Anatomi dan Fisiologi Sistem Endokrin

Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf. Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf. A. Struktur Terdapat dua tipe kelenjar yaitu eksokrin dan endokrin. Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam duktus pada permukaan tubuh, seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus intestinal. Kelenjar endokrin termasuk hepar, pankreas (kelenjar eksokrin dan endokrin), payudara, dan kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah. Kelenjar endokrin termasuk :1. Pulau Langerhans pada Pankreas2. Gonad (ovarium dan testis)3. Kelenjar adrenal, hipofise, tiroid dan paratiroid, serta timusB. Hormon dan fungsinya Kata hormon berasal dari bahasa Yunani hormon yang artinya membuat gerakan atau membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur kehidupan. Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum :1. Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang2. Menstimulasi urutan perkembangan3. Mengkoordinasi sistem reproduktif4. Memelihara lingkungan internal optimal5. Melakukan respons korektif dan adaptif ketika terjadi situasi daruratC. Klasifikasi Dalam hal struktur kimianya, hormon diklasifikasikan sebagai hormon yang larut dalam air atau yang larut dalam lemak. Hormon yang larut dalam air termasuk polipeptida (mis., insulin, glukagon, hormon adrenokortikotropik (ACTH), gastrin) dan katekolamin (mis., dopamin, norepinefrin, epinefrin)Hormon yang larut dalam lemak termasuk steroid (mis., estrogen, progesteron, testosteron, glukokortikoid, aldosteron) dan tironin (mis., tiroksin). Hormon yang larut dalam air bekerja melalui sistem mesenger-kedua, sementara hormon steroid dapat menembus membran sel dengan bebas.D. Karakteristik Meskipun setiap hormon adalah unik dan mempunyai fungsi dan struktur tersendiri, namun semua hormon mempunyai karakteristik berikut.Hormon disekresi dalam salah satu dari tiga pola berikut (1) sekresi diurnal adalah pola yang naik dan turun dalam periode 24 jam. Kortisol adalah contoh hormon diurnal. Kadar kortisol meningkat pada pagi hari dan turun pada malam hari. (2) Pola sekresi hormonal pulsatif dan siklik naik turun sepanjang waktu tertentu, seperti bulanan. Estrogen adalah non siklik dengan puncak dan lembahnya menyebabkan siklus menstruasi. (3) Tipe sekresi hormonal yang ketiga adalah variabel dan tergantung pada kadar subtrat lainnya. Hormon paratiroid disekresi dalam berespons terhadap kadar kalsium serum. Hormon bekerja dalam sistem umpan balik. Loop umpan balik dapat positif atau negatif dan memungkinkan tubuh untuk dipertahankan dalam situasi lingkungan optimal. Hormon mengontrol laju aktivitas selular. Hormon tidak mengawali perubahan biokimia. Hormon hanya mempegaruhi sel-sel yang mengandung reseptor yang sesuai, yang melalukan : fungsi spesifik. Hormon mempunyai fungsi dependen dan interdependen. Pelepasan hormon dari satu kelenjar sering merangsang pelepasan hormone dari kelenjar lainnya. Hormone secara konstan di reactivated oleh hepar atau mekanisme lain dan diekskresi oleh ginjal. E. Regulasi Peran hipotalamus dan kelenjar hipofise

Dua kelenjar endokrin yang utama ádalah hipotalamus dan hipofise. Aktivitas endokrin dikontrol secara langsung dan tak langsung oleh hipotalamus, yang menghubungkan sistem persarafan dengan sistem endokrin. Dalam berespons terhadap input dari area lain dalam otak dan dari hormon dalam dalam darah, neuron dalam hipotalamus mensekresi beberapa hormon realising dan inhibiting. Hormon ini bekerja pada sel-sel spesifik dalam kelenjar pituitary yang mengatur pembentukan dan sekresi hormon hipofise. Hipotalamus dan kelenjar hipofise dihubungkan oleh infundibulum.Hormon yang disekresi dari setiap kelenjar endokrin dan kerja dari masing-masing hormon. Perhatikan bahwa setiap hormon yang mempengaruhi organ dan jaringan terletak jauh dari tempat kelenjar induknya. Misalnya oksitosin, yang dilepaskan dari lobus posterior kelenjar hipofise, menyebabkan kontraksi uterus. Hormon hipofise yang mengatur sekresi hormon dari kelenjar lain disebut hormon tropik. Kelenjar yang dipengaruhi oleh hormon disebut kelenjar target. Sistem umpan balikKadar hormon dalam darah juga dikontrol oleh umpan balik negatif manakala kadar hormon telah mencukupi untuk menghasilkan efek yang dimaksudkan, kenaikan kadar hormon lebih jauh dicegah oleh umpan balik negatif. Peningkatan kadar hormon mengurangi perubahan awal yang memicu pelepasan hormon. Misalnya peningkatan sekresi ACTH dari kelenjar pituitari anterior merangsang peningkatan pelepasan kortisol dari korteks adrenal, menyebabkan penurunan pelepasan ACTH lebih banyak. Kadar substansi dalam darah selain hormon juga memicu pelepasan hormon dan dikontrol melalui Sistem umpan balik. Pelepasan insulin dari pulau langerhan di pankreas didorong oleh kadar glukosa darah.Aktivasi sel-sel targetManakala hormon mencapai sel target, hormon akan mempengaruhi cara sel berfungsi dengan satu atau dua metoda, pertama melalui penggunaan mediator intraselular dan kedua mengaktifkan gen-gen di dalam sel. Salah satu mediator intraselular adalah cyclic adenosine monophosphate (cAMP), yang berikatan dengan permukaan dalam dari membran sel. Ketika hormon melekat pada sel, kerja sel akan mengalami sedikit perubahan. Misalnya, ketika hormon pankreatik glukagon berikatan dengan sel-sel hepar, kenaikan kadar AMP meningkatkan pemecahan glikogen menjadi glukosa. Jika hormon mengaktifkan sel dengan berinteraksi dengan gen, gen akan mensitesa mesenger RNA (mRNA) dan pada akhirnya protein (mis., enzim, steroid). Substansi ini mempengaruhi reaksi dan proses selular.1. Struktur dan fungsi hipotalamusHipotalamus terletak di batang otak tepatnya di dienchepalon, dekat dengan ventrikel otak ketiga (ventrikulus tertius) Hipotalamus sebagai pusat tertinggi sistem kelenjar endokrin yang menjalankan fungsinya melalui humoral (hormonal) dan saraf. Hormon yang dihasilkan hipotalamus sering disebut faktor R dan I mengontrol sintesa dan sekresi hormon hipofise anterior sedangkan kontrol terhadap hipofise posterior berlangsung melalui kerja saraf. Pembuluh darah kecil yang membawa sekret hipotalamus ke hipofise disebut portal hipotalamik hipofise. Hormon-hormon hipotalamus antara lain:a. ACTH : Adrenocortico Releasing Hormonb. ACIH : Adrenocortico Inhibiting Hormonc. TRH : Tyroid Releasing Hormpnd. TIH : Tyroid Inhibiting Hormone. GnRH : Gonadotropin Releasing Hormonf. GnIH : Gonadotropin Inhibiting Hormong. PTRH : Paratyroid Releasing Hormonh. PTIH : Paratyroid Inhibiting Hormoni. PRH : Prolaktin Releasing Hormonj. PIH : Prolaktin Inhibiting Hormonk. GRH : Growth Releasing Hormonl. GIH : Growth Inhibiting Hormonm. MRH : Melanosit Releasing Hormonn. MIH : Melanosit Inhibiting Hormon Hipotalamus sebagai bagian dari sistem endokrin mengontrol sintesa dan sekresi hormon-hormon hipofise. Hipofise anterior dikontrol oleh kerja hormonal sedang bagian posterior dikontrol melalui kerja saraf.

2. Struktur dan Fungsi Hipofise Hipofise terletak di sella tursika, lekukan os spenoidalis basis cranii. Berbentuk oval dengan diameter kirakira 1 cm dan dibagi atas dua lobus Lobus anterior, merupakan bagian terbesar dari hipofise kira-kira 2/3 bagian dari hipofise. Lobus anterior ini juga disebut adenohipofise. Lobus posterior, merupakan 1/3 bagian hipofise dan terdiri dari jaringan saraf sehingga disebut juga neurohipofise. Hipofise stalk adalah struktur yang menghubungkan lobus posterior hipofise dengan hipotalamus. Struktur ini merupakan jaringan saraf. Lobus intermediate (pars intermediate) adalah area diantara lobus anterior dan posterior, fungsinya belum diketahui secara pasti, namun beberapa referensi yang ada mengatakan lobus ini mungkin menghasilkan melanosit stimulating hormon (MSH). Secara histologis, sel-sel kelenjar hipofise dikelompokan berdasarkan jenis hormon yang disekresi yaitu: a. Sel-sel somatotrof bentuknya besar, mengandung granula sekretori, berdiameter 350- 500 nm dan terletak di sayap lateral hipofise. Sel-sel inilah yang menghasilkan hormon somatotropin atau hormon pertumbuhan. b. Sel-sel lactotroph juga mengandung granula sekretori, dengan diameter 27-350 nm, menghasilkan prolaktin atau laktogen. c. Sel-sel Tirotroph berbentuk polihedral, mengandung granula sekretori dengan diameter 50-100 nm, menghasilkan TSH. d. Sel-sel gonadotrof diameter sel kira-kira 275-375 nm, mengandung granula sekretori, menghasilakan FSH dan LH. Ssel-sel kortikotrof diameter sel kira-kira 375-550 nm, merupakan granula terbesar, menghasilkan ACTH. e. Sel nonsekretori terdiri atas sel kromofob. Lebih kurang 25% “sel kelenjar hipofise tidak dapat diwarnai dengan pewarnaan yang lazim digunakan dan karena itu disebut sel-sel kromofob. Pewarnaan yang sering dipakai adalah carmosin dan erytrosin. Sel foli-kular adalah sel-sel yang berfolikel.Hipofise menghasilkan hormon tropik dan nontropik. Hormon tropik akan mengontrol sintesa dan sekresi hormon kelenjar sasaran sedangkan hormon nontropik akan bekerja langsung pada organ sasaran. Kemampuan hipofise dalam mempengaruhi atau mengontrol langsung aktivitas kelenjar endokrin lain menjadikan hipofise dijuluki master of gland.3. Struktur dan Fungsi Kelenjar TiroidKelenjar tiroid terletak pada leher bagian depan, tepat di bawah kartilago krikoid, disamping kiri dan kanan trakhea. Pada orang dewasa beratnya lebih kurang 18 gram. Kelenjar ini terdiri atas dua lobus yaitu lobus kiri kanan yang dipisahkan oleh isthmus. Masingmasing lobus kelenjar ini mempunyai ketebalan lebih kurang 2 cm, lebar 2,5 cm dan panjangnya 4 cm. Tiap-tiap lobus mempunyai lobuli yang di masing-masing lobuli terdapat folikel dan parafolikuler. Di dalam folikel ini terdapat rongga yang berisi koloid dimana hormon-hormon disintesa.kelenjar tiroid mendapat sirkulasi darah dari arteri tiroidea superior dan arteri tiroidea inferior. Arteri tiroidea superior merupakan percabangan arteri karotis eksternal dan arteri tiroidea inferior merupakan percabangan dari arteri subklavia.Lobus kanan kelenjar tiroid mendapat suplai darah yang lebih besar dibandingkan dengan lobus kiri. Dipersarafi oleh saraf adrenergik dan kolinergik. saraf adrenergik berasal dari ganglia servikalis dan kolinergik berasal dari nervus vagus. Kelenjar tiroid menghasilkan tiga jenis hormon yaitu T3, T4 dan sedikit kalsitonin. Hormon T3 dan T4 dihasilkan oleh folikel sedangkan kalsitonin dihasilkan oleh parafolikuler. Bahan dasar pembentukan hormonhormon ini adalah yodium yang diperoleh dari makanan dan minuman. Yodium yang dikomsumsi akan diubah

menjadi ion yodium (yodida) yang masuk secara aktif ke dalam sel kelenjar dan dibutuhkan ATP sebagai sumber energi. Proses ini disebut pompa iodida, yang dapat dihambat oleh ATP- ase, ion klorat dan ion sianat. Sel folikel membentuk molekul glikoprotein yang disebut Tiroglobulin yang kemudian mengalami penguraian menjadi mono iodotironin (MIT) dan Diiodotironin (DIT). Selanjutnya terjadi reaksi penggabungan antara MIT dan DIT yang akan membentuk Tri iodotironin atau T3 dan DIT dengan DIT akan membentuk tetra iodotironin atau tiroksin (T4). Proses penggabungan ini dirangsang oleh TSH namun dapat dihambat oleh tiourea, tiourasil, sulfonamid, dan metil kaptoimidazol. Hormon T3 dan T4 berikatan dengan protein plasma dalam bentuk PBI (protein binding Iodine). Fungsi hormon-hormon tiroid antara adalah: a. Mengatur laju metabolisme tubuh. Baik T3 dan T4 kedua-duanya meningkatkan metabolisme karena peningkatan komsumsi oksigen dan produksi panas. Efek ini pengecualian untuk otak, lien, paru-paru dan testes b. Kedua hormon ini tidak berbeda dalam fungsi namun berbeda dalam intensitas dan cepatnya reaksi. T3 lebih cepat dan lebih kuat reaksinya tetapi waktunya lebih singkat dibanding dengan T4. T3 lebih sedikit jumlahnya dalam darah. T4 dapat dirubah menjadi T3 setelah dilepaskan dari folikel kelenjar. c. Memegang peranan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya pertumbuhan saraf dan tulang d. Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin e. Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah kekuatan kontraksi otot dan menambah irama jantung.f. Merangsang pembentukan sel darah merahg. Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan sebagai kompensasi tubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolisme h. Bereaksi sebagai antagonis insulinTirokalsitonin mempunyai jaringan sasaran tulang dengan fungsi utama menurunkan kadar kalsium serum dengan menghambat reabsorpsi kalsium di tulang. Faktor utama yang mempengaruhi sekresi kalsitonin adalah kadar kalsium serum. Kadar kalsium serum yang rendah akan menekan ;pengeluaran tirokalsitonin dan sebaliknya peningkatan kalsium serum akan merangsang pengeluaran tirokalsitonin. Faktor tambahan adalah diet kalsium dan sekresi gastrin di lambung. 4. Struktur dan Fungsi Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid menempel pada bagian anterior dan posterior kedua lobus kelenjar tiroid oleh karenanya kelenjar paratiroid berjumlah empat buah. Kelenjar ini terdiri dari dua jenis sel yaitu chief cells dan oxyphill cells. Chief cells merupakan bagian terbesar dari kelenjar paratiroid, mensintesa dan mensekresi hormon paratiroid atau parathormon disingkat PTH. Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan posfat tubuh. Organ :argetnya adalah tulang, ginjal dan usus kecil (duodenum). Terhadap tulang, PTH mempertahankan resorpsi tulang sehingga kalsium serum :neningkat. Di tubulus ginjal, PTH mengaktifkan vitamin D. Dengan vitamin D yang aktif akan terjadi peningkatan absorpsi kalsium dan posfat dari intestin. Selain itu hormon inipun akan meningkatkan reabsorpsi Ca dan Mg di tubulus ginjal, meningkatkan pengeluaran Posfat, HCO3 dan Na. karena sebagian besar kalsium disimpan di tulang maka efek PTH lebih besar terhadap tulang. Factor yang mengontrol sekresi PTH adalah kadar kalsium serum di samping tentunya PTSH 5. Struktur dan fungsi kelenjar Pankreas Pankreas terletak di retroperiotoneal rongga abdomen bagian atas, dan terbentang horizontal dari cincin duodenal ke lien. Panjang sekitar 10-20 cm dan lebar 2,5-5 cm. mendapat pasokan darah dari arteri mensenterika superior dan splenikus.

Pankrea berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin. Fungsinya sebagai organ endokrin didukung oleh pulau-pulau Langerhans. Pulau-pulau Langerhans terdiri tiga jenis sel yaitu; sel alpha yang menghasilkan yang menghasilkan glukoagon, sel beta yang menghasilkan insulin, dan sel deltha yang menghasilkan somatostatin namun fungsinya belum jelas diketahui. Organ sasaran kedua hormon ini adalah hepar, otot dan jaringan lemak. Glukagon dan insulin memegang peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Bahkan keseimbangan kadar gula darah sangat ,dipengaruhi oleh kedua hormon ini. Fungsi kedua hormon ini saling bertolak belakang. Kalau secara umum, insulin menurunkan kadar gula darah sebaliknya untuk glukagon meningkatkan kadar gula darah. Perangsangan glukagon bila kadar gula darah rendah, dan asam amino darah meningkat. Efek glukoagon ini juga sama dengan efek kortisol, GH dan epinefrin.Dalam meningkatkan kadar gula darah, glukagon merangsang glikogenolisis (pemecahan glikogen menjadi glukosa) dan meningkatkan transportasi asam amino dari otot serta meningkatkan glukoneogenesis (pemecahan glukosa dari yang bukan karbohidrat). Dalam metabolisme lemak, glukagon meningkatkan lipolisis (pemecahan lemak).Dalam menurunkan kadar gula darah, insulin sebagai hormon anabolik terutama akan meningkatkan difusi glukosa melalui membran sel di jaringan. Efek anabolik penting lainnya dari hormon insulin adalah sebagai berikut:a. Efek pada hepar1) Meningkatkan sintesa dan penyimpanan glukosa2) Menghambat glikogenolisis, glukoneogenesis dan ketogenesis3) Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas di heparb. Efek pada otot1) Meningkatkan sintesis protein2) Meningkatkan transportasi asam amino3) Meningkatkan glikogenesisc. Efek pada jaringan lemak 1) Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas 2) Meningkatkan penyimpanan trigliserida3) Menurunkan lipolisis 6. Struktur dan Fungsi Kelenjar Adrenal Terletak di kutub atas kedua ginjal. Disebut juga sebagai kelenjar suprarenalis karena letaknya di atas ginjal. Dan kadang juga disebut sebagai kelenjar anak ginjal karena menempel pada ginjal. Kelenjar adrenal terdiri dari dua lapis yaitu bagian korteks dan bagian medulla. Keduanya menunjang dalam ketahanan hidup dan kesejahteraan, namun hanya korteks yang esensial untuk kehidupan. a. Korteks adrenalKorteks adrenal esensial untuk bertahan hidup. Kehilangan hormon adrenokortikal dapat menyebabkan kematian. Korteks adrenal mensintesa tiga kelas hormon steroid yaitu mineralokortikoid, glukokortikoid, dan androgen. b. Mineralokortikoid Mineralokortikoid (pada manusia terutama adalah aldosteron) dibentuk pada zona glomerulosa korteks adrenal. Hormon ini mengatur keseimbangan elektrolit dengan meningkatkan retensi natrium dan ekskresi kalium. Aktivitas fisiologik ini selanjutnya membantu dalam mempertahankan tekanan darah normal dan curah jantung. Defisiensi mineralokortikoid (penyakit Addison’s) mengarah pada hipotensi, hiperkalemia, penurunan curah jantung, dan dalam kasus akut, syok. Kelebihan mineralokortikoid mengakibatkan hipertensi dan hipokalemia. c. Glukokortikoid Glukokortikoid dibentuk dalam zona fasikulata. Kortisol merupakan glukokortikoid utama pada manusia. Kortisol mempunyai efek pada tubuh antara lain dalam: metabolisms glukosa (glukosaneogenesis) yang meningkatkan kadar glukosa darah; metabolisme protein;

sementara kelebihan pelepasan estrogen (mis. Misalnya. Struktur dan Fungsi Kelenjar GonadTerbentuk pada minggu-minggu pertama gestasi dan tampak jelas pada minggu kelima. Pada masa pubertas hormon ini akan merangsang perkembangan tandatanda seks sekunder seperti perkembangan bentuk tubuh. berikut akan dihantarkan gambaran sepintas tentang patofisiologi umum gangguan endokrin. distribusi rambut tubuh. Hormon seksKorteks adrenal mensekresi sejumlah kecil steroid seks dari zona retikularis. pembesaran laring dan penebalan pita suara serta perkembangan sifat agresif.Estrogen mempunyai efek menurunkan konsentrasi testosteron melalaui umpan balik negatif terhadap FSH sementara kadar testosteron dan estradiol menjadi umpan balik negatif terhadap LH. Ovarium Seperti halnya testes. Difrensiasi jelas dengan mengukur kadar testosteron fetal terlihat jelas pada minggu ke tujuh dan ke delapan gestasi. dan terhadap stresor. Sebagai organ endokrin.b. Testes Dua buah testes ada dalam skrotum.. Seperti lazimnya kelainan-kelainan pada organ tubuh. inflamasi dan imunitas. akan merangsang pertumbuhan dan penutupan epifise tulang. pertumbuhan dan perkembangan alat genital. Fungsi testis sebagai organ reproduksi berlangsung di tubulus seminiferus. pada kelenjar endokrin pun berlaku hal yang sama dimana gangguan fungsi yang terjadi dapat diakibatkan oleh: Peradangan atau infeksi Tumor atau keganasan Degenerasi Idiopatik Dampak yang ditimbulkan oleh kondisi patologis diatas terhadap kelenjar endokrin dapat berupa: Perubahan bentuk kelenjar tanpa disertai perubahan sekresi hormonal . Estrogen dan progesteron akan mempengaruhi perkembangan seks sekunder. ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.keseimbangan cairan dan elektrolit. Sebagai hormon anabolik. menyiapkan endometrium untuk menerima hasil konsepsi serta mempertahankan proses laktasi. ovarium juga berfungsi sebagai organ endokrin dan organ reproduksi.d.7. akibat karsinoma adrenal menyebabkan ginekomastia dan retensi natrium dan air. Sebagai organ reproduksi. Umumnya adrenal mensekresi sedikit androgen dan estrogen dibandingkan dengan sejumlah besar hormon seks yang disekresi oleh gonad. Estrogen dibentuk di sel-sel granulosa folikel dan sel lutein korpus luteum. Keaktifan kelenjar gonad terjadi pada masa prepubertas dengan meningkatnya sekresi gonadotropin (FSH dan LH) akibat penurunan inhibisi steroid. kelebihan pelepasan androgen menyebabkan virilisme. Patofisiologi Umum Gangguan Sistem Endokrin Untuk memudahkan pengertian kita tentang patofisiologi pada berbagai kelainan kelenjar endokrin. Testosteron diperlukan untuk mempertahankan spermatogenesis sementara FSH diperlukan untuk memulai dan mempertahankan spermatogenesis. Menghasilkan hormone testosteron dan estradiol dibawah pengaruh LH. ovarium menghasilkan ovum (sel telur) setiap bulannya pada masa ovulasi untuk selanjutnya siap untuk dibuahi sperma.Efek testosteron pada fetus merangsang diferensiasi dan perkembangan genital ke arah pria.a. Namun produksi hormon seks oleh kelenjar adrenal dapat menimbulkan gejala klinis. Testis mempunyai dua fungsi yaitu sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Progesteron juga dibentuk di sel lutein korpus luteum. mengingat fungsi sistem endokrin yang kompleks dan rumit mencakup mekanisme kerja hormonal dan adanya mekanisme umpan balik yang negatif yang sudah barang tentu akan mempengaruhi perjalanan penyakit.

penyebab yang bersifat primer bila penyebabnya ada pada kelenjar penghasil hormon itu sendiri. bila penyebabnya ada pada kelenjar di atasnya. ada dua hal utama yang harus dipahami dengan baik. Penurunan sekresi hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. memungkinkan penyebab dari suatu kasus dapat lebih dari satu.Efek dari setiap hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin terhadap jaringan endokrin dan terhadap jaringan atau organ sasarannya. sekunder.Seperti bila terjadi peningkatan ACTH (hormon hipofise) pada serum yang akan menyebabkan hiperfungsi kelenjar adrenal sehingga terjadi hipersekresi hormon-hormon adrenal maka penyebabnya disebut sekunder. Oleh karena itu. artinya mungkin saja penyebab ada pada jaringan/organ sasaran. Hormon & Sistem Endokrin DEFINISI Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi internal). Bersifat tertier. dan diistilahkan dengan hipofungsi kelenjar. Adanya hubungan timbal balik antara kelenjar hipofise sebagai master of gland dengan kelenjar targetnya.Peningkatan sekresi hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin sering diistilahkan dengan hiperfungsi kelenjar. Misalnya. hipofise terhadap hipotalamus serta jaringan atau organ sasaran dengan kelenjar target.atau tertier. pengunaan obat-obatan yang dapat merangsang ACTH atau merangsang sekresi hormon adrenal.Disebut penyebab primer bila penyebapnya ada pada kelenjar adrenal sendiri. Untuk pemahaman yang lebih baik tentang patofisiologi berbagai kelainan endokrin. untuk tujuan kemudahan dalam penanggulangannya maka dalam setiap kasus akan di dipaparkan kemungkinan penyebabnya baik yang bersifat primer. Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ tubuh. Disebut tertier bila penyebabnya diluar kedua penyebab diatas. bila penyebabnya di luar primer dan sekunder seperti penggunaan obat-obatan tertentu ataupun kelainan pada organ tubuh tertentu yang dapat mempengaruhi fungsi kelenjar.Fungsi organ/jaringan sasaran dari setiap hormon. yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah. atau pada kelenjar target. Bersifat sekunder. KELENJAR ENDOKRIN Organ utama dari sistem endokrin adalah:  H ip o talamu s K K K P K e e e u e l l l l l e e e a e n n n u n j j j j a a a p a r r r u r l h t p a a i i a u d r p r r o o a p e i t a n f i d i n a r k l o r i e d a s s a      . ataupada kelenjar hipofise atau hipotalamus.

Beberapa hormon hipofisa memiliki efek langsung. Kelenjar hipofisa kadang disebut kelenjar penguasa karena hipofisa mengkoordinasikan berbagai fungsi dari kelenjar endokrin lainnya. beberapa diantaranya memicu pelepasan hormon hipofisa dan yanglainnya menekan pelepasan hormon hipofisa. baik langsung maupun tidak langsung. tetapi biasanya tidak disebut sebagai bagian dari sistem endokrin. Banyak organ yang melepaskan hormon atau zat yang mirip hormon.  Selama kehamilan. beberapa lainnya secara sederhana mengendalikan kecepatan pelepasan hormon oleh organ lainnya. Hipofisa mengendalikan kecepatan pelepasan hormonnya sendiri melalui mekanisme umpan balik. dimana kadar hormon endokrin lainnya dalam darah memberikan sinyal kepada hipofisa untuk memperlambat atau mempercepat pelepasan hormonnya. B I u n a d h u n z g a k t a e l r u r . beberapa diantaranya memberikan respon. plasenta juga bertindak sebagai suatu kelenjar endokrin. terhadap konsentrasi zat-zat di dalam darah:  S a e s d s a S e a m l M a e e r m r e a p m e b s e i b a l p s a e n t l k e a l k d l a e k a n n a a r k r p e h e a a n s d g h m a e s m g i b u l e l a i r n i d s k a u a n l n i n p r a  o n l e s r u m u k e r g s e i l i a p m e l e i d - p n n a j n g a a r r e f d r r r n e a s o e t p s n a s i r o f a a l r o o n t i d t e r h a d a p m k  ( e n n t b a e l a ) r g i a n d m p l a d p h a d a p n a langsung dari sistem sarafpar as im patis. . Beberapa organ ini menghasilkan zat-zat yang hanya beraksi di tempat pelepasannya. sedangkan yang lainnya tidak melepaskan produknya ke dalam aliran darah. Hipotalamus melepaskan sejumlah hormon yang merangsang hipofisa. Tidak semua kelenjar endokrin berada dibawah kendali hipofisa.

otak menghasilkan berbagai hormon yang efeknya terutama terbatas pada sistem saraf. HORMON Hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar atau organ. Hormon dalam jumlah yang sangat kecil bisa memicu respon tubuh yang sangat luas. Sisanya merupakans ter oid. yang mempengaruhi kegiatan di dalam sel-sel. . Sebagian besar hormon merupakan protein yang terdiri dari rantai asam amino dengan panjang yang berbeda-beda.Contohnya. yaitu zat lemak yang merupakan derivat dari kolesterol.

Hormon terikat kepadar es eptor di permukaan sel atau di dalam sel. Tubuh perlu merasakan dari waktu ke waktu apakah diperlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon. maka hipotalamus dan kelenjar hipofisa mengetahui bahwa tidak diperlukan perangsangan lagi dan mereka berhenti melepaskan hormon. Mekanisme pasti dari pengendalian oleh hipotalamus dan hipofisa terhadapbior itm ik ini masih belum dapat dimengerti. Prolaktin (hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa) menyebabkan kelenjar susu di . maka kadar hormon di dalam darah bisa menjadi tinggi atau rendah. Sedangkan hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Tetapi jelas terlihat bahwa organ memberikan respon terhadap semacam jam biologis. PENGENDALIAN ENDOKRIN Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi. Insulin dihasilkan oleh sel-sel pulau pankreas dan mempengaruhi metabolisme gula.T SH dihasilkan oleh kelenjar hipofisa dan hanya mempengaruhi kelenjar tiroid. Beberapa hormon hanya mempengaruhi 1 atau 2 organ. sehingga mengganggu fungsi tubuh. suatu siklus menstruasi wanita melibatkan peningkatan sekresiLH danFSH oleh kelenjar hipofisa setiap bulannya. Misalnya. Hipotalamus dan kelenjar hipofisa melepaskan hormonnya jika mereka merasakan bahwa kadar hormon lainnya yang mereka kontrol terlalu tinggi atau terlalu rendah. Jika kadar hormon kelenjar target dalam darah mencukupi. Untuk mengendalikan fungsi endokrin. tetapi hormon ini mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Misalnya. Pada akhirnya hormon mengendalikan fungsi dari organ secara keseluruhan: H p e r p e r p e r c i r seksual  H t u b m e n  H v o l d a n  o r m o n t u m b u h k e m b a n k e m b a n i o u y o u m e n g e n d a n d a n g a n . Faktor-faktor lainnya juga merangsang pembentukan hormon. Hormon tertentu yang berada dibawah kendali hipofisa memiliki fungsi yang memiliki jadwal tertentu. protein serta lemak di seluruh tubuh. Hormon hipofisa lalu masuk ke dalam aliran darah untuk merangsang aktivitas di kelenjar target. sedangkan hormon yang lainnya mempengaruhi seluruh tubuh. memperlambat atau merubah fungsi sel. g b i a k a n a d l i a k n a n c i r i - r m o n m e m p e n g a r u h i c a r a h d a l a m m e n g g u n a k a n d a n i m p a n e n e r g i r m o n j u g a m e n g e n d a l i k a n m e c a i r a n d a n k a d a r a i r g a r a m d i d a l a m d a r a h . Sistem umpan balik ini mengatur semua kelenjar yang berada dibawah kendali hipofisa. Hormon estrogen dan progesteron pada indung telur juga kadarnya mengalami turun-naik setiap bulannya. maka pelepasan setiap hormon harus diatur dalam batasbatas yang tepat. Ikatan antara hormon dan reseptor akan mempercepat.

payudara menghasilkan susu. Misalnya kadar insulin meningkat segera setelah makan karena tubuh harus mengolah gula dari . tidak berada dibawah kendali hipofisa. Mereka memiliki sistem sendiri untuk merasakan apakah tubuh memerlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon. Isapan bayi juga meningkatkan pelepasanoks itos in yang menyebabkan mengkerutnya saluran susu sehingga susu bisa dialirkan ke mulut bayi. Kelenjar semacam pulau pakreas dan kelenjar paratiroid. Isapan bayi pada puting susu merangsang hipofisa untuk menghasilkan lebih banyak prolaktin.

. Jika kadar insulin terlalu tinggi. kadar gula darah akan turun sampai sangat rendah.makanan.

t e k a n a n darah & kekuatan otot  M e m b a n t u m e n g e n d a l i k a n k e s e i m b a n g a n garam & air Kortikotropin Kelenjar hipofisa Mengendalikan pembentukan & pelepasan hormon oleh korteks adrenal Eritropoietin Ginjal Merangsang pembentukan sel darah merah Estrogen Indung telur Mengendalikan perkembangan ciri seksual & sistem reproduksi wanita Glukagon Pankreas Meningkatkan kadar gula darah Hormon pertumbuhan Kelenjar m e . Kadar kortikosteroid dan hormon pertumbuhan tertinggi ditemukan pada pagi hari dan terendah pada senja hari.Kadar hormon lainnya bervariasi berdasarkan alasan yang kurang jelas. Alasan terjadinya hal ini belum sepenuhnya dimengerti. terutama sebagai:  A n t i p e r a d a n g a n  M e m p e r t a h a n k a n k a d a r g u l a d a r a h . HORMON UTAMA Hormon Yg menghasilkanFungsi Aldosteron Kelenjar adrenal Membantu mengatur keseimbangan garam & air dengan cara menahan garam & air serta membuang kalium Hormon antidiuretik (vasopresin) Kelenjar hipofisa  M e n y e b a b k a n g i n j a l n a h a n a i r  B e r s a m a d e n g a n a l d o s t e r o n . m e m b a n t u mengendalikan tekanan darah Kortikosteroid Kelenjar adrenal Memiliki efek yg luas di seluruh tubuh.

pembentukan otot. pematangan sel telur. suara dan bahkan mungkin sifat kepribadian) a n f u n g s i a n c i r i s e k s u a l . tekstur & ketebalan kulit. siklus menstruasi  M e n g e n d a l i k p r i a & w a n i t a (penyebaran rambut. protein & lemak di seluruh tubuh  b e n t u k a n g a b u o l l a i s m e LH (luteinizing hormone) FSH (folliclestimulating hormone) Kelenjar hipofisa  M e n g e n d a l i k r e p r o d u k s i (pembentukan sperma & sementum.hipofisa Mengendalikan pertumbuhan & perkembangan M e n i n g k a t k a n p e m p r o t e i n Insulin Pankreas  M e n u r u n k a n k a d a r d a r a h  M e m p e n g a r u h i m e t g l u k o s a .

yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Cabang kedokteran yang mempelajari kelainan pada kelenjar endokrin disebut endokrinologi. Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk memengaruhi organ-organ lain. Saluran getah terdiri atas sel-sel atau sederet sel yang mengalami fusi. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. berisi getah.Sistem endokrin Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Saluran kelanjar adalah sel berdinding tipis dengan protoplasma yang kental mengelilingi suatu ruas berisi senyawa yang dihasilkan oleh sel-sel tersebut. Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh. • • Home CONTOH ASKEP . kelenjar keringat. suatu cabang ilmu kedokteran yang cakupannya lebih luas dibandingkan dengan penyakit dalam. cari Kelenjar endokrin utama pada manusia. Jaringan sekretoris dibagi menjadi sel kelenjar. dan membentuk suatu sistem jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain. saluran kelenjar. dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin. dan saluran getah. Sel kelenjar mengandung bermacam senyawa hasil metabolisme. [sunting] Jaringan sekretoris Jaringan sekretoris disebut juga kelenjar internal karena senyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh.

Etiologi Diduga akibat peran antibodi terhadap peningkatan produksi tiroid serta adanya adenoma tiroid setempat (suatu tumor) yang tumbuh di dalam jaringan tiroid dan ensekresikan banyak sekali hormon tiroid. Patofisiologi Hipothalamus Hormon pelepas (tirotropin) Hipofisis anterior Hormon perangsang tiroid (TSH) .• • • DOWNLOAD BISNIS Lowongan Kerja skip to main | skip to sidebar Google Search Top of Form partner-pub-4369 FORID:11 contoh-askep.blo ISO-8859-1 Bottom of Form 1 pay per click advertising Senin. b. 13 Oktober 2008 ASKEP KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM ENDOKRIN : MORBUS BASEDOW Diposkan oleh CONTOH ASKEP di 22:48 a. Pengertian Penyakit basedow atau lazim juga disebut sebagai penyakit graves merupakan penyakit yang sering dijumpai pada orang muda akibat daya peningkatan produksi tiroid yang ditandai dengan peningkatan penyerapan yodium radioaktif oleh kelenjar tiroid. c.

gelisah. kelenjar tiroid membesar dua sampai tiga kali dari ukuran normalnya. sehingga jumlah sel – sel ini lebih meningkat berapa kali dibandingkan dengan pembesaran kelenjar. disertai dengan banyaknya hiperplasia dan lipatan – lipatan sel – sel folikel ke dalam folikel. 11) Berkeringat 2. pulses seler 8) Gugup. 12) Diare 3. mudah terangsang.Tiroid Hipertrofi Peningkatan sekresi Yodium Tirotoksin Peningkatan metabolisme Antibodi imunoglobulin Adenoma tiroid setempat Hipertiroid Peningkatan kebutuhan kalori Peningkatan sirkulasi darah Resiko penurunan curah jantung Resiko perubahan nutrisi (-) kebutuhan tubuh Kelelahan otot Resiko kerusakan integritas jar. dengan hasil akhirnya adalah hipertiroidisme. denyut nadi kadang tidak teratur karena fibrilasi atrium. Gambaran Klinik 1) Berat badan menurun 10) Dispnea 1. emosi tidak stabil. insomnia. Setiap sel meningkatkan kecepatan sekresinya beberapa kali lipat. . mata Sumber: Guyton and Hall (1997) Pad a kebanyakan penderita hipertiroidisme. d. 13) Kelelahan otot 5) Tremor (jari tangan dan kaki) 14) Oligomenore/amenore 6) Telapak tangan panas dan lembab 7) Takikardia. Biasanya bahan – bahan ini adalah antibodi imunoglobulin yang berikatan dengan reseptor membran yang sama degan reseptor membran yang mengikat TSH. Pada beberapa penderita ditemukan adaya beberapa bahan yang mempunyai kerja mirip dengan TSH yang ada di dalam darah. Bahan – bahan tersebut merangsang aktivasi terus – menerus dari sistem cAMP dalam sel. Perubahan pada kelenjar tiroid ini mirip dengan perubahan akibat kelebihan TSH.

Terapi definitif dapat dipilih antara pengobatan antitiroid jangka panjang. gangguan pola aktiviatas. gangguan keseimban gan suhu tubuh. 3) Penanggulangan dengan antitiroid tidak memuaskan A. PATHWAYS Pathways dapat dilihat disini B.d ll Etiologi berisi tentang penyaki t yang diderita pasien ETIOLO GI .9) Gondok (mungkin disertai bunyi denyut dan getaran). 4) Struma multinoduler dengan hipertiroidi 2) Keberatan terhadap antitiroid 5) Nodul toksik soliter. ablasio dengan yodium radioaktif atau tiroidektomi subtotal bilateral. ANALISA DATA N O TGL / JAM DATA PROBLEM masalah yang Berisi data subjektif Diisi pada 1 saat tanggal pengkaji an dan data objektif yang didapat dari pengkajia n keperawat an sedang dialami pasien seperti gangguan pola nafas. e. Penanggulangan Terapi penyakit graves dtujukan kepada pengendalian stadium tirotoksikosis dengan pemberian antitiroid seperti propiltiourasil (PTU) atau karbimasol. Indikasi tindakan bedah adalah: 1.

C. irama dan konduksi jantung. mual muntah. perubahan frekuensi. hiperglikemia. ○ Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas jaringan b/d perubahan mekanisme perlindungan dari mata. . ○ D. kerusakan kemampuan untuk berkonsentrasi. labilitas/peka rangsang emosional. ○ Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d peningkatan metabolisme (peningkatan nafsu makan/pemasukan dengan penurunan berat badan). penurunan penampilan. peka rangsang dari saraf sehubungan dengan gangguan kimia tubuh. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN N O DIAGNOSA KEPERAWAT AN TUJUAN PERENCANAAN . peningkatan beban kerja jantung. tegang. DIAGNOSA KEPERAWATAN ○ Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung b/d hipertiroid tidak terkontrol. kerusakan penutupan kelopak mata/eksoftalmus. perilaku gelisah. Data penunjang: mengungkapkan sangat kekurangan energi untuk mempertahankan rutinitas umum. keadaan hipermetabolisme. perubahan dalam arus balik vena dan tahan vaskuler sistemik. kekurangan insulin yang relatif. diare. gugup. ○ Kelelahan b/d hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan energi.

dikeluhkan pasien. peningkatan beban kerja jantung. Observasi tanda dan gejala haus yang hebat. denyut nadi 4. Perhatikan besarnya adekuat tekanan nadi. keadaan hipermetaboli sme. 9. batasi penggunaan linen/pakaian. mempertahan Pantau tekanan darah 1. penurunan produksi 7. perubahan frekuensi. perhatikan normal. adanya mental baik. kompres dengan air hangat. kemungkinan adanya dengan tanda nyeri dada atau angina yang vital stabil. Pantau CVP jika kebutuhan pasien menggunakannya. catat dan perhatikan kecepatan atau irama jnatung dan adanya disritmia. pengisisan 5.1 Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung b/d hipertiroid tidak terkontrol. pada posisi baring. irama dan konduksi jantung. Auskultasi suara nafas. tidak ada 6. sesuai dengan 2. perhatikan adanya suara yang tidak normal. . pengisisan kapiler lambat. jantung saat pasien tidur. perubahan dalam arus balik vena dan tahan vaskuler sistemik. stauts adanya bunyi jantung tambahan. Auskultasi suara kapiler antung. mukosa membran kering. 8. nadi lemah. disritmia. Pantau suhu. . irama gallop dan murmur sistolik. Kaji nadi atau denyut perifer normal. tubuh yang Periksa/teliti ditandai 3. Pantau EKG. berikan lingkungan yang sejuk. kan curah duduk dan berdiri jika jantung yang memungkinkan.

aktifitas. ruangan yang berpartisipasi dingin. dispnea. peka rangsang dari saraf sehubungan dengan gangguan kimia tubuh. Catat berkembangnya menunjukkan takipnea. 2 Kelelahan b/d hipermetaboli k dengan peningkatan kebutuhan energi. kemampuan Berikan/ciptakan lingkungan yang untuk tenang. 10. Berikan tindakan yang membuat pasien nyaman.urine dan hipotensi. Sarankan pasien untuk mengurangi aktifitas dan meningkatkan istirahat di tempat tidur sebanyak – banyaknya jika memungkinkan. . 15. 14. Catat masukan dan keluaran. pucat dan sianosis. perbaikan 13. dan catat nadi baik n secara saat istirahat maupun verbal tentang saat melakukan peningkatan aktifitas. tingkat energi. dalam warna – warna yang sejuk dan musik melakukan santai (tenang). turunkan stimulasi sesori. 12. Data penunjang: mengungkap kan sangat kekurangan energi untuk mempertaha nkan rutinitas Megungkapka Pantau tanda vital 11. catat berat jenis urine.

perilaku gelisah. Hindari membicarakan topik yang menjengkelkan atau yang mengancam pasien. berat badan 20. yang normal Pantau masukan 21. munculnya laboratorium mual dan muntah. tegang. diskusikan cara untuk berespons terhadap perasaan tersebut. 16. seperti membaca. mual muntah. labilitas/peka rangsang emosional. usus. mendengarkan radio dan menonton televisi. Catat dan laporkan yang stabil adanya anoreksia. dan terbebas makanan setiap hari dan timbang berat dari tanda – badan setiap hari serta laporkan tanda adanya penurunan malnutrisi berat badan. dengan menggunakan . 22. 3 Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d peningkatan metabolisme (peningkatan nafsu makan/peasu kan dengan penurunan berat badan).umum. 17. gugup. nyeri abdomen. kerusakan kemampuan untuk berkonsentra si. 18. Diskusikan dengan orang terdekat keadaan lelah dan emosi yang tidak stabil ini. Dorong pasien untuk makan dan meningkatkan jumlah makan dan juga makanan kecil. penurunan penampilan. disertai kelelahan dengan nilai umum/nyeri. bedak yang sejuk. Memberikan aktifitas pengganti yang menyenangkan dan tenang. seperti: sentuhan/masase. Menunjukkan Auskultasi bising 19.

Mampu 24. kekurangan insulin yang relatif. makanan tinggi kalori yang mudah dicerna. memberikan Catat adanya perlindungan fotofobia. Bagian kepala tempat tidur ditinggikan dan batasi pemakaian garam jika ada indikasi. 28. air untuk mata berlebihan. 4 Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas jaringan b/d perubahan mekanisme perlindungan dari mata. Evaluasi ketajaman mata. 23. rasa adanya benda di luar pada mata mata dan nyeri pada mata. . jambu dll). gangguan penutupan kelopak sikan tindakan mata. Hindari pemberian makanan yang dapat meningkatkan peristaltik usus (mis. kerusakan penutupan kelopak mata/eksoftal mus. pencegahan komplikasi. Teh. Apel. dan 25.diare. Observasi edema mengidentifika periorbital. Anjurkan pasien menggunakan kacamata gelap ketika terbangun dan tutup dengan penutup mata selama tidur sesuai kebutuhan. hiperglikemia . lapang pandang sempit. 27. Instruksikan agar pasien melatih otot mata ekstraokular 26. laporkan adanya pandangan yang kabur atau pandangan ganda (diplopia). kopi dan makanan berserat lainnya) dan cairan yang menyebabkan diare (mis.

29. Berikan kesempatan pasien untuk mendiskusikan perasaannya tentang perubahan gambaran atau bentuk ukuran tubuh untuk meningkatkan gambaran diri. .jika memungkinkan.

.

.

Sekresi tiroid terutama diatur oleh hormon perangsang tiroid yang disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. yang mempunyai efek nyata pada kecepatan metabolisme tubuh. tetapi terdapat jauh lebih sedikit dalam darah dan menetap jauh lebih singkat. juga disekresitriiodo tironin dalam jumlah sedang. Tidak adanya sekresi tiroid sama sekali biasanya menyebabkan laju metabolisme turun sekitar 40 persen di bawah normal dan sekresi tiroksin yang berlebihan sekali dapat menyebabkan laju metabolisme basal meningkat setinggi 60 sampai 100 persen di atas normal. Gambar 1. mensekresi tiroksin (T4). Untuk membentuk tiroksin dalam jumlah normal. triiodotironi (T3). Fungsi kedua hormon ini secara kualitatif sama. yang terletak tepat dibawah laring sebelah kanan dan kiri depan trakea. Gambar kelenjar tiroid Hormon yang paling banyak disekresi oleh kelenjar tiroid adalahtiroksin. tetapi berbeda dalam kecepatan dan intensitas kerja. Akan tetapi.Asuhan Keperawatan Hipotiroidisme I. PENDAHULUAN Kelenjar tiroid. dibutuhkan makan kira-kira . suatu hormon yang penting untuk metabolisme kalsium. Triiodotironin kira-kira empat kali kekuatan tiroksin. Kelenjar ini juga menyekresikalsitonin.

Pada tiroiditis Hashimoto. Hipotiroidism terjadi akibat penurunan kadar hormon tiroid dalam darah. Penyebab yang paling sering ditemukan adalah tiroiditis Hashimoto. 3. Untuk mencagah defisiensi yodium. Apabila disebabkan oleh malfungsi kelenjar tiroid. ETIOLOGI Hipotiroidisme dapat terjadi akibat malfungsi kelenjar tiroid. II. III. dan TRH. 2.Gondok endemik adalah hipotiroidisme akibat defisiensi iodium dalam makanan.Penyebab kedua tersering adalah pengobatan terhadap hipertiroidisme. atau hipotalamus. Penyebab tiroiditis otoimun tidak diketahui. Kelainan ini kadang-kadang disebut miksedema. TRH dari hipotalamus tinggi karena. juga disebut tiroiditis otoimun. Hipotiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar tiroid kurang aktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid.50 mg yodium setiap tahun. Hipotiroidisme yang disebabkan oleh malfungsi hipotalamus akan menyebabkan rendahnya kadar HT. Gondok adalah pembesaran kelenjar tiroid. Penyakit Hipotiroidisme: 1. atau kira-kira 1 mg per minggu. TSH. Baik yodium radioaktif maupun pembedahan cenderung menyebabkan hipotiroidisme. tetapi tampaknya terdapat kecenderungan genetik untuk mengidap penyakit ini. terjadi akibat adanya otoantibodi yang merusak jaringan kelenjar tiroid. maka kadar HT yang rendah akan disertai oleh peningkatan kadar TSH dan TRH karena tidak adanya umpan balik negatif oleh HT pada hipofisis anterior dan hipotalamus. darah. Apabila hipotiroidisme terjadi akibat malfungsi hipofisis.000 bagian natrium klorida.Penyakit Hashimoto. PENGERTIAN Hipotiroidisme adalah satu keadaan penyakit disebabkan oleh kurang penghasilan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid. Pada defisiensi iodiurn terjadi gondok karena sel-sel tiroid menjadi aktif berlebihan dan hipertrofik dalarn usaha untuk menyerap sernua iodium yang tersisa dalam. kelenjar tiroid seringkali membesar dan hipotiroidisme terjadi beberapa bulan kemudian akibat rusaknya daerah kelenjar yang masih berfungsi. Hipotiroid yang sangat berat disebut miksedema. maka kadar HT yang rendah disebabkan oleh rendahnya kadar TSH. Hal ini menyebabkan penurunan HT disertai peningkatan kadar TSH dan TRH akibat umpan balik negatif yang minimal. tidak adanya umpan balik negatif baik dari TSH maupun HT. Kadar HT yang rendah akan . garam meja yang biasa diiodisasi dengan satu bagian natrium iodida untuk setiap 100. hipofisis.

Akumulasi proteoglicans hidrophilik di rongga intertisial seperti rongga pleura. Semua pengobatan ini dapat menyebabkan hipotiroidisme. HIPOTIROIDISME Hipotiroidisme dapat terjadi akibat pengangkatan kelenjar tiroid dan pada pengobatan tirotoksitosis dengan RAI. terutama masa anak-anak. Pajanan ke radiasi.Kekurangan yodium jangka panjang merupakan penyebab tersering dari hipotiroidisme di negara terbelakang. menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme goitrosa). Namun. Penurunan motilitas usus 3. tetapi tidak selalu. Hipotiroidisme kongenital dijumpai satu orang pada empat ribu kelahiran hidup. Gangguan fungsi neurologik 5. terapi untuk kanker yang jarang dijumpai ini antara lain adalah tiroidektomi. empat kali lipat angka kejadannya pada wanita dibandingkan proa.Karsinoma tiroid dapat. 5. Pembentukan eritrosit yang tidak optimal sebgai dampak dari menurunnya hormon tiroid memungkinkan klien mengalami anemi. adalah penyebab kanker tiroid. Penurunan detak jantung 4. Penurunan hormon sekresi hormon kelenjar tiroid akan menurunkan laju metabolisme basal yang akan memepengaruhi semua sistem tubuh. V. Jika produksi hormon tiroid tidak adekuat maka kelenjar tiroid akan berkompensasi untuk meningkatkan sekresinya sebagai respons terhadap rangsangan hormon TSH. 4. atau terapi iodium radioaktif untuk mengbancurkan jaringan tiroid. Juga terjadi akibat infeksi kronis kelenjar tiroid dan atropi yang bersifat idiopatik. IV. PATHWAYS . Prevalensi penderita hipotiroidisme meningkat pada usia 30 sampai 60 tahun.Kekurangan yodium jangka panjang dalam makanan.disertai kadar TSH dan TRH yang tinggi karena minimnya umpan balik. pemberian obat penekan TSH. Penurunan produksi panas Penurunan hormon tiroid juga akan mengganggu metabolisme lemak dimana akan terjadi peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida sehingga klien berpotensi mengalami atherosklerosis. Penurunan produksi asam lambung (Aclorhidria) 2. menyebabkan hipotiroidisme. cardiak dan abdominal sebagai tanda miksedema. Defisiensi iodium juga dapat meningkatkan risiko pembentukan kanker tiroid karena hal tersebut merangsang proliferasi dan hiperplasia sel tiroid. Proses metabolik yang dipengaruhi antara lain: 1.

.

Jika sepenuhnya disebabkan oleh hipofisis disebut hipotiroidisme tersier. Apabila disfungsi tiroid disebabkan oleh kegagalan kelenjar hipofisis. radiasi atau pembedahan yang menyebabkan kelenjar tiroid tidak lagi dapat menghasilkan hormon yang cukup.VI. Biasanya terjadi apabila terdapat tumor di kelenjar hipofisis. Hipotiroidis . Tabel. KLASIFIKASI Lebih dari 95% penderita hipotiroidisme mengalami hipotiroidisme primer atau tiroidal yang mengacu kepada disfungsi kelenjar tiroid itu sendiri. Hypotiroidis me sekunder kelenjar hipofisis (pituitari) Terjadi jika kelenjar hipofisis tidak menghasilkan cukup hormon perangsang tiroid (TSH) untuk merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan jumlahtiroksin yang cukup. Klasifikasi penyakit hipotiroidism Jenis Organ Keterangan Hipotiroidis me primer kelenjar tiroid Paling sering terjadi. Meliputi penyakitHashimot o tiroiditis (sejenis penyakit autoimmune) dan terapi radioiodine(RAI) untuk merawat penyakit hipertiroidisme. hipotalamus atau keduanya disebut hipotiroidisme sentral (hipotiroidisme sekunder) atau pituitaria.

Gerakan tubuh lamban 12. perlambatan daya pikir.Pusing 14.Kelopak mata turun 7. kasar.Rambut tipis. dan menebal 10.me tertier hipotalam us Terjadi ketika hipotalamus gagal menghasilkanTRH yang cukup.Suara serak 5. Kelambanan. bersisik. Biasanya disebut juga disebut hypothalamic-pituitary-axis hypothyroidism.Kulit kering.Depresi 19.Pertumbuhan tulang dan gigi yang lambat 4.TANDA DAN GEJALA Hipotiroidisme ditandai dengan gejala-gejala: 1.Tidak tahan terhadap dingin 18.Lemah 13.Nafsu makan berkurang 2.Wajah bengkak 8.Berbicara lambat 6. dan gerakan yang canggung lambat .Keringat berkurang VIII.Penurunan fungsi indera pengecapan dan penciuman 20. dan kasar 9. VII.Sembelit 3.Sakit pada sendi atau otot 17.GAMBARAN KLINIS 1. kering.Alis mata rontok 21.Capek 15.Denyut nadi lambat 11.Pucat 16.

X. Tanda-tanda vital menunjukkan perlambatan denyut jantung. PERANGKAT DIAGNOSTIK Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4). tekanan darah rendah dan suhu tubuh rendah. pinggiran alis matanya rontok. penurunan nafsu makan dan penyerapan zat gizi dari saluran cema 5. Pengobatan pada penderita usia lanjut dimulai dengan hormon tiroid dosis rendah. Pemeriksaan rontgen dada bisa menunjukkan adanya pembesaran jantung. dan penurunan curah jantung 3. pembesaran jantung (jantung miksedema). Kulit kering dan bersisik serta rambut kepala dan tubuh yang tipis dan rapuh IX. ekspresi wajahnya kasar.Penurunan frekuensi denyut jantung. hipoventilasi. Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi tiroid biasanya menunjukkan kadar T4 yang rendah dan kadar TSH yang tinggi. Dalam keadaan darurat (misalnya koma miksedem). hipoglikemia. penurunan kebutuhan kalori. atau pembedahan . Bentuk yanglain adalah tiroid yang dikeringkan (diperoleh dari kelenjar tiroid hewan). kulitnya kuning. kuku rapuh. Konstipasi 6. Perubahan-perubahan dalam fungsi reproduksi 7. lengan dan tungkainya membengkak serta fungsi mentalnya berkurang. yaitu dengan memberikan sediaan per-oral (lewat mulut). Pemeriksaan fisik menunjukkan tertundanya pengenduran otot selama pemeriksaan refleks. dan TRH akan dapat mendiagnosis kondisi dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid. Pengobatan selalu mencakup pemberian tiroksin sintetik sebagai pengganti hormon tiroid. rambut tipis dan rapuh.2. Apabila penyebab hipotiroidism berkaitan dengan tumor susunan saraf pusat. KOMPLIKASI DAN PENATALAKSANAAN Koma miksedema adalah situasi yang mengancam nyawa yang ditandai oleh eksaserbasi (perburukan) semua gejala hipotiroidisme termasuk hipotermi tanpa menggigil. hipotensi. maka dapat diberikan kemoterapi. Penderita tampak pucat. Hipotiroidisme diobati dengan menggantikan kekurangan hormon tiroid. Pembengkakkan dan edema kulit. dan penurunan kesadaran hingga koma.Penurunan kecepatan metabolisme. Dosisnya diturunkan secara bertahap sampai kadar TSH kembali normal. hormon tiroid bisa diberikan secara intravena. TSH. Obat ini biasanya terus diminum sepanjang hidup penderita. Yang banyak disukai adalah hormon tiroid buatan T4. terutama di bawah mata dan di pergelangan kaki 4. Kematian dapat terjadi apabila tidak diberikan HT dan stabilisasi semua gejala. karena dosis yang terlalu tinggi bisa menyebabkan efek samping yang serius. radiasi.

Perubahan-perubahan dalam fungsi reproduksi 7. kuku rapuh.GAMBARAN KLINIS 1. Penderita tampak pucat. rambut tipis dan rapuh.Sakit pada sendi atau otot 17. tekanan darah rendah dan suhu tubuh rendah. TSH. ekspresi wajahnya kasar.Alis mata rontok 21.Capek 15.Penurunan frekuensi denyut jantung.Penurunan kecepatan metabolisme.Keringat berkurang VIII. pinggiran alis matanya rontok. pembesaran jantung (jantung miksedema). Kulit kering dan bersisik serta rambut kepala dan tubuh yang tipis dan rapuh IX. Pemeriksaan fisik menunjukkan tertundanya pengenduran otot selama pemeriksaan refleks. dan TRH akan dapat mendiagnosis kondisi dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid. Pemeriksaan rontgen dada bisa menunjukkan adanya pembesaran jantung. X. Tanda-tanda vital menunjukkan perlambatan denyut jantung. dan penurunan curah jantung 3. Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi tiroid biasanya menunjukkan kadar T4 yang rendah dan kadar TSH yang tinggi. perlambatan daya pikir.Tidak tahan terhadap dingin 18. penurunan nafsu makan dan penyerapan zat gizi dari saluran cema 5.14. terutama di bawah mata dan di pergelangan kaki 4. penurunan kebutuhan kalori. lengan dan tungkainya membengkak serta fungsi mentalnya berkurang. dan gerakan yang canggung lambat 2. Kelambanan.Penurunan fungsi indera pengecapan dan penciuman 20. kulitnya kuning. PERANGKAT DIAGNOSTIK Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4).Pucat 16. KOMPLIKASI DAN PENATALAKSANAAN .Depresi 19. Konstipasi 6. Pembengkakkan dan edema kulit.

Kematian dapat terjadi apabila tidak diberikan HT dan stabilisasi semua gejala. karena dosis yang terlalu tinggi bisa menyebabkan efek samping yang serius. atau pembedahan . dan penurunan kesadaran hingga koma. Obat ini biasanya terus diminum sepanjang hidup penderita. yaitu dengan memberikan sediaan per-oral (lewat mulut). Dosisnya diturunkan secara bertahap sampai kadar TSH kembali normal. Apabila penyebab hipotiroidism berkaitan dengan tumor susunan saraf pusat. hipoglikemia.Koma miksedema adalah situasi yang mengancam nyawa yang ditandai oleh eksaserbasi (perburukan) semua gejala hipotiroidisme termasuk hipotermi tanpa menggigil. Yang banyak disukai adalah hormon tiroid buatan T4. hipoventilasi. Hipotiroidisme diobati dengan menggantikan kekurangan hormon tiroid. Dalam keadaan darurat (misalnya koma miksedem). hormon tiroid bisa diberikan secara intravena. Pengobatan selalu mencakup pemberian tiroksin sintetik sebagai pengganti hormon tiroid. Bentuk yanglain adalah tiroid yang dikeringkan (diperoleh dari kelenjar tiroid hewan). radiasi. hipotensi. Pengobatan pada penderita usia lanjut dimulai dengan hormon tiroid dosis rendah. maka dapat diberikan kemoterapi.

Pola aktivitas. 4. b.Riwayat kesehatan klien dan keluarga. Lidah tampak menebal dan gerak-gerik klien sangat lamban. dan ingin tidur sepanjang hari. pemeriksaan TSH (pada klien dengan hipotiroidisme primer akan terjadi peningkatan TSH serum.Keluhan utama klien. dingin dan pucat.Intoleran aktivitas berhubungan dengan kelelahan dan penurunan proses kognitif.Pengkajian psikososial klien sangat sulit membina hubungan sasial dengan lingkungannya. Sistem pulmonari b. mencakup gangguan pada berbagai sistem tubuh: a. XI. Kiri. Keluarga mengeluh klien sangat malas beraktivitas. XII.Kebiasaan hidup sehari-hari seperti: a. Pola tidur (klien menghabiskan banyak waktu untuk tidur). c. Tujuan : Meningkatkan partisipasi dalam aktivitas dan kemandirian Intervensi: a. tebal dan berisik. Disritmia dan hipotensi e. Metabolik 5. pada saat diagnosi awal. Pola makan b. Sistem reproduksi g. pemeriksaan kadar T3 dan T4 serum. 7.Pemeriksaan penunjang mencakup. Sistem muskuloskeletal e. 3. amati wajah klien terhadap adanya edema sekitar mata. Sejak kapan klien menderita penyakit tersebut dan apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama. oleh karena itu lakukanlah pengkajian terhadap ha1-ha1 penting yang dapat menggali sebanyak mungkin informasi antara lain: 1. . sedangkan pada yang sekunder kadar TSH dapat menurun atau normal). Postur tubuh keen dan pendek.Tempat tinggal klien sekarang dan pada waktu balita.Nadi lambat dan suhu tubuh menurun c. Kajilah bagaimana konsep diri klien mencakup kelima komponen konsep diri. . wajah bulan dan ekspresi wajah kosong serta roman wajah kasar. Pemeriksaart fisik mencakup a. Kulit kasar. Sistem neurologik dan Emosi/psikologis f. Perbesaran jantung d. Sistem kardiovaslkuler d. Gambaran wajah pasien dengan miksedema. setelah penggantian terapi dengan tiroksin. Kanan. mengurung diri/bahkan mania. 2. Parastesia dan reflek tendon menurun 6.DIAGNOSA DAN INTERVENSI 1.Atur interval waktu antar aktivitas untuk meningkatkan istirahat dan latihan yang dapat ditolerir. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Dampak penurunan kadar hormon dalam tubuh sangat bervariasi.Gambar 2. Sistem pencernaan c.Penampilan secara umum.

bantal pemanas.Ajarkan kepada klien.Pantau suhu tubuh pasien dan melaporkan penurunannya dari nilai dasar suhu normal pasien. b. 2. tentang jenis -jenis makanan yang banyak mengandung air.Hindari dan cegah penggunaan sumber panas dari luar (misalnya. Jelaskan dasar pemikiran untuk terapi penggantian hormon tiroid. Rasional : Mengurangi risiko vasodilatasi perifer dan kolaps vaskuler. Intervensi: a. Perubahan suhu tubuh Tujuan : Pemeliharaan suhu tubuh yang normal Intervensi: a.Rasional : Mendorong aktivitas sambil memberikan kesempatan untuk mendapatkan istirahat yang adekuat. c. d. Dorong klien untuk meningkatkan mobilisasi dalam batas-batas toleransi latihan. Lindungi terhadap pajanan hawa. 3. Rasional : Meminimalkan kehilangan panas b. Tujuan : Pemahaman dan penerimaan terhadap program pengobatan yang diresepkan. kepada pasien . Rasional : Untuk mengencerkan feces. Intervensi: a. Rasional : Untuk peningkatan asupan cairan kepada pasien agar . feses tidak keras d.Kurangnya pengetahuan tentang program pengobatan untuk terapi penggantian tiroid seumur hidup. Berikan tambahan lapisan pakaian atau tambahan selimut. 4. Rasional : Memberi kesempatan pada pasien untuk berpartisipasi dalam aktivitas perawatan mandiri. Rasional : Meningkatkan perhatian tanpa terlalu menimbulkan stress pada pasien. Dorong peningkatan asupan cairan Rasional : Meminimalkan kehilangan panas. Rasional : Meningkatkan tingkat kenyamanan pasien dan menurunkan lebih lanjut kehilangan panas. c. Rasional : Meningkatkan evakuasi feses f.Pantau respons pasien terhadap peningkatan aktititas. Rasional : Mendeteksi penurunan suhu tubuh dan dimulainya koma miksedema. Rasional : Memberikan rasional penggunaan terapi penggantian hormon tiroid seperti yang diresepkan. Bantu aktivitas perawatan mandiri ketika pasien berada dalam keadaan lelah. Pantau fungsi usus Rasional : Memungkinkan deteksi konstipasi dan pemulihan kepada pola defekasi yang normal. Berikan makanan yang kaya akan serat Rasional : Meningkatkan massa feses dan frekuensi buang air besar c. Kolaborasi : untuk pemberian obat pecahar dan enema bila diperlukan. dingin dan hembusan angin. Berikan stimulasi melalui percakapan dan aktifitas yang tidak menimbulkan stress. selimut listrik atau penghangat). d. Rasional : Menjaga pasien agar tidak melakukan aktivitas yang berlebihan atau kurang. e. b. Konstipasi berhubungan dengan penurunan gastrointestinal Tujuan : Pemulihan fungsi usus yang normal.

Rasional : Mendorong pasien untuk mengenali perbaikan status fisik dan kesehatan yang akan terjadi pada terapi hormon tiroid.Uraikan efek pengobatan yang dikehendaki pada pasien.b. c.Bantu pasien menyusun jadwal dan cheklist untuk memastika Asuhan Keperawatan Hipotiroidisme .

yang mempunyai efek nyata pada kecepatan metabolisme tubuh. terjadi akibat adanya . tetapi terdapat jauh lebih sedikit dalam darah dan menetap jauh lebih singkat. atau kira-kira 1 mg per minggu. dibutuhkan makan kira-kira 50 mg yodium setiap tahun. Gambar kelenjar tiroid Hormon yang paling banyak disekresi oleh kelenjar tiroid adalahtiroksin. atau hipotalamus. Fungsi kedua hormon ini secara kualitatif sama. Penyakit Hipotiroidisme: 1. juga disebut tiroiditis otoimun. mensekresi tiroksin (T4). Sekresi tiroid terutama diatur oleh hormon perangsang tiroid yang disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. II. juga disekresitriiodo tironin dalam jumlah sedang. PENGERTIAN Hipotiroidisme adalah satu keadaan penyakit disebabkan oleh kurang penghasilan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid. Triiodotironin kira-kira empat kali kekuatan tiroksin. suatu hormon yang penting untuk metabolisme kalsium. Hipotiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar tiroid kurang aktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid. Hipotiroidisme yang disebabkan oleh malfungsi hipotalamus akan menyebabkan rendahnya kadar HT. tidak adanya umpan balik negatif baik dari TSH maupun HT. Kelenjar ini juga menyekresikalsitonin. Gambar 1. Untuk membentuk tiroksin dalam jumlah normal. yang terletak tepat dibawah laring sebelah kanan dan kiri depan trakea.I. Hipotiroidism terjadi akibat penurunan kadar hormon tiroid dalam darah. Tidak adanya sekresi tiroid sama sekali biasanya menyebabkan laju metabolisme turun sekitar 40 persen di bawah normal dan sekresi tiroksin yang berlebihan sekali dapat menyebabkan laju metabolisme basal meningkat setinggi 60 sampai 100 persen di atas normal. garam meja yang biasa diiodisasi dengan satu bagian natrium iodida untuk setiap 100.000 bagian natrium klorida. hipofisis. tetapi berbeda dalam kecepatan dan intensitas kerja. Akan tetapi. dan TRH. triiodotironi (T3). Apabila hipotiroidisme terjadi akibat malfungsi hipofisis. III. maka kadar HT yang rendah akan disertai oleh peningkatan kadar TSH dan TRH karena tidak adanya umpan balik negatif oleh HT pada hipofisis anterior dan hipotalamus. Kelainan ini kadang-kadang disebut miksedema.Penyakit Hashimoto. Untuk mencagah defisiensi yodium. PENDAHULUAN Kelenjar tiroid. Apabila disebabkan oleh malfungsi kelenjar tiroid. TRH dari hipotalamus tinggi karena. TSH. maka kadar HT yang rendah disebabkan oleh rendahnya kadar TSH. Hipotiroid yang sangat berat disebut miksedema. ETIOLOGI Hipotiroidisme dapat terjadi akibat malfungsi kelenjar tiroid.

atau terapi iodium radioaktif untuk mengbancurkan jaringan tiroid. Semua pengobatan ini dapat menyebabkan hipotiroidisme. terutama masa anak-anak. 4. Hal ini menyebabkan penurunan HT disertai peningkatan kadar TSH dan TRH akibat umpan balik negatif yang minimal. Penurunan produksi asam lambung (Aclorhidria) 2. Defisiensi iodium juga dapat meningkatkan risiko pembentukan kanker tiroid karena hal tersebut merangsang proliferasi dan hiperplasia sel tiroid. Namun.Gondok endemik adalah hipotiroidisme akibat defisiensi iodium dalam makanan. IV. Gondok adalah pembesaran kelenjar tiroid. Pajanan ke radiasi. Penyebab yang paling sering ditemukan adalah tiroiditis Hashimoto. menyebabkan hipotiroidisme. Penurunan motilitas usus . empat kali lipat angka kejadannya pada wanita dibandingkan proa. Kadar HT yang rendah akan disertai kadar TSH dan TRH yang tinggi karena minimnya umpan balik. Pada defisiensi iodiurn terjadi gondok karena sel-sel tiroid menjadi aktif berlebihan dan hipertrofik dalarn usaha untuk menyerap sernua iodium yang tersisa dalam. darah.Kekurangan yodium jangka panjang dalam makanan. Juga terjadi akibat infeksi kronis kelenjar tiroid dan atropi yang bersifat idiopatik. 5. 2. 3. Penyebab tiroiditis otoimun tidak diketahui.Karsinoma tiroid dapat. Hipotiroidisme kongenital dijumpai satu orang pada empat ribu kelahiran hidup.Pada tiroiditis Hashimoto. Prevalensi penderita hipotiroidisme meningkat pada usia 30 sampai 60 tahun. tetapi tidak selalu. Penurunan hormon sekresi hormon kelenjar tiroid akan menurunkan laju metabolisme basal yang akan memepengaruhi semua sistem tubuh. Jika produksi hormon tiroid tidak adekuat maka kelenjar tiroid akan berkompensasi untuk meningkatkan sekresinya sebagai respons terhadap rangsangan hormon TSH. Proses metabolik yang dipengaruhi antara lain: 1.Kekurangan yodium jangka panjang merupakan penyebab tersering dari hipotiroidisme di negara terbelakang. menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme goitrosa). kelenjar tiroid seringkali membesar dan hipotiroidisme terjadi beberapa bulan kemudian akibat rusaknya daerah kelenjar yang masih berfungsi.Penyebab kedua tersering adalah pengobatan terhadap hipertiroidisme.otoantibodi yang merusak jaringan kelenjar tiroid. terapi untuk kanker yang jarang dijumpai ini antara lain adalah tiroidektomi. Baik yodium radioaktif maupun pembedahan cenderung menyebabkan hipotiroidisme. HIPOTIROIDISME Hipotiroidisme dapat terjadi akibat pengangkatan kelenjar tiroid dan pada pengobatan tirotoksitosis dengan RAI. tetapi tampaknya terdapat kecenderungan genetik untuk mengidap penyakit ini. adalah penyebab kanker tiroid. pemberian obat penekan TSH.

Akumulasi proteoglicans hidrophilik di rongga intertisial seperti rongga pleura.3. Gangguan fungsi neurologik 5. PATHWAYS . V. Penurunan detak jantung 4. Pembentukan eritrosit yang tidak optimal sebgai dampak dari menurunnya hormon tiroid memungkinkan klien mengalami anemi. cardiak dan abdominal sebagai tanda miksedema. Penurunan produksi panas Penurunan hormon tiroid juga akan mengganggu metabolisme lemak dimana akan terjadi peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida sehingga klien berpotensi mengalami atherosklerosis.

.

KLASIFIKASI Lebih dari 95% penderita hipotiroidisme mengalami hipotiroidisme primer atau tiroidal yang mengacu kepada disfungsi kelenjar tiroid itu sendiri. Tabel. Hypotiroidis me sekunder kelenjar hipofisis (pituitari) . Meliputi penyakitHashimot o tiroiditis (sejenis penyakit autoimmune) dan terapi radioiodine(RAI) untuk merawat penyakit hipertiroidisme. Apabila disfungsi tiroid disebabkan oleh kegagalan kelenjar hipofisis. hipotalamus atau keduanya disebut hipotiroidisme sentral (hipotiroidisme sekunder) atau pituitaria. Jika sepenuhnya disebabkan oleh hipofisis disebut hipotiroidisme tersier.VI. Klasifikasi penyakit hipotiroidism Jenis Organ Keterangan Hipotiroidis me primer kelenjar tiroid Paling sering terjadi.

Kelopak mata turun 7. kasar. bersisik.Berbicara lambat 6.Depresi 19.Pusing 14.Terjadi jika kelenjar hipofisis tidak menghasilkan cukup hormon perangsang tiroid (TSH) untuk merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan jumlahtiroksin yang cukup.Nafsu makan berkurang 2. dan kasar 9. Biasanya disebut juga disebut hypothalamic-pituitary-axis hypothyroidism.Pertumbuhan tulang dan gigi yang lambat 4.Tidak tahan terhadap dingin 18.TANDA DAN GEJALA Hipotiroidisme ditandai dengan gejala-gejala: 1. Hipotiroidis me tertier hipotalam us Terjadi ketika hipotalamus gagal menghasilkanTRH yang cukup.Wajah bengkak 8.Sakit pada sendi atau otot 17.Pucat 16. radiasi atau pembedahan yang menyebabkan kelenjar tiroid tidak lagi dapat menghasilkan hormon yang cukup.Gerakan tubuh lamban 12.Penurunan fungsi indera pengecapan dan penciuman . VII.Sembelit 3. kering.Capek 15.Kulit kering.Suara serak 5.Lemah 13. Biasanya terjadi apabila terdapat tumor di kelenjar hipofisis. dan menebal 10.Rambut tipis.Denyut nadi lambat 11.

PERANGKAT DIAGNOSTIK Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4). Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi tiroid biasanya menunjukkan kadar T4 yang rendah dan kadar TSH yang tinggi. pembesaran jantung (jantung miksedema). lengan dan tungkainya membengkak serta fungsi mentalnya berkurang. tekanan darah rendah dan suhu tubuh rendah. KOMPLIKASI DAN PENATALAKSANAAN . TSH. Pemeriksaan fisik menunjukkan tertundanya pengenduran otot selama pemeriksaan refleks. dan TRH akan dapat mendiagnosis kondisi dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid. Kulit kering dan bersisik serta rambut kepala dan tubuh yang tipis dan rapuh IX. Konstipasi 6. Penderita tampak pucat. penurunan nafsu makan dan penyerapan zat gizi dari saluran cema 5. Tanda-tanda vital menunjukkan perlambatan denyut jantung. rambut tipis dan rapuh.GAMBARAN KLINIS 1. Pembengkakkan dan edema kulit. dan gerakan yang canggung lambat 2.Alis mata rontok 21. Pemeriksaan rontgen dada bisa menunjukkan adanya pembesaran jantung. ekspresi wajahnya kasar.Keringat berkurang VIII. penurunan kebutuhan kalori. kuku rapuh. X. kulitnya kuning. Kelambanan. pinggiran alis matanya rontok.20.Penurunan kecepatan metabolisme. perlambatan daya pikir. Perubahan-perubahan dalam fungsi reproduksi 7.Penurunan frekuensi denyut jantung. terutama di bawah mata dan di pergelangan kaki 4. dan penurunan curah jantung 3.

atau pembedahan . hipoventilasi. Pengobatan selalu mencakup pemberian tiroksin sintetik sebagai pengganti hormon tiroid. maka dapat diberikan kemoterapi. Obat ini biasanya terus diminum sepanjang hidup penderita. Bentuk yanglain adalah tiroid yang dikeringkan (diperoleh dari kelenjar tiroid hewan). radiasi. Kematian dapat terjadi apabila tidak diberikan HT dan stabilisasi semua gejala. hipoglikemia. karena dosis yang terlalu tinggi bisa menyebabkan efek samping yang serius. Hipotiroidisme diobati dengan menggantikan kekurangan hormon tiroid. dan penurunan kesadaran hingga koma. Dalam keadaan darurat (misalnya koma miksedem). Pengobatan pada penderita usia lanjut dimulai dengan hormon tiroid dosis rendah. Dosisnya diturunkan secara bertahap sampai kadar TSH kembali normal. Yang banyak disukai adalah hormon tiroid buatan T4. hipotensi.Koma miksedema adalah situasi yang mengancam nyawa yang ditandai oleh eksaserbasi (perburukan) semua gejala hipotiroidisme termasuk hipotermi tanpa menggigil. yaitu dengan memberikan sediaan per-oral (lewat mulut). hormon tiroid bisa diberikan secara intravena. Apabila penyebab hipotiroidism berkaitan dengan tumor susunan saraf pusat.

mencakup gangguan pada berbagai sistem tubuh: a. wajah bulan dan ekspresi wajah kosong serta roman wajah kasar. Sistem muskuloskeletal e.Pemeriksaan penunjang mencakup. Kiri. setelah penggantian terapi dengan tiroksin. Kajilah bagaimana konsep diri klien mencakup kelima komponen konsep diri. Sejak kapan klien menderita penyakit tersebut dan apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama. Sistem kardiovaslkuler d. Perbesaran jantung d. tebal dan berisik. pemeriksaan TSH (pada klien dengan hipotiroidisme primer akan terjadi peningkatan TSH serum.Intoleran aktivitas berhubungan dengan kelelahan dan penurunan proses kognitif. XI. Pola tidur (klien menghabiskan banyak waktu untuk tidur). Parastesia dan reflek tendon menurun 6. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Dampak penurunan kadar hormon dalam tubuh sangat bervariasi. Metabolik 5.Kebiasaan hidup sehari-hari seperti: a. 3. dingin dan pucat.Nadi lambat dan suhu tubuh menurun c. . c. sedangkan pada yang sekunder kadar TSH dapat menurun atau normal).Riwayat kesehatan klien dan keluarga.Pengkajian psikososial klien sangat sulit membina hubungan sasial dengan lingkungannya. amati wajah klien terhadap adanya edema sekitar mata. Lidah tampak menebal dan gerak-gerik klien sangat lamban. pada saat diagnosi awal. mengurung diri/bahkan mania. Kulit kasar.Gambar 2.DIAGNOSA DAN INTERVENSI 1. Pola makan b. Gambaran wajah pasien dengan miksedema. 2. Keluarga mengeluh klien sangat malas beraktivitas. Pola aktivitas. XII. dan ingin tidur sepanjang hari. b. 4. oleh karena itu lakukanlah pengkajian terhadap ha1-ha1 penting yang dapat menggali sebanyak mungkin informasi antara lain: 1. Sistem reproduksi g.Tempat tinggal klien sekarang dan pada waktu balita. 7. Disritmia dan hipotensi e. Sistem neurologik dan Emosi/psikologis f. Kanan. Postur tubuh keen dan pendek. Sistem pencernaan c.Penampilan secara umum. Tujuan : Meningkatkan partisipasi dalam aktivitas dan kemandirian Intervensi: a.Keluhan utama klien. Pemeriksaart fisik mencakup a.Atur interval waktu antar aktivitas untuk meningkatkan istirahat dan latihan yang dapat ditolerir. Sistem pulmonari b. . pemeriksaan kadar T3 dan T4 serum.

Berikan makanan yang kaya akan serat Rasional : Meningkatkan massa feses dan frekuensi buang air besar c. c. Tujuan : Pemahaman dan penerimaan terhadap program pengobatan yang diresepkan. d. Rasional : Untuk peningkatan asupan cairan kepada pasien agar . 4. Dorong peningkatan asupan cairan Rasional : Meminimalkan kehilangan panas. Rasional : Untuk mengencerkan feces. Intervensi: a. bantal pemanas. Kolaborasi : untuk pemberian obat pecahar dan enema bila diperlukan.Hindari dan cegah penggunaan sumber panas dari luar (misalnya. 2. Intervensi: a. Perubahan suhu tubuh Tujuan : Pemeliharaan suhu tubuh yang normal Intervensi: a. kepada pasien .Ajarkan kepada klien. Rasional : Meminimalkan kehilangan panas b. Berikan tambahan lapisan pakaian atau tambahan selimut. b. tentang jenis -jenis makanan yang banyak mengandung air.Rasional : Mendorong aktivitas sambil memberikan kesempatan untuk mendapatkan istirahat yang adekuat. Bantu aktivitas perawatan mandiri ketika pasien berada dalam keadaan lelah. Berikan stimulasi melalui percakapan dan aktifitas yang tidak menimbulkan stress. Jelaskan dasar pemikiran untuk terapi penggantian hormon tiroid. c.Pantau respons pasien terhadap peningkatan aktititas. d. Rasional : Meningkatkan evakuasi feses f.Kurangnya pengetahuan tentang program pengobatan untuk terapi penggantian tiroid seumur hidup. dingin dan hembusan angin. Rasional : Meningkatkan tingkat kenyamanan pasien dan menurunkan lebih lanjut kehilangan panas. 3. selimut listrik atau penghangat). Rasional : Menjaga pasien agar tidak melakukan aktivitas yang berlebihan atau kurang. Rasional : Meningkatkan perhatian tanpa terlalu menimbulkan stress pada pasien. Konstipasi berhubungan dengan penurunan gastrointestinal Tujuan : Pemulihan fungsi usus yang normal. e. feses tidak keras d. Rasional : Memberikan rasional penggunaan terapi penggantian hormon tiroid seperti yang diresepkan. Rasional : Mendeteksi penurunan suhu tubuh dan dimulainya koma miksedema.Pantau suhu tubuh pasien dan melaporkan penurunannya dari nilai dasar suhu normal pasien. Pantau fungsi usus Rasional : Memungkinkan deteksi konstipasi dan pemulihan kepada pola defekasi yang normal. b. Rasional : Memberi kesempatan pada pasien untuk berpartisipasi dalam aktivitas perawatan mandiri. Rasional : Mengurangi risiko vasodilatasi perifer dan kolaps vaskuler. Lindungi terhadap pajanan hawa. Dorong klien untuk meningkatkan mobilisasi dalam batas-batas toleransi latihan.

c. pola pernapasan. Rasional : Memastikan bahwa obat yang. demensia ii. e. c. adanya peningkatan keparahan tanda dan gejala hipertiroidisme.Perubahan pola berpikir berhubungan dengan gangguan metabolisme dan perubahan status kardiovaskuler serta pernapasan. Rasional : Berfungsi sebagai pengecekan bagi pasien untuk menentukan apakah tujuan terapi terpenuhi. d. Rasional : Memudahkan stimulasi dalam batas-batas toleransi pasien terhadap stres.b. tempat.Pantau frekuensi. denyut nadi) . Rasional : Meyakinkan pasien dan keluarga tentang penyebab perubahan kognitif dan bahwa hasil akhir yang positif dimungkinkan jika dilakukan terapi yang tepat. Intervensi: a. digunakan seperti yang diresepkan.Uraikan tanda-tanda dan gejala pemberian obat dengan dosis yang berlebihan dan kurang. Rasional : Mencegah aktifitas dan meningkatkan pernapasan yang adekuat. pernapasan.Dorong pasien untuk napas dalam dan batuk. Orientasikan pasien terhadap waktu.Bantu pasien menyusun jadwal dan cheklist untuk memastikan pelaksanaan sendiri terapi penggantian hormon tiroid.Berikan obat (hipnotik dan sedatip) dengan hati-hati. Jelaskan perlunya tindak lanjut jangka panjang kepada pasien dan keluarganya. Rasional : Pasien hipotiroidisme sangat rentan terhadap gangguan pernapasan akibat gangguan obat golongan hipnotik-sedatif. Rasional : Penggunaan saluran napas artifisial dan dukungan ventilasi mungkin diperlukan jika terjadi depresi pernapasan. tanggal dan kejadian disekitar dirinya.Uraikan efek pengobatan yang dikehendaki pada pasien. Rasional : Meningkatkan kemungkinan bahwa keadaan hipo atau hipertiroidisme akan dapat dideteksi dan diobati. 6. c. Intervensi: a.Penurunan tanda-tanda vital (tekanan darah. 7. kedalaman. frekuensi. Pantau pasien akan.Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa perubahan pada fungsi kognitif dan mental merupakan akibat dan proses penyakit . d. tidak bersifat mengancam. Tujuan : Perbaikan proses berpikir. b. Miksedema dan koma miksedema Tujuan: Tidak ada komplikasi. 5. Rasional : Mendorong pasien untuk mengenali perbaikan status fisik dan kesehatan yang akan terjadi pada terapi hormon tiroid. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan depresi ventilasi Tujuan : Perbaikan status respiratorius dan pemeliharaan pola napas yang normal. b. Rasional : Mengidentifikasi hasil pemeriksaan dasar untuk memantau perubahan selanjutnya dan mengevaluasi efektifitas intervensi. i. Intervensi: a. suhu tubuh. oksimetri denyut nadi dan gas darah arterial. Berikan stimulasi lewat percakapan dan aktifitas yang. Penurunan tingkat kesadaran .Pelihara saluran napas pasien dengan melakukan pengisapan dan dukungan ventilasi jika diperlukan.

Proses-Proses Penyakit.255.. . e. c. Suzanne C.PATO F I S I O LO G I Konsep Klinis 3. DAFTAR PUSTAKA 1. Guyton.. 4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1995. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Lorraine M. Wilson.Peningkatan kesulitan dalam membangunkan dan menyadarkan pasien. Dukung dengan ventilasi jika terjadi depresi dalam kegagalan pernapasan Rasional : Dukungan ventilasi diperlukan untuk mempertahankan oksigenasi yang adekuat dan pemeliharaan saluran napas. Edisi 6. Rasional : Hipotiroidisme berat jika tidak: ditangani akan menyebabkan miksedema. Edisi 3. Website: http://en. Sylvia A.wikipedia. hormon tiroksin) seperti yang diresepkan dengan sangat hati-hati. 2002. sedatif dan analgetik. Rasional : Metabolisme yang lambat dan aterosklerosis pada miksedema dapat mengakibatkan serangan angina pada saat pemberian tiroksin. 2. Smeltzer. Rasional : Perubahan pada metabolisme obat-obat ini sangat meningkatkan risiko jika diberikan pada keadaan miksedema.medicastore. Hindari penggunaan obat-obat golongan hipnotik. Volume 2.163.129.iii. Bare.php?idktg=11&judul=Hipertiroidisme&iddtl=1 24&UID=20071121172513125. 2006. Arthur C. Rasional : Meminimalkan resiko yang berkaitan dengan imobilitas.com/med/detail_pyk. volume 2.org/wiki/Hypothyroidism http://www.Fisiologi Manusia. Price. Balik dan ubah posisi tubuh pasien dengan interval waktu tertentu. koma miksedema dan pelambatan seluruh sistem tubuh b. d.Berikan obat (misalnya. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Brenda G. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful