P. 1
2. filum porifera

2. filum porifera

|Views: 431|Likes:
Published by Iwan Biosfermania
laporan praktikum
laporan praktikum

More info:

Published by: Iwan Biosfermania on Jul 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

1

A. &&
Filum PoriIera
. %&&AN
1. Untuk melatih mahasiswa dalam mendeskripsikan ciri khas anggota Iilum
poriIera berdasarkan ciri morIologi struktur tubuhnya.
2. Untuk melatih mahasiswa dalam melakukan identiIikasi terhadap anggota
Iilum poriIera.
. ASAR%RI
Hewan spons ('sponges¨) atau disebut iuga sebagai kelompok poriIera
merupkan hewan multiseluler yang primitiI. Yubunya tidak memiliki iaringan
maupun organ yang sesungguhnya. Semua hewan dewasa anggota dari Iilum
poriIera bersiIat menempel/sesil pada suatu dasar dan hanya menuniukan sedikit
gerakan. Menurut pandangan naturalis kuno sperti Aristoteles, Pliny, dan lain-
lain, bahwa adanya aliran air di dalam tubih poriIera, maka ielas bahwa poriIera
termaksuk kelompok hewan.
Kata 'poriIera¨ berasal dari kata bahasa latin, porus ¹ Ierra, porus berarti
lubang kecil, (dalam bentuk tunggal ÷ porus, sedangakn dalam bentuk iamak ÷
pori), sedang Ierra berarti mengandung atau mengemban. Kata tersebut untuk
menuniukan akan kekhususan hewan yang bersangkutan, yaitu hewan yang
memiliki banyak lubang-lubang kecil dan bila disingkat cukup disebut hewan
berpori.
Bila dibandingakan dengan susunan tubuh protozoa maka susunan tubuh
poriIera sudah lebih kompleks, sebab tubuhnya tidak terdiri atas satu sel
melainkan telah tersusun atas banyak sel. Walaupun hewan ini sudah tersusun atas
banyak sel, tetapi sel-selnya masih cenderung bekeria secara mandiri (individual),
atrinya belum ada koordinasi antara sel satu dengan yang lain. Dengan demikian
PoriIera dimasukan dalam golangan metozoa (hewan multiseluller) tingkat
rendah, sebab iaringan tubuh yang dimilikinya masih dalam bentuk sederhana dan
belum mempunyai apa yang disebut organ tubuh, susunan saraI serta saluran
pencernaan makanan.

2

Bentuk umum tubuhnya adalah radial simetris radial, hidup soliter atau
berkoloni dan melekat pada substrat yang keras di dasar perairan. Secara Iisiologis
sel-sel tubuhnya cenderung untuk bekeria secara individual dan tidak ada
terkoordinasi. Tubuhnya disokong oleh sistem kerangka dalam yang sangat
sederhana, yakni berupa spikula-spikula yang terbuat dari kapur (CaCO
3
,
kaca/silikat (H
2
SI
3
O
7
) atau spongin (bahan organik). Berdasarkan bahan
pembentuk kerangkanya, Iilum poriIera dibagi meniadi 3 kelas, yakni Calcarea
(Calcispongiae), Hexactinellida (Hyalospangiae) dan demospongia.
1. kelas Calcarea
dikenal sebagai spons calcareous yang khas karena selalu mempunyai spikula
yang tersusun atas kalsium karbonat. Hidup di laut, tubuh berukuran tidak lebih
dari 10 cm. Spikula umumnya sikonoid dan leukonoid. Tubuh spons kelas
calcarea bervariasi warnanya yaitu : kuning cerah, merah dan ungu.
Contoh: kelas ini adalah genus Leusoconia (kanal tipe askonoid), svcon dan
grantia( kanal tipe sikonoid).
2. Kelas Hexatcinellida
Perwakilan dari kelas ini biasa disebut spons gelas. Nama Hexatinellida
berhubungan dengan bentuk spikulanya yang heksason (bercabang enam). Spons
class ini hidup menyendiri dengan bentuk mangkuk, vas bunga dan piala. Kanal
pada kelas ini bertipe sikonoid, dengan ukuran tubuh spons berkisar dari 10
sampai 30 cm. Sebagian besar berwarna pucat. Spons dari hexactinellida terutama
hidup di perairan dalm sekitar 450-900 cm di bawah permukaan laut.
Contoh: anggota kelas ini adalah keraniang bunga 'venus¨ uplectella dia
bersimbiosis komensalisme dengan ienis udang spongicola.
3. Kelas demospongiae
spons yang termasuk class demospongiae mempunyai penyebaran tempat
hidup yang luas dari perairan tawar sampai dengan perairan laut. Class
Demospongiae mencakup 95° dari semua hewan-hewan spons. Struktur kanal
kelas demospongiae seluruhnya bersiIat leukonoid. Warna tubuh class ini
kebanyakan berwarna cerah, perbedaan warna dipunyai oleh perbedaan spesies
yang disebabkan oleh warna pigmen atau granula pigmen yang terletak di

3

amebosit. Struktur rangka dari kelas demospongiae beraneka ragam. Struktur
tersebut disusun oleh spikula atau serat-serat spongin atau gabungan dua struktur
tersebut. Spikula dari keas ini relatiI besar dengan struktur monokson atau
tetrakson ( cabng runcing satu atau cabang runcing empat).
Contoh: dari kelas ini oloclona dan microciona prolifera.
D. AA%AANAHAN
1. Media asli awetan dari Iilum poriIera
2. Media gambar
3. Mikroskop
4. Loupe
. ARARA
1. Melakukan pengamatan langsung terhadap preparat yang anda amati
2. Menggambar struktur morIogi dari preparat yang anda amati
3. Melakukans identiIikasi terhadap anggota poriIera yang anda amati dengan
menggunakan kunci identiIikasi yang ada.
F. HASI!NGAMA%AN
O Filum poriIera











Kingdom : Animalia
phylum : PoriIera :
Class : Demospongia
Ordo : Haplosclerida
Famili : Spongillina
Genus : Spongilla
Spesies : S. argvrosperma

4

1. Oskulum
Merupakan lubang kecil tempat masuknya air dari luar. Pori masuk
akan bermuara pada spongocoel (rongga sentral) dan rongga tersebut
bermuara pada sebuah lubang besar yang disebut oskulum.

2. Ostium
Merupakan sebuah sel yang bentuknya seperti tabung pendek yang
memaniang dari permukaan luar sampai ke spongocoel. Lubang dari
porosit sebagai lubang masuknya air, disebut ostium.

O Preparat demospongiae
Perbesaran 10x10

Urutan taksonomi kelas Demospongia
Kingdom : Animalia
phylum : PoriIera :
Class : Demospongia
Ordo : Dictioceractida
Famili : Dicticeractidaceae
Genus : Spongilla
Spesies : Spongila sp


3

G. !MAHASAN

Berdasarkan hasil pengamatan di atas dapat dilihat bahwa Iilum poriIera bila
dibandingakan dengan susunan tubuh protozoa maka susunan tubuh poriIera
sudah lebih kompleks, sebab tubuhnya tidak terdiri atas satu sel melainkan telah
tersusun atas banyak sel. Walaupun hewan ini sudah tersusun atas banyak sel,
tetapi sel-selnya masih cenderung bekeria secara mandiri (individual), atrinya
belum ada koordinasi antara sel satu dengan yang lain. Dengan demikian PoriIera
dimasukan dalam golangan metozoa (hewan multiseluller) tingkat rendah, sebab
iaringan tubuh yang dimilikinya masih dalam bentuk sederhana dan belum
mempunyai apa yang disebut organ tubuh, susunan saraI serta saluran pencernaan
makanan.
Hewan spons yang merupakan hewan menetap, sangat iarang kelihatan
bergerak. Semua hewan spons digolongkan ke dalam Iilum poriIera dan hampir
semuanya berhabitat di laut, kecuali setidak-tidaknya ada 150 spesies yang hidup
di air tawar. Pada masa kini hewan spons dikenal sebagai cabang sendiri dari
metazoa dan dinamakan kelompok parazoa. Hewan ini melekat pada karang, pada
rangka-rangka kerang laut atau di bawah geladak lantai pelabuhan/dermaga dan di
permukaan batu-batuan di laut dan perairan tawar misalnya Spongilla.
Bentuk morIologi umum spesies dari Iilum PoriIera beraneka ragam seperti
mangkuk, vas bunga, dan yang bercabang-cabang dengan ukuran diameter yaitu 1
mm sampai dengan 2 mm, warna tubuh spons iuga beraneka ragam yaitu kelabu,
merah, iingga, kuning, biru, hitam dan violet. Kegunaan spons dalam masyarakat
umum adalah sebagai busa spons untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.
Ciri-ciri dan struktur poriIera:
1. Tubuh penyusun spons tersusun atas mulitiseluler berbenruk radial simetris,
dan diploblastik.
2. Jaringan tubuh tersusun atas sel-sel yang membentuk iaringan yang relatiI
tidak sempurna dengan lapisan mesenchym.
3. Struktur tubuh terdiri atas pori-pori saluran kanal dengan ruangan-ruangan
kamar tempat air mengalir.

6

4. Sebagian atau seluruh lapisan permukaan dalam diisi oleh sel-sel leher
berIlagel yang disebut koanosit.
5. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan pertunasan, dengan cara
pertunasan hasil penyatuan telur dan sperma.
6. Larva sebelum menempel dan berkembang, bersilia hidup bebas dan
berenang-renang.
7. Kerang dalam tubuh terdiri dari spikula, serabut organik atau gabungan kedua
macam kerangka tersebut.
8. Protein utama hewan poriIera (spons) adalah skleroprotein, dan spongin.

Bentuk tubuh hewan poriIera bermacam-macam, ada yang seperti iambangan,
piala, terompet, dan ada yang bercabang-cabang seperti tumbuhan. Tubuhnya
melekat pada dasar perairan dan ada yang berwarna ada yang tidak. Pada bagian
tengah tubuhnya terdapat ruangan yang disebut spongosol yang merupakan
saluran air. Pada uiung atas ruang tersebut terdapat lubang besar yang disebut
oskulum
Oskulum

Setiap pori dibentuk oleh porosit, sebuah sel yang bentuknya seperti tabung
pendek yang memaniang dari permukaan luar sampai ke spongocoel. Lubang dari
porosit sebagai lubang masuknya air disebut ostium.
Ostium
PoriIera hidup secara heterotroI. Makananya adalah bakteri dan plankton.
Makanan yang masuk kedalam tubuhnya berbentuk cairan. Pencernaan dilakukan
secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit. Habitat poriIera umumnya di
laut, mulai dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km. Sekitar 150 ienis
poriIera hidup di ait tawar, misalnya Haliciona dari kelas Demospongia. PoriIera
yang telah dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel pada

7

batu atau benda lainya di dasar laut. Karena poriIera yang bercirikan tidak dapat
berpindah tempat, kadang poriIera dianggap sebagai tumbuhan.
Berdasarkan bahan pembentuk kerangkanya, Iilum poriIera dibagi meniadi 3
kelas, yakni Calcarea (Calcispongiae), Hexactinellida (Hyalospangiae) dan
demospongia.
1. kelas Calcarea
dikenal sebagai spons calcareous yang khas karena selalu mempunyai spikula
yang tersusun atas kalsium karbonat. Hidup di laut, tubuh berukuran tidak lebih
dari 10 cm. Spikula umumnya sikonoid dan leukonoid. Tubuh spons kelas
calcarea bervariasi warnanya yaitu : kuning cerah, merah dan ungu.
Contoh: kelas ini adalah genus Leusoconia (kanal tipe askonoid), svcon dan
grantia( kanal tipe sikonoid).
2. Kelas Hexatcinellida
Perwakilan dari kelas ini biasa disebut spons gelas. Nama Hexatinellida
berhubungan dengan bentuk spikulanya yang heksason (bercabang enam). Spons
class ini hidup menyendiri dengan bentuk mangkuk, vas bunga dan piala. Kanal
pada kelas ini bertipe sikonoid, dengan ukuran tubuh spons berkisar dari 10
sampai 30 cm. Sebagian besar berwarna pucat. Spons dari hexactinellida terutama
hidup di perairan dalm sekitar 450-900 cm di bawah permukaan laut.
Contoh: anggota kelas ini adalah keraniang bunga 'venus¨ uplectella dia
bersimbiosis komensalisme dengan ienis udang spongicola.
3. Kelas demospongiae
spons yang termasuk class demospongiae mempunyai penyebaran tempat
hidup yang luas dari perairan tawar sampai dengan perairan laut. Class
Demospongiae mencakup 95° dari semua hewan-hewan spons. Struktur kanal
kelas demospongiae seluruhnya bersiIat leukonoid. Warna tubuh class ini
kebanyakan berwarna cerah, perbedaan warna dipunyai oleh perbedaan spesies
yang disebabkan oleh warna pigmen atau granula pigmen yang terletak di
amebosit. Struktur rangka dari kelas demospongiae beraneka ragam. Struktur
tersebut disusun oleh spikula atau serat-serat spongin atau gabungan dua struktur

8

tersebut. Spikula dari keas ini relatiI besar dengan struktur monokson atau
tetrakson ( cabng runcing satu atau cabang runcing empat).
Contoh: dari kelas ini Holoclona dan Microciona prolifera. Kelas Demospongia
Kerangka tubuh kelas Demospongia terbuat dari spongin saia, atau campuran
spongin dan zat kersik. Misalnya uspongia sp dan Spongilla sp
Kunci Determinasi Iilum poriIera
IdentiIikasi berdasarkan pembahasan diatas adalah:
1. a.Terdapat spikula................................................................................................2
.b. terdapat silikat................................................................................................5
2. a. tipe ascon..........................................................................................................7
....b. tipe sycon ....................................................................................................... 3
3. a. bentuk tubuh sederhana................................................................................... 4
....b. bentuk tubuh kompleks....................................................................................9
4. a. poriIera laut..................................................................................................... 5
....b. poriIera laut dan air tawar................................................................................6
5. a. tipe ascon meniadi leucon.................................................................. Asconosa
....b.tipe sycon meniadi leucon................................................................... Syconosa
Hasil dari kunci identiIikasi ditemukan bahwa kunci klasiIikasi terdiri dari
1a, 2b, 3a, 4a, 5b. yaitu : terdapat spikula, bertipe sycon, bentuk tubuh yang
sederhana, tergolong poriIera laut, perubahan tipe sycon meniadi leucon.







9

H. SIM!&AN
Dari hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa
Bentuk umum tubuhnya adalah radial simetris radial, hidup soliter atau
berkoloni dan melekat pada substrat yang keras di dasar perairan. Secara Iisiologis
sel-sel tubuhnya cenderung untuk bekeria secara individual dan tidak ada
terkoordinasi. Tubuhnya disokong oleh sistem kerangka dalam yang sangat
sederhana, yakni berupa spikula-spikula yang terbuat dari kapur (CaCO
3
,
kaca/silikat (H
2
SI
3
O
7
) atau spongin (bahan organik). Berdasarkan bahan
pembentuk kerangkanya, Iilum poriIera dibagi meniadi 3 kelas, yakni Calcarea
(Calcispongiae), Hexactinellida (Hyalospangiae) dan demospongia.















10

I. AWAAN%&GAS
1. Gambarkan sistem kanal pada tubuh poriIera pada berbagai tipe saluran
air.
2. Jelaskan proses pembentukan spikula tipe monoakson dan triakson
3. Buatlah skema klasiIikasi poriIera berdasarkan literatur.

Jawaban
1. Gambar A








Gambar B








Gambar C









11

O Gambar A : menuniukan tipe saluran air ascon yaitu tipe saluran air yang
sederhana.
O Gambar B : menuniukan tipe saluran air yang bercabang-cabang.
O Gambar C : menuniukan tipe saluran air yang kompleks.


2. Tipe monoakson dan triakson
O Tipe monoakson, spikula-spikula yang bersiIat monoakson (spikula
bersumbu satu) dibentuk oleh sebuah sel scleroblast didalam sel
scleroblast tersebut mula-mula teriadi seutas benang yang terbuat dari
bahan organik, kemudian disekitar benang itu di depositkan bahan-bahan
CaCO3 Seluruh bentukan itulah yang kemudian meniadi spikula. Setelah
stikula terbentuk maka sel scleroblast yang membelah diri meniadi 2 yang
satu disebelah sel pembentuk atau Iounder semaka sel dang yang lain
disebut sel penebal (thickner).
O Tipe triakson, dibentuk oleh sel scleroblast, bila spikula telah sempurna
terbentuk scleroblast akan meninggalkan spikula. Bila spikula tersebut
telah selesai terbentuk selaniutnya akan bertemu yang lain di uiung-uiung
cuatannya.

3. klasiIikasi poriIera berdasarkan literatur
O Kelas: Calcarea
Ordo: Asconosa
Ordo: Syconosa

O Kelas: Hexatinilida :
Ordo: Hexastorophora
Ordo: Ampihidiscophora
O Kelas: Demospongiae :
Ordo: Carnosa
Ordo: keratosa
Ordo: epipolasida.


12

AF%AR!&S%AA

Team Penyusun Laboratorium UNG. 2011. !enuntun !raktikum Zoologi
Invertebrata. Jurusan Biologi, F MIPA. Gorontalo: Universitas
Negeri Gorontalo
Kastawi, YusuI , dkk. 2005. Zoologi Avertebrata. Malang: Universitas Negeri
Malang

Wikipedia. 2009. Filum !latvelmintes. (Online). Tersedia di
http://wikipedia..com. (Diakses 25 Meil 2011)

























13





































14





































13





































16





































17





































18





































19





































20





































21





































22

Gambar A : menuniukan tipe saluran air ascon yaitu tipe saluran air yang
sederhana.
Gambar B : menuniukan tipe saluran air yang bercabang-cabang.
Gambar C : menuniukan tipe saluran air yang kompleks.






You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->