kedua, terjalinnya hubungan antara Sriwijaya dengan India (Dinasti Harsha). Pengiriman para pemuda untuk belajar di India. Telah tumbuh nilai-nilai politik luar negeri yang bebas dan aktif. c. Nilai sila ketiga, sebagai negara maritim, Sriwijaya telah menerapkan konsep negara kepulauan sesuai dengan konsepsi wawasan nusantara. d. Nilai sila keempat, Sriwijaya telah memiliki kedaulatan yang sangat luas, meliputi (Indonesia sekarang) Siam, dan Semenanjung Melayu. e. Nilai sila kelima, Sriwijaya menjadi pusat pelayanan dan perdagangan, sehingga kehidupan rakyatnya sangat makmur.

C. MASA KEJAYAAN KERAJAAN MAJAPAHIT 2.3

Seloka toleransi ini juga diterima oleh kerajaan Pasai di Sumatera sebagai bagian kerajaan Majapahit yang telah memeluk agama Islam. 1960). 2. yaitu Isana (abad ke-IX). namun satu jua dan tidak ada agama yang memiliki tujuan yang berbeda. Empu Tantular mcngarang buku Sutasoma di mana dalam buku itu terdapat seloka persatuan nasional yang berbunyi "Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrua". dan Tumasik telah dikalahkan´. 1997). Dempo. Sebagai perwujudan nilai-nilai sila persatuan Indonesia telah terwujud dengan keutuhan kerajaan. Sila kemanusiaan telah terwujud. Pahang. Bali.Sebelum kerajaan Majapahit berdiri telah muncul kerajaan-kerajaan di jawa Tengah dan jawa Timur secara silih berganti. (Aziz Toyibin. dan Champa. Nilai-nilai kemanusiaan telah tercermin dalam kerajaan ini. jawa Timur. Seram. artinya walaupun berbeda-beda. Agama yang diakui kerajaan adalah agama Budha. jika gurun. terbukti menurut prasasti Kelagen bahwa Raja Airlangga telah mengadakan hubungan dagang dan be kerja sama dengan Benggala. Pada abad ke-XIII. jika seluruh nusantara bertakluk di bawah kekuasaan negara. Empu Prapanca menulis Negarakertagama (1365) yang di dalamnya telah terdapat istilah Pancasila. Sedangkan nilai-nilai keadilan sosial terwujud pada saat Raja Airlangga memerintahkan untuk membuat tanggul dan waduk demi kesejahteraan pertanian rakyat. Pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa telah terbukti pada waktu agama Hindu dan Budha hidup berdampingan secara damai. Haru. Dharmawangsa (abad ke-X). yaitu dengan diangkatnya Airlangga sebagai raja melalui musyawarah antara pengikut Airlangga dengan rakyat dan kaum Brahmana.yaitu Kerajaan Kalingga (abad ke-Vll). Sebagai nilai-nilai sila keempat telah terwujud. Di samping itu. yaitu hubungan Raja Hayam Wuruk dengan baik dengan kerajaan Tiongkok. dan Airlangga (abad ke-Xl). Chola. berdiri kerajaan Singasari di Kediri. Ayoda. Yamin. khususnya Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada yang diucapkannya pada sidang Ratu dan menteri-menteri pada tahun 1331 yang berisi cita-cita mempersatukan seluruh nusantara raya yang berbunyi: "Saya baru akan berhenti berpuasa makan palapa. sebagai refleksi puncak budaya dan kerajaan tersebut adalah dibangunnya candi Borobudur (candi agama budha pada abad ke-IX) dan candi Prambanan (candi agama Hindu pada abad keX). dan Kamboja. agama Wisnu. yang ada hubungannya dengan berdirinya kerajaan Majapahit (1293). Di Jawa Timur muncul pula kerajaan-kerajaan. (Muh. Zaman keemasan Majapahit terjadi pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada. Hal ini menunjukkan realitas beragama saat itu.4 . Wilayah kekuasaan Maja pahit semasa jayanya membentang dari Semenanjung Melayu sampai ke Irian jaya. Sunda. dan agama Syiwa yang telah hidup berdampingan secara damai. Sanjaya (abad ke-VIII). Palembang. juga mengadakan persahabatan dengan negara-negara tetangga atas dasar Mitreka Satata. Champa. Tanjung.

Menurut prasasti Brumbung (1329). I Sirikan. dan I Halu yang berarti memberikan nasihat kepada raja. B. wilayah diinjak-injak oleh penjajah. PERJUANGAN SEBELUM ABAD KE-XX Penjajahan bangsa Eropa yang memusnahkan kemakmuran bangsa Indonesia itu tidak dibiarkan begitu saja oleh segenap bangsa Indonesia. Hasanuddin di Makasar 2. lnggris. Kedaulatan negara hilang. Masuknya bangsa Eropa seiring dengan keruntuhan Majapahit sebagai akibat perselisilian dan perang saudara. seperti Samudra Pasai dan Demak. Berdasarkan uraian di atas dapat kita pahami bahwa zaman Sriwijaya dan Majapahit adalah sebagai tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai cita-citanya. Sejak semula imprialis itu menjejakkan kakinya di Indonesia. Sultan Ageng Tirta Yasa dan Ki Tapa di Banten (1650). Pada abad ke-XVII dan XVIII perlawanan terhadap penjajah digerakkan oleh Sultan Agung (Mataram 1645). dan Belanda. di mana-mana bangsa Indonesia melawannya dengan semangat patriotik melalui perlawanan secara fisik. persatuan dihancurkan. MASA PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MELAWAN PENJAJAH A. yaitu Portugis. Masa pejajahan Belanda itu dijadikan tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai cita-citanya. PENGANTAR Kesuburan Indonesia dengan hasil buminya yang melimpah.Sila kerakyatan (keempat) sebagai niiai-nilai musyawarah dan mufakat juga telah dilakukan oleh sistem pemerintahan kerajaan Majapahit. tampaknya tidak mampu membendung tekanan bangsa Eropa memasuki Indonesia. Spanyol. seperti Rakryan I Hino. khususnya Belanda. Sejak itu. te rutama rempah-rempah menyebabkan bangsa asing (Eropa) masuk ke Indonesia. dalam tata pemerintahan kerajaan Majapahit terdapat semacam penasihat kerajaan. Kerukunan dan gotong royong dalam kehidupan masyarakat telah menumbuhkan adat bermusyawarah untuk mufakat dalam memutuskan masalah bersama. walaupun abad ke·XVl agama Islam berkembang dengan pesat dengan berdirinya kerajaankerajaan Islam. kemakmuran lenyap. sebab pada zaman penjajahan ini apa yang telah dicapai oleh bangsa Indonesia pada zaman Sriwijaya dan Majapahit menjadi hilang. mulailah lembaran hitam sejarah Indonesia dengan penjajahan Eropa. yang berarti nilai-nilai nasionalisme sudah ditinggalkan. Sedangkan perwujudan sila keadilan sosial adalah sebagai wujud dari berdirinya kerajaan beberapa abad yang tentunya ditopang dengan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.5 .

Pada permulaan abad ke-XIX penjajah Belanda mengubah sistem kolonialismenya yang semula berbentuk perseroan dagang partikelir yang bernama VOC berganti dengan badan pemerintahan resmi. kemudian berubah bentu knya menjadi pergerakan politik dengan menganti nama menjadi Sarikat Islam (1911) di bawah pimpinan H. Ciptomangunkusumo. Muncul pula Indische Parti (1913) dengan pimpinan Douwes Dekker. Pangeran Antasari di Kalimantan (1860). Iskandar Muda di Aceh (1635). Teuku Umar. Imam Bonjol di Minangkabau (1822-1837). SiSingamangaraja di Batak (1900). D. Belanda terus memperkuat kolonialismenya dalam menghadapi perlawanan bangsa Indonesia yang dipimpin oleh Patimura (1817). Pada hakikatnya perlawanan terhadap Belanda itu terjadi hampir di setiap daerah di Indonesia. KEBANGKITAN NASIONAL 1908 Kegagalan perlawanan secara fisik yang tidak adanya koordinasi pada masa lalu mendorong pemimpin-pemimpin Indonesia abad ke-XX itu untuk mengubah bentuk perlawanan yang lain. Kemudian bermunculan organisasi pergerakan Iain. Wahidin Sudirohusodo. Jelantik di Bali (1850). Untung Surapati dan Trunojoyo di Iawa Timur (1670). Ibnu Iskandar di Minangkabau (1680). Tjokroaminoto. sebagai tokohnya adalah dr. Teuk Cik Di Tiro dan Cut u Nya'Din di Aceh (1873-1904). Akan tetapi. dan Ki Hajar Dewantara. Diponogoro di Mataram (1825-1830). yaitu pemerintahan Hindia Belanda. dan lain-lain. Organisasi pelopornya adalah ³Budi Utomo´ pada tanggal 20 Mei 1908. Namun karena terlalu radikal sehingga pemimpinnya dibuang ke Iuar negeri (1913). Anang Agung Made di Lombok (1895). tidak adanya persatuan serta koordinasi dalam melakukan perlawanan sehingga tidak berhasilnya bangsa Indonesia mengusir kolonialis. Hal ini membuktikan betapa pentingnya rasa persatuan (nasionalisme) dalam menghadapi penjajahan.O. Akan tetapi. C. perjuangan tidak kendur karena kemudian berdiri Partai Nasional Indonesia (1927) yang dipelopori oleh Soekarno dan kawan-kawan. Usaha-usaha yang dilakukan adalah mendirikan berbagai macam organisasi politik di samping organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial. SUMPAH PEMUDA 1928 2.S. Badaruddin di Palembang (1817).1660). sebaliknya semakin memperkukuh kedudukan penjajah. yaitu Sarikat Dagang Islam (1909).6 . Mereka yang tergabung dalam organisasi itu mulai merintis jalan baru ke arah tercapainya cita-cita perjuangan bangsa Indonesia. Bentuk perlawanan itu dengan membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia akan pentin gnya bernegara.

7 . bahkan menjauh bersamaan dengan semakin mengganasnya bala tentara Jepang. E. Yamin. bahkan menganjurkan agar berani mendirikan negara Indonesia merdeka di hadapan musuh Jepang. 2. Kemudian golongan Demokrat yang terdiri atas Moh. PERJUANGAN MASA PENJAJAHAN JEPANG 7 Desember 1941 terjadi Perang Pasifik. Untuk mendapatkan bantuan dari rakyat Indonesia. Oleh karena itu. seperti pemberontakan Peta di Blitar. dan Iain-lain mengumandangkan ³Sumpah Pemuda´ yang berisi pengakuan akan adanya bangsa. yaitu kemerdekaan bangsa dan tanah air Indonesia. Kuncoro Purbopranoto. Jepang berusaha membujuk hati bangsa indonesia dengan mengumumkan janji kemerdekaan kelak di kemudian hari apabila perang telah selesai. tanah air. Sebagai realisasi perjuangan bangsa. dengan semboyan kemerdekaan Indonesia harus dicapai dengan kekuatan sendiri. Pada zaman ini bangsa Indonesia mengalami penderitaan dan penindasan yang sampai kepada puncaknya. dengan dibomnya Pearl Harbour oleh Jepang. Peristiwa penyerahan Indonesia dari Belanda kepada Jepang terjadi di Kalijati jawa Tengah tanggal 8 Maret 1942. Melalui sumpah pemuda ini makin tegaslah apa yang diinginkan oleh bangsa Indonesia. Pemuda-pemuda Indonesia yang di pelopori oleh Muh. baik secara ilegal maupun secara legal. hal itu merupakan tipu muslihat agar rakyat Indonesia membantu Jepang untuk menghancurkan Belanda. yaitu Indonesia. tali pengikat persatuan itu adalah bahasa Indonesia. diperlukan adanya persat an sebagai suatu u bangsa yang merupakan syarat mutlak. pada tahun 1930 berdirilah Partai Indonesia yang disingkat dengan Partindo (1931) sebagai pengganti PNI yang dibubarkan. Dalam waktu yang singkat Jepang dapat menduduki daerah daerah jajahan Sekutu di daerah Pasifik. Kekecewaan rakyat Indonesia akibat perlakuan Jepang itu menimbulkan perlawanan perlawanan terhadap Jepang. Hatta dan Sutan Syahrir mendirikan PNI Baru. Akan tetapi. Perang pasifik berakhir dengan kekalahan Jepang di mana-mana. Kemudian janji yang kedua kemerdekaan diumumkan lagi oleh Jepang berupa kemerdekaan tanpa syarat yang disampaikan seminggu sebelum Jepang menyerah. Jepang memperbolehkan pengibaran Bendera Merah Putih serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemerdekaan tanah air dan bangsa Indonesia yang didambakan tak pernah menunjukkan tanda-tanda kedatangannya. Kemudian 8 Maret 1942 Jepang masuk ke Indonesia menghalau penjajah Belanda. dan bahasa satu. pada saat itu Jepang mengetahui keinginan bangsa Indonesia. yaitu kemerdekaan tanah air dan bangsa.Pada tanggal 28 Oktober 1928 terjadilah tonggak penting dalam peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk rnencapai cita-citanya. Bangsa Indonesia diperkenankan terasa semakin memperjuangkan kemerdekaannya.

Hatta dan Dr. Soepomo Abdul Kadir Drs. Soekarno.Radjiman Hadikoesoemo sebagai anggota. Sam Ratulangi Andi Pangernag (dari Sumatera) (dari Sumatera) (dari Sulawesi) (dari Sulawesi) 2.Mr.PROKLAMASI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 1945 A. Moh.Hatta sebagai wakil dan dr. Kemudian Jenderal Besar Terauchi Saiko Sikikan (Penguasa tantara Jepang di wilayah Selatan) yang berkedudukan di Singapura pada tanggal 8 Agustus 1945 memanggil Ir. Mohammad Amir Mr. Drs. yaitu : 1.8 . Dr. Soekarno Wakil Ketua : Drs. Pada tanggal 7 Agustus. Radjiman Hadikeosoemo Ki Bagus Hadikoesoemo Oto Iskandardinata Pangerang Purbojo Pangerang Soerjohamodjojo Soetardjo Kartohamidjojo Prof. Abdul Abbas Dr. Cepat atau tidaknya pekerjaan PPKI diserahkan sepenuhnya kepada panitia. Ir. Radjiman dan memberikan 3(tiga) pernyataan. Pemerintah Tentara Jepang di wilayah selatan (Nanpoo Gun) membuat pengumuman bahwa pada pertengahan bulan Agustus 1945 akan dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritu Zyunbi Iinkai. PPKI boleh mulai bekerja pada tanggal 9 Agustus 1945. Drs.Moh. Hatta Anggota : dr. Yap Tjwan Bing Dr. 3. Soekarno diangkat sebagai Ketua PPKI. 2. Moh. Jumlah seluruh PPKI adalah 21 orang dengan susunan sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) Ketua : Ir. PENGANTAR Kemenangan sekutu atas Jepang dalam Perang Dunia (Perang Pasifik) membawa hikmah bagi bangsa Indonesia.

3.Achmad Soebardjo dan nama kepanitiaannya diubah menjadi ³Komite Nasional´ yang bersifat refrentatif (bersifat perwakilan bagi seluruh rakyat Indonesia).T.M. 5.Iwa Kusuma Sumantri. Sutardjo Kartohadikoesoemo 45. Soesanto 47.A. Hindromartono 15. A. Abdul Halim 4. Mr. Maramis " 21. Mr.A. Soemitro Kolopaking P 17. Moenandar 24. Ki Hajar Dewantara 10.H. Asikin Widjaja K 5. RA. Latuharhary Mr.M. j. B. R.H.Wiranatakusuma.A. Poeroebojo 43. Abdoel Kadir 7.T.16) 17) 18) 19) 20) 21) Mr.R. Parada Harahap 27.H.M. Boentaran Martoatmodjo 8. K. Radjiman Wedyodiningrat Ketua Muda : Ichibangase Yosio Ketua Muda : RR Suroso Anggota : 13. Mr. Aris 6.Rl·l.PH. 4. Mr. R. Prof. Hadji Ah.K.A. Yamin 16.Mr. Hamidan R.H. B. Mr.R.T.M. sebagai berikut: Ketua : Dr. Muh. R. M.A. Soewandi 2. Hatta 25.Mr. Margono Djoj ohadikoesoemo 20. Sosrodiningrat 49. Dr. R. Prof. PROSES PERUMUSAN PANCASILA dan UUD 1945 Sebagai tindak lanjut dari janji Jepang. B. lr. R.M. Hassan (dari Sumatera) (dari Bali) (dari Kalimantan) Ir. Soekarno menambah jumlah anggotanya sebanyak 6 orang. Mr.A.Ki Hadjar Dewantara. Dr. K. Latuharhary Y 19.Moezakir 1. 2. Panitia ini akan menyelenggarakan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia dan kemudian memilih Presiden dan Wakil presiden.M.Kasman Singodimejo. K.H. Bintoro 9. A. Koesoema Atmadja 18. K. R. Djajadinigrat 12. Soerahman Tjokroadisoerjo 44. R. Drs. Wiranatakoesoema . Dr.P. Moh. Wachid Hasjim 50. woerjaningrat 51. Masjkoer 22. Drs. Soeroso Abdul Wachid Hasyim Mr. R. Mr.P.A. K. Pudja A.A.Moh. R.9 48. Oto Iskandar Dinata 26. yaitu: 1. Dr. Dasaad 11. maka tanggal 1 Maret 1945 Jepang mengumumkan akan dibentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI atau Badan Penyelidik). Soerjo 46. R. Sanoesi 3. M. dalam bahasa Jepang disebut Dokuritu Zyunbi Tyoosakai.R. Badan penyelidik ini dibentuk tanggal 29 April 1945 dengan susunan keanggotaannya. Abikoesno Tjokrosoejoso 2. Ki Bagoes Hadikoesoemo 14. KH. K.A. Mansoer 23.M.H.

Mr. R. Soekarno 38. Sartono 34. R.Yamin mendapat kesempatan pertama mengemukakan pidatonya di hadapan sidang lengkap Badan Penyelidik yang pertama. KH. 5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 2 . Mr. Besar 6. 3) Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab. Pangeran M. A. Agoes Salim 32. Pada tanggal 29 Mei 1945 Badan Penyelidik mengadakan sidangnya yang per tama. Asikin Natanegara 3. Mr. Abdul Kaffar Adanya Badan Penyelidik ini. Prof. Abdoelrahim Pratalykrama 29. Abdul Fatah Hasan 2. Rooseno 31. untuk merumuskan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai negara merdeka. BKPA Soerjo Hamidjojo 4. Pidatonya berisikan 5 asas yaitu : 1) Peri Kebangsaan 2) Peri Kemanusiaan 3) Peri Ketuhanan 4) Peri Kerakyatan 5) Kesejahteraan Rakyat Usul tertulis beliau mengenai Rancangan UUD Republik Indonesia dengan perumusan lima asas dasar negara yaitu : 1) Ketuhanan Yang Maha Esa. Mr. Muhamad Yamin (29 Mei 1945) Mr. Soepomo AnggotaTambahan : 1. Soekiman 41. lr.28. Singgih 37. Roeslam Wongsokoesoemo 30. Mr. R. Dr. Samsi 33. M.M. Ir. Mr. R. 4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Noor 5. lr. R. Samsoedin 35. Sastro moeljono 36. R. Mr. 10 . Soekardjo Wirjopranoto 40. Bangsa Indonesia telah dapat secara legal mempersiapkan kemerdekaannya. H. Dr. Soebardjo 42. Muh. R. R. Prof. a. Mr. R. 2) Kebangsaan persatuan Indonesia. R. Dr. Soedirman 39.

2) Kemanusiaan yang adil dan beradab. kemudian diterima oleh Badan Penyelidik dalam sidangnya kedua tanggal 14 . dan (3) Ketuhanan. Lima prinsip sebagai dasar negara itu selanjutnya dapat diperas menjadi Tri Sila yaitu. Achmad Soebardjo. 1) Kebangsaan Indonesia 2) Internasionalisme (Peri Kemanusiaan) 3) Mufakat (Demokrasi) 4) Kesejahteraan Sosial 5) Ketuhanan yang Berkebudayaan Untuk lima dasar negara itu beliau usulkan pula agar diberi nama Pancasila. Haji Agus Salim. Kemudian Tri Sila dapat diperas lagi menjadi Eka Sila yang berinti gotong royong. c Piagam Jakarta (22 juni 1945) Pada tanggal 22 Juni 1945 sembilan tokoh nasional anggota Badan Penyelidik mengadakan pertemuan untuk membahas pidato-pidato dan usuI·usul mengenai dasar negara yang telah dikemukakan dalam sidang Badan Penyelidik. (1) Sosio Nasionalisme (Kebangsaan). 4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Kesembilan tokoh tersebut ialah Ir. Moh. 11 . Yamin. dengan rumusannyasebagai berikut. Mr. Piagam jakarta yang di dalamnya terdapat perumusan dan sistematika Pancasila sebagaimana diuraikan di atas. Abdulkahar Moezakir. Soekarno mengucapkan pidatonya dihadapan sidang hari ketiga Badan Penyelidik.A. (2) Sosio Demokrasi (Mufakat). dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk pemeluknya. Drs. A. yang menurut beliau diusulkan oleh kawan beliau seorang ahli bahasa. 5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam pidatonya diusulkan lima hal untuk menjadi dasar-dasar negara merdeka. soekarno (1 [uni 1945) Ir. Soekarno. Muh. Wachid Hasjim. Ir. Mr. KH. 2 . 3) Persatuan Indonesia. Hatta.b. dan Mr. dengan rumusan Pancasila sebagai berikut: 1) Ketuhanan. Setelah mengadakan pembahasan disusunlah sebuah Piagam yang kemudian dikenal Piagam Jakarta. Abikoesno Tjokrosoejoso. Maramis.16 juli 1945.

12 . Moh. Pada saat itu terjadilah kekosongan kekuasaan di Indonesia. Kelima. 2) Sebagai pembentuk negara. tugas penjagaan keamanan di Indonesia oleh Sekutu diserahkan kepada jepang yang telah kalah perang. Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia tanggal 17 Ag ustus 1945 mempunyai makna yang sangat penting bagi bangsa dan negara Indonesia. Badan ini mula-mula bertugas memeriksa hasil-hasil Badan Penyelidik. Jepang menyerah kalah kepada Sekutu. Ir. Hatta atas nama bangsa Indonesia. yaitu sebagai berikut: (1). Sementara sambil menunggu kedatangan Inggris. Pada tanggal 14 Agustus 1945. Pertama. Keempat. perlawanan dengan melahirkan rasa nasionalisme. Naskah proklamasi ditandatangani oleh Ir. Pemimpinpemimpin bangsa. Soekarno dan Drs. Proklamasi Kemerdekaan sebagai Titik Puncak Perjuangan Bangsa Indonesia Kemerdekaan Indonesia merupakan buah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan secara bertahap-tahap. perjuangan melalui taktik kooperasi dan nonkooperasi. bertanggal 17 Agustus 1945. Hatta. Inggris diserahi oleh Sekutu untuk memelihara keamanan di Asia Tenggara. 2 . ProkIamasi Kemerdekaan merupakan titik kulminasi dari perjuangan bangsa Indonesia dalam membebaskan dirinya dari cengkraman penjajah selama berabad-abad. segera menanggapi situasi ini dengan mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang diselenggarakan oleh PPKI sebagai wakil bangsa Indonesia. badan ini mempunyai wewenang meletakkan dasar negara (pokok kaidah negara fundamental). Moh. perlawanan fisik terhadap penjajahan negara Eropa sebelum tahun 1908. perjuangan dengan menggunakan organisasi. melainkan sebagai suatu perjuangan dari kekuatan sendiri. terutama para pemudanya. tetapi kemudian mempunyai kedudukan dan fungsi yang penting. Situasi kekosongan kekuasaan itu tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia. termasuk Indonesia. Berdasarkan kenyataan sejarah itu dapat disimpulkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari jepang.C. PROKLAMASI KEMERDEKAAN dan MAKNANYA Pada tanggal 9 Agustus 1945 terbentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang disebut dalam bahasa Jepang Dokuritu Zyunbi linkai. yaitu Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. 3) Menurut teori hukum. Ketiga. perlawanan bangsa menentang penjajahan sampai kepada puncak. Soekarno diangkat sebagai ketua dan wakilnya Drs. yaitu sebagai berikut: 1) Mewakili seluruh bangsa Indonesia. Kedua.

Dengan demikian. 13 . merupakan sumber hukum bagi pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). lahirlah tata hukum Indonesia dan sekaligus dihapusnya tata hukum kolonial. Proklamasi Kemerdekaan merupakan perwujudan formal dari salah satu revolusi bangsa Indonesia untuk menyatakan. UUD 1945 terdiri atas dua bagian. Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 Merupakan Norma Pertama dari Tata Hukum Indonesia Dengan dinyatakan kemerdekaan bangsa Indonesia dilihat dari segi hukum berarti bangsa Indonesia telah memutuskan ikatan dengan tata hukum sebelumnya. proklamasi merupakan dasar berlakunya norma-norma aturan hukum yang lain. D. baik kepada diri sendiri maupun kepada dunia Iuar (internasional). PPKI mengadakan sidangnya yang pertama dengan menyempurnakan dan mengesahkan UUD 1945. Sebagai norma pertama atau norma dasar dilihat dari segi hukum tak mungkin dicari dasar hukumnya.OIeh sebab itu. (3). 2). Kedua. yaitu bagian Pembukaan dan bagian Batang Tubuh UUD. diterima sebagai suatu kenyataan. P ertama. yaitu Negara Republik Indonesia . Melakukan beberapa perubahan pada Piagam Jakarta yang kemudian berfungsi sebagai Pembukaan UUD 1945. PROSES PENGESAHAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN UUD 1945 Sehari setelah Proklamasi pada tanggal 18 Agustus1945. berarti proklamasi adalah suatu peraturan yang pertama lahirnya. dengan membawa dua akibat.(2). yaitu tata hukum Indonesia yang ditentukan dan dilaksanakan sendiri oleh bangsa Indonesia. kapan timbulnya tidak dapat ditetapkan secara pasti. Hasil sidang pertama menghasilkan keputusan sebagai berikut: 1). 2 . yaitu mendirikan negara sendiri. Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Lahirnya Republik Indonesia Proklamasi bermakna bahwa bangsa Indonesia yang selama berabad-abad dijajah telah berhasil melepaskan diri dari belenggu penjajahan dan sekaligus membentuk peruba han baru. bahwa bangsa Indonesia mulai saat itu telah mengambil sikap untuk menentukan nasib sendiri. termasuk tata hukum dan tata negaranya. ProkIamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan norma pertama dari tata hukum Indonesia. bangsa Indonesia saat ini telah mendirikan tata hukum yang baru. hanya dapat diketahui apabila proklamasi itu benar-benar terjadi.

dalam suatu UUD Negara.." 4. 3.´ Perubahan yang menyangkut pasal-pasal UUD sebagai berikut: No. .. dalam suatu Hukum Dasar." ³«dengan berdasarkan kepada Ketuhanan ³«..3). pimpinan perang dipegang Dihapuskan.. 5).´ ". Memilih Presiden dan Wakil Presiden Pertama. 3. kemudian berfungsi sebagai Undang-Undang Dasar 1945. setelah mengalami berbagai perubahan karena berkaitan dengan p erubahan Piagam Jakarta.. Dalam Presiden. Perubahan yang menyangkut Piagam Jakarta menjadi Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut: No. Mukadimah Piagam Jakarta Pembukaan UUD 1945 Pembukaan ³«.. 4. . oleh Jepang dengan persetujuan Pemerintahan Indonesia. Rancangan Hukum Dasar Istilah "Hukum Dasar. 14 . Menetapkan rancangan hukum dasar yang telah diterima badan Penyelidik pada tanggal 17 Juli 1945. rancangan dua orang Wakil Seorang Wakil Presiden. 2. 1." UUD 1945 Undang-undang Dasar (usul Soepomo).Kemanusiaan yang adil dan dan beradab" Beradab. Menetapkan berdirinya Komite Nasional Indonesia Pusat sebagai Badan Musyawarah Darurat." 2 . Presiden harus orang Indonesia asli yang Presiden harus orang Indonesia beragama Islam. ".´ bagi pemeluk-pemeIuknya. 1.selama perang.. menurut dasar kemanusiaan yang adil ".dengan berdasar kepada Ketuhanan dan kewajiban menjalankan syari¶at Islam Yang Maha Esa. 2. 4). asli.

Oleh karena itu. dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut undang-undang dasar ini. juga disahkan oleh suatu badan yang mewakili seluruh bangsa Indonesia (Panitia Persiapan Kemerdekaan) yang ber rti a telah disepakati oleh seluruh bangsa Indonesia. Pasal II Segala badan negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku. yang menentukan sebagai berikut: Pasal I Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengatur dan menyelenggarakan kepindahan pemerintahan Jepang kepada pemerintahan Indonesia. serta peraturan perundangundangan sebagaimana dikehendaki oleh UUD 1945 adalah membutuhkan waktu lama. X (eks) tanggal I6 Oktober I945 tentang Pemberian Kekuasaan Legislatif kepada Komite Nasional Indonesia Pusat. segala sesuatunya diatur dalam Aturan Peralihan UUD 1945 (naskah asli). Terlebih pada waktu itu segala tenaga dan pikiran serta perhatian masih dipusatkan serta ditujukan untuk mempertaliankan kemerdekaan Indonesia yang baru saja diproklamasikan pada tanggal I7 Agustus I945. Sehubungan dengan keadaan pada waktu itu. Pasal IV Sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat. Berdasarkan Maklumat WakiI Presiden tersebut kedudukan Komite NasionaI 2 . selama belum diadakan yang baru menurut undang-undang dasar itu. Dewan Perwakilan Rakyat. terutama sikap Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia. E.Rumusan dasar negara Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah sah dan benar. Masa Revolusi Fisik Undang-Undang Dasar 1945 dibentuk oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan kemerdekaan dan Panitia Persiapan Kemerdekaan lndonesia. Yang dimaksud Pemerintah pada waktu itu adalah Presiden. maka untuk menanggapi keadaan tersebut dipertimbangkan perlu adanya badan yang ikut bertanggung jawab tentang nasib bangsa dan negara Indonesia di samping pemerintah. 15 . Oleh pembentuk UUD 1945 disadari bahwa untuk membentuk Iembaga-Iembaga negara tingkat pusat. segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional Pusat. Pasal III Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. karena disamping mempunyai kedudukan konstitusional. Untuk tujuan tersebut dikeluarkanlah Maklumat Wakil Presiden No. PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN DAN MENGISI KEMERDEKAAN INDONESIA (1).

Indonesia Pusat dianggap sebagai Dewan Perwakilan Rakyat dan bahkan sebagai Majelis Permusyawaratan Rakyat. Negara Madura (1948). 6. Akhirnya. Mereka tidak tinggaI diam. 2 . 4. Belanda telah berhasil membentuk negara negara kecil. bahkan apabila mungkin akan menghancurkan sama sekali. 5. Negara Indonesia Timur (1946). Dalam rangka maksud Belanda itu. b. maka diusahakan cara Iain untuk menghadapi pemerintahan Republik Indonesia. Masuknya Belanda dan menduduki wilayah Republik Indonesia tersebut dilakukan dengan cara membonceng tentara Sekutu yang bertugas melucuti tentara jepang di Indonesia. 2. Negara jawa Timur (1948). Sejak itu wilayah negara Republik Indonesia berkembang menjadi dua pemerintahan. ia berusaha menduduki wilayah negara Republik Indonesia dan merebut kekuasaan pemerintahan Republik Indonesia. Masa Demokrasi Liberal Belanda mengetahui bahwa Indonesia telah merdeka. Pemerintahan Republik Indonesia mempertahankan kemerdekaannya serta kedaulatannya baik terhadap pihak Belanda maupun terhadap piha dunia Iuar k berdasarkan Proklamasi kemerdekaan Indonesia I7 Agustus 1945. ia ingin menjajah kembali seperti tempo dahulu. Negara Sumatera Selatan (I948). Negara Pasundan (1948). Beberapa daerah di mana Belanda mendudukinya diusahakan terbentuknya negara -negara kecil yang bersifat kedaerahan beserta dengan pemerintahannya. yaitu sebagai berikut: a. 3. Negara Sumatera Timur (I947). kemungkinan dengan cara itu akan dapat melemahkan pemerintahan Republik Indonesia dalam menghadapi tuntutan Belanda. yaitu diusahakan terbentuknya negara Republik Indonesia Serikat. setelah Jepang menyatakan kekalahannya dalam Perang Dunia II. 1. Berdasarkan kenyataan itu. maka dibentuk Komite Indonesia Serikat sebagai usaha membentuk negara Republik Indonesia Serikat. Belanda menyadari bahwa tidaklah mungkin menjajah kembali dan mendirikan pemerintahan seperti halnya pada zaman Hindia Belanda dahulu. yaitu sebagai berikut. di mana nanti negara Repubiik Indonesia hanya akan berstatus sebagai negara bagian saja. 16 . (2). Pemerintah negara negara kecil yang didirikan oleh atau paling tidak atas bantuan Belanda. Oleh karena itu. Sikap dan usaha Belanda tersebut di mana·mana mendapat tantangan dan perlawanan sengit dari bangsa Indonesia.

pihak Belanda terus menerus melancarkan tekanan -tekanan secara diplomatis terhadap pemerintah Republik Indonesia. Banjar. Riau. karena dengan adanya tindakan -tindakan agresi tersebut justru mempertinggi semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada tanggal I7 Agustus 1945. Sementara itu. maka tidak ada jalan Iain lagi bagi pihak Belanda selain dengan jalan mengadakan tindakan kekerasan bersenjata berupa penyerbuan atau agresi atas wilayah Republik Indonesia. Belitung. Dengan tindakan kedua agresi tersebut hampir seluruh wilayah negara Republik Indonesia dapat diduduki serta dikuasai oleh pihak Belanda. dan agresi kedua terjadi pada tanggal 19 Desember 1948. Mereka berharap segera dapat diadakan perdamaian. jadi. Namun. antara lain melalui Persetuiuan Linggarjati (25 Maret I947) dan Persetujuan RenviIle(17 januari 1948). tetapi tentara) menentramkan keadaan yang serba kacau tersebut. serta meIemahkan semangat perjuangan bangsa Indonesia. Sehubungan dengan keadaan tersebut PBB perlu ikut campur tangan guna menyelesaikan pertikaian antara negara Republik Indonesia dengan Belanda dengan diusahakan suatu konferensi yang diadakan di Den Haag pada tanggal 23 Agustus 1949 sampai dengan 2 2 . oleh pihak Belanda sendiri dipergunakan istilah tindakan polisionil. persiapan-persiapan juga telah terjadi di daerah-daerah Kalimantan Barat. Akan tetapi. Sementara itu. dengan maksud bahwa Belanda hanya mengerahkan aparat kepolisiannya untuk menentramkan keadaan. Kalimantan Tenggara. yang dianggap menimbulkan keadaan kacau itu justru bangsa Indonesia. 17 . Istilah agresi ini dipergunakan oleh mereka yang pro-Indonesia. akan tetapi.Negara-negara itulah yang kemudian bergabung dalam Bijeenkomst voor Federal Overleg (BFO). dan jawa Tengah. memang kenyataannya Belanda menyerbu dan melanggar wilayah negara Republik Indonesia yang telah diakuinya sendiri. Isi persetujuan persetujuan tersebut pada hakikatnya bersifat mempersempit wilayah serta kekuasaan pemerintah Republik Indonesia. Dayak Besar. Belanda dengan aparat kepolisiannya (yang kenyataannya bukan polisi. tetapi bahkan menjadi semakin memuncak dan situasi semakin menjadi gawat. Oleh karena itulah persengketaan antara Republik Indonesia dengan Belanda tidak semakin mereda. yang merupakan aliran federalisme atas usaha Belanda. atau Pertemuan untuk Permusyawaratan Federal. wilayah mana oleh pihak Belanda baik dalam Persetujuan Linggarjati maupun dalam Persetujuan Renville telah diakuinya sebagai wilayah Republik Indonesia. sesungguhnya dipandang dari segi strategi maupun politis tindakan kedua agresi Belanda tersebut justru merugikan pihak Belanda sendiri. Kaliniantan Timur. karena usaha-usaha tersebut masih belum juga dapat berhasil terbentuknya negara Republik Indonesia Serikat. Agresi pertama terjadi pada tanggal 21 juli 1947. Bangka.

negara Republik Indonesia (proklamasi) hanya berstatus sebagai negara bagian. Didirikannya Uni antara negara Republik Indonesia Serikat dan kerajaan Belanda. dan UUD 1945. Dengan demikian. Hal ini terbukti terjadi penggabungan beberapa negara bagian kepada negara bagian Republik Indonesia (Proklamasi Yogyakarta).November 1949 yang dikenal dengan nama Konferensi Meja Bundar (KMB). Pancasila. 2. Mengapa pemerintahan negara Republik Indonesia menerima dengan baik hasil Konferensi Meja Bundar tersebut? Melalui semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya dan kedaulatannya. Perubahan UUD terjadi. Hasilnya yang dicapai dalam persetujuan adalah sebagai berikut: 1. Pelaksanaan kabinet parlementer menggantikan kabinet presidentil jelas tidak sesuai dengan UUD 1945. Pembentukan Negara Kesatuan Kembali Pembentukan negara RIS dianggap sebagai bentukan Belanda. 3. (3). yaitu negara Republik Indonesia. maka kesempatan itu dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh bangsa Indonesia untuk menerima hasil KMB dengan berdirinya negara Republik Indonesia Serikat. Didirikannya negara Republik Indonesia Serikat. Pengakuan kedaulatan oleh pemerintah kerajaan Belanda kepada pemerintahan negara Republik Indonesia Serikat. dan negara Sumatera Timur. Pada akhirnya tercapai kesepakatan melalui Piagam Persetujuan tanggal 19 Mei 1950 yang berisi bahwa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya bersama-sama melaksanakan negara kesatuan sebagai penjelmaan daripada Republik Indonesia berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945. 2 . Dengan demikian. Untuk menanggapi keadaan tersebut akhirnya disetujui oleh kedua Pemerintahan RIS dengan RI untuk mengadakan musyawarah atas pertimbangan politik bahwa negara -negara bagian lebih cenderung untuk bergabung kembali kepada negara Kesatuan Republik Indonesia. Kewibawaan pemerintahan negara RIS semakin berkurang untuk memerintah. negara Indonesia Timur. perjuangan bangsa untuk kembali kepada negara kesatuan semakin kuat. Akhirnya pada tanggal 19 Mei 1950 negara RIS terdiri atas tiga negara bagian saja. namun kenyataannya masih berorientasi kepada pemerintahan yang berasaskan demokrasi liberal sehingga isi maupun jiwanya merupakan penyimpangan terhadap Pancasila. dari Konstitusi RIS menjadi UUD Sementara 1950 dengan mengubah bagian-bagian dari Konstitusi RIS yang tidak sesuai dengan jiwa negara kesatuan. 18 . Pelaksanaan demokrasi liberal pada tahun 1945 sampai dengan 1949 merupakan penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945. Walaupun UUDS 1950 sebagai tonggak untuk menuju cita-cita Proklamasi. Pengakuan kedaulatan ditentukan akan dilaksanakan tanggal 27 Desember 1949.

Pada zaman demokrasi liberal negara sesungguhnya sangat lemah.(Herbert Feith 1988:xviii-xix) Kelemahan sistem pemerintahan pusat tercermin pula terlalu repat dalam pengangkatan pegawai negeri. Mereka memusatkan perhatiannya pada rehabilitasi dan pembangunan ekonomi. Periode ini ditandai dengan kekacauan administratif yang meluas dan kebingaran politik. Banyak pertempuran yang dilakukan oleh laskar-laskar. Dengan demikian. Pada saat kabinet tidak menguasai mayoritas di dalamnya kabinet seringkali jatuh. ditandai dengan kuatnya kedudukan parlemen dalam pemerintahan. hubungan antara markas besar dan kesatuan-kesatuan di bawahnya banyak dibarengi dengan tawar-menawar. kabinet dipimpin oleh Hatta dan sejumlah pemimpin moderat di sekitarnya. sebagian karena kelemahan kekuasaan pusat (terutama sebelum tahun 1958. sulawesi selatan. Kekuatan terkuat ada pada partai-partai dan angkatan bersenjata. karena berbagai sebab yang berkaitan dengan cara bagaimana kemerdekaan diperoleh. xx). dan sebagian lagi karena adanya interaksi agak terlembagakan antara gaji rendah. Kedudukan Presiden relatif lemah. Pemerintah ditentang oleh para pembangkang dalam struktur negara. (4). seperti letkol Ahmad Hussein memproklamasikan Dewan Banteng di Padang dalam bulan Desember 1956.Hal itu sebagian karena kehidupan partai politik yang semarak karena masuk ke dalam pegawai negeri. yaitu pasukan-pasukan di luar TNI yang banyak mempunyai ikatan dengan partai politik atau organisasi muda. mesin pemerintahan merupakan arena bagi perkelahian partai dan golongan sehingga mengurangi peranannya sebagai alat pelaksana berbagi kebijakan. Kahar Muzakar. walaupun peningkatan produksi cukup berkesan. tetapi kemampuan pemerintah dalam peningkatan pajak tidak terjadi. Kartosuwiryo. Masyarakat kelas bawah menikmati kebebasan demokrasi yang lebih besar dibandingkan dengan masa orde baru. 19 . Pemerintah sering tidak mampu melaksanakan kehendaknya kepada kelompok kelompok lokal (daerah). Dalam tubuh tentara sendiri. seperti Sekarmadji Maridjan. 1988. dan Daud beureuh yang semula pemimpin gerilya anti Belanda. dan Aceh). Kepemimpinannya bersifat luas dan pro -Barat dan cenderung menganggap revolusi sudah selesai. Pada awal tahun 1950. nepotisme. yang tidak saja memerlukan normalisasi administrasi. (Herbert Feith. Tokoh-tokoh luar. kemudian memimpin pemberontakan yang berkepanjangan di daerah daerahnya masing-masing (jawa barat. dan kongkalingkong). tetapi juga kebijakan yang melindungi modal Belanda dan modal asing lainnya. korupsi. Pembangunan Ekonomi 2 . Keberhasilan pemerintah pada masa demokrasi liberal dalam usaha-usaha ekonomi tidaklah begitu besar. pegawai negeri menerima gaji kecil dan begitu juga tentara.Periode demokrasi liberal setelah tahun 1949. yaitu sifat yang sangat desentralistik dari perjuangan revolusioner melawan Belanda (1945 -1949).

2001). terutama setelah dilakukan nasionalisasi terhadap semua perusahaan asing di tanah air. buruknya perekonomian Indonesia pada masa ini juga disebabkan oleh keterbatasan akan faktor-faktor produksi. ekonomi. dan pertanian komersial yang memiliki konstribusi terhadap pendapatan nasional didominasi oleh perusahan-perusahaan asing yang kebanyakan berorientasi pada ekspor. terutama pembangunan bidang ekonomi. sejarah Indonesia menunjukkan bahwa sistem politik demokrasi tersebut ternyata menyebabkan kehancuran politik dan perekonomian nasional. Akibat silih bergantinya kabinet. 2 . menjadi lebih buruk dibandingkan keadaan ekonomi pada masa peniajahan Belanda. maka pemerintah tidak mampu menyalurkan dinamika masyarakat ke arah pembangunan. teknologi. yang disebut juga sebagai sistem politik yang sangat demokratis. 2. bahkan kestabilan dalam bidang politik. distribusi.Pada tahun 1949 sampai tahun 1956 pemerintah Indonesia menerapkan suatu sistem politik yang disebut demokrasi liberal. seperti terbatasnya kemampuan kewirausahaan/kapasitas manajemen. seperti pertambangan. maupun hankam. 20 . tenaga kerja yang berpendidikan. Keadaan ekonomi Indonesia. Keadaan ini disebabkan oleh haI-hal sebagai berikut: 1. bank. transportasi. termasuk perusahaan-perusalhaan milik Belanda. (Tulus TH. Sektor formal/modern. Pemerintah memberikan prioritas pertama terhadap stabilisasi dan pertumbuhan ekonomi. Konflik politik yang berkepanjangan tidak memberi kesempatan dan waktu bagi pemerintah yang berkuasa untuk memikirkan masalah sosial ekonomi serta menyusun satu program pembangunan dan melaksanakannya. F. Selain kondisi politik yang tidak menguntungkan.Tambunan. Akan tetapi keterbatasan faktor produksi di atas dan kekacauan politik nasional akan menyebabkan pembangunan ekonomi Indonesia setelah perang revolusi tidak pernah terlaksana dengan baik. sosial. Makin berkuasanya modal-modaI raksasa terhadap perekonomian Indonesia. dan kemampuan pemerintah menyusun rencana dan strategi pembangunan yang baik. Selama periode 1950-an struktur ekonomi Indonesia masih dalam peninggalan zaman kolonialisasi. Akan tetapi. MASA PEMERINTAHAN ORDE LAMA Pemilu tahun 1955 dalam kenyataannya tidak dapat memenuhi harapan masyarakat.

Konstituante yang bertugas membentuk UUD yang baru ternyata gagal. seperti yang disebutkan di atas dipimpin sendiri oleh Presiden. dan komunisme. sosialisme-nasional. Kebijakan yang menyimpang dari UUD1945 daIam bidang politik adalah sebagai berikut: 1. 3.3. Pembubaran DPR hasil pemilu tahun 1955 melalui Penetapan Presiden No. 21 . Dengan dasar pemikiran supaya tidak terulang lagi peristiwa di masa lampau. 4. 3. maka Presiden menyatakan bahwa ketatanagaraan dalam keadaan membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa serta keselamatan negara. 2. Membubarkan Konstituante. Pemilu 1955 ternyata dalam DPR tidak mencerminkan perimbangan kekuasaan politik yang sebenarnya hidup dalam masyarakat. II/MPRS/1963 dan Tap. 2 . 2. 6. Untuk itu. tetapi suatu paham demokrasi yang didasarkan kepada keinginan-keinginan luhur bangsa Indonesia. Demokrasi terpimpin adalah suatu paham demokrasi yang tidak didasarkan atas paham liberalisme. pelaksanaan demokrasi terpimpin itu dalam menyimak arti yang sebenarnya. Lembaga-Iembaga negara. maka pada waktu itu Presiden Soekarno sebagai kepala eksekutif menerapkan demokrasi terpimpin. justru bertentangan dengan Pancasila. yang berlaku adalah keinginan dan ambisi politi pemimpin k sendiri. Sistem liberal berdasarkan UUDS 1950 mengakibatkan kabinet jatuh bangun sehingga pemerintahan tidak stabil. karena banyak golongan -golongan di daerah-daerah belum terwakili di DPR. Isi dekrit tersebut adalah sebagai berikut: 1. Menetapkan berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlaku lagi UUDS 1950. I / MPRS/ 1963 Manifesto politik dari Presiden dijadikan GBHN. Pembentukan MPRS yang anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. 5. Atas dasar hal tersebut di atas.4 tahun 1960 dengan dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR -GR) yang anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Mengangkat Presiden seumur hidup melalui Ketetapan MPRS N0.MPR N0. Pembentukan DPA dan MA dengan penetapan Presiden dan anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. fasisme. Melalui ketetapan MPRS N0. Presiden mengeluarkan dekrit pada tanggal 5 juli 1959. Namun. 4.III/MPRS/1963. seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang menuju kepada suatu tujuan masyarakat adil dan makmur yang penuh dengan kebahagiaan material dan spritual sesuai dengan cita-cita Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dibentuknya MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. 5.

22 . MASA PEMERINTAHAN ORDE BARU 2 . MA. DPR-GR. Keadaan ini membuat Indonesia semakin sulit mendapatkan dana dari negara-negara barat. Akan tetapi. Pada masa itu prinsip-prinsip individualisme. Sebetulnya pemerintahan Indonesia memilih haluan politik yang berbau komunis hanya rnerupakan suatu refleksi dari perasaan anti-kolonialisasi. maka DPR dibubarkan tahun 1960. malah sebaliknya harus tunduk kepada kebijakan Presiden. DPA. baik dalam bentuk pinjaman maupun penanaman modal asing (PMA). khususnya setelah ekonomi terpimpin dicanangkan. sumber utama penanaman modal asing Indonesia berasal dari Belanda yang sebagian besar digunakan untuk kegiatan ekspor hasil hasil perkebunan dan pertambangan serta kegiatan ekonomi yang terkait. anti-imperialisasi. Hak budget DPR tidak berjalan karena pemerintah tidak mengajukan RUU APBN untuk mendapatkan persetujuan DPR sebelum berlakunya tahun anggaran yang bersangkutan. terjadi suatu perubahan politik yang drastis yang terus mengubah sistem ekonomi dari pemikiran-pemikiran sosialis ke semi-kapitalis. persaingan bebas. G. Sebagai puncak peristiwa adalah meletusnya Gerakan 30 September 1905 (G-30PKI). Menteri-menteri diperbolehkan menjabat sebagai Ketua MPRS. Sebenarnya perekonomian Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem yang dilandasi oleh prinsipprinsip kebersamaan atau koperasi berdasarkan Pancasila. semakin dekat dengan haluan/pemikiran sosialis/komunis. MPRS. Walaupun ideologi Indonesia Pancasila. dan DPR-GR yang seharusnya menjadi Iembaga perwakilan ra kyat yang tugasnya mengawasi jalannya pemerintahan.7. 8. pengaruh ideologi komunis dari Uni Soviet dan Cina sangat kuat. Pembangunan Sistem Politik dan Ekonomi Sistem politik dan ekonomi pada masa orde lama. Setelah peristiwa G-30-S/PKI. sebagai usaha untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi Marxis. khususnya pada masa orde lama. sedangkan untuk membiayai rekonstruksi ekonomi dan pembangunan selanjutnya Indonesia sangat membutuhkan dana yang sangat besar. Ideologi Pancasila pada saat itu dirancang oleh PKI untuk di ganti dengan ideologi Manipol Usdek serta konsep Nasakom. terbukti dengan dibukanya hubungan poros Jakarta-Peking. dan anti- kapitalisasi saat itu. dalam praktek sehari-hari pengaruh kekuasan cenderung kepada sosialis/komunis. Karena DPR tidak menyetujui rancangan APBN yang diajukan Presiden. Hingga akhir dekade 1950-an. PKI berusaha untuk menancapkan kekuasaannya dengan membangun komunis internasional dengan RRC. dan perusahaan swaasta/pribadi sangat ditentang oleh pemerintah dan masyarakat pada umumnya karena prinsip tersebut sering dikaitkan dengan pemikiran kapitalisme.

Dalam konsiderannya disebutkan pembangunan berkesinambungan. Pemimpin orde baru segera menyusun birokrasi yang mendukung kebijakannya. Konsentrasi kekuasaan di tangan pemerintah yang memungkinkan oposisi tidak dapat melakukan kontrol. MPR No. Pembersihan kabinet dari unsur-unsur G-30-S/PKI. dimulailah pemerintahan baru yang dikenal dengan orde baru. Isi tuntutan tersebut sebagai berikut. tetapi kemudian membuka praktek monopoli.MPR N0. Bapindo. pada tahun 1993 sekitar 1 persen penduduk memperoleh 80 persen pendapat nasional. Penurunan harga. Orde baru adalah era pemerintahan pengganti pemerintahan orde lama. sedangkan 99 persen penduduk di tingkat bawah dan menengah menerima 20 persen (Mochtar Pabotinggi. Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). seperti kasus Bank Duta. Diciptakan ABRI yang loyal di bawah komandonya. kerakyatan.II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P-4). dan kolusi yang berskala masif antara penguasa dengan pengusaha. dan lain-lain. Pemerintahan orde lama melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 dalam rangka "Revolusi Indonesia Belum Selesai". Pembubaran PKI dan ormas-ormasnya. Pemerintah menganut kebijakan ekonomi campuran sehingga ekonomi nasional meningkat rata-rata 7 persen dari tahun 1969 hingga dekade 1980-an. Orde baru bertolak belakang dengan orde lama dalam hal kebijakan ekonomi. Penyimpangan serta skandal raksasa di bidang ekonomi banyak terjadi. seperti Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Pemerintah orde baru mendirikan lembaga BP7 2 . Orde baru mengambil tugas utamanya. dalam hal sistem dan kebijakan politik cenderung otoriter dan monopolistik sebagai pelanjut dari rezim orde lama. 23 . Oleh sebab itu. a. Sidang Umum MPR tahun 1978 menetapkan Tap. yaitu suatu tatanan kehidupan masyarakat dan pemerintahan yang menuntut dilaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.lV/MPR/1973 tentang GBHN dalam BAB III menetapkan Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang 25-30 tahun. Akan tetapi. Tuntutan mereka dikenal dengan nama Tritura.Dengan berakhirnya pemerintahan Soekarno dalam orde lama. Menurut Didik Rachbini. yaitu penciptaan ketertiban politik dan kemantapan ekonomi. c. dan keadilan yang mengarah kepada ancaman terhadap sila ketiga. orde baru segera mengambil jarak dengan kelompok -kelompok yang kuat orientasi ideologisnya. dan lain-lain. b. Semua lembaga negara baik suprastruktur maupun infrastruktur ditentukan kepemimpinan atas dasar loyalitas kepadanya. Sidang umum MPR tahun 1973 menetapkan Tap. Pancasila direduksi peranannya menjadi ajimat keempat dari Panca Ajimat Revolusi. korupsi. 1995) Atas nama stabilitas dan pembangunan ekonomi. pemerintah orde baru menafsirkan sila -sila kemanusiaan. Munculnya orde baru diawali dengan tuntutan aksi-aksi dari seluruh masyarakat.

Pada kenyataannya. tiap golongan hendaknya menerima anjuran filosofis ini dengan catatan bahwa tiap golongan berhak memperjuangkan aspirasinya masing-masing 2 . tampaknya keadaan belum memungkinkan. Pada tahun 1983. Namun. sehingga rekayasa mendukung Bapak Pembangunan melalui kebulatan tekad rakyat. Hal ini menimbulkan sifat individualistik sehingga terbentuk masyarakat marginal dan konglomerasi yang terpusat pada kelompok tertentu yang berdasarkan ekonomi kapitalis dengan dalih kebebasan. Asas Tunggal Pancasila Dalam pidato kenegaraan di depan DPR-RI tanggal 16 Agustus 1982. 2) pemilihan umum. orde baru telah jauh menyimpang dari perjuangannya semula. pemerintah mengajukan satu paket yang terdiri atas 5 Undang-undang Politik tentang: 1) susunan dan kedudukan anggota MPR/DPR.yang ditugaskan untuk menyosialisasikan P-4 kepada seluruh masyarakat dengan metode indoktrinasi dengan sebutan metode objektif praktis. Kelima paket undang-undang itu disetujui oleh DPR dengan tujuan menjaga terpeliharanya kekuasan dan menjaga kelanjutan pembangunan sebagai ideologi. 3) kepartaian dan Golkar. melalui rekayasa lahirlah kebulatan tekad rakyat Indonesia yang mengangkat Presiden RI ke-2 sebagai Bapak Pembangunan. yaitu sebagai berikut: 1) Orde baru. secara eksplisit tidak mengakui 1 Juni sebagai lahimya Pancasila. Presiden Soeharto mengemukakan gagasannya mengenai penerapan asas tunggal Pancasila atas partai partai politik. Pada tahun 1980. 4) organisasi masyarakat. Sesungguhnya gagasan ini bukan gagasan baru karena pada tahun 1966 -1967 sudah terdengar gagasan untuk mengasastunggalkan partai-partai politik. dan 5) referendum. Tujuan menyeragamkan asas partaipartai politik adalah untuk mengurangi seminimal mungkin potensi konflik ideologis yang terkandung dalam partai-partai politik. Penyelenggaraan pembangunan sebagai ideologi menggunakan trilogi pembangunan sebagai nilai instrumentalnya. Perubahan kondisi yang mengglobal mempengaruhi sikap masyarakat dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Berbeda dengan gagasan Bung Karno dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945. 1. 2) Butir-butir P-4 mendidik secara halus ketaatan individu kepada kekuasaan dan tidak ada butir yang mencantumkan kewajiban negara terhadap rakyatnya. 3) Pengamalan Pancasila dengan membentuk citra pembangunan sebagai ideologi. 24 . beliau mengharapkan agar Pancasila dijadikan dasar filosofis negara Indonesia.

Akhirnya.90% sedangkan masa orde baru antara 1966-1978 adalah 6%. Perbedaan partai hanya dalam bentuk program saja. Pola seperti ini masih terlihat dalam UU No. khususnya di bidang ekonomi.3/1975 dengan UU No. termasuk Jepang dan Belanda. Meningkatnya konstribusi hasil sektor industri manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi selama orde 2 . IMF. Pembangunan orde baru dilakukan secara bertahap. dan pedoman pokok yang harus dic antumkan dalam anggaran dasar partai politik. Dengan sikap Indonesia anti-komunis menjadikan Indonesia sangat menarik untuk negara-negara Barat yang kapitalis. meskipun secara formal ada tiga partai. Namun. Repelita pertama dimulai bulan April 1969 dengan titik berat pembangunan pada sektor pertanian dan industri-industri yang terkait. dengan tujuan membiayai pembangunan Indonesia. Keyakinan ini biasanya bersumber dari agama atau dari paham lain. pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata 1. keinginan Presiden itu terpenuhi dengan merubah UU No. atas kerja sama dengan Bank Dunia. pemerintahan orde baru menjalin kembali hubungan baik dengan pihak barat dan menjauhi pengaruh ideologi komunis. yang terdiri atas sejumlah negara-negara maju. berarti mengingkari kebhinnekaan masyarakat yang memang berkembang menurut keyakinan masing-masing. Menjelang akhir dekade 1960-an. Pada periode 1960-1966.3/1975 tentang Partai Politik dan Golongan Karya. dan Bank Pembangunan Asia (ADB) dibentuk suatu kelompok konsorsium yang disebut Inter Govermental Group on Indonesia (IGGI). 25 . Dampak Repelita 1 dan Repelita berikutnya terhadap pembangunan ekonomi Indonesia mengagumkan. 2. seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF). 1998:39-40). pembangunan jangka panjang (25/30 tahun). dengan adanya pidato Presiden tersebut ada dorongan dengan menjadikan Pancasila sebagai satu satunya asas. Dalam penjelasan undang-undang itu disebutkan bahwa pengertian asas meliputi juga pengertian dasar. Hal ini berarti pencantuman asas lain yang sesuai dengan aspirasi. tetapi secara terselubung sebenarnya hanya ada satu partai. landasan. dengan tidak adanya keharusan mencantumkan Pancasila sebagai satu-satunya asas. ciri khas. dan karakteristik partai politik tidak diperkenalkan lagi. menurut Deliar Noer.dalam mengisi kernerdekaan.3/1985. Asas tunggal Pancasila. yang berarti kembali menjadi anggota PBB dan lembaga internasional lainnya. (Tim. Bahkan asas tunggal Pancasila cenderung ke arah sistem partai tunggal. jangka menengah 5 tahun dengan program rencana pembangunan lima tahun (Repelita). Pembangunan Ekonomi Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat lewat pembangunan ekonomi dan sosial. LIP FISIP-UI.

Apabila dibandingkan dengan orde lama. Kondisi ekonomi dan politik dunia yang lebih baik. yang mengatur segalanya. 2 . selain itu juga pinjaman luar negeri dan penanaman modal asing (PMA). Dengan kebijakan ini sistem perekonomian Indonesia bergeser secara bertahap dari sangat sentralisasi (1970-an) menuju desentralisasi dan peranan sektor swasta yang semakin besar. proteksi Chandra Asri. perusahaan. 4. cukup banyak terdapat perbedaan fundamental. Institusi Bulog. yang sek aligus menjadi penyebab macetnya demokratisasi politik dan ekonomi. Kemauan yang kuat (political will). Beberapa prakondisi yang menonjol dari perekonomian masa orde baru adalah sebagai berikut: 1. dan sebagainya memberi dampak masalah keadilan publik. seperti subordinasi Bank Indonesia (obyek KKN). Sumber daya manusia yang lebih baik. Perbedaan orientasi ekonomi itu menyebabkan perekonomian masa orde baru lebih baik dari masa orde lama. 26 . khususnya tahun 1973/1974. Sistem politik dan ekonomi terbuka yang western oriented. Kelemahan Pembangunan Orde Baru Persoalan yang paling mendasar dalam era orde baru adalah campur aduk institusi negara dan swasta.baru mencerminkan adanya suatu proses industrialisasi atau tranformasi ekonomi di Indonesia dari negara agraris ke negara semi-industri. Akses publik yang lebih luas terhadap sumber-sumber ekonomi menjadi tertutup sehingga proses pemerataan pendapatan dikorbankan. 5. Lembaga kepresidenan adalah the ruler. Keberhasilan pembangunan ekonomi masa orde baru juga didukung oleh penghasilan ekspor yang sangat besar dari minyak bumi. pemasaran cengkeh dan jeruk. Lembaga kepresidenan merupakan faktor pokok dan mendasar yang paling rusak dan mempengaruhi lembaga negara di bawahnya. termasuk ke daerah-daerah. Setelah dekade 1980-an pemerintah mengeluarkan berbagai paket deregulasi yang diawali pada sektor perbankan dan sektor riil dengan tujuan utama meningkatkan ekspor nonmigas. Stabilitas politik dan ekonomi. dan yayasan dicampur aduk satu sama lain sehingga pemegang kekuasaan dan orang-orang yang menjadi pemburu rente ekonomi menjadi pemenang dan mengambil segala kesempata dan potensi keuntungan n ekonomi dan sosial secara tidak adil. 3. Jabatan publik. Sistem digerakkan dari institusi Presiden yang dipengaruhi secara kuat oleh karakter individu. Keppres Mobnas. yaitu dari ekonomi tertutup yang berorientasi sosialis ke ekonomi terbuka yang berorientasi kepada kapitalis. 3. Fungsi check and balance tidak bekerja dan parlemen menjadi stempel karat. 2.

Kekuasaan menjadi media yang subur bagi redistributive combine di antara segelintir orang. juga merupakan ciri dominan dari korporatisme yang bersifat sentralis. Pemerintah berjalan lebih mengacu kepada karakter individu. 27 . Sumber-sumber keuangan yang potensial. 1. tidak partisipatif dan akses ekonomi masyarakat sangat minimal. yang mana telah terjadi distorsi alokasi kredit dan juga di bank-bank pemerintah lain yang dikenal sebutan bahwa bank-bank pemerintah disebut kasir konglomerat. Sumber-sumber ekonomi dinikmati oleh hanya segelintir pelaku ekonomi yang dekat dengan kekuasaan. berhubungan bisnis dengan pelaku-pelaku swasta. Kritik terhadap pemerintahan orde baru masih kelihatan sekalipun ditekan. Kepentingan ekonomi dan kepentingan politik menyatu di dalam format kolusi ekonomi. yang mengalami stagnasi berkepanjangan selama tiga dekade 2 . 2. Puncak gejolak ketidakpuasan publik adalah kasus Bapindo. Urbanisasi besar-besaran manusia dari desa ke kota dan dari daerah ke pusat. Jadi. Korporatisme diartikan sebagai sistem kenegaraan di mana pemerintah dan swasta saling berhubungan secara tertutup satu sama lain. Pola dan struktur kantor Presiden dan Kabinetnya. 3. Institusi kontrol yang lemah dan dilemahkan oleh institusi kepresidenan yang kuat semakin memperburuk kondisi pembangunan dari rasa keadilan masyarakat. Pada dekade 1980-an isu menggugat praktek-praktek monopoli dan dekade 1990-an tuntutan perbaikan alokasi sumber daya ekonomi. Praktek tersebut keduanya saling menguntungkan dengan kondisi politik dan ekonomi yang bersifat tertutup. perkembangan ekonomi hanya digerakkan oleh segelintir orang. 2002:158-160). Namun. hanya dikuasai oleh dua puluh orang debitur kakap. tetapi tercampuri oleh pengaruh kepentingan swasta. pada taraf minimal. karena mendapat perlakuan istimewa dari penguasa. Rachbini. pada sisi lain kita melihat kenyataan akan rapuhnya basis ekonomi rakyat. memberi bukti adanya pembangunan yang progresif. Didik J. Perburuan rente sangat subur dalam situasi politik dan ekonomi yang tertutup Dengan demikian. dalam hal ini tersimpan di bank-bank pemerintah. Persoalan keadilan dan keterbukaan sistem menjadi korban dari distorsi dari kelembagaan Presiden. seperti pada dekade l970-an muncul gerakan untuk pemberantasan korupsi karena utang dan kebangkrutan melanda Pertamina. Pada satu sisi kemajuan-kemajuan ekonomi yang dilihat secara agregat. mempunyai ciri-ciri umum sebagai berikut. Dalam hubungan korporatis tersebut (Prof. yang menjadi regulator. semakin jelas bahwa ada paradoks kemajuan di Indonesia terjadi karena sistem yang distorsif tersebut.Peranan yang dilakukan oleh Presiden pada masa orde baru adalah peran ganda sebagai institusi negara. 4.

terutama kebijakan utang luar negeri dicemari oleh perburuan rente ekonomi oleh kelompok kepentingan yang berkolusi dengan pemegang kekuasaan. kebijakan publik di bidang ekonomi. H. Paradoks inilah yang menjadi gejala dari akar permasalahan. dan partisipasi masyarakat lemah sehingga kebijakan yang datang dari pemerintah dianggap benar. yang sebenarnya terjadi di dalam sistem ekonomi nasional masa orde baru. monopoli dan perburuan rente yang meluas. tetapi sebetul telah gagal membangun kelembagaan untuk mendukung perbaikan struktur dan kesinambungan ekonomi secara keseluruhan. maka MPR telah mengeluarkan ketetapannya. antara lain sebagai berikut. Hasilnya adalah ekonomi yang penuh distorsi.terakhir. Beban perekonomian nasional semakin berat ketika swasta melakukan transaksi utang luar negeri secara berlebihan. Selama orde baru pemerintah menganggap bahwa utang itu merupakan bagian dari proses pembangunan ekonomi yang sukses dengan pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. ari 2001). Untuk menyelamatkan negara dari kehancuran. Kombinasi utang luar negeri pemerintah dengan swasta inilah yang menggiring eko nomi nasional masuk ke jurang krisis. Pembangunan dan Utang Luar Negeri Negara dengan beban utang luar negeri yang berat akan mengalami kesulitan dan gagal mencapai tahan lepas landas melalui proses kemajuan ekonomi yang berkesinambungan. 2 .Rachbini. peran kritik. Kalangan birokrasi juga dapat berperan sebagai pembangun kerajaan sendiri tanpa memperhitungkan efisiensi anggaran yang dipegangnya. Pada tahun 1980-1999 mencapai 129 miliar dolar AS. MASA REFORMASI Penyimpangan kehidupan bernegara masa orde baru sampai kepada puncaknya dengan muncul krisis moneter yang berakibat jatuhnya Presiden Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun. peran teknokrat ekonomi mempunyai kekuasan besar untuk menentukan hitam putihnya kebijakan ekonomi pada masa itu. 4. sehingga pembayaran pokok dan bunga utang sudah begitu besar. 28 . Perkembangan utang luar negeri dan tahun ke tahun pada masa orde baru cenderung meningkat. maka birokrasi bersama pemerintah berperilaku memaksimumkan keuntungan politisnya. Mereka dianggap berhasil membuka pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pada saat yang sama. Proses kebijakan publik di dalam politik otoriter tertutup. (Didik J. ini berarti baliwa aliran modal ke luar negeri selama periode ini sudah mencapai angka lebih d seribu triliun. Jika tidak ada iklim politik yang transparan dan terbuka.

Tap. 5. Konflik sosial budaya telah terjadi karena kemajemukan suku. serta berpihak pada sekelompok pengusaha besar. 4. Oleh sebab itu.XVII/MPR/1998 tentang HAM. Tap. namun permasalahan yang ditinggalkan oleh pemerintahan orde baru bukanlah sedikit. pelanggaran hukum. Perilaku ekonomi yang berlangsung dengan praktek korupsi. Tap. dan agama yang tidak dikelola dengan baik dan adil oleh pemerintah maupun masyarakat. Hal itu kemudian melahirkan krisis akhlak dan moral yang berupa ketidakadilan. X/MPR/l998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembanguan dalam Rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara. 7. Ketetapan MPR No. Tap. Ketetapan MPR No. MPR No. 29 . dan nepotisme.XVI/MPR/l998 tentang Politik Ekonomi Dalam Rangka Demokrasi Ekonomi. MPR No. Pancasila sebagai ideologi negara ditafsirkan secara sepihak oleh penguasa dan telah disalahgunakan untuk mempertahankan kekuasaan. MPR No. telah menyebabkan krisis ekonomi yang 2 .XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan P-4 dan Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. V/MPR/2000 telah mengeluarkan ketetapan tentang Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Nasional. Sekalipun MPR telah mengeluarkan ketetapannya. 3. 2. dan pelanggaran hak asasi manusia. kebudayaan. Faktor faktor penyebab terjadinya berbagai rnasalah tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut. XIII/MPR/1998 tentang Pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. MPR No. 1. 5. Tap. Hukum telah menjadi alat kekuasaan dan pelaksanaannya telah diselewengkan sedemikian rupa sehingga bertentangan dengan prinsip keadilan. 6. sehingga merumitkan bagi pemerintah transisi atau pemerintah era reformasi untuk keluar dari permasalahan tersebut. 3. yaitu persamaan hak warga negara di hadapan hukum. VIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang Referendum. Hal itu semakin diperburuk oleh pihak pengusaha yang menghidupkan kembali cara -cara menyelenggarakan pemerintahan yang feodalistik dan paternalistik sehingga menimbulkan konflik horizontal yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa 4.1. MPR melalui Ketetapan No. Nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya bangsa tidak dijadikan sumber etika dalam berbangsa dan bernegara oleh sebagian masyarakat. MPR No. kolusi. MPR melalui ketetapan tersebut telah mengidentifikasi masalah yang telah menyebabkan terjadinya krisis yang sangat luas. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN. 2.

8. kesetaraan. dan budaya dapat memberikan keuntungan bagi bangsa Indonesia. tetapi jika tidak diwaspadai dapat memberi dampak negatif terhadap kehidupan berbangsa. Pemerintah yang sentralistis telah menimbulkan kesenjangan dan ketidakadilan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sehingga timbul konflik vertikal dan tuntutan untuk memisahkan diri dari negara kesatuan Republik Indonesia. telah tiga kali pergantian Presiden. 10. Pada masa era reformasi. dan keadilan. 11. kemudian digantikan oleh Presiden Megawati dengan Kabinet Gotong Royong. 6.berkepanjangan. Sistem politik yang otoriter tidak dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang mampu menyerap aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. pertumpahan darah dan dendam antara kelompok masyarakat terjadi sebagai akibat dari proses demokrasi yang tidak berjalan dengan baik. Peralihan kekuasaan yang sering menimbulkan konflik. serta kesenjangan sosial ekonomi yang semakin melebar. Propenas yang telah disusun oleh Bappenas. Berlangsungnya pemerintahan yang telah mengabaikan proses demokrasi menyebabkan rakyat tidak dapat menyalurkan aspirasi politiknya sehingga terjadi gejolak politik yang bermuara pada gerakan reformasi yang menuntut kebebasan. Globalisasi dalam kehidupan politik. sosial. 30 . Akibatnya.J. 13. ekonomi. namun Presiden Abdurrahman Wahid diperhentikan oleh MPR karena dianggap melanggar haluan negara. Penyalahgunaan kekuasaan sebagai akibat dari lemahnya fungsi pengawasan oleh internal pemerintah dan lembaga perwakilan rakyat. Pada masa era globa ini. berlaku untuk tahun 2000-2004. penggangguran dankemiskinan yang semakin meningkat. telah menjadikan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab tidak terlaksana. Habibie dengan Kabinet Reformasi Pembangunan. mengakibatkan tidak berkembangnya kehidupan demokrasi. Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Presiden hasil Pemilu tahun 1999 dengan Kabinet Persatuan Nasional. melainkan dengan nama program pembangunan nasional (Propenas). 7. Pelaksanaan peran sosial politik dalam dwi fungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan disalahgunakannya ABRI sebagai alat kekuasaan pada masa orde baru telah menyebabkan terjadinya penyimpangan peran Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang 12. 2 . serta terbatasnya pengawasan oleh masyarakat dan media massa pada masa lampau. pembangunan l nasional dilaksanakan tidak lagi seperti orde baru yang dikenal dengan nama rencana pembangunan lima tahun (Repelita). utang besar yang harus dipikul oleh negara. yaitu Presiden B. 9. kepercayaan masyarakat kepada penyelenggara negara menjadi berkurang.

b) program pembentukan dan penyusunan hukum. Pembangunan Bidang Hukum Konsep awal program pembangunan nasional di bidang hukum meliputi sebagai berikut. dan lain-lain. menengah. dan lain-lain. a. 3. dan lain -lain. sarana dan prasarana hukum dengan programnya. a) penegakan dan pelayanan hukum. peningkatan karja sama luar negeri. b. c) program pembinaan kelembagaan hukum. Mempercepat proses pemulihan ekonomi. program pembangunannya adalah mewujudkan penyelenggara negara yang baik dan profesional. a) peningkatan kualitas aparatur hukum. partisipasi politik. melalui program pengelolaan kebijaksanaan ekonomi makro dan mikro.Propenas tersebut meliputi berbagai bidang. yang meliputi pengembangan sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi kerakyatan. program pembangunan yang dilakukan adalah penguatan politik luar negeri dan diplomasi. program pembangunannya adalah sebagai berikut. dengan programnya. 2 . Politik dalam negeri. kesadaran berbangsa. a. Pembangunan Bidang Politik Program pembangunan nasional di bidang politik meliputi sebagai berikut. Dalam uraian berikut akan kita Iihat beberapa bidang dalam Propenas. c. Penyelenggaraan negara. b) sarana dan prasarana hukum. pemilu. peningkatan efektivitas pengelolaan utang luar negeri. penuntasan restrukturisasi perbankan dan lembaga keuangan. Politik luar negeri. 1. kemandirian TNI. 31 . peningkatan efektivitas pengelolaan keuangan negara. adalah: a) program perencanaan dan pengembangan sistem hukum nasional. pendidikan dan budaya politik. Penegakan hukum. struktur politik. kepemimpinan nasional. b) pembinaan peradilan. pengembangan ketenagakerjaan. 1. pengentasan kemiskinan dan peningkatan pemerataan serta memberdayakan usaha kecil. b. Penataan sistem dan kelembagaan hukum dengan program pembangunannya. 2. program pembangunan yang dilaksanakan adalah pengembarngan konstitusi. perluasan perjanjian ekstradisi dengan negara tetangga. c. dan koperasi. 2. Peningkatan kualitas aparat penegak hukum. Program Pembangunan Ekonomi Dalam bidang ekonomi.

32 . tetapi penggantinya tidak dipikirkan. Yang terjadi adalah untuk mendesain ulang struktur ekonomi yang berbasis konglomerat menuju ekonomi kerakyatan. Pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid praktis tidak ada masalah dalam negeri yang terselesaikan dengan baik. seperti kasus Aceh. Seharusnya pengusaha besar dengan kepentingan ekonomi yang besar pula seharusnya dipagari dengan batas aturan yang tegas agar tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Pemerintahan Habibie hanya sampai pada upaya pembuatan perangkat undang-undang yang disiapkan dengan tergesa-gesa dan belum tentu dapat dilaksanakan oleh pemerintah selanjutnya. dalam Sidang lstimewa MPR tahun 2001 Presiden Abdurrahman Wahid diberhentikan dan Megawati dilantik menjadi Presiden RI yang kelima. Presiden Abdurrahman Wahid dianggap cenderung bersikap diktator dan praktek KKN di lingkungannya semakin intensif. yaitu suatu lembaga perhimpunan para konglomerat di dalam institusi kepresidenan. penguatan kemampuan sumber daya manusia. Visi Indonesia masa depan ialah cita-cita luhur sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. VII/MPR/2001 tentang Visi Indonesia Masa Depan. Perekonomian negara sudah menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan dengan saat kejatuhan Presiden Soeharto. Pada era Abdurrahman Wahid. MPR No. Akibatnya. Sikap Presiden tersebut juga menimbulkan perseteruan dengan DPR yang klimaksnya adalah dikeluarkannya memorandum I dan II. perbaikan institusi secara sistematis tidak terjadi. Kasus DPUN. Otonomi daerah. dengan program utamanya adalah pemantapan perimbangan keuangan pusat dan daerah. Kasus Depsos dan Deppen.d. penataan kelembagaan daerah. Perekonomian Periode transisi Habibie terlalu pendek untuk mengisahkan perjalanan ekonomi suatu negara. yang terdiri atas tiga visi. Berkat kritik yang sangat keras terhadap lembaga ini di mana campur aduk antara swasta dengan pemerintah yang telah membawa ketidakadilan ekonomi di masa orde baru maka lembaga ini akhirnya dibubarkan. yang mana pemerintah Abdurrahman Wahid membubarkan lembaga bermasalah. 2 . konflik Maluku. dengan cara itu pemerintah terus menghadapi permasalahan dan menciptakan persoalan baru bagi rakyat banyak. Dalam menjaga kesinambungan penyelenggaraan negara. Ketidakstabilan politik dan sosial yang belum surut menambah kesan bagi investor asing bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang berisiko tinggi bagi investor. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. serta pembinaan dan pengawasan. d. jadi implementasi kebijakannya tidak sempat dilaksanakan. kondisi ekonomi nasional cenderung lebih buruk dari pemerintahan Habibie. maka MPR mengeluarkan Tap. yaitu sebagai berikut: 1). bahkan kesalahan-kesalahan baru terjadi kembali yang menambah lebih parah lagi keadaan. dan sebagainya. Pada akhirnya.

seperti konflik di Nanggroe Aceh Darussalam. d. Bidang Ekonomi dan Keuangan Suatu kinerja pemerintah yang sudah maju tetapi belum dapat mengatasi masalah -masalah. maju. penyeludupan dan pencurian 2 . Bidang Politik dan Keamanan Suatu ancaman disintegrasi. Globalisasi. serta masalah reformasi birokrasi yang masih merugikan dan beban bagi negara. pangan yang rentan kritis. masalah Papua. masalah reposisi TNI/Polri. bersatu. masalah otonomi daerah yang belum diimplementasikan secara utuh. Pemantapan persatuan bangsa dan kesatuan bangsa. b. g. ekspor menurun. a. Sistem sosial budaya yang beradab. Visi antara masa depan dan lima tahunan disebut Visi Indonesia 2020. meningkatnya penduduk miskin. g. merosotnya kredibilitas aparatur negara. bangsa dan negara menghadapai tantangan keadaan dan perubahan saat ini dan masa depan. Visi Indonesia 2020 adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius. 33 . masalah penegakan dan kepastian hukum yang masih lemah. masalah Sampit Kalimantan Tengah. adil. Bidang Hukum dan HAM Bidang ini mencakup masalah pemberantasan KKN yang belum maksimal. Presiden Megawati yang memulai pemerintahannya November 2001 masih menyisakan suatu pekerjaan berat yang belum terselesaikan. Sesuai dengan rekomendasi MPR ST 2002 menyampaikan beberapa permasalahan untuk segera dituntaskan sebagai berikut: . masalah penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM yang terkesan lambat dan diskriminatif. masalah mempersiapkan pemilu yang berkualitas. sejahtera. Sistem politik yang demokratis Sistem ekonomi yang adil dan produktif. mandiri serta baik dan bersih dan penyelenggaraan negara. masalah Maluku dan Maluku Utara.Dalam mewujudkan Visi Indonesia 2020. masalah terorisme. investasi belum pulih. demokratis. f. e. e. f. 3). dan lain-lain. masalah hubungan luar negeri yang belum optimal dan profesional. yaitu sebagai berikut. masalah Poso. Sumber daya manusia yang bermutu. baik di dalam maupun dari Iuar negeri. Visi lima tahuan dirumuskan dalam Garis-Caris Besar Haluan Negara. manusiawi.2). c. masalah tindakan anarkis. seperti pengangguran melonjak. Sistem hukum yang adil. peraturan tumpang tindih sehingga tidak ada kepastian usaha.

utang domestik pemerintah yang membebani APBN. masalah kesehatan dan pendidikan.sumber daya alam. dan lain-lainnya. 2 . Bidang Sosial Budaya Bidang ini meliputi kerukunan umat beragama yang masih mengganggu persatuan. 34 . h. dan penerimaan pajak yang belum optimal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->