memang agaknya, essay ini sangat jadul, jadul karena di ulang atau jadul karena isunya klasik.

tapi entahlah, apapun itu alasannya, saya tetap menulis essay ini lantaran saya begitu prihatin akan hal ini, peran mahasiswa mengalami pergeseran nilai, nilai apa sajakah? simak essay berikut ini…. Mahasiswa, secara etimologis berarti siswa yang di-maha-kan, siswa yang dihormati dan dihargai di lingkungan sekitar terutama lingkungan berbangsa bernegara. Bukan hanya itu, melainkan ada yang lebih substansial lagi, mahasiswa dalam menjalankan aktifitasnya dituntut untuk mandiri, kreatif, dan idependen. Dalam kehidupan bermasyarakat, mahasiswa menjadi suatu komunitas unik yang khas, bahkan ada yang mengatakan sebagai suatu yang aneh. Mengapa demikian? Karena mahasiswa secara historis telah mencatatkan kaki dalam sejarah perubahan, menjadi garda terdepan, dan motor penggerak perubahan. Komunitas mahasiswa dikenal dengan jiwa militannya dan pengorbanan yang tak kenal lelah mempertahankan idealismenya, yang lebih substansial lagi, mahasiswa mampu berada sedikit di atas kelas masyarakat karena dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, Melihat potensi mahasiswa yang begitu besar, tidak sepantasnyalah peran mahasiswa yang hanya mementingkan kebutuhan pribadi saja. Melainkan harus tetap berkontribusi terhadap bangsa dan negarnya. Seperti yang telah dituliskan di atas, mahasiswa bukan menjadi siswa yang tanggung jawabnya hanya belajar, mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Pernah suatu ketika, ada seorang mahasiswa UI yang melakukan riset di daerah Riau untuk meneliti deforestasi hutan. Dengan anehnya, mahasiswa itu sangat diperlakukan sangat istimewa oleh masyarakat sekitar mulai makan, minum, tempat tinggal disediakan begitu istimewa. Lalu mahasiswa itu bertanya kepada warga, ”Mengapa saya diperlakukan sangat istimewa tempat ini?” salah seorang penduduk menjawab, ”Karena kamu MAHASISWA!, kami hanya menggantungkan harapan ke kamu sebagai seorang mahasiswa, deforestasi hutan di daerah ini begitu gencar, kami kehilangan mata pencaharian, jika dibiarkan, maka sangatlah mungkin tempat tinggal kami juga akan hilang, maka dari itu, kami berharap mahasiswa untuk dapat bergerak, menyelamatkan kami!”. Kisah ini selalu membuat saya berlinang air mata, betapa pentingnya peranan mahasiswa bagi masyarakat, betapa berharganya peran mahasiswa mengkritik apa yang salah dari pemerintah. Berdasarkan itulah perlu dirumuskan peranan mahasiswa bukan hanya bagi negara, melainkan masyarakat. Dalam konteks era kekinian, peranan mahasiswa mengalami pergeseran nilai dan tujuan. Mahasiswa kini tak lagi idealis seperti dulu, banyak peranan mahasiswa yang diboncengi oleh banyak kepentingan yang ada. Selain itu, peranan mahasiswa yang seharusnya menjadi pembawa aspirasi rakyat, kini mulai bergeser menjadi academic oriented saja dengan hanya belajar sebagai kegiatan utama. Perlu ingat, mahasiswa hakikatnya lahir dari RAHIM RAKYAT, dan sudah sepantasnyalah mahasiswa membela kepentingan rakyat. Penulis sebagai mahasiswa dapat memetakan setidaknya ada empat peranan mahasiswa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang harus dipikul. Peranan ini diturunkan apa yang seharusnya dan paling idealnya. Creator of Change

ormas. masyarakat merasakan bahwa pemerintah hanya memikirkan dirinya sendiri dalam bertindak. karena manusia yang disimbolkan sebagai besi tentu akan mati dan kehilangan tenaganya. cadangan. Selain itu. dan sudah seyogyanya mahasiswa memiliki peran sosial. korupsi. Peran organisasi kampus tentu mempengaruhi kualitas mahasiswa. bahwa perubahan besar terjadi di tangan generasi muda mulai dari zaman nabi. mulai dari korupsi. Dapat dikatakan. Lalu bagaimana cara agar mahasiswa dapat berperan sebagai kontrol sosial? Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa sosial . kolonialisme. mengapa? Karena dalam defininya kata ”agen” hanya merujuk bahwa mahasiswa hanyalah sebagai pembantu atau bahkan hanya menjadi objek perubahan. Inilah alasan mengapa saat ini peranan mahasiswa banyak yang diboncengi pencetus perubahan lain seperti partai politik. mengapa bernama iron stock? Bukan golden atau silver stock? Hal ini masuk akal. bagaimana cara mempersiapkan mahasiswa agar menjadi calon pemimpin yang siap pakai? Tentu jawabannya adalah dengan memperkaya pengetahuan yang ada terhadap masyarakatnya. dan pendidikan merajalela dalam kehidupan berbangsa bernegara. Saat ini di Indonesia. Lalu. setiap kebudayaan dan kondisi pasti mengalami perubahan walaupun keadaanya tetap diam –sudah menjadi hukum alam. sesuai dengan idealisme mereka. Ada satu pertanyaan yang menggelitik bagi saya. Iron Stock Peranan mahasiswa yang tak kalah penting adalah iron stock atau mahasiswa dengan ketangguhan idealismenya akan menjadi pengganti generasi-generasi sebelumny. mahasiswa seharusnya dapat bergerak independen. Usut punya usut. ketidakadilan. bahwa mahasiswa itu sendiri lahir dari rahim rakyat. bukan sebagai pencetus perubahan. Kasus hukum. perubahan merupakan harga mutlak. pemerintah tidak menepati janji yang telah diumbarumbar dalam kampanye mereka. melainkan pencetus perubahan itu sendiri yang tentunya ke arah yang lebih baik. Filosofi ini dapat dibenarkan. peran yang menjaga dan memperbaiki apa yang salah dalam masyarakat. kaderasasi yang baik dan penanaman nilai yang baik tentu akan meningkatkan kualitas mahasiswa yang menjadi calon pemimpin masa depan. Mahasiswa dengan gagasan dan ilmu yang dimilikinya memiliki peranan menjaga dan memperbaiki nilai dan norma sosial dalam masyarakat.Selama ini kita mendengar bahwa peranan mahasiswa hanya sebagai agen perubahan. tentu dengan kemampuan dan akhlak mulia. Sejarah telah membuktikan. dan lainnya. karena sifat besi itu sendiri yang berkarat dalam jangka waktu lama. banyak sekali permasalahan bangsa yang ada. maka dari itu dibutuhkan generasi manusia baru sebagai pengganti yang lebih baik. Mahasiswa yang mempunyai idealisme sudah seharusnya berpikir dan bertindak bagaimana mengembalikan kondisi negara menjadi ideal. Social Control Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terjadi ketika ada yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat dan pemerintah. apa yang menjadi alasan untuk berubah? Secara substansial. mempelajari berbagai kesalahan yang ada pada generasi sebelumnya juga diperlukan sehingga menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan diri. dan harapan bangsa masa depan. bahwa mahasiswa adalah aset. Maka dari itu. ketika kondisi bangsa ini sekarang tidaklah ideal. Hal ini dapat lihat. dan lain sebagainya. sehingga diperlukan pengganti besi-besi sebelumnya. Penulis mengatakan itu tidaklah benar. mahasiswa dituntut bukan hanya menjadi agen perubahan saja. Pasti timbul pertanyaan. penggusuran. Inilah potret mengapa mahasiswa yang notabene sebagai anak rakyat harus bertindak dengan ilmu dan kelebihan yang dimilikinya. dan lain sebagainya. Mengapa harus menjadi social control? Kita semua tahu. Melihat dari kata ”pencetus”. reformasi.

Lalu mengapa harus moral force? Mahasiswa dalam kehidupannya dituntut untuk dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat. ”Wahai kalian yang rindu kemenangan. wahai kalian yang turun ke jalan… Demi mempersembahkan jiwa dan raga. melainkan harus lebih substansial lagi yaitu diskusi. Mahasiswa dengan segala keunikan dan kelebihannya masih sangat rentan. Pergerakan mahasiswa bukan hanya sekedar turun ke jalan saja. jurang lebar antara masyarakat dan mahasiswa harus dihapuskan. ternyata secara tak sadar telah meninggalkan idealisme dan ilmu yang seharusnya di implementasikan. Moral Force Moral force atau kekuatan moral adalah fungsi yang utama dalam peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. tenyata di sisi lain realita yang terjadi di masyarakat semakin buruk. dan ketertindasan. Maka dari itu. Penulis berpendapat. yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Posisi mahasiswa di masyarakat juga masih dianggap sebagai kaum ekslusif. perjuangan dan peran mahasiswa saat ini telah kehilangan esensinya sehingga masyarakat sudah tidak menganggap peran mahasiswa sebagai suatu harapan. kaum yang hanya bisa membuat kemacetan di kala aksi. Hal ini menjadi beralasan karena mahasiswa adalah bagian dari masyarakat sebagai kaum terpelajar yang memiliki keberuntungan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. tanpa sekalipun memberikan hasil yang konkret.yang peduli pada keadaan rakyat yang mengalami penderitaan. bahwa peran mahasiswa saat ini seyogyanya memiliki kesinergisan masyarakat dimana mahasiswa bernaung sebagai anak rakyat. semoga. hal ini pasti akan menyebabkan generasi pengganti hilang. Inilah paradigma yang seharusnya diubah. Kini. ketidakadilan. peran mahasiswa yang satu ini telah banyak ditinggalkan. Realita ini yang ada dalam masyarakat. di saat mahasiswa tengah berjuang membela idealisme mereka. kajian dan lain sebagainya. sebab posisi mahasiswa yang dikenal sebagai kaum idealis harus berdiri tegap di antara idealisme mereka dan realita kenyataan. untuk negeri tercinta…” semoga dapat memotivasi kalian. Dengan kata lain. sifat peduli terhadap rakyat juga dapat ditunjukkan ketika mahasiswa dapat memberikan bantuan baik secara moril dan materil bagi siapa saja yang membutuhkannya. Bukan hanya itu. Inilah yang menjadi paradoks mahasiswa saat ini. Jiwo Damar Anarkie Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia Top of Form Go! Bottom of Form . Jika ini terjadi. Saat mahasiswa berpihak pada realita. peran moral force sangat dibutuhkan bagi mahasiswa Indonesia yang secara garis besar memiliki goal menjadikan negara dan bangsa ini lebih baik. banyak kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada kehidupan hedonisme. wahai para mahasiswa…. kegiatan mahasiswa bukan lagi berorientasi pada rakyat. Amanat dan tanggung jawab yang telah dipegang oleh mahasiswa sebagai kaum terpelajar telah ditinggalkan begitu saja. Kontrol sosial dapat dilakukan ketika pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan yang merugikan rakyat. maka dari itu mahasiswa bergerak sebagai perwujudan kepedulian terhadap rakyat.

Mahasiswa juga belum tercekcoki oleh kepentingan-kepentingan suatu golongan.1 Mahasiswa Sebagai “Iron Stock” Mahasiswa dapat menjadi Iron Stock. dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut. Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa. yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda. 1. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar. namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. kolonialisme. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan. tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. peran pemuda sebagai generasi pengganti tersirat dalam AlMaidah:54. Peran Mahasiswa 1. parpol. yaitu pemuda sebagai pengganti generasi yang sudah rusak dan memiliki karakter mencintai dan dicintai. bukan pula rakyat. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir. Idealisme adalah suatu kebenaran yang diyakini murni dari pribadi seseorang dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang dapat menggeser makna kebenaran tersebut. ormas. . dsb. fungsi. harapan bangsa untuk masa depan. mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat. bukan pula pemerintah. pemudalah yang menjadi garda depan perubah kondisi bangsa. dan bersikap keras terhadap kaum kafir. 2008 (oleh : Geowana Yuka Purmana) Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik yang berada di masyarakat. dari zaman nabi. Dalam konsep Islam sendiri. lemah lembut kepada orang yang beriman. Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal peran. dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya. Sehingga mahasiswa dapat dikatakan (seharusnya) memiliki idealisme.• • • Home Geowana VISI-MISI PERAN FUNGSI DAN POSISI MAHASISWA Agustus 10. dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi sebelumnya. Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan besar terjadi. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat. Intinya mahasiswa itu merupakan aset. oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. hingga reformasi. cadangan. Lantas sekarang apa yang kita bisa lakukan dalam memenuhi peran Iron Stock tersebut ? Jawabannya tak lain adalah dengan memperkaya diri kita dengan berbagai pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan.

namun apakah sesederhana itu nilai yang harus mahasiswa jaga ? Lantas apa hubungannya nilai-nilai tersebut dengan watak ilmu yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa ? Oleh karena itu saya berpendapat bahwa Guardian of Value adalah penyampai. Penjelasan Guardian of Value hanya sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada juga memiliki kelemahan yaitu bilamana terjadi sebuah pergeseran nilai. nilai tersebut adalah nilai-nilai dari kebenaran ilmiah.. Untuk menjawab pertanyaan itu mari kita pandang kondisi bangsa saat ini.2 Mahasiswa Sebagai “Guardian of Value” Mahasiswa sebagai Guardian of Value berarti mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat. 1. dan lain sebagainya. kan lebih bagus dan mahal ?? Mungkin didasarkan atas sifat besi itu sendiri yang akan berkarat dalam jangka waktu lama. Lalu sekarang pertanyaannya adalah. Nilai itu jelaslah bukan hasil dari pragmatisme. Watak ilmu sendiri adalah selalu mencari kebanaran ilmiah. sehingga diperlukanlah penggantian dengan besi-besi baru yang lebih bagus dan kokoh. Selain nilai yang di atas. hmm. Kita sebagai mahasiswa harus mampu mencari berbagai kebenaran berlandaskan watak ilmiah yang bersumber dari ilmu-ilmu yang kita dapatkan dan selanjutnya harus kita terapkan dan jaga di masyarakat. atau menjaga nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran.. dan pikiran. Hal itu tidaklah salah. dan tentunya tertular pula kepada banyak rakyatnya.Lalu kenapa harus Iron Stock ?? Bukan Golden Stock saja. dan tidak ada keraguan lagi di dalamnya.. Walaupun memang kebenaran ilmiah tersebut merupakan representasi dari kebesaran dan keeksisan Allah. Sudah seharusnyalah kita melakukan terhadap hal ini. “Kenapa harus ada perubahan ???”. Hal itu sesuai dengan kodrat manusia yang memiliki keterbatasan waktu. Menurut saya kondisi bangsa saat ini jauh sekali dari kondisi ideal. Artinya adalah mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan.3 Mahasiswa Sebagai “Agent of Change” Mahasiswa sebagai Agent of Change. maka kita akan kesulitan dalam memandang arti kebenaran nilai itu sendiri. masih ada satu nilai lagi yang memenuhi kriteria sebagai nilai yang wajib dijaga oleh mahasiswa. Sedikit sudah jelas. Pemikiran Guardian of Value yang berkembang selama ini hanyalah sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada sebelumya. mulai dari pejabat-pejabat atas hingga bawah. sebagai dzat yang Maha Mengetahui. Bila kita diam secara tidak sadar kita telah berkontribusi dalam melakukan perubahan. Lalu alasan selanjutnya mengapa kita harus melakukan perubahan adalah karena perubahan itu sendiri merupakan harga mutlak dan pasti akan terjadi walaupun kita diam. dimana banyak sekali penyakit-penyakit masyarakat yang menghinggapi hati bangsa ini. tenaga. Lalu kini masalah kembali muncul. nilai itu haruslah bersumber dari suatu dzat yang Maha Benar dan Maha Mengetahui. namun tentunya perubahan yang terjadi akan berbeda dengan ideologi yang kita anut dan kita anggap benar. kesigapan. bahwa nilai yang harus dijaga adalah sesuatu yang bersifat benar mutlak. . dan nilai yang telah bergeser tersebut sudah terlanjur menjadi sebuah perimeter kebaikan di masyarakat. Kita harus memulainya dari hal tersebut karena bila kita renungkan kembali sifat nilai yang harus dijaga tersebut haruslah mutlak kebenarannya sehingga mahasiswa diwajibkan menjaganya. 1. dan penjaga nilai-nilai kebenaran mutlak dimana nilai-nilai tersebut diperoleh berdasarkan watak ilmu yang dimiliki mahasiswa itu sendiri. “Nilai seperti apa yang harus dijaga ??” Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus melihat mahasiswa sebagai insan akademis yang selalu berpikir ilmiah dalam mencari kebenaran.

Itu semua karena kita berpotensi lebih untuk mewujudkan hal-hal tersebut. yaitu bangsa ini. Mahasiswamahasiswa yang telah sadar tersebut sudah seharusnya tidak lepas tangan begitu saja. sedangkan orang yang hari ini tidak lebih baik dari kemarin adalah orang yang merugi. Sebagai mahasiswa nampaknya kita harus bisa mengakomodasi kedua pandangan tersebut demi terjadinya perubahan yang diharapkan. Dengan mengikuti watak ilmu tersebut maka mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai masalah yang terjadi dan terlebih lagi menemukan solusi-solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.Hatta yaitu membentuk manusisa susila dan demokrat yang 1. internet akan menciptakan menciptakan masyarakat yang informatif. Oleh karena itu betapa pentingnya arti sebuah perubahan yang harus kita lakukan. Hal ini akan tumbuh dengan sendirinya bila mahasiswa itu mengikuti watak ilmu. 2. Pandangan pertama menyatakan bahwa tatanan kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh hal-hal bersifat materialistik seperti teknologi. Memiliki keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat 2. Pandangan selanjutnya menyatakan bahwa ideologi atau nilai sebagai faktor yang mempengaruhi perubahan. dapat kita sederhanakan bahwa tugas perguruan tinggi adalah membentuk insan akademis. Insan akademis harus memiliki sense of crisis yaitu peka dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya saat ini.Hatta tersebut. mesin industri akan menciptakan mayarakat kapitalis. Mereka tidak boleh membiarkan bangsa ini melakukan perubahan ke arah yang salah. Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan 3. Insan akademis itu sendiri memiliki dua ciri yaitu : memiliki sense of crisis. Fungsi Mahasiswa Berdasarkan tugas perguruan tinggi yang diungkapkan M. dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu diri sendiri. Perubahan itu sendiri sebenarnya dapat dilihat dari dua pandangan. Sudah jelas kenapa perubahan itu perlu dilakukan dan kenapa pula mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam perubahan tersebut. Berdasarkan Qur’an surat Ar-Ra’d : 11.Perubahan merupakan sebuah perintah yang diberikan oleh Allah swt. dan selalu mengembangkan dirinya. Insan akademis harus selalu mengembangkan dirinya sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan. hanya 5% dari pemuda yang bisa menyandang status mahasiswa. Cakap memangku jabatan atau pekerjaan di masyarakat Berdasarkan pemikiran M. yang selanjutnya hal tersebut akan menjadi sebuah fungsi bagi mahasiswa itu sendiri. dan lain sebagainya. lantas dalam melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang tidak tergesa-gesa. lalu menyebar terus hingga akhirnya sampai ke ruang lingkup yang kita harapkan. . dimana dijelaskan bahwa suatu kaum harus mau berubah bila mereka menginginkan sesuatu keadaan yang lebih baik. Merekalah yang seharusnya melakukan perubahan-perubahan tersebut. Mahasiswa adalah golongan yang harus menjadi garda terdepan dalam melakukan perubahan dikarenakan mahasiswa merupakan kaum yang “eksklusif”. misalnya kincir angin akan menciptakan masyarakat feodal. Lalu berdasarkan hadis yang menyebutkan bahwa orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung. yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah. dan dari jumlah itu bisa dihitung pula berapa persen lagi yang mau mengkaji tentang peran-peran mahasiswa di bangsa dan negaranya ini.

Posisi Mahasiswa Mahasiswa dengan segala kelebihan dan potensinya tentu saja tidak bisa disamakan dengan rakyat dalam hal perjuangan dan kontribusi terhadap bangsa. . Tak jarang kita berat sebelah. Saat kita berpihak pada realita. Mahasiswa dalam hal hubungan pemerintah ke masyarakat dapat berperan sebagai penyambung lidah pemerintah. ormas. Mahasiswa pun dapat berperan sebagai penyampai aspirasi rakyat. Mahasiswa diharapkan mampu membantu menyosialisasikan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah. dengan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat dilanjutkan dengan analisis masalah yang tepat maka diharapkan mahasiswa mampu menyampaikan realita yang terjadi di masyarakat beserta solusi ilmiah dan bertanggung jawab dalam menjawab berbagai masalah yang terjadi di masyarakat. Posisi mahasiswa cukuplah rentan. dimana mahasiswa harus mencari nilai-nilai kebenaran itu sendiri. dokter. Mahasiswa pun masih tergolong kaum idealis. dsb. dan yang terpenting adalah menjaga nilai kebenaran tersebut. Perjuangan mahasiswa kini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi “satu nafas” bersama rakyat. sebab mahasiswa berdiri di antara idealisme dan realita. ini juga berhubungan dengan peran mahasiswa sebagai penjaga nilai.Dalam hal insan akademis sebagai orang yang selalu mengikuti watak ilmu. saat kita membela idealisme ternyata kita melihat realita masyarakat yang semakin buruk. Tak jarang kebijakan-kebijakan pemerintah mengandung banyak salah pengertian dari masyarakat. Sedangkan golongan-golongan atas seperti pengusaha. yaitu mengawasi dan membahas segala pengambilan keputusan beserta keputusankeputusan yang telah dihasilkan sebelumnya. sehingga masyarakat sudah tidak menganggapnya suatu harapan pembaruan lagi. dimana keyakinan dan pemikiran mereka belum dipengarohi oleh parpol. ternyata kita secara tak sadar sudah meninggalkan idealisme kita dan juga kadang sudah meninggalkan watak ilmu yang seharusnya kita miliki. 3. Contoh kasusnya yang paling gampang adalah saat terjadi penaikkan harga BBM beberapa bulan yang lalu. Mahasiswa dalam hal hubungan masyarakat ke pemerintah dapat berperan sebagai kontrol politik. Mengenai posisi mahasiswa saat ini saya berpendapat bahwa mahasiswa terlalu menganggap dirinya “elit” sehingga terciptalah jurang lebar dengan masyarakat. dan lain sebagainya. Perjuangan-perjuangan yang dilakukan mahasiswa kini sudah kehilangan esensinya. kemudian meneruskannya kepada masyarakat. Sehingga mahasiswa menurut saya tepat bila dikatakan memiliki posisi diantara masyarakat dan pemerintah. Merasa sudah tidak ada lagi kesamaan gerakan. oleh karena itu tugas mahasiswalah yang marus “menerjemahkan” maksud dan tujuan berbagai kebijakan kontroversial tersebut agar mudah dimengerti masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful