P. 1
jagung

jagung

|Views: 324|Likes:
Published by Septie Saiank Bunda

More info:

Published by: Septie Saiank Bunda on Jul 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

CARA MEMELIHARA KEMURNIAN GENETIK DAN PRODUKSI BENIH JAGUNG KOMPOSIT: Mendorong Petani Membuat Benih Bermutu Tinggi

1.

Oman Suherman 1 dan Awaludin Hipi 2 Ahli Peneliti Utama pada Balitsereal, Maros- Sulawesi Selatan 2. Peneliti pada BPTP Nusa Tenggara Barat

ABSTRAK
Benih jagung bermutu yang murni dari varietas unggul jagung komposit menjamin tercapainya produktivitas tinggi. Benih yang kemurnian genetiknya tinggi dapat diperoleh melalui penyiapan bahan genetik pilihan, budidaya tidak luas dan intensif, penggunaan sarana produksi yang berimbang sesuai lingkungan tumbuh dan pengelolaan yang optimum. Empat cara memelihara kemurnian genetik jagung komposit varietas unggul yaitu (a) penyerbukan campuran, (b) seleksi massa pada plot terisolasi, (c) konversi penanaman persilangan halfsib ke dalam blok yang terisolasi, dan (d) persilangan half sib satu tongkol per baris pada blok terisolasi. Keempat cara berpeluang dapat dilakukan oleh petani karena bahan genetik dan bahan lapangan tersedia disekitar petani, sebagian petani pada umumnya sedikit mengetahui cara menyiapkan benih yang baik berdasarkan seleksi ukuran/bentuk tongkol dan biji. Kata kunci : kemurnian genetik, benih, jagung bersari bebas

PENDAHULUAN
Jagung (Zea mays L) termasuk tanaman serealia yang bebas diperdagangkan dan dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan sederhana hingga olahan bergengsi tinggi. Ragam jenis makanan selingan seperti jagung manis dan jagung pop corn tersebar di desa dan perkotaan. Tepung jagung produk industri bahan setengah jadi banyak digunakan oleh berbagai jenis industri antara lain makanan ringan kerupuk (Chiki, Chitos, dll), pabrik biskuit, barbaque, roti, mie, spagheti, es krem, bumbu masak, kecap, saus, tauco, soun, pemanis, minuman penyegar, sirop, dan minyak sawit. Industri ransum pakan ternak, unggas, dan ikan berkembang pesat sejak tahun 1985, memenuhi perubahan pola konsumsi masyarakat yang meningkat terhadap konsumsi daging, telur dan susu sebagai akibat dari meningkatnya inovasi teknologi biologi, kimia, dan pendapatan masyarakat. Sejalan dengan itu permintaan jagung meningkat dengan laju pertumbuhan 3,4 % / tahun (Kasrino, 2002). Pasar jagung terbuka di dalam negeri dan ekspor ke Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia, Thailand dan Filipina. Dalam mendukung peningkatan produksi jagung di Indonesia, Karama (2004), berpendapat bahwa kebijakan perbenihan jagung komersil tingkat nasional sebaiknya diproduksi di Indonesia. Namun hingga saat ini, sumber daya dan kelembagaan perbenihan jagung dalam negeri belum merupakan produsen pertanian yang mumpuni dan berdaya saing handal (Baihaki, 2004). Oleh sebab itu, aspek pemahaman ilmu pemuliaan praktis dalam kehidupan pertanian khususnya ilmu menghasilkan benih jagung bermutu oleh petani harus diperluas dan ditingkatkan. Benih varietas unggul yang bermutu merupakan penentu batas atas produktivitas usahatani. Ketersediaan benih bermutu tepat waktu dan lokasi akan mendorong percepatan pengembangan inovasi teknologi baru guna meningkatkan pendapatan dan produksi jagung nasional. Saat ini, para industri benih jagung nasional dan swasta belum bersinergis, sehingga pengembangan inovasi baru masih lambat antara lain terlihat dari pengembangan varietas jagung hibrida yang baru mencapai 27,91 %, selebihnya didominasi oleh jagung lokal dan komposit (Nugraha dan Subandi, 2002). Bahkan menurut Paliwal, (2001), sebagian besar petani Indonesia masih menggunakan benih asalan, berupa turunan hibrida dan komposit keturunan. Selama masih banyaknya jumlah petani yang menanam varietas lokal, maka rata-rata produktivitas jagung di Indonesia tetap rendah 2,47 t/ha (Subandi, 1988).

Seluruh tanaman tipe simpang dan tanaman terserang penyakit harus dicabut sebelum penyerbukan. Benihnya harus memiliki variasi keragaman pertumbuhan tanaman yang rendah. SP36 dan KCl diberikan setelah tanaman tumbuh setelah penjarangan. Penghasil kelas benih ini adalah lembaga tertentu yang diawasi oleh Balai sertifikasi sebagai pengendali mutu standar yang didampingi oleh pemulianya sebagai penangung jawab dalam mempertahankan kemurnian varietasnya.SISTEM PERBENIHAN JAGUNG KOMPOSIT Produksi benih jagung bersari bebas atau komposit komersil dibagi atas tiga kelas yaitu benih pemulia. Benih pemulia disebut pula benih penjenis atau breeder seed disingkat BS. Lahan dipersiapkan secara baik misalnya masing-masing 1 kali pembajakan. Tanaman yang dicabut paling banyak berjumlah 10-15 % dari total populasi. Jumlah tanaman tipe simpang > 15 %. Pemeliharaan kemurnian genetiknya selama varietas baru diproduksi adalah penemu varietas baru. Pupuk urea susulan diberikan umur 28 hari dan 40 hari setelah tanam. Dalam upaya memelihara taraf kemurnian genetik yang tinggi dianjurkan menggunakan luas plot yang kecil dan dipelihara secara intensif. Sejak pelepasan varietas baru.10 ha dengan bentuk petak hampir persegi empat (32 m x 32 m). Benih pokok atau stock seed disebut pula benih label ungu merupakan benih sumber untuk menghasilkan kelas benih sebar yang lazim disingkat BR atau label biru. Sebanyak 2. Cara perbanyakannya harus terisolasi dari pembungaan yang bersamaan (± 30 hari) dengan varietas lainnya. Panangkar pilihan BPSB harus berkoordinasi atau bekerjasama dengan pengusaha benih pemerintah (BUMN) atau pengusaha benih swasta yang bertanggungjawab dalam pendistribusian benih berlabel. penghalusan tahan dan perataan lahan. dan (d) persilangan satu tongkol per baris pada blok terisolasi. Benih dasar atau foundation seed atau disebut pula benih label putih yaitu benih sumber untuk menghasilkan kelas benih pokok. Benih dasar disingkat BD atau label putih adalah turunan pertama dari benih penjenis. Berbagai cara pemeliharaan dan produksi benih pemulia antara lain: (a) penyerbukan campuran. Waktu tanam adalah 30 hari sebelum atau sesudah penanaman jagung disekitarnya dengan radius 200 m (isolasi). Petani diperbolehkan mendapatkan benih penjenis sesuai pilihannya dengan melakukan pembelian resmi kepada unit komersialisasi teknologi di lembaga penemu varietas yaitu Balitsereal. Generasi pertama dari kelas benih dasar dapat diperbanyak ulang menghasilkan benih pokok dengan penanggungjawab seorang teknisi yang ditunjuk oleh pemulia. Penyiangan pertama bersamaan . Standar mutu benih harus dilakukan secara cermat dan teliti.5 kg benih penjenis jagung ditanam pada luas plot 0. (c) konversi penanaman campuran terisolasi ke dalam blok persilangan half-sib. (b) plot seleksi massa terisolasi. dan benih sebar. Standar mutu dilakukan oleh BPSB. dipilih satu populasi yang terbaik untuk diperbanyak ulang yang jumlahnya diatur berdasarkan jumlah baris atau panjang baris pada plot pemeliharaan benih penjenis. Seluruh tanaman tipe simpang dan tanaman terserang penyakit harus dicabut sebelum penyerbukan. Kelulusan benih bermutu disertifikasi oleh BPSB dan diberi perlakuan seed treatment dengan insektisida dan fungisida sebelum dijual ke petani. melakukan seleksi massa negatif untuk tanaman tipe simpang pada setiap fase pertumbuhan tanaman dalam perbanyakan benih. Pupuk dasar masing-masing 100 kg untuk urea. Plot perbanyakan benih penjenis jagung yang jumlah tipe simpangnya ≥ 15 % tidak baik dijadikan kelas benih penjenis yang penilaiannya dilakukan oleh BPSB bersama pemuliannya. Lokasi produksi harus terisolasi dari pembungaan yang bersamaan (± 30 hari) dengan varietas lainnya. Jarak tanam agak jarang yaitu 75 cm x 25 cm dengan jumlah biji 1-2 lubang. Harga benih penjenis jagung komposit dari lembaga publik penemu varietas baru adalah lebih murah dibanding harga jagung hibrida. Pada umur 10-15 hari setelah tanam dilakukan penjarangan tanaman dengan mensisakan satu tanaman. Benih penjenis dihasilkan oleh lembaga/pihak penemu varietas baru. Seleksi massa pada plot terisolasi Benih yang akan diperbanyak merupakan turunan kedua dari varietas unggul baru atau benih penjenis dari lembaga penemu varietas. Benih sebar atau BR atau benih label biru merupakan proses perbenihan tahap akhir. CARA MEMELIHARA KEMURNIAN GENETIK DAN PRODUKSI BENIH 1. benih dasar.

yang lebih banyak membuang tanaman tipe simpang yaitu yang terlalu tinggi dan yang kurus. Bunga jantan atau malai dari seluruh tanaman induk betina harus dicabut sebelum penyerbukan. Takaran pupuk dan pemeliharaan tanaman dilakukan seperti cara di atas. sehingga dari 500 tongkol akan menghasilkan 125. sehingga dari 500 tongkol akan menghasilkan 125.8%) 22 (0. Pada fase pembungaan. Bentuk malai yang dikehendaki adalah tidak serak dan kuncup dan relatif seragam.5 ha. Pada waktu penanaman yaitu harus 30 hari sebelum atau sesudah penanaman jagung disekitarnya atau berjarak 200 m (isolasi). Setiap tongkol dapat dipilih 250 butir.2%) Sumber : Data primer yang diolah Malai merupakan gudang tepungsari dan dalam satu malai terdapat jutaan serbuksari.5 kg. Sedangkan pada umur 7 minggu seleksi massa negatif lebih banyak pada habitus tanaman yang pendek dan yang kurus. baris induk betina dilakukan plotting dengan cara menandai setiap 16 rumpun per baris (kapur). Setelah panen dipilih 500 tongkol yang bentuknya baik dan seragam termasuk warna dan ukuran biji. tanaman yang tidak dipotong malainya dan berpenampilan baik sesuai deskripsi dari setiap plot 5 m x 5 m dipilih dan diberi tanda (kapuri) sedikitnya 1000 tongkol. Campuran biji secara berimbang dari setiap tongkol pilihan merupakan benih sumber pertama yang bermutu tinggi.4%) 25 (0. Tabel 1. Jumlah tanaman tipe simpang (%) varietas Bisma berdasarkan bentuk tanaman dan tinggi tanaman. Penataan baris ini diatur secara simetris yaitu setiap satu baris induk jantan selalu diselingi dengan tiga baris induk betina. Cara ini menggunakan benih sumber sebanyak 3. Blok pertanaman harus terisolasi pada saat berbunga.5 ha. Campuran biji secara berimbang dari setiap tongkol pilihan merupakan benih sumber pertama yang bermutu tinggi.9%) 18 (0.5%) 11 (0. Pada blok pertanaman dibuat saluran air pembatas anak petak setiap 5 m agar memudahkan dalam pelaksanaan seleksi. Setiap tongkol dapat dipilih 250 butir. Sebelum pembungaan baris tanaman diatur berdasarkan baris yang berfungsi sebagai induk jantan atau polinator dan baris yang berfungsi sebagai induk betina atau penerima tepungsari dengan perbandingan baris tanaman induk jantan terhadap induk betina adalah 1 : 3. jarak tanam 75 cm x 25 cm.6%) 31 (0.8%) 16 (0.2%) 69 (1.4%) Tinggi tanaman Tinggi Pendek 74 (1. 2. seleksi roguing relatif marata antara 2-5 % dari karakter bentuk dan tinggi tanaman. Kelembaban tanah dipertahankan cukup selama pertumbuhan tanaman. Demikian pula untuk warna malai /glume yang dipertahankan adalah merah. ukuran plot 15 m x 15 m.6%) 30 (0.000 butir atau sekitar 35 kg benih bermutu tinggi yaitu cukup untuk 1. Konversi pertanaman persilangan half-sib ke dalam blok yang terisolasi. . Sebanyak 2-3 tanaman pilihan dari 15 rumpun (plot) yang sesuai deskripsi diberi tanda untuk dipanen sebagai calon benih dengan pembandingnya induk jantan yang sempurna.5%) 13 (0. Tanaman pilihan yang bermalai baik sesuai dengan deskripsi harus dipertahankan dan menyerbuki tanaman pilihan lainnya.000 butir atau sekitar 35 kg benih bermutu tinggi yaitu cukup untuk 1. sedangkan malai pada tanaman induk jantan yang berpenampilan tidak baik dan tipe simpang (20-40 %) harus dicabut sebelum penyerbukan. Maros 2003 Umur tanaman 4 minggu 7 minggu 10 minggu Bentuk tanaman Gemuk Kurus 46 (1.pembumbunan dilakukan umur 24 hari. tanaman yang menyimpang atau berpenampilan tidak sesuai dengan deskripsi bunga jantannya (malai) harus dicabut sebelum menyerbuk. Pada umur 10 minggu. Pada fase vegetatif yakni umur tanaman 4 minggu. Sebelum panen. Setelah panen dipilih 500 tongkol yang seragam bentuk tongkol dan bijinya. jumlah biji 1-2 butir per lubang.9%) 55 (1. Menjelang panen.3 % yang terdiri dari atas sepertiga bagian berasal dari pejantan dan sisanya berasal dari kelompok tanaman betina (Tabel 1). penjarangan umur 10-15 hari dan disisakan satu tanaman. HASIL BENIH METODE PERBANYAKAN HALF-SIB Jumlah tanaman yang menyimpang berdasarkan bentuk tanaman dan tinggi tanaman dalam tiga periode pengamatan mencapai 409 tanaman atau 10.

Satu masalah dalam dalam produksi benih adalah persentase biji isi tidak penuh mencapai 7. maka pada penelitian ini dipilih tanaman yang berbunganya antara 65 hingga 73 hari atau selang berbunga seminggu.2 % 7. disarankan melakukan persilangan bantuan yaitu mengumpulkan tepungsari dari tanaman pilihan lalu menyerbukan dengan bantuan tangan pada waktu rambut tongkol masih basah. Selain itu tanaman tipe simpang dapat disebabkan akibat persilangan antar tanaman yang memiliki daya gabung baik sehingga membentuk tanaman superior. Maros. Semua tipe simpang saat menseleksi dianjurkan untuk dicabut agar seleksi berikutnya semakin ringan.7 %.325 kg/ha pipilan yang terdiri dari 2.248 % 46.4 % dari total tanaman betina yang dipanen. daun sempit.5 18. berbatang kecil. 2003 Hasil perbanyakan Tanaman betina pilihan Tipe simpang tanaman betina fase vegetatif Tipe simpang tanaman betina fase generatif Tipe simpang tongkol Tanaman pejantan Sumber : Data primer yang diolah Hasil (kg/ha) Benih Konsumsi 2. Penandaan tanaman tipe simpang dengan cara memotong bagian atas tanaman harus dipanen umur 75-85 hari setelah tongkol berisi dengan cara menebas tanaman.7 %) 34 (1.al.0%) 21 (0. maka dalam satu hektar diperoleh pendapatan sebesar Rp. internode panjang. Tabel 4.8 19.2%) 17 (0. 1000/kg dan jagung untuk benih dinilai Rp. Hal ini terkait dengan istilah jagung komposit yang merupakan turunan multi hibrida (Subandi. 1988 dan Dahlan dan Sugiyatni.850 tanaman luas blok percobaan 25 m x 30 m.6%) 29 (0. 17.5%) 10 (0.192 1.7 % 3.000/kg. Setiap tanaman dipanen satu tongkol yang letaknya dibagian atas. 2003 Bentuk malai Warna Malai Umur keluar malai Umur tanaman Serak Kuncup Ungu Kuning Cepat Lambat Sebelum umur 56 hari 23 (0. Intensitas seleksi tongkol cukup tinggi agar dihasilkan benih bermutu yang lebih baik. Total tongkol tipe simpang pada penelitian ini mencapai 758 atau sebesar 44.248 kg/ha.9 5.192 kg/ha dan 1. Untuk meningkatkan pengisian biji. Maros 2003 Saat seleksi Pengolahan Tongkol berkelobot Terbuka Berdaun 152 104 7.3%) 14 (0.000 /ha selama 4 bulan. Jumlah dan persentase tongkol tipe simpang dalam produksi benih Bisma. termasuk tipe simpang.968.6%) Sumber : Data primer yang diolah Populasi tanaman betina yang dipanen untuk menghasilkan benih sebanyak 44.910 629 349 1. 5. Hasil benih jagung bermutu dan konsumsi varietas Bisma. Jumlah tongkol tipe simpang sebanding dengan hasil tanaman pejantan masing-masing 1. Jumlah tanaman tipe simpang (%) varietas Bisma berdasarkan seleksi pembungaan.2 % disusul oleh tongkol terbuka dan tongkol tidak terisi biji secara penuh (Tabel 3).5%) 10 (0. tanaman tipe simpang yang mengekpresikan penampilan tanaman tidak normal pada bentuk tanaman adalah sebagai akibat silangdiri atau selfing. Jika jagung konsumsi dinilai Rp.2% Tongkol kupas Kecil Tdk penuh 225 151 9.1 % Sumber : Data primer yang diolah Potensi hasil dalam perbanyakan benih ini mencapai 6.3 % dari populasi 3. Tipe simpang tongkol yang terbanyak adalah pada karakter ukuran tongkol kecil mencapai 9. 2002).1%) Setelah umur 73 hari 15 (0.7 % Biji Kuning pucat Brs tdk lurus 58 68 1. 1992).7 Menurut Abdul Bari et.910 kg benih bermutu dan 3. Tanaman yang kurus. Tabel 2.415 benih konsumsi (Tabel 4). Bagi petani yang akan mempraktekan cara tersebut dapat mengenal tanaman tipe simpang dengan memperhatikan (visual) secara seksama diantara tanaman sekitarnya. Tipe simpang terbanyak adalah pada bentuk malai (Tabel 2).8%) 35 (0. (1974). dan sudut yang berbeda. Tabel 3.8 % 2. Maros. Bentuk tanaman yang terlalu gemuk terlihat dari susunan daun pada batang yang rapat dengan ukuran.Untuk memperoleh hasil keturunan yang seragam dalam waktu 50% berbunga.1 9. Idealnya tongkol yang baik berisi penuh biji sepertihalnya jagung hibrida C7 dan C9 yang memiliki karakter good tip(Balitsereal. .

Jagung Puslitbantan Bogor. Jika setiap tongkol dapat dipilih menjadi benih sebanyak 350 butir maka dalam satu hektar dibutuhkan 250 tongkol. and S. 74 halaman. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Perlu mensosialisasikan cara memelihara kemurnian jagung komposit di setiap sentra pengembangan jagung oleh Litbang dan Dinas Pertanian. S. Posisi perbenihan Indonesia sekarang dan antiisipasi terhadap benih impor. An Avi Book. Sjarkani Musa. Makalah Simposium PERIPI di Balitro Bogor. CIMMYT. Deskripsi varietas jagung edisi ketiga. Kebutuhan benih per hektar 80. Perkembangan produksi dan konsumsi jagung dunia selama empat tahun dekade lalu dan implikasinya bagi indonesia. 90 halaman. M dan Sugiyatni S. 1974. F. Maintenace and seed multiplication of maize. CIMMYT.. 2002.980 kg benih dan 3. Waktu pembungkusan malai jagung adalah waktu sore hari. Dahlan. Pingali P. Cara tersebut menghasilkan benih bermutu 2. IPB. Cara memelihara kemurnian genetik jagung komposit dan produksi benih jagung bermutu yang kemungkinan besar dapat dilakukian oleh petani adalah metose seleksi massa dan modifikasi half sib ear-to-row. Keterangan : 1. pengumpulan tepungsari dari pembungus dilakukan pagi hari (pukul 9-10 siang) keesokannya.000 tanaman (selama 5 hari) yang keragaan tampilan tanamannya tumbuh baik dan seragam sesuai deskripsi dengan cara menutup tongkol dengan kantong plastik yang biasa dipakai untuk es lebar 3 cm. Biji konsumsi marupakan hasil dari tanaman tipe simpang dan sortiran tongkol serta tipe simpang yang mencapai jumlah tinggi sebanyak 1. 5-7 Agustus 2004. Setelah 50 hari dari persilangan dilakukan panen. Dalam Subandi et. 1994. Pandey. In Pingali L.Cara menghasilkan benih jagung komposit bermutu tinggi dari populasi unggul mestinya bisa dikerjakan oleh petani.P (Ed).210 kg konsumsi per hektar. Badan Litbang Pertanian. 3.192 kg/ha (18. Prosiding Simposium Pemuliaan I. P. Hal 17-29. New York. Poelman. 2004. dilakukan pembungkusan malai yang siap menyerbuk dari tanaman pilihan dengan menggunakan pembungkus dari kertas (20 cm x 25 cm). (Eds). 2004. 9 pp. Third edition. Subandi. Perhimpunan Pemuliaan Indonesia. 2. Mengantisipasi persaingan dalam menuju swasembada varietas unggul. Tanaman tipe simpang cukup dipotong bagian atasnya agar tetap menghasilkan tongkol. Pada saat tanaman keluar malai dipilih 3. Dalam Astanto et.L. 2001. Perbaikan varietas jagung. 39 halaman. Penyerbukan campuran.al.451-507. 1992. Persilangan dilakukan terhadap ≤ 1000 tanaman pilihan. Balai Penelitian Tanaman Serealia. (Eds). 1987.. Pemuliaan tanaman jagung.000 butir. dan dipilih 500 tongkol hasil . dan Endang Sjamsudin.. 5-7 Agustus 2004. 17 halaman.8 %). Seleksi tongkol yang dilakukan oleh ibu tani cenderung akan menghasilkan kualitas yang lebih baik. Kumpulan Makalah Diskusi Agribisnis Jagung. Setelah 4-6 hari tongkol dibungkus.al. Balitsereal 2002. CIMMYT. DAFTAR PUSTAKA Abdul Bari. A. tepungsari setiap kantong dicampur lalu ditumpahkan pada rambut tongkol (≤ 4 cm) yang ditutup kantong plastik. Maize production in developing word. 60 pp. Mexico. Pengantar Pemuliaan Tanaman. Badan Litbang Pertanian. 3 halaman. 1988. Makalah Simposium PERIPI di Balitro Bogor. Baihaki. Kasrino. Breeding Field Crops. Karama.

sehingga dari 500 tongkol akan menghasilkan 125. Benih sumbernya adalah 200-500 tongkol pilihan.000 butir atau sekitar 35 kg bermutu tinggi yaitu cukup untuk 1.5 ha. Campuran biji secara berimbang dari setiap tongkol pilihan merupakan benih sumber pertama yang bermutu tinggi.000 butir atau sekitar 35 kg benih bermutu tinggi yaitu cukup untuk 1. diperjaran umur 10-15 hari dan mensisakan satu tanaman per rumpun. Sebelum panen. Seluruh tanaman induk betina harus dicabut malainya sebelum penyerbukan. Biji dari setiap tongkol akan dijfungsikan sebagai baris tanaman induk betina. Cara ini merupakan yang paling efektif menghasilkan kelas benih pemulia. Setelah panen dipilih 2-4 tongkol pilihan sesuai deskripsi hingga mencapai 500 tongkol pilihan. Benih untuk induk jantan dipersiapkan dengan cara mencampur secara berimbang dari sejumlah biji setiap tongkol (15-40 butir/tongkol).persilangan yang bentuk tongkol dan bijinya seragam. Persilangan half sib satu tongkol per baris pada blok terisolasi. Baris induk jantan ditanam secara berselang seling dengan baris induk betina secara simetris yaitu setiap 1-2 baris pejantan diselingi dengan 3-6 baris induk betina. Sebelum berbunga. Setiap tongkol dapat dipilih 250 butir. baris tanaman induk betina pilihan (50 %) yang sesuai deskripsi ditandai sebagai calon benih dengan pembanding tanaman induk jantan yang tumbuh baik dan sempurna. jumlah biji 1-2 butir per lubang. Jaran tanam 75 cm x 25 cm. tanaman tipe simpang pada baris induk jantan harus dicabut malainya sebelum penyerbukan (20-40 %).5 ha. sehingga dari 500 tongkol akan menghasilkan 125. . Blok pertanaman harus terisolasi saat berbunganya. Setiap tongkol dapat dipilih 250 butir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->