MENTERJ KEHlJTANAN

REPUBLIK

INDOr--l;:SIA

KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : SK.292/MenhuHlj2011 TENTANG PERUBAHAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN MENJADI BUKAN KAWASAN HUTAN SELUAS ± 1.168.656 (SATU JUlA SERATUS ENAM PULUH DELAPAN RIBU ENAM RATUS LIMA PULUH ENAM) HEKTAR, PERUBAHAN ANTAR FUNGSI KAWASAN HUlAN SELUAS ± 689.666 (ENAM RAlUS OELAPAN PUlUH SEMBILAN RIBU ENAM RATUS ENAM PULUH ENAM) HEKTAR DAN PENUNJUKAN BUKAN KAWASAN HUTAN MENJADI KAWASAN HUlAN SELUAS ± 29.672 (DUA PULUH SEMB!L4N RIBU ENAM RATUS TUJUH PULUH DUA) HEKTAR 01 PROVINSI KALIMANTAN lENGAH MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang a. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 759/Kpts/Um/12/1982 tanggal 12 Oktober 1982 telah ditunjuk areal hutan di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah seluas ± 15.300.000 (lima belas juta tiga ratus ribu) hektar; bahwa Gubernur Kalimantan Tengah melalui surat Nomor 050/299/I/Bapp tanggal 2. April 2007 menyampaikan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalimantan Tengah yang di dalamnya terdapat perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan; bahwa terhadap usulan perubahan peruntukan dan fungsi kawasan nutan yang diusuJkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah sebagaimana dimaksud pada huruf b, telah dilakukan penelltian oleh Tim Terpadu dengan rekomendasi: 1. Perubahan peruntukan kawasan hutan seluas ± 1.405.595 (satu juta empat ratus lima ribu lima ratus sembilan puluh lima) hektar; 2. Perubahan fungs! kawasan hutan seluas ± 689.666 (enam ratus delapan puluh sembi Ian ribu enam ratus enam puluh enam) hektar; 3. Penunjukan bukan kawasan hutan menjadi kawasan hutan seluas ± 29.672 (dua puluh sembilan ribu enam ratus tujuh puluh dua) hektar; bahwa perubahan peruntukan kawasan hutan seluas ± 1.405.595 (satu juta empat ratus lima rlbu lima ratus sembilan puluh lima) hektar sebagaimana dimaksud pada huruf c angka 1, seluas ± 236.939 (dua ratus tiga puluh enam ribu sembilan ratus tiga puluh sembilan) hektar rnerucakan perubahan yang berdampak penting dan cakupan yang luas serta berrulal strategist perlu mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, sehingga tidak termasuk dalam keputusan iru: e. bahwa ...

b.

c.

d.

5. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2008. bahwa untuk menjamin kepastian hukum atas kawasan hutan sebagalmana dimaksud huruf e. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Mengingat 1. f. yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008.168. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004.405.666 (enam ratus delapan puluh sembilan ribu enam ratus enam puluh enam) hektar dan Penunjukan Bukan Kawasan Hutan menjadi Kawasan Hutan seluas ± 29.-2- e. 9.672 (dua puluh sembilan ribu enam ratus tujuh puluh dua) hektar sebagaimana dimaksud pada huruf c angka 3 dapat ditetapkan oleh Menteri Kehutanan. Perubahan Antar Fungsi Kawasan Hutan seluas ± 689. 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. perlu menetapkan Keputusan Menteri Kehutanan tentang Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan menjadl Bukan Kawasan Hutan seluas ± 1. Peraturan Pemerintan Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan. Peraturan ..656 (satu juta seratus enam puluh delapan ribu enam ratus lima pul uh enam) hektar. 7. serta Pemanfaatan Hutan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.666 (enam ratus delapan puluh sembilan ribu enam ratus enam puluh enam) hektar sebagaimana dimaksud pada huruc c angka 2 serta seluas ± 29. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.168. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. bahwa seluas ± 1. . 3. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).672 (dua puluh sembilan ribu enam ratus tujuh puluh dua) hektar di Provinsi Kalimantan Tengah.656 (satu juta seratus enam puluh delapan ribu enam ratus lima puluh enam) hektar dari seluas ± 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. 10. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2009.. Pemerintahan Daerah Provinsi. 4. 11. 12.595 (satu juta empat ratus lima ribu lima ratus sembilan puluh lima) hektar sebagaimana dimaksud pada huruf c angka 1 dan seluas ± 689. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2004 tentang Perencanaan Kehutanan. 6.

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. Surat Menteri Kehutanan Nomor S. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II.36/Menhut~II/2010 tentang Tim Terpadu dalam rangka Penelitian Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan. Memperhatikan: 1. 15. . 17. Surat Gubernur Kalimantan Tengah kepada Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 050j1137/VjBapp tanggal 31 Agustus 2010 perihal Persetujuan Pemanfaatan kavasan APL pada Revisi RTRWP Kalimantan Tengah.401/Menhut-VII/2010 tanggal 10 Agustus 2010 perihal Laporan Hasil Penelitian Terpadu Perubahan Kawasan Hutan dalam Revisi RTRWP Kalimantan Tengah sehubungan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2010.~3 ~ 12. Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. 5. Naskah Kesepakatan Seluruh BupatijWaliko1:a Provinsi Kalimantan Tengah atas Substansi dan Dukungan Proses Legislasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Kalimantan Tengah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provlnsi (RTRWP) Kalimantan Tengah. 13. Keputusan Menter] Kehutanan Nomor SK.486jMenhut-VIIj2010 tanggal 20 September 2010 perihal Persetujuan Pemanfaatan Kawasan APL pada Revisi RTRWP Kalimantan Tengah. 4. 40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan. Surat Menteri Kehutanan kepada Wakil Ketua DPR RI/ Korinbang Nomor S. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang.. 16. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. 3. MEMUTUSKAN : . 2. 6. 14. Surat Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 050/299/I/Bapp tanggal 2 April 2007 ten tang usulan perubahan kawasan hutan dalam revisl RTRWP Kalimantan Tengah. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerlan Negara.314/Menhut-VII/2008 tentang Pembentukan Tim Terpadu Dalam Rangka Pengkajian Perubahan Kawasan Hutan Dalam Usulan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.. Tugas dan Fungsi Eselon I. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan.

_~ _ __ 55._± .. ratus KEDUA Mengubah fungs! kawasan hutan seluas ± 689. _..--.••. ~~NKPA menjadi HP__ _ . ± 4..168._~_ .656 (satu juta seratus enam puluh delapan ribu enam ratus lima puluh enam) hektar dengan rincian fungsi dan luas sebagai berikut: KESATU ~l-·.. -----_-_. HPK menjadi HP 15. Mengubah peruntukan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan seluas ± 1. '14.048 .. lJ .. ± 2?836 ..--- . Jumlah ~~:~l:~~!~:HH! -=. .666 ! KETIGA: '" . 9.__ .48Q .656 (SATU JUTA SERATUS ENAM PULUH DELAPAN RIBU ENAM RATUS LIMA PULUH ENAM) HEKTAR.-~ 170 1.12§__J ' _ _§. ±__ ._-_-------- __ ..666 (ENAM RATUS DELAPAN PULUH SEMBILAN RIBU ENAM RATUS ENAM PULUH ENAM) HEKTAR DAN PENUNJUKAN BUKAN KAWASAN HUTAN MENJADI KAWASAN HUTAN SELUAS ± 29.. _ . __ .-1?_~---1 I J- rl--' _ ~_. _. 89. _ ~__ .-No puluh enam) PerUbahanFungsiHUiCl_r1__ __ -=-~Luas-(Ha) ~ Je_. iH:I~ HP menjadi KSA/KPA ._ . ~-..672 (DUA PULUH SEMBILAN RIBU ENAM RATUS TUJUH PULUH DUA) HEKTAR DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH.666 delapan puluh sembilan ribu enam ratus enam hektar dengan rincian fungsi dan luas sebagai berikut: ..___ HPmenjadi ~PL.957.__ 3}. _~... ~ !__ . 2_.57 ±___]}3_1§lJ ! __ .__ !____ 73.841 I ± 689.__ ~ __ . KSA/KPA menjadi HPK __ ~~_ 34.__ ..------.._i..- -:- ..J-I?T _ Wl--. _~ ...8§~.: HPT menjadi H?!S__. IjPT f!1enjadi AP~_. ~ PeruqahanPeruntuki3n_. HL menjadi HPT ._ .~ _ ± __ 101.078 JiL menjadi KSALJ<P6 _.·1 ._--. ?.~_ HPT menjadi HL _. -.9§1_.. -. _ ._. i HP~ menjadi HL _! ~JJj_PK menj9d1 KSAjKPA . Luas(J-@J .867 3. '_ I _ +-~. APjLumlah' . _ _!. _ .... ~?05 .L_ KSAjK~A menjadi HPT ._ ..168. ? HPT menjadl Ij£_ .. __ . PERUBAHAN ANTAR FUNGSI KAWASAN HUTAN SELUAS ± 689.. _ _ _± __ . .. HPK menjadi HPT 16.__ . .. ~ _.__ 24._~ . ... m~aLlJ~K~6_..._ _..497 4._-- -~- ~.-4 MEMUTUSKAN: Menetapkan KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN TENTANG PERUBAHAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN MENJADI BUKAN KAWASAN HUTAN SELUAS ± 1.. _ __]8 ~~.~.. (enam -d%~:~~~-.HPK menia d'...---------.

: Dengan ditetapkannya Keputusan ini/ maka: a.__. memberikan kemanfaatan ruang yang optimal dan terciptanya distribusi ruang yang berkeadilan untuk kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. APL menjadi HL __ . Amar KEDUA dan Amar KETIGA adalah sebagaimana tergambar pada Peta Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.. b. keberadaan permukiman dan lahan garapan masyarakat yang berada di dalam kawasan hutan yang berubah menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) agar dapat memberikan kepastian hak atau penguatan hak atas lahan yang selama ini telah menjadi tempat bermukim dan bertani/berkebun. dalam hal batas kawasan hutan berimpit dengan batas-batas alam sungai. L __ ~]_?~~ 29 ~6_?1__J = : lokasi kawasan hutan sebagaimana dimaksud dalam Amar KESATU.672 (dua puluh sembilan ribu enam ratus tujuh puluh dua) hektar yang dirinci menurut fungsi dengan luasan sebagai berikut: INo-~ 11. d. perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan harus dapat memberikan kepastian hukum dalam pemanfaatan ruang.601 I :l:_ __. c. L Penunjukan -KawaSaf1-Hutan_=~-l-----~CUaS(Har_J APL menjadi KSA/KPA 2. maka batas kawasan hutan bersifat dinamis mengikuti fenomena alam perubahan batas alam tersebut. hasil tata batas kawasan hutan yang tidak dapat berfungsi sebagai akibat perubahan peruntukan dan funqsl kawasan hutan dinyatakan hapus dan tidak berlaku. ~_.---rl +--__ ~ __ 1 13.-5KETIGA Menunjuk bukan kawasan hutan menjadi kawasan hutan seluas ± 29.~ 3. sehingga dapat terjangkau oleh program-progam pembangunan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh pemerintah.179-l L~i__ KEEMPAT _± ~ _ ------t---:l:_-~---]O~ lu_~!§b_ __ .--. APL mer:ililQLf:iPT 1_1:__y~_p_!_~me_!!ia_9i HP APL menjadi HPK ~ __ . pantai atau danau. . . . Memerintahkan kepada Gubernur Kalimantan Tengah untuk melaksanakan rekomendasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis sebagai berikut: a. KELIMA b.. . izin pemanfaatan hutan yang masih berlaku dan berada dalam kawasan hutan yang mengalami perubahan peruntukan atau perubahan fungsi kawasan hutan masih tetap berlaku sampai dengan izinnya berakhir. KEEN AM . kawasan hutan yang telah ditunjuk atau ditetapkan yang tidak mengalami perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan yang secara teknis tidak dapat dipetakan dalam Lampiran Keputusan ini dinyatakan tetap berlaku.968 . c. __~ _~ __ 9. optima!isasl .

menyusun Rencana Detail Tata Ruang dan implementasinya perlu dikawal oleh para pihak di daerah. h. e. optimaJisasi kawasan hutan dalam DAS atau Satuan Hidrologis paling sedikit 30% (tiga puJuh perseratus) untuk dapat memenuhi salah satu asas penataan ruang "berkelanjutari' yaitu penyelenggaraan penataan ruang yang dapat menjamin ke!estarian dan kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan dengan memperhatikan kepentingan generasi mendatang. dan mendukung pelaksanaan tata batas kawasan hutan baru pada kawasan hutan yang mengalami perubahan. memantapkan alokasi dan posisi kawasan Jindung (Hutan Lindung dan Hutan Konservasi) dan kawasan budidaya kehutanan di dalam pola ruang RTRWP antara lain untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penduduk. pada kawasan yang berubah peruntukan menjadi APL untuk permukiman dan lahan garapan masyarakat yang memiliki fisiografi berat dan rawan bencana banjir/longsor. Perguruan Tinggi. baik dengan pendekatan vegetatif dan atau pendekatan sipH teknls: g. balk dari unsur-unsur Pemerintah Daerah. KETUJUH: . menata kemba Ii perizinan yang terkait dengan pemanfaata n ruang sesuai dengan keberadaan dan posisi kawasan lindung dan kawasan budidaya di dalam pala ruang RTRWP dan RTRWK yang baru dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan untuk memberikan kepastian hukum. sehingga tidak terjadi adanya dominasi penguasaan hak oleh plhak-pihak tertentu serta dapat menjamin tidak terjadinya peluasen/perpindahan penduduk ke dalam kawasan hutan. pengembangan investasi. dan masyarakat. j. f.. i. optimalisasi pemanfaatan/penggunaan kawasan hutan dengan memberi peran yang lebih besar kepada pemerintah daerah dalam penataan pengelalaan sumber daya alam bagi kesejahteraan masyarakat dengan tetap memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. diperlukan kajian tipologi dan konsep tindakan pengelolaan konservasi tanah dan pengendalian bencana banjir/longsor. k.-6- c. d. pemekaran wilayah administrasi pemerintahan. .. serta sekaligus merupakan bagian dari resolusi konflik pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat yang telah berlangsung cukup lama. dengan kejelasan mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang dan mekanisme pengaduan masyarakat tentang pelanggaran pemanfaatan ruang. membuat regulasi tentang mekanisme redistribusi atas kawasan hutan yang dilepas menjadi APl. kebijakan pemanfaatan ruang pada kawasan hutan yang diubah peruntukan dan/atau fungsinya diarahkan sebagai pendukung terhadap ekosistem atau fungsi kawasan hutan disekitarnya yang dipertahankan. sebagai konsekuensl dan perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan yang dltetapkan dalam revisl RTRW maka perlu dilakukan tindakan pengamanan agar tidak lagi tetjadi pemanfaatan ruang kawasan hutan secara ilegal. serta mampu berperan dalam menjawab isu global perubahan iklim.

Pejabat Eselon I Kementerian Kehutanan. 10. 3. lS. 4. 9. 6. 19590730 199003 1 001 Salinan Keputusan ini disampaikan kepada: 1. 11. Kepala Biro Hukum dan Organisasi. ZULKIFLI HASAN • NIP. 5.Menteri Negara Perencanaan Pembangunan j Kepala Bappenas. Kepala Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah. Menteri Pekerjaan Umum. Amar KEDUA dan Amar KmGA.Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah V Banjarbaru. pada tanggal 31 Mei 2011.Seluruh Kepala Dinas Kabupaten yang membidangi kehutanan di Provinsi Kalimantan Tengah. 17. KEDELAPAN : Memerintahkan kepada Direktur Jenderal Planologi Kehutanan untuk mengatur pelaksanaan pengukuhan kawasan hutan dimaksud pada Amar KESATU. Kepala Badan Pertanahan Nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. MENTERIKEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. Menteri Llngkungan Hidup. ttd Krisna Rya/SH.-7 KETUJUH : Memerintahkan kepada Gubernur Kalimantan Tengah mencantumkan rekomendasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis sebagaimana dimaksud dalam Amar KEENAM di dalam Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah yang mengatur RencanaTata Ruang Wilayah.Gubemur Kalimantan Tengah. Menteri Pertanian. 12. Salinan sesuai dengan aslinya. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. Menteri Dalam Negeri. . 13.Seluruh BupatijWalikota di Provinsi KalimantanTengah. 2. MH.. Menteri Perhubungan. KESEMBlLAN : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 7. Ditetapkan di Jakarta. 8. 16. 14.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful