Iskandar Daulima

,

BAB I PENDAHULUAN A. Asal Mula Hukum Ketenagakerjaan

Asal muala adanaya Hukum Ketanagakerjaan di Indonesia terdiri dari beberapa fase jika kita lihat pada abad 120 sm . ketika bangsa Indonesia ini mulai ada sudah dikenal adanya system gotong royong , antara anggota masyarakat . dimana gotong royong merupakan suatu system pengerahan tenaga kerja tambahan dari luar kalangan keluarga yang dimaksudkan untuk mengisi kekurangan tenaga, pada masa sibuk dengan tidak mengenal suatu balas jasa dalam bentuk materi . sifat gotong royong ini memiliki nilai luhur dan diyakini membawa kemaslahatan karena berintikan kebaikan , kebijakan, dan hikmah bagi semua orang gotong royong ini nantinya menjadi sumber terbentuknya hukum ketanaga kerjaan adat . dimana walaupun peraturannya tidak secara tertulis , namun hukum ketenagakerjaan adat ini merupakan ide ntitas bangsa yang mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia dan merupakan penjelmaan dari jiwa bantgsa Indonesia dari abad ke abad Setelah memasuki abad masehi , ketika sudah mulai berdiri suatu kerajaan di Indonesia hubungan kerja berdasarkan perbudakan , seperi saat jaman kerajaan hindia belanda pada zaman ini terdapat suatu system pengkastaan . antara lain : brahmana, ksatria, waisya, sudra, dan paria , dimana kasta sudra merupakan kasta paling rendah golongan sudra & paria ini menjadi budakdari kasta b rahmana , ksatria , dan waisya mereka hanya menjalankan kewajiban sedangkan hak -haknya dikuasai oleh para majikan Sama halnya dengan islam walaupun tidak secara tegas adanya system pengangkatan namun sebenarnya sama saja . pada masa ini kaum bangsawan (raden ) memiliki hak penuh atas para tukang nya . nilai -nilai keislaman tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena terhalang oleh didnding budaya bangsa yang sudah berlaku 6 abad ±abad sebelumnya

1 www.iskandardaulima.blogspot.com| FB : iskandar.daulima@hotmail.com

satu-satunya penyelsaiannya adalah mendudukan para budak pada kedudukan manusia merdeka. Pada awal pemerintahan RI. 42 yang berisikan larangan untuk memasukan budak-budak ke pulau jawa .blogspot. namun hal tersebut di manfaatkan oleh penjajah menjadi suatu kerja paksa untuk kepentingan pemerintah hindia belanda dan pembesar-pembesarnya.Iskandar Daulima. pada saat pemerintahan darurat di Sumatera Menteri Perburuhan dan Sosial diberi jabatan rangkap meliputi urusan-urusan pembangunan.daulima@hotmail. Pemuda dan Ke amanan.com .com| FB : iskandar. waktu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia menetapkan jumlah kementerian pada tanggal 19 Agustus 1945. 1818 di tetapkan pada suatu UUD HB (regeling reglement) 1818 berdasarkan pasal 115 RR menetapkan bahwa palin g lambat pada tanggal 1 -06-1960 perbudakan dihapuskan Selain kasus hindia belanda mengenai perbudakan yang keji dikenal juga istilah rodi yang pada dasarnya sama saja . kementerian yang bertugas mengurus masalah ketenagakerjaan belum ada tugas dan fungsi yang menangani masalah -masalah perburuhan diletakkan pada Kementerian Sosial baru mulai tanggal 3 Juli 1947 ditetapkan adanya kementerian Perburuhan dan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1947 tanggal 25 Juli 1947 ditetapkan tugas pokok Kementerian Perburuhan Kemudian berdasarkan Peraturan Menteri Perburuhan (PMP) Nomor 1 Tahun 1948 tanggal 29 Juli 1947 ditetapkan tugas po kok Kementerian Perburuhan yang mencakup tugas urusan -urusan sosial menjadi Kementerian Perburuhan dan Sosial. kemudian thn. rodi adalah kerja paksa mula-mula merupakan gotong royong oleh semua penduduk suatu des adesa suku tertentu .iskandardaulima. Baik sosiologis maupun yuridis dan ekonomis. Tindakan belanda dalam mengata si kasus perbudakan ini dengan mengeluarkan staatblad 1817 no. 2 www. Pada saat masa pendudukan hindia belanda di Indonesia kasus perbudakan semakin meningkat perlakuan terhadap budak sangat keji & tidak berprikemanusiaan .

Struktur organisasi ini tidak mengalami perubahan sampai dengan kwartal pertama tahun 1954. kecuali untuk tingkat daerah. Berdasarkan Peraturan tersebut Kementerian Perburuhan tidak mengalami perubahan sampai dengan tahun 1964.com .daulima@hotmail. pertentangan -pertentangan mulai muncul dimana mana. Sejak awal periode Demokrasi Terpimpin.blogspot. Melalui Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 70 mulai te4rjadi perubahan yang kemudian disempurnakan melalui Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 77 junto Peraturan Menteri Perburuhan Nomor : 79 Tahun 1954. 3 www. sehingga melalui PMP Nomor :12 Tahun 1959 dibentuk kantor Panitia Perselisihan Perburuhan Tingkat Pusat (P4P) dan Tingkat Daerah (P4D). pada saat itu kegiatan Kementerian . Sedangkan struktur organisasinya terdiri dari Direktorat Hubungan dan Pengawasan Perburuhan dan Direktorat Tenaga Kerja. Berdasarkan peraturan tersebut mulai tampak kelengkapan struktur organisasi Kementerian Perburuhan yang mencakup struktur organisasi Kemen terian Perburuhan yang mencakup struktur organisasi sampai tingkat daerah dan resort dengan uraian tugas yang jelas. Pada pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) organisasi Kementerian Perburuhan tidak lagi mencakup urusan sosial dan struktur organisasinya didasarkan pada Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 1 Tahun 1950 setelah Republik Indonesia Serikat bubar. stru ktur organisasi Kementerian Perburuhan disempurnakan lagi dengan Peraturan Kementerian Perburuhan Nomor 1 tahun 1951.iskandardaulima. Struktur Organisasi mulai berubah melalui Peraturan Menteri Perburuhan Nomor : 8 Tahun 1964 yaitu dengan ditetapkannya empat jabatan. Perburuhan dipusatkan pada usaha penyelesaian perselisihan perburuhan.com| FB : iskandar. terdapat organisasi buruh dan gabungan serikat buruh baik yang berafiliasi dengan partai politik maupun yang bebas. penelitian. Struktur Organisasi Kementerian Perburuhan sejak Kabinet Kerja I sampai dengan Kabinet Kerja IV (empat) tidak mengalami perubahan.Iskandar Daulima. Pembantu menteri untuk urusan-urusan administrasi. sementara itu masalah pengangguran terabaikan.

Susunan organisasi dan tata kerja Departemen Tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi diatur melalui Kepmen Nakertranskop Nomor Kep 1000/Men/1975 yang mengacu kepada KEPPRES No 44 Tahun 1974. Dalam Kabinet Pembangunan II I. Transmigrasi dan Koperasi.iskandardaulima. Depnaker diperluas menjadi Departemen Tenaga Kerja. organisasi Kementerian Perburuhan yang berdasarkan Peraturan tersebut disempurnakan dengan Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 13 Tahun 1964 tanggal 27 November 1964. 4 www. Dalam periode Orde Baru (masa transisi 1966-1969). sehingga ruang lingkup tugas dan fungsinya tidak hanya mencakup permasalahan ketenagakerjaan tetapi juga mencakup permasalahan ketransmigrasian dan pengkoperasian. Dalam perkembangan selanjutnya. unsur koperasi dipisahkan dan Departemen Tenaga kerja . Dalam masa bakti Kabinet Pembangunan IV dibentuk Departemen Transmigrasi. Transmigrasi dan Koperasi. perencanaan dan penilaian hubungan dan pengawasan perburuhan. Pada pembentukan Kabinet Pembangunan II.daulima@hotmail. Kementerian Perburuhan berubah nama menjadi Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) berdasarkan Keputusan tersebut jabatan Pembantu Menteri dilingkunga n Depnaker dihapuskan dan sebagai penggantinya dibentuk satu jabatan Sekretaris Jenderal.com . sehingga unsur transmigrasi dipisah dari Depnaker Susunan organisasi dan tata kerja Depnakerditetapkan dengan Kepmennaker No. sehingga menjadi Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans).com| FB : iskandar. serta merupakan awal pelaksanaan Pembangunan Jangka Panjang Tahap I (P JPT I). dan tenaga kerja.blogspot.Iskandar Daulima. Kep 199/Men/1984 sedangkan susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Transmigrasi Nomor : Kep-55A/Men/1983. yang pada pokoknya menambah satu jabatan Pembantu Menteri Urusan Khusus. Masa transisi berakhir tahun 1969 yang ditandai dengan dimulainya tahap pembangunan Repelita I.

blogspot.com| FB : iskandar. atau yang lebih dikenal dengan perselisihan hubungan industrial Masalah yang saya angkat dalam makalah ini adalah ³pekerja harian lepas´ memang sangat ironis dengan kehidupan sehari-hari kita perkerja harian lepas ini menjadi fe nomena menarik. Pada masa reformasi Departemen Tenaga Kerja dan Departemen Transmigrasi kemudian bergabung kembali pada tanggal 22 Februari 2001. Usaha penataan organisasi Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus dilakukan dengan mengacu kepada Keputusan Presiden RI Nomor 47 Tahun 2002 tentang Kedudukan .daulima@hotmail. Fungsi Kewenangan. 5 www.com . Dimana pekerja hanya bekerja separuh waktu dan digaji sesuai pekerjaannya tersebut. Rumusan Masalah Sekian banyak persoalan tentang ketengakerjan menjaikan ketenagakerjaan ini mekajadi sebuah polemik didalam kehidupan sehari hari kita. B.Iskandar Daulima. Tidak jarang banyak terjadi perselisihan antara pengusaha dan buruh. Susunan Organisasi dan Tata Kerja. Tugas.iskandardaulima.

dan jawabannya dapat kita temukan di KEPMEN Nakertrans No 100 Tahun 2004 Pasal 10. bolekah mengadakan pekerja harian dalam suatu perusahaan.com| FB : iskandar. Perjanjian kerja harian lepas yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2) dikecualikan dari ketentuan jangka waktu PKWT pada umumnya (dengan kata lain tidak ada ketentuan mengenai jangka waktu) Pasal 12 1) Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh pada pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 wajib membuat perjanjian kerja harian lepas secara tertulis dengan para pekerja/buruh 2) Perjanjian kerja harian lepas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dibuat berupa daftar pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan 6 www. sisitem upah disesuaikan dengan cara absensial. 2) Perjanjian kerja harian lepas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan ketentuan pekerja/buruh bekerja kurang d ari 21 hari dalam 1 bulan.Iskandar Daulima. Yang menjadi permasalhan disini adalah.com . dapat dilakukan dengan perjanji an kerja harian atau lepas. BAB II PEMBAHASAN A.iskandardaulima. Ketentuan Pekerja Harian atau Lepas Pekerja harian atau lepas adalah pekerja yang diupah sesuai dengan kehadirannya dalam melakukan pekerjaannya. Yakni Pasal 10 1) Untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berubah -ubah dalam hal waktu dan volume pekerjaan serta upah didasarkan pada kehadiran.daulima@hotmail.blogspot. 3) alam hal pekerja/buruh bekerja 21 hari atau lebih selama 3 bulan berturut-turut atau lebih maka perjanjian kerja harian lepas berubah menjadi PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu/kontrak kerja) Pasal 11 1).

maksimalnya adalah 3 bulan. namun kondsi bangsa dan p erekonomian yang carutmarut ini menyebabkan dibolehkannya sistem pekerja semacam ini. c. nama/alamat perusahaan atau pemberi kerja. Coba seandainya terjadi perselisihan hubungan industrial.adalah. Dikarenakan sisten kerja lepas / harian ini bertitik berat kepada kepentingan si majikan itu sendiri. disitu rata-rata pekerja yang direkrut mengunakan sistem kerja harian / lepas. jenis pekerjaan yang dilakukan. Jika skala kecil kita dapat melihatnya pada proyek-proyek pekrjaan umum.iskandardaulima. dalam merekrut pekerjannya.com . d. nama/alamat pekerja/buruh. b. antara pekerja dan dan majikan tidak terjadi ikatan kerja yang kuat. karena sistem jaminan kerja yang diterapka tidak menjamin hakhak pekerja. Sedangkan menurut tinjauan dilapangan. atau dengan 7 www.Iskandar Daulima. Sedangkan sesuai KepMen 100/2004 tidak diatur secara jelas waktu maksimalnya. sebagaimana dimaksud dalam Pa sal 10 sekurang-kurangnya memuat: a. berepa lamakah waktu maksimal untuk mempekerjakan tenaga kerja harian / lepas. Jika melihat konteks sosial yang terjadi sangat disesali jika adaya perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja dengan sistem kerja harian ataulepas. Pekerjaan hariaan lepas semacam ini banyak kita temui di perusahaan-perusahaan Tambang minyak dan perusahaan -perusahaan yang mengunakan sistem tender. dengan mengunakan sistem ini.blogspot.com| FB : iskandar. besarnya upah dan/atau imbalan lainnya.daulima@hotmail. Jadi hal ini mengesankan pemerintah tidak membatasi waktu masimal untuk pekerja harian lepas. maka pihak yang sangat dirugiakan disini adalah pekerja itu sendiri. yang diupah sehari sekali sesuai dengan intensitas kehadiran masing -masing pekerja. Bila merujuk pada PerMen 06/1985 (yang sudah obsolete). sehingga membutuhkan tenaga kerja tambahan. Jika melihat dari kondisi pekerja.

betapa tidak.daulima@hotmail. khususnya pekerja.com| FB : iskandar. Asas-Asas dan Tujuan Landasan. Hukum ketenagakerjaan itu sendiri dibuat untuk menjadikan tenaga kerja mendapatkan kedudukan atas hak yang sama di dalam perusahaan/lapangan kerja tersebut.100 Tahun 2004 tentang ketentuan pelaksanaan perjanjian waktu tertentu.blogspot. Selain diautur dalam undang -undang hukum ketenagakerjaan pun diatur dalma Keputusan Menteri Tenagakerja dan Transmigrasi No. seperti kita ketahui bersama. Dengan adanya undang -undang ini maka diharapkan adanya jaminan hukum antara pekerja dan majikan.Iskandar Daulima. hampir disetiap perusahaan melakukan pelanggaran terhadap hak -hak pekerja. B. Sedangkan untuk tujuan hukum ketenagakerjaan diaturdala m pasal 4 Undang-undang No 13 Tahun 2003 Teentang ketenagakerjaan yang berbunyi : Pembangunan ketenagakerjaan bertujuan : 8 www. sebelum adanya undang-undnag ini ketenagakerjaan di Indonesia sangat merisaukan. Dasar Hukum Ketenagakerjaan Hukum ketenagakerjaan Indonesia diat ur dalam Undang-undang No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan .com . Landasan. sehingga menjadikan Undang -undang ini menjadi prodak hukum yang sangat mengakomodir seluruh kepentingan dari masyarkat. asas-asas dan tujuan hukum ketenagakerjaan diatur dalam Pasal 2-4 Undang-undang No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yakni berbunyi :Pasal 2 ³Pembangunan ketenagakerjaan berlandasan Pancasila dan Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. C. Seperti kita ketahui bersama Undang -undang ini lahir pada fase reformasi.iskandardaulima. sengaja memberikan kelonggaran kepada perusahaan yang menerapkan sistem kerja harian / lepas.

D. 3. pelaksanaan hubungan kerja di Indonesia Pasal 1 angka 15 UU no. masa purna kerja ( post employment) Jangkauan hukum ketenagakerjaan lebih luas bila dibandingkan dengan hukum perdata sebagaimana di atur dalam buku III title 7A yang lebih menitik beratkan pada aktivitas tenaga kerja dalam hubungan kerja E. memberdayakan dan mendayagunakan tenaga kerja secara optimal dan manusiawi.iskandardaulima. dan 4. 2.Iskandar Daulima. Ruang lingkup ketenagakerjaan Ruang lingkup ketenagakerjaan meliputi : pra kerja.com| FB : iskandar.daulima@hotmail. meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya.com . upah dan perintah ´ Hubungan kerja adalah suatu hubungan pengusaha dan pekerja yang timbul dari perjanjian kerja yang diadakan untuk waktu tertentu namun waktu yangtidak tertentu 9 www. masa dalam hubungan kerja. 1. memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dalam mewujudkan kesejahteraan.blogspot. Pembangunan ketanagakerjaan diselenggarakan atas asas keterpaduan dengan melalui koordinasi fungsional lintas sektoral pusat dan daerah artinya asas pembangunan ketanagakerjaan pada dasarnya sesuai dengan asas pembangunan nasional khususnya asas demokrasi pancasila serta asas adil dan merata. mewujudkan pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah.13 th. 2003 disebutkan bahwa : ³Hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja atau buruh berdasarkan perjanjian kerja yang mempunyai unsure -unsur pekerjaan .

daulima@hotmail. Pengertian perjanjian kerja Dalam KUHPerdata . Perjanjian Kerja Pasal 1313 KUHPerdata yang berbunyi ³perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih lainnya.iskandardaulima. * Suatu hal tertentu c. ³ : ³perjanjian adalah subjek hukum antara dua pihak atau lebih berdasarkan kata sepakat untuk menimbulkan akibat hukum . * Suatu sebab yang hallal 4.´ 2.´ * Definisi pejanjian klasik .G Rood (pakar hukum perburuhan dari belanda ). Unsur-unsur dalam perjanjian kerja : KUHPerdata pasal 1320 (menurut pasal 1338 (1) ) menyatakan sahnya perjanjian : Mereka sepakat untuk mengakibatkan diri a.blogspot. 4 unsur syarat perjanjian kerja : * Adanya unsure work (pekerjaan ) Dalam suatau perjanjian kerja haruslah ada pekerjaan yang jelas yang dilakukan oleh pekerja dan sesuai denagan yang tercantum dalam perjanjian yang telah disepakati 10 www. Pengertian luas dan lemah ³Sudikno Mertokusumo .Iskandar Daulima.´ 3.com . maka ada dua macam perjanjian dengan mana pihak yang lain dengan menerima upah.com| FB : iskandar. ³ perjanjian adalah perbuatan h ukum bukan hubungan hukum dengan pasal 1313 perjanjian adalah perbuatan ). oleh karena kebiasaan . F. Syarat subjektif : mengenai subjek perjanjian dan akibat hukum M. perjanjian perburuhan dan pemborong pekerjaan. pasal 1601 titel VII A buku III tentang perjanjian untuk melakuakn pekerjaan yang menyatakan bahwa : ³selain (sesuai perjanjian-perjanjian untuk melakukan sementara jasa -jasa yang diatur oleh ketentuan yang khusus untuk itu dan untuk syarat-syarat yang di perjanjikan dan jika itu tidak ada .´ 1. * Cakap untuk membuat suatu perikatan b.

c. putusan hubungan kerja karena tindakan indisipliner 11 www. dengan ketentuan ±ketentuan yang tercantum dalam UU no. Istilah dan pengertian hubungan kerja 1. Deter mination .iskandardaulima. Berakhirnya Perjanjian Kerja Alasan berakhirnya perjanjian kerja adalah : a.13 thn. sedangkan kewajiban adalah para pihak . Bentuk Perjanjian Kerja : Dalam praktik di kenal 2 bentuk perjanjian a. Berakhir karena jangka waktu dalam perjanjian . bahwa perjanjian yang dibuatnya itu menginginkan dibuat secara tertulis . disebut prestasi 6. Pekerja meninggal dunia b. Adanya unsure time (waktu ) c.blogspot. Tidak tertulis bahwa perjnjian yang oleh undang-undahng tidak disyaratkan dalam bentuk tertulis Hak Dan Kewajiban Para Pihak Dlam Perjanjian Kerja Subjek dari perjanjian kerja adalah orang -orang yang terikat oleh perjanjian yang di buatnya Hak dan kewajiban subjek kerja .com . diman hak merupakan suatu tuntutan & keinginan yang di peroleh oleh subjek kerja ( pengusaha dan pekerja ). Adanya unsure pay (upah ) 5.Iskandar Daulima. Pemutusan hubungan kerja G. agar adanya kepastian hukum b.com| FB : iskandar. putusan hubungan kerja karena selesai at au berakhirnya kontrak kerja 2. Adanya putusan pengadilan dan atau putusan atau penetapan lembaga penyelsaian per selisihan hubungan industrial d. 2003 a. Tertulis Di peruntuk perjanjian -perjanjian yang sifatnya tertentu atau adanya kesepakatan para pihak. Dissmisal. Adanya keadaan atau kejadian yang di cantumkan dalam perjanjian kerja e.daulima@hotmail. Adanya unsure service (pelayanan) b.

Dua macam ±macam pemutusan hubungan kerja 1. Redudancy.X. Meninggalnya pengusaha c. sebagai upah akhir.com| FB : iskandar. F. perjanjian kerja untuk waktu tidak tentu d. Men tenaga kerja & transmigrasi no: Kep. 6.13 thn. b. 3. (pasal 1. 2003 ditegaskan bahwa perjanjian kerja berakhir apabila pekerja meni nggal dunia namun hak-hak nya bisa di berikan pada ahli waris (61. 2003 PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena sesuatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara perkara (buruh dan pengusaha ) H.daulima@hotmail. pemutusan hubungan kerja yang berkaitan dengan masalah ekonomi 5. Retrechtment.iskandardaulima. Masa percobaan b. pekerja dapat memutuskan hubungan kerja sewa ktu-waktu pemutusan hubungan kerja oleh pengusaha a. tanpa suatu tindakan atau perbuatan salah satu pihak pemutusan hubungan kerja ini terjadi pada saat perjanjian kerja pada waktu tertentu.Iskandar Daulima. pemutusan hubungan kerja yang berkaitan de ngan perkembangan tekhnologi 4. Pasal 1 angka 25 UU no.com . waktu tertentu ) 2.blogspot.13 thn.100/ Men/ V/ 2004 tentang keterangan pelaksanaan perjanj ian kerja . Djumialdji Pemutusan hubungan kerja adalah suatu langkah pengakhiran hubungan kerja antara buruh dan majikan karena suatu hal tertentu. pemutusan hubungan kerja demi hukum hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja berhenti dengan sendirinya yang mana kedua belah pihak hanya pasif saja .1 Kep. Pemutusan hubungan kerja oleh pengadilan 12 www. Pekerja meninggal dunia pasal 61 ayat 1 huruf a UU no.a(5) pemutusan hubungan kerja oleh pekerja dapat terjadi karena : a. pemutusan hubungan kerja dilakuakan oleh pengusaha dengan membayarkan uang pesangon.

melakukan pekerjaan 3.iskandardaulima.com| FB : iskandar.com .perselisihan kolektif 3.menurut sifatnya 2. upah nominal adalah jumlah yang berupa uang b.daulima@hotmail. I.blogspot. system upah jangka waktu upah yang ditetapkan menurut jangka waktu pekerja . system pengupahan Di pandang dari sudut nilainya upah dibedakan antara upah nominal dengan upah riil a.menurut jenisnya a.karena alas an ± alas an penting. Keputusan yang di tetapkan oleh pengadilan tentang pemutusan hubungan berdasarkan kerja dalam pengadilan perdata oleh yang pihak biasa yang surat permohonan bersangkutan. upah riil adalah banyaknya barang yang dapat dibeli o leh jumlah uang itu menurut cara menetapkan upah dibagi kedalam system -sistem pengupahan . Penyelsaian hubungan kerja Dibedakan atas dan bagian : 1.perselisihan perseorangan 4. system upah potongan 13 www. sebagai berikut : 1. 2.Iskandar Daulima. perselisihan kepentingan b. c.

Pekerja harian / lepas adalah sebuah komponen ekonomi kemasyarakatan. B.daulima@hotmail. sehingga mengharuskan kita untuk selalu meperbaharui hukum tersebut.com . Untuk itu diharapka diadakannya perubahan terhadap undang-undang tersebut. yakni penggerak sebuah roda ekonomi bangsa. Tidak adanya perlindungan kerja yang tetap sehingga memberikan keleluasaan kepada majikan / perusahaan melakukan sesuatu sesuka hatinya kepada pekerja harian / lepas. Undang -Undang No 13 tahun 2003 Tentang ketenagakerjaan sudah tidak sesuai lagi dengan dinamika masyarakat. Mengingat hukum itu bersifat dinamis. sekalipun pekerjaan yang berskala rumahan.iskandardaulima. tidak memandang bulu.com| FB : iskandar. Dengan diberlakukannya KepMen No 100 Tahun 2004 tentang ketentuan pelaksanaan perjanjian waktu tertentu memberikan kebebasan kepada pengusaha / perusahaan untuk memberlakukan sistem kerja seperti ini. Keseimpulan Undang-undang No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan merupakan landasan yuridus bagi setiap pekerja di Indonesia. Saran Sesuai dengan ketentuang perundang -undangan undang -undang No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan mengingatkan kita akan haknya pekerja.blogspot. untuk itu menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap pekerja dengan sistem semacam ini. baik yang bekerja diperusahaan besar atau perusahaan kecil. karena italah fungsi dan tugas dari pemerintah sebagai penyelenggara pemerintahan. BAB III PENUTUP A. 14 www.Iskandar Daulima. yang sesuia dituangkan di dalam undang -undnag tersebut. Disisi lain juga pekerja harian lepas harus memiliki jaminan akan pekerjaannya kelak a gar tidak terjadi kesewenangan terhadap pekerja.

com| FB : iskandar.Iskandar Daulima.com .iskandardaulima. untuk itu diharapkan kedepannya didalam memperbaiki sistem dari perangkat hukum yang memadai khususnya untuk ketenagakerjaan 15 www.daulima@hotmail.blogspot. Didalamnya. Hak dari pekerja mendapatkan hak yang semestinya didalam undang-undang ini tidak diatur secara terperinci.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful