P. 1
koperasi

koperasi

|Views: 132|Likes:

More info:

Published by: Habiebul Chaer Chalova on Jul 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2011

pdf

text

original

3. Koperasi Syariah Perkembangan koperasi syariah di tanah air dalam empat tahun terakhir cukup pesat.

Ini terlihat misalnya dengan pertumbuhan Koperasi Jasa Keuangan Syariah/Unit Jasa Keuangan Syariah (KJKS/UJKS) sebagai instrumen pemberdayaan usaha mikro. Pelaksanaan kegiatan usaha berbasis pola syariah ini dimulai pada tahun 2003, sebanyak 26 KSP/USP-Koperasi Syariah. Lalu meningkat menjadi 100 KSP/USP koperasi syariah pada tahun 2004. Tahun 2007 diperkrakan jumlah koperasi syariah mencapai 3000 buah. Ruang lingkup. Dalam perspektif islam, koperasi yang menjunjung asas kebersamaan dan kekeluargaan dapat dipandang sebagai bentuk syirkah ta¶awunniyah yang bermakna bekerjasama dan tolong menolong dalam kebaikan. Ketika koperasi bekerja dalam bingkai syariah Islam, seperti tidak berhubungan dengan aktivitas riba, maysir (judi), dan gharar (spekulan), maka lengkaplah keselarasan koperasi dengan nilai-nilai Islam. Koperasi syariah dapat diterapkan dalam beberapa aspek, yang intinya di dalamnya ada azas keseimbangan, ada azas keadilan, pada konsep syariah itu. Salah satu misalnya dalam produksi. Dalam produksi itu ukurannya, kalau koperasi itu menghasilkan sesuatu, maka ukurannya yang dipakai oleh perbankan pada umumnya. Contoh konkrit misalnya orang meminjam untuk melakukan proses produksi, atau menghasilkan suatu barang. Dalam transaksi itu pasti rujukan hasil pinjaman, bukan kepada konsep-konsep yang lebih adil misalnya konsep tanggung resiko. Dalam berproduksi petani ada resiko gagal, ada juga resiko hasilnya sedikit. Semua resiko itu kalau dalam prinsip syariah harus ditanggung secara bersama-sama. Dengan akad seorang petani melakukan proses produksi itu, sudah ada unsur keadilan. Aturan Operasional. Keputusan Menteri tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan usaha koperasi ditetapkan pada September 2004. Menurut petunjuk tersebut, bagi koperasi yang akan membuka unit jasa keuangan syariah, diharuskan meyetor modal awal minimal Rp 15 juta untuk primer dan Rp 50 juta untuk koperasi sekunder. Layaknya bank, koperasi jasa keuangan syariah dan unit jasa keuangan syariah diperkenankan menghimpun dana anggota baik berupa tabungan, simpanan berjangka dalam pembiayaan mudharabah, musyarakah, murabahah, salam, istisna, ijarah dan alqadrh Selain kegiatan tersebut, koperasi jasa keuangan juga diperkenankan menjalankan kegiatan pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah termasuk waqaf dengan pengelolaan terpisah. Sementara, audit eksternal diharuskan untuk koperasi yang memiliki volume pembiayaan minimal Rp 1 milyar. Pada pedoman ini juga dibuatkan rincian tentang produk dan akad yang bisa dilakukan dalam transaksi koperasi syariah. Selain definisi, petunjuk ini juga mencantumkan rukun, syarat, obyek serta ijab dan kabul setiap akad , baik itu mudharabah, musyarakah, murabahah maupun bentuk lainnya. Lebih rinci lagi, pedoman tersebut juga membuatkan skema model pembiayaan supaya lebih mudah dimengerti. Petunjuk ini juga mencantumkan model bagi hasil kepada anggota yang menyimpan dana yang disebut perhitungan distribusi bagi hasil. Sementara, sisa hasil usaha diserahkan kepada rapat pemegang umum anggota. Petunjuk jasa keuangan koperasi syariah ini juga mencantumkan model laporan keuangan yang sesuai syariah berikut contoh baik secara neraca, perhitungan rugi laba, serta laporan arus kas yang menyesuaikan dengan laporan bank Islam. Keputusan Meneg Koperasi dan UKM ini mengikat bagi koperasi syariah dan BMT yang memiliki Badan Hukum Koperasi. Untuk badan hukum di luar itu tidak mengikat. Kegiatan koperasi juga diawasi perkembangannya. Untuk akuntasinya juga menyesuaikan PSAK No. 59 yang mengikat perbankan.

Pertama. yakni suatu perjanjian kerja sama antara dua orang atau lebih. (Q. dan di antara syarat sah mudharabah itu ialah menetapkan keuntungan setiap tahun dengan persentasi tetap. sedangkan pihak lain melakukan usaha atas dasar profit sharing (membagi keuntungan) menurut perjanjian. permodalan itu sendiri tidak merupakan satu-satunya ukuran dalam pembagian sisa hasil usaha. satu suara. Ini disebut koperasi berusaha tunggal (single purpose). Di dalam Kitabullah. Misalnya. dengan ketentuan tersebut di atas (menetapkan persentase keuntungan tertentu kepada salah satu pihak dari mudharabah). Mengenai keanggotaan dalam koperasi berlaku asas satu anggota. Allah berfirman yang artinya:Maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga. koperasi ialah suatu perkumpulan atau organisasi yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang bekerja sama dengan penuh kesadaran untuk meningkatkan kesejahteraan anggota atas dasar sukarela secara kekeluargaan. bukan perkumpulan modal.Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. dalam koperasi konsumsi. S. 4: 12) Dan sesungguhnya kebanyakan orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain. Sebagai badan usaha. Hal ini dimaksudkan untuk lebih merangsang peran anggota dalam perkoperasian itu. dapat ditarik kesimpulan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Koperasi dari segi bidang usahanya ada yang hanya menjalankan satu bidang usaha saja. gotong-royong dan demokrasi ekonomi menuju kesejahteraan umum. bidang kiedit atau bidang produksi. disebut koperasi serba usaha (multipurpose). misalnya pembelian dan penjualan. Karena itu dikatakan bahwa koperasi adalah perkumpulan orang. koperasi bercita-cita memupuk kerja sama dan mempererat persaudaraan di antara sesama anggotanya. di satu pihak menyediakan modal usaha. (HR. Sisa hasil usaha koperasi sebagian Uesar dibagikan kepada anggota berdasarkan besar kecilnya peranan anggota dalam pemanfaatan jasa koperasi. seorang anggota akan mendapatkan semakin banyak keuntungan. Lalu bagaimana koperasi menurut pandangan Islam dan bagaimana pendapat para ulama mengenai koperasi? Di bawah ini akan dicoba mengulas masalah tersebut. semakin banyak membeli. bahwa yaag mendasari gagasan koperasi sesungguhnya adalah kerja sama. . misalnya bidang konsumsi. selama salah seorang mereka tidak mengkhianati temannya. Ada pula koperasi yang meluaskan usahanya dalam berbagai bidang. dan amat sedikitlah mereka itu. Sedangkan dari segi terminologi. Karena itu besarnya modal yang dimiliki anggota. tidak menyebabkan anggota itu lebih tinggi kedudukannya dari anggota yang lebih kecil modalnya. modal awal koperasi dikumpulkan dari semua anggota-anggotanya. Sebelum membahas tentang koperasi (sirkah ta`awuniyah). Abu Daud dari Abu Hurairah) Dari segi etimologi kata ³koperasi´ berasal dan bahasa Inggris. kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Karena itu. yaitu cooperation yang artinya bekerja sama. sirkah secara umum disyariatkan dengan Kitabullah. Dari pengertian koperasi di atas. (Q. yang artinya: Allah SWT berfirman: ³Aku ini Ketiga dari dua orang yang berserikat. Sebagian ulama menganggap koperasi (Syirkah Ta¶awuniyah) sebagai akad mudharabah. sedangkan pelaksana usaha mendapat upah yang sepadan atau pantas. Rasulullah SAW bersabda. koperasi tidak semata-mata mencari keuntungan akan tetapi lebih dari itu. apabila koperasi itu termasuk mudharabah atau qiradh. dan seluruh keuntungan usaha jatuh kepada pemilik modal. 38: 24) Di dalam As-Sunnah. maka akad mudharabah itu tidak sah (batal). Apabila salah seorang telah berkhianat terhadap temannya Aku keluar dari antara mereka. Keja sama dan gotongroyong ini sekurang-kurangnya dilihat dari dua segi. S. misalnya 1% setahun kepada salah satu pihak dari mudharabah tersebut. Kedua. Modal dalam koperasi diberi bunga terbatas dalam jumlah yang sesuai dengan keputusan rapat anggota. Sunnah dan Ijma¶.

koperasi merupakan syirkah baru yang diciptakan oleh para ahli ekonomi yang dimungkinkan banyak sekali manfaatnya. maka ia berhak mendapat gaji sesuai dengan sistem penggajian yang balaku. Syirkah `Inan. Tidak sah bersyarikat dengan non muslim. Kalau pemegang saham turut mengelola usaha koperasi itu. tetapi hanya modal kepercayaan dan keuntungan dibagi antara sesama mereka. . Artinya. Dengan demikian jelas. Mazhab Hanafiah menyetujui (membolehkan) keempat macam Syirkah tersebut. bahwa dalam koperasi ini tidak ada unsur kezaliman dan pemerasan (eksploitasi oleh manusia yang kuat/kaya atas manusia yang lemah/miskin). dan tidak pula dilakukan orang pada zaman Nabi. sekolah dan sebagainya. Dengan demikian. Syirkah Wujuh Syirkah Wujuh. panulis Al-Tafkir Al-Iqrishadi Fi Al-Islam (pemikiran-pemikiran ekonomi Islam). Oleh sebab itu koperasi itu dapat dibenarkan oleh Islam. anak-anak yang belum dewasa belum bisa menjadi anggota persyarikatan. Masing-masing anggota mempunyai hak untuk bertindak atas nama syirkah (kerja sama). 2. Selain Imam Mujtahid yang empat itu. Bila ada di antara anggota persyarikatan modalnya lebih besar. Syirkah Abdan Syirkah Abdan. 3. sesama muslim. yaitu membari keuntungan kepada para anggota pemilik saham. yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih untuk melakukan suatu usaha dengan persyaratan sebagai benkut: 1. Mengenai status hukum berkoperasi bagi urnmat Islam juga didasarkan pada kenyataan. yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih dalam permodalan untuk melakukan suatu usaha bersama dengan cara membagi untung atau rugi sesuai dengan jumlah modal masing-masing.Mahmud Syaltut tidak setuju dengan pendapat tersebut. Mazhab Malikiah membolehkan Syirkah Abdan. Syirkah Mufawadhah Syirkah Mufawadhah. bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang dibangun oleh pemikiran barat. Khalid Abdurrahman Ahmad. Menurut Sayyid Sabiq. masih ada lagi pendapat ulama-ulama lainnya sebagaimana terlihat pada uraian berikutnya. Wujuh dan Abdan. Hasilnya dibagi antara sesama mereka berdasarkan perjanjian seperti pemborong bangunan. yaitu: 1. Syirkah µInan Syirkah µInan. sebab Syirkah Ta¶awuniyah tidak mengandung unsur mudharabah yang dinimuskan oleh fuqaha. yaitu karja sama antara dua orang atau lebih untuk melakukan suatu usaha atau pekerjaan. 4. 2. Menurut Muhammad Syaltut. yang ada kaitannya dengan hukum. Syirkah itu ada empat macam. Satu agama. dan melarang Syirkah Mufawadhah. memberi bantuan keuangan dan sebagian hasil koperasi untuk mendirikan tempat ibadah. Mempunyai wewenang untuk bertindak. Sementara mazhab Syafi¶iah melarang Syirkah Abdan. maka syirkah itu tidak sah. Wujuh dan membolehkan Syirkah Inan. dan Syirkah Mufawadhah dan melarang Syirkah Wujuh. membori lapangan kerja kepada para karyawannya. terlepas dari ajaran dan kultur Islam. Mazhab Hanabilah membolehkan Syirkah `Inan. Modalnya harus sama banyak. instalasi listrik dan lainnya. Sebab Syirkah Ta¶awuniyah. Pengelolaannya demokratis dan terbuka (open management) serta membagi keuntungan dan kerugian kepada para anggota menurut ketentuan yang berlaku yang telah diketahui oleh seluruh anggota pemegang saham. Kehadirannya di beberapa negara Islam mengundang para ahli untuk menyoroti kedudukan hukumnya dalam Islam. Mufawadhah. yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih untuk membeli sesuatu tanpa modal. bahwa AlQuran dan hadis tidak menyebutkan. modal usahanya adalah dari sejumlah anggota pemegang saham. 3. 4. Tiga macam dilarang dan hanya satu macam saja yang dibolehkan. dan usaha koperasi itu dikelola oleh pengurus dan karyawan yang dibayar oleh koperasi menurut kedudukan dan fungsinya masing-masmg.

Misalnya koperasi simpan pinjam berbeda dengan koperasi yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan jasa lainnya. penulis ini juga mengharamkan harta yang diperoleh dari koperasi. selagi perdagangan atau jasa itu layak dan tidak berlebihan di dalam mengambil keuntungan. Ini berarti bahwa ekonomi Islam harus memberi prioritas pada kesejahleraan rakyat bersama yang merupakan kepentingan masyarakat. apalagi jika keberadaan koperasi itu memudahkan dan meringankan bagi kepentingan masyarakat yang bersangkutan. ada kecenderungan dibolehkannya kegiatan koperasi. Tingkat makro berarti mempertimbangkan koperasi sebagai sistem ekonomi yang lebih dekat dengan Islam dibanding kapitalisme dan sosialisme. ialah pertama disebabkan karena prinsip-prinsip keorganisasian yang tidak memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan syariah. maka dibolehkan.Penulis Timur Tengah ini berpendapat. Terakhir kami ingatkan kembali sebuah firman Allah SWT. koperasi itu berbeda-beda substansi model pergerakannya. Pendapat tersebut belum menjadi kesepakatan/ijma para ulama. Demikian juga halnya. ushul al-fiqh yang lain. Hasil istimbath ini tidak sampai kepada wajib. Dengan menyoroti fungsi koperasi di antaranya: 1. Alat pendemokrasian ekonomi nasional. prinsip mementingkan pelayanan anggota dan prinsip solidaritas. Argumentasinya dalam mengharamkan koperasi. 38: 24) Wallohu a¶lam. etis dan manajerial yang menunjukkan keselarasan. Jika demikian halnya. Argumen selanjutnya adalah didasarkan pada penilaiannya mengenai tujuan utama pembentukan koperasi dengan persyaratan anggota dan golongan ekonomi lemah yang dianggapnya hanya bermaksud untuk menenteramkan mereka dan membatasi keinginannya serta untuk mempermainkan mereka dengan ucapan-ucapan atau teori-teori yang utopis (angan-angan/khayalan). Pada tingkat mikro berarti dengan melihat terpenuhi prinsip hubungan sosial secara saling menyukai yang dicerninkan pada prinsip keanggotaan terbuka dan sukarela. Sebagai alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat dan 2. Sebagai konsekuensinya. Dengan demikian bahwa prinsip ishtishlah dipenuhi di sini dipenuhi oleh koperasi. Karena dalam kenyataannya. Sebagai bagian bahasan yang bermaksud membuka spektrum hukum berkoporasi. Argumen kedua adalah mengenai ketentuanketentuan pembagian keuntungan. Juga telah disebutkan banyak segi-segi falsafah. jika dilihat dari prinsip istihsan (metode preferensi). Adapun koperasi semacam kumpulan orang yang mengusahakan modal bersama untuk suatu usaha perdagangan atau jasa yang dikelola bersama dan hasil keuntungan dibagi bersama.´ (Q. yang artinya: ³Dan sesungguhnya kebanyakan orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain. haram bagi ummat Islam berkoperasi. Secara keseluruhan hal ini telah memberi jalan ke arah istimbath hukum terhadap koperasi. Di antara yang dipersoalkan adalah persyaratan anggota yang harus terdiri dari satu jenis golongan saja yang dianggap akan membentuk kelompok-kelompok yang eksklusif. Koperasi mengenal pembagian keuntungan yang dilihat dari segi pembelian atau penjualan anggota di koperasinya. maka selain melihat segi-segi etis hukum berkoperasi dapat dipertimbangkan dari kaidah penetapan hukum. Dengan pendekatan kaidah ishtishlah dan istihsan di atas. Menyoroti koperasi menurut metode ini paling tidak dapat dilihat pada tingkat makro maupun mikro. Telah diketahui bahwa hukum Islam mengizinkan kepentingan masyarakat atau kesejahleraan bersama melalui prinsip ishtishlah atau almaslahah. Tentunya hal seperti ini tidak diragukan lagi adalah termasuk riba yang diharamkan. maka dapat ditetapkan hukum koperasi adalah sesuai dengan ciri dan sifat-sifat koperasi itu sendiri dalam menjalankan roda kegiatannya. Koperasi simpan pinjam bahkan banyak yang lebih tinggi bunga yang ditetapkannya bagi para peminjam daripada bunga yang ditetapkan oleh bank-bank konvensional. karena menurut bentuk kerja sama dalam Islam hanya mengenal pembagian keuntungan atas dasar modal. kesesuaiandan kebaikan koperasi dalam pandangan Islam. lantas bagaimana hukum berkoperasi? Kembali pada sifat koperasi sebagai praktek mu¶amalah. . juga tidak sampai kepada haram. S. atas dasar jerih payah atau atas dasar keduanya. sebagaimana dikemukakan oleh Khalid Abdurrahman Ahmad. kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Cara ini dianggap menyimpang dari ajaran Islam. dan amat sedikitlah mereka itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->