memang agaknya, essay ini sangat jadul, jadul karena di ulang atau jadul karena isunya klasik.

tapi entahlah, apapun itu alasannya, saya tetap menulis essay ini lantaran saya begitu prihatin akan hal ini, peran mahasiswa mengalami pergeseran nilai, nilai apa sajakah? simak essay berikut ini…. Mahasiswa, secara etimologis berarti siswa yang di-maha-kan, siswa yang dihormati dan dihargai di lingkungan sekitar terutama lingkungan berbangsa bernegara. Bukan hanya itu, melainkan ada yang lebih substansial lagi, mahasiswa dalam menjalankan aktifitasnya dituntut untuk mandiri, kreatif, dan idependen. Dalam kehidupan bermasyarakat, mahasiswa menjadi suatu komunitas unik yang khas, bahkan ada yang mengatakan sebagai suatu yang aneh. Mengapa demikian? Karena mahasiswa secara historis telah mencatatkan kaki dalam sejarah perubahan, menjadi garda terdepan, dan motor penggerak perubahan. Komunitas mahasiswa dikenal dengan jiwa militannya dan pengorbanan yang tak kenal lelah mempertahankan idealismenya, yang lebih substansial lagi, mahasiswa mampu berada sedikit di atas kelas masyarakat karena dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, Melihat potensi mahasiswa yang begitu besar, tidak sepantasnyalah peran mahasiswa yang hanya mementingkan kebutuhan pribadi saja. Melainkan harus tetap berkontribusi terhadap bangsa dan negarnya. Seperti yang telah dituliskan di atas, mahasiswa bukan menjadi siswa yang tanggung jawabnya hanya belajar, mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Pernah suatu ketika, ada seorang mahasiswa UI yang melakukan riset di daerah Riau untuk meneliti deforestasi hutan. Dengan anehnya, mahasiswa itu sangat diperlakukan sangat istimewa oleh masyarakat sekitar mulai makan, minum, tempat tinggal disediakan begitu istimewa. Lalu mahasiswa itu bertanya kepada warga, ”Mengapa saya diperlakukan sangat istimewa tempat ini?” salah seorang penduduk menjawab, ”Karena kamu MAHASISWA!, kami hanya menggantungkan harapan ke kamu sebagai seorang mahasiswa, deforestasi hutan di daerah ini begitu gencar, kami kehilangan mata pencaharian, jika dibiarkan, maka sangatlah mungkin tempat tinggal kami juga akan hilang, maka dari itu, kami berharap mahasiswa untuk dapat bergerak, menyelamatkan kami!”. Kisah ini selalu membuat saya berlinang air mata, betapa pentingnya peranan mahasiswa bagi masyarakat, betapa berharganya peran mahasiswa mengkritik apa yang salah dari pemerintah. Berdasarkan itulah perlu dirumuskan peranan mahasiswa bukan hanya bagi negara, melainkan masyarakat. Dalam konteks era kekinian, peranan mahasiswa mengalami pergeseran nilai dan tujuan. Mahasiswa kini tak lagi idealis seperti dulu, banyak peranan mahasiswa yang diboncengi oleh banyak kepentingan yang ada. Selain itu, peranan mahasiswa yang seharusnya menjadi pembawa aspirasi rakyat, kini mulai bergeser menjadi academic oriented saja dengan hanya belajar sebagai kegiatan utama. Perlu ingat, mahasiswa hakikatnya lahir dari RAHIM RAKYAT, dan sudah sepantasnyalah mahasiswa membela kepentingan rakyat. Penulis sebagai mahasiswa dapat memetakan setidaknya ada empat peranan mahasiswa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang harus dipikul. Peranan ini diturunkan apa yang seharusnya dan paling idealnya. Creator of Change

Mahasiswa yang mempunyai idealisme sudah seharusnya berpikir dan bertindak bagaimana mengembalikan kondisi negara menjadi ideal. dan lain sebagainya. kaderasasi yang baik dan penanaman nilai yang baik tentu akan meningkatkan kualitas mahasiswa yang menjadi calon pemimpin masa depan. Inilah potret mengapa mahasiswa yang notabene sebagai anak rakyat harus bertindak dengan ilmu dan kelebihan yang dimilikinya. Saat ini di Indonesia. dan lain sebagainya. ormas. Melihat dari kata ”pencetus”. Social Control Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terjadi ketika ada yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat dan pemerintah. Penulis mengatakan itu tidaklah benar. Pasti timbul pertanyaan. mempelajari berbagai kesalahan yang ada pada generasi sebelumnya juga diperlukan sehingga menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan diri. ketika kondisi bangsa ini sekarang tidaklah ideal. tentu dengan kemampuan dan akhlak mulia. ketidakadilan. dan pendidikan merajalela dalam kehidupan berbangsa bernegara. bahwa perubahan besar terjadi di tangan generasi muda mulai dari zaman nabi. karena sifat besi itu sendiri yang berkarat dalam jangka waktu lama. Lalu bagaimana cara agar mahasiswa dapat berperan sebagai kontrol sosial? Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa sosial . karena manusia yang disimbolkan sebagai besi tentu akan mati dan kehilangan tenaganya. peran yang menjaga dan memperbaiki apa yang salah dalam masyarakat. bahwa mahasiswa itu sendiri lahir dari rahim rakyat. Selain itu. Iron Stock Peranan mahasiswa yang tak kalah penting adalah iron stock atau mahasiswa dengan ketangguhan idealismenya akan menjadi pengganti generasi-generasi sebelumny. perubahan merupakan harga mutlak. sehingga diperlukan pengganti besi-besi sebelumnya. Kasus hukum. Hal ini dapat lihat. masyarakat merasakan bahwa pemerintah hanya memikirkan dirinya sendiri dalam bertindak. dan lainnya. reformasi. Dapat dikatakan. melainkan pencetus perubahan itu sendiri yang tentunya ke arah yang lebih baik. banyak sekali permasalahan bangsa yang ada. Ada satu pertanyaan yang menggelitik bagi saya. mulai dari korupsi. Peran organisasi kampus tentu mempengaruhi kualitas mahasiswa. Inilah alasan mengapa saat ini peranan mahasiswa banyak yang diboncengi pencetus perubahan lain seperti partai politik. penggusuran. Usut punya usut. dan sudah seyogyanya mahasiswa memiliki peran sosial. Mahasiswa dengan gagasan dan ilmu yang dimilikinya memiliki peranan menjaga dan memperbaiki nilai dan norma sosial dalam masyarakat. Filosofi ini dapat dibenarkan. mengapa? Karena dalam defininya kata ”agen” hanya merujuk bahwa mahasiswa hanyalah sebagai pembantu atau bahkan hanya menjadi objek perubahan. sesuai dengan idealisme mereka. dan harapan bangsa masa depan. mahasiswa dituntut bukan hanya menjadi agen perubahan saja. maka dari itu dibutuhkan generasi manusia baru sebagai pengganti yang lebih baik. bukan sebagai pencetus perubahan. bahwa mahasiswa adalah aset. cadangan. apa yang menjadi alasan untuk berubah? Secara substansial.Selama ini kita mendengar bahwa peranan mahasiswa hanya sebagai agen perubahan. Sejarah telah membuktikan. pemerintah tidak menepati janji yang telah diumbarumbar dalam kampanye mereka. setiap kebudayaan dan kondisi pasti mengalami perubahan walaupun keadaanya tetap diam –sudah menjadi hukum alam. korupsi. kolonialisme. mengapa bernama iron stock? Bukan golden atau silver stock? Hal ini masuk akal. Mengapa harus menjadi social control? Kita semua tahu. Maka dari itu. Lalu. mahasiswa seharusnya dapat bergerak independen. bagaimana cara mempersiapkan mahasiswa agar menjadi calon pemimpin yang siap pakai? Tentu jawabannya adalah dengan memperkaya pengetahuan yang ada terhadap masyarakatnya.

wahai para mahasiswa…. untuk negeri tercinta…” semoga dapat memotivasi kalian. Inilah yang menjadi paradoks mahasiswa saat ini. Hal ini menjadi beralasan karena mahasiswa adalah bagian dari masyarakat sebagai kaum terpelajar yang memiliki keberuntungan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Inilah paradigma yang seharusnya diubah. yang dapat dirasakan oleh masyarakat. jurang lebar antara masyarakat dan mahasiswa harus dihapuskan. ketidakadilan. Kontrol sosial dapat dilakukan ketika pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan yang merugikan rakyat. Lalu mengapa harus moral force? Mahasiswa dalam kehidupannya dituntut untuk dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat. ”Wahai kalian yang rindu kemenangan. sebab posisi mahasiswa yang dikenal sebagai kaum idealis harus berdiri tegap di antara idealisme mereka dan realita kenyataan. Bukan hanya itu. peran mahasiswa yang satu ini telah banyak ditinggalkan. bahwa peran mahasiswa saat ini seyogyanya memiliki kesinergisan masyarakat dimana mahasiswa bernaung sebagai anak rakyat. wahai kalian yang turun ke jalan… Demi mempersembahkan jiwa dan raga. Posisi mahasiswa di masyarakat juga masih dianggap sebagai kaum ekslusif. kajian dan lain sebagainya. perjuangan dan peran mahasiswa saat ini telah kehilangan esensinya sehingga masyarakat sudah tidak menganggap peran mahasiswa sebagai suatu harapan. banyak kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada kehidupan hedonisme. Realita ini yang ada dalam masyarakat. semoga. Jiwo Damar Anarkie Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia Top of Form Go! Bottom of Form . kegiatan mahasiswa bukan lagi berorientasi pada rakyat. Moral Force Moral force atau kekuatan moral adalah fungsi yang utama dalam peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. maka dari itu mahasiswa bergerak sebagai perwujudan kepedulian terhadap rakyat. Amanat dan tanggung jawab yang telah dipegang oleh mahasiswa sebagai kaum terpelajar telah ditinggalkan begitu saja. Kini. tenyata di sisi lain realita yang terjadi di masyarakat semakin buruk. Mahasiswa dengan segala keunikan dan kelebihannya masih sangat rentan. Jika ini terjadi. di saat mahasiswa tengah berjuang membela idealisme mereka. Saat mahasiswa berpihak pada realita. kaum yang hanya bisa membuat kemacetan di kala aksi. Dengan kata lain. Penulis berpendapat. sifat peduli terhadap rakyat juga dapat ditunjukkan ketika mahasiswa dapat memberikan bantuan baik secara moril dan materil bagi siapa saja yang membutuhkannya. Pergerakan mahasiswa bukan hanya sekedar turun ke jalan saja. peran moral force sangat dibutuhkan bagi mahasiswa Indonesia yang secara garis besar memiliki goal menjadikan negara dan bangsa ini lebih baik. tanpa sekalipun memberikan hasil yang konkret. hal ini pasti akan menyebabkan generasi pengganti hilang. Maka dari itu. ternyata secara tak sadar telah meninggalkan idealisme dan ilmu yang seharusnya di implementasikan.yang peduli pada keadaan rakyat yang mengalami penderitaan. melainkan harus lebih substansial lagi yaitu diskusi. dan ketertindasan.

Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat. dsb. yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda. dan bersikap keras terhadap kaum kafir. yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. 1. mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat. Idealisme adalah suatu kebenaran yang diyakini murni dari pribadi seseorang dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang dapat menggeser makna kebenaran tersebut.• • • Home Geowana VISI-MISI PERAN FUNGSI DAN POSISI MAHASISWA Agustus 10. hingga reformasi. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir. Mahasiswa juga belum tercekcoki oleh kepentingan-kepentingan suatu golongan. . bukan pula rakyat. oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi sebelumnya. dari zaman nabi. lemah lembut kepada orang yang beriman. peran pemuda sebagai generasi pengganti tersirat dalam AlMaidah:54. yaitu pemuda sebagai pengganti generasi yang sudah rusak dan memiliki karakter mencintai dan dicintai. Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa. 2008 (oleh : Geowana Yuka Purmana) Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik yang berada di masyarakat. Sehingga mahasiswa dapat dikatakan (seharusnya) memiliki idealisme. kolonialisme. Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan besar terjadi. harapan bangsa untuk masa depan. fungsi. Lantas sekarang apa yang kita bisa lakukan dalam memenuhi peran Iron Stock tersebut ? Jawabannya tak lain adalah dengan memperkaya diri kita dengan berbagai pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan. dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut.1 Mahasiswa Sebagai “Iron Stock” Mahasiswa dapat menjadi Iron Stock. cadangan. parpol. pemudalah yang menjadi garda depan perubah kondisi bangsa. namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Peran Mahasiswa 1. dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan. Dalam konsep Islam sendiri. Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal peran. ormas. Intinya mahasiswa itu merupakan aset. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar. bukan pula pemerintah.

1. Nilai itu jelaslah bukan hasil dari pragmatisme. namun apakah sesederhana itu nilai yang harus mahasiswa jaga ? Lantas apa hubungannya nilai-nilai tersebut dengan watak ilmu yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa ? Oleh karena itu saya berpendapat bahwa Guardian of Value adalah penyampai. maka kita akan kesulitan dalam memandang arti kebenaran nilai itu sendiri. Kita sebagai mahasiswa harus mampu mencari berbagai kebenaran berlandaskan watak ilmiah yang bersumber dari ilmu-ilmu yang kita dapatkan dan selanjutnya harus kita terapkan dan jaga di masyarakat. Artinya adalah mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan. Sudah seharusnyalah kita melakukan terhadap hal ini. Bila kita diam secara tidak sadar kita telah berkontribusi dalam melakukan perubahan. Untuk menjawab pertanyaan itu mari kita pandang kondisi bangsa saat ini. dan penjaga nilai-nilai kebenaran mutlak dimana nilai-nilai tersebut diperoleh berdasarkan watak ilmu yang dimiliki mahasiswa itu sendiri.. bahwa nilai yang harus dijaga adalah sesuatu yang bersifat benar mutlak. dimana banyak sekali penyakit-penyakit masyarakat yang menghinggapi hati bangsa ini. “Kenapa harus ada perubahan ???”. Menurut saya kondisi bangsa saat ini jauh sekali dari kondisi ideal. dan lain sebagainya. masih ada satu nilai lagi yang memenuhi kriteria sebagai nilai yang wajib dijaga oleh mahasiswa. Hal itu sesuai dengan kodrat manusia yang memiliki keterbatasan waktu. dan pikiran. Lalu alasan selanjutnya mengapa kita harus melakukan perubahan adalah karena perubahan itu sendiri merupakan harga mutlak dan pasti akan terjadi walaupun kita diam. Hal itu tidaklah salah. Lalu kini masalah kembali muncul. Lalu sekarang pertanyaannya adalah. Pemikiran Guardian of Value yang berkembang selama ini hanyalah sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada sebelumya.. Walaupun memang kebenaran ilmiah tersebut merupakan representasi dari kebesaran dan keeksisan Allah. Penjelasan Guardian of Value hanya sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada juga memiliki kelemahan yaitu bilamana terjadi sebuah pergeseran nilai. Kita harus memulainya dari hal tersebut karena bila kita renungkan kembali sifat nilai yang harus dijaga tersebut haruslah mutlak kebenarannya sehingga mahasiswa diwajibkan menjaganya. atau menjaga nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran. sehingga diperlukanlah penggantian dengan besi-besi baru yang lebih bagus dan kokoh. nilai tersebut adalah nilai-nilai dari kebenaran ilmiah. sebagai dzat yang Maha Mengetahui. namun tentunya perubahan yang terjadi akan berbeda dengan ideologi yang kita anut dan kita anggap benar. Sedikit sudah jelas. tenaga. hmm. nilai itu haruslah bersumber dari suatu dzat yang Maha Benar dan Maha Mengetahui. 1.3 Mahasiswa Sebagai “Agent of Change” Mahasiswa sebagai Agent of Change. dan tidak ada keraguan lagi di dalamnya.2 Mahasiswa Sebagai “Guardian of Value” Mahasiswa sebagai Guardian of Value berarti mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat. dan nilai yang telah bergeser tersebut sudah terlanjur menjadi sebuah perimeter kebaikan di masyarakat. mulai dari pejabat-pejabat atas hingga bawah. “Nilai seperti apa yang harus dijaga ??” Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus melihat mahasiswa sebagai insan akademis yang selalu berpikir ilmiah dalam mencari kebenaran. Selain nilai yang di atas. . kesigapan.Lalu kenapa harus Iron Stock ?? Bukan Golden Stock saja. dan tentunya tertular pula kepada banyak rakyatnya.. Watak ilmu sendiri adalah selalu mencari kebanaran ilmiah. kan lebih bagus dan mahal ?? Mungkin didasarkan atas sifat besi itu sendiri yang akan berkarat dalam jangka waktu lama.

lantas dalam melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang tidak tergesa-gesa. Itu semua karena kita berpotensi lebih untuk mewujudkan hal-hal tersebut. Oleh karena itu betapa pentingnya arti sebuah perubahan yang harus kita lakukan. lalu menyebar terus hingga akhirnya sampai ke ruang lingkup yang kita harapkan. Dengan mengikuti watak ilmu tersebut maka mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai masalah yang terjadi dan terlebih lagi menemukan solusi-solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. yaitu bangsa ini. Perubahan itu sendiri sebenarnya dapat dilihat dari dua pandangan. yang selanjutnya hal tersebut akan menjadi sebuah fungsi bagi mahasiswa itu sendiri. misalnya kincir angin akan menciptakan masyarakat feodal. Pandangan selanjutnya menyatakan bahwa ideologi atau nilai sebagai faktor yang mempengaruhi perubahan. Cakap memangku jabatan atau pekerjaan di masyarakat Berdasarkan pemikiran M. Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan 3. Insan akademis harus selalu mengembangkan dirinya sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Mahasiswamahasiswa yang telah sadar tersebut sudah seharusnya tidak lepas tangan begitu saja. Sudah jelas kenapa perubahan itu perlu dilakukan dan kenapa pula mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam perubahan tersebut. Merekalah yang seharusnya melakukan perubahan-perubahan tersebut.Hatta tersebut. Sebagai mahasiswa nampaknya kita harus bisa mengakomodasi kedua pandangan tersebut demi terjadinya perubahan yang diharapkan. 2. dimana dijelaskan bahwa suatu kaum harus mau berubah bila mereka menginginkan sesuatu keadaan yang lebih baik. hanya 5% dari pemuda yang bisa menyandang status mahasiswa. dan lain sebagainya. Mahasiswa adalah golongan yang harus menjadi garda terdepan dalam melakukan perubahan dikarenakan mahasiswa merupakan kaum yang “eksklusif”. . Memiliki keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat 2. sedangkan orang yang hari ini tidak lebih baik dari kemarin adalah orang yang merugi. Insan akademis itu sendiri memiliki dua ciri yaitu : memiliki sense of crisis. Hal ini akan tumbuh dengan sendirinya bila mahasiswa itu mengikuti watak ilmu. yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah. dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu diri sendiri. Lalu berdasarkan hadis yang menyebutkan bahwa orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung. mesin industri akan menciptakan mayarakat kapitalis. dan dari jumlah itu bisa dihitung pula berapa persen lagi yang mau mengkaji tentang peran-peran mahasiswa di bangsa dan negaranya ini. Berdasarkan Qur’an surat Ar-Ra’d : 11. Mereka tidak boleh membiarkan bangsa ini melakukan perubahan ke arah yang salah. dan selalu mengembangkan dirinya.Perubahan merupakan sebuah perintah yang diberikan oleh Allah swt. Pandangan pertama menyatakan bahwa tatanan kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh hal-hal bersifat materialistik seperti teknologi. internet akan menciptakan menciptakan masyarakat yang informatif. Insan akademis harus memiliki sense of crisis yaitu peka dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya saat ini. Fungsi Mahasiswa Berdasarkan tugas perguruan tinggi yang diungkapkan M.Hatta yaitu membentuk manusisa susila dan demokrat yang 1. dapat kita sederhanakan bahwa tugas perguruan tinggi adalah membentuk insan akademis.

yaitu mengawasi dan membahas segala pengambilan keputusan beserta keputusankeputusan yang telah dihasilkan sebelumnya. Sehingga mahasiswa menurut saya tepat bila dikatakan memiliki posisi diantara masyarakat dan pemerintah. Perjuangan-perjuangan yang dilakukan mahasiswa kini sudah kehilangan esensinya. . sehingga masyarakat sudah tidak menganggapnya suatu harapan pembaruan lagi. Saat kita berpihak pada realita. Mahasiswa pun dapat berperan sebagai penyampai aspirasi rakyat. Posisi Mahasiswa Mahasiswa dengan segala kelebihan dan potensinya tentu saja tidak bisa disamakan dengan rakyat dalam hal perjuangan dan kontribusi terhadap bangsa. dan yang terpenting adalah menjaga nilai kebenaran tersebut. dan lain sebagainya. Contoh kasusnya yang paling gampang adalah saat terjadi penaikkan harga BBM beberapa bulan yang lalu. Mahasiswa dalam hal hubungan masyarakat ke pemerintah dapat berperan sebagai kontrol politik. oleh karena itu tugas mahasiswalah yang marus “menerjemahkan” maksud dan tujuan berbagai kebijakan kontroversial tersebut agar mudah dimengerti masyarakat. Merasa sudah tidak ada lagi kesamaan gerakan. Perjuangan mahasiswa kini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi “satu nafas” bersama rakyat. dokter. Sedangkan golongan-golongan atas seperti pengusaha. saat kita membela idealisme ternyata kita melihat realita masyarakat yang semakin buruk. Tak jarang kebijakan-kebijakan pemerintah mengandung banyak salah pengertian dari masyarakat. dimana keyakinan dan pemikiran mereka belum dipengarohi oleh parpol. Tak jarang kita berat sebelah. ternyata kita secara tak sadar sudah meninggalkan idealisme kita dan juga kadang sudah meninggalkan watak ilmu yang seharusnya kita miliki. kemudian meneruskannya kepada masyarakat. dimana mahasiswa harus mencari nilai-nilai kebenaran itu sendiri. 3. Mengenai posisi mahasiswa saat ini saya berpendapat bahwa mahasiswa terlalu menganggap dirinya “elit” sehingga terciptalah jurang lebar dengan masyarakat.Dalam hal insan akademis sebagai orang yang selalu mengikuti watak ilmu. ini juga berhubungan dengan peran mahasiswa sebagai penjaga nilai. dsb. Mahasiswa diharapkan mampu membantu menyosialisasikan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Posisi mahasiswa cukuplah rentan. sebab mahasiswa berdiri di antara idealisme dan realita. ormas. Mahasiswa dalam hal hubungan pemerintah ke masyarakat dapat berperan sebagai penyambung lidah pemerintah. dengan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat dilanjutkan dengan analisis masalah yang tepat maka diharapkan mahasiswa mampu menyampaikan realita yang terjadi di masyarakat beserta solusi ilmiah dan bertanggung jawab dalam menjawab berbagai masalah yang terjadi di masyarakat. Mahasiswa pun masih tergolong kaum idealis.