WAWASAN WIYATA MANDALA MATERI MASA ORIENTASI SISWA BARU (MOS) SMK NEGERI 1 KUTASARI TAHUN DIKLAT 2009

I. PENDAHULUAN Dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional, iklim belajar mengajar yang dapat menumbuhkan percaya diri dan budaya belajar dikalangan masyarakat perlu terus dikembangkan agar tumbuh sikap dan perilaku kreatif, inovatif, dan keinginan untuk maju. Sekolah sering dianggap sebagai satu-satunya tumpuan untuk mendidik anak, sehingga lupa pada factor faktor lain yang menyebabkan beban sekolah menjadi semakin berat. Oleh karena itu perlu diciptakan suatu pandangan atau wawasan yang dipakai untuk mengelola sekolah. Wawasan itu dikenal dengan istilah wawasan wiyata mandala. Dalam mencipatakan wawasan wiyata mandala perlu diciptakan kondisi yang dinamis dan iklim yang menguntungkan disekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan tertib, aman dan dalam suasana kekeluargaan. Oleh karena itu partisipasi seluruh komponen baik kepala sekolah, guru maupun karyawan

II. SEKOLAH DAN FUNGSINYA Sekolah sebagai tempat penyelenggara proses belajar mengajar, menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai, Iptek, keterampilan dan wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Hal ini berarti bahwa sekolah merupakan lembaga formal yang utuh dan bulat, yang memiliki makna sebagai suatu kesatuan yang didalamnya terdiri dari bagian-bagian yang saling berperan dan berkaitan teranyam menjadi satu. Apabila terjadi kekurangan atau tidak berfungsinya bagian-bagian itu maka akan menyebabkan fungsi sekolah akan terganggu sehingga akan menghambat pencapaian tujuan. Bagian -bagian itu antara lain gedung, perabot, bangku, meja, papan tulis, perpustakaan, laboratorium, aula (bentuk fisik dan kurikulum peserta didik, instruktur dan karyawan). Keadaan fisik sekolah perlu dirawat dan dijaga dengan baik serta digunakan sesuai dengan fungsinya. Siswa dapat merawat dan menjaganya dengan berpedoman pada prinsip 5K yaitu Kebersihan, Keamanan, Ketertiban, Keindahan dan Kekeluargaan. Sekolah pada dasarnya mempunyai fungsi dan tugas menyelenggarakan proses pendidikan secara terencana, tertib dan teratur. Sekolah juga dapat dipandang sebagai masyarakat belajar yang utuh dan bulat yang memiliki kepribadian tersendiri. Sebagai masyarakat belajar maka sekolah tidak dapat dilepaskan dengan

kehidupan masyarakat pada umumnya, karena sekolah sebenarnya merupakan sub system dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

III. ARTI DAN MAKNA WAWASAN WIYATA MANDALA Wawasan secara harafiah berarti pandangan, penglihatan atau tanggapan inderawi. Dan juga dapat diartikan sebagai cara memandang atau cara melihat atau cara meninjau. Kata wawasan berarti pengajaran atau pendidikan sedangka mandala berarti lingkungan atau lingkaran atau daerah. Jadi Wawasan Wiyata Mandala berarti cara pandang kalangan pendidikan tentang keberadaan sekolah sebagai pengemban tugas dan fungsi sekolah di lingkungan masyarakat. Agar tujuan pendidikan dan fungsi serta tugas sekolah dapat terlaksana dengan baik maka diperlukan pandangan yang sama dari seluruh warga mengenai sekolah sebagai lembaga pendidikan. Setiap sekolah wajib menyelenggarakan seluruh proses pendidikan di seklahnya. Kesatuan pandang yang disebut Wawasan Wiyata Mandala merupakan kebijakan di lingkungan sekolah. Wawasan Wiyata Man dala harus merupakan satu kesatuan yang menjamin berlangsungnya proses pendidika di sekolah secara efisien dan efektif. Wawasan Wiyata Mandala merupakan wawasan yang mengikat seluruh warga sekolah sebagai suatu wahana menuju tercapainya suatu tujuan pendidikan nasional. Unsure-unsur Wawasan Wiayata Mandala : 1. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan 2. Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggun jawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolahnya. 3. Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang erat untuk mengemban tugas pendidikan. 4. Para warga sekolah di dalam maupun diluar sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru. 5. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya mendukung antar warga.

IV. SEKOLAH SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Dikarenakans sekolah sebagai Wiyata Madala atau lingkungan pendidikan maka sekolah tidak boleh digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan -kegiatan yang memiliki tujuan yang bertentangan dengan tujuan pendidikan. Sekolah merupakan tempat siswa belajar dan guru mengajar, tempat untuk menuntut ilmu, tempat membina dan mengembangkan pandangan hidup dan kepribadian bangsaa, tata karma, nilai nilai agama, Iptek serta berbagai macam keterampilan siswa. Oleh karena itu sudah sewajarnya kita mempunyai kewajiban moral untuk senantiasa menjunjung tinggi nama baik sekolah, menghormati sekolah, serta menjaga dan melindungi sekolah dari segala macam unsure yang dapat menganggu proses pendidikan. Disini diperlukan kemanunggalan, persatuan dan kesatuan warga sekolah untuk menghadapi segala kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar disekolah. Setiap warga sekolah harus dapat menunjukan loyalitas atau pengabdian kepada sekolah.

Tugas guru dan siswa adalah menciptakan suasana kelas sedemikian rupa sehingga terjadi interaksi yang mendorong para siswa untuk belajar interaktif.Untuk itu maka peran aktif siswa dan guru dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan. Hormat dan taat pada guru Guru memiliki tugas professional yaitu mendidik dalam rangka mengembangkan keterampilan. Bentuk pengaturan perabot disesuaikan dengan situasi kelas. Siswa ikut secara aktif dalam pelajaran 2. Menaati tata tertib sekolah Tata tertib sekolah disusun secara operasional untuk mengatur tingakah laku dan sikap siswa dan guru serta karyawan. Jumlah siswa dalam kelompok Keaktifan siswa dapat tercipta dengan langkah sebagai berikut : 1. Tugas bera t guru adalah tugas kemasyarakatan yaitu ikut serta mengembangkan terbentuknya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sikap positif siswa dalam mengikuti pelajaran 3. KETAHANAN SEKOLAH DALAM WAWASAN WIYATA MANDALA Ketahanan sekolah adalah suatu kondisi dinamis yang berisi kemampuan dan ketangguhan dlam menghadapi tantangan dan hambatan yang timbul dari dalam dan dari luar sekolah yang langsung ataupun tidak langsung dapat mengganggu proses belajar mengajar. Kondisi yang mendukung kegiatan Wawasan Wiyata Mandala : 1. 3. V. Jumlah kelompok dalam kelas 3. Kerjasama ini akan menimbulkan saling pengertian dan akan lebih membuka cakrawala pandangan oran tua siswa tentang hal-hal yang menjadi tugas dan tanggungjawab dalam mendidika anaknya. dianjurkan dan yang tidak boleh dilakukan dalampergaulan di lingkungan sekolah. Dalam tata tertib sekolah dikemukakan tentang hal-hal yang diharuskan. 2. Kerjasama antar warga sekolah Antara warga sekolah dan masyarakat harus ada saling pengertian d kerjasama yang erat untuk an mengembangkan tugas pendidikan. Menggunakan kesempatan baik dalam mengambil keputusan 4. Sikap guru yang positif dalam mengambil keputusan Dalam hal ini perlu juga dukungan dari semua pihak untuk berlangsungnya kegiatan ekstrakurikuler di amping s kegiatan kurikuler. Dalam hal ini yang mendapat perhatian adalah : 1. 2. Kondisi dinamik yang dimaksud adalah suatu keadaan yang .

Pengertian Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik. Memelihara 7 K VI. keluarga dan sekolah 3. PENUTUP Seperti telah diuraikan diatas bahwa Wawasan Wiyata Mandala diartikan sebagai suatu pandangan atau tinjauan mengenai lingkungan pendidikan. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . I ) Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Diposkan oleh TRISNO DHIANTORO. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan secara ideal harus mempunyai kelengkapan yang memadai. Baris Berbaris a. yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu. teratur dan terencana 5. Melaksanakan upacara bendera dengan tertib. b. Suasana kondusif dan dinamis dukungan partisipasi keluarga. staf tata usaha dan anggota masyarakat di lingkungan seklah. Apa itu Baris Berbaris ? 1. Menaati dan memenuhi tata tertib sekolah 2. Menjaga nama baik diri sendiri. guru. di 11:01 0 komentar PERATURAN BARIS BERBARIS ( Bag. maupun unsru kepala sekolah. wakil kepala sekolah. S. khidmat dan penuh kesungguhan. Pd. disiplin.menunjukan adanya kekuatan positif yang sumbernya antara lain dari siswa yang aktif melaksanakan tugasnya sesuai dengan fungsi masing-masing. Disamping itu semua komponen harus memiliki rasa memiliki dan rasa tanggungjawab terhadap terpeliharanya dan terbinanya lebaga pendidikan sehingga terjamin kelancaran proses belajar mengajar yang mendukung masukan yang diharapkan. orang tua. Belajar keras. masyarakat dan pemerintah yang lebih positif juga sangat diperlukan. Maksud dan tujuan . 6. Menghormati kepala sekolah. Untuk mencipta ketahanan sekolah maka perlu dicipta : 1. guru dan karyawan 4. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka.

GERAK 2. Macam aba-aba Ada tiga macam aba-aba yaitu : 1) Aba-aba petunjuk 2) Aba-aba peringatan 3) Aba-aba pelaksanaan 1.GERAK (bukan lancang kanan) b) Istirahat di tempat . 1. untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu -ragu. Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba -aba peringatan/pelaksanaan. 5) Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya. b.GERAK b) Untuk amanat-istirahat di tempat . rasa disiplin dan rasa tanggung jawab. 4) Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tu di atas kepentingan pribadi yang gas pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri. Pengertian Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atauberturut-turut. 3) Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas. tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan -tindakan yang akan dapat merugikan. Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas. sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna. Aba-aba a. Contoh: a) Kepada Pemimpin Upacara-Hormat .GERAK (bukan ditempat istirahat) .1) Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas. Contoh: a) Lencang kanan . 2) Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok.

JALAN -melintang kanan/kiri maju -J ALAN Tentang istilah: maju Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti.JALAN -dua langkah ke depan -JALAN -satu langkah ke belakang .JALAN -haluan kanan/kiri . Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan abaaba pelaksanan yang dipakai ialah: a) GERAK b) JALAN c) MULAI a. GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalk tempat dan gerakanan gerakan yang memakai anggota tubuh lain. JALAN: adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat. Pasukan yang sedang bergerak maju.3. Contoh: -haluan kanan/kiri .JALAN Catatan: Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya. bilamana harus berhenti dapatdiberikan aba-aba HENTI. Contoh: -jalan ditempat -GERAK -siap -GERAK -hadap kanan -GERAK -lencang kanan -GERAK b. Misalnya: . maka aba -aba harus didahului dengan abaaba peringatan MAJU Contoh: -maju .JALAN -hadap kanan/kiri maju .

Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju . bukan barisan jalan. Contoh: Kepada Pembina Upacara hormat GERAK Pelaksanaanya : Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan. Contoh: Empat langkah ke depan JALAN. pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan. karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK. namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan. MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan ber turut-turut. pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti. maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna. Contoh: -hitung -MULAI -tiga bersaf kumpul -MULAI 4. Tentang aba-aba : henti Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak. karena tidak da diberikan aba-aba langkah hentipat GERAK. terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu. maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan. Balik kana maju/JALAN. Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN. Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan. . c. Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan. belok kanan/kiri-GERAK. b) Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba. aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa. Cara memberi aba-aba a) Waktu memberi aba-aba.JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.

aba -aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala. Pada taraf lanjutan. pada waktu berlari ditamb 3 (tiga) ah langkah. badan dapat bergerak. berat badan di atas ke dua kaki. benafas sewajarnya. lengan rapat pada badan. d) Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat. h) Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG ! Contoh: Lencang kanan = Ulangi siap GERAK ( Bag. Sikap sempurna Aba-aba : Siap . II ) Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . b. pergelangan tangan lurus. Gerakan Perorangan Gerakan Dasar a. tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan. pundak ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan. dada dibusungkan. dagu ditarik. mata memandang tajam ke depan. ke dua tumit rapat. gigi dirapatkan. aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari. perut ditarik sedikit. kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30cm) 2) Ke dua belah tangan dibawa ke belakang dan dibawah pinggang. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. e) Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara. 1. ke dua tangan dilemaskan. mulut ditutup. tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk. punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri. jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat pada paha. ke dua telapak kaki membentuk sudut 60 .GERAK. g) Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.c) Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari. lutut lurus paha dirapatkan. f) Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan. leher lurus. Pelaksanaanya : pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap. Istirahat Aba-aba istirahat ditempat GERAK 1) Pada aba-aba pelaksanaan. ibu jari segaris dengan jahitan celana. .

Catatan: a) Pasukan dalam keadaan istirahat di tempat. saf depan mengangkat lengan kanan/kiri ke samping. b) Pada kata perhatian. bahwa petunjuk -petunjuk yang diberikan akan dijalankan c. punggung tangan menghadap ke atas. 5) Pada waktu pemimpin pasukan memberikan aba -aba lencang kanan/kiri dan barisan sedang meluruskan safnya. 4) Pada aba-aba tegak-GERAK semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna. d. Pemimpin pasukan yang berada dalam barisan itu memberikan kelurusan saf dari sebelah kanan/kiri pasukan dengan menitikberatkan pada kelurusan tumit (bukan ujung depan sepatu). pemimpin atau atasan lainnya datang untuk memberikan perhatian atau petunjuk-petunjuk. c) Maksud dari sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa suara.GERAK Pelaksanaannya: Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna. jari -jari kanan/kiri menggenggam menyentuh bahu kanan/kiri orang yang berada di sebelah kana/kirinya. hendaknya lengan diluruskan melalui belakang punggung orang yang berada di samping. bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke kanan/kiri tidak berubah tempat masing masing meluruskan diri 2) Saf tengah dan saf belakang kecuali penjuru. kalau jarak 1 (satu) lengan tidak cukup. 1) Pada aba-aba pelaksanaan. maka atas ucapan pemimpin/atasan dengan menggunakan kata Perhatian pasukan segera mengambil sikap sempurna tanpa mengucapkan kata siap. Setengah lencang kanan/kiri Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri . Dengan demikian dihindarkan gerakan seolah-olah meninju rekannya yang berada di smaping. Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bersaf) Aba-aba : Lencang kanan/kiri . Catatan: a) Untuk menghindarkan keributan pada waktu mengangkat lengan kanan/kiri. kemudian mengambil sikap istirahat. setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata. b) Kelurusan barisan dilihat dari tumit.GERAK . ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan. selesai atau sekian. 3) Penjuru saf tengan dan belakang mengambil antar ke depan 1 (satu) lengan kanan/kiri ditambah 2 (dua) kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri tanpa menunggu aba -aba. pasukan mengambil sikap sempurna tanpa didahului abaaba kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat.

ibu jari di sebelah belakang pinggang. pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna. 2) Saf depan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan ke samping kanan. empat jari lainnya rapat pada pinggang sebelah depan (khusus saf depan). 6) Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga. e. berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka ke depan. Cara berhitung Aba-aba : Hitung MULAI Pelaksanaannya: 1) Jika bersaf. 5) Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing. Pada aba-aba tegak GERAK dengan serentak menurunkan lengan sambil memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna. 4) Jika berbanjar. setelah lurus menurunkan tangan dan memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba -aba. Lencang depan (hanya dalam bentuk berbanjar) Aba-aba : Lencang depan . tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya. 3) Pengucapan nomor secara tegas dan tepat. pergelangan tangan lurus. 3) Banjar tengah/kiri tanpa mengangkat tangan f. Perubahan Arah (dalam keadaan berhenti) a) Hadap kanan/kiri . 2) Pada aba-aba pelaksanaan. pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan.Pelaksanaannya: Seperti pada waktu lencang kanan/kiri. 1. maka yang berada paling kiri mengucapkan : LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA. saf terdepan memalingkan mukanya ke kanan.GERAK Pelaksanaannya: 1) Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan.

kaki kanan/kiri tidak dirapatkan melainkan dilangkahkan 0. kaki dirapatkan dan kembali ke sikap sempurna Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga.Gatot sebagai penjuru. 2) Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90° 3) Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri. Contoh: Sdr. d) Cara berkumpul Aba-aba : 3 bersaf/ 3 berbanjar kumpul .Aba-aba : Hadap kanan/kiri GERAK 1) Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri berada di ujung kaki kanan/kiri. Aba-aba pelatih : Gatot sebagai penjuru. b) Hadap serong kanan/kiri Aba-aba : Hadap serong kanan/kiri GERAK Pelaksanaannya: 1) Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri 2) Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri 3) Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri c) Balik kanan Aba-aba : Balik kanan/kiri GERAK Pelaksanaannya : 1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan.5 langkah dengan cara dihentikan. berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan.MULAI Pelaksanannya : 1) Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi perintah yang diberikan oleh pelatih. Oleh orang yang ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi : Gatot sebagai penjuru. 2) Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180° 3) Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri. Catatan: Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke tiga. .

siku -siku 15° serong ke depan. a) Bubar Aba-aba : Bubar . yang lainnya (saf depan) menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna. b) Jalan di tempat Aba-aba: Jalan ditempat . keadaan berhenti) 1) Pada aba-aba pelaksanaan. maka orang -orang lainnya berlari dan berdiri disamping kiri penjuru serta meluruskan diri seperti pada waktu lencang kanan. III ) Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. lalu bubar.JALAN Pelaksanaannya. pada isyarat ini penjuru nelihat ke depan. Pemberian aba aba tersebut dilaksanakan dalam keadaan sikap sempurna. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tatacara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . 2) Pergelangan tangan lurus. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Setelah melakukan penghormatan kemudian balik kanan dan setelah menghitung dua hitungan dalam hati. pandangan mata ter uju kepada yang t diberi hormat. penjuru melihat ke kiri setelah lurus. 3) Jika tutup kepala mempunyai klep.2) Orang yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di depan pelatih ± 4 langkah 3) Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan pelatih. penjuru memberikan isyarat dengan perkataan LURUS. e) Cara latihan memberi hormat Aba-aba : Hormat . maka jari tengah mengenai pinggir klep. 4) Jika selesai menghormat. kelima jari rapat dan lurus. dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan. maka lengan kanan lurus diturunkan secara cepat ke sikap sempurna. bahu tetap seperti dalam sikap sempurna. telapak tangan serong ke bawah dan kiri ujung. jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis.GERAK Pelaksaannya: . ( Bag. 4) Pada waktu berkumpul.GERAK Pelaksanaannya (dengan tutup kepala.

Langkah tegap 65cm 120 tiap menit 3. Tutup barisan Aba-aba :tutup barisan JALAN Pelaksanannya : Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah kembali ke samping kanan dan kiri. paha rata-rata. lutut berganti ganti diangkat. Aba-aba : Buka barisan JALAN Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah ke samping kanan dan kiri.Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri. sedang regu tengah tetap ditempat. Aba-aba : Henti GERAK Pelaksanaannya: Pada aba-aba pelaksanaan dapat dijatuhkan kaki kiri/kanan. Langkah perlahan 40cm 30 tiap menit 4. Langkah kesamping 40cm 70 tiap menit 5. Langkah ke belakang 40cm 70 tiap menit 6. tempo langkah sesuai de ngan langkah biasa. Langkah ke depan 60cm 70 tiap menit 7. lengan dirapatkan pada badan (tidak melenggang) Dari jalan ke tempat berhenti. MAJU JALAN . sedang regu tangah tetap di tempat. c) Membuka/menutup barisan.pada hitungan k dua kaki kiri/kanan diharapkan e pada kaki kiri/kanan dan kembali ke sikap sempurna. Gerakan berjalan dengan panjang tempo dan macam langkah Macam langkah Panjangnya Tempo 1. badan tegak. Langkah di waktu lari 80cm 165 tiap menit A. pandangan mata tetap ke depan. ujung kaki menuju ke bawah. Langkah biasa 65cm 120 tiap menit 2. Catatan : Membuka barisan gunanya untuk memudahkan pemeriksaan.

punggung ibu jari menghadap ke atas. kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa. lengan kiri 30° ke belakang. LANGKAH BIASA 1) Pada waktu berjalan. Jarijari tangan digenggam. dan ke belakang 30°. Ke depan 45°. B. punggung ibu jari menhadap ke atas. (lengan tangan 90° ke depan dari 30° ke belakang). 2) Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan ka nan ke depan 90°. 2) Dari langkah biasa Aba-aba : Langkah tegap JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah. Bersama dengan langkah pertama lengan dilenggangkan lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. . lutut lurus. LANGKAH TEGAP 1) Dari sikap sempurna Aba-aba : Langkah tegap JALAN Pelaksanaannya : Mulai berjalan dengan kaki kiri. pada langkah selanjutnya lengan atas dan bawah lurus dilenggangkan ke depan 45°. dengan tidak terpaksa. Dilarang keras : berbicara-melihat kanan/kiri Pada waktu melenggangkan tangan supaya jangan kaku. kepala dan badan seperti pada waktu sikap sempurna. Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan dengan melihat pada belakang leher. ditambah satu langkah selanjtnya mulai berjalan seperti tersebut pasa butir 1. Kemudian diletakkan ke tanah menurut jarak yang telah ditentukan.Dari sikap sempurna Aba-aba : Maju JALAN Pelaksanaannya: 1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diayunkan ke depan. telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah. 2) Cara melangkahkan kaki seperti pada waktu berjalan biasa. selanjutnya s perti jalan biasa e (panjang dan tempo) dengan cara kaki dihentakkan terus menerus tetapi tidak dengan berlebih -lebihan. C. Pertama tumit diletakkan di tanah selanjutnya lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. Waktu mengayunkan kaki ke depan lutut dibengkokkan sedikit (kaki tidak boleh diseret). langkah pertama selebar setengah langkah. lutut kaki tidak boleh diangkat tinggi. telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi ± 15 cm. ke belakang 30°. Jari-jari tangan digenggam dengan tidak terpaksa.

LANGKAH KE SAMPING Aba-aba : .Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna.Langkah ke kanan/kiri JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri/kanan dilanjutkan ke samping kanan/kiri sepanjang 40 cm. pada tiap-tiap perubahan langkah (tanpa kata maju). LANGKAH KE BELAKANG . Tapak kaki pada saat menginjak tanah tidak dihentakkan. c) Gerakan selanjutnya melakukan gerakan-gerakan seperti semula. LANGKAH PERLAHAN 1) Untuk bergabung (mengantar jenazah dalam upacara kemiliteran) Aba-aba : Langkah perlahan maju JALAN Pelaksanaannya : a) Gerakan dilakukan dengan sikap sempurna b) Pada aba-aba jalan . 2) Berhenti dalam langkah perlahan Aba-aba : Henti GERAK Pelaksanaannya : E.3) Kembali ke langkah biasa Aba-aba : Langkah biasa JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa. D.. Catatan : Dalam lsedang berjalan cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap/langkah biasa-JALAN. hanya langkah pertama . setelah kaki kiri menapak di tanah segera disusul dengan kaki kanan ditarik ke depan dan ditahan sebentar di sebelah mata kaki kiri. aba-aba adalah langkah perlahan JALAN yang diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah ditambah selangkah dan kemudian mulai berjalan dengan langkah perlahan. kemudian dilanjutkan ditatapkan kaki kanan di depan kaki kiri. Catatan : Dalam keadaan sedang berjalan. kaki kiri dilangkahkan ke depan. sebanyak banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah. Selanjutnya kaki kiri/kanan dirapatkan pada kaki kiri/kanan. tetapi diletakkan rata-rata untuk lebih khidmat. F.

badan agak dicondongkan ke depan. peserta melangkahkan kaki ke depan mulai dengan kaki kiri menurut panjangnya langkah dan tempat yang telah ditentukan.Aba-aba : . LANGKAH KE DEPAN Aba-aba : . Pada aba-aba pelaksanaan. Gerakan kaki seperti gerakan langkah tegap dan dihentikan dan sikap seperti sikap sempurna. dimuali dengan kaki kiri dihentakkan.Langkah ke belakang JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan. 2) Dari langkah biasa Aba-aba : Lari JALAN Pelaksanaannya: Aba-aba peringatan pelaksanaannya sama dengan ayat 1. kemudian berjalan dengan langkah biasa. Aba -aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah kemudian ditambah satu langkah. selanjutnya berlari menurut ketentuan yang ada. dimulai lari dengan menghentakkan kaki kiri setengah langkah dan selanjutnya menurut panjang langkah dan tempo yang ditentukan dengan kaki diangkat secukupnya. Tel apak kaki diletakkan dengan ujung telapak kaki terlebih dahulu. menurut jumlah langkah yang diperintahkan. bersama dengan itu kedua lengan digenggam. peserta melangkah ke belakang mulai kaki kiri menurut panjangnya langkah dan sesuai dengan tempo yang telah ditentukan.Langkah ke depan JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan. Sebanyka -banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah. ke dua siku sedikit ke belakang. Catatan : . Sebanyakbanyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah. LANGKAH DI WAKTU LARI 1) Dari sikap sempurna Aba-aba : Lari maju JALAN Pelaksanaannya: Aba-bab peringatan ke dua tangan dikepalkan dengan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap keluar. Lengan ti ak boleh d dilenggangkan dan sikap badan seperti dalam sikap sempurna. menurut jumlah langkah yang diperintahkan. G.. 3) Kembali ke langkah biasa Aba-aba : Langkah biasa JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah ditambah tiga langkah. lengan dilenggangkan secara tidak kaku. H.

2) Kembai ke langkah biasa Untuk melaksanakan gerakan ini lebih dahulu harus diberikan . Peraturan Baris Berbaris . Kemudian gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan. tempo dan ketentuan langkah. Sesudah ujung kaki kiri/kanan yang sedang di belakang dirapatkan pada badan. Pedoman Penyelenggaraan Paskibraka .Pusdiklat TNI-AD Diposkan oleh TRISNO DHIANTORO. di 10:55 0 komentar NARKOBA DAN MIRAS MATERI MASA ORIENTASI SISWA BARU (MOS) SMK NEGERI 1 KUTASARI TAHUN DIKLAT 2009 . Sumber/ Referensi : 1.Untuk berhenti dari keadaan berlari aba-aba seperti langkah biasa henti GERAK. Untuk se lanjutnya disesuaikan dengan langkah baru yang disamakan.samakn langkah. 1. Pemimpin dapat memberikan aba-aba peringatan dan pelaksanaan. Aba -aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri di tanah kemudian ditambah satu langkah. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh ke tanah ditambah tiga langkah. buak topi. S. J. LANGKAH MERDEKA 1) Dari langkah biasa Aba-aba : Langkah merdeka JALAN Anggota berjalan bebas tanpa terikat pada ketentuan panjang. Setel h langkah a barisan sama.Depdiknas. 3) Aba-aba : Langkah biasa JALAN Pelaksanaannya : Seperti tersebut pada petunjuk dari langkah tegap ke langkah biasa. I. Atas pertimbangan Pimpinan. GANTI LANGKAH Aba-aba : Ganti langkah JALAN Pelaksanaannya : Gerakan dapat dilakukan pada waktu langkah biasa/tegap. Pd. Langkah merdeka biasanya dilakukan untuk menempuh jalan jauh/diluar kota/lapangan yang tidak rata. menghapus keringat). anggota dapat dijinkan untuk membuat sesuatu yang dalam keadaan lain terlarang (antara lain berbicara. Anggota tetap dilarang meninggalkan barisan. selanjutnya kaki dirapatkan kemudian kedua kepal tangan diturunkan untuk mengambil sikap sempurna.

Merubah pkiran atau perasaan agar terasakan hal yang luar biasa (halusinogen) Ketagihan narkoba akan meyebabkan penurunan kekebalan. Pengertian narkoba dan miras serta efeknya. Jenis-jenis narkoba dan miras Beberapa contoh narkoba : a) Heroin b) Ganja c) Ecstasy . karena itu penggunaann harus sesuai dengan anjuran ya dokter. menenangkan. menghilangkan rasa sakit. membius serta membuat gembira. keracunan darah dan dapat pula menyebabkan kematian. baik mereka dikota maupun didesa yan berasal dari keluarga miskin ataupu kaya. karena hanya dengan dukungan orang disekelilingnya dapat sembuh. Penyebarannya tidak lag i mengenal status ekonomi social serta usia. Efek dari penggunaan Narkoba : 1. Kita hendaknya mewaspadai masalah ini dan saling membantu jika ada yang kecanduan. Kebanyakan pencandu terdiri dari kaum remaja. II. suasana hati serta perilaku serta menyebabkan kerusakan fungsi organ-organ tubuh. I. 2. Narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) adalah jenis obat yang mempunyai efek tertentu sehingga berbahaya jika dikonsumsi secara sembarangan. berpendidikan tinggi ataupun biasa-biasa saja. Tua. Korban dari narkoba tidak lagi mengenal batasan umur danstatus social ekonomi. Efek yang ditimbulkan adalah memberikan rangsangan. muda bahkan anak yang baru menginjak remaja sudah banyak yang terjerat atau menjadi pemakai narkoba. Menenangkan dan membuat tidur (depresan) 5. Sedangkan miras (minuman keras) adalah minuma yang mengandung alcohol dan dapat menimbulkan n ketagihan. Menyebabkan lumpuh atau mati rasa. bias bebahaya bagi pemakainya karena dapat mempengaruhi pikiran .Penyebaran narkoba dan miras saat ini sudah mewabah dalam masyarakat. Mengurangi rasa sakit 3. Merangsang syaraf pusat agar anergi atau aktifitas meningkat (stimulansia) 6. Mengendorkan syaraf 4.

sehingga fisik lemah dan kekurangan gizi. 5) Bersembunyi ditempat-tempat gelap atau sepi agar tidak terlihat orang. 7) Mencuri apasaja milik orang tua atau saudara untuk membeli narkoba atau miras. 4) Nilai raport maupun prestasi lainnya menurun.d) Shabu-shabu e) Amphetamine (stimulant sintesis) f) Ganja Beberapa contoh miras : a) Bir b) Wisky c) Vodka dengan berbagai jenis merk d) Tuak atau arak (dari poho aren/nira) e) Ciu atau brem (sari ketan/tebu) f) Anggur beras III. 2) Sering menguap dan mengantuk. malas. sukar tidur. Apabila ada orang tua atau teman menggunakan secara terus menerus selama satu bulan atau lebih maka akan menjurus pada gejala : 1) Malas makan. mudah tersinggung dan cepat marah tanpa alasan yang jelas. melamun dan tidak memperhatikan kebersihan tau penampilan diri. baik dirumah maupun disekolah. 6) Lebih bergaul dengan orang-orang tertentu saja yang mempunyai cirri-ciri seperti tanda-tanda diatas. IV. 9) Mata merah seperti mengantuk terus atau memakai kacamat hitam terus. atau sering kabur. 8) Sering cemas mudah stress atau gelisah. . Akibat penyalahgunaan narkoba/miras. Tanda-tanda sederhana jka kecanduan narkoba/miras Tanda-tanda sederhana yang dapat terlihat dari sesorang yang mun gkin sedang kecanduan narkoba atau miras : 1) Perubahan perilaku seperti : yang biasanya periang tiba-tiba menjadi pemurung. 3) Menjadi tidak disiplin.

Beberapa remaja terjerumus kemasalah narkoba dan miras karena pengaruh lingkungan dan pergaulan. 5) Dapat mengakibatkan impotensi atau keinginan seksual yang berlebihan maupun perilaku seksual yang menyimpang sehingga menggangu keharmonisan keluarga. HIV/AIDS) yang menularkan kepada pasangan. 4) Wanita pemakai mempunyai sikap hidup malas dan kekurangan gizi sehin gga mengakibatkan bayi yang berada dalam kandungannya gugur. Adanya ajakan atau tawaran dari teman serta banyaknya film dan saran hiburan yang memberikan contoh model pergaulan modern biasanya mendorong mereka kepada pemakaian secara berkelompok. atau mengalami gangguan mental/cacat. 9) Cenderung menyakiti diri dan bahkan bunuh diri. dan dapat pula secara langsung menular pada bayi yang dikandung atau bayi lahir cacat. dikucilkan oleh lingkungan. namun kemudian ada yang menjadi kebiasaan. Akibat miras bagi kesehatan reproduksi Menggunakan narkoba dan miras dapat berakibat buruk bagi kelangsungan hidup untuk mempunyai keturunan diantaranya : 1) Pola hidup jorok dan melupakan norma susila sering mengabitkan tertularnya penyakit kelamin (PMS. mual-mual dan muntah. 2) Kecanduan obat terlarang pada orang tua dapat mengakibatkan bayi lahir dengan ketergantungan obat sehingga harus mengalami perawatan intensif yang mahal. Awalnya seseorang hanya mencobacoba karena keluarga atau teman-teman menggunakannya. sering tegang dan gelisah 7) Hlang kepercayaan diri. V.2) Hidup jorok sehingga terkena eksim 3) Sering sakit kepala. penghayal. apatis. Obat atau . 6) Lamban kerja. 10) Kematian karena kerusakan organ tubuh. Pada remaja yang kecewa dengan kondisi diri atau keluarganya. sering menjadi lebih suka untuk mengorbankan apa saja demi hubungan baik dengan teman -teman khusunya. anti social dan asusila. ceroboh. murus-murus dan sulit tidur 4) Gangguan otot jantung dan tekanan darah tinggi. Mereka yang memakai selalu mempunyai kelompok pemakai. 8) Gangguan mental. Alasan mengapa remaja terkena masalah narkoba atau miras. 3) Kebiasaan menggunakan narkoba/miras dapat menurun pada sifat -sifat anak yang dilahirkan yaitu menjadi peminum atau pecandu. VI. berat rendah atau cacat. 5) Ganguan gerak dan keseimbangan tubuh. dan penuh curiga.

sehingga menuntut untuk dipernuhi. yaitu teman-teman sekelompoknya yang modern dan pemberani Apabila seseorang telah menjadi terbiasa memakainya dan karena mudah untuk mendap atkannya. rekreasi atau bermain dengan teman. Cara mengelola diri agar jauh dari Narkoba/Miras Pada prinsipnya hidup itu harus seimbang. 3) Aktif melakukan gerak badan dan olah raga. karena sadar penuh terhadap konsekuensinya yang diakibatkan. social. namun yang terutama sebenar ya adalah n ketergantungan kepada kelompok. social kemasyarakatan dan keagamaan. Sulit disembuhkan karena zat-zat itu telah meresap kedalam tubuh dan perasaan. meskipun sehari-hari tetap bergaul biasa dengan mereka. 9) Percaya bahwa hidup telah ada yang mengatur. Pikiran bahwa aku hanya mencoba dan gampang untuk berhenti adalah pikiran yang berbahaya dan salah untuk persoalan Narkoba. Ketagihan obat memang dapat menimbulkan rasa nyeri atau demam yang berlebihan dan baru akan sembuh jika yang bersangkutan menggunakan obat itu. VII. 8) Jangan menyimpan persoalan. Untuk selalu diingat adalah berbagai kegiatan yang perlu dilakukan sehari-hari agar terhindar dari Narkoba/Miras adalah : 1) Aktif memegang teguh norma-norma agama dan social kemayarakatan 2) Aktif melibatkan diri dalam kegiatan keluarga. Sikap meno lak yang lain adalah tidak mau ikut-ikutan menikmati barang itu. 4) Aktif melakukan kegiatan hobi. kalau bisa ceritakan kepada orang lain. Cara untuk menghidari kecanduan Narkoba/Miras Jangan pernah berpikir untuk mencoba. 7) Hadapi persoalan hidup dengan tanpa terlalu takut.minuman keras memang menimbulkan ketergantungan. Menghindari diri dari pemakaian Narkoba/Miras adalah dengan sikap menolak untuk memakainya. yaitu adanya rasa diakui mempunyai identitas yang sama dengan mereka. panic atau stress karena pasti akan dap diselesaikan at seiring dengan berjalannya waktu. pemalahk dan mendapatkan apa saja untuk mendapatkan Narkoba dan Miras. kita hanya wajib menjalankan dengan sebaik -baiknya. mental maupun spiritual. . 5) Aktif mengembangkan kemampuan diri dengan berbagai keterampilan. maka dia akan mulai memakinya sendiri sampai tahu-tahu telah menjadi ketagihan dan sulit disembhkan. VIII. 6) Istirahat yang cukup dan juga makan yang cukup dengan gizi seimbang. hanya saja tidak usah sungkan-sungkan untuk menyatakan tidak jika ditawari untuk ikut memakainya. Maka tak jarang orang yang telah ketagihan menjadi pencuri. Sikap menolak yang pertama adalah menjauhkan diri dari dari mereka yang memakai apabila anda merasa akan sulit untuk bisa menolak tawaran. yaitu mematuhi berbagai kebutuhan baik fisik.

3) Kita harus berusaha untuk mengerti lebih dulu yang kita pelajari sebelum menghapal. Hal yang dimengerti akan lebih mudah untuk dihapa. cita-cita yang akan diraihnya. Diposkan oleh TRISNO DHIANTORO. Pd. di 10:51 0 komentar PROGRAM DAN CARA BELAJAR MATERI MASA ORIENTASI SISWA BARU (MOS) SMK NEGERI 1 KUTASARI TAHUN DIKLAT 2009 I. patah hati. II. Hal yang dapat mengganggu pemusatan perhatian adalah pikiran yang tertuju pada hal -hal yang mungkin sedang mempengaruhi perasaan seperti kesedihan. Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan olehpengalaman. 2) Untuk dapat belajar baik kita harus memusatkan perhatian pada hal hal yang sedang kita pelajari. Balajar juga dapat diartikan sebagai kegiatan berlatih. Sedangkan dorongan dari luar misalnya adanya system rengking di kelas. e) Mencoba menyusun singkatan (jembatan keledai) untuk hal hal yang panjang sebagai rumus. antara lain : 1) Untuk belajar kita membutuhkan dorongan atau motivasi. Sebagai seorang siswa harusmengetahui prinsip-prinsip belajar. takut mendapat malu dan sebagainya. dll. 4) Untuk dapat mengerti sesuatu yang dipelajari dapat ditempuh dengan cara : a) Menanyakan pada diri sendiri mengenai hal yang kita pelajari b) Membuat ringkasan atau skema untuk memudahkan memahami c) Mencoba menghubungkan dengan masalah yang lebih besar dan menyeluruh d) Mencoba menelaah dari berbagai macam segi agar menjadi lebih jelas. iri hati. PRINSIP-PRINSIP BELAJAR Tugas utama seorang siswa adalah belajar. kebencian. Oleh karena itu kita harus belajar dengan sebaik -baiknya. kemarahan. Dorongan itu ada yang dating dari dalam maupun dari luar diri sendiri. S. ARTI PENTINGNYA BELAJAR Belajar adalah usaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu pengetahuan. karena pujian. Dorongan dari dalam antara lain keinginan untuk lebih maju. - . Perubahan tingkah laku dari belum dapat melakukan sesuatu menjadi dapat melakukan sesuatu disebut belajar.10) Jangan mudah menerima sesuatu dari orang lain baik yang sudah dikenal ataupun orang yang belum dikenal seperti permen atau cemilan-cemilan.

walaupun kita sudah tidak sekolah lagi. 5) Kita harus meyakini bahwa semua pelajaran yang diterima akan berguna bagi kita nanti. 8) Menghindari hal-hal yang dapat menghambat belajar. kesal. 6) Agar yang kita pelajari lebih meresap adalah dengan beristirahat untuk mengedapankan semua hal yang sudah diperoleh dari belajar. seperti perasaan takut. .Misalnya nama keluarga Matahari menjadi MERCVEM Yang Sangat Ulung Nan Pandai : Merc = Mercurius V = Venus E = Earth M = Mars Yang = Yupiter Sangat = Saturnus Ulung = Uranus Nan = Neptunus Pandai = Pluto f) Untuk lebih memantapkan hal yang kita pelajari disekolah sebaiknya jangan merasa cukup hanya mendengarkan penjelasan guru di sekolah. marah. dsb. Setibanya di rumah perlu dibaca kembali dan melengkapi dengan ringkasan skema. 7) Hasil belajar yang sudah kita peroleh dapat digunakan untuk mempelajari yang la Missal pola Bahasa in. Indonesia untuk mempelajari bahas asing. malu.

e) Siswa hendaknya bersikap kritis dalam menerima pelajaran f) Siswa harus memiliki dorongan dan semangat yang kuat untuk maju. siswa harus mengulangi kembali hasil pelajaran yang dipelajari di sekolah. d) Siswa harus penuh minat dan perhatian dalam menerima pelajaran dan menyingkirkan hal yang mengganggu konsentrasi dalam menerima pelajaran. memiliki sifat ingin tahu dan ingin menguasai ilmu pengetahuan. IV. 3) Belajar berkelompok Belajar dalam berkelompok banyak sekali manfaatnya. g) Siswa hendaknya menghindari sifat malu bertanya untuk meminta penjelasan mengenai hal-hal yang kurang dipahami. PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN 1) Pentingnya perpustakaan .III. PROGRAM DAN CARA BELAJAR 1) Belajar di sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan proses belajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam kelompok belajar hendaknya ada ketua kelompok dan dalam pembentukan kelompok belajra perlu memperhatikan jarak rumah dan jumlah anggota kelompoknya. artinya dapat menerima guru sebagaimana adanya. i) Siswa harus mengikuti pelajaran dengan aktif. j) Setibanya dirumah. Untuk dapat belajar dirumah secara baik hendaknya memilih waktu dan tempat yang tepat serta nyaman. Siswa yang belum memahami sesuatu hal dapat memperoleh penjelasan teman yang sudah paham. Siswa perlu dan harus belajar di rumah setiap hari dalam waktu tertentu bukan terus menerus tanpa henti. 2) Belajar dirumah Siswa dalam menuntut ilmu harus melakukan konsentrasi dalam belajar. artinya siswa tidak hanya mendengarkan tapi juga berinisiatif dalam memahami pelajaran dengan membuat catatan yang perlu. Sebaliknya siswa yang sudah pahamakan lebih mahir karena ia mengutarakan hal yang sudah diketahui. h) Sisa harus berusaha untuk mencapai nilai yang setinggi-tingginya dengan prestasi sendiri tanpa menggantungkan dengan orang lain. Meja dan tempat duduk yang kurang enak dapat mengganggu konsentrasi dalam belajar. Untuk mencapai tujuan pendidikan siswa perlu memahami hal-hal sebagai berikut : a) Siswa harus memahami tujuan pendidikan b) Siswa harus memiliki sifat terbuka. c) Siswa harus mempelajari dan menyiapkan alat pelajaran untuk esok harimya.

Di setiap sekolah terdapat perpustakaan. f) Pemahaman secara khusus tentang cara meminjam dan mengembalikan buku yang dapat dibawa pulang. Memang perpustakaan berarti kumpulan buku-buku. Untuk dapat memanfaatkan perpustakaan perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Mengetahui jadwal kerja perpustakaan Mengetahui peraturan yang berlaku di perpustakaan Mengetahui tata cara menjadi anggota perpustakaan. Tanpa memperhatikan penggunaan waktu maka hidup kita akan kacau dan tanpa teratur. k) Salinlah kalimat yang telah diberi tanda ke dalam buku catatan l) Pahami dan atau hapalkan hasil catatan tersebut hingga mengerti. dan kita perlu memanfaatkan waktu hidup kita dengan sebaik -baiknya. m) Buatlah pertanyaan dan jawaban sebagai test diri (selftest) untuk mengetahui letak kekurangan kita. d) Mengetahui system pengelompokan buku yang digunakan oleh perpustakaan tersebut. akibatnya akan . 2) Cara Memanfaatkan Perpustakaan Adanya perpustakaan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. PEMANFAATAN WAKTU 1) Pentingnya Waktu Sebagai manusia kita hidup dalam lingkup ruang dan waktu. Siswa perlu memiliki motto bahwa Time is time. Tuhan telah menyediakan waktu kepada kita untuk hidup. waktu belajar gunakan untuk belajar. Oleh karena itu didalam perpustakaan disediakan buku baik berupa buku pelajaran maupun buku yang berhubungan dengan ilmu pengetahun dan teknologi. Gunakan waktu luang sebaik baiknya. penerbit. dan tahun terbit. sebab waktu yang telah lewat tidak akan terulang lagi. waktu istirahat gunakan untuk istirahat. karena perpustakaan merupakan sumber utama untuk memperoleh bahan bacaan bagi siswa. e) Mengetahui penggunaan kartu catalog yang biasanya disusun menggunakan alphabet nama pengarang. h) Bacalah buku tersebut dari halaman pertama sampai dengan halaman terakhir secara tepat. Kita perlu memperha tikan penggunaan waktu yang kita miliki. j) Ulangi mebaca buku tersebut secara pelan-pelan dari bab ke bab sambil memeberi tanda pada kalimat yang dianggap penting. g) Mulailah membaca buku di perpustakaan dengan memulai judul buku. a) b) c) V. nama pengarang. Buku-buku tersebut akan memberikan wawasan yang lebih luas kepada para siswa dan komponen sekolah yang memanfaatkannya. Hal ini penting karena dengan menjadi anggota perpustakaan maka dapat memanfaatkan semua fasilitas yang ada diperpustakaan. Kita hidup dalam suatu ruang tertentu dan dalam waktu tertentu yang harus dimanfaatkan dengan sebaik -baiknya. Banyak siswa kurang dapat mengatur dan menggunakan waktu dengan sebaik -baiknya. Biasanya buku yang memiliki subyek sama diletakan ditempat yang sama. Di dalam perpustakaan disediakan buku -buku yang diperlukan siswa di sekolah. Ruang dan waktu dapat dibedakan tetapi sulit untuk dapat dipisahkan. Waktu makan untuk makan. waktu adalah waktu. i) Ulangi membaca buku dari bab ke bab secara teliti sambil mengingat-ingat.

Dalam hal ini sering terjadi jika besok pagi akan ujian atau test menjadi bingung belajar dengan alas an tidak punya waktu. PENUTUP Sekolah adalah lembaga pendidikan temapat pendidikan tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan. Oleh karena itu waktu yang tersedia oleh siswa harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. guru mata pelajaran. . VI. politikus. Setiap siswa harus tunduk dan mentaati tata tertib sekolah dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar serta mau berperan serta dalam melaksanakan memelihara dan menjaga keamanan sekolah. Mereka mungkin pedagang. 2) Mengatur Waktu Tidak dapat dipungkiri bahwa orang berhasil mencapai sukses dalam hidup adalah orang yang hidup teratur dan berdisiplin menggunakan waktu. Setiap siswa harus memiliki jadwal kegiatan sehari demi sehari dan mentaatinya dengan baiknya. ilmuwan.mengganggu dalam belajar. Agar siswa dapat berhasil dengan baik maka setiap siswa harus belajar dengan tekun dan teratur. Hal ini karena waktunya telah terbuang sia-sia akibat tidak dapat menggunakan waktu dengan baik. guru dan karyawan yang disiplin dengan waktu. karyawan dan siswa. Dengan membuat jadwal kegiatan setiap hari dan motto TIME IS TIME pasti akan mempermudah mewujudkan harapan dan cita-citanya. Waktu yang ada hendaknya digunakan dengan sebaik-baiknya untuk kerperluan belajar dan hal-hal yang berguna demi masa depan siswa. Masa depan hanya dapat dinikmati oleh orang yang mau belajar. Dalam pelaksanaannya Kepala dibantu oleh wakil kepala. guru BP. Disiplin seperti ini tidak datang dengan sendirinya akan tetapi melalui latihan yang ketat dan disiplin yang tinggi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful