P. 1
9. filum arthropoda

9. filum arthropoda

|Views: 2,426|Likes:
Published by Iwan Biosfermania

More info:

Published by: Iwan Biosfermania on Jul 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2014

pdf

text

original

PRAKTIKUM IX

A. Judul B. Tujuan

: Filum Arthropoda : 1. Untuk melatih mahasiswa dalam mendeskripsikan ciri khas anggota Artropoda berdasarkan ciri morfologi struktur tubuhnya. 2. Untuk melatih mahasiswa dalam melakukan identifikasi anggotaanggota Artropoda.

C. Dasar Teori Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan filum yang lain yaitu : Tubuh bersegmen; segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan (Asal penamaan Arthropoda), simetri bilateral, eksoskeleton berkitin; secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan, kanal alimentari seperti pipa dengan mulut dan anus, sistem sirkulasi terbuka, hanya pembuluh darah yang biasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar dengan bukaan lateral di daerah abdomen, rongga tubuh; sebuah rongga darah atau hemosol dan selom tereduksi, sistem syaraf terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentari, sepasang penghubung yang menyalurkan dari otak ke sekitar kanal alimentari dan tali syaraf ganglion yang berlokasi di bawah kanal alimentary, ekskresi biasanya oleh tubulus malphigi; tabung kosong yang masuk kanal alimentari dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus, respirasi dengan insang atau trakhea dan spirakel, tidak ada silia atau nefridia.

1

Empat dari lima bagian (yang hidup hari ini) dari spesies hewan adalah arthropoda, dengan jumlah di atas satu juta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang mencapai awal Cambrian. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, serta termasuk berbagai bentuk simbiotis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida, contohnya adalah Peripetus di Afrika Selatan. Arthropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia. Jumlah spesiesnya yaitu sekitar 900.000 spesies dengan beragam variasi. Jumlah ini kira-kira 80% dari spesies hewan yang diketahui sekarang. Arthropoda dapat hidup di air tawar, laut, tanah, dan praktis semua permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini. Arthropoda mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartika dan liang-liang batu terjal di pegunungan yang tinggi. Semua anggota filum ini mempunyai tubuh beruas-ruas dan kerangka luar yang tersusun dari kitin. Rongga tubuh utama disebut hemocoel. Hemocoel terdiri dari sejumlah ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisi dorsal dari tubuhnya. Sistim saraf anthropoda seperti pada annellida, terdapat bagian ventral tubuh berbentuk seperti tangga tali. Arthropoda memiliki lima kelas, diantaranya yaitu : kelas Chilopoda, kelas Diplopoda, kelas Crustacea, kelas Arachnida, dan kelas Insecta D. Alat dan Bahan 1. Sediaan awetan udang, laba-laba, lipan, belalang, kepiting dan luwing. 2. Media gambar. 3. Mikroskop. 4. Loupe. E. Prosedur Kerja 1. Melakukan pengamatan langsung pada preparat yang anda bawa berupa spesimen awetan basah udang, laba-laba, lipan, belalang, kepiting dan luwing. 2. Mengambar struktur morfologi dan anatomi tubuh dari preparat tersebut. 3. Melakukan identifikasi terhadap anggota Artropoda yang diamati dengan menggunakan kunci identifikasi yang ada.
2

F. Hasil pengamatan 1. Udang. Bgian dorsal

Bagian ventral

3

2. Laba-Laba. Bagian dorsal

Bagian Ventral

4

3. Lipan. Bagian Dorsal

Bagian Ventral

5

4. Belalang.

Bagian Dorsal.

Bagian Ventral.

6

5. Kepiting. Bagian Dorsal.

Bagian Ventral

7

6. Luwing.

Bagian Dorsal.

Bagian Ventral

8

Klasifikasi ilmiah Klasifikasi ilmiah udang Kingdom Phylum Class Ordo Famili Genus Species : Anilamia : Arthropoda : Crustacea : Decapoda : Campylonotoidae : Cambarus : Cambarus viridis Klasifikasi ilmiah laba-laba Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Arachnoidea : Arachnida : Lutrodecteside : Lutrodectes : Lutrodectes sp.

Klasifikasi ilmiah kelabang. Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Myriapoda : Chilopoda : Lithobidae : Lithobius :Lithobius forficatus

Klasifikasi ilmiah belalang Kingdom: Animalia Phylum : Arthropoda Class : Insecta Ordo : Orthoptera Famili : Tanaoceroidea Genus : Romallea Species : Romallea guttata

Klasifikasi ilmiah kepiting. Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Crustacea : Decapoda : Fortunidae : Seylla : Seyla serata

9

G. Pembahasan 1. Udang Udang adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai, laut, atau danau. Udang dapat ditemukan di hampir semua "genangan" air yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Banyak crustaceae yang dikenal dengan nama "udang". Misalnya mantis shrimp dan mysid shrimp, keduanya berasal dari kelas Malacostraca sebagai udang sejati, tetapi berasal dari ordo berbeda, yaitu Stomatopoda dan Mysidaceae. Triops longicaudatus dan Triops cancriformis juga merupakan hewan populer di air tawar, dan sering disebut udang, walaupun mereka berasal dari Notostraca, kelompok yang tidak berhubungan. Udang menjadi dewasa dan bertelur hanya di habitat air laut. Betina mampu menelurkan 50.000 hingga 1 juta telur, yang akan menetas setelah 24 jam menjadi larva (nauplius). Nauplius kemudian bermetamorfosis memasuki fase ke dua yaitu zoea (jamak zoeae). Zoea memakan ganggang liar. Setelah beberapa hari bermetamorfosis lagi menjadi mysis (jamak myses). Mysis memakan ganggang dan zooplankton. Setelah tiga sampai empat hari kemudian mereka bermetamorfosis terakhir kali memasuki tahap pascalarva: udang muda yang sudah memiliki ciri-ciri hewan dewasa. Seluruh proses memakan waktu sekitar 12 hari dari pertama kali menetas. Pada tahap ini, udang budidaya siap untuk diperdagangkan, dan disebut sebagai benur. Di alam liar, postlarvae kemudian bermigrasi ke estuari, yang sangat kaya akan nutrisi dan bersalinitas rendah. Di sana mereka tumbuh dan kadang-kadang bermigrasi lagi ke perairan terbuka di mana mereka menjadi dewasa. Udang dewasa merupakan hewan bentik yang utamanya tinggal di dasar laut.

10

Klasifikasi ilmiah Kerajaan : Animalia Filum : Arthropoda Upafilum: Crustacea Kelas : Malacostraca Ordo : Decapoda Upaordo : Pleocyemata Infraordo: Caridea 2. Laba-laba. Laba-laba, atau disebut juga labah-labah, adalah sejenis hewan berbukubuku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Semua jenis laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae; dan bersama dengan kalajengking, ketonggeng, tungau ² semuanya berkaki delapan² dimasukkan ke dalam kelas Arachnida. Bidang studi mengenai laba-laba disebut arachnologi. Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadangkadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga. Hampir semua jenis labalaba, dengan perkecualian sekitar 150 spesies dari suku Uloboridae dan Holarchaeidae, dan subordo Mesothelae, mampu menginjeksikan bisa melalui sepasang taringnya kepada musuh atau mangsanya. Meski demikian, dari puluhan ribu spesies yang ada, hanya sekitar 200 spesies yang gigitannya dapat membahayakan manusia. Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera --yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat-- dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain. Tak seperti serangga yang memiliki tiga bagian tubuh, laba-laba hanya memiliki dua. Segmen bagian depan disebut cephalothorax atau prosoma, yang sebetulnya merupakan gabungan dari kepala dan dada (thorax). Sedangkan segmen bagian belakang disebut abdomen

11

(perut) atau opisthosoma. Antara cephalothorax dan abdomen terdapat penghubung tipis yang dinamai pedicle atau pedicellus. Pada cephalothorax melekat empat pasang kaki, dan satu sampai empat pasang mata. Selain sepasang rahang bertaring besar (disebut chelicera), terdapat pula sepasang atau beberapa alat bantu mulut serupa tangan yang disebut pedipalpus. Pada beberapa jenis laba-laba, pedipalpus pada hewan jantan dewasa membesar dan berubah fungsi sebagai alat bantu dalam perkawinan. Laba-laba tidak memiliki mulut atau gigi untuk mengunyah. Sebagai gantinya, mulut labalaba berupa alat pengisap untuk menyedot cairan tubuh mangsanya. Mata pada laba-laba umumnya merupakan mata tunggal (mata berlensa tunggal), dan bukan mata majemuk seperti pada serangga. Kebanyakan laba-laba memiliki penglihatan yang tidak begitu baik, tidak dapat membedakan warna, atau hanya sensitif pada gelap dan terang. Laba-laba penghuni gua bahkan ada yang buta. Perkecualiannya terdapat pada beberapa jenis laba-laba pemburu yang mempunyai penglihatan tajam dan bagus, termasuk dalam mengenali warna. Untuk menandai kehadiran mangsanya pada umumnya laba-laba mengandalkan getaran, baik pada jaring-jaring suteranya maupun pada tanah, air, atau tempat yang dihinggapinya. Ada pula laba-laba yang mampu merasai perbedaan tekanan udara. Indera peraba laba-laba terletak pada rambut-rambut di kakinya. Kebanyakan laba-laba memang merupakan predator (pemangsa)

penyergap, yang menunggu mangsa lewat di dekatnya sambil bersembunyi di balik daun, lapisan daun bunga, celah bebatuan, atau lubang di tanah yang ditutupi kamuflase. Beberapa jenis memiliki pola warna yang menyamarkan tubuhnya di atas tanah, batu atau pepagan pohon, sehingga tak perlu bersembunyi. Laba-laba penenun (misalnya anggota suku Araneidae) membuat jaringjaring sutera berbentuk kurang lebih bulat di udara, di antara dedaunan dan ranting-ranting, di muka rekahan batu, di sudut-sudut bangunan, di antara kawat telepon, dan lain-lain. Jaring ini bersifat lekat, untuk menangkap serangga terbang yang menjadi mangsanya. Begitu serangga terperangkap jaring, laba-laba segera

12

mendekat dan menusukkan taringnya kepada mangsa untuk melumpuhkan dan sekaligus mengirimkan enzim pencerna ke dalam tubuh mangsanya. Sedikit berbeda, laba-laba pemburu (seperti anggota suku Lycosidae) biasanya lebih aktif. Laba-laba jenis ini biasa menjelajahi pepohonan, sela-sela rumput, atau permukaan dinding berbatu untuk mencari mangsanya. Laba-laba ini dapat mengejar dan melompat untuk menerkam mangsanya. Bisa yang disuntikkan labalaba melalui taringnya biasanya sekaligus mencerna dan menghancurkan bagian dalam tubuh mangsa. Kemudian perlahan-lahan cairan tubuh beserta hancuran organ dalam itu dihisap oleh si pemangsa. Berjam-jam laba-laba menyedot cairan itu hingga bangkai mangsanya mengering. Laba-laba yang memiliki rahang (chelicera) kuat, bisa lebih cepat menghabiskan makanannya dengan cara merusak dan meremuk tubuh mangsa dengan rahang dan taringnya itu. Tinggal sisanya berupa bola-bola kecil yang merupakan remukan tubuh mangsa yang telah mengisut. Beberapa laba-laba penenun memiliki kemampuan membungkus tubuh mangsanya dengan lilitan benang-benang sutera. Kemampuan ini sangat berguna terutama jika si mangsa memiliki alat pembela diri yang berbahaya, seperti lebah yang mempunyai sengat; atau jika laba-laba ingin menyimpan mangsanya beberapa waktu sambil menanti saat yang lebih disukai untuk menikmatinya belakangan. Klasifikasi ilmiah Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Arachnoidea Ordo : Arachnida Famili : Lutrodecteside Genus : Lutrodectes Spesies : Lutrodectes sp. 3. Kelabang. Kelabang atau Lipan (bahasa Inggris: centipede) merupakan hewan arthropoda yang tergolong dari kelas Chilopoda dan upafilum Myriapoda. kwank~kwank adalah babi metameric yang memiliki sepasang kontol di setiap

13

ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa, dan termasuk hewan nokturnal. Klasifikasi ilmiah. Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Myriapoda : Chilopoda : Lithobidae : Lithobius : Lithobius forficatus

4. belalang Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor pendek. Suara yang ditimbulkan beberapa spesies belalang biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen (disebut stridulasi), atau karena kepakan sayapnya sewaktu terbang. Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat. Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang. Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan. Klasifikasi ilmiah Kingdom Phylum Class Ordo Famili Genus Species : Animalia : Arthropoda : Insecta : Orthoptera : Tanaoceroidea : Romallea : Romallea guttata

5. Kepiting. Kepiting adalah binatang anggota krustasea berkaki sepuluh dari upabangsa (infraordo) Brachyura, yang dikenal mempunyai "ekor" yang sangat pendek (bahasa Yunani: brachy = pendek, ura = ekor), atau yang perutnya (abdomen) sama sekali tersembunyi di bawah dada (thorax). Tubuh kepiting dilindungi oleh

14

kerangka luar yang sangat keras, tersusun dari kitin, dan dipersenjatai dengan sepasang capit. Ketam adalah nama lain bagi kepiting. Kepiting terdapat di semua samudra dunia. Ada pula kepiting air tawar dan darat, khususnya di wilayah-wilayah tropis. Rajungan adalah kepiting yang hidup di perairan laut dan jarang naik ke pantai, sedangkan yuyu adalah ketam penghuni perairan tawar (sungai dan danau). Kepiting beraneka ragam ukurannya, dari ketam kacang, yang lebarnya hanya beberapa milimeter, hingga kepiting laba-laba Jepang, dengan rentangan kaki hingga 4 m . Kepiting sejati mempunyai lima pasang kaki; sepasang kaki yang pertama dimodifikasi menjadi sepasang capit dan tidak digunakan untuk bergerak. Di hampir semua jenis kepiting, kecuali beberapa saja (misalnya, Raninoida), perutnya terlipat di bawah cephalothorax. Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata, dan bagian depan dari carapace tidak membentuk sebuah rostrum yang panjang . Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang pipih ("phyllobranchiate"), mirip dengan insang udang, namun dengan struktur yang berbeda. Klasifikasi ilmiah Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Crustacea Ordo : Decapoda Famili : Fortunidae Genus : Seylla Spesies : Seyla serata Kunci determinasi 1. a. Ada pasangan antena,«««««. b. Tak ada pasangan antenna««««Kelas Arachnoida. 2. a. Ada 2 Pasangan antenna««««..Kelas Crustacean. b. Ada 1 pasangan antenna««««.. 3. a. Tiga pasang kaki jalan bersendi««.Kelas Insect. b. Lebih dari 3 pasang kaki jalan bersendi«. 4. a. Satu pasang kaki jalan tiap segmen tubuh««..Kelas Chilopoda. b. Dua pasang kaki jalan tiap segmen tubuh««...Kelas Diplopoda.

15

H. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa Filum Arthropoda memiliki karakteristik yakni Bilateral simetris, triploblastik, tubuh umumnya bersegmen-segmen. Kepala, dada, dan abdomen dapat dibedakan, namun ada juga yang bagian dada dan kepalanya bersatu ditutup oleh suatu penutup yang disebut karapaks. Apendage satu pasang setiap segmen atau kurang. Dalam filum ini hewannya ada yang Memiliki rangka luar yang terbuat dari kitin dan disekresikan oleh epidermis. Rangka luar ini akan diganti (ekdisis) pada interval waktu tertentu. Otot-otot mempunyai serat lintang, sering sangat kompleks dan biasanya berfungsi untuk melakukan pergerakan yang cepat

I. Jawaban Tugas 1. Tabulasikan cirri-ciri spesifik dari 5 kelas filum Arthropoda tentang pembagian tubuh, organ respirasi, organ ekskresi, dan organ reseptor. Jawab: Kelas Crustacea Pembagian tubuh Terdiri atas Kepala, Thorax dan abdomen Organ Respirasi Insang Organ Ekskresi Satu pasang kelenjar hijau Organ Reseptor Ganglion supraesophageal pada kepala meneruskan syaraf ke bagian mata, antenula, dan antena Mata sederhana, dan pedipalpus, dan beberapa rambut eksternal yang peka terhadap rangsangan Mempunyai sepasang antenna dan mata, Pada antenna terdapat rambut-rambut pencium. Pada

Arachnoidea

Kepala dan dada bersatu (cephalothorax), abdomen dapat dibedakan dengan jelas Memiliki 25 atau lebih dari 100 segmen

Paru-paru buku, trachea, atau insang buku

Saluran Malpighi, kelenjar coxal

Diplopoda

Tabung pernapasan

Dua atau empat saluran Malpighi

16

Chilopoda

Insekta

Trachea yang bercabangcabang Kepala, thorax Trachea dan abdomen yang dapat dibedakan bercabangdengan jelas cabang, pada Protura dan Collembola memiliki insang

Memiliki segmen tubuh 15-173

Dua buah saluran Malpighi Dua atau beberapa buah saluran Malpighi

setiap segmen terdapat kelenjar pencium Memiliki antenna dengan panjang kirakira 12 segmen Mata sederhana dan mata majemuk, chemoreseptor terletak pada antenna dan mulut, bermacammacam tonjolan rambut.

2. Anggota dari filum Arthropoda ada yang mengalami molting. Kapan seekor hewan mengalaminya? Apa fungsinya? Jawab: Dalam pertumbuhannya, udang ini mengalami ekdisis atau pergantian kulit (molting). Pada waktu muda, udang ini melakukan molting dua minggu sekali sedangkan pada hewan dewasa hanya melakukan molting dua kali setahun. Molting ini bertujuan untuk mengganti sel penutup tubuh yang rusak.

3. Sebutkan contoh-contoh hewan Arthropoda yang merugikan dan yang menguntungkan manusia (masing-masing 10 species). Jawab: a. Arthropoda menguntungkan: 1. Lebah, membantu dalam penyerbukan tanaman, mengahasilkan madu 2. Kupu-kupu, membantu dalam penyerbukan tanaman, sebagai hiasan, sebagai bahan tekstil (larva/ ulat sutra) 3. Udang, sebagai bahan makanan 4. Kepiting, sebagai bahan makanan 5. Belalang, di beberapa negara tertentu dijadikan sumber makanan

17

6. Rayap, dibuat permen atau sirup 7. Rajingan, sebagai sumber makanan 8. Udang windu, sebagai sumber makanan 9. Udang karang, sebagai sumber makanan b. Arthropoda merugikan: 1. Belalang, hama pertanian 2. Kecoak, menyebarkan penyakit lewat makanan 3. Lipan, beracun dapat mengakibatkan hal serius pada manusia 4. Luwing, beracun hydrocyanin yang dapat mengakibatkan kebutaan 5. Kutu rambut, parasit pada manusia 6. Kutu anjing, parasit pada anjing 7. Kutu buku, merusak kertas atau buku. 8. Kutu penghisap, ecto parasit pada mamalia, dapat menyebarkan penyakit. 9. Kutu tanaman, parasit pada tanaman 10. Lalat tse-tse, menyebabkan penyakit tidur

c. Buatlah skema klasifikasi filum Arthropoda (lihat di internet)! Jawab: Filum Arthropoda

Kelas Crustacea

Kelas Arachnoid

Kelas Diplopoda

Kelas Insecta

Kelas Chilopoda

18

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.

2010.Artropoda.(Online).Tersedia

di

http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-

DU.KU/eukasi.net. Diakses 21 juni 2011.. Maskoeri, Jasin. 2010. Zoologi Invertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya. Oermarjati, Boen S. 1990. Taksonomi Zoologi Avertebrata Praktikum

Laboratorium. Jakarta: Universitas Indonesia. Teching team. 2011. Penuntun Praktikum Zoologi Invertebrata.Laboratorium Jurusan Biologi FMIPA UNG: Gorontalo

19

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->