P. 1
Asmaul Husna Dan Sifat

Asmaul Husna Dan Sifat

|Views: 74|Likes:
Published by Jojo Mie

More info:

Published by: Jojo Mie on Jul 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2011

pdf

text

original

Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah Kategori: Lainnya Asmaul Husna

Sep 15, '07 2:59 PM untuk semuanya

Allah mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang baik) maka mohonkanlah(doa) kepadaNya dengan menyebut Asmaul Husna tersebut. Tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-namaNya. Mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang mereka perbuat (QS 7 : 180) ALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil. Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (H.R. Bukhari dan Muslim) Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya. Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr: 24) Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul. Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran. Hanya milik ALLAH asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A'râf: 180) Asmaul Husna hanya milik ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tsb dalam kehidupan sehari-hari. No Nama Arti Ada dalam 1 ar-Rahmaan Yang Maha Pemurah Al-Faatihah: 3 2 ar-Rahiim Yang Maha Pengasih Al-Faatihah: 3 3 al-Malik Maha Raja Al-Mu'minuun: 11 4 al-Qudduus Maha Suci Al-Jumu'ah: 1 5 as-Salaam Maha Sejahtera Al-Hasyr: 23 6 al-Mu'min Yang Maha Terpercaya Al-Hasyr: 23 7 al-Muhaimin Yang Maha Memelihara Al-Hasyr: 23 8 al-'Aziiz Yang Maha Perkasa Aali 'Imran: 62 9 al-Jabbaar Kehendaknya Tdk Bisa DiingkariAl-Hasyr: 23 10 al-Mutakabbir Yang Memiliki Kebesaran Al-Hasyr: 23 11 al-Khaaliq Yang Maha Pencipta Ar-Ra'd: 16 12 al-Baari' Yang Mengadakan dari Tiada Al-Hasyr: 24

13 al-Mushawwir Yang Membuat Bentuk Al-Hasyr: 24 14 al-Ghaffaar Yang Maha Pengampun Al-Baqarah: 235 15 al-Qahhaar Yang Maha Perkasa Ar-Ra'd: 16 16 al-Wahhaab Yang Maha Pemberi Aali 'Imran: 8 17 ar-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezki Adz-Dzaariyaat: 58 18 al-Fattaah Yang Maha Membuka (Hati) Sabaa': 26 19 al-'Aliim Yang Maha Mengetahui Al-Baqarah: 29 20 al-Qaabidh Yang Maha Pengendali Al-Baqarah: 245 21 al-Baasith Yang Maha Melapangkan Ar-Ra'd: 26 22 al-Khaafidh Yang Merendahkan Hadits at-Tirmizi 23 ar-Raafi' Yang Meninggikan Al-An'aam: 83 24 al-Mu'izz Yang Maha Terhormat Aali 'Imran: 26 25 al-Mudzdzill Yang Maha Menghinakan Aali 'Imran: 26 26 as-Samii' Yang Maha Mendengar Al-Israa': 1 27 al-Bashiir Yang Maha Melihat Al-Hadiid: 4 28 al-Hakam Yang Memutuskan Hukum Al-Mu'min: 48 29 al-'Adl Yang Maha Adil Al-An'aam: 115 30 al-Lathiif Yang Maha Lembut Al-Mulk: 14 31 al-Khabiir Yang Maha Mengetahui Al-An'aam: 18 32 al-Haliim Yang Maha Penyantun Al-Baqarah: 235 33 al-'Azhiim Yang Maha Agung Asy-Syuura: 4 34 al-Ghafuur Yang Maha Pengampun Aali 'Imran: 89 35 asy-Syakuur Yang Menerima Syukur Faathir: 30 36 al-'Aliyy Yang Maha Tinggi An-Nisaa': 34 37 al-Kabiir Yang Maha Besar Ar-Ra'd: 9 38 al-Hafiizh Yang Maha Penjaga Huud: 57 39 al-Muqiit Yang Maha Pemelihara An-Nisaa': 85 40 al-Hasiib Maha Pembuat Perhitungan An-Nisaa': 6 41 al-Jaliil Yang Maha Luhur Ar-Rahmaan: 27 42 al-Kariim Yang Maha Mulia An-Naml: 40 43 ar-Raqiib Yang Maha Mengawasi Al-Ahzaab: 52 44 al-Mujiib Yang Maha Mengabulkan Huud: 61 45 al-Waasi' Yang Maha Luas Al-Baqarah: 268 46 al-Hakiim Yang Maha Bijaksana Al-An'aam: 18 47 al-Waduud Yang Maha Mengasihi Al-Buruuj: 14 48 al-Majiid Yang Maha Mulia Al-Buruuj: 15 49 al-Baa'its Yang Membangkitkan Yaasiin: 52 50 asy-Syahiid Yang Maha Menyaksikan Al-Maaidah: 117 51 al-Haqq Yang Maha Benar Thaahaa: 114 52 al-Wakiil Yang Maha Pemelihara Al-An'aam: 102 53 al-Qawiyy Yang Maha Kuat Al-Anfaal: 52 54 al-Matiin Yang Maha Kokoh Adz-Dzaariyaat: 58 55 al-Waliyy Yang Maha Melindungi An-Nisaa': 45 56 al-Hamiid Yang Maha Terpuji An-Nisaa': 131 57 al-Muhshi Yang Maha Menghitung Maryam: 94 58 al-Mubdi' Yang Maha Memulai Al-Buruuj: 13 .

" (QS 33:41). dalam berzikir dan dalam melakukan ibadah apapun selain harus ikhlas juga harus . Hanya saja. berzikirlah mengingat Allah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah dengan mensucikan-Nya baik di waktu pagi maupun petang.59 al-Mu'id Yang Maha Mengembalikan Ar-Ruum: 27 60 al-Muhyi Yang Maha Menghidupkan Ar-Ruum: 50 61 al-Mumiit Yang Maha Mematikan Al-Mu'min: 68 62 al-Hayy Yang Maha Hidup Thaahaa: 111 63 al-Qayyuum Yang Maha Mandiri Thaahaa: 11 64 al-Waajid Yang Maha Menemukan Adh-Dhuhaa: 6-8 65 al-Maajid Yang Maha Mulia Huud: 73 66 al-Waahid Yang Maha Tunggal Al-Baqarah: 133 67 al-Ahad Yang Maha Esa Al-Ikhlaas: 1 68 ash-Shamad Yang Maha Dibutuhkan Al-Ikhlaas: 2 69 al-Qaadir Yang Maha Kuat Al-Baqarah: 20 70 al-Muqtadir Yang Maha Berkuasa Al-Qamar: 42 71 al-Muqqadim Yang Maha Mendahulukan Qaaf: 28 72 al-Mu'akhkhir Yang Maha Mengakhirkan Ibraahiim: 42 73 al-Awwal Yang Maha Permulaan Al-Hadiid: 3 74 al-Aakhir Yang Maha Akhir Al-Hadiid: 3 75 azh-Zhaahir Yang Maha Nyata Al-Hadiid: 3 76 al-Baathin Yang Maha Gaib Al-Hadiid: 3 77 al-Waalii Yang Maha Memerintah Ar-Ra'd: 11 78 al-Muta'aalii Yang Maha Tinggi Ar-Ra'd: 9 79 al-Barr Yang Maha Dermawan Ath-Thuur: 28 80 at-Tawwaab Yang Maha Penerima Taubat An-Nisaa': 16 81 al-Muntaqim Yang Maha Penyiksa As-Sajdah: 22 82 al-'Afuww Yang Maha Pemaaf An-Nisaa': 99 83 ar-Ra'uuf Yang Maha Pengasih Al-Baqarah: 207 84 Maalik al-Mulk Yang Mempunyai Kerajaan Aali 'Imran: 26 85 Zuljalaal wa al-'Ikraam Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan Ar-Rahmaan: 27 86 al-Muqsith Yang Maha Adil An-Nuur: 47 87 al-Jaami' Yang Maha Pengumpul Sabaa': 26 88 al-Ghaniyy Yang Maha Kaya Al-Baqarah: 267 89 al-Mughnii Yang Maha Mencukupi An-Najm: 48 90 al-Maani' Yang Maha Mencegah Hadits at-Tirmizi 91 adh-Dhaarr Yang Maha Pemberi Derita Al-An'aam: 17 92 an-Naafi' Yang Maha Pemberi Manfaat Al-Fath: 11 93 an-Nuur Yang Maha Bercahaya An-Nuur: 35 94 al-Haadii Yang Maha Pemberi Petunjuk Al-Hajj: 54 95 al-Badii' Yang Maha Pencipta Al-Baqarah: 117 96 al-Baaqii Yang Maha Kekal Thaahaa: 73 97 al-Waarits Yang Maha Mewarisi Al-Hijr: 23 98 ar-Rasyiid Yang Maha Pandai Al-Jin: 10 99 ash-Shabuur Yang Maha Sabar Hadits at-Tirmizi "Wahai orang-orang beriman.

Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang men-ta'wil-kannya dari makna-makna sebenarnya kepada makna yang mereka ada-adakan. Maka ia berkata. Dengan nama yang mana saja kamu seru.disertai contoh dan dalil yang berasal dari Rasul saw. sedangkan ia . maka siapa yang menafikannya berarti ia telah menafikan apa yang telah ditetapkan Allah dan juga berarti dia telah menentang Allah Subhannahu wa Ta'ala . menyebutkan khasiatkhasiat zikir. Dalam hal ini. Rasul saw. (Al-Isra': 110) Diriwayatkan. harus berdasarkan keterangan Allah dan Rasul saw. "Ya Allah. bahwa salah seorang musyrik mendengar baginda Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam sedang mengucapkan dalam sujudnya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Katakanlah: 'Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Karena ia mengandung makna dan sifat-sifat yang sempurna. Hanya saja khasiat tersebut harus disertai dalil yang valid yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. Maka hal ini menunjukkan keagungannya serta kecintaan Allah kepada do'a yang disertai nama-namaNya. Maksudnya sangat baik.".. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Hanya milik Allah asma'ul husna.Lalu. Ilhad menurut bahasa berarti ³ ´ yakni condong. Ia bukanlah sekedar nama-nama kosong yang tak bermakna atau tak mengandung arti. tanpa kekurangan dan cacat sedikit pun. ya Rahman". Siapa yang membacanya (dengan disertai pemahaman dan pengamalan terhadapnya) pasti ia masuk sorga". Bahwasanya asma' Allah Subhannahu wa Ta'ala semuanya adalah husna. maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma'ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menye-but) nama-namaNya. termasuk khasiat zikir asmaul husna. Bahwasanya Allah Subhannahu wa Ta'ala mengancam orang-orang yang ilhad dalam asma'-Nya dan Dia akan membalas perbuatan mereka yang buruk itu. Memang benar bahwa zikir asmaul husna memiliki keutamaan yang sangat besar.." (Al-A'raf: 180) Ayat yang agung ini menunjukkan hal-hal berikut: Menetapkan nama-nama (asma') untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala . Ilhad di dalam asma¶ Allah berarti menyelewengkannya dari makna-makna agung yang dikandungnya kepada makna-makna batil yang tidak dikandungnya. Sesungguhnya Allah memerintahkan berdo'a dan ber-tawassul kepadaNya dengan namanamaNya. "Sesungguhnya Muhammad mengaku bahwa dirinya hanya menyembah satu tuhan. Dia mempunyai al-asma'ul husna (nama-nama yang terbaik) . "Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama. berzikir dengan mengharap sesuatu diperbolehkan selama harapan dan tujuannya itu tidak bertentangan dengan syariat. sendiri bersabda.

" Maka Allah menurunkan ayat ini. dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman). Maka Allah menyuruh hamba-hambaNya untuk memanjatkan do'a kepadaNya dengan menyebut nama-namaNya sesuai dengan keinginannya. Katakanlah: 'Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia . Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. maka nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim menunjukkan sifat rahmah.." (Thaha: 8) ".." Ibnul Qayyim berkata. karena semuanya adalah husna.. juga tidak menunjukkan kepada pujian dan kesempur-naan. bahwasanya sesuatu yang tidak memiliki asma' dan sifat tidaklah layak menjadi Rabb (Tuhan) dan Ilah (sesembahan). Dia mempunyai al-asma'ul husna (nama-nama yang baik). Begitulah seterusnya. padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah." (AlFurqan: 60) Dan termasuk orang-orang yang dikatakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala : ".memohon kepada dua tuhan. asma' dan sifatNya. Setiap nama menunjukkan kepada sifat. mereka menjawab: 'Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepadaNya)?'. karena ia diambil dari sifat-sifatNya. dan Ar-Razzaq menunjuk-kan Dia memberi rizki dengan jumlah yang banyak sekali. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Demikian seperti disebutkan oleh Ibnu Katsir.. justru ia adalah nama-nama yang menunjukkan kepada makna yang mulia dan sifat yang agung. As-Sami' dan Al-Bashir menun-jukkan sifat mendengar dan melihat. Al-Khaliq menunjukkan Dia menciptakan. Jika mereka mau. Ar-Rahim menunjukkan Dzat dan sifat rahmat. Jadi ia adalah nama sekaligus sifat dan karena itulah ia menjadi husna." (Al-Hasyr: 24) Maka barangsiapa menafikan asma' Allah berarti ia berada di atas jalan orang-orang musyrik. "Ya Allah". setiap nama dari nama-namaNya menunjukkan sifat dari sifat-sifatNya. seperti Al-'Alim menunjukkan Dzat dan ilmu. aku meyakini rububiyah." (Ar-Ra'd: 30) Maksudnya. Nama-nama yang mulia ini bukanlah sekedar nama kosong yang tidak mengandung makna dan sifat. Al-'Alim menunjukkan sifat ilmu yang luas. Maka hal ini menunjukkan bahwa rububiyah dan uluhiyah-Nya mengharuskan adanya asma' dan sifat Allah Subhannahu wa Ta'ala. uluhiyah. Al-Karim menunjukkan sifat karam (dermawan dan mulia). Jika . "Nama-nama Rabb Subhannahu wa Ta'ala menunjukkan sifat-sifat kesempurnaanNya.. dan jika mereka menghendaki boleh memanggil. mereka memanggil..'. Sebab andaikata ia hanyalah lafazh-lafazh yang tak bermakna maka tidaklah disebut husna. Syaikh Ibnu Taimiyah berkata: "Setiap nama dari nama-namaNya menunjukkan kepada Dzat yang disebutnya dan sifat yang dikandungnya. Hal ini menunjukkan tetapnya nama-nama Allah dan bahwasanya masing-masing dari namaNya bisa digunakan untuk berdo'a sesuai dengan maqam dan suasananya. "Ya Rahman" dan seterusnya. sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Dan apabila dikatakan kepada mereka: 'Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang'. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. ini yang kalian kufuri adalah Tuhanku. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dialah Allah. Dan juga. AlQodir menunjukkan Dzat dan qudrah. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

serta jumlah bilangan zikir semuanya harus dikembalikan kepada nas dan dalil yang valid: Alquran dan Sunnah. ³ ´ (dua tangan). bersemayam di atas 'Arsy. maka ampunilah aku. setiap keterangan tentang amal. seperti firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mem-punyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. khasiat. Sifat-Sifat Allah Sifat-sifat Allah terbagi menjadi dua bagian.. Lagi pula kalau tidak menunjukkan arti dan sifat. ³ ´ (kemuliaan). turun ke langit dunia ketika tinggal sepertiga akhir dari malam. ³ ´ (melihat). Al-qudrah (berkuasa) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "." (Al-An'am: 65) "Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembali-kannya (hidup sesudah mati)." (Al-Baqarah: 20) "Dan adalah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. apakah ia termasuk dzatiy atau fi'liy?! A.. tentu tidak diperbolehkan memberi kabar dengan masdar-masdar-nya dan tidak boleh menyifati dengannya. Yaitu sifat yang Dia perbuat jika berkehendak. adalah sifat fi'liyah. Tetapi kenya-taannya Allah sendiri telah mengabarkan tentang DiriNya dengan masdar-masdar-Nya dan menetapkannya untuk DiriNya dan telah ditetapkan oleh RasulNya untukNya. kuasa untuk melakukan apa saja. yakni sifat yang senantiasa melekat denganNya. Berikut ini kami sebutkan sejumlah sifat-sifat Allah dengan dalil dan keterangannya.demikian tentu diperbolehkan meletakkan nama intiqam (balas dendam) dan ghadhab (marah) pada tempat rahmat dan ihsan. dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. dari atas kamu atau dari bawah kakimu'. Seperti." dan yang semacamnya. karena sesungguhnya engkau adalah Adh-Dharr (Yang Memberi Madharat) dan Al-Mani' (Yang Menolak) ." (AthThariq: 8) Dia telah menetapkan sifat qudrah. ³ ´ (keagungan).. Seperti ³ ´ (ilmu). atau sebaliknya. karena se-sungguhnya Engkau adalah Al-Muntaqim (Maha Membalas Dendam). ³ ´ (dua mata). sebagaimana Dia juga menafikan dari DiriNya sifat 'ajz (lemah) dan lughub (letih)." (Al-Kahfi: 45) "Katakanlah: 'Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu. Bagian pertama. Ringkasnya. Sifat ini tidak berpisah dari DzatNya.. Sehingga boleh dikatakan. adalah sifat dzatiyah. ³ ´ (kekuasan). Ya Allah anugerahilah saya. dibenarkan bagi seseorang untuk membaca asmaul husna atau zikir tertentu dengan harapan mendapat sorga atau harapan lain asalkan tidak bertentangan dengan syariat dan sama seperti yang diterangkan oleh Allah dan Rasul-Nya." (Adz-Dzariyat: 58) Artinya. dan datang pada hari Kiamat. ³ ´ (wajah)." (AlMaidah: 120) "Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. ³ ´ (ketinggian). sehingga terhindar dari bidah dan khurafat. ³ ´ (mendengar). Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah . "Ya Allah sesungguhnya saya telah menzhalimi diri sendiri. Bagian kedua. ³ ´ (hikmah).

dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Iradah Syar'iyah. Al-iradah (berkehendak) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendakiNya. Iradah kauniyah meliputi yang baik dan yang jelek. Ahlus-Sunnah wal Jama'ah menyepakati bahwa iradah itu ada dua macam: a. bagaimanakah Allah menciptakannya dalam bentuk yang paling baik. b. baik yang di atas maupun yang di bawah. dan Kami sedikit-pun tidak ditimpa keletihan. tidak ada bedanya antara masyi'ah dan iradah kauniyah." (Al-An'am: 125) Yaitu iradah yang menjadi persamaan masyi'ah (kehendak Allah).." (Al-Hajj: 14) "Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakiNya. sedangkan iradah syar'iyah tidak harus terjadi. sebagaimana terdapat dalam ayat: "Allah menghendaki kemudahan bagimu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. bisa terjadi bisa pula tidak." (Yasin: 82) Ayat-ayat ini menetapkan iradah untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala yakni di antara sifat Allah yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. Iradah Kauniyah. niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit . Tidak ada satu partikel pun yang keluar dariNya. Cukuplah menjadi dalil bagi seorang hamba manakala ia melihat kepada penciptaan diri-nya." (Al-Baqarah: 185) Perbedaan antara keduanya ialah: Iradah kauniyah pasti terjadi. sebuah lisan dan sepasang bibir? Kemudian apabila ia melayangkan pandangannya ke seluruh jagat raya ini maka ia akan melihat berbagai keajaiban qudrah-Nya yang menunjuk-kan keagunganNya. yang bermanfaat dan yang berbahaya bahkan meliputi segala sesuatu." (Al-Buruj: 16) "Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia. sebagaimana yang terdapat dalam ayat: "Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya." (Qaf: 38) Dia memiliki qudrah yang mutlak dan sempurna sehingga tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya. menunjukkan kesempurnaan qudrah-Nya yang menyeluruh. Sedangkan iradah syar'iyah hanya terdapat pada yang baik dan yang bermanfaat saja." (Yasin: 82) Maka seluruh makhlukNya. . mencipta-kan untuknya sepasang mata. niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Tidaklah ada penciptaan makhluk dan pembangkitan mereka kembali kecuali bagaikan satu jiwa saja. B." (Fathir: 44) "Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa.. membelah baginya pendengaran dan penglihatannya." (Al-Maidah: 1) "Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. "Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia.baik di langit maupun di bumi.

Seperti penciptaan Iblis dan segala yang jahat lainnya un-tuk ujian dan cobaan. ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu." (Saba': 3) "Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula) .. dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan... "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan).." (Al-Hujurat: 18) Yang dimaksud dengan ghaib adalah yang tidak diketahui oleh manusia.. tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. dan sesungguhnya Allah. tetapi Allah mengetahuinya.. "Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. Syaikh Ibnu Taimiyah berkata. Yang tidak mengetahui dan tidak mempunyai ilmu tidak mungkin menciptakan sesuatu." (AnNahl: 74) Di antara dalil yang menunjukkan atas ilmuNya yang luas adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : ".. seandainya ia menciptakan tentu tidak akan teliti dan sempurna. seperti taat dan pahala. Yang mengetahui yang ghaib. karena Allah tidak menginginkan dengannya kecuali sesuatu yang dicintaiNya.. Tidak ada tersembunyi dari-padaNya seberat zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi .?" (Al-Mulk: 14) Karena mustahil bisa menciptakan benda-benda di alam ini de-ngan sangat teliti dan sempurna kalau bukan Yang Maha Mengetahui. Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata . "Kaum Muslimin memahami. tetapi dari hal tersebut akan lahir sesuatu yang dicintai Allah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan). dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah . Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.. C..Iradah kauniyah tidak mengharuskan mahabbah (cinta Allah)." (At-Taghabun: 4) Dan masih banyak lagi ayat-ayat tentang masalah ini.. dan menge-tahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan.. Dan Dia tidak mengambil ilmu tentang benda itu dari benda itu sendiri.." (Al-Hasyr: 22) ". dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui?" (Al-Mulk: 14) .." (Al-Baqarah: 255) "Sesungguhnya Allah mengetahui. Al-'Ilmu (Ilmu) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". sedang kamu tidak menge-tahui." (Ali Imran: 5) Yang dimaksud dengan syahadah adalah apa yang disaksikan dan dilihat oleh manusia. sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu sebelum benda-benda itu ada dengan ilmuNya dan qadim azaliy yang merupakan salah satu dari konsekuensi DiriNya yang Mahasuci.. Adapun iradah syar'iyah maka di antara konsekuensinya adalah mahabbah Allah." (AlAn'am: 59) "Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Terkadang Allah menghendaki terjadinya sesuatu yang tidak Dia cintai. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib... agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "." (Ath-Thalaq: 12) Di antara dalilnya yang lain ialah hasil ciptaanNya yang sangat teliti dan sempurna..

4. Al-Hayat (Hidup) Yaitu sifat dzatiyah azaliyah yang tetap untuk Allah.. maka Allah akan melihat pekerjaanmu itu .. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia . Jadi seluruh sifat kembali kepada dua nama yang agung ini. qudrat dan iradah. tidak ada kekurangan. dan tidak ada sesuatu pun yang menutupi penglihatanNya. yang menegakkan yang lainNya dengan memberinya sebab-sebab kelangsungan dan kebaikan.. Berbagai macam bahasa dan suara tidaklah membuat samar bagiNya. 5. dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (Al-Mujadalah: 1) "Apakah mereka mengira. tidak ada kematian. (Ali Imran: 5) Yang tidak mendengar dan melihat tidak layak untuk menjadi Tuhan. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Allah. bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka?" (Az-Zukhruf: 80) Sebagaimana Allah juga melihat segala sesuatu." (An-Nisa': 58) ". Aku mendengar dan melihat... Dan bahwa Al-Hayyul Qayyum adalah "AlIsmul A'zham" (nama yang paling agung) yang jika Allah dipanggil dengannya pasti Dia mengabulkan. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?" (Al-'Alaq: 14) "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang). dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orangorang yang sujud." (Ghafir: 65) "Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati . sedangkan sifat-sifat itu tidaklah ada kecuali dari yang hidup. Satu pen-dengaran tidak mengganggu pendengaran yang lain. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) . Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya.. baik yang keras maupun yang pelan. Dialah Al-Qayyum." (Thaha: 46) Pendengaran Allah Subhannahu wa Ta'ala menangkap semua suara." (Al-Baqarah: 255) "Dialah Yang hidup kekal. Sesungguhnya Aku beserta kamu berdua. karena Allah bersifat dengan 'ilmu.." (At-Taubah: 105) Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. tidak ada kantuk dan tidak ada tidur. jika Dia dimintai dengannya pasti Dia memberi.. BagiNya adalah kehidupan yang sempurna." (Asy-Syu'ara: 218-219) "Dan katakanlah: 'Bekerjalah kamu.. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Allah menyifati diriNya dengan kedua-duanya dalam banyak ayat. dan mengadukan (halnya) kepada Allah." (Asy-Syura: 11) "Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. mendengar semua suara dengan semua bahasa dan dapat membedakan semua kebutuhan masing-masing..'. seperti firmanNya: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia." (Al-Furqan: 58) Ayat-ayat di atas menetapkan sifat hayat bagi Allah. dan qayyum menun-jukkan kepada seluruh sifat-sifat fi'liyah. Allah Subhannahu wa . karenanya hayat menunjukkan kepada seluruh sifat-sifat dzatiyah. As-Sam'u (Mendengar) Dan Al-Bashar (Melihat) Keduanya termasuk sifat dzatiyah Allah.

kalam (pembicaraan). As-Sunnah.supaya ia sempat mendengar firman Allah.. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) . Juga termasuk sifat fi'liyah.. Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala berbicara sebagaimana yang Dia kehendaki.. karena terus menyertai Allah dan tidak pernah berpisah dariNya. pada surat Al-A'raf: "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Allah Subhannahu wa Ta'ala juga menyebutkan bahwa yang tidak bisa berbicara tidak pantas untuk menjadi Tuhan. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan kaum Musa. Semuanya adalah termasuk jenis kalam yang tetap bagi Allah sesuai dengan keagunganNya.. pada tujuh tempat di dalam kitabNya. Kalam Allah termasuk sifat dzatiyah.Ta'ala menceritakan tentang Ibrahim Alaihissalam yang berbicara kepada bapaknya sebagai protes atas penyembahan mereka terhadap berhala. 'Hai Isa . Pertama. Al-Kalam (Berbicara) Di antara sifat Allah yang dinyatakan oleh Al-Qur'an. "Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak bisa mendengar dan melihat. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ³Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan (nya) dari-pada Allah. ketika Allah berfirman. suci dari keku-rangan." (Al-A'raf: 54) Kedua.." (Maryam: 52) "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa .." (An-Nisa': 164) ".. Allah Subhannahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa Dia bersemayam di ata 'Arsy. kapan Dia menghendaki dan dengan apa Dia kehendaki. karena berkaitan dengan masyi'ah dan qudrah-Nya.. sedangkan bisu adalah sifat kekurangan.. 7.. setelah kepergian Musa ke gunung Thur membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara." (At-Taubah: 6) ³« padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah.. Dan Allah memiliki sifat kesempurnaan.´ (An-Nisa': 87) "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?" (An-Nisa': 122) "Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung." (Al-Baqarah: 253) "(Ingatlah)." (Ali Imran: 55) "Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami).. qaul (perkata-an)." (Asy-Syu'ara: 10) "Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka ." (Al-Qashash: 62) ".." (Maryam: 42) "Apakah berhala-berhala itu mendengar (do`a) mu sewaktu kamu berdo`a (kepadanya)?" (Asy-Syu'ara: 72) 6. dengan suatu kalam (pembicaraan) yang bisa didengar. nida' (seruan) dan munajat.. ijma' salaf dan para imam adalah Al-Kalam. «´ (Al-Baqarah: 75) Semua ayat ini menetapkan sifat hadits (ucapan).. lalu Dia bersemayam di atas `Arsy .. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka?" (Al-A'raf: 148) Kalam adalah sifat kesempurnaan. Al-Istiwa' 'Alal-'Arsy (Bersemayam Di Atas 'Arsy) Ia adalah termasuk sifat fi'liyah. pada surat Yunus: "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan .

Maka hal ini menyatakan bahwa yang dimaksudkan adalah maknanya yang hakiki yang tidak menerima ta'wil.." (Al-A'la: 1) "Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit." (An-Nisa': 158) Dan tentang shu'ud (naik)nya sesuatu kepadaNya: ". Allah telah mengangkat `Isa kepadaNya. pada surat Ar-Ra'd: "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat.. 8." (AlBaqarah: 255) "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.." (Al-Hadid: 4) Dalam ketujuh ayat ini lafazh istawa' datang dalam bentuk dan lafazh yang sama. pada surat As-Sajdah: "Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa.." (Thaha: 5) Kelima. yaitu ke-tinggian dan keluhuranNya di atas 'Arsy. Sebagaimana Dia menggambarkan tentang diangkatnya apa-apa kepadaNya: ". kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy ." (Ar-Ra'd: 2) Keempat." (Ali Imran: 55) "Tetapi (yang sebenarnya).." (Al-Ma'arij: 4) .. sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaKu . sebagaimana sifat-sifat lainnya. KepadaNya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikkanNya.." (Yunus: 3) Ketiga.. Akan tetapi kita hanya menetapkannya sesuai dengan apa yang kita pahami dari maknanya dalam bahasa Arab.. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. ia merupakan atap bagi semua makhluk. Kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy .. karena memang AlQur'an diturunkan dengan bahasa Arab. atau "Dzat yang di atas" jika yang dimaksud dengan sama' adalah sesuatu yang ada di atas. 'Arsy menurut Bahasa Arab adalah singgasana untuk raja. Kita tidak mengetahui kaifiyah (cara)nya." (As-Sajdah: 4) Ketujuh. kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy ." (Al-Furqan: 59) Keenam.. Al-'Uluw (Tinggi) Dan Al-Fawqiyyah (Di Atas) Dua sifat Allah yang termasuk dzatiyah adalah ketinggianNya di atas makhluk dan Dia di atas mereka." (Al-Mulk: 16) Maksudnya "Dzat yang ada di atas langit" apabila yang dimaksud dengan sama' (dalam ayat tersebut) adalah langit.... pada surat Thaha: "(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah." (Fathir: 10) Dan tentang 'uruj (naik)nya sesuatu kepadaNya: "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan ...... (Dialah) Yang Maha Pemurah .bumi dalam enam masa. sebagaimana kaifiyah sifat-sifatNya yang lain. Yang bersemayam di atas 'Arsy . Se-dangkan yang dimaksud dengan 'Arsy di sini adalah singgasana yang mempunyai beberapa kaki yang dipikul oleh malaikat.. kemudian Dia bersema-yam di atas `arsy. pada surat Al-Furqan: ". pada surat Al-Hadid: "Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Sedangkan bersemayamnya Allah di atas-nya ialah yang sesuai dengan keagunganNya.

Arti ma'iyah: Ma'iyah Allah terhadap makhlukNya ada dua macam: Ma'iyah umum bagi semua makhlukNya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Janganlah kamu berduka cita." (An-Nahl: 50) Perbedaan antara 'uluw dan istiwa' adalah bahwasanya 'uluw ada-lah sifat dzat... Mahasuci Allah dari hal tersebut.. dukungan dan penjagaan Allah untuk mereka dari tipu muslihat musuh-musuh mereka. sesungguhnya Aku beserta kamu berdua. Aku mendengar dan melihat".'Uruj dan shu'ud adalah naik." (Thaha: 46) "." (At-Taubah: 40) "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Janganlah kamu berduka cita. sesungguhnya Allah beserta kita. pengawasan dan pengetahuan Allah terhadap mereka.'Uluwul-Qahr (kekuasaanNya di atas makhluk) Kesemuanya itu adalah sifat yang benar untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala ." (Al-Hadid: 4) Ma'iyah khusus untuk orang-orang mukmin... karena hal itu adalah "madzhab hululiyah" yang sesat. 'Uluw mempunyai tiga makna: .. serta pertolongan.. Maknanya. (Thaha: 46) Dalil-dalil di atas menetapkan bahwa Allah Subhannahu wa Ta'ala selalu bersama hambaNya. sesungguhnya Allah bersama kita . Dalil-dalil semacam ini menunjuk-kan kepada 'uluw (ketinggian) Allah di atas makhlukNya. mengawasi mereka dan mereka tidak sedikit pun bisa menghilang dari pandangan Allah.. ".. Aku mendengar dan melihat. Al-Ma'iyyah (Kebersamaan) Ia adalah sifat yang tetap bagi Allah berdasarkan dalil yang banyak sekali. pengetahuan Allah terhadap amal perbuatan hamba-hambaNya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ".. di mana pun mereka berada.. sedangkan istiwa' adalah sifat fi'il. bersemayam di atas 'Arsy-Nya dan Dia bersama mereka dengan ilmuNya.." (Al-Hadid: 4) ". batil dan kufur. perhitungan amal dan pengawasan ter-hadap mereka. Begitu pula fawqiyah-Nya ditetapkan oleh berbagai dalil. Tidak ada sesuatu pun dari mereka yang lepas dari pengawasan Allah di mana pun mereka berada.'Uluwudz-Qahr (kekuatanNya di atas makhluk) . Sesungguhnya Aku bersama kamu berdua. Maksudnya.. di antaranya adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hambaNya .'Uluwudz-Dzat (DzatNya di atas makhluk) . jelaslah makna Ma'iyah Allah terhadap hambaNya bukan berarti "Allah bercampur dengan mereka melalui DzatNya".. mengetahui segala hal ihwal mere-ka. 9. gerakan yang zhahir dan yang batin." (At-Taubah: 40) Catatan Penting: Dari uraian di atas." (Al-An'am: 18) Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada . Karena Allah di atas para hambaNya dan Maha tinggi di atas mereka. tidak bercampur DzatNya dengan mereka. .

tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka.. Anda mengatakan..." (HR.. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha terha-dapNya . ³ ´ (barang/harta saya ada bersama saya). As-Sukhtu (Murka) Dan Al-Karahiyah (Benci) Sebagaimana Allah mencintai hambaNya yang mukmin dan meri-dhainya. syafa`at mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).Ma'iyah dapat digunakan untuk kebersamaan yang mutlak. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. Al-Hubb (Cinta) Dan Ar-Ridha (Ridha) Ia adalah dua sifat yang tetap bagi Allah dan termasuk sifat fi'liyah." (Al-Maidah: 54) "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (At-Taubah: 46) . niscaya Allah mengasihi . Dan Dia mencintai sebagian amal dan akhlak. ikutilah aku.... membenci mereka dan membenci amal perbuatan mereka.. akan tetapi ia tetap menerangi dan tidak hilang dari pandangan anda. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya ..... Padahal harta tersebut ada di atas kepala anda atau di atas kendaraan anda atau di atas kuda anda. Tidak seperti cintanya makhluk untuk makhluk atau ridhanya... Di antara buah cinta dan ridha ini ialah terwujudnya taufiq dan pemuliaan serta pemberian nikmat kepada hamba-hambaNya yang Dia cintai dan Dia ridhai. "Kami terus saja berjalan. yaitu cinta dan ridha yang hakiki yang sesuai dengan keagunganNya Yang Mahasuci. 10." (Al-Fath: 18) ". yaitu kemurkaan Allah kepada mereka . sedang yang sampai hanyalah cahaya dan penerangannya saja." (Al-Baqarah: 222) ". Al-Bukhari) 11. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin . Dan bahwa terwujudnya cinta dan ridha dari Allah untuk hambaNya adalah dikarenakan amal shalih yang di antaranya adalah takwa... dan rembulan bersama kami".. ihsan dan ittiba' kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam .... sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (An-Najm: 26) "." (Ali Imran: 31) (( )) "Dan senantiasa hambaKu mendekat kepadaKu dengan melaksa-nakan ibadah-ibadah 'sunnah' sehingga Aku mencintainya. Bahwasanya Dia mencintai sebagian manusia dan meridhai mereka. sekali pun tidak ada sentuhan atau percampuran. maka Allah melemahkan keinginan mereka ." (Al-Ma'idah: 80) ". Anda mengatakan. maka Dia juga memurkai orang-orang kafir dan munafik. padahal dia ada di langit." (Al-Maidah: 119) "Dan berapa banyaknya malaikat di langit." (Al-Baqarah: 195) Dalam ayat-ayat ini terdapat ketetapan adanya sifat mahabbah dan ridha bagi Allah.

. . 12. karena mata yang sebelah jelas cacat (buta). Dan disebutkan dalam sunnah yang suci sesuatu yang menun-jukkan makna tatsniyah (dua)." (ArRahman: 27) "Tiap-tiap sesuatu pasti binasa... Al-'Ajab (Heran) Ia adalah sifat yang tetap bagi Allah Subhannahu wa Ta'ala sesuai dengan apa yang pantas bagi . (Shaad: 75) Dua ayat tersebut menetapkan dua tangan untuk Allah I. Kita mene-tapkannya untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala sesuai dengan keagunganNya sebagaimana Dia sendiri menetapkan untukNya. Al-Wajhu (Wajah). Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki." (HR. berbentuk tunggal atau ja-mak sesuai dengan ketentuan bahasa Arab. Di antara dampak dari keduanya adalah terja-dinya berbagai musibah dan siksaan terhadap orang-orang yang di-murkaiNya dan dibenci perbuatannya. apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tanganKu. dan sesungguhnya Tuhanmu tidaklah buta sebelah....." (Ath-Thur: 48) Maksudnya adalah "berada dalam penglihatan dan penjagaan Kami". Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda ketika menyifati Dajjal yang mengaku sebagai tuhan. Al-Bukhari dan Muslim) Ini jelas. Al-Yadaani (Dua Tangan) Dan Al-'Ainaani (Dua Mata) Ini adalah sifat-sifat dzatiyah Allah sesuai dengan keagunganNya. Mahasuci dari hal yang demikian." (Al-Qamar: 14) Maksudnya adalah "dalam penglihatan Kami dan di bawah peme-liharaan Kami".. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.. "." (Thaha: 39) Disebutkan lafazh 'ain (mata) dan a'yun (beberapa mata) sesuai dengan apa yang disandarkan kepadanya." (Al-Ma'idah: 64) ". (( )) "Sesungguhnya dia adalah buta sebelah. "Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami . sesuai dengan apa yang pantas bagi keagunganNya sebagaimana sifat-sifatNya yang lain. bahwa maksudnya bukanlah menetapkan satu mata. Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "." (Al-Qashash: 88) Dua ayat tersebut menekankan wajah untuk Allah.Murka dan benci adalah dua sifat yang tetap bagi Allah sesuai dengan keagunganNya.. 13. Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "(Tidak demikian). tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka. dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasanKu. kecuali Wajah Allah..".. Maka dalam ayat-ayat dan hadits tersebut terdapat penetapan terhadap dua mata bagi Allah. . maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami.

Sifat datang dan mendatangi itu tidak sama dengan sifat makhluk. sebagaimana yang ada dalam beberapa nash-nash shahih dan sharih (jelas)." (HR.. sesuai dengan ke-agunganNya.. dan tidaklah pula tertawaNya sama dengan tertawanya makhluk. Tidak ada sesuatu pun yang menyamaiNya." (Al-Fajr: 21-22) "Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan. Al-Bukhari dan Muslim) Kegembiraan Allah ini adalah kegembiraan berbuat baik dan sayang.." (Al-An'am: 158) Ayat-ayat tersebut menetapkan sifat ityan dan maji' bagi Allah I yaitu datang dengan DzatNya secara sebenarnya untuk memutuskan hukum antara hamba-hambaNya pada hari Kiamat. Ahmad dan lainnya) Dalam hadits ini terdapat sifat heran dan tertawa. dan datanglah Tuhanmu. sedang malaikat berbaris-baris. atau kedata-ngan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu." (Al-Baqarah: 210) "Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malai-kat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka). Dalam hadits shahih Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menyatakan bahwasanya Allah sangat bergembira karena taubat seorang hambaNya. Akan teta-pi Dia bergembira untuk itu karena kebaikanNya. Dia berfirman: "Janganlah (berbuat demikian). Ia merupakan salah satu dari sifat fi'liyah-Nya sesuai dengan keagunganNya. 14.keagunganNya. Karena sesungguhnya Allah Mahakaya. Mahasuci Allah dengan hal itu. Al-Farah (Gembira) Al-Farah adalah sifat yang tetap bagi Allah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) "Tuhan kita merasa heran terhadap keputus asaan hamba-ham-baNya padahal telah dekat perubahan (keadaan dari kesulitan kepada kemudahan) olehNya. Dia melihat kepadamu yang dalam keadaan sempit (susah) dan berputus asa. yaitu dua sifat Allah dari sifat-sifat fi'liyah-Nya sebagaimana sifat-sifatNya yang lain. 15. . . Apabila bumi digoncangkan ber-turut-turut. tidak membutuhkan ketaatan hambaNya.. Dia pun tertawa. Dia mengetahui bahwa pertolonganNya untukmu adalah dekat." (HR. Beliau Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) ³Allah amat gembira karena taubat hamba melebihi kegembira-an salah seorang dari kalian karena (telah menemukan) kendara-annya (kembali). sayangNya dan anugerahNya kepada pada hambaNya . bukan kegembiraan seorang yang membutuhkan kepada taubat hambaNya yang bisa diambil manfaatnya. Tidaklah keherananNya sama dengan keheranan makhluk. Al-Ityan Dan Al-Maji' (Datang) Keduanya adalah sifat fi'liyah Allah Subhannahu wa Ta'ala .

" (Al-Hasyr: 7) Maka barangsiapa yang menafikannya berarti dia telah menafikan apa yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya. Mu'tazilah dan Asy'ariyah menyalahi AhlusSunnah wal Jama'ah dalam hal sifat-sifat Allah.atau harus di-ta'wil-kan dari zhahir-nya. . Syubhat (keraguan. "Kewajiban kalian ada-lah mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa' Rasyidin. tetapi mereka tidak berselisih dalam memahami ayat-ayat sifat dan juga haditshaditsnya. sebab Dia mencintai dan menginginkan kebaikan serta keselamatan hamba dari siksaan-Nya. Imam Ibnul Qayyim berkata: "Manusia banyak berselisih penda-pat dalam banyak hal tentang hukum.. Maka Allah I dan RasulNya menjelaskan de-ngan jelas dan gamblang tanpa kesamaran dan keraguan yang bisa menimpa ahlul ilmi. Bantahan Terhadap Mereka Sifat-sifat ini datang dan ditetapkan oleh nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah yang mutawatir.yang mukmin. tabi'in dan ulama pada masa-masa yang dimuliakan. ia berkata hadits ini hasan shahih) Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "." (HR. Sesungguhnya kaum salaf dari sahabat. dan inilah syubhat dan sikap mereka terhadap nash-nash yang ada." Sedangkan penetapan sifat adalah termasuk hal tersebut.. kerancuan) mereka dalam hal ini adalah mereka mengira bahwa penetapan dalam sifat-sifat ini menimbulkan adanya tasybih (penyerupaan Allah dengan lainNya). Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. karena ia termasuk penyempurnaan bagi perwujudan dua kalimah syahadah.. dan bahwa menjelaskannya adalah hal yang teramat penting. Bahkan para sahabat dan tabi'in telah bersepakat untuk iqrar (menetapkannya) dan imrar (membiarkan apa adanya) di-sertai dengan pemahaman maknamakna lafazh-nya bahwa hal terse-but telah dijelaskan dengan tuntas.. Keempat: Pendapat-Pendapat Golongan Sesat Tentang Sifat-Sifat Ini Beserta Bantahannya Golongan-golongan sesat seperti Jahmiyah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu ." Sedangkan Rasulullah telah bersabda.. atau tafwidh (menyerahkan) makna-makna-nya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. Mereka menafikan sifat-sifat Allah atau menafikan banyak sekali dari sifat-sifat itu atau men-ta'wil-kan nash-nash yang menetapkannya dengan ta'wil yang batil. dan berarti pula dia telah menentang Allah dan RasulNya. Oleh karena sifat-sifat ini juga terdapat pada makhluk maka penetapannya untuk Allah pun menimbulkan penyerupaanNya dengan makhluk." (Al-A'raf: 3) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) "Ikutilah sunnahku dan sunnah para Khulafa' Rasyidin se-sudahku. Sedangkan kita diperintahkan mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Abu Daud dan AtTirmidzi. dan penetapannya merupakan konsekuensi tauhid. sekali pun itu hanya sekali. Karena itu harus dinafikan -menurut mereka. .. Demikianlah madzhab mereka dalam sifat-sifat Allah. semuanya menetapkan sifat-sifat ini dan mereka tidak berselisih sedikit pun di dalamnya.

karena tidak ada dzat tanpa sifat. Makhluk mempunyai sifat-sifat khusus dan sesuai dengan kepantasannya pula. tentu Allah dan RasulNya telah berbicara kepada kita dengan khitab dan ucapan yang kita tidak paham maknanya. dan setiap yang wujud pasti mempunyai sifat. Allah Mahasuci dari yang demikian. ini tidak mengharuskan keduanya sama dalam "sesuatu dan wujud". Sesungguhnya yang tidak mempunyai sifat hanyalah ma'dum (sesuatu yang tidak ada). Jika dinafikan dari Allah maka hilanglah makna-makna yang agung itu. "Sesungguhnya 'Arsy itu adalah sesuatu yang wujud" dan "sesungguhnya nyamuk itu sesuatu yang wujud". sebagai keha-rusan dan konsekuensi dari ucapannya itu. Menafikan sifat berarti menafikan wujud Allah. Sebagaimana Allah mempunyai Dzat yang tidak diserupai oleh dzat makhluk. Tidak boleh .Seandainya zhahir nash-nash tentang sifat-sifat itu bukan yang dimaksud. Mereka takut kepadaNya dan mengharap dariNya sesuai dengan kandungan nama-nama itu. telah membangkang kepada Allah dan telah menyerupakan Allah dengan benda-benda yang tidak ada wujudnya. Dan tentu nash ini bersifat teka-teki atau kode-kode (sandi) yang tidak bisa kita pahami. Sesungguhnya dengan nama-nama dan sifat-sifat ini. dan dia wajib di-ta'wilnya (penyerahan makna kepa-da Allah). Ini tidak mengharuskan kesamaan atau penyerupaan. juga dalam hakikat dan kaifiyat. Sesungguhnya menetapkan sifat-sifat yang ada adalah ke-sempurnaan dan menafikannya adalah kekurangan. Karena kalam Allah dan kalam RasulNya adalah ucapan yang sangat jelas. Kesamaan nama-nama Allah dan sifat-sifatNya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhlukNya dalam bahasa tidak mengharuskan kesamaan atau penyerupaan dalam hakikat atau kaifiyat. Bahkan antar makhluk pun tidak harus sama. Ini adalah mustahil bagi Allah. maka antara Allah Al-Khaliq dengan makhlukNya adalah lebih utama untuk tidak sama. Maka wajiblah penetapan sifatsifat itu. para hamba dapat mengetahui Tuhannya dan mereka memohon kepadaNya dengan nama-nama itu. Jika hal ini terjadi antara makhluk dengan makhluk. maka Dia juga mempunyai sifat-sifat yang tidak diserupai oleh sifat-sifat makhluk. Maka barangsiapa yang menafikan sifat-sifat bagi Allah yang telah Dia tetapkan untuk diriNya. berarti ia telah mencam-pakkan sifat-sifat Allah. Jika dikatakan. dan itu berarti pula dia telah mengingkari wujud Allah. Allah memiliki sifat-sifat yang khusus dan sesuai dengan keagungan-Nya. Lalu dengan apa Dia dimintai dan dengan apa pula ber-tawassul kepadaNya? Sesungguhnya hukum asal dalam nash-nash sifat adalah zhahir dan makna aslinya. Sedangkan Allah Mahasuci dari sifat kekurangan. Mustahil dibayangkan ada wujud yang tidak mempunyai sifat. Mereka takut kepadaNya dengan nama-nama itu. gamblang dan berisi petunjuk.

( berbagai sumber . Menjawab dalil-dalil yang bertentangan dengan dalilnya tadi. Dan tidaklah disebut memiliki dalil orang yang hanya mendakwakan ta'wil. pasti beliau menjelaskan kepada umat bahwasanya beliau menginginkan majaz (arti kiasan) bukan hakikat atau arti sebenarnya.menyelewengkan dari zhahir-nya kecuali jika terpenuhi keempat syarat berikut ini: Menetapkan kemungkinan lafazh mengandung makna yang akan di-ta'wil-kan kepadanya. Bahwasanya manakala Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam berbicara dengan suatu pembicaraan jika beliau menginginkan arti yang bukan zhahir-nya. Ternyata ini tidak pernah terjadi pada nash-nash sifat tersebut. Menegakkan dalil yang memalingkan lafazh dari zhahir-nya kepada makna yang mungkin dikandungnya yakni makna yang menyalahi zhahir-nya. Karena orang yang mengaku benar harus mempunyai bukti atas dakwaannya. Dia harus mempunyai jawaban yang benar terhadap dalil-dalil yang berlawanan dengannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->