Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka menguraikan hasil-hasil karya ilmiah yang pernah dilakukan oleh sejumlah ilmuwan

/penulis yang karyanya mempunyai kaitan dengan Proyek Akhir yang dilakukan. Pada terpecahkan bagian ini dijelaskan terjawab, masalah-masalah membandingkan yang belum atau belum

dan

mereferensi

solusi/pemecahan masalah kita dengan solusi lain melalui studi literatur yang mendalam. Mirip dengan bagian Latar Belakang Masalah, tujuan Tinjauan Pustaka adalah untuk meyakinkan pembaca tentang kelayakan (worthiness) proyek akhir yang akan dibuat. Perbedaannya adalah argumen-argumen pada latar belakang hanya dijelaskan secara umum, pada tinjauan pustaka argumen-argumen secara spesifik dibangun dalam konteks (domain) bidang/area ilmu pengetahuan. Terminologi-terminologi yang digunakan menunjuk konsep atau makna yang secara khas dikenali dalam bidang yang dimaksud. Perlu diperhatikan, sumber yang digunakan dalam bagian tinjauan

pustaka harus disebutkan secara eksplisit. Jangan pernah mengusulkan suatu
gagasan dan menganggap gagasan tersebut baru tanpa pernah menelusuri dan membuktikan kebaruannya melalui studi literatur yang mendalam!!!.

Berikut ini adalah contoh tinjauan pustaka
Penelitian yang pernah dilakukan berhubungan dengan teknologi jaringan komputer khususnya jaringan MPLS, kualitas layanan (QoS) dan traffic engineering antara lain adalah:
1) Dalam penelitiannya Omar (2008), melakukan analisa penerapan traffic

engineering pada jaringan non MPLS dan MPLS terutama pada operator Internet Service Provider (ISP). Setelah menganalisa secara komparatif throughput paket-paket protokol UDP dan TCP dari lapis transport terhadap jaringan non MPLS dan MPLS, hasilnya menunjukkan bagaimana jaringan MPLS yang menerapkan traffic engineering mampu meningkatkan kinerja jaringan backbone dan skalabilitas jaringan internet pada lingkungan beban trafik yang tinggi untuk beberapa macam aplikasi yang berbeda. Ternyata penerapan traffic engineering adalah merupakan keunggulan jaringan MPLS terhadap jaringan berbasis IP (non MPLS), karena proses routing menjadi lebih cepat dengan melakukan pendefinisian jalur khusus (router LSP) untuk pengiriman paket data. Router

Awduche (1999) menjelaskan tentang konsep. Ternyata implementasi MPLS di jaringan dapat meminimalisasi efek kongesti yang terjadi dengan memanfaatkan bandwidth jaringan yang belum terpakai secara optimal. Intelligent Systems and Information Technology” (SIIT 2005). yaitu OPNET IT Guru Academic Version. model MPLS-TE. sehingga utilisasi sumber-sumber jaringan lebih optimal dan pada gilirannya meningkatkan kinerja jaringan. Pada bagian penutup disimpulkan bahwa optimasi kinerja jaringan internet menggunakan teknologi jaringan MPLS dan peningkatan kualitas layanan (QoS) menggunakan differentiated services diperoleh berdasarkan pada model IP over ATM sebagai alternatif lain dari jaringan MPLS. 3) Rendy (2005) pada makalahnya di Seminar Nasional “Soft Computing. Dan ini diperoleh dengan memanfaatkan teknologi Multi Protocol Label Switching (MPLS). Pengujian dilakukan dengan menggunakan software simulasi jaringan. . fungsi dan tantangan traffic engineering internet pada jaringan IP (non MPLS) dengan menggunakan beberapa model a.LSP pada jaringan MPLS dapat digunakan dan dimanfaatkan sebagai jalur routing. Simulasi dan Analisa Kinerja Jaringan IP Melalui Teknologi MPLS. Penelitiannya sehubungan dengan perkembangan pesat jaringan internet dalam beberapa tahun terakhir ini yang ditandai dengan munculnya teknologi dan layanan-layanan baru menuntut pemakaian bandwidth secara efisien dan efektif. 2) Dalam makalahnya di jurnal IEEE. Parameter kinerja yang diamati meliputi throughput.l: model overlay. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengujian beberapa model simulasi menggunakan paket-paket protokol UDP dan TCP dari lapis transport. Dalam penelitiannya di lakukan kajian melalui simulasi terhadap kinerja jaringan IP melalui teknologi MPLS dengan melihat parameter Quality of Service (QoS) dan penyebab kongesti yang mungkin terjadi. Hal ini ditempuh dengan meningkatkan kemampuan router untuk dapat membuat keputusan bahwa sebuah paket yang diterima akan dikirimkan dan diteruskan ke tujuan sesuai dengan header paket-nya. Selain itu didiskusikan pula aplikasi dan manfaat MPLS traffic engineering pada jaringan IP. yaitu membandingkan unjuk-kerja protokol transport jaringan MPLS dan jaringan non MPLS agar diperoleh optimasi kualitas jaminan layanan (QoS) terutama bagi trafik layanan multimedia. melakukan penelitian tentang Perancangan. delay. paket loss dan hasilnya diperoleh peningkatan nilai throughput 40% dan penurunan delay 200% jika dibanding dengan teknologi non MPLS. model IP over ATM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful