P. 1
19108121MISKONSEPSI1

19108121MISKONSEPSI1

|Views: 144|Likes:
Published by noorsyamsuriza

More info:

Published by: noorsyamsuriza on Jul 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2015

pdf

text

original

METODE EKSPERIMEN BEBAS UNTUK MENINGKATKAN PENGERTIAN DAN MENGIDLANGKAN MISKONSEPSI MAHASISWA TENTANG KONSEP TERMOFISlKA

Paul Suparno ABSTRACT The research was intended to know-whether a free physics experiment could (1) improve student's knowledge and (2) erase.student's misconceptions on thermophysics concepts about water. The sample of the research was 43 students of Physics Education Department, Sanata Dharma University Theresearchused afree experiment asa treatment. A free experiment is an experiment that allows students to decide, prepare, and do their experimentfreely. Students are able to think and do experiment more constructivistically. The experiment's instruction is velY simple and short, only consisted of some questions that have to be answered by students; and simple directionfor students to decide, plan, do their experiment, and makeconclusion. The research used pretest and pastiest as instruments. The tests were analyzed using dependent t-test to know the improvement of student's knowledge; and using coding methods to know student's misconceptions and whether their misconceptions were eliminated using the free experiment method. The results were (1) student's knowledge on thermophysics about water was improved; and (2) students improved their misconceptions by having more folly concepts and by eliminating their misconceptions. So, the free experiments could be used as one tool to improve student's misconception on physics. In addition, the research givesone more examplefor research on physics education in Indonesia. Keywords: misconception of thermophysics, free experiments, pre-service-physics teachers, conceptual changes

I.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Permasalahan Beberapa penelitian di sekolah menengahmenunjukkan bahwasiswamengalami optika, miskonsepsi hampir di semua bidang Fisika seperti mekanika, tennodinamika,

bunyi, gelombang, listrik, magnet, dan fisika modem (Clement, 1987; Gilbert dkk., 1982; Supamo, 2005: 7}. Salah satu penyebab miskonsepsi itu adalah kesalahan pada

guru yang kurang menguasai konsep yang diajarkan sehingga mengajarkan salah kepada, siswa (Arons, 1981; Supamo, 2005: 42). Oleh karena itu pendidikan calon guru Fisika perlu lebih memperhatikan persoalan ini. Calon guru Fisika perlu dibantu menguasai konsep dasar Fisika yang diajarkan di sekolah dengan baik, Ini berarti bila
Dr. Paul Suparno, M.S.T, Dosen Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Sanata Dharma

WiilyaDharma,

Vol.19, No.1, Oktober 2008

para calon guru sendiri masih mempunyai miskonsepsi,mereka memperbaikinya. Ada beberapa cara untuk mengatasi miskonsepsi

perIu dibantu untuk

yang telah diteliti oleh

beberapa peneliti. Namun ada dua model yang agak menonjol yaitu dengan cara peristiwa anomali (Chinn, 1993) dan eksperimen tentang pengertian yang masih tidak tepat tersebut (Gilbert, dkk., 1982; McClelland, 1985). Lewat eksperirne' 'n diharapkan orang dapat menggali sendiri ketidakbenaran konsepnya dan memperbaiki konsepnya. Untuk membantu mengatasi miskonsepsi secara baik, perlu penyebab utarnanya dimengerti dan dengan landasan itu merencanakan cara yang tepat, Maka penelitian ini pertama-tama ingin mengerti bagaimana miskonsepsi para calon guru Fisika dalam bidang tennofisika. Selanjutnya, ingin meneliti apakah pembelajaran eksperimen bebas dalarn kelompok kecil dapat membantu mahasiswa mengatasi miskonsepsi. Bila hal ini dapat membantu, maka pendekatan ini dapat digunakan dalarn membantu pengatasan miskonsepsi para calon guru Fisika sehingga nantinya mereka sebagai guru Fisika tidak mengajarkan miskonsepsi yang sarna. Peneliti memilih pendekatan eksperimen bebas yang didasarkan pada filsafat konstruktivisme. Menurut filsafat konstruktivisme; mahasiswa membentuk. pengertian mereka sendiri tentang tennofisika. Mereka akan menguasai bahan lebih mendalarn bila mereka mengolah sendiri, merumuskan sendiri, dan mengkonsepkan gagasannya sendiri. Dengan model eksperimen bebas, mahasiswa rnencoba mengonstruksi pengertian dengan mencoba-coba sehingga dapat lebih membangun pengertian yang benar. 1.2 Tujuan Penelitian Berdasarkan mengerti: 1. 2. 3. Apakah eksperimen bebas dalam kelompok meningkatkan tentang tennofisika berkaitan dengan subyek air Apa saja miskonsepsi mahasiswa tentang konsep tennofisika yang berkaitan dengan subyek air Apakah model pembelajaran eksperimen bebas dalam kelompok mampu mengatasi miskonsepsi mahasiswa tentang termofisika berkaitan dengan subyek air. 1.3 Kegunaan Penelitian • • Dapat dikembangkan untuk membantu mahasiswa mengatasi miskonsepsi mereka dalam topik fisika yang lain. Menambah penelitian dalarn bidang pengatasan miskonsepsi fisika dalam level perguruan tinggi dan calon guru Fisika di Indonesia. pengertian mahasiswa latar belakang pennasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk.

2

sering berguna bagi hidup mahasiswa dalam mengerti kejadian alamo Selain itu. ada perubahan total dalam 3 . Menurut teori adaptasi intelek. mereka hams mengubah atau mengganti konsep awalnya. Menghadapi pengalaman bam atau tantangan hidup barn. LANDASAN TEOiu 2. dan konsep mereka rnenjadi benar sesuai dengan konsep para ahli fisika. struktur yang sungguh berbeda dengan yang lama. dan Gertzog. Dalarn situasi ini konsep awal mahasiswa tidak salah. Strike. tetapi lebih mengembangkan menambah konsep awal mereka menjadi lebih lengkap. Maka mereka hanya hams mengembangkan konsep awalnya menjadi lebih lengkap dan utuh.. Seluruh proses pembelajaran adalah proses membantu mahasiswa melakukan asimilasi dan akomodasi. struktur tersebut. tetapi tidak lengkap. 1994). bani itu dicoba diinteraksikan dengan struktur yang telah dipunyai mahasiswa. Jadi. konsep altematif lebih coeok untuk digunakan (bdk. seeara umum dapat dibedakan dalam dua bentuk. sehingga pengertian mahasiswa menjadi benar dan lengkap. Sedangkan akomodasi. Hewson. tetapi kadang-kadang tidak sesuai dengan konsep para ahli fisika. Beberapa peneliti mengungkapkan pentingnya perubahan konsep (conceptual 1982. Akibatnya terbentuk struktur yang lebih bam 1988). pengalaman lagi (Shymansky. dan Novak. Konsep awal ini kadangkadang ada yang sesuai dengan konsep para ahli Fisika. Beberapa peneliti lain lebih suka menggunakan istilah konsep altematif dengan alas an konsep mahasiswa itu meski tidak sesuai dengan konsep para ahli. Perubahan konsep terjadi dalam dua model yaitu asimilasi dan akomodasi (Posner.1 Mlskousepsi dan Perubahan Konsep Mahasiswa sebelum belajar Fisika di perguruan tinggi telah belajar Fisika di SMP dan SMA. yaitu konsep awal yang belum lengkap dan konsep awal yang memang salah sarna sekali. von Glasersfeld. Kalau mereka ingin maju dalam pengetahuan mereka. Wandersee. mahasiswa perlu dibantu untuk dapat mengatasi miskonsepsi ini sehingga konsep mereka menjadi lebih lengkap dan utuh. Shymansky. tidak hams mengubah konsep awal mereka. Miskonsepsi pergulatan mahasiswa mengonstruksi pengertian mereka. Maka mereka telah membawa konsep awal. untuk menghargai Mintzes. atau change) dalam proses pendidikan. Teori asimilasi dan akomodasi ini diambil dari teori adaptasi intelek Piaget. 1992). setiap orang mempunyai struktur kognitif.Metode Eksperimen Bebas untuk Meningkatkan . Konsep awal yang tidak sesuai dengan konsep para ahli fisika sering disebut miskonsepsi (Clement. Dalam proses pendidikan. terjadi bila mahasiswa harus mengubah atau mengganti konsep awal mereka karena konsep awal mereka salah sarna sekali. (Paul Suparno) 2. Struktur bam itu dapat terjadi mirib tetapi juga dapat merupakan struktur yang lama hanya diperluas dan dikembangkan. 1992. Bila mereka mau terns mempertahankan konsep awal mereka. mereka tidak akan dapat menangani persoalan yang dihadapi. Proses asimilasi terjadi bila mahasiswa dalam menghadapi tantangan atau situasi bam. 1987)..

Mahasiswa juga dapat mengonstruksi dalam otak mereka. pengertian itu merupakan bentnkan 1989. Dalam eksperimen mahasiswa membuat hipotesis. mahasiswa dibantu mengonstruksi sendiri pengertian mereka.2 Filsafat Konstruktivisme dalam Pembelajaran Fisika Pembelajaran fisika saat ini banyak dipengaruhi oleh filsafat konstruktivisme.1. Oktober 2008 2. dan menarik kesimpulan pengertian dari yang bila ingin mereka lewat konstruksi diamati. aktif sendiri. baik lewat indera maupun pikiran mereka. Maka eksperimen termasuk 2. melakukan data. namun dapat terjadi beberapa mahasiswa mengkonstruksi secara kurang tepat sehingga membentuk miskonsepsi dalam pikirannya.Widya Dharma. tetapi lebih berupa pertanyaan yang hams dipikirkan mahasiswa dan bagaimana pertanyaan ketat. Salah satu model pembelajaran percobaan. mengumpulkan 1994). apakah hipotesis awalnya benar atau tidak. Vol. dan merumuskannya mengonstruksi mencoba-coba. Dengan kata lain mahasiswa hams aktif mengkonstruksi mengerti sesuatu. sangat lengkap dan mahasiswa hanya tinggal mengikuti 4 . Dengan eksperimen bebas diartikan mahasiswa dalam merencanakan kesimpulan percobaan sendiri. Matthews. dapat mahasiswa yang sedang belajar (von Glasersfeld dalam Bettencourt. menggeluti bahan. Mahasiswa mereka lewat indera mereka yaitu dengan mengamati. Salah satu model belajar yang konstruktivistik adalah model pendekatan ilmiah yang menjadi model utama dalam pembelajaran Fisika.3 Eksperimen Bebas dan Miskonsepsi Salah satu model pendekatan belajar yang konstruktivis bebas. Secara sederhana menurut filsafat konstruktivisme. Dalam pendekatan belajar dengan model konstruktivisme. Kemudian mereka diharapkan melakukan eksperimen atau melakukan pengamatan secara cermat. data. dan menarik kesimpulan. dan kadang adalah model eksperimen. Maka dapat dimengerti bila mahasiswa telah membawa miskonsepsi waktu masuk kuliah. mengolah bahan. mahasiswa diajak membuat hipotesis waktu menghadapi persoalan atau pengalaman bam. Pengalaman miskonsepsi seperti inilah yang sering menjadikan tidak mudah untuk menghilangkan menjadikan guru putus asa dalam membantu siswa. Mahasiswa hanya akan mengerti secara mendalam bila mereka aktifbelajar. Mereka mengumpulkan data dan menganalisisnya. mencobanya. Dalam eksperimen bebas. Dengan pendekatan ilmiah itu.19. lembar praktikum Dalam eksperimen dibuat tidak lengkap. petunjuk percobaan itu akan didekati dengan percobaan. pengetahuan mengukur. mengumpulkan adalah eksperimen kelompok kecil data dan mengambil sendiri dalam kelompok. yang menggunakan Langkah selanjutnya pendekatan ilmiah mereka mengambil kesimpulan. diterima atau ditolak. No. Dalam mengonstruksi itu beberapa mahasiswa dapat mengonstruksi dengan tepat sehingga menghasilkan pengertian yang sesuai dengan pengertian para ahli fisika. mengumpulkan bersifat konstruktivis pula. dan juga dapat dimengerti bahwa setelah kuliah beberapa mahasiswa masih tetap membawa miskonsepsi dan babkan membuat miskonsepsi bam.

USD. 3. Maka . Kemudian sampel diberi tes awal yang akan digunakan untuk melihat membuat laporan miskonsepsi awal mahasiswa. menurut kelompoknya. Pada akhirnya. dengan eksperimen bebas adalah mahasiswa penggunaan Dosen hanya menunjukkan diketahui mahasiswa. METODOLOGIPENELITIAN lapangan dapat siswa miskonsepsi 3. dengan menggunakan model coding dan meneari trend yang terjadi. atau sebaliknya. Selanjutnya mahasiswa dalam kelompok keeil melakukan eksperimen bebas dengan pertanyaan yang disiapkan... dkk. Dalam eksperimen mahasiswa dapat meIihat dan mengcek apakah gagasan mereka memang cocok dengan keadaan yang nyata dalam eksperimen. 3. mencari data. melakukanpercobaan merencanakan. (Paul Suparno) semua yang ditulis dalam Iembar petunjuk eksperimen. Jumlah sampel yang memenuhi ada 43 orang dari 46 orang mahasiswa yang mengikuti praktikum termofisika. Perkembangan mahasiswa mahasiswa tentang termofisika skor dan dianalisis dengan statistik dengan uji t-dependent. mereka mengerjakan tes akhir untuk 5 . yang sedang mengambil kuliah termofisika dan praktikum termofisika. dan menyimpulkan beberapa Keuntungan bagaimana percobaannya. Prodi Pendidikan Fisika. Kelompok dibuat keeil agar semua mahasiswa aktif dalam melakukan eksperimen. . apa yang dilakukan dan hasilnya. 2005: 114). entah hanya datang pada tes awal dan tidak ikut tes akhir.Metode Eksperimen Bebas untuk Meningkatkan . di mana semua langkah sudah diatur dalam petunjuk praktikum sehingga mahasiswa tinggal meniru saja. Mahasiswa dibagi dalam 16 kelompok.daIam tiap keIompok. Dalam beberapa penelitian tentang mengatasi miskonsepsi ditemukan bahwa eksperimen dapat digunakan untuk mengatasi miskonsepsi. semester I.. tiap kelompok terdiri dari tiga orang atau dua orang. dan bagaimana perkembangan miskonsepsi pengertian diukur dengan tes awal dan tes akhir yang diberi Sedangkan miskonsepsi itu..2 Sampel Sampel penelitian ini adalah mahasiswa calon guru Fisika. Ada tiga mahasiswa yang terpaksa tidak dapat digunakan sebagai sampel karena datanya tidak Iengkap. Suparno. dilihat secara kualitatif. Penelitian sendiri bersifat kualitatif dan kuantitatif. FKIP. Mahasiswa melihat konsep akhir mereka apakah berkembang atau tidak. Mahasiswa tidak mempunyai kebebasandalain bersama. model percobaan Ini berbeda dengan praktikum ketat.1Design Penelitian Penelitian ini penelitian eksperimental tidak lengkap karena tidak ada kelompok kontrol. 1982. · sungguh berpikir alat yang belum dapat berbeda mengatur. Eksperimen dan pengalaman menantang intuisi siswa dan dapat membantu menghilangkan (Gilbert.

dan (5) panas penguapan. 2. 3. 5.3 Treatment Penelitian im inenggunakan treatment berupa eksperimenbebas dalam kelompok kecil tentang topik tennofisika berkaitan dengan air. ' • A.1. air. Petunjuk : Pemuaian danperubahan Bentuk praktikum: Praktikum bebas dengan diskusi kelompok Mahasiswa membaca persoalan yang ditanyakan Merencanakan model percobaan yang mau dilakukan untuk menjawab persoalan Me/akukan percobaan danmencatat hasil Menjawab persoalan awal secara lengkap dan membuat laporan ' Dosen memberikan penjelasan 'lisan beberapa peralatan yang disediakan di lab. Topik yangberkaitan dengan air itu adalah (1) pemuaianair.Widya Dharma. Oktober 2008 3. 2. (4) kekekalan energi/kalortAsas (2) perubahan wujud es.J 9. Pertanyaan: 1. pengembunan. Vo/..· PETUNJUK Judul • • • • • PRAKTIKUM BEBAS wujud eslair untuk dapat meIiguji dan mencari jawaban yang tepat dari pertanyaan tersebut. Perubahan wujud apa saja yang teijadi-bilaes dipanasi terus menerus? Jelaskan? Apakah selama perubahan wujud itu suhunya bertambah tinggi 6 . inerencanakan percobaan dan tidik didih. Diskusikan dan rencanakan percobaan untuk mencari jawaban dari persoalan tersebut! Lakukan percobaan itu ! Catatlah data-data yang anda temukan ! Jawablah pertanyaan secaralengkap dengan bukti-buktinya ! 4. air. gas. Dalam eksperimen bebas. petunjuk praktikum hanya berupa pertanyaan yang harus dijawab mahasiswa dan bagaimana merekaharus praktikum bebas itu seperti berikut. PERUBAHAN WUJUn ESIAIR . pencarian 1. PEMUAIAN AIR' Pertanyaan: • <Menurut anda unsur apa saja yang mempengaruhi pertambahan volume pada pemuaian air? Langkah. (3) anomaly Black). No. Apa kesimpulan anda ? B.

3. 5.. Apa yang terjadi dengan gelas berisi air panas.4 Instrumen ·a.. LAIN-LAIN Pertanyaan: 1. 4. 4. (Paul Suparno) ierus? Jelaskan! 3.Pertanyaan: Pada saat es dipanasi dari a °C sampai dengan sekitar 4°C. selama proses kenaikan suhu atau selama perubahan wujud? Jelaskan! Unsur apa saja yang mempengaruhi air? Apakah air mendidih selalu pada suhu 100 °C? Jelaskan! kecepatan mendidihkan C. padahal airnya membeku menjadi es? Mengapa disiram air panas 100°C tidak se-berbahaya dari pad a disiram uap air 100 QC? Apakah mendidihkan air di pegunungan lebih cepat daripada di permukaan laut ? Mengapa ? 3. apakah volumenya bertambah besar? Jelaskan! D. pad a dinding luar berair? Jelaskan! Mengapa sebaiknya tidak memasukkan botol tertutup berisi air penuh di dalam bagian pendingin (freezer) kulkas? Mengapaikan tidak mati di lautan pada musim dingin. lalu dituangkan air yang lebih dingin? Mengapa demikian? 2.Metode Eksperimen Bebas untuk Meningkatkan . gula didalamnya? Jelaskanl Apakah daZam peristiwa itu ada proses kesetimbangan termal? Apa yang terjadi? Mengapa demikian? Apakah dalam peristiwa itu ada proses aliran energi ? Bagaimana ? Jelaskan ! lalu dimasuki E. 2. Apa yang terjadi dengan air dalam gelas: bila dalam suatu gelas yang berisi air panas. Mana yang lebih membuluhkan kalor. ANOMALI AIR . 4. yang Digunakan keyakinan mahasiswa (tes awal dan tes akhir) dasar mahasiswa dan beberapa tentang termofisika berkaitan 7 yang dipunyai mahasiswa Tes awal digunakan untuk melihatpengertian miskonsepsi Tes esei dengantingkat . 5. Mengapa pada gelas yang dimasuki es. KEKEKALAN ENERGUKALOR (AZAS BLACK) Pertanyaan: 1. 3.

Tes akhir juga untuk mengerti apakah masih ada miskonsepsi mahasiswa dan mana yang berkembang. memuai. titik didih. 3. No. 2. 3. (2) perubahan wujud es. 4. 2. 2. air. 4 Tes akhir untuk mengerti pengertian lanjut mahasiswa dan juga tingkat pengertian sesudah eksperimen. (3) anomali air. 1. Menurut anda faktor apa saja yang mempengaruhi besamya pertambahan pemuaian air tersebut? Jelaskan! Jawaban: Keyakinan jawaban: 2. Apa yang akan terjadi dengan wujudnya? Jelaskan! Jawaban: . (5) panas penguapan. Oktober 2008 dengan air. Vol. 3. Keyakinan jawaban: 4. 1. lsi tes akhir sarna dengan tes awal. 1. 2. Kita dinasehati untuk tidak memasukkan boto! aqua tertutup yang penuh air dalam freezer kulkas. 1.19. Mengapa demikian? Jawaban: Keyakinan jawaban: 3. Air dalam tabung dipanasi. pelan-pelan di dinding luar gelas berair? Jelaskan! Jawaban: Keyakinan jawaban: b.1. 8 . Ada 10 pertanyaan yang berkaitan dengan pemanasan air seperti: (1) unsur yang menentukan pertambahan volume air. 1. 3. 4 Mengapa kalau anda punya gelas berisi air lalu and a isi es. gas. Contoh pertanyaan itu seperti berikut. (4) kekekalan energi (asas Black). pengembunan. Tes awal berupa pertanyaan terbuka sehingga mahasiswa dapat mengungkapkan konsep atau gagasannya lebih bebas. 4 Es dalam bejana dipanasi terus menerus.Widya Dharma.

dengan program SPSS dapat dihitung means.05. (Paul Suparno) 3. 4.5 Analisis Data Baile tes awal maupun tes akhir diskor. Tiap pertanyaan diberi skor maksimum 4 bila jawaban benar total. skor 1 untuk jawaban salah sarna sekali. Perkembangan sarna. Dari keseluruhan apakah model eksperimen bebas dapat digunakan untuk membandingkan dengan konsep akhir mahasiswa dalam tes akhir dalam pertanyaan yang analisis dapat disimpulkan membantu mahasiswa mengatasi miskonsepsi mereka atau tidak.773 9 .16 25.716 5. Error Mean . Deviation 3.. dan dieari trend atau yang muncul sangat banyak. perkembangan.. Sedangkan mahasiswa yang menjawab salah namun tingkat keyakinannya hanya 1 dan 2 tidak diperhitungkan Barangkali mereka tidak mengerti atau belum mengerti.49 N 43 43 Std. miskonsepsi dilakukan dengan melihat miskonsepsi awal dan tersebut dapat diketahui miskonsepsi mana yang mengalami atau yang tidak berubah sarna sekali.95 atau ct significant. dan juga nilai t-dependent seperti Tabell berikut.068 Std.Metode Eksperimen Bebas untuk Meningkatkan . skor 3 untuk jawaban benar tetapi kurang lengkap. Mean. Dari perbandingan perubahan. diukur dengan uji-t untuk dua kelompok dependent. dan t-dependent Mean Pair 1 Testawal Testakhir 18. mahasiswa yang Ini berarti ada perbedaan Perhitungan uji-t menggunakan program SPSS. Maka skor tertinggi mahasiswa adalah 40. skor 2 untukjawaban benar tetapi tidak lengkap. Kemudian dibuat tabel hasil skor tes awal dan tes akhir seluruh mahasiswa. Trend itulah yang disebut miskonsepsi mahasiswa untuk konsep tertentu. dipilihjawaban tidak tepat atau salah. maka antara skor hasil tes awal dengan tes akhir. TEMUAN PENELITIAN 4. Tabell.1 Apakah eksperimen DAN PEMBAHASAN pengertian mahasiswa? bebas dapat meningkatkan Dari hasil skor tes awal dan tes akhir (lengkapnya di lampiran). Digunakan 0. sebagai miskonsepsi. = dengan eksperimen itu meningkatkan pengertian mahasiswa. Bila probabilitas p lebih keeil dari c. Skor setiap mahasiswa didapat dari jumlah skor setiap nomor pertanyaan. Untuk mengerti apakah pembelajaran confident interval 0. namun mahasiswa tersebut merasa yakin dengan jawaban mereka. standar deviasi. yaitu dengan tingkat keyakinan 3 dan 4. dan skor terkeeil O. dan skor 0 untuk yang tidak menjawab. Jawaban yang salah itu kemudian dicoding. Standar Deviasi.567 . Untuk menentukan miskonsepsi mahasiswa.

2.000 Pair 1 TesawalTesakhir -7. 19.12.326 3. Tabel: 2. 4.086 42 . dan mendidih. No. 2. 3.549 Dari Tabell di atas. Maka dapat disimpulkan bahwa tes awa1 dan tes akhir berbeda seeara . 4. Deviation Upper -6. 3.606 -8. Error Mean t df tailed) 95% Confidence Interval of the Difference Lower Mean Std.' Suhu akan naik terns L 2. karena dipanasai (21) Tidak selalu naik suhunya (5) Suhu akan turon (2) 1. Miskonsepsi Awal Tidak memasukkan volume awaI air.086. Olehkarena mean untuk tes awal (= 18. Yang memasukkan tekanan air berkurang. a = 0.000 untuk: dua ekor. Vol.2 Miskonsepsi Awal Mahasiswa Miskonsepsi awal dan konsep akhir mahasiswa setelah melakukan eksperimen bebas di-codingdan dikelompokkan. tetapi masih banyak yang kacau. dan probabilitas = 0.05.1. kalor. Kekacauan istilah panas. suhu dicampur. 2 Kenaikan suhu pada pernbahan wujud es yang dipanasi 1. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa eksperimen bebas dapat meningkatkan pengertian mahasiswa seeara signifikan. 10 . kalor. Beberapa menjadi lebih Iengkap. Unsur-unsur tidak lengkap (hanya salah satu disebut seperti: suhu.16) Iebih keeil dari mean untuk: tes akhir (= 25. Hasil rangkuman dari pengkode-an dapat dilihat pada Tabel2 berikut. didapat bahwa t= .102 -12.49). Suhu akan naik terns (l7) Suhu tidak naik pada saat pernbahan wujud (es cair. maka dapat disimpulkan bahwa tes akhir Iebih baik dari tes awaI.signifikan. Rangkuman Miskonsepsi dan Konsep Akhir Mahasiwa No 1 TopikIHal Faktor yang mempengaruhi pertambahan pemuaian volume air 1. Kekaeauan berkurang.974 . 3. panas) Memasukkan tekanan.Widya Dharma. Oktober 2008 Sig. (2Paired Differences Std. Konsep Akhir Setelah Eksperimen Volume awal diperhitungkan. 4. 11) 2.

maka masuk ke pori-pori. 2. (Paul Suparno) 3 Mengapa botolpenuh air tidak boleh dimasukkan dalam freezser. Ada kesetimbangan termal. maka botol akan pecah (5) Bentuknya padat dan cair (9) Bentuknya dapat padat. tetapi keterangan bertambah seperti nomor 3. 2. Suhu uap air lebih tinggi dari pada suhu air panas 100 DC. cair. l. 2.100 "C lebih lama dari pada menguapkan 1 It uap air panas pada suhu 100 °C. Uap air panas berwujud gas. karena suhu tidak tetap(6). alasannya ada perubahan wujud dari air ke gas. 2. suhu es naik. Q lepas = terima. 3. 2. 1. 5 1. 6 Disiram uap air panas 100 DC lebih bahaya dari pada disiram air panas 100 DC. 1. Ada perpindahan kalor dari air teh ke es. Menguapkanlebih membutuhkan waktu lama dari pada menaikkan suhu (6). Air teh akan tumpah (1) Suhu air teh akan dingin (1) tanpa penjelasan. Q 11 . 2. Suhu uap air lebih tinggi dari air panas (3).. Uap air panas mempunyai kalor lebih tinggi dari air panas (5) 3.Metode Eksperimen Bebas untuk Meningkatkan . 4 Perubahan wujud es bila dipanasi terus menerus Kalor pemanasan dankalor penguapan air Hanya empat orang menyebutkan anomaly air. 1. tanpa keterangan Botol akan memuai dalam freezer (3) Suhu dalam botol akan naik tinggi dalam freezer (4). Air panas suhunya lekas turon (3). Botol akanmemuai (2) Volume air yangberubah menjadi es mengalami pertambahan. 4 orang tetap menyebut anomaly air. 2. 3. Menaikkan suhu lebih butuh waktu lama (2). 2. 3. gas (15 orang) Menguapkan lebih membutuhkan waktu lama (10). Wujudnya padat ke cair (mencair) (22) Hanya sedikit menyebut bentuk gas (2) Menaikkan suhu 1 It air dari 10 DC . . tanpa penjelasan.. dan menyamakan suhunya. 1. mencair. Suhu menjadi satu. 1. 7 Kesetimbangan termal (air teh di beri es) 1. 2. l. 1. suhu air teh menjadi lebih dingin.

. 1. Di pantai karena suhu di pantai lebih tinggi. namun tidak ada alasannya karena anomaly air. air panas memberikan kalor pada gula. pertambahan pertambahan volume pada air bila dipanasi. 9 Pengembunan pada dinding luar gelas yang berisi es. suhu. 3. Di pegunungan karena tekanan lebih rendah dari di pantai (12). 2. Gula larut dan air jadi manis tetap dominan. tidak ada penjelasan ttg peleburan dan kesetimbangan termal. Mengapa botol tertutup penuh air tidak boleh dimasukkan dalam freezer? Kebanyakan mahasiswa tidak mengerti alasannya. kalor. Ada kesetimbangan termal Gula cepat larut dalam air panas. Tiga mahasiswa mengatakan botol akan memuai di dalam . 2. 3. 2. Secara sederhana miskonsepsi rnahasiswa berkaitan dengan konsep termofisika dalam persoalan yang berkaitan dengan air dapat dirangkum seperti berikut.1. (18) Di pegunungan karena tekanan lebihrendah dari di pantai (2). Gula melarut. Mahasiswa belum lengkap menyebutkan unsur yang mempengaruhi unsur yang mempengaruhi 2.19.. karena air pegunungan bersih (4).1. 10 Kecepatan air mendidih: di gunung atau di pantai. Hanya 4 orang mengerti bahwa itu karena pengembunan (4). Mereka alasannya. Hanya 4 orang mengatakan Ada dua mahasiswa yang menyatakan bahwa suhu akan turun. 1. Dari Tabel2 di atas dapat dilihat miskonsepsi apa saja yang dipunyai mahasiswa. Oktober 2008 8 Kecepatan larutan gula karena panas dan kesetimbangan termal. namun tidak memberikan alasan yang kuat. 1. 12 .WidyaDharma. 1. suhu es tidak berubah. Vol.reezer. air menjadi manis. Mereka juga tidak menyebutkan volume awal sebagai volume. 1. bahwa suhu es yang dipanasi akan terus naik. 2. Beberapa mengatakan bahwa suhu tidak selalu naik. Kenaikan suhu pada perubahan mempunyai miskonsepsi wujud es yang dipanasi. Itu terjadi karena pengembunan (8) Alasaan: pengembunan udara di kaca luar gelas karena suhu menjadi dingin akibat es didalam gelas. dan 4 mahasiswa f mengatakan bahwa botol akan naik suhunya dalamfreezer. 3. tidak mengerti bahwa pada perubahan wujud. No. Di pantai karena suhu lebih tinggi daripada di gunung (1"2). Mereka juga mencampurkan Mahasiswa masih pengertian antara panas. tetapi tanpa keterangan bagaimana hal itu terjadi.

Kecepatan air mendidih. beberapa mahasiswa mengatakan bahwa air panas suhunya lekas turun (3). Hanya dua mahasiswa menyebutkan wujudnya dapat berupa gas. Mereka tidak mengerti bahwa panas . Air teh panas dimasuki es. Kalor pemanasan dan kalor penguapan air. Menjawab pertanyaan mengapa disiram uap air panas 100°C lebih berbahaya dari pada disiram air panas 100°C. Satu mahasiswa mengatakan air teh akan menjadi dingin. Satu mahasiswa mengatakan air teh akan tumpah. N amun ada juga 6 mahasiswa lain yang mengerti sebaliknya. Faktor yang mempengaruhi Beberapa dengan memasukkan perubahan volume-air hila dipanasi perkembangan konsep yaitu dengan mahasiswa mengalami menyebutkan unsur yang mempengaruhi pertambahan volume lebih lengkap misalnya volume awal dan koefisien muai ruang air.penguapan lebih tinggi dari pada panas kenaikan suhu dari 10°C . Kebanyakan mahasiswa (22) hanya menyebutkan dua bentuk wujud yaitu padat dan cairo Jadi proses yang dilihat hanya pencairan. Dalarn persoalan gula dimasukkan pada air panas. Beberapa perubahan itu antara lain seperti berikut. (Paul Supamo) 4. Delapan belas mahasiswa menjelaskan bahwa air lebih cepat mendidih di pantai karena suhu di pantai lebih tinggi dari pada di pegunungan.. namun tanpa keterangan. Barangkali ini disebabkan karena mereka tidak kreatif mencoba semua unsur yang mungkin berpengaruh pada pertarnbahan volume.Metode Eksperimen Bebas untuk Meningkatkan . 7. 4 orang menjawab 4. Mahasiswa masih 'mempunyai miskonsepsi tentang perubahan wujud es bila dipanasi. 6. Mengenai pengembunan pada din ding luar gelas yang diisi es. Sedangkan pada penguapan suhunya sarna. 13 . maka lebih cepat. 10. tidak ada penjelasan tentang peleburan dan kesetimbangan termal yang terjadi.100°C. suhu uap air lebih tinggi dari pada suhu air panas 100°C. suhu akan menjadi satu. menembus gelas. Mahasiswa mengungkapkan bahwa menaikkan r liter air dari suhu 10°C . 8. namun tanpa penjelasan. dll. dengan alasan suhunya berbeda. Namun beberapa mahasiswa tetap tidak lengkap menyebutkan unsur-unsurnya. terjadi penguapan dari bahan kaca. gelas dari kaca dapat memuai. gula melarut dan air menjadi manis. maka lebih mudah masuk pori-pori tubuh..100°C lebih lama dari pada menguapkan 1 liter air pada suhu 100°C.3 Perubahan Miskonsepsi Dari Tabel2 dapat diketahui bahwa ada perubahan miskonsepsi padamahasiswa. uap air panas berwujud gas. kebanyakan mahasiswa hanya mengatakan 9. maka lebih cepat mendidih. hanya 4 orang yang lain menjawab karena es mengerti bahwa hal itu karena pengembunan. Kesetimbangan fermal. karena tekanan di pegunungan lebih rendah dari pada tekanan di pantai. 5. Hanya 2 mahasiswa menjawab air lebih cepat mendidih di pegunungan bahwa air di pegunungan lebih bersih.

Mereka tidak melihat bahwa pada saat perubahan wujud suhu tidak mengalami kenaikan. volume es yang berasal dari air mengalami pertambahan. juga masih tercarnpur aduk. yaitu konsepnya menjadi lebih lengkap dan utuh. dan panas. dan beberapa mahasiswamengalami perubahan konsep dengan menjadi lebih lengkap dan miskonsepsinya dihilangkan. konsep lebih lengkap. Lima mahasiswa mengalarni perubahan miskonsepsi kuat. bahkan dijadikan satu. Maka dapat disimpulkan bahwa banyak mahasiswa tetap konsisten dengan konsep awal mereka yang kurang lengkap.1. Beberapa kelompok hanya mengamati kenaikan suhu tanpa melihat waktu yang berjalan. tetapi hanya menyatakan suhu saja. 4 mahasiswa yang awalnya menyatakan bahwa suhu botol akan naik dalamfreezer.J 9. tetapi berubah menjadi "naik tetapi pada perubahan lebih wujud suhu tidak naik". Mengapa botol tertutup penuh air tidak boleh dimasukkan Empat mahasiswa mengalami perubahan dalam freezer? mereka sungguh dihilangkan. Kenaikan suhu pada perubahan wujud es yang dipanasi Tujuh belas mahasiswa tetap konsisten dengan jawaban awal yaitu suhu akan naik terus waktu es dipanasi. tidak menyatakannya lagi dalam konsep akhir mereka. beberapa mengalami perubahan miskonsepsi. Beberapa mahasiswa mulai mengerti kesarnaan dan perbedaan antara suhu. Awalnya mereka hanya mengatakan "anomali". sehingga botol tidak marnpu menampungnya dan pecah". Oktober 2008 Beberapa menghilangkan unsur tekanan yang biasanya memang dianggap tetap dalarn perubahan volume air. kalor. Awalnya mereka "suhu naik terus". menjadi "tidak naik pada perubahan wujud". Kadang semuanya disebut padahal kalor dan panas itu sarna. Maka mereka tidak melihat bahwa ada peristiwa suhu tetap. Ernpat mahasiswa mengatakan mengalarni perubahan konsep awal. Vol. Sembilan mahasiswa tersebut mengalami asimilasi. Lima mahasiswa mengalami perubahan konsep dari hanya mengatakan "tidak selalu naik". Dua mahasiswa yang awalnya mengatakan "suhu turun" berubah menjadi "suhu tidak naik pada saat perubahan wujud". kalor. Beberapakelompokmenghentikan percobaan pada waktu air sudah mendidih tanpa mengarnati suhu pendidihan lama. mahasiswa mengalami dari konsep yang kurang lengkap ke lebih lengkap. Miskonsepsi Disini terjadi akomodasi. . Mahasiswajuga Jadi beberapa tidak secara tepat mengungkapkanperubahan perubahan suhu sebagai penentu perubahan volume.Widya Dharma. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena mereka tidak mengarnati secara cermat kenaikan suhu dengan waktu yang terjadi. Konsep suhu. tetapi beberapa tetap dengan kesalahan semula. Mereka merubah miskonsepsinya dan mengembangkan 14 menjadi konsep yang benar yaitu "air yang berubah menjadi . Dad 5 mahasiswa itu. tetapi dalam konsep akhir mereka menjelaskan bahwa "dalam proses anomali. panas. No.

2 mahasiswa yang awalnya hanya menyebut bentuk gas. cair. cair. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa banyak mahasiswa mengalami perubahan konsep baik perluasan konsep maupun pembetulan miskonsepsi mereka. Mereka dapat mengamati proses perubahan wujud mencair dan mendidih secara teliti. setelah eksperimen mengungkapkan bahwa bentuknya ada tiga. Dari 10 mahasiswa ini. Ini sesuai dengan yang ditemukan Clements (1987) bahwa tidak mudah untuk menghilangkan setelah eksperimen yaitu bahwa menguapkan 1 liter air panas 100°C membutuhkan waktu lebih lama dari dengan alasan kalor pada menaikan suhu 1 liter air dari suhu 10°C sampai 100°C penguapan lebih tinggi dari pada kalor kenaikan suhu. menjadi "menguapkan air". dan 4 mahasiswa mengalami perubahan miskonsepsi kuat. 13 orang mengalami perubahan konsep dari awalnya hanya mengungkapkan cair. Dari sini juga nampak bahwa tidak semua mahasiswa dengan sendirinya dapat merubah konsep yang awal. Perubahan wujad es hila dipanasi terns menerus Lima belas mahasiswa mempunyai konsep akhir yang benar yaitu bentuk bentuk padat dan es yang dipanasi dapat berupa padat. dimana disitu mulai ada perubahan dari cair ke gas. percobaan. konsep atau perubahan 15 . Mereka ini berubah dari pilihan: "lebih lama mel. Dalam persoalan ini. kebanyakan mahasiswa mengalami perubahan baik berupa pengembangan miskonsepsi. Dari 15 mahasiswa itu. yaitu bahwa dalam perubahan wujud dari air ke gas dibutuhkan kalor yang tinggi. cair. mengatakan "botol tidak memuai".. Namun masih tetap ada 9 mahasiswa yang berpegang pada konsep yang kurang lengkap yaitu hanya melihat bentuk padat dan cairo Barangkali mahasiswa ini tidak mengamati secara teliti proses pendidihan air. meski sudah melakukan miskonsepsi. maka botol akan pecah".Metode Eksperimen Bebas untuk Meningkatkan . "botol akan memuai di freezer". Mereka juga memperbaiki miskonsepsinya dengan alasan yang tepat. Hanya ada dua mahasiswa yangtetap miskonsepsinya yaitu botol akan memuai dalamJreezer.aikan suhu". dan gas. Kalor pemanasan Sepuluh dan kalor penguapan mahasiswa air mempunyai konsep yang benar. juga menjadi lengkap dengan menyebutkan ketiga wujud pad at. yaitu padat. Dalam proses penguapan ada perubahan wujud dari air ke gas yang membutuhkan kalor tinggi. {Paul Suparno) es mengalami pertambahan menyatakan volume. Namun masih tetap ada 2 mahasiswa yang bersikukuh memilih "menaikkan suhu memerlukan waktu lebih lama dengan alasan suhunya berubah menjadi lebih tinggi". dan gas. 6 mahasiswa mengalami perubahan lewat asimilasi yaitu lebih mengembangkan pengertian mereka dengan memberikan alas an yang lebih lengkap. yaitu mengalami akomodasi.. dan gas. Satu mahasiswa yang merubah konsepnya dengan meneruskan awalnya.

Tetapi dengan ketidaktahuan secara tepat arti suhu dan panas.1. suhu es naik. Tiga mahasiswa bersikukuh mempertahankan miskonsepsinya yaitu bahwa suhu uap air panas Iebih tinggi dari suhu air panas 100 DC. tetapi terjadi perubahan asimilasi. Nampak kebanyakan mahasiswa mengalami perubahan konsep baik secara asimilasi dan akomodasi.19. 16 . yaitu dari konsep yang salah ke yang benar. Secara umum dalam persoalan ini. Yang menarik disini adalah alasan yang salah seperti "air teh akan tumpah" sudah hilang. air teh diberi es Kebanyakan mahasiswa mengalami perubahan konsep ke yang benar dengan mengatakan ada kesetimbangan termal. mahasiwa mengalami perubahan konsep kuat. maka mereka mengatakan suhu uap air panas lebih tinggi dari suhu air panas. lebih bahaya dari pada disiram air panas 100 °c mengalami perubahan konsep kuat: 3 mahasiswa yang bahwa «suhu air panas lekas turun ». Air panas memberikan kalor kepada gula sehingga cepat melarut. Disini tidak terjadi perubahan konsep yang kuat seperti akomodasi. mahasiswa itu merubah total miskonsepsinya. Dalam proses ini terjadi akomodasi karena kelima Kesetimbangan termal. Kecepatan larutan gula karena panas dan kesetimbangan Dalam persoalan ini mahasiswa air menjadi manis. Oktober 2008 Disiram uap air panas 100 Lima mahasiswa awalnya menjelaskan 0(. dan 2 mahasiswa yang awalnya mengungkapkan berwujud gas maka mudah masuk pori-pori». . Mereka mungkin mau mengatakan bahwa panas dari uap air panas memang lebih tinggi dari panasnya air panas. Mereka mungkin juga tidak melihat suhu termometer yang digunakan dalam mengukur air waktu mendidih dengan cermat. yaitu "adanya tetap melihat adanya gula yang larut dan kesetimbangan termal. merubah alasan bahwa « uap air panas alasannya konsepnya menjadi «uap air panas mempunyai kalor lebih tinggi dari air panas 100 DC ». suhu air teh menjadi lebih dingin. Barangkali 3 mahasiswa ini mencampur adukkan antara pengertian suhu dan kalor atau panas.Widya Dharma. Mereka salah mengerti bahwa suhu keduanya adalah sarna-sarna 100 DC. mengubah konsepnya menjadi benar seperti 3 mahasiswa sebelumnya. Q lepas =Q terima. Vol. No. lalu mencair dan menyamakan suhunya dengan suhu teh. Ada perpindahan kalor dari air teh ke es. dan juga gula menjadi lekas larut karena air panas tadi". Namun ada beberapa menambahkan termal konsep baru. yaitu konsep mahasiswa menjadi Iebih lengkap.

Dua belas mahasiswa mengalami perubahan dari miskonsepsi menjadi konsep yang benar. Mereka menyatakan bahwa lingkungan mempengaruhi titik didih.. bebas dapat digunakan untuk membantu pengembangan konsep mahasiswa.mendidih: di pantai atau digunung Dua belas mahasiswa mempertahankan miskonsepsi mereka yaitu mendidihkan air di pantai lebih cepat dari pada di pegunungan karena suhu dipantai lebih tinggi dari pada di pegunungan (12). miskonsepsi yang berbeda-beda maka tidak seperti: (1) es batu mengalami pemuaian terhadap gelas. yaitu merubah alasan mereka yang tidak benar. dan tekanan di pegunungan lebih besar dari Dari data ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang mengalami perubahan konsep ke benar dan yang tetap mempertahankan Kesimpulan menjadi Umum mengalami perubahan konsep: (1) konsepnya eksperimen bebas. tidak mencoba bagaimana titik didih dapat berubah. Dapat dikatakan bahwa mahasiswa mengalami perubahan konsep baik berupa perluasan konsep maupun menghapusan miskonsepsi mereka. pegunungan itu mumi dan di pantai tidak. yaitu "udara di luar gelas menjadi dingin akibat suhu es di dalam gelas. 6 mahasiswa mengalami perubahan miskonsepsi.. terutama suhu lingkungan yaitu suhu pantai.Metode Eksperimen Bebas untuk Meningkatkan . air di konsep yang lebih ring an. Awalnya mereka mempunyai . mereka tidak memberikan alasan yang lengkap. (4) dinding gelas luar yang suhu es menjadi satu dengan suhu gelas. Kecepatan air. Setelah melakukan eksperimen. dan (2) mengalami miskonsepsinya sarna-sarna kuat. Dari 12 mahasiswa itu.alasanvkarena pada di pantai". {Paul Suparno) Pengembunan pada dinding luar gelas yang diberi es tetapi Empat mahasiswa menjawab benar yaitu karena adanya pengembunan. Mereka tidak melihat unsur utama yang mempengaruhi titik didih dan apa artinya mendidih. Keempat mereka ini mengalami perubahan kuat. Mereka mengalami proses asimilasi dan akornodasi. Maka jelas bahwa eksperimen miskonsepsi yang ada. Pengertian mereka menjadi Iebih lengkap dan menjadi benar. Empat mahasiswa mempunyai dapat dirangkumkan. baik pengembangan ke konsep yang lebih lengkap atau pembenaran 17 .lalu berubah menjadi "lebih cepat di pegunungan dengan alasan tekanan udara di pegunungan lebih rendah dari tekanan di pantai. Dapat terjadi waktu mereka melakukan eksperimen. (2) dari bahan kaca. (3) terjadipenguapan gelas dari kaca dapat memuai. dan tekanan udara sangat mempengaruhi Enam mahasiswa mengalami perubahan titik didih". Sebagian besar mahasiswa lebih lengkap setelah mengalami perubahan dari miskonsepsi ke konsep yang benar. Awalnyamereka menjawab bahwa "lebih cepat mendidihkan air di pantai". maka terjadi pengembunan udarapada berupa titik-titik air". lalu merubah ke alasan yang benar. yaitu miskonsepsinya dibenarkan seperti empat mahasiswa yang pertama. mereka menemukan alasannya secara benar.

PENUTUP Kesimpulan 1. Vol. yang memang asal Mereka masih terus harus ditanya. Hasil eksperimen mereka tidak sungguh menggoncangkan awal mereka. No. Model eksperimen bebas dapat meningkatkan konsep termofisika berkaitan dengan subyek air. pengertian mahasiswa dalam 18 .Widya Dharma. (5) panas penguapan lebih kecil dari panas kenaikan suhu karena suhu penguapan tetap. Ini juga sesuai dengan penelitian beberapa orang yang mengalami hal sarna (bdk. kiranya mahasiswa belumsangat merencanakan mengapa eksperimen yang dapat mendukung kreatif dalam persoalan yang mereka hadapi. daripendekatan sendiri. dapat terjadi beberapa Hal ini juga dapat dimengerti konstruksi lama mereka. Nampak disini bahwa dosen atau instructor masih dibutuhkan untuk keliling mempertanyakan 5. Hal ini lebih nampak pada persoalan nomor 2 dan 10 tentang suhu pada perubahan wujud dan titik didih air di pegungungan atau di pantai. maka konstruktivistik. Terjadinya mahasiswa mempertahankan miskonsepsi atau konsep awal mereka yang tidak tepat pikiran dapat terjadi bahwa eksperimen yang mereka lakukan sama sekali tidak menantang pikiran awal mereka. dan mau tidak mau mereka akan berpikir untuk merubah gagasan awalnya. ditantang dengan pertanyaan sewaktu eksperimen. Dari eksperimen yang terjadi. percobaan mereka dan menantang dan mencatat data. Mahasiswa mempunyai beberapa konsep awal yang tidak benar atau miskonsepsi dalam hal termofisika berkaitan dengan subyek air antara lain: (1) volume awal air dan jenis air bukan merupakan unsur pertambahan volume. (4) tidak boleh memasukkan botol penuh air dalam freezer karena botol memuai dalarnfreezer. Nampak bahwa miskonsepsi tidak selalu mudah diatasi. Oktober 2008 Beberapa mahasiswa tetap berpegang pada konsep awalnya yang tidak tepat. peristiwa yang sungguh menjadi anomali. Oleh karena pengertian itu dibentuk oleh mahasiswa mempertahankan Barangkali juga konstruksi lama mereka dirasakan yang paling menjadikan pikiran mereka aman dan dalam situasi ekuilibrium.1. Mereka berpegang pada miskonsepsi awal. (3) perubahan wujud es bila dipanasi hanya padat dan cair. 1987).19. Clement. melakukan hal ini atau itu. Banyak dari kelompok melakukan eksperimen tetapi kurang kritis dalam mempertanyakan dan juga kurang teliti dalam mengamati dengan berbagai pertanyaan kritis. (2) para perubahan wujud suhu masih dimengerti naik terus. 2. maka mereka tetap mempertahankannya. belum pasti mahasiswa akan merubah gagasan awal mereka. karena memang ada orang yang bersikap tidak mau menerima perubahan dan tidak mau menerima peristiwa anomali. Namun Chinn juga menyatakan bahwa meskipun ada anomali. Chinn (1993) menyatakan bahwa perubahan konsep akan lebih mudah terjadi bila peristi wa yang dialami mahasiswa itu sungguh menantang pikiran mereka. Artinya peristiwa itu sungguh menggoncangkan pikiran mahasiswa.

Ithaca. 62-66. Chinn. 4. "The Role of Anomalous . and R. NY: Cornell University. Hewson. 1994. Osborne. McClelland. New York: Routledge. The Physics Teacher. Students' Misconception Ithaca. dalam eksperimen perlu lebih aktif mempertanyakan mereka lakukan. and W." Physics ofa Scientific Educations. A. Dalam The Proceedings of the Third International Seminar on Misconceptions and Educational Strategies in Science and Mathematics. August 1-4. Strike. Clement. 19. Mahasiswa itu. Dalam The Proceedings and Educational conceptions Seminar on Misconceptions Science and Matehmatics. 1989. Vol. Namun beberapa mahasiswa tetap teguh dengan konsep untuk topik termofisika dosen. 3. 19 Conception: Towards a Theory of Conceptual Change". 1993. 1982. dan (2) menghilangkan awalnya yang salah. 1987. 17. J. "Misconceptions in Mechanics and How to Avoid them. 84-97. mengapa melakukan hal itu. A. Saran 1. Science Education. Science Teaching. Gilbert. dan bagaimana melakukan hal dan melakukan eksperimen perlu lebih ditekankan sehingga mahasiswa dapat saling membantu mengembangkan DAFTAR PUSTAKA Arons. sehingga hasilnya dapat lebih mendalam.. 1981. 66 (2). 2. What Is Constructivism and Why Are They All Talking about It? Michigan Stage University. . 1982. M. "Overcoming Anchoring Second International in Physics: The Role of of the Strategies in of ideas in Intuition and Analogical Validity". Model pendekatan eksperimen dapat dikembangkan dan bahkan fisika yang lain. 1985. G. c. "Students' mechanics". M.. 159-162. 166-172. 20. "Thinking. Diskusi dalam kelompok kecil sewaktu merencanakan dan tetap diperlukan merangsang pendampingan yang mereka punyai. Gertzog. P. konsep mereka bersama. Bettencourt. Reasoning and Understanding in Introductory Physics Courses"..Metode Eksperimen Bebas untuk Meningkatkan .. J. "Accommodation 221-227.Data in Theory Change: A Cognitive Analysis". terutama untuk selama melakukan apa yang pemikiran mahasiswa eksperimen. NY: Misconceptions Trust. Dalam eksperimen menantang 3. Watts. K. (paul Suparno) (6) mendidihkan air di pantai lebih cepat dari pada di pegunungan.A. Matthews. Physics Education. Model pendekatan eksperimen mereka bebas dapat membantu mahasiswa konsep miskonsepsi mengembangkan konsep baik dengan: (1) memperluas awalnya menjadi lebih lengkap dan utuh. Posner. Ill.

Oktober 2008 Shymansky. New York: Macmillan Publiching Company. Voi. 1988. ED. ------------2005. 1992. Mintzes. 3 (2). Gabel. Journal of Science Teacher Education..Science. Paul. Miskonsepsi & Perubahan Konsep Pendidikan Fisika. eds. hal. J. and Novak.WidJfaDJ. 1994. National Science Foundation. Cognition.1.i9. Yogyakarta: Kanisius. Using' constructivist ideas to teach science teachers about constructivist ideas. "Research on Alternative Conceptions in . Wandersee. Construction of Knowledge. E. Hasil Skor Tes Awal dan Tes Akhir TesAwal 16 20 17 12 19 15 27 24 19 TesAkhir 18 No 1 2 3 4 5 6 7 28 23 19 24 24 34 31 35 20 26 20 17 31 32 23 26 27 8 9 10 15 18 14 11 12 13 14 15 16 17 11 22 17 15 16 17 18 20 . Dorothy L.53-57. Lamplran 1.arma. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. and Teaching. No. 294 754). Von Glasersfeld. 1997. or teachers are students too. Suparno. Jakarta: Grasindo. 177-210." Handbook oj Research on Science Teaching and Learning. Washington DC (ERIC.

.Bebas untuk Meningkatkan .35 26 25 30 23 20 32 29 28 21 18 23 26 28 16 22 16 24 19· 16 26 19 21 22 22 17 22 17 17 14 22 19 18 22 16 13 21 . (Paul Suparno) 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 18 21 15 12 19 26 27 26 27 32 18 30 29 21 ...Metode Ekspertmen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->