Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah Kategori: Lainnya Asmaul Husna

Sep 15, '07 2:59 PM untuk semuanya

Allah mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang baik) maka mohonkanlah(doa) kepadaNya dengan menyebut Asmaul Husna tersebut. Tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-namaNya. Mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang mereka perbuat (QS 7 : 180) ALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil. Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (H.R. Bukhari dan Muslim) Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya. Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr: 24) Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul. Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran. Hanya milik ALLAH asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A'râf: 180) Asmaul Husna hanya milik ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tsb dalam kehidupan sehari-hari. No Nama Arti Ada dalam 1 ar-Rahmaan Yang Maha Pemurah Al-Faatihah: 3 2 ar-Rahiim Yang Maha Pengasih Al-Faatihah: 3 3 al-Malik Maha Raja Al-Mu'minuun: 11 4 al-Qudduus Maha Suci Al-Jumu'ah: 1 5 as-Salaam Maha Sejahtera Al-Hasyr: 23 6 al-Mu'min Yang Maha Terpercaya Al-Hasyr: 23 7 al-Muhaimin Yang Maha Memelihara Al-Hasyr: 23 8 al-'Aziiz Yang Maha Perkasa Aali 'Imran: 62 9 al-Jabbaar Kehendaknya Tdk Bisa DiingkariAl-Hasyr: 23 10 al-Mutakabbir Yang Memiliki Kebesaran Al-Hasyr: 23 11 al-Khaaliq Yang Maha Pencipta Ar-Ra'd: 16 12 al-Baari' Yang Mengadakan dari Tiada Al-Hasyr: 24

13 al-Mushawwir Yang Membuat Bentuk Al-Hasyr: 24 14 al-Ghaffaar Yang Maha Pengampun Al-Baqarah: 235 15 al-Qahhaar Yang Maha Perkasa Ar-Ra'd: 16 16 al-Wahhaab Yang Maha Pemberi Aali 'Imran: 8 17 ar-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezki Adz-Dzaariyaat: 58 18 al-Fattaah Yang Maha Membuka (Hati) Sabaa': 26 19 al-'Aliim Yang Maha Mengetahui Al-Baqarah: 29 20 al-Qaabidh Yang Maha Pengendali Al-Baqarah: 245 21 al-Baasith Yang Maha Melapangkan Ar-Ra'd: 26 22 al-Khaafidh Yang Merendahkan Hadits at-Tirmizi 23 ar-Raafi' Yang Meninggikan Al-An'aam: 83 24 al-Mu'izz Yang Maha Terhormat Aali 'Imran: 26 25 al-Mudzdzill Yang Maha Menghinakan Aali 'Imran: 26 26 as-Samii' Yang Maha Mendengar Al-Israa': 1 27 al-Bashiir Yang Maha Melihat Al-Hadiid: 4 28 al-Hakam Yang Memutuskan Hukum Al-Mu'min: 48 29 al-'Adl Yang Maha Adil Al-An'aam: 115 30 al-Lathiif Yang Maha Lembut Al-Mulk: 14 31 al-Khabiir Yang Maha Mengetahui Al-An'aam: 18 32 al-Haliim Yang Maha Penyantun Al-Baqarah: 235 33 al-'Azhiim Yang Maha Agung Asy-Syuura: 4 34 al-Ghafuur Yang Maha Pengampun Aali 'Imran: 89 35 asy-Syakuur Yang Menerima Syukur Faathir: 30 36 al-'Aliyy Yang Maha Tinggi An-Nisaa': 34 37 al-Kabiir Yang Maha Besar Ar-Ra'd: 9 38 al-Hafiizh Yang Maha Penjaga Huud: 57 39 al-Muqiit Yang Maha Pemelihara An-Nisaa': 85 40 al-Hasiib Maha Pembuat Perhitungan An-Nisaa': 6 41 al-Jaliil Yang Maha Luhur Ar-Rahmaan: 27 42 al-Kariim Yang Maha Mulia An-Naml: 40 43 ar-Raqiib Yang Maha Mengawasi Al-Ahzaab: 52 44 al-Mujiib Yang Maha Mengabulkan Huud: 61 45 al-Waasi' Yang Maha Luas Al-Baqarah: 268 46 al-Hakiim Yang Maha Bijaksana Al-An'aam: 18 47 al-Waduud Yang Maha Mengasihi Al-Buruuj: 14 48 al-Majiid Yang Maha Mulia Al-Buruuj: 15 49 al-Baa'its Yang Membangkitkan Yaasiin: 52 50 asy-Syahiid Yang Maha Menyaksikan Al-Maaidah: 117 51 al-Haqq Yang Maha Benar Thaahaa: 114 52 al-Wakiil Yang Maha Pemelihara Al-An'aam: 102 53 al-Qawiyy Yang Maha Kuat Al-Anfaal: 52 54 al-Matiin Yang Maha Kokoh Adz-Dzaariyaat: 58 55 al-Waliyy Yang Maha Melindungi An-Nisaa': 45 56 al-Hamiid Yang Maha Terpuji An-Nisaa': 131 57 al-Muhshi Yang Maha Menghitung Maryam: 94 58 al-Mubdi' Yang Maha Memulai Al-Buruuj: 13 .

" (QS 33:41).59 al-Mu'id Yang Maha Mengembalikan Ar-Ruum: 27 60 al-Muhyi Yang Maha Menghidupkan Ar-Ruum: 50 61 al-Mumiit Yang Maha Mematikan Al-Mu'min: 68 62 al-Hayy Yang Maha Hidup Thaahaa: 111 63 al-Qayyuum Yang Maha Mandiri Thaahaa: 11 64 al-Waajid Yang Maha Menemukan Adh-Dhuhaa: 6-8 65 al-Maajid Yang Maha Mulia Huud: 73 66 al-Waahid Yang Maha Tunggal Al-Baqarah: 133 67 al-Ahad Yang Maha Esa Al-Ikhlaas: 1 68 ash-Shamad Yang Maha Dibutuhkan Al-Ikhlaas: 2 69 al-Qaadir Yang Maha Kuat Al-Baqarah: 20 70 al-Muqtadir Yang Maha Berkuasa Al-Qamar: 42 71 al-Muqqadim Yang Maha Mendahulukan Qaaf: 28 72 al-Mu'akhkhir Yang Maha Mengakhirkan Ibraahiim: 42 73 al-Awwal Yang Maha Permulaan Al-Hadiid: 3 74 al-Aakhir Yang Maha Akhir Al-Hadiid: 3 75 azh-Zhaahir Yang Maha Nyata Al-Hadiid: 3 76 al-Baathin Yang Maha Gaib Al-Hadiid: 3 77 al-Waalii Yang Maha Memerintah Ar-Ra'd: 11 78 al-Muta'aalii Yang Maha Tinggi Ar-Ra'd: 9 79 al-Barr Yang Maha Dermawan Ath-Thuur: 28 80 at-Tawwaab Yang Maha Penerima Taubat An-Nisaa': 16 81 al-Muntaqim Yang Maha Penyiksa As-Sajdah: 22 82 al-'Afuww Yang Maha Pemaaf An-Nisaa': 99 83 ar-Ra'uuf Yang Maha Pengasih Al-Baqarah: 207 84 Maalik al-Mulk Yang Mempunyai Kerajaan Aali 'Imran: 26 85 Zuljalaal wa al-'Ikraam Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan Ar-Rahmaan: 27 86 al-Muqsith Yang Maha Adil An-Nuur: 47 87 al-Jaami' Yang Maha Pengumpul Sabaa': 26 88 al-Ghaniyy Yang Maha Kaya Al-Baqarah: 267 89 al-Mughnii Yang Maha Mencukupi An-Najm: 48 90 al-Maani' Yang Maha Mencegah Hadits at-Tirmizi 91 adh-Dhaarr Yang Maha Pemberi Derita Al-An'aam: 17 92 an-Naafi' Yang Maha Pemberi Manfaat Al-Fath: 11 93 an-Nuur Yang Maha Bercahaya An-Nuur: 35 94 al-Haadii Yang Maha Pemberi Petunjuk Al-Hajj: 54 95 al-Badii' Yang Maha Pencipta Al-Baqarah: 117 96 al-Baaqii Yang Maha Kekal Thaahaa: 73 97 al-Waarits Yang Maha Mewarisi Al-Hijr: 23 98 ar-Rasyiid Yang Maha Pandai Al-Jin: 10 99 ash-Shabuur Yang Maha Sabar Hadits at-Tirmizi "Wahai orang-orang beriman. Hanya saja. dalam berzikir dan dalam melakukan ibadah apapun selain harus ikhlas juga harus . berzikirlah mengingat Allah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah dengan mensucikan-Nya baik di waktu pagi maupun petang.

sendiri bersabda. ya Rahman". Ilhad di dalam asma¶ Allah berarti menyelewengkannya dari makna-makna agung yang dikandungnya kepada makna-makna batil yang tidak dikandungnya. Ilhad menurut bahasa berarti ³ ´ yakni condong. (Al-Isra': 110) Diriwayatkan."." (Al-A'raf: 180) Ayat yang agung ini menunjukkan hal-hal berikut: Menetapkan nama-nama (asma') untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala . Maka ia berkata. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Hanya milik Allah asma'ul husna. "Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama. Rasul saw. Hanya saja khasiat tersebut harus disertai dalil yang valid yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. termasuk khasiat zikir asmaul husna. tanpa kekurangan dan cacat sedikit pun.. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. "Sesungguhnya Muhammad mengaku bahwa dirinya hanya menyembah satu tuhan. menyebutkan khasiatkhasiat zikir. Dengan nama yang mana saja kamu seru. sedangkan ia . Karena ia mengandung makna dan sifat-sifat yang sempurna. "Ya Allah. Sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang men-ta'wil-kannya dari makna-makna sebenarnya kepada makna yang mereka ada-adakan. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Katakanlah: 'Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dalam hal ini. Memang benar bahwa zikir asmaul husna memiliki keutamaan yang sangat besar. berzikir dengan mengharap sesuatu diperbolehkan selama harapan dan tujuannya itu tidak bertentangan dengan syariat. Maka hal ini menunjukkan keagungannya serta kecintaan Allah kepada do'a yang disertai nama-namaNya. Ia bukanlah sekedar nama-nama kosong yang tak bermakna atau tak mengandung arti. Dia mempunyai al-asma'ul husna (nama-nama yang terbaik) . harus berdasarkan keterangan Allah dan Rasul saw. Bahwasanya asma' Allah Subhannahu wa Ta'ala semuanya adalah husna. Sesungguhnya Allah memerintahkan berdo'a dan ber-tawassul kepadaNya dengan namanamaNya. Bahwasanya Allah Subhannahu wa Ta'ala mengancam orang-orang yang ilhad dalam asma'-Nya dan Dia akan membalas perbuatan mereka yang buruk itu.. maka siapa yang menafikannya berarti ia telah menafikan apa yang telah ditetapkan Allah dan juga berarti dia telah menentang Allah Subhannahu wa Ta'ala . maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma'ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menye-but) nama-namaNya. bahwa salah seorang musyrik mendengar baginda Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam sedang mengucapkan dalam sujudnya.disertai contoh dan dalil yang berasal dari Rasul saw.Lalu. Maksudnya sangat baik. Siapa yang membacanya (dengan disertai pemahaman dan pengamalan terhadapnya) pasti ia masuk sorga".

Al-Khaliq menunjukkan Dia menciptakan. sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Dan apabila dikatakan kepada mereka: 'Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang'. uluhiyah. Katakanlah: 'Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia . juga tidak menunjukkan kepada pujian dan kesempur-naan. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. "Ya Allah". dan jika mereka menghendaki boleh memanggil. Hal ini menunjukkan tetapnya nama-nama Allah dan bahwasanya masing-masing dari namaNya bisa digunakan untuk berdo'a sesuai dengan maqam dan suasananya. padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Nama-nama yang mulia ini bukanlah sekedar nama kosong yang tidak mengandung makna dan sifat. asma' dan sifatNya.. Dia mempunyai al-asma'ul husna (nama-nama yang baik)." (AlFurqan: 60) Dan termasuk orang-orang yang dikatakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala : ". Begitulah seterusnya. dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman)." (Ar-Ra'd: 30) Maksudnya. Ar-Rahim menunjukkan Dzat dan sifat rahmat. Jika ." (Al-Hasyr: 24) Maka barangsiapa menafikan asma' Allah berarti ia berada di atas jalan orang-orang musyrik. aku meyakini rububiyah.'. Maka hal ini menunjukkan bahwa rububiyah dan uluhiyah-Nya mengharuskan adanya asma' dan sifat Allah Subhannahu wa Ta'ala.. Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. AlQodir menunjukkan Dzat dan qudrah. As-Sami' dan Al-Bashir menun-jukkan sifat mendengar dan melihat. "Nama-nama Rabb Subhannahu wa Ta'ala menunjukkan sifat-sifat kesempurnaanNya. Dan juga. Jadi ia adalah nama sekaligus sifat dan karena itulah ia menjadi husna. Maka Allah menyuruh hamba-hambaNya untuk memanjatkan do'a kepadaNya dengan menyebut nama-namaNya sesuai dengan keinginannya. karena semuanya adalah husna. Al-'Alim menunjukkan sifat ilmu yang luas. maka nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim menunjukkan sifat rahmah.. karena ia diambil dari sifat-sifatNya." (Thaha: 8) ". Demikian seperti disebutkan oleh Ibnu Katsir. justru ia adalah nama-nama yang menunjukkan kepada makna yang mulia dan sifat yang agung. mereka menjawab: 'Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepadaNya)?'.. setiap nama dari nama-namaNya menunjukkan sifat dari sifat-sifatNya.. dan Ar-Razzaq menunjuk-kan Dia memberi rizki dengan jumlah yang banyak sekali. bahwasanya sesuatu yang tidak memiliki asma' dan sifat tidaklah layak menjadi Rabb (Tuhan) dan Ilah (sesembahan).. mereka memanggil. "Ya Rahman" dan seterusnya. ini yang kalian kufuri adalah Tuhanku.memohon kepada dua tuhan. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Setiap nama menunjukkan kepada sifat. seperti Al-'Alim menunjukkan Dzat dan ilmu. Jika mereka mau. Syaikh Ibnu Taimiyah berkata: "Setiap nama dari nama-namaNya menunjukkan kepada Dzat yang disebutnya dan sifat yang dikandungnya." Maka Allah menurunkan ayat ini. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dialah Allah." Ibnul Qayyim berkata. Sebab andaikata ia hanyalah lafazh-lafazh yang tak bermakna maka tidaklah disebut husna. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Al-Karim menunjukkan sifat karam (dermawan dan mulia).

Sifat-Sifat Allah Sifat-sifat Allah terbagi menjadi dua bagian. khasiat. setiap keterangan tentang amal. atau sebaliknya. ³ ´ (mendengar). ³ ´ (wajah). dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. maka ampunilah aku. Sehingga boleh dikatakan. karena sesungguhnya engkau adalah Adh-Dharr (Yang Memberi Madharat) dan Al-Mani' (Yang Menolak) . ³ ´ (kemuliaan). dibenarkan bagi seseorang untuk membaca asmaul husna atau zikir tertentu dengan harapan mendapat sorga atau harapan lain asalkan tidak bertentangan dengan syariat dan sama seperti yang diterangkan oleh Allah dan Rasul-Nya.. karena se-sungguhnya Engkau adalah Al-Muntaqim (Maha Membalas Dendam)." dan yang semacamnya. Sifat ini tidak berpisah dari DzatNya. Al-qudrah (berkuasa) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". sebagaimana Dia juga menafikan dari DiriNya sifat 'ajz (lemah) dan lughub (letih). apakah ia termasuk dzatiy atau fi'liy?! A." (Al-Baqarah: 20) "Dan adalah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. serta jumlah bilangan zikir semuanya harus dikembalikan kepada nas dan dalil yang valid: Alquran dan Sunnah. ³ ´ (ketinggian). "Ya Allah sesungguhnya saya telah menzhalimi diri sendiri. turun ke langit dunia ketika tinggal sepertiga akhir dari malam. Ringkasnya. ³ ´ (dua mata).." (Al-Kahfi: 45) "Katakanlah: 'Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu. ³ ´ (melihat).demikian tentu diperbolehkan meletakkan nama intiqam (balas dendam) dan ghadhab (marah) pada tempat rahmat dan ihsan. Bagian kedua. ³ ´ (dua tangan). ³ ´ (hikmah).." (Al-An'am: 65) "Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembali-kannya (hidup sesudah mati). Bagian pertama. Berikut ini kami sebutkan sejumlah sifat-sifat Allah dengan dalil dan keterangannya." (Adz-Dzariyat: 58) Artinya." (AthThariq: 8) Dia telah menetapkan sifat qudrah. dan datang pada hari Kiamat. ³ ´ (kekuasan)." (AlMaidah: 120) "Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah anugerahilah saya. Seperti ³ ´ (ilmu). yakni sifat yang senantiasa melekat denganNya. Yaitu sifat yang Dia perbuat jika berkehendak. tentu tidak diperbolehkan memberi kabar dengan masdar-masdar-nya dan tidak boleh menyifati dengannya. kuasa untuk melakukan apa saja.. Lagi pula kalau tidak menunjukkan arti dan sifat. ³ ´ (keagungan). bersemayam di atas 'Arsy. seperti firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mem-punyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. Tetapi kenya-taannya Allah sendiri telah mengabarkan tentang DiriNya dengan masdar-masdar-Nya dan menetapkannya untuk DiriNya dan telah ditetapkan oleh RasulNya untukNya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah . Seperti. adalah sifat dzatiyah. dari atas kamu atau dari bawah kakimu'. sehingga terhindar dari bidah dan khurafat. adalah sifat fi'liyah.

yang bermanfaat dan yang berbahaya bahkan meliputi segala sesuatu. sedangkan iradah syar'iyah tidak harus terjadi." (Yasin: 82) Ayat-ayat ini menetapkan iradah untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala yakni di antara sifat Allah yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. sebuah lisan dan sepasang bibir? Kemudian apabila ia melayangkan pandangannya ke seluruh jagat raya ini maka ia akan melihat berbagai keajaiban qudrah-Nya yang menunjuk-kan keagunganNya. Iradah kauniyah meliputi yang baik dan yang jelek. sebagaimana yang terdapat dalam ayat: "Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk." (Al-Baqarah: 185) Perbedaan antara keduanya ialah: Iradah kauniyah pasti terjadi. Tidaklah ada penciptaan makhluk dan pembangkitan mereka kembali kecuali bagaikan satu jiwa saja." (Qaf: 38) Dia memiliki qudrah yang mutlak dan sempurna sehingga tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya.." (Yasin: 82) Maka seluruh makhlukNya.." (Al-An'am: 125) Yaitu iradah yang menjadi persamaan masyi'ah (kehendak Allah). "Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia." (Al-Hajj: 14) "Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakiNya." (Al-Buruj: 16) "Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.baik di langit maupun di bumi. tidak ada bedanya antara masyi'ah dan iradah kauniyah. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya." (Fathir: 44) "Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa. dan Kami sedikit-pun tidak ditimpa keletihan. Iradah Kauniyah. Sedangkan iradah syar'iyah hanya terdapat pada yang baik dan yang bermanfaat saja. niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. sebagaimana terdapat dalam ayat: "Allah menghendaki kemudahan bagimu." (Al-Maidah: 1) "Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. B. Iradah Syar'iyah. bagaimanakah Allah menciptakannya dalam bentuk yang paling baik. menunjukkan kesempurnaan qudrah-Nya yang menyeluruh. Tidak ada satu partikel pun yang keluar dariNya. niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. mencipta-kan untuknya sepasang mata. baik yang di atas maupun yang di bawah. bisa terjadi bisa pula tidak. Al-iradah (berkehendak) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendakiNya. b. Ahlus-Sunnah wal Jama'ah menyepakati bahwa iradah itu ada dua macam: a. Cukuplah menjadi dalil bagi seorang hamba manakala ia melihat kepada penciptaan diri-nya. . membelah baginya pendengaran dan penglihatannya.

. ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu... Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib.?" (Al-Mulk: 14) Karena mustahil bisa menciptakan benda-benda di alam ini de-ngan sangat teliti dan sempurna kalau bukan Yang Maha Mengetahui. Seperti penciptaan Iblis dan segala yang jahat lainnya un-tuk ujian dan cobaan. tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri..." (Ali Imran: 5) Yang dimaksud dengan syahadah adalah apa yang disaksikan dan dilihat oleh manusia.. Al-'Ilmu (Ilmu) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ".. "Kaum Muslimin memahami.. Yang tidak mengetahui dan tidak mempunyai ilmu tidak mungkin menciptakan sesuatu." (AnNahl: 74) Di antara dalil yang menunjukkan atas ilmuNya yang luas adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : ". Tidak ada tersembunyi dari-padaNya seberat zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi ." (Ath-Thalaq: 12) Di antara dalilnya yang lain ialah hasil ciptaanNya yang sangat teliti dan sempurna.. agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati. C. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". Syaikh Ibnu Taimiyah berkata. dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan.Iradah kauniyah tidak mengharuskan mahabbah (cinta Allah).... sedang kamu tidak menge-tahui. seperti taat dan pahala. dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui?" (Al-Mulk: 14) . tetapi Allah mengetahuinya. "Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. seandainya ia menciptakan tentu tidak akan teliti dan sempurna. sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu sebelum benda-benda itu ada dengan ilmuNya dan qadim azaliy yang merupakan salah satu dari konsekuensi DiriNya yang Mahasuci." (Saba': 3) "Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi... dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula) . Dan Dia tidak mengambil ilmu tentang benda itu dari benda itu sendiri. dan menge-tahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Adapun iradah syar'iyah maka di antara konsekuensinya adalah mahabbah Allah. dan sesungguhnya Allah. dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah . "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan)." (At-Taghabun: 4) Dan masih banyak lagi ayat-ayat tentang masalah ini.." (Al-Hasyr: 22) ". tetapi dari hal tersebut akan lahir sesuatu yang dicintai Allah." (Al-Baqarah: 255) "Sesungguhnya Allah mengetahui." (AlAn'am: 59) "Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Yang mengetahui yang ghaib. Terkadang Allah menghendaki terjadinya sesuatu yang tidak Dia cintai. karena Allah tidak menginginkan dengannya kecuali sesuatu yang dicintaiNya." (Al-Hujurat: 18) Yang dimaksud dengan ghaib adalah yang tidak diketahui oleh manusia. Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata .. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan)...

sedangkan sifat-sifat itu tidaklah ada kecuali dari yang hidup." (Asy-Syura: 11) "Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. maka Allah akan melihat pekerjaanmu itu .'. Dialah Al-Qayyum. 5. qudrat dan iradah. dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (Thaha: 46) Pendengaran Allah Subhannahu wa Ta'ala menangkap semua suara. Berbagai macam bahasa dan suara tidaklah membuat samar bagiNya." (Ghafir: 65) "Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati .." (An-Nisa': 58) ". seperti firmanNya: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. karena Allah bersifat dengan 'ilmu. jika Dia dimintai dengannya pasti Dia memberi. dan tidak ada sesuatu pun yang menutupi penglihatanNya." (Al-Baqarah: 255) "Dialah Yang hidup kekal. mendengar semua suara dengan semua bahasa dan dapat membedakan semua kebutuhan masing-masing.." (Asy-Syu'ara: 218-219) "Dan katakanlah: 'Bekerjalah kamu. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Allah.. tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia .. Sesungguhnya Aku beserta kamu berdua. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka?" (Az-Zukhruf: 80) Sebagaimana Allah juga melihat segala sesuatu.. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Allah Subhannahu wa .. yang menegakkan yang lainNya dengan memberinya sebab-sebab kelangsungan dan kebaikan. dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orangorang yang sujud.. Allah menyifati diriNya dengan kedua-duanya dalam banyak ayat. tidak ada kekurangan." (Al-Mujadalah: 1) "Apakah mereka mengira. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?" (Al-'Alaq: 14) "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang). Aku mendengar dan melihat. Al-Hayat (Hidup) Yaitu sifat dzatiyah azaliyah yang tetap untuk Allah. tidak ada kematian. dan mengadukan (halnya) kepada Allah. As-Sam'u (Mendengar) Dan Al-Bashar (Melihat) Keduanya termasuk sifat dzatiyah Allah. BagiNya adalah kehidupan yang sempurna.. baik yang keras maupun yang pelan.. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) .4. Satu pen-dengaran tidak mengganggu pendengaran yang lain. Dan bahwa Al-Hayyul Qayyum adalah "AlIsmul A'zham" (nama yang paling agung) yang jika Allah dipanggil dengannya pasti Dia mengabulkan. karenanya hayat menunjukkan kepada seluruh sifat-sifat dzatiyah. (Ali Imran: 5) Yang tidak mendengar dan melihat tidak layak untuk menjadi Tuhan." (At-Taubah: 105) Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. tidak ada kantuk dan tidak ada tidur. Jadi seluruh sifat kembali kepada dua nama yang agung ini. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya.. dan qayyum menun-jukkan kepada seluruh sifat-sifat fi'liyah." (Al-Furqan: 58) Ayat-ayat di atas menetapkan sifat hayat bagi Allah.

kalam (pembicaraan). Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan kaum Musa. As-Sunnah. setelah kepergian Musa ke gunung Thur membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara. Juga termasuk sifat fi'liyah.. «´ (Al-Baqarah: 75) Semua ayat ini menetapkan sifat hadits (ucapan). Pertama. karena terus menyertai Allah dan tidak pernah berpisah dariNya. "Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak bisa mendengar dan melihat. ketika Allah berfirman.supaya ia sempat mendengar firman Allah.." (An-Nisa': 164) ".. kapan Dia menghendaki dan dengan apa Dia kehendaki. karena berkaitan dengan masyi'ah dan qudrah-Nya." (At-Taubah: 6) ³« padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah." (Ali Imran: 55) "Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami)." (Al-A'raf: 54) Kedua. Semuanya adalah termasuk jenis kalam yang tetap bagi Allah sesuai dengan keagunganNya. lalu Dia bersemayam di atas `Arsy . Allah Subhannahu wa Ta'ala juga menyebutkan bahwa yang tidak bisa berbicara tidak pantas untuk menjadi Tuhan... pada surat Al-A'raf: "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. 'Hai Isa ." (Asy-Syu'ara: 10) "Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka ..´ (An-Nisa': 87) "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?" (An-Nisa': 122) "Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.. Allah Subhannahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa Dia bersemayam di ata 'Arsy. ijma' salaf dan para imam adalah Al-Kalam.Ta'ala menceritakan tentang Ibrahim Alaihissalam yang berbicara kepada bapaknya sebagai protes atas penyembahan mereka terhadap berhala. sedangkan bisu adalah sifat kekurangan. Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala berbicara sebagaimana yang Dia kehendaki. 7. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ³Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan (nya) dari-pada Allah... qaul (perkata-an)." (Al-Baqarah: 253) "(Ingatlah). pada surat Yunus: "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan . Kalam Allah termasuk sifat dzatiyah. nida' (seruan) dan munajat. suci dari keku-rangan. Al-Istiwa' 'Alal-'Arsy (Bersemayam Di Atas 'Arsy) Ia adalah termasuk sifat fi'liyah.." (Maryam: 52) "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa ... pada tujuh tempat di dalam kitabNya. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) . Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka?" (Al-A'raf: 148) Kalam adalah sifat kesempurnaan. Dan Allah memiliki sifat kesempurnaan." (Al-Qashash: 62) "..." (Maryam: 42) "Apakah berhala-berhala itu mendengar (do`a) mu sewaktu kamu berdo`a (kepadanya)?" (Asy-Syu'ara: 72) 6... Al-Kalam (Berbicara) Di antara sifat Allah yang dinyatakan oleh Al-Qur'an. dengan suatu kalam (pembicaraan) yang bisa didengar.

. pada surat Ar-Ra'd: "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat.." (Al-Ma'arij: 4) .. kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy . 'Arsy menurut Bahasa Arab adalah singgasana untuk raja..." (Yunus: 3) Ketiga. karena memang AlQur'an diturunkan dengan bahasa Arab." (Al-A'la: 1) "Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit. Akan tetapi kita hanya menetapkannya sesuai dengan apa yang kita pahami dari maknanya dalam bahasa Arab. sebagaimana sifat-sifat lainnya.. Allah telah mengangkat `Isa kepadaNya. Kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy .." (Fathir: 10) Dan tentang 'uruj (naik)nya sesuatu kepadaNya: "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan . atau "Dzat yang di atas" jika yang dimaksud dengan sama' adalah sesuatu yang ada di atas..... Kita tidak mengetahui kaifiyah (cara)nya. Yang bersemayam di atas 'Arsy .. yaitu ke-tinggian dan keluhuranNya di atas 'Arsy..bumi dalam enam masa. sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaKu . Maka hal ini menyatakan bahwa yang dimaksudkan adalah maknanya yang hakiki yang tidak menerima ta'wil.." (Al-Hadid: 4) Dalam ketujuh ayat ini lafazh istawa' datang dalam bentuk dan lafazh yang sama." (As-Sajdah: 4) Ketujuh. ia merupakan atap bagi semua makhluk. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar." (Thaha: 5) Kelima. pada surat As-Sajdah: "Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Al-'Uluw (Tinggi) Dan Al-Fawqiyyah (Di Atas) Dua sifat Allah yang termasuk dzatiyah adalah ketinggianNya di atas makhluk dan Dia di atas mereka.. pada surat Thaha: "(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah." (Ali Imran: 55) "Tetapi (yang sebenarnya)." (Ar-Ra'd: 2) Keempat.. sebagaimana kaifiyah sifat-sifatNya yang lain. Sebagaimana Dia menggambarkan tentang diangkatnya apa-apa kepadaNya: ".. kemudian Dia bersema-yam di atas `arsy.. kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy . Se-dangkan yang dimaksud dengan 'Arsy di sini adalah singgasana yang mempunyai beberapa kaki yang dipikul oleh malaikat. 8.. pada surat Al-Hadid: "Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. KepadaNya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikkanNya.." (AlBaqarah: 255) "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi." (Al-Furqan: 59) Keenam. (Dialah) Yang Maha Pemurah . pada surat Al-Furqan: "." (Al-Mulk: 16) Maksudnya "Dzat yang ada di atas langit" apabila yang dimaksud dengan sama' (dalam ayat tersebut) adalah langit." (An-Nisa': 158) Dan tentang shu'ud (naik)nya sesuatu kepadaNya: ". Sedangkan bersemayamnya Allah di atas-nya ialah yang sesuai dengan keagunganNya.

'Uruj dan shu'ud adalah naik. perhitungan amal dan pengawasan ter-hadap mereka..'Uluwudz-Qahr (kekuatanNya di atas makhluk) .. karena hal itu adalah "madzhab hululiyah" yang sesat.." (Al-Hadid: 4) Ma'iyah khusus untuk orang-orang mukmin. Sesungguhnya Aku bersama kamu berdua. 9. Maknanya.. bersemayam di atas 'Arsy-Nya dan Dia bersama mereka dengan ilmuNya. Al-Ma'iyyah (Kebersamaan) Ia adalah sifat yang tetap bagi Allah berdasarkan dalil yang banyak sekali. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada . batil dan kufur. Aku mendengar dan melihat"." (At-Taubah: 40) Catatan Penting: Dari uraian di atas. (Thaha: 46) Dalil-dalil di atas menetapkan bahwa Allah Subhannahu wa Ta'ala selalu bersama hambaNya. Begitu pula fawqiyah-Nya ditetapkan oleh berbagai dalil. Maksudnya.. di mana pun mereka berada. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Janganlah kamu berduka cita... di antaranya adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hambaNya . pengawasan dan pengetahuan Allah terhadap mereka. Mahasuci Allah dari hal tersebut. serta pertolongan. . mengetahui segala hal ihwal mere-ka." (An-Nahl: 50) Perbedaan antara 'uluw dan istiwa' adalah bahwasanya 'uluw ada-lah sifat dzat. sesungguhnya Aku beserta kamu berdua.'Uluwudz-Dzat (DzatNya di atas makhluk) . "." (At-Taubah: 40) "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Tidak ada sesuatu pun dari mereka yang lepas dari pengawasan Allah di mana pun mereka berada.. sesungguhnya Allah bersama kita .. pengetahuan Allah terhadap amal perbuatan hamba-hambaNya. Dalil-dalil semacam ini menunjuk-kan kepada 'uluw (ketinggian) Allah di atas makhlukNya. sedangkan istiwa' adalah sifat fi'il. Aku mendengar dan melihat.." (Al-An'am: 18) Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka..." (Thaha: 46) ".'Uluwul-Qahr (kekuasaanNya di atas makhluk) Kesemuanya itu adalah sifat yang benar untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala . gerakan yang zhahir dan yang batin. mengawasi mereka dan mereka tidak sedikit pun bisa menghilang dari pandangan Allah. Arti ma'iyah: Ma'iyah Allah terhadap makhlukNya ada dua macam: Ma'iyah umum bagi semua makhlukNya. tidak bercampur DzatNya dengan mereka." (Al-Hadid: 4) ". dukungan dan penjagaan Allah untuk mereka dari tipu muslihat musuh-musuh mereka. Karena Allah di atas para hambaNya dan Maha tinggi di atas mereka.. sesungguhnya Allah beserta kita. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". Janganlah kamu berduka cita. 'Uluw mempunyai tiga makna: . jelaslah makna Ma'iyah Allah terhadap hambaNya bukan berarti "Allah bercampur dengan mereka melalui DzatNya"..

" (Ali Imran: 31) (( )) "Dan senantiasa hambaKu mendekat kepadaKu dengan melaksa-nakan ibadah-ibadah 'sunnah' sehingga Aku mencintainya." (Al-Maidah: 54) "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. As-Sukhtu (Murka) Dan Al-Karahiyah (Benci) Sebagaimana Allah mencintai hambaNya yang mukmin dan meri-dhainya. 10. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka.. Dan bahwa terwujudnya cinta dan ridha dari Allah untuk hambaNya adalah dikarenakan amal shalih yang di antaranya adalah takwa. Al-Hubb (Cinta) Dan Ar-Ridha (Ridha) Ia adalah dua sifat yang tetap bagi Allah dan termasuk sifat fi'liyah. Al-Bukhari) 11. sedang yang sampai hanyalah cahaya dan penerangannya saja. maka Allah melemahkan keinginan mereka . Dan Dia mencintai sebagian amal dan akhlak. akan tetapi ia tetap menerangi dan tidak hilang dari pandangan anda. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha terha-dapNya . yaitu kemurkaan Allah kepada mereka . Di antara buah cinta dan ridha ini ialah terwujudnya taufiq dan pemuliaan serta pemberian nikmat kepada hamba-hambaNya yang Dia cintai dan Dia ridhai. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya . sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (Al-Maidah: 119) "Dan berapa banyaknya malaikat di langit. ihsan dan ittiba' kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ." (Al-Fath: 18) "... "Kami terus saja berjalan. niscaya Allah mengasihi .... maka Dia juga memurkai orang-orang kafir dan munafik.Ma'iyah dapat digunakan untuk kebersamaan yang mutlak. syafa`at mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya). dan rembulan bersama kami". Anda mengatakan.. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ." (Al-Baqarah: 222) ". sekali pun tidak ada sentuhan atau percampuran. yaitu cinta dan ridha yang hakiki yang sesuai dengan keagunganNya Yang Mahasuci. Bahwasanya Dia mencintai sebagian manusia dan meridhai mereka.. ikutilah aku. membenci mereka dan membenci amal perbuatan mereka.. Tidak seperti cintanya makhluk untuk makhluk atau ridhanya. padahal dia ada di langit. Anda mengatakan." (At-Taubah: 46) .." (HR." (Al-Ma'idah: 80) "...." (An-Najm: 26) "." (Al-Baqarah: 195) Dalam ayat-ayat ini terdapat ketetapan adanya sifat mahabbah dan ridha bagi Allah.. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka....... ³ ´ (barang/harta saya ada bersama saya). Padahal harta tersebut ada di atas kepala anda atau di atas kendaraan anda atau di atas kuda anda.

dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasanKu. kecuali Wajah Allah. Di antara dampak dari keduanya adalah terja-dinya berbagai musibah dan siksaan terhadap orang-orang yang di-murkaiNya dan dibenci perbuatannya." (Al-Qamar: 14) Maksudnya adalah "dalam penglihatan Kami dan di bawah peme-liharaan Kami". Mahasuci dari hal yang demikian." (HR. Al-Wajhu (Wajah). Al-Yadaani (Dua Tangan) Dan Al-'Ainaani (Dua Mata) Ini adalah sifat-sifat dzatiyah Allah sesuai dengan keagunganNya." (ArRahman: 27) "Tiap-tiap sesuatu pasti binasa. (Shaad: 75) Dua ayat tersebut menetapkan dua tangan untuk Allah I. Al-'Ajab (Heran) Ia adalah sifat yang tetap bagi Allah Subhannahu wa Ta'ala sesuai dengan apa yang pantas bagi . Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki.. Dan disebutkan dalam sunnah yang suci sesuatu yang menun-jukkan makna tatsniyah (dua).. apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tanganKu. Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ".." (Thaha: 39) Disebutkan lafazh 'ain (mata) dan a'yun (beberapa mata) sesuai dengan apa yang disandarkan kepadanya." (Ath-Thur: 48) Maksudnya adalah "berada dalam penglihatan dan penjagaan Kami". . (( )) "Sesungguhnya dia adalah buta sebelah. bahwa maksudnya bukanlah menetapkan satu mata...Murka dan benci adalah dua sifat yang tetap bagi Allah sesuai dengan keagunganNya. maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.. Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "(Tidak demikian)." (Al-Qashash: 88) Dua ayat tersebut menekankan wajah untuk Allah." (Al-Ma'idah: 64) ". sesuai dengan apa yang pantas bagi keagunganNya sebagaimana sifat-sifatNya yang lain. dan sesungguhnya Tuhanmu tidaklah buta sebelah. ".. Al-Bukhari dan Muslim) Ini jelas.. Kita mene-tapkannya untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala sesuai dengan keagunganNya sebagaimana Dia sendiri menetapkan untukNya... tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka. karena mata yang sebelah jelas cacat (buta). Maka dalam ayat-ayat dan hadits tersebut terdapat penetapan terhadap dua mata bagi Allah..". berbentuk tunggal atau ja-mak sesuai dengan ketentuan bahasa Arab. 12. Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda ketika menyifati Dajjal yang mengaku sebagai tuhan.. . "Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami . 13.

dan tidaklah pula tertawaNya sama dengan tertawanya makhluk. Al-Farah (Gembira) Al-Farah adalah sifat yang tetap bagi Allah.. Al-Ityan Dan Al-Maji' (Datang) Keduanya adalah sifat fi'liyah Allah Subhannahu wa Ta'ala . Dalam hadits shahih Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menyatakan bahwasanya Allah sangat bergembira karena taubat seorang hambaNya.. Apabila bumi digoncangkan ber-turut-turut. dan datanglah Tuhanmu." (HR. 14." (Al-Fajr: 21-22) "Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan." (HR. Dia mengetahui bahwa pertolonganNya untukmu adalah dekat. sedang malaikat berbaris-baris.keagunganNya. Dia melihat kepadamu yang dalam keadaan sempit (susah) dan berputus asa." (Al-An'am: 158) Ayat-ayat tersebut menetapkan sifat ityan dan maji' bagi Allah I yaitu datang dengan DzatNya secara sebenarnya untuk memutuskan hukum antara hamba-hambaNya pada hari Kiamat. Dia pun tertawa. sayangNya dan anugerahNya kepada pada hambaNya . bukan kegembiraan seorang yang membutuhkan kepada taubat hambaNya yang bisa diambil manfaatnya. Mahasuci Allah dengan hal itu. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) "Tuhan kita merasa heran terhadap keputus asaan hamba-ham-baNya padahal telah dekat perubahan (keadaan dari kesulitan kepada kemudahan) olehNya.. Akan teta-pi Dia bergembira untuk itu karena kebaikanNya. tidak membutuhkan ketaatan hambaNya. Sifat datang dan mendatangi itu tidak sama dengan sifat makhluk.. . Al-Bukhari dan Muslim) Kegembiraan Allah ini adalah kegembiraan berbuat baik dan sayang. 15. sesuai dengan ke-agunganNya. ." (Al-Baqarah: 210) "Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malai-kat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka). atau kedata-ngan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Tidaklah keherananNya sama dengan keheranan makhluk. Ahmad dan lainnya) Dalam hadits ini terdapat sifat heran dan tertawa. Tidak ada sesuatu pun yang menyamaiNya. Dia berfirman: "Janganlah (berbuat demikian). yaitu dua sifat Allah dari sifat-sifat fi'liyah-Nya sebagaimana sifat-sifatNya yang lain. sebagaimana yang ada dalam beberapa nash-nash shahih dan sharih (jelas). Ia merupakan salah satu dari sifat fi'liyah-Nya sesuai dengan keagunganNya. Beliau Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) ³Allah amat gembira karena taubat hamba melebihi kegembira-an salah seorang dari kalian karena (telah menemukan) kendara-annya (kembali). Karena sesungguhnya Allah Mahakaya.

tetapi mereka tidak berselisih dalam memahami ayat-ayat sifat dan juga haditshaditsnya.. ." Sedangkan Rasulullah telah bersabda. "Kewajiban kalian ada-lah mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa' Rasyidin. Mereka menafikan sifat-sifat Allah atau menafikan banyak sekali dari sifat-sifat itu atau men-ta'wil-kan nash-nash yang menetapkannya dengan ta'wil yang batil. Bantahan Terhadap Mereka Sifat-sifat ini datang dan ditetapkan oleh nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah yang mutawatir. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.. Mu'tazilah dan Asy'ariyah menyalahi AhlusSunnah wal Jama'ah dalam hal sifat-sifat Allah." (Al-A'raf: 3) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) "Ikutilah sunnahku dan sunnah para Khulafa' Rasyidin se-sudahku. ." Sedangkan penetapan sifat adalah termasuk hal tersebut.." (Al-Hasyr: 7) Maka barangsiapa yang menafikannya berarti dia telah menafikan apa yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya. ia berkata hadits ini hasan shahih) Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". atau tafwidh (menyerahkan) makna-makna-nya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. dan inilah syubhat dan sikap mereka terhadap nash-nash yang ada. Abu Daud dan AtTirmidzi. Maka Allah I dan RasulNya menjelaskan de-ngan jelas dan gamblang tanpa kesamaran dan keraguan yang bisa menimpa ahlul ilmi. Bahkan para sahabat dan tabi'in telah bersepakat untuk iqrar (menetapkannya) dan imrar (membiarkan apa adanya) di-sertai dengan pemahaman maknamakna lafazh-nya bahwa hal terse-but telah dijelaskan dengan tuntas. Oleh karena sifat-sifat ini juga terdapat pada makhluk maka penetapannya untuk Allah pun menimbulkan penyerupaanNya dengan makhluk. Demikianlah madzhab mereka dalam sifat-sifat Allah.yang mukmin. semuanya menetapkan sifat-sifat ini dan mereka tidak berselisih sedikit pun di dalamnya. Sesungguhnya kaum salaf dari sahabat. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. sekali pun itu hanya sekali. karena ia termasuk penyempurnaan bagi perwujudan dua kalimah syahadah. Syubhat (keraguan. kerancuan) mereka dalam hal ini adalah mereka mengira bahwa penetapan dalam sifat-sifat ini menimbulkan adanya tasybih (penyerupaan Allah dengan lainNya). tabi'in dan ulama pada masa-masa yang dimuliakan. Karena itu harus dinafikan -menurut mereka. dan bahwa menjelaskannya adalah hal yang teramat penting. dan penetapannya merupakan konsekuensi tauhid... dan berarti pula dia telah menentang Allah dan RasulNya." (HR.. Sedangkan kita diperintahkan mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah.atau harus di-ta'wil-kan dari zhahir-nya. Keempat: Pendapat-Pendapat Golongan Sesat Tentang Sifat-Sifat Ini Beserta Bantahannya Golongan-golongan sesat seperti Jahmiyah. sebab Dia mencintai dan menginginkan kebaikan serta keselamatan hamba dari siksaan-Nya. Imam Ibnul Qayyim berkata: "Manusia banyak berselisih penda-pat dalam banyak hal tentang hukum. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu .

Tidak boleh . juga dalam hakikat dan kaifiyat. Jika dinafikan dari Allah maka hilanglah makna-makna yang agung itu. Sebagaimana Allah mempunyai Dzat yang tidak diserupai oleh dzat makhluk. Maka barangsiapa yang menafikan sifat-sifat bagi Allah yang telah Dia tetapkan untuk diriNya. Mereka takut kepadaNya dengan nama-nama itu. Sesungguhnya yang tidak mempunyai sifat hanyalah ma'dum (sesuatu yang tidak ada). Mustahil dibayangkan ada wujud yang tidak mempunyai sifat. Menafikan sifat berarti menafikan wujud Allah. Kesamaan nama-nama Allah dan sifat-sifatNya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhlukNya dalam bahasa tidak mengharuskan kesamaan atau penyerupaan dalam hakikat atau kaifiyat. Jika hal ini terjadi antara makhluk dengan makhluk. Bahkan antar makhluk pun tidak harus sama. Sesungguhnya menetapkan sifat-sifat yang ada adalah ke-sempurnaan dan menafikannya adalah kekurangan. maka Dia juga mempunyai sifat-sifat yang tidak diserupai oleh sifat-sifat makhluk. Allah Mahasuci dari yang demikian. Lalu dengan apa Dia dimintai dan dengan apa pula ber-tawassul kepadaNya? Sesungguhnya hukum asal dalam nash-nash sifat adalah zhahir dan makna aslinya. Dan tentu nash ini bersifat teka-teki atau kode-kode (sandi) yang tidak bisa kita pahami. berarti ia telah mencam-pakkan sifat-sifat Allah. Maka wajiblah penetapan sifatsifat itu. Ini tidak mengharuskan kesamaan atau penyerupaan. Karena kalam Allah dan kalam RasulNya adalah ucapan yang sangat jelas. dan dia wajib di-ta'wilnya (penyerahan makna kepa-da Allah). Makhluk mempunyai sifat-sifat khusus dan sesuai dengan kepantasannya pula. Allah memiliki sifat-sifat yang khusus dan sesuai dengan keagungan-Nya. maka antara Allah Al-Khaliq dengan makhlukNya adalah lebih utama untuk tidak sama. dan itu berarti pula dia telah mengingkari wujud Allah. dan setiap yang wujud pasti mempunyai sifat. gamblang dan berisi petunjuk. telah membangkang kepada Allah dan telah menyerupakan Allah dengan benda-benda yang tidak ada wujudnya. Sesungguhnya dengan nama-nama dan sifat-sifat ini. sebagai keha-rusan dan konsekuensi dari ucapannya itu. Jika dikatakan. Ini adalah mustahil bagi Allah. karena tidak ada dzat tanpa sifat. para hamba dapat mengetahui Tuhannya dan mereka memohon kepadaNya dengan nama-nama itu. "Sesungguhnya 'Arsy itu adalah sesuatu yang wujud" dan "sesungguhnya nyamuk itu sesuatu yang wujud". ini tidak mengharuskan keduanya sama dalam "sesuatu dan wujud". Mereka takut kepadaNya dan mengharap dariNya sesuai dengan kandungan nama-nama itu. tentu Allah dan RasulNya telah berbicara kepada kita dengan khitab dan ucapan yang kita tidak paham maknanya. Sedangkan Allah Mahasuci dari sifat kekurangan.Seandainya zhahir nash-nash tentang sifat-sifat itu bukan yang dimaksud.

Bahwasanya manakala Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam berbicara dengan suatu pembicaraan jika beliau menginginkan arti yang bukan zhahir-nya. Menjawab dalil-dalil yang bertentangan dengan dalilnya tadi. Menegakkan dalil yang memalingkan lafazh dari zhahir-nya kepada makna yang mungkin dikandungnya yakni makna yang menyalahi zhahir-nya. Dan tidaklah disebut memiliki dalil orang yang hanya mendakwakan ta'wil. pasti beliau menjelaskan kepada umat bahwasanya beliau menginginkan majaz (arti kiasan) bukan hakikat atau arti sebenarnya. Karena orang yang mengaku benar harus mempunyai bukti atas dakwaannya. ( berbagai sumber .menyelewengkan dari zhahir-nya kecuali jika terpenuhi keempat syarat berikut ini: Menetapkan kemungkinan lafazh mengandung makna yang akan di-ta'wil-kan kepadanya. Dia harus mempunyai jawaban yang benar terhadap dalil-dalil yang berlawanan dengannya. Ternyata ini tidak pernah terjadi pada nash-nash sifat tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful