BAB I PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan salah satu hak dasar manusia. Sebagai insan yang dikarunia dengan akal pikiran, manusia membutuhkan pendidikan dalam proses hidupnya. Dari mulai lahir hingga ke liang lahat, menusia yang berfikir akan selalu membutuhkan pendidikan. Seperti ketika manusia dapat berjalan pada masa balita. Di sana ada proses belajar yang dibimbing oleh orang tua sebagai pendidik manusia buat pertama kali. Lebih jauh, ketika harus berinteraksi dengan masyarakat, manusia memerlukan pendidikan agar dapat bermanfaat dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Menurut undang-undang Sisdiknas No.20 tahun 2003 Bab I, pendidikan dapat dipahami sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam definisi yang ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia, dapat dipahami bahwa pendidikan itu tidak hanya ditujukan pada pengembangan kemampuan intelektual manusia. Pendidikan pula ditujukan untuk pengembangan manusia agar menjadi insan yang seutuhnya atau well-rounded person. Selain memiliki kemampuan intelektual, dibutuhkan pula pembinaan sikap mental, moral, dan pembentukan karakter manusia. Sehingga demikian, antara rasio dan nurani dapat saling mengendalikan dan melengkapi.

1

atau masa dimana tulisan telah ditemukan. 2 . Bukti awalnya adalah ditemukan prasasti Yupa Kerajaan Kutai yang menceritakan tentang upacara keagamaan di sana. Pengajaran agama dari para pendeta ke masyarakat dan kalangan bangsawan sudah tentu menggunakan sebuah sistem yang terstruktur. Agama hindu dan Budha sudah mulai masuk ke nusantara sejak abad ke-4. pendidikan juga sudah mulai berkembang. B.com/2009/12/sejarah-pendidikan-di-indonesia.blogspot. Dalam menelusuri sejarah pendidikan di Indonesia. dikenal dua istilah yakni Patapan dan Mandala. Di dalam sistem sosial masyarakatnya pun. 1. sejarah ini akan dijabarkan pada masa pra-kemerdekaan 1945 yang dimulai sejak masa klasik Hindu-Budha hingga pendudukan Jepang. Sejarah Pendidikan di Indonesia. ada baiknya jika pembahasan ini dimulai sejak masa sejarah Indonesia. Karsyan ini menunjuk pada tempat dimana orang yang mengundurkan diri dari hingar bingar masyarakat untuk mendekatkan dirinya pada dewa tertinggi. Di dalam sistem ini. Tulisan Pallawa dan Sansekerta yang digunakan dalam tiap prasasti pun. tentu ada sistem pengajaran yang digunakan sehingga masyarakat pribumi mampu menguasainya. Menurut Agus Aris Munandar (1990) dalam http://syaifmipa. Sehingga demikian. Masa hindu-budha. Masa pra-kemerdekaan. dan masa pascakemerdekaan 1945 yang ditandai dengan gonta-ganti kurikulum pendidikan. pendidikan di era klasik ini disebut dengan Karsyan.BAB II PEMBAHASAN A.html.

Selain itu. seseorang akan bertapa untuk merenung dan mendekatkan dirinya kepada dewa. sistem pendidikan merupakan akulturasi dari sistem patapan Hindu-Budha dengan konsep menyendiri (Uzlah) yang telah dikenal di Islam. terkadang seseorang butuh untuk menyendiri ke luar masyarkat untuk mendapatkan apa yang dinamakan Ilham atau wangsit. Ciri utama patapan ini adalah tempat yang tidak berupa bangunan. Masa Islam. 2. Patapan bisa di goa. Mandala ini seperti tempat atau bangunan yang biasanya terletak di pinggir kota raja. Baik pendeta atau murid sama-sama diam dan belajar di satu tempat. atas bukit. Pada masa Islam. Dari perenungan dan pertapaan ini. Para raja menganggap penting mandala-mandala ini karena dianggap sebagai sumberkekuatan mereka. Selain itu. dan tempat-tempat sunyi lainnya. yang di sana saling berinteraksi tidak hanya untuk menyerap ilmu. sistem mandala yang dikenal masa Hindu-Budha juga dapat dijumpai dengan sistem pesantren dan pemondokan yang ada di masa Islam. Di masa ini pula. mandala ini pula dijadikan sebagai simbol kesaktianbagi para raja.Patapan adalah kegiatan seseorang yang menjauhi masyarakat dan berdiam di tempat-tempat yang menyendiri. sehingga terbentuklah nuansa kekeluargaan antar guru dan murid. dia bisa lebih memahami ajaran agama melalui kebatinannya. pinggir sungai. Antara ulama/kyai dan santri/murid sama-sama berada di sebuah pondok. seseorang akan memfperoleh pencerahan dan ilmu yang diyakini langsung berasal dari Tuhan. Dengan kegiatan seperti itu. Dalam patapan ini. tapi mendapatkan pengalaman hidup yang dimiliki 3 . Sedangkan mandala merupakan tempat pengajaran agama yang sifatnya lebih kolektif dan terstruktur.

setelah lulus mereka akan diarahkan untuk menjadi pegawai rendahan VOC yang membantu di bidang administratur. Lantas. dan menghitung. Pada masa VOC ( abad 17 ± 18). Pendidikan dasar ini berupaya untuk mendidik para murid-muridnya dengan budi pekerti. pada masa ini. agama. menyanyi dan berhitung. Dll. Proses kenaikan kelas tidak jelas disebutkan.para guru. berdiri tahun 1630). Di dalam pondok pula. tia biarawan ini mendapat status juga sebagai pegawai VOC. Masa VOC. Adapun sistem pendidikan di masa VOC ini dapat diuraikan sebagai berikut y Pendidikan Dasar Berdasar peraturan tahun 1778. Kelas 1 (tertinggi) diberi pelajaran membaca. dibagi kedalam 3 kelas berdasar rankingnya. Contoh pendidikan dasar ini antara lain Batavische school (Sekolah Betawi. Sistem yang digunakan berlandaskan dengan ajaran agama Nasrani yang mengunakan konsep asrama pula. tulis. Lebih jauh. selalu merangkap pula sebagai guru agama. Sistem ini tidak diatur oleh pemerintah pendudukan. sistem pendidikan dikelola oleh gereja. hanya didasarkan pada kemampuan secara individual. berdiri tahun 1622). Tiap biarawan yang memberikan pengajaran. ada pembagian tugas antara ulama dan santri yang mengajarkan tentang makna kerjasama dan tanggung jawab. Burgerschool (Sekolah Warga-negara. Kelas 2 mata pelajarannya tidak termasuk berhitung. untuk para siswa yang diajar. Sedangkan kelas 3 (terendah) materi pelajaran fokus pada alphabet dan mengeja kata-kata. karena pendidikan saat ini diorientasikan untuk kepentingan VOC di nusantara. melainkan oleh para pastur atau biarawan. 4 . pendidikan hanya untuk tingkat dasar sebatas mengajarkan baca. 3. menulis. Namun.

y Academie der Marine (Akademi Pelayanan) Berdiri tahun 1743. Materi pelajarannya meliputi matematika. anggar. agama. filsafat. Malabar dan Persia). dan dansa. Kelas 1 belajar membaca. selain bahasa Belanda dan materi agama.5 jam sehari dan Sekolah ini hanya bertahan selama 10 tahun. akhirnya sekolah ini secara permanent ditutup tahun 1670. bahasa Belanda. Sesuai namanya. y Seminarium Theologicum (Sekolah Seminari) Sekolah untuk mendidik calon-calon pendeta. keterampilan naik kuda. Tetapi iapun akhirnya ditutup tahun 1755. navigasi. selanjutnya. sejarah. bahasa Latin. menulis. Kelas 2 pelajarannya ditambah bahasa Latin. Kelas 3 ditambah materi bahasa Yunanu dan Yahudi. Untuk kelas 4 materinya pendalaman yang diasuh langsung oleh kepala sekolahnya. arkeologi dan lainnya. Melayu dan Portugis serta materi dasar-dasar agama. menggambar. yang didirikan pertama kali oleh Gubernur Jenderal van Imhoff tahun 1745 di Jakarta. dimaksudkan untuk mendidik calon perwira pelayaran dengan lama studi 6 tahun. 5 . tetapi sempat vakum karena peristiwa de Chineezenmoord (pembunuhan Cina) tahun 1740. mata pelajaran utamanya adalah bahasa Latin. Sistem pendidikannya asrama dengan durasi studi 5. y Sekolah Cina Didirikan tahun 1737 untuk keturunan Cina yang miskin. Sekolah dibagi menjadi 4 kelas secara berjenjang. menulis. bahasa ketimuran (Melayu.y Sekolah Latin Diawali dengan sistem numpang-tinggal (in de kost) di rumah pendeta tahun 1642. Setelah mengalami buka-tutup.

hanya diperuntukan bagi mereka yang berasal dari kalangan bangsawan atau aristrokat. rekrutmen siswa dibuat secara diskriminatif. Orientasi utama dari pendidikan masa ini adalah untuk menghasilkan pegawai-pegawai pemerintahan yang terampil untuk melaksanakan tugas-tugas administrasi di pemerintahan. VOC tidak ikut campur mengurusi atau mengaturnya. Memasuki abad 20. Selain itu. 4. Pemerintah langsung mengelola pendidikan. Bahkan sekolah untuk pribumi pun. tidaklah semata-mata dibuat untuk keuntungan rakyat nusantara. Sekolah-sekolah dibuat berdasarkan lapisan sosial di dalam masyarakat. akan dibedakan sekolah baik untuk pelajar keturunan Eropa atau bagi para pribumi. bukan para biarawan lagi. selain ada transmigrasi dan irigasi. Jenjang-jenjang pendidikan sudah ditetapkan dengan menganut prinsip-prinsip yang jelas. Dengan kata lain. Pada masa nusantara dikendalikan langsung oleh Kerajaan Belanda. Adapun dalam masa ini. Namun itikat baiknya. Masa Hindia Belanda. edukasi menjadi salah satu prioritas. y Pendidikan Islam Pendidikan untuk komunitas muslim relatif telah mapan melalui lembaga- lembaga yang secara tradisional telah berkembang dan mengakar sejak proses awal masuknya Islam ke Indonesia. sistem pendidikan masa kolonial dibuat sekuler atau menjauh dari kecenderungan agama atau etnis tertentu. pendidikan di Hindia Belanda semakin diperhatikan dengan diberlakukannya politik etis. pemerintah Hindia Belanda 6 .sekolah ini berdiri kembali secara swadaya dari masyarakat keturunan Cina sekitar tahun 1753 dan 1787. Dalam politik ini. sistem pendidikan sudah mulai terstruktur. Dengan kata lain.

Secara umum. sosial. tentu banyak perubahan baik dari segi politik. Indonesia tidak luput dari sasaran pendudukan tentara Jepang. Hal ini tentu sebuah terobosan besar di Indonesia sendiri. ditujukan bagi kepentingan Jepang yang sedang berperang melawan sekutu. sudah tentu. Rechts School (1922) dan Rechthoogen School (1924). HIS). tentara Jepang dengan mudah dapat menaklukan pemerintah Hindia Belanda pada awal tahun 1942. AMS) dan pendidikan kejuruan. Hal ini dapat dilihat dengan berdirinya sekolah-sekolah kejuruan. y Pendidikan tinggi. Dengan peralihan kekuasaan ini. ada perubahan yang jelas terjadi. Dengan pasukan gerak cepatnya. Saat perang Asia Timur Raya meletus (1942 ± 1945). sekolah dengan pengantar bahasa daerah (IS. Di bidang pendidikan. Semua kebijakan yang diterapkan. Masa Pendudukan Jepang. ekonomi. VS. hingga pendidikan. dan sekolah peralihan. sistem pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda sejak diterapkannya Politik Etis dapat digambarkan sebagai berikut: y Pendidikan dasar meliputi jenis sekolah dengan pengantar Bahasa Belanda (ELS. y Pendidikan lanjutan yang meliputi pendidikan umum (MULO. Misal STOVIA(1902) yang kemudia berubah jadi NIAS(1913) dan GHS adalah cikal bakal dari fakultas kedokterannya UI. HBS. bahasa pengantar yang digunakan semasa penajajahan Belanda adalah bahasa Belanda atau bahasa daerah 7 . HCS. Sebelumnya. 5.ingin mendapatkan tenaga dari pribumi sendiri yang tidak memerlukan upah setinggi pegawai asli Eropa. VgS). Salah satunya adalah penggunaan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi pengantar di sekolah.

kebijakan ini tentulah bukan tanpa alasan dan keuntungan bagi pemerintah Jepang. y Pendidikan Lanjutan. dan semua diganti dengan sekolah yang dijalankan langsung oleh pemerintah. dan pertanian.masing-masing. Lama studi 6 tahun. Adapun sistem pendidikan di masa Jepang ini dapat dijabarkan sebagai berikut: y Pendidikan Dasar (Kokumin Gakko / Sekolah Rakyat). Sekolah-sekolah Belanda ditutup. Mencakup sekolah lanjutan bersifat vokasional antara lain di bidang pertukangan. Selain itu. Jepang berusaha menarik simpati rakyat dengan menerapkan kebijakan kesetaraan dan menunjukan nilai-nilai keindonesiaan. secara langsung telah memupuk rasa nasionalisme bangsa Indonesia terhadap identitasnya sendiri. dan mau membantu Jepang dalam memerangi sekutu yang tak lain adalah bangsa kolonial barat. Seperti dalam penggunaan bahasa Indonesian dan penghapusan sistem sekolah yang diskriminatif. Pada masa ini. 8 . Penggunaan bahasa Indonesia ini. tidak untuk para bangsawan saja seperti pada masa kolonial Hindia Belanda. Termasuk SR adalah Sekolah Pertama yang merupakan konversi nama dari Sekolah dasar 3 atau 5 tahun bagi pribumi di masa Hindia Belanda. Namun. Terdiri dari Shoto Chu Gakko (Sekolah Menengah Pertama) dengan lama studi 3 tahun dan Koto Chu Gakko (Sekolah Menengah Tinggi) juga dengan lama studi 3 tahun. Dalam upaya menggalang dukungan dari bangsa Indonesia. sekolah-sekolah dibuka untuk semua pribumi. sistem sekolah mulai diintegrasikan dan menghapus pembagian sekolah berdasarkan kelas sosial. y Pendidikan Tinggi. teknik. Tentu hal ini ditujukan agar rakyat pro Jepang. pendidikan. y Pendidikan Kejuruan. pelayaran.

kurikulum kerap berganti tergantung dengan keadaan politik dan situasi nasional serta global. lembagalembaga pendidikan militer buatan Jepang ini amat berperan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. tak jauh adalah adopsi dari sistem yang diberlakukan semasa masa penjajahan. y Menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah. Jika pada masa kolonial Belanda rakyat tidak diberikan pendidikan militer. pada masa ini. Namun. 9 . Ini merupakan kurikulum pertama yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia merdeka. Seperti dibentuknya Heiho dan PETA. Sebagai perangkat pengajaran yang digunakan untuk pengembangan manusia Indonesia. Hal ini terkait dengan isu bangsa yang sedang mempertahankan kemerdekaan dari Belanda. Hal ini mengacu pada pemberian mata pelajaran yang antara satu mata pelajaran dengan yang lainnya tidak ada keterkaitan sama sekali. Dalam sistem kurikulum ini. 7. rkayat Indonesia diberikan akses ke sana. Kelak. Patriotisme dan nasionalisme ditanamkan demi perjuangan tersebut. 6. ditandai dengan sering berubahnya kurikulum pendidikan yang digunakan oleh pemerintah Indonesia. Masa kemerdekaan. Kedua lembaga tersebut mendidik rakyat Indonesia mengenai strategi perang dan teknis-teknis perang modern. Kurikulum 1947. ada penyesuaian dengan keadaan negara yang telah merdeka.Lebih jauh. pada masa Jepang ini. Adapun ciri kurikulum 1947 ini dapat dijabarkan sebagai berikut: y Sifat kurikulum Separated Subject Curriculum (1946-1947). dibentuk pula pendidikan semi militer untuk rakyat. di masa revolusi kemerdekaan. Pada masa ini. seperti ditetapkannya Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengatar satu-satunya.

Jadi dalam pengajaran. SMP-18 bidang studi (Bahasa Indonesia dibedakan atas Bahasa Indonesia I dan II). diberikan pula tujuan instruksional bagi guru dan siswa apa yang harus dicapai. 8. diberikan tujuan kurikulum. dan di tiap bahasan. sudah ditentukan tujuan-tujuan yang setelah proses belajar. Hal ini pada nantinya akan menuju pada pemisahan disiplin ilmu yang terjadi pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini tentu saja membuat bahan ajar tidak bisa berkembang. dan disederhanakan menjadi dua jurusan. Jumlah mata pelajaran SD-10 bidang studi. yaitu Sastra Sosial Budaya dan Ilmu Pasti Pengetahuan Alam (PASPAL). SMA jurusan A-18 bidang studi. SMP-17 bidang studi dan SMA jurusan 19 bidang studi. Antar mata pelajaran. mulai dilakukan pengorganisasian untuk mengelompokan beberapa matakuliah agar terjalin keterkaitan. membuat ada tekanan khusus pada pendidikan manusia Indonesia menjadi para pancasilais yang sesungguhnya. Dalam kurikulum ini. 9. keadaan politik pasca gerakan september 30 tahun 1965. harus dicapai oleh siswa. Selain itu. Kurikulum 1975. satu hal yang menonjol adalah dengan digunakannya sistem instruksional. Adapun ciri kurikulum ini adalah sebagai berikut: y y Sifat kurikulum correlated subject. Kurikulum 1968 Kurikulum ini dibuat sebagai perbaikan atas kurikulum sebelumnya. Proses belajar ditentukan terlebih dahulu oleh pembuat kebijakan tentang 10 . y Penjurusan di SMA dilakukan di kelas II. Dalam tiap mata pelajaran.y Jumlah mata pelajaran : Sekolah Rakyat (SR) ± 16 bidang studi.

ada pula sistem spiral yang tiap jenjang pendidikan mata pelajaran akan berbeda dari segi kedalaman materi. ke student oriented. Di sini pusat pembelajaran mulai bergeser dari teacher oriented.output yang ingin dihasilkan. siswa akan lebih dilibatkan dalam pengembangan proses belajar mengajar. maka materi yang diberikan akan semakin dalam dan detil. Kurikulum 1984. y Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill). Adapun ciri umum kurikulum ini adalah sebagai berikut: y Berorientasi kepada tujuan instruksional. Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. 10. Siswa dan guru akan cenderung lebih pasif dalam proses belajar mengajar. 11 . Selain itu. Adapun ciri-ciri lebih lengkap kurikulum ini adalah sebagai berikut: y y Berorientasi pada tujuan. semakin tinggi jenjang pendidikannya. Di sini. y y Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. Perbaikan yang dilakukan dalam kurikulum ini adalah adanya CBSA dan sistem spiral. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik. Meski isistem instruksional masih tetap dipertahankan. namun siswa diberi kebebasan untuk mengembangkan cara untuk mencapai tujuan tersebut. Sehingga demikan. dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). CBSA adalah singkatan dari Cara Belajar Siswa Aktif.

Sebab. 11. y Kurikulum 1994 bersifat populis. Adapun ciri umum dari kurikulum ini adalah sebagai berikut: y y y Sifat kurikulum objective based curriculum Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan. tuntutan materi yang amat banyak. Materi pelajaran yang terlalu banyak menyebabkan siswa bosan dan tidak bersemangat dalam mengembangkan ilmu yang di dapat. Menurut banyak ahli. y y y Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. Kurikulum 1994. yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. guru menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. kurikulum ini dianggap merosotkan kualitas pendidikan nasional Indonesia. fisik. baik secara mental. memaksa guru untuk melakukan pendidikan satu arah dan tidak memberikan siswa kesempatan untuk berpendapat atau mengembangkan materi pelajaran. dan sosial. perubahan pada kurikulum ini terletak pada penitikberatan pada materi atau isi pengajaran. Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi). materi dan isi bahan pelajaran dipadatkan. Menggunakan pendekatan keterampilan proses. Sistem yang seharusnya berpusat pada siswa. y Dalam pelaksanaan kegiatan. tidak berjalan dengan baik di kurikulum ini. Siswa dituangi oleh banyak sekali materi pelajaran. 12 . Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Oleh kurikulum.y Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). Secara umum.

Ini merupakan kurikulum yang dikembangkan pada masa reformasi. kini siswa dapat mengembangkan sendiri kompetensinya dengan bimbingan dari guru.dan SMA diganti SMU (Sekolah Menengah Umum). dan Bahasa. f) penjurusan dibagi atas tiga jurusan. timbul harapan dari masyarakat untuk menciptakan proses belajar mengajar yang bebas dan interaktif. y Penjurusan di SMU dilakukan di kelas II. y y Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. 13. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). IPS. 12. 13 .y Nama SMP dan SLTP kejuruan diganti menjadi SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama). y SMK memperkenalkan program pendidikan sistem ganda (PSG). Penilaian pun dilakukan berbasis proses belajar. Adapun ciri umum kurikulum ini adalah sebagai berikut: y Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. yaitu jurusan IPA. Di masa ketika kebebasan itu amat dihargai. Antara guru dengan murid diharapkan tercipta interaksi dua arah yang mampu menciptakan proses belajar yang menyenangkan. y Sumber belajar bukan hanya guru. Jika sistem kurikulum terdahulu menekankan pada materi atau isi yang harus dituangkan semua ke siswa. y Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.

baik secara individual. Kesimpulan 14 . sistem ini akan lebih mengakomodasi keberagaman yang ada di Indonesia dengan maksimalisasi pada proses pencapaian kompetensi siswa. Dalam kurikulum baru ini. Diharapkan. Namun. y Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. y Sumber belajar bukan hanya guru. BAB III PENUTUP A. Adapun ciri umum KTSP dapat dijelaskan sebagai berikut: y Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. ada penekanan pada pengembangan kurikulum yang dilakukan oleh satuan pendidikan masing-masing. maupun klasikal. Setiap sekolah bisa mengembangkan kurikulumnya masing-masing setelah disesuaikan dengan karakteristik dan keunggulan di daerahnya. kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dikembangkan menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP 2006). y y Berorientasi pada hasil belajar (learning out comes) dan keberagaman. Dengan kata lain.Setelah berjalan dua tahun. secara teknis tidak ada yang jauh berbeda dengan sebelumnya. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. pengembangan kurikulum kini dikembangkan dengan sistem desentralisasi.

Seperti pada masa kolonial. Sejak masa Hindu-Budha hingga saat ini. Pada kesimpulannya. Selanjutnya. sosial. Oleh karena itu. Ketika masa demokrasi terpimpin. di era reformasi. Sedangkan pada masa orde baru. ada penekanan pada penanaman nilai-nilai Pancasila yang intensif. pendidikan amat dipengaruhi dengankebijakan penguasa saat itu. pendidikan yang ada akan berubah seiring dengan orientasi yang diinginkan. dinamika pendidikan akan berpengaruh pada karakter manusia Indonesia yang dihasilkan. pendidikan hanya sebatas kemampuan dasar dan teknis saja.Pendidikan di Indonesia mengalami dinamikanya sesuai dengan keadaan politik. DAFTAR KEPUSTAKAAN 15 . pendidikan ditujukan pada produksi pekerja-pekerja pribumi rendahan untuk membantu administrasi Belanda. siswa diajarkan untuk menjadi insan yang demokratis dan mampu bersaing di era global. Sekarang. tujuan pendidikan ditekankan pada doktrinasi manivesto politik dan sosialis kebangsaan. pada masa kemerdekaan. dan budaya yang sedang terjadi.

wordpress. Akhmad. http://em- ge. Pendidikan di Zaman Pendudukan Jepang.com/2008/11/08/hakikat-pendidikan/ [Diunduh pada 10 November 2010 pukul 14:30 WIB] DAFTAR ISI 16 . http://peziarah.com/2009/12/sejarah-pendidikan-di-indonesia.com/2007/02/05/pendidikan-di-zaman-pendudukan-jepang/ [Diunduh pada 10 November 2010 pukul 13:30 WIB] Anonim. http://peziarah.wordpress.com/2007/02/05/pendidikan-di-zaman-penjajahan-belanda/ [Diunduh pada 10 November 2010 13:10 WIB] Anonim.blogspot. Hakikat dan Pengertian Pendidikan.html [Diunduh pada 10 November 2010 pukul 14:00 WIB] Sudrajat. Perbandingan Kurikulum yang Digunakan di Indonesia. http://akhmadsudrajat.Anonim.html [Diunduh pada 10 November 2010 pukul 12:00 WIB] Anonim. Sejarah Pendidikan di Indonesia. http://syaifmipa. Pendidikan di Zaman Penjajahan Belanda.blogspot.com/2009/11/makalah-perbandingan-kurikulum-yang_10.wordpress.

................... A.............. ............ Kurikulum 1947 .............................KATA PENGANTAR ... B.................. 5...... Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)..... 10................. Kesimpulan ............................. 17 ............................................... Masa Hindia Belanda ..... 1............................................................................... 2........................................ Kurikulum 1994.................................................................................................. DAFTAR ISI ......................... 11............................................. Masa Pendudukan Jepang ............................ 3................... Kurikulum 1975................................................................................................... 7................................................ Masa pra-kemerdekaan............................................................................ 4................... ............. BAB II PEMBAHASAN ................................... BAB I PENDAHULUAN ....................................... .......... Kurikulum 1984................................................................................................ ................................................. Kurikulum 1968 ....... 8................................................ ..................................... Masa hindu-budha.................................................................................. 6........................... Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)..... Masa VOC ... Masa Kemerdekaan ......................... BAB III PENUTUP .................. A. Masa Islam ... DAFTAR KEPUSTAKAAN ...... 13......................................................... .............. Sejarah Pendidikan di Indonesia ............. 12...................................................................................... 9.............

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful