Fungsi Standar Audit Dlm Mendukung Pekerjaan Akuntan Publik

Mei 19, 2010 oleh imanph Tinggalkan sebuah Komentar

Akuntan Publik merupakan profesi yang beraktivitas utama dalam pekerjaan audit eksternal. Audit harus dilakukan secara profesional oleh orang yang independen dan kompeten. Persyaratan auditor, pekerjaan sampai laporannya diatur oleh standar audit. Standar audit tidak akan terlepas dari etika, apalagi profesi akuntan publik adalah profesi yang memerlukan tingkat kepercayaan yang tinggi dari publik. Standar audit ini berfungsi sebagai pijakan akuntan publik dalam merencanakan, melakukan aktivitas dan melaporkan hasil pekerjaannya. Sehingga dengan dipakainya standar audit, hal yang dilarang dapat dihindari oleh akuntan publik, sedangkan hal yang diwajibkan dapat dilaksanakan dengan baik. Kata Kunci: Standar audit , akuntan publik. 1. I. Latar Belakang Akuntan publik sangat dibutuhkan dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap aktivitas dan kinerja perusahaan. Masyarakat masih mengharapkan akuntan publik untuk dapat memberikan keyakinan bahwa perusahaan yang diauditnya mekakukan proses akuntani sesuai standar yang berlaku umum dan meyakini prosesnya secara benar. Saat ini tidak hanya perusahaan yang go public saja yang diaudit oleh Akuntan Publik. Beberapa BUMN serta perusahaan swasta yang belum go publik juga banyak yang auditor eksternalnya adalah Kantor Akuntan Publik (KAP). BUMN tertentu memang masih ada yang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai lembaga yang befungsi dan bertindak sebagai auditor eksternal. Akuntan publik (Auditor Independen) merupakan suatu profesi yang diatur melalui peraturan / ketentuan dari regulator (Pemerintah) serta standar dan kode etik profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi. Akuntan Publik adalah akuntan yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan Kantor Akuntan Publik adalah badan usaha yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan telah mendapatkan izin usaha dari pihak yang berwenang. Mengingat pengguna jasa profesi Akuntan Publik / KAP tidak hanya klien (pemberi penugasan), namun juga pihak-pihak lain yang terkait, seperti pemegang saham, Pemerintah, investor, kreditor, Pajak, otoritas bursa, Bapepam-LK, publik (masyarakat umum) serta pemangku kepentingan (stake holder) lainnya, maka jasa profesi akuntan publik harus dapat dipertanggungjawabkan kepada pihakpihak yang berkepentingan tersebut. Akhir-akhir ini profesi akuntan publik sedang banyak mendapatkan sorotan. Oleh karena itu akuntan publik harus menjalankan tugasnya sesuai dengan standar dan kode etik profesi yang ditetapkan organisasi profesi serta mengikuti ketentuan / peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam melaksanakan audit sampai pada suatu pernyataan pendapat. standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. Akuntan Publik dapat melakukan pekerjaan auditor berdasarkan standar audit. Standar auditing terdiri dari 10 yang dikelompokkan kedalam 3 bagian. yang artinya seorang auditor tidak mudah dipengaruhi. mencakup pula pelatihan kesadaran untuk secara terusmenerus mengikuti perkembangan yang terjadi dalam bidang bisnis dan profesinya. diantaranya standar umum. Asisten junior yang baru masuk dalam karir auditing harus memperoleh pengalaman profesionalnya dengan mendapatkan supervisi yang memadai dan review atas pekerjaannya dari atasannya yang lebih berpengalaman. agar anggota profesi menjaga dirinya dari kehilangan persepsi independensi dari masyarakat. Ia harus mempelajari. independensi dan sikap mental harus dipertahankan oleh auditor Standar ini mengharuskan seorang auditor bersikap independen. standar-standar tersebut saling berhubungan dan saling bergantung satu dengan lainnya. yaitu: 1. . agar bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memilki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. Profesi akuntan publik telah menetapkan dalam Kode Etik Akuntan Indonesia. Kepercayaan masyarakat umum atas independensi sikap auditor independen sangat penting bagi perkembangan profesi akuntan publik. Sehingga kulaitas dari hasil audit dapat diukur dengan jelas karena sudah mempunyai standar yang berlaku. Pencapaian keahlian tersebut dimulai dari pendidikan formal ditambah dengan pengalaman-pengalaman dalam praktik audit dan menjalani pelatihan teknis yang cukup. bukan merupakan suatu aturan yang dirumuskan untuk dapat diuji secara objektif. BAPEPAM juga dapat menetapkan persyaratan independensi bagi auditor yang melaporkan tentang informasi keuangan yang akan diserahkan. memahami. Standar umum ini mencakup tiga bagian. yang mungkin berbeda dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Independensi secara intrinsik merupakan masalah mutu pribadi. Kualitas Audit ini bukan berarti kualifikasi opini tetapi kualitas dari porses auditnya. ³materialitas´ dan ³resiko audit´ melandasi penerapan semua standar auditing. dan menerapkan ketentuan-ketentuan baru dalam prinsip akuntansi dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. terutama standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. Standar umum Standar umum bersifat pribadi dan berkaitan dengan persyaratan auditor dan mutu pekerjaannya. Pelatihan yang dimaksudkan disini. 2.1. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan. auditor harus senantiasa bertindak sebagai seorang ahli dalam bidang akuntansi dan bidang auditing.Standar audit dibuat dengan tujuan agar para auditor termasuk akuntan publik yang melakukan pekerjaan auditor. karena pekerjaannya untuk kepentingan umum. dan berkaitandengan tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan prosedur yang ada. Dalam banyak hal. Untuk menjadi independen. 1. seorang auditor harus secara intelektual jujur. Standar Auditing Standar auditing berkaitan dengan kriteria atau ukuran mutu kinerja audit. II.

saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. dan keberadaan bukti lain yang menguatkan kesimpulan. ketepatan waktu. dan konfirmasi sebagai dasar memahami untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. yaitu: 1. Bukti audit sangat bervariasi pengaruhnya terhadap kesmpulan yang ditarik oleh auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan. Untuk semua auditor harus memperoleh pemahaman tentang pengendalian internal yang memadai untuk merencanakan audit dengan melaksanakan prosedur untuk memahami desain pengendalian yang relevan dengan audit atas laporan keuangan. saat dan luas pengujian substantive untuk asersi laporan keuangan.2. auditor dapat mencari pengurangan lebih lanjut resiko pengendalian taksiran untuk asersi tertentu. Poin ini menjelaskan bahwa. auditor dituntut untuk memiliki skeptisme profesional dan keyakinan yang memadai dalam mengevaluasi bukti audit. golongan transaksi. Penunjukan secara dini memungkinkan auditor merencanakan pekerjaannya sedemikian rupa sehingga pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dengan cepat dan efisien serta dapat menentukan seberapa jauh pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan sebelum tanggal neraca 1. Penggunaan kemahiran profesional dengan cermat dan seksama menekankan tanggung jawab setiap profesional yang bekerja dalam organisasi auditor. Kemudian. Pekerjaan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. Relevansi. . 1. pengamatan. dan komponen pengungkapan dalam laporan keuangan. Untuk itu. penunjukan auditor independen secara dini akan memberikan banyak manfaat bagi auditor maupun klien. Seorang auditor harus memiliki ³tingkat keterampilan yang umumnya dimiliki´ oleh auditor pada umumnya dan harus menggunakan keterampilan tersebut dengan ³kecermatan dan keseksamaan yang wajar´. Setelah memperoleh pemahaman tersebut. Pemahaman memadaai atas pengendalian interen harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi. Sebagian besar pekerjaan auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan terdiri dari usaha untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti audit.1. auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya. objektivitas. Auditor menggunakan pengetahuan yang dihasilkan dari pemahaman atas pengendalian interen dan tingkat resiko pengendalian taksiran dalam menentikan sifat. Selain itu juga menyangkut apa yang dikerjakan auditor dan bagaimana kesempurnaan pekerjaannya tersebut. dan apakah pengendalian interen tersebut dioperasikan. auditor menaksir resiko pengendalian untuk asersi yang terdapat dalam saldo akun. seluruhnya berpengaruh terhadap kompetensi bukti. permintaan keterangan. Standar Pekerjaan Lapangan Standar pekerjaan lapangan terdiri dari tiga. 2.

Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. Standar Pelaporan Standar pelaporan terdiri dari empat item. susunan. Dalam mempertimbangkan cukup atau tidaknya pengungkapan. diantaranya: 1. maka alasannya harus dinyatakan. jika ada ketidak konsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. Prinsip akuntansi berlaku umum atau ³generally accepted accounting principles´ mencakup konvensi.3.2. Tanpa kepercayaan. Caranya. 1. Standar ini bertujuan untuk memberikan jaminan bahwa jika daya banding laporan keuangan diantara kedua periode dipengaruhi secara material oleh perubahan prinsip akuntansi. auditor akan mengungkapkan perubahan tersebut dalam laporannya. . Kurangnya konsistensi penerapan prinsip akuntansi dapat menyebabkan kurangnya daya banding laporan keuangan. namun standar tersebut mengharuskan auditor untuk menyatakan suatu pendapat mengenai apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi tersebut. Auditor harus selalu mempertimbangkan apakah masih terdapat hal-hal tertentu yang harus diungkapkan sehubungan dengan keadaan dan fakta yang diketahuinya pada saat audit. aturan dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum diwilayah tertentu dan pada waktu tertentu. Laporan auditor harus menunjukkan. dan isi laporan keuangan serta catatan atas laporan keuangan. Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia mencakup dimuatnya pengungkapan informatif yang memadai atas hal-hal material. dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan. auditor menggunakan informasi yang diterima dari kliennya atas dasar kepercayaan bahwa auditor akan merahasiakan informasi tersebut. Standar pelaporan pertama ini tidak mengharuskan untuk menyatakan tentang fakta (statement of fact). Standar konsistensi menuntut auditor independen untuk memahami hubungan antara konsistensi dengan daya banding laporan keuangan. Standar ini juga disebut dengan standar konsistensi. Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan. diantaranya bentuk. kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor. dengan menambahkan paragraf penjelasn yang disajikan setelah paragraf pendapat. 1. 1. maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan. auditor akan sulit untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menanyatakan pendapat atas laporan keuangannya. jika ada.

Pembocoran rahasia data / informasi klien kepada pihak ketiga secara sepihak merupakan tindakan tercela. dilarang memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan (general audit) untuk klien yang sama berturut-turut untuk kurun waktu lebih dari 3 tahun. Mempunyai staf / tenaga auditor yang profesional dan memiliki pengalaman yang cukup. Hal ini menjadi penting. Pertama. ketidakjujuran dan kelalaian serta menggunakan kemahiran jabatannya (due professional care) dalam menjalankan tugas profesinya. KKA sewaktu-waktu juga diperlukan dalam pembuktian suatu kasus di sidang pengadilan. Menjalankan PSPM04-2008 tentang Pernyataan Beragam (Omnibus Statement) Standar Pengendalian Mutu (SPM) 2008 yang telah ditetapkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik (DSPAP) Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). meskipun ia tak mencantumkan namanya dalam laporan tersebut. Kelima. keuangan dan . Para auditor tersebut harus mengikuti Pendidikan Profesi berkelanjutan (Continuing Profesion education) sebagai upaya untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang audit dan proses bisnis (business process). apabila Akuntan Publik tidak dapat bertindak independen terhadap pemberi penugasan (klien). Akuntan Publik juga dilarang merangkap jabatan yang tidak diperbolehkan oleh ketentuan perundang-undangan / organisasi profesi seperti sebagai pejabat negara. Larangan Akuntan Publik dilarang melakukan 3 (tiga) hal. atau komunikasi tertulis yang berisi laporan tersebut.Tujuan standar pelaporan ini adalah untuk mencegah salah tafsir tentang tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh akuntan bila namanya dikaitkan dengan laporan keuangan. Bebas dari kecurangan (fraud). Menjaga kerahasiaan informasi / data yang diperoleh dan tidak dibenarkan memberikan informasi rahasia tersebut kepada yang tidak berhak. Ketiga. Bila seorang akuntan menyerahkan kepada kliennya atau pihak lain suatu laporan keuangan yang disusunnya atau dibantu penyusunannya. organisasi profesi mensyaratkan pencapaian poin (SKP) tertentu dalam kurun / periode waktu tertentu. apabila KAP tidak dapat bertindak independen. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kolusi antara Akuntan Publik dengan klien yang merugikan pihak lain. Pertama. pimpinan atau pegawai pada instansi pemerintah. Kedua. KKA tersebut merupakan perwujudan dari langkahlangkah audit yang telah dilakukan oleh auditor dan sekaligus berfungsi sebagai pendukung (supporting) dari temuan-temuan audit (audit evidence) dan opini laporan audit (audit report). Seorang akuntan dikaitkan dengan laporan keungan jika ia mengizinkan namanya dalam suatu laporan. III. KAP harus menjauhi 4 (empat) larangan yaitu. pertama. 3. Keempat. Kedua. karena auditor harus senantiasa mengikuti perkembangan bisnis dan profesi audit secara terus menerus. maka ia juga dianggap berkaitan dengan laporan keuangan tersebut. memberikan jasa audit umum (general audit) atas laporan keuangan untuk klien yang sama berturut-turut untuk kurun waktu lebih dari 5 (lima) tahun. Sedangkan.1. kecuali yang diperbolehkan seperti jabatan sebagai dosen perguruan tinggi yang tidak menduduki jabatan struktural dan atau komisaris atau komite yang bertanggung jawab kepada komisaris atau pimpinan usaha konsultansi manajemen. Ketiga. memberikan jasa kepada suatu pihak. terutama SPM S eksi 100 tentang Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik (SPM-KAP). maka dilarang untuk memberikan jasa. atau badan hukum lainnya. dokumen. Dalam rangka peningkatan kapabilitas auditor. memberikan jasa yang tidak berkaitan dengan akuntansi. Pekerjaan Akuntan Publik Terdapat 5 (lima) kewajiban Akuntan Publik dan KAP yaitu. Ketiga. Memiliki Kertas Kerja Audit (KKA) dan mendokumentasikannya dengan baik. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau swasta. Kedua.

manajemen. Etika sudah jelas harus dipakai dalam setiap pekerjaan profesional. ketidakjujuran. Peke rjaan atau aktivitas dari akuntan publik dalam hal auditing tidak akan terlepas dari etika dan standar. 3. dapat menuntut ganti rugi secara perdata kepada Akuntan Publik maupun KAP.2 Tindakan melawan Hukum Setiap pihak yang menderita kerugian sebagai akibat dari pelanggaran Akuntan Publik dan KAP dalam memberikan jasanya. Dalam perencanaan audit direncanakan setiap prosedur yang akan dilakukan dalam aktivitas auditnya. Selain etika yang akan melandasi pekerjaan audit adalah aturan yang harus dipakai sehingga apa yang dilakukan akan sesuai dengan apa yang diharapkan. Kedua. mempekerjakan atau menggunakan jasa Pihak Terasosiasi yang menolak atau tidak bersedia memberikan keterangan yang diperlukan dalam rangka pemeriksaan terhadap Akuntan Publik dan KAP. sesuai dengan syarat minimal / kualifikasi auditor 2. ataupun pihak lain atau mengakibatkan kerugian pihak lain. yaitu. dan atau dokumen palsu atau yang dipalsukan untuk mendapatkan dan atau memperbarui izin akuntan publik. menghancurkan dan atau menghilangkan kertas kerja dan atau dokumen lain yang berkaitan dengan pemberian jasanya untuk kepentingan/keuntungan KAP. kompilasi. klien. Standar mengatur mulai dari syarat auditor misalnya independensi dan kompetensi auditor sampai bagaimana membuat laporan audit. atau mengakibatkan kerugian pihak lain. melakukan perencanaan audit dengan jelas . Selain perdata. Apabila Akuntan Publik atau KAP melanggar Standar Auditing (SA) dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dalam audit terhadap Laporan Keuangan suatu perusahaan (klien). yang bersangkutan juga dilarang memberikan jasa audit lainnya serta jasa yang berkaitan dengan akuntansi. 1. Standar yang mengatur pekerjaan akuntan publik dalam hal audit berfungsi mengatur semua aktivitas pekerjaan auditnya akuntan publik. Selama masa pembekuan izin. Pertama. perpajakan. Akuntan Publik dan KAP juga dapat dituntut dalam pelanggaran pidana. bahkan selalu dikawal dengan adanya standar itu. melakukan kecurangan (fraud). jasa pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif dan jasa pemeriksaan atas pelaporan informasi keuangan proforma. Ketiga. Kualitas hasil maupun kulaitas porses audit oleh akuntan publik dapat dijaga. Akuntan Publik tidak akan kehilangan arah dalam melakukan proses auditnya. Selain itu. memberikan pernyataan yang tidak benar. Hal ini mengakibatkan akuntan publik dapat melakukan pekerjaan auditnya : 1. IV. dan konsultasi sesuai dengan kompetensi Akuntan Publik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelima. KAP tersebut dilarang memberikan jasa akuntan. ataupun pihak lain. keuangan. maka Pemerintah dapat mencabut izin praktik KAP tersebut melalui Keputusan Menteri Keuangan.manajemen. klien. Pekerjaan Akuntan Publik Yang Dilandasi Standar Audit Akuntan Publik dalam melakukan pekerjaannya tidak terlepas dari sebuah perencanaan. yang meliputi jasa atestasi yang termasuk audit umum atas laporan keuangan. atau kelalaian dalam memberikan jasanya baik untuk kepentingan/ keuntungan Akuntan Publik. 2.

menjaga kerahasiaan informasi / data yang diperoleh. maka Akuntan Publik harus selalu menjaga integritas dan profesionalisme melalui pelaksanaan standar secara konsekuen dan konsisten. Pendekatan Terpadu. Standar audit juga dapat mendorong akuntan publik menggunakan kemahiran jabatannya (due professional care). Simpulan Mengingat profesi akuntan publik sangat penting perannya dalam dunia bisnis di Indonesia.id/2009/11 Ikatan Akuntan Indonesia (2001). James K. Pelaksanaan standar tidak akan terlepas dari kode etik akuntan publik. Jakarta: Salemba Empat . Jakarta: Salemba Empat Diptarina Yasmeen (2009). Akuntan publik dapat menjaga kualitas prses dan laporannya dengan berpijak pada standar audit yang sudah ditetapkan. Standar juga dalam pekerjaan lapangannya menetapkan auditor harus Mmmiliki Kertas Kerja Audit (KKA) dan mendokumentasikannya dengan baik. Amir Abadi Jusuf (2008).gunadarma. melaksanakan audit di meja (desk audit) ataupun di lapangan (field audit)dengan baik. 4. Dalam setiap penugasan yang diberikan. ketidakjujuran dan kelalaian. Retrieved 21 Nopember 2009. Standar Profesional Akuntan Publik. Akuntan Publik dan KAP agar menghindarkan diri dari tindakan tercela. Sehingga fungsi standar audit dalam pekerjaan akuntan publik ini sangat kuat untu mendorong ke arah kualitas pekerjaan yang semakin baik dan profesional. 6. Akuntan Publik harus selalu bersikap independen dan menggunakan kemahiran jabatannya secara profesional (due professional care). Standar menetapkan kompetensi hal ini akan mendorong akuntan publik untuk memiliki pengalaman yang cukup. 4. karena sudah diatur dalam standar. Standar audit juga mengikat seorang auditor dengan etika profesinya karena pekerjaan auditor dalam standar harus dilandasi dengan landasan moral dan etika. Auditing. Loebbecke . ed. Melakukan pelaporan audit yang jelas. sehingga kewajiban dan larangan akuntan publik dapat dipenuhi dengan baik. Standar akan menjadi pedoman dan pegangan akuntan publik.3.ac. Standar audit berfungsi sebagai pengendali secara preventif terhadap kecurangan (fraud). V. melakukan pengendalian mutu. Standar mengatur semua tahapan dalam proses audit yang dilakukan akuntan publik. Sehingga fungsi standar audit dalam pekerjaan akuntan publik ini akan melandasai seluruh pekerjaan akuntan publik khusunya dalam bidang auditing. Daftar Pustaka Alvin A. dan bersikap profesional. 3. seperti kolusi (collusion) dengan klien atau menutupi terjadinya tindak kecurangan (fraud) yang sangat merugikan berbagai pihak. Arens. auditor harus mengikuti Pendidikan Profesi berkelanjutan (Continuing Profesion education) sebagai upaya untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang audit dan proses bisnis (business process). Etika Profesi Akuntan Publik Dan Akuntan Lainnya. http://wartawarga.

IAASB menerbitkan International Standard on Related Services (ISRSs). 5th Editi n. Untuk kategori kedua ini. Standar ini terdiri dari dua standar yaitu : International Standard on Auditings (ISAs). pengolahan informasi. Selanjutnya. Lawrence B et all. Dan untuk penerapan standar review. Dan untuk penerapan lebih praktisnya. Standar ini harus diterapkan pada penugasan kompilasi. sebelum terbentuknya Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). IAASB mengeluarkan International Auditing Practice Statement (IAPSs). (2006). serta . Sukri no A. Standar yang diterbitkan oleh IAASB terbagi dalam tiga kategori. Kategori terakhir adalah standar untuk jasa lainnya. IAASB telah menerbitkan International Assurance Engagement Practice Statements (IAEPS). Selain mengeluarkan standar untuk pekerjaan auditor. standar audit dan review informasi keuangan historis.Dibaca: 1351 kali 26 orang | 20 orang International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB) adalah merupakan badan yang dibentuk oleh International Federation of Accountants (IFAC) sebagai badan pembuat standar auditing dan assurance. The Practice of Modern Internal Auditing. IAASB juga telah mengeluarkan pedoman interpretasi dan bantuan praktis yang diberi nama International Related Service Practice Statements (IRSPSs). 03 April 2010 . 3. standar untuk penugasan assurance selain audit atau review laporan keuangan historis. IAPS ini merupakan pedoman interpretasi dan bantuan praktis di dalam menerapkan standar auditing.22:38:55 WIB Diposting oleh : Administrator Kategori: Audit . Untuk penerapannya. IAASB mengeluarkan International Standard Assurance Engagements (ISAEs). standar auditing ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia -Kompartemen Akuntan Publik (IAIKAP). IIA. Pertama. Jakarta: BPFE UI Disimpan dalam Tak Berkategori Standar Auditing Internasional (ISA) vs Standar Auditing Indonesia (SPAP) Sabtu. Di Indonesia. IAASB juga telah mengeluarkan pedoman interpretasi dan batuan praktisnya. Kategori kedua. (2003) Sawyer¶s Internal Auditing. Setelah terbentuknya IAPI yang secara resmi diterima sebagai anggota asosiasi yang pertama oleh IAI pada tanggal 4 Juni 2007 serta diakui oleh pemerintah RI sebagai organisasi profesi akuntan publik yang berwenang melaksanakan ujiansertifikasi akuntan publik. penyusunan dan penerbitan standar profesional dan etika akuntan publik. dan International Standard on Review Engagement (ISREs). IAEPS ini merupakan pedoman interpretasi dan bantuan praktis didalam menerapkan standar assurance. untuk membantu penerapan standar auditing. dan jasa penugasan lain.Sawyer. Pedoman ini diberi nama International Review Engagement Practice Statement (IREPSs). IAASB juga mengeluarkan standar untuk memberikan mutu pelayanan yang baik. Buku I dan II Ed. Untuk kategori ketiga ini. Auditing Pemeriksaan Akuntan Oleh Kantor Akuntan Publik. Standar ini dinamakan International Standard on Qualitiy Controls (ISQCSs).

17/PMK. yaitu mulai melaksanakan audit. Pernyataan Standar Auditing 2. Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang berlaku di Indonesia selama ini mengacu pada standar auditing dari Amerika. substantive and analytical procedure dan other substantive procedure. Pernyataan Standar Atestasi 3. Pernyataan Jasa Akuntansi dan Review 4. Sedangkan International Standar on Auditing (ISA) tidak membagi standar auditing dengan kategori seperti halnya SPAP. SPAP merupakan kodifikasi berbagai pernyataan standar teknis dan aturan etika.01/2008 pada tanggal 5 Pebruari 2008. Demikian sedikit gambaran International Standar on Auditing (ISA) yang merupakan standar audit internasional dibandingkan dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang merupakan standar audit yang berlaku di Indonesia. Pernyataan Jasa Konsultasi 5. tahap kedua melakukan pengumpulan informasi. Dari keenam tahapan pekerjaan audit yang diatur dalam ISA tersebut sepertinya tidak jauh berbeda dengan pengaturan dalam SPAP yang menjadi pedoman audit bagi KAP di Indonesia. Tahap pertama dimulai dengan persetujuan penugasan (agreement of engagement). Kemudian. Penyajian standar-standar yang ada di ISA sudah mencerminkan proses pengerjaan auditing.menyelenggarakan program pendidikan berkelanjutan bagi seluruh akuntan publik di Indonesia melalui Peraturan Menteri Keuangan No. Tahap selanjutnya adalah execute the audit. Tahap ketiga adalah pengembangan strategi audit. selanjutnya standar auditing berupa Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) disusun dan diterbitkan oleh IAPI. Pada ISA. Standar Pekerjaan Lapangan dan Standar Pelaporan. Pernyataan Standar Pengendalian Mutu Sedangkan aturan etika yang dicantumkan dalam SPAP adalah Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang dinyatakan berlaku oleh Kompartemen Akuntan Publik sejak bulan Mei 2000. serta penentuan unit yang akan diaudit. Pernyataan standar teknis yang dikodifikasi dalam SPAP terdiri dari : 1. Tahap kelima. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan access inherent list. mulai membentuk opini. Pada saat melaksanakan audit maka akan dilakukan test of control. Standar Pekerjaan Lapangan dan Standar Pelaporan. tidak ada Standar Umum. Dan tahap terakhir adalah membuat laporan audit. pemahaman bisnis dan sistim akuntansi klien. SPAP ini membagi standar auditing menjadi tiga bagian utama yaitu Standar Umum. Pendekatan pekerjaan audit di ISA dibagi dalam enam tahap. .