BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya perawatan diri menjadi faktor yang meningkatkan terjadinya komplikasi dari suatu penyakit kronis yang diderita sebelumnnya. Komplikasi ini yang kemudian dapat meningkatkan angka pesakitan dan kematian. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit endokrin (kelenjar) yang paling sering ditemukan. Menurut WHO (organisasi kesehatan sedunia) tahun 2003 terdapat lebih dari 200 juta orang dengan diabetes di dunia. Diperkirakan angka ini akan bertambah menjadi 333 jutaorang di tahun 2025.negara berkembang seperti Indonesia merupakan daerah yang paling banyak terkena pada abad ke-21 ini. Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penderita diabetes ke-4 terbanyak di dunia menurut versi WHO. Pada tahun 2000 di Indonesia terdapat 8,4 juta penderita diabetes dan diperkirakan akan menjadi 21,3 juta pada tahun 2030 (Sidartawan Soegondo, 2008) Kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi kronik pada penderita diabetes mellitus (DM). seiring dengan meningkatnya jumlah penderita DM, maka prevalensi kejadian kaki diabetes diperkirakan akan meningkat. Pengelolan kaki diabetes sudah dimulai ketika seseorang dinyatakan menderita diabetes, walaupun belum timbul luka. Dengan perawatan dini diharapkan angka kejadian kaki diabetes dapat dikurangi. Namun fakta di masyarakat berbicara lain. Banyak orang dengan diabetes mellitus kurang atau bahkan tidak memperhatikan tentang pentingnya perawatan kaki, sehingga banyak timbul luka pada kaki dan akhirnya mengalami infeksi Sebagian besar penderita kaki diabetes biasanya baru memeriksakan diri ke rumah sakit ketika kondisi kakinya sudah memburuk. Kondisi yang demikian semakin mempersulit perawatan dan pengobatan, tidak jarang karena terlalu buruknya kondisi luka kaki tersebut sehingga dianggap akan membahayakan kehidupan penderitanya, tim medis memutuskan untuk

1

Tentunya amputasi dimaksudkan untuk mempertahankan hidup penderita. 1. maka identifikasi masalah dalam makalah ini sebagai berikut. Mencegah lebih baik dari mengobati. Penderita perlu menyadari bahwa merawat kaki harus menjadi kebiasaan sehari-hari. tetapi akan menambah gangguan pada diri penderita. maka sebaiknya perawatan kaki mendapat perhatian utama. Pengintegrasian konsep keperawatan dan medis secara continue dapat meningkatkan angka harapan hidup penderita diabetes.2 Identifikasi Masalah Dari latar belakang diatas. Sebanyak 30-50% pasien pasca amputasi akan menjalani amputasi pada kaki sisi yang lainnya dalam kurun waktu 1-3 tahun. Perawatan kaki dan kuku yang baik dapat mencegah kejadian amputasi sekitar 1/2 sampai 3/4 pada penderita diabetes melitus. Rata-rata umur penderita diabetes yang telah menjalani amputasi hanya 23. perawatan kebersihan diri bagi penderita diabetes. Disinilah peran perawat sangat diperlukan untuk menjelaskan konsep yang benar tentang diabetes. angka kematian akibat ulkus atau ganggren berkisar 17-23% sedangkan angka amputasi berkisar 15-30%.8 bulan setelah amputasi (Em Yunir. Dari uraian diatas penulis ingin menjabarkan/memaparkan tentang penatalaksanaan perawatan kaki diabetes sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan penatalaksaan pada masalah kaki diabetes. 2009). peran perawat juga terlihat dalam pemberian pendidikan kesehatan tentang penatalaksanaan kaki diabetes agar penderita dan keluarga dapat melakukan perawatan kaki secara mandiri. terutama yang disertai luka sekunder. dan harga diri.melakukan amputasi. a. Apa saja faktor pencetus terjadinya masalah kaki pada penderita DM ? c. Dari beberapa penelitian di Indonesia. Bagaimana peran perawat dalam penatalaksanan kaki diabetes? 2 . body image. terutama berkaitan dengan citra diri. Apa saja hal yang diketahui oleh pasien DM tentang penyakit yang dideritanya? b. dan penatalaksanan pembersihan luka jika telah terjadi luka.

2 Secara praktik a. Mengetahui sejauh mana pengetahuan pasien tentang penyakit DM yang dideritanya 2.2 Tujuan Khusus 1.4 Tujuan Penulisan 1. 1.3 Perumusan Masalah Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah ³bagaimana penatalaksanan perawatan kaki diabetes yang tepat sehingga mengurangi angka amputasi?´ 1.4.5 Manfaat Penulisan 1.1 Tujuan Umum Penulisan karangan ini bertujuan untuk memberikan penjabaran tentang bagaimana perawatan kaki diabetic pada klien dengan Diabetes Melitus. Mengetahui kemampuan pasien dalam melakukan perawatan kaki (cara yang digunakan pasien). meningkatkan keterampilan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kaki diabetik. Mengetahui cara pasien untuk menghindari terjadinya masalah kaki diabetes 1.5.4.5. Bagi Keperawatan Penulisan ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dalam meningkatkan pengetahuan di bidang ilmu keperawatan.1. tepat dan efektif diharapkan dapat mencegah tindakan amputasi dan meningkatkan angka harapan hidup tanpa komplikasi kronis kaki diabetik pada penyandang DM.1 Secara Teoritis Dengan adanya penatalaksanan perawatan kaki diabetes yang cepat. 1. 3. 3 . Bagi Rumah Sakit Penulisan ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dalam meningkatkan pengetahuan ahli medis di rumah sakit untuk mengetahui bagaimana penatalaksana kaki diabetes. b.

6 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengunakan beberapa buku sebagai acuan. 1. perumusan masalah. Bagi Masyarakat Umum Penulisan ini dapat dijadikan bahan bacaan bagi masyarakat umum. d. manfaat penulisan. 1.7 Sistematika Penulisan Adapun sistematika dalam penulisan makalah ini sebagai berikut BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini berisi latar belakang penulisan. terutama mereka yang menderita DM dan keluarga. Bagi Peneliti Penulisan ini dapat dijadikan bahan acuan bagi penelitian yang ingin lebih mengembangkan penatalaksanaan keperawatan kaki diabetes yang akan dilakukan dikemudian hari. tentang bagaimana perawatan kaki pada penyandang DM. makalah atau jurnal kesehatan. indentifikasi masalah. tujuan penulisan. artikel terkait dan majalah kesehatan yang berhubungan dengan judul makalah ini. dan sistematika penulisan makalah BAB II PEMBAHASAN Balam bab ini berisi teori-teori terkait tentang penatalaksanaan perawatan kaki diabetes yang digunakan un tuk menjawab permasalahan.c. BAB III PENUTUP Dalam bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berisi rekomendasi penulis 4 .

Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa darah atau hiperglikemia (Brunner & Sudarth. 2005).BAB II PEMBAHASAN 2. Tabel berikut menunjukkan kriteria DM atau bukan : Bukan DM Puasa Vena < 100 2 jam PP - Gangguan Toleransi Glukosa DM Puasa Kapiler < 80 Vena 100 140 Kapiler 80 120 Vena > 140 Kapiler > 120 2 jam PP Vena 100 140 Kapiler 80 ± 120 Vena > 200 Kapiler > 200 Puasa 2 jam PP Table 1. 2001). Diabetes mellitus atau penyakit gula atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi normal (hiperglikemia) akibat tubuh kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. kriteria DM berdasarkan kadar glukosa Jenis Diabetes Melitus dikelompokkan menurut sifatnya : y y Tipe I: Diabetes mellitus tergantung insulin Tipe II: Diabetes mellitus tidak tergantung insulin.1 Pengertian Diabetes Melitus Diabetes Melitus adalah gangguan meyabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat ( Price. Silvia Anderson. Tingkat kadar glukosa darah menentukan apakah seseorang menderita DM atau tidak. terdiri penderita gemuk dan kurus 5 .

dapat juga menghambat sirkulasi darah ke daerah-daerah perifer karena jantung kesulitan memompa darah yang terlalu kental dan kondisi ini diperburuk karena pembuluh darah kehilangan kemampuan untuk berkontraksi dan relaksasi. dalam hal ini adalah kaki. dan kerusakan syaraf otonom. karena terhambat menimbulkan iskemia jaringan perifer. Darah membawa oksigen dan nutrisi penting lain untuk jaringan. gangguan persyarafan dan adanya infeksi. kerusakan syaraf sensorik. Iskemia ini menyebabkan kerusakan syaraf yang pada akhirnya menyebabkan hilangnya sensibilitas. Kelainan kaki diabetes mellitus dapat disebabkan adanya gangguan vaskular. Pada gangguan 6 . penyakit hormonal. dan lain-lain.y y Diabetes mellitus terkait keadaan atau sindrom lainnya Diabetes mellitus gestasional. 2. Kelainan vaskularisasi dapat menyebabkan sulitnya penyembuhan luka. Gangguan vaskular Peningkatan kadar gula darah yang terus menerus pada penderita DM dapat menyebabkan meningkatnya viskositas darah. Diabetes melitus yang terkait keadaan atau gejala tertentu seperti penyakit pankreas. gangguan vaskular menyebabkan aliran darah ke perifer terhambat. karena sumbatan-sumbatan pada pembuluh darah. kelainan insulin / reseptornya.2 Masalah Kaki Diabetes Kaki diabetes adalah kelainan tungkai kaki bawah akibat diabetes mellitus yang tidak terkendali. Selain itu. berkurangnya elastisitas pembuluh darah. a. Gangguan persyarafan (neuropati) Gangguan persyarafan erat kaitannya dengan gangguan vascular. obat-obatan / bahan kimia. dan meningkatkan terjadinya aterosklerosis. sindrom genetik. b. kerusakan syaraf motorik.

tanda SIRS1 (-)1 Infeksi dengan manifestasi sistemik: demam leukositosis2. dan tekanan berkurang. luka yang sukar sembuh menjadi ulkus gangrene dan terjadi meningkatkan kemungkinan terjadi perluasan infeksi sampai ke tulang (osteomielitis). bila tidak diketahui dan ditanggulangi. azotema42 SIRS(Systemic Inflamatory Response Syndrom): suatu respon klinis terhadap proses infeksi atau non-infeksi 2 Leukositosit: Peningkatan jumlah sel darah putih(leukosit) diatas normal 3 Shift to the Left: istilah yang digunakan dalam kedokteran yang berhubungan dengan sel darah putih (neutrofil) yang secara umum jumlahnya meningkat pada suatu proses penyakit 4 azotema adalah peningkatan nilai Blood Urea Nitrogen(BUN) 5 PAD (Perierhal Arterial Disease): penyakit arteri perifer akibat berkurangnya aliran darah secara bermakna dan terus menerus 1 7 . Kaki yang mengalami ulkus gangrene luas sulit untuk diatasi. Selain itu. Infeksi Penurunan sirkulasi darah kaki menghambat proses penyembuhan luka. peningkatan kadar gula darah akan menghambat kerja leukosit dalam mengatasi infeksi.neuropati kemampuan reflek tendon menurun. hipotensi. kulit tendon utuh B infeksi 3 1 2 kapsul sendi Infeksi kulit dan jaringan subkutan Eritema >2 cm atau infeksi meliputi struktur subkutan. shift to the left 3. c. perasaan kaki untuk membedakan suhu. pasca tidak sampai kapsul sendi atau tukak. rasa nyeri. Stadium 0 A Tampa Luka 1 Tingkat 2 3 Luka sampai Luka sampai tendon atau tulang sendi atau tukak atau superficial. instabilitas metabolic. yang memerlukan tindakan amputasi. karena penurunan fungsi trombosit akibatnya kuman masuk ke dalam luka dan terjadi infeksi.

Pedoman Penatalaksanaan Kaki Doabetik. Em. tanda SIRS (-) B3 Infeksi dengan manifestasi sistemik: demam leukositosis. ulkus atau gangrene yang dapat dibuktikan secara objektif akibat penyakit arteri oklusif 6 8 .C Iskemia D Infeksi dan iskemia 1 Terdapat tanda dan gejala PAD5 tapi belum critical limb ischemia 6 2 B1 B2 critical limb ischemia Infeksi kulit dan jaringan subkutan Eritema >2 cm atau infeksi meliputi struktur subkutan.3 Pengertian Perawatan Kaki Diabetes CLI(Critical Limb Ischemia): istilah yang digunakan untuk semua pasien dengan nyeri saat istirahat. PERKENI 2. dkk.2009. azotema C1 Terdapat tanda dan gejala PAD tapi belum critical limb ischemia C2 critical limb ischemia Table 2. hipotensi. klasifikasi ulkus DM berdasarkan University of Texas Classification System Sumber: Yunir. shift to the left. instabilitas metabolic. Jakarta: PB.

Amputasi juga dapat diartikan sebagai tindakan pembedahan/pemotongan anggota tubuh dimulai dari bagian distal. podiatric. yang telah mengalami kerusakan/kematian jaringan yang bersifat permanen/irreversible sehingga kehilangan fungsinya dengantujuan menyelamatkan jiwa. nefrologi. perawat. amputasi adalah pemotongan (anggota badan). infeksi). Ulkus kaki diabetes adala komplikasi kronik akibat DM dengan manifestasi luka terbuka pada permukaan kulit atau membrane mukosa disertai kematian jaringan. terutama kaki dan tangan. untuk menyelamatkan jiwa seseorang. Luka pada kaki terjadi karena gangguan vaskularisasi didaerah sekitar luka atau infeksi. Karena jaringan yang rusak memungkinkan terjadinya 9 . orthopedi). misalnya luka pada kaki. plastik. fisioterapi. Lebih dari 90% ulkus akan sembuh apabila diterapi secara komprehensif dan multidisipliner. bedah (vaskular. fisioterapi.4 Pengertian Amputasi Amputasi berasal dari kata ³amputare´ yang diartikan ³pancung´. Manajemen kaki diabetes dilakukan secara tim. nekrosis jaringan. Hal ini menimbulkan kerusakan pada syaraf. 2. ahli gizi. Perawatan kaki diabetes adalah tindakan keperawatan yang ditujukan untuk pencegahan atau penanggulangan masalah kaki pada penderita diabetes. Tindakan amputasi merupakan pilihan terakhir setelah usaha pengobatan dinyatakan tidak memberikan hasil. kardiologi. Untuk mencegah atau menanggulangi hal inilah maka dibutuhkan perawatan terhadap kaki bagi penderita diabetes. seperti: penyakit dalam (endokrinologi. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia.Seorang dengan diabetes yang tidak terkendali dan kurang perawatan terhadap anggota tubuhnya sehingga menimbulkan luka sekunder memungkinkan timbulnya komplikasi diabetes. dan perlukaan sampai tulang/sendi. dan sebagainya. yang melibatkan banyak keahlian. ahli sepatu.

3 10 . Kontrol mekanik meliputi pengistirahatan kaki. Efek samping itu dapat berupa gangguan citra diri. PERKENI 8 Cahyono. Pada penderita komplikasi kaki diabetik.5 Penatalaksanaan Perawatan Kaki Diabetes Penatalaksanaan perawatan secara holistic meliputi 6 aspek kontrol. prevalensi amputasi semakin meningkat. kontrol vaskular. Menejemen Ulkus Kaki Diabetik. Walaupun amputasi ditujukan untuk menyelamatkan jiwa. kontrol luka. c. Dexa Media Jurnal Kedokteran dan Farmasi Vol. dan penyangkalan terhadap kondisi pasca amputasi. dan penyakit komorbiditas yang mungkin menyertai. harga diri. namun masih terdapat efek samping lain terkait hal ini. 2007. Jakarta: PB. kontrol infeksi. Untuk setiap stadium kaki diabetes. menghindari tekanan pada daerah kaki yang luka. Kontrol vaskular meliputi pemeriksaan terhadap gangguan vaskuler yang dapat dideteksi dengan angiografi. sehingga meningkat angka pesakitan dan kematian. Tidak jarang juga kejadian re-amputasi (amputasi kembali) bagian tubuh pada sisi yang lain.infeksi oleh kuman yang dapat menyebabkan meluasnya jaringan yang mati maka amputasi menjadi pilihan. b. dkk. optimalisasi control yang dilakukan tidaklah sama. dan pembalutan luka. yaitu kontrol mekanik. Penanganan perawatan yang dilakukan pun berbeda. dan kontrol edukasi7. Kontrol metabolik meliputi perencanaan asupan gizi. 7 Yunir.2009. berdasarkan fakta yang ditunjukan oleh masing-masing pasien.3 a. d. B suharjo. body image. Hal ini dibutuhkan suatu penyesuaian. Pedoman Penatalaksanaan Kaki Doabetik. Kontrol luka meliputi evakuasi jaringan nekrotik dan pus yang adekuat. 2.30 No. Em. dibandingkan dengan orang tanpa komplikasi. regulasi glukosa darah yang adekuat. kontrol metabolik. dan menggunakan bantalan kaki saat berbaring .

b. Setiap luka berpotensi terjadi infeksi. Mengatasi penyakit komirbid yang menyertai. Mengurangi beban tekanan (off loading) Pada saat seseorang berjalan maka kaki mendapatkan beban yang besar. kuratif atau emergensi8. revaskularisasi dan tindakan bedah elektif. anemia. fistula/rongga yang memungkinkan kuman berkembang. Penentuan masalah yang lebih dominan diperlukan untuk mengetahui kontrol mana yang lebih diutamakan.e. dan lain-lain. f. misalnya hipertensi. profilaktik. mengatasi penyakit komorbid. Prinsip yang digunakan meliputi keenam kontrol perawatan kaki diabetik. Pada penderita DM yang mengalami neuropati permukaan plantar kaki mudah mengalami luka atau luka menjadi sulit sembuh akibat tekanan beban tubuh maupun iritasi kronis sepatu yang digunakan. Pengobatan kaki diabetik meliputi pengendalian gula darah. menghilangkan/ mengurangi tekanan beban (offloading). calus. Berikut adalah perawatan kaki diabetes dengan luka yang dapat dilakukan: a. gangguan ginjal. Luka tidak akan sembuh apabila masih didapatkan jaringan nekrotik. Melakukan tindakan debridemen yaitu salah satu terapi penting pada kasus ulkus diabetika. Debridemen dapat didefinisikan sebagai upaya pembersihkan benda asing dan jaringan nekrotik pada luka. menjaga luka agar selalu lembab (moist). dan terapi. c. Kontrol infeksi meliputi pemberian antibiotic yang adekuat. Kontrol edukasi meliputi pemberian edukasi pada klien dan keluargnya terkait dengan kondisi klien saat ini. Salah satu hal yang sangat penting namun sampai kini tidak mendapatkan perhatian dalam perawatan kaki diabetik 11 . debridemen. Perawatan ulkus diabetik dilakukan secara komprehensif melalui upaya. penanganan infeksi. d. gangguan hati. debris. mengancam nyawa atau memerlukan tindakan amputasi. neuropati diabetik. (Em Yunir. rencana diagnostik. penanganan kelainan kaki. 2009) Setiap luka pada penderita diabetes haruslah dianggap sebagai siuatu yang serius. sirkulasi darah dan atasi infeksi serta rehabilitasi.

dan cara perawatan kaki yang tepat. Revaskularisasi dilakukan untuk memaksimalkan penyembuhan ulkus kaki diabetes. memastikan pemeriksaan diantara jari-jari kaki. Tindakan ini akan menunjang penyembuhan ulkus kaki. i. dengan terapi diet yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Cara pencegahan kaki diabetes untuk penderita diabetes yang tidak disertai luka antara lain: a. e. Teknik dressing yang tepat akan mempercepat penyembuhn luka apabila eksudat dapat dikontrol. komplikasi yang menyertai. g. Lecetan dan infeksi bisa berawal dari 12 . Prioritas utama adalah mencegah kelainan kaki akibat DM. Upaya off loading berdasarkan penelitian terbukti dapat mempercepat kesembuhan ulkus. Melakukan perawatan luka dengan menekankan pada metode moist wound healing atau menjaga agar luka dalam keadaan lembab. Tindakan endovascular atautindakan bedah vaskular dipilih berdasarkan jumlah dan panjang arteri yang tersumbat. kesehatan kaki.adalah mengurangi atau menghilangkan beban pada kaki (off loading). Edukasi dan penyuluhan tentang DM dilakukan secara komprehensif. Tindakan bedah dilakukan dengan pertimbangan berat ringannya ulkus DM. Sehungga penderita DM dan keluarganya menyadari kemungkinan timbulnya ulkus kaki karena neuropati atau kelainan pembuluh darah. terhindar dari infeksi dan permeabel terhadap gas. yaitu dengan mencegah terjadinya ulkus. b. luka tidak lengket dengan bahan kompres. pencegahannya dimulai dengan pencegahan primer. dan kontrol gula darah setiap saat. Factor yang tidak kalah pentingnya adalah perbaikan nutrisi. ada tidaknya eksudat f. Memeriksa kedua kaki dengan hati-hati setiap hari. Dalam dressing luka perlu duperhatikan karakteristik luka kaki. Untuk pengendalian infeksi dapat diberikan obat antibiotika yang disesuaikan dengan kultur kuman. menjaga agar luka dalam keadaan lembab. h.

Pemeriksaan kaki dapat dilakukan sendiri dengan bantuan cermin. d. Selain itu. f. Jangan terlalu lama merendam kaki.celah jari kaki dan dengan diabeteic neuropathy. Mengontrol gula darah tentunya dengan asupan makanan yang disesuaikan dengan diet yang sudah ditentukan. konsultasikan jenis olahraga yang dapat dilakukan dengan aman. g. c. Sebelum merendam kaki kedalam air hendaknya diperiksa terlebih dahulu suhu air dengan tangan. 13 . penderita DM biasanya tidak akan bisa merasakannya sampai luka tersebut benar-benar teriritasi dan terinfeksi. Memeriksa kadar gula darah secara teratur. e. tidak sempit dan juga memeriksa bagian dalam sepatu dari benda-benda yang mungkin dapat melukai kaki. Menghindari berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Memastikan kondisi sepatu yang digunakan pas. h. Pembersihan kaki dilakukan dengan menyikat akai dengan sikat yang lembut. Segera setelah itu keringkan kaki jika dibutuhkan tambahkan dengan pelembab kulit. atau meminta keluarga untuk memeriksanya. Membasuh kaki dengan air hangat. karena goresan akibat air akan sulit dihilangkan. Menghindari konsumsi rokok dan alcohol dan obat0obatan yang dapat menyebabkan vasokonstriksi. bukan air panas. Konsultasikan kondisi yang kaki kepada dokter.

penatalaksanaan kaki diabetik membutuhkan kerjasama secara holistik dari orang-orang yang terlibat didalamnya. diantaranya penyuluhan pendidikan tentang DM. 3. peran keluarga dalam pemberian dukungan dan pengawasan. Selain itu. Penatalaksanaan keperawatan kaki diabetik yang cepat. maka dibutuhkan kerjasama antara pasien. akan mengurangi resiko terjadinya luka kaki diabetik.1 Kesimpulan Penulisan Dari pembahasan makalah diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perawatan kaki secara dini setelah diketahui menderita DM. dan efisien akan mengurangi laju angka amputasi karena luka kaki diabetik. komplikasi yang mengikuti. 14 . Sedangkan untuk pasien yang menderita DM sendiri haruslah menyadari bahwa akan terjadi kelemahan-kelemahan yang tidak terdapat pada orang normal. Tim medis berperan selain memberikan pengobatan dan perawatan juga seharusnya berperan dalam berbagai upaya pencegahan. peran tim medis dalam memberikan pengobatan dan perawatan mengurangi prevalensi terjadinya kaki diabetik. keluarganya.2 Saran Penulis Untuk mengurangi angka amputasi akibat komplikasi kronik DM yaitu kaki diabetik.BAB III PENUTUP 3. dan penatalaksanaan perawatan kaki diabetes. Dengan kata lain. tepat. maka haruslah mendukung dan memotivasi untuk perawatannya. Keluarga yang salah satu anggotanya menderita DM. tim dan tim medis.

2006. 1998. Penanganan Konservatif Pasien dengan Critical Limb Ischemia. 2008.35 Maruli.fik.30 No. Jakarta: PB. B suharjo. Suzanne C.id/pkko/files/Manajemen%20Ulkus%20Kaki%20Diabetik. 2006. 2006. dkk.ac.ui. Patricia A. 2007. 22 (1). Jakarta: Penerbit Yayasan Obor Indonesia Price. Menejemen Ulkus Kaki Diabetik.00 Wijonarko. Gangren. Jakrta : EGC Misnadiarly . Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.3.atmajaya.rtf diakses pada 3 juli 2011 pukul 14. Dexa Media Jurnal Kedokteran dan Farmasi Vol. Jakarta : EGC Potter. Hidup Mandiri dengan Diabetes Melitus.Infeksi. ISSN 0126 ± 2092 Cahyono. dan Praktik Volume 2. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep. Amir. Em. Elfizon and Syahbuddin .id/ diakses pada 2 juli 2011 pukul 21. http://eprints. Jakarta: Balai Penerbit FKUI Yunir. Jakarta : EGC Soegondo. 2005. http://lib. Asman.ui.DAFTAR PUSTAKA Smeltzer. Hal 309. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Vol.id/1110/ diakses pada 2 juli 2011 pukul 22. www. Haris. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Edisi 6.ac. TEHNIK DRESSING PADA ULCUS KAKI DIABETIKUM. Proses.56 15 .lib. Syafril and Manaf. Pedoman Penatalaksanaan Kaki Doabetik. Majalah Kedokteran Andalas. PERANAN NEUROPATI DIABETIK PADA PATOGENESIS KAKI DIABETIK. Silvia Anderson.ac. Sidartawan. 3. Diabetes Mellitus:Ulcer.2009. PERKENI Kamus Saku Kedokteran Dorland.

org.Liberman.nationalhealing. diakses pada 2 Juli 2011 pukul 22. http://www. Critical Limb Ischemia Overview and treatment Amerika options.50 diakses pada 2 Juli 2011.3.10 2 juli 2011.pdf diakses pada pukul 21.com/downloads/nhcwhpspring06. Serge.uk/bulletin_board/39/messages/652 html.com/2009/09/penyebab-diabetes-melituspengertian-diabetes-melitus-tipe-diabetes-melitus-diabetes-mellitus/ pukul 19.44 16 . Serikat www.ningharmanto. Wound Healing Perspective Spring 2006 Vol. http://www.phrases. Shift to the Left.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful