BAB II URAIAN TEORETIS 2.1 Indeks Pembangunan Manusia 2.1.

1 Definisi Pembangunan Manusia dan Pengukurannya UNDP (United Nation Development Programme) mendefenisikan pembangunan manusia sebagai suatu proses untuk memperluas pilihan-pilihan bagi penduduk. Dalam konsep tersebut penduduk ditempatkan sebagai tujuan akhir (the ultimated end) sedangkan upaya pembangunan dipandang sebagai sarana (principal means) untuk mencapai tujuan itu. Untuk menjamin tercapainya tujuan pembangunan manusia, empat hal pokok yang perlu diperhatikan adalah produktivitas, pemerataan, kesinambungan, pemberdayaan (UNDP, 1995). Secara ringkas empat hal pokok tersebut mengandung prinsip-prinsip sebagai berikut : 1. Produktivitas Penduduk harus dimampukan untuk meningkatkan produktivitas dan berpartisipasi penuh dalam proses penciptaan pendapatan dan nafkah.

Pembangunan ekonomi, dengan demikian merupakan himpunan bagian dari model pembangunan manusia. 2. Pemerataan Penduduk harus memiliki kesempatan/peluang yang sama untuk

mendapatkan akses terhadap semua sumber daya ekonomi dan social. Semua hambata yang memperkecil kesempatan untuk memperoleh akses tersebut harus dihapus, sehingga mereka dapat mengambil menfaat dari kesempatan yang ada dan berpartisipasi dalam kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kualitas hidup.

Universitas Sumatera Utara

3.

Kesinambungan Akses terhadap sumber daya ekonomi dan social harus dipastikan tidak

hanya untuk generasi-generasi yang aka datang. Semua sumber daya fisik, manusia, dan lingkungan selalu diperbaharui. 4. Pemberdayaan Penduduk harus berpartisipasi penuh dalam keputusan dan proses yang akan menentukan (bentuk/arah) kehidupan mereka, serta untuk berpartisipasi dan mengambil manfaat dari proses pembangunan. Sebenarnya paradigma pembangunan manusia tidak berhenti sampai disana. Pilihan-pilihan tambahan yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat luas seperti kebebasan politik, ekonomi dan sosial, sampao kesempatan untuk menjadi kreatif dan produktif, dan menikmati kehidupa yang sesuai dengan harkat pribadi dan jasmani hak-hak azasi manusia merupakan bagian dari paradigm tersebut. Dengan demikian, paradigma pembangunan manusia memiliki dua sisi. Sisi pertama berupa informasi kapabilitas manusia seperti perbaikan taraf kesehatan, pendidikan dan keterampilan. Sisi lainnya adalah pemanfaatan kapabilitas mereka untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat produktif, cultural, sosial dan politik. Jika kedua sisi itu didak seimbang maka hasilnya adalah frustasi masyarakat. Konsep pembangunan manusia dalam pengertian di atas jauh lebih baik dari pada teori-teori pembangunan ekonomi yang konvensional termasuk model pertumbuhan ekonomi, pembangunan sumber daya manusia (SDM), pendekatan kesejateraan dan pendekatan kebutuhan-kebutuhan dasar manusia. Model pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan peningkatan pendapatan dan produksi

Universitas Sumatera Utara

nasional (GNP). Pembangunan manusia teruatama sebagai input dari proses produksi (sebagai suatu sarana bukan tujuan). Pendekatan kesejahteraan melihat manusia sebagai agen perubahan dalam pembangunan. Pendekatan kebutuhan dasar memfokuskan pada penyediaan barang dan jasa kebutuhan hidup. Untuk dapat membuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) maka UNDP mensponsoru sebuah proyek tahun 1989 yang dilaksanakan oleh tim ekonomi dan pembangunan. Tim tersebut menciptakan kemampuan dasar. Kemampuan dasar itu adalah umur panjang, pengetahuan dan daya beli. Umur panjang yang dikuantifikasikan dalam umur harapan hidup saat lahir atau sering disebut Angka Harapan Hidup/AHH (eo). Pengetahuan dikuantifikasikan dalam kemampuan baca tulis/ angka melek huruf dan rata-rata lama bersekolah. Daya beli

dikuantifikasikan terhadap kemampuan mengakses sumberdaya yang dibutuhkan untuk mencapai standar hidup yang layak. Nilai IPM suatu negara atau wilayah menunjukkan seberapa jauh negara atau wilayah itu telah mencapai sasaran yang ditentukan yaitu angka harapan hidup 85 tahun, pendidikan dasar bagi semua lapisan masyarakat (tanpa kecuali), dan tingkat pengeluaran dan konsumsi yang telah mencapai standar hidup yang layak. Semakin dekat nilai IPM suatu wilayah terhadap angka 100, semakin dekat jalan yang harus ditempuh untuk mencapai sasaran itu. Karena hanya mencakup tiga komponen, maka IPM harus dilihat sebagai penyederhanaan dari realitas yang kompleks dari luasnya dimensi pembangunan manusia. Oleh karena itu, pesan dasar IPM perlu dilengkapi dengan kajian dan analisis yang dapat mengungkapkan dimensi-dimensi pembangunan manusia yang

Universitas Sumatera Utara

penting lainnya ( yang tidak seluruhnya dapat diukur) seperti kebebasan politik, kesinambungan lingkungan, kemerataan antar generasi. Indeks Pembangunan Manusia merupakan alat ukur yang peka untuk dapat memberikan gambaran perubahan yang terjadi, terutama pada komponen daya beli yang dalam kasus Indonesia sudah sangat merosot akibat krisis ekonomi yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997. Krisis ekonomi dan moneter tersebut berdampak pada tingkat pendapatan yang akibatnya banyak PHK dan menurutnya kesempata kerja yang kemudian dipengaruhi tingkat inflasi yang tinggi selama tahun 1997-1998. Menurutnya tingkat kesempatan kerja dalam konteks pembangunan manusia merupakan terputusnya jembatan yang menghubungkan antara pertumbuhan ekonomi dengan upaya peningkatan kapasitas dasar penduduk. Dampak dari krisis ekonomi pada pembangunan manusia adalah dengan menurunnya daya beli dan ini juga berarti terjadinya penundaan upaya peningkatan kapasitas fisik dan kapasitas intelektual penduduk. Penurunan beberapa komponen IPM sebagai akibat kepekaan IPM sebagai alat ukur yang dapat menangkap perubahan nyata yang dialami penduduk dalam jangka pendek.

2.1.2 Pembangunan Manusia Indonesia Seutuhnya Pembangunan nasional Indonesia sesungguhnya menurut GBHN yang kemudian dijabarkan ke dalam Repelita adalah pembangunan yang menganut konsep pembangunan manusia. Konsep pembangunan manusia seutuhnya merupakan konsep yang menghendaki peningkatan kualitas hidup penduduk baik secara fisik, mental maupun dilakukan menitikberatkan pada pembangunan

Universitas Sumatera Utara

sumber daya manusia secara fisik dan mental mengandung makna peningkatan kapasitas dasar penduduk yang kemudian akan memperbesar kesempatan untuk dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan yang berkelanjutan. Azas pemerataan merupakan salah satu trilogi pembangunan yang akan diimplementasikan dalam berbagai program pembangunan, adalah salah satu prinsip pembangunan manusia. Melalui strategi delapan jalur pemerataan, kebijakan pembangunan mengarah pada pemihakan terhadap kelompok penduduk yang tertinggal. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas fisik dan mental penduduk dilakukan pemerintah melalui pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan dasar. Di sektor ekonomi azas pemerataan yang diimplementasikan antara lain adalah dengan memberikan pengaruh yang sangat besar oleh karena sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak. Juga upaya pemberdayaan dilakkukan usaha bagi penduduk miskin melalui program Inpres Desa Tertinggal (IDT) dan Program Kukesra serta Takesra. Pembangunan di bidang sosial yang sangat mengesankan adalah upaya pengendalian jumlah penduduk melalui program keluarga berencana. Upaya ini secara nyata telah berhasil menurunkan angka kelahiran hingga setengahnya yang kemudian berpengaruh pada pengurangan laju pertambahan penduduk dalam konteks Indonesia, sesungguhnya merupakan upaya yang mempercepat terjadinya peningkatan kualitas hidup, oleh karena bagian terbesar penduduk Indonesia ditinjau dari berbagai indikator sosial berada pada tingkatan kualitas yang masih rendah.

Universitas Sumatera Utara

J) = Indikator ke-I dari daerah J X(i-min) X(i-max) = Nilai minimum dari Xi = Nilai maksimal dari Xi Perhitungan Indeks Pembangunan Manusia Universitas Sumatera Utara . dan tingkat kehidupan yang layak yang diukur dengan pengeluaran perkapita yang telah disesuaikan (PPP rupiah).1.3.J)-X(i-min)) / (X(I.J)=(X(I.3 Metode Perhitungan dan Komponen-komponen IPM 2. tingkat pendidikan diukur dengan kombinasi antara angka melek huruf pada penduduk dewasa (dengan bobot dua per tiga) dan rata-rata lama sekolah (dengan bobot sepertiga). indeks ini merupakan rata-rata sederhana dari ketiga komponen tersebut diatas : IPM= 1/3 (Indeks X1 + Indeks X2 + Indeks X3) Dimana : X1 X2 X3 = Lamanya hidup = Tingkat Pendidikan = Tingkat kehidupan yang layak Indeks X(I.J)-X(i-max) ) Dimana : X(I.2.1.1 Metode Perhitungan IPM Adapun komponen IPM disusun dari tiga komponen yaitu lamanya hidup diukur dengan harapan hidup pada saat lahir.

angka e0 yang disajikan pada laporan ini merupakan ekstrapolasi dari angka e0 pada akhir tahun 1996 dan akhir tahun 1999 yang merupakan penyesuaian dari angka kematian bayi ( infant mortality rate ) dalam periode yang sama. 1980.1 di bawah ini : Universitas Sumatera Utara . seperti yang tercantum pada tabel 2.3. 2006 2.2 Komponen-komponen IPM 1) Lamanya Hidup (Longevity) Lamanya hidup adalah kehidupan untuk bertahan lebih lama diukur dengan indikator harapan hidup pada saat lahir ( life expectancy at birth ) (e0). Perhitungan dilakukan secara tidak langsung berdasarkan dua data dasar yaitu rata-rata jumlah lahir hidup dan rata-rata anak yang masih hidup dari wanita yang pernah kawin. Untuk mendapatkan Indeks Harapan Hidup dengan menstandarkan angka harapan hidup terhadap nilai maksimum dan minimumnya. 1990 serta data gabungan dari SUPAS 1995 dan SUSENAS 1996. angka IMR untuk tingkat provinsi dihitung berdasarkan data yang diperoleh dalam sensus penduduk tahun 1971. Dalam publikasi ini.Sumber : Buku Panduan Kongres Nasional Pembangunan Manusia.1. Menko Kesra dan TKPK.

penyesuaian ini 737.000 (1996) 360.000. Proyeksi dari daya beli tertinggi yang dicapai di Jakarta pada tahun 2018 (akhir dari Pembangunan Jangka Panjang II) setelah disesuaikan dengan formula Atkinson.720a UNDP menggunakan PDB Riil Per Kapita Keterangan Universitas Sumatera Utara .5% pertahun selama periode 1993-2018. Proyeksi ini berdasarkan pada asumsi tingkat pertumbuhan daya beli sebesar 6.000 (1999)b Sumber: Badan Pusat Statistik Sumatera Utara Catatan : a.Tabel 2. nilai minimum disesuaikan menjadi Rp 360.1 Nilai Maksimum dan Minimum Komponen IPM Indikator Komponen IPM Nilai Minimum Angka Harapan Hidup (e0) 25 Nilai Maksimum 85 Standar UNDP Angka Melek Huruf (Lit) 0 100 Standar UNDP Rata-rata lama Sekolah (MYS) 0 15 Standar UNDP Kemampuan Daya Beli (PPP) 300. Sama dengan dua kali garis kemiskinan di provinsi yang dimiliki tingkat konsumsi per kapita terendah pada tahun 1990. b.

Indikator ini dihitung dari variabel pendidikan yang tertinggi yang ditamatkan dan tingkat pendidikan yang sedang ditamatkan dan tingkat pendidikan yang sedang diduduki. Rata-rata lama sekolah. 2) Tingkat Pendidikan Dalam perhitungan IPM . Penambahan sebesar Rp 60.dilakukan karena krisis ekonomi telah menyebabkan penurunan daya beli masyarakat secara drastis sebagaimana terlihat dari peningkatan angka kemiskinan dan penurunan riil. yaitu rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk usia 15 tahun ke atas di seluruh jenjang pendidikan formal yang pernah dijalani atau sedang menjalani.000 per bulan (Rp 60. yaitu : angka melek huruf (Lit) dan rata-rata lama sekolah (MYS). Tabel 2.2 menyajikan faktor konversi dari tiap jenjang pendidikan. Angka melek huruf adalah persentase dari pendidik usia 15 tahun ke atas yang bisa membaca dan menulis dalam huruf latin atau huruf lainnya. komponen tingkat pendidikan diukur dari dua indikator.000 per tahun). rata-rata lama sekolah (MYS) dihitung berdasarkan formula sebagai berikut : MYS = tahun konversi + kelas tertinggi yang pernah diduduki – 1 Universitas Sumatera Utara .000 didasarkan pada perbedaan antara garis kemiskinan lama dengan garis kemiskinan baru yang jumlahnya Rp 5.

Tabel 2.2 Tahun Konversi dari Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Tidak Pernah Sekolah SD SMP SMA D1 D2 D3 S 1/D 4 S2 S3 Tahun Konversi 0 6 9 12 13 14 15 16 18 21 Sumber : BPS Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara .

Mengurangi nilai Y3 dengan menggunakan formula Atkinson untuk mendapatkan estimasi daya beli (=Y4). didekati dari pengeluaran riil per kapita yang telah disesuaikan. Universitas Sumatera Utara . Langkah ini ditempuh berdasarkan prinsip penurunan manfaat marginal dari pendapatan. dilakukan penyesuaian sebagai berikut : 1. Membagi Y2 dengan PPP untuk memperoleh Rupiah yang sudah disetarakan antar daerah (=Y3) 6. Menghitung nilai riil Y1 dengan mendeflasikan Y1 dengan indeks harga konsumen (CPI) (=Y2) 5. Menaikkan nilai Y sebesar 20% (=Y). karena berbagai studi diperkirakan bahwa data dari SUSENAS cenderung lebih rendah dari 20% 3. Menghitung nilai daya beli atau Purchasing Power Parity (PPP) untuk setiap daerah yang merupakan harga suatu kelompok barang. Menghitung pengeluaran per kapita dari modul SUSENAS (=Y) 2.3) Standar Hidup Standar hidup dalam perhitungan IPM. relative terhadap harga kelompok barang yang sama di daerah yang ditetapkan sebagai standar 4. Untuk menjamin keterbandingan antardaerah dan antar waktu.

2. menyebutkan sekurang-kurangnya ada enam macam kemiskinan yang ditanggung komunitas yaitu : Universitas Sumatera Utara . Hendra Esmara (1986) mengukur dari ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan standar yang berlaku. 3. pangan. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa pendekatan permasalahan kemiskinan dari segi pendapatan saja tidak mampu memecahkan permasalahan komunitas. pendidikan. Miskin kultural yaitu berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantu. 2.1 Pengertian Kemiskinan Kemiskinan merupakan refleksi dari ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan standar yang berlaku. Miskin absolut yaitu apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan. Kemiskinan dalam berbagai bidang ini disebut dengan kemiskinan plural. sandang.2. kesehatan.2 Jumlah Penduduk Miskin 2. Delina Hutabarat (1994). tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum. Karena permasalahn kemiskinan komunitas bukan hanya masalah ekonomi namun meliputui berbagai masalah lainnya. papan. maka kemiskinan dapat dibagi tiga: 1. Miskin relatif yaitu seseorang sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya.

Kemiskinan Identitas yaitu terbatasnya perbauran antar kelompok sosial. Kemiskinan Kebebasan yitu stress. kondisi kerja buruk. perumahan buruk. Jumlah tersebut dianggap cukup memenuhi kebutuhan makan minimum (1. Sayogyanya membedakan tiga tipe orang miskin. polusi). 320 kg beras/orang/tahun. dan potensi untuk mengupayakan perubahan. secara harfiah kata miskin diberi arti tidak berharta benda. 3. Kemiskinan Perlindungan yaitu lingkungan buruk (sanitasi. 2. tidak ada jaminan atas hak pemilikan tanah. Kemiskinan Pemahaman yaitu kualitas pendidikan formal buruk. sarana pembuangan sampah. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia. kemampuan. terbatasnya akses atas informasi yang menyebabkan terbatasnya kesadaran atas hak. 5. Kemiskinan Partisipasi yaitu tidak ada akses dan control atas proses pengambilan keputusan yang menyangkut nasib diri dan komunitas. fasilitas air bersih mahal. terfragmentasi. 6. tidak aman baik ditingkat pribadi maupun komunitas. Kemiskinan Subsistensi yaitu penghasilan rendah.900 kalori/orang/hari dan 40 gr protein/orang/hari). dan Universitas Sumatera Utara . rasa tidak berdaya. Orang yang sangat miskin berpenghasilan antara 2240 kg.1. Penggolongan ini berdasarkan pendapatan yang diperoleh setiap tahun. jam kerja panjang. Orang miskin adalah orang yang berpenghasilan kalau diwujudkan dalam bentuk beras yakni 320 kg/orang/tahun. 4. sangat miskin (very poor) dan termiskin (poorest). yakni miskin (poor).

Salah satu golongan miskin di pedesaan adalah mereka Universitas Sumatera Utara . Keadaan ini ditandai oleh : 1. Menurut BPS. 240 kg beras/orang/tahun. Terdapatnya kesenjangan antara golongan kaya dan miskin dalam usaha-usaha pembangunan sehingga disinyalir kondisi-kondisi tersebut kurang menguntungkan dalam mempercepat laju pertumbuhan. 2.100 kalori berdasarkan kategori food dan nonfood diukur menurut infrastruktur antara lain jalan raya. kualitas hidup. dan terus mendapat perhatian serius dari setiap penyelenggaraan pemerintah. serta ukuran sosial berupa kesehatan dan pendidikan. Dengan kata lain. pembangunan bertujan untuk mengentaskan kemiskinan. 2. Masalah pokok yang dihadapi oleh pedesaan di Indonesia adalah kemiskinan dan keterbelakangan.2. Sebab tujuan utama dari pembangunan adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat atau pemerataan kesejahteraan. rumah. dan terutama kemiskinan yang menjadi issue penting.orang yang digolongkan sebagai termiskin berpenghasilan berkisar antara 180 kg. Pembangunan ekonomi berhubungan erat dengan masalah kemiskinan.2 Pembangunan dan Kemiskinan Membaiknya indikator-indikator makro ekonomi diharapkan dapat memberikan dampak postif terhadap masalah pengangguran. penduduk miskin adalah mereka yang asupan kalorinya di bawah 2. Kemiskinan yang terjadi di Indonesia pada umumnya melanda penduduk yang tinggal di pedesaan. Pendapatan yang rendah dari sebagian besar penduduk pedesaan.

laki-laki dan perempuan. terpenuhinya kebutuhan pangan. rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan. air bersih. Sebagian dari profesi ini membuat mereka tetap tergolong miskin. Hak-hak dasar masyarakat desa antara lain. Untuk mewujudkan hak Universitas Sumatera Utara .2. Akibatnya mereka bekerja di sektor informal perkotaan seperti pedangang kako lima. gelandangan. dan ekonomi (konsumsi/kapita). Kecilnya luas lahan yang dimiliki mengakibatkan mereka sangat sulit meningkatkan taraf hidupnya. pemulung. tidak mampu memenuhi hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. pendidikan (khususnya angka buta huruf). dan sebagainya. Petani kecil yan ghidup dalam kemiskinan tersebut umumnya memiliki lahan pertanian yang sempit. Dari waktu ke waktu jumlah penduduk miskin ini semakin berkurang di daerah pedesaan sementara jumlah penduduk miskin dikota semakin banyak. pedangan asongan. dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik. pekerjaan. 2. pertanahan.3 Konsep dan Indikator Kemiskinan Versi Pemerintah Indonesia Masalah kemiskinan bisa ditinjau dari lima sudut. baik bagi perempuan maupun laki-laki. kesehatan. sumber daya alam dan lingkungan hidup. perumahan. yaitu persentase penduduk miskin. kesehatan (antara lain angka kematian bayi dan anak balita kurang gizi). Hal ini disebabkan banyak penduduk miskin dari desa yang pergi ke kota untuk mencari pekerjaan yan glebih baik. Bappenas (2004) mendefinisikan kemiskinan sebagai kondisi seseorang atau sekelompok orang. ketenagakerjaan. pendidikan.yang termasuk kategori petani kecil yang bertempat tinggal di daerah yang terisolir dengan kondisi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kurang menguntungkan.

sehingga secara langsung memengaruhi pendapatan seseorang dalam masyarakat. pelayanan kesehatan. antara lain sebagai berikut : 1. Pendekatan ini. 1985). Menurut pendekatan pendapatan. pendidikan. Pendekatan subyektif menilai kemiskinan berdasarkan pendapt atau pandangan orang miskin sendiri (Stepanek. Bappenas menggunakan beberapa pendekatan utama. antara lain pendekatan kebutuhan dasar. Keterbatasan kemampuan ini menyebabkan tertutupnya kemungkinan bagi orang miskin terlibat dalam pengambilan keputusan. antara lain pangan. sandang. melihat kemiskinan sebagai suatu ketidakmampuan seseorang. pendikatan pendapatan. Pendekatan kebutuhan dasar. dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan minimum. Pendekatan obyektif atau sering juga disebut sebagai pendekatan kesejahteraan menekankan pada penilaian normatif dan syarat yang harus dipenuhi agar keluar dari kemiskinan. Pendekatan kemampuan membaca dan menulis untuk menjalankan fungsi minimal dalam masyarakat. Indikator-indikator utama kemiskinan berdasarkan pendekatan di atas yang di kutip dari Badan Pusat Statistik. keluarga. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (sandang. menentukan secara kaku standar pendapatan seseorang di dalam masyarakat untuk membedakan kelas sosialnya. pangan dan papan). Universitas Sumatera Utara . kemiskinan disebabkan oleh rendahnya penguasaan asset dan alat produktif seperti tanah dan lahan pertanian atau perkebunan. pendekatan kemampuan dasar.penyediaan air bersih dan sanitasi.dasar masyarakat miskin. dan pendekatan objektif dan subjektif. papan.

lemahnya jaminan rasa aman. 7. 9. 5. 6. memburuknya kondisi lingkungan hidup dan sumber daya alam. dan besarnya beban kependudukan yang disebabkan oleh besarnya tanggungan keluarga dan adanya tekanan hidup yang mendorong terjadinya migrasi. kelompok marginal dan terpencil). Tidak adanya akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan. Universitas Sumatera Utara . 8. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya sumber daya alam. air bersih dan transportasi). lemahnya kepastian kepemilikan dan penguasaan tanah. janda miskin. pendidikan. 3. Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massa.2. Tidak adanya jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga). Kurangnya apresiasi dalam kegiatan sosial masyarakat. wanita korban kekerasan rumah tangga. terbatasnya akses dan rendahnya mutu layanan pendidikan. lemahnya pertisipasi. Ketidakmampuan untuk berusaha karena cacar fisik maupun mental. sanitasi. terbatasnya akses terhadap air bersih. 4. Tidak adanya akses dalam lapanga kerja dan mata pencaharian yang berkesinambungan. Ketidakmampuan dan ketidaktergantungan sosial (anak-anak terlantar. terbatasnya akses dan rendahnya mutu layanan kesehatan. Indikator kemiskinan menurut Bappenas (2006) adalah terbatasnya kecukupan dan mutu pangan.

yaitu adanya unsur misalnya manajemen sumber daya alam dan lingkungan. Misalnya tinggal di lahan kritis =. 3.4 Penyebab Kemiskinan Nasikun menyoroti beberapa sumber dan proses penyebab terjadinya kemiskinan. Population Growth. 4.2. 5. direproduksi melalui pelaksanaan suatu kebijakan (induced of policy) diantaranya adalah kebijakan anti kemiskinan.2. sehingga tidak memungkinkan produktivitas yang maksimal terus-menerus. yaitu kemiskinan yang terjadi karena siklus alam. yaitu petani menjadi marginal karena tanah yang paling subur dikuasai petani skala besar dan berorientasi ekspor. Socio-economic Dualism. tetapi realitanya justru melestarikan. Universitas Sumatera Utara . Policy induces processes. Natural Cycles and Processes. seperti manajemen pertanian yang asal tebang akan menurunkan produktivitas. dimana lahan ini jika turun hujan akan terjadi banjir tetapi jika musim kemarau akan kekurangan air. 2. Resources management and The Environment. yaitu : 1. yaitu proses kemiskinan yang dilestarikan. yaitu perspektif yang didasari pada teori Malthus bahwa pertambahan penduduk seperti deret ukur sedangkan pertambahan pangan seperti deret hitung. yaitu negara ekskoloni yang mengalami kemiskinan karena pola produksi kolonial.

Explotative Intermediation.6. 9. Misalnya. 10. International Processes. The Marginalization of Woman. Internal Political Fragmentation and Civil stratfe. Human Assets. seperti tanah dan air. Natural Assets. Selain beberapa faktor di atas. yaitu bekerjanya sistem-sistem internasional (kolonialisme dan kapitalisme) membuat banyak negara menjadi semakin miskin. karena sebagian besar masyarakat desa hanya menguasai lahan yang kurang memadai untk mata pencahariannya. Cultural and Ethnic Factors. yaitu peminggiran kaum perempuan karena perempuan masih dianggap sebagai golongan kelas kedua. 2. yaitu keberadaan penolong yang menjadi penodong. 8. serta adat-istiadat yang konsumtif saat upacara adat-istiadat keagamaan. seperti rentenir (lintah darat). sehingga akses dan penghargaan hasil kerja yang diberikan lebih rendah dari laki-laki. dapat menjadi penyebab kemiskinan. pola hidup konsumtif pada petani dan nelayan ketika panen raya. menyangkut kualits sumber daya manusia yang relatif masih rendah dibandingkan masyarakat perkotaan (tingkat Universitas Sumatera Utara . yaitu suatu kebijakan yang diterapkan pada suatu daerah yang fragmentasi politiknya yang kuat. 7. yaitu bekerjanya faktor budaya dan etnik yang memlihara kemiskinan. penyebab kemiskinan di masyarakat khususnya di pedesaan disebabkan oleh keterbatasan asset yang dimiliki. yaitu : 1.

Diantara mereka berusaha relatif muda dan tidak mempunyai keterampilan atau pendidikan yang memadai. yaitu : 1. Ciri-ciri kelompok (penduduk) miskin. 2. kontak dan pengaruh politik. listrik dan komunikasi. Universitas Sumatera Utara . 3. 4. 5. dalam hal ini kekuatan bargaining position dalam pengambilan keputusan-keputusan politik.2. Tingkat pendidikan pada umumnya sendiri. Rata-rata tidak mempunyai faktor produksi sendiri seperti tanah. Tidak mempunyai kemungkinan untuk memperoleh aset produksi dengan kekuatan sendiri. Banyak diantara mereka tidak mempunyai fasilitas. kelima karakteristik kemiskinan tersebut adalah : 1. Penduduk miskin pada umumnya tidak memiliki faktor produksi sendiri. 4. berupa jaringan. berupa tabungan (saving). Physical Assets. Social Assets. 2. minimnya akses ke infrastruktur dan fasilitas umum seperti jaringan jalan. Financial Assets. peralatan kerja dan keterampilan. 3. serta akses untuk memperoleh modal usaha. pengetahuan.5 Karekteristik atau Ciri-ciri Penduduk Miskin Emil Salim (1976) mengemukakan lima karakteristik kemiskinan. modal.pendidikan. 5. keterampilan maupun tingkat kesehatan dan penguasaan teknologi).

pedagang asongan. perumahan. yakni jumlah dan persentase penduduk miskin yang berada di bawah garis kemiskinan. buruh.2. Garis kemiskinan ditetapkan pada tingkat yang selalu konstan secara riil sehinga kita dapat mengurangi angka kemiskinan dengan menelusuri kemajuan yang diperoleh dalam mengentaskan kemiskinan di sepanjang waktu. 3. pedagang kecil. pemulung. 2. dan pengagguran. bahan kebutuhan pokok. Kurangnya kesempatan untuk memperoleh (dalam jumlah yang cukup). nelayan. petani gurem. Kebanyakan bekerja atau berusaha sendiri dan bersifat usaha kecil (sektor informal). 5. Mempunyai tingkat pendidikan yang rendah. seperti koefisien Gini antar masyarakat miskin (GP) atau koefisien variasi pendapatan (CV) antar masyarakat miskin Universitas Sumatera Utara . pada umumnya dapat digolongkan pada buruh tani. Indonesia melalui BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs) yang dapat diukur dengan angka atau hitungan Indeks Perkepala (Head Count Index). pengemis.6 Mengukur Kemiskinan Untuk mengukur kemiskinan. Kebanyakan berada di pedesaan atau daerah tertentu perkotaan (slum area). fasilitas kesehatan sosial lainnya.2. pakaian. pedagang kaki lima. 4. pengrajin kecil. Kelompok penduduk miskin yang berada pada masyarakat pedesaan dan perkotaan. gelandangan. setengah menganggur atau menganggur (tidak bekerja). Salah satu cara mengukur kemiskinan yang diterapkan di Indonesia yakni mengukur derajat ketimpangan pendapatan diantara masyarakat miskin.

yaitu menyatakan bahwa dengan semua hal lain konstan.2. atau dengan singkat perangkap kemiskinan. Teori ini terutama dikaitkan kepada nama Nurkse. yaitu ukuran cakupan kemiskinan tidak boleh tergantung pada siapa yang miskin atau pada apakah negara tersebut mempunyai jumlah penduduk yang banyak atau sedikit. seorang ahli ekonomi Universitas Sumatera Utara . Prinsip-prinsip untuk mengukur kemiskinan. 2. jika diasumsikan semua pendapatan yang lain tetap maka kemiskinan yang terjadi tidak mungkin lebih tinggi dari pada sebelumnya. yakni bahwa jika kita memberi sejumlah uang kepada seseorang yang berada dibawah garis kemiskinan. Anonimitas independensi. Koefisien gini atau CV antar masyarakat miskin tersebut penting diketahui karena dampak guncangan perekonomian pada kemiskinan dapt sangat berbeda tergantung pada tingkat dan distribusi sumber daya diantara masyarakat miskin.7 Efek Lingkaran Perangkap Kemiskinan Terhadap Pembangunan Ekonomi Yang dimaksudkan dengan lingkaran perangkap kemiskinan (the vicious circle of poverty). maka akibatnya perekonomian akan menjadi lebih miskin.(CVP). jika mentransfer penapatan dari orang miskin ke orang kaya. 2. adalah serangkaian kekuatan yang saling mempengaruhi secara sedemikian rupa sehingga menimbulkan keadaan di mana sesuatu negara akan tetap miskin dan akan tetap mengalami banyak kesukaran untuk mencapai tingkat pembangunan yang lebih tinggi. 3. yakni : 1. Monotenisitas. Sensitivitas distribusional.

Jadi menurut pandangan Nurkse. Dalam mengemukakan teorinya tentang lingkaran perangkap kemiskinan pada hakikatnya Nurkse berpendapat bahwa kemiskinan bukan saja disebabkan oleh ketiadaan pembangunan masa lalu tetapi juga menghadirkan hambatan kepada pembangunan di masa yang akan datang. Menurut pendapatnya lingkaran perangkap kemiskinan yang terpenting adalah keadaan-keadaan yang menyebabkan timbulnya hambatanterhadap terciptanya tingkat pembentukan modal yang tinggi. Tingkat pendapatan masyarakat yang rendah.yang merintis penelaahan mengenai masalah pembentukan modal di negara berkembang. terdapat dua jenis lingkaran perangkap kemiskinan yang menghalangi negara berkembang mencapai tingkat pembangunan yang pesat : dari segi penawaran modal dan dari segi permintaan modal. Ini akan menyebabkan tingkat pembentukan modal yang rendah. yang diakibatkan oleh tingkat produktivitas yang rendah. Di negara berkembang kedua faktor itu tidak memungkinkan dilaksanakannya tingkat pembentukan modal yang tinggi. Keadaan yang terakhir ini selanjutnya akan Universitas Sumatera Utara . Di satu pihak pembentukan modal ditentukan oleh tingkat tabungan. menyebabkan kemampuan masyarakat untuk menabung juga rendah. Sehubungan dengan hal ini Nurkse mengatakan : “Suatu negara jadi miskin karena ia merupakan negara miskin” (A country is poor because it is poor). dan di lain pihak oleh perangsang untuk menanam modal. Tiga Bentuk Perangkap Kemiskinan Dari segi penawaran modal lingkaran perangkap kemiskinan dapat dinyatakan secara berikut.

Dalam bagian lain dari analisis Nurkse. corak lingkaran perangkap kemiskinan mempunyai bentuk yang berbeda. Lingkaran kemiskinan ini timbul dari hubungan saling mempengaruhi antara keadaan masyarakat yang masih terbelakang dan tradisional dengan kekayaan alam yang belum dikembangkan. Dari segi permintaan modal. Meier dan Baldwin mengemukakan satu lingkaran perangkap kemiskinan lain. Sedangkan pendapatan yang rendah disebabkan oleh produktivitas yang rendah yang diwujudkan oleh pembentukan modal yang terbatas pada masa lalu. Yang dimaksudkan dengan ini adalah kecendrungan untuk mencontoh corak konsumsi di kalangan masyarakat yang lebih maju. tetapi juga oleh adanya international demonstration effect.dapat menyebabkan suatu negara menghadapi kekurangan barang modal dan degan demikian tingkat produktivitas akan tetap rendah. Di samping kedua lingkaran perangkap kemisikinan ini. Pembentukan modal yang terbatas ini disebabkan oleh kekurangan perangsang untuk menanam modal. Untuk mengembangkan kekayaan alam yang dimiliki. dan hal yang belakangan disebutkan ini disebabkan oleh pendapatan masyarakat yang rendah. Di negara-negara miskin perangsang untuk melaksanakan penanaman modal rendah karena luas pasar untuk berbagi jenis barang terbatas. Universitas Sumatera Utara . ia menyatakan bahwa peningkatan pembentukan modal bukan saja dibatasi oleh lingkaran perangakap kemiskinan seperti yang dijelaskan di atas. harus ada tenaga kerja yang mempunyai keahlian untuk memimpin dan melaksanakan berbagai macam kegiatan ekonomi.

Kurangnya rangsangan melakukan penanaman modal. Hubungan antara Ketiga Perangkap Kemiskinan Pada gambar di atas teori lingkaran perangkap kemiskinan menjelaskan bahwa: 1.1. pengetahuan. 3. Rendahnya taraf pendidikan. dan kemahiran masyarakat. 2. Universitas Sumatera Utara . merupakan tiga faktor utama yang menghambat terciptanya pembentukan modal dan perkembangan ekonomi.Hubungan antara Ketiga Perangkap Kemiskinan Kekayaan alam kurang dikembangkan (3) Masyarakat masih terbelakang Kekurangan modal (1) Pembentukan modal yang rendah Produktivitas rendah Tabungan rendah Pembentukan modal rendah (2) Pendapatan riil rendah Gambar 2. Adanya ketidakmapuan mengerahkan tabungan yang cukup.

2 Mengukur Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Salah satu kegunaan penting dari data-data pendapatan nasional adalah untuk menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai suatu negara dari tahun ke tahun. dimana pertumbuhan kemampuan ini berdasarkan kepada kemajuan teknologi dan kelembagaan serta penyesuaian ideologi yang dibutuhkannya. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang. Menurut Schumpeter. Simon Kuznets mendefenisikan pertumbuhan ekonomi suatu negara sebagai kemampuan negara itu untuk menyediakan barang-barang ekonomi yang terus meningkat bagi penduduknya. Apabila menggunakan harga berlaku.3. 2.3 Pertumbuhan Ekonomi 2. Dalam perhitungan pendapatan nasional berdasarkan pada hargaharga yang berlaku pada tahun tersebut.2. maka nilai pendapatan nasional menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan output riil. Perubahan tersebut dikarenakan oleh pertambahan Universitas Sumatera Utara . pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan output masyarakat yang disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi masyarakat tanpa adanya perubahan “teknologi” dalam produksi itu sendiri.1 Definisi Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil.3.

Nilai pendapatan nasional yang diperoleh secara harga tetap ini dinamakan pendapatan nasional riil.barang dan jasa dalam perekonomian serta adanya kenaikan-kenaikan harga berlaku dari waktu ke waktu. Pendapatan nasional berdasarkan harga tetap yakni perhitungan pendapatan nesional dengan menggunakan harga berlaku pada satu tahun tertentu (tahun dasar) yang seterusnya digunakan untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun-tahun berikutnya. Adapun konsep perhitungan petumbuhan ekonomi dalam satu periode (Rahardja. yaitu : Gt = x 100% Dimana : Gt = Pertumbuhan ekonomi periode t (triwulan atau tahunan) PDBRt = Produk Domestik Bruto Riil periode t (berdasarkan harga konstan) PDBRt-1= PDBR satu periode sebelumnya Jika interval waktu lebih dari satu periode maka perhitungan pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan eksponensial : PDBRt = PDBR0 (1+r)2 Dimana : PDBRt = PDBR periode t PDBR0 = PDBR periode t r = tingkat pertumbuhan Universitas Sumatera Utara . 2000). Perhitungan ekonomi biasanya menggunakan data PDB triwulan dan tahunan.

Yang dipakai hanya nilai tambah bruto saja agar dapat menghindari adanya perhitungan ganda. PDB menurut harga berlaku Dimana PDB dengan faktor inflasi yang masih terkandung di dalamnya.…. maka ada tiga metode pendekatan yang dipakai : 1. Q2. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) Universitas Sumatera Utara .…. Pendekatan Produksi (Production Approach) Metode ini dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi yang diciptakan sektor ekonomi produktif dalam wilayah suatu negara. 2. Q1. PDB menurut harga konstan Dimana PDB meniadakan faktor inflasi. Secara matematis : NI = P1Q1 + P2Q2 + … + PnQn Dimana : NI = PDB (Produk Domestik Bruto). yaitu: 1. Qn = Jumlah produk pada satuan masing-masing sektor ekonomi yang dipakai hanya nilai tambah bruto saja agar dapat menghindari adanya perhitungan ganda. P2. 2. P1.t = jarak periode Perhitungan PDB dibagi menjadi dua bentuk. Untuk menghitung besarnya pendaptan nasional atau regional. Artinya pengaruh perubahan harga telah dihilangkan. Pn = Harga satuan produk pada satuan Masing-masing sektor ekonomi.

= Pendapatan Nasional atau PDB = Pendapatan Upah/ gaji = Pendapatan Sewa = Pendapatan Bunga = Pendapatan Laba atau profit Pendekatan Pengeluaran (Consumption Approach) Metode ini dihitung dengan menjumlahkan semua pengeluaran yang dilakukan berbagai golongan pembeli dalam masyarakat. Universitas Sumatera Utara . Secara matematis : Y = Yw + Yr + Yi + Yp Dimana : Y Yw Yr Yi Yp 3.Metode ini dihitung dengan menjumlahkan besarnya total pendapatan atau balas jasa setiap faktor-faktor produksi. Secara matematis : Y = C + I + G + (X-M) Dimana : Y C I G (X-M) = PDB (Produk Domestik Bruto) = Pengeluaran Rumah Tangga Konsumen Untuk Konsumsi = Pengeluaran Rumah Tangga Perusahaan Untuk Investasi = Pengeluaran Rumah Tangga Pemerintah = Ekspor Netto atau Perusahaan Rumah Luar Negeri Yang dihitung hanya nilai transaksi-transaksi barang jadi saja. untuk menghindari adanya perhitungan ganda.

2. 3. peralatan fisik. Pertumbuhan penduduk yang pada akhirnya akan memperbanyak jumlah angkatan kerja. Akumulasi modal terjdi apabila sebagian dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar output dan pendapatan di kemudian hari. Dalam hal ini dikenal ada tiga klasifikasi kemajuan teknologi.3. sedangkan pertumnuhan penduduk yang lebih besar berarti meningkatkan ukuran pasar domestik.3 Komponen Utama Pertumbuhan Ekonomi Ada tiga faktor atau komponen utama dalam pertumbuhan ekonomi dari setiap bangsa. Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan angkatan kerja (yang terjadi beberapa tahun setelah pertumbuhan penduduk) secara tradisional dianggap sebagai salah satu faktor yang memacu pertumbuhan ekonomi. • Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja. Kemajuan teknologi yang terjadi karena ditemukannya cara baru atau perbaikan atas cara-cara lama dalam menangani pekerjaanpekerjaan tradisional. yaitu : • Kemajuan teknologi yang bersifat netral.2. Jumlah tenaga kerja yang lebih besar berarti akan menambah jumlah tenaga produktif. Ketiga faktor tersebut adalah : 1. • Kemajuan teknologi yang hemat modal. dan modul atau sumber daya manusia. Akumulasi modal yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah. Universitas Sumatera Utara .

Oleh karenanya pendapatan nasional dan pendaptan per kapita menjadi semakin lambat pertumbuhannya. Maka pertambahan penduduk akan menaikkan pendaptan per kapita. Jumlah Penduduk Optimal Pada gambar di atas kurva YPK menunjukkan tingkat pendapatan per kapita pada berbagai jumlah penduduk penduduk. dan pendapatan per kapita yang paling maksimum adalah Y0. dan M adalah puncak kurva tersebut. Teori Ekonomi Klasik Dalam teori pertumbuhan klasik terdapat kekurangan penduduk. Maka penduduk optimal adalah jumlah penduduk sebanyak N0.2.4 Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi a. Akan tetapi apabila penduduk sudah semakin banyak.3. Penduduk yang terus bertambah akan menyebabkan pada suatu jumlah penduduk yang tertentu produksi marginal telah sama dengan pendapatan per kapita. hukum hasil tambahan yang semakin berkurang akan mempengaruhi fungsi produksi marginal akan mengalami penurunan. Pendapatan per kapita Y1 M Y0 Y*PK YPK N0 N1 Jumlah Penduduk Gambar 2. Kurva YPK akan terus-menerus bergerak ke atas (misalnya menjadi Y*PK). Perubahan seperti ini menyebabkan Universitas Sumatera Utara . produksi merjinal adalah lebih tinggi daripada pendapatan per kapita.2.

2001). Dalam jangka panjang yang lebih serius dari memperlakukan teknologi sebagai faktor eksogen dan konstan adalah Universitas Sumatera Utara . Tingkat teknologi dianggap konstan (tidak ada kemajuan teknologi). b. Hal ini karena teknologi dianggap sebagai faktor produksi tetap (fixed input) sehingga mengakibatkan terjadinya The Law of Diminishing Return. 2. sehingga jumlah penduduk sama dengan jumlah tenaga kerja. 5.dua hal berikut : 1. Dalam teori ini disebut bahwa teknologi bersifat endogenus. Pada penduduk optimum N1 pendapatan per kapita lebih tinggi dari Y0 (yaitu menjadi Y1). Teori Pertumbuhan Neo Klasik (Neo Classic Growth Theory) Teori ini dikembangkan oleh Solow (1956) dan berdasarkan teori-teori klasik sebelumnya yang telah disempurnakannya. Tingkat depresiasi dianggap konstan. Tidak ada perdagangan luar negeri atau aliran keluar masuk barang modal. 3. 4. c. Tingkat pertambahan penduduk (tenaga kerja) dianggap konstan. 2001) : 1. dapat ditambahkan asumsi bahwa seluruh penduduk bekerja. Teori Pertumbuhan Endogenus (Endogenous Growth Theory) Teori yang dikembakna oleh Roemr (1986) ini merupakan perkembangan mutakhir teori pertumbuhan Klasik-Neo Klasik (Rahardja. 6. Tidak ada sektor pemerintah. Adapun beberapa asumsi penting dalam memahami model Solow (Rahardja. Dalam mempermudah analisis. Penduduk optimum akan bergeser dari N0 ke kanan (misalnya menjadi N1) dan 2.

perekonomian yang lebih dulu maju akan terkejar oleh perekonomian yang lebih terbelakang dengan asumsi bahwa tingkat pertambahan penduduk. Teori Schumpeter Menurut Schumpeter bahwa pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh kemampuan entrepreneurship. Namun. 2001). Model ini dapat menentukan berapa besarnya tabungan atau investasi yang diperlukan untuk memelihar tingkat laju Universitas Sumatera Utara . Sehingga dalam hal ini teknologi disebut sebagai faktor endogen. Teknologi merupakan barang publik. Selain kuantitas faktor produksi tenaga kerja diperhitungkan juga kenaikan efisiensi karena pendidikan dan latihan. penyusunan teknik tahap produksi maupun sistem manajemennya. Schumpeter berpandangan kemajuan perekonomian disebabkan diberkannya kebebasan untuk para entrepreneur (Rahardja. Artinya teknologi dapat dimiliki dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat walaupun bukan si penemu teknologi tersebut dan tanpa mengeluarkan biaya riset atau penelitian. tingkat tabungan dan akses terhadap teknologi adalah sama. Schumpeter berpendapat bahwa kalangan pengusaha yang memiliki kemampuan dan keberanian dalam menciptakan dan mengaplikasikan inovasi-inovasi baru baik dalam masalah produksi. d. e. kebebasan ini dapat menimbulkan monopoli pasar yang nantinya akan memunculkan masalah non ekonomi sehingga akan dapat menghancurkan sisstem kapitalis tersebut. Teori Harrod-Domar Teori ini menekankan konsep tingkat pertumbuhan natural.

W Rostow pembangunan ekonomi atau transformasi suatu masyarakat tradisional menjadi modern merupakan proses yang berdimensi banyak. Rostow mengemukakan tahap-tahap dalam proses pembangunan ekonomi yang dialami oleh setiap negara pada umumnya ke dalam lima tahap. Dalam bukunya “The Stage of Economic” (1960). Analisis Rostow ini didasarkan pada keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi akan tercipta sebagai akibat dari timbulnya perubahan yang fundamental bukan saja dalam corak kegiatan ekonomi tetapi juga dalam kehidupan politik dan hubungan sosial dalam suatu masyarakat dan negara. 4. Teori Pertumbuhan Kuznet Kuznet mendefenisikan pertumbuhan ekonomi sebagai kemampuan jangka panjang untuk menyediakan berbagai jenis barang ekonomi yang terus meningkat kepada masyarakat. 2. Tahap masyarakat tradisional (The traditional Society). 3. g. institusional dan ideologis yang diperlukannya. Tahap gerak menuju kematangan (The Drive to Martirity). Tahap tinggal landas (The take Off). Teori Pertumbuhan Rostow Menurut W. f. 5. yaitu : 1. Kemampuan ini tumbuh atas dasar kemajuan teknologi. Tahap peletakan dasar untuk tinggal landas (The Precenditional Society). Kuznet Universitas Sumatera Utara .pertumbuhan ekonomi natural yaitu angka laju pertumbuhan ekonomi natural dikalikan dengan nisbah kapital-output. Dalam analisisnya. Tahap era konsumsi tinggi massa (The Age of High Mass consumption).

Kecenderungan negara-negara maju secara ekonomis untuk menjangkau seluruh dunia untuk mendapatkan pasar dan bahan baku. 6. 4. c.mengemukakan enam ciri petumbuhan ekonomi modern yang di manifestasikan dalam proses pertumbuhan oleh semua negara yang telah maju (suryana. Tuntutan akan meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan per kapita. Dua variabel ekonomi agregatif 1. Tingginya tingkat kenaikan produktivitas faktor produksi secara keseluruhan. b. Karena Universitas Sumatera Utara . demokrasi dianggap sebagai barang mewah. Tingginya tingkat pertumbuhan output per kapita dan penduduk 2. Hipotesis yang berkaitan dengan ini adalah hipotesis pilihan yang tidak menyenangkan (cruel choice) antara dua demokrasi dan disiplin. Dua variabel transformasi struktural 3. yaitu : a. 2000). Pertumbuhan ekonomi ini hanya sebatas pada sepertiga populasi dunia. Dua faktor yang mempengaruhi meluasnya pertumbuhan ekonomi internasional 5. h. terutama produktivitas tenaga kerja. Teori Pertumbuhan Ekonomi Modern Dalam literatur-literatur konvensional. Tingginya tingkat transformasi struktur ekonomi. Tingginya tingkat transformasi sosial dan ideologi.

Demokrasi dan Pertumbuhan Ekonomi Model pertumbuhan endogenus (dari dalam) memberikan suatu kerangka alternative untuk mempelajari hubungan antara pembangunan manusia. Teori ini menyatakan bahwa perbaikan dalam tingkat Universitas Sumatera Utara . Jika pembangunan meningkat. Pertumbuhan Ekonomi Demokrasi Pembagunan Manusia Gambar 2. Berdasarkan kedua hipotesa tersebut. Namun bukti-bukti mengenai kebenaran hipotesa cruel choice dan trickle down tidak terlalu meyakinkan. maka yang dibutuhkan oleh suatu negara adalah disiplin.3. demokrasi dan pertumbuhan ekonomi merupakan satu garis linear satu arah. Teori Konvensional yang lain adalah hipotesis tetesan ke bawah (trickle down) yang berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi yang cepat akan member sumbangan pada pembangunan manusia.3. dimana pertumbuhan ekonomi menjadi penggeraknya. bentuk hubungan ini seperti pada gambar 2. demokrasi dan pertumbuhan ekonomi. Jika digambar kedalam suatu diagram. maka masyarakat dapat membelanjakan lebih banyak untuk pembangunan manusia. Hubungan antara Pembangunan Manusia. hubungan antara pembangunan manusia.demokrasi pada tahap awal pembangunan tidak terlalu bersahabat dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat.

Ia menemukan adanya pengaruh positif dari demokrasi cendrung untuk melindungi hak milik dan kontrak yang penting artinya bagi berfungsinya ekonomi pasar Universitas Sumatera Utara . Studi lintas negara yang dilakukan oleh Barro menemukan adanya hubungan kausal antara kematian bayi dan pendidikan dengan pertumbuhan ekonomi yang juga mengikuti teori moal manusia atau human capital theory. dalam kerangka ini. dengan implikasi bahwa negara-negara miskin tinggi dapt (atau mungkin seharusnya tidak) berdemokrasi.kematian bayi. Kerangka Barro Bhalla memperkenalkan perspektif lain dalam perdebatan ini. Walaupun demikian.4. Kerangka Barro digambarkan dalam gambar 2.4. demokrasi masih dianggap sebagai barang mewah. Pertumbuhan ekonomi pada gilirannya akan secara substansial meningkatkan peluang bahwa dari waktu ke waktu lembagalembaga politik akan menjadi lebih demokratis. dan pencapaian pendidikan dasar akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Pembangunan Manusia Pertumbuhan Ekonomi Demokrasi Gambar 2. Dengan membangun hubungan tersebut. Barro secara efektif menolak hipotesa trickle down yang menyatakan bahwa pembangunan manusia yang tinggi hanya dapat dicapai melalui pertumbuhan ekonomi.

dengan baik. Fakta-fakta dan argument-argument yang dijabarkan dalam tinjauan teoritis ini memungkinkan kita untuk melengkapi hubungan antara pembangunan manusia. dimana ketiga variabel berinteraksi satu sama lainnya untuk menghasilkan segitiga kebaikan (virtous triangle). demokrasi dan pertumbuhan ekonomi. temuannya secara tidak langsung membawa pada pendekatan trickle down terhadap pembangunan. Pendekatan Trickle Down terhadap Pembangunan Laporan pembangunan manusia untuk Indonesia ini menunjukan argument bahwa pembangunan manusia merupakan unsur terpenting bagi konolidasi demokrasi.5. Universitas Sumatera Utara . yang memerlukan dukungan dari sektor swasta. dengan membalik hubungan kausalitasnya. Demokrasi Pertumbuhan Ekonomi Pembangunan Manusia Gambar 2. Walaupun Bhalla tidak secara langsung meneliti hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan manusia.

yaitu anggaran berimbang. anggaran brimbang adalah suaatu kondisi dimana penerimaan sama dengan pengeluaran (G = T).6. ketidakmerataan dan kemiskinan yang rendah memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi yang cepat di Asia Timur dan Tenggara. anggaran surplus dan anggaran defisit. pembangunan manusia secara positif mempengaruhi pertumbuhan ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui demokrasi.4 Pengeluaran Pemerintah Dalam kebijakan fiscal dikenal ada beberapa kebijakan anggaran. Virtous Triangle Dalam segitiga kebaikan ini.Pembagunan Manusia Pertumbuhan Ekonomi Demokrasi Gambar 2. Anggaran surplus yaitu pengeluaran lebih kecil dari Universitas Sumatera Utara . Efek langsung dari pembangunan manusia terhadap pembangunan mengikuti teori modal manusia dan model pertumbuhan endogenous yang banyak ditemukan dalam berbagai literatur empiris. 2. Penelitian Bank Dunia dan Bank Pembagunan Asia menemukan bahwa melek huruf yang tinggi. Dalam pengertian umum. angka kematian bayi yang rendah.

2. Anggaran surplus digunkan jika pemerintah ingin mengatasi masalah inflasi sedangkan anggaran defisit digunakan jika pemerintah ingin mengatasi masalah pengangguran angka dan peningkatan pertumbuhan dapat ekonomi untuk mengurangangi pengangguran. Namun sejak tahun 2005 mulai diterapkan penyatuan anggaran (unified budgeti) antara pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. pemerintah meningkatkan pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. perlindungan kepada masyarakat miskin dan kurang mampu. Pengeluaran pembangunan.penerimaan (G < T) sedangkan anggaran defisit adalah anggaran dimana komposisi pengeluaran lebih besar dari pada penerimaan (G > T).1 Pengeluaran Rutin Pengeluaran rutin yaitu pengeluaran yang digunakan untuk pemeliharaan dan penyelenggaraan pemerintah yang meliputi belanja pegawai. Pengeluaran rutin dan 2.4. pemerintah dapat menjalankan misinya dalam rangka menjaga kelancaran penyelenggaraan pemerintah. serta menjaga stabilitas perekonomian (Djunasien dan Hidayat. belanja barang. Besarnya pengeluaran rutin dipengaruhi oleh berbagai langkah kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam rangka pengelolaan keuangan negara dan stabilitas perekonomian. Sampai dengan tahun 2004. rincian belanja pemerintah pusat masih terdiri dari : 1.1989). dan pengeluaran rutin lainnya. dan pengalihan subsidi agar lebih tepat Universitas Sumatera Utara . penghematan pembayaran bunga utang. pemenuhan kewajiban pemerintah kepada pihak ketiga. Melalui pengeluaran rutin. pembayaran bunga utang. kegiatan operasional dan pemeliharaan asset negara. subsidi. seperti perbaikan pendapatan aparatur pemerintah.

Perbedaan karakteristik yang paling mendasar antara pinjaman dari dalam dan luar negeri yaitu pada implikasi disaat pengembalian. 2. ada tiga pos utama pada sisi pengeluaran. Pembiayaan pembangunan rupiah dibiayai dari sumber-sumber pembiayaan dalam negeri. 2. yaitu : 1. Di samping itu. lonjokan pengeluaran pemerintah yang terjadi pada pos pembayaran bunga utang luar negeri dan dalam negeri. Pengeluaran pemerintah untuk pembayaran transfer (transfer payment). Dalam teori ekonomi makro. melalui upaya mngurangi upaya menciptakan pertumbuhan yang berkesinambungan. dan penjaman Universitas Sumatera Utara . Pegeluaran pemerintah untuk pembelian barang dan jasa.2 Pengeluaran Pembagunan Pengeluaran pembangunan yaitu pengeluaran yang bersifat modal masyarakat dalam bentuk pembangunan fisik dan non fisik.4. Selain itu. pengelolaan anggaran pembangunan juga harus tetap ditempatkan sebagai bagian yang utuh dari upaya menciptakan anggaran pendapatan dan belanja negara yang sehat. Dibedakan atas pengeluaran pembangunan merupakan pengeluaran yang ditunjukan untuk membiayai program-program pembangunan sehingga anggarannya selalu disesuaikan dengan dana yang berhasil imobilisasi. Dana ini kemudian dialokasikan pada berbagai bidang sesuai dengan prioritas yang telah direncanakan. 3. Pengeluaran pemerintah untuk gaji pegawai.sasaran. Kenaikan pengeluaran pemerintah terutama dari pos belanja pegawai yang dialokasikan untuk menaikkan gaji pegawai dan pensiunan.

pembiayaan proyek harus dimanfaatkan secara lebih optimal terutama bagi kegiatan ekonomi yang produktif dan dilaksanakan secara lebih optimal terutama bagi kegiatan ekonomi yang produktif dan dilaksanakan secara lebih transparan. Dengan demikian pemilihan proyek-proyek yang pembiayaan bersumber dari pinjaman luar negeri harus dilakukan berdasarkan prioritas sehingga dapat mendukung penciptaan sasaran. Jika sedang berada dalam masa makmur (booming) pajak seharusnya dinaikkan atau pengeluaran pemerintah dikurangi. maka pembiayaan proyek masih tetap dibutuhkan. Perubahan dalam pengeluaran pemertintah dan pajak akan mempengaruhi tingkat pendapatan. dan dana pembangunan yang dikelola daerah (Djamin. 1993). Untuk itu. Pada tahun 1994-2004 pembiayaan pembangunan dengan dana yang bersumber dari luar negeri diupayakan untuk secara bertahap dikurangi. yang diklasifikasikan ke dalam dana pembangunan yang dikelola oleh instansi pusat. Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa kebijakan fiskal dapat digunakan untuk menstabilkan perekonomian. pajak harus dikurangi atau pengeluaran ditingkatkan untuk menaikkan output. dan pemerintah daerah. 1996) : Universitas Sumatera Utara . Jika perekonomian berada dalam keadaan resesi. efektif. Pegelolaan dana tersebut akan dialokasikan kepada departemen dan lembaga pemerintah non departemen di tingkat pusat termasuk Departemen Hankam.program. Dalam rangka menutupi kesenjangan antara kebutuhan pembangunan dengan kemampuan dana dalam negeri. dan efisien. Pengeluaran pemerintah dapat dinilai dari berbagai segi sehingga dapat dibedakan menjadi (Suparmoko.

Pengeluaran itu merupakan investasi untuk menambah kekuatan dan ketahanan ekonomi di masa-masa mendatang. Merupakan penghematan pengeluaran yang akan datang. 4. 3. Misalnya untuk bidang-bidang rekreasi. Misalnya pengeluaran untuk jasa-jasa perusahaan negara.1. Misalnya pengeluaran untuk bidang pengairan. artinya mewujudkan keuntungankeuntungan ekonomis bagi masyarakat. artinya pengeluaran pemerintah mendapatkan pembayaran kembali dari masyarakat yang menerima jasa atau barang-barang yang bersangkutan. objek-objek wisata Universitas Sumatera Utara . 2. • Pengeluaran yang tidak self liquiditing maupun yang tidak produktif. atau untuk proyek-proyek barang produktif ekspor. pengeluaran negara dapat dibedakan atas : • Pengeluaran yang self liquiditing sebagian dan seluruhnya. pertanian. pendidikan. yang dengan naiknya tingkat penghasilan dan sasaran pajak yang lain yang akhirnya akan menaikkan penerimaan pemerintah. • Pengeluaran yang reproduktif. Penyediaan kesempatan kerja lebih banyak dan penyebaran tenaga beli yang lebih luas. Pengeluaran itu langsung memberikan kesejahteraan dan kegembiraan bagi masyarakat. yaitu pengeluaran yang langsung menambah kegembiraan dan kesejahteraan masyarakat. kesehatan masyarakat (public health). Berdasarkan penilaian ini. pendirian monument.

teori pengeluaran pemerintah dibedakan atas dua yaitu : teori makro dan teori mikro ( Mangkusubroto. kebutuhan-kebutuhan pemeliharaan bagi mereka dimasa mendatang pada usia yang lebih lanjut pasti akan lebih besar. • Pengeluaran yang secara langsung tidak produktif dan merupakan pemborosan. • Pengeluaran yang merupakan penghematan dimasa yang akan datang. 2001). Misalnya untuk pembiayaan pertahanan perang meskipun pada saat pengeluaran terjadi penghasilan yang menerimanya akan naik. 2. Model pembangunan tentang perkembangan pengeluaran pemerintah Model ini dikembangkan oleh Rostow dan Musgrave yang menghubungkan perkembangan pengeluaran pemerintah dengan tahap-tahap pembangunan ekonomi yang dibedakan antara tahap awal. Dan hal ini dapat juga mengakibatkan naiknya penghasilan nasional dalam arti jasa-jasa tadi. kalau hal ini tidak dijalankan sekarang. Pada tahap awal perkembangan ekonomi. persentase investasi pemerintah terhadap total investasi besar sebab pada tahap ini pemerintah harus Universitas Sumatera Utara .3 Teori Pengeluaran Pemerintah Teori.dan sebagainya.4. Misalnya pengeluaran untuk anak yatim piatu. tahap menengah dan tahap lanjut. 1) Teori Makro Teori makro perkembangan pengeluaran pemerintah dikemukakan oleh para ahli ekonomi dan dapat digolongkan ke dalam tiga golongan : a.

Pada tahap menengah pembangunan ekonomi. program kesejahteraan hari tua. Peranan pemerintah tetap besar pada tahap menengah. dan juga menyebabkan pemerintah harus menyediakan barang dan jasa pubik dalam jumlah yang lebih banyak dan kualitas yang lebih baik.menyediakan prasarana. oleh karena peranan swasta yang semakin besar ini banyak menimbulkan kegagalan pasar. Misalnya pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh perkembangan sektor industry menimbulkan semakin tingginya tingkat pencemaran udara dan air. program pelayanan kesehatan masyarakat dan sebagainya.dan sebagainya. kesehatan. Universitas Sumatera Utara . Selain itu. dan pemerintah harus turun tangan untuk mengatur dan mengurangi akibat negative dari polusi terhadap masyarakat. pada tahap ini perkembangan ekonomi memyebabkan terjadinya hubungan antar sektor yang semakin rumit (complicated). investasi swasta dalam persentase terhadap GNP semakin besar dan investasi pemerintah dalam persentase terhadap GNP akan semakin kecil. prasarana transportasi. Rostow mengatakan bahwa pembangunan ekonomi. namun pada tahap ini peranan investasi swasta sudah semakin besar. seperti misalnya pendidikan. Pemerintah juga harus melindungi buruh yang berada dalam posisi yang lemah agar dapat menigkatkan kesejahteraan mereka. Musgrave berpendapat bahwa dalam suatu proses pembangunan. aktivitas pemerintah beralih dari penyediaan prasarana ke pengeluaran-pengeluaran untuk aktivitas sosial seperti halnya. Pada tingkat ekonomi yang lebih lanjut. investasi pemrintah tetap diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar dapat tinggal landas.

perkembangan Universitas Sumatera Utara . terlepas dari masyarakat lain. kenaikan tingkat pendapatan masyarakat. rekreasi. hukum. kebudayaan dan sebagainya (mangkoesoebroto. urbanisasi yang mengiringi pertumbuhan ekonomi. Terutama disebabkan karena pemerintah harus mengatur hubungan yang timbul dalam masyarakat.2…n = Indeks Waktu (tahun) Wagner mendasarkan pandangan nya pada suatu teori yang disebut organic theory of state yaitu teori yang menganggap pemerintah sebagai individu yang bebas bertindak. Menurut Wagner ada lima hal yang menyebabkan pengeluaran pemerintah selalu meningkat yaitu : tuntutan peningkatan perlindungan keamanan dan pertahanan. tetapi tidak didasarkan oleh suatu teori tertentu. secara relative pengeluaran pemerintah pun akan meningkat. Teori Wagner Teori mengenai perkembangan persentase pengeluaran pemerintah yang semakin besar terhadap GNP. pendidikan. 2001). Wagner menyatakan dalam suatu perekonomian apabila pendapatan per kapita meningkat. b. Hukum tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut : > Keteragan : > > …… > PkPP = Pengeluaran Pemerintah Per Kapita PPk = Pendapatan Nasional Per Kapita 1.Teori perkembangan peranan pemerintah yang dikemukakan oelh Musgrave dan Rostow adalah suatu pandangan yang ditimbulkan dari pengamatan berdasarkan pembangunan ekonomi yang dialami banyak negara.

1997).demografi dan ketidakefisienan birokrasi yang mengiringi perkembangan pemerintah (Dumairy.7. Namun hukum wagner terdapat kelemahan yaitu tidak didasarkan pada suatu teori pemilihan barang-barang publik. Peacock dan Wiseman menyatakan sebagai berikut : masyarakat mempunyai Universitas Sumatera Utara . Pertumbuhan ekonomi akan menyebabkan hubungan antara industriindustri dan hubungan industry dengan masyarakat akan rumit dan kompleks sehingga potensi terjadinya kegagalan eksternalitas negative menjadi semakin besar.3 dimana kenaikan pengeluaran pemerintah mempunyai bentuk eksponensial yang ditujukan oleh kurva 1 dibawah ini : Pengeluaran Pemerintah/GDP Kurva 1 Kurva 2 Waktu Gambar 2. Teori Peacock dan Wiseman Teori ini didasarkan pada suatu pandangan bahwa pemerintah selalu berusaha memperbesar pengeluarannya dengan mengandalkan penerimaan dari pajak. Hukum Wagner ini ditunjukan dalam gambar 2. Pertumbuhan Pengeluaran Pemerintah Menurut Wagner c. padahal masyarakat tidak suka membayar pajak yang semakin besar.

maka pemerintah terpaksa harus memperbesar pengeluarannya untuk mengatasi masalah itu. dan pemerintah meningkatkan penerimaanya dengan cara menaikkan tariff pajak sehingga dana swasta untuk ivestasi dan konsumsi menjadi berkurang. Universitas Sumatera Utara . Adanya gangguan sosial juga akan menyebabkan terjadinya konsentrasi kegiatan ketangan pemerintah sebgaian kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh swasta. Jadi dalam keadaan normal kenaikan pendapatan nasional meningkatkan penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Perkembangan ekonomi menyebabkan pemungutan pajak yang semakin meningkat walaupun tarif pajak tidak berubah dan meningkatnya penerimaan pajak yang menyebabkan pengeluaran pemerintah juga semakin meningkat. Ini dinamakan efek konsentrasi (consentrastion effect). Apabila keadaan normal terganggu misalnya disebabkan oleh perang atau eksternalitas lain. banyak aktivitas pemerintah yang beru kelihatan setelah terjadinya perang yang disebut dengan efek inspeksi (inspection effect). Selain tiu. Keadaan ini disebut efek penglihatan (displacement effect) yaitu adanya suatu gangguan sosial yang menyebabkan aktivitas swasta dialaihkan pada aktivitas pemerintah.suatu tingkat toleransi pajak yaitu suatu tingkat dimana masyarakat dapat memahami besarnnya pungutan pajak yang dibutuhkan oleh pemerintah untuk membiayai pengeluaran pemerintah. Karena itu penerimaan pemerintah dari pajak juga mengalami peningkatan.

Pengeluaran pemerintah/GDP Wagner. Universitas Sumatera Utara . misalnya pemerintah menetapkan akan membuat sebuah pelabuhan udara baru. Pelaksanaan pembuatan pelabuhan udara tersebut menimbulkan permintaan akan barang lain yang dihasilkan oleh sektor swasta. alat-alat pengangkutan lain sebagainya. yaitu suatu limit perpajakan. akan tetapi mereka tidak menyatakan pada tingkat berapakah toleransi pajak tersebut.Solow Musgrave Peacock dan Wiseman Tahun Gambar 2. Sebagai contoh. Perkembangan Pengeluaran Pemerintah Satu hal dalamteori peacock dan wiseman adalah bahwa mereka mengemukakan bahwa adanya toleransi pajak. Interaksi antara permintaan dan penawaran untuk barang public menentukan jumlah barang public yang akan disediakan tersebut selanjutnya kan menimbulkan permintaan akan barang lain. baja. seperti semen. 2) Teori Mikro Tujuan dari ekonomi mikro mengenai perkembangan pengeluaran pemerintah adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tersedianya barang publik.8.

pengangguran dan inflasi. penanaman modal asing dan tenaga kerja. dalam skripsinya yang berjudul “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia” bahwa variabel yang terikat dalam penelitian ini adalah jumlah penduduk miskin sedangkan variabel bebasnya terdiri dari pertumbuhan ekonomi. (2009). Artinya untuk mengurangin jumlah penduduk miskin pemerintah harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pada sisi lain pengangguran dan inflasi harus dikurangi. Penelitian yang dilakukan oleh Corel Asion (2009) dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Pengeluaran Pemerintah. sedangkan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi Sumatera Utara.2. Universitas Sumatera Utara . Hasil dari regresi yang ditunjukkan dalam penelitiannya menunjukkan hubungan dari variabel-variabel antara pertumbuhan ekonomi dengan jumlah penduduk miskin adalah negatif sedangkan pada sisi yang lain menunjukkan bahwa hubungan antara pengangguran dan inflasi dengan penduduk miskin adalah positif. Hasil dari regresi penelitiannya dengan menggunakan program eviews maka dapat diketahui bahwa pengeluaran pemerintah penanaman modal asing tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi sumatera utara.5 Penelitian-Penelitian Sebelumnya Penelitian yang dilakukan oleh Alex Febrianto M. Penanaman Modal Asing dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara” bahwa variabel yang terikat dalam penelitian merupakan pertumbuhan ekonomi atau PDRB dan variabel bebasnya terdiri dari pengeluaran pemerintah.

penanaman modal asing. sedangkan variabel bebasnya terdiri dari pertumbuhan ekonomi dalam hal ini PDB. penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri. metode penelitian dan tujuan penelitian maka dapat dibuat kerangka pemikiran penelitian sebagai berikut : Jumlah Penduduk Miskin (X1) Pertumbuhan Ekonomi (X2) Indeks Pembangunan Manusia (Y) Pengeluaran Pemerintah (X3) Universitas Sumatera Utara . anggaran pengeluaran pemerintah. Hasil dari penelitian ini adalah tiga dari empat variabel memberikan pengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia. yaitu PDB. 2. anggaran pengeluaran pemerintah. Ilham Irawan (2009) dalam skripsinya yang berjudul “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia” bahwa variabel yang terikat dalam penelitian ini adalah indeks pembangunan manusia. dan variabel lainnya yaitu penanaman modal dalam negeri tidak segnifikan tetapi memberikan pengaruh yang positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia.Penelitian yang dilakukan oleh M.6 Kerangka Pemikiran Berdasarkan perumusan masalah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful