AUDIT MANAJEMEN Sylvia Veronika N.P. Siregar 3 sks / modul 1-9: ill.; 21 cm. / Edisi 1 ISBN : 9790111363 Nomor Panggil : 657.

004 Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, Mata kuliah ini membahas konsep dasar audit manajemen, hubungan audit manajemen dengan sistem pengendalian manajemen, audit manajemen terhadap fungsi-fungsi pada organisasi/perusahaan yang meliputi fungsi Keuangan, fungsi Pemasaran, fungsi Sumber Daya Manusia, fungsi Pembelian, fungsi Produksi, Kepastian Mutu dan fungsi Pengolahan Data Elektronik (PDE) serta tanggung jawab auditor terhadap adanya kecurangan. Prasyarat: EKSI4310 (Auditing II). Tinjauan Mata Kuliah Dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan usaha, salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan adalah bagaimana untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan ekonomisasi perusahaan. Tantangan ini selalu ada karena manajemen perusahaan memerlukan sumber daya untuk mencapai tujuan perusahaan, tetapi manajemen harus menghadapi situasi kelangkaan sumber daya (scarce of resources). Salah satu cara untuk menghadapi tantangan tersebut adalah dengan menggunakan suatu instrumen yang disebut audit. Ada 2 jenis audit yang sering digunakan perusahaan dalam menjalankan perusahaannya, yaitu audit keuangan dan audit manajemen. Audit keuangan biasanya dimaksudkan sebagai alat untuk memverifikasi laporan keuangan perusahaan dalam kurun waktu tertentu, sedangkan audit manajemen merupakan penelaahan atas suatu bagian mana pun dari prosedur dan metode operasi dari suatu organisasi untuk menilai efektivitas dan efisiensinya. Dalam melakukan audit manajemen, seorang auditor harus memahami sistem pengendalian manajemen yang ada di perusahaan tersebut, agar dapat menilai apakah pengendalian yang ada di perusahaan sudah memadai atau belum. Penilaian pengendalian yang ada di perusahaan tersebut biasanya dilakukan atas setiap fungsi yang ada di perusahaan. Fungsi-fungsi tersebut umumnya terdiri dari fungsi keuangan, fungsi pemasaran, fungsi sumber daya manusia, fungsi pembelian, fungsi produksi, kepastian mutu, dan PDE (Pengolahan Data Elektronik). Oleh karena itu, mata kuliah Audit Manajemen merupakan mata kuliah yang dirancang untuk membekali Anda dengan materi bidang audit manajemen yang perlu dikuasai oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi. Setelah mempelajari mata kuliah ini, diharapkan Anda mampu menerapkan konsep-konsep audit manajemen dalam aplikasi audit manajemen yang berkaitan dengan pemeriksaan terhadap kinerja/sistem pengendalian manajemen organisasi/perusahaan dalam mencapai tujuan efektivitas, efisiensi, dan ekonomisasi.

Secara khusus, melalui mata kuliah Audit Manajemen ini diharapkan Anda mampu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. menjelaskan konsep dasar audit manajemen; menjelaskan hubungan audit manajemen dengan sistem pengendalian manajemen; menerapkan konsep audit manajemen fungsi keuangan; menerapkan konsep audit manajemen fungsi pemasaran; menerapkan konsep audit manajemen fungsi sumber daya manusia; menerapkan konsep audit manajemen fungsi pembelian; menerapkan konsep audit manajemen fungsi produksi; menerapkan konsep audit kepastian mutu; menerapkan konsep audit Pengolahan Data Elektronik (PDE).

Untuk memudahkan Anda mencapai seluruh kemampuan tersebut, materi mata kuliah Audit Manajemen ini disajikan dalam 9 modul, yang diorganisasikan sebagai berikut. Modul 1: Konsep Dasar Audit Manajemen. Modul 2: Hubungan Audit Manajemen dengan Sistem Pengendalian Manajemen. Modul 3: Audit Manajemen Fungsi Keuangan. Modul 4: Audit Manajemen Fungsi Pemasaran. Modul 5: Audit Manajemen Fungsi Sumber Daya Manusia. Modul 6: Audit Manajemen Fungsi Pembelian. Modul 7: Audit Manajemen Fungsi Produksi. Modul 8: Audit Kepastian Mutu. Modul 9: Audit Pengolahan Data Elektronik (PDE). Diharapkan Anda mempelajari materi mata kuliah ini, dengan cermat sesuai dengan petunjuk penggunaan yang ada di setiap modul. Anda juga perlu mengerjakan semua latihan maupun tes formatif yang diberikan dengan sungguh-sungguh sebagai umpan balik untuk mengetahui sejauh mana pemahaman Anda terhadap materi yang ada dalam modul. Hanya dengan upaya yang sungguh-sungguh, Anda akan berhasil mencapai kompetensi yang diharapkan dalam mata kuliah ini. Selamat Belajar dan Semoga Sukses!

MODUL 1 KONSEP DASAR AUDIT MANAJEMEN Kegiatan Belajar 1: Ruang Lingkup Audit Manajemen Rangkuman 1. Definisi dari audit manajemen menekankan pada evaluasi efektivitas, efisiensi, dan ekonomisasi dari suatu kesatuan usaha. 2. Audit manajemen berbeda dengan audit keuangan, terutama dalam 3 hal sebagai berikut. 1. Audit manajemen menekankan pada efektivitas, efisiensi, dan ekonomisasi perusahaan, sedangkan audit keuangan menekankan pada pengujian apakah laporan keuangan perusahaan sudah disajikan dengan wajar.

Manajer. kurangnya pengendalian internal baik akuntansi maupun administrasi. Pada audit manajemen. 3. Pengembangan kemampuan profesional auditor manajemen dilakukan dengan pendidikan yang berkelanjutan. sedangkan pada audit keuangan. Sistem pengawasan manajemen yang tidak efektif. 4. Kemampuan berpikir analitis. 3. Terdapat 5 kualifikasi yang dibutuhkan oleh pelaksana audit manajemen. Beberapa permasalahan yang dapat diungkapkan dalam audit manajemen adalah berikut ini. kegiatan dan fungsi yang tidak perlu. 1. (b) pertemuan staf. dan (d) penelitian. Kemampuan menggunakan pendekatan multidisipliner. 6. laporan hasil audit biasanya didistribusikan pada banyak pemakai laporan keuangan. melalui (a) studi individu. 3. laporan hasil audit didistribusikan terutama untuk manajemen. 7. seperti kurang/tidak adanya atau ketidaklayakan standar. 1. 5. pekerjaan yang saling tumpang tindih. dan prosedur baik dalam lingkup fungsional maupun operasional kegiatan perusahaan. Auditor internal. 4. 2. Audit manajemen mencakup beraneka ragam aktivitas di perusahaan. 3. 1. Kemampuan menerapkan teknik-teknik audit. Staf junior. Keterampilan berkomunikasi dengan efektif. Prosedur dan administrasi internal yang buruk yang ditunjukkan oleh catatan yang tidak layak dan sistem informasi yang tidak dapat dipercaya. seperti penetapan tugas dan tanggung jawab yang tidak jelas. Pada departemen audit manajemen yang besar dan terdiri dari beberapa orang maka disarankan di dalam departemen audit manajemen tersebut terdiri dari 4 tingkatan sebagai berikut. seperti pemegang saham. 5. kreditor. 8. kebijakan. 1. Direktur. 4. Kantor Akuntan Publik (KAP)/konsultan. yaitu berikut ini. sistem informasi yang tidak memadai. Audit manajemen bermanfaat untuk memberikan rekomendasi kepada manajemen puncak dalam mengatasi permasalahan-permasalahan operasional yang ada di perusahaan. 2. seperti pengawasan yang lemah. Kekurangan dalam perencanaan. Auditor manajemen dapat dipilih melalui wawancara dan pengujian (testing). Gaya berpikir yang inkuisitif. sedangkan audit keuangan hanya mencakup masalah-masalah yang berkaitan erat dengan kewajaran penyajian laporan keuangan. Audit manajemen pada suatu perusahaan dapat dilakukan oleh berikut ini. Akuntan/Auditor pemerintah. . (c) organisasi profesional.3. Staf senior. 2. 4. Lemahnya struktur organisasi dan pola penempatan personel. 2. 3. 2.

5th Ed. 1. Elder. 1. 9th Ed.J. manusia. A. dan lain-lain. R. and H. Brink¶s Modern Internal Auditing. 1. (2006). Analisis dan penyelidikan penyimpangan/deviasi. Auditing and Other Assurance Services. Mengumpulkan bukti-bukti. Menentukan tindakan korektif. Dikutip dari Tunggal. Temuan audit. Moeller. 3. akuntansi. Sawyer¶s Internal Auditing: Audit Internal Sawyer. 2. 4.A. Management Systems. John Wiley & Sons Inc: New York.A.H. persediaan yang tidak bergerak. 3. dan pengendalian/pengawasan. (1979). 1. 2. L. 3. keuangan. mesin (teknologi). Dittenhofer. Perencanaan. M. Peralatan. dan lain-lain. Sayle. pemasaran. Survei pendahuluan. Management Audit. Bertitik tolak dari fungsi-fungsi bisnis. Kegiatan Belajar 2: Teknik-teknik dan Pendekatan Audit Manajemen Rangkuman 1. (1998). . M. 3. Pekerjaan lapangan. 5. Auditing the Performance of Management. Unsur-unsur dalam pekerjaan yang perlu diuji dalam audit manajemen sumber daya meliputi berikut ini. 4. Kertas kerja. Dikutip dari Tunggal. yaitu perencanaan. 2. Melaporkan hasil audit manajemen. yaitu manajemen. Informasi.. Terjemahan dari: Sawyer¶s Internal Auditing. R. Bertitik tolak dari arus sumber daya. sumber daya manusia. Prentice Hall. 2000. Herbert. and I. seperti produksi. and J.B.5.B Splettstoesser-Hogeterp. Sawyer. 5. pelaksanaan. 4. yaitu berikut ini. Penerjemah: Ali Akbar Jakarta: Salemba Empat. (1999). Teknik dalam audit manajemen adalah berikut ini. Scheiner. seperti pemborosan dalam penggunaan bahan.J. 2. Beasley. 5th Ed. The Institute of Internal Auditing. (2006). Bertitik tolak dari fungsi manajemen. Manusia. The Assessment of Quality. L. Daftar Pustaka y y y y y Arens. material. 2. Program audit. uang. serta persediaan yang usang.S. 2000. Kelemahan dalam pengolahan bahan dan fasilitas. Pendekatan audit manajemen meliputi berikut ini. terlalu banyak persediaan. 4. tidak tersedianya bahan. 2nd Ed. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan dalam audit manajemen. A. Witt. Item. 3.

7. Anggaran. Informasi yang diproses terdiri dari 2 jenis yaitu berikut ini. . 6. Kualitas catatan akuntansi dan produksi informasi keuangan dan manajemen yang dapat diandalkan secara tepat waktu. 13. Jakarta: Harvarindo. umumnya mempunyai elemen-elemen sistem pengendalian manajemen berikut ini. 8. 4. Pelaporan dan analisis. Perencanaan. Pada proses bisnis. 11. dan standar. 14. dan ekonomis. Jakarta: Harvarindo. Jakarta: Rineka Cipta. Amin Widjaja. (2004). sedangkan perencanaan taktis adalah perencanaan jangka pendek yang terkait dengan operasi sehari-hari perusahaan. Sistem pengendalian manajemen dipusatkan pada berbagai pusat tanggung jawab. Karakteristik sistem pengendalian manajemen meliputi berikut ini. Ekonomisasi adalah penggunaan sumber daya secara bijak berdasarkan penggunaan terbaiknya. 9. Audit Operasional (Suatu Pengantar).y y y Tunggal. 12. (2000). MODUL 2 HUBUNGAN AUDIT MANAJEMEN DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN Kegiatan Belajar 1: Konsep Sistem Pengendalian Manajemen Rangkuman 1. 5. Tunggal. 2. (2003). 1. Pencapaian tujuan perusahaan secara efektif. Operasi dan pengukuran. Perlindungan terhadap aset dan informasi perusahaan. 10. Perencanaan adalah proses seleksi dari pilihan yang terbaik di antara pilihan-pilihan yang ada. Pengendalian manajemen adalah semua kebijakan dan prosedur yang diterapkan manajemen suatu organisasi/perusahaan untuk memastikan tentang hal-hal berikut ini. 1) Data yang terencana dalam bentuk program. Efektivitas adalah produksi aktual sesuai dengan yang diharapkan atau kemampuan suatu unit untuk mencapai tujuan yang diinginkan sedangkan efisiensi adalah meminimalkan jumlah sumber daya yang terbuang pada saat melakukan produksi atau menggambarkan berapa banyak masukan (input) yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit keluaran (output) tertentu. Pencegahan dan pendeteksian kecurangan dan kesalahan. Amin Widjaja. 3. anggaran. 2. Tunggal. Perencanaan strategis adalah perencanaan jangka panjang yang merupakan proses penentuan program-program yang akan dilaksanakan organisasi dan besarnya sumber daya yang akan dialokasikan untuk tiap program selama beberapa tahun ke depan. Management Audit: Suatu Pengantar. Amin Widjaja. efisien. Ketaatan terhadap hukum eksternal dan kebijakan manajemen. Audit Manajemen Kontemporer. Setiap perencanaan dapat bersifat strategis atau taktis.

kesadaran. Sistem pengendalian manajemen merupakan sistem yang terpadu dan terkoordinasi. dan informasi yang baru dan berbeda. Hubungan dengan klien dapat diperbaiki karena adanya suatu perasaan keterlibatan melalui kerja sama dan usaha koordinasi. Kerja sama antara auditor manajemen dan auditor eksternal akan memberikan nilai tambah dan manfaat bersama. . misalnya jumlah karyawan. dan kebutuhan psikologis (O. 4. Hubungan antarmanusia adalah suatu proses interaksi yang terjadi antara seseorang dengan orang lain untuk mendapatkan saling pengertian. 1. di mana data yang terkumpul untuk berbagai kegunaan dipadukan untuk saling dibandingkan setiap saat pada setiap unit organisasi. Penilaian auditor eksternal terhadap efektivitas fungsi auditor manajemen akan sangat membantu auditor manajemen. jumlah kerusakan digunakan untuk memperluas cakupan. yaitu berikut ini. ide-ide. 15. 2.U Effendi). Mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai operasi klien dalam area khusus di organisasi. 5. prosedur-prosedur. Nilai tambah yang diperoleh auditor manajemen dari auditor eksternal. 18. Nilai tambah untuk auditor eksternal yang diperolehnya dari auditor manajemen adalah berikut ini. Kegiatan Belajar 2: Hubungan Antarmanusia dalam Audit Manajemen Rangkuman 1. auditor manajemen yang efektif harus memahami definisi sistem pengendalian manajemen dan konsep-konsep evaluasi sistem pengendalian manajemen. Oleh karena itu. 17. melalui pengalaman auditor manajemen dalam area tersebut. 6. Auditor manajemen melakukan reviu atas area-area di organisasi dengan tujuan untuk mengevaluasi pengendalian manajemen.2) Data aktual mengenai apa yang telah atau sedang terjadi baik di dalam maupun di luar organisasi. 3. Mendapatkan suatu pengertian yang lebih baik tentang independensi. dan kualitas sistem pengendalian manajemen. Pelatihan auditor manajemen dapat ditingkatkan melalui proses pertukaran teknik audit. Dapat mengidentifikasi area pekerjaan audit manajemen yang lebih luas. sedangkan yang dinyatakan dalam satuan non-moneter. 16. Sistem pengendalian manajemen merupakan sistem organisasi total yang mencakup semua aspek operasi organisasi dan berfungsi untuk membantu manajemen menjaga keseimbangan semua bagian operasi dan mengoperasikan organisasi sebagai suatu kesatuan yang terorganisasi. Sistem pengendalian manajemen biasanya berkaitan dengan struktur keuangan yang dinyatakan dalam satuan moneter. Aspek perencanaan dalam sistem pengendalian manajemen cenderung mengikuti pola dan jadwal tertentu. 19. 7. dan tujuan pemeriksaan serta dapat mendorong auditor manajemen menjadi lebih profesional. standar pemeriksaan. Pengetahuan hubungan antarmanusia dapat digunakan untuk memecahkan berbagai masalah yang berhubungan dengan faktor manusia dalam manajemen. 2.

L. Bedford N.8. Effendi. (1992). yang mengumpulkan. Dikutip dari Tunggal. . Sawyer. Amin Widjaja. The Institute of Internal Auditing. Dapat lebih berkonsentrasi pada area yang lebih penting untuk ditekankan pada saat melakukan audit. Perencanaan dan peramalan berbagai kegiatan bisnis. (1986). 2000. respons orang tua ke anak atas pernyataan anak ke orang tua. Tunggal. (2000). Govindarajan.N. Scheiner. Mendapatkan pelatihan yang bermanfaat dari koordinasi dan mengelola suatu kelompok audit termasuk auditor manajemen. Dearden John. M. R. Management Audit: Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta. Komunikasi yang efektif dalam audit manajemen dapat dilakukan oleh auditor manajemen melalui pemahaman atas analisis transaksional. (2003). Dikutip dari Tunggal. (2004). (2001). 6th Ed. Hal ini terjadi apabila respons anak ke orang tua atau orang tua ke anak terhadap pernyataan dewasa ke dewasa. Dittenhofer. Sawyer¶s Internal Auditing. Jakarta: Binarupa Aksara. Sistem Pengendalian Manajemen. Fungsi dasar manajemen keuangan pada perusahaan terdiri dari berikut ini. and V. 10. MODUL 3 AUDIT MANAJEMEN FUNGSI KEUANGAN Kegiatan Belajar 1: Manajemen Keuangan dan Konsep Audit Manajemen Fungsi Keuangan Rangkuman 1. 9. 2. Human Relations and Public Relations dalam Manajemen. and J. Penerjemah: Agus Maulana.H. A. O.B.N. An Approach to Upgrading the Internal Audit Function. 5th Ed.. Audit Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara. dan memantau beraneka ragam data yang diperolehnya dari berbagai satuan dan bidang fungsional lainnya dalam perusahaan. Sebaliknya transaksi silang menghentikan komunikasi yang efektif. baik bidang fungsional yang bersifat kegiatan pokok maupun yang bersifat penunjang. menganalisis. Analisis transaksional menganalisis apa yang terjadi jika orang berkomunikasi dan berinteraksi. 1. Anthony. Komunikasi yang sehat dan memuaskan biasanya terdapat pada bentuk transaksi sejajar. Terjemahan dari: Management Control Systems. Misalnya. R.M. McGraw-Hill: Boston. 2000. Daftar Pustaka y y y y y y y Anthony. Bandung: Penerbit Alumni. Transaksi sejajar menghasilkan respons yang baik dan diharapkan.A. Siagian. McGhee. Sondang P. Fungsi keuangan merupakan satuan kerja yang menangani keuangan dalam perusahaan. mencatat. Management Control Systems.U.11th Ed.

Kegiatan Belajar 2: Ruang Lingkup Pelaksanaan Audit Manajemen Fungsi Keuangan Rangkuman 1. Langkah-langkah dalam pelaksanaan audit manajemen fungsi keuangan meliputi langkah-langkah berikut ini. Pengawasan. 3. Fungsi keuangan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategik dalam kehidupan perusahaan. dan perluasan usaha. 10. ditinjau dari sudut pandang pencapaian sasaran jangka pendek. Manajemen risiko. 3. yang umumnya mencakup kurun waktu tertentu. 9. Auditor manajemen harus memperhatikan 4 objek audit dalam pelaksanaan auditnya agar audit manajemen fungsi keuangan dapat mencapai sasarannya. 11. Aktivitas-aktivitas fungsi keuangan pada perusahaan meliputi berikut ini. 4. Bidang analisis keuangan. Mencari modal tambahan. yaitu berikut ini. Departemen treasury. Pendekatan komparatif. investasi organisasi di joint venture atau akuisisi. 12. 11. 12. dan sistem informasi. 1. seperti operasi departemen pajak. Penggalian informasi yang menyangkut ketaatan. 5. 2. pertumbuhan. Organisasi. 7. Penggunaan teori manajemen berdasarkan sasaran (Management by Objectives atau MBO). Penyusunan rencana aksi analisis keuangan. Sasaran finansial perusahaan. Beberapa area lain. Penyusunan rencana aksi bidang akuntansi. Pemanfaatan keahlian pihak lain. Komponen audit manajemen fungsi keuangan terdiri dari komponen keuangan. Perencanaan keuangan. administrasi employee stock option. Lingkup audit manajemen fungsi keuangan meliputi area berikut ini. 4. administrasi profit-sharing dan dana pensiun. 6. Pendekatan dalam pelaksanaan audit manajemen fungsi keuangan terdiri dari berikut ini. operasional. Pendekatan statistikal. Prinsip efisiensi. 14.Investasi dan sumber pembiayaan. 5. Laporan keuangan menggambarkan informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan. 13. Perencanaan dan penganggaran. Laporan keuangan tersebut sangat bermanfaat dan diperlukan oleh manajemen puncak dalam menentukan arah perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. jangka menengah maupun jangka panjang. 8. 9. 10. 8. 6. 2. 13. Penyusunan rencana induk anggaran. 15. . 7. yang meliputi perolehan keuntungan.

Sondang P. Brink¶s Modern Internal Auditing. Dalam mengembangkan strategi pemasaran. seorang manajer pemasaran harus memperhatikan kaitannya dengan strategi perusahaan secara keseluruhan. Jakarta: Bumi Aksara. Analisis data. Daftar Pustaka y y y Moeller. pelaksanaan serta pengendalian upaya pemasaran. MODUL 4 AUDIT MANAJEMEN FUNGSI PEMASARAN Kegiatan Belajar 1: Ruang Lingkup Pemasaran dan Konsep Dasar Manajemen Pemasaran Rangkuman 1. pengembangan strategi pemasaran. R. perencanaan program pemasaran. 19. penawaran. pengorganisasian. berkoordinasi dengan bidang fungsional lain dalam perusahaan. Jika perusahaan ingin berhasil mencapai sasarannya dan terus bertahan maka perusahaan tidak dapat mengabaikan pentingnya peninjauan berkala yang efektif atas fungsi pemasaran dalam perusahaan dengan melakukan audit manajemen fungsi pemasaran.14. Witt. 5th Ed. Penentuan cakupan kegiatan audit. Siagian. Manajemen pemasaran adalah proses yang mencakup analisis. New York: John Wiley & Sons Inc. Perencanaan kegiatan audit. Kegiatan Belajar 2: Ruang Lingkup Pelaksanaan Audit Manajemen Fungsi Pemasaran Rangkuman 1. Jakarta: Rineka Cipta. (2001). Proses pemasaran terdiri dari analisis peluang pasar. Management Audit: Suatu Pengantar. (1999). 2. Pengumpulan data. (2000). Hasil dari audit manajemen fungsi keuangan adalah laporan audit yang berisi temuan-temuan kelemahan dalam fungsi keuangan serta rekomendasi untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut. pelaksanaan. penelitian dan pemilihan pasar sasaran. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dari individu dan kelompok untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya melalui penciptaan. Audit Manajemen. Amin Widjaja. 16. 15. Penyusunan laporan. 18. & H. . 3. 17. 4. dan mencari sumber dari internal maupun eksternal. perencanaan. jasa serta gagasan berdasarkan pertukaran dan tujuannya adalah memberikan kepuasan bagi pihak yang terlibat. dan pengawasan yang mencakup barang. dan pertukaran (nilai) produk dengan pihak lain. Tunggal.

(2001). 3. Jakarta: Rineka Cipta. & H. Terjemahan dari: Marketing Management. Pelaksanaan. Amin Widjaja. Jakarta: Harvarindo. dan Pengendalian. Terjemahan dari: Marketing. Pearson Education Asia Pte. Penerjemah: David Octarevia. Implementasi. (2004). dan ekonomisasi perusahaan. Brink¶s Modern Internal Auditing. Ltd. 5th Ed. dan mengevaluasi fakta tentang sejauh mana manajemen pemasaran berhasil memberikan dukungan kepada berbagai satuan kerja pelaksana tugas pokok dalam perusahaan. (2000). Susanto. New Jersey: Prentice Hall. Tunggal. efisiensi. Lingkup audit manajemen fungsi pemasaran agar audit dapat mencapai sasaran meliputi: 1. Audit manajemen fungsi pemasaran bertujuan untuk memastikan bahwa fungsi pemasaran telah menjalankan fungsinya dengan baik. Manajemen Pemasaran: Analisis. 5th Ed. Siagian. keterkaitan dengan strategi perusahaan. Joseph F. Bandung: Linda Karya. penyelenggaraan seluruh fungsi dan aktivitas manajemen pemasaran. kepuasan para pelanggan perusahaan. 2. and Carl McDaniel. Jakarta: Salemba Empat. (2003). dan Pengendalian.Hair. (2001). Tunggal. (1999). Daftar Pustaka y y y y y y y y Kotler. Sondang P. dan efisien serta memberikan dukungan yang maksimal terhadap pencapaian tujuan perusahaan yang memungkinkan terwujudnya peningkatan efektivitas. Lamb. R. Kotler. efektif. Manajemen Pemasaran di Indonesia: Analisis. Perencanaan. Amin Widjaja. A. Saladin. 4.2. Management Audit: Suatu Pengantar. 4. Audit Manajemen Kontemporer. Audit manajemen fungsi pemasaran biasanya berkonsentrasi pada dua area dalam mereviu keseluruhan proses pemasaran. Jakarta: Salemba Empat. Charles W. Perencanaan. P. Audit manajemen fungsi pemasaran merupakan seluruh upaya penelitian yang dilakukan terhadap aktivitas manajemen pemasaran untuk mencari. (2000). Jakarta: Bumi Aksara. 3. Djaslim. Principles of Marketing. Witt. 8th Ed. P. Moeller. Penerjemah: Ancella Anitawati Hermawan. Thomson Learning Asia. Audit Manajemen. New York: John Wiley & Sons Inc. MODUL 5 AUDIT MANAJEMEN FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA Kegiatan Belajar 1: Manajemen Sumber Daya Manusia dan Konsep Audit Manajemen Fungsi Sumber Daya Manusia Rangkuman .B. yaitu area keuangan dan area operasional. menemukan. Pemasaran.

1. . dan ekonomisasi perusahaan secara keseluruhan. Setiap manajer dalam semua bidang sebenarnya adalah manajer sumber daya manusia karena setiap manajer memimpin orang-orang maka sangat penting untuk melibatkan manajer sebagai sasaran audit. Hal ini diperlukan. dan efisien serta memberikan dukungan yang maksimal terhadap pencapaian tujuan perusahaan yang memungkinkan terwujudnya peningkatan efektivitas. menemukan. efektif. para manajer bidang fungsional. Tujuan manajemen sumber daya manusia pada perusahaan adalah mengelola/mengembangkan kompetensi personel/individu menjadi kompetensi inti perusahaan agar perusahaan dapat menjalankan misinya dan mewujudkan visinya melalui pencapaian tujuan yang direncanakan. dan mengevaluasi fakta tentang sejauh mana manajemen berhasil memberikan dukungan kepada berbagai fungsi pelaksana tugas pokok perusahaan. 3. 2. 4. para supervisor. misalnya komponen yang dianggap sedang bermasalah atau yang memerlukan perbaikan kinerja. Ketaatan manajemen pada berbagai ketentuan normatif. Seluruh kegiatan audit manajemen fungsi sumber daya manusia dalam suatu perusahaan diarahkan untuk meningkatkan efektivitas. Keterkaitan dengan strategi perusahaan. Karakteristik audit manajemen fungsi sumber daya manusia adalah berikut ini. Lingkup audit manajemen sumber daya manusia terdiri dari berikut ini. 1. efisiensi.1. efisiensi. 3. Kegiatan Belajar 2: Ruang Lingkup Pelaksanaan Audit Manajemen Fungsi Sumber Daya Manusia Rangkuman 1. dan bahkan dapat dimanfaatkan oleh semua pelaksana kegiatan teknis dan operasional di perusahaan. antara lain untuk meneliti sampai sejauh mana manajer mampu menerapkan berbagai kebijakan yang ditetapkan oleh manajemen sumber daya manusia dalam bidang yang dipimpinnya. 2. 2. 3. Manajemen sumber daya manusia adalah proses sistematis untuk mencapai tujuan-tujuan pengelolaan sumber daya manusia dalam rangka mendukung pencapaian tujuan organisasi. dan ekonomisasi perusahaan. termasuk keputusan yang dibuatnya sendiri. Penyelenggaraan semua fungsi sumber daya manusia. 5. Manajemen puncak sebagai pihak yang menentukan cakupan audit harus menentukan dari awal apakah audit manajemen fungsi sumber daya manusia mencakup seluruh perusahaan atau hanya komponen-komponen tertentu di dalamnya. manajer di fungsi sumber daya manusia. Audit manajemen fungsi sumber daya manusia bertujuan untuk memastikan bahwa fungsi sumber daya manusia telah berjalan dengan baik. Audit manajemen fungsi sumber daya manusia adalah seluruh upaya penelitian yang dilakukan terhadap aktivitas manajemen sumber daya manusia untuk mencari. 4. Hasil audit manajemen fungsi sumber daya manusia akan dimanfaatkan oleh banyak pihak seperti manajemen puncak.

Daftar Pustaka y y y y Moeller. Penggalian informasi yang menyangkut ketaatan. 21. Pemanfaatan keahlian pihak lain. 8. (2000). (2002). Willy. 17. Pendekatan dalam pelaksanaan audit manajemen fungsi sumber daya manusia adalah berikut ini. 5th Ed.4. Perencanaan kegiatan audit. 15. dan manajemen sumber daya manusia dapat mencurigai adanya kemungkinan tujuan self-serving dalam setiap reviu fungsi sumber daya manusia. 12. 19. New York: John Wiley & Sons Inc. Hasil dari audit manajemen fungsi sumber daya manusia adalah laporan audit yang berisi temuan-temuan kelemahan dalam fungsi sumber daya manusia serta rekomendasi untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut. Jakarta: Rineka Cipta. Brink¶s Modern Internal Auditing. R. Amin Widjaja. MODUL 6 AUDIT MANAJEMEN FUNGSI PEMBELIAN Kegiatan Belajar 1: Ruang Lingkup Fungsi Pembelian dan Konsep Audit Manajemen Fungsi Pembelian Rangkuman . 20. 16. Susilo. Pendekatan statistikal. Penyusunan laporan. Siagian. 7. Sondang P. Auditor manajemen. Prosedur audit atas fungsi sumber daya manusia yang dilakukan oleh auditor manajemen mencakup dua elemen dasar sebagai berikut. Kepuasan para karyawan perusahaan. Vorqistatama Binamega Tunggal. manajemen lini. Penggunaan teori manajemen berdasarkan sasaran (Management by Objectives atau MBO). Witt. Auditor manajemen kadang-kadang tidak melakukan reviu atas fungsi sumber daya manusia karena kerahasiaan catatan pegawai (employee records). & H. Penentuan cakupan kegiatan audit. 10. Management Audit: Suatu Pengantar. 9. 5. Langkah-langkah yang umumnya digunakan dalam pelaksanaan audit manajemen fungsi sumber daya manusia adalah berikut ini. Analisis data. Pengumpulan data. 11. Pendekatan komparatif. (2001). 18. Prosedur audit operasional. 13. Jakarta: Bumi Aksara. 14. Audit SDM. 6. Audit Manajemen. (1999). Prosedur audit kendali keuangan.

12. bahan lainnya.1. Audit manajemen fungsi pembelian harus dilakukan dengan optimal untuk memastikan agar kegiatan operasional perusahaan tidak sampai terhenti yang akan berakibat negatif bagi perusahaan secara keseluruhan. 13. 6. Hasil audit manajemen fungsi pembelian adalah laporan yang berisi temuantemuan berupa ketidaksesuaian dengan prosedur. 1. Komunikasi yang baik dengan pihak manajemen puncak dalam bentuk informasi yang paling akurat mengenai bahan dan aneka jasa yang dibutuhkan perusahaan. Penentuan Pembelian secara Khusus (Specialized Purchase Requirements). 4. 11. penyimpangan sistem. bahan baku. 2. Penyelesaian keuangan. Pengadaan bahan mentah. yang dimulai dengan penerbitan Permintaan Barang (Purchase Requisition) atau Perintah Kerja (Work Order) sampai penerbitan Pesanan Pembelian (Purchase Order). Otorisasi pembelian. Tersedianya peralatan dan bahan pendukung produksi lainnya yang diperlukan agar standar mutu dan ketepatan penggunaan dapat tercapai. Terjaminnya kesinambungan pasokan bahan mentah. 9. Kegiatan Belajar 2: Ruang Lingkup Pelaksanaan Audit Manajemen Fungsi Pembelian Rangkuman 1. bahan baku. Terdapat 4 sasaran audit manajemen pada fungsi pembelian. 4. Terwujudnya kerja sama dari unit kerja atau unit fungsional lain dalam perusahaan untuk menjalankan fungsi pembelian dengan baik. dengan terus-menerus melakukan pengurangan biaya pembelian. 2. Sasaran strategik fungsi pembelian. 5. dan sebagainya yang perlu diperbaiki oleh perusahaan dan . 3. 8. Mengupayakan terjaminnya persediaan bahan mentah dan suku cadang agar berada pada tingkat yang aman. 3. 7. Pelaksanaan sistem pengawasan yang digunakan untuk memastikan bahwa nilai dan biaya pengadaan telah sesuai. 10. melalui Skedul Produksi Manufaktur. Prosedur tindak lanjut pemesanan. suku cadang. dan bahan penolong lainnya yang diperlukan dalam proses produksi. Sasaran strategik fungsi pembelian merupakan ukuran atau patokan yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi fungsi pembelian pada perusahaan. Perencanaan operasional/induk. 2. 3. Fungsi pembelian memiliki nilai dan arti penting bagi perusahaan karena sangat menunjang operasional perusahaan. 1. 5. Mekanisme pengendalian pembelian. dan Kebutuhan Operasional Sehari-hari. Tipe dan struktur organisasi pembelian. Penentuan kebutuhan. Tujuh sasaran strategik fungsi pembelian yang harus dipahami meliputi hal-hal berikut. Siklus normal fungsi pembelian meliputi berikut ini. Penentuan Penggantian Persediaan (Inventory Replenishment Requirement). penyalahgunaan wewenang. dan aneka jasa yang diperlukan harus dilaksanakan dengan biaya yang serendah mungkin. yaitu berikut ini. Penyelesaian proses pengiriman.

2. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjamin kelancaran proses produksi. keinginan atau kebutuhan konsumen yang senantiasa berubah. 4. tetapi tidak dalam jumlah yang berlebihan. seperti melalui pengawasan terhadap permintaan barang/jasa. pengelolaan persediaan haruslah efektif. bahan baku atau bahan penunjang lain yang diperlukan dalam proses produksi harus terjamin ketersediaannya. Kegiatan produksi merupakan salah satu kegiatan operasional perusahaan yang mendukung pencapaian tujuan dan keberhasilan suatu perusahaan. Melalui audit manajemen fungsi pembelian. 2. seperti catatan mengenai proses pembelian yang pernah dilakukan sebelumnya. Artinya. penerimaan barang. analisis seluruh penawaran yang masuk sampai dengan proses penerbitan PO. 5. bahan mentah. Tanggung jawab itu setidaknya meliputi 2 hal sebagai berikut. Penanganan informasi oleh fungsi pembelian telah dilakukan dengan benar. Mendapatkan informasi mengenai proyeksi penjualan. 3. Langkah-langkah dalam menentukan perkiraan permintaan manufaktur terdiri dari berikut ini. Menghitung bahan baku yang diperlukan untuk menjamin kelancaran proses produksi sehingga ketersediaan produk atau barang jadi lebih terjamin untuk dapat memenuhi permintaan yang ada. diupayakan lebih dari satu penawaran yang diterima oleh perusahaan. Memperkirakan jadwal penyampaian barang yang telah dipesan oleh konsumen. Berbagai catatan yang akurat. . dan penyelesaian pembayaran faktur. dan membantu perusahaan dalam menetapkan standar biaya produksi. Proses pengadaan barang dan jasa telah dilakukan dengan baik. efektif. 7. 8. dalam kurun waktu tertentu di masa depan. dan efisien. tanggung jawab fungsi pembelian dapat diwujudkan dengan baik. Memperkirakan volume permintaan konsumen dalam jangka waktu tertentu. proses riset dan pengembangan harus terus dilakukan terhadap produk perusahaan. berdasarkan jenis produk dan waktunya. 6.juga rekomendasi yang perlu dilaksanakan manajemen untuk memperbaiki temuan-temuan tersebut sehingga di masa depan dapat diminimalkan atau dihilangkan. pembakuan sistem dan cara kerja produksi tertentu maka akan mampu memberikan manfaat yang sebesar mungkin bagi perusahaan. yaitu: 1. daftar pemasok ataupun proses pengiriman disimpan dan dimanfaatkan dengan baik. Dengan adanya produk yang dapat memenuhi harapan. 7. 6. MODUL 7 AUDIT MANAJEMEN FUNGSI PRODUKSI Kegiatan Belajar 1: Kegiatan Produksi dan Konsep Audit Manajemen Fungsi Produksi Rangkuman 1.

Sistem pemantauan (kontrol) terhadap proses produksi meliputi: 10. Kegiatan Belajar 2: Ruang Lingkup Pelaksanaan Audit Manajemen Fungsi Produksi Rangkuman 1. Utilisasi tenaga kerja. melakukan pemeriksaan akhir terhadap produk jadi yang siap untuk dipasarkan atau diserahkan kepada pihak pengguna. Utilisasi bahan mentah. penugasan yang optimal. dan kemasyarakatan. menciptakan dan menerapkan sistem pengawasan produk untuk menjamin bahwa mutu produk telah memenuhi standar yang telah ditentukan. untuk memastikan agar produk dapat diterima pasar. 13.8. 12. peralatan dan perlengkapan. menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi karyawan untuk memastikan apakah keterampilan yang dimiliki karyawan sesuai dengan tuntutan proses produksi sehingga tidak melakukan kesalahan berarti. baik secara jumlah maupun jenis. perawatan yang efektif. Pengendalian operasi produksi. Ruang lingkup produksi yang dapat menjadi sumber potensial terjadinya permasalahan adalah berikut ini. 4. perekrutan. 5. disewa atau dibuat sendiri perlu diupayakan. menyusun laporan periodik untuk memastikan pesanan para konsumen telah terpenuhi dengan baik. lingkungan hidup. menciptakan sistem pengendalian (kontrol) produksi untuk memantau apakah proses produksi telah berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya. 11. utilitas. 14. dan standar kinerja yang adil. 15. jenis bahan baku dan penggunaannya efektif dan efisien. Menyusun jadwal kegiatan produksi atau manufaktur berdasarkan kebutuhan atau pesanan konsumen. dapat mengurangi besaran barang tolakan (reject) sehingga produktivitas dapat lebih ditingkatkan. menjamin ketersediaan alat dan sarana kerja yang diperlukan. Perencanaan dan pengendalian produksi. 9. yang mencakup penentuan tata letak (lay-out) fasilitas produksi dan rantai pasokan (supply chain) produksi. yang mencakup kondisi ruangan. kondisi dan fasilitas kerja. dilakukan pengujian terhadap pendekatan atau cara pengolahan baru dan kualitas agar kemampuan produksi dan efisiensi dapat ditingkatkan. Fasilitas. baik yang bersifat umum atau khusus. 1. baik oleh perusahaan. dan fleksibilitas tertentu. dengan mengacu pada kriteria kualitas tertentu. 2. kondisi geografis. . yang dimulai dari pembuatan jadwal (melalui MPS) hingga perencanaan kebutuhan (melalui MRP dan bill of material). secara nasional (seperti Standar Nasional Indonesia ± SNI) atau secara internasional (International Standard Organization ± ISO). Efektivitas dan efisiensi penggunaan berbagai peralatan dan perlengkapan yang ada. yang mencakup 4 aspek sebagai berikut. Pengembangan dan perancangan desain produk. 3. Keterkaitan logistik. kompensasi. 1. terkait dengan penentuan kebutuhan tenaga kerja. MRP. 2. baik yang dibeli.

dan penggunaan sumber energi atau utilitas. 19. dengan memperhatikan sistem penentuan biaya (yaitu biaya standar atau ABC) dan tiga elemen utama biaya produksi yang mencakup biaya material langsung. seperti penyimpangan. perawatan pencegahan. pemasaran. 14. yaitu audit operasional perencanaan produksi dan audit keuangan perencanaan produksi. 16. Hal-hal yang perlu diaudit dalam fungsi produksi. 13. penjadwalan kegiatan perawatan secara rutin. yaitu perbaikan darurat. 11. 9. 6. 12. dan keuangan. biaya tenaga kerja langsung. yang mencakup efisiensi perlengkapan kantor. MODUL 8 AUDIT KEPASTIAN MUTU . dan rekomendasi teknis untuk memperbaiki. perawatan perbaikan. Pengendalian biaya yang memadai. terdapatnya koordinasi antara berbagai fungsi yang terlibat. kerapian penyimpanan arsip mulai dari pemesanan bahan baku sampai penggunaan atau penghapusan bahan baku tersebut. dan ketersediaan anggaran untuk melaksanakan kegiatan perawatan. prosedur. dan eliminasi perawatan. yaitu: 17. antara lain meliputi: 8. Hasil audit manajemen fungsi produksi merupakan laporan yang disampaikan kepada manajemen senior. Ada 4 jenis tindakan pemeliharaan. pengamanan atas bahan dan peralatan telah dilakukan sehingga menjamin pemanfaatan yang maksimal. Terkait dengan pemeliharaan. memahami strategi perawatan yang dijalankan oleh perusahaan. Penggunaan jasa pendukung yang efektif. dan kegiatan operasional perawatan yang telah dijalankan selama ini. 15. seperti produksi. menghilangkan atau menyempurnakan temuan tersebut. kelancaran proses produksi dan kualitas hasil pekerjaan yang terwujud melalui penggunaan sarana dan peralatan yang ada. 10. kelemahan dan kecurangan. dan biaya overhead pabrik. 18. Pemeliharaan harus mendapatkan perhatian karena dapat menyebabkan terganggunya proses produksi yang dapat menurunkan mutu barang dan mengurangi pendapatan perusahaan. adanya pelatihan terus menerus terhadap karyawan sehingga keterampilan mereka senantiasa meningkat dan efisiensi proses produksi dapat tercapai. pembelian. 7. dan bagian yang ditugaskan untuk melakukan hal itu. penyimpanan bahan dan peralatan di gudang dilakukan secara efisien dan tidak mengganggu kelancaran proses produksi. audit manajemen perlu mengambil langkahlangkah. yang berisi temuan-temuan. fasilitas karyawan. perawatan fasilitas. 4.3. efisiensi penggunaan dan pemeliharaan mesin dilakukan secara optimal. Audit manajemen terhadap fungsi produksi melibatkan dua bagian besar. personalia. menilai dan memantau kebijakan.

5. 7. process quality audit. tipe audit terdiri dari suitability quality audit dan conformity quality audit. vendor appraisal. data processing quality audit dan customer service quality audit. Audit keuangan kepastian mutu. management review. Metode pelaksanaan audit. 3. tipe audit terdiri dari internal quality audit dan external quality audit. Audit kepastian mutu merupakan suatu upaya yang dilakukan secara objektif dan sistematis untuk memastikan bahwa kegiatan mutu dan hasil yang dicapai telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dan kriteria tersebut telah diterapkan sebagaimana mestinya. 9. product quality audit. Berdasarkan objek pelaksanaan audit. yaitu: 1. product certification. External quality audit terdiri dari quality system certification/registration. 12. mulai dari perencanaan produksi sampai bagian keuangan. Tipe audit kepastian mutu dapat dibedakan berdasarkan 4 kategori sebagai berikut. 2. yaitu secara random yang bersifat jangka pendek dan terus-menerus yang bersifat jangka panjang. 4. 10. dan quality system evaluation and improvement audit. corporate quality audit. 13. harus memahami manajemen kualitas ketika melaksanakan fungsinya mengawasi kegiatan atau aktivitas fungsi-fungsi perusahaan. .Kegiatan Belajar 1: Konsep Audit Kepastian Mutu Rangkuman 1. 8. Inspeksi terhadap Fungsi Penerimaan Barang. Subjek pelaksanaan audit. Tujuan pelaksanaan audit. Audit kepastian mutu dilakukan dalam 2 lingkup berikut. vendor surveillance. Audit operasional kepastian mutu. 6. Auditor memiliki peranan besar dalam pelaksanaan TQM. Internal quality audit terdiri dari internal quality system audit. 3. Upaya pemeriksaan dilakukan dalam 2 cara. performance review. Konsep ini disebut sebagai Manajemen Kualitas Total (Total Quality Management) atau TQM. Objek pelaksanaan audit. tipe audit terdiri dari quality program audit dan system quality audit. 2. process certification. Aktivitas pengendalian mutu mencakup hal-hal berikut. Konsep mutu harus diadopsi oleh segenap komponen perusahaan. Berdasarkan subjek pelaksanaan audit. harus berpartisipasi aktif dalam menjalankan program TQM melalui pengawasan ketat terhadap program mutu yang dijalankan perusahaan dan menjalankan aktivitas mutu ketika melaksanakan pekerjaannya agar semakin memahami maksud dan tujuan manajemen mutu tersebut. 11. 1. 2. Kegiatan Belajar 2: Ruang Lingkup Pelaksanaan Audit Kepastian Mutu Rangkuman 1. Berdasarkan tujuan pelaksanaan audit. 4.

dan menyiapkan kertas kerja audit. Inspeksi Akhir terhadap Produk Jadi. 8. 16. 13. 14. Program Perbaikan Mutu di Masa Depan. 5.Inspeksi Tahap Menengah. 11. Sistem Standar Mutu Perusahaan. Analisis Audit Kepastian Mutu. dan fungsi manajemen terkait. 7. 10. 15. jadwal. kertas kerja dan prosedur sampling audit. Implementasi Audit Kepastian Mutu. Tiga bidang pengendalian yang perlu diperhatikan ketika melakukan audit kepastian mutu adalah berikut ini. 12. dan standar acuan kegiatan audit. Langkah-langkah yang dilakukan pada saat pelaksanaan audit kepastian mutu meliputi berikut ini. Penentuan Kebutuhan akan Kepastian Mutu. pertemuan dengan manajemen. efektivitas kegiatan mutu. dilakukan dengan menentukan sumber daya. 9. Hasil audit kepastian mutu adalah laporan yang berisi temuan-temuan berupa deviasi atau penyimpangan dari standar yang telah ditentukan dan tindakan korektif yang direkomendasikan kepada manajemen dan fungsi perusahaan yang terkait. Pelaporan Hasil Audit Kepastian Mutu. Audit kepastian mutu bertujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengendalian mutu dalam suatu perusahaan yang merupakan lintas fungsi dalam perusahaan dan harus dipahami oleh segenap komponen perusahaan. dan kesesuaian dengan standar. dilakukan dengan mengolah data menjadi informasi terkait dengan sistem mutu. dilakukan dengan peninjauan lapangan. 6. 20. Perencanaan Audit Kepastian Mutu. Sistem Pengujian Mutu yang Memadai. 19. 17. Inspeksi Selama Proses Produksi. yang disampaikan agar dapat memuaskan kebutuhan pencapaian mutu yang ditetapkan manajemen. 18. maksud. yaitu dengan memahami tujuan. . Prosedur untuk Mengomunikasikan Hasil dan Melakukan Perubahan. urutan kegiatan.

in order to ascertain if operating are conducted in a effective and efficient manner. yaitu audit eksternal dan audit internal.30 WIB (Vibizmanagement .Finance) . Audit manajemen sendiri dapat dikatakan merupakan bagian dari audit internal.´ Atau kalau diterjemahkan manajemen audit mencakup penelitian dan evaluasi atas semua fungsi dari Manajemen. Pengertian sederhana dari audit manajemen adalah investigasi dari suatu organisasi dalam semua aspek kegiatan manajemen dari yang paling tinggi sampai dengan ke bawah dan pembuatan laporan audit mengenai efektifitasnya atau dari segi profitabilitas dan efisiensi kegiatan bisnisnya Definisi menurut Holmes dan Overmyer (1975) : ³The management audit means the examination and evaluation of all information gathering functions and all phases of management functions and activities. untuk memastikan bahwa pelaksanaan operasi perusahaan telah dijalankan dengan cara yang efektif dan efisien.Auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan ± pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk memetapkaan tingkat kesesuaian antara pernyataan ± pernyataan tersebut dengan kinerja yang telah ditetapkan.Audit Manajemen dan Karakteristiknya Kamis.hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Sedangkan kalau ditinjau dari pemeriksa (auditor) yang melaksanakan audit. pada dasarnya audit digolongkan menjadi dua jenis. serta penyampaian hasil . 24 Februari 2011 15. .

Memperkuat keputusan manajemen. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit manajemen perlu digunakan pendekatan yang sistematis dan metode ± metode yang konsisten. 5. 4. Pelaporan dan Rekomendasi. 6. Melakukan pelaksanaan ³value ± of ± money Appraisal´ meliputi : . Selain itu audit manajemen juga mempunyai beberapa karakteristik penting. Pendekatan Sistematis. 3. maka pemeriksaan tersebut harus bersifat independent. Memonitor prosedur pelaporan. Auditor harus dapat merencanakan dan melaksanakan prosedur yang dirancang untuk memperoleh bukti yang cukup untuk mendukung temuan ± temuan dan kesimpulan ± kesimpulan serta rekomendasi yang dibuatnya. 3. Tujuan pemeriksaan manajemen adalah membantu semua peringkat manajemen dalam meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen dengan cara mengidentifikasikan aspek ± aspek system dan prosedur serta rekomendasi kepada manajemen untuk meningkatkan efisiensi. in relation to specified objectives for the purpose of : ‡ assesing performance ‡ identifying opportunities for improvement ‡ developing recommendations for improvement or further action´ Kalau diterjemahkan artinya audit manajemen adalah suatu penelaahan yang sistematis terhadap aktivitas suatu organisasi. 5. atau suatu segmen tertentu daripadanya. 2. dengan maksud untuk : ‡ Menilai kegiatan ‡ Mengidentifikasikan berbagai kesempatan untuk perbaikan ‡ Mengembangkan rekomendasi bagi perbaikan atau tindakan lebih lanjut Sehingga berdaasrkan definisi yang kita kumpulkan di atas. laporan audit menekankan pada temuan ± temuan selama pemeriksaan.Definisi menurut American Institute of Certified Public Accountant / AICPA: ³Management audit is a systematic review of an organization¶s activities or of a stipulated segment of them. Dengan kriteria prestasi pelaksanaan dapat dibandingkan dan dievaluasi. Mencegah dan mendeteksi kecurangan. Agar manfaat pemeriksaan manajemen dapat dicapai. 6. Independensi. Menelaah keadaan catatan. Karakteristik yang membedakan antara audit manajemen dengan jenis audit lainnya adalah terletak pada laporan audit. Memenuhi kewajiban hukum apabila ada. Menjamin/memastikan pengendalian intern yang memadai. 2. Karakter tersebut meliputi : 1. Dalam audit manajemen . 7. pembuatan kesimpulan. dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. 4. yaitu 1. Tujuan Pemeriksaan. Bukti Pemeriksaan. dan kehematan. Kriteria Prestasi. dan rekomendasi untuk meningkatkan system perencanaan dan pengendalian manajemen. audit manajemen mempunyai beberapa karakteristik penting. efektifitas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful