P. 1
Teknik Pengukuran Udara Ambien

Teknik Pengukuran Udara Ambien

|Views: 1,220|Likes:

More info:

Published by: Rizki 'kekey' Ragana on Jul 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

TEKNIK PENGUKURAN UDARA AMBIEN

Pengukuran kualitas udara ambien bertujuan untuk mengetahui konsentrasi zat pencemar yang ada di udara. Data hasil pengukuran tersebut sangat diperlukan untuk berbagai kepentingan, diantaranya untuk mengetahui tingkat pencemaran udara di suatu daerah atau untuk menilai keberhasilan program pengendalian pencemaran udara yang sedang dijalankan. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang valid ( yang representatif) , maka dari mulai pengambilan contoh udara ( sampling) sampai dengan analisis di laboratorium harus menggunakan peralatan, prosedur dan operator ( teknisi, laboran ,analis dan chemist ) yang dapat dipertanggungjawabkan .

1. Pendahuluan
Pengukuran kualitas udara ambien bertujuan untuk mengetahui konsentrasi zat pencemar yang ada di udara. Data hasil pengukuran tersebut sangat diperlukan untuk berbagai kepentingan, diantaranya untuk mengetahui tingkat pencemaran udara di suatu daerah atau untuk menilai keberhasilan program pengendalian pencemaran udara yang sedang dijalankan. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang valid ( yang representatif) , maka dari mulai pengambilan contoh udara ( sampling) sampai dengan analisis di laboratorium harus menggunakan peralatan, prosedur dan operator ( teknisi, laboran ,analis dan chemist ) yang dapat dipertanggungjawabkan . Dalam pelaksanaan pengukuran kualitas udara ambien dapat dilakukan secara kontinyu menggunakan peralatan automatik yang dapat mengukur zat pencemar secara langsung dan dengan cepat , sehingga fluktuasi konsentrasi zat pencemar di udara ambien dapat dip antau . Metode pengukuran tersebut memerlukan biaya yang tinggi, baik untuk biaya investasi

arah dan kecepatan angin ) c. intensitas matahari. Teknik pengumpulan sampel Dalam pengukuran kualitas udara dengan menggunakan metode dan peralatan yang manual dan metode konvensional. 2. Faktor meteorologi ( temperatur. zat pencemar di udara dibedakan atas zat pencemar berupa aerosol . yang telah diketahui tingkat presisi dan akurasi. zat pencemar di udara ambien dapat dibedakan di zat pencemar primer dan zat pencemar sekunder . sedangkan untuk mengumpulkan gas dari udara ambien diperlukan suatu teknik pengumpulan tertentu . Faktor topografik Karena intensitas sumber emisi dan faktor meteorologis ( khususnya arah dan kecepatan angin) selalu berubah . NOx. NOx) .. Pada tulisan ini akan disampaikan secara ringkas beberapa hal yang mendasar mengenai karateristik zat pencemar . mixing height . yang merupakan produk dari reaksi kimia beberapa zat pencemar ( seperti senyawa oksidan dan ozon ). Semua itu sangat diperlukan bagi operator yang akan melakukan pengukuran kualitas udara . Perubahan konsentrasi zat pencemar di udara ambien terjadi karena perubahan waktu ( temporal) dan juga terjadi karena perubahan tempat (spatial ) Berdasarkan proses pembentukannnya. Sumber emisi ( alamiah dan anthropogenik) b. curah hujan .maupun biaya operasional dan peralawatannya . tekanan. Untuk pengumpulan debu biasanya digunakan teknik filtrasi dimana debu di tahan pada permukaan filter dengan porositas tertentu . sedangkan zat pencemar sekunder merupakan zat pencemar yang terbentuk di atmosfer. khususnya udara ambien. atau partikulat (debu) dan zat pencemar berupa gas ( SO2. Sedangkan berdasarkan fasanya . maka dengan demikian konsentrasi zat pencemar di udara ambien juga selalu berubah (tidak konstan). teknik sampling. Perlu diketahui bahwa konsentrasi zat pencemar di udara ambien sangat dipengaruhi oleh : a. Metode yang lebih murah adalah pengukuran secara manual /konvensional dengan teknik pengambilan sampel dan analisis menggunakan metode yang standar . Karateristik zat pencemar diudara Inti dari pengukuran udara adalah untuk mengetahui konsentrasi zat pencemar yang ada di dalam udara tersebut . Ozon dll) 3. Zat pencemar primer dapat didefinisikan sebagai zat pencemar yang terbentuk di sumber emisinya ( SO 2. maka tahap pertama adalah dilakukan sampling yang dilanjutkan dengan analisa di laboratorium . kelembaban. metode analisis dan kalibrasinya .

pendinginan dan pengumpulan pada kantong udara (bag sampler atau tube sam 3. Waktu kontak antara gas pencemar dengan pereaksi spesifik 3. Teknik Pengumpulan untuk gas pencemar Teknik pengumpulan gas yang umum digunakan untuk menangkap gas pencemar di udara adalah dengan teknik absorpsi. . pendinginan dan pengumpulan pada kantong udara (bag sampler atau tube sampler). adsorpsi. yaitu kemampuan /kecepatan absorpsi zat pencemar pada larutan spesifik 2. Teknik pengumpulan gas yang umum digunakan untuk menangkap gas pencemar di udara ambien adalah teknik absorpsi. Teknik absorpsi Teknik absorpsi adalah teknik pengumpulan gas berdasarkan kemampuan gas pencemar terabsorpsi /bereaksi dengan larutan pereaksi spesifik ( larutan absorben).. Karakteristik dari gas pencemar. a. Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan di analisis. Untuk melakukan pengumpulann gas pencemar tersebut diperlukan alat absorber. Efisiensi pengumpulan nya sangat dipengaruhi oleh : 1. 1. adsorpsi. Berbagai jenis alat absorber seperti diperlihatkan pada Gambar 1 . Luas permukaan bidang kontak / ukuran gelembung.

Teknik adsorpsi Teknik adsorpsi berdasarkan kemampuan gas pencemar teradsorpsi pada permukaan padat adsorbent . waktu sampling dan laju aliran yang sesuai dengan prosedur standar yang ditetapkan Contoh teknik absorpsi adalah : . perlu diperhatikan efisiensi pengumpulan gas pencemar . Jenis absorber ( impinger) untuk absorber gas pencemar Dalam melakukan pengumpulan gas pencemar dengan metode ini . . TENAX-GC atau Amberlite XAD). Teknik ini digunakan untuk pengumpulan gas-gas organik seperti senyawa hidrokarbon .Pengukuran SO2 dengan metode pararosaniline. pereaksi kimia .Pengukuran ozon /oksidan dengan metode NBKI .Gambar 1. toluene dan berbagai jenis senyawa organik yang mampu terserap pada permukaan adsorben yang digunakan (Gambar 2) Efisiensi pengumpulan gas analit/gas pencemar pada adsorbent tergantung: 1. dalam pelaksanaannya harus digunakan alat absorber . Untuk itu. benzene.NOx dengan metode Saltzman . b. Jenis adsorben yang umum digunakan adalah karbon aktif. Konsentrasi gas pencemar disekitar permukaan adsorben. .

Gambar 2.Semakin tinggi konsentasi gas pencemar semakin tinggi efisiensi pengumpulan. . oleh sebab itu teknik ini jarang digunakan untuk pengumpulan gas pencemar dari sumber emisi ( cerobong) dengan temperatur gas yang tinggi. 5. Luas permukaan adsorben. semakin banyak gas analit yang teradsorpsi. 4. semakin kecil diameter adsorben semakin luas permukaannya . atau digunakan jarum suntik ( gas syringe) . Contoh tabung adsorber berisi karbon aktif c. Kompetisi dari gas organik lain. Teknik ini sering digunakan untuk gas pencemar dengan konsentrasi yang tinggi dan tidak memerlukan pemekatan contoh udara. 2. Semakin tinggi temperatur semakin rendah efisiensi pengumpulan gas analit. memerlukan alat penampung gas yaitu berupa botol yang inert yang telah divakumkan atau dengan kantong udara yang terbuat dari bahan tedlar atau Teflon . Temperatur. Teknik evacuated Teknik pengumpulan contoh gas dengan evacuated . Sifat /karateristik dari adsorben yang digunakan Harus digunakan jenis adsorben yang cocok/sesuai dengan jenis gas analit yang akan diukur . 3. karbon aktif yang bersifat non polar cocok untuk gas organik yang polaritasnya rendah seperti senyawa hidrokarbon. Senyawa organik yang lain akan ikut teradsorpsi peda permukaan padat sehingga efisiensi pengumpulan semakin berkurang.

Setiap teknik pengumpulan mempunyai kemampuan mengumpulkan range ukuran partikulat yang tertentu . Jenis filter yang digunakan adalah filter fiber glass . Teknik Filtrasi Pengumpulan partikulat/debu dengan teknik filtrasi merupakan teknik yang paling populer.2. sehingga partikel debu tersebut tertahan pada permukaan plate . Teknik Pengumpulan particulate matter /debu Untuk pengumpulan partikulat /debu dari udara berbeda dengan pengumpulan gas . Setiap jenis filter mempunyai karateristik tertentu yang cocok untuk penggunaan tertentu.0002 mikron) sampai mencapai ukuran 500 µm. . Teknik pengumpulan secara impaksi Gas atau udara yang mengandung partikulat di hisap/ ditarik melalui nozzle dengan laju aliran udara tertentu . cellulose. . Dengan demikian terjadi pemisahan debu berdasarkan ukuran partikel . Mekanisme pengumpulan debu dengan impaksi diperlihatkan pada Gambar 3.3. Yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan partikulat adalah ukuran diameter dari partikulat tersebut. yang selanjutnya akan terperangkap dalam plate yang berikutnya. maka partikel dengan diameter tertentu tidak bisa mengikuti aliran gas yang dibelokkan ( karena gaya inertia) . polyurthen foam . Sedangkan untuk partikel debu yang lebih kecil akan mempunyai kemampuan mengikuti aliran gas masuk kedalam plate berikutnya . Mekanisme pengumpulan debu dengan impaksi b. Gambar 3. Ukuran partikulat di dalam matrik gas /udara bervariasi dari ukuran lebih besar dari ukuran molekul (0. Teknik pengumpulan yang umum digunakan adalah : a. kemudian ditumbukan ke permukaan plate .

Susunan Peralatan Pengumpulan Gas /Debu Untuk pengumpulan cont oh gas pencemar atau debu diperlukan peralatan pengambilan contoh udara yang pada umumnya terdiri dari collector. Collector berfungsi untuk mengumpulkan gas /debu yang tertangkap contohnya 1. Tabung impinger. filter ini mudah sobek. Teknik Elektrostatik Presipitator.Filter fiber glass merupakan filter yang paling banyak digunakan untuk pengukuran SPM ( suspended particulate mater) atau TSP ( Total Suspended Particulate . Tetapi kelemahannya . (Gambar 4) Gambar 4. flowmeter dan pompa vacuum. Filter ini tahan korosif dan dapat digunakan pad temperatur 540oC. yaitu mempunyai efisensi pengumpulan partikulat dengan diameter 0. Foto Glass Fiber Filter untuk sampling debu dengan alat HVS c. fritted bubbler untuk mengumpulkan gas . 4. Kertas filter untuk menangkap debu 2. Gas yang mengandung partikulat dilewatkan ke dalam medan listrik.3 µm sebesar 95%.3 µm. terbuat dari mikro fiber gelas dengan porositas < 0. yaitu 2 (dua) plat logam yang dialiri muatan positif dan negatif. Maka partikulat yang bermuatan akan menempel pada plat yang bermuatan berlawan dang muatan partikel .

1. Pada tulisan ini akan hanya diberikan beberapa metode analisa yang umum digunakan untuk beberapa parameter udara . Tube adsorbent karbon aktif untuk mengumpulkan gas hidrokarbon dengan metode adsorpsi. Pompa vacuum berfungsi untuk menarik gas /udara dari luar masuk ke dalam colletor dan flowmeter. sehingga volume gas /udara yang dikumpulkan dapat diketahui . yaitu menggunakan prinsip fisikokimia yang mampu mengukur gas pencemar dengan konsentrasi rendah secara automatik dengan waktu pengukuran yang cepat ( ± 60 detik) .dengan metode absorpsi 3. Flowmeter (rotameter ) berfungsi untuk mengetahui laju aliran udara ambien yang terkumpul. Selain itu . SO2 bereaksi dengan kalium tetra kloromercurate membentuk komplek diklorosulfitomercurate . Metode pararosaniline-spectrofotometri. SO2 di udara diserap/diabsoprsi oleh larutan kalium tetra kloromercurate (absorbent) dengan laju flowrate 1 liter/menit. Biasanya digunakn bahan dari gelas atau plastik atau tubing dari silikon atau jenis tubing lainnya. yang tidak akan bereaksi dengan gas pencemar atau akan mengotori sampel gas. Konfigurasi susunan peralatan sampling gas yang umum adalah sebagai berikut: Untuk menghubungkan collector dengan flowmeter ( rotameter) dan pompa digunakan connector yang terbuat dari bahan yang innert. Sulfur dioksida (SO2) a. Dengan penambahan pararosaniline dan formaldehide akan membentuk senyawa pararosaniline .1. Metode Pengukuran zat pencemar di udara ambien 6. perlu diperhatikan bahwa tidak terjadi kebocoran dalam rangkaian peralatan sampling tersebut 5. dari mulai metode analitik yang sederhana dengan waktu pengukuran yang lama sepert titrasi atau gravimetri sampai metode analitik yang paling mutakhir. Metode Analisis zat pencemar Berbagai jenis metode analitik dapat digunakan untuk analisis gas pencemar .1. 6.

Intensitas warna yang terjadi diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 520 nm. Perlu diketahui bahwa ketelitian dan keakuratan metode ini . Prinsip dasar pengukuran gas SO2 dengan sinar ultra violet adalah berdasarkan kemampuan molekul SO2 berinteraksi dengan cahaya pada panjang gelombang 190 230 nm.1. Oksida-oksida Nitrogen. Dengan mengukur intensitas cahaya tersebut maka dapat ditentukan konsentrasi gas SO2. Pada Gambar 5. Gambar 5. Susunan peralatan untuk sampling SO2 pompa hisap¢ rotameter ¢ trap ¢ Midget Impinger ¢ b. Metode UV-spectrofotometri. Intensitas warna diukur dengan spectrofotometer pada panjang gelombang 548 nm. a. NO2 di udara direaksikan dengan pereaksi Griess Saltman (absorbent) membentuk senyawa yang berwarna ungu. diperlihatkan skema alat SO2 analyzer. Metode Griess-Saltman-? spectrofotometri . Elektron pada posisi tereksitasi akan kembali ke posisi ground state dengan melepaskan energi dalam bentuk panjang gelombang tertentu . Metode ini praktis mudah dioperasikan . Susunan perlatan untuk sampling NO2 . sangat dipengarhui oleh sistem kalibrasi alat tersebut .metil sulfonat yang berwarna ungu kemerahan. menyebabkan elektron terluar dari molekul gas SO2 akan tereksitasi pada tingkat energi yang lebih tinggi (excited state).2. stabil dan akurat. Fluorenscent SO2 Analyzer Skema Pulsed 6. metode ini metode yang dipakai untuk alat pemantauan kualitas udara scara automatik dan kontinyu.

Intensitas cahaya yang diemisikan diukur dengan photomulltifier . Metode chemiluminescence . detektor dan rekorder (Gambar 7. Analyzer ini terdiri dari sumber cahaya inframerah.3. Metode Nondispersive infrared (NDIR). b.) . Intensitas yang dihasilkan sebanding dengan konsentrasi NO di udara. tabung sampel dan reference. . NO2 yang tereksitasi akan kembali pada posisi ground state dengan melepaskan energi berupa cahaya pada panjang gelombang 600 . Untuk pengukuran NO. Pengukuran ini berdasarkan kemampuan gas CO menyerap sinar infra merah pada panjang 4.875 nm.pompa hisap¢ rotameter ¢ trap ¢ Fritted Impinger ¢ Absorber untuk penangkapan NO2 adalah absorber dengan desain khusus dan porositas frittednya berukuran 60 µm. Gas NO diudara direaksikan dengan gas ozon membentuk nitrogen dioksida tereksitasi. Banyaknya intensitas sinar yang diserap sebanding dengan konsentrasi CO di udara. Sedangkan gas NO2 sebelum direaksikan dengan gas ozon terlebih dahulu direduksi dengan katalitik konventor (Gambar 6) Gambar 6.6 µm . sample gas harus dilewatkan ke dalam oxidator terlebih dahulu ( seperti KMnO4. Skema Chemiluminescent NOx Analyzer 6. Cr2O3) .1. Karbonmonoksida a.

.

Kelebihan Ba(OH) dititrasi asam oxalat menggunakan indikator phenol phthalin .Gambar 7. atau He. Atau karbon aktif di purging dengan gas inert seperti N2. Intensitas cahaya yang diemisikan diukur dengan fotomultiplier. 3 liter/menit) . karbon aktif dilarutkan dalam pelarut tertentu ( seperti CS2).1. Ion yang terbentuk pada flame akan ditangkap oleh elektrode negatif. Skema NDIR CO Analyzer b. Metode Chemiluminescence. 6. Waktu sampling tergantung kepada konsentrasi hidrokarbon dan banyaknya adsorben karbon aktif yang digunakan. Contoh gas dilewatkan ke dalam tube karbon aktif dengan laju alir gas tertentu ( ± 0. Ozon/Oksidan a. Selanjutnya Iodium yang dibebaskan diukur intensitasnya pada panjang gelombang 350 nm. Untuk melepaskan hidrokarbon . Metode adsorpsi dengan adsorbent karbon aktif . Selanjutnya CO2 tersebut diabsorpsi dengan larutan Ba(OH)2 berlebih. Pengukuran secara langsung dangan Gas Chromatograf Hidrokarbon diukur sebagai total hidrokarbon (THC) dan Non Methanic Hydrocarbon (NMHC). membebaskan Iodium. kemudian dialirkan /disu ntikan ke dalam GC. Gas ozon direaksikan dengan gas asetilin membentuk aldehide yang tidak stabil .4. kemudian disuntikan ke dalam GC. Hidrokarbon a. Metode Neutral Buffer Potassium Iodine (NBKI) spectrofotometri. Banyaknya arus ion yang terbentuk menunjukkan konsentrasi hidrokarbon b. Susunan peralatan untuk pengukuran ozon adalah sebagai berikut: pompa hisap¢ rotameter ¢ trap ¢ Fritted Impinger ¢ b. Selanjutnya gas tersebut ditangkap oleh larutan KI membentuk warna kuning dan diukur dengan specktrofotmeter. Kedua metode ini hanya cocok untuk untuk konsentrasi CO relatif tinggi 5 ppm. Gas /udara yang mengandung ozon dilewatkan dalam pereaksi kalium iodida pada buffer pH netral (pH 6.1. yang selanjutnya akan melepaskan energi dalam bentuk cahaya. Untuk .5. yang berbanding lurus dengan konsentrasi ozon. Hidrokarbon dari udara dibakar pada flame yang berasal dari gas hidrogen membentuk ion-ion.8). Metode yang lain adalah oksidasi CO oleh I2O5? dalam suasana panas menghasilkan gas I2. Metode Lain Metode lain yang juga digunakan adalah metode oksidasi CO dengan campuran CuO-MnO2? dalam suasana panas membentuk gas CO2. Metode yang digunakan adalah kromatografi gas dengan detektor Flame Ionisasi (FID). Panjang gelombang cahaya yang diemisikan pada panjang gelombang 300 600 nm. 6.

SPM) . Pengukuran PM 10 dan PM 2. Suspended Particulate Matter /Debu Sebagaimana diketahui bahwa ukuran diamater debu atau partikulat yang terdapat di atmosfer bervariasi.5 mikron .0002 m. Metode High Volume sampling Metode ini digunakan untuk pengukuran total suspended partikulat matter ( TSP. Pengertian PM10 dan PM 2. diperlihatkan alat high volume sampler. Pada Gambar 8.. dari mulai ukuran lebih besar dari ukuran molekul 0. dalam pengukuran debu yang harus diperhatikan adalah metode analisa yang digunakan dan kemampuan kisaran diameter partikulat yang dapat diukur. yaitu partikulat dengan diameter 100 hisap dengan flowrate 40 -60 cfm. Foto High Volume Sampler b. Gambar 8a. dengan prinsip dasar udara diQa.3 µm.5 adalah partikula t atau debu dengan diameter 10 mikron dan 2.6.1. Diameter yang lebih . Banyak metode analisa yang dapat digunakan untuk pengukuran partiku lat diatmosfer dengan kisaran diameter partikulat tertentu.Q sampai diameter ukuran 500 Q6. maka suspended particulate matter (debu) dengan ukuran < m akan terhisap dan tertahan pada permukaan filter microfiber dengan porositasQ100 < 0. sedangkan volume udara dihitung berdasarkan waktu sampling dan flowrate.5. Untuk pengukuran partikulat dengan diameter tersebut di atas diperlukan teknik pengumpulan impaksi . dengan metode tersebut dimungkinkan untuk memisahkan debu berdasarkan diameternya . Oleh sebab itu . Skematis High Volume sampler Gambar 8b. Partikulat yang tertahan di permukaan filter ditimbang secara gravimetrik.

Graseby Anderson Cascade Impactor 7. Satuan berdasarkan berat /volume (w/v). semakin ke bawah. debu-debu yang terkumpul pada masing-masing stage ditimbang . Setelah sampling selesai . . 5 sampai 9 stage (plate) tergantung kepad keperluaannya . ada yang 3 . Setiap Cascade Impactor terdiri dari beberapa stage . Salah jenis Cascade Impactor yang terdiri dari 9 stage adalah Cascade Impactor buatan Graseby Andeson (Gambar 9) Prinsip pengukuran Kertas saring yang telah ditimbang. disimpan di masing-masing stage (plate) yang terdapat pada alat Cascade Impactor . Gambar 9. dapat digunakan satuan yang berdasarkan : a. Satuan Konsentrasi Untuk menyatakan konsentrasi zat pencemar gas atau debu di udara ambien .besar akan tertahan pada stage paling atas . maka semakin kecil diameter yang dapat terkumpulkan permukaan stage . yaitu satuan yang menyatakan berat zat pencemar per volume udara ambien . menggunakan neraca analitik . Selanjutnya udara dilewatkan ke dalam Cascade Impactor flow rate tertentu dan dibiarkan selama 24 jam atau lebih tergantung kepada konsentrasi debu di udara ambient .

Untuk konversi satuan dari satuan ppm ke satuan g/m3 = (ppm / 24. 1 atm (m3) V sampled = Volume udara pada kondisi sampling ( m3) P sampled = tekanan udara pada kondisi sampling ( mm Hg) P std = tekana udara pada kondisi standar ( 760 mm Hg) T std = Temperatur pada kondisi standar (273 + 25 K) T sampled = Temperatur pad a kondisi sampling ( 273 + C ) Daftar Pustaka. Japan Industrial Standard Handbook . Satuan berdasarkan volume/volume (v/v) . .45) x BM x 103 4) Q Dimana: 24. yaitu pada temperatur 25oC oC dan tekanan 1 atmosfer (760 mm Hg).45 liter ( 25oC . 1995. ppm . Maka dalam menyatakan konsentrasi zat pencemar dalam udara digunakan kondisi standar yaitu kondisi dimana volume udara ditetapkan dan kondisi tertentu . Lodge James P. Michigan. yang dinyatakan dengan kondisi standar Hasil pengukuran zat pencemar dinyatakan dengan kondisi standar .QContohnya satuan mg/m3 atau b. ppb (part perbillion). yaitu satuan yang menyatakan volume zat pencemar per volume gas. artinya dalam satu juta bagian volum gas buang mengandung 1 bagian volume gas CO. Lewis Publisher Inc. 1 atm) BM = berat molekul 10 -3 = konversi dari ml ke liter Perlu diketahui bahwa gas merupakan zat yang volumenya berubah dengan perubahan temperatur dan tekanan. artinya banyaknya zat pencemar persatuan volume udara /gas pada kondisi standar. Methods of Air Sampling and Analysis . g/m3 atau sebaliknya digunakan rumus :QContohnya : Konsetrasi CO sebesar 1 ppm . 1989.g/m3. atau Dalam 1 m3 ( 1 x 106 ml ) volume gas emisi mengandung 1 ml gas CO. Third Edition. yaitu bagian volume zat percemar per satu juta volume gas .. (part permillion) . Contohnya satuan % volume. Japanase Standards Association . Pengertian satuan ppm adalah menunjukkan perbandingan volume antara volume zat pencemar dengan volume udara ambient ..45 = konversi untuk 1 mol = 24. Untuk mengkonversi dari kondisi volume udara pada kondisi sampling ke volume udara kondisi standar digunakan r umus di bawah ini: Vstd = Vsampled x (P sampled/ Pstd)) x (T std/Tsampled) Dimana : Vstd = Volume udara pada kondisi standar 25 C .

1999. Penerbit ITB Bandung. Irsyad. Tokyo. New York. . Wight Gregory D. Modul Analisa Udara .Moestikahadi Soedomo . Moh. 1977. Warner Peter O. A wiley -Interscience publication John Wiley &Sons. 1994. Fundamentals of Air Sampling Lewis Publishers. Laboratorium Udara Teknik Lingkungan ITB. 2001. Analysis of Air Pollutants . Pencemaran Udara .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->