ASAL MASYARAKAT TANA TORAJA Konon, leluhur orang Toraja adalah manusia yang berasal dari nirwana, mitos

yang tetap melegenda turun temurun hingga kini secara lisan dikalangan masyarakat Toraja ini menceritakan bahwa nenek moyang masyarakat Toraja yang pertama menggunakan ³tangga dari langit´ untuk turun dari nirwana, yang kemudian berfungsi sebagai media komunikasi dengan Puang Matua (Tuhan Yang Maha Kuasa). Lain lagi versi dari DR. C. CYRUT seorang anthtropolog, dalam penelitiannya menuturkan bahwa masyarakat Tana Toraja merupakan hasil dari proses akulturasi antara penduduk (lokal/pribumi) yang mendiami daratan Sulawesi Selatan dengan pendatang yang notabene adalah imigran dari Teluk Tongkin (daratan Cina). Proses akulturasi antara kedua masyarakat tersebut, berawal dari berlabuhnya Imigran Indo Cina dengan jumlah yang cukup banyak di sekitar hulu sungai yang diperkirakan lokasinya di daerah Enrekang, kemudian para imigran ini, membangun pemukimannya di daerah tersebut. Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidendereng dan dari luwu. Orang Sidendreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebuatn To Riaja yang mengandung arti ³Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan´, sedang orang Luwu menyebutnya To Riajang yang artinya adalah ³orang yang berdiam di sebelah barat´. Ada juga versi lain bahwa kata Toraya asal To = Tau (orang), Raya = dari kata Maraya (besar), artinya orang orang besar, bangsawan. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja, dan kata Tana berarti negeri, sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja. Sejarah Aluk

Konon manusia yang turun ke bumi, telah dibekali dengan aturan keagamaan yang disebut aluk. Aluk merupakan aturan keagamaan yang menjadi sumber dari budaya dan pandangan hidup leluhur suku Toraja yang mengandung nilai-nilai religius yang mengarahkan pola-pola tingkah laku hidup dan ritual suku Toraja untuk mengabdi kepada Puang Matua. Cerita tentang perkembangan dan penyebaran Aluk terjadi dalam lima tahap, yakni: Tipamulanna Aluk ditampa dao langi¶ yakni permulaan penciptaan Aluk diatas langit, Mendemme¶ di kapadanganna yakni Aluk diturunkan kebumi oleh Puang Buru Langi¶ dirura.Kedua tahapan ini lebih merupakan mitos. Dalam penelitian pada hakekatnya aluk merupakan budaya/aturan hidup yang dibawa kaum imigran dari dataran Indo Cina pada sekitar 3000 tahun sampai 500 tahun sebelum masehi. Beberapa Tokoh penting daiam penyebaran aluk, antara lain: Tomanurun Tambora Langi¶ adalah pembawa aluk Sabda Saratu¶ yang mengikat penganutnya dalam daerah terbatas yakni wilayah Tallu Lembangna. Selain daripada itu terdapat Aluk Sanda Pitunna disebarluaskan oleh tiga tokoh, yaitu : Pongkapadang bersama Burake Tattiu¶ menuju bagian barat Tana Toraja yakni ke Bonggakaradeng, sebagian Saluputti, Simbuang sampai pada Pitu Ulunna Salu Karua Ba¶bana Minanga, derngan membawa pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja ³To Unnirui¶ suke pa¶pa, to ungkandei kandian saratu yakni pranata sosial yang tidak mengenal strata. Kemudian Pasontik bersama Burake Tambolang menuju ke daerah-daerahsebelah timur Tana Toraja, yaitu daerah Pitung Pananaian, Rantebua, Tangdu, Ranteballa, Ta¶bi,

Ketika ada para misionaris dari Belanda. Kesembilan anak Tangdilino tersebar keberbagai daerah. dan kemudian muncul cahaya. disebut to minaa (seorang pendeta aluk). Indo' Belo Tumbang (dewi pengobatan). Satu hukum yang umum adalah peraturan bahwa ritual kematian dan kehidupan harus dipisahkan. Pong Lalondong (dewa kematian). dan ritual keagamaan. Maindo sampai ke Luwu Selatan dan Utara dengan membawa pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja : ³To Unnirui¶ suku dibonga. Tangdilino diketahui menikah dua kali. tetapi ritual kehidupan sudah mulai jarang dilaksanakan . perkawinan ini membuahkan delapan anak. Related Posts / Artikel Terkait : Agama Sistem kepercayaan tradisional suku Toraja adalah kepercayaan animisme politeistik yang disebut aluk. ritual kematian masih sering dilakukan hingga saat ini. agama. Bangkudu Ma¶dandan ke Bala (Mangkendek). persekutuan negeri sebagai satu kesatuan yang bulat dari berbagai daerah adat. atau "jalan" (kadang diterjemahkan sebagai "hukum"). leluhur orang Toraja datang dari surga dengan menggunakan tangga yang kemudian digunakan oleh suku Toraja sebagai cara berhubungan dengan Puang Matua.[19] Kedua ritual tersebut sama pentingnya. Bue ke daerah Duri.[10] Akibatnya. Sirrang ke Dangle. orang Kristen Toraja tidak diperbolehkan menghadiri atau menjalankan ritual kehidupan. Dalam mitos Toraja. pemisah.Tabang. To ungkandei kandean pindan´. dan dunia bawah. Parange menuju Buntao¶. surga dan bumi menikah dan menghasilkan kegelapan. bumi adalah tempat bagi umat manusia. Pote¶Malla ke Rongkong (Luwu). praktik pertanian. Pasontik ke Pantilang. Perkawinan Tangdilino dengan Salle Bi¶ti dari Makale membuahkan seorang anak. Bobolangi menuju Pitu Ulunna Salu Karua Ba¶bana Minanga. Tata cara Aluk bisa berbeda antara satu desa dengan desa lainnya. tetapi diizinkan melakukan ritual kematian. Aluk mengatur kehidupan bermasyarakat. dan lainnya. dan surga terletak di atas. dewa pencipta. yaitu pranata sosial yang menyusun tata kehidupan masyarakat dalam tiga strata sosial. Nama ini mempunyai latar belakang yang bermakna. tetapi wilayah daerahnya terdiri dari kelompok adat yang diperintah oleh masingmasing pemangku adat dan ada sekitar 32 pemangku adat di Toraja.[9] Pada awalnya. Tangdilino bersama Burake Tangngana ke daerah bagian tengah Tana Toraja dengan membawa pranata sosial ³To unniru¶i suke dibonga. Suku Toraja percaya bahwa ritual kematian akan menghancurkan jenazah jika pelaksanaannya digabung dengan ritual kehidupan. Ini dikarenakan Tana Toraja tidak pernah diperintah oleh seorang penguasa tunggal. To unkandei kandean pindan´. Aluk bukan hanya sistem kepercayaan.[18] Kekuasaan di bumi yang kata-kata dan tindakannya harus dipegang baik dalam kehidupan pertanian maupun dalam upacara pemakaman. dan kebiasaaan. ditutupi dengan atap berbetuk pelana. Hewan tinggal di dunia bawah yang dilambangkan dengan tempat berbentuk persegi panjang yang dibatasi oleh empat pilar. yaitu Pabane menuju Kesu¶. Itulah yang membuat seluruh Tondok Lepongan Bulan Tana Matari¶ Allo diikat oleh salah satu aturan yang dikenal dengan nama Tondok Lepongan Bulan Tana Matari¶ Allo arti harfiahnya adalah ³Negri yang bulat seperti bulan dan Matahari´. Dewa-dewa Toraja lainnya adalah Pong Banggai di Rante (dewa bumi). menurut aluk. Indo' OngonOngon (dewi gempa bumi). yaitu dengan Buen Manik.[17] Alam semesta. tetapi juga merupakan gabungan dari hukum. dibagi menjadi dunia atas (Surga) dunia manusia (bumi).

tetapi anak-anak mereka tetap mewarisi status budak. Kelas sosial diturunkan melalui ibu. untuk mencegah penyebaran harta. orang biasa. Rakyat biasa dan budak dilarang mengadakan perayaan kematian. Meskipun didasarkan pada kekerabatan dan status keturunan.Suku Toraja melarang pernikahan dengan sepupu dekat (sampai dengan sepupu ketiga) kecuali untuk [13] bangsawan.Kel i l Dalam masyarakat Toraja awal hubungan keluarga bertaliandekat dengan kelas sosial Ada tiga tingkatan kelas sosial: bangsawan. yang dipercaya sebagai keturunan dari surga. Budak bisa membeli kebebasan mereka. Budak dalam masyarakat Toraja merupakan properti milik keluarga. Rakyat jelata boleh menikahi siapa saja tetapi para bangsawan biasanya melakukan pernikahan dalam keluarga untuk menjaga kemurnian status mereka. Sikap merendahkan dari Bangsawan terhadap rakyat jelata masih [5] dipertahankan hingga saat ini karena alasan martabat keluarga. ada juga beberapa gerak sosial yang dapat memengaruhi status seseorang.[13] Kekayaan dihitung berdasarkan jumlah kerbau yang dimiliki. Tidak diperbolehkan untuk menikahi perempuan dari kelas yang lebih rendah tetapi dii inkan untuk menikahi perempuan dari kelas yang lebih tingi. makan dari piring yang sama dengan tuan mereka. [16] Kaum bangsawan. Pernikahan dengan sepupu jauh (sepupu keempat dan seterusnya) adalah praktek umum yang memperkuathubungan kekerabatan. dan perdagangan budak umum dilakukan. Hukuman bagi pelanggaran tersebut yaitu hukuman mati. Budak bisa dibawa saat perang. Hubungan kekerabatan berlangsung secara ¡¤¡ £ ¢¡  ¡¤¡ £ ¢¡  ¨¨§ ©¨§ ¤¦ ¡¤ ¥ . atau berhubungan seksual dengan perempuan merdeka. sementara rakyat jelata tinggal di rumah yang lebih sederhana (pondok bambu yang disebut ). tinggal di t . Keluarga ikut memelihara persatuan desa. seperti pernikahan atau perubahan jumlah kekayaan. ini bertujuan untuk meningkatkan status pada keturunan berikutnya. Budak tinggal di gubuk kecil yang dibangun di dekatt milik tuan mereka. dan budak (perbudakan dihapuskan pada tahun 1909 oleh pemerintah Hindia Belanda). Setiap desa adalah suatu keluarga besar. Setiap t memiliki nama yang dijadikan sebagai nama desa. Budak tidak diperbolehkan memakai perunggu atau emas. Kadang-kadang orang Toraja menjadi budak karena terjerat utang dan membayarnya dengan cara menjadi budak. Kelu Sebuah perkampungan suku Toraja Keluarga adalah kelompok sosial dan politik utama dalam sukuToraja.

bebrapa desa akan bersatu melawan desa-desa lain Hubungan antara keluarga diungkapkan melalui darah. bahwa orang-orang Mandar merupakan pelaut ulung. berbagi dalam ritual kerbau. dan biasanya dipilih berdasarkan nama kerabat yang telah meninggal. Nama anak diberikan atas dasar kekerabatan. Kondisi alam mengajarkan kepada masyarakat Mandar bagaimana beradaptasi untuk mempertahankan hidup (meminjam bahasa Durkheim. paman dan sepupu yang biasanya disebut atas nama ibu. secara praktis ditandai oleh pertukaran kerbau dan babi dalam ritual. masing-masing desa melakukan pemerintahannya sendiri. keperahuan (paissangang paalopiang). Dalam situasi tertentu. Pertukaran tersebut tidak hanya membangun hubungan politik dan budaya antar keluarga tetapi juga menempatkan masing-masing orang dalam hierarki sosial: siapa yang menuangkan tuak. Mencari penghidupan di laut (sebagai nelayan) bukanlah pekerjaan sembarangan bagi orang Mandar. Begitu mereka bangun dari tidur. Lautan dalam merupakan halaman rumah-rumah mereka. kadang-kadang. Interaksi masyarakat Mandar dengan lautan menghasilkan pola pengetahuan yang berhubungan dengan laut. mereka akan disapa oleh gemuruh air laut dan dibelai oleh angin laut. Perangkap ini terbuat dari rangkaian daun kelapa dan . struggle for survival). yaitu: berlayar (paissangang asumombalang). Sebelum adanya pemerintahan resmi oleh pemerintah kabupaten Tana Toraja. ayah dan saudara kandung.timbal balik. dan bahkan potongan daging yang diperbolehkan untuk masing-masing orang. tempat setiap orang boleh atau tidak boleh duduk. mewarisi berbagai hal dari ibu dan ayahnya. dalam artian bahwa keluarga besar saling menolong dalam pertanian. ketika satu keluarga Toraja tidak bisa menangani masalah mereka sendiri. siapa yang membungkus mayat dan menyiapkan persembahan.[15] Suku Mandar adalah satu-satunya suku bahari di Nusantara yang secara geografis berhadapan langsung dengan laut dalam. termasuk tanah dan bahkan utang keluarga. Melaut bagi suku Mandar merupakan penyatuan diri dengan laut. dan saling membayarkan hutang. Oleh karenanya. dan berbagi rumah leluhur (tongkonan). dan membangun kebudayaannya. Mereka tidak akan bisa hilang dan tersesat di lautan.[14] Anak. dengan demikian. kelautan (paissangang aposasiang). benar apa yang dikatakan Chistian Pelras dalam bukunya yang berjudul ´Manusia Bugis´ (2006). dan kegaiban (paissangang). Nama bibi. Laut menjadi tempat mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membangun identitasnya. Setiap orang menjadi anggota dari keluarga ibu dan ayahnya. Rumpon merupakan teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan yang diciptakan oleh para pelaut Mandar. Pengejawantahan dari pengetahuan tersebut di antaranya adalah: rumpon atau roppong dan Perahu Sandeq. perkawinan. beberapa desabiasanya membentuk kelompok. piring apa yang harus digunakan atau dihindari. Mereka tahu betul bagaimana beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi di laut.

populasi suku Mandar di Kalimantan Selatan berjumlah 29.123 jiwa di kabupaten Kota Baru (termasuk Tanah Bumbu) * 17 jiwa di kabupaten Banjar * 1 jiwa di kabupaten Tapin * 2 jiwa di kabupaten Hulu Sungai Selatan * 7 jiwa di kabupaten Hulu Sungai Tengah * 12 jiwa di kabupaten Tabalong * 105 jiwa di kota Banjarmasin * 6 jiwa di kota Banjarbaru Mandar dalam Perspektif Kesejarahan Kata Mandar memiliki tiga arti : (1) Mandar berasal dari konsep Sipamandar yang berarti saling kuat menguatkan. dan bodi-bodi. yang terdistribusi pada beberapa kabupaten dan kota. kapal.rumput laut. Para pembuat Sandeq dengan cermat merancang perahu yang tangguh untuk memburu kawanan ikan. Menurut situs "Joshua Project" suku Mandar berjumlah 253. dan tercepat di kawasan Austronesia. akan diketahui bahwa perahu yang terkesan rapuh itu mampu dengan lincah mengarungi lautan luas. Layar itu mampu mendorong Sandeq hingga berkecepatan 20 knot. Nadara-Yanduru-Nadra yang dalam perkembangan kemudian terjadi perubahan artikulasi menjadi Mandar yang berarti tempat yang jarang penduduknya. Sedangkan Perahu Sandeq merupakan perahu layar bercadik yang khas Mandar. Perahu khas Mandar ini terbuat dari kayu. dan (3) Mandar berasal dari Bahasa Arab. Populasi suku Mandar di Propinsi Kalimantan Selatan : 29. Sandeq juga sanggup bertahan menghadapi angin dan gelombang saat mengejar kawanan ikan tuna. Namun jika membaca sejarahnya. Untuk berlayar. Suku Mandar juga berjiwa petualang hingga Ke kalimantan. Panjang lambungnya 7-11 meter dengan lebar 60-80 sentimeter.000 jiwa. Rumah adat suku Mandar di sebut boyang. ramah lingkungan. Suku Mandar adalah suku asli di Sulawesi Barat. perahu tradisional ini mengandalkan dorongan angin yang ditangkap dengan layar berbentuk segitiga. (2) kata Mandar dalam penuturan orang Balanipa berarti sungai. yaitu ³mandar´ yang berarti ³sungai´ dalam penuturan penduduk Balanipa. khususnya untuk mengejar kawanan ikan tuna yang sedang bermigrasi. dan di kiri-kanannya dipasang cadik dari bambu sebagai penyeimbang. 2000) Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 oleh Badan Pusat Statistik (BPS). setelah mengajukan berbagai pertimbangan penetapan pilihan pada butir kedua.322 (BPS sensus th. Oleh karenanya. sebagian besar suku Mandar bermukim di pulau Laut. Kecepatan maksimum melebihi laju perahu motor seperti katinting. sehingga sekilas terkesan rapuh.322 jiwa. Tampaknya menyebutan itu tidak berpengaruh terhadap penamaan sungai sehingga . penyebutan itu dalam pengembangan berubah penyebutannya menjadi Mandar. Perahu ini juga digunakan para nelayan untuk memasang perangkap (rumpon) pada musim ikan terbang bertelur (motangnga). yaitu : * 49 jiwa di kabupaten Tanah Laut * 29. Upacara adat suku Mandar di Kecamatan Pulau Laut Selatan yaitu "mappando'esasi" (bermandikan air laut). Kabupaten Kota Baru. Penulis makala ini. perahu yang dibuat harus bisa melaju cepat.

dan Lariang. selain itu ada pula yang berpendapat bahwa penyebutan itu diambil berdasarkan nama Sungai Mandar yang bermuara di pusat bekas Kerajaan Balanipa (Saharuddin. kita dapat mengambil kesimpulan yang beralasan tentang penamaan itu. dan masyarakat Mandar Mamuju. Demografi (Lokasi Lingk ngan Alam) Gambaran tentang nama Mandar ini cukup membingungkan. Wilayah Mandar terletak di ujung utara Sulawesi Selatan tepatnya di Sulawesi Barat dengan letak geografis antara 1o-3o Lintang Selatan dan antara 118o-119o Bujur Timur. Berdasrkan peraturan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1960 (Lembaran Negara 1960 Nomor 38). Kota Mandar secara geografis tidak sebatas dengan wilayah keresidenan (Kabupaten) Polewali atau Majene. sehingga diperkirakan kemungkinan dahulunya dikenal dengan penyebutan Sungai Mandar. 1985:3). Mandar. kata Mandar berasal dari kata mandar yang berarti ³Cahaya´. pemerintahan memisahkan Mamasa dari Kabupaten polewali-Mamasa dan menjadikannya satu Kabupaten daerah Tingkat II yang Menjadi dengan nama Kabupaten daerah Tingkat II Mamasa. Hal ini tentu mengarahkan perhatian kita pada adanya penyebutan Teluk Mandar dimana bermuara Sungai Balangnipa. Menurut penulisnya. Lumu. yaitu sungai: Campalagiang. Karena itu. kecuali penyebutan Makassar dan Sulawesi. Mandar Majene. Jadi ada Mandar Polewali. Mungkin juga bisah diterima bahwa secara kultural dan terbatas. berdasarkan keterangan dari A. dalam Konteks Kultural. Penataan ini tampak kembali mengikuti penataan pada waktu pemerintahan Hindia Belanda maupun ketika Belanda tentang daerah ini yang saya tekuni. dimana wilayah Mandar terbagi dalam tiga daerah Tingkat II (Kabupaten) yaitu Kabupaten: Majene. melainkan seluas wilayah yang diperjuangkan menjadi Provinsi Sulawesi Barat (Provinsi Sulbar). istilah Mandar mencakup seluruh wilayah sulbar. ada Mandar Majene. lebih sempit dari pada mandar dalam jangkauan makna geografis. dan Mamuju. atau mungkin tidak sebatas kedua wilayah ini secara simultan. Mamuju dan PolewaliMamasa. Sungai itu kini lebih dikenal dengan nama Sungai Balangnipa. Saharuddin. Namun demikian tampak penulisnya menyatakan dengan jelas bahwa hal itu hanya diperkirakan (digunakan kata mungkin). dalam konteks geografis dan bukan konteks kultural. Provinsi Sulbar tidak hanya dihuni oleh masyarakat Mandar Polewali. Selain itu masih terdapat sejumlah sungai lain di daerah Pitu Babana Binanga (PBB). dijumpai keterangan tentang asal kata Mandar yang berbeda. Buding-Buding. Karena itu dapat memberikan kecerahan menyangkut penamaan itu. Dalam konteks geografis. dalam buku dari H. dan ada Mandar Mamuju. apabila direnungkan tanpa referensi. Penataan administrasi pemerintahan kolonial itu mengalami perubahan ketika pemerintah Indonesia menata organisasi pemerintahan di Sulawesi. saya ingin mengajak untuk berpaling pada latar kesejarahan.sungai yang terdapat de daerah itu sendiri disebut Sungai Balangnipa. Majene. Mandar mencakup masyarakat Polewali. Selain itu. melainkan juga oleh masyarakat suku Toraja di Kabupaten Mamasa. . saya belum menemukan satu artikel yang menjelaskan tentang nama Mandar. Dengan kata lain. Saiful Sinrang. sementara menurut Darwis Hamzah berasal dari kata mandag yang berarti ³Kuat´. Saya berharap dengan mencoba menelusuri Keterangan-keterangan Kesejahteraan. Pada perkembangan terakhir berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2002. Karama. Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara terdiri dari 27 Daerah Tingkat II.

Namun. Tanpa budaya yang sudah berdaya.539. melainkan menjadi tari rakyat yang memberi hiburan yang sehat. Musik yang menggebu-gebu tak mampu memancing emosi para penari untuk ikut-ikutan bergoyang menurut irama gendang.985. dan sentimentil.40 Km2. Lagu-lagu Mandar sering dan selincah lagu-lagu Maluku.00 Km2 Jadi luas Kabupaten Polewali sendiri : 9. sebelum di berdayakan. Masihkah masyarakat Mandar ingin menghiduokan kembali nilai-nilai utama.622. Buadaya tanpa daya tak bisa di berdayakan.00 Km2 Luas Kabupaten Polewali Mamasa : 9. Tari ³Patadu´ menampakkan suasana langit-bumi yang menyatu dalam gerak kaki para penari yang tak terlepas dari bumi. namun sekaligus selembut irama agraris lagulagu Bugis meski tidak sedinamis lagu-lagu Makassar yang terkesan agak cepat dan kekurangan kelembutan. Beberapa cabang seni Mandar dapat dikemukakan disini hanya semata-mata sebagai sample dari sekian banyaknya jenis seni milik masyarakat secara turun-temurun.00 Km2 Dikurangi luas Kabupaten Mamasa sekarang : Km2 Nilai B daya ata Kesenian Tanpa hasil penelitian mendalam dan meluas atau tanpa membaca serta menyimak seluruh hasil penelitian tentang seni dan budaya Mandar. namun kebebasan dengan kendali nilai budaya oleh gerakan yang menandakan adanya aturan yang harus ditaati. terurai dengan : y y y Luas Kab. Deburan ombak.Luas wilayah Mandar adalah 23.932. Bahasa .40 Km2 Luas Kabupaten Majene : 1. hempasan ombak dipantai dan geliat ombak gelombang yang diterbangin angin lembut atau badai bisa dirasakan pada melodi laut di dalam lagu-lagu Mandar yang cenderung eksotik. dalam batas makala pengantar diskusi atau makala pemicu. Lebih parah lagi budaya yang belum berdaya hendak di berdayakan oleh manusia yang tercabut dari akar budayanya sendiri atau oleh masyarakat yang kurang secara kultural.Mamuju dan Mamuju Utara : 11. romantis. tari-tarian yang difungsikan sebagai bagian ritual dari kerajaan akhirnya menjadi tari rakyat yang bukan hanya bertujuan memberikan rasa hormat pada raja sebagai representasi dari dewata. Tari-tarian mandar sebagaimana tari lain di daerah Sulsel pada mulanya berawal dari istana. riak gelombang yang dinamis. Namun. catatan ini diharapkan dapat diterima sebagai umpan pancingan untuk memancing hal hal lain dalam kaitan dengan tema pertemuan. dan pada saat yang sama pasangan tangan mereka menari nari bukan tanpa kebebasan. mustahil bisa diberdayakan. Hal yang sama bisa ditemukan pada tari ³Pakarena´ di dalam seni tari Bugis-Makassar. yang tetap relevan menembus saman dengan berbagai tantangan baru. Para penari terkesan menari secara lemah lembut menantang iramagendang yang penuh dengan geliat yang dinamis.985. Irama musik dalam lagu-lagu mandar secara spesifik mencerminkan setting laut. Bandingkan lagu ³Tengga Tengga Lopi´ dengan ³Baturate Maribulang´. mustahil dapat dilahirkan karya tulis yang memadai.

Tak pelak Mandar sebagai sebuah etnis atau bahkan yang lebih besar dari itu. Sementara di daerah Wonomulyo. Walau hingga kini tidak jelas benar sejak kapan penggunaan bahasa Mandar dalam keseharian orang Mandar. sangat kencang terdengar tuntutan pemekaran Provinsi Sulsel menjadi sejumlah provinsi. dipahami bahwa bahasa merupakan identitas yang menunjukkan suatu bangsa . bahwa penggunaan bahasa Mandar sendiri bersamaan lahirnya orang atau manusia pertama yang ada di tanah Mandar. Kabupaten Polewali ±Mamasa dimekarkan menjadi Kabupaten Polewali dan Kabupaten Mamasa. Hal yang lalu dapat dijadikan rujukan adalah adanya bahasa Mandar yang telah digunakan dalam lontar Mandar sekitar abad ke-15 M. Sedang menilik area penyebaran bahasa Mandar sendiri. Artinya Mandar juga dapat dipahami dan dimengerti bahkan dikenal melalui bahasanya. menggunakan bahasa Mamasa. hingga kini masih dengan mudah bisa di temui penggunaannya di beberapa daerah di Mandar seperti. Namun dapat diduga. Usul agar kabupaten diubah menjadi Kabupaten Mandar sebaiknya diubah menjadi ³KABUPATEN MANDAR POLEWALI´ karena kemungkinan masih akan ada Kabupaten (Mandar-)Majene. Polmas. etnis atau suku tersebut. Kendati demikian di beberapa tempat atau daerah di Mandar juga telah menggunakan bahasa lain. Oleh Esser (1938) disebutkan. yang tinggal dan juga telah menjadi to Mandar di daerah tersebut. bahasa Mandar juga dapat ditemukan penggunaannya di komunitas masyarakat di daerah Ujung Lero Kabupaten Pinrang dan daerah Tuppa Biring Str kt r Pemerintahan Selam dua tahun terakhir. Mamasa. seperti untuk Polmas di daerah Polewali juga dapat ditemui penggunaan bahasa Bugis. bahwa mandfarsche dialecten yang awal penggunaannya berangkat dari daerah Binuang bagian utara Polewali hingga wilayah Mamuju Utara daerah Karossa. sebagai bahasa Ibu dari etnis Bugis yang berdiam dan telah menjadi to Mandar (orang Mandar-pen) di wilayah Mandar. Mamuju dan Mamuju Utara. bahasa Mandar juga berasal dari rumpun bahasa Malayu Polinesia atau bahasa Nusantara atau yang lebih acap disebut sebagai bahasa ibunya orang Indonesia. Konon masih sama dengan etnis lainnya di Indonesia. Ibrahim Abas (1999). Selain daerah Mandar-atau kini wilayah Provinsi Sulawesi Barat-tersebut.Seperti suku-suku atau etnis lainnya yang ada pada suatu bangsa termasuk yang ada di Indonesia. Kecuali di beberapa tempat di Mandar. sebuah suku bangsa juga berlaku hal yang serupa. seperti Mamasa. yang untuk itu dapat dicermati dalam beberapa lontar yang terbit pada masa-masa pemerintahan kerajaan Mandar. Berdirinya Sulbar sebagai provinsi baru menuntut pemekaran kabupaten sebagai prerequisite yang harus dipenuhi sesuai dengan undang-undang. Sehingga kuat dugaan bahwa bahasa yang digunakan sistem pemerintahan dan kemasyarakatan masa lalu di daerah Mandar telah menggunakan bahasa Mandar. dan Kabupaten (Mandar-)Mamuju. seperti yag dikutip Abdul Muttalib dkk (1992). Begitu pula di Mamasa. juga dapat difemui banyak masyarakat yang menggunakan bahasa Jawa utamanya etnis Jawa . Karena itu. Majene. sebagai bahasa mereka yang memang di dalamnya banyak ditemui perbedaannya dengan bahasa Mandar. Tuntutan awal yang sangat menonjol terhadap berdirinya provinsi baru dengan nama Provinsi Sulawesi Barat atau Provinsi Sulbar dicetuskan oleh masyarakat Mandar. sedangkan Kabupaten Mamasa tetap saja Kabupaten Mamasa tanpa embel-embel lain seperti Mandar karena mayoritas masyarakat .

Jalan keluar dari ketidakadilan adalah desentralisasi kekuasaan dan otonomisasi daerah. Bukan mustahil. dan kemajemukan. lahirnya rencana Provinsi Sulbar adalah juga didasarkan pada reaksi politik terhadap ketidakadilan dan management pemerintahan daerah yang meniru -niru pusat. Desentralisasi dan Otonomisasi daerah (Otoda) harus diakui adalah sebuah proses yang bertolak belakang dari sentralisasi kekuasaan yang otoriter. . Perbedaan itu akan hadir dan menjadi sesuatu kenyataan hidup yang mempesona jika nilai keadilan justru menjadi kekuatan yang menjamin kerukunan hidup bagi masyarakat yang pluralis. Karena itu. Dengan kata lain. tak mengherankan bahwa para tokoh pendiri Provinsi Sulbar tidak menjadikan Sulbar Provinsi Mandar seakan-akan Provinsi Sulbar hanya khusus bagi masyarakat Mandar karena Kabupaten Mamasa adalah juga bagian tak terpisahkan dari Sulbar. Kehadiran Provinsi Sulbar diharapkan dapat menjamin penegakan keadilan oleh pemerintah Provinsi (Sulbar) terhadap kabupaten-kabupaten hasil pemekaran.´ Demokrasi menuntut dihormatinya perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang yang melibatkan masyarakat dengan background multi-ethnic yang saling berbeda. otoda adalah anak kandung dari usaha untuk memerangi ketidakadilan dan usaha untuk mengendorkan kuatnya matarantai kekuasaan otoriter yang membelenggu rakyat atau masyarakat nusantara. Mayarakat nusantara mengalami perlakuan yang tidak adil. keadilan. Kata Toraja menunjukkan etnis budayanya.Mamasa termasuk masyarakat Toraja Barat. sedangkan Mamasa menunjukkan ikatan politik atau ikatan geografis yang menjadi tumpuan bagi institusi pemerintahan didalam wilayah Provinsi Sulbar yang akan dibangun. Sentralisme kekuasaan dalam tangan penguasa yang otoriter telah menguasai masyarakat nusantara yang maje muk yang hidup di berbagai kepulauan nusantara yang bertaaburan diatas samudra. Bisa saja orang Mamasa yang ingin mengubah nama Kabupaten Mamasa menjadi Kabupaten Toraja Mamasa. Kata kunci bagi pengembangan Provinsi Sulbar yang sudah lama ditunggu follow-up hukum/undang-undang dan politiknya adalah ³demokrasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful