BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Undang-undang dasar telah dijadikan landasan moral dan spiritual bagi berdidirinya koperasi di Indonesia. Namun dikalangan masyarakat dan anggota koperasi masih belum banyak mengetahui akan dasar berdirinya koperasi. Salah satu yang menjadi acuan dalam ekonomi berbasis koperasi tercantum dalam pasal 33 UUD 1945. Pengertian koperasi memang tidak disebutkan dalam pasal 33, tetapi ³asas kekeluargaan´ itu ialah koperasi. Untuk itu perlu diperjelas lagi bagai mana Negara menjadikan koperasi sebagai wujud dari ekonomi pancasila yang berdasarkan kuat pada prinsip-prinsip kerja sama dan gotong royong, serta kesetia kawanan sosial. Pasal 33, adalah salah satu pasal yang utama dalam membentuk sistim perekonomian bangsa, oleh karena itu, dalam Amandeman UUD1945 hanya pasal 33 yang tidak mengalami perubahan, maupun panambahan materi didalamnnya. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal mengenai keekonomian yang berada pada Bab XIV UUD 1945 yang berjudul ³Kesejahteraan Sosial´. Kesejahteraan sosial adalah bagian tak terpisahkan dari cita-cita kemerdekaan. Dengan menempatkan Pasal 33 1945 di bawah judul Bab ³Kesejahteraan Sosial´ itu, berarti pembangunan ekonomi nasional haruslah bermuara pada peningkatan kesejahteraan sosial. Peningkatan kesejahteraan sosial merupakan test untuk keberhasilan pembangunan, bukan semata-mata per-tumbuhan ekonomi apalagi kemegahan pembangunan fisikal. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal yang mulia, pasal yang mengutamakan kepentingan bersama masyarakat, tanpa mengabaikan kepentingan individu orang-perorang. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal restrukturisasi ekonomi, pasal untuk mengatasi ketimpangan struktural ekonomi.

1

2. Serta aplikasinya dalam tubuh koperasi. Manfaat Penulisan Makalah Diharapkan makalah ini dapat menjadi penambah wawasan pembaca terhadap arti.2. Tujuan Pembuatan Makalah Makalah ini dibuat bertujuan sebagai acuan bagi para pembaca dalam memahami UUD 1945 pasal 33 ayat 1. pengertian dan makna yang terkandung dalam pasal 33. 3. Dalam makalah ini pembaca juga akan mengetahui hubungan antara pasal 33 dengan azaz-azaz koperasi dan pendirian koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. 3. 2 . yang merupakan dasar-dasar pokok model perekonomian Indonesia.

Hal yang berkebalikan menimpa kelompok ekonomi bawah yang jumlahnya mayoritas namun menguasai dan menikmati hasil produksi dalam taraf yang sangat minimal. Dalam pandangan para founding fathers. 3) Golongan bawah. Ide lahirnya pasal 33 Sistem ekonomi kolonial mewariskan struktur ekonomi yang sangat timpang. 2) Golongan menengah. Struktur ekonomi terkait dengan kekuasaan dan kemampuan ekonomipolitik sehingga mereka yang masuk dalam kelompok atas meskipun jumlahnya sedikit namun menguasai dan menikmati banyak surplus perekonomian nasional. yang mendistrubsikan hasil-hasil produksi masyarakat jajahan ke perusahaan besar dan ekonomi luaran. Untuk itu. yang terdiri dari massa rakyat pribumi yang bergerak pada perekonomian rakyat. terutama Soekarno-Hatta. yang 90% terdiri dari kaum perantara perdagangan. yang tidak mampu menguasai dan menikmati hasil-hasil produksi mereka karena berada dalam sistem ekonomi kolonialis. merdeka berarti merdeka secara politik dan ekonomi. yang terdiri dari bangsa Eropa (khususnya Belanda) yang menguasai dan menikmati hasil penjualan komoditi pertanian dan perkebunan di negeri jajahan mereka. Gambaran riil perihal struktur ekonomi dapat diilustrasikan melalui hasil observasi Hatta yang memetakan struktur ekonomi Indonesia pada masa kolonial Belanda ke dalam tiga golongan besar: 1) Golongan Atas. khususnya dari etnis Tionghoa (China). Dalam kelompok ini terdapat 10% bangsa Indonesia yang mampu menguasai dan menikmati hasil perekonomian karena mempunyai kekuasaan (jabatan) tertentu (elit).BAB II ISI 1. itu pun berada di posisi paling bawah pada lapisan ini. pasca 3 .

Reformasi sosial hanya dimungkinkan melalui demokratisasi ekonomi. yaitu suatu agenda nasional untuk mengganti sistem ekonomi kolonial dengan sistem ekonomi nasional. 1960). 2 persamaan dan persaudaraan belum ada. ³Di atas sendi yang ketiga (cita-cita tolong-menolong²pen. ³Demokrasi politik saja tidak dapat melaksanakan persamaan dan persaudaraan. di mana kolektivitas (kekeluargaan dan kebersamaan) menjadi dasar pola produksi dan distribusi (mode ekonomi). 1932). Sebab itu cita-cita demokrasi Indonesa ialah demokrasi sosial. Di sebelah demokrasi politik harus pula berlaku demokrasi ekonomi. Hal itu antara lain disebabkan oleh kesadaran Bung Hatta bahwa perbaikan kondisi ekonomi rakyat tidak mungkin hanya disandarkan pada proklamasi kemerdekaan. Kalau tidak. 4 . manusia belum merdeka. Tidak lagi orang seorang atau satu golongan kecil yang mesti menguasai penghidupan orang banyak seperti sekarang. Sebagaimana dikemukakan oleh Bung karno. eksploitatif dan sub-ordinatif terhadap ekonomi rakyat Indonesia dan mengubah struktur sosial-ekonomi warisan kolonial yang jauh dari nilai-nilai keadilan sosial tersebut. melainkan keperluan dan kemauan rakyat yang banyak harus menjadi pedoman perusahaan dan penghasilan. segala tangkai penghasilan besar yang mengenai penghidupan rakyat harus berdasar pada milik bersama dan terletak di bawah penjagaan rakyat dengan perantaraan Badan-badan perwakilannya´ (Hatta.kemerdekaan perlu adanya reformasi sosial. Sebab itu. melingkupi seluruh lingkungan hidup yang menentukan nasib manusia´ (Hatta. Perjuangan untuk memperbaiki kondisi ekonomi rakyat harus terus dilanjutkan dengan mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional. yang dimaksud dengan struktur ekonomi nasional adalah sebuah struktur perekonomian yang ditandai oleh meningkatnya peran serta rakyat Indonesia dalam penguasaan modal atau faktor-faktor produksi di tanah air. Sebagaimana ditulis Hatta. guna menghapus pola hubungan ekonomi yang timpang.) dapat didirikan tonggak demokrasi ekonomi.

Pasal 33 tersebut menyatakan sebagai berikut : 1.2. diantara pasal-pasal yang paling pokok dan melandasi usaha-usaha pembangunan di bidang ekonomi pasal 33. namun demikian. produksi di kerjakan oleh semua. sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. pasal 27 serta pasal 33 dan 34. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekelurgaan. Karena pembukaan UUD 1945 bserta seluruh pokok-pokok pikiran yang terkandung di dalamnya menjiwai Batang Tubuh UUD. maka tujuan itupun dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal seperti dalam pasal 23. Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang mengusai 5 . Untuk semua di bawah pimpinan atau pemikiran anggota-anggota masyarakat. Pasal 33 dan Penjabaraannya Pembukaan UUD 1945 beserta seluruh pokok-pokok pikiran yang terkandung di dalamnya menjiwai Batang Tubuh UUD. Mengenai pasal ini penjelasan UUD mengatakan : ³ Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi. 2. Kemakmuran masyarakatlah yang di utamakan. Cabang-Cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. kemakmuran bagi semua orang. diantara pasal-pasal yang paling pokok dan melandasi usaha-usaha pembangunan di bidang ekonomi pasal 33. namun demikian. Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi. pasal 27 serta pasal 33 dan 34. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terjkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Undang-Undang Dasar 1945 dan Pembangunan di Bidang Ekonomi UUD 1945 menegaskan di dalam pembukaanya bahwa salah satu tujuan negara Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. Penegasab di atas tidak terlepas dari pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan yaitu bahwa negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu adalah koperasi. maka tujuan itupun dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal seperti dalam pasal 23. bukan kemakmuran orang seorang. 3.

Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. 2. Bumi dan air dan kekayaan alam terkandung dalam bumi adalah pokok -pokok kemakmuran rakyat. Ciri-ciri positif tersebut adalah sebagai berikut : 1. Demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan memiliki ciri-ciri positif yang perlu terus menerus dipupuk dan dan di kembangkan. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh Negara dan di pergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam pasal 33 UUD 1945 ini pula di tegaskan asas demokrasi ekonomi dalam dalam perekonomian Indonesia. mempunyai makna yang dalam dan menunjukan dengan jelas bahwa tujuan ekonomi nasional adalah untuk kesejahteraan sosial dan kemakmuran bagi rakyat banyak dan bukan untuk orang perorangan atau suatu golongan. tuympuk produksi jatuh ketangan orang-orang yang banyak ditindasinya.hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 3. Sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tangggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan sigiat-giatnya yang nyata. Cabang-cabang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak di kuasai oleh Negara. Bahwa masalah perekonomian dicantumkan dalam suatu pasal di bawah Bab mengenai Kesejahteraan Sosial. Berdasarkan pasal 33 UUD 1945 tersebut. Kalau tidak. Hanya perusaan yang tidak mengusasi hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-orang. Sedangkan Pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha. 6 . GBHN menggariskan bahwa pembangunan di bidang ekonomi yang di dasarkan kepada Demokrasi Ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Pasal 33 UUD 1945 merupakan pasal yang amat penting karena pasal ini menjadi landasan dan pangkal tolak bagi pembangunan ekonomi.

3. serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat pula. koperasi juga diharapkan dapat memenuhi fungsinya sebagai wadah kerja sama ekonomi yang mampu 7 . 7. yang terwujud dalam manfaat koperasi adalah sebagai berikut: 1) Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial Potensi dan kemampuan ekonomi para anggota koperasi pada umumnya relatif kecil. 5. inisiatif dan daya kreasi warga Negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.4. sehingga dapat membentuk kekuatan yang lebih besar. Potensi. Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. 8. Melalui koperasi. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). 2) Turut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat Selain diharapkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya. Hak milik perorangan diakui dan dimanfaatjannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat. Aspek dari pasal 33. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilikh dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak dan penghidupan yang layak. 6. potensi dan kemampuan ekonomi yang kecil itu dihimpun sebagai satu kesatuan. Sumber-sumber Kekayaan dan keungan Negara digunakan dengan permufakatan lembanga-lembaga Perwakilan Rakyat. fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. Dengan demikian koperasi akan memiliki peluang yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat pada umumnya dan anggota koperasi pada khususnya. Aspek pasal 33 terhadap koperasi Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

sehingga dengan cara tersebut koperasi dapat mengemban amanat dengan baik. koperasi mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan perekonomian nasional bersama-sama dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya.meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat pada umumnya. Peningkatan kualitas kehidupan hanya bisa dicapai koperasi jika ia dapat mengembangkan kemampuannya dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota-anggotanya serta masyarakat disekitarnya. Oleh karena itu koperasi harus berusaha sekuat tenaga agar memiliki kinerja usaha yang tangguh dan efisien. esensi keadilan bernegara. Sebab hanya dengan cara itulah koperasi dapat menjadikan perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional. Berdasarkan sifat seperti itu maka koperasi diharapkan dapat memainkan peranannya dalam menggalang dan memperkokoh perekonomian rakyat. landasan koperasi sebagai sebuah sistem ekonomi telah diatur sangat jelas dalam UUD 1945 Pasal 33. dan logikalogika kemerdekaan sebuah bangsa. Dengan demikian koperasi harus mempunyai kesungguhan untuk memiliki usaha yang sehat dan tangguh. 4. Pasal 33 dalam prespektif hukum Dalam perspektif hukum. Pasal tersebut dengan ketiga ayatnya merupakan satu kesatuan dari sistem norma hukum. 3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional Koperasi adalah satu-satunya bentuk perusahaan yang dikelola secara demokratis. tidak saja karena sejarah Republik yang telah menggariskannya. tetapi karena di sanalah sebenarnya terletak ideologi ekonomi. Namun koperasi mempunyai sifat-sifat khusus yang berbeda dari sifat bentuk perusahaan lainnya. 4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi Sebagai salah satu pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. Terlepas dari upaya pengaburan hakikat Pasal pasal 33 melalui hasil amandemen keempat UUD 1945 pada 2002 dengan 8 . maka koperasi menempati kedudukan yang sangat penting dalam sistem perekonomian Indonesia.

Hakikat Pasal 33 UUD 1945 adalah wujud nasionalisme ekonomi Indonesia mengandung pengertian berupa tekad kemerdekaan untuk mengganti asas perorangan (individualisme) menjadi asas kebersamaan dan kekeluargaan. Amandemen pasal 33 Perubahan Ke-empat Pasal 33 UUD 1945 melanggar Pancasila dan tidak sesuai kehendak rakyat Pasal 33 UUD 1945 yang terdiri atas 3 ayat. air dan kekayaan alam Indonesia. Bila dilihat sejarah konstitusi. Pasal ini juga dipandang telah memposisikan rakyat Indonesia secara substansial untuk memperoleh sebesar-besar kemakmuran dari bumi.menambahkan dua ayat baru. melainkan saling menghormati dan peduli sesama serta saling tolong-menolong sebagai sebuah kewajiban bersama. Pasal 33 merupakan sikap founding fathers yang menghendaki suatu transformasi badan usaha yang ada pada masa itu ke arah Koperasi Indonesia. Bila memperhatikan hakikat Pasal 33 tersebut. sangat jelas tampak sebuah keterkaitan yang erat antara Pasal 33. dan telah menjadi ideologi ekonomi Indonesia. 5. yaitu kerjasama. Koperasi sebagai sebuah gerakan ekonomi yang berbasis anggota. dengan nilai utama koperasi. badan usaha yang sangat sesuai dengan asas kekeluargaan adalah koperasi. Usaha bersama atas asas kekeluargaan adalah wujud kebersamaan. khususnya ayat (1). Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara (lama) 9 . memiliki prinsip dasar mengedepankan kekuatan anggota untuk saling bekerjasama dalam memenuhi kesejahteraan bersama secara mandiri. suatu mutualism and brotherhood. di-amandemen menjadi 5 ayat berikut: 1. melalui perdebatan politik panjang dan alot dalam 2 kali sidang tahunan MPR (2001 dan 2002). pemahaman mengenai hakikat asli Pasal 33 menjadi sangat penting. bukan individualisme. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan (lama) 2. khususnya penjelasan UUD 1945 yang sebelum amandemen diakui keberadaannya.

kemandirian. Pasal 33 menurut bung Hatta Gagasan dan harapan Bung Hatta tentang koperasi adalah sebuah lembaga swadaya. bagi lapisan masyarakat yang lemah atau rakyat kecil untuk bisa mengendalikan pasar.3. Demikian karena kekeliruan-kekeliruan fatal dalam amandemen pasal 33 UUD 1945. efisiensi berkeadilan. berkelanjutan. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan. Kekeliruan lebih serius dari perubahan ke 4 UUD adalah hilangnya asas ekonomi kerakyatan atau demokrasi ekonomi yang tercantum dalam penjelasan pasal 33 karena ST-MPR 2002 memutuskan menghapuskan seluruh penjelasan UUD 1945. berwawasan lingkungan. Asas efisiensi berkeadilan dalam ayat 4 yang baru ini sulit dijelaskan maksud dan tujuannya karena menggabungkan 2 konsep yang jelas amat berbeda bahkan bertentangan. (Perubahan Keempat) 5. Sebuah gagasan yang menempatkan koperasi sebagai 10 . Tetapi dengan penambahan ayat 4 menjadi rancu karena ayat baru ini merupakan hal teknis menyangkut pengelolaan dan pelaksanaan kebijakan dan program-program pembangunan ekonomi. self-help. Pikiran di belakang ayat baru ini adalah paham persaingan pasar bebas yang menghendaki dicantumkannya ketentuan eksplisit sistem pasar bebas dalam UUD. serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat (lama) 4. 6. (Perubahan Keempat) Dipertahankannya 3 ayat lama pasal 33 ini memang sesuai dengan kehendak rakyat. ST-MPR 2003 yang akan datang harus dapat mengoreksi dan membuat amandemen atas amandemen pasal 33 dengan menyatakan kembali berlakunya seluruh Penjelasan UUD 1945 atau dengan memasukkan materi penjelasan pasal 33 ke dalam batang tubuh UUD 1945.

institusi yang mampu menjadi saka guru (pilar) perekonomian bangsa. ³Individualitas´ menjadikan seorang anggota koperasi sebagai pembela dan pejuang yang giat bagi koperasinya. Dalam pelajaran dan usaha koperasi di bidang manapun juga. Hubungan antara anggota koperasi satu sama lain harus mencerminkan sebagai orang -orang yang bersaudara. Istilah asas kekeluargaan itu berasal dari Taman Siswa. tekadnya akan kuat membela kepentingan koperasinya. satu keluarga. insaf akan harga dirinya. ³Individualitas´ berbeda dengan ³individualisme´. Gagasan ini juga tertuang dalam semangat para pendiri bangsa yang dimuat dalam konstitusi. Dalam Penjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan itu adalah koperasi. ³Individualisme´ ialah sikap yang mengutamakan kepentingan diri sendiri dibandingkan kepentingan orang lain dan kalau perlu mencari keuntungan bagi diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain. Koperasi memiliki posisi yang kuat. Dengan naik dan maju koperasinya. yaitu pada Pasal 33 UUD 1945. untuk menentukan bagaimana guru dan murid-murid yang tinggal padanya hidup sebagai suatu keluarga. Juga dalam mengasuh anggota koperasi selalu diutamakan cinta kepada masyarakat yang kepentingannya harus didahulukan dari kepentingan diri sendiri. ditanam kemauan dan kepercayaan pada diri sendiri dalam persekutuan untuk melaksanakan ³self-help´ dan oto-aktivitas untuk kepentingan bersama. khususnya Ayat 1 yang menyebutkan. Ayat 1 UUD 1945 adalah mengenai koperasi. Rasa solidaritas harus dipupuk dan diperkuat. Begitu pula-lah hendaknya corak koperasi Indonesia. Anggota dididik mempunyai sifat ³individualitas´. Oleh karena itu anggota koperasi harus mempunyai tanggung jawab moral dan 11 . ³Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan´. Ingatannya akan tertuju kepada kepentingan bersama. Pengertian koperasi memang tidak disebutkan dalam pasal 33. kedudukannya sendiri ikut naik dan maju. tetapi ³asas kekeluargaan´ itu ialah koperasi. Apabila ia telah insaf akan harga dirinya.

12 . tidak dapat dimungkiri bahwa gerakan koperasi adalah gerakan yang sarat dengan beban sejarah. hal yang terngiang di telinga kita dan menjadi asosiasi dengan koperasi adalah permasalahan -permasalahan seperti subsidi. Intinya. koperasi lahir secara alami dari masyarakat. maka koperasi tidak akan tumbuh. di masa depan. Melihat kondisi koperasi di Indonesia saat ini tampaklah bahwa perwujudan peranan koperasi sebagaimana yang dicita-citakan Bung Hatta belum sepenuhnya optimal. Hal inilah yang memberikan beban bagi pengembangan koperasi di Indonesia. Dengan terbentuknya pasar global ini. Ada pandangan yang tidak dapat sepenuhnya disalahkan bahwa tidak sedikit koperasi yang tumbuh lantaran koperasi mendapat kesempatan yang lebih besar untuk mengambil manfaat ekonomi dari proyek dan fasilitas pemerintah. setelah Indonesia merdeka. idiom-idiom yang terasosiasi di pikiran kita adalah efisiensi. di era globalisasi. inefisiensi. justru kemudian kelahirannya didominasi oleh pemerintah. Terbentuknya pasar global memungkinkan para pemain dari seluruh dunia bebas bermain di pasar domestik mana pun. Apabila sekitar tahun 1930. Tantangan seperti inilah yang dihadapi oleh koperasi di Indonesia. Apabila kita mendengar kata koperasi. dan birokrasi. setiap perusahaan tidak bisa lagi menganggap pasar domestik sebagai captive market-nya.sosial. Dominasi oleh pemerintah pada akhirnya sering disalahgunakan dalam pelaksanaannya. Padahal. dan inovasi. kepuasan pelanggan. corporate value. Apabila tanggung jawab yang dua itu tidak ada. tidak akan menjadi. Sementara itu. competitiveness. saat ini perekonomian nasional sedang menghadapi perubahan yang signifikan. Jargon-jargon tersebut hampir tidak relevan dengan asosiasi kita dengan koperasi. Globalisasi ekonomi yang berlangsung intensif sejak satu dekade lalu berdampak pada munculnya kecenderungan pasar global.

1996.T. 13 .multiply.S. Kansil.DAFTAR PUSTAKA http://ekonomirakyat.1990.H.H. Pancasila.ST.com Drs. Hidup Berbangsa dan Bernegara.com http://ezzelhque. 1986. Jakarta:Erlangga. C. Jakarta: Sinar Garfika. Drs. Bahan Penataran> Mutiara Sakti Utama.S.S.archle.com http://indonesia. Kansil:C.net http://mudrajat. Tim Penataran.

LEMBARAN DISKUSI DAN PERTANYAAN No 1 Nama Bp Pertanyaan Hasil 2 3 4 5 6 14 .

15 .