TEKNIK PENGUKURAN UDARA AMBIEN

Pengukuran kualitas udara ambien bertujuan untuk mengetahui konsentrasi zat pencemar yang ada di udara. Data hasil pengukuran tersebut sangat diperlukan untuk berbagai kepentingan, diantaranya untuk mengetahui tingkat pencemaran udara di suatu daerah atau untuk menilai keberhasilan program pengendalian pencemaran udara yang sedang dijalankan. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang valid ( yang representatif) , maka dari mulai pengambilan contoh udara ( sampling) sampai dengan analisis di laboratorium harus menggunakan peralatan, prosedur dan operator ( teknisi, laboran ,analis dan chemist ) yang dapat dipertanggungjawabkan .

1. Pendahuluan
Pengukuran kualitas udara ambien bertujuan untuk mengetahui konsentrasi zat pencemar yang ada di udara. Data hasil pengukuran tersebut sangat diperlukan untuk berbagai kepentingan, diantaranya untuk mengetahui tingkat pencemaran udara di suatu daerah atau untuk menilai keberhasilan program pengendalian pencemaran udara yang sedang dijalankan. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang valid ( yang representatif) , maka dari mulai pengambilan contoh udara ( sampling) sampai dengan analisis di laboratorium harus menggunakan peralatan, prosedur dan operator ( teknisi, laboran ,analis dan chemist ) yang dapat dipertanggungjawabkan . Dalam pelaksanaan pengukuran kualitas udara ambien dapat dilakukan secara kontinyu menggunakan peralatan automatik yang dapat mengukur zat pencemar secara langsung dan dengan cepat , sehingga fluktuasi konsentrasi zat pencemar di udara ambien dapat dip antau . Metode pengukuran tersebut memerlukan biaya yang tinggi, baik untuk biaya investasi

Pada tulisan ini akan disampaikan secara ringkas beberapa hal yang mendasar mengenai karateristik zat pencemar . curah hujan . atau partikulat (debu) dan zat pencemar berupa gas ( SO2. sedangkan untuk mengumpulkan gas dari udara ambien diperlukan suatu teknik pengumpulan tertentu . tekanan. Sumber emisi ( alamiah dan anthropogenik) b. NOx. zat pencemar di udara ambien dapat dibedakan di zat pencemar primer dan zat pencemar sekunder .. Zat pencemar primer dapat didefinisikan sebagai zat pencemar yang terbentuk di sumber emisinya ( SO 2. 2. teknik sampling. mixing height . kelembaban. Semua itu sangat diperlukan bagi operator yang akan melakukan pengukuran kualitas udara . Perlu diketahui bahwa konsentrasi zat pencemar di udara ambien sangat dipengaruhi oleh : a. Sedangkan berdasarkan fasanya .maupun biaya operasional dan peralawatannya . Perubahan konsentrasi zat pencemar di udara ambien terjadi karena perubahan waktu ( temporal) dan juga terjadi karena perubahan tempat (spatial ) Berdasarkan proses pembentukannnya. zat pencemar di udara dibedakan atas zat pencemar berupa aerosol . intensitas matahari. khususnya udara ambien. Ozon dll) 3. Untuk pengumpulan debu biasanya digunakan teknik filtrasi dimana debu di tahan pada permukaan filter dengan porositas tertentu . Faktor meteorologi ( temperatur. yang merupakan produk dari reaksi kimia beberapa zat pencemar ( seperti senyawa oksidan dan ozon ). arah dan kecepatan angin ) c. Karateristik zat pencemar diudara Inti dari pengukuran udara adalah untuk mengetahui konsentrasi zat pencemar yang ada di dalam udara tersebut . Metode yang lebih murah adalah pengukuran secara manual /konvensional dengan teknik pengambilan sampel dan analisis menggunakan metode yang standar . yang telah diketahui tingkat presisi dan akurasi. Teknik pengumpulan sampel Dalam pengukuran kualitas udara dengan menggunakan metode dan peralatan yang manual dan metode konvensional. NOx) . maka dengan demikian konsentrasi zat pencemar di udara ambien juga selalu berubah (tidak konstan). Faktor topografik Karena intensitas sumber emisi dan faktor meteorologis ( khususnya arah dan kecepatan angin) selalu berubah . sedangkan zat pencemar sekunder merupakan zat pencemar yang terbentuk di atmosfer. maka tahap pertama adalah dilakukan sampling yang dilanjutkan dengan analisa di laboratorium . metode analisis dan kalibrasinya .

a. Berbagai jenis alat absorber seperti diperlihatkan pada Gambar 1 . Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan di analisis. Waktu kontak antara gas pencemar dengan pereaksi spesifik 3. Teknik pengumpulan gas yang umum digunakan untuk menangkap gas pencemar di udara ambien adalah teknik absorpsi. pendinginan dan pengumpulan pada kantong udara (bag sampler atau tube sampler). adsorpsi. Efisiensi pengumpulan nya sangat dipengaruhi oleh : 1. Luas permukaan bidang kontak / ukuran gelembung. yaitu kemampuan /kecepatan absorpsi zat pencemar pada larutan spesifik 2. Karakteristik dari gas pencemar. . Teknik absorpsi Teknik absorpsi adalah teknik pengumpulan gas berdasarkan kemampuan gas pencemar terabsorpsi /bereaksi dengan larutan pereaksi spesifik ( larutan absorben). adsorpsi. pendinginan dan pengumpulan pada kantong udara (bag sampler atau tube sam 3. Teknik Pengumpulan untuk gas pencemar Teknik pengumpulan gas yang umum digunakan untuk menangkap gas pencemar di udara adalah dengan teknik absorpsi. Untuk melakukan pengumpulann gas pencemar tersebut diperlukan alat absorber.. 1.

NOx dengan metode Saltzman . toluene dan berbagai jenis senyawa organik yang mampu terserap pada permukaan adsorben yang digunakan (Gambar 2) Efisiensi pengumpulan gas analit/gas pencemar pada adsorbent tergantung: 1. Konsentrasi gas pencemar disekitar permukaan adsorben. Teknik ini digunakan untuk pengumpulan gas-gas organik seperti senyawa hidrokarbon . . b. TENAX-GC atau Amberlite XAD). waktu sampling dan laju aliran yang sesuai dengan prosedur standar yang ditetapkan Contoh teknik absorpsi adalah : .Pengukuran ozon /oksidan dengan metode NBKI . Teknik adsorpsi Teknik adsorpsi berdasarkan kemampuan gas pencemar teradsorpsi pada permukaan padat adsorbent . Jenis adsorben yang umum digunakan adalah karbon aktif.Gambar 1. Untuk itu. perlu diperhatikan efisiensi pengumpulan gas pencemar . benzene. pereaksi kimia . Jenis absorber ( impinger) untuk absorber gas pencemar Dalam melakukan pengumpulan gas pencemar dengan metode ini .Pengukuran SO2 dengan metode pararosaniline. dalam pelaksanaannya harus digunakan alat absorber . .

Kompetisi dari gas organik lain. Contoh tabung adsorber berisi karbon aktif c. Senyawa organik yang lain akan ikut teradsorpsi peda permukaan padat sehingga efisiensi pengumpulan semakin berkurang. Temperatur. Semakin tinggi temperatur semakin rendah efisiensi pengumpulan gas analit. 2. Teknik ini sering digunakan untuk gas pencemar dengan konsentrasi yang tinggi dan tidak memerlukan pemekatan contoh udara. oleh sebab itu teknik ini jarang digunakan untuk pengumpulan gas pencemar dari sumber emisi ( cerobong) dengan temperatur gas yang tinggi. . Sifat /karateristik dari adsorben yang digunakan Harus digunakan jenis adsorben yang cocok/sesuai dengan jenis gas analit yang akan diukur . 3. memerlukan alat penampung gas yaitu berupa botol yang inert yang telah divakumkan atau dengan kantong udara yang terbuat dari bahan tedlar atau Teflon . Gambar 2. atau digunakan jarum suntik ( gas syringe) . 4. semakin kecil diameter adsorben semakin luas permukaannya . semakin banyak gas analit yang teradsorpsi. karbon aktif yang bersifat non polar cocok untuk gas organik yang polaritasnya rendah seperti senyawa hidrokarbon.Semakin tinggi konsentasi gas pencemar semakin tinggi efisiensi pengumpulan. Teknik evacuated Teknik pengumpulan contoh gas dengan evacuated . Luas permukaan adsorben. 5.

Dengan demikian terjadi pemisahan debu berdasarkan ukuran partikel . Sedangkan untuk partikel debu yang lebih kecil akan mempunyai kemampuan mengikuti aliran gas masuk kedalam plate berikutnya . Teknik Filtrasi Pengumpulan partikulat/debu dengan teknik filtrasi merupakan teknik yang paling populer. Mekanisme pengumpulan debu dengan impaksi diperlihatkan pada Gambar 3. Gambar 3. Jenis filter yang digunakan adalah filter fiber glass . Ukuran partikulat di dalam matrik gas /udara bervariasi dari ukuran lebih besar dari ukuran molekul (0. maka partikel dengan diameter tertentu tidak bisa mengikuti aliran gas yang dibelokkan ( karena gaya inertia) . . Mekanisme pengumpulan debu dengan impaksi b. cellulose.2.0002 mikron) sampai mencapai ukuran 500 µm. yang selanjutnya akan terperangkap dalam plate yang berikutnya. . Teknik pengumpulan secara impaksi Gas atau udara yang mengandung partikulat di hisap/ ditarik melalui nozzle dengan laju aliran udara tertentu . polyurthen foam . kemudian ditumbukan ke permukaan plate . Teknik pengumpulan yang umum digunakan adalah : a. sehingga partikel debu tersebut tertahan pada permukaan plate .3. Yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan partikulat adalah ukuran diameter dari partikulat tersebut. Setiap teknik pengumpulan mempunyai kemampuan mengumpulkan range ukuran partikulat yang tertentu . Teknik Pengumpulan particulate matter /debu Untuk pengumpulan partikulat /debu dari udara berbeda dengan pengumpulan gas . Setiap jenis filter mempunyai karateristik tertentu yang cocok untuk penggunaan tertentu.

3 µm. fritted bubbler untuk mengumpulkan gas . Maka partikulat yang bermuatan akan menempel pada plat yang bermuatan berlawan dang muatan partikel . yaitu mempunyai efisensi pengumpulan partikulat dengan diameter 0.3 µm sebesar 95%. filter ini mudah sobek. flowmeter dan pompa vacuum. terbuat dari mikro fiber gelas dengan porositas < 0. 4. (Gambar 4) Gambar 4. Kertas filter untuk menangkap debu 2. yaitu 2 (dua) plat logam yang dialiri muatan positif dan negatif. Foto Glass Fiber Filter untuk sampling debu dengan alat HVS c. Tabung impinger. Collector berfungsi untuk mengumpulkan gas /debu yang tertangkap contohnya 1. Susunan Peralatan Pengumpulan Gas /Debu Untuk pengumpulan cont oh gas pencemar atau debu diperlukan peralatan pengambilan contoh udara yang pada umumnya terdiri dari collector. Tetapi kelemahannya .Filter fiber glass merupakan filter yang paling banyak digunakan untuk pengukuran SPM ( suspended particulate mater) atau TSP ( Total Suspended Particulate . Gas yang mengandung partikulat dilewatkan ke dalam medan listrik. Filter ini tahan korosif dan dapat digunakan pad temperatur 540oC. Teknik Elektrostatik Presipitator.

Tube adsorbent karbon aktif untuk mengumpulkan gas hidrokarbon dengan metode adsorpsi. yang tidak akan bereaksi dengan gas pencemar atau akan mengotori sampel gas. SO2 di udara diserap/diabsoprsi oleh larutan kalium tetra kloromercurate (absorbent) dengan laju flowrate 1 liter/menit. yaitu menggunakan prinsip fisikokimia yang mampu mengukur gas pencemar dengan konsentrasi rendah secara automatik dengan waktu pengukuran yang cepat ( ± 60 detik) . Selain itu . Metode Pengukuran zat pencemar di udara ambien 6. Pompa vacuum berfungsi untuk menarik gas /udara dari luar masuk ke dalam colletor dan flowmeter. dari mulai metode analitik yang sederhana dengan waktu pengukuran yang lama sepert titrasi atau gravimetri sampai metode analitik yang paling mutakhir. Konfigurasi susunan peralatan sampling gas yang umum adalah sebagai berikut: Untuk menghubungkan collector dengan flowmeter ( rotameter) dan pompa digunakan connector yang terbuat dari bahan yang innert. perlu diperhatikan bahwa tidak terjadi kebocoran dalam rangkaian peralatan sampling tersebut 5.1. 6.dengan metode absorpsi 3. Metode Analisis zat pencemar Berbagai jenis metode analitik dapat digunakan untuk analisis gas pencemar . Pada tulisan ini akan hanya diberikan beberapa metode analisa yang umum digunakan untuk beberapa parameter udara . Dengan penambahan pararosaniline dan formaldehide akan membentuk senyawa pararosaniline . Biasanya digunakn bahan dari gelas atau plastik atau tubing dari silikon atau jenis tubing lainnya.1. Metode pararosaniline-spectrofotometri.1. Flowmeter (rotameter ) berfungsi untuk mengetahui laju aliran udara ambien yang terkumpul. Sulfur dioksida (SO2) a. sehingga volume gas /udara yang dikumpulkan dapat diketahui . SO2 bereaksi dengan kalium tetra kloromercurate membentuk komplek diklorosulfitomercurate .

Intensitas warna yang terjadi diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 520 nm.2.1. Susunan peralatan untuk sampling SO2 pompa hisap¢ rotameter ¢ trap ¢ Midget Impinger ¢ b. Susunan perlatan untuk sampling NO2 . a. Elektron pada posisi tereksitasi akan kembali ke posisi ground state dengan melepaskan energi dalam bentuk panjang gelombang tertentu . Prinsip dasar pengukuran gas SO2 dengan sinar ultra violet adalah berdasarkan kemampuan molekul SO2 berinteraksi dengan cahaya pada panjang gelombang 190 230 nm. Oksida-oksida Nitrogen.metil sulfonat yang berwarna ungu kemerahan. Perlu diketahui bahwa ketelitian dan keakuratan metode ini . metode ini metode yang dipakai untuk alat pemantauan kualitas udara scara automatik dan kontinyu. Pada Gambar 5. Gambar 5. Fluorenscent SO2 Analyzer Skema Pulsed 6. Metode Griess-Saltman-? spectrofotometri . sangat dipengarhui oleh sistem kalibrasi alat tersebut . NO2 di udara direaksikan dengan pereaksi Griess Saltman (absorbent) membentuk senyawa yang berwarna ungu. diperlihatkan skema alat SO2 analyzer. stabil dan akurat. Intensitas warna diukur dengan spectrofotometer pada panjang gelombang 548 nm. Dengan mengukur intensitas cahaya tersebut maka dapat ditentukan konsentrasi gas SO2. menyebabkan elektron terluar dari molekul gas SO2 akan tereksitasi pada tingkat energi yang lebih tinggi (excited state). Metode ini praktis mudah dioperasikan . Metode UV-spectrofotometri.

Analyzer ini terdiri dari sumber cahaya inframerah. Metode Nondispersive infrared (NDIR). Banyaknya intensitas sinar yang diserap sebanding dengan konsentrasi CO di udara. detektor dan rekorder (Gambar 7. Skema Chemiluminescent NOx Analyzer 6. Untuk pengukuran NO. tabung sampel dan reference. Intensitas cahaya yang diemisikan diukur dengan photomulltifier . Cr2O3) .6 µm . Sedangkan gas NO2 sebelum direaksikan dengan gas ozon terlebih dahulu direduksi dengan katalitik konventor (Gambar 6) Gambar 6. Karbonmonoksida a. Metode chemiluminescence .3. Gas NO diudara direaksikan dengan gas ozon membentuk nitrogen dioksida tereksitasi.) . sample gas harus dilewatkan ke dalam oxidator terlebih dahulu ( seperti KMnO4. b. Intensitas yang dihasilkan sebanding dengan konsentrasi NO di udara. Pengukuran ini berdasarkan kemampuan gas CO menyerap sinar infra merah pada panjang 4. . NO2 yang tereksitasi akan kembali pada posisi ground state dengan melepaskan energi berupa cahaya pada panjang gelombang 600 .pompa hisap¢ rotameter ¢ trap ¢ Fritted Impinger ¢ Absorber untuk penangkapan NO2 adalah absorber dengan desain khusus dan porositas frittednya berukuran 60 µm.875 nm.1.

.

karbon aktif dilarutkan dalam pelarut tertentu ( seperti CS2). kemudian dialirkan /disu ntikan ke dalam GC. Atau karbon aktif di purging dengan gas inert seperti N2.1. Banyaknya arus ion yang terbentuk menunjukkan konsentrasi hidrokarbon b. 6. Metode adsorpsi dengan adsorbent karbon aktif .5.8). Skema NDIR CO Analyzer b. Selanjutnya gas tersebut ditangkap oleh larutan KI membentuk warna kuning dan diukur dengan specktrofotmeter.1. Contoh gas dilewatkan ke dalam tube karbon aktif dengan laju alir gas tertentu ( ± 0. Intensitas cahaya yang diemisikan diukur dengan fotomultiplier. membebaskan Iodium. Ozon/Oksidan a. Kedua metode ini hanya cocok untuk untuk konsentrasi CO relatif tinggi 5 ppm. Untuk melepaskan hidrokarbon . Hidrokarbon dari udara dibakar pada flame yang berasal dari gas hidrogen membentuk ion-ion.Gambar 7. yang selanjutnya akan melepaskan energi dalam bentuk cahaya. Pengukuran secara langsung dangan Gas Chromatograf Hidrokarbon diukur sebagai total hidrokarbon (THC) dan Non Methanic Hydrocarbon (NMHC). yang berbanding lurus dengan konsentrasi ozon. Metode Chemiluminescence. Selanjutnya CO2 tersebut diabsorpsi dengan larutan Ba(OH)2 berlebih. atau He. Gas /udara yang mengandung ozon dilewatkan dalam pereaksi kalium iodida pada buffer pH netral (pH 6. 3 liter/menit) . Panjang gelombang cahaya yang diemisikan pada panjang gelombang 300 600 nm. Untuk . Selanjutnya Iodium yang dibebaskan diukur intensitasnya pada panjang gelombang 350 nm. Susunan peralatan untuk pengukuran ozon adalah sebagai berikut: pompa hisap¢ rotameter ¢ trap ¢ Fritted Impinger ¢ b. Metode yang digunakan adalah kromatografi gas dengan detektor Flame Ionisasi (FID). kemudian disuntikan ke dalam GC. Gas ozon direaksikan dengan gas asetilin membentuk aldehide yang tidak stabil . Metode Neutral Buffer Potassium Iodine (NBKI) spectrofotometri. Metode yang lain adalah oksidasi CO oleh I2O5? dalam suasana panas menghasilkan gas I2. Ion yang terbentuk pada flame akan ditangkap oleh elektrode negatif.4. Waktu sampling tergantung kepada konsentrasi hidrokarbon dan banyaknya adsorben karbon aktif yang digunakan. 6. Hidrokarbon a. Metode Lain Metode lain yang juga digunakan adalah metode oksidasi CO dengan campuran CuO-MnO2? dalam suasana panas membentuk gas CO2. Kelebihan Ba(OH) dititrasi asam oxalat menggunakan indikator phenol phthalin .

Suspended Particulate Matter /Debu Sebagaimana diketahui bahwa ukuran diamater debu atau partikulat yang terdapat di atmosfer bervariasi. Skematis High Volume sampler Gambar 8b.0002 m. Diameter yang lebih . Gambar 8a. Metode High Volume sampling Metode ini digunakan untuk pengukuran total suspended partikulat matter ( TSP.Q sampai diameter ukuran 500 Q6.5 adalah partikula t atau debu dengan diameter 10 mikron dan 2. Partikulat yang tertahan di permukaan filter ditimbang secara gravimetrik.6. dalam pengukuran debu yang harus diperhatikan adalah metode analisa yang digunakan dan kemampuan kisaran diameter partikulat yang dapat diukur. SPM) . dengan prinsip dasar udara diQa. Banyak metode analisa yang dapat digunakan untuk pengukuran partiku lat diatmosfer dengan kisaran diameter partikulat tertentu. Pada Gambar 8. sedangkan volume udara dihitung berdasarkan waktu sampling dan flowrate.5 mikron . diperlihatkan alat high volume sampler. Oleh sebab itu . Untuk pengukuran partikulat dengan diameter tersebut di atas diperlukan teknik pengumpulan impaksi ..3 µm. Pengertian PM10 dan PM 2. dari mulai ukuran lebih besar dari ukuran molekul 0. Foto High Volume Sampler b.5. Pengukuran PM 10 dan PM 2. yaitu partikulat dengan diameter 100 hisap dengan flowrate 40 -60 cfm.1. maka suspended particulate matter (debu) dengan ukuran < m akan terhisap dan tertahan pada permukaan filter microfiber dengan porositasQ100 < 0. dengan metode tersebut dimungkinkan untuk memisahkan debu berdasarkan diameternya .

dapat digunakan satuan yang berdasarkan : a. menggunakan neraca analitik .besar akan tertahan pada stage paling atas . 5 sampai 9 stage (plate) tergantung kepad keperluaannya . . Satuan berdasarkan berat /volume (w/v). semakin ke bawah. maka semakin kecil diameter yang dapat terkumpulkan permukaan stage . Setiap Cascade Impactor terdiri dari beberapa stage . Graseby Anderson Cascade Impactor 7. Satuan Konsentrasi Untuk menyatakan konsentrasi zat pencemar gas atau debu di udara ambien . ada yang 3 . debu-debu yang terkumpul pada masing-masing stage ditimbang . Selanjutnya udara dilewatkan ke dalam Cascade Impactor flow rate tertentu dan dibiarkan selama 24 jam atau lebih tergantung kepada konsentrasi debu di udara ambient . Gambar 9. Setelah sampling selesai . Salah jenis Cascade Impactor yang terdiri dari 9 stage adalah Cascade Impactor buatan Graseby Andeson (Gambar 9) Prinsip pengukuran Kertas saring yang telah ditimbang. disimpan di masing-masing stage (plate) yang terdapat pada alat Cascade Impactor . yaitu satuan yang menyatakan berat zat pencemar per volume udara ambien .

atau Dalam 1 m3 ( 1 x 106 ml ) volume gas emisi mengandung 1 ml gas CO. artinya dalam satu juta bagian volum gas buang mengandung 1 bagian volume gas CO.. 1989. yaitu bagian volume zat percemar per satu juta volume gas . . 1 atm (m3) V sampled = Volume udara pada kondisi sampling ( m3) P sampled = tekanan udara pada kondisi sampling ( mm Hg) P std = tekana udara pada kondisi standar ( 760 mm Hg) T std = Temperatur pada kondisi standar (273 + 25 K) T sampled = Temperatur pad a kondisi sampling ( 273 + C ) Daftar Pustaka. Untuk konversi satuan dari satuan ppm ke satuan g/m3 = (ppm / 24. g/m3 atau sebaliknya digunakan rumus :QContohnya : Konsetrasi CO sebesar 1 ppm . Methods of Air Sampling and Analysis . Maka dalam menyatakan konsentrasi zat pencemar dalam udara digunakan kondisi standar yaitu kondisi dimana volume udara ditetapkan dan kondisi tertentu . yaitu satuan yang menyatakan volume zat pencemar per volume gas. Lewis Publisher Inc.45 = konversi untuk 1 mol = 24.45) x BM x 103 4) Q Dimana: 24. (part permillion) . Japan Industrial Standard Handbook . Japanase Standards Association . Third Edition. yaitu pada temperatur 25oC oC dan tekanan 1 atmosfer (760 mm Hg). ppm . Contohnya satuan % volume. 1995. 1 atm) BM = berat molekul 10 -3 = konversi dari ml ke liter Perlu diketahui bahwa gas merupakan zat yang volumenya berubah dengan perubahan temperatur dan tekanan. artinya banyaknya zat pencemar persatuan volume udara /gas pada kondisi standar.g/m3.QContohnya satuan mg/m3 atau b. ppb (part perbillion). yang dinyatakan dengan kondisi standar Hasil pengukuran zat pencemar dinyatakan dengan kondisi standar . Satuan berdasarkan volume/volume (v/v) . Untuk mengkonversi dari kondisi volume udara pada kondisi sampling ke volume udara kondisi standar digunakan r umus di bawah ini: Vstd = Vsampled x (P sampled/ Pstd)) x (T std/Tsampled) Dimana : Vstd = Volume udara pada kondisi standar 25 C . Michigan.45 liter ( 25oC . Lodge James P. Pengertian satuan ppm adalah menunjukkan perbandingan volume antara volume zat pencemar dengan volume udara ambient ..

1994. Fundamentals of Air Sampling Lewis Publishers. Irsyad. 1977. New York. Penerbit ITB Bandung. Analysis of Air Pollutants . Laboratorium Udara Teknik Lingkungan ITB.Moestikahadi Soedomo . Pencemaran Udara . 1999. Tokyo. Modul Analisa Udara . 2001. Warner Peter O. Wight Gregory D. . Moh. A wiley -Interscience publication John Wiley &Sons.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful