a.

Pengertian Kurikulum Perkataan kurikulum berasal dari perkataan Latin yang merujuk kepada ‘laluan dalam sesuatu pertandingan. Berdasarkan kepada konsep tersebut, perkataan kurikulum adalah berkait rapat dengan perkataaan ‘laluan atau laluan-laluan’. Sehingga awal abad ke 20, kurikulum merujuk kepada kandungan dan bahan pembelajaran yang berkembang yaitu ‘apa itu persekolahan’. John Dewey (1902: 5) dalam bukunya ‘The Child and The Curriculum’ merujuk istilah kurikulum sebagai “pengajian di sekolah dengan mengambil kira kandungan dari masa lampau hingga masa kini”. Pembentukan kurikulum menekankan kepentingan dan keperluan masyarakat. Beliau selanjutnya menguraikan konsep ini dalam bukunya ‘Democracy and Education’ (1916: 125). Dewey menyatakan bahawa skema kurikulum harus mengambil kira penyesuaian pembelajaran dengan keperluan sebuah komuniti, ia harus membuat pilihan dengan niat meningkatkan kehidupan yang dilalui supaya masa depan akan menjadi lebih baik dari masa lampau. Di sini, elemen rekonstruksionism social dapat dikesan dengan melihat kea rah mana keperluan masyarakat diletakkan sebagai objektif utama, tanpa menafikan kepentingan individu. Sedangkan pengertian kurikulum yang lain adalah : 1) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Pasal 1 Butir 19 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). 2) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran serta metode yang digunakan sebagai pedoman menyelenggarakan kegiatan pembelajaran (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 725/Menkes/SK/V/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan di bidang Kesehatan). 3) Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajarmengajar di perguruan tinggi (Pasal 1 Butir 6 Kepmendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa). 4) Menurut Grayson (1978), kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out- comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai. 5) Menurut Harsono (2005), kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik. Dalam bahasa latin, kurikulum berarti track atau jalur pacu. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang, sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan. Berdasarkan definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan pedoman dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di setiap satuan pendidikan yang berisi seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, materi pelajaran, rencana pengajaran, pengalaman belajar, cara-cara yang

digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, serta evaluasi hasil belajar demi mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Penyusunan kurikulum memerlukan landasan agar memiliki pijakan yang kuat. Beberapa landasan yang diperlukan (Kwartolo, 2002: 75-77), yaitu: 1) Landasan filsafat Kurikulum di dalamnya terkandung beberapa pertanyaan mendasar seperti: a).Apakah hakikat siswa?; b). Apakah yang seharusnya dilakukan siswa?; c).Apakah yang harus dilakukan guru?; d). Apa yang harus menjadi isi kurikulum?. Jawaban dari keempat pertanyaan itu akan bermanfaat untuk menentukan ke arah mana siswa-siswa akan dibawa. Memberi gambaran tentang hasil yang harus dicapai siswa, menentukan cara dan proses untuk mencapai tujuan itu, memberi kesatuan yang bulat kepada usaha pendidikan, memungkinkan pendidik menilai usahanya sejauh mana tujuan tercapai, dan memberi motivasi atau dorongan bagi kegiatan-kegiatan pendidikan. 2) Landasan sosiologis Landasan ini ingin mentautkan antara kurikulum dan keberadaan masyarakat dengan penekanan utama pada kemampuan fungsi kurikulum dalam ikut membantu pemecahan aneka masalah yang dihadapi masyarakat, seperti masalah kesehatan, pelestarian dan penggalian sumber daya alam, teknologi, kesempatan kerja. Dengan demikian kurikulum harus ada relevansinya dengan kehidupan masyarakat. Masyarakat menentukan bentuk pendidikan yang akan dilaksanakan, sebaliknya sistem pendididikan atau jenis kurikulum dapat memecahkan problema kemasyarakatan. 3) Landasan psikologis Psikologi merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan pengertian, peramalan (predicting) dan pengendalian tingkah laku, perasaan, dan pikiran dari orangorang. Salah satu cabang psikologi yang berhubungan dengan problema pendidikan atau persekolahan adalah psikologi pendidikan. llmu ini mempelajari bagaimana siswa belajar dan cara yang terbaik untuk mengajar. Jadi psikologi pendidikan merupakan penerapan prinsip-prinsip psikologi terhadap problema proses pemelajaran. Pijakan psikologi tersebut membawa kita mengenal berbagai macam teori belajar, kurikulum yang harus berpusat pada siswa, ada kesinambungan antara topik pertama dengan topik berikutnya, urutan penyusunan dari yang sederhana ke hal yang kompleks, belajar sambil berbuat (learning by doing), dan lain-lain. Dalam pelaksanaan di lapangan harus juga dilakukan pemantauan, pengkajian agar kurikulum yang sudah diberlakukan semakin sempuma agar sesuai dengan perubahan keadaan, dinamika masyarakat, bangsa/negara dan tuntutan yang ada. Dalam perspektif dikenal dengan istilah pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan bersandar pada prinsip- prinsip seperti berikut: 1) Ada keseimbangan etika, logika, estetika, dan kinestika. 2) Memungkinkan memperoleh kesempatan yang sama, dengan maksud ada jaminan keberpihakan kepada peserta didik yang kurang beruntung dari segi ekonomi dan sosial yang memerlukan bantuan khusus, berbakat, dan unggul. 3) Memperkuat identitas Nasional dengan tujuan untuk mempertahankan kelanjutan tradisi budaya yang bermanfaat dan mengembangkan kesadaran, semangat, dan kesatuan.

4) Mengikuti perkembangan pengetahuan dengan fokus dapat mendorong subyek didik meningkatkan kemampuan metakognitif, kemampuan berpikir dan belajar dalam mengakses, memilih, menilai pengetahuan, dan mengatasi situasi yang membingungkan dan penuh ketidakpastian. 5) Mampu menyongsong tantangan teknologi informasi dan teknologi 6) yang berpotensi memudahkan belajar elektronik atau belajar dengan kabel online yang mempermudah akses ke dalam informasi .dan ilmu pengetahuan baru yang tidak tertulis dalam kurikulum. 7) Mengembangkan keterampilan hidup agar peserta didik mampu menghadapi tantangan hidup yang terjadi di masyarakatnya. Beberapa aspek utama keterampilan hidup antara lain kerumahtanggaan, pemecahan masalah, berpikir kritis, komunikasi, dan kemampuan vokasional. Pengintegrasian unsur-unsur penting ke dalam kurikuler dalam anti kurikulum perlu memuat dan mengintegrasikan pengetahuan dan sikap, hak-hak asasi, pariwisata, lingkungan hidup, home economics, perdamaian, demokrasi, dan sebagainya. 9) menyediakan pendidikan alternatif, prinsip ini menekankan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi secara formal di sekolah namun berlangsung di mana-mana. 10) Berpusat pada anak sebagai pembangun pengetahuan yang bertumpu pada usaha memandirikan belajar, berkolaborasi, mengadakan pengamatan. Dalam hal ini peran utama pengajar sebagai fasilitator belajar. 11) Pendidikan multikultur dan multibahasa melalui implementasi metodik yang produktif dan kontekstual untuk mengakomodasikan sifat dan sikap masyarakat pluralistik dalam kerangka pembentukan jati diri bangsa. 12) Penilaian berkelanjutan dan komprehensif. 13) Pendidikan sepanjang hayat (life long education) dengan penekanan pada penyediaan kompetensi dan materi yang berguna bukan untuk kepentingan masa sekarang, tetapi juga untuk masa mendatang. b. Perjalanan Kurikulum Nasional Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, dan 2006. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. 1) Rencana pelajaran 1947 Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan. Dalam bahasa Belanda, artinya rencana pelajaran, lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). Perubahan kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Awalnya pada tahun 1947, kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. Pada saat itu, kurikulum pendidikan di Indonesia masih

dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. Bentuknya memuat dua hal pokok: a) Daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya b) Garis-garis besar pengajaran. Rencana Pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran. yang diutamakan : pendidikan watak a) Kesadaran bernegara dan bermasyarakat b) Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari c) Perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani. 2) Rencana Pelajaran Terurai 1952 Setelah Rentjana Pelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. “Silabus mata pelajarannya jelas sekali. seorang guru mengajar satu mata pelajaran,” kata Djauzak Ahmad, Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas periode 1991-1995. Ketika itu, di usia 16 tahun Djauzak adalah guru SD Tambelan dan Tanjung Pinang, Riau. Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Fokusnya pada pengembangan Pancawardhana, yaitu : a) Daya cipta b) Rasa c) Karsa d) Karya e) Moral Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: a) Moral b) Kecerdasan c) Emosional/artistik d) Keprigelan (keterampilan) e) Jasmaniah. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis. 3) Kurikulum 1968 Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964.

Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila. telah banyak timbul gagasan baru tentang pelaksanaan sistem pendidikan nasional. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis. Dari segi tujuan pendidikan. dan jasmani. yang dimulai pada tahun 1969. tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan.Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah: bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik. 2004). Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan. Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964.” katanya. Penjelasan tersebut sebagai berikut : (1) Sejak Tahun 1969 di Negara Indonesia telah banyak perubahan yang terjadi sebagai akibat lajunya pembangunan nasional. budi pekerti. yang mempunyai dampak baru terhadap program pendidikan nasional. keprigelan. emosional/artistik. Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. kecerdasan. dan kecakapan khusus. Hal-hal yang mempengaruhi program maupun kebijaksanaan pemerintah yang menyebabkan pembaharuan itu adalah : (a) Selama Pelita I. Djauzak menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati. yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila. (b) Adanya kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan nasional yang digariskan dalam GBHN yang antara lain berbunyi : “Mengejar ketinggalan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempercepat lajunya pembangunan. serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. “Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja. dan kecakapan khusus. moral. dan keyakinan beragama. yaitu pengembangan moral. (e) Keluhan masyarakat tentang mutu lulusan pendidikan untuk meninjau system . Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. pengetahuan dasar. kuat. pengetahuan dasar. (c) Adanya hasil analisis dan penilaian pendidikan nasional oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaaan mendorong pemerintah untuk meninjau kebijaksanaan pendidikan nasional. Menteri Pendidikan Republik Indonesia pada waktu itu Sjarif Thajeb. mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani. (d) Adanya inovasi dalam system belajar-mengajar yang dianggap lebih efisien dan efektif yang telah memasuki dunia pendidikan Indonesia. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. dan sehat jasmani. menjelaskan tentang latar belakang ditetapkanya Kurikulum 1975 sebagai pedoman pelaksanaan pengajaran di sekolah. 4) Kurikulum 1975 a) Latar Belakang Diberlakukanya Kurikulum 1975 Dalam Kata Pengantar Kurikulum 1975. Jumlah pelajarannya 9.

(b) Tujuan Instruksional Umum. sehingga diperlukan peninjauan terhadap Kurikulum 1968 tersebut agar sesuai dengan tuntutan masyarakat yang sedang membangun. b) Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan prinsip-prinsip di antaranya sebagai berikut : (1) Berorientasi pada tujuan. (3) Garis-Garis Besar Program Pengajaran Sesuai dengan namanya. Sistem pembelajaran dengan pendekatan system instruksional inilah yang merupakan pembaharuan dalam system pengajaran di Indonesia. . penilaian diberikan pada setiap akhir pelajaran atau pada akhir satuan pelajaran tertentu. hal-hal yang merupakan faktor kebijaksanaan pemerintah yang berkembang dalam rangka pembangunan nasional tersebut belum diperhitungkan. pada bagian ini dimuat hal-hal yang berhubungan dengan program pengajaran. (2) Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik. (5) Sistem Penilaian Dengan melaksanakan PPSI. (5) Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill). Inilah yang membedakan dengan kurikulum sebelumnya yang memberikan penilaian pada akhir semester atau akhir tahun saja. yaitu tujuan yang hendak dicapai dalam setiap satuan pelajaran baik dalam satu semester maupun satu tahun. (c) Pokok bahasan yang harus dikembangkan untuk dijadikan bahan pelajaran bagi para siswa agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. (3) Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. c) Komponen Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 memuat ketentuan dan pedoman yang meliputi unsur-unsur : (1) Tujuan institusional baik SMP maupun SMA Tujuan Institusional adalah tujuan yang hendak dicapai lembaga dalam melaksanakan program pendidikannya (2) Struktur program Kurikulum Struktur program adalah kerangka umum program pengajaran yang akan diberikan pada tiap sekolah. dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. (4) Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). yaitu tujuan yang harus dicapai setelah mengikuti program pengajaran yang bersangkutan selama masa pendidikan. Garis-Garis Besar Program Pengajaran. (4) Sistem Penyajian dengan Pendekatan PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional) Sistem PPSI ini berpandangan bahwa proses belajar-mengajar sebagai suatu system yang senantiasa diarahkan pada pencapaian tujuan. yaitu : (a) Tujuan Kurikuler. (d) Urutan penyampaian bahan pelajaran dari tahun pelajaran satu ke tahun pelajaran berikutnya dan dari semester satu ke semester berikutnya. (2) Pada Kurikulum 1968.yang kini sedang berlaku.

Bagaimana teknik supervisi dan administrasi sekolah ini dapat dipelajari pada Pedoman pelaksanaan kurikulum tentang supervise dan administrasi. b) Pokok Kurikulum 1984 (1) Ciri-ciri Kurikulum 1984 Atas dasar perkembangan itu maka menjelang tahun 1983 antara kebutuhan atau tuntutan masyarakat dan ilmu pengetahuan/teknologi terhadap pendidikan dalam kurikulum 1975 dianggap tidak sesuai lagi. maupun para pengamat sekolah. (6) Pengadaan program studi baru (seperti di SMA) untuk memenuhi kebutuhan perkembangan lapangan kerja. (b) Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara . administrator sekolah. baik yang digunakan oleh para guru. Bahkan sidang umum MPR 1983 yang produknya tertuang dalam GBHN 1983 menyiratakan keputusan politik yang menghendaki perubahan kurikulum dari kurikulum 1975 ke kurikulum 1984. Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) Berorientasi kepada tujuan instruksional. Oleh karena itu. sebelum memilih atau menentukan bahan ajar.(6) Sistem Bimbingan dan Penyuluhan Setiap siswa memiliki tingkat kecepatan belajar yang tidak sama. Secara umum dasar perubahan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984 di antaranya adalah sebagai berikut. (4) Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir di setiap jenjang. (7) Supervisi dan Administrasi Sebagai suat lembaga pendidikan memerlukan pengelolaan yang terarah. Kurikulum 1984 tampil sebagai perbaikan atau revisi terhadap kurikulum 1975. yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa. (1) Terdapat beberapa unsur dalam GBHN 1983 yang belum tertampung ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. 5) Kurikulum 1984 a) Latar Belakang Diberlakukanya Kurikulum 1984 Kurikulum 1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itulah pada tahun 1984 pemerintah menetapkan pergantian kurikulum 1975 oleh kurikulum 1984. (5) Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) sebagai bidang pendidikan yang berdiri sendiri mulai dari tingkat kanak-kanak sampai sekolah menengah tingkat atas termasuk Pendidikan Luar Sekolah. (2) Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi dengan kemampuan anak didik. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Ketujuh unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang mewarnai Kurikulum 1975 sebagai suatu sistem pengajaran. (3) Terdapat kesenjangan antara program kurikulum dan pelaksanaannya di sekolah. Di samping itu mereka mereka memerlukan pengarahan yang akan mengembagkan mereka menjadi manusia yang mampu meraih masa depan yang lebih baik. oleh karena itu diperlukan perubahan kurikulum. Dalam kaitan ini maka perlu adanya bimbingan dan penyuluhan bagi para siswa dalam meniti hidupnya meraih masa depan yang diharapkanya.

(c) Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. Pendekatan keterampilan proses diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pelajaran. (d) Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Kimia. Konsep-konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian. Sejarah Dunia dan Nasional. Fisika. Mata pelajaran yang termasuk kelompok inti tersebut adalah : Agama. maupun psikomotor. semiabstrak. (b) Penambahan mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan jurusan masingmasing. dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal. (2) Kebijakan Dalam Penyusunan Kurikulum 1984 Kebijakan dalam penyusunan Kurikulum 1984 adalah sebagai berikut : (a) Adanya perubahan dalam perangkat mata pelajaran inti Kalau pada Kurikulum 1975 terdapat delapan pelajaran inti. pada Kurikulum 1984 terdapat enam belas mata pelajaran inti. CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik. afektif. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya. Kesenian. Keterampilan proses adalah pendekatan belajar-mengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukkan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. Geografi Indonesia. maka dalam Kurikulum 1984 jurusan dinyatakan dalam program A dan B Program A terdiri dari : i. Keterampilan. yaitu IPA. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. Bahasa Inggris. (e) Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. semikonkret. penekanan pada mata pelajaran Bahasa dan Budaya Sedangkan program B adalah program yang mengarah kepada . penekanan pada mata pelajaran Ekonomi iv. Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks. Geografi Dunia. A4. Bahasa. A1. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah. Biologi.belajar siswa aktif (CBSA). Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Pendidikan Moral Pancasila. baik dalam ranah kognitif. Ekonomi. semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan. penekanan pada mata pelajaran Biologi iii. IPS. baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. A3. dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. Matematika. Bahasa dan Kesusasteraan Indonesia. intelektual. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret. penekanan pada mata pelajaran Fisika ii. (c) Perubahan program jurusan Kalau semula pada Kurikulum 1975 terdapat 3 jurusan di SMA. A2. mental. (f) Menggunakan pendekatan keterampilan proses.

Akibatnya. Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. di antaranya sebagai berikut. (3) Dengan berlakunya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional maka Kurikulum Sekolah Menengah Umum perlu disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan tersebut. 6) Kurikulum 1994 a) Latar Belakang Diberlakukanya Kurikulum 1994 Adapun yang menjadi latar belakang diberlakukanya kurikulum 1994 adalah sebagai berikut : (1) Bahwa sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan UndangUndang. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2) Bahwa untuk mewujudkan pembangunan nasional di bidang pendidikan. yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. sehingga siswa selesai mengikuti pelajaran pada periode tertentu akan mendapatkan materi pelajaran yang cukup banyak. proses pembelajaran menekankan pada pola pengajaran yang berorientasi pada teori belajar mengajar dengan kurang memperhatikan muatan (isi) pelajaran. (1) Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan (2) Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi) (3) Kurikulum 1994 bersifat populis. Pada kurikulum sebelumnya. yaitu yang memberlakukan satu sistem . perkembangan masyarakat. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak. yaitu kurikulum 1984. Tetapi mengngat program B memerlukan sarana sekolah yang cukup maka program ini untuk sementara ditiadakan. yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian.keterampilan kejuruan yang akan dapat menerjunkan siswa langsung berkecimpung di masyarakat. (d) Pentahapan waktu pelaksanaan Kurikulum 1984 dilaksanakan secara bertahap dari kelas I SMA berturut tahun berikutnya di kelas yang lebih tinggi. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran. Hal ini terjadi karena berkesesuaian suasan pendidikan di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) pun lebih mengutamakan teori tentang proses belajar mengajar. diperlukan peningkatan dan penyempurnaan pentelenggaraan pendidikan nasional. b) Pokok Kurikulum 1994 Terdapat ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994. Tim ini memandang bahwa materi (isi) pelajaran harus diberikan cukup banyak kepada siswa. serta kebutuhan pembangunan. pada saat itu dibentuklah Tim Basic Science yang salah satu tugasnya ikut mengembangkan kurikulum di sekolah.

(5) Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikan dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah. evaluasi. Penyempurnaan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan kurikulum.kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. dimungkinkan lebih dari satu jawaban). divergen (terbuka. Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan. (4) Dalam pelaksanaan kegiatan. (4) Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait. (7) Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman siswa. pembelajaran. terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented). dari hal yang mudah ke hal yang sulit. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen. Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. dan penyelidikan. guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. Permasalahan di atas terasa saat berlangsungnya pelaksanaan kurikulum 1994. di antaranya sebagai berikut. Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan bertahap yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan penyempurnaan jangka panjang. (6) Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak. dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya penyempurnaan itu diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1994. baik secara mental. dan sarana/prasarana termasuk buku pelajaran. (3) Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa. seperti tujuan materi. potensi siswa. . fisik. sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. serta tuntutan kebutuhan masyarakat. dan sosial. dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya. (1) Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata pelajaran (2) Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa. (5) Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar. dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek. yaitu (1) Penyempurnaan kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (2) Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar.

sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. (2) Kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk menjadi kompeten. keterampilan. (4) Kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus didefinisikan secara jelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur. Sejalan dengan visi pendidikan yang mengarahkan pada dua pengembangan. maka pendidikan di sekolah dititipi seperangkat misi dalam bentuk paket-paket kompetensi. Implementasi pendidikan di sekolah mengacu pada seperangkat kurikulum. (Puskur. Menurut Mulyasa (2006:39) Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu. dan (2) keberagaman . Kompetensi merupakan pengetahuan. Sehingga dikembangkan kurikulum baru yang diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu.7) Kurikulum Berbasis Kompetensi – Versi Tahun 2002 dan 2004 Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan. (1) Kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. dan proses pembelajaran. kegiatan belajar mengajar. 2002:55). Kurikulum 1994 perlu disempurnakan lagi sebagai respon terhadap perubahan struktural dalam pemerintahan dari sentralistik menjadi desentralistik sebagai konsekuensi logis dilaksanakannya UU No. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu (Puskur. (3) Kompeten merupakan hasil belajar (learning outcomes) yang menjelaskan halhal yang dilakukan siswa setelah melalui proses pembelajaran. khususnya dalam mata pelajaran matematika mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran matematika di jenjang persekolahan merupakan suatu kegiatan yang harus dikaji terus menerus dan jika perlu diperbaharui agar dapat sesuai dengan kemampuan murid serta tuntutan lingkungan. yaitu untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan kebutuhan masa datang. dalam arti memiliki pengetahuan. 22 dan 25 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. keterampilan. 2002:56). penilaian. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Soejadi (1994:36). seperti penyempurnaan kurikulum. Dasar pemikiran untuk menggunakan konsep kompetensi dalam kurikulum adalah sebagai berikut. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. materi pelajaran. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. Salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan inovasi di bidang kurikulum.

jika diberikan waktu yang cukup. 3) Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. 5) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. yaitu: 1) pemilihan kompetensi yang sesuai. 3) Pendefinisian kembali terhadap bakat. 2) Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. (Depdiknas dalam Mulyasa. Menurut Wardhani (2004: 2) kerangka dasar KBK memuat tentang : 1) Kompetensi: Kompetensi merupakan pengetahuan. sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. 2004:42) Mulyasa (2004:40-41) mengemukakan tiga landasan teoritis yang mendasari kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Standar kompetensi merupakan hasil jabaran dari fungsi dan tujuan pendidikan nasional. serta tidak tergantung kepada orang lain. 3) Penilaian pada kurikulum 2004: Penilaian berbasis kelas yaitu dilakukan oleh guru. 2) spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi.yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya. bersifat internal. Dalam pembelajaran individual setiap peserta didik dapat belajar sendiri sesuai dengan kemampuan masing-masing. disikapi. bagian dari pembelajaran. Dalam kaitan ini Hall (1986) sebagaimana dikutip dari Mulyasa (2004 : 41) menyatakan bahwa setiap peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. keterampilan. standar kompetensi mata pelajaran per kelas. standar kompetensi mata pelajaran. 2) Standar Kompetensi: Standar kompetensi merupakan seperangkat kompetensi yang dibakukan secara nasional dan diwujudkan dengan hasil belajar peserta didik. sebagai bahan untuk . Penjabaran standar kompetensi terdiri atas: standar kompetensi lintas kurikulum. semua peserta didik dapat mempelajari semua bahan yang diberikan dengan hasil yang baik. 2) Pengembangan konsep belajar tuntas (mastery learning) atau belajar sebagai penguasaan (learning for mastery) adalah suatu falsafah pembelajaran yang mengatakan bahwa dengan system pembelajaran yang tepat. standar kompetensi lulusan. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok. standar kompetensi bahan kajian. 4) Sumber belajar bukan hanya guru. atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten. 3) pengembangan sistem pembelajaran. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. yaitu : 1) Adanya pergeseran dari pembelajaran kelompok ke arah pembelajaran individual.

Hasil belajar mencerminkan keluasan. Struktur kompetensi dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi ini dirinci dalam komponen aspek. . pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar. Keterampilan dan pengetahuan dalam setiap mata pelajaran. pemecahan masalah. (Puskur. Indikator bukan berarti dirumuskan dengan rentang yang sempit. presentasi. dilakukan dengan berbagai cara. dan dilakukan siswa sebagai hasil pembelajaran mata pelajaran matematika. berkolaborasi secara horisontal (dengan sekolah lain. dan memiliki sikap menghargai kegunaan matematika. Mari kita lihat contohnya dalam mata pelajaran matematika. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau subaspek mata pelajaran matematika. keterampilan. diketahui. Perumusan hasil belajar adalah untuk menjawab pertanyaan. program penilaian. sekolah mengembangkan perangkat kurikulum (silabus. komite sekolah. Misalkan. kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik. disusun dan dibagi menurut aspek dari mata pelajaran tersebut. atau melalui kinerja atau melakukan tugas lainnya. Perumusan indikator adalah untuk menjawab pertanyaan. “Apa yang harus siswa ketahui dan mampu lakukan sebagai hasil belajar mereka pada level ini?”. menantang dan menyenangkan. 4) Kegiatan pembelajaran pada kurikulum 2004: Kegiatan pernbelajaran berpusat pada peserta didik. mengembangkan kreatifitas. pemantauan dan penilaian untuk meningkatkan efisiensi. organisasi profesi) dan vertikal (dewan pendidikan dan dinas pendidikan). komunikasi. Guru akan menggunakan indikator sebagai dasar untuk menilai apakah siswa telah mencapai hasil belajar seperti yang diharapkan. dan kompleksitas kurikulum dinyatakan dengan kata kerja yang dapat diukur dengan berbagai teknik penilaian. menyediakan pengalaman belajar yang beragam. kontekstual. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika merupakan gambaran kompetensi yang seharusnya dipahami. Kompetensi dasar tersebut dirumuskan untuk mencapai keterampilan (kecakapan) matematika yang mencakup kemampuan penalaran. Kompetensi dasar matematika merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. “Bagaimana kita mengetahui bahwa siswa telah mencapai hasil belajar yang diharapkan?”. pembelajaran).memperbaiki mutu hasil belajar. menggunakan acuan patokan/kriteria dan ketuntasan belajar (individu peserta didik). juga tidak dimaksudkan untuk menentukan bagaimana guru melakukan penilaian. Struktur kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam suatu mata pelajaran memuat rincian kompetensi (kemampuan) dasar mata pelajaran itu dan sikap yang diharapkan dimiliki siswa. Pernyataan hasil belajar ditetapkan untuk setiap aspek rumpun pelajaran pada setiap level. berorientasi pada kompetensi. 5) Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah: Mengacu pada visi dan misi sekolah. belajar melalui berbuat. kedalaman. maka ini dapat ditunjukkan dengan kegiatan menulis. jika indikator menyatakan bahwa siswa mampu menjelaskan konsep atau gagasan tertentu. 2002b). kelas dan semester. Setiap hasil belajar memiliki seperangkat indikator. dan rencana . yaitu tidak dimaksudkan untuk membatasi berbagai aktivitas pembelajaran siswa.

sosial budaya masyarakat setempat. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. . peluang dan ancaman bagi dirinya. b) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama. dan peserta didik. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tersebut dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. dan 24 tahun 2006 Menurut Undang-undang nomor 24 tahun 2006 pasal 1 ayat 15. b) Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. Jadi. penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan. Kurikulum terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). e) Sekolah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikannya masing-masing. Terdapat beberapa tujuan mengapa pemerintah memberlakukan KTSP pada setiap jenjang pendidikan. Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP dimana panduan tersebut berisi sekurang-kurangnya model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. c) Pengambilan keputusan lebih baik dilakukan oleh sekolah karena sekolah sendiri yang paling tahu yang terbaik bagi sekolah tersebut. 23.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) . c) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai. potensi dan karakteristik daerah. d) Keterlibatan warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum dapat menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang selanjutnya ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 22. mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia. Disamping itu. pengembangan KTSP harus disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan. kelemahan. Tujuan tersebut dijabarkan sebagai berikut : Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. serta peserta didik. Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah : a) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum. Mulyasa (2006: 22-23) Mulyasa (2006: 23) mengemukakan bahwa KTSP perlu diterapkan pada satuan pendidikan berkaitan dengan tujuh hal berikut : a) Sekolah lebih mengetahui kekuatan. potensi daerah/ karakteristik daerah.

g) Seimbang antara kepentingan global. Menurut Mulyasa (2006: 153-167). dan lokal. d) Relevan dengan kebutuhan. terdapat tujuh strategi yang perlu diperhatikan dalam pengembangan KTSP di sekolah. teknologi. Kurikulum dikembangkan atas kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. pembudayaan. serta warga negara yang demokratis sehingga perlu disesuaikan dengan potensi. berakhlak mulia. dan lingkungan peserta didik. nasional. f) Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. perkembangan. g) Sekolah dapat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah secara cepat serta mengakomodasikannya dengan KTSP. suku. dan pengembangan diri secara terpadu. dan seni. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan global. b) Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman peserta didik. serta status sosial ekonomi dan gender. c) Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi d) Permendiknas nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan e) Permendiknas nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas nomor 22 dan 23 tahun 2006. KTSP dikembangkan dengan dilandasi oleh undang-undang dan peraturan pemerintah sebagai berikut : a) Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional b) Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. muatan lokal.f) Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. budaya. serta kebutuhan peserta didik dan lingkungannya. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Adapun prinsip-prinsip pengembangan KTSP menurut Permendiknas nomor 22 tahun 2006 sebagaimana dikutip dari Mulyasa (2006: 151-153) adalah sebagai berikut : a) Berpusat pada potensi. kondisi daerah dengan tidak membedakan agama. perkembangan. kebutuhan. adat. dan seni berkembang secara dinamis. e) Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. teknologi. dan lokal untuk membangun kehidupan masyarakat. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan relevansi pendidikan tersebut dengan kebutuhan hidup dan dunia kerja. berilmu. c) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. nasional. Strategi-strategi tersebut diuraikan sebagai berikut : a) Sosialisasi KTSP di sekolah Sosialisasi KTSP terhadap seluruh warga sekolah bahkan terhadap masyarakat dan orang tua peserta didik dapat meningkatkan pengenalan dan pemahaman . Pengembangan kurikulum didasarkan atas prinsip bahwa peserta didik adalah sentral proses pendidikan agar menjadi manusia yang bertakwa.

(4) Menciptakan kerja sama saling menghargai baik antar peserta didik maupun antara peserta didik dengan guru. Dengan demikian dibutuhkan kesiapan yang matang dari guru dalam pelaksanaan KTSP. terutama disiplin diri (self. (5) Melibatkan peserta didik dalam proses perencanaan pembelajaran (6) Mengembangkan proses pembelajaran sebagai tanggung jawab bersama antara peserta didik dengan guru sehingga guru dapat lebih bertindak sebagai fasilitator pembelajaran. berinisiatif. berimprovisasi. hangat. Untuk menumbuhkan konsep diri. Kreatifitas guru dan peserta didik perlu senantiasa ditingkatkan untuk membuat dan mengembangkan alat-alat pembelajaran serta alat peraga lain yang berguna bagi peningkatan kualitas pembelajaran. nyaman.discipline). guru harus mampu membina kedisiplinan peserta didik. dan semangat belajar. . d) Membina disiplin Dalam pengembangan KTSP. (7) Mengembangkan sistem evaluasi belajar dan pembelajaran yang menekankan pada evaluasi diri. Termasuk dalam hal ini adalah penyediaan bahan pembelajaran yang menarik dan menantang bagi peserta didik. Hal ini bertujuan agar KTSP dapat dilaksanakan secara optimal serta warga sekolah. optimisme dan harapan yang tinggi dari warga sekolah. menerima. dan perpustakaan. tertib. guru disarankan bersikap empatik. b) Menciptakan suasana yang kondusif Lingkungan sekolah yang aman. (3) Mengembangkan organisasi kelas yang efektif. Beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengembangkan disiplin di sekolah menurut Mulyasa (2006 : 159-160) antara lain : (1) Konsep diri. Kewajiban yang harus melekat pada diri setiap guru adalah untuk berkreasi. dan nyaman. masyarakat. Dapat dilihat bahwa hal-hal yang dapat dilakukan dalam perwujudan iklim yang kondusif hampir seluruhnya terjadi di lingkungan kelas sehingga komponen yang paling berperan dalam hal ini adalah guru. dan berinovatif. serta KTSP yang akan dikembangkan. serta adanya kegiatan-kegiatan yang terpusat pada diri peserta didik merupakan iklim yang dapat membangkitkan nafsu.warga sekolah terhadap visi dan misi sekolah. (2) Guru harus memiliki ketrampilan berkomunikasi secara efektif agar dapat mendorong kepatuhan peserta didik. serta tenaga pengelola yang profesional. pusat sumber belajar. Iklim belajar yang kondusif antara lain dapat dikembangkan dengan pelayanan dan kegiatan sebagai berikut : (1) Memberikan pilihan bagi peserta didik yang lambat maupun yang cepat dalam melaksanakan tugas pembelajaran. c) Menyiapkan sumber belajar Sumber belajar yang perlu dikembangkan dalam KTSP di sekolah antara lain laboratorium. menarik. dan orang tua merasa memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan pelaksanaan KTSP. gairah. (2) Memberikan pembelajaran remidial bagi peserta didik yang kurang berprestasi. terbuka sehingga peserta didik dapat mengeksplorasikan pikiran dan perasaannya dalam memecahkan masalah.

dan memotivasi staf guna mencapai tujuan pendidikan secara optimal. (3) Mengidentifikasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan sebagai acuan dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan penciptaan iklim sekolah. dan dunia kerja. kepala sekolah dan tenaga administrasi. sarana dan sumber belajar. a) Penyusunan KTSP Proses penyusunan KTSP perlu diawali dengan melakukan analisis konteks terhadap hal-hal sebagai berikut : (1) Analisis potensi. guru. Oleh karena itu. Kemandirian kepala sekolah terutama diperlukan dalam memobilisasi sumber daya sekolah dalam kaitannya dengan KTSP. e) Mengembangkan kemandirian kepala sekolah Kemandirian dan profesionalisme kepala sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam pelaksanaan KTSP di sekolah. Dalam hal ini tugas guru tidak hanya menyampaikan informasi melainkan juga sebagai fasilitator yang memberikan kemudahan belajar kepada seluruh peserta didik. Dengan demikian. Sedangkan Benchmarking adalah . baik yang berkaitan dengan peserta didik. asosiasi profesi. terutama dalam menghadapi siswa yang bermasalah. Ini dilakukan untuk membantu siswa mengetahui tentang nilai-nilai dan membentuk sistem nilainya sendiri. Mulyasa (2006 : 172-173) Selanjutnya dilakukan School review dan Benchmarking. serta mutu lulusan. Adapun fungsi manajemen staf yang harus dilakukan kepala sekolah adalah menarik. (5) Analisis transaksional. agar mereka mempu menjadi fasilitator dan mitra belajar bagi peserta didik. Guru disarankan menunjukkan secara tepat perilaku yang salah. (4) Klarifikasi nilai. pembelajaran. serta pembiayaan. f) Membangun karakter guru Guru merupakan faktor penting dalam keberhasilan proses dan hasil belajar. dunia industri. dinas pendidikan. g) Memberdayakan staf Keberhasilan pendidikan di sekolah juga sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam pemberdayaan staf. mengembangkan. sarana dan prasarana. baik yang bersumber dari komite sekolah. sehingga membantu peserta didik mengatasi perilakunya serta guru dapat memanfaatkan akibat-akibat logis dan alami dari perilaku yang salah. Oleh karena itu. kekuatan. pembelajaran harus sebanyak mungkin melibatkan peserta didik. School review adalah suatu proses untuk mengembangkan seluruh komponen sekolah agar dapat bekerja sama khususnya dengan orang tua dan tenaga profesional untuk mengevaluasi dan menilai efektifitas lembaga. Pengembangan KTSP menuntut aktifitas dan kreatifitas guru dalam membentuk kompetensi peserta didik. (2) Analisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar.(3) Konsekuensi-konsekuensi logis dan alami. dan programprogram yang ada di sekolah. dan kelemahan yang ada di sekolah dan satuan pendidikan. pengembangan silabus. Dalam hal ini guru disarankan belajar sebagai orang dewasa. perlu dibangun karakter guru. dalam pelaksanaan KTSP diperlukan kemampuan manajemen serta kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dan prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah. serta sumber daya alam dan sosial budaya. dewan pendidikan. menggaji. pelayanan peserta didik.

kompetensi dasar. dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut. penjurusan. alokasi waktu. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan untuk pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan. (6) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. alokasi waktu. penilaian.suatu kegiatan untuk menetapkan standar dan target yang akan dicapai dalam suatu periode tertentu. (3) Kalender pendidikan Dalam penyusunan kalender pendidikan. Menurut Pola Induk Sistem Pengujian Hasil Kegiatan Pembelajaran Berbasis Kemampuan Dasar SMU terbitan Depdiknas (2002 :17-18) silabus merupakan produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai. pengetahuan. yang mencakup standar kompetensi. pengembang kurikulum harus mampu menghitung jam belajar efektif untuk pembentukan kompetensi peserta didik. (2) Tujuan pendidikan satuan pendidikan Tujuan pendidikan satuan pendidikan merupakan acuan dalam mengembangkan KTSP. penilaian. KTSP memiliki enam komponen penting sebagai berikut : (1) Visi dan misi satuan pendidikan Visi merupakan suatu pandangan atau wawasan yang merupakan representasi dari apa yang diyakini dan diharapkan dalam suatu organisasi dalam hal ini sekolah pada masa yang akan datang. Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa silabus merupakan pengembangan dari kurikulum yang berupa rencana pembelajaran suatu kelompok . akhlak mulia. ” Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu. (5) Silabus Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu. dan menyesuaikan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik. serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Secara garis besar. indikator. dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. (4) Struktur muatan KTSP Struktur muatan KTSP terdiri atas : a) Mata pelajaran b) Muatan lokal c) Kegiatan pengembangan diri d) Pengaturan beban belajar e) Kenaikan kelas. dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan”. b) Penyusunan Silabus Berbasis KTSP Menurut Mulyasa ( 2006 : 190). materi pembelajaran. materi pembelajaran. yang mencakup standar kompetensi. kompetensi dasar. kepribadian. dan kelulusan f) Pendidikan kecakapan hidup g) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. indikator.

mata pelajaran dengan tema tertentu. (4) Kontinuitas Kontinuitas mengandung arti bahwa setiap program pembelajaran yang dikemas dalam silabus memiliki keterkaitan satu sama lain dalam membentuk kompetensi dan pribadi peserta didik. yang mencakup standar kompetensi. logis. dan waktu tanpa mengurangi hasil atau kompetensi standar yang ditetapkan. materi pokok. daya. (9) Efisien Efisien dalam pengembangan silabus berkaitan dengan upaya untuk memperkecil atau menghemat penggunaan dana. pengalaman belajar. pengalaman belajar. dan sistem penilaian memiliki hubungan yang konsisten dalam membentuk kompetensi peserta didik. indikator. dan sistem penilaian yang dilaksanakan dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan. Dengan demikian guru tidak mutlak harus menyajikan program dengan konfigurasi seperti dalam silabus tertulis. Demikian juga dengan peserta didik. Memadai juga berkaitan dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran. sehingga akan berbeda antara guru satu dengan guru lain. (3) Fleksibel Prinsip fleksibel mengandung makna bahwa pelaksana program. kompetensi dasar. sumber belajar. sumber belajar. (8) Efektif Silabus yang efektif adalah silabus yang dapat diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran nyata di kelas atau di lapangan. (5) Konsisten Konsisten mengandung arti bahwa antara standar kompetensi. dan sumber belajar yang digunakan untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan masing-masing satuan pendidikan. yang berarti bahwa keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan silabus harus benar. indikator. alokasi waktu. (2) Relevan Relevan berarti bahwa pengembangan silabus harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik serta sesuai dengan tuntutan kerja di lapangan. peserta didik. dan lulusan memiliki ruang gerak dan kebebasan dalam bertindak. Namun suatu silabus minimal memuat enam komponen utama. indikator. Pengembangan silabus berbasis KTSP sepenuhnya diserahkan kepada guru. kompetensi dasar. (7) Aktual dan kontekstual Aktual dan kontekstual mengandung arti bahwa ruang lingkup komponenkomponen silabus memperhatikan perkembangan IPTEK dan seni. materi. (6) Memadai Memadai mengandung arti bahwa ruang lingkup indikator. peserta didik diberi berbagai pengalaman belajar yang dapat dipilih sesuai dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing. dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. materi pembelajaran. standar proses (kegiatan belajar mengajar). tetapi dapat mengakomodasikan berbagai ide baru atau memperbaiki ide-ide sebelumnya. yaitu : standar kompetensi. penilaian. dan standar penilaian. Adapun prinsip pengembangan silabus dapat diuraikan sebagai berikut : (1) Ilmiah Pengembangan silabus harus dilakukan dengan prinsip ilmiah. . materi standar. kompetensi dasar.

konsep. d) Pembelajaran dan Penilaian Berbasis KTSP Pembelajaran berbasis KTSP adalah suatu proses penerapan ide.”. dengan demikian guru dapat mempertahankan situasi agar peserta didik dapat memusatkan perhatiannya pada pembelajaran yang telah diprogramkan. serta siap dijadikan pedoman pembelajaran. sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu. sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. ”…Sumantri (1988: 108) bahwa: perencaan yang baik sangat membantu pelaksanaan pembelajaran. lembar pengamatan. dimana pengembangannya dilakukan oleh guru. Dengan demikian.Adapun prosedur pengembangan silabus berbasis KTSP meliputi langkah-langkah sebagai berikut : (1) Mengisi kolom identitas (2) Mengkaji dan menganalisis standar kompetensi (3) Mengkaji dan menentukan kompetensi dasar (4) Mengidentifikasi materi standar (5) Mengembangkan pengalaman belajar (6) Merumuskan indikator keberhasilan (7) Menentukan penilaian (standar penilaian) (8) Menentukan alokasi waktu (9) Menentukan sumber belajar c) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berbasis KTSP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. contoh soal. Guru bertugas menjabarkan silabus ke dalam RPP yang lebih operasional dan rinci. dapat disimpulkan bahwa RPP memegang peranan penting dalam proses pembelajaran yaitu sebagai perencanaan atas apa yang akan dilakukan di kelas serta baik guru ataupun peserta didik dapat mengetahui tujuan apa yang akan dicapai dalam proses pembelajaran tersebut. Dengan demikian pembelajaran Matematika berbasis KTSP merupakan pembelajaran berbasis KTSP yang diterapkan pada Mata Pelajaran . kompetensi dasar. serta indikator hasil belajar seperti yang termuat dalam silabus. Seperti yang dikutip dari Mulyasa (2006: 221). dan kebijakan KTSP dalam suatu aktifitas pembelajaran. dan teknik penskoran. Adapun langkah-langkah pengembangan RPP secara garis besar dijabarkan sebagai berikut : (1) Mengisi kolom identitas (2) Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan (3) Menentukan standar kompetensi. karena baik guru maupun peserta didik mengetahui dengan pasti tujuan yang ingin dicapai dan cara mencapainya. RPP merupakan komponen penting dalam KTSP. (4) Merumuskan tujuan pembelajaran (5) Mengidentifikasi materi standar berdasarkan materi pokok pada silabus (6) Menentukan metode pembelajaran (7) Merumuskan langkah-langkah pembelajaran (8) Menentukan sumber belajar yang digunakan (9) Menyusun kriteria penilaian.

ulangan tengah semester. dan post tes. pembentukan kompetensi. jujur. Adapun penilaian hasil belajar dalam KTSP meliputi penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pendidik. oleh satuan pendidikan. Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran berbasis KTSP mencakup tiga hal yaitu pre tes. Matematika dalam Bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu pasti. ditegaskan sekali lagi bahwa guru adalah faktor penentu keberhasilan KTSP karena sebaik apapun kurikulum dibuat apabila guru tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik maka kurikulum tersebut tidak akan memberikan hasil yang baik. Proses induktif deduktif dapat digunakan untuk mempelajari konsep matematika. memperkirakan hasil baru yang diharapkan. Namun demikian. membuat daftar sifat yang muncul (sebagai gejala).Matematika. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. nilai. yang kemudian dibuktikan secara deduktif. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. seperti diskusi. pengamatan dan tanya jawab. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Pembelajaran dapat dimulai dengan beberapa contoh atau fakta yang teramati. Mulyasa (2006: 246-247) mengungkapkan bahwa pembelajaran berbasis KTSP sedikitnya dipengaruhi oleh tiga faktor berikut : (1) Karakteristik KTSP (2) Strategi pembelajaran. penugasan. kreatif. keterampilan. b. Pembelajaran matematika a. pembelajaran dan pemahaman konsep dapat diawali secara induktif melalui pengalaman peristiwa nyata atau intuisi. Penerapan cara kerja matematika yang seperti ini diharapkan dapat membentuk sikap kritis. serta kegiatan lain yang dapat membantu pencapaian kompetensi (3) Karakteristik pengguna kurikulum. ulangan akhir semester. meliputi pengetahuan. dan oleh pemerintah. serta kemampuannya untuk merealisasikan dalam pembelajaran. kemajuan. dan sikap guru terhadap KTSP. 2003: 1). Pengertian Matematika Matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Dengan demikian. yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten (Depdiknas. dan komunikatif pada siswa. Penilaian ini digunakan untuk: (1) menilai pencapaian kompetensi peserta didik (2) bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar (3) memperbaiki proses pembelajaran Penilaian hasil belajar untuk Mata Pelajaran Matematika termasuk dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang diukur melalui ulangan. Pengertian Pembelajaran Pembelajaran adalah suatu usaha yang disengaja yang melibatkan interaksi antara . yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. dan ulangan kenaikan kelas.

serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. secara luwes. d. merancang model matematika. 3) Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol. e. Guru harus mampu mengontrol keadaan kelas sehingga tercipta suasana yang kondusif bagi pembelajaran. dan lain sebagainya. antara lain: metode Student Teams Achievement Decision (STAD). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001: 17). Karena seolah-olah sudah menjadi konsensus maka ketika urutan dirubah sedikit saja protes dan penentangan dari masyarakat begitu kuat. atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. c. of sien. Mengingat dalam KTSP pembelajaran Matematika harus melibatkan peserta didik dalam segala aktifitas pembelajaran serta harus dapat mengatasi keheterogenan potensi siswa maka guru dapat menggunakan metode mengajar yang bervariasi. 2006: 1-3). Fungsi dan Tujuan Pembelajaran Matematika Menurut Depdiknas (2006: 388) mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1) Memahami konsep matematika. atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. situasi dan suasana yang kondusif harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan senang. dalam pemecahan masalah. 2) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah. penemuan terbimbing. diskusi kelompok. menyusun bukti. Urutan-urutan materi seolah-olah telah menjadi konsensus masyarakat. yaitu: 1) Pembelajaran Matematika Tradisional Setelah Indonesia terlepas dari penjajahan kolonial. presentasi kelompok. Metodemetode tersebut dapat secara variatif diterapkan dalam mengajar di kelas dimana penggunaannya disesuaikan dengan materi ajar serta kondisi siswa. Perkembangan Pembelajaran Matematika Berikut ini akan di paparkan tentang perkembangan matematika. pemerintah berbenah diri menyusun program pendidikan. Ini merupakan tugas guru sebagai fasilitator pembelajaran. perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi. pembelajaran adalah proses. yang terbagi menjadi tiga tahap (Subando. dan tepat. Pembelajaran Matematika Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Matematika merupakan usaha yang disengaja yang melibatkan interaksi antara guru dan siswa serta menggunakan kemampuan profesional guru untuk mencapai tujuan kurikulum Matematika. yaitu memiliki rasa ingin tahu. menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Saat itu pembelajaran matematika lebih ditekankan pada ilmu hitung dan cara berhitung. . Dalam proses pembelajaran. akurat. menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma. perhatian. Matematika diletakkan sebagai salah satu mata pelajaran wajib. tabel. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. cara. diagram. dan minat dalam mempelajari matematika. 1) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat. Think Pair Share (TPS).guru dan siswa serta menggunakan kemampuan profesional guru untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. jigsaw.

kurang merangsang anak untuk ingin tahu. relasi. Akhimya Pemerintah merancang program pembelajaran yang dapat menutupi kelemahan-kelemahan tersebut dengan diterapkannya kurikulum 1975 dimana matematika saat itu mempnyai karakteristik sebagai berikut: a) Memuat topik-topik dan pendekatan baru. Teori ini sesuai dengan terori Gestalt yang muncul sekitar tahun 1930. Ditambah lagi masyarakat dihadapkan pada kemajuan teknologi. J. maksudnya bila ada soal dengan menggunakan operasi hitung maka perkalian harus didahulukan di manapun letaknya baru kemudian pembagian. bahasa/istilah dan simbol yang digunakan tidak jelas. Geometri ruang tidak diajarkan serempak dengan geometri ruang. berdasar urutan operasi yaitu bagi dulu baru jumlah dan hasilnya adalah 10. bagi.P Dienes.M Gagne dan lain-lain semakin memperkuat arus perubahan model pembelajaran matematika. Z.Ausubel. penulisan lambang bilangan non desimal. urutan operasi hitung pada era pembelajaran matematika tradisional adalah kali.P Guilford. Sementara itu cabang matematika yang diberikan di sekolah menengah pertama adalah aljabar dan geometri bidang. 2) Pembelajaran Matematika Modern Pengajaran matematika modern resminya dimulai setelah adanya kurikulum 1975. Model pembelajaran matematika modern ini muncul karena adanya kemajuan teknologi. dengan tanpa memberi tanda kurung. pembelajaran kurang menekankan pada pengertian. geometri ruang. dan sedikit geometri analitik bidang. di Amerika Serikat perasaan adanya kekurangan orang-orang yang mampu menangani senjata. Urutan operasi ini mulai tahun 1974 sudah tidak dipandang kuat lagi banyak kasus yang dapat digunakan untuk menunjukkan kelemahan urutan tersebut. Kekhasan lain dari pembelajaran matematika tradisional adalah bahwa pembelajaran lebih menekankan hafalan dari pada pengertian. .Untuk pertama kali yang diperkenalkan kepada siswa adalah bilangan asli dan membilang. penjumlahan dan pengurangan. lebih mengutamakan kepada melatih otak bukan kegunaan. Selain itu penemuan-penemuan teori belajar mengajar oleh J. W Brownell. berbagai kelemahan seolah nampak jelas. kurang adanya kontinuitas. Piaget. W Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika harus merupakan belajar bermakna dan berpengertian. Sedangkan yang diberikan di sekolah menengah atas adalah aljabar. tambah dan kurang. menekankan bagaimana sesuatu itu dihitung bukan mengapa sesuatu itu dihitungnya seperti itu. dimana Gestalt menegaskan bahwa latihan hafal atau yang sering disebut drill adalah sangat penting dalam pengajaran namun diterapkan setelah tertanam pengertian pada siswa. goneometri. geometri lukis adalah ilmu yang kurang banyak diperlukan dalam kehidupan sehingga menjadi abstrak dikalangan siswa. kemudian penjumlahan dengan jumlah kurang dari sepuluh. soal di atas ekuivalen dengan 9+3:3. Perbedaan hasil inilah yang menjadi alasan bahwa urutan tersebut kurang kuat. D. J. rudal dan roket sangat sedikit. statistik dan probabilitas. sistem numerasi kuno.S Bruner. Dua hat tersebut di atas mempengaruhi perkembangan pembelajaran matematika dalam negeri. Topik-topik baru yang muncul adalah himpunan. R. dan lain sebagainya. mendorong munculnya pembaharuan pembelajaran matematika. Contoh: 12:3 jawabanya adalah 4. Geometri diajarkan secara terpisah dengan geometri ruang selama tiga tahun. geometri lukis. pengurangan yang selisihnya positif dan lain sebagainya.

dan Taiwan. yaitu UNESCO telah menetapkan empat pilar utama pendidikan. adalah bahan-bahan baru yang sesuai dengan tuntutan di lapangan. belum sesuainya materi kurikulum dengan tarap kemampuan anak didik. Alasan dalam menerapkan kurikulum baru tersebut antara lain. perbedaan kemajuan pendidikan antar daerah dari segi teknologi. dan keempat pilar di atas. Perkembangan matematika di luar negeri tersebut berpengaruh terhadap matematika dalam negeri. seperti Jerman Barat. ketetapan wajib belajar 9 tahun. d) Pengenalan penekanan pembelajaran pada struktur. secara umum siswa diharapkan memiliki pemahaman dan penalaran terhadap produk dan proses matematika (apa. permainan geometri yang mampu mengaktifkan siswa juga disajikan dalam kurikulum ini. f. Revolusi ini diawali oleh kekhawatiran negara maju yang akan disusul oleh negara-negara terbelakang saat itu. hakekat matematika. Misalnya. adanya perbedaan kesenjangan antara program kurikulum di satu pihak dan pelaksana sekolah serta kebutuhan lapangan di pihak lain.Jepang. (1) Melalui proses learning to know. sementara untuk siswa sekolah menengah atas diberi materi baru seperti komputer. Keempat pilar tersebut bukan merupakan suatu urutan. f) Menggunakan bahasa yang lebih tepat. e) Programnya dapat melayani kelompok anak-anak yang kemampuannya heterogen. Di dalam negeri. learning to do. c) Program matematika sekolah dasar dan sekolah menengah lebih kontinu. dalam matematika . tahun 1984 pemerintah me-launching kurikulum baru. 3) Pembelajaran matematika masa kini Pembelajaran matematika masa kini adalah pembelajaran era 1980-an. Korea. Tantangan dan Harapan dalam Pembelajaran Matematika Pada akhir abad 21. maka harapan terhadap siswa pada pendidikan dasar dan menengah dalam matematika dapat dirumuskan sebagai berikut. g) Pusat pengajaran pada murid tidak pada guru. dan mengapa) yang memadai sebagai bekal melanjutkan studinya dan atau menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. i) Pengajaran matematika lebih hidup dan menarik. Pengajaran matematika ditandai oleh beberapa hal yaitu adanya kemajuan teknologi muthakir seperti kalkulator dan komputer. memecahkan masalah dan teknik diskusi. Dalam kurikulum ini siswa di sekolah dasar diberi materi aritmatika sosial. walaupun tidak sedahsyat pada revolusi matematika pertama atau matematika modern. yaitu kurikulum tahun 1984. dan learning to live together in peace and harmony. learning to be. organisasi pendidikan se dunia.b) Pembelajaran lebih menekankan pembelajaran bermakna dan berpengertian dari pada hafalan dan ketrampilan berhitung. CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) menjadi karakter yang begitu melekat erat dalam kurikulum tersebut. Hal lain yang menjadi perhatian dalam kurikulum tersebut. Hal ini merupakan gerakan revolusi matematika kedua. . melainkan saling melengkapi satu dengan yang lainnya. h) Metode pembelajaran menggunakan metode menemukan. adanya sarat materi. sehingga dalam pembelajaran di tiap jenjang pendidikan guru dapat menciptakan suasana belajar yang memuat keempat pilar tersebut secara bersamasama dan seimbang. yakni learning to know. bagaimana. Dengan merujuk pada Tujuan Pendidikan Nasional.

ditanamkan kemampuan memberikan alasan dan menjelaskan serta memberikan prediksi terhadap suatu permasalahan. Penciptaaan suasana belajar yang demikian menurut pilar keempat ini memberi kesempatatan kepada siswa untuk dapat belajar dan bekerja sama. http://suji. proses dinamik. hingga SMU mempelajari matematika beranjak dari hal-hal konkrit hingga ke hal-hal abstrak/formal. Sesuai dengan tahap perkembangan berpikirnya. suasana belajar matematika yang berorientasi pada pilar learning to live together in peace and harmony diharapkan bahwa siswa mampu bersosialisasi dan berkomunikasi dalam matematika. Selanjutnya. pada dasarnya matematika merupakan proses yang aktif baik secara fisik maupun mental. atau klasikal merupakan latihan belajar dalam suasana learning to live together in peace and harmony.id/2009/06/25/perjalanan-kurikulum-diindonesia/ Sejarah Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia Posted by admin on July 18. para siswa belajar matematika mulai dari tingkat SD. (3) Dalam melaksanakan proses matematika (doing math) secara bersamaan. 2010 in Pendidikan. sabar. siswa diharapkan pula menghayati pilar ketiga.student. (4) Pelaksanaan belajar matematika yang berorientasi pada learning to do dan learning to be. Kedua. Beberap alasan mengapa belajar matematika melakukan proses learning to do. menerima pendapat yang berbeda. belajar mengemukakan pendapat dan atau bersedia sharing ideas dengan orang lain dalam melaksanakan tugas-tugas matematika. di mana siswa membentuk pengetahuannya sendiri melalui proses asimilasi dan akomodasi. Random | 0 Comment . SLTP. pembelajaran matematika berorientasi pada pendekatan konstruktivisme. Dalam usaha melaksanakan learning to do. Dalam matematika. Dengan kata lain. (2) Proses learning to do diharapkan memberi kesempatan kepada siswa memiliki keterampilan dan mendorong siswa mau melaksanakan proses matematika dalam bentuk doing math yang memadai dan memacu peningkatan perkembangan intelektualnya. dengan learning to be siswa diharapkan memahami. Dalam kaitan dengan learning to do siswa pada pendidikan dasar (SD dan SLTP) dan pendidikan menengah (SMU) didorong melaksanakan proses matematika (doing math) mulai dari yang sederhana hingga ke yang kompleks. disiplin dan percaya diri. bekerja keras. dan proses generatif.uns. baik dalam bentuk belajar kelompok.fkip.ac. yaitu learning to be. diharapkan siswa dapat melaksanakan kegiatan matematika yang meliputi keterampilan perhitungan rutin dan non rutin serta berpikir tingkat tinggi yang melibatkan aspek pemecahan masalah dan penalaran matematika. persoalan dan permasalahan matematika di sekolah disajikan dengan bahasa dan konteks yang sesuai dengan berpikir dan lingkungannya. saling menghargai pendapat orang lain. khususnya tugas-tugas lain yang lebih luas. Pertama. menghargai atau mempunyai apresiasi terhadap nilai-nilai dan keindahan akan produk dan proses matematika yang ditunjukkan melalui sikap yang ulet.

Rencana Pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran. muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. artinya rencana pelajaran. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. Jumlah pelajarannya 9. materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari. Perubahan kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. RENCANA PELAJARAN TERURAI 1952 Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. Fokusnya pada pengembangan daya cipta. Salah satu konsep terpenting untuk maju adalah “melakukan perubahan”. pengetahuan dasar. tentu yang kita harapkan adalah perubahan untuk menuju keperbaikan dan sebuah perubahan selalu di sertai dengan konsekuensi-konsekuensi yang sudah selayaknya di pertimbangkan agar tumbuh kebijakan bijaksana. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. rasa. kesadaran bernegara dan bermasyarakat. keprigelan (keterampilan). Yang diutamakan pendidikan watak. karya. Riau. lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). Djauzak menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat. KURIKULUM 1968 Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Dalam bahasa Belanda. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan. Di penghujung era Presiden Soekarno. seorang guru mengajar satu mata pelajaran. plus garis-garis besar pengajaran. “Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila. karsa. kecerdasan. emosional/artistik.” katanya.” kata Djauzak Ahmad. di usia 16 tahun Djauzak adalah guru SD Tambelan dan Tanjung Pinang. dan kecakapan khusus. KURIKULUM 1975 . Ketika itu. Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas periode 1991-1995. perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani. Bentuknya memuat dua hal pokok: daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya.Deskripsi singkat tentang kurikulum apa saja yang pernah dikembangkan dalam program pendidikan di negeri tercinta Indonesia. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis. tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. dan jasmaniah. Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis. “Silabus mata pelajarannya jelas sekali. dan moral (Pancawardhana). Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. Ini adalah perkembangan Kurikulum Pendidikan Kita: RENCANA PELAJARAN 1947 Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan.

Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. hingga melaporkan. materi pelajaran. Kepala Pusat Kurikulum Depdiknas periode 1980-1986 yang juga Rektor IKIP Jakarta — sekarang Universitas Negeri Jakarta — periode 19841992. Konsep CBSA yang elok secara teoritis dan bagus hasilnya di sekolahsekolah yang diujicobakan. mengalami banyak deviasi dan reduksi saat diterapkan secara nasional. Mudjito. Kurikulum 1975 banyak dikritik. “Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen. banyak sekolah kurang mampu menafsirkan CBSA. Berbagai kepentingan kelompok-kelompok masyarakat juga mendesakkan agar isu-isu tertentu masuk dalam kurikulum. Guru dibikin sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran. MSi. materi. Tokoh penting dibalik lahirnya Kurikulum 1984 adalah Profesor Dr. Ak. Bila target kompetensi . yakni ujian. Materi muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing.Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan. Zaman ini dikenal istilah “satuan pelajaran”. mendiskusikan. Semiawan. tujuan instruksional khusus (TIK). di sana-sini ada tempelan gambar. yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). KURIKULUM 1994 dan SUPLEMEN KURIKULUM 1999 Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya. alat pelajaran. Dari muatan nasional hingga lokal. Sayangnya. Meski mengutamakan pendekatan proses. perpaduan tujuan dan proses belum berhasil. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum. Penolakan CBSA bermunculan. Kurikulum 1994 menjelma menjadi kurikulum super padat. keterampilan daerah. Ujian akhir sekolah maupun nasional masih berupa soal pilihan ganda. KURIKULUM 1984 Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum 1999. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Walhasil. kegiatan belajar-mengajar. Sayang. antara pendekatan proses. agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Tapi perubahannya lebih pada menambal sejumlah materi. lantaran beban belajar siswa dinilai terlalu berat. misalnya bahasa daerah kesenian. dan lain-lain. Kritik bertebaran. Metode. dan evaluasi. tapi faktor tujuan tetap penting. kerancuan muncul bila dikaitkan dengan alat ukur kompetensi siswa. Dari mengamati sesuatu. Yang terlihat adalah suasana gaduh di ruang kelas lantaran siswa berdiskusi. KURIKULUM Berbasis Kompetensi 2004 Bahasa kerennya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). dan yang menyolok guru tak lagi mengajar model berceramah. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL). Kejatuhan rezim Soeharto pada 1998.” kata Drs. Sayangnya. “Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984. Conny R. mengelompokkan.” kata Mudjito menjelaskan. Direktur Pembinaan TK dan SD Depdiknas. yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu. Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa.

menurut Jasin (1987) telah diadakan empat kali pembaharuan kurikulum.yang ingin dicapai. Meski baru diujicobakan.id) KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran) 2006 Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan. seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan (sekolah) dibawah koordinasi dan supervisi pemerintah Kabupaten/Kota http://pii-mesir. Setidak-tidaknya. Guru-guru pun tak paham betul apa sebenarnya kompetensi yang diinginkan pembuat kurikulum. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Hal ini disebabkan karangka dasar (KD). . standar kompetensi lulusan (SKL). Muncullah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. dan kota besar di luar Pulau Jawa telah menerapkan KBK. Hasilnya tak memuaskan. Dalam konteks sejarah kurikulum umum. Rencana Pelajaran 1947 berada dalam zamannya "developmental conformism" (1941-1956). telah beberapa kali dilakukan pembaharuan kurikulum pendidikan dasar dan menengah. toh di sejumlah sekolah kota-kota di Pulau Jawa. standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.go.cc/2010/07/sejarah-perkembangan-kurikulumpendidikan-di-indonesia/ Sejak Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945. Pembaharuan kedua terjadi dengan dikeluarkannya Rencana Pendidikan 1964. Zaman tersebut menekankan pendidikan kepada pembentukan karakter manusia.co. evaluasinya tentu lebih banyak pada praktik atau soal uraian yang mampu mengukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa. (sumber: depdiknas. Pembaharuan pertama dilakukan dengan dikeluarkannya Rencana Pelajaran 1947 yang menggantikan seluruh sistem pendidikan kolonial Belanda. Semangat proklamasi kemerdekaan dan revolusi nasional memberikan pengaruh besar dalam pembaharuan pendidikan setelah masa kolonial berakhir. Pelajaran KTSP masih tersendat. Jadi pengambangan perangkat pembelajaran. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada.

Pergantian kurikulum tersebut ditandai oleh keadaan politik. Keadaan politik pada waktu itu menuntut adanya perubahan radikal pemerintahan Orde Lama dalam segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. yaitu alih orde dari Orde Lama menjadi Orde Baru pada tahun 1966. c. 1971). Pembaharuan keempat terjadi dengan diterbitkannya Kurikulum 1975/1976/1977. Laporan Proyek Penilaian Nasional Pendidikan (PPNP) tentang hasil penelitian (survey) yang mengungkapkan beberapa masalah pendidikan dam saran-saran alternatif pemecahannya. Berkenaan dengan hal di atas Jasin (1987) mengemukakan bahwa bahan-bahan empiris tersebut adalah : a. (Laporan Badan Pengembangan Pendidikan. Pembaharuan ketiga terjadi dengan dikeluarkannya Kurikulum 1968.Pemikiran dan usaha pembaharuan yang mendorong lahirnya rencana tersebut antara lain adalah tentang perlunya Indonesia mengejar ketinggalannya di bidang ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu-ilmu alam (science) dan matematika. Seminar identifikasi problema pendidikan pada tahun 1969 yang membahas . Uji coba kurikulum melalui Sekolah Laboratorium IKIP Malang selama Pelita I/1969-1974 dan hasil suatu team dari badan Pengembangan Pendidikan yang bertugas menganalisa kurikulum yang berlaku. Pemikiran dan usaha tersebut didasari oleh gagasan Bruner (1960). b. Bahan-bahan masukan yang bersifat empiris telah dijadikan dasar dalam penyusunan kurikulum tersebut. Lahirnya kurikulum tersebut ditandai dengan usahausaha yang sistematis dalam penyusunannya. Ia salah seorang tokoh "scholarly structuralism" (1957-1967) dan reformis pendidikan yang mengawali usaha perbaikan program pelajaran science dan matematika dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat.

dan Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja dan industri. relevansi kurikulum dengan kepentingan anak.segala segi dan permasalahan pendidikan seperti tujuan pendidikan. penggunaan modul dan sekolahsekolah terbuka. Kurikulum Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama 1975 Yang Disempurnakan. uji coba belajar tuntas (mastery learning). antara lain meneruskan uji coba kurikulum melalui Sekolah Labolatorium di sepuluh IKIP Negeri. Pembaharuan ketujuh terjadi pada saat Bangsa Indonesia sedang dilanda krisis multidimensi. yaitu dengan dikembangkannya Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah 2004 yang dikenal sebagai Kurikulum Berbasis Kompetensi. metodik. Pembaharuan kelima terjadi dengan diterbitkannya Kurikulum Sekolah Menengah Atas 1984. Pembaharuan kedelapan terjadi setelah terbentuknya Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pada tahun 2004. Kurikulum ini disesuaikan dengan tuntutan dari Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta peraturan-peraturan pelaksanaannya. berbagai usaha inovatif telah banyak dilakukan dalam rangka menunjang pelaksanaan dan mencari alternatif lain yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum tersebut. persyaratan guru dan usahausaha untuk memenuhi persyaratan itu. 1969). Pembaharuan keenam terjadi dengan diterbitkannya Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah 1994 yang disesuaikan dengan tuntutan dari Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta peraturanperaturan pelaksanaannya. Sejak diberlakukannya Kurikulum 1975. demokratisasi kurikulum dan evaluasi. (Setiadi. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh .

DASAR KURIKULUM Wednesday.DASAR KURIKULUM DASAR . Kesehatan. ilmiah. Hiburan dan Lain-lain. November 4. konseling. Pendekatan Pembelajaran. Kurikulum ini selanjutnya dikenal sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).sekolah dengan berpatokan pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan oleh BSNP. pembelajaran. • • • • • • • • • Home Bahasa Indonesia Biologi Contoh Makalah Pembelajaran Info Pendidikan Sosial Sejarah Ucapan Ulang Tahun Top of Form Bottom of Form Browse » Home » PEMBELAJARAN » PENDIDIKAN » DASAR . 2009 1 DASAR . sosial. Kimia. Pengertian Kurikulum secara Etimologis . budidaya pertanian. Media Tempat Belajar. Biologi. hukum.DASAR KURIKULUM. politik. Lebih lanjut tentang: Perkembangan Kurikulum di Indonesia Media Pembelajaran Seputar pendidikan. Modelmodel Pembelajaran. A.

Tergesa-gesa 3. Semula dipakai dalam dunia olahraga. Menurut B. Berlari cepat 2. Alexander dalam bukunya “Curriculum Planning” menyatakan Kurikulum adalah “Keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi belajar baik berlangsung dikelas. gelanggang. balapan berkereta. b.Perjalanan. berkaki b). dihalaman maupun diluar sekolah”.Webster’s Third New International Distionery menyebutkan Curriculum berasal dari kata curere dalam bahasa latin Currerre yang berarti : 1. B. kelas VI. suatu pengalaman tanda berhenti c). Gallen & William N. Pengertian modern : Menurut Saylor J. jalan Menurut satuan pelajaran SPG yang dibuat oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang berarti “jarak yang ditempuh”.Lari cepat. pacuan. Menjalani Currerre dikatabendakan menjadi Curriculum yang berarti : a).d. Pengertian tradisional ini telah diterapkan dalam penyusunan kurikulum seperti Kurikulum SD dengan nama “Rencana Pelajaran Sekolah Rakyat” tahun 1927 sampai pada tahun 1964 yang isinya sejumlah mata pelajaran yang diberikan pada kelas I s. Pengertian secara tradisional : Pertengahan abad ke XX pengertian kurikulum berkembang dan dipakai dalam dunia pendidikan yang berarti “sejumlah plejaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk kenaikan kelas atau ijazah”. Ragan mengemukakan kurikulum adalah pengalaman anak dibawah tanggung jawab sekolah”.Lapangan perlombaan. Beberapa definisi tentang Kurikulum a. berkuda. “Semua .

2. BP3K Departeman Pendidikan dan Kebudayaan tahu 1975 ”Segala pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan dan diorganisir untuk diatasi oleh siswa/mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bagi suatu lembaga pendidikan”. Kurikulum 1994 Kurikulum ini merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya dengan dasar kurikulum 1984 pada kurikulum 1994 muncul istilah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). yang memandang anak didik sebagai individu yang dapat dan mau aktif mencari sendiri. 3. Dari berbagai pengertian kurikulum diatas penulis menyimpulkan bahwa Kurikulum adalah merupakan suatu usaha terrencana dan terorganisir untuk menciptakan suatu pengalaman belajar pada siswa dibawah tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan untuk mencapai suatu tujuan. sehingga melupakan proses yang dalam dunia pendidikan sangatlah penting. Bentuk kurikulum yang demikian dipandang mengandung beberapa kelemahan. kurikulum 1975 banyak dipengaruhi oleh aliran Psikologi Behavioral. kurikulum 1975 berorientasi pada tujuan yang dirumuskan secara operasional dan behavioral. disamping tetap menggunakan orientasi pada tujuan. menjelajah dan meneliti lingkungannya. Kurikulum 1984 Kurikulum ini banyak dipengharuhi oleh aliran psikologi Humanistik. dan diwujudkan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diukur. Oleh sebab itu. Kurikulum 1975 Disebut demikian karena pembakuannya dilakukan pada tahun 1975 dan berlaku mulai tahu itu pula. kurikulum Perguruan Tinggi. sebuah pengalaman Pemikiran Bagi Prosedur Perencanaan dan Pengembangan. segala sesuatu diukur dari hasilnya. antara lain terlalu terpusat pada pencapaian tujuan. Kurikulum 1975 menyempurnakan atau bahkan merubah kurikulum sebelumnya. Kegiatan belajar cenderung didalam . Oleh sebab itu kurikulum 1984 menggunakan pendekatan proses.Menurut Soedijarto. Konsep dasar kurikulum 1. yaitu kurikulum 1968. II.

tujuan terarah pada aspek kognitif. 4. Semua proses terstandarisasi mulai dari proses pembelajaran hingga hasil belajar siswa. afektif. 1990. CV. Kurikulum ini populer dengan sebutan KBK (Kurikulum Berbasis Konpetensi) Untuk mempermudah memahami kurikulum dari tahun 1974 hingga 2004 maka perhatikan tabel perbandingan kurikulum dibawah ini : Referensi: Hamalik.com/2008/03/18/dasar-dasar-kurikulum/ 1 Artikel Terkait : PEMBELAJARAN • • • • • • • • Model Pembelajaran Konstruktivistik Macam-macam Alat Pendidikan Peran Keluarga Terhadap Perkembangan Anak Pengajaran Terprogram Pembelajaran Kooperatif Langkah Penyusunan Butir Soal Contoh Makalah Cara Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa . mengejar target berupa materi yang harus dikuasai. Pengembangan ada pada guru dan sekolah.wordpress. Jakarta. CV. http://eko13. Pengembangan Kurikulum (Dasar-dasar dan Pengembangannya). Perubahan total nampak jelas jika dibandingkan antara kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004 dengan alasan relevansi. berorientasi kognitif. Mandar Maju. Wasty. Kurikulum 2004 Kurikulum ini disusun lebih kompleks sebagai pengembangan kurikulum sebelumnya . Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum sebagai substansi problem administrasi pendidikan.kelas. dan psikomotor siswa. Bandung Soetopo. 1991. Oemar. Bumi Aksara. Hendyat dan Soemanto.

Pengajaran Download Soal SNMPTN Terbaru (Matematika. Bahasa Indonesia. Matematika Dasar) Langkah-langkah Pengembangan Silabus Pengertian Mengajar Kurikulum Di Amerika Arti Dokumen Definisi Sugesti Pengertian Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara Pengertian Poligami Definisi Data Penelitian Deskripsi Tujuan Asuransi Prinsip-prinsip Pengorganisasian Pengertian Organisasi Macam-macam Alat Pendidikan Kegunaan Evaluasi Pendidikan Fungsi Tes Pengertian Kepemimpinan Pengertian Korupsi PENDIDIKAN . Pembelajaran. Bahasa Inggris.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Contoh Pemodelan Matematika Alat Evaluasi Pendidikan non Tes Kurikulum SMA AL-KAUTSAR Bandar Lampung Contextual Teaching and Learning (CTL) Pembelajaran Matematika Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Evaluasi Hasil Belajar Teori Belajar Humanistik Teknik dan Bentuk Evaluasi Jenis-jenis Penilaian Portofolio Fungsi Evaluasi Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran Jenis-jenis Tes Hasil Belajar Perbedaan dan Persamaan Pendidikan. IPA.

November 04. 0 comments to “DASAR . 2009 2009 Posted by Wawan Junaidi Labels: PEMBELAJARAN. PENDIDIKAN COMMENTS : Don't Spam Here Wednesday.• • • • • • • • • Kurikulum 1975 Pendidikan Luar Sekolah CPNS Provinsi Lampung 2010 Fungsi Perpustakaan Peran Keluarga Terhadap Perkembangan Anak Pengertian Kebudayaan Hukum Perkembangan Kode Etik Guru Pengajaran Terprogram Widget by Hoctro | Jack Book at Wednesday.DASAR KURIKULUM” Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) . November 04.

Daftar Isi Postingan Pengertian Mengajar Kurikulum Di Amerika Bakteri Enterobacter Sakazakii Fungsi dan Peran Koperasi Arti Dokumen Manfaat Koperasi Definisi Koperasi Cara Menurunkan Berat Badan Definisi Sugesti Pengertian Hukum Pengertian Poligami Bisnis Usaha Kos-kosan Osmosis Sintaksis Puisi .

Suku Dayak Definisi Data Fungsi Kredit Klasifikasi Produk Asuransi Penelitian Deskripsi Sejarah Waralaba Sejarah Waralaba Model Pembelajaran Konstruktivistik Peta Tematik Tujuan Asuransi Sejarah Asuransi Jenis-jenis Dongeng Sistem Peredaran Darah Terbuka Proses Enkulturasi Tulang Keras Sejarah Linux Prinsip-prinsip Pengorganisasian Contoh Pidato Pengertian Organisasi Penggolongan Biaya Macam-macam Alat Pendidikan Kegunaan Evaluasi Pendidikan Fungsi Tes Pengertian Kepemimpinan Pengertian Korupsi Kurikulum 1975 Pendidikan Luar Sekolah CPNS Provinsi Lampung Fungsi Perpustakaan Sejarah 10 November Sejarah Hari Pahlawan Kata Bijak Cinta Contoh Karangan Narasi Peran Keluarga Terhadap Perkembangan Anak Pengertian Kebudayaan .

Hukum Perkembangan Kamera Lubang Jarum Teks Sumpah Pemuda Kode Etik Guru Whiplash and Claiming Compensation Pengajaran Terprogram Sejarah Sumpah Pemuda Pengertian Demokrasi Hukum Mendel Pembelajaran Kooperatif Sejarah Kota Surabaya Ciri-ciri Jaringan Meristem Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia Lowongan CPNS Kemendiknas 2010 Sejarah Komputer Jenis-jenis Lembaga Pengendalian Sosial Penyebab Munculnya Jerawat Sejarah Bahasa Indonesia Tujuan Negara Cara Mengetahui Uang Palsu SMS Lebaran Bahasa Jawa Gunung Sinabung Langkah Penyusunan Butir Soal Penyakit Tuberkulosis Lirik Lagu Sule Susis Contoh Makalah Negara Hukum Blog Archive • ► 2011 (19) ○ ► February (5)    Pengertian Mengajar Kurikulum Di Amerika Bakteri Enterobacter Sakazakii .

  ○               • ○ Fungsi dan Peran Koperasi Arti Dokumen Manfaat Koperasi Definisi Koperasi Cara Menurunkan Berat Badan Definisi Sugesti Pengertian Hukum Pengertian Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara Pengertian Poligami Bisnis Usaha Kos-kosan Osmosis Sintaksis Puisi Suku Dayak Definisi Data Fungsi Kredit Klasifikasi Produk Asuransi ► January (14) ► 2010 (245) ► December (15)                ○  Penelitian Deskripsi Sejarah Waralaba Model Pembelajaran Konstruktivistik Peta Tematik Tujuan Asuransi Sejarah Asuransi Dinamika dan Perubahan Sosial Budaya Jenis-jenis Dongeng Sistem Peredaran Darah Terbuka Proses Enkulturasi Tulang Keras Sejarah Linux Prinsip-prinsip Pengorganisasian Contoh Pidato Pengertian Organisasi Penggolongan Biaya ► November (17) .

Cara Membuat Antena Wajan Bolic Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga ▼ 2009 (543) .               ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • ○ ○ Macam-macam Alat Pendidikan Kegunaan Evaluasi Pendidikan Fungsi Tes Pengertian Kepemimpinan Pengertian Korupsi Kurikulum 1975 Pendidikan Luar Sekolah CPNS Provinsi Lampung 2010 Fungsi Perpustakaan Tanggal 10 November Sejarah Hari Pahlawan Kata Bijak Cinta Contoh Karangan Narasi Peran Keluarga Terhadap Perkembangan Anak Pengertian Kebudayaan ► October (15) ► September (6) ► August (9) ► July (15) ► June (13) ► May (29) ► April (31) ► March (15) ► February (40) ► January (40) ► December (30) ▼ November (54)        Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) TEORI KURIKULUM AgroWisata Antropologi Budaya Manfaat Sosiometri dalam Bimbingan.

Hormon tumbuhan. Kurikulum Berbasis Kompetensi – Versi KTSP (Kuriku.... Juss) Gejala Serangan Nematoda Hormon IAA (asam indol.. Kurikulum Berbasis Kompetensi – Versi Tahun 2002 d.                                  Antropologi Fisik Tugas Keluarga Di Bidang Kesehatan Penyakit Hipertensi Hakekat Mempelajari Filsafat Hukum Kandungan gizi dan Manfaat Kacang kedelai Sifat-Sifat Karbon Dioksida Kekerasan dalam berpacaran Penyakit Diabetes Melitus Fungsi Hutan Mangrove Kejahatan Money Loundering Sistem produksi jagung pada ekologi lahan kering Tujuan dan Kegunaan Rekam Medis Ideologi Komunisme Ideologi Sosialisme Ideologi Pancasila Sosial dan Budaya Papua Bentuk-Bentuk Pohon Epifit. Game Facebook Yang Paling Diminati Metode Mengajar Ceramah Bagaimana Proses penyembuhan luka Memahami Matematika Penyakit Tanaman (Fitopathology) Pentingnya perlindungan tanaman terhadap penyakit . .. Kurikulum 1994 FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH Faktor pembatas dibidang produksi pertanian. Pemanjat Dan Pencekik Tanaman Mimba (Azadirachta indica A.3 asetat). Hormon ABA (Asam absisat)..

.             ○ ○ ○ ○ ○ Menyajikan Presentasi yang Baik dan Benar Sejarah Peradaban Romawi Kuno PHILOSOFI..DASAR KURIKULUM DOWNLOAD RPP MATEMATIKA SMA.RENCANA PELAKSANAAN P. DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARA.. KURIKULUM PENDIDIKAN KIMIA DALAM KONTEKS ERA DAYA . Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir MAKALAH TENTANG KETAHANAN SOSIAL STUDY KASUS PENERAPAN SISTEM INFORMASI DALAM DUNIA.Global Climate Change ► October (174) ► September (69) ► August (71) ► July (61) ► June (84) Pages • • • • • • • • • About Me Sitemap Privacy Policy Pictures Artist Biography DVD Watch Movie Online Streaming FB Berita Terbaru Kaskuz News . SUBSTANSI...... Belajar Menurut Gagne DASAR . Budidaya Lobster Peternakan Ayam Ras Petelur Pemanasan Global .

Network Lyrics.• Contoh Makalah Copyright © 2010 Media Pembelajaran. Support to Pictures | Biography .All Rights Reserved.Powered by Blogger Template by blogjoompres.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful