BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Undang-undang dasar telah dijadikan landasan moral dan spiritual bagi berdidirinya koperasi di Indonesia. Namun dikalangan masyarakat dan anggota koperasi masih belum banyak mengetahui akan dasar berdirinya koperasi. Salah satu yang menjadi acuan dalam ekonomi berbasis koperasi tercantum dalam pasal 33 UUD 1945. Pengertian koperasi memang tidak disebutkan dalam pasal 33, tetapi ³asas kekeluargaan´ itu ialah koperasi. Untuk itu perlu diperjelas lagi bagai mana Negara menjadikan koperasi sebagai wujud dari ekonomi pancasila yang berdasarkan kuat pada prinsip-prinsip kerja sama dan gotong royong, serta kesetia kawanan sosial. Pasal 33, adalah salah satu pasal yang utama dalam membentuk sistim perekonomian bangsa, oleh karena itu, dalam Amandeman UUD1945 hanya pasal 33 yang tidak mengalami perubahan, maupun panambahan materi didalamnnya. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal mengenai keekonomian yang berada pada Bab XIV UUD 1945 yang berjudul ³Kesejahteraan Sosial´. Kesejahteraan sosial adalah bagian tak terpisahkan dari cita-cita kemerdekaan. Dengan menempatkan Pasal 33 1945 di bawah judul Bab ³Kesejahteraan Sosial´ itu, berarti pembangunan ekonomi nasional haruslah bermuara pada peningkatan kesejahteraan sosial. Peningkatan kesejahteraan sosial merupakan test untuk keberhasilan pembangunan, bukan semata-mata per-tumbuhan ekonomi apalagi kemegahan pembangunan fisikal. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal yang mulia, pasal yang mengutamakan kepentingan bersama masyarakat, tanpa mengabaikan kepentingan individu orang-perorang. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal restrukturisasi ekonomi, pasal untuk mengatasi ketimpangan struktural ekonomi.

1

3. 3. Dalam makalah ini pembaca juga akan mengetahui hubungan antara pasal 33 dengan azaz-azaz koperasi dan pendirian koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Manfaat Penulisan Makalah Diharapkan makalah ini dapat menjadi penambah wawasan pembaca terhadap arti. Tujuan Pembuatan Makalah Makalah ini dibuat bertujuan sebagai acuan bagi para pembaca dalam memahami UUD 1945 pasal 33 ayat 1. pengertian dan makna yang terkandung dalam pasal 33. 2 . 2. Serta aplikasinya dalam tubuh koperasi.2. yang merupakan dasar-dasar pokok model perekonomian Indonesia.

Struktur ekonomi terkait dengan kekuasaan dan kemampuan ekonomipolitik sehingga mereka yang masuk dalam kelompok atas meskipun jumlahnya sedikit namun menguasai dan menikmati banyak surplus perekonomian nasional. itu pun berada di posisi paling bawah pada lapisan ini. Gambaran riil perihal struktur ekonomi dapat diilustrasikan melalui hasil observasi Hatta yang memetakan struktur ekonomi Indonesia pada masa kolonial Belanda ke dalam tiga golongan besar: 1) Golongan Atas. Untuk itu. terutama Soekarno-Hatta. yang 90% terdiri dari kaum perantara perdagangan. merdeka berarti merdeka secara politik dan ekonomi. 3) Golongan bawah. yang terdiri dari bangsa Eropa (khususnya Belanda) yang menguasai dan menikmati hasil penjualan komoditi pertanian dan perkebunan di negeri jajahan mereka. yang mendistrubsikan hasil-hasil produksi masyarakat jajahan ke perusahaan besar dan ekonomi luaran. 2) Golongan menengah. pasca 3 . Hal yang berkebalikan menimpa kelompok ekonomi bawah yang jumlahnya mayoritas namun menguasai dan menikmati hasil produksi dalam taraf yang sangat minimal. khususnya dari etnis Tionghoa (China). yang terdiri dari massa rakyat pribumi yang bergerak pada perekonomian rakyat. yang tidak mampu menguasai dan menikmati hasil-hasil produksi mereka karena berada dalam sistem ekonomi kolonialis. Ide lahirnya pasal 33 Sistem ekonomi kolonial mewariskan struktur ekonomi yang sangat timpang. Dalam kelompok ini terdapat 10% bangsa Indonesia yang mampu menguasai dan menikmati hasil perekonomian karena mempunyai kekuasaan (jabatan) tertentu (elit). Dalam pandangan para founding fathers.BAB II ISI 1.

yang dimaksud dengan struktur ekonomi nasional adalah sebuah struktur perekonomian yang ditandai oleh meningkatnya peran serta rakyat Indonesia dalam penguasaan modal atau faktor-faktor produksi di tanah air. ³Demokrasi politik saja tidak dapat melaksanakan persamaan dan persaudaraan. di mana kolektivitas (kekeluargaan dan kebersamaan) menjadi dasar pola produksi dan distribusi (mode ekonomi). Reformasi sosial hanya dimungkinkan melalui demokratisasi ekonomi. Di sebelah demokrasi politik harus pula berlaku demokrasi ekonomi. Sebagaimana ditulis Hatta. ³Di atas sendi yang ketiga (cita-cita tolong-menolong²pen.) dapat didirikan tonggak demokrasi ekonomi. melainkan keperluan dan kemauan rakyat yang banyak harus menjadi pedoman perusahaan dan penghasilan. segala tangkai penghasilan besar yang mengenai penghidupan rakyat harus berdasar pada milik bersama dan terletak di bawah penjagaan rakyat dengan perantaraan Badan-badan perwakilannya´ (Hatta. Sebagaimana dikemukakan oleh Bung karno. 2 persamaan dan persaudaraan belum ada. 1932). 1960).kemerdekaan perlu adanya reformasi sosial. guna menghapus pola hubungan ekonomi yang timpang. 4 . manusia belum merdeka. Hal itu antara lain disebabkan oleh kesadaran Bung Hatta bahwa perbaikan kondisi ekonomi rakyat tidak mungkin hanya disandarkan pada proklamasi kemerdekaan. Tidak lagi orang seorang atau satu golongan kecil yang mesti menguasai penghidupan orang banyak seperti sekarang. eksploitatif dan sub-ordinatif terhadap ekonomi rakyat Indonesia dan mengubah struktur sosial-ekonomi warisan kolonial yang jauh dari nilai-nilai keadilan sosial tersebut. Perjuangan untuk memperbaiki kondisi ekonomi rakyat harus terus dilanjutkan dengan mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional. melingkupi seluruh lingkungan hidup yang menentukan nasib manusia´ (Hatta. Kalau tidak. Sebab itu cita-cita demokrasi Indonesa ialah demokrasi sosial. yaitu suatu agenda nasional untuk mengganti sistem ekonomi kolonial dengan sistem ekonomi nasional. Sebab itu.

bukan kemakmuran orang seorang. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekelurgaan. Undang-Undang Dasar 1945 dan Pembangunan di Bidang Ekonomi UUD 1945 menegaskan di dalam pembukaanya bahwa salah satu tujuan negara Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. Cabang-Cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Kemakmuran masyarakatlah yang di utamakan. Pasal 33 tersebut menyatakan sebagai berikut : 1. Pasal 33 dan Penjabaraannya Pembukaan UUD 1945 beserta seluruh pokok-pokok pikiran yang terkandung di dalamnya menjiwai Batang Tubuh UUD. Karena pembukaan UUD 1945 bserta seluruh pokok-pokok pikiran yang terkandung di dalamnya menjiwai Batang Tubuh UUD. diantara pasal-pasal yang paling pokok dan melandasi usaha-usaha pembangunan di bidang ekonomi pasal 33. namun demikian. maka tujuan itupun dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal seperti dalam pasal 23. Penegasab di atas tidak terlepas dari pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan yaitu bahwa negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. maka tujuan itupun dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal seperti dalam pasal 23. kemakmuran bagi semua orang. pasal 27 serta pasal 33 dan 34. namun demikian. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu adalah koperasi.2. pasal 27 serta pasal 33 dan 34. Untuk semua di bawah pimpinan atau pemikiran anggota-anggota masyarakat. 3. Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang mengusai 5 . 2. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terjkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. diantara pasal-pasal yang paling pokok dan melandasi usaha-usaha pembangunan di bidang ekonomi pasal 33. Mengenai pasal ini penjelasan UUD mengatakan : ³ Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi. produksi di kerjakan oleh semua. sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi.

Hanya perusaan yang tidak mengusasi hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-orang. 3. mempunyai makna yang dalam dan menunjukan dengan jelas bahwa tujuan ekonomi nasional adalah untuk kesejahteraan sosial dan kemakmuran bagi rakyat banyak dan bukan untuk orang perorangan atau suatu golongan. 2. Kalau tidak. Berdasarkan pasal 33 UUD 1945 tersebut. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh Negara dan di pergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tangggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan sigiat-giatnya yang nyata. Bumi dan air dan kekayaan alam terkandung dalam bumi adalah pokok -pokok kemakmuran rakyat. Sedangkan Pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha.hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Bahwa masalah perekonomian dicantumkan dalam suatu pasal di bawah Bab mengenai Kesejahteraan Sosial. 6 . Cabang-cabang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak di kuasai oleh Negara. Ciri-ciri positif tersebut adalah sebagai berikut : 1. Dalam pasal 33 UUD 1945 ini pula di tegaskan asas demokrasi ekonomi dalam dalam perekonomian Indonesia. tuympuk produksi jatuh ketangan orang-orang yang banyak ditindasinya. Demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan memiliki ciri-ciri positif yang perlu terus menerus dipupuk dan dan di kembangkan. Pasal 33 UUD 1945 merupakan pasal yang amat penting karena pasal ini menjadi landasan dan pangkal tolak bagi pembangunan ekonomi. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. GBHN menggariskan bahwa pembangunan di bidang ekonomi yang di dasarkan kepada Demokrasi Ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan.

Dengan demikian koperasi akan memiliki peluang yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat pada umumnya dan anggota koperasi pada khususnya. Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. potensi dan kemampuan ekonomi yang kecil itu dihimpun sebagai satu kesatuan. Melalui koperasi. 3. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1).4. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilikh dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak dan penghidupan yang layak. 8. Sumber-sumber Kekayaan dan keungan Negara digunakan dengan permufakatan lembanga-lembaga Perwakilan Rakyat. Hak milik perorangan diakui dan dimanfaatjannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat. Potensi. yang terwujud dalam manfaat koperasi adalah sebagai berikut: 1) Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial Potensi dan kemampuan ekonomi para anggota koperasi pada umumnya relatif kecil. 7. serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat pula. Aspek pasal 33 terhadap koperasi Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. 2) Turut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat Selain diharapkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya. 6. koperasi juga diharapkan dapat memenuhi fungsinya sebagai wadah kerja sama ekonomi yang mampu 7 . inisiatif dan daya kreasi warga Negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. sehingga dapat membentuk kekuatan yang lebih besar. Aspek dari pasal 33. 5.

Dengan demikian koperasi harus mempunyai kesungguhan untuk memiliki usaha yang sehat dan tangguh. dan logikalogika kemerdekaan sebuah bangsa. esensi keadilan bernegara. landasan koperasi sebagai sebuah sistem ekonomi telah diatur sangat jelas dalam UUD 1945 Pasal 33. Oleh karena itu koperasi harus berusaha sekuat tenaga agar memiliki kinerja usaha yang tangguh dan efisien. Terlepas dari upaya pengaburan hakikat Pasal pasal 33 melalui hasil amandemen keempat UUD 1945 pada 2002 dengan 8 . sehingga dengan cara tersebut koperasi dapat mengemban amanat dengan baik. Namun koperasi mempunyai sifat-sifat khusus yang berbeda dari sifat bentuk perusahaan lainnya. Berdasarkan sifat seperti itu maka koperasi diharapkan dapat memainkan peranannya dalam menggalang dan memperkokoh perekonomian rakyat. tidak saja karena sejarah Republik yang telah menggariskannya. Pasal tersebut dengan ketiga ayatnya merupakan satu kesatuan dari sistem norma hukum. maka koperasi menempati kedudukan yang sangat penting dalam sistem perekonomian Indonesia. koperasi mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan perekonomian nasional bersama-sama dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya. tetapi karena di sanalah sebenarnya terletak ideologi ekonomi.meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat pada umumnya. 4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi Sebagai salah satu pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. 3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional Koperasi adalah satu-satunya bentuk perusahaan yang dikelola secara demokratis. Pasal 33 dalam prespektif hukum Dalam perspektif hukum. Peningkatan kualitas kehidupan hanya bisa dicapai koperasi jika ia dapat mengembangkan kemampuannya dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota-anggotanya serta masyarakat disekitarnya. 4. Sebab hanya dengan cara itulah koperasi dapat menjadikan perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.

Pasal ini juga dipandang telah memposisikan rakyat Indonesia secara substansial untuk memperoleh sebesar-besar kemakmuran dari bumi. air dan kekayaan alam Indonesia. pemahaman mengenai hakikat asli Pasal 33 menjadi sangat penting. khususnya penjelasan UUD 1945 yang sebelum amandemen diakui keberadaannya. Pasal 33 merupakan sikap founding fathers yang menghendaki suatu transformasi badan usaha yang ada pada masa itu ke arah Koperasi Indonesia. melalui perdebatan politik panjang dan alot dalam 2 kali sidang tahunan MPR (2001 dan 2002). Hakikat Pasal 33 UUD 1945 adalah wujud nasionalisme ekonomi Indonesia mengandung pengertian berupa tekad kemerdekaan untuk mengganti asas perorangan (individualisme) menjadi asas kebersamaan dan kekeluargaan. Koperasi sebagai sebuah gerakan ekonomi yang berbasis anggota. 5. dengan nilai utama koperasi. bukan individualisme. di-amandemen menjadi 5 ayat berikut: 1. suatu mutualism and brotherhood. dan telah menjadi ideologi ekonomi Indonesia. yaitu kerjasama.menambahkan dua ayat baru. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara (lama) 9 . memiliki prinsip dasar mengedepankan kekuatan anggota untuk saling bekerjasama dalam memenuhi kesejahteraan bersama secara mandiri. Amandemen pasal 33 Perubahan Ke-empat Pasal 33 UUD 1945 melanggar Pancasila dan tidak sesuai kehendak rakyat Pasal 33 UUD 1945 yang terdiri atas 3 ayat. badan usaha yang sangat sesuai dengan asas kekeluargaan adalah koperasi. Bila memperhatikan hakikat Pasal 33 tersebut. khususnya ayat (1). Usaha bersama atas asas kekeluargaan adalah wujud kebersamaan. sangat jelas tampak sebuah keterkaitan yang erat antara Pasal 33. Bila dilihat sejarah konstitusi. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan (lama) 2. melainkan saling menghormati dan peduli sesama serta saling tolong-menolong sebagai sebuah kewajiban bersama.

Sebuah gagasan yang menempatkan koperasi sebagai 10 . berwawasan lingkungan. Demikian karena kekeliruan-kekeliruan fatal dalam amandemen pasal 33 UUD 1945. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan. Kekeliruan lebih serius dari perubahan ke 4 UUD adalah hilangnya asas ekonomi kerakyatan atau demokrasi ekonomi yang tercantum dalam penjelasan pasal 33 karena ST-MPR 2002 memutuskan menghapuskan seluruh penjelasan UUD 1945. Asas efisiensi berkeadilan dalam ayat 4 yang baru ini sulit dijelaskan maksud dan tujuannya karena menggabungkan 2 konsep yang jelas amat berbeda bahkan bertentangan. Tetapi dengan penambahan ayat 4 menjadi rancu karena ayat baru ini merupakan hal teknis menyangkut pengelolaan dan pelaksanaan kebijakan dan program-program pembangunan ekonomi. efisiensi berkeadilan. Pasal 33 menurut bung Hatta Gagasan dan harapan Bung Hatta tentang koperasi adalah sebuah lembaga swadaya. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang. (Perubahan Keempat) 5. ST-MPR 2003 yang akan datang harus dapat mengoreksi dan membuat amandemen atas amandemen pasal 33 dengan menyatakan kembali berlakunya seluruh Penjelasan UUD 1945 atau dengan memasukkan materi penjelasan pasal 33 ke dalam batang tubuh UUD 1945. (Perubahan Keempat) Dipertahankannya 3 ayat lama pasal 33 ini memang sesuai dengan kehendak rakyat. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat (lama) 4.3. self-help. kemandirian. berkelanjutan. serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. bagi lapisan masyarakat yang lemah atau rakyat kecil untuk bisa mengendalikan pasar. 6. Pikiran di belakang ayat baru ini adalah paham persaingan pasar bebas yang menghendaki dicantumkannya ketentuan eksplisit sistem pasar bebas dalam UUD.

ditanam kemauan dan kepercayaan pada diri sendiri dalam persekutuan untuk melaksanakan ³self-help´ dan oto-aktivitas untuk kepentingan bersama. Ingatannya akan tertuju kepada kepentingan bersama. Koperasi memiliki posisi yang kuat. Gagasan ini juga tertuang dalam semangat para pendiri bangsa yang dimuat dalam konstitusi. insaf akan harga dirinya. Dengan naik dan maju koperasinya. Oleh karena itu anggota koperasi harus mempunyai tanggung jawab moral dan 11 . kedudukannya sendiri ikut naik dan maju. Juga dalam mengasuh anggota koperasi selalu diutamakan cinta kepada masyarakat yang kepentingannya harus didahulukan dari kepentingan diri sendiri. Ayat 1 UUD 1945 adalah mengenai koperasi. ³Individualitas´ menjadikan seorang anggota koperasi sebagai pembela dan pejuang yang giat bagi koperasinya. ³Individualisme´ ialah sikap yang mengutamakan kepentingan diri sendiri dibandingkan kepentingan orang lain dan kalau perlu mencari keuntungan bagi diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain. Istilah asas kekeluargaan itu berasal dari Taman Siswa. satu keluarga. Begitu pula-lah hendaknya corak koperasi Indonesia. untuk menentukan bagaimana guru dan murid-murid yang tinggal padanya hidup sebagai suatu keluarga. Apabila ia telah insaf akan harga dirinya.institusi yang mampu menjadi saka guru (pilar) perekonomian bangsa. Dalam pelajaran dan usaha koperasi di bidang manapun juga. Pengertian koperasi memang tidak disebutkan dalam pasal 33. tetapi ³asas kekeluargaan´ itu ialah koperasi. Dalam Penjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan itu adalah koperasi. yaitu pada Pasal 33 UUD 1945. ³Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan´. ³Individualitas´ berbeda dengan ³individualisme´. tekadnya akan kuat membela kepentingan koperasinya. khususnya Ayat 1 yang menyebutkan. Anggota dididik mempunyai sifat ³individualitas´. Rasa solidaritas harus dipupuk dan diperkuat. Hubungan antara anggota koperasi satu sama lain harus mencerminkan sebagai orang -orang yang bersaudara.

Melihat kondisi koperasi di Indonesia saat ini tampaklah bahwa perwujudan peranan koperasi sebagaimana yang dicita-citakan Bung Hatta belum sepenuhnya optimal. competitiveness. Dominasi oleh pemerintah pada akhirnya sering disalahgunakan dalam pelaksanaannya. Apabila sekitar tahun 1930. 12 . Apabila tanggung jawab yang dua itu tidak ada. di masa depan.sosial. Sementara itu. idiom-idiom yang terasosiasi di pikiran kita adalah efisiensi. justru kemudian kelahirannya didominasi oleh pemerintah. Apabila kita mendengar kata koperasi. dan inovasi. di era globalisasi. Globalisasi ekonomi yang berlangsung intensif sejak satu dekade lalu berdampak pada munculnya kecenderungan pasar global. dan birokrasi. Hal inilah yang memberikan beban bagi pengembangan koperasi di Indonesia. Ada pandangan yang tidak dapat sepenuhnya disalahkan bahwa tidak sedikit koperasi yang tumbuh lantaran koperasi mendapat kesempatan yang lebih besar untuk mengambil manfaat ekonomi dari proyek dan fasilitas pemerintah. Terbentuknya pasar global memungkinkan para pemain dari seluruh dunia bebas bermain di pasar domestik mana pun. hal yang terngiang di telinga kita dan menjadi asosiasi dengan koperasi adalah permasalahan -permasalahan seperti subsidi. setiap perusahaan tidak bisa lagi menganggap pasar domestik sebagai captive market-nya. tidak dapat dimungkiri bahwa gerakan koperasi adalah gerakan yang sarat dengan beban sejarah. setelah Indonesia merdeka. Tantangan seperti inilah yang dihadapi oleh koperasi di Indonesia. Dengan terbentuknya pasar global ini. koperasi lahir secara alami dari masyarakat. Padahal. kepuasan pelanggan. maka koperasi tidak akan tumbuh. inefisiensi. corporate value. tidak akan menjadi. Intinya. Jargon-jargon tersebut hampir tidak relevan dengan asosiasi kita dengan koperasi. saat ini perekonomian nasional sedang menghadapi perubahan yang signifikan.

Hidup Berbangsa dan Bernegara. C.S.S.net http://mudrajat. Kansil. 1996.DAFTAR PUSTAKA http://ekonomirakyat. Drs. 1986.T.S. Pancasila. Jakarta: Sinar Garfika.archle. Bahan Penataran> Mutiara Sakti Utama.multiply.com http://ezzelhque.1990.com Drs.H.ST. 13 . Tim Penataran.com http://indonesia. Jakarta:Erlangga. Kansil:C.H.

LEMBARAN DISKUSI DAN PERTANYAAN No 1 Nama Bp Pertanyaan Hasil 2 3 4 5 6 14 .

15 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful