Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan penelitian hukum Islam sosiologis? 2.

Apa tipologi penelitian hukum Islam sosiologis? 3. Apa saja metode yang digunakan dalam penelitian hukum sosiologis? 4. Bagaimana aplikasi penelitian hukum Islam sosiologis?

. sejak diundangkan dan berlakunya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.2 Desember 2003. 3 Masruhan. dalam Al-Qanun. Sedangkan Fiqh adalah perumusan konkret Soerjono Soekanto.1 Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum tertentu dengan jelas dan menganalisanya. 1992).2 Desember 2003. ketika kita membicarakan Hukum Islam. dalam AlQanun. Pengantar Penelitian Hukum.. 1986). sistematika..3 Berbicara tentang Hukum Islam. Vol. apakah yang dimaksud itu Syari¶at Islam atau Fiqh Islam? Syari¶at Islam adalah Hukum Islam yang berlaku abadi sepanjang masa. 6 No. hal 307 2 Zarkasyi Abdussalam.. 43. maka penelitian terhadap hukum sebagai law in action disebut penelitian hukum sosiologis.. Jurnal Pemikiran dan Pembaruan Hukum Islam.. Metodologi Penelitian Hukum Islam.2 Desember 2003. Vol. (Jakarta: UI Press. Kalau penelitian terhadap hukum sebagai law in books disebut penelitian hukum normatif. 54. 6 No. Di samping itu juga mengadakan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta hukum tersebut untuk kemudian mengusahakan suatu pemecahan atas permasalahan-permasalahan yang timbul di dalam gejala yang bersangkutan. 1 .2 Menurut Zarkasyi. hal 310. Hal ini terkait dengan apa yang umum diketahui bahwa hukum itu terdiri atas law in books dan law in action..dalam dalam Al-Qanun. obyek penelitian hukum dapat berupa norma hukum dan perilaku hukum. Metode Penelitian dan Pengembangan Ilmu Fiqh dalam Pengantar Arah Metode Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Agama Islam.. Sedangkan law in action adalah hukum sebagai yang dijelaskan oleh masyarakat dalam tingkah laku para anggotanya. 6 No. Penelitian Hukum Islam Sosiologis Penelitian hukum merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode. Jurnal Pemikiran dan Pembaruan Hukum Islam... dan pemikiran tertentu. Muhammad Daud Ali menyatakan. (Yogyakarta: Balai Penelitian P3M. yang dimaksud dengan law in books adalah gejala normatif otonom yang berupa kumpulan norma-norma yang mengatur hubungan-hubungan dalam masyarakat.. Jurnal Pemikiran dan Pembaruan Hukum Islam. Vol.A. hal 310. Dengan demikian.

Pengantar Penelitian Hukum.2 Desember 2003. (Bogor: Kencana. yang timbul karena sifat hukum yang juridis normatif. hal 311 7 Ibid. kecuali jika penelitiannya bersifat eksplanatoris terkadang diperlukan hipotesis sepeti jika penelitiannya bertujuan untuk menentukan korelasi antara beberapa gejala yang ditelaah. Jurnal Pemikiran dan Pembaruan Hukum Islam.. dalam Al-Qanun.. diakses tanggal 14 Juni 2011 6 Soerjono Soekanto. 6 No. 3 http://www. Vol. 7 Cik Hasan Bisri. Karena itu pula. (Jakarta: UI Press. Kendati ada perbedaan. 1986).. Pada penelitian sosiologis tidak selalu diperlukan hipotesis..mudjiarahardjo.4 Sebagai disiplin otonom. 53 5 4 .. Model Penelitian Fiqh.Syari¶at Islam untuk diterapkan pada suatu kasus tertentu di suatu tempat dan di suatu masa. Sudah barang tentu.5 B.. penelitian hukum terdiri atas penelitian hukum normatif dan penelitian hukum sosiologis atau empiris. pada umumnya pendekatan dan metode yang lazim digunakan dalam penelitian hukum adalah pendekatan juridis-normatif atau normatifempiris.. pendekatan dan metode ini dikembangkan berdasarkan sifat dasar (the nature) dari bahan kajiannya. hal. hal 50-51. Dari sudut ini.6 Adapun tipologi penelitian hukum sosiologis atau empiris adalah penelitian hukum yang dimulai dengan meneliti data sekunder untuk kemudian dilajutkan dengan meneliti data primer di lapangan atau terhadap masyarakat. Penetapan metode ini bergantung pada masalah atau peristiwa hukum yang akan diteliti. 2003). kajian hukum bidang tertentu tetap memiliki kesamaan dengan kajian hukum bidang lain.com. Hukum Islam juga memiliki pendekatan dan metode yang khas. Tipologi Penelitian Hukum Islam Sosiologis (non Doctrinal) Pembahasan tentang tipologi Hukum Islam bertitik tolak dari tipe-tipe penelitian hukum terutama dari sudut tujuannya.

bahan kajian pada penelitian Hukum Islam bisa dikategorikan menjadi dua. 9 8 . pranata hukum seperti peradilan agama. Dua kategori dimaksud adalah: bahan-bahan normatif dan bahan-bahan empirik. 9 diteliti dengan mengarahkan pada asal mula. lembaga fatwa. Sebagai independent variable. secara empirik sangat penting untuk diteliti dan dipahami oleh siapa pun yang mengambil keputusan untuk menjadi ahli hukum Islam. Vol. diakses tanggal 14 Juni 2011 Masruhan. Al Hadits. Sesuai dengan sifatnya yang empirik. Jurnal Pemikiran dan Pembaruan Hukum Islam. organisasi. kemajemukan mazhab dalam Islam melahirkan praktik hukum. Ijma.com. Metodologi Penelitian Hukum Islam. lembaga fatwa. Di antaranya adalah Al Qur¶an. hukum dapat hukum.mudjiarahardjo. peristiwa hukum. maka bahan-bahan ini sangat perlu dikumpulkan. hal 311. dan organisasi keagamaan Islam yang beraneka-ragam. dalam dalam Al-Qanun. dan organisasi keagamaan Islam. peristiwa hukum. diolah untuk kemudian dikenali pola-pola yang berlaku. dan beroperasinya http://www. Karena itu. perkembangan. akan menentukan teknik pengumpulan dan pengolahan data penelitian.Secara umum. 6 No. dan pranata hukum seperti peradilan agama. Bahan normatif mencakup segala sumber hukum Islam yang sudah diakui. Qiyas serta pendapat para ulama. pada akhirnya nanti. Sebagaimana diniscayakan jauh sebelum kurun sekarang. Bahan empirik mencakup praktik hukum. Kategorisasi ini. 8 Lebih jauh dapat dikemukakan juga bahwa penelitian hukum sosiologis dapat dilakukan dengan melihat hukum sebagai independent variable yang menimbulkan berbagai efek dalam masyarakat dan ini desebut sociolegal research.2 Desember 2003.

(Yogyakarta: Balai Penelitian P3M.10 Metode historis memang penting dalam menggali fakta dan nilai yang hidup di masyarakat. 2007). 10 . hal 55. Metode Yang Digunakan Dalam Penelitian Hukum Islam Sosiologis Hingga kini. Sementara itu. hlm. Akan tetapi. 6 No.C. Filsafat Ilmu: Menelusuri Struktur Filsafat Ilmu dan Ilmu-ilmu Islam (Bandung:Program Pascasarjana IAIN Sunan Gunung Djati. yaitu metode yang dimaksudkan untuk mengetahui kecenderungan-kecenderungan hukum di masa lampau agar dapat memberi penafsiran pada masa kini.. dengan sendirinya nilai-nilai terabaikan. Meskipun demikian. Segi-segi hukum yang dapat didekati secara historis adalah institusi hukum.dalam dalam Al-Qanun. 11 Sejarah memang penting digunakan untuk mengetahui setting sosiohistoris suatu hukum dalam realitas masyarakat. Adapun beberapa metode yang dapat diterapkan pada penelitian Hukum Islam sosiologis adalah: Pertama. di antaranya: Zarkasyi Abdussalam. 1992).. Ankersmit. 1987). 12 F. sumber-sumber hukum. Jurnal Pemikiran dan Pembaruan Hukum Islam. dan tokoh-tokoh yang mempunyai peran besar dalam hukum di masa lampau. tetapi persoalannya adalah sejarah mengandung masa lampau yang bisa jadi data-datanya masih mengandung kerelatifan meskipun ia memiliki makna. 11 Juhaya S.2 Desember 2003.12 Ada beberapa karakteristik yang melekat pada metode penelitian sejarah. dapat diakui bahwa pendekatan historis penting dilakukan dalam rangka mengetahui latar belakang hukum tersebut dikeluarkan.R.. pada akhirnya.. metode penelitian yang lazim digunakan dalam rumpun ilmu-ilmu sosial cukup berkembang dan bervariasi. metode Historis. hal 312. Vol. Praja. Refleksi tentang Sejarah: Pendapat-pendapat Modern tentang Filsafat Sejarah (Jakarta: PT. hlm. 17 dan 372. sejarah harus berbicara fakta. 32-50). Gramedia. Metode Penelitian dan Pengembangan Ilmu Fiqh dalam Pengantar Arah Metode Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Agama Islam. formula metode penelitian Hukum Islam Sosiologis belum dirumuskan secara spesifik.

Black & Dean J. Contoh penggunaan metode survey adalah apa yang dilakukan oleh How Informen Assistence Administration dari Cik Hasan Bisri. terutama waktu terjadinya peristiwa tersebut. 4. 2004).13 Kedua.14 Dari sini jelas bahwa survey dimaksudkan untuk menghimpun informasi secara sistematik yang umumnya dilakukan dengan Sampling. Jurnal Pemikiran dan Pembaruan Hukum Islam. Champion. yang menggambarkan tentang hasil penelitian yang pernah dilakukan. sebagaimana dikutip oleh Soerjono Soekanto. oleh karena peneliti berada di luar ruang. Sumber data meliputi sumber primer dan sumber sekunder. yang sangat tergantung kepada motivasi. 13 .1.. 2. hal 312. Terhadap sumber data itu dilakukan kritik internal dan kritik eksternal. Sedangkan sumber sekunder apabila penelitinya tidak secara langsung mengamati peristiwa itu tetapi ia melaporkannya berdasarkan hasil pengamatan orang lain. dan temuan yang diperoleh. 3. Vol. model penelitian yang diterapkan. tingkat kemencengan (bias)..2 Desember 2003. 1976. Menurut Black dan Champion. hal. pendekatan yang digunakan. 6 No. Kritik internal berkenaan dengan otentisitas sumber. dalam dalam Al-Qanun. (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Sumber primer apabila penelitinya secara langsung mengamati peristiwa sejarah atau pelaku sejarah menuturkannya kepada peneliti.. Data sejarah sangat bergantung kepada hasil pengamatan orang lain.. dan keterbatasan dalam pengamatan. hal. 290-291 14 James A. survey adalah ³specification of procedure for gathering information about large member of people by collecting information from a few of them´. Sedangkan kritik eksternal berkenaan dengan tingkat relevansi dan akurasi sumber berkenaan dengan struktur dan pola budaya yang melingkupi peristiwa tersebut.54.. metode Survey. Hal yang lazim dilakukan dalam penelitian sejarah adanya tinjauan pustaka.. Pilar-Pilar Penelitian Hukum Islam dan Pranata Sosial. Pengantar.

2. Bersifat aspektual. Secara teknis ciri-ciri itu kemudian didefinisikan sebagai peubah penelitian. pengalaman. atau pendapatnya tentang sesuatu yang dipilih dan ditetapkan sebagai salah satu peubah penelitian (peubah terikat) 4. Berkenaan dengan penggunaan metode itu. pengumpulan data dilakukan dengan pengajuan daftar pertanyaan (questonaire). Sumber data pada umumnya dipandang sebagai responden. survai diarahkan untuk penarikan kesimpulan secara umum (generalization). Penentuan sumber data dilakukan dengan teknik sampling. Dengan cara demikian. maksudnya hanya tentang ciri tertentu dari suatu populasi yang kemudian dihubungkan dengan ciri lainnya. yakni pemilihan sampel yang dipandang sebagai representasi dari populasi. sehingga kesimpulan terhadap sampel dipandang sebagai kesimpulan terhadap populasi. 3. Data yang dikumpulkan bersifat aspektual dan relatif besar (sedikit peubah dari jumlah data yang besar). yang memerlukan perhatian. yakni orang yang diminta tanggapan. ada beberapa ciri yang melekat dalam survai. Biasanya metode survai digunakan dalam penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dalam arti menggunakan uji statistik. Berkenaan dengan jumlah sampel yang besar itu. boleh jadi ribuan sumber data dan satuan analisis. Bahkan. di antaranya: 1. atau sekurangkurangnya menggunakan statistik deskriptif. Adapun yang dimaksud dengan data yang relatif besar. Sampel itu berfungsi sebagai penduga terhadap populasi.Departemen Kehakiman Amerika Serikat (1974) untuk memperoleh ukuran akurat tentang besarnya kejahatan di Amerika. Dalam penyusunan daftar . terdiri atas sejumlah (lazim di atas seratus) sumber data satuan analisis. 5.

orang pertama ditugaskan di kelompok eksperimental. orang kedua di kelompok pengawas atau pengendali. 294-295 16 Soerjono Soekanto. Sebagai contoh adalah penelitian yang dimaksudkan untuk meneliti taraf kesadaran hukum dari golongan-golongan tertentu di dalam masyarakat. Metode ini dapat diterapkan baik pada penelitian hukum kelompok. Metode ini oleh Black ini oleh Black dan Champion didefinisikan sebagai design that research to control condition within which persons are observed and analyzed. (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 1985). Dalam menerapkan metode eksperimental dikenal dua cara untuk membentuk kelompok eksperimental dan kelompok pengawas atau pengendali (control group). Perspektif Teoritis Studi Hukum dalam Masyarakat. hal. Metode dapat Cik Hasan Bisri.pertanyyan tersebut dituntut untuk melakukan pemilihan dan penggunaan butir-butir pertanyaan yang disusun secara sahih dan tasdik. Bagi setiap orang dalam kelompok eksperimental dipilih orang-orang yang sekualitas dengannya dalam kelompok pengawas atau pengendali. hal. Misalnya. 90. Metode ini dapat diterapkan jika penelitian dimaksudkan untuk menggambarkan secara lengkap ciri-ciri dari suatu keadaan. (Jakarta: CV Rajawali. 2004). metode Experimen. Teknik lainnya adalah taknik penugasan acak (random-assignment technique). 15 . 16 Metode yang lainnya adalah metode Kasuistik. Metode ini digunakan untuk menguji adanya hubungan kausal yang biasanya dilakukan dengan dua atau lebih kelompok. perilaku pribadi maupun perilaku kelompok. Pilar-Pilar Penelitian Hukum Islam dan Pranata Sosial. untuk terlibat dalam proses kelompok-kelompok yang bersangkutan. Salah satu dari kelompok-kelompok itu merupakan pengontrol bagi kelompok yang lain. Salah satu caranya disebut sebagai teknik memperbandingkan pasangan (matched-pair technique). 15 Ketiga. artinya. dan seterusnya. dengan mempergunakan penugasan acak secara statistis orang-orang dari kelompok eksperimental maupun pengawas atau pengendali diberi tugas-tugas tertentu.

Vol. dikumpulkan dengan pengamatan terlibat dan atau wawancara mendalam (depth interview) dan penelaahan teks. Jurnal Pemikiran dan Pembaruan Hukum Islam. 17 Terdapat beberapa ciri yang melekat pada metode penelitian studi kasus. adalah hasil penelitian sosiologis hukum islam yang Masruhan. ia didekati secara kualitatif dan bersifat holistik. Penelitian-penelitian hukum sosiologis yang ada kebanyakan dilakukan oleh ahli-ahli antropologi. Data yang diperlukan itu. misalnya. Cara kerja yang demikian. Oleh karena itu. Ia terdiri atas beberapa unsur yang saling berhubungan. 17 . Beberapa di antaranya dapat disebut sebagai contoh. (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. satuan analisis itu mempunyai hubungan dengan unsur lain di luar dirinya dalam konteks yang lebih luas. Metodologi Penelitian Hukum Islam. Di samping itu. hal. 6 No. Ia dikumpulkan secara rinci dan intensif. Studi kasus diarahkan untuk menemukan spesifikasi atau keunikan satuan analisis (bukan untuk melakukan generalisasi). Satuan analisis dipandang sebagai suatu kesatuan yang utuh dan terintegrasi. 18 D.diterapkan baik pada penelitian hukum normatif maupun pada penelitian hukum sosiologis atau empiris. hal 313. 3. 18 Cik Hasan Bisri. memerlukan data yang rinci dan mendalam. 2.2 Desember 2003. 292. Suatu satuan analisis yang mencakup beragam unsur dalam fokus penelitian. Pilar-Pilar Penelitian Hukum Islam dan Pranata Sosial. Berkenaan dengan hal itu. dalam dalam Al-Qanun. di antaranya: 1. yang membedakannya dengan metode penelitian survai (survey). Aplikasi Penelitian Hukum Islam Sosiologis Adapun penelitian sosiologis atau empiris terhadap hukum Islam tampak masih jarang dilakukan oleh pakar hukum Islam. Buku Hukum Islam dalam Perspektif Sejarah. 2004).

6 No. Contoh lainnya adalah penelitian sosiologis hukum Islam yang dilakukan oleh Amir Syarifuddin. 20 Hasil penelitia ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Hamid Ahmad dan diterbitkan oleh Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) pada tahun 1987. dalam dalam Al-Qanun.. hal 316.2 Desember 2003. Ia meneliti produk fatwa MUI mulai tahun 1975 sampai 1988. 19 . Jurnal Pemikiran dan Pembaruan Hukum Islam. Dalam melihat seluruh informasi tentang perkembangan hukum pada setiap periode. Ia meneliti pelaksanaan hukum Islam dalam lingkungan dan adat Minangkabau dari beberapa abad yang lampau hingga dilakukannya penelitian itu. Penelitiannya ini bertujuan untuk mengetahui materi fatwa MUI dan faktorfaktor sosial politik yang melatarbelakangi timbulnya. penelitian ini bersifat eksplanatori. Hasilnya dipublikasikan dengan judul ³Fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia: Sebuah Studi tentang Pemikiran Hukum Islam di Indonesia 1975-1988´.19 Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan sejarah. Vol.. Coulson. 6 No... karena tidak ada satu pun produk hukum yang dibuat dalam ruang yang a historis. Vol. Jurnal Pemikiran dan Pembaruan Hukum Islam..dilakukan oleh Noel J. 20 Masruhan. Coulson selalu mempertalikannya dengan faktorfaktor budaya yang memperngaruhinya. Metodologi Penelitian Hukum Islam. Coulson berhasil menggambarkan perjalanan hukum Islam dari sejak lahirnya hingga sekarang secara utuh. Penelitian sosiologis hukum Islam lainnya dilakukan oleh Muhammad Atho¶ Mudhar.2 Desember 2003. hal 316. dalam dalam Al-Qanun. yakni untuk mengkaji teori atau uji asumsi (hipotesis) yang dibangun dari berbagai teori dalam ilmu sosiologi hukum. Ia bertolak dari asumsi bahwa produk fatwa yang dikeluarkan MUI selalu dipengaruhi oleh setting sosio kultural dan sosio politik serta fungsi dan status yang harus dimainkan oleh lembaga tersebut. Agaknya.