P. 1
ASPEK TEKNIS

ASPEK TEKNIS

|Views: 2,139|Likes:
Published by Aloty Frans

More info:

Published by: Aloty Frans on Jul 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2013

pdf

text

original

ASPEK TEKNIS

PENGANTAR

Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dilapangan dan pengoperasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun. Beberapa hal yang penting dalam aspek ini adalah : 1. Lokasi proyek 2. Skala produksi 3. Kriteria pemilihan mesin 4. Bagaimana proses produksi dilakukan 5. Apakah jenis teknologi yang diusulkan tepat ?

STUDI LOKASI

Faktor utama pemilihan lokasi : 1. Letak pasar 2. Letak sumber bahan baku 3. Letak fasilitas angkutan 4. Letak tenaga kerja 5. Letak tenaga pembangkit

TAHAP PEMILIHAN LOKASI

Melihat kemungkinan daerah dengan melihat ketentuan dari pemerintah setempat, karena berhubungan dengan jenis usaha, spesifikasi usaha, tenaga kerja dan pengangkutan serta bahan baku. Melakukan pengamatan terhadap usaha serupa pada daerah yang sama atau mendekatinya, hal ini perlu diamati dari faktor-faktor ekonominya. Mempertimbangkan dan menilai dampak sosial masyarakat disekitar lokasi.

METODE PEMILIHAN LOKASI Metode penilaian hasil (value)  Metode perbandingan biaya  Metode analisis ekonomi.

Metode Penilaian hasil
Faktor Pasar Pengangkutan Bahan Baku Tenaga Listrik Tenaga Kerja Iklim Jumlah Lokasi A 35 25 15 10 10 5 100 Lokasi B 35 25 5 8 12 5 90

Metode Perbandingan Biaya
Jenis Biaya Lokasi A Bahan Baku 50 Listrik 15 Tenaga Kerja 20 Asuransi 5 Biaya administrasi 5 Bunga pinjaman Biaya penjualan Jumlah

Lokasi B 50 15 15 5 7 3 7 102

3 5 103

Yang terpilih dengan biaya terendah

Metode Nilai Ekonomi
Unsur dinilai Biaya sewa Biaya TK Listrik Biaya Operasi Sikap Masy. Lingk.pabrik Final result Lokasi A 20 Jt 135 Rb 6 Rb 250 Rb Acuh Ramai No Lokasi B 15 Jt 135 Rb 6 Rb 215 Rb Menghendaki Biasa Ok

SKALA PRODUKSI
  

BATASAN PERMINTAAN KAPASITAS MESIN JUMLAH DAN KEMAMPUAN TENAGA KERJA KEMAMPUAN FINANSIAL DAN MANAJEMEN KEMUNGKINAN PERUBAHAN TEKNOLOGI DI MASA YANG AKAN DATANG

LINGKUNGAN USAHA
    

Dampak sosial usaha Dampak Ekonomi usaha Dampak Fisik Prediksi dampak lingkungan Kalkulasi biaya dampak lingkungan

Proses dalam CPM/PERT

Jaringan CPM/PERT menunjukkan saling berhubungnya antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya dalam suatu proyek Ada dua pendekatan untuk menggambarkan jaringan proyek yakni kegiatan pada titik (activity on node – AON) dan kegiatan pada panah (activity on arrow – AOA). Pada konvensi AON, titik menunjukan kegiatan, sedangkan pada AOA panah menunjukan kegiatan.

1. Komponen jaringan (network component)

Pebandingan antara konvensi jaringan AON dan AOA
Activity on Node (AON) (a A ) A (b ) (c) C B B A C B C Arti dari Aktivitas A datang sebelum B, yang datang sebelum C A dan B keduanya harus diselesaikan sebelum C B dan C dapat dimulai tidak dapat di mulai sebelum A Activity on Arrow (AOA)

A A B

B

C

C

A

B C

Activity on Node (AON)

Arti dari Aktivitas

Activity on Arrow (AOA)

A (d) B

C D

A (e) B

C D

C dan D tidak dapat dimulai hingga A dan B keduanya C tidak selesai dapat dimulai setelah A dan B selesai, D tidak dapat dimulai sebelum B

A B

C D

A

C

Dummy activity

B

D

Activity on Node (AON)

Arti dari Aktivitas

Activity on Arrow (AOA)

A (f)

B

D

C

B dan C tidak dapat dimulai hingga A selesai. D tidak dapat dimulai sebelum B dan C selesai. Kegiatan dummy ditunjukan pada AOA.

A

B

D

Dummy activity

C

Contoh: Pemerintah akan membangun rumah sakit berstandar internasional, rumah sakit tersebut akan di bangun dan harus melalui delapan kegiatan yakni: membangun komponen internal, memodifikasi atap dan lantai, membangun tumpukan, menuangkan beton dan memasang rangka, membangun pembakar temperatur tinggi, memasang sistem kendali polusi, membangun alat pencegah polusi udara, dan kegiatan terakhir yaitu pemerikasaan dan pengujian.

Kegiatan tersebut dapat di lihat pada tabel di bawah ini berikut penjelasan susunan kegiatannya: Kegiatan A B C D E F G H Penjelasan
membangun komponen internal memodifikasi atap dan lantai membangun tumpukan menuangkan beton dan memasang rangka membangun pembakar temperatur tinggi memasang sistem kendali polusi membangun alat pencegah polusi udara pemerikasaan dan pengujian

Pendahulu langsung A A,B C C D,E F,G

Gambar AON untuk proyek rumah sakit tersebut:
F A C E

Start

H G

B

D

Gambar AOA untuk proyek rumah sakit tersebut: C 4
2 4
M k o em A in mp ba te o ng rn ne un al n

1

M em B at ik o ap as di la f nt da i ai n

Memban gun M F kumpula em n si an a tumpukake ste g s po nd m n H lu al Dumm 7 6 si i Pemeriks y aan dan Activit y G an t pengujia b la n e m a eg a i M un c us D g e n ol a 3 5 p p ar Menuangka h ud n beton dan
E E Membangun Membangun pembakar pembakar temperatur temperatur tinggi tinggi

2. Jadwal aktivitas (activity scheduling)
Menentukan jadwal proyek atau jadwal aktivitas artinya kita perlu mengidentifikasi waktu mulai dan waktu selesai untuk setiap kegiatan Kita menggunakan proses two-pass, terdiri atas forward pass dan backward pass untuk menentukan jadwal waktu untuk tiap kegiatan. ES (earlist start) dan EF (earlist finish) selama forward pass. LS (latest start) dan LF (latest finish) ditentukan selama backward pass.

Nama kegiatan atau simbol A ES EF Earliest Finish

Earliest Start

Latest Start

LS 2

LF

Latest Finish

Lamanya kegiatan

Aturan mulai terdahulu:  Sebelum suatu kegiatan dapat dimulai, kegiatan pendahulu langsungnya harus selesai.  Jika suatu kegiatan hanya mempunyai satu pendahulu langsung, ES nya sama dengan EF pendahulunya.  Jika satu kegiatan mempunyai satu pendahulu langsung, ES nya adalah nilai maximum dari semua EF pendahulunya, yaitu ES = max [EF semua pendahulu langsung]

Forward pass, merupakan indentifikasi waktu-waktu terdahulu

Aturan selesai terdahulu:  Waktu selesai terdahulu (EF) dari suatu kegiatan adalah jumlah dari waktu mulai terdahulu (ES) dan waktu kegiatannya, EF = ES+waktu kegiatan.

Aturan waktu selesai terakhir:  Jika suatu kegiatan adalah pendahulu langsung bagi hanya satu kegiatan, LF nya sama dengan LS dari kegiatan yang secara langsung mengikutinya.  Jika suatu kegiatan adalah pendahulu langsung bagi lebih daru satu kegiatan, maka LF adalah minimum dari seluruh nilai LS dari kegiatan-kegiatan yang secara langsung mengikutinya, yaitu LF = Min [LS dari seluruh kegiatan langsung yang mengikutinya]

Backward pass, merupakan indentifikasi waktu-waktu terakhir

Aturan waktu mulai terakhir.  Waktu mulai terakhir (LS) dari suatu kegiatan adalah perbedan antar waktu selesai terakhir (LF) dan waktu kegiatannya, yaitu LS = LF – waktu kegiatan.

Contoh: Hitunglah waktu mulai dan selesai terdahulu, untuk proyek rumah sakit berstandar internasional yang di bangun pemerintah. Dan berikut menunjukan jaringan proyek lengkap untuk proyek rumah sakit tersebut, bersama dengan nilai ES dan EF untuk semua kegiatan.

Kegiatan Penjelasan A B C D E F G H
membangun komponen internal memodifikasi atap dan lantai membangun tumpukan menuangkan beton dan memasang rangka membangun pembakar temperatur tinggi memasang sistem kendali polusi membangun alat pencegah polusi udara pemerikasaan dan pengujian

Waktu (minggu) 2 3 2 4 4 3 5 2 25

TOTAL (minggu)

0

A 2

2

2

C 2

4

4

F 3

7

Start

0 0

0

4

E 4

8

13

H 2

15

0

B 3

3

3

D 4

7

8

G 5

13

0

A

2

2

C

4

4

F

7

0 2 2
Start

2 2 4 E

10 3 13 H

0 0 0

0 0 B D

4

8

13

15

4 4 8 G

13 2 15

0

3

3

7

8

13

1 3 4

4 4 8

8 5 13

Hasil perhitungan ES, EF, LS dan LF
Kegiatan Waktu A 2 B 3 C 2 D 4 E 4 F 3 G 5 H 2 ES 0 0 2 3 4 4 8 13 EF 2 3 4 7 8 7 13 15 LS 0 1 2 4 4 10 8 13 LF 2 4 4 8 8 13 13 15

1 Chart untuk ES-EF

2

3

4

5

6

7

8

9 10 11 12 13 14 15 16

A. membangun komponen internal B. memodifikas i atap dan lantai C. membangun tumpukan D. menuangka n beton dan memasang rangka

Chart untuk ES-EF1 A. membangun komponen internal B. memodifikas i atap dan lantai C. membangun tumpukan D. menuangka n beton dan memasang rangka

2

3

4

5

6

7

8

9 10 11 12 13 14 15 16

Waktu slack (slack time) yaitu waktu bebas yang dimiliki oleh setiap kegiatan untuk bisa diundur tanpa menyebabkan keterlambatan proyek keseluruhan. Jalur kritis adalah kegiatan yang tidak mempunyai waktu tenggang (Slack=0), artinya kegiatan tersebut harus dimulai tepat pada ES agar tidak mengakibatkan bertambahnya waktu penyelesaian proyek. Kegiatan dengan slack = 0 disebut sebagai kegiatan kritis dan berada pada jalur kritis.

3. Hambatan aktivitas (slack activity) dan jalur krirtis (critical path)

Contoh: Hitunglah slack dan jalur kritis untuk kegiatan-kegiatan pada proyek rumah sakit pemerintah yang berstandar internasional.

Kegiatan Path

ES

EF

LS

Slack Critical LF LS – ES

A B C D E F G H

0 2 0 3 2 4 3 7 4 8 4 7 8 13 13 15

0 1 2 4 4 10 8 13

2 4 4 8 8 13 13 15

0 1 0 1 0 6 0 0

Ya Ya Ya Ya Ya

4 Kemungkinan waktu penyelesaian aktivitas (probabilistic activity times)
 

Waktu optimis (optimistic time) [a] Waktu pesimis (pessimistic time) [b] Waktu realistis (most likely time) [m]

Peluang

Peluang 1 di antara 100 terjadi <a

Peluang 1 di antara 100 terjadi
Activity Time

Optimistic Time (a)

Most Likely Time (m)

Pessimistic Time (b)

Expected time (waktu yang diharapkan): t = (a + 4m + b)/6 Variance of times: v = [(b – a)/6]2

s2 = Varians proyek = ∑(varians kegiatan pada jalur kritis)

Standard deviasi proyek (s) = varians proyek
Nilai deviasi normal (Z) = [batas waktu (n) – waktu penyelesaian yang diharapkan]/s

Contoh: Suatu perusahaan sepatu akan membuat proyek pembuatan sepatu model baru, dan harus melalui delapan tahap kegiatan. Perusahaan membuat perkiraan waktu dan hasilnya sebagai berikut:

Kegiatan

Waktu optimis (a) 1 2 1 2 1 1 3 1

Waktu pesimis (b) 3 4 3 6 7 9 11 3

Waktu realistis (m) 2 3 2 4 4 2 4 2

Jalur kritis Ya Ya Ya Ya Ya

A B C D E F G H

Untuk mencari waktu yang diharapkan perusahaan dan variansnya, maka dilakukan perhitungan sebagai berikut
Kegiatan (a) (b) (m) Jalur kritis Waktu yang diharapkan t = (a + 4m + b )/6 2 3 2 4 4 3 5 2 Varians [(b-a)/6]2

A B C D E F G H

1 2 1 2 1 1 3 1

3 4 3 6 7 9 11 3

2 3 2 4 4 2 4 2

Ya Ya Ya Ya Ya

0.11 0.11 0.11 0.44 1.00 1.78 1.78 0.11

Varians proyek = ∑(varians kegiatan pada jalur kritis) = varians A + varians C + varians E + varians G + varians H =0,11 + 0,11 + 1,00 + 1,78 + 0,11 =3.11

Standard deviasi proyek (s) = varians proyek 3.11 =1.76 minggu

Kemudian perusahaan menetapkan batas waktu penyelesaian proyek yakni selama 26 minggu, maka: Nilai deviasi normal (Z) = [batas waktu (n) – waktu penyelesaian yang diharapkan]/S = (26 minggu – 25 minggu)/1.76 = 1/1.76 = 0.57

Kemudian merujuk pada Tabel Normal, kita dapat mendapat peluang 0.7157, artinya ada peluang sebesar 71.57% untuk perusahaan menyelesaikan proyek tersebut dalam kurun waktu 26 minggu atau kurang dari itu

Peluang (T≤26 minggu) adalah 71,57%

0.57 Standard deviations

25

26 minggu

Waktu

Kelebihan CPM/PERT

 

Sangat bermanfaat untuk menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar. Konsep yang lugas (secara langsung) dan tidak memerlukan perhitungan matematis yang rumit. Network dapat untuk melihat hubungan antar kegiatan proyek secara cepat. Analisa jalur kritis dan slack membantu menunjukkan kegiatan yang perlu diperhatikan lebh dekat. Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk berbagai kegiatan. Dapat diterapkan untuk proyek yang bervariasi Berguna dalam pengawasan biaya dan jadwal.

Keterbatasan CPM/PERT

Kegiatan harus jelas dan hubungan harus bebas dan stabil. Hubungan pendahulu harus dijelaskan dan dijaringkan bersama-sama. Perkiraan waktu cenderung subyektif dan tergantung manajer. Ada bahaya terselubung dengan terlalu banyaknya penekanan pada jalur kritis, maka yang nyaris kritis perlu diawasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->