Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah Kategori: Lainnya Asmaul Husna

Sep 15, '07 2:59 PM untuk semuanya

Allah mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang baik) maka mohonkanlah(doa) kepadaNya dengan menyebut Asmaul Husna tersebut. Tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-namaNya. Mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang mereka perbuat (QS 7 : 180) ALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil. Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (H.R. Bukhari dan Muslim) Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya. Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr: 24) Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul. Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran. Hanya milik ALLAH asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A'râf: 180) Asmaul Husna hanya milik ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tsb dalam kehidupan sehari-hari. No Nama Arti Ada dalam 1 ar-Rahmaan Yang Maha Pemurah Al-Faatihah: 3 2 ar-Rahiim Yang Maha Pengasih Al-Faatihah: 3 3 al-Malik Maha Raja Al-Mu'minuun: 11 4 al-Qudduus Maha Suci Al-Jumu'ah: 1 5 as-Salaam Maha Sejahtera Al-Hasyr: 23 6 al-Mu'min Yang Maha Terpercaya Al-Hasyr: 23 7 al-Muhaimin Yang Maha Memelihara Al-Hasyr: 23 8 al-'Aziiz Yang Maha Perkasa Aali 'Imran: 62 9 al-Jabbaar Kehendaknya Tdk Bisa DiingkariAl-Hasyr: 23 10 al-Mutakabbir Yang Memiliki Kebesaran Al-Hasyr: 23 11 al-Khaaliq Yang Maha Pencipta Ar-Ra'd: 16 12 al-Baari' Yang Mengadakan dari Tiada Al-Hasyr: 24

13 al-Mushawwir Yang Membuat Bentuk Al-Hasyr: 24 14 al-Ghaffaar Yang Maha Pengampun Al-Baqarah: 235 15 al-Qahhaar Yang Maha Perkasa Ar-Ra'd: 16 16 al-Wahhaab Yang Maha Pemberi Aali 'Imran: 8 17 ar-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezki Adz-Dzaariyaat: 58 18 al-Fattaah Yang Maha Membuka (Hati) Sabaa': 26 19 al-'Aliim Yang Maha Mengetahui Al-Baqarah: 29 20 al-Qaabidh Yang Maha Pengendali Al-Baqarah: 245 21 al-Baasith Yang Maha Melapangkan Ar-Ra'd: 26 22 al-Khaafidh Yang Merendahkan Hadits at-Tirmizi 23 ar-Raafi' Yang Meninggikan Al-An'aam: 83 24 al-Mu'izz Yang Maha Terhormat Aali 'Imran: 26 25 al-Mudzdzill Yang Maha Menghinakan Aali 'Imran: 26 26 as-Samii' Yang Maha Mendengar Al-Israa': 1 27 al-Bashiir Yang Maha Melihat Al-Hadiid: 4 28 al-Hakam Yang Memutuskan Hukum Al-Mu'min: 48 29 al-'Adl Yang Maha Adil Al-An'aam: 115 30 al-Lathiif Yang Maha Lembut Al-Mulk: 14 31 al-Khabiir Yang Maha Mengetahui Al-An'aam: 18 32 al-Haliim Yang Maha Penyantun Al-Baqarah: 235 33 al-'Azhiim Yang Maha Agung Asy-Syuura: 4 34 al-Ghafuur Yang Maha Pengampun Aali 'Imran: 89 35 asy-Syakuur Yang Menerima Syukur Faathir: 30 36 al-'Aliyy Yang Maha Tinggi An-Nisaa': 34 37 al-Kabiir Yang Maha Besar Ar-Ra'd: 9 38 al-Hafiizh Yang Maha Penjaga Huud: 57 39 al-Muqiit Yang Maha Pemelihara An-Nisaa': 85 40 al-Hasiib Maha Pembuat Perhitungan An-Nisaa': 6 41 al-Jaliil Yang Maha Luhur Ar-Rahmaan: 27 42 al-Kariim Yang Maha Mulia An-Naml: 40 43 ar-Raqiib Yang Maha Mengawasi Al-Ahzaab: 52 44 al-Mujiib Yang Maha Mengabulkan Huud: 61 45 al-Waasi' Yang Maha Luas Al-Baqarah: 268 46 al-Hakiim Yang Maha Bijaksana Al-An'aam: 18 47 al-Waduud Yang Maha Mengasihi Al-Buruuj: 14 48 al-Majiid Yang Maha Mulia Al-Buruuj: 15 49 al-Baa'its Yang Membangkitkan Yaasiin: 52 50 asy-Syahiid Yang Maha Menyaksikan Al-Maaidah: 117 51 al-Haqq Yang Maha Benar Thaahaa: 114 52 al-Wakiil Yang Maha Pemelihara Al-An'aam: 102 53 al-Qawiyy Yang Maha Kuat Al-Anfaal: 52 54 al-Matiin Yang Maha Kokoh Adz-Dzaariyaat: 58 55 al-Waliyy Yang Maha Melindungi An-Nisaa': 45 56 al-Hamiid Yang Maha Terpuji An-Nisaa': 131 57 al-Muhshi Yang Maha Menghitung Maryam: 94 58 al-Mubdi' Yang Maha Memulai Al-Buruuj: 13 .

59 al-Mu'id Yang Maha Mengembalikan Ar-Ruum: 27 60 al-Muhyi Yang Maha Menghidupkan Ar-Ruum: 50 61 al-Mumiit Yang Maha Mematikan Al-Mu'min: 68 62 al-Hayy Yang Maha Hidup Thaahaa: 111 63 al-Qayyuum Yang Maha Mandiri Thaahaa: 11 64 al-Waajid Yang Maha Menemukan Adh-Dhuhaa: 6-8 65 al-Maajid Yang Maha Mulia Huud: 73 66 al-Waahid Yang Maha Tunggal Al-Baqarah: 133 67 al-Ahad Yang Maha Esa Al-Ikhlaas: 1 68 ash-Shamad Yang Maha Dibutuhkan Al-Ikhlaas: 2 69 al-Qaadir Yang Maha Kuat Al-Baqarah: 20 70 al-Muqtadir Yang Maha Berkuasa Al-Qamar: 42 71 al-Muqqadim Yang Maha Mendahulukan Qaaf: 28 72 al-Mu'akhkhir Yang Maha Mengakhirkan Ibraahiim: 42 73 al-Awwal Yang Maha Permulaan Al-Hadiid: 3 74 al-Aakhir Yang Maha Akhir Al-Hadiid: 3 75 azh-Zhaahir Yang Maha Nyata Al-Hadiid: 3 76 al-Baathin Yang Maha Gaib Al-Hadiid: 3 77 al-Waalii Yang Maha Memerintah Ar-Ra'd: 11 78 al-Muta'aalii Yang Maha Tinggi Ar-Ra'd: 9 79 al-Barr Yang Maha Dermawan Ath-Thuur: 28 80 at-Tawwaab Yang Maha Penerima Taubat An-Nisaa': 16 81 al-Muntaqim Yang Maha Penyiksa As-Sajdah: 22 82 al-'Afuww Yang Maha Pemaaf An-Nisaa': 99 83 ar-Ra'uuf Yang Maha Pengasih Al-Baqarah: 207 84 Maalik al-Mulk Yang Mempunyai Kerajaan Aali 'Imran: 26 85 Zuljalaal wa al-'Ikraam Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan Ar-Rahmaan: 27 86 al-Muqsith Yang Maha Adil An-Nuur: 47 87 al-Jaami' Yang Maha Pengumpul Sabaa': 26 88 al-Ghaniyy Yang Maha Kaya Al-Baqarah: 267 89 al-Mughnii Yang Maha Mencukupi An-Najm: 48 90 al-Maani' Yang Maha Mencegah Hadits at-Tirmizi 91 adh-Dhaarr Yang Maha Pemberi Derita Al-An'aam: 17 92 an-Naafi' Yang Maha Pemberi Manfaat Al-Fath: 11 93 an-Nuur Yang Maha Bercahaya An-Nuur: 35 94 al-Haadii Yang Maha Pemberi Petunjuk Al-Hajj: 54 95 al-Badii' Yang Maha Pencipta Al-Baqarah: 117 96 al-Baaqii Yang Maha Kekal Thaahaa: 73 97 al-Waarits Yang Maha Mewarisi Al-Hijr: 23 98 ar-Rasyiid Yang Maha Pandai Al-Jin: 10 99 ash-Shabuur Yang Maha Sabar Hadits at-Tirmizi "Wahai orang-orang beriman. Hanya saja. berzikirlah mengingat Allah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah dengan mensucikan-Nya baik di waktu pagi maupun petang. dalam berzikir dan dalam melakukan ibadah apapun selain harus ikhlas juga harus ." (QS 33:41).

maka siapa yang menafikannya berarti ia telah menafikan apa yang telah ditetapkan Allah dan juga berarti dia telah menentang Allah Subhannahu wa Ta'ala . Rasul saw. Siapa yang membacanya (dengan disertai pemahaman dan pengamalan terhadapnya) pasti ia masuk sorga". tanpa kekurangan dan cacat sedikit pun. harus berdasarkan keterangan Allah dan Rasul saw. (Al-Isra': 110) Diriwayatkan.Lalu. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Dengan nama yang mana saja kamu seru. "Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama. Maka hal ini menunjukkan keagungannya serta kecintaan Allah kepada do'a yang disertai nama-namaNya.". Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Hanya milik Allah asma'ul husna.. sedangkan ia . Memang benar bahwa zikir asmaul husna memiliki keutamaan yang sangat besar. Sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang men-ta'wil-kannya dari makna-makna sebenarnya kepada makna yang mereka ada-adakan.. Dia mempunyai al-asma'ul husna (nama-nama yang terbaik) . Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Katakanlah: 'Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. ya Rahman". sendiri bersabda. Sesungguhnya Allah memerintahkan berdo'a dan ber-tawassul kepadaNya dengan namanamaNya. termasuk khasiat zikir asmaul husna. "Sesungguhnya Muhammad mengaku bahwa dirinya hanya menyembah satu tuhan. Maka ia berkata. Dalam hal ini." (Al-A'raf: 180) Ayat yang agung ini menunjukkan hal-hal berikut: Menetapkan nama-nama (asma') untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala . menyebutkan khasiatkhasiat zikir. "Ya Allah. Hanya saja khasiat tersebut harus disertai dalil yang valid yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. bahwa salah seorang musyrik mendengar baginda Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam sedang mengucapkan dalam sujudnya. Maksudnya sangat baik. berzikir dengan mengharap sesuatu diperbolehkan selama harapan dan tujuannya itu tidak bertentangan dengan syariat. maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma'ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menye-but) nama-namaNya. Ilhad di dalam asma¶ Allah berarti menyelewengkannya dari makna-makna agung yang dikandungnya kepada makna-makna batil yang tidak dikandungnya. Ilhad menurut bahasa berarti ³ ´ yakni condong. Ia bukanlah sekedar nama-nama kosong yang tak bermakna atau tak mengandung arti. Bahwasanya Allah Subhannahu wa Ta'ala mengancam orang-orang yang ilhad dalam asma'-Nya dan Dia akan membalas perbuatan mereka yang buruk itu. Bahwasanya asma' Allah Subhannahu wa Ta'ala semuanya adalah husna.disertai contoh dan dalil yang berasal dari Rasul saw. Karena ia mengandung makna dan sifat-sifat yang sempurna.

padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. mereka menjawab: 'Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepadaNya)?'. Dia mempunyai al-asma'ul husna (nama-nama yang baik). Al-Khaliq menunjukkan Dia menciptakan. Al-'Alim menunjukkan sifat ilmu yang luas. Jadi ia adalah nama sekaligus sifat dan karena itulah ia menjadi husna. seperti Al-'Alim menunjukkan Dzat dan ilmu. "Nama-nama Rabb Subhannahu wa Ta'ala menunjukkan sifat-sifat kesempurnaanNya. AlQodir menunjukkan Dzat dan qudrah. "Ya Rahman" dan seterusnya." Maka Allah menurunkan ayat ini. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dialah Allah. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Setiap nama menunjukkan kepada sifat. Syaikh Ibnu Taimiyah berkata: "Setiap nama dari nama-namaNya menunjukkan kepada Dzat yang disebutnya dan sifat yang dikandungnya..memohon kepada dua tuhan. dan Ar-Razzaq menunjuk-kan Dia memberi rizki dengan jumlah yang banyak sekali. Hal ini menunjukkan tetapnya nama-nama Allah dan bahwasanya masing-masing dari namaNya bisa digunakan untuk berdo'a sesuai dengan maqam dan suasananya." (AlFurqan: 60) Dan termasuk orang-orang yang dikatakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala : ". ini yang kalian kufuri adalah Tuhanku... maka nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim menunjukkan sifat rahmah.." (Ar-Ra'd: 30) Maksudnya." Ibnul Qayyim berkata... Maka Allah menyuruh hamba-hambaNya untuk memanjatkan do'a kepadaNya dengan menyebut nama-namaNya sesuai dengan keinginannya. Sebab andaikata ia hanyalah lafazh-lafazh yang tak bermakna maka tidaklah disebut husna. Demikian seperti disebutkan oleh Ibnu Katsir. Maka hal ini menunjukkan bahwa rububiyah dan uluhiyah-Nya mengharuskan adanya asma' dan sifat Allah Subhannahu wa Ta'ala. justru ia adalah nama-nama yang menunjukkan kepada makna yang mulia dan sifat yang agung. "Ya Allah". Al-Karim menunjukkan sifat karam (dermawan dan mulia). Dan juga. Jika . mereka memanggil." (Thaha: 8) ". Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Dan apabila dikatakan kepada mereka: 'Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang'. aku meyakini rububiyah. karena semuanya adalah husna. setiap nama dari nama-namaNya menunjukkan sifat dari sifat-sifatNya. Katakanlah: 'Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia . As-Sami' dan Al-Bashir menun-jukkan sifat mendengar dan melihat. dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).'. Begitulah seterusnya. karena ia diambil dari sifat-sifatNya. bahwasanya sesuatu yang tidak memiliki asma' dan sifat tidaklah layak menjadi Rabb (Tuhan) dan Ilah (sesembahan). juga tidak menunjukkan kepada pujian dan kesempur-naan. Nama-nama yang mulia ini bukanlah sekedar nama kosong yang tidak mengandung makna dan sifat. uluhiyah. Ar-Rahim menunjukkan Dzat dan sifat rahmat. dan jika mereka menghendaki boleh memanggil. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Jika mereka mau. asma' dan sifatNya." (Al-Hasyr: 24) Maka barangsiapa menafikan asma' Allah berarti ia berada di atas jalan orang-orang musyrik.

Seperti ³ ´ (ilmu). sehingga terhindar dari bidah dan khurafat. ³ ´ (melihat). ³ ´ (wajah). turun ke langit dunia ketika tinggal sepertiga akhir dari malam. adalah sifat dzatiyah. dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (AthThariq: 8) Dia telah menetapkan sifat qudrah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah . ³ ´ (keagungan)." (Al-Kahfi: 45) "Katakanlah: 'Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu. ³ ´ (kekuasan). karena sesungguhnya engkau adalah Adh-Dharr (Yang Memberi Madharat) dan Al-Mani' (Yang Menolak) . ³ ´ (ketinggian). ³ ´ (hikmah). karena se-sungguhnya Engkau adalah Al-Muntaqim (Maha Membalas Dendam). Yaitu sifat yang Dia perbuat jika berkehendak.. ³ ´ (dua tangan)." (Adz-Dzariyat: 58) Artinya. Al-qudrah (berkuasa) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "." dan yang semacamnya. atau sebaliknya." (Al-An'am: 65) "Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembali-kannya (hidup sesudah mati). Sifat-Sifat Allah Sifat-sifat Allah terbagi menjadi dua bagian. "Ya Allah sesungguhnya saya telah menzhalimi diri sendiri. apakah ia termasuk dzatiy atau fi'liy?! A. setiap keterangan tentang amal. maka ampunilah aku. dibenarkan bagi seseorang untuk membaca asmaul husna atau zikir tertentu dengan harapan mendapat sorga atau harapan lain asalkan tidak bertentangan dengan syariat dan sama seperti yang diterangkan oleh Allah dan Rasul-Nya." (Al-Baqarah: 20) "Dan adalah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. sebagaimana Dia juga menafikan dari DiriNya sifat 'ajz (lemah) dan lughub (letih). dari atas kamu atau dari bawah kakimu'. Seperti. Sehingga boleh dikatakan. Sifat ini tidak berpisah dari DzatNya. khasiat. Lagi pula kalau tidak menunjukkan arti dan sifat. yakni sifat yang senantiasa melekat denganNya. Tetapi kenya-taannya Allah sendiri telah mengabarkan tentang DiriNya dengan masdar-masdar-Nya dan menetapkannya untuk DiriNya dan telah ditetapkan oleh RasulNya untukNya. adalah sifat fi'liyah. Berikut ini kami sebutkan sejumlah sifat-sifat Allah dengan dalil dan keterangannya.demikian tentu diperbolehkan meletakkan nama intiqam (balas dendam) dan ghadhab (marah) pada tempat rahmat dan ihsan. tentu tidak diperbolehkan memberi kabar dengan masdar-masdar-nya dan tidak boleh menyifati dengannya. ³ ´ (mendengar). Bagian pertama. dan datang pada hari Kiamat.. bersemayam di atas 'Arsy.. Ya Allah anugerahilah saya." (AlMaidah: 120) "Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. serta jumlah bilangan zikir semuanya harus dikembalikan kepada nas dan dalil yang valid: Alquran dan Sunnah. Bagian kedua. seperti firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mem-punyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. kuasa untuk melakukan apa saja. ³ ´ (dua mata). Ringkasnya.. ³ ´ (kemuliaan).

Iradah Kauniyah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. yang bermanfaat dan yang berbahaya bahkan meliputi segala sesuatu. "Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia. Ahlus-Sunnah wal Jama'ah menyepakati bahwa iradah itu ada dua macam: a. mencipta-kan untuknya sepasang mata. b. baik yang di atas maupun yang di bawah." (Al-Hajj: 14) "Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakiNya." (Al-Baqarah: 185) Perbedaan antara keduanya ialah: Iradah kauniyah pasti terjadi. Tidak ada satu partikel pun yang keluar dariNya.." (Al-Maidah: 1) "Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya. dan Kami sedikit-pun tidak ditimpa keletihan. sebagaimana yang terdapat dalam ayat: "Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk." (Fathir: 44) "Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa. Sedangkan iradah syar'iyah hanya terdapat pada yang baik dan yang bermanfaat saja. Iradah Syar'iyah. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Iradah kauniyah meliputi yang baik dan yang jelek. bagaimanakah Allah menciptakannya dalam bentuk yang paling baik. niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit . B." (Al-An'am: 125) Yaitu iradah yang menjadi persamaan masyi'ah (kehendak Allah). ." (Qaf: 38) Dia memiliki qudrah yang mutlak dan sempurna sehingga tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya. tidak ada bedanya antara masyi'ah dan iradah kauniyah.baik di langit maupun di bumi." (Yasin: 82) Maka seluruh makhlukNya. bisa terjadi bisa pula tidak. membelah baginya pendengaran dan penglihatannya. menunjukkan kesempurnaan qudrah-Nya yang menyeluruh. sebuah lisan dan sepasang bibir? Kemudian apabila ia melayangkan pandangannya ke seluruh jagat raya ini maka ia akan melihat berbagai keajaiban qudrah-Nya yang menunjuk-kan keagunganNya." (Al-Buruj: 16) "Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia. Tidaklah ada penciptaan makhluk dan pembangkitan mereka kembali kecuali bagaikan satu jiwa saja. sebagaimana terdapat dalam ayat: "Allah menghendaki kemudahan bagimu. niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.." (Yasin: 82) Ayat-ayat ini menetapkan iradah untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala yakni di antara sifat Allah yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. sedangkan iradah syar'iyah tidak harus terjadi. Al-iradah (berkehendak) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendakiNya. Cukuplah menjadi dalil bagi seorang hamba manakala ia melihat kepada penciptaan diri-nya.

." (Al-Hasyr: 22) "... sedang kamu tidak menge-tahui.." (Al-Hujurat: 18) Yang dimaksud dengan ghaib adalah yang tidak diketahui oleh manusia. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan). Yang tidak mengetahui dan tidak mempunyai ilmu tidak mungkin menciptakan sesuatu. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati. Syaikh Ibnu Taimiyah berkata. dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui?" (Al-Mulk: 14) ." (Al-Baqarah: 255) "Sesungguhnya Allah mengetahui. Tidak ada tersembunyi dari-padaNya seberat zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi .. Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata . C." (Ali Imran: 5) Yang dimaksud dengan syahadah adalah apa yang disaksikan dan dilihat oleh manusia.Iradah kauniyah tidak mengharuskan mahabbah (cinta Allah). dan sesungguhnya Allah.?" (Al-Mulk: 14) Karena mustahil bisa menciptakan benda-benda di alam ini de-ngan sangat teliti dan sempurna kalau bukan Yang Maha Mengetahui. sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu sebelum benda-benda itu ada dengan ilmuNya dan qadim azaliy yang merupakan salah satu dari konsekuensi DiriNya yang Mahasuci. seperti taat dan pahala. karena Allah tidak menginginkan dengannya kecuali sesuatu yang dicintaiNya. tetapi Allah mengetahuinya.... "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan). dan menge-tahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". Yang mengetahui yang ghaib." (At-Taghabun: 4) Dan masih banyak lagi ayat-ayat tentang masalah ini." (AnNahl: 74) Di antara dalil yang menunjukkan atas ilmuNya yang luas adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "... agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dan Dia tidak mengambil ilmu tentang benda itu dari benda itu sendiri. Terkadang Allah menghendaki terjadinya sesuatu yang tidak Dia cintai.. dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula) .. dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah . Seperti penciptaan Iblis dan segala yang jahat lainnya un-tuk ujian dan cobaan... Adapun iradah syar'iyah maka di antara konsekuensinya adalah mahabbah Allah. ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu." (Ath-Thalaq: 12) Di antara dalilnya yang lain ialah hasil ciptaanNya yang sangat teliti dan sempurna. Al-'Ilmu (Ilmu) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ".." (AlAn'am: 59) "Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. tetapi dari hal tersebut akan lahir sesuatu yang dicintai Allah. "Kaum Muslimin memahami.. seandainya ia menciptakan tentu tidak akan teliti dan sempurna.. tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. "Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.." (Saba': 3) "Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib.

As-Sam'u (Mendengar) Dan Al-Bashar (Melihat) Keduanya termasuk sifat dzatiyah Allah. tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia . dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Berbagai macam bahasa dan suara tidaklah membuat samar bagiNya. qudrat dan iradah. karena Allah bersifat dengan 'ilmu.." (Al-Baqarah: 255) "Dialah Yang hidup kekal.." (Al-Mujadalah: 1) "Apakah mereka mengira. Sesungguhnya Aku beserta kamu berdua..." (At-Taubah: 105) Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. seperti firmanNya: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia." (Al-Furqan: 58) Ayat-ayat di atas menetapkan sifat hayat bagi Allah." (Ghafir: 65) "Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati . Jadi seluruh sifat kembali kepada dua nama yang agung ini. jika Dia dimintai dengannya pasti Dia memberi. bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka?" (Az-Zukhruf: 80) Sebagaimana Allah juga melihat segala sesuatu. Aku mendengar dan melihat. 5... BagiNya adalah kehidupan yang sempurna. Al-Hayat (Hidup) Yaitu sifat dzatiyah azaliyah yang tetap untuk Allah.. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) .. baik yang keras maupun yang pelan. dan qayyum menun-jukkan kepada seluruh sifat-sifat fi'liyah." (Asy-Syu'ara: 218-219) "Dan katakanlah: 'Bekerjalah kamu. mendengar semua suara dengan semua bahasa dan dapat membedakan semua kebutuhan masing-masing. sedangkan sifat-sifat itu tidaklah ada kecuali dari yang hidup. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya." (An-Nisa': 58) ". tidak ada kekurangan. yang menegakkan yang lainNya dengan memberinya sebab-sebab kelangsungan dan kebaikan." (Asy-Syura: 11) "Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Dialah Al-Qayyum.. dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orangorang yang sujud. maka Allah akan melihat pekerjaanmu itu ." (Thaha: 46) Pendengaran Allah Subhannahu wa Ta'ala menangkap semua suara. karenanya hayat menunjukkan kepada seluruh sifat-sifat dzatiyah. dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Dan bahwa Al-Hayyul Qayyum adalah "AlIsmul A'zham" (nama yang paling agung) yang jika Allah dipanggil dengannya pasti Dia mengabulkan. tidak ada kantuk dan tidak ada tidur. (Ali Imran: 5) Yang tidak mendengar dan melihat tidak layak untuk menjadi Tuhan. tidak ada kematian.'. dan tidak ada sesuatu pun yang menutupi penglihatanNya.4. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?" (Al-'Alaq: 14) "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang). Allah Subhannahu wa .. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Allah menyifati diriNya dengan kedua-duanya dalam banyak ayat. Satu pen-dengaran tidak mengganggu pendengaran yang lain. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Allah.

lalu Dia bersemayam di atas `Arsy ... Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan kaum Musa. Juga termasuk sifat fi'liyah. Kalam Allah termasuk sifat dzatiyah. karena terus menyertai Allah dan tidak pernah berpisah dariNya. 7." (Maryam: 42) "Apakah berhala-berhala itu mendengar (do`a) mu sewaktu kamu berdo`a (kepadanya)?" (Asy-Syu'ara: 72) 6. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ³Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan (nya) dari-pada Allah." (Al-Baqarah: 253) "(Ingatlah)... suci dari keku-rangan." (Al-A'raf: 54) Kedua. pada surat Yunus: "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan . "Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak bisa mendengar dan melihat.. Al-Kalam (Berbicara) Di antara sifat Allah yang dinyatakan oleh Al-Qur'an. setelah kepergian Musa ke gunung Thur membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara." (At-Taubah: 6) ³« padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah. Pertama..Ta'ala menceritakan tentang Ibrahim Alaihissalam yang berbicara kepada bapaknya sebagai protes atas penyembahan mereka terhadap berhala... sedangkan bisu adalah sifat kekurangan." (Al-Qashash: 62) ". «´ (Al-Baqarah: 75) Semua ayat ini menetapkan sifat hadits (ucapan). dengan suatu kalam (pembicaraan) yang bisa didengar. Al-Istiwa' 'Alal-'Arsy (Bersemayam Di Atas 'Arsy) Ia adalah termasuk sifat fi'liyah.." (Asy-Syu'ara: 10) "Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka . Semuanya adalah termasuk jenis kalam yang tetap bagi Allah sesuai dengan keagunganNya. ketika Allah berfirman.. Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala berbicara sebagaimana yang Dia kehendaki. Dan Allah memiliki sifat kesempurnaan." (Ali Imran: 55) "Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami). pada surat Al-A'raf: "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. kalam (pembicaraan). nida' (seruan) dan munajat. 'Hai Isa . kapan Dia menghendaki dan dengan apa Dia kehendaki.. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) . karena berkaitan dengan masyi'ah dan qudrah-Nya..supaya ia sempat mendengar firman Allah.." (An-Nisa': 164) ". As-Sunnah.. Allah Subhannahu wa Ta'ala juga menyebutkan bahwa yang tidak bisa berbicara tidak pantas untuk menjadi Tuhan. pada tujuh tempat di dalam kitabNya.. qaul (perkata-an). ijma' salaf dan para imam adalah Al-Kalam. Allah Subhannahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa Dia bersemayam di ata 'Arsy..´ (An-Nisa': 87) "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?" (An-Nisa': 122) "Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka?" (Al-A'raf: 148) Kalam adalah sifat kesempurnaan." (Maryam: 52) "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa .

" (Al-Mulk: 16) Maksudnya "Dzat yang ada di atas langit" apabila yang dimaksud dengan sama' (dalam ayat tersebut) adalah langit.. 8. pada surat Al-Hadid: "Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa." (Al-Ma'arij: 4) . Akan tetapi kita hanya menetapkannya sesuai dengan apa yang kita pahami dari maknanya dalam bahasa Arab..." (AlBaqarah: 255) "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. karena memang AlQur'an diturunkan dengan bahasa Arab." (Ali Imran: 55) "Tetapi (yang sebenarnya).." (Al-Furqan: 59) Keenam. Sedangkan bersemayamnya Allah di atas-nya ialah yang sesuai dengan keagunganNya...bumi dalam enam masa." (Yunus: 3) Ketiga.. (Dialah) Yang Maha Pemurah . pada surat Al-Furqan: ". 'Arsy menurut Bahasa Arab adalah singgasana untuk raja." (Thaha: 5) Kelima. Sebagaimana Dia menggambarkan tentang diangkatnya apa-apa kepadaNya: ". atau "Dzat yang di atas" jika yang dimaksud dengan sama' adalah sesuatu yang ada di atas..." (An-Nisa': 158) Dan tentang shu'ud (naik)nya sesuatu kepadaNya: ". pada surat As-Sajdah: "Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. sebagaimana sifat-sifat lainnya. kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy .. pada surat Ar-Ra'd: "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat.. ia merupakan atap bagi semua makhluk. Se-dangkan yang dimaksud dengan 'Arsy di sini adalah singgasana yang mempunyai beberapa kaki yang dipikul oleh malaikat. sebagaimana kaifiyah sifat-sifatNya yang lain." (Fathir: 10) Dan tentang 'uruj (naik)nya sesuatu kepadaNya: "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan . kemudian Dia bersema-yam di atas `arsy.." (Al-Hadid: 4) Dalam ketujuh ayat ini lafazh istawa' datang dalam bentuk dan lafazh yang sama. Yang bersemayam di atas 'Arsy ." (Al-A'la: 1) "Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit." (Ar-Ra'd: 2) Keempat. KepadaNya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikkanNya. yaitu ke-tinggian dan keluhuranNya di atas 'Arsy.. Maka hal ini menyatakan bahwa yang dimaksudkan adalah maknanya yang hakiki yang tidak menerima ta'wil. Allah telah mengangkat `Isa kepadaNya... pada surat Thaha: "(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. kemudian Dia bersemayam di atas Arsy.. kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy ... sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaKu . Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.. Kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy ." (As-Sajdah: 4) Ketujuh. Kita tidak mengetahui kaifiyah (cara)nya. Al-'Uluw (Tinggi) Dan Al-Fawqiyyah (Di Atas) Dua sifat Allah yang termasuk dzatiyah adalah ketinggianNya di atas makhluk dan Dia di atas mereka..

Sesungguhnya Aku bersama kamu berdua. ".. tidak bercampur DzatNya dengan mereka.. bersemayam di atas 'Arsy-Nya dan Dia bersama mereka dengan ilmuNya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "... Tidak ada sesuatu pun dari mereka yang lepas dari pengawasan Allah di mana pun mereka berada.. Janganlah kamu berduka cita. Mahasuci Allah dari hal tersebut.'Uluwul-Qahr (kekuasaanNya di atas makhluk) Kesemuanya itu adalah sifat yang benar untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala . karena hal itu adalah "madzhab hululiyah" yang sesat. di mana pun mereka berada. mengawasi mereka dan mereka tidak sedikit pun bisa menghilang dari pandangan Allah." (Al-Hadid: 4) ". Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Janganlah kamu berduka cita." (An-Nahl: 50) Perbedaan antara 'uluw dan istiwa' adalah bahwasanya 'uluw ada-lah sifat dzat. mengetahui segala hal ihwal mere-ka.. Maknanya. 'Uluw mempunyai tiga makna: . di antaranya adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hambaNya . batil dan kufur." (At-Taubah: 40) "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. ..." (Al-An'am: 18) Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka. 9. sesungguhnya Allah beserta kita. serta pertolongan. Dalil-dalil semacam ini menunjuk-kan kepada 'uluw (ketinggian) Allah di atas makhlukNya. Aku mendengar dan melihat"....." (Thaha: 46) ". Karena Allah di atas para hambaNya dan Maha tinggi di atas mereka. pengawasan dan pengetahuan Allah terhadap mereka. perhitungan amal dan pengawasan ter-hadap mereka. sesungguhnya Allah bersama kita .. Begitu pula fawqiyah-Nya ditetapkan oleh berbagai dalil. dukungan dan penjagaan Allah untuk mereka dari tipu muslihat musuh-musuh mereka. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada ." (At-Taubah: 40) Catatan Penting: Dari uraian di atas." (Al-Hadid: 4) Ma'iyah khusus untuk orang-orang mukmin. Al-Ma'iyyah (Kebersamaan) Ia adalah sifat yang tetap bagi Allah berdasarkan dalil yang banyak sekali. Arti ma'iyah: Ma'iyah Allah terhadap makhlukNya ada dua macam: Ma'iyah umum bagi semua makhlukNya. Maksudnya. pengetahuan Allah terhadap amal perbuatan hamba-hambaNya. sedangkan istiwa' adalah sifat fi'il. sesungguhnya Aku beserta kamu berdua. Aku mendengar dan melihat.. jelaslah makna Ma'iyah Allah terhadap hambaNya bukan berarti "Allah bercampur dengan mereka melalui DzatNya". gerakan yang zhahir dan yang batin.'Uruj dan shu'ud adalah naik.'Uluwudz-Qahr (kekuatanNya di atas makhluk) . (Thaha: 46) Dalil-dalil di atas menetapkan bahwa Allah Subhannahu wa Ta'ala selalu bersama hambaNya.'Uluwudz-Dzat (DzatNya di atas makhluk) .

. maka Allah melemahkan keinginan mereka . maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya ." (Al-Maidah: 119) "Dan berapa banyaknya malaikat di langit. "Kami terus saja berjalan.. padahal dia ada di langit. sekali pun tidak ada sentuhan atau percampuran. Al-Bukhari) 11. niscaya Allah mengasihi . sedang yang sampai hanyalah cahaya dan penerangannya saja. Di antara buah cinta dan ridha ini ialah terwujudnya taufiq dan pemuliaan serta pemberian nikmat kepada hamba-hambaNya yang Dia cintai dan Dia ridhai. tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka. ihsan dan ittiba' kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ." (Al-Ma'idah: 80) ". akan tetapi ia tetap menerangi dan tidak hilang dari pandangan anda.. sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Anda mengatakan.." (Ali Imran: 31) (( )) "Dan senantiasa hambaKu mendekat kepadaKu dengan melaksa-nakan ibadah-ibadah 'sunnah' sehingga Aku mencintainya." (At-Taubah: 46) . yaitu kemurkaan Allah kepada mereka ... ikutilah aku... Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin .." (Al-Maidah: 54) "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. Anda mengatakan. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha terha-dapNya . Dan Dia mencintai sebagian amal dan akhlak.. dan rembulan bersama kami". Al-Hubb (Cinta) Dan Ar-Ridha (Ridha) Ia adalah dua sifat yang tetap bagi Allah dan termasuk sifat fi'liyah.. Bahwasanya Dia mencintai sebagian manusia dan meridhai mereka. 10. Dan bahwa terwujudnya cinta dan ridha dari Allah untuk hambaNya adalah dikarenakan amal shalih yang di antaranya adalah takwa." (Al-Baqarah: 195) Dalam ayat-ayat ini terdapat ketetapan adanya sifat mahabbah dan ridha bagi Allah. yaitu cinta dan ridha yang hakiki yang sesuai dengan keagunganNya Yang Mahasuci.. syafa`at mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya). Padahal harta tersebut ada di atas kepala anda atau di atas kendaraan anda atau di atas kuda anda." (An-Najm: 26) "." (Al-Baqarah: 222) ". maka Dia juga memurkai orang-orang kafir dan munafik." (HR..Ma'iyah dapat digunakan untuk kebersamaan yang mutlak.... As-Sukhtu (Murka) Dan Al-Karahiyah (Benci) Sebagaimana Allah mencintai hambaNya yang mukmin dan meri-dhainya. ³ ´ (barang/harta saya ada bersama saya). membenci mereka dan membenci amal perbuatan mereka... Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka. Tidak seperti cintanya makhluk untuk makhluk atau ridhanya.." (Al-Fath: 18) ".

" (Al-Qashash: 88) Dua ayat tersebut menekankan wajah untuk Allah. sesuai dengan apa yang pantas bagi keagunganNya sebagaimana sifat-sifatNya yang lain.. dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasanKu. . berbentuk tunggal atau ja-mak sesuai dengan ketentuan bahasa Arab." (Al-Qamar: 14) Maksudnya adalah "dalam penglihatan Kami dan di bawah peme-liharaan Kami".." (ArRahman: 27) "Tiap-tiap sesuatu pasti binasa. Al-Bukhari dan Muslim) Ini jelas. Mahasuci dari hal yang demikian... Di antara dampak dari keduanya adalah terja-dinya berbagai musibah dan siksaan terhadap orang-orang yang di-murkaiNya dan dibenci perbuatannya.. apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tanganKu. Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki." (Thaha: 39) Disebutkan lafazh 'ain (mata) dan a'yun (beberapa mata) sesuai dengan apa yang disandarkan kepadanya. ". "Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami . tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka. Dan disebutkan dalam sunnah yang suci sesuatu yang menun-jukkan makna tatsniyah (dua).." (Ath-Thur: 48) Maksudnya adalah "berada dalam penglihatan dan penjagaan Kami". maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami.. Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda ketika menyifati Dajjal yang mengaku sebagai tuhan.". Kita mene-tapkannya untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala sesuai dengan keagunganNya sebagaimana Dia sendiri menetapkan untukNya.. (Shaad: 75) Dua ayat tersebut menetapkan dua tangan untuk Allah I. kecuali Wajah Allah. 13. bahwa maksudnya bukanlah menetapkan satu mata. Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "(Tidak demikian).Murka dan benci adalah dua sifat yang tetap bagi Allah sesuai dengan keagunganNya. dan sesungguhnya Tuhanmu tidaklah buta sebelah. . (( )) "Sesungguhnya dia adalah buta sebelah. 12. Al-Yadaani (Dua Tangan) Dan Al-'Ainaani (Dua Mata) Ini adalah sifat-sifat dzatiyah Allah sesuai dengan keagunganNya. Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". Al-Wajhu (Wajah)... Maka dalam ayat-ayat dan hadits tersebut terdapat penetapan terhadap dua mata bagi Allah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.. karena mata yang sebelah jelas cacat (buta)." (HR.. Al-'Ajab (Heran) Ia adalah sifat yang tetap bagi Allah Subhannahu wa Ta'ala sesuai dengan apa yang pantas bagi ." (Al-Ma'idah: 64) ".

. dan datanglah Tuhanmu. Ia merupakan salah satu dari sifat fi'liyah-Nya sesuai dengan keagunganNya. Dia mengetahui bahwa pertolonganNya untukmu adalah dekat. Sifat datang dan mendatangi itu tidak sama dengan sifat makhluk." (HR. Apabila bumi digoncangkan ber-turut-turut. Al-Ityan Dan Al-Maji' (Datang) Keduanya adalah sifat fi'liyah Allah Subhannahu wa Ta'ala . Tidak ada sesuatu pun yang menyamaiNya.. ." (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Kegembiraan Allah ini adalah kegembiraan berbuat baik dan sayang. Mahasuci Allah dengan hal itu. Ahmad dan lainnya) Dalam hadits ini terdapat sifat heran dan tertawa. dan tidaklah pula tertawaNya sama dengan tertawanya makhluk. sayangNya dan anugerahNya kepada pada hambaNya . Beliau Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) ³Allah amat gembira karena taubat hamba melebihi kegembira-an salah seorang dari kalian karena (telah menemukan) kendara-annya (kembali). atau kedata-ngan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu." (Al-An'am: 158) Ayat-ayat tersebut menetapkan sifat ityan dan maji' bagi Allah I yaitu datang dengan DzatNya secara sebenarnya untuk memutuskan hukum antara hamba-hambaNya pada hari Kiamat." (Al-Baqarah: 210) "Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malai-kat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka). 14.keagunganNya. sesuai dengan ke-agunganNya.. Akan teta-pi Dia bergembira untuk itu karena kebaikanNya. Tidaklah keherananNya sama dengan keheranan makhluk. bukan kegembiraan seorang yang membutuhkan kepada taubat hambaNya yang bisa diambil manfaatnya. Dia melihat kepadamu yang dalam keadaan sempit (susah) dan berputus asa. tidak membutuhkan ketaatan hambaNya. Al-Farah (Gembira) Al-Farah adalah sifat yang tetap bagi Allah. Karena sesungguhnya Allah Mahakaya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) "Tuhan kita merasa heran terhadap keputus asaan hamba-ham-baNya padahal telah dekat perubahan (keadaan dari kesulitan kepada kemudahan) olehNya. Dia berfirman: "Janganlah (berbuat demikian). Dia pun tertawa. sedang malaikat berbaris-baris. Dalam hadits shahih Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menyatakan bahwasanya Allah sangat bergembira karena taubat seorang hambaNya." (Al-Fajr: 21-22) "Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan. 15. sebagaimana yang ada dalam beberapa nash-nash shahih dan sharih (jelas). yaitu dua sifat Allah dari sifat-sifat fi'liyah-Nya sebagaimana sifat-sifatNya yang lain. ..

. karena ia termasuk penyempurnaan bagi perwujudan dua kalimah syahadah." (HR. Maka Allah I dan RasulNya menjelaskan de-ngan jelas dan gamblang tanpa kesamaran dan keraguan yang bisa menimpa ahlul ilmi." (Al-A'raf: 3) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) "Ikutilah sunnahku dan sunnah para Khulafa' Rasyidin se-sudahku." (Al-Hasyr: 7) Maka barangsiapa yang menafikannya berarti dia telah menafikan apa yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya.. dan bahwa menjelaskannya adalah hal yang teramat penting. Sesungguhnya kaum salaf dari sahabat.. Bantahan Terhadap Mereka Sifat-sifat ini datang dan ditetapkan oleh nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah yang mutawatir. tabi'in dan ulama pada masa-masa yang dimuliakan. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. dan penetapannya merupakan konsekuensi tauhid.atau harus di-ta'wil-kan dari zhahir-nya. Mereka menafikan sifat-sifat Allah atau menafikan banyak sekali dari sifat-sifat itu atau men-ta'wil-kan nash-nash yang menetapkannya dengan ta'wil yang batil. dan berarti pula dia telah menentang Allah dan RasulNya. Mu'tazilah dan Asy'ariyah menyalahi AhlusSunnah wal Jama'ah dalam hal sifat-sifat Allah... sebab Dia mencintai dan menginginkan kebaikan serta keselamatan hamba dari siksaan-Nya.. Keempat: Pendapat-Pendapat Golongan Sesat Tentang Sifat-Sifat Ini Beserta Bantahannya Golongan-golongan sesat seperti Jahmiyah. . sekali pun itu hanya sekali. semuanya menetapkan sifat-sifat ini dan mereka tidak berselisih sedikit pun di dalamnya. "Kewajiban kalian ada-lah mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa' Rasyidin.. Imam Ibnul Qayyim berkata: "Manusia banyak berselisih penda-pat dalam banyak hal tentang hukum. dan inilah syubhat dan sikap mereka terhadap nash-nash yang ada. Karena itu harus dinafikan -menurut mereka. Bahkan para sahabat dan tabi'in telah bersepakat untuk iqrar (menetapkannya) dan imrar (membiarkan apa adanya) di-sertai dengan pemahaman maknamakna lafazh-nya bahwa hal terse-but telah dijelaskan dengan tuntas. atau tafwidh (menyerahkan) makna-makna-nya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. ia berkata hadits ini hasan shahih) Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". Demikianlah madzhab mereka dalam sifat-sifat Allah. Syubhat (keraguan." Sedangkan penetapan sifat adalah termasuk hal tersebut. kerancuan) mereka dalam hal ini adalah mereka mengira bahwa penetapan dalam sifat-sifat ini menimbulkan adanya tasybih (penyerupaan Allah dengan lainNya). Oleh karena sifat-sifat ini juga terdapat pada makhluk maka penetapannya untuk Allah pun menimbulkan penyerupaanNya dengan makhluk. Abu Daud dan AtTirmidzi. Sedangkan kita diperintahkan mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah.yang mukmin. tetapi mereka tidak berselisih dalam memahami ayat-ayat sifat dan juga haditshaditsnya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu ." Sedangkan Rasulullah telah bersabda. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.

para hamba dapat mengetahui Tuhannya dan mereka memohon kepadaNya dengan nama-nama itu. karena tidak ada dzat tanpa sifat. Maka barangsiapa yang menafikan sifat-sifat bagi Allah yang telah Dia tetapkan untuk diriNya. Mereka takut kepadaNya dan mengharap dariNya sesuai dengan kandungan nama-nama itu. telah membangkang kepada Allah dan telah menyerupakan Allah dengan benda-benda yang tidak ada wujudnya. Jika dikatakan. Mustahil dibayangkan ada wujud yang tidak mempunyai sifat. dan setiap yang wujud pasti mempunyai sifat. Ini tidak mengharuskan kesamaan atau penyerupaan. maka antara Allah Al-Khaliq dengan makhlukNya adalah lebih utama untuk tidak sama. sebagai keha-rusan dan konsekuensi dari ucapannya itu. Makhluk mempunyai sifat-sifat khusus dan sesuai dengan kepantasannya pula. Bahkan antar makhluk pun tidak harus sama. Sesungguhnya yang tidak mempunyai sifat hanyalah ma'dum (sesuatu yang tidak ada). Menafikan sifat berarti menafikan wujud Allah. Tidak boleh . Sesungguhnya dengan nama-nama dan sifat-sifat ini. berarti ia telah mencam-pakkan sifat-sifat Allah. Maka wajiblah penetapan sifatsifat itu. Jika dinafikan dari Allah maka hilanglah makna-makna yang agung itu. Jika hal ini terjadi antara makhluk dengan makhluk. Sedangkan Allah Mahasuci dari sifat kekurangan. Ini adalah mustahil bagi Allah. "Sesungguhnya 'Arsy itu adalah sesuatu yang wujud" dan "sesungguhnya nyamuk itu sesuatu yang wujud". gamblang dan berisi petunjuk. Mereka takut kepadaNya dengan nama-nama itu. dan itu berarti pula dia telah mengingkari wujud Allah. Allah Mahasuci dari yang demikian. Sesungguhnya menetapkan sifat-sifat yang ada adalah ke-sempurnaan dan menafikannya adalah kekurangan. juga dalam hakikat dan kaifiyat. Allah memiliki sifat-sifat yang khusus dan sesuai dengan keagungan-Nya. Karena kalam Allah dan kalam RasulNya adalah ucapan yang sangat jelas. Dan tentu nash ini bersifat teka-teki atau kode-kode (sandi) yang tidak bisa kita pahami. maka Dia juga mempunyai sifat-sifat yang tidak diserupai oleh sifat-sifat makhluk. ini tidak mengharuskan keduanya sama dalam "sesuatu dan wujud". dan dia wajib di-ta'wilnya (penyerahan makna kepa-da Allah). Sebagaimana Allah mempunyai Dzat yang tidak diserupai oleh dzat makhluk. Kesamaan nama-nama Allah dan sifat-sifatNya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhlukNya dalam bahasa tidak mengharuskan kesamaan atau penyerupaan dalam hakikat atau kaifiyat. tentu Allah dan RasulNya telah berbicara kepada kita dengan khitab dan ucapan yang kita tidak paham maknanya.Seandainya zhahir nash-nash tentang sifat-sifat itu bukan yang dimaksud. Lalu dengan apa Dia dimintai dan dengan apa pula ber-tawassul kepadaNya? Sesungguhnya hukum asal dalam nash-nash sifat adalah zhahir dan makna aslinya.

Ternyata ini tidak pernah terjadi pada nash-nash sifat tersebut. Karena orang yang mengaku benar harus mempunyai bukti atas dakwaannya. pasti beliau menjelaskan kepada umat bahwasanya beliau menginginkan majaz (arti kiasan) bukan hakikat atau arti sebenarnya. ( berbagai sumber . Bahwasanya manakala Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam berbicara dengan suatu pembicaraan jika beliau menginginkan arti yang bukan zhahir-nya. Menegakkan dalil yang memalingkan lafazh dari zhahir-nya kepada makna yang mungkin dikandungnya yakni makna yang menyalahi zhahir-nya. Dia harus mempunyai jawaban yang benar terhadap dalil-dalil yang berlawanan dengannya. Menjawab dalil-dalil yang bertentangan dengan dalilnya tadi. Dan tidaklah disebut memiliki dalil orang yang hanya mendakwakan ta'wil.menyelewengkan dari zhahir-nya kecuali jika terpenuhi keempat syarat berikut ini: Menetapkan kemungkinan lafazh mengandung makna yang akan di-ta'wil-kan kepadanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful