P. 1
pengertian-ijarah (1)

pengertian-ijarah (1)

|Views: 223|Likes:
Published by inggrid_pratiwi

More info:

Published by: inggrid_pratiwi on Jul 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2014

pdf

text

original

Nama : Tu’nas Fuaidah Nim : D31205007 Mata Kuliah : Fiqih 2 PENGERTIAN IJARAH (Sewa Menyewa dan Upah Mengupah

) Sebelum dijelaskan pengertian sewa menyewa dan upah atau ijarah, terlebih dahulu akan dikemukakan mengenai makna operasional ijarah itu sendiri. Idris Ahmad dalam bukunya yang berjudul Fiqih syafi’I berpendapat ijarah berarti upah mengupah.1 Hal ini terlihat ketika beliau menerangkan rukun dan syarat upah mengupah, yaitu mu’jir dan musta’jir (yang memberikan upah dan yang menerima upah), sedang kan Nor Hasanuddin sebagai penerjemah Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq menjelaskan makna ijarah dengan sewa menyewa.2 Dari dua buku tersebut ada perbedaan terjemahan kata ijarah dari bahasa Arab kedalam bahasa Indonesia. Antara sewa dan upah juga ada perbedaan makna operasional, sewa biasanya digunakan untuk benda, seperti “seorang mahasiswa menyewa kamar untuk tempat tinggal selama kuliah”, sedangkan upah digunakan untuk tenaga, seperti “para karyawan bekerja dipabrik dibayar gajinya (upahnya) satu kali dalam seminggu”. Secara etimologis al-ijarah berasal dari kata al-ajru yang arti menurut bahasanya ialah al-iwadh yang arti dalam bahasa indonesianya adalah ganti dan upah. Sedangkan menurut Rahmat Syafi’I dalam fiqih Muamalah ijarah adalah ‫بيع المنفعة‬ (menjual manfaat).3 Dalam syari’at Islam ijarah adalah jenis akad untuk mengambil manfaat dengan kompensasi.4 Sedangkan menurut Sulaiman Rasjid mempersewakan ialah akad atas manfaat (jasa) yang dimaksud lagi diketahui, dengan tukaran yang diketahui, menurut syarat-syarat yang akan dijelaskan kemudian.5

1 2

Idris Ahmad, Fiqh al-Syafi’iyah (Jakarta: Karya Indah. 1986) h. 139 Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, terjemah Nor Hasanuddin (Jakarta: Pena Pundi Aksara. 2004) h. 203 3 Rahmat Syafi’I, Fiqh Muamalah (Bandung: CV Pustaka Setia. 2004) h. 121 4 Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah ……, h.203 5 H. Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam (Bandung: Sinar Baru Algensindo. 1994) h. 303

seperti rumah untuk ditempati. mobil untuk dikendarai. para ulama’ berbeda-beda mendefinisikan ijarah antara lain adalah sebagai berikut: 1. Fiqh ‘Ala madzahibil Arba’ah Juz III (Mesir: Maktabah Tijariyah al-Kubro.6 Sedangkan menurut istilah.Berdasarkan hal itu. Hukum sewa juga diberlakukan atas sapi. Akad sewa mengharuskan penggunaan manfaat dan bukan barang itu sendiri. Suatu manfaat. 332 . menyewakan pohon agar dimanfaatkan buahnya hukumnya tidak sah karena pohon itu sendiri bukan keuntungan atau manfaat. 1969) h.203 Abd. serta menerima pengganti atau kebolehan dengan pengganti tertentu. barang yang dapat ditakar dan ditimbang. penjahit. Fiqhus Sunnah …….” 2. 94-97 8 Muhammad Asy-Sarbini.”8 6 7 Sayyid Sabiq. Alasannya semua jenis barang tersebut tidak dapat dimanfaatkan kecuali dengan mengkonsumsi bagian dari barang tersebut. Menurut Hanafiyah ‫عقد يفيد تمليك منفعة معلومة مقصودة من العين المستأجرة بعوض‬ “Akad untuk membolehkan pemilikan manfaat yang diketahui dan disengaja dari suatu zat yang disewa dengan imbalan. Kadangkala dalam bentuk karya seperti karya seorang arsitek. terkadang berbentuk manfaat atas barang. penyewa sudah memliki hak atas manfaat dan pihak yang menyewakan berhak mengambil kompensasi sebab sewa adalah akad mu’awwadhah timbal balik. Menurut Syafi’iyah ‫عقد على منفعة مقصودة معلومة مباحة قابلة للبذل والباحة بعوض معلوم‬ “Akad atas suatu kemanfaatan yang mengandung maksud tertentu dan mubah. Mughni al-Muhtaj Juz II . H. Apabila akad sewa diputuskan. domba atau unta untuk diambil susunya. Menurut Malikiyah ‫تسمية التعاقد على منفعة الدمي و بعض المنقولن‬ “Nama bagi akad-akad untuk kemanfaatan yang bersifat manusiawi dan untuk sebagian yang dapat dipindahkan. makanan untuk dimakan. Demikian juga menyewakan dua jenis mata uang (emas dan perak). h. Al-Rahman al-Jaziri.” 7 3. tukang tenun.

Fiqh Muamalah. Bandung: CV Pustaka Setia 9 Idris Ahmad.4. 2004. 139 . kiranya dapat dipahami bahwa ijarah adalah menukar sesuatu dengan ada imbalannya. Mughni al-Muhtaj Juz II Rasjid. Mesir: Maktabah Tijariyah al-Kubro Asy-Sarbini. Menurut Idris Ahmad Bahwa upah artinya mengambil manfaat tenaga orang lain dengan jalan memberi ganti menurut syarat-syarat tertentu.9 Berdasarkan definisi-definisi di atas. Fiqhus Sunnah. 1994. Sulaiman. Abd. 1969.Jakarta: Karya Indah Al-Jaziri. Jakarta: Pena Pundi Aksara Syafi’I. Idris.” Daftar Pustaka Ahmad. h. Fiqh Islam. Muhammad. Sayyid.. sewa menyewa adalah: ‫“ : بيع المنفعة‬menjual manfaat” Dan upah mengupah adalah: ‫“ : بيع القوة‬menjual tenaga atau kekuatan. Bandung: Sinar Baru Algensindo Sabiq. Fiqh Syafi’iyah……. Al-Rahman. diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti sewa menyewa dan upah mengupah. Fiqh ‘Ala madzahibil Arba’ah Juz III. Rahmat. 2004. terjemah Nor Hasanuddin. Fiqh al-Syafi’iyah. 1986.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->