Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah Kategori: Lainnya Asmaul Husna

Sep 15, '07 2:59 PM untuk semuanya

Allah mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang baik) maka mohonkanlah(doa) kepadaNya dengan menyebut Asmaul Husna tersebut. Tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-namaNya. Mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang mereka perbuat (QS 7 : 180) ALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil. Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (H.R. Bukhari dan Muslim) Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya. Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr: 24) Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul. Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran. Hanya milik ALLAH asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A'râf: 180) Asmaul Husna hanya milik ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tsb dalam kehidupan sehari-hari. No Nama Arti Ada dalam 1 ar-Rahmaan Yang Maha Pemurah Al-Faatihah: 3 2 ar-Rahiim Yang Maha Pengasih Al-Faatihah: 3 3 al-Malik Maha Raja Al-Mu'minuun: 11 4 al-Qudduus Maha Suci Al-Jumu'ah: 1 5 as-Salaam Maha Sejahtera Al-Hasyr: 23 6 al-Mu'min Yang Maha Terpercaya Al-Hasyr: 23 7 al-Muhaimin Yang Maha Memelihara Al-Hasyr: 23 8 al-'Aziiz Yang Maha Perkasa Aali 'Imran: 62 9 al-Jabbaar Kehendaknya Tdk Bisa DiingkariAl-Hasyr: 23 10 al-Mutakabbir Yang Memiliki Kebesaran Al-Hasyr: 23 11 al-Khaaliq Yang Maha Pencipta Ar-Ra'd: 16 12 al-Baari' Yang Mengadakan dari Tiada Al-Hasyr: 24

13 al-Mushawwir Yang Membuat Bentuk Al-Hasyr: 24 14 al-Ghaffaar Yang Maha Pengampun Al-Baqarah: 235 15 al-Qahhaar Yang Maha Perkasa Ar-Ra'd: 16 16 al-Wahhaab Yang Maha Pemberi Aali 'Imran: 8 17 ar-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezki Adz-Dzaariyaat: 58 18 al-Fattaah Yang Maha Membuka (Hati) Sabaa': 26 19 al-'Aliim Yang Maha Mengetahui Al-Baqarah: 29 20 al-Qaabidh Yang Maha Pengendali Al-Baqarah: 245 21 al-Baasith Yang Maha Melapangkan Ar-Ra'd: 26 22 al-Khaafidh Yang Merendahkan Hadits at-Tirmizi 23 ar-Raafi' Yang Meninggikan Al-An'aam: 83 24 al-Mu'izz Yang Maha Terhormat Aali 'Imran: 26 25 al-Mudzdzill Yang Maha Menghinakan Aali 'Imran: 26 26 as-Samii' Yang Maha Mendengar Al-Israa': 1 27 al-Bashiir Yang Maha Melihat Al-Hadiid: 4 28 al-Hakam Yang Memutuskan Hukum Al-Mu'min: 48 29 al-'Adl Yang Maha Adil Al-An'aam: 115 30 al-Lathiif Yang Maha Lembut Al-Mulk: 14 31 al-Khabiir Yang Maha Mengetahui Al-An'aam: 18 32 al-Haliim Yang Maha Penyantun Al-Baqarah: 235 33 al-'Azhiim Yang Maha Agung Asy-Syuura: 4 34 al-Ghafuur Yang Maha Pengampun Aali 'Imran: 89 35 asy-Syakuur Yang Menerima Syukur Faathir: 30 36 al-'Aliyy Yang Maha Tinggi An-Nisaa': 34 37 al-Kabiir Yang Maha Besar Ar-Ra'd: 9 38 al-Hafiizh Yang Maha Penjaga Huud: 57 39 al-Muqiit Yang Maha Pemelihara An-Nisaa': 85 40 al-Hasiib Maha Pembuat Perhitungan An-Nisaa': 6 41 al-Jaliil Yang Maha Luhur Ar-Rahmaan: 27 42 al-Kariim Yang Maha Mulia An-Naml: 40 43 ar-Raqiib Yang Maha Mengawasi Al-Ahzaab: 52 44 al-Mujiib Yang Maha Mengabulkan Huud: 61 45 al-Waasi' Yang Maha Luas Al-Baqarah: 268 46 al-Hakiim Yang Maha Bijaksana Al-An'aam: 18 47 al-Waduud Yang Maha Mengasihi Al-Buruuj: 14 48 al-Majiid Yang Maha Mulia Al-Buruuj: 15 49 al-Baa'its Yang Membangkitkan Yaasiin: 52 50 asy-Syahiid Yang Maha Menyaksikan Al-Maaidah: 117 51 al-Haqq Yang Maha Benar Thaahaa: 114 52 al-Wakiil Yang Maha Pemelihara Al-An'aam: 102 53 al-Qawiyy Yang Maha Kuat Al-Anfaal: 52 54 al-Matiin Yang Maha Kokoh Adz-Dzaariyaat: 58 55 al-Waliyy Yang Maha Melindungi An-Nisaa': 45 56 al-Hamiid Yang Maha Terpuji An-Nisaa': 131 57 al-Muhshi Yang Maha Menghitung Maryam: 94 58 al-Mubdi' Yang Maha Memulai Al-Buruuj: 13 .

dalam berzikir dan dalam melakukan ibadah apapun selain harus ikhlas juga harus ." (QS 33:41). Hanya saja.59 al-Mu'id Yang Maha Mengembalikan Ar-Ruum: 27 60 al-Muhyi Yang Maha Menghidupkan Ar-Ruum: 50 61 al-Mumiit Yang Maha Mematikan Al-Mu'min: 68 62 al-Hayy Yang Maha Hidup Thaahaa: 111 63 al-Qayyuum Yang Maha Mandiri Thaahaa: 11 64 al-Waajid Yang Maha Menemukan Adh-Dhuhaa: 6-8 65 al-Maajid Yang Maha Mulia Huud: 73 66 al-Waahid Yang Maha Tunggal Al-Baqarah: 133 67 al-Ahad Yang Maha Esa Al-Ikhlaas: 1 68 ash-Shamad Yang Maha Dibutuhkan Al-Ikhlaas: 2 69 al-Qaadir Yang Maha Kuat Al-Baqarah: 20 70 al-Muqtadir Yang Maha Berkuasa Al-Qamar: 42 71 al-Muqqadim Yang Maha Mendahulukan Qaaf: 28 72 al-Mu'akhkhir Yang Maha Mengakhirkan Ibraahiim: 42 73 al-Awwal Yang Maha Permulaan Al-Hadiid: 3 74 al-Aakhir Yang Maha Akhir Al-Hadiid: 3 75 azh-Zhaahir Yang Maha Nyata Al-Hadiid: 3 76 al-Baathin Yang Maha Gaib Al-Hadiid: 3 77 al-Waalii Yang Maha Memerintah Ar-Ra'd: 11 78 al-Muta'aalii Yang Maha Tinggi Ar-Ra'd: 9 79 al-Barr Yang Maha Dermawan Ath-Thuur: 28 80 at-Tawwaab Yang Maha Penerima Taubat An-Nisaa': 16 81 al-Muntaqim Yang Maha Penyiksa As-Sajdah: 22 82 al-'Afuww Yang Maha Pemaaf An-Nisaa': 99 83 ar-Ra'uuf Yang Maha Pengasih Al-Baqarah: 207 84 Maalik al-Mulk Yang Mempunyai Kerajaan Aali 'Imran: 26 85 Zuljalaal wa al-'Ikraam Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan Ar-Rahmaan: 27 86 al-Muqsith Yang Maha Adil An-Nuur: 47 87 al-Jaami' Yang Maha Pengumpul Sabaa': 26 88 al-Ghaniyy Yang Maha Kaya Al-Baqarah: 267 89 al-Mughnii Yang Maha Mencukupi An-Najm: 48 90 al-Maani' Yang Maha Mencegah Hadits at-Tirmizi 91 adh-Dhaarr Yang Maha Pemberi Derita Al-An'aam: 17 92 an-Naafi' Yang Maha Pemberi Manfaat Al-Fath: 11 93 an-Nuur Yang Maha Bercahaya An-Nuur: 35 94 al-Haadii Yang Maha Pemberi Petunjuk Al-Hajj: 54 95 al-Badii' Yang Maha Pencipta Al-Baqarah: 117 96 al-Baaqii Yang Maha Kekal Thaahaa: 73 97 al-Waarits Yang Maha Mewarisi Al-Hijr: 23 98 ar-Rasyiid Yang Maha Pandai Al-Jin: 10 99 ash-Shabuur Yang Maha Sabar Hadits at-Tirmizi "Wahai orang-orang beriman. berzikirlah mengingat Allah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah dengan mensucikan-Nya baik di waktu pagi maupun petang.

menyebutkan khasiatkhasiat zikir. "Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama. maka siapa yang menafikannya berarti ia telah menafikan apa yang telah ditetapkan Allah dan juga berarti dia telah menentang Allah Subhannahu wa Ta'ala . Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Bahwasanya asma' Allah Subhannahu wa Ta'ala semuanya adalah husna. termasuk khasiat zikir asmaul husna. Siapa yang membacanya (dengan disertai pemahaman dan pengamalan terhadapnya) pasti ia masuk sorga". Ia bukanlah sekedar nama-nama kosong yang tak bermakna atau tak mengandung arti..disertai contoh dan dalil yang berasal dari Rasul saw. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Hanya milik Allah asma'ul husna. Dalam hal ini. sedangkan ia . Ilhad di dalam asma¶ Allah berarti menyelewengkannya dari makna-makna agung yang dikandungnya kepada makna-makna batil yang tidak dikandungnya. harus berdasarkan keterangan Allah dan Rasul saw." (Al-A'raf: 180) Ayat yang agung ini menunjukkan hal-hal berikut: Menetapkan nama-nama (asma') untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala . "Sesungguhnya Muhammad mengaku bahwa dirinya hanya menyembah satu tuhan. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Katakanlah: 'Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman.Lalu. Maksudnya sangat baik. Rasul saw. berzikir dengan mengharap sesuatu diperbolehkan selama harapan dan tujuannya itu tidak bertentangan dengan syariat. Sesungguhnya Allah memerintahkan berdo'a dan ber-tawassul kepadaNya dengan namanamaNya. ya Rahman". Bahwasanya Allah Subhannahu wa Ta'ala mengancam orang-orang yang ilhad dalam asma'-Nya dan Dia akan membalas perbuatan mereka yang buruk itu. Ilhad menurut bahasa berarti ³ ´ yakni condong. Dengan nama yang mana saja kamu seru. tanpa kekurangan dan cacat sedikit pun. maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma'ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menye-but) nama-namaNya. Memang benar bahwa zikir asmaul husna memiliki keutamaan yang sangat besar.. Maka hal ini menunjukkan keagungannya serta kecintaan Allah kepada do'a yang disertai nama-namaNya. sendiri bersabda. Maka ia berkata. Karena ia mengandung makna dan sifat-sifat yang sempurna. "Ya Allah. Sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang men-ta'wil-kannya dari makna-makna sebenarnya kepada makna yang mereka ada-adakan. Hanya saja khasiat tersebut harus disertai dalil yang valid yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. bahwa salah seorang musyrik mendengar baginda Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam sedang mengucapkan dalam sujudnya. (Al-Isra': 110) Diriwayatkan.". Dia mempunyai al-asma'ul husna (nama-nama yang terbaik) .

" Maka Allah menurunkan ayat ini. "Ya Rahman" dan seterusnya. juga tidak menunjukkan kepada pujian dan kesempur-naan. uluhiyah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dialah Allah. As-Sami' dan Al-Bashir menun-jukkan sifat mendengar dan melihat." (Ar-Ra'd: 30) Maksudnya. justru ia adalah nama-nama yang menunjukkan kepada makna yang mulia dan sifat yang agung. karena semuanya adalah husna. Hal ini menunjukkan tetapnya nama-nama Allah dan bahwasanya masing-masing dari namaNya bisa digunakan untuk berdo'a sesuai dengan maqam dan suasananya." (Thaha: 8) ". ini yang kalian kufuri adalah Tuhanku. Ar-Rahim menunjukkan Dzat dan sifat rahmat. "Nama-nama Rabb Subhannahu wa Ta'ala menunjukkan sifat-sifat kesempurnaanNya. Demikian seperti disebutkan oleh Ibnu Katsir. bahwasanya sesuatu yang tidak memiliki asma' dan sifat tidaklah layak menjadi Rabb (Tuhan) dan Ilah (sesembahan). Begitulah seterusnya. Jadi ia adalah nama sekaligus sifat dan karena itulah ia menjadi husna. Jika . Dia mempunyai al-asma'ul husna (nama-nama yang baik). padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Maka hal ini menunjukkan bahwa rububiyah dan uluhiyah-Nya mengharuskan adanya asma' dan sifat Allah Subhannahu wa Ta'ala. "Ya Allah". Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik.. Nama-nama yang mulia ini bukanlah sekedar nama kosong yang tidak mengandung makna dan sifat.. maka nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim menunjukkan sifat rahmah. dan jika mereka menghendaki boleh memanggil. Sebab andaikata ia hanyalah lafazh-lafazh yang tak bermakna maka tidaklah disebut husna. setiap nama dari nama-namaNya menunjukkan sifat dari sifat-sifatNya. Syaikh Ibnu Taimiyah berkata: "Setiap nama dari nama-namaNya menunjukkan kepada Dzat yang disebutnya dan sifat yang dikandungnya. dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman). sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Dan apabila dikatakan kepada mereka: 'Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang'." (AlFurqan: 60) Dan termasuk orang-orang yang dikatakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala : ".'.. Katakanlah: 'Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia . Al-'Alim menunjukkan sifat ilmu yang luas. Al-Karim menunjukkan sifat karam (dermawan dan mulia). Setiap nama menunjukkan kepada sifat. mereka menjawab: 'Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepadaNya)?'." Ibnul Qayyim berkata. aku meyakini rububiyah. Jika mereka mau.. mereka memanggil. Al-Khaliq menunjukkan Dia menciptakan. karena ia diambil dari sifat-sifatNya. AlQodir menunjukkan Dzat dan qudrah. asma' dan sifatNya. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. dan Ar-Razzaq menunjuk-kan Dia memberi rizki dengan jumlah yang banyak sekali. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Maka Allah menyuruh hamba-hambaNya untuk memanjatkan do'a kepadaNya dengan menyebut nama-namaNya sesuai dengan keinginannya... Dan juga." (Al-Hasyr: 24) Maka barangsiapa menafikan asma' Allah berarti ia berada di atas jalan orang-orang musyrik. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi.memohon kepada dua tuhan. seperti Al-'Alim menunjukkan Dzat dan ilmu.

" (AlMaidah: 120) "Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. Berikut ini kami sebutkan sejumlah sifat-sifat Allah dengan dalil dan keterangannya.." dan yang semacamnya. dari atas kamu atau dari bawah kakimu'. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah . khasiat. kuasa untuk melakukan apa saja. Yaitu sifat yang Dia perbuat jika berkehendak.demikian tentu diperbolehkan meletakkan nama intiqam (balas dendam) dan ghadhab (marah) pada tempat rahmat dan ihsan. adalah sifat dzatiyah. ³ ´ (hikmah). dibenarkan bagi seseorang untuk membaca asmaul husna atau zikir tertentu dengan harapan mendapat sorga atau harapan lain asalkan tidak bertentangan dengan syariat dan sama seperti yang diterangkan oleh Allah dan Rasul-Nya. yakni sifat yang senantiasa melekat denganNya. Sehingga boleh dikatakan. Ringkasnya. turun ke langit dunia ketika tinggal sepertiga akhir dari malam. Tetapi kenya-taannya Allah sendiri telah mengabarkan tentang DiriNya dengan masdar-masdar-Nya dan menetapkannya untuk DiriNya dan telah ditetapkan oleh RasulNya untukNya.. ³ ´ (wajah)." (Adz-Dzariyat: 58) Artinya. serta jumlah bilangan zikir semuanya harus dikembalikan kepada nas dan dalil yang valid: Alquran dan Sunnah." (AthThariq: 8) Dia telah menetapkan sifat qudrah." (Al-Kahfi: 45) "Katakanlah: 'Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu. ³ ´ (ketinggian). setiap keterangan tentang amal. ³ ´ (dua mata).. seperti firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mem-punyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. karena sesungguhnya engkau adalah Adh-Dharr (Yang Memberi Madharat) dan Al-Mani' (Yang Menolak) . dan datang pada hari Kiamat. Bagian kedua. Bagian pertama. ³ ´ (melihat). apakah ia termasuk dzatiy atau fi'liy?! A. tentu tidak diperbolehkan memberi kabar dengan masdar-masdar-nya dan tidak boleh menyifati dengannya. ³ ´ (mendengar). karena se-sungguhnya Engkau adalah Al-Muntaqim (Maha Membalas Dendam).. Lagi pula kalau tidak menunjukkan arti dan sifat. sebagaimana Dia juga menafikan dari DiriNya sifat 'ajz (lemah) dan lughub (letih). "Ya Allah sesungguhnya saya telah menzhalimi diri sendiri. ³ ´ (kekuasan). Seperti ³ ´ (ilmu). adalah sifat fi'liyah. Sifat-Sifat Allah Sifat-sifat Allah terbagi menjadi dua bagian. ³ ´ (keagungan). sehingga terhindar dari bidah dan khurafat. dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Al-An'am: 65) "Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembali-kannya (hidup sesudah mati). bersemayam di atas 'Arsy. Al-qudrah (berkuasa) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". Ya Allah anugerahilah saya. Seperti. ³ ´ (dua tangan)." (Al-Baqarah: 20) "Dan adalah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. ³ ´ (kemuliaan). Sifat ini tidak berpisah dari DzatNya. atau sebaliknya. maka ampunilah aku.

Al-iradah (berkehendak) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendakiNya. B." (Yasin: 82) Maka seluruh makhlukNya. bagaimanakah Allah menciptakannya dalam bentuk yang paling baik. "Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia. bisa terjadi bisa pula tidak." (Al-An'am: 125) Yaitu iradah yang menjadi persamaan masyi'ah (kehendak Allah). dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Tidaklah ada penciptaan makhluk dan pembangkitan mereka kembali kecuali bagaikan satu jiwa saja. menunjukkan kesempurnaan qudrah-Nya yang menyeluruh." (Al-Baqarah: 185) Perbedaan antara keduanya ialah: Iradah kauniyah pasti terjadi." (Fathir: 44) "Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa. Ahlus-Sunnah wal Jama'ah menyepakati bahwa iradah itu ada dua macam: a." (Al-Buruj: 16) "Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia." (Al-Maidah: 1) "Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. Iradah kauniyah meliputi yang baik dan yang jelek. Iradah Syar'iyah. niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya. Sedangkan iradah syar'iyah hanya terdapat pada yang baik dan yang bermanfaat saja.. Cukuplah menjadi dalil bagi seorang hamba manakala ia melihat kepada penciptaan diri-nya. b. dan Kami sedikit-pun tidak ditimpa keletihan.. Tidak ada satu partikel pun yang keluar dariNya. yang bermanfaat dan yang berbahaya bahkan meliputi segala sesuatu. Iradah Kauniyah. sebagaimana yang terdapat dalam ayat: "Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk." (Yasin: 82) Ayat-ayat ini menetapkan iradah untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala yakni di antara sifat Allah yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. tidak ada bedanya antara masyi'ah dan iradah kauniyah. sebagaimana terdapat dalam ayat: "Allah menghendaki kemudahan bagimu. niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. sedangkan iradah syar'iyah tidak harus terjadi." (Qaf: 38) Dia memiliki qudrah yang mutlak dan sempurna sehingga tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya. membelah baginya pendengaran dan penglihatannya." (Al-Hajj: 14) "Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakiNya. .baik di langit maupun di bumi. baik yang di atas maupun yang di bawah. mencipta-kan untuknya sepasang mata. sebuah lisan dan sepasang bibir? Kemudian apabila ia melayangkan pandangannya ke seluruh jagat raya ini maka ia akan melihat berbagai keajaiban qudrah-Nya yang menunjuk-kan keagunganNya.

. sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu sebelum benda-benda itu ada dengan ilmuNya dan qadim azaliy yang merupakan salah satu dari konsekuensi DiriNya yang Mahasuci. Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata . tetapi dari hal tersebut akan lahir sesuatu yang dicintai Allah. Tidak ada tersembunyi dari-padaNya seberat zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi ." (AnNahl: 74) Di antara dalil yang menunjukkan atas ilmuNya yang luas adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : ". ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu.. dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah . C... "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan)." (Saba': 3) "Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. seperti taat dan pahala. agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.. Adapun iradah syar'iyah maka di antara konsekuensinya adalah mahabbah Allah. tetapi Allah mengetahuinya." (Ali Imran: 5) Yang dimaksud dengan syahadah adalah apa yang disaksikan dan dilihat oleh manusia.Iradah kauniyah tidak mengharuskan mahabbah (cinta Allah). dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula) . tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri.?" (Al-Mulk: 14) Karena mustahil bisa menciptakan benda-benda di alam ini de-ngan sangat teliti dan sempurna kalau bukan Yang Maha Mengetahui. Al-'Ilmu (Ilmu) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". Yang tidak mengetahui dan tidak mempunyai ilmu tidak mungkin menciptakan sesuatu. dan sesungguhnya Allah.." (At-Taghabun: 4) Dan masih banyak lagi ayat-ayat tentang masalah ini. "Kaum Muslimin memahami." (AlAn'am: 59) "Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi...." (Al-Baqarah: 255) "Sesungguhnya Allah mengetahui. dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan. karena Allah tidak menginginkan dengannya kecuali sesuatu yang dicintaiNya.." (Ath-Thalaq: 12) Di antara dalilnya yang lain ialah hasil ciptaanNya yang sangat teliti dan sempurna. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". sedang kamu tidak menge-tahui. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib.. Seperti penciptaan Iblis dan segala yang jahat lainnya un-tuk ujian dan cobaan. Syaikh Ibnu Taimiyah berkata. Dan Dia tidak mengambil ilmu tentang benda itu dari benda itu sendiri.. "Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui?" (Al-Mulk: 14) . Yang mengetahui yang ghaib...." (Al-Hasyr: 22) ". seandainya ia menciptakan tentu tidak akan teliti dan sempurna..." (Al-Hujurat: 18) Yang dimaksud dengan ghaib adalah yang tidak diketahui oleh manusia. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan).. Terkadang Allah menghendaki terjadinya sesuatu yang tidak Dia cintai. dan menge-tahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan.

tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia . baik yang keras maupun yang pelan." (Al-Mujadalah: 1) "Apakah mereka mengira. Jadi seluruh sifat kembali kepada dua nama yang agung ini. mendengar semua suara dengan semua bahasa dan dapat membedakan semua kebutuhan masing-masing." (Thaha: 46) Pendengaran Allah Subhannahu wa Ta'ala menangkap semua suara. Berbagai macam bahasa dan suara tidaklah membuat samar bagiNya. karena Allah bersifat dengan 'ilmu. seperti firmanNya: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. dan tidak ada sesuatu pun yang menutupi penglihatanNya.." (Asy-Syura: 11) "Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. BagiNya adalah kehidupan yang sempurna. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orangorang yang sujud. Aku mendengar dan melihat. tidak ada kantuk dan tidak ada tidur. As-Sam'u (Mendengar) Dan Al-Bashar (Melihat) Keduanya termasuk sifat dzatiyah Allah." (Ghafir: 65) "Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati . dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat..'. tidak ada kematian.. jika Dia dimintai dengannya pasti Dia memberi.. karenanya hayat menunjukkan kepada seluruh sifat-sifat dzatiyah." (Al-Baqarah: 255) "Dialah Yang hidup kekal. Allah menyifati diriNya dengan kedua-duanya dalam banyak ayat. Al-Hayat (Hidup) Yaitu sifat dzatiyah azaliyah yang tetap untuk Allah. yang menegakkan yang lainNya dengan memberinya sebab-sebab kelangsungan dan kebaikan.4. Satu pen-dengaran tidak mengganggu pendengaran yang lain. Sesungguhnya Aku beserta kamu berdua. 5. dan qayyum menun-jukkan kepada seluruh sifat-sifat fi'liyah. sedangkan sifat-sifat itu tidaklah ada kecuali dari yang hidup. Allah Subhannahu wa ." (Al-Furqan: 58) Ayat-ayat di atas menetapkan sifat hayat bagi Allah... Dialah Al-Qayyum. dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?" (Al-'Alaq: 14) "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang).. bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka?" (Az-Zukhruf: 80) Sebagaimana Allah juga melihat segala sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. qudrat dan iradah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Allah.... Dan bahwa Al-Hayyul Qayyum adalah "AlIsmul A'zham" (nama yang paling agung) yang jika Allah dipanggil dengannya pasti Dia mengabulkan." (At-Taubah: 105) Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. (Ali Imran: 5) Yang tidak mendengar dan melihat tidak layak untuk menjadi Tuhan." (Asy-Syu'ara: 218-219) "Dan katakanlah: 'Bekerjalah kamu." (An-Nisa': 58) ". tidak ada kekurangan. maka Allah akan melihat pekerjaanmu itu . tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) .

Dan Allah memiliki sifat kesempurnaan." (Maryam: 42) "Apakah berhala-berhala itu mendengar (do`a) mu sewaktu kamu berdo`a (kepadanya)?" (Asy-Syu'ara: 72) 6. suci dari keku-rangan. nida' (seruan) dan munajat. setelah kepergian Musa ke gunung Thur membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara.. As-Sunnah. karena terus menyertai Allah dan tidak pernah berpisah dariNya. pada surat Yunus: "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan ." (At-Taubah: 6) ³« padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah. ijma' salaf dan para imam adalah Al-Kalam." (Ali Imran: 55) "Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami)... Al-Istiwa' 'Alal-'Arsy (Bersemayam Di Atas 'Arsy) Ia adalah termasuk sifat fi'liyah. "Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak bisa mendengar dan melihat. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka?" (Al-A'raf: 148) Kalam adalah sifat kesempurnaan. Allah Subhannahu wa Ta'ala juga menyebutkan bahwa yang tidak bisa berbicara tidak pantas untuk menjadi Tuhan." (Al-Qashash: 62) ". Allah Subhannahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa Dia bersemayam di ata 'Arsy. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) . Al-Kalam (Berbicara) Di antara sifat Allah yang dinyatakan oleh Al-Qur'an.. qaul (perkata-an).. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan kaum Musa." (An-Nisa': 164) "...." (Maryam: 52) "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa . Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala berbicara sebagaimana yang Dia kehendaki." (Asy-Syu'ara: 10) "Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka .. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ³Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan (nya) dari-pada Allah. 7. Semuanya adalah termasuk jenis kalam yang tetap bagi Allah sesuai dengan keagunganNya. Pertama." (Al-A'raf: 54) Kedua. dengan suatu kalam (pembicaraan) yang bisa didengar. 'Hai Isa .. pada surat Al-A'raf: "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa.. lalu Dia bersemayam di atas `Arsy . «´ (Al-Baqarah: 75) Semua ayat ini menetapkan sifat hadits (ucapan). Juga termasuk sifat fi'liyah.Ta'ala menceritakan tentang Ibrahim Alaihissalam yang berbicara kepada bapaknya sebagai protes atas penyembahan mereka terhadap berhala.. Kalam Allah termasuk sifat dzatiyah." (Al-Baqarah: 253) "(Ingatlah).. pada tujuh tempat di dalam kitabNya. kalam (pembicaraan). ketika Allah berfirman.. sedangkan bisu adalah sifat kekurangan. kapan Dia menghendaki dan dengan apa Dia kehendaki.supaya ia sempat mendengar firman Allah...´ (An-Nisa': 87) "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?" (An-Nisa': 122) "Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. karena berkaitan dengan masyi'ah dan qudrah-Nya.

. (Dialah) Yang Maha Pemurah .. Al-'Uluw (Tinggi) Dan Al-Fawqiyyah (Di Atas) Dua sifat Allah yang termasuk dzatiyah adalah ketinggianNya di atas makhluk dan Dia di atas mereka." (Yunus: 3) Ketiga. Kita tidak mengetahui kaifiyah (cara)nya. kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy . kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy ." (Al-Ma'arij: 4) .." (An-Nisa': 158) Dan tentang shu'ud (naik)nya sesuatu kepadaNya: ". Allah telah mengangkat `Isa kepadaNya. kemudian Dia bersema-yam di atas `arsy.. Sebagaimana Dia menggambarkan tentang diangkatnya apa-apa kepadaNya: "." (Ar-Ra'd: 2) Keempat.. sebagaimana sifat-sifat lainnya.. Se-dangkan yang dimaksud dengan 'Arsy di sini adalah singgasana yang mempunyai beberapa kaki yang dipikul oleh malaikat.." (Al-A'la: 1) "Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar." (Al-Hadid: 4) Dalam ketujuh ayat ini lafazh istawa' datang dalam bentuk dan lafazh yang sama.." (AlBaqarah: 255) "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. pada surat Ar-Ra'd: "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat. 'Arsy menurut Bahasa Arab adalah singgasana untuk raja. Yang bersemayam di atas 'Arsy .." (Thaha: 5) Kelima." (As-Sajdah: 4) Ketujuh.." (Al-Mulk: 16) Maksudnya "Dzat yang ada di atas langit" apabila yang dimaksud dengan sama' (dalam ayat tersebut) adalah langit. pada surat Thaha: "(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah... Kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy ." (Fathir: 10) Dan tentang 'uruj (naik)nya sesuatu kepadaNya: "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan .. pada surat Al-Furqan: ". Maka hal ini menyatakan bahwa yang dimaksudkan adalah maknanya yang hakiki yang tidak menerima ta'wil... Akan tetapi kita hanya menetapkannya sesuai dengan apa yang kita pahami dari maknanya dalam bahasa Arab. karena memang AlQur'an diturunkan dengan bahasa Arab. Sedangkan bersemayamnya Allah di atas-nya ialah yang sesuai dengan keagunganNya... ia merupakan atap bagi semua makhluk... pada surat Al-Hadid: "Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaKu ." (Ali Imran: 55) "Tetapi (yang sebenarnya). sebagaimana kaifiyah sifat-sifatNya yang lain.. yaitu ke-tinggian dan keluhuranNya di atas 'Arsy. 8. kemudian Dia bersemayam di atas Arsy.bumi dalam enam masa." (Al-Furqan: 59) Keenam. pada surat As-Sajdah: "Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. KepadaNya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikkanNya. atau "Dzat yang di atas" jika yang dimaksud dengan sama' adalah sesuatu yang ada di atas.

sedangkan istiwa' adalah sifat fi'il. Arti ma'iyah: Ma'iyah Allah terhadap makhlukNya ada dua macam: Ma'iyah umum bagi semua makhlukNya." (Al-Hadid: 4) ". Maksudnya. serta pertolongan. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". Al-Ma'iyyah (Kebersamaan) Ia adalah sifat yang tetap bagi Allah berdasarkan dalil yang banyak sekali. karena hal itu adalah "madzhab hululiyah" yang sesat. batil dan kufur.. sesungguhnya Aku beserta kamu berdua. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Janganlah kamu berduka cita." (At-Taubah: 40) Catatan Penting: Dari uraian di atas. Janganlah kamu berduka cita.... Maknanya. sesungguhnya Allah beserta kita." (At-Taubah: 40) "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. ". (Thaha: 46) Dalil-dalil di atas menetapkan bahwa Allah Subhannahu wa Ta'ala selalu bersama hambaNya.. Karena Allah di atas para hambaNya dan Maha tinggi di atas mereka. 9. di antaranya adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hambaNya ... pengawasan dan pengetahuan Allah terhadap mereka.'Uluwul-Qahr (kekuasaanNya di atas makhluk) Kesemuanya itu adalah sifat yang benar untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala . Sesungguhnya Aku bersama kamu berdua... . Aku mendengar dan melihat. Tidak ada sesuatu pun dari mereka yang lepas dari pengawasan Allah di mana pun mereka berada." (An-Nahl: 50) Perbedaan antara 'uluw dan istiwa' adalah bahwasanya 'uluw ada-lah sifat dzat. di mana pun mereka berada.'Uluwudz-Qahr (kekuatanNya di atas makhluk) . mengawasi mereka dan mereka tidak sedikit pun bisa menghilang dari pandangan Allah.'Uruj dan shu'ud adalah naik. tidak bercampur DzatNya dengan mereka...'Uluwudz-Dzat (DzatNya di atas makhluk) . Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada . Dalil-dalil semacam ini menunjuk-kan kepada 'uluw (ketinggian) Allah di atas makhlukNya.. perhitungan amal dan pengawasan ter-hadap mereka. 'Uluw mempunyai tiga makna: . pengetahuan Allah terhadap amal perbuatan hamba-hambaNya.. gerakan yang zhahir dan yang batin. jelaslah makna Ma'iyah Allah terhadap hambaNya bukan berarti "Allah bercampur dengan mereka melalui DzatNya". Begitu pula fawqiyah-Nya ditetapkan oleh berbagai dalil. Aku mendengar dan melihat"." (Al-Hadid: 4) Ma'iyah khusus untuk orang-orang mukmin. Mahasuci Allah dari hal tersebut. sesungguhnya Allah bersama kita ." (Thaha: 46) ". dukungan dan penjagaan Allah untuk mereka dari tipu muslihat musuh-musuh mereka." (Al-An'am: 18) Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka. bersemayam di atas 'Arsy-Nya dan Dia bersama mereka dengan ilmuNya.. mengetahui segala hal ihwal mere-ka.

Tidak seperti cintanya makhluk untuk makhluk atau ridhanya.. Bahwasanya Dia mencintai sebagian manusia dan meridhai mereka. Al-Bukhari) 11.. maka Allah melemahkan keinginan mereka ." (Ali Imran: 31) (( )) "Dan senantiasa hambaKu mendekat kepadaKu dengan melaksa-nakan ibadah-ibadah 'sunnah' sehingga Aku mencintainya.. ihsan dan ittiba' kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ..Ma'iyah dapat digunakan untuk kebersamaan yang mutlak. Al-Hubb (Cinta) Dan Ar-Ridha (Ridha) Ia adalah dua sifat yang tetap bagi Allah dan termasuk sifat fi'liyah." (Al-Fath: 18) ". "Kami terus saja berjalan." (Al-Maidah: 119) "Dan berapa banyaknya malaikat di langit. Di antara buah cinta dan ridha ini ialah terwujudnya taufiq dan pemuliaan serta pemberian nikmat kepada hamba-hambaNya yang Dia cintai dan Dia ridhai." (At-Taubah: 46) .. padahal dia ada di langit. ³ ´ (barang/harta saya ada bersama saya).. Anda mengatakan." (Al-Maidah: 54) "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (Al-Ma'idah: 80) ". sedang yang sampai hanyalah cahaya dan penerangannya saja. yaitu kemurkaan Allah kepada mereka . sekali pun tidak ada sentuhan atau percampuran. yaitu cinta dan ridha yang hakiki yang sesuai dengan keagunganNya Yang Mahasuci. dan rembulan bersama kami". Dan bahwa terwujudnya cinta dan ridha dari Allah untuk hambaNya adalah dikarenakan amal shalih yang di antaranya adalah takwa. As-Sukhtu (Murka) Dan Al-Karahiyah (Benci) Sebagaimana Allah mencintai hambaNya yang mukmin dan meri-dhainya.. syafa`at mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya). Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin .. niscaya Allah mengasihi ." (An-Najm: 26) ".." (HR.. Padahal harta tersebut ada di atas kepala anda atau di atas kendaraan anda atau di atas kuda anda. Anda mengatakan. akan tetapi ia tetap menerangi dan tidak hilang dari pandangan anda...... Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka.. 10.." (Al-Baqarah: 222) ". Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha terha-dapNya ." (Al-Baqarah: 195) Dalam ayat-ayat ini terdapat ketetapan adanya sifat mahabbah dan ridha bagi Allah. sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya . membenci mereka dan membenci amal perbuatan mereka. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka. Dan Dia mencintai sebagian amal dan akhlak. maka Dia juga memurkai orang-orang kafir dan munafik.... ikutilah aku.

. Maka dalam ayat-ayat dan hadits tersebut terdapat penetapan terhadap dua mata bagi Allah. dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasanKu. Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki... Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda ketika menyifati Dajjal yang mengaku sebagai tuhan." (Al-Qashash: 88) Dua ayat tersebut menekankan wajah untuk Allah. 13. . Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". dan sesungguhnya Tuhanmu tidaklah buta sebelah..... apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tanganKu. Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "(Tidak demikian)." (Al-Qamar: 14) Maksudnya adalah "dalam penglihatan Kami dan di bawah peme-liharaan Kami".". Al-'Ajab (Heran) Ia adalah sifat yang tetap bagi Allah Subhannahu wa Ta'ala sesuai dengan apa yang pantas bagi . (Shaad: 75) Dua ayat tersebut menetapkan dua tangan untuk Allah I. berbentuk tunggal atau ja-mak sesuai dengan ketentuan bahasa Arab. sesuai dengan apa yang pantas bagi keagunganNya sebagaimana sifat-sifatNya yang lain. karena mata yang sebelah jelas cacat (buta)." (HR." (Thaha: 39) Disebutkan lafazh 'ain (mata) dan a'yun (beberapa mata) sesuai dengan apa yang disandarkan kepadanya. Kita mene-tapkannya untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala sesuai dengan keagunganNya sebagaimana Dia sendiri menetapkan untukNya. maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami. Al-Bukhari dan Muslim) Ini jelas." (ArRahman: 27) "Tiap-tiap sesuatu pasti binasa." (Ath-Thur: 48) Maksudnya adalah "berada dalam penglihatan dan penjagaan Kami". Dan disebutkan dalam sunnah yang suci sesuatu yang menun-jukkan makna tatsniyah (dua). tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka.. "Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami . Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. . (( )) "Sesungguhnya dia adalah buta sebelah.." (Al-Ma'idah: 64) ". Di antara dampak dari keduanya adalah terja-dinya berbagai musibah dan siksaan terhadap orang-orang yang di-murkaiNya dan dibenci perbuatannya. bahwa maksudnya bukanlah menetapkan satu mata.. ". 12. Al-Wajhu (Wajah).. kecuali Wajah Allah..Murka dan benci adalah dua sifat yang tetap bagi Allah sesuai dengan keagunganNya. Mahasuci dari hal yang demikian. Al-Yadaani (Dua Tangan) Dan Al-'Ainaani (Dua Mata) Ini adalah sifat-sifat dzatiyah Allah sesuai dengan keagunganNya.

Karena sesungguhnya Allah Mahakaya. dan datanglah Tuhanmu.keagunganNya. 14.. Beliau Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) ³Allah amat gembira karena taubat hamba melebihi kegembira-an salah seorang dari kalian karena (telah menemukan) kendara-annya (kembali). Al-Farah (Gembira) Al-Farah adalah sifat yang tetap bagi Allah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) "Tuhan kita merasa heran terhadap keputus asaan hamba-ham-baNya padahal telah dekat perubahan (keadaan dari kesulitan kepada kemudahan) olehNya. 15. Sifat datang dan mendatangi itu tidak sama dengan sifat makhluk. . Mahasuci Allah dengan hal itu. sebagaimana yang ada dalam beberapa nash-nash shahih dan sharih (jelas). yaitu dua sifat Allah dari sifat-sifat fi'liyah-Nya sebagaimana sifat-sifatNya yang lain. Tidak ada sesuatu pun yang menyamaiNya. . Ia merupakan salah satu dari sifat fi'liyah-Nya sesuai dengan keagunganNya." (HR. Dia berfirman: "Janganlah (berbuat demikian). atau kedata-ngan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Akan teta-pi Dia bergembira untuk itu karena kebaikanNya. Dalam hadits shahih Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menyatakan bahwasanya Allah sangat bergembira karena taubat seorang hambaNya. Tidaklah keherananNya sama dengan keheranan makhluk.. sayangNya dan anugerahNya kepada pada hambaNya . Dia mengetahui bahwa pertolonganNya untukmu adalah dekat. sedang malaikat berbaris-baris. Dia melihat kepadamu yang dalam keadaan sempit (susah) dan berputus asa. Al-Ityan Dan Al-Maji' (Datang) Keduanya adalah sifat fi'liyah Allah Subhannahu wa Ta'ala . bukan kegembiraan seorang yang membutuhkan kepada taubat hambaNya yang bisa diambil manfaatnya. sesuai dengan ke-agunganNya. Dia pun tertawa..." (Al-An'am: 158) Ayat-ayat tersebut menetapkan sifat ityan dan maji' bagi Allah I yaitu datang dengan DzatNya secara sebenarnya untuk memutuskan hukum antara hamba-hambaNya pada hari Kiamat. Apabila bumi digoncangkan ber-turut-turut. dan tidaklah pula tertawaNya sama dengan tertawanya makhluk." (Al-Baqarah: 210) "Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malai-kat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka)." (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Kegembiraan Allah ini adalah kegembiraan berbuat baik dan sayang. Ahmad dan lainnya) Dalam hadits ini terdapat sifat heran dan tertawa. tidak membutuhkan ketaatan hambaNya." (Al-Fajr: 21-22) "Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan.

" Sedangkan Rasulullah telah bersabda. Syubhat (keraguan. Bahkan para sahabat dan tabi'in telah bersepakat untuk iqrar (menetapkannya) dan imrar (membiarkan apa adanya) di-sertai dengan pemahaman maknamakna lafazh-nya bahwa hal terse-but telah dijelaskan dengan tuntas. dan bahwa menjelaskannya adalah hal yang teramat penting. Maka Allah I dan RasulNya menjelaskan de-ngan jelas dan gamblang tanpa kesamaran dan keraguan yang bisa menimpa ahlul ilmi. tetapi mereka tidak berselisih dalam memahami ayat-ayat sifat dan juga haditshaditsnya." Sedangkan penetapan sifat adalah termasuk hal tersebut. Mu'tazilah dan Asy'ariyah menyalahi AhlusSunnah wal Jama'ah dalam hal sifat-sifat Allah. . Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu .atau harus di-ta'wil-kan dari zhahir-nya. semuanya menetapkan sifat-sifat ini dan mereka tidak berselisih sedikit pun di dalamnya." (Al-Hasyr: 7) Maka barangsiapa yang menafikannya berarti dia telah menafikan apa yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya. . Abu Daud dan AtTirmidzi.. Imam Ibnul Qayyim berkata: "Manusia banyak berselisih penda-pat dalam banyak hal tentang hukum. Mereka menafikan sifat-sifat Allah atau menafikan banyak sekali dari sifat-sifat itu atau men-ta'wil-kan nash-nash yang menetapkannya dengan ta'wil yang batil." (HR. dan penetapannya merupakan konsekuensi tauhid. Sedangkan kita diperintahkan mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah.. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Oleh karena sifat-sifat ini juga terdapat pada makhluk maka penetapannya untuk Allah pun menimbulkan penyerupaanNya dengan makhluk." (Al-A'raf: 3) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) "Ikutilah sunnahku dan sunnah para Khulafa' Rasyidin se-sudahku. sebab Dia mencintai dan menginginkan kebaikan serta keselamatan hamba dari siksaan-Nya. sekali pun itu hanya sekali. "Kewajiban kalian ada-lah mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa' Rasyidin. dan berarti pula dia telah menentang Allah dan RasulNya. kerancuan) mereka dalam hal ini adalah mereka mengira bahwa penetapan dalam sifat-sifat ini menimbulkan adanya tasybih (penyerupaan Allah dengan lainNya). Karena itu harus dinafikan -menurut mereka.yang mukmin.. tabi'in dan ulama pada masa-masa yang dimuliakan.. Keempat: Pendapat-Pendapat Golongan Sesat Tentang Sifat-Sifat Ini Beserta Bantahannya Golongan-golongan sesat seperti Jahmiyah. karena ia termasuk penyempurnaan bagi perwujudan dua kalimah syahadah. Sesungguhnya kaum salaf dari sahabat.. Bantahan Terhadap Mereka Sifat-sifat ini datang dan ditetapkan oleh nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah yang mutawatir. atau tafwidh (menyerahkan) makna-makna-nya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. ia berkata hadits ini hasan shahih) Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". Demikianlah madzhab mereka dalam sifat-sifat Allah. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.. dan inilah syubhat dan sikap mereka terhadap nash-nash yang ada.

Ini adalah mustahil bagi Allah. Ini tidak mengharuskan kesamaan atau penyerupaan. "Sesungguhnya 'Arsy itu adalah sesuatu yang wujud" dan "sesungguhnya nyamuk itu sesuatu yang wujud". Sesungguhnya menetapkan sifat-sifat yang ada adalah ke-sempurnaan dan menafikannya adalah kekurangan. Allah memiliki sifat-sifat yang khusus dan sesuai dengan keagungan-Nya. Jika dinafikan dari Allah maka hilanglah makna-makna yang agung itu. Makhluk mempunyai sifat-sifat khusus dan sesuai dengan kepantasannya pula. Maka barangsiapa yang menafikan sifat-sifat bagi Allah yang telah Dia tetapkan untuk diriNya. Bahkan antar makhluk pun tidak harus sama. juga dalam hakikat dan kaifiyat. Jika hal ini terjadi antara makhluk dengan makhluk. Menafikan sifat berarti menafikan wujud Allah. ini tidak mengharuskan keduanya sama dalam "sesuatu dan wujud". Sedangkan Allah Mahasuci dari sifat kekurangan. para hamba dapat mengetahui Tuhannya dan mereka memohon kepadaNya dengan nama-nama itu. maka Dia juga mempunyai sifat-sifat yang tidak diserupai oleh sifat-sifat makhluk. Dan tentu nash ini bersifat teka-teki atau kode-kode (sandi) yang tidak bisa kita pahami. Sesungguhnya yang tidak mempunyai sifat hanyalah ma'dum (sesuatu yang tidak ada). Allah Mahasuci dari yang demikian. Lalu dengan apa Dia dimintai dan dengan apa pula ber-tawassul kepadaNya? Sesungguhnya hukum asal dalam nash-nash sifat adalah zhahir dan makna aslinya. Mereka takut kepadaNya dengan nama-nama itu. dan itu berarti pula dia telah mengingkari wujud Allah. dan setiap yang wujud pasti mempunyai sifat. Kesamaan nama-nama Allah dan sifat-sifatNya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhlukNya dalam bahasa tidak mengharuskan kesamaan atau penyerupaan dalam hakikat atau kaifiyat. gamblang dan berisi petunjuk. tentu Allah dan RasulNya telah berbicara kepada kita dengan khitab dan ucapan yang kita tidak paham maknanya. karena tidak ada dzat tanpa sifat. maka antara Allah Al-Khaliq dengan makhlukNya adalah lebih utama untuk tidak sama.Seandainya zhahir nash-nash tentang sifat-sifat itu bukan yang dimaksud. telah membangkang kepada Allah dan telah menyerupakan Allah dengan benda-benda yang tidak ada wujudnya. Karena kalam Allah dan kalam RasulNya adalah ucapan yang sangat jelas. sebagai keha-rusan dan konsekuensi dari ucapannya itu. Maka wajiblah penetapan sifatsifat itu. dan dia wajib di-ta'wilnya (penyerahan makna kepa-da Allah). Jika dikatakan. berarti ia telah mencam-pakkan sifat-sifat Allah. Tidak boleh . Mustahil dibayangkan ada wujud yang tidak mempunyai sifat. Sesungguhnya dengan nama-nama dan sifat-sifat ini. Mereka takut kepadaNya dan mengharap dariNya sesuai dengan kandungan nama-nama itu. Sebagaimana Allah mempunyai Dzat yang tidak diserupai oleh dzat makhluk.

Bahwasanya manakala Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam berbicara dengan suatu pembicaraan jika beliau menginginkan arti yang bukan zhahir-nya.menyelewengkan dari zhahir-nya kecuali jika terpenuhi keempat syarat berikut ini: Menetapkan kemungkinan lafazh mengandung makna yang akan di-ta'wil-kan kepadanya. Menegakkan dalil yang memalingkan lafazh dari zhahir-nya kepada makna yang mungkin dikandungnya yakni makna yang menyalahi zhahir-nya. Dia harus mempunyai jawaban yang benar terhadap dalil-dalil yang berlawanan dengannya. Karena orang yang mengaku benar harus mempunyai bukti atas dakwaannya. Menjawab dalil-dalil yang bertentangan dengan dalilnya tadi. ( berbagai sumber . Dan tidaklah disebut memiliki dalil orang yang hanya mendakwakan ta'wil. pasti beliau menjelaskan kepada umat bahwasanya beliau menginginkan majaz (arti kiasan) bukan hakikat atau arti sebenarnya. Ternyata ini tidak pernah terjadi pada nash-nash sifat tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful