SNI 13-6011-1999

Standar Nasional Indonesia

Klasifikasi sumber daya dan cadangan batu bara

ICS 73.040

Badan Standardisasi Nasional

.

............................................................................................ 11 i ..................... i Latar Belakang.................................SNI 13-6011-1999 Daftar isi Daftar isi ........................................................ 1 Tahap eksplorasi..................................................................................................................................................................................... 11 Pengujian................................................................................................................................................................................................................ 1 Istilah dan pengertian..................... 1 Acuan .................................. 1 Definisi....................................................................... 6 Dasar klasifikasi.............................................................................................................................................................................................................................. ii 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Ruang lingkup....................................................... 7 Persyaratan ...................................................................................................................................... 3 Tipe endapan batu bara dan kondisi geologi.................................. 4 Kelas sumber daya dan cadangan........................................................................................................................................................................................................................................................ 9 Pelaporan .............................

ii . Sejalan dengan itu pemerintah telah melibatkan pihak swasta dalam pengusahaan pengembangan batu bara. Dengan demikian. standar ini diharapkan dapat menghindari kerancuan dalam menafsirkan berbagai istilah dan pengertian yang berkenaan dengan sumber daya dan cadangan batu bara Indonesia. Dewasa ini pemerintah tengah meningkatkan pemanfaatan batubara sebagai energi alternatif baik untuk keperluan domestik seperti pada sektor industri dan pembangkit tenaga listrik. Informasi mengenai sumber daya dan cadangan batu bara menjadi hal yang mendasar di dalam merencanakan strategi kebijaksanaan energi nasional. Cara penggolongan sumber daya dan cadangan batu bara di Indonesia masih beragam sehingga dirasakan perlu untuk membuat suatu standar yang dapat digunakan sebagai pedoman di dalam pengklasifikasian sumber daya dan cadangan batubara Indonesia.SNI 13-6011-1999 Latar Belakang Batu bara merupakan bahan galian yang strategis dan salah satu bahan baku energi nasional yang mempunyai peran yang besar dalam pembangunan nasional. maupun untuk ekspor.

Survey of Canada. Committee on Sustainable Energy. Klatzel-Mudry. dan pengujian sumber daya dan cadangan batu bara. dasar dan kriteria klasifikasi. 2 Acuan Klasifikasi sumber daya dan cadangan batu bara Indonesia ini mengacu pada acuan sebagai berikut : 1. Hughes. Tertiary coal basins of Indonesia. Koesoemadinata.. United Nations Economic and Social Council.. Australian Institute of Geoscientists and Minerals Council of Australia. Carter. Geological Survey Circular 891.M. Wood. and Culbertson. CCOP Tech. Geol. Montan-Consulting GMBH. Mines and Resources Canada.. 1978. 14 pp. 1989. G. Unpublished.solid fuels and mineral commodities.J. R. Hardjono. Australasian code for reporting of identified mineral resources and ore resources. 5. istilah. Paper 88-21. 3 3. Minerals Council of Australia. Joint Committee of the Australasian Institute of Mining and Metallurgy. Ismail Usna and Harli Sumadirdja. Klasifikasi sumber daya mineral dan cadangan (Rancangan Standar Nasional Indonesia No. Classification for reserves/resources. 4 4.S. 4. M. United Nations International Framework. 7. J.. p. 17 pp.H. 6. and Nikols. Bull. 1997. Kehn. A standardized coal resource/reserve reporting system for Canada. 12. 1996. 65 pp. v. 19 pp. 1996. 9 hal. pelaporan. The 3-Dimensional reserve/resource classification system .C. Economic Commission for Europe.. L. W. Coal resource classification system of the U.SNI 13-6011-1999 Klasifikasi sumber daya dan cadangan batu bara 1 Ruang lingkup Standar ini meliputi acuan. Dewan Standardisasi Nasional. D. Energy.1 Istilah dan pengertian Umum 1 dari 12 .D.a practical application on two toal deposits. Workshop on reassessment of coal and mineral Deposits under Market Economy Conditions. Geological Survey. 1983.. UN ESCAP. Friedrich-Karl Bandelow. 1996.P. 43-86.D. 2... definisi. Definisi 3. 174 pp.1 Klasifikasi sumber daya dan cadangan batu bara upaya pengelompokan sumber daya dan cadangan batu bara berdasarkan keyakinan geologi dan kelayakan ekonomi. T. persyaratan. .

4.1. Sumber daya ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila setelah dilakukan kajian kelayakan dinyatakan layak. Sub-lapisan ini mempunyai karakteristik masing-masing yang kadang-kadang dipisahkan oleh lapisan pengotor (rock/dirt partings) dengan ketebalan yang bervariasi. dan pengamatan pada tambang dalam aktif (working underground mining).1. bersifat lunak. lebih dari 70%. kebijakan pemerintah. 4. penambangan. 4. terdiri atas sublapisan atau lapisan majemuk yang dihasilkan oleh terbelahnya lapisan atau penggabungan lapisan. Lapisan batu bara seringkali. bentuk.SNI 13-6011-1999 4. 4. 4.2 sumber daya batu bara (coal resources) bagian dari endapan batu bara yang diharapkan dapat dimanfaatkan. yang pada saat pengkajian kelayakan dinyatakan Iayak untuk ditambang. pengujian model teknis. Iubang bor (borehole). pengolahan. Kajian ini meliputi seluruh aspek ekonomi. Bahan-bahan organik yang terkandung dalam lapisan batu bara mempunyai berat lebih dari 50% atau volume bahan organik tersebut.1. kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan tingkat penyelidikan.7 batu bara energi rendah (brown coal) jenis batu bara yang paling rendah peringkatnya. sebaran.1. lingkungan dan sosial. dan kualitasnya. ketebalan tanah penutup. 4. sebaran kuantitas. termasuk kandungan lengas bawaan (inherent moisture).4 keyakinan geologi (geological assurance) tingkat kepercayaan tentang keberadaan batu bara yang ditentukan oleh tingkat kerapatan titik informasi geologi yang meliputi ketebalan.5 kajian kelayakan (feasibility study) suatu kajian rinci terhadap semua aspek yang bersifat teknis dan ekonomis dari suatu rencana proyek penambangan. ubahan kimia dan proses metamorfosis oleh peningkatan panas dan tekanan selama perioda geologis.1. Material tersebut telah mengalami kompaksi. pemasaran. kemiringan lapisan. dan perhitungan biaya operasional. Hasil dari kajian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan keputusan investasi dan sebagai dokumen yang mempunyai nilai komersial (bankable document) untuk pendanaan proyek. meskipun tidak selalu.1. Sumber daya batu bara ini dibagi dalam kelaskelas sumber daya berdasarkan tingkat keyakinan geologi yang ditentukan secara kualitatif oleh kondisi geologi/tingkat kompleksitas dan secara kuantitatif oleh jarak titik informasi.3 cadangan batu bara (coal reserves) bagian dari sumber daya batu bara yang telah diketahui dimensi. peraturan/perundangundangan. mudah diremas.1 endapan batu bara (coal deposit) endapan yang mengandung hasil akumulasi material organik yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang telah melalui proses litifikasi untuk membentuk lapisan batu bara. korelasi lapisan batu bara. Informasi pada kajian ini meliputi angka cadangan yang didasarkan pada hasil eksplorasi rinci. 2 dari 12 . Proyeksi anggaran biaya harus akurat dan berdasar serta tidak diperlukan lagi penyelidikan lanjutan untuk membuat keputusan investasi. struktur.1.6 ketebalan lapisan batu bara (seam thickness) jarak terpendek antara atap dan Iantai lapisan batu bara yang diukur pada singkapan batu bara (surface outcrop).

tata guna lahan. 5. dan eksplorasi rinci. metode tidak langsung lainnya. pemetaan geologi dengan skala minimal 1:50. dan lain-lain. penafsiran penginderaan jauh. Kegiatannya. seperti penyelidikan geofisika. Metode eksplorasi tidak langsung. keberadaan. pemetaan topografi. bentuk. bersifat lebih keras. pemetaan geologi dengan skala minimal 1:10. terdiri atas batu baraenergi rendah lunak (soft brown coal) dan batu baralignitik atau batu bara energi tinggi (lignitic atau hard brown coal) yang memperlihatkan struktur kayu. penampangan. umumnya struktur kayu tidak tampak lagi. pemboran dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya. pengukuran penampang stratigrafi. sebaran. Tahap penyelidikan tersebut menentukan tingkat keyakinan geologi dan kelas sumber daya batu bara yang dihasilkan. pembuatan sumuran/paritan uji. pembuatan sumuran. di antaranya. 4.SNI 13-6011-1999 mengandung kadar air yang tinggi (10-70%). 5. pencontohan. 3 dari 12 . dan kesampaian daerah. dan relatif tahan terhadap kerusakan fisik pada saat penanganan (coal handling). Penghitungan sumber daya batu bara dilakukan dengan berbagai metoda diantaranya poligon. prospeksi.3 Eksplorasi pendahuluan (Preliminary exploration) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran awal bentuk tiga-dimensi endapan batu barayang meliputi ketebalan lapisan. Nilai kalorinya < 7000 kalori/gram (dry ash free . Nilai kalorinya > 7000 kalori/gram (dry ash free . isopach. 5 Tahap eksplorasi Tahap eksplorasi batu bara umumnya dilaksanakan melalui empat tahap.2 Prospeksi (Prospecting) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk membatasi daerah sebaran endapan batu bara yang akan menjadi sasaran eksplorasi selanjutnya. kuantitas dan kualitas.000. serta kualitas suatu endapan batu barasebagai dasar analisis/kajian kemungkinan dilakukannya investasi. serta inspeksi lapangan pendahuluan yang menggunakan peta dasar dengan skala sekurang-kurangnya 1:100.000. pemboran uji (scout drilling). bentuk. struktur. geostatisik.ASTM). mengandung kadar air yang relatif rendah. Tujuan penyelidikan geologi ini adalah untuk mengidentifikasi keterdapatan. kuantitas. studi geologi regional.8 batu bara energi tinggi (hard coal) semua jenis batu bara yang peringkatnya lebih tinggi dari brown coal. tidak mudah diremas. pembuatan paritan. dapat dilaksanakan apabila dianggap perlu.inverse distance. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini. dan pencontohan yang andal.1 Survei tinjau (Reconnaissance) Survei tinjau merupakan tahap eksplorasi batu barayang paling awal dengan tujuan mengidentifikasi daerah-daerah yang secara geologis mengandung endapan batu bara yang berpotensi untuk diselidiki lebih lanjut serta mengumpulkan informasi tentang kondisi geografi. eksplorasi pendahuluan. Pengkajian awal geoteknik dan geohidrologi mulai dapat dilakukan.ASTM). ukuran. sebaran. penampangan (logging) geofisika. dan analisis.1. antara lain. kompak. yakni survei tinjau.000. korelasi. 5. Kegiatan yang dilakukan antara lain.

dan Cerenti (Riau).2 Kondisi geologi/kompleksitas Berdasarkan proses sedimentasi dan pengaruh tektonik. seperti sesar. Lapisan batu barapada umumnya landai. 6 6. dan hampir tidak mempunyai percabangan. 4 dari 12 .SNI 13-6011-1999 5. Kalimantan Timur dan Bengkulu. menerus secara lateral sampai ribuan meter. proses pasca pengendapan seperti tektonik.i kondisi geologinya. dan intrusi.000. batuan. lipatan.2. Tipe endapan batu bara tersebut masing-masing memiliki karakteristik tersendiri yang mencerminkan sejarah sedimentasinya. sedangkan ringkasannya diperlihatkan pada Tabel 1. dan kelompok geologi kompleks. Sumatera Selatan. pemboran dan pencontohan yang dilakukan dengan jarak yang sesuai denga. Senakin Barat (Kalimantan Selatan). air dan lainnya yang dipandang perlu sebagai bahan pengkajian lingkungan yang berkaitan dengan rencana kegiatan penambangan yang diajukan. Ketebalan lapisan batu barasecara lateral dan kualitasnya tidak memperlihatkan variasi yang berarti. serta pengkajian geohidrologi dan geoteknik. Contoh jenis kelompok ini antara lain. Uraian tentang batasan umum untuk masing-masing kelompok tersebut beserta tipe lokalitasnya adalah sebagai berikut. karakteristik geologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok utama : Kelompok geologi sederhana. 6. Selain itu. 6. Kegiatan yang harus dilakukan adalah pemetaan geologi dan topografi dengan skala minimal 1:2.4 Eksplorasi rinci (Detailed exploration) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas serta model tigadimensi endapan batu bara secara lebih rinci.1 Tipe endapan batu bara dan kondisi geologi Tipe endapan batu bara Secara umum endapan batu bara utama di Indonesia terdapat dalam tipe endapan batu bara Ombilin. metamorfosis. di lapangan Bangko Selatan dan Muara Tiga Besar (Sumatera Selatan). kelompok geologi moderat. Pada tahap ini perlu dilakukan penyelidikan pendahuluan pada batu bara. penampangan (logging) geofisika. vulkanik dan proses sedimentasi lainnya turut mempengaruhi kondisi geologi atau tingkat kompleksitas pada saat pembentukan batu bara.1 Kelompok geologi sederhana Endapan batu baradalam kelompok ini umumnya tidak dipengaruhi oleh aktivitas tektonik.

SNI 13-6011-1999 5 dari 12 .

Suban dan Air Laya (Sumatera Selatan). Formasi Tanjung (Kalimantan Selatan). Pergeseran. antara lain. umum dijumpai dan sifatnya rapat sehingga *menjadikan lapisan batu bara sukar dikorelasikan. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syaratsyarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi pendahuluan. Endapan batu baradari kelompok ini. serta Gunung Batu Besar (Kalimantan Selatan). Petanggis (Kalimantan Timur). daerah Air Kotok (Bengkulu). Loa JananLoa Kulu. Sawahluhung (Sawahlunto.3 Sumber daya batu bara tertunjuk (indicated coal resource) Sumber daya batu bara tertunjuk adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. Secara lateral. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan survei tinjau. 7. Sesar dan lipatan tidak banyak. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan prospeksi. Belahing dan Upau (Kalimantan Selatan). Perlipatan yang kuat juga mengakibatkan kemiringan lapisan yang terjal.2 Kelompok geologi moderat Batu bara dalam kelompok ini diendapkan dalam kondisi sedimentasi yang lebih bervariasi dan sampai tingkat tertentu telah mengalami perubahan pasca pengendapan dan tektonik. 7. diketemukan di Ambakiang. 6.1 Kelas sumber daya dan cadangan Sumber daya batu bara hipotetik (hypothetical coal resource) Sumber daya batu baraadalah jumlah batu baradi daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. Kualitas batu bara secara langsung berkaitan dengan tingkat perubahan yang terjadi baik pada saat proses sedimentasi berlangsung maupun pada pasca pengendapan. perlipatan dan pembalikan (overtumed) yang ditimbulkan oleh aktivitas tektonik. sebaran lapisan batu/baranya terbatas dan hanya dapat diikuti sampai puluhan meter. Formasi Warukin. Endapan batu barakelompok ini terdapat antara lain di daerah Senakin. begitu pula pergeseran dan perlipatan yang diakibatkannya relatif sedang.2 Sumber daya batu bara tereka (inferred coal resource) Sumber daya batu bara tereka adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. Kualitas batu/baranya banyak dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi pada saat proses sedimentasi berlangsung atau pada pasca pengendapan seperti pembelahan atau kerusakan lapisan (wash out).SNI 13-6011-1999 6. namun sebarannya masih dapat diikuti sampai ratusan meter. Kelompok ini dicirikan pula oleh kemiringan lapisan dan variasi ketebalan lateral yang sedang serta berkembangnya percabangan lapisan batu bara.2. Ninian. Bojongmanik (Jawa Barat).3 Kelompok geologi kompleks Batu barapada kelompok ini umumnya diendapkan dalam sistim sedimentasi yang komplek atau telah mengalami deformasi tektonik yang ekstensif yang mengakibatkan terbentuknya lapisan batu baradengan ketebalan yang beragam. 7 7.2. Pada beberapa tempat intrusi batuan beku mempengaruhi struktur lapisan dan kualitas batu baranya. 6 dari 12 . Sumatera Barat). serta daerah batu barayang mengalami ubahan intrusi batuan beku di Bunian Utara (Sumatera Selatan).

yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci. begitu pula sumber daya tertunjuk harus mempunyai tingkat keyakinan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber daya tereka. 8. merupakan beberapa unsur yang terkait dengan aspek ekonomi dan perlu diperhatikan dalam menggolongkan sumber daya batu bara.1 Aspek geologi Berdasarkan tingkat keyakinan geologi. yang menyebabkan kualitas batubaranya menurun karena kandungan abunya meningkat. 7. 8.5 Cadangan batu bara terkira (probable coal reserve) Cadangan batu bara terkira adalah sumber daya batu bara tertunjuk dan sebagian sumber daya batu bara terukur.4 Sumber daya batu bara terukur (measured coal resource) Sumber daya batu baraterukur adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan.SNI 13-6011-1999 7. 8 Dasar klasifikasi Klasifikasi sumber daya dan cadangan batu baradidasarkan pada tingkat keyakinan geologi dan kajian kelayakan. 7 dari 12 . 7.2 Aspek ekonomi Ketebalan minimal lapisan batu bara yang dapat ditambang dan ketebalan maksimal lapisan pengotor atau "dirt parting" yang tidak dapat dipisahkan pada saat ditambang.6 Cadangan batu bara terbukti (proved coal reserve) Cadangan batu baraterbukti adalah sumber daya batu baraterukur yang berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga hasil kajiannya dinyatakan layak. lubang bor). Pengelompokan tersebut mengandung dua aspek. tetapi berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga hasil kajiannya dinyatakan layak. yaitu aspek geologi dan aspek ekonomi. sumber daya terukur harus mempunyai tingkat keyakinan yang lebih besar dibandingkan dengan sumber daya tertunjuk. Tingkat keyakinan geologi tersebut secara kuantitatif dicerminkan oleh jarak titik informasi (singkapan. Sumber daya terukur dan tertunjuk dapat ditingkatkan menjadi cadangan terkira dan terbukti apabila telah memenuhi kriteria layak (Tabel 2).

SNI 13-6011-1999 8 dari 12 .

1 Persyaratan Persyaratan yang berhubungan dengan aspek geologi Persyaratan jarak titik informasi untuk setiap kondisi geologi dan kelas sumber dayanya diperlihatkan pada Tabel 3. Persyaratan tersebut diperlihatkan pada Tabel 4.SNI 13-6011-1999 9 9.2 Persyaratan yang berhubungan dengan aspek ekonomi Batubara jenis batu baraenergi rendah (brown coal) menunjukkan kandungan panas yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan batu barajenis batu bara energi tinggi (hard coal). 9 dari 12 . 9. Karena pada hakikatnya kandungan panas merupakan parameter utama kualitas batu/bara. persyaratan batas minimal ketebalan batu barayang dapat ditambang dan batas maksimal lapisan pengotor yang tidak dapat dipisahkan pada saat ditambang untuk batu barajenis batu baraenergi rendah (brown coal) dan batu barajenis batu baraenergi tinggi (hard coal) akan menunjukkan angka yang berbeda.

SNI 13-6011-1999 10 dari 12 .

Laporan ini menggambarkan status terakhir mengenai sumber daya dan cadangan batu barasecara rinci dan akurat dan disarikan seperti pada Tabel 5. Laporan hasil kegiatan penyelidikan sumber daya dan cadangan batu baraini disimpan di instansi/lembaga yang ditunjuk 11 11.1 11. perlu adanya sistem pelaporan yang baku. 11 dari 12 .2 Pengujian Pengujian kelas sumber daya dan cadangan batu bara dilakukan terhadap terpenuhinya persyaratan yang telah ditentukan. Anggota panitia/lembaga yang ditunjuk terdiri atas para ahli yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya.SNI 13-6011-1999 Tabel 4 Persyaratan kuantitatif ketebalan lapisan batu baradan lapisan kotor 10 Pelaporan Supaya data sumber daya dan cadangan dapat dimengerti dengan baik dan mudah oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Panitia/lembaga penguji merupakan tim yang dibentuk oleh instansi yang berwenang untuk tujuan itu.

SNI 13-6011-1999 12 dari 12 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful