BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam Rencana Jangka Panjang Nasional (RJPN) Dinas Kes ehatan, pengembangandan pember dayaan sumber daya manusia kes ehatan dibutuhkan pelayanan kes ehatan yang bermutu, merata dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tidak akan terwujud apabilat i da k di du k u n g ol e h s u mb er da y a ma n u s i a k es e ha t a n ya n g me n c u ku p i j u ml a h n ya , da n profesional, yaitu sumber daya manusia kes ehatan yang mengikut i perkembangan IPTEK, menerapkan nilai-nilai moral dan etika profesi yang tinggi. Semua tenaga kesehatan dituntut u nt u k s el a l u me n j u nj u n g t i n g g i s u mp a h da n k o d e et i k pr of es i . ( D ep a r t e me n K es e h a t a n , 2009). Menurt World Health Organization, Infark miokard atau serangan jantung koroner akibat ateros klerotik CAD merupakan kasus

terbanyak. Menurut data statistik tahun 1992 jumlah p e n d er i t a p e n ya ki t j a nt u n g k or o n er s eb a n ya k 1 6 , 5 % da n p a d a t a hu n 2 0 0 0 na i k s eb es a r 26,4% tahun 2010 meningkat lagi sebesar 39,2%

(http://infoxpress.com) Jantung (COR) adalah organ yang sangat penting bagi kehidupan karena berfungsi sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh. Walaupun banyak berisi darah, cor tidak mampu menyerap nutrisi dari darah tersebut. Nutrisi cor disuplai oleh arteri coronaria yang merupakan cabang pertama dari aorta ascendens. Kelainan pada arteri ini dapat mengganggu aktivitas cor bahkan dapat

1

mengakibatkan kerusakan pada cor tersebut. Banyak penyakit yang menyerang cor, berikut ini tujuh penyakit cor terpenting : 1. Penyakit jantung koroner (penyebab 80% kematian yang disebabkan penyakit jantung) 2. Penyakit jantung akibat hipertensi (9%) 3. Penyakit jantung rernatik (2-3%) 4. Penyakit jantung kongenital (2%) 5. Endokarditis bakterialis (1-2%) 6. Penyakit jantung sifilitik (1%) 7. Cor pulmonale (1%), 8. dan lain-lain (5%) (Santoso dan Setiawan; 2005). Pada tahun 1997, penyakit jantung koroner menyebabkan 466.101 kematian dan sampai saat ini tetap merupakan penyebab utama kematian di Amerika Serikat. Begitu pula di Indonesia, diperkirakan jumlahnya akan bertambah dari tahun ke tahun. Melihat fakta tersebut, sangat dibutuhkan untuk mengetahui kriteria diagnostik infark miokard akut agar dapat menegakkan diagnosis dengan tepat.

Infark Miokard adalah penyebab kematian pertama penyakit jantung di dunia.Sekitar sepertiga dari penderita IMA meninggal dalam beberapa jam setelah terjadinya nyeri dada, gagal jantung, atau komplikasi yang lain.Karena itu , tandatandanya dan gejalanya perlu dikenali dengan cepat, sehingga terapi dapat segera diberikan. Seperti sebagian klien yang ada dan pernah dirawat di RSUP. PROF. Dr. R. D. KANDOU Manado, yang di alami oleh pada Tn. L.M yang menjadi tujuan pokok penulis sebagai bahan penelitian bagaimana cara memberikan Asuhan Keperawatan dengan diagnose Miokard Infark Akut.

2

1. Perjalanan penyakitnya , lebih dari 90% kasus , disebabkan oleh penyumbatan arteri koroner akut . Terhentinya aliran darah koroner secara mendadak pada suatu daerah di miokardium mengakibatkan kontraksi yang tidak sinkron , yang diiikuti dengan penurunan kontraksi jantung dan hilangnya kontraksi.Perubahan ini terjadi 5-10 menit pertama setelah penyumbatan. 2. Untuk mendiagnosisnya maka harus diketahui riwayat nyeri dada yang bersifat hebat , berlangsung lama dan tidak dapat diatasi dengan pemakaian obat.Gejala lain adalah mual, muntah-muntah , kelemahan, pusing, keringat dingin dan jantung berdebar. 3. Pada pemeriksaan biasanya pasien tampak cemas, gelisah dan tampak sakit berat.Pada pemeriksaan fisik ditemukan JVP dapat meningkat terdapat bunyi jantung keempat dan bunyi pergerseran perikardium. 4. Pemeriksaan laboratorium. 5. Yang paling penting ialah apabila sudah merasakan nyeri dada yang hebat, maka segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang adekuat lain yang dianjurkan yaitu EKG, Radiografi, Uji

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : bagaimana pemberian Asuhan Keperawatan pada pasien Tn. L.M dengan diagnosa MIOKARD INFARK AKUT INFERIOR, yang ada Di ruangan ICCU RSUP PROF Dr. R.D Kandou Manado. 1.3 Tujuan Penulisan 1.3.1 Tujuan Umum :

3

R.3. keluarga klien.4 Manfaat Penulisan 1. 1. 1.M dengan diagnosa MIOKARD INFARK AKUT INFERIOR.4.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pemberian Asuhan Keperawatan pada pasien Tn. S ebelum dan sesudah menjalani proses pengobatan. 1.2 Observasi : Observasi dilakukan pada klien selama 4 hari dengan pengamatan langsung pada klien.5.3 Lahan Praktek : Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan khususnya penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosa MIOKARD INFARK AKUT INFERIOR. R.2 Tujuan Khusus : Mengetahui Asuhan Keperawatan MIOKARD INFARK AKUT INFERIOR.5. yang ada Di ruangan ICCU RSUP PROF Dr.4. L.4.5 Metode Penulisan Metode penulisan yang digunakan penulis dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah ini adalah dengan cara : 1.1 Penulis : Sebagai prasyarat untuk mengikuti ujian akhir juga dapat menjadi bahan acuan untuk menambah pengetahuan.D Kandou Manado. yang ada Di ruangan ICCU RSUP PROF Dr.D Kandou Manado. 1.D Kandou Manado. perawat- sejawat dan dokter di ruang ICCU RSUP PROF Dr. 1.1 Wawancara : Wawancara dilakukan pada klien. 1.2 Institusi : Menjadi masukan bagi institusi guna menambah Literatur / referensi untuk kelengkapan perkuliahan. R. Mengkaji data dari klien untuk mengetahui 4 .

R.D Kandou Manado. Dari catatan medik di ruang ICCU RSUP PROF Dr.4 Kepustakaan : Mengunakan literatur-literatur yang ada kaitannya dengan pasien di ruang ICCU RSUP PROF Dr. 1.D Kandou Manado. BAB II : Tinjauan teoritis yang meliputi Konsep medik dan Konsep dasar asuhan keperawatan.1 Definisi Congestif Heart Failuere (CHF) adalah suatu keadaan dimana jantung tidak lagi memompakan darah secukupnya dalam memenuhi kebutuhan sirkulasi tubuh 5 .5.1.6 Sistematika Penulisan BAB I : Pendahuluan yang meliputi latar belakang.5. metode penulisan dan sistematika penulisan.keadaan dan perkembangan klien untuk mendapatkan kesimpulan tentang penerapan asuhan keperawatan. 1. tujuan penulisan.3 Dokumentasi : Pengumpulan data yang berhubungan dengan diagnosa MIOKARD INFARK AKUT INFERIOR. 1. manfaat penulisan. rumusan masalah. R. KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Konsep Medik 2.

Infark jantaung berulang E.untuk keperluan metabolisme jaringan pada keadaan tertentu (aktif maupun istirahat).1. Hiperatensi yang tidak terkontrol J. Kegagalan fungsi jantung di atas dan mengakibatkan respons sistemetik khusus bersifat patologik (saraf. Beban cairan yang berlebihan D. Emboli paru G. Aritmia F. referensi dan memendeknya umur hidup. hormonal) serta menampakan manifestasi klinik beberapa gejala (keluhan) dan tanda-tanda gagal jantung. ginjal. Demam atau sepsis C.2 Etiologi Penyebab gagal jantung yaitu: A. Keadaan high output H. A. B. Gagal jantung adalah suatu keadaan patologis adanya kelainan fungsi jantung yang mengakibatkan jantung gagal memompakan darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan (Broun Wald). Stres emosional I. 2. Miokarditis 6 . Gagal jantung kongestif merupakan suatu sindrom klinis yang rumit yang di tandai dengan adanya abnormalitas fungsi ventrikel kiri dan kelainan regulasi hormonal disertai dengan intoleransi aktifitas kerja fisik. Infeksi pada paru-paru B.

Apabila Overload ini disebabkan oleh hipertensi atau tekanan diastolic yang meninggi akan terjadi hipertensi sel-sel jantung yang berusaha untuk menormalkan beban pada sel otot. Overload-overload ini dapat juga terjadi akibat hilangnya sebagian jaringan miokard yang tinggal untuk bekerja berlebihan. Dyspnea/ Ortopnea.1.K. Deman Overload 5. 2. Gagal jantung kongestif akibat disfungsi jantung yang primer.4 Manifestasi klinis 1. Endokarditis Secara umum penyebab kegagalan jantung dikelompokan : 1. Abnormalitas miokard primer yang menimbulkan disfungsi daya pompa jantung 2. sebagai respons dari bermacam-macam beban kerja yang berlebihan (Overload). Paroximal Noctural dyspnea. Filling disordes 2. Fatigue and Weakness 7 . Myocardial Disfunctions 2. Diastolic Overload 4. Systolic Overload 3.3 Patofisiologi Patofisiologi gagal jantung lebih dapat dimengerti dengan mempertahankan 3 komponen penting yang berperan : 1.1. Cheyne Stokes b. Symtons / Keluhan / Gejala a. 3.

debutamin. Jenis penanganan 1. 2. Edema e. Ikterus h. Atasi faktor pencetus c.Penghambat ACE : Captopril (Dexatap) .5 Penanganan Medik  Prinsip a. Abnominal Symtons 2. Ascieter/ Hydrothorax f.Diuretik . Impotensi i. urine berkurang. Sign / Tanda a. Berat (Severe) tanda (+) c. Ringan (Moderate) tanda (-) b. Hepatomegali g. dopamin.Diet 8 . keringat. Farmakologik . Ronchi d. Lain-lain : dingin. Depresi j. 2.c. Atasi faktor dasar/ Etiologi b. Non Farmakologik .Lain-lain : beta blocer.1.Digitalis : obat penguat (langoksin) .

2.W : 62 Tahun/ 11-10-1948 : Laki-laki : Kristen 9 .Pembatasan aktifitas. Angiography. Identitas pasien Nama Umur / Tanggal lahir Jenis kelamin Agama : Tn. Laboratorium 5.Rokok . H.Operasi .Pengawasan cairan . 2.Aktifitas fisik .2. Echocardiography 4. Foto Thorax 3..Alkohol .1 Pengkajian A.6 Pemeriksaan Diagnostik 1.1. EKG 2.2 Konsep Keperawatan 2.

Penanggung Jawab : Minahasa/ Indonesia : Nikah : 16-05-2011 : 13-06-2011 : 27 52 70 : Congestif Heart Failuere Nama Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Hubungan dengan klien 2.2 Keluhan utama Sesak nafas 2.2.3 Riwayat kesehatan : Ny.2.9% dengan furosemide tablet 500 mg pada ekstremitas kanan atas dan O2 sebanyak 2 liter/ menit. B. C.W : 65 Tahun : Perempuan : IRT : Kakak kandung pasien A. L. Rec Diagnosa Medis B. Riwayat kesehatan sekarang Saat dikaji pasien mengeluh badan terasa lemah dan sesak nafas. Riwayat kesehatan lalu Dahulu oasien pernah mengalami penyakit jantung dan pernah berobat dirumah sakit Balik Papan. Selain itu pasien juga batuk-batuk. saat ini pasien terpasang IVFD sol NaCL 0. Riwayat kesehatan keluarga 10 . Med.Suku/Bangsa Status Tanggal MRS Tanggal Pengkajian No.

Klien mengatakan kurang mengerti dengan penyakit yang dideritanya .2. 2.4 Riwayat psikososial Selama perawatan pasien selalu bertanya-tanya pada Dokter dan Perawat tentang penyakit yang di deritanya. hubungan dengan keluarganya baik. GENOGRAM A B 62 KETERANGAN : A B : Orang tua klien : Orang tua istri klien : laki-laki : perempuan : Garis keturunan : Tinggal serumah : Meninggal : Klien 2.5 Riwayat spiritual 1.2. Klien percaya dan taat pada agama yang dianutnya.Dalam keluarga selain pasien tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit jantung. 2. begitu juga dengan masyarakat tempat pasien tinggal. klien mengatakan cemas dengan keadaannya saat ini. Keluarga selalu mendukung pasien dengan mendoakan pasien 11 .

3.7 Pemeriksaan fisik 2. Pola eliminasi 4.9 Therapy aKeluhan utama : Batuk bercampur lendir. Pola hubungan dengan orang lain 9. Pola nutrisi dan metabolic 3. panas 1.2. Riwayat Keluhan utama : Orang tua klien mengatakan. klien batuk-batuk sejak 3 hari dan demam sejak 2 hari Sebelum Masuk Rumah Sakit. Pola persepsi dan konsep diri 8. orang tua klien mengatakan panas klien masih tidak menentu. secret (+).2. Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan 2. 2. Pola istirahat dan tidur 6.2.6 Pola aktivitas sehari-hari 1. Pola pengetahuan dan persepsi 7.00. Klien sebelum sakit taat beribadah digedung Gereja pada hari Minggu. kadang panas dan kadang tidak. Riwayat Kesehatan sekarang : Saat dikaji. Batuk terutama pada malam hari dan berhenti setelah klien tertidur. Klien mengalami demam tinggi sehingga langsung dibawa kerumah sakit pada tanggal 11 September 2009 jam 18. Pola nilai kepercayaan 2. Klien tampak 12 . Pola manajemen stres 10.8 Evaluasi diagnostik 2. Pola aktivitas 5.2. 2.

sesak. Natal Care : Klien lahir pada kehamilan 9 bulan 12 hari. b. lahir di Obstetrik Rumah Sakit secara normal dan ditolong oleh dokter spesialis Ginekologi dan bidan.4 kg dan panjang 49 cm.20C. Riwayat Kesehatan dahulu a. N= 120 x/mnt. kakek klien dari hipertensi.tanda vital R = 58 x/mnt. 5. Genogram pihak ibu memiliki riwayat penyakit 13 . Tanda . terpasang O2 2 ltr. Post Natal Care : Bayi lahir tidak ada kelainan dengan berat badan 3. 3. Pre Natal Care : Ibu klien mengatakan waktu mengandung klien. c. Ibu rajin memeriksakan kehamilan pada Bidan dan ibu dapat imunisasi TT 2x selama kehamilan dan perubahan BB ibu bertambah 5 kg. Riwayat kesehatan keluarga : Ibu klien menderita penyakit ISPA sekitar 2 minggu yang lalu. SB = 38. ibu suka makan buah-buahan.

Pertumbuhan fisik Berat badan Tinggi / panjang badan Waktu tumbuh gigi : 3 kg : 50 cm : 8 Bulan b. 4. 3. Riwayat Tumbuh kembang a.Keterangan Laki-laki Perempuan Pasien / Klien Tinggal serumah Garis keturunan Hubungan pernikahan 4. II. Perkembangan tiap tahap Tertawa bila diajak bermain : 4 Bulan Membalikan badan Duduk sendiri : 4 Bulan : 8 Bulan 14 . 5. III. 2. III) Polio (I. II. Riwayat Imunisasi No Jenis Imunisasi 1. IV) Campak Hepatitis B : : : : : : : Waktu Pemberian Usia 1 Bulan Usia 2 Bulan Usia 0-11 Bulan Usia 9 Bulan Usia 0-7 Hari Reaksi penyerta Panas Panas Panas 5. BCG DPT (I.

Riwayat Spiritual : Orang tua selalu memberikan bimbingan keagamaan pada klien. pisang masak : Bubur biasa 7. ada tempat bermain. klien tidur dengan orang tua. menangis dan memukul.- Merangkak Berdiri Berjalan Bicara pertama kali ::::- 6. Klien tinggal dengan orang tua. klien menangis dan reaksi jika gembira. pisang c. Pemberian makanan tambahan Pertama kali pemberian Jenis makanan : 4 Bulan : Bubur Sun. Riwayat Nutrisi a. Psikososial : Reaksi klien saat marah. reaksi jika sedih dan takut. Pola perubahan pemberian nutrisi dan cairan tiap tahapan usia sampai saat ini 0-4 bulan 4-7 bulan Saat ini : ASI eksklusif : Bubur sun. 8. klien tertawa. 15 . Pemberian ASI Pertama kali pemberian Cara pemberian Lama pemberian : Sejak lahir : Diteteki : Sampai sekarang b. hubungan antar keluarga harmonis.

asam. Eliminasi Sebelum sakit : Klien BAB 2-3x sehari. Saat sakit : Klien makan 3x sehari dengan menu bubur dan telur. karena klien kaget dengan situasi di RS. berminyak. 3. klien makan degan cara disuapin. 2. Kebutuhan Sehari-hari 1. selera makan baik. kesehatan anaknya. pisang. dan minuman yang berkarbonasi. Nutrisi Sebelum sakit : Klien makan 3x sehari dengan menu bubur. keras.9. klien diberi ASI dengan cara diteteki oleh ibunya. Cairan Sebelum sakit : Klien minum air putih ± 4 gelas (600 cc) / hari dan ASI 7 kali (± 700 cc) / hari. selera makan klien menurun. oleh dokter klien tidak diperkenankan makan makanan yang asam . Reaksi Hospitalisasi: Klien merasa bingung dan menangis saat masuk rumah sakit. kadangkadang nasi. klien makan dengan cara disuapin. Orang tua klien tampak cemas dan bertanya-tanya tentang kondisi A. dengan warna feces kuning kecoklatan. bau khas feces dengan konsistensi kadang-kadang 16 . makanan yang disukai klien adalah pisang. klien diberi ASI dengan cara diteteki secara langsung oleh ibunya. tetapi porsi yang dihabiskan ± 3 sendok setiap kali pemberian. Saat sakit : Klien minum air putih 2-3 gelas (300-500 cc) / hari dan ASI 5 kali (± 500 cc) / hari.

Aktivitas Sebelum sakit : Klien memenuhi kebutuhan melalui orang tuanya. 5. karena masih sakit. Klien BAK 4-5x sehari. dengan warna bening dan bau khas amoniak.00 (9 jam). bau khas feces dengan konsistensi cair. Personal Hygiene Sebelum sakit : Klien mandi sekaligus cuci rambut 2x sehari dengan mengunakan sabun dan shampoo. Klien BAB dan BAK dicelana.00 (2 jam). Klien BAK 3-4x sehari.00 dan bangun pagi jam 06. Sebelum tidur klien biasanya minum ASI terlebih dahulu. 4.00 sampai jam 15.00 (1 jam). dengan warna feces kuning kecoklatan. Klien juga sering tidur siang yakni dari jam 13. Klien tidur siang dari jam 13. Klien BAB dan BAK dicelana.lembek. Sebelum tidur klien biasanya minum ASI terlebih dahulu. Saat sakit : Klien tidur malam jam 20. dengan warna kuning dan bau khas amoniak.00 sampai jam 14. Saat sakit : Klien memenuhi kebutuhannya melalui orang tua dan tenaga-tenaga kesehatan diruangan. di rumah aktivitas klien adalah bermain (bola-bola) baik sendiri maupun bersama orang tuanya. kadang-kadang keras. 6. Istirahat & Tidur Sebelum sakit : Klien tidur malam jam 21.00 (9 jam). klien mandi di kamar mandi dengan 17 . klien lebih banyak beristirahat ditempat tidur.00 dan bangun pagi jam 05. Saat sakit : Klien BAB 2x sehari.

dan klien menangis-nangis.2 kg : Lemah : Compos mentis (CM) : TD : Tidak dilakukan karena klien tidak 18 . parentalis. dan okspitalis. frekuensi 2x sehari dilakukan oleh orang tua dengan dibantu perawat. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Kesadaran Vital sign mau.cara dimandikan ibunya. B.20C Tinggi / panjang badan Berat badan a. dilakukan oleh ibunya. : 74 cm : 8. Klien gunting kuku ± 1x seminggu. N : 120 x/mnt R : 58 x/mnt SB : 38. : Bulat lonjong : Simetris antara frontalis. Saat sakit : Klien hanya melakukan washlap dengan mengunakan air hangat. Kepala Inspeksi Bentuk kepala Kesimetrisan temporalis.

- Warna rambut Penyebaran Ketombe Mudah rontok Alopesia Berbau : Hitam : Merata : Tidak ada : Tidak : Tidak terdapat alopesia : Bau keringat Palpasi Benjolan pada kepala Nyeri tekan : Tidak ada : Tidak ada b. Wajah Inspeksi Pergerakan wajah Ekspresi Pigmentasi Acne Lesi : Tidak ada kekakuan : Meringis : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada c. Mata Inspeksi Pergerakan bola mata : Tidak ada kekakuan Kelopak mata Sclera Konjungtiva Pupil : Tidak ada pembengkakan : Tidak ada ikterus : Anemis : Isokor kiri dan kanan : Kiri dan kanan baik Fungsi penglihatan 19 .

d. Mulut 20 . Hidung dan Sinus Inspeksi Nasal septum kedua Membrane mukosa Obstruksi Polip : Tidak ada kelainan / tegak lurus diantara lubang hidung : Tampak merah muda : Tidak ada : Tidak ada Palpasi Sinus frontalis Sinus maksilaris : Tidak ada nyeri tekan : Tidak ada nyeri tekan : Baik Fungsi penciuman e. Telinga Inspeksi Bentuk Warna Serumen Otorrhea Lesi Peradangan : Simetris kiri dan kanan : Sawo matang : Tidak terdapat serumen : Tidak ada cairan : Tidak ada : Tidak ada Palpasi Nyeri tekan tulang mastoid : Tidak ada : Normal / baik Fungsi pendengaran f.

Inspeksi Bentuk bibir Kondisi bibir Warna bibir Lesi Mukosa mulut Warna gusi Perdarahan pada gusi Warna gigi Carries Warna lidah Tremor Beslag Lesi : Simetris atas bawah : Kering : Pucat : Tidak ada : Merah muda : Merah muda : Tidak ada perdarahan : Putih : Tidak ada : Tampak merah muda : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada Peradangan pada tonsil : Tidak terdapat peradangan g. Leher Inspeksi Warna : Sawo matang Pembesaran kelenjr tiroid : Tidak terlihat Palpasi Pembengkakan tonsil Kelenjar tiroid Kaku kuduk : Tidak teraba : Tidak teraba : Tidak ada : Tidak terdapat kesulitan menelan Kesulitan menelan 21 .

h. Abdomen Inspeksi Warna : Sawo matang Karakteristik permukaan: Agak tegang Lesi : Tidak ada Palpasi Pembesaran hepar Pembesaran limpa Daerah supra pubik : Tidak ada pembengkakan : Tidak ada : Tidak terdapat full blast Perkusi Auskultasi Peristaltik usus : 14 x/mnt 22 . Thoraks dan Paru Inspeksi Bentuk dada Kesimetrisan dada : Normal chest : Simetris Bentuk tulang belakang : Tidak ada kelainan Irama pernafasan Jenis pernafasan : Reguler : Retraksi dada Perkusi Massa dalam paru Paru-paru : Tidak terdapat massa : Tidak ada kelainan Auskultasi Bunyi nafas : Ronchi i.

Ekstremitas bawah Inspeksi 23 . Ekstremitas atas Inspeksi Kesimetrisan Keringat Oedema Tremor Lesi : Simetris kiri dan kanan : Berkeringat dingin : Tidak terdapat oedema : Tidak tremor : Terdapat lesi pada tangan kanan Kekuatan pd setiap sendi: Terbatas karena terpasang IVFD ditangan kanan m. Genitalia Inspeksi Kebersihan Hernia Lesi Terpasang kateter : Cukup bersih : Tidak terdapat hernia : Tidak terdapat lesi : Tidak terpasang k. Rectal Kebersihan Peradangan Lesi Haemoroid : Cukup bersih : Tidak ada : Tidak ada : Tidak terdapat haemoroid : Tidak Kesulitan BAB l.j.

8 x 103/µl : 21.0 0.0 0.8% : 21.9 x 103/µl : 8.9% : 56.0 20.0 24 . Pemeriksaan penunjang / Laboratorium .0 70.- Kesimetrisan Keringat Oedema Tremor Lesi : Simetris kiri dan kanan : Berkeringat dingin : Tidak terdapat oedema : Tidak tremor : Tidak terdapat lesi Kekuatan pd setiap sendi: Baik n.1 x 103/µl : 20.0 3.3% Nilai normal : 4. Kulit Inspeksi Warna Kelembaban Lesi : Sawo matang : Lembab : Terdapat lesi ditempat pemasangan IVFD Palpasi Suhu Turgor : Panas : Cepat kembali C.0 4.0 50.0 9. Tanggal : 12 September 2009  Darah lengkap Hasil pemeriksaan : WBC Lymph Mid Gran Lymph Mid Gran : 36.0 10.0 x 103/µl : 8.9 7.1 2.0 40.8 0.

50 50. O2 2 liter E. IVFD Ca. Vitaplex 1 x ½ tablet 8. D5 ½ NS 18 gtt/mnt (mikrodrips) 2. Therapy : 8.20C 3. Ambroxol 30mg 3 x 1 5. Orang tua klien mengatakan klien masih sesak. N : 120x/mnt SB : 38. Pamol Syrup 3 x 1 7.25 x 106/µl : 24. Data Objektif Batuk (+) Sekret (+) Ronchi (+) jenis pernapasan : retraksi dada Tanda-tanda vital : R : 58x/mnt. Bibir kering. Dexamethason 3 x 1mg (iv) 4. terutama pada malam hari dan berhenti setelah klien tertidur. Orang tua klien mengatakan klien panas dan panas klien tidak menentu.0 16.0 5. kadang panas & kadang tidak.HGB RBC HCT D. 25 . - 2.0 1.8% 11.50 37.0 3. Klasifikasi Data No Data Subjektif 1.6 g/dl : 4. pucat Conjungtiva anemis Nafsu makan menurun Orang tua klien mengatakan klien masih batuk. Cefotaxime 3 x 400mg (iv) 3. Salbutamol 2mg 6.

- Porsi makan tidak dihabiskan KU lemah Orang tua tampak cemas dan bertanya-tanya perawatan dan tentang kondisi kesehatan klien. DO: Batuk (+). dan berhenti setelah klien tertidur. Orang tua klien mengatakan klien kurang nafsu makan. DS : Orang tua klien Penyebab / Etiologi Invasi virus Masalah / Problem Bersihan jalan napas tidak efektif mengatakan klien masih Masuk melalui saluran batuk terutama pada pernapasan atas malam hari. Sekret (+) Ronchi (+) Peradangan pada bronkus Menyebar napas bawah kesaluran 26 . Analisa Data No Data / Simptom 1.4.

20C N : 120 x/mnt dan bronkhiolus Sekresi mucus meningkat Bersihan tidak efektif jalan napas 2. DS : Orang tua Invasi mikroorganisme klien pada saluran pernapasan anaknya mengatakan 27 . pucat Konjungtiva anemis 3. DS : Orang tua Peradangan pada bronkus klien dan bronkhiolus anaknya Sekresi mucus meningkat mengatakan masih sesak DO: - Tanda-tanda vital : R : 58 x/mnt SB : 38.20C R : 120 x/mnt Obstruksi saluran napas Aliran udara tertahan Kerusakan : Kerusakan pertukaran gas pertukaran gas - Jenis pernapasan Retraksi dada Bibir kering.- Tanda-tanda vital : R : 58 x/mnt SB : 38.

80C N : 114 x/mnt Termoregulator meningkat Pengeluaran zat pyrogen endogen Aktivitas meningkat metabolisme Peningkatan suhu tubuh 4. DS : KU : lemah Resiko nutrisi kekurangan 28 . DS : Orang tua klien Perubahan anaknya kesehatan status Peningkatan tubuh suhu mengatakan kurang nafsu makan DO: Nafsu menurun Porsi makan tidak Anoreksia Mempengaruhi makan makan klien nafsu dihabiskan 5.panas dan panas klien Inflamasi hilang timbul DO: Tanda-tanda vital R : 58 x/mnt SB : 37.

Merupakan stressor psikologis bagi keluarga Keluarga menjadi cemas Resiko kekurangan nutrisi 29 .DO: Orang tua tampak cemas Terjadi perubahan status dan bertanya-tanya kesehatan tentang perawatan dan kondisi kesehatan klien.

Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan adanya proses inflamasi. 3. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. 2. 1. Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan gangguan pengiriman oksigen (efek obstruksi). 4.3 Diagnosa keperawatan 1.Kecemasan 2. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sputum. Resiko kekurangan nutrisi berhubungan dengan anoreksia. 5.4 Perencanaan 1.6 Evaluasi 30 .5 Implementaasi 1.