P. 1
Bab I - V

Bab I - V

|Views: 884|Likes:
Published by Dukuh Jiandong

More info:

Published by: Dukuh Jiandong on Jul 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2012

pdf

text

original

C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggungjawab. Prinsip yang terkandung dari tujuan itu bahwa pendidikan berperan untuk mengembangkan potensi manusia agar terbentuk kompetensi pada dirinya menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, berbudi pekerti yang luhur, sehat jasmani rohani, kreatif, mandiri, demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapai tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Pendidikan diyakini sebagai dasar pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, Pendidikan diperlukan oleh manusia untuk proses pendewasaan, tidak dapat disangkal bahwa rendahnya nilai moral dan kualitas sumber daya manusia disebabkan oleh rendahnya mutu pendidikan. Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan. Empat dari kedelapan Standar Nasional Pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Untuk memenuhi amanat Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tersebut di atas, dan guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan sekolah pada

1

C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum

khususnya, SMP Negeri 1 Tampaksiring sebagai satuan pendidikan tingkat menengah pertama mengembangkan Kurikulum sekolah. Dalam mengembangkan kurikulum, SMP Negeri 1 Tampaksiring melibatkan seluruh warga sekolah dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan (stake holders). Melalui Kurikulum SMP Negeri 1 Tampaksiring ini diharapkan sekolah dapat melaksanakan program pendidikan sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. B. Landasan Hukum 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 24 tahun 2006 dan No. 6 tahun 2007 tentang pelaksanaan Permendiknas RI No. 22 dan 23 tahun 2006. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasarana. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 16 tahun 2007 tentang Kualifikasi Tenaga Pendidik. Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 3 tahun 1992 tentang muatan lokal Bahasa dan Aksara Bali. 12. Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Bali Bali No. 715 / I. 19 / I. 1994 tentang muatan lokal Pendidikan Budi Pekerti. 14. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 63 tahun 2009 tentang Standar Biaya. C. Tujuan Pengembangan Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.

2

C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum

Kurikulum dikembangkan dengan tujuan : a. Interaksi proses belajar mengajar Kurikulum merupakan rencana tertulis yang berisi tentang ide-ide dan gagasan yang dikembangkan oleh pengembang kurikulum. Kurikulum mengandung sejumlah komponen yang saling terkaitan satu dengan yang lain seperti komponen tujuan yang menjadi arah pendidikan, komponen pengalaman belajar, komponen strategi pencapaian tujuan dan komponen evaluasi. Komponen yang saling berkaitan ini akan membentuk sistem pengajaran, yang selanjutnya akan dijadikan pedoman oleh guru dalam proses belajarmengajar. Sistem pengajaran melahirkan tindakan-tindakan guru dan siswa yang pada dasarnya merupakan implementasi dari kurikulum. Kurikulum berhubungan dengan sebuah program, sebuah perencanaan, isi/materi pelajaran (content/subject matter) serta pengalaman belajar (learning experiences), sedangkan pengajaran berhubungan dengan metode, tindakan mengajar implementasi dan presentasi. Jadi, apapun yang dilakukan dalam kegiatan belajar-mengajar, pada dasarnya merupakan implementasi dari kurikulum yang sudah direncanakan dan dibuat sebelumnya dalam bentuk sebuah program. Guru, dalam melakukan proses belajar-mengajar harus berdasarkan kurikulum. Karena kurikulum memberikan arahan dalam interaksi belajarmengajar. Dengan kata lain, kurikulum merupakan jantungnya pendidikan. b. Pertanggungjawaban (accuntability) akademik. Kurikulum memiliki posisi sentral dalam setiap upaya pendidikan. Apa pun yang dilakukan harus berdasarkan kurikulum. Posisi sentral ini menunjukkan bahwa di setiap unit pendidikan kegiatan yang utama adalah interaksi akademik antara peserta didik, pendidik, sumber dan lingkungan. Dapat dikatakan bahwa, kegiatan pendidikan atau pengajaran tidak bisa lepas dari interaksi kurikulum. Dalam posisi ini, maka kurikulum adalah bentuk akuntabilitas lembaga pendidikan terhadap masyarakat. Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, kurikulum harus mampu memberikan gambaran yang jelas tentang kegiatan akademik yang berlangsung dan terjadi di suatu lembaga pendidikan (interaksi akademik). Sebagai bentuk pertanggungjawaban formal, kurikulum harus mampu memberikan gambaran yang jelas tetang pengalaman belajar yang terjadi di suatu lembaga pendidikan yang tidak bertentangan dengan hukum. c. Evaluasi pembelajaran/pendidikan Kurikulum adalah program atau rencana. Sebagai sebuah rencana, maka dalam kurikulum harus dicantumkan juga tentang evaluasi pembelajaran. Kegiatan evaluasi merupakan hal yang mutlak dilakukan dalam penyelenggaraan pendidikan. Evaluasi bertujuan untuk menentukan apakah kualitas yang diharapkan sudah dimiliki oleh peserta didik. Selain itu, dari konsep evaluasi memberikan suatu rujukan terhadap proses mempertimbangkan untuk memberi nilai dan arti terhadap kurikulum dan pembelajaran. Jadi evaluasi merupakan suatu proses dalam membuat suatu keputusan.

3

Posisi kedua. Pendidikan untuk masa sekarang dan masa depan Dalam konteks ini. peran evaluasi adalah sebagai wahana untuk proses mempertimbangkan suatu pogram/kurikulum pendidikan apakah perlu ditambah atau di kurangi sesuai dengan tuntutan masyarakat atau mungkin diganti. hidup sehat dan fisik sehat ( Karakter Bangsa). maka guru harus mengadakan evaluasi terhadap program dan pembelajaran. Tuntutan masyarakat itu selanjutnya. Dari sistem pemerintahan sentralisasi ke desentralisasi. Posisi pertama adalah kurikulum adalah ”construct” yang dibangun untuk mentransper apa yang sudah terjadi di masa lalu kepada generasi berikutnya untuk dilestarikan. adalah kurikulum berposisi sebagai jawaban untuk menyelesaikan masalah sosial yang berkenaan dengan pendidikan (berpegang pada pandangan filosofi progresivisme). dan berbagai rencana pengembangan dan pembangunan bangsa dijadikan dasar untuk mengembangkan kehidupan masa depan. kemampuan mengembangkan ilmu teknologi dan seni. Dari posisi ketiga inilah lahirnya tujuan pendidikan Nasional yang merupakan angan-angan pendidikan dimasa depan. lembaga pendidikan. Kurikulum yang disusun pada hakikatnya untuk proses pembelajaran siswa dalam upaya pencapaian tujuan yang telah ditentukan. kurikulum harus mampu menegakan akuntabilitasnya dalam akademik akuntabilitas dan formal akuntabilitas. Untuk mengetahui apakah pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan program. dan nantinya akan menjadi sebuah kebutuhan. maka segala bentuk tantangan masyarakat tidak akan pernah terjawab. cinta damai.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum Dalam pembelajaran. apakah sudah baik. dan apakah sudah efektif. toleran. diteruskan atau dikembangkan selanjut (berpegangan pada pandangan filosofis perenialisme dan esensialisme). bukan sebagai objek belajar. semangat kebangsaan tinggi. diadaptasikan sehingga menjadi kepedulian dan masalah kurikulum. implementasi kurikulum harus sesuai dengan apa yang ditulis dalam kurikulum. oleh sebab itu guru harus menempatkan siswa sebagai subjek belajar. seperti sikap dan tindakan demokrasi. Selain itu. dan pada gilirannya menjadi tujuan kurikulum. Dengan demikian implementasi kurikulum harus melibatkan siswa secara penuh. d. dari pembelajaran teacher certered ke student centered.Posisi ketiga adalah kurikulum untuk membangun kehidupan masa depan. Posisi kurikulum pada dasarnya ada tiga. serta pengembangan berbagai kualitas bangsa. Siswa memiliki gaya belajar serta kemampuan berbeda. Seperti misalnya. memiliki daya saing. dimana kehidupan masa lalu. Jadi. produktif. Apabila kurikulum membatasi diri terhadap hal tersebut. transpormasi dari masyarakat agraris ke masyarakat idustri. evaluasi juga berperan untuk memperbaiki pembelajaran dengan pertimbangan yang dibuat oleh evaluator berdasarkan hasil evaluasi. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Kurikulum harus berusaha menyediakan segala sesuatu yang menjadi kriteria pendidikan masa depan. Sehingga kurikulum tidak boleh membatasi dan menutup diri pada persoalan pendidikan dalam pandangan perenialisme dan esensialisme serta terhadap perubahan yang terjadi. Tuntutan masyarakat seperti ini harus diterjemahkan ke dalam setiap jenjang pendidikan. sedangkan pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang dapat mencapai tujuan secara optimal sesuai dengan program perencanaan. Hendaknya problema masyarakat dianggap sebagai tuntutan. 4 . masa sekarang.

Untuk mendukung pencapain tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. 2. Perkembangan. ketrampilan berfikir. jenjang dan jenis pendidikan serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. teknologi. 3. teknologi dan seni. 6. perkembangan. 4. Relevan dengan Kebutuhan Kehidupan. Kebutuhan dan Kepentingan Peserta Didik dan Lingkungannya. Kurikulum dikembangkan dengan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Beragam dan Terpadu. Oleh karena itu pengembangan ketrampilan pribadi. ketrampilan sosial. dunia usaha dan dunia kerja. suku budaya. sehat berilmu. kebutuhan. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1. Belajar Sepanjang Hayat. muatan lokal dan pengembangan diri secara terpadu serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi. Berpusat Pada Potensi. Kurikulum mencerminkan keterkaitan unsur-unsur 5 . Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. cakap kreatif. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. dan seni berkembang secara dinamis. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. semangat dan isi kurikulum dan memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. 5. ketrampilan akademik dan ketrampilan vokasional merupakan keniscayaan. kondisi daerah. adat istiadat. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (steakholder) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. Pengembangan kurikulum mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BNSP serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah. Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Menyeluruh dan Berkesinambungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. berakhlak mulia. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum D. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. Teknologi dan Seni. Tanggap Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan. Oleh karena itu. status sosial ekonomi dan gender.

kognitif dan psikomotor) berkembang secara optimal. Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Kurikulum disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehar-hari. Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif. 6. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. minat kecerdasan intelektual. non formal dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Perkembangan ilmu pengetahuan. 7. tantangan dan keragaman. Sejalan dengan itu. spiritual dan kinestetik peserta didik. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. 2. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan ipteks sehinga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Seimbang Antara Kepentingan Nasional dan Kepentingan Daerah. kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi. Oleh sebab itu. tingkat perkembangan. 4. Hal ini sangat penting terutama bagi peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan keperibadian peserta didik secara utuh. Untuk itu keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi. Tuntutan dunia kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. kebutuhan. Oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. karakteristik lingkungan. Peningkatan potensi. kecerdasan. Oleh karena itu kurikulum harus dikembangkan 6 . teknologi dan seni. E. Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan dimana ipteks sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. berbangsa dan bernegara. 3. emosional dan sosial. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki potensi. 5.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum pendidikan formal. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia. kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional.

Pendidikan harus menciptakan kemandirian. misi. Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. 11. Karakteristik satuan pendidikan. 5 muatan lokal dengan jumlah 36 jam pelajaran. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. muatan lokal dengan Kondisi sekolah Struktur kurikulum terdiri dari 10 mata pelajaran. F. Standar Proses. Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. tujuan. Standar Pengelolaan Dan Standar Penilaian Pendidikan 1. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Standar Isi No 1 Aspek Struktur Kurikulum Indikator a. Upaya pencapaian Adanya penambahan 1 jam pelajaran pada mata pelajaran Matematika. teknologi dan seni. baik pada individu maupun bangsa. Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. 9. 7. Standar Kompetensi Lulusan. taqwa dan akhlak mulia. Analisis Konteks I. dan pengembangan diri. dan 1 jam pelajaran pada muatan 7 . Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta ahklak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Kesetaraan jender Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender. Identifikasi Standar Isi. 8. Oleh karena itu muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman. Dinamika perkembangan global. yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Oleh karena itu kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. Struktur kurikulum terdiri dari 10 mata pelajaran. kondisi dan ciri khas satuan pendidikan. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk berdampingan dengan suku dan bangsa lain.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 12. 10. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.

C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum

jumlah 32 jam pelajaran, dan pengembangan diri. b. Penetapan KKM 90 % guru memahami untuk masing – masing mata pelajaran minimal ideal 75 melalui analisis intake, kompleksitas dan daya dukung. c. Kenaikan kelas dan kelulusan memiliki peraturan tersendiri. d.Sekolah memiliki kriteria mutasi peserta didik e. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa tertuang dalam 2 Silabus Silabus dan RPP Silabus masingmasing mata pelajaran dikembangkan oleh MGMP sekolah Silabus dikembangkan dengan 7 langkah mulai dari 3 RPP mengkaji SK-KD. Tenaga pendidik menyusun RPP masing – masing mata pelajaran yang diampunya dengan berpedoman pada Permendiknas No.41 Tahun 2007 90 % silabus masingmasing mata pelajaran dikembangkan oleh MGMP sekolah 90 % tenaga pendidik memahami tentang analisis (mengkaji) SKKD. 80 % Tenaga pendidik menyusun RPP masing – masing mata pelajaran yang diampunya dengan berpedoman pada Permendiknas No.41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. Sekolah belum menetapkan kriteria mutasi peserta didik Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa tertuang dalam Silabus dan RPP Sekolah menetapkan kriteria ujian sekolah. prosedur dalam menetapkan KKM untuk masing – masing mata pelajaran.

lokal Budi Pekerti.

Sekolah mengadakan workshop penetapan KKM.

Sekolah menetapkan kriteria ujian sekolah.

Sekolah menetapkan kriteria mutasi peserta didik Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa agar diintegrasikan dalam Silabus dan RPP Mendatangkan nara sumber untuk mencapai 100% pengembangan silabus. Mendatangkan narasumber dalam menganalisis (mengkaji ) SK-KD Mendatangkan narasumber dalam menyusun RPP masing – masing mata pelajaran dan setiap tenaga pendidik menguasai Permen No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.

8

C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum

tentang Standar Proses. 2. Standar Kompetensi Lulusan No Aspek 1 SKL Satuan Pendidikan Indikator Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari Kondisi sekolah Belum semua peserta didik mampu menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari Upaya pencapaian Memaksimalkan seluruh peserta didik untuk menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehariMenunjukkan dan inovatif. kemampuan Peserta didik hari belum Tenaga pendidik memberikan tugas berfikir mandiri tidak membuat karya tulis sederhana. 2 SKL Agama Hindu Memahami Dharmagita dalam menyanyikan contoh lagu kerohanian Peserta didik belum mampu memahami Dharmagita dalam menyanyikan contoh 3 SKL Bahasa Indonesia Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, pengalaman, pendapat dan komentar dalam kegiatan wawancara, presentasi laporan, diskusi, protokoler dan pidato serta dalam berbagai karya sastra berbentuk cerita pendek, novel remaja, puisi dan drama. lagu kerohanian Peserta didik belum mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, pengalaman, pendapat dan komentar dalam kegiatan wawancara, presentasi laporan, diskusi, protokoler dan pidato serta dalam berbagai karya sastra berbentuk cerita pendek, novel remaja, puisi dan drama karena kurangnya perbendaharaan kata Guru belum mampu menyediakan media untuk proses Memantapkan kegiatan ekstrakurikuler Dharmagita Peserta didik diarahkan untuk banyak membaca dan berbicara komunikatif dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.

berfikir logis, kritis, kreatif menunjukkan kemampuan inovatif.

logis, kritis, kreatif dan terstruktur untuk

4

SKL Bahasa Inggris

Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional sederhana,

Mengeintensifkan kegiatan kursus Bahasa Inggris

9

C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum

secara formal maupun informal dalam bentuk Reccount, naratiff, procedure, descriftive, dan report, dalam konteks

pembelajaran secara maksimal

kehidupan sehari-hari Mengungkapkan makna Peserta didik belum secara lisan dalam wacana mampu interpersonal transaksional secara informal recount, report dalam formal dalam sederhana, secara lisan dalam maupun wacana interpersonal bentuk dan transaksional narrative, sederhana, secara konteks informal dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive dan report dalam konteks kehidupan sehari-hari karena lingkungan tidak 5 SKL Matematika Memahami konsep bilangan riil, operasi hitung dan sifatsifatnya barisan bilangan sederhana serta penggunaannya dalam pemecahan masalah mendukung Peserta didik belum memahami konsep bilangan riil, operasi hitung dan sifatsifatnya barisan bilangan sederhana serta penggunaannya dalam pemecahan Memahami konsep aljabar meliputi bentuk aljabar dan unsur-unsurnya, persamaan dan pertidaksamaan linier serta penyelesaiannya, himpunan dan operasinya, relasi, fungsi dan grafiknya sistem persamaan linier dan penyelesaiannya serta menggunakannya dalam masalah Peserta didik mengalamai kesulitan dalam memahami konsep aljabar meliputi bentuk aljabar dan unsur-unsurnya, persamaan dan pertidaksamaan linier serta penyelesaiannya, himpunan dan

Tenaga pendidik mengarahkan bercakap-cakap bahasa inggris sederhana seharihari.

dan mengungkapkan makna peserta didik

procedure, descriptive dan formal maupun kehidupan sehari-hari.

Mengefektifkan kelompok belajar dan pembinaan yang berkesinambungan

Mengefektifkan kelompok belajar dan pembinaan yang berkesinambungan

10

balok. kubus.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum pemecahan masalah operasinya. krucut. membuat kesimpulan dan 11 . Melakukan dengan sesuai. sudut ( melukis sudut dan membagi sudut). bola serta menggunakannya 6 SKL IPA dalam pemecahan masalah Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa Tenaga pendidik berusaha membuat media pembelajaran. kesebangunan dan kongruensi. prisma. fungsi dan grafiknya sistem persamaan linier dan penyelesaiannya serta menggunakannya dalam pemecahan masalah Peserta didik belum mampu memahami bangun ruang karena media pembelajaran matematika belum memadai Memahami bangun-bangun geometri. Peserta didik belum mampu menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin Mengefektifkan kelompok belajar dan pembinaan yang berkesinambungan Sekolah secara bertahap menambah sarana lab IPA. teorama Pyhtagoras. mencatat pengamatan dan lensa pengamatan Peserta didik belum yang mampu melakukan melakukan percobaan karena hasil IPA belum memadai dan peralatan percobaan sesuai prosedur. lingkaran luar dan lingkaran dalam segitiga dan melukisnya). ukuran dan pengukurannya meliputi hubungan antar garis. limas dan jaring-jaringnya. lingkaran ( garis singgung sekutu. segitiga ( termasuk melukis segitiga) dan segi empat. relasi. tabung. sarana laboratorium pengukuran dalam tabel dan grafik yang sesuai. unsur-unsur dan sifat-sifatnya.

Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan melalui gambar bentuk obyek tiga dimensi yang ada di daerah setempat 10 SKL Muatan Lokal Bahasa Bali Memahami ragam teks non sastra dengan berbagai cara membaca Mengintensifkan pembinaan dalam kegiatan ekstra kurikuler dan lomba PORSENIJAR Latihan membaca secara intensif 11 SKL Budi Pekerti Bersikap dan berprilaku sopan santun terhadap lingkungan yang Mengaktifkan kegiatan berprilaku sopan santun ekstrakurikuler 12 .C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum mengkomunikasikannya secara lisan dan tertulis sesuai dengan bukti yang diperoleh. Peserta didik belum mampu memahami ragam teks non sastra dengan berbagai cara membaca Peserta didik belum mampu bersikap dan Karya wisata 8 SKL Penjaskes Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan tubuh serta lingkungan Mendatangkan nara sumber dari Puskesmas untuk sosialisasi budaya hidup sehat sehari-hari seperti perawatan budaya hidup sehat 9 SKL Seni Budaya Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu daerah setempat secara perorangan dan kelompok Memperbanyak kegiatan pergelaran tingkat kelas dan sekolah. 7 SKL IPS Membuat peta wilayah serta menggunakan peta atlas dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan Peserta didik belum mampu membuat peta wilayah serta menggunakan peta atlas dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan Peserta didik belum mampu memahami dalam kehidupan sehari-hari seperti perawatan tubuh serta lingkungan Peserta didik belum mampu mengekspresikan karya seni musik lagu daerah setempat secara perorangan dan kelompok karena keterbatasan sarana Peserta didik belum mampu mengapresiasi karya seni rupa terapan melalui gambar bentuk obyek tiga dimensi yang ada di Bali.

kegiatan pendahuluan. elaborasi dan konfirmasi) dan kegiatan penutup hasil belajar peserta didik dianalisis Kondisi sekolah Ruang belajar. secara bergiliran sehingga kemampuan peserta didik untuk menggunakan pengolah kata dan pengolah angka belum optimal. belum semua tenaga pendidik menganalisis hasil belajar peserta didik Upaya pencapaian Sekolah berusaha memenuhi srandar jumlah peserta didik 32 orang per rombel. jumlah peserta didik 32 orang per rombel. beban mengajar guru ditingkatkan dengan jalan pengembangan kelas dan program pengajaran berTIM Tenaga pendidik melengkapi perangkat pembelajaran Sekolah mengadakan workshop 2 3 Perangkat pembelajaran Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran 4 Kepala sekolah mengadakan seprvisi pelaksanaan pembelajaran melalui diskusi dan pelatihan 13 . beban mengajar guru minimal 24. luas ruang belajar 7 x 9 m. memelihara terhadap lingkungan yang mencerminkan menjaga. beban mengajar guru rata-rata 24 jam/minggu Perangkat pembelajaran belum lengkap 90 % RPP disusun oleh tenaga pendidik masing-masing mata pelajaran 85% pelaksanaan pembelajaran sesuai langkah pembelajaran terdiri dari. inti (eksplorasi. maksimal 40 jam pelajaran/minggu Perangkat pembelajaran lengkap Setiap tenaga pendidik menyusun RPP sesuai mata pelajaran yang diampu Langkah pembelajaran terdiri dari. buku pegangan siswa 2 : 1. buku pegangan siswa 2 : 1. 3. Persyaratan pelaksanaan pembelajaran Indikator Ruang belajar. elaborasi dan konfirmasi) dan kegiatan penutup. kegiatan pendahuluan. jumlah peserta didik 32 orang per rombel. Standar Proses No Aspek 1. memelihara dan melestarikan pramuka terutama dalam hal pecinta alam dan melestarikan lingkungan semangat untuk 12 SKL TIK Menggunakan lingkungan perangkat Peserta didik Sekolah berusaha menambah jumlah unit komputer. pengolah kata dan pengolah menggunakan angka untuk menghasilkan perangkat/komputer dokumen sederhana.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum mencerminkan semangat untuk menjaga. luas ruang belajar 7 x 9 m. inti (eksplorasi.

Hasil kegiatan pemantauan supervisi dan evaluasi diadministrasikan dengan baik untuk dianalisis dan ditindaklanjuti . 7 Evaluasi Kepala sekolah melaksanakan evaluasi akademik tenaga pendidik 8 Pelaporan Kepala Sekolah melaporkan kegiatan pemantauan supervisi dan evaluasi Laporan kepala sekolah untuk kegiatan pemantauan. supervisi dan evaluasi belum tepat waktu Hasil kegiatan pemantauan supervisi dan evaluasi belum dianalisis dan ditindaklanjuti. tetapi belum teradministrasi dengan baik Kepala sekolah melaksanakan supervisi akademik belum teradministrasi dengan baik Kepala sekolah mengevaluasi kegiatan akademik belum terdministrasi dengan baik Kepala sekolah melaksanakan kegiatan pemantauan akademik tenaga pendidik dan teradministrasi dengan baik Kepala sekolah melaksanakan supervisi akademik seluruh tenaga pendidik dan teradministrasi dengan baik Kepala sekolah mengevaluasi kegiatan akademik seluruh tenaga pendidik dan terdministrasi dengan baik sebagai dasar pemberian DP3 Laporan kepala sekolah untuk kegiatan pemantauan. supervisi dan evaluasi teradministrasi dengan baik untuk dilaporkan tepat waktu. 9 Tindak Lanjut Hasil analisis kegiatan pemantauan supervisi dan evaluasi ditindaklanjuti 4. Standar Pengelolaan No 1 Aspek Program remidial Indikator Tenaga pendidik merencanakan program remidial Kondisi sekolah 90% tenaga pendidik sudah merencanakan program remidial Upaya pencapaian Pembinaan dari Kepala Sekolah dan pengawas sekolah secara berkala Mendatangkan nara sumber untuk pembinaan dan penyempurnaan program pengembangan diri Berusaha menghimpun dana 2 Program pengembangan diri Semua jenis pengembangan diri memiliki program Semua jenis pengembangan diri memiliki program tetapi belum lengkap 3 Rencana Kerja Sekolah (RKS) Rencana Kerja Sekolah : menengah(4 tahun) dan satu Rencana Kerja Sekolah: menengah(4 14 .C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 5 Pemantauan Kepala sekolah melaksanakan kegiatan pemantauan akademik tenaga pendidik 6 Supervisi Kepala sekolah melakasanakan supervisi akademik tenaga pendidik Kepala sekolah melaksanakan kegiatan pemantauan akademik tenaga pendidik.

Penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur tercantum dalam RPP dan belum dilaksanakan sepenuhnya Tenaga pendidik belum menggunakan berbagai teknik penilaian Tenaga pendidik belum sepenuhnya menganalisis hasil belajar siswa Tes ulangan tengah semester dibuat oleh tenaga pendidik mata pelajaran masingmasing tetapi belum dilengkapi dengan kisikisi 4 a. Standar Penilaian Pendidikan No 1 Aspek Perangkat Penilaian Indikator Perangkat Penilaian Lengkap Kondisi sekolah Perangkat penilaian belum lengkap Upaya pencapaian Perlu diadakan pelatihan tentang rancangan penilaian. Tenaga pendidik melaksanakan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai dengan RPP Tenaga pendidik menetapkan rancangan dan kriteria penilaian. Penilaian dilaksanakan dengan baik melalui perencanaan dan instrumen yang baik. tahun) dan satu tahun terealisasi belum optimal karena terbatasnya dana dan sumber daya 4 Kalender Pendidikan Kalender pendidikan terlaksana sesuai yang ditetapkan Terdapat kegiatan yang sifatnya insidental yang belum tercantum dalam kalender dari donatur melalui proposal serta maksimalisasi tugas TIM Pengembang sekolah Kalender pendidikan disusun dengan perhitungan yang rinci dan benar. 5.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum tahun terealisasi dengan baik. Tenaga pendidik wajib menganalisis seluruh hasil belajar siswa Tes ulangan tengah semester dibuat oleh tenaga pendidik mata pelajaran masingmasing dan dilengkapi dengan 2 Pelaksanaan Penilaian Penilaian terlaksana dengan baik Pelaksanaan penilaian belum baik 3 Penugasan Penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur terlaksana sesuai dengan RPP dari mata pelajaran. Penilaian Hasil Belajar b. dilengkapi dengan kisi-kisi 15 . Analisis Hasil Belajar Siswa Penilaian hasil belajar menggunakan berbagai teknik penilaian Semua hasil belajar siswa dianalisis 5 6 Ulangan tengah semester Tes ulangan tengah semester dibuat oleh tenaga pendidik mata pelajaran masing-masing.

dilengkapi dengan kisi-kisi Tes ulangan umum akhir semester dibuat oleh tenaga pendidik mata pelajaran sekolah lain (MGMP Kecamatan ) kisi-kisi Tes ulangan umum akhir semester yang dibuat oleh tenaga pendidik mata pelajaran sekolah lain (MGMP Kecamatan). 16 . dilengkapi dengan kisi-kisi Tes ujian sekolah dibuat oleh tenaga pendidik mata pelajaran sekolah lain (MGMP Kabupaten ) 9 Ujian nasional Test ujian nasional di buat TIM Nasional II.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 7 Ulangan umum akhir semester Tes ulangan umum akhir semester dibuat oleh tenaga pendidik mata pelajaran masing-masing. Tindak Lanjut Memberdayakan secara intensif seluruh warga sekolah. Analisis Kondisi Sekolah No Aspek 1 Peserta didik Kondisi Sekolah Jumlah peserta didik 735 orang terbagi dalam 24 rombel. SKL nya disosialisasikan ke sekolah masingmasing. SKL nya disosialisasikan ke sekolah masingmasing. Meningkatkan motivasi intrinsik untuk melanjutkan studi. dengan kapasitas 32 orang per rombel 2 Tenaga pendidik 90 % Tenaga pendidik sudah berkualifikasi S1 dan kompetensi profesional tenaga pendidik belum Tenaga pendidik lebih cepat termotivasi dan berinovasi Kekuatan Memiliki potensi untuk meraih prestasi di bidang akademis dan non akademis Kelemahan Mengelola jumlah peserta didik yang banyak memerlukan manajemen yang kompleks Tenaga pendidik belum sepenuhnya berkualifikasi S1. 8 Ujian Sekolah Tes ujian sekolah dibuat oleh tenaga pendidik mata pelajaran yang di US kan. Tes ujian sekolah yang dibuat oleh tenaga pendidik mata pelajaran sekolah lain (MGMP Kabupaten).

APBD. Kepala Sekolah. OSIS. proyektor 2. 1 Laptop . Pemeliharaannya Mengoptimalkan perlu dana tinggi penggunaan dana BOS. UKS. Tamu. PMR. Kantin. Jamban 13. Perpustakaan.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 3 Tenaga kependidi kan optimal 100 % Tenaga kependidikan sudah berkualifikasi SMA setara jumlah 16 orang.Ruang Multimedia. Yayasan dan memberdayakan seluruh warga sekolah 17 . Padmasana. 8 LCD. ruang penunjang : Lab IPA. Sarana Lab IPA memadai.PRAMUKA.6 rombel. komite. ruang tenaga pendidik. 1 tape recorder. Parkir Sepeda Motor. dan 1 orang D1.memberday akan seluruh warga sekolah 5 Sarana Proses Pembelajaran terlaksana belum optimal. APBD Komite. Yayasan dan dana Blok Grand.kompetensi profesional tenaga kependidikan belum optimal Ruang kelas 16 ruang.Lab Bahasa. Lab Komputer. 1 Seperangkat Sound system. 1 Tenaga kependidikan berkualifikasi SMA setara lebih cepat termotivasi dan berinovasi Jumlah tenaga kependidikan belum memadai dengan bidang tugas di sekolah Mengusulkan penambahan tenaga kependidikan kepada yayasan. BK. 4 Prasarana Segala aktifitas berjalan dengan baik Biaya perawatan tinggi Mengoptimalkan penggunakan dana BOS. TU. Sarana Lab Komputer dengan 16 unit komputer.

APBD.1 unit 6 Biaya Keyboard Sumber dana di sekolah : BOS. 4. Pelaksanaan operasional tidak sesuai dengan Berkoordinasi dengan Disdikpora /Pusat. Menghargai keberagaman agama. Analisis Kondisi Lingkungan No Aspek 1 Komite Peluang Pengurus komite sekolah terdiri dari orang tua peserta didik dan personal yang peduli pada 2. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Repbublik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah. Daerah tujuan wisata Stake Holder belum mendukung Sekolah menyusun kriteria siswa miskin dan proposal kegiatan. APBD dan komite. Blok grand dan komite. dengan dana BOS. dan kreatif. ras dan golongan Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sosial ekonomi dalam lingkup nasional. Potensi Alam dan Budaya G. Memahami aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang perkembangan remaja. 5. kritis. sumber – sumber lain secara logis. Penguasaan bahasa asing. CD player 1. Blok Grand Operasional sekolah dapat dilaksanakan APBD. Tantangan Sekolah menyusun program peningkatan mutu pendidikan. suku. 18 . lebih luas. 3. agar dana BOS.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum kamera saku. rencana 4. 6. Dewan Pendidikan DU ( LPD ) pendidikan Dewan Pendidikan berperan aktif dalam kegiatan pendidikan LPD peduli pendidikan dan siap membantu kegiatan sekolah. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Standar Kompetensi Lulusan selengkapnya sebagai berikut : 1. Menunjukkan sikap percaya diri. 2. 3. budaya. Blok grand direalisasikan tepat waktu III. standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran dan standar kompetensi lulusan minimal pelajaran.

Memahami keberadaan orang suci agama Hindu. 3. berbangsa Menghargai karya seni dan budaya nasional. Pendidikan Kewarganegaraan 19 . 5. Memahami ajaran kepemimpinan Hindu. Memahami ajaran sad ripu. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk Menerapkan hidup bersih. sehat. Menunjukkan kemampuan berfikir logis. bugar. 18. 6. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di Menghargai adanya perbedaan pendapat. 14. sapta timira sebagai aspek diri yang harus dihindari. Pendidikan Agama Hindu Meyakini Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi (Tuhan) sebagai Asta Aiswarya. sejarah masuknya agama hindu ke Indonesia dan keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia. Awatara. membaca dan Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan potensi yang dimilikinya. masyarakat. dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. H. sederhana. aman dan memanfaatkan Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. 4. Memahami weda sebagai kitab suci dan para resi penerima wahyu. 12. b. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek Menunjukkan ketrampilan menyimak. 1. berkarya. 20. kritis. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah Mendeskripsikan gejala alam dan sosial. 2. kreatif dan inovatif. Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran a. Memahami latar belakang timbulnya yadnya dan hakekatnya. Memahami hubungan buana agung dan buana alit. 11. 15. Memahami dharma gita. 10. 13. 8. Memahami hari-hari suci keagamaan dan hakekatnya. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam bermasyarakat. 7. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. 9. 21. sad atatayi. 19. menulis dalam Bahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Dewa dan Bhatara. 17. berbicara.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 7. 16. dalam kehidupan sehari-hari. 8. waktu luang. menengah.

resensi. diskusi. drama. informasi. novel dari berbagai angkatan. 4. syair. drama. Bahasa Indonesia a. karangan. Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia sesuai dengan suasana kebatinan konstitusi pertama. pendapat dan komentar dalam kegiatan wawancara. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami berbagai bentuk wacana tulis. puisi dan drama. Menunjukkan sikap positif terhadap pelaksanaan kehidupan demokrasi dan kedaulatan rakyat. poster. karya ilmiah sederhana. perasaan dan informasi dalam bentuk buku harian. Menjelaskan makna otonomi daerah dan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah. 7. teks berita. pengalaman. novel remaja. slogan. drama. presentasi laporan. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran. antologi puisi. rangkuman. pidato. d. kutipan dan sinopsis novel. c. dialog interaktif. khotbah/ceramah dan pembacaan berbagai karya sastra berbentuk dongeng. surat pribadi. perasaan. Menunjukkan sikap kritis dan apresiatif terhadap dampak globalisasi. dan cerpen. cerita pendek. pidato. b. 6. adat istiadat dan peraturan dalam kehidupan berbangsa dan berbegara.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 1. protokoler dan pidato serta dalam berbagai karya sastra berbentuk cerita pendek. Memahami prestasi diri untuk berprestasi sesuai dengan keindividuannya. iklan baris. laporan. d. 5. Bahasa Inggris a. novel remaja. surat pembaca dan berbagai karya sastra berbentuk pantun. dan berbagai karya sastra berbentuk puisi. 3. dongeng. puisi. 2. Menampilkan perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. petunjuk. Mendengarkan 20 . Menulis Melakukan berbagai kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran. penyampaian berita radio/TV. Menghargai perbedaan dan kemerdekaan dalam mengemukakan pendapat dengan bertanggung jawab. Memahami dan menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma kebiasaan. 8. Mendengarkan Memahami wacana lisan dalam kegiatan wawancara. surat dinas. c. pesan singkat. puisi. pelaporan. novel remaja.

unsur-unsur dan sifat-sifatnya. barisan bilangan sederhana ( barisan aritmetika dan sifat-sifatnya) serta penggunaannya dalam pemecahan masalah. sudut ( melukis sudut dan membagi sudut). Memahami konsep bilangan real. himpunan dan operasinya. rerata hitung. lingkaran ( garis singgung sekutu. narrative. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional sederhana. pengumpulan dan penyajian data ( dengan tabel. d. secara formal maupun informal dalam bentuk recount. tabung. descriptive dan report dalam konteks kehidupan sehari-hari. asosiatif. procedure. grafik) rentangan data. secara formal maupun informal dalam bentuk recount. procedure. kritis dan kreatif serta mempunyai kemampuan bekerja sama. b. d. g. narrative. krucut. procedure. analitis. Memahami konsep aljabar meliputi : bentuk aljabar dan unsur-unsurnya. median seta menerapkannya dalam pemecaha masalah. bola serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. teorama Pyhtagoras. e. kubus. b. ukuran dan pengukurannya meliputi hubungan antar garis. relasi. Ilmu Pengetahuan Alam 21 . e. operasi hitung dan sifat-sifat (komutatif. segitiga ( termasuk melukis segitiga) dan segi empat. narrative. Memahami konsep data. Matematika a. serta memanfaatkannya dalam pemecahan masalah.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional sederhana secara formal maupun informal dalam bentuk recount. kesebangunan dan kongruensi. fungsi dan grafiknya. gambar. Memiliki kemampuan berfikir logis. modus. c. c. sistem persamaan linier dan penyelesainnya. f. narrative. prisma. descriptive dan report dalam konteks kehidupan sehari-hari. sistematis. limas dan jaring-jaringnya. Menulis Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional sederhana. f. serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. lingkaran luar dan lingkaran dalam segitiga dan melukisnya). Memahami konsep ruang sampel dan peluang kejadian. procedure. diagram. secara formal maupun informal dalam bentuk recount. descriptive dan report dalam konteks kehidupan sehari-hari. distributif). balok. persamaan dan pertidaksamaan linier serta penyelesaiannya. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan. descriptive dan report dalam konteks kehidupan sehari-hari. Membaca Memahami makna dalam wacana tertulis interpersonal dan transaksional sederhana. Memahami bangun-bangun geometri.

Mengidentifikasikan upaya penanggulangan permasalahan kependudukan dan lingkungan hidup dalam pembangunan berkelanjutan. Hindu Budha sampai masa kolonial Eropa. j. optik. f. d. sifat dan wujud zat. h. Ilmu Pengetahuan Sosial a. mencatat hasil pengamatan dan pengukuran dalam tabel dan grafik yang sesuai. Memahami proses interaksi dan sosialisasi dalm pembentukan kepribadian manusia. Mendeskripsikan perkembangan perkembangan masyarakat. perubahan dan kegunaannya. getaran. Mengidentifikasi region-region di permukaan bumi berkenaan dengan pembagian permukaan bumi atas benua dan samudra. Memahami konsep partikel materi. cara pelesatriannya. 22 . e. mempertahankan kemerdekaan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. kebudayaan dan pemerintah sejak pra aksara. kalsifikasi keragamannya berdasarkan ciri. Mendeskripsikan perkembangan lembaga internasional. e. Memahami proses kebangkitan nasional. energi. serta ciri-ciri negara maju dan berkembang. Melakukan pengamatan dengan peralatan yang sesuai. listrik. d. c. kerja sama internasional dan peran Indonesia dalam kerja sama dan perdagangan internasional serta dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. b. keterkaitan unsur-unsur geografi dan penduduk. Mendeskripsikan manusia sebagai mahluk sosial dan ekonomi serta mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam memenuhi kebutuhannya. berbagai bentuk. serta saling ketergantungan antar mahluk hidup di dalam ekosistem. c. i. k. g. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya. Memahami keanekaragaman hayati. Memahami konsep gaya. f.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum a. proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan. Membuat sketsa dan peta wilayah serta menggunakan peta. gelombang. magnet dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. b. Mendeskripsikan keanekaragaman bentuk muka bumi. Mendeskripsikan perubahan sosial budaya dan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan serta mengidentifikasi berbagai penyakit sosial sebagai akibat penyimpangan sosial dalam masyarakat dan upaya pencegahannya. Mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi di gejala – gejala di geosfer dan dampaknya terhadap kehidupan. g. Memahami sistem organ pda manusia dan kelangsungan mahluk hidup. usaha persiapan kemerdekaan. usaha. atlas dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan. melakukan percobaan sesuai prosedur. membuat kesimpulan dan mengkomunikasikannya secara lisan dan tertulis sesuai dengan bukti yang diperoleh.

Pendidikan Jasmani. 2. 2. modern dan kreatif terhadap keunikan dan pesan moral seni teater daerah setempat. i. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni teater tradisonal. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu tradisonal nusantara secara perseorangan dan berkelompok. berpasangan/kelompok terhadap keunikan seni tari mancanegara. nusantara dan mancanegara. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni teater terhadap keunikan dan pesan moral seni teater daerah setempat. Mempraktekkan senam lantai dan irama dengan alat dan tanpa alat. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni teater terhadap keunikan dan pesan moral seni teater nusantara. d. 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan melalui gambar bentuk obyek tiga dimensi yang ada di daerah setempat. Mengunggkapkan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi berupa kegiatan konsumsi. karya seni grafis dan kriya tekstil batik daerah nusantara. dan dan dan mengekspresikan mengekspresikan mengekspresikan karya karya karya seni seni seni tari tari tari tunggal tunggal tunggal dan dan dan berpasangan/kelompok terhadap keunikan seni tari daerah setempat.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum l. b. 3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan melalui gambar/lukis. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu mancanegara secara perseorangan dan kelompok. Seni Rupa 1. mencapai kemandirian dan 23 . Olahraga dan Kesehatan Mempraktekkan variasi dan kombinasi teknik permainan. 3. 2. 2. gaya bebas dan gaya punggung. 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu daerah setempat secara persorangan dan berkelompok. Seni Musik 1. Mempraktekkan teknik renang dengan gaya dada. 1. olahraga serta atletik dan nilai – nilai yang terkandung di dalamnya. Seni Budaya a. 3. Seni Tari 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa murni yang dikembangkan dari beragam unsur seni rupa nusantara dan mancanegara. c. produksi dan distribusi barang/jasa untuk kesejahteraan. Mengapresiasi Mengapresiasi Mengapresiasi Seni Teater Mengapresiasi dan bereksplorasi teknik olah tubuh. 4. pikiran dan suara. h. berpasangan/kelompok terhadap keunikan seni tari nusantara. 3.

b.undang Republik Indonesia No. mengenal berbagai penyakit dan cara pencegahannya serta menjauhi narkoba. c.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 3. Berprestasi dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar secara efektif. Tujuan Pendidikan Dasar. Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari seperti perawatan tubuh serta lingkungan. Menggunakan perangkat pengolah kata dan pengolah angka untuk menghasilkan dokumen sederhana. 2. Teknologi Informasi dan Komunikasi Memahami penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dan prospeknya di masa mendatang : Menguasai dasar – dasar ketrampilan komputer. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 1. j. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Mempraktekkan teknik kebugaran dengan jenis latihan beban menggunakan alat sederhana. BAB II TUJUAN PENDIDIKAN A. 5. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Memahami prinsip dasar internet/intranet dan menggunakannya untuk memperoleh informasi. sehat. kepribadian. cakap kreatif. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik IndonesianNo. Bab II Pasal 3: Menyatakan bahwa pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. penjelajahan alam sekitar dan piknik. Berdasarkan Panduan Penyusunan KTSP dari BSNP: menyatakan bahwa tujuan Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan . ahklak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. B. Mempraktekkan kegiatan-kegiatan di luar kelas seperti melakukan perkemahan. 4. 24 . berakhlak mulia. Berdasarkan Undang .pengetahuan. Bab II Pasal 4: Menyatakan bahwa standar nasional pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. berilmu. 3. interaktif dan optimal. Visi Sekolah Unggul Dalam Mutu Berpijak Pada Iman Dan Taqwa Indikator visi : Berprestasi dalam pelaksanaan kurikulum secara optimal. Berprestasi dalam bidang akademik.

C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum Berprestasi dalam bidang non akademik.English Conversation . D. Terlaksananya kegiatan dharma tula pada hari Saraswati. Berprestasi dalam bidang UKS C. interaksi dan optimal. Mading. dan dharma widya pada libur semester genap.Tabuh. 9. untuk lomba tingkat kabupaten. 2. 4. Misi Sekolah : 1. 13. Berprestasi dalam bidang budaya. Melaksanakan kegiatan seni : seni tari Bali. 25 . Tercapainya kegiatan seni : seni tari Bali. Melaksanakan kegiatan pramuka secara berkala. Terlaksananya Kegiatan Belajar Mengajar secara efektif.dan Bela Diri. 6. 11. Melaksanakan kegiatan keagamaan secara berkesinambungan. Tercapainya prestasi olah raga : atletik. 6. 12. seni lukis dan dharma gita . dharma wecana pada hari Siwa Ratri. Siwa Ratri.Tenis Meja. Saraswati. IPA dan Melaksanakan kegiatan olah raga : atletik. untuk lomba tingkat kabupaten. tilem.Bulu Tangkis. 5. 10. Melaksanakan kegiatan dharma tula dan dharma wecana. Tercapainya prestasi Kegiatan PMR. interaksi dan optimal 4.untuk lomba tingkat kabupaten.catur. Melaksanakan tata tertib sekolah secara berkesinambungan. Melaksanakan pelatihan kecakapan hidup seperti menganyam dan mejejahitan. sepak bola . Melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar secara efektif. sepak bola. seni lukis dan dharma gita. Catur. melalui lomba Tingkat Kabupaten secara berkala 8. Bahasa Inggris. 9. Tercapainya prestasi kepramukaan melalui persami. Terlaksananya kegiatan persembahyangan bersama purnama. Terlaksananya kurikulum secara efektif dan optimal. piodalan sekolah dan piodalan di Pura Tegeh dan Pura Tirta Empul secara rutin dan berkesinambungan. lomba tingkat dan jambore secara berkala. Berprestasi dalam bidang agama.Nyastra bali. Melaksanakan kurikulum secara efektif dan optimal. Melaksanakan kegiatan pertandingan persahabatan. 10. 7. Bahasa Inggris. 7. Melaksanakan Kegiatan Kelompok Belajar : Matematika. bulutangkis dan silat.KSPAN. Terlaksananya Kegiatan Kelompok Belajar : Matematika. 8. Melaksanakan kegiatan penataan lingkungan Karya Ilmiah Remaja (KIR). IPA ( Olimpiade) dan Karya Ilmiah Remaja (KIR). Melaksanakan kegiatan pesraman kilat secara berkala. 3. 5. 11. 3. Terlaksananya kegiatan pertandingan persahabatan pada liburan sekolah. Tujuan Sekolah : 2.

penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berfikir ilmiah secara kritis. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. 15. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. melalui kegiatan pengembangan diri. Struktur Kurikulum terdiri dari tiga komponen yaitu komponen mata pelajaran. ketaatan pada hukum. Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Meliputi : Bahasa Indonesia. tanggung jawab sosial. 26 . BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. menganyam dan mejejahitan. kolusi dan nepotispme. Struktur Kurikulum Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaram yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. budi pekerti atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Terlaksananya pelatihan kecakapan hidup seperti. Akhlak mulia mencakup etika. Matematika. Terlaksananya kegiatan pesraman kilat secara berkala pada libur semester genap. Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. 13. dan kewajibannnya dalam kehidupan bermasyarakat.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 12. jiwa dan patriotisme bela negara. 14. kreatif dan mandiri. Terlaksananya kegiatan penataan lingkungan ( 9K) sekolah yang bersih dan asri . hak. kemajemukan bangsa. 3. demokrasi. muatan lokal dan pengembangan diri. Terlaksananya tata tertib sekolah oleh seluruh warga sekolah secara berkesinambungan. Komponen mata pelajaran dikelompokkan sebagai berikut : 1. kesetaraan gender. berbangsa serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang dikembangkan berdasarkan Standar Isi. ketaatan membayar pajak dan sikap serta perilaku anti korupsi. pelestarian lingkungan hidup. Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Ahklak Mulia Meliputi : Pendidikan Agama Kelompok mata pelajaran agama dan ahklak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. 2. Bahasa Inggris. Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Meliput : Pendidikan Kewarganegaraan.

Pendidikan Kewarganegaraan 3. Penambahan masing-masing satu jam pelajaran pada Matematika mengingat mata pelajaran ini lebih sulit dipahami dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Pendidikan Agama 2. Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. Kelompok Mata Pelajaran Estetika.Tembang . 5 muatan lokal dan 21 jenis pengembangan diri. d. Struktur kurikulum ini meliputi substansi yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut : a. 5. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi oleh guru yang dilakukan dalam bentuk ekstrakurikuler. Olahraga dan Kesehatan Kelompok mata pelajaran jasmani. Olahraga dan Kesehatan Meliputi : Pendidikan Jasmani. Kurikulum ini memuat 10 mata pelajaran. Meliputi : Seni Budaya dan Ketrampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kelompok Mata Pelajaran Jasmani. Pendidikan Budi Pekerti. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Alokasi waktu satu jam pelajaran 40 menit. Mata Pelajaran 1. c.Tembang. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan seperti tertera dalam struktur kurikulum dengan menambah jam pada mata pelajaran matematika. e. olahraga dan kesehatan dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. b. Matematika Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 2 2 4 4 5** 2 2 4 4 5** 2 2 4 4 5** 27 . Bahasa Indonesia 4. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 35 minggu Adapun Struktur Kurikulum SMP Negeri 1 Tampaksiring dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini Struktur Kurikulum SMP Negeri 1 Tampaksiring Komponen A. Pengembangan ini bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kondisi sekolah. Muatan lokal yang dikembangkan di SMP 1 Tampaksiring adalah Bahasa dan Aksara Bali. Bahasa Inggris 5. dan Muatan Lokal.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 4.OSAI. Penambahan 1 jam muatan lokal Budi Pekerti sesuai dengan surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi Bali serta 2 Jam Untuk Mulok IRT.IRT. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan IPA Terpadu dan IPS Terpadu.Osai berdasarkan kesepakatan kabupaten Gianyar.

Bahasa Indonesia Tujuan mata pelajaran Bahasa Indonesia agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai 28 . Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. Teknologi Informasi dan Komunikasi B. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Olahraga & Kesehatan 10. Kewarganegaraan dan Kepribadian Adapun tujuan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah mengembangkan kompetensi sebagai berikut : 1. Bahasa dan Aksara Bali 2. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku baik secara lisan maupun tertulis. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. Pendidikan Agama 4 4 2 2 2 2 1** 2** 2* 36 4 4 2 2 2 2 1** 2** 2* 36 4 4 2 2 2 2 1** 2** 2* 36 Meliputi : Agama Hindu. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa sesuai keyakinan agamanya masingmasing. IRT. Seni Budaya 9. Pengembangan Diri Jumlah (A dan B) Keterangan : * ) : Ekuivalen 2 jam pelajaran **) : Tambahan 1(satu) jam pelajaran **): Tambahan 2(dua) Jam Pelajaran B. 3. Agama Islam dan Agama Kristen Katolik Tujuan mata pelajaran pendidikan agama secara umum mengembangkan kompetensi : 1. b. berikut : 1. Pendidikan Jasmani.Tembang. 3. 3. Budi Pekerti 3. 2. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Muatan Kurikulum 1. 2.OSAI C. c. Muatan Lokal 1. kritis dan kreatif sehingga mampu memahami berbagai wacana kewarganegaraan. Memiliki kemampuan berfikir secara rasional.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 6. 2. Memiliki watak dan kepribadian yang baik sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Memiliki ketrampilan intelektual dan ketrampilan berpartisipasi secara demokratis dan bertanggung jawab. Memberikan wawasan terhadap keragaman agama di Indonesia. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. Mata Pelajaran a.

Menggunakan penalaran pada pola dan sifat. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta kematangan emosional dan sosial. memperhalus budi pekerti. 2. Menghargai dan mengembangkan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. 5. keindahan dan keteraturan ciptaan-Nya. menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau logaritma secara luwes. Memahami konsep matematika. d. konsep dan prinsip IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. perhatian dan minat dalam mempelajari matematika serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. 5. 3. 3. tabel. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Meliputi : Fisika. Memiliki kesadaran tentang hakekat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global. e. merancang model matematika. diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulisan untuk mencapai tingkat literasi functional. berikut : 1. akurat. 29 . 6. Menikmati berbahasa. Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu. 2. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah. menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam. Biologi dan Kimia Mata Pelajaran IPA bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. berikut : 1. f. efisien dan tepat dalam pemecahan masalah. Mengembangkan pemahaman peserta didik tentang keterkaitan antara bahasa dan budaya. melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi. Mengkomunikasikan gagasan dan simbol. 4.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 4. Ilmu Pengetahuan Alam Matematika Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai Bahasa Inggris Tujuan mata pelajaran Bahasa Inggris agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. 2.

Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya 3. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara. sikap positif dan kesadaran terhadap adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA. h. rasa ingin tahu. olahraga dan kesehatan. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya. memecahkan masalah dan ketrampilan dalam kehidupan sosial. 3. 4. 2. Seni Budaya Meliputi : Seni Rupa. menjaga dan melestarikan lingkungan serta sumber daya alam. Pendidikan Jasmani. Ekonomi dan Geografi Mata Pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemapuan sebagai berikut : 1. Mata pelajaran Seni Budaya bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. 3. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan. i. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Mengembangkan rasa ingin tahu. Meningkatkan pengetahuan. 6. Ilmu Pengetahuan Sosial Meliputi : Sejarah. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. Memiliki kemampuan dasar untuk berfikir logis dan kritis. g. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dalam tingkat lokal regional maupun global. Seni Tari dan Seni Teater. nasional dan global. Memiliki kemampuan berkomunikasi. konsep dan ketrampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. 7. Melakukan inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berfikir. teknologi dan masyarakat. Seni Musik. 30 . 2. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani. Mengembangkan ketrampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktifitas jasmani dan olahraga yang terpilih. 2. inkuiri. 5. bersikap dan bertindak ilmiah serta berkomunikasi. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya. 4. Menampilkan kreatifitas melalui seni budaya 4.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 3. Olahraga dan Kesehatan Meliputi mata pelajaran Jasmani. Olahraga dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. lingkungan. 4. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan gerak dasar. bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk di tingkat lokal.

Mampu mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan membuat produk kerajinan dan produk teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia. 7. Memiliki sikap profesional dan kewirausahaan. jujur. Muatan Lokal Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 1992. terampil serta memiliki sikap yang positif. 7.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 5. 2. Menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi. j. percaya diri dan demokratis. 8. 31 . Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna. Mengembangkan ketrampilan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Memiliki rasa estetika. 1. disiplin. menuliskan isi pidato secara ringkas dan runtut. 3. Memahami teknologi informas dan komunikasi 6. Mendengarkan dan memahami isi berita yang dibacakan atau melalui siaran atau rekaman (mencatat isi/pesan pokok dari berita radio/TV. 2. dalam rangka melestarikan Budaya Bali maka Bahasa Daerah Bali dan Budi Pekerti merupakan muatan lokal wajib diberikan pada semua jenjang pendidikan. menuliskan secara singkat pesan yang disampaikan secara lisan. kerjasama. orang lain dan lingkungan. Mata pelajaran ketrampilan/teknologi informasi dan komunikasi bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan : 1. Mengembangkan ketrampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri. Ketrampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi Meliputi ketrampilan pravokasional dan teknologi informasi dan komunikasi. apresiatif dan mandiri dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. kreatif. 5. Mengembangkan sikap kritis. produk teknologi artefak dari berbagai wilayah nusantara. Bahasa dan Aksara Bali Tujuannya adalah membina ketrampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat menggunakan bahasa Bali sebagai alat komunikasi dan pemahaman Iptek. a. 6. Mampu mengidentifikasi potensi daerah setempat yang dikembangkan melalui kegiatan kerajinan dan pemanfaatan teknologi sederhana. apresiasi terhadap produk kerajinan. bertanggungjawab. 4. pola hidup sehat dan kebugaran. Mengembangkan sikap positif.

Menyimak cerita itihasa wacana dengan sikap yang sesuai dengan isi cerita (mencatat isi pokok dari cerita itihasa. menemukan sesuatu yang dicari dari suatu daftar). menunjukkan sikap dan prilaku yang mencerminkan keyakinan kepatuhan. disiplin diri. 6. Membaca cepat memidai (menemukan kata tertentu dalam kamus. Menulis buku harian ( menulis catatan – catatan pada buku harian dengan memperhatikan waktu penulisan dan menulis dengan kalimat-kalimat ekspresif). 10. Membaca lancar intensif. Berdialog (berdialog tentang kehidupan sehari-hari. Pendidikan Budi Pekerti Tujuannya adalah memberikan pemahaman terhadap siswa tentang norma-norma yang berlaku di masyarakat agar : 1. Menghargai diri sendiri. mengungkapkan makan/tujuan cerita) 3. 11. IRT Tujuannya adalah memberikan pemahaman terhadap siswa tentang keterampilan sederhana membuat industri kecil rumah tangga agar : 32 . Bercerita (menceritakan pengalaman yang mengesankan) 4. Membaca cepat (membaca cepat 200 kata per menit. b. 3. menjawab dengan benar isi bacaan. bercakap-cakap membahas pelajaran (widyatula). Menulis/mengarang pengalaman berkreasi (mengarang pengalaman bertamasya ke tempat rekreasi ). etos kerja dan memiliki rasa keterbukaan. menemukan makna kata. Menulis surat pribadi (menulis catatan-catatan pada buku harian dengan memperhatikan waktu penulisan). menemukan gagasan pokok. 7.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 2. Mampu menguraikan pengertian Budi Pekerti secara etimologi. membaca lancar teks beraksara latin “ Kesusastraan “. Memahami dan menerapkan nilai-nilai konsep hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan. 14. mengungkapkan kembali isi cerita dan temannya mengajukan pertanyaan tentang isi cerita. Mengarang bentuk dialog (mengarang bentuk dialog antar teman dengan bahasa komunikatif). 2. mentaati ajaran agama. Menulis/menyalin teks (menulis/menyalin teks dengan ejaan aksara Bali yang benar). Tanya jawab dengan teman ( mendengarkan pertanyaan tentang tata krama dan sopan santun). membaca lancar teks beraksara Bali “ Keturunan Gajah Nyapa Kadi Aku “. 13. Membaca diam ( membaca diam wacana beraksara bali. c. 4. menjawab pertanyaan tentang isi dan pembelajaran kebahasaan. menyatakan kembali isi bacaan). Memahami dan menerapkan nilai-nilai hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. menjawab pertanyaan isi bacaan/wacana) 8. 5. menyimpulkan isi teks). rasa malu. 9. 12. menemukan isi atau pokok dari bacaan.

3. 33 . Melatih siswa untuk mempertahankan hidup Memiliki jiwa sosial dan peduli kepada orang lain. Sebagai wahana siswa untuk berlatih organisasi 2. Tembang Tujuannya adalah memberikan pemahaman terhadap siswa tentang nilai-nilai budaya lokal khususnya seni tembang agar : 1. 2. Memahami nilai-nilai luhur yang tertuang melalui seni tembang 3. Memahami teknik sederhana untuk memanfaatkan bahan-bahan lingkungan untuk kebutuhan sendiri 3. Kegiatan pengembangan diri terprogram terdiri dari kegiatan pengembangna diri wajib dan pilihan. Melatih siswa untuk trampil dalam bidang kesehatan 3. PMR 1. OSAI Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman terhadap siswa tentang sistem organisasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang dibali agar : 1. Memahami teknik metembang bali untuk keperluan uapacara dan adat istiadat bali. 4. 4. 2. Memahami cara mengolah sandang dan pangan secara sederhana untuk kebutuhan sehari-hari d. Belajar hidup sehat Kegiatan Pengembangan Diri wajib Pelayanan Konseling Melayani : Masalah kesulitan belajar siswa Pengembangan karir siswa Pemilihan jenjang pendidikan yang lebih tinggi Masalah dalam kehidupan sosial siswa. Memahami adat istiadat masyarakat bali 2. Melatih siswa untuk membangkitkan solideritas rasa kemanusiaan 4. a. Kegiatan Pengembangan Diri Berdasarkan kondisi obyektif sekolah maka kegiatan pengembangan diri meliputi terprogram dan tidak terprogram . Melestarikan salah satu budaya bali melalui seni tembang e. 5.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 1. 3. c. 1. 2. Kepramukaan 1. Memahami cara hidup masyarakat bali 3. Dapat menyelesaikan permasalahan dengan tepat. Memahami keterampilan sederhana untuk menyiapkan kebutuhan hidup sehari 2. 1. Melestarikan adat istiadat masyarakat bali 3. 6. Sebagai wahana siswa untuk berlatih organisasi Melatih siswa untuk terampil dan mandiri. b. Memiliki sikap kerjasama kelompok.

Kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja 1. Mengembangkan olahraga tangkis. Pendalaman materi mata pelajaran Bahasa Inggris Meningkatkan prestasi dan kejuaraan dalam lomba Bahasa Inggris. Kegiatan Pengembangan diri pilihan : Kegiatan Menuju Olimpiade MIPA 1. 2. 2. dan atletik. KSPAN 1. Kegiatan Olahraga dan Seni 1. 2. Mendalami teknik penyampai pesan menggunakan bahasa bali 2. a. Pendalaman materi mata pelajaran matematika dan IPA Meningkatkan prestasi dan kejuaraan dalam lomba MIPA Bahasa Inggris 1. d. Melatih siswa untuk meningkatkan ketrampilan dalam menanggulangi bahaya Narkotika. Tabuh.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum d. Mempersiapkan diri dalam penyelenggaraan tata cara upacara masyarakat bali 2. 3. b.Tari. Sebagai wahana untuk berlatih organisasi 2. Mempersipkan pembekalan diri dalam menyampaikan aspirasi pada saat parum desa adat 3. bulut e. seni lukis dan dharma gita. Mengembangkan keterampilan mejejahitan 2. seni tari Bali. bola Poli. Melatih siswa untuk tanggap terhadap masalah penyakit sosial 3. Mengembangkan cara beribadah Hindu Bali f. Melatih siswa untuk berfikir kritis 2. Mengembangkan seni bela diri : Perisai Diri (PD). Memperlancar komunikasi dalam rangka interaksi sosial dengan masyarakat. Keterampilan Mejejahitan 1. Melatih siswa terampil dalam menulis karya ilmiah. Melatih siswa untuk mengenal bahaya narkotika dan Aids 4. Mengembangkan berbagai macam seni seperti mengukir. Memahami makna yang tersirat dalam sistim tata cara upacara masyarakat bali 34 . prestasi seperti sepak bola. 2. Mendukung pengadaan fasilitas upacara adat istiadat bali 3. Upakara 1. g. c. Pidato Basa Bali 1.

Pengaturan Beban Belajar Keterangan Sangat Baik Baik Cukup Kurang Beban belajar SMP Negeri 1 Tampaksiring dilaksanakan dengan menggunakan sistem paket.05 09.05 09. 3.05 09. 13.45 – 11.05 09. No 1. 20 21 Jadwal Kegiatan (Tabel 2) Jadwal Kegiatan Pengembangan Diri Nama Kegiatan Hari Pelayanan Konseling Sabtu Kegiatan Kepramukaan Sabtu Kegiatan Menuju Olimpiade MIPA (OSN) Sabtu Kegiatan KIR Sabtu Sepak Bola Sabtu Atletik Sabtu Bulu Tangkis Sabtu Silat Sabtu Seni Tari Bali Sabtu Seni Lukis Sabtu Dharma Gita/Shanti Sabtu Mejejahitan Sabtu Mengukir Sabtu Pidato Basa Bali & Upakara Sabtu Bahasa Inggris Sabtu Mading & Apresiasi Sastra Sabtu Komputer Sabtu Catur Sabtu Nyurat Aksara Bali Sabtu PMR Sabtu KSPAN Sabtu Waktu 08.05 09.45 – 11. 4. 19.05 09. 18. 5. b. Mekanisme Pelaksanaan a.45 – 11.45 – 11.05 09. 10.10 – 09. 17. 16.45 – 11. Penilaian Kegiatan pengembangan diri dinilai dan dilaporkan secara berkala kepada Kepala Sekolah dan orang tua dalam bentuk kualitatif.05 09.45 – 11.45 – 11. Sistem paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum SMP Negeri 1 Tampaksiring Beban 35 . 8. 6.45 – 11. 14.45 – 11. 7.05 09.45 – 11.05 09.05 09.05 c. VIII dan IX diberikan 2 jam pelajaran (ekuivalen 2 x 40 menit ) d.45 – 11.45 – 11. 9.45 – 11.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 3. 11. bekerja sama dengan masyarakat yang memilki kualifikasi yang baik berdasarkan Keputusan Kepala Sekolah.45 – 11.05 09.05 09.45 – 11. 12.45 – 11.05 09.45 – 11.45 – 11.05 09. Memahami tingkat /runtutan dalam tata cara upacara masyarakat bali 2.05 09.05 09.45 – 11. Tabel 3 Penilaian Kegiatan Pengembangan Diri Kategori A B C D 4.30 09. Alokasi Waktu Untuk kelas VII.05 09. Kegiatan pengembangan diri diberikan di luar jam pelajaran (ekstrakurikuler) dibina oleh guru – guru. 2.05 09. 15.45 – 11.

Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Bahasa Inggris 5. Mata Pelajaran 1. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran bersangkutan. Akhlak Mulia Jumlah Rata-rata No Mata Pelajaran 1. Seni Budaya 9. IRT/Tembang/OSAI Ketuntasan Kelompok Mata Pelajaran Kelompok Mata Pelajaran Agama dan 1. Satu Jam Pemb Tatap Muka 40 40 Jumlah Jam Pemb Per Minggu 36 36 36 Minggu Efektif Pemb Per Tahun 34 34 34 Waktu Waktu Pembel/ Pembel/ jam/menit jam/tahun 816 48960 816 48960 48960 816 IX 40 Ketuntasan Belajar SMP Negeri 1 Tampaksiring menetapkan Kritreria Ketuntasan Minimal (KKM) berdasarkan intake kedalaman materi ajar. Matematika 6. Penjaskes 10. Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu pada SMP Negeri 1 Tampaksiring adalah 36 jam pelajaran dan 34 minggu dalam setahun. Bahasa Indonesia 4. a. Pendidikan Budi Pekerti 3. daya dukung sekolah. Teknologi Informasi dan Komunikasi B Muatan Lokal 1. Bahasa dan Aksara Bali 2. Pendidikan Agama A 76 76 75 75 75 75 75 75 76 76 77 77 77 77 77 76 76 76 76 76 76 77 77 78 78 78 78 78 77 77 77 77 77 77 78 78 79 79 79 Ketuntasan VIII 79 79 78 78 78 78 78 78 79 79 80 80 80 80 80 79 79 79 79 79 79 80 80 81 81 81 81 81 80 80 80 80 80 80 81 81 82 82 82 VII IX 76 76 76 77 77 77 78 78 78 79 79 79 80 80 80 81 81 81 36 .C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berlangsung selama 40 menit. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka Kelas VII VIII 5. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Peserta Didik No Mata Pelajaran Kriteria Ketuntatasan Minimal ( KKM) Kelas VII Kelas VIII Kelas IX Ganjil Genap Ganjl Genap Ganjil Genap b. Tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi.

Peserta didik yang dinyatakan tidak naik kelas diberi kesempatan untuk mengulang pada kelas yang sama dan mengikuti seluruh mata pelajaran di kelas bersangkutan. 5. b. Nilai kegiatan pengembangan diri minimal baik ( B). 3. Kehadiran minimal 90 % 4.2 79 79 79 78 78 78 78 78 79 469 78. Agama dan akhlak mulia b. 3.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 2. 2.2 80 80 80 79 79 79 79 79 80 475 79. Pendidikan Kewarganegaraan Kewarganega raan Jumlah Rata-rata Bhs. olah raga dan kesehatan 3.2 77 77 77 76 76 76 76 76 77 457 76. 2. 1. Kelulusan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 pasal 72 ayat 1 peserta didik dinyatakan lulusan apabila : 1. Pendidikan Kewarganegaraan. Indonesia Bhs. Kriteria Kenaikan Kelas Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1.2 75 75 75 76 76 76 76 76 76 77 77 77 77 77 77 78 78 78 78 78 78 79 79 79 79 79 79 80 80 80 80 80 80 81 81 81 6. Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi 37 . Pendidikan jasmani. Inggris Ilmu Matematika Pengetahuan dan IPA Teknologi IPS TIK Jumlah Rata-rata Estetika Seni Budaya Jumlah Rata-rata Jasmani. Bahasa Indonesia. Kewarganegaraan dan kepribadian c. Kenaikan Kelas dan Kelulusan a.2 78 78 78 77 77 77 77 77 78 463 77. Nilai akhlak dan Kepribadian minimal baik (B). Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. 4. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran selama dua semester di kelas yang diikuti. 2 81 81 81 80 80 80 80 80 81 481 80. Estetika d. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh kelompok mata pelajaran : a. Olahraga dan 1. Penjaskes Kesehatan Jumlah Rata-rata 76 76 76 75 75 75 75 75 76 451 75. 5. Nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maksimal 3 mata pelajaran pada semester genap kecuali pelajaran Agama.

7. yaitu mengembangkan potensi peserta didik dalam menghadapi perannya di masa mendatang secara menyeluruh. Rapor 3. kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum Kriteria lulusan ujian sekolah a. Kecakapan hidup yang dikembangkan melalui pembelajaran adalah kecakapan akademik. Lulus Ujian Nasional (mengikuti POS) Peserta didik yang tidak lulus diberi kesempatan untuk mengulang pada kelas IX dan mengikuti seluruh mata pelajaran kelas bersangkutan. c. Tujuan khusus pendidikan kecakapan hidup adalah: a. Siswa yang mutasi masuk nilainya harus memenuhi KKM yang telah ditetapkan Jika nilainya tidak memenuhi KKM. angka 38 .5 sebanyak 2 mata pelajaran 4. Penyesuaian pakaian seragam. b. Pas photo hitam putih terbaru ukuran 3 x 4 ( 5 lembar ) 6. Rata-rata nilai untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan 8. 8. meliputi : menguasai pengetahuan. siswa yang bersangkutan harus mengikuti tes Memenuhi administrasi mutasi masuk : 1. Setiap mata pelajaran yang diujikan memperoleh nilai minimal 7. Memberikan bekal dengan latihan dasar tentang nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaan yang fleksibel sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis luas (broad based. Mengikuti seluruh mata pelajaran yang diujikan b. Mutasi Siswa a. e. menggunakan metode dan penelitian ilmiah.1 boleh ada 6. Tujuan umum pendidikan kecakapan hidup adalah memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya. Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan berbagai masalah. d. 4. Memiliki NISN 5. Ijasah SD dan SKHUN 2.0 c. Surat Keterangan Pindah dari sekolah asal disahkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Pendidikan Kecakapan Hidup Kecakapan hidup (life skill) adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan. c. Memberikan wawasan yang luas mengenai pengembangan karir.education) Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di lingkungan sekolah dan di masyarakat sesuai dengan prinsip managemen berbasis sekolah. b.

berpikir rasional. club fisika. membudayakan berpikir kreatif. melalui kegiatan pembelajaran khususnya pada kelompok mata pelajaran estetika. dan hidup sehat melalui kegiatan pembelajaranpada semua kelompok mata pelajaran. berkomunikasi secara ilmiah. membudayakan berpikir dan berperilaku ilmiah. disiplin. berinteraksi dalam budaya lokal dan global. Pendidikan kecakapan hidup dilaksanakan secara integral dalam pembelajaran beragama mata pelajaran yang ada di SMP Negeri 1 Tampaksiring Kecakapan hidup yang dikembangkan melalui pembelajaran meliputi : a. menggunakan pengetahuan dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat. berinteraksi dalam masyarakat. kewarganegaraan dan kepribadian. menghargai dan menilai diri. 1. b. membudayakan sikap sportif. Tari Bali Melukis Mejejahitan Tabuh Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Tari Bali Melukis Mejejahitan Keunggulan Lokal : 39 . sispala. 8. Kecakapan personal meliputi beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia. kegiatan ektrakurikuler club matematika. merangakai bunga. nilai-nilai untuk mengambil keputusan melalui kegiatan pembelajaran khususnya pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. membudayakan berpikir dan berperilaku ilmiah. membudayakan berpikir dan berperilaku ilmiah secara mandiri.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum bersikap ilmiah. keterampilan penguasaan TIK. c. keterampilan merangakai alat. 3. meliputi keterampilan bekerja. ekstrakurikuler pramuka dan PMR. kegiatan UKS. Kecakapan Hidup yang dikembangkan adalah: 1. mengembangkan kapasitas sosial untuk belajar sepanjang hayat. menggunakan teknologi. 3. Kecakapan akademik meliputi penguasaan pengetahuan menggunakan metode dan penelitian ilmiah. yang dilakukan melalui kegiatan pembelajaran khususnya pada kelompok mata pelajaran akhlak mulia. 4. Kecakapan vokasional. desain grafis. memahami diri sendiri. doa bersama. latihan kepemimpinan. 2. ekstrakurikuler sablon. menggunakan teknologi. dan teater. Kecakapan sosial meliputi kecakapan bekerja sama. dan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). kegiatan keagamaan. memperoleh kompetensi lanjut akan ilmu pengetahuan dan teknologi. d. menulis indah. percaya diri. kegiatan ektrakurikuler seni dan olahraga. bertanggung jawab. mengembangkan berpikir strategis. keterampilan kewirausahaan. 2. pengetahuan. club biologi.

dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. sesama. pengelolaan sekolah. kualitas hubungan. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan. mengukir dapat ditampilkan dalam kearifan lokal. Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh. diri sendiri. mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. dan simbolsimbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. yaitu isi kurikulum. diri sendiri. penanganan atau pengelolaan mata pelajaran. tata krama. termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri. T I K Melalui pelajaran TIK terampil mengoperasikan komputer sehingga wawasan siswa akan bertambah dengan mengakses berita dan informasi dari luar dengan membuka internet. dan adat istiadat. dikaitkan dengan konteks kehidupan 40 . yaitu nilai-nilai yang melandasi perilaku. tradisi. dan citra sekolah tersebut di mata masyarakat luas. Keunggulan Global : 1. dieksplisitkan. pembiayaan. dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran. dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama. pemberdayaan sarana prasarana. baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME). Budaya sekolah merupakan ciri khas. karakter atau watak. terpadu. dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. Pendidikan karakter pada tingkatan institusi mengarah pada pembentukan budaya sekolah. perasaan. Bahasa Inggris Dapat berkomunikasi Bahasa Inggris secara aktif sehingga cakap menjelaskan budaya setempat. hukum.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 4. perkataan. semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan. kebiasaan keseharian. pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler. seni tari. lingkungan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik SMP mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya. maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. sesama manusia. proses pembelajaran dan penilaian. sikap. mejejahitan. Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan. budaya. melukis. 2. dan masyarakat sekitar sekolah. Tabuh Dengan mempelajari tabuh. sesuai standar kompetensi lulusan. kesadaran atau kemauan. 9. lingkungan. dan seimbang. Dalam pendidikan karakter di sekolah.

Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun pelajaran.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum sehari-hari. Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat. libur akhir tahun pelajaran digunakan untuk menyiapkan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun. serta ketentuan dari Pemerintah Daerah. waktu pembelajaran efektif dan hari libur. 4. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal. pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif. karakteristik sekolah. hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional. Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/Kota. Pengaturan waktu belajar di sekolah mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah. tetapi menyentuh pada internalisasi. libur akhir tahun pelajaran. 2. 41 . dan SMP Negeri 1 Tamapksiring dapat menetapkan hari libur khusus. 6. Kalender Pendidikan Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran. Dengan demikian. BAB IV KALENDER PENDIDIKAN A. Setiap permulaan tahun pembelajaran tim pengembang kurikulum SMP Negeri 1 Tamapksiring menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan selama satu tahun pelajaran. atau Menteri Agama dalam hal terkait dengan hari raya keagamaan. Beberapa aspek penting menjadi pertimbangan dalam menyusun kalender pendidikan adalah: 1. 3. jeda antar semester. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pembelajaran pada setiap satuan pendidikan. minggu efektif belajar. Semester adalah : Sistem penyelenggaraan pendidikan pada sekolah yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua). Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional. jeda antar semester. hari libur agama. ditambah dengan kegiatan pengembangan diri. Libur jeda tengah semester. 5. Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester. 7. dan hari libur khusus.

Hari libur umum/Nasional atau penetapan hari libur serentak untuk memperingati hari besar keagamaan dan hari. Libur khusus SMP Negeri 1 Tampaksiring adalah Libur yang diadakan sehubungan dengan peringatan keagamaan . SMP Negeri 1 Tampaksiring dapat mengatur hari libur keagamaan. keadaan musim. 10.bencana alam atau libur lain diluar ketentuan libur umum yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. 11. 5. 9.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 8. tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Kalender Pendidikan Semester Ganjil 42 . libur khusus dan libur umum.hari besar nasional desesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat dan Daerah. Libur Sekolah adalah : Hari libur yang ditetapkan untuk tidak diadakan proses pembelajaran disekolah yang terdiri atas hari libur semester.

30 URAIAN KEGIATAN Kegiatan Tengah Semester Ganjil TANGGAL 17 30 .31 URAIAN KEGIATAN Hari Kemerdekaan RI Hari Raya Idul Fitri TANGGAL 1.2 4 .31 URAIAN KEGIATAN Penyerahan Raport Smt ganjil Libur Smt Ganjil TANGGAL 19 23 24 .20 21 .23 URAIAN KEGIATAN Libur semester genap 2010/2011 Libur akhir tahun pelajaran 2010/2011 MOS tahun ajaran 2011/2012 Kerja bakti / Persiapan Pembagian Kelas AGUSTUS 2011 SEPTEMBER 2011 OKTOBER 2011 Minggu senin Selasa Rabu Kamis Jumat sabtu Minggu senin Selasa Rabu Kamis Jumat sabtu Minggu senin Selasa Rabu Kamis Jumat sabtu 1 2 3 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 6 7 8 9 10 11 12 4 5 6 7 8 9 10 9 10 11 12 13 14 15 13 14 15 16 17 18 19 11 12 13 14 15 16 17 16 17 18 19 20 21 22 20 21 22 23 24 25 26 18 19 20 21 22 23 24 23 24 25 26 27 28 29 27 28 29 30 30 31 TANGGAL 1 URAIAN KEGIATAN Kegiatan Tengah Semester Ganjil NOPEMBER 2011 DESEMBER 2010 43 .C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum KALENDER PENDIDIKAN SMP NEGERI 1 TAMPAKSIRING TAHUN PELAJARAN : 2011/2012 SEMESTER .16 18 .30 URAIAN KEGIATAN Hari Ray saraswati a Hari Raya Pagerwesi Ulangan Umum Smt Ganjil TANGGAL 28 . GANJIL JULI 2011 Minggu senin Selasa Rabu Kamis Jumat sabtu Minggu senin Selasa Rabu Kamis Jumat sabtu Minggu senin Selasa Rabu Kamis Jumat sabtu 1 2 3 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 7 8 9 10 11 12 13 4 5 6 7 8 9 10 10 11 12 13 14 15 16 14 15 16 17 18 19 20 11 12 13 14 15 16 17 17 18 19 20 21 22 23 21 22 23 24 25 26 27 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 24 25 26 27 28 29 30 28 29 30 31 31 JUMLAH HBE 1 1 2 2 2 2 JUMLAH HBE 5 4 3 4 4 4 JUMLAH HBE 4 4 3 4 4 4 JUMLAH HBE 5 4 4 4 4 4 JUMLAH HBE 4 5 4 4 4 3 25 26 27 28 29 30 31 JUMLAH HBE 2 2 2 2 2 2 TANGGAL 17 19 .

raj Nabi Muhamad SAW Libur Semester Genap 15 16 18 .31 Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Kegiatan Tengah Smt Genap TANGGAL URAIAN KEGIATAN Hari Wafat Yesus Kristus 6 TANGGAL URAIAN KEGIATAN 17 Kenaikan Yesus Kristus TANGGAL URAIAN KEGIATAN Pembagian Raport Smt Genap Isra Mira.30 1 .C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum KALENDER PENDIDIKAN SMP NEGERI 1 TAMPAKSIRING TAHUN PELAJARAN : 2011/2012 SEMESTER . GENAP Minggu senin Selasa Rabu Kamis Jumat sabtu Minggu senin Selasa Rabu Kamis Jumat sabtu Minggu senin Selasa Rabu Kamis Jumat sabtu Minggu senin Selasa Rabu Kamis Jumat sabtu Minggu senin Selasa Rabu Kamis Jumat sabtu Minggu senin Selasa Rabu Kamis Jumat sabtu JANUARI 2012 1 8 15 22 2 9 16 22 3 10 17 23 4 11 18 25 5 12 19 26 6 13 20 27 7 14 21 28 PEBRUARI 2012 5 12 19 6 13 20 7 14 21 1 8 15 22 2 9 16 23 3 10 17 24 4 11 18 25 MARET 2012 4 11 18 5 12 19 6 13 20 7 14 21 1 8 15 22 2 9 16 23 3 10 17 24 APRIL 2012 1 8 15 22 2 9 16 23 3 10 17 24 4 11 18 25 5 12 19 26 6 13 20 27 7 14 21 28 MEI 2012 6 13 20 7 14 21 1 8 15 22 2 9 16 23 3 10 17 24 4 11 18 25 5 12 19 26 JUNI 2012 3 10 17 4 11 18 5 12 19 6 13 20 7 14 21 1 8 15 22 2 9 16 23 29 30 31 26 27 28 29 25 26 27 28 29 30 31 29 30 27 28 29 30 31 24 25 26 27 28 29 30 JUML AH HBE 5 3 4 4 4 4 JUML AH HBE 3 3 3 2 2 2 JUML AH HBE 4 4 3 3 3 3 JUML AH HBE 5 4 4 4 3 4 JUML AH HBE 4 5 5 4 4 4 JUML AH HBE 2 2 2 2 2 2 TANGGAL URAIAN KEGIATAN Hari Raya Siwaratri Tahun baru Imlek Hari Raya Galungan 22 23 31 TANGGAL URAIAN KEGIATAN Hari Raya Galungan dan Kuningan 1.6-11 4 Maulid Nabi Muhamad SAW TANGGAL URAIAN KEGIATAN Hari Raya Pengerupukan 22 23 24 28 .3.2.

C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum Analisis Hari Belajar Sekolah Efektif. MOS 3.2. Kegiatan Tengah Smst 3.1.30 Sept s/d 1 Oktober 2011 28. Pengisian Raport 3.4.3.16 Des. Idul Adha ES EB 110 Non Libur Ef Keterangan 127 Tatap Muka (KBM) 3 4 6 5 1 1 2 1 1 1 18 – 20 Juli 2011 28.3 Desember 2011 12 .2.30 Nov s/d 1. Ul.29.3. Efektif Belajar dan Libur Alokasi Waktu Smt I No 1 2 3 Kegiatan Hari Efektif Sekolah Hari Efektif Guru Hari Non Efektif 3. Efektif Belajar. Libur Saraswati 4. Penerimaan Raport Hari Libur Hut Proklamasi RI Libur Idul fitri 4.2.29. 2011 17 Desember 2011 17 Agustus 2011 30 – 31 agustus 2011 19 November 2011 23 November 2011 6 November 2011 4 2 . Pel 14 Jml 22 7 7 6 12 13 67 3 14 11 6 11 18 Jml Hari 31 31 30 31 30 31 184 31 29 31 30 31 30 Smt Bulan Hari Efek Sekolah 12 24 26 26 24 15 127 23 15 24 24 26 13 Hari Efektif Belajar 9 24 23 25 21 11 110 23 12 15 18 10 12 Juli 2011 Agustus 2011 I September 2011 Oktober 2011 Nopermber 2011 Desember 2011 JUMLAH Januari 2012 Februari 2012 Maret 2012 II April 2012 Mei 2012 Juni 2012 Juli 2012 Jumlah Jumlah Keseluruhan 125 252 90 200 11 38 21 43 6 9 13 15 12 24 12 26 63 130 182 366 200: 6 = 33. Libur Pagerwesi 4. Umum Smt Gjl 3.5.5. Non Kurikuler dan Hari Libur Hari Libur Non Kuri kuler 3 3 1 6 1 14 22 3 1 4 4 6 1 4 5 4 4 1 1 1 1 1 12 2 2 9 2 Mng 5 4 4 5 4 2 12 12 14 3 Um Khu Smt Akh Th.3 minggu Rincian Analisis Hari Efektif Sekolah.

jeda antar : Jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun Waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal 3 . Tahun Baru 4. Pembagian Raport 3. Perkiraan Try Out Sekolah 3. Ngembak Geni 4. Kenaikan Yesus Kristus 4. Tahun Baru Hijriah 4. Libur Smt Genap 4. Ul.11.8. Umum Smt Gnp 3. Pengm.6.5.6 s/d 11 Pebruari 2012 4 Pebruari 2012 22 Maret 2012 23 Maret 2012 24 Maret 2012 6 April 2012 17 Mei 2012 16 Juni 2012 18 – 30 Juni 2012 2 – 14 Juli 2012 4 A.5.9.9. Alokasi Waktu Permulaan tahun ajaran adalah : tahun pelajaran.Kegiatan Tengah Smst.j nabi Muhamad SAW 4.10.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 4.13.8.4. Pemantapan UN 3.5. − Minggu efektif belajar adalah pelajaran.7. Maulud Nabi 4. Ujian Sekolah 3.12.28.29 Pebruari s/d 1 Maret 2012 28 .6. Ujian Nasional 3.1. Libur Natal 4. Libur Semester Ganjil II 1 2 3 Hari Efektif Sekolah Hari Efektif Guru Hari Non Efektif 3. Kelulusan Hari Libur 4.7. Galungan dan Kuningan 4.31 Maret 2012 17. − Waktu pembelajaran adalah : Jumlah jam pembelajaran setiap minggu meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester.4.Kesanga 4. Perk.7.4.9 April 2012 7 – 10 Mei 2012 21 – 26 Mei 2012 28 – 31 Mei s/d 1. Tawur Ag.2.3. Libur Akhir Tahun Pel.1.2 Juni 2012 15 Juni 2012 18 Juni 2012 1 1 1 9 1 1 1 1 1 1 1 12 12 62 01 Januari 2012 22 Januari 2012 23 Pebruari 2012 31Januari .6.Tahun Baru Imlek 4. Perk. Hari Raya Nyepi 4. Perkiraan Ujian Praktek 3. 3.19 – 21 Maret 2012 2.3. − Waktu libur adalah : Waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal.6.2. Jumlal Total 252 200 38 125 90 4 4 4 6 4 6 6 1 1 1 1 14 27 November 2011 25 Desember 2011 18 – 31 desember 2011 Tatap Muka (KBM) 27.3. 1. Wafatnya Yesus Kristus 4.8.3. Ciwa Ratri 4.Isra Mira.2.

kebutuhan peserta didik dan masyarakat. 3.3 Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif 1 1 4 2 2 4 Satu Minggu Setiap Semester Antara Semester Ganjil & Genap Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir & awal tahun pelajaran Galungan dan Kuningan Hari Raya Nyepi. hari libur umum termasuk har– hari besar nasional. Kegiatan Penyusunan SK Tim Pengembang Waktu Pelaksanaan 4 Juli 2011 Keterangan Kepala Sekolah 1. Hari-hari pertama masuk sekolah berlangsung selama 1 minggu dengan pengaturan waktu sbb: • • • No 1 Pra MOS 2 hari. 4. Tim Pengembang Kurikulum di SMP Negeri 1 Tampaksiring menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran. Alokasi Waktu Pada Kalender Pendidikan Selama Satu Tahun Pelajaran No 1. 7. waktu pembelajaran efektif dan hari libur. 2. hari libur keagamaan.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum semester. Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli. Pengaturan waktu belajar di sekolah mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Kegiatan Alokasi Keterangan Waktu/Minggu Efektif 33. 5. Kegiatan Awal Tahun Pelajaran 2011/2012 4 . Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun kalender pendidikan sebagai berikut: Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran. MOS 3 hari. Persiapan pembagian ruang belajar 1 hari. libur akhir tahun pelajaran.Tes Pemantapan dan Ujian Sekolah Kelas IX ( 2 Minggu ) Piodalan Sekolah. minggu efektif belajar. Pr Tirta Minggu Belajar Jeda Tengah Semester Jeda Antar Semester Liburan Akhir Tahun Pelajaran Hari Libur Keagamaan Hari Libur Umum/Nasional Kegiatan Khusus Sekolah Total Minggu Per Tahun 48 Kegiatan Awal Tahun Setiap permulaan tahun pelajaran. Maulud Nabi Muhamad MOS dan Kegiatan Minggu Pertama Masuk Sekolah ( 3 Hari) Penyusunan Laporan Hasil Belajar dan Penerimaan Rapor ( 1 Minggu ) Try Out Sekolah. 6. Pr Tegeh. karakteristik sekolah. serta ketentuan dari Pemerintah Daerah.

Tabel 2.1 dan Tabel 2. ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri .30 – 12.IX 5 .15 Pengembangan Diri KLS VII.30 – 12. Waktu Belajar : Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran.15 07.30 – 12. IX Hari Senin Selasa Rabu Waktu 07.15 Kamis Jumat Sabtu Hari Waktu 07.2 menunjukkan pengaturan waktu belajar Pagi Kelas VIII. Kurikulum 14 Juli 2011 Tim Pengembang Kurikulum 15 juli 2011 Panitia Raker 16 – 18 Juli 2011 Panitia dan Narasumber 8 Juni 2011 11 Juli 2011 11 Juli 2011 11 Juli 2011 Guru dan Pegawai Seluruh Staf Staf TU Guru dan Pegawai Seluruh Wali Kelas Pembina dan pengurus osis 27 s/d 30 juni 2011 11 s/d 12 Juli 2011 18 s/d 20 Juli 2011 25 Juli 2011 19 Juli 2011 Panitia PPDB Panitia MOS Panitia MOS Seluruh Warga sekolah Pengurus dan anggota Warga Sekolah.15 07. Rapat persiapan PPDB Rapat koordinasi staf Rapa koordinasi TU Rapat persiapan KBM Rapa koordinasi Wali Kelas Rapa koordinasi OSIS Penerimaan PPDB Pra MOS Pelaksanaan M O S Hari pertama KBM Rapat pleno komite Review Kurikulum Dokumen I 4 Juli 2011 5 Juli 2011 Kepala Sekolah Tim Pengembang kurikulum 11 Juli 2011 Tim Pengemb Kurikulum 11 – 13 Juli 2011 Tim Pengemb.30 – 12. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu.VIII.Narasumber 2.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 2 3 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kurikulum Penyusunan SK Pembentukan Panitia Rapat Kerja Pengembangan Kurikulum Penyusunan Jadwal Raker Pengembangan Dokumen I Kurikulum Pengkajian Draft Kurikulum Revisi Draft Kurikulum Dokumen I Presentasi Draft Kurikulum Dokumen I di hadapan warga Sekolah Penyusunan Jadwal Raker Pengembangan Dokumen II Kurikulum Pelaksanaan Raker Pengembangan Dokumen II Kurikulum. meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal.15 07.30 – 12.15 07.30 – 12.

30 – 17. 6-12. 21 – Sabtu.s/d Libur Semester Ganjil dan Libur Khusus Hari 6 .19 Nopember Libur Khusus Hari Raya Saraswati I 2011 Rabu. 25 juli 2011 Pembagian Kelas VII. 17 Agustus Apel Bendera ( Hari Kemerdekaan RI ke. Jumat.Kamis. 31 Hari raya Idul Fitri Agustus 2011 Rabu. 17 Desember Penyerahan Raport ke siswa 2011 Senin.30 September – 1 Kegiatan Tengah Semester Ganjil Oktober 2011 Sabtu.14 Mei 2011 Jenis Kegiatan Ket Rapat Pendahuluan Pembentukan Panitia Pelaksana PPDB 18 s/d 24 Mei 2011 Pendaftaran Peserta Didik Baru Pertemuan MGMP Sekolah Testing Penerimaan Peserta Didik Baru Sabtu.30 – 17. lingkungan sekolah serta pendataan peserta 28 juli 2011 ekstra kurikuler.30 12.7 Mei 2011 melalui Lomban Galang Prestasi SPINSA I Senin. MOS PPDB ( Masa Orientasi Peserta Didik 23 Juli 2011 Baru) SMP Negeri 1 Tampaksiring Senin. Selasa . 6 S/d selasa. 29 . 2 Agustus Kegiatan Belajar Mengajar Mulai efektif 2011 dilaksanakan Rabu.27 .29.30 – 17.Sabtu 30 Kegiatan Menyambut HUT SMP Negeri 1 Juli 2011 Tampaksiring Senin.30 Perkiraan Ulangan Umum Semester Ganjil Nopember 2011 Sabtu. 1 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 26 27 28 Hari/Tanggal Sabtu. Program Kegiatan Semester Ganjil SMP Negeri 1 Tampaksiring Tahun Pelajaran 2011 / 2012 No. 24 – Rabu.30 3. 7 Testing Penerimaan Peserta didik Baru Juni 2011 melalui TPA + Jalur Penghargaan Prestasi Sabtu 25 juni 2011 Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru Senin . Kerja bakti kebersihan ruang kelas dan Rabu. 1 Agustus HUT SMP Negeri 1 Tampaksiring 2011 Selasa. 27 – Kamis. 28. 30 – Rabu.30 Kamis Jumat Sabtu Hari Waktu 12.30 – 17.VIII dan IX Baru Mencatat jadwal Pelajaran tahun 2010 / 2011. 23 Nopember Libur Khusus Hari Raya Pagerwesi I 2011 Kamis.66) 2011 Selasa.30 12.30 – 17.30 12.30 12.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum Siang Kelas VII Hari Senin Selasa Rabu Waktu 12.30 Daftar Ulang Peserta Didik Baru Juni 2011 Kamis.26 Juli 2011 penyampaian Silabus dan Penilaian oleh guru mata pelajaran.30 – 17. Kegiatan Semester a.

30 April s/d 1. 22 Maret 2012 Jumat. 18 Juni s/d Sabtu. 17 Mei 2012 Senin.2.22 Januari 2012 Sabtu . 23 Maret 2012 Sabtu.3. 16 juni 2012 Senin. 2 januari 2012 Senin . 18-12-’10 Selasa. 1 Januari 2011 Jumat.2 – 14 juli 2012 Jenis Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Semester Genap Libur Umum Tahun Baru Masehi Perkiraan Kegiatan Ceramah Agama Libur Khusus Hari Raya siwa Ratri Libur Umum Tahun baru Imlek Libur khusus Hari raya Galungan dan Kuningan Maulid Nabi Muhamad SAW Perkiraan Ujian Pemantapan Libur Khusus Tawur Agung Kesanga Libur Umum Hari Raya Nyepi Libur khusus Hari Ngembak Geni Pelaksanaan KegiatanTengah Semester Genap Perkiraan Try out sekolah Libur Umum Wafatnya Yesus Kristus Perkiraan Ujian Praktek Perkiraan Ujian sekolah Perkiraan Pelaksanaan Ujian Nasional ( UN ) Libur Umum Kenaikan Yesus Kristus Pelaksanaan Ulangan Umum Smt. 6 april 2012 Senin. 16 – 21 April 2012 Senin. 3 januari 11 s/d 23 Mei ’12 Sabtu. Libur Sekolah : 7 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Hari/Tanggal Selasa. 930Juni 2012 Senin. 7 Desember 2010 Raya Galungan & Kuningan Libur Umum Tahun Baru Hijriyah Program Kegiatan Semester Genap SMP Negeri 1 Tampaksiring Tahun Pelajaran 2010 / 2011 No. Genap ( Perkiraan ) Pembagian Raport Smt Genap Libur Umum Isra Mira. 24 Maret 2012 Rabu.3 Mei 2012 Kamis.2012 Sabtu. 28 -31 Maret 2012 Senin .2. 24 – 31 Mei 2012 Jumat.6 – 11 Pebruari .4 Pebruari 2012 Senin. 2 – 3 Maret 2012 Jumat.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 29 Sabtu.31 Januari S/d 1. 12 – 15 Maret 2012 Kamis. 15 Juni 2012 Sabtu. 23 Januari 2012 Selasa.J Nabi Muhamad SAW Libur Semester Genap Libur Akhir Tahun Ajaran 2011/2012 Ket 4. 9 – 14 April 2012 Senin.

2. 2. 4 S/d 16 Juli 2011 : Liburan Akhir Tahun Pelajaran 2010/2011 8 . 16. Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar. Maret 2012 28 – 31 Maret 2012 6.6 – 11 Pebruari 2012 4 . libur akhir tahun pelajaran digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran .C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal. 15. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional. hari libur keagamaan. Tanggal 17 Agustus 2011 30 – 31 Agustus 2011 28. 18. Sept s/d 1. 3. 14.Pebruari 2012 22. April 2012 17 Mei 2012 16 Juni 2012 18 – 30 Juni 2012 2 – 14 Juli 2012 Jenis Libur Libur Hut Proklamasi RI Libur Idul Fitri Jeda Tengah Semester Libur Saraswati Libur Pagerwesi Libur Semester Ganjil Hari Raya Siwa Ratri Tahun Baru Imlek Libur Galungan dan Kuningan Maulid Nabi Muhamad.29. menunjukkan pengaturan minggu efektif dan minggu minggu libur. Maret 2012 23.1.Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Gianyar Tabel 3. 19. 6. 7. 12. 17. Hari Libur Umum Nasional dan Libur Khusus No 1. tahun Pelajaran 2011 / 2012 No Tanggal Kegiatan 1.3. hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional. jeda antarsemester.Nopember 2011 19 – 31 Desember 2011 22. 11.Negeri 1 Tampaksiring disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat.SAW Tawur Agung Kesanga Hari Raya Nyepi Ngembak Geni Jeda Antar Semester Wafatnya Yesus Kristus Kenaikan Yesus Kristus Isra Mira. dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus. Kegiatan Sekolah Uaraian Kegiatan SMP Negeri 1 Tampaksiring. 8. Hari libur umum/nasional atau penetapan hari libur serentak untuk di SMP . Waktu libur berbentuk jeda tengah semester. Nopember 2011 23. 9. Libur jeda tengah semester. dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan Hari Raya Keagamaan. 5. 13. 10. jeda antar semester.J Nabi Muhamad SAW Libur Semester Genap Libur Akhir Tahun Pel. Januari s/d 1. libur akhir tahun pelajaran.30. Januari 2012 31 . dan hari libur khusus. Maret 2012 24. 4. Januari 2012 23. Keterangan Libur Umum Libur Umum Libur Khusus Libur Khusus Libur Umum Libur Khusus Libur Khusus Umum Libur Khusus Libur Umum Libur Khusus Libur Umum Libur Khusus Libur Khusus LiburUmum Libur Umum Libur Umum Libur Khusus Libur Khusus 5. Oktober 2011 19.

25 Pebruari 2012 1 s/d 9 Maret 2012 10 Maret 2012 12 s/d 15 Maret 2012 16 s/d 21 Maret 2012 22 Maret 2012 23 Maret 2012 24 Maret 2012 26 s/d 27 Maret 2012 28 s/d 31 Maret 2012 3. No 18 s/d 20 Juli 2011 11 juli 2011 30 Juli 2011 25 s/d 30 Juli 2011 1 s/d 16 Agustus 2011 17 Agustus 2011 6. 20. 10. 13. 22.28 Januari 2012 4 Pebruari 2012 13 s/d 29 Pebruari 2012 18. 50.27 Agustus 2011 18 s/d 29 Agustus 2011 30 s/d 31 Agustus 2011 1 s/d 27 September 2011 28 September s/d 1 Oktober 2011 3.12. 41. 17. 55. 12.29 Oktober 2011 1 s/d 18 Nopember 2011 19 Nopember 2011 21 s/d 22 Nopember 2011 23 s/d 30 Nopember 2011 5.21. 34.13. 29. 25. 53. 24. 16. 35. 27.22.20. 43.24 September 2011 3 s/d 31 Oktober 2011 8. 21.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 2. 11. 31. 45. 40.15. 36. 38. 49.17. 9. 33.12 Nopember 2011 1 s/d 16 Desember 2011 12 Desember 2011 17 Desember 2011 19 s/d 31 Desember 2011 2 s/d 21 Januari 2012 22 Januari 2012 23 Januari 2012 31 januari s/d 11 Pebruari 2012 7. 54. 32. 30. 23. 51.VIII Kenaikan Yesus Kristus Perkiraan Ulangan Umum Smt Genap Pengembangan Diri Kegiatan 9 . 28. 14. 48. 5. 26. 4. 52. 39.10. 15. 46. 8. 37.17 Maret 2012 2 s/d 3 April 2012 4 s/d 5 April 2012 6 April 2012 7 April 2012 9 s/d 14 April 2012 16 s/d 21 April 2012 23 s/d 28 April 2012 28 April 2012 1 s/d 3 mei 2012 4 s/d 16 Mei 2012 17 Mei 2012 24 s/d 31 Mei 2012 5. 44.10.19 Mei 2012 Tanggal : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Masa Orientasi Peserta Didik Baru Rapat Dewan Guru Pemilihan Pengembangan Diri Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Peringatan Hari Kemerdekaan RI Pengembangan Diri Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Hari Raya Idul Fitri Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Kegiatan Tengah Semester Ganjil Pengembangan Diri Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Pengembangan Diri Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Hari Raya Saraswati Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Perkiraan Ulangan Umum Semester Ganjil Pengembangan Diri Pemeriksaan Hasil Ulum dan Persiapan pembagian Raport Semester Ganjil Rapat Dewan Guru Penyerahan Raport Semester Ganjil Libur Semester Ganjil Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Smt Genap Hari Raya Siwaratri Tahun Baru Imlek Hari Raya Galungan dan Kuningan Pengembangan Diri Maulid Nabi Muhamad SAW Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Pengembangan Diri Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Rapat Dewan Guru Perkiraan Ujian Pemantapan Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Hari Raya pengerupukan/Tawur Kesanga Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Kegiatan tengah semester Genap Pengembangan Diri Perkiraan Try Out Sekolah Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Hari Wafatnya Yesus Kristus Persiapan Ujian Praktek Perkiraan Ujian Praktek Sekolah Perkiraan Ujian Sekolah Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Pengembangan Diri Perkiraan Ujian Nasional Hari Efektif Belajar/Tatap Muka Kelas VII. 18. 47. 3.14. 42. 7. 19. 6.

Bagaimanakah cara mengetahui pencapaian kompetensi berdasarkan indikator sebagai acuan dalam menentukan jenis dan aspek yang akan dinilai.permasalahan sebagai berikut: 1. Kegiatan pembelajaran apa saja yang seharusnya diskenariokan oleh guru sehingga peserta didik mampu berinteraksi dengan sumber-sumber belajar. Pengertian Silabus Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu mencakup merupakan standar kompetensi. 2. 2. Indikator apa saja yang harus dirumuskan untuk mengetahui ketercapaian KD dan SK. 5.penilaian.kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. 56. 1 s/d 14 Juni 2012 7 Juni 2012 15 Juni 2012 16 Juni 2012 20 s/d 30 Juni 2012 18 Juni 2012 19 juni 2012 2 s/d 14 Juli 2012 : : : : : : Pemeriksaan hasil Ulum Dan persiapan Pembagian Raport Smt Genap Rapat Dewan Guru Pembagian raport Smt Genap Hari Raya Isa Mira. 7. Kompetensi apa saja yang harus dicapai siswa sesuai dengan apa yang dirumuskan oleh Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). 58.kegiatan ke dalam materi pembelajaran. Sumber belajar apa yang dapat diperdayakan untuk Standar Isi tertentu.alokasi waktu dan sumber bahan / alat belajar. Materi pokok / pembelajaran apa saja yang perlu dibahas dan dipelajari peserta didik untuk mencapai Standar Isi. 4. 62. Silabus 1. 59. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai Standar Isi tertentu.indikator.kompetensi standar kompetensi dasar. Landasan Pengembangan Silabus 10 .C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 55.materi dan pokok dasar pembelajaran.j Muhamad SAW Hari Libur Semester Genap Perkiraan Rapat Pelulusan Perkiraan pengumuman Pelulusan Kelas IX Libur Akhir Tahun Ajaran 2011/2012 BAB V SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN A. 57. 60. 6. 61. Silabus penjabaran kompetensi pokok/pembelajaran . Silabus pada dasarnya menjawab permasalahan. 3.

Sekolah bersama komite sekolah dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan di bawah supervisi Dinas Pendidikan untuk SD. Pengembangan Silabus Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah. LPMP dan lembaga terkait seperti Balitbang Depdiknas dalam penyusunan silabus. MA.maka pihak sekolah dapat mengusahakan untuk mengembangkan silabus yang akan dipergunakan oleh sekolah tersebut. Kelompok Sekolah Apabila guru kelas atau guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri . kelompok kerja guru atau Dinas pendidikan dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi . dan MAK. kelompok musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dan Dinas Pendidikan. Prinsip Pengembangan Silabus Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah. sumber belajar dan penilaian hasil belajar(pasal 20).SMA. 2. metode pengajaran. Sekolah dan Komite Sekolah Pengembangan silabus adalah sekolah bersama komite sekolah untuk menghasilkan silabus yang bermutu.kelompok musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dan Dinas Pendidikan.SMK serta Departemen yang menangani urusan pemerintah dibidang Agama untuk : MI. LPMP dan lembaga terkait Balitbang Pepdiknas. Sekolah dan komite sekolah dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi.SMP. Proses pembelajaran yang meliputi silabus dan RPP yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum Landasan pengembangan silabus dan perencanaan proses pembelajaran yang meliputi Silabus dan RPP tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 ayat 2 dan pasal 20 sebagai berikut: 1. Sekolah dan Komite Sekolah Pengembangan silabus adalah sekolah bersama komite sekolah untuk menghasilkan silabus yang bermutu. Dalam pengembangan silabus sekolah . sekolah bersama komite sekolah dapat meminta bimbingan teknis dari pergurunan tinggi. b. Dinas Pendidikan Dinas pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru yang berpengalaman di bidang masing-masing . LPMP dan lembaga terkait seperti Balitbang / Depdiknas. 4. 2.LPMP atau unit terkait yang ada di Departemen Pendidikan Nasional. materi ajar. 3. 3. MTs. 1. Musyawarah Guru Mata Pelajaran Beberapa sekolah dan atau sekolah-sekolah dalam sebuah Yayasan dapat bergabung untuk menyusun silabus. Kelompok sekolah 11 . a. 4 .

penyusun terlebih dahulu mengkaji standar isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut : a. Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. Dalam menentukan materi pokok/pembelajaran harus dipertimbangkan : 12 .C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum Apabila guru kelas atau guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri. Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. mata pelajaran. maka pihak sekolah dapat mengusahakan untuk mengembangan silabus yang akan dipergunakan oleh sekolah tersebut. d. Menuliskan Standar Kompetensi Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan. Identitas silabus ditulis di atas matriks silabus. Mengisi Indentitas Silabus Identitas terdiri dari nama sekolah. Dalam pengembangan silabus ini sekolah. LPMP atau unit terkait yang ada di Depertemen Pendidikan Nasional 5. Musyawarah Guru Mata Pelajaran Beberapa sekolah dan atau sekolah-sekolah dalam sebuah Yayasan dapat bergabung untuk menyusun silabus. Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. c. kelas dan semester. Langkah – Langkah Pengembangan Silabus a. Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan setempat dapat menfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru yang berpengalam di bidang masing-masing. b. Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD. b. Urutan berdasarkan hierarki Kompetensi Dasar. Standar Kompetensi diambil dari Standar Isi ( Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ) Mata Pelajaran. sikap dan ketrampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Menentukan Materi Pokok/Pembelajaran konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan b. c. Hal ini dimungkinkan sebab sekolah dan komite sekolah karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan penyusunan silabus. d. c. Kolompok sekolah ini juga dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi. kelompok kerja guru atau Dinas pendidikan dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi. Kompetensi Dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi. c. Sebelum menuliskan Standar Kompetensi. LPMP dan lembaga terkait seperti Balitbang Depdiknas dalam penyusunan silabus. Menuliskan Kompetensi Dasar Kompetensi dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu.

d. c. emosional. b. Kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para pendidik khususnya guru agar mereka dapat bekerja dan dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional sesuai dengan tuntutan kurikulum. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasia peserta didik. e. Kesahihan (validity) : materi memang benar-benar teruji kebenaran dan kesahihannya. Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dapat diwujudkan melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. intelektual. Tingkat kepentingan (significance) : materi yang diajarkan memang benar-benar diperlukan oleh siswa. d. g. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. g. lingkungan dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Materi kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan. e. h. Guru harus berfikir kegiatan apa yang bisa dilakukan agar siswa memiliki kompetensi dasar yang telah ditetapkan. d. peserta didik dengan guru. c. Pembelajaran bersifat spiral (terjadi pengulang-pengulangan materi tertentu). f. Kriteria dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran sebagai berikut : a. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengelaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi atar peserta didik. Menarik minat (interest) : materinya menarik minat siswa dan memotivasinya untuk mempelajari lebih lanjut. sosial dan spiritual peserta didik. Perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas memuat materi yang harus dikuasai untuk mencapai kompetensi dasar. Penentuan urutan langkah pembelajaran sangat penting artinya bagi KD-KD yang memerlukan prasyarat tertentu. f. b.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum a. c. Layak dipelajari ( learnability) : materi layak dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar dan kondisi setempat. Kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa ( student center). Kebermanfaatan ( utility ) : materi tersebut memberikan dasar – dasar pengetahuan dan ketrampilan pada jenjang berikutnya. sikap dan ketrampilan. 13 . Kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi dasar. Kebermanfaatan bagi peserta didik Struktur keilmuan Kedalaman dan keluasan materi Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dengan tuntutan lingkungan Alokasi waktu. Relevansi materi pokok dengan SK dan KD Tingkat perkembangan fisik. Selain itu harus diperhatikan hal – hal berikut : a. e. b. e.

g. kelompok dan klasik. Dalam kegiatan ini terdapat tiga komponen penting yang meliputi (a) teknik penilaian. di dalam penentuan indikator diperlukan kriteria-kriteria berikut : a. c. g. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan kegiatan pembelajaran siswa yaitu kegiatan (siswa dan guru) dan obyek belajar. Menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur. Disesuaikan dengan kemampuan siswa. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. mengelola dan Mencerminkan ciri khas mata pelajaran dalam pengembangan kemampuan peserta didik. mengolah. f. berpasangan. b. d. (b) bentuk instrumen. menemukan sendiri pengetahuan di bawah bimbingan guru. Teknik tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan yang memerlukan jawaban betul 14 . (c) contoh instrumen. Dapat diukur/dapat dikuantitatifkan/dapat diamati. Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam rangka penilaian ini. terlebih dahulu diperhatikan indikator. e. latar belakang keluarga. menganalisis dan menafsirkan proses dan belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bemakna dalam pengambilan keputusan untuk menentukan tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. c. kemampuan. Bervariasi dengan mengkombinasikan kegiatan individu/ perorangan. yang secara garis besar dapat dikategorikan sebagai teknik tes dan teknik non tes. Adapun yang dimaksud dengan teknik penilaian adalah cara – cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. f. Memberikan peluang kepada siswa untuk mencari. Pemilihan kegiatan pembelajaran mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut : a. Sesuai tingkat perkembangan berpikir siswa. Memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan. sumber belajar dan sarana yang tersedia. dan psikomotor).C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum i. sosial ekonomi dan budaya serta masalah khusus yang dihadapi siswa bersangkutan. Merumuskan Indikator Untuk mengembangkan instrumen penilaian. minat. a). Oleh karena itu. afektif. e. Teknik Penilaian Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (life skills) Harus dapat menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh (kognitif. d. b. Memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual siswa seperti bakat. Berkaitan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum atau salah. 6. 3. Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua dasar dapat diberi tugas untuk mempelajari kompetensi berikutnya. 9. 15 . Penilaian berorientasi pada Standar Kompetensi. dengan demikian hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi. Dalam sistem penilaian berkelanjutan. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian indikator. ia harus mengikuti proses pembelajaran lagi dan bila telah menguasai kompetensi dasar. 11. guru harus membuat kisi-kisi penilaian dan rancangan penilaian secara menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik penilaian yang tepat. 5. Dalam melaksanakan penilaian. Penilaian dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi siswa baik sebagai efek langsung ( main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan berupa program remidi. Pemilihan jenis penilaian harus disertai dengan aspek-aspek yang akan dinilai sehingga memudahkan dalam penyusunan soal. bukti – bukti autentik akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas publik. 4. 7. afektif dan psikomotor dengan menggunakan berbagai model penilaian baik formal maupun non formal secara berkesinambungan. Kompetensi Dasar dan Indikator. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar. Penilaian menggunakan acuan kriteria yang berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah siswa mengikuti proses pembelajaran dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. dalam artian semua indikator ditagih kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Penilaian merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelajutan. 2. Teknik non tes adalah suatu cara untuk memperole informasi melalui pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban betul atau salah. penyusun silabus perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini : 1. Penilaian dilakukan untuk menyeimbangkan berbagai aspek pembelajaran kognitif. 10. 12. 8. ia diberi tugas pengayaan. Penilaian merupakan proses identifikasi pencapain kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa.

C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum 13. isian. Penilaian diri dengan menggunakan lembar penilaian diri. Bentuk Instrumen Bentuk instrumen yang dipilih harus sesuai dengan teknik penilaiannya. Tes unjuk kerja dapat berupa tes identifikasi. Apabila pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan. uj petik prosedur atau uji petik prosedur dan produk. Tes lisan yaitu berbentuk daftar pertanyaan. penilaian harus diberikan baik pada proses (ketrampilan proses) misalnya teknik wawancara maupun produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. 6. Ragam Teknik Penilaian Beserta Bentuk Instrumen. Berikut ini disajikan ragam teknik penilaian beserta instrumen yang dapat digunakan. Setelah penentuan instrumen tes telah dipandang tepat selanjutnya instrumen tes itu dapat dituliskan di dalam kolom matriks silabus yang tersedia. menjodohkan dan sebagainya. 7. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. pilihan ganda. Penugasan seperti tugas proyek atau tugas rumah. tes simulasi dan uji petik kerja produk. 8. Teknik Tes Tulis                 Bentuk Instrumen Tes Isian Tes Uraian Tes Pilihan Ganda Menjodohkan Daftar Pertanyaan Tes Identifikasi Tes Simulasi Uji Petik Kerja Produk Uji Petik Kerja Prosedur Uji Petik Kerja Prosedur dan Produk Tugas Proyek Tugas Rumah ( Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur ) Lembar Observasi Pedoman Wawancara Dokumen pekerjaan. Observasi yaitu dengan menggunakan lembar observasi Wawancara yaitu dengan menggunakan pedoman wawancara. Contoh Instrumen 16 . kaya dan atau prestasi siswa Lembar Penilaian Diri Tes tulis dapat berupa tes esai/uraian. Portofolio dapat menggunakan dokumen pekerjaan. b). karya dan atau prestasi Tes Lisan Tes Unjuk Kerja Penugasan Observasi Wawancara Portofolio Penilaian Diri c). 3. Oleh karena itu bentuk instrumen yang dikembangkan dapat berupa : 1. 2. 4. siswa. 5.

Materi Pembelajaran. Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran. dan Penilaian. apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus. RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu. 7. Minggu efektif per semester. apa yang tertuang di dalam RPP 17 . 3. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Metode Pembelajaran. Oleh karena itu. 2. Pengertian RPP Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus. dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Contoh instrumen dapat dituliskan di dalam kolom matriks silabus yang tersedia. Unit Waktu 1. lingkungan alam sekitar dan sebagainya. B. b. media cetak. RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. Alokasi waktu mata pelajaran c. guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yang dapat berupa : buku teks. 5. media elektronik. per tahun dan alokasi waktu pelajaran lain yang sekelompok Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada pada struktur kurikulum. Menentukan Alokasi Waktu Alokasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian suatu kompetensi dasar tertentu dengan memperhatikan : a. Sumber Belajar. nara sumber. Jumlah kompetensi per semester 6. laboratorium. guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum Setelah ditetapkan bentuk instrumennya selanjutnya dibuat contohnya. Namun apabila dipandang hal itu menyulitkan karena kolom yang tersedia tidak mencukupi selanjutnya contoh instrumen penilaian diletakkan di dalam lampiran tersendiri.

Komponen RPP Tujuan Pembelajaran Materi Ajar Metode pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mencantumkan identitas − Nama sekolah − Mata Pelajaran − Kelas/Semester − Alokasi Waktu Catatan: − RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. dalam mata pelajaran keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK 18 . dan Penilaian. waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya.Materi Pembelajaran. sikap. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh satuan pendidikan − Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan. Oleh karena itu. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Kompetensi Dasar. dan KD b. Sumber Belajar. Sebelum menuliskan Standar Kompetensi. − Standar Kompetensi. penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut : a. Mencantumkan Standar Kompetensi Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan. Metode Pembelajaran. yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Standar kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran.

Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan : a. dasar antar mata pelajaran Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. inspiratif. menantang. tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran. penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Mencantumkan Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar dalam kegiatan pembelajaran harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan dalam setiap pertemuan.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum c. b. Mencantumkan Metode Pembelajaran/Model Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu Keterkaitan antar standar kompetensi dan dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar kompetensi dasar dalam mata pelajaran Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi 19 . Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Pada dasarnya. Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar. Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. b. Kompetensi Dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi. c. menyenangkan. adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. mata pelajaran. rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Mencantumkan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran yang ada dalam silabus. Mencantumkan Kompetensi Dasar keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional.

.... minat.. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa.... bentuk instrumen... : .... kreativitas...... tes unjuk kerja..... dan konfirmasi. media. Mencantumkan Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang Sumber belajar mencakup sumber rujukan........ umpan balik.. dan bahan.. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan.. dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data.. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi............. : . narasumber........... sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens...... Sumber Belajar F...... dikembangkan oleh satuan pendidikan................ Misalnya. Materi Pembelajaran C.... dan halaman yang diacu............ Tujuan Pembelajaran B.. 4........ : . Metode Pembelajaran D.... : ... 20 . dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik..... Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional.... Beberapa Pengertian / Istilah : . alat....... Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 dst E........... dan kemandirian sesuai dengan bakat... pengarang..... Mata Pelajaran Kelas/Semester Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu A.......... dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut. elaborasi... dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian..... penilaian dan refleksi. Penilaian C.......... : ... c... x 40 menit (… pertemuan) Standar Kompetensi : ...C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif..... dan tindak lanjut........... lingkungan... Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SMP/MTs...... Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis uraian................. Mencantumkan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian.... Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal...

indicator. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar komptensi. kegiatan pembelajaran. struktur dan muatan kurikuluim tingkat satuan pendidikan. Waktu penyelesaiannya ditentukan oleh peserta didik. materi pokok/pembelajaran. metode pengajaran. ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. Minggu Efektif Belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. dan penilaian hasil belajar. KTSP terdiri dari tujuan tingkat satuan pendidikan. Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. kegiatan pembelajaran. waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Permulaan Tahun Pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum opersasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. sumber belajar dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.C/KTSP SMPN 1 Tps/Team Pengembang Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. alokasi waktu dan sumber/alat/bahan belajar. sumber balajar. Waktu Pembelajaran Efektif adalah jumlah jam pelajaran setiap minggu. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan prose pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. penilaian. Penugasan Terstruktur adalah kegiaatan pembelajaran yang berupa pandalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. materi ajar. Waktu Libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakannya kegiatan pembelajaran terjadwal 21 . minggu efektif belajar. kompetensi dasar. kalender pendidikan. dan silabus. meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->