A.

JUDUL Respirasi Makhluk Hidup

B. TUJUAN Mengetahui kecepatan respirasi pada hewan (serangga) dan pada tumbuhan (kecambah)

C. DASAR TEORI Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksireaksi respirasi.Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa; pati; asam organik; dan protein (digunakan pada keadaan & spesies tertentu). Secara umum, respirasi karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut: C6H12O6 + O2 6CO2 + H2O + energi Laju respirasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: Ketersediaan substrat. Tersedianya substrat pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. Tumbuhan dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Demikian sebliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka laju respirasi akan meningkat.Ketersediaan Oksigen. Ketersediaan oksigen akan

mempengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi, karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk berrespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia di udara. Suhu. Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor Q10, dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10oC, namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies.Tipe dan umur tumbuhan. Masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolsme, dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua. Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan. Serangga mempunyai alat pernapasan khusus berupa system trachea yang berfungsi untuk mengengkut dan mngedarkan O2 ke seluruh tubuh serta mengangkut dan mengeluarkan CO2 dari tubuh. Trschea memanjang dan bercabang-cabang menjadi saluran hawa halus yang masuk ke seluruh jaringan tubuh oleh karena itu, pengangkutan O2 dan CO2 dalam system ini tidak membutuhkan bantuan sitem transportasi atau darah. Udara masuk dan keluar melalui stigma, yaitu lubang kecil yang terdapat di kanan-kiri tubuhnya. Selanjutnya dari stigama, udara masuk ke pembuluh trachea yang memanjang dan sebagian ke kantung hawa. Pada serangga bertubuh besar terjadinya pengeluaran gas sisa pernafasan terjadi karena adanya pengaruh kontraksi otot-otot tubuh yang bergerak secara teratur.

D. ALAT DAN BAHAN

CARA KERJA 1. 5. 6. 4. menetesi ujung respirometer yang berskala dengan eosin secukupnya dengan menggunakan alat suntik (hati-hati jangan sampai eosin terserap keluar dari pipa berskala tersebut. lalu meletakkannya dalam keadaan terbuka. memasukan 1 ekor jangkrik dan menutup respirometer dengan memberi plastisin pada sambungan penutupnya untuk menghindari udara keluar atau masuk ke respirometer. membersihkan respirometer dengan hati-hati. 3.v Alat: ¤ 1 buah neraca ¤ 1 buah stop watch ¤ 2 buah respirometer ¤ 1 buah plastisin ¤ Eosin secukupnya ¤ Kapas ¤ 1 buah pipet v Bahan ¤ 1 ekor jangkrik ¤ 1 ekor belalang ¤ 2 gram kecambah kedelai ¤ 2 gram kecambah hijau E. Membungkus NaOH kristal dengan menggunakan kapas dan memasukannya dalam respirometer. mengmati pergerakan eosin setiap menitnya pada berskala tersebut. 2. . Menimbang bahan-bahan yang dibutuhkan dengan menggunakan neraca.

Setelah eosin masuk dalam tabung respirometer.15 3 .2 0.19 0.35 0.04 0. 8. bersihkan respirometer. dengan bahan belalang. mencatat hasilnya dalam tabel pengamatan. TABEL PENGAMATAN Menit ke Jarak eosin pada tabung respirometer belalang jangkrik Kecambah kedelai Kecanbah hijau 1 0.07 0. 9. F. kecambah kedelai dan kecambah hijau.7.1 0.1 2 0. Menulangi cara kerja diatas.

42 7 0.4 0.32 0.1 0.9 0.29 5 0.0.61 0.2 4 0.25 0.47 0.81 0.64 0.54 0.72 0.38 0.49 .36 6 0.29 0.56 0.18 0.

kecepatan respirasi kecambah kedelai yang memiliki massa 2 gram adalah Oksigen yang diperlukan Berdasarkan percobaan. PEMBAHASAN Berdasarkan percobaan.8 0. kecepatan respirasi belalang yang memiliki massa 2 gram adalah Oksigen yang diperlukan Berdasarkan percobaan.45 0. .73 0. kecepatan respirasi kecambah hijau yang memiliki massa adalah 2 gram Oksigen yang diperlukan H. KESIMPULAN NaOH berfungsi sebagai peningkat suhu agar respirasi terpicu menjadi cepat.54 G. Selain itu NaOH juga berfungsi sebagai pengikat CO2 Respirasi dipengaruhi oleh massa tubuh. kecepatan respirasi jangkrik yang memiliki massa 1 gram adalah Oksigen yang diperlukan Berdasarkan percobaan.98 0. suhu dan jenis hewan/tumbuhan.

.1 Latar belakang Respirasi merupakan proses penguraian bahan makanan yang menghasilkan energi.CONTOH 2 BAB I PENDAHULUAN 1. Respirasi dilakukan oleh semua makhluk hidup dengan semua penyusun tubuh. baik sel-sel tumbuhan maupun sel hewan dan manusia. dan manusia.1 Katabolisme Katabolisme adalah reaksi penguraian senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan enzim. Respirasi ini dilakukan baik siang maupun malam (syamsuri. 1.3 Tujuan Tujuan praktikum ini adalah praktikan mampu membuktikan bahwa respirasi dapat menghasilkan CO2 dan panas. Energi berasal dari lepasnya ikatan kimia yang menyusun peresenyawaan. Respirasi dilakukan oleh semua penyusun tubuh. Penguraaian suatu senyawa dapat menghasilkan energi.2 Respirasi Yang dimaksud dengan respirasi adalah proses penguraian bahan makanan yang menghasilkan energi. 2. 1980). Pada praktikum ini akan mempelajari respirasi pada tumbuhan kecambah kacang hijau dan hewan jangkrik. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.2 Permasalahan Permasalahan yang dihadapi praktikan ini adalah bagaimana membuktikan respirasi dapat menghasilkan CO2 dan panas. 1980). baik sel tumbuhan maupun sel hewan. serta mengetahui tentang respirasi aerob dan anaerob 1. Respirasi dilakukan baik siang maupun malam (syamsuri. Contoh katabolisme adalah proses pernapasan sel atau respirasi (syamsuri. 1980).

kontruksi bangunan. Sistem pernapasan adalah pertukaran gas O2 dan CO2 dalam tubuh organisme dan bertujuan mendapatkan energi. Pada respirasi pembakaran glukosa oleh oksigen kan menghasilkan energi. Kandungan katalis disebut juga enzim. yaitu usaha kesehatan masyarakat yang menitik beratkan pada pengawasan terhadap struktur fisik. pada serangga adalah trakea. katak dengan paru-paru. kelembapan. Penggunaan ini akan dapat dilihat hasilnya pada inhibitor dari aktivitas enzim (mertens. maka respirasi terjadi pada sel (jasin. dll (panduan primagama). Gula yang lebih kecil . hal ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia karena masih tingginya angka kejadian ISPA terutama pada anak balita. Respirasi pada manusia bisa memiliki gangguan seperti penyakit infeksi saluran pernapasan akut atau yang disebut juga (ISPA). 1989). Glikolisis Kata ³glikolisis´ berarti ³menguraikan gula´ dan itulah yang tepatnya terjadi selama jalur ini. reptile dengan paru-paru. batang maupun daun dan secara kimia pada respirasi aerobik pada karbohidrat (glukosa) adalah kebalikan fotosintesis.2. Untuk mencegahnya bisa digunakan sanitasi rumah. kalajengking dengan paru-paru buku. sarana pembuangan kotoran manusia dan penyediaan air bersih ( nindya. Pada hewan tingkat rendah O2 langsung berdifusi melalui permukaan tubuh. Reaksi-reaksi itu dapat dibedakan menjadi 3 tahapan yaitu glikolosis. suhu. Ditinjau dari kebutuhannya akan oksigen. Respirasi terjadi pada seluruh bagian tubuh tumbuhan. 1980). Banyak tahapan yang terjadi dari awal hingga terbentuknya energi. tumbuhan juga. 1966). Karena semua bagian tumbuhan tersusun atas jaringan dan jaringan tersusun atas sel. Proses menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Beberapa reaksi kimia membolehkan mencampur dengn fungsi dari enzim memperbat enzim atau dengan mengkombinasi dengan sisi aktifnya. sarana pembuangan sampah. padatan hunian. siklus krebs dan transport elektron (syamsuri. respirasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu : 2. sulistyorini. dimana orang menggunakan sebagai tempat berlindung yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Persamaan reaksi proses respirasi aerob secara sederhana dapat dituliskan: C6H12O6 + 6H2O >> 6H2O + 6CO2 + 675 kal Dalam kenyataan reaksi yang terjadi tidak sesederhana itu. diuraikan menjadi dua gula berkarbon tiga.1 Respirasi Aerobik (aerob) Respirasi aerob yaitu respirasi yang menggunakan oksigen oksigen bebas untuk mendapatkan energi. pada tumbuhan tingkat tinggi respirasi terjadi baik pada akar.Sebagaimana kita ketahui dalam semua aktivitas makhluk hidup memerlukan energi. gula berkarbon enam. Respirasi juga terjadi pada manusia yang disebut dengan pernapasan. Glukosa. kulit dan rongga mulut. penerangan alami. Sarana tersebut antara lain ventilasi. sangat penting untuk siklus reaksi respirasi (sebaikbaiknya proses respirasi ). 2005). ikan dengan insang. Alat respirasi pada berbagai hewan berbeda-beda. a.

Setiap kali dipindahkan. asetil KoA direaksikan dengan asam oksaloasetat (4C) menjadi asam piruvat (6C). 1980). c. Yang dimaksud dekarbosilasi oksidatif adalah reaksi asam piruvat diubah menjadi asetil KoA (syamsuri. Dalam tahap ini dilepaskan energi. Sistem Transpor ELektron Energi yang terbentuk dari peristiwa glikolisis dan siklus krebs ada dua macam. Pertama dalam bentuk ikatan fosfat berenergi tinggi.ini kemudian dioksidasi. Kedua macam sumber elektron ini dibawa kesistem transfer elektron. dan hidrogen direasikan dengan oksigen membentuk air. 2002) Memasuki siklus krebs. Jika ada oksigen molekuler. Ada yang membedakan tahap ini menjadi dua yaitu glikolisis dan dekarbosilasi oksidatif. Siklus krebs Glikolisis melepas energi kurang dari seperempat energi kimiawi yang tersimpan dalam glukosa. Glikolisis mengubah senyawa 6C menjadi senyawa 2C pada hasil akhir glikolisis. Pada tiap tahapan. Seluruh reaksi siklus krebs berlangsung dengan memerlukan oksigen bebas (aerob). Kedua dalam bentuk transport elektron. untuk dibawa ke sistem transport elektron. dilepaskan energi dalam bentuk ATP dan hidrogen.2. 2002) NADH merupakan sumber elektron berenergi tinggi. sedangkan ATP adalah persenyawaan berenergi tinggi. energi yang terlepas digunakan untuk mengikatkan fosfat anorganik (P) kemolekul ADP sehingga terbentuk ATP. 2. Setiap reaksi pada glikolisis. yaitu NADH (Nikotin Adenin Dinokleutida) dan FAD (Flafin adenine dinukleotida) dalam bentuk FADH2. dan atom sisanya disusun ulang untuk membuat dua molekul piruvat (champbell. Seluruh proses glikolisis tidak memerlukan oksigen. Dalam perjalanannya. 1980_. siklus krebs dan transport elektron dihasilkan senyawa ± senyawa antara. 1C (CO2) dilepaskan. elektron dan H+ dan NADH dan FADH2 dibawa dari satu substrak ke substrak yang lain secara berantai.2 Respirasi Anaerobik (Anaerob) . katabolisme 1 glukosa melalui respirasi aerobik menghasilkan 3 ATP. akan tetapi 2 molekul ATP diantaranya digunakan kembali untuk berlangsungnya reaksi-reaksi yang lain sehingga tersisa 2 molekul ATP yang siap digunakan untuk tubuh. selanjutnya asam oksaloasetat memasuki daur menjadi berbagai macam zat yang akhirnya menjadi asam oksalosuksinat. Hasil akhir sebelum memasuki siklus krebs adalah asam piruvat. 1980). Siklus krebs berlangsung didalam mitokondria (Syamsuri. Senyawa itu digunakan bahan dasar anabolisme (Syamsuri. ATP yang dihasilkan langsung dapat digunakan. sehingga terbentuklah H2O. Selama glikolisis dihasilkan 4 molekul ATP. sebagian besar energi itu tetap tersimpan dalam dua molekul piruvet. b. piruvat itu memasuki mitokondria dimana enzim siklus krebs menyempurnakan oksidasi bahan bakar organiknya (champbell. Sebaliknya. pada dasarnya. yaitu ATP atau GTP (Guanin Tripospat). Pada bagian akhir terdapat oksigen sebagai penerima. Proses transfer elektron ini sangat komplek. hidrogen berenergi digabungkan dengan penerima hidrogen yaitu NAD dan FAD. Reaksi glikolisis terjadi di sitoplasma (di luar mitokondria). Energi ini merupakan energi siap pakai yang langsung dapat digunakan.

Setelah itu tabung reaksi ditutup dengan kertas saring dan diikat dengan karet gelang. Respirasi anaerobik menggunakan senyawa tertentu misalnya asam fosfoenol piruvat atau asetal dehida. akan tumbuhan yang terendam air. sel ± sel ragi dan bakteri anaerobik. termometer dan pipet tetes. Glukosa tidak terurai lengkap menjadi air dan karbondioksida. Infeksi tetanus dapat terjadi jika luka tertutup sehingga member kemungkinan bakteri tambah subur (Syamsuri. bahan baku seperti fruktosa. Sekrup dimasukkan sampai menyentuh dasar tabung reaksi. 1980). Selain glukosa.1 Alat Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain tabung reaksi dan raknya. sekrup. Kemudian member tanda tabung reaksi 1 sampai 5. galaktosa dan malosa juga dapat diubah menjadi alkohol. kertas saring dan kertas tissue.1 Respirasi pada makhluk hidup Tabung reaksi sebanyak 5 buah diletakkan pada rak dan masing ± masing diisi dengan 20 tetes phenol red. sehingga pengikat hidrogen dan membentuk asam laktat atau alcohol.1. Reaksinya : C6H12O6 Ragi >> 2C2H5OH + 2CO2 + 21Kal Dari persamaan reaksi tersebut terlihat bahwa oksigen tidak diperlukan. BAB III METODOLOGI 3. biji ± biji yang kulit tebal yang sulit ditembus oksigen. Hasil akhirnya adalah alcohol. Respirasi anaerobik terjadi pada jaringan yang kekurangan oksigen. tabung reaksi 5 diisi dengan kertas tissue yang dicelupkan kelarutan gula.2 Bahan Bahan yang dibutuhkan antara lain phenolred. kecambah kacang hijau.1.2 Cara Kerja 3. energi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan respirasi aerobik. . Bahan baku respirasi anaerobik pada peragian adalah glukosa. tabung reaksi 2 diisi 25 kacambah kacang kedelai.1 Alat dan Bahan 3. tabung reaksi 3 diisi 3 ekor jangkrik. tabung reaksi 4 diisi kerikil secukupnya. karbon dioksida dan energi.2. 3. Tabung reaksi 1 diisi 25 kecambah kacang hijaun. Lalu di tunggu beberapa menit dan dicatat tabung reaksi mana yang lebih dulu terjadi perubahan warna dari merah menjadi kuning.Respirasi anaerobik adalah reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. Bahkan bakteri anaerobik seperti klostidrium tetani (penyebab tetanus) tidak dapat hidup jika berhubungan dengan udara bebas. larutan gula dan jangkrik serta batu. 3.

1 Respirasi Menghasilkan panas dalam bentuk grafik . BAB VI DATA DAN PEMBAHASAN 4.5 33 32 33 32 36 36 37 37 Perubahan Warna Merah menjadi Kuning Merah menjadi Kuning Merah menjadi Kuning Tidak berubah Tidak berubah Waktu 25 menit 22 menit 20 menit - 3 34 30 37.1 Respirasi pada Makhluk Hidup Isi Tabung Tabung 1 (Kecambah kacang hijau) Tabung 2 (Kecamba kacang kedelai) Tabung 3 (Jangkrik) Tabung 4 (Kerikil) Tabung 5 (Tisu dicelup larutan gula) 4.1. Tabung reaksi di isi kecambah kacang hijau segar setengah bagian. Kemudian tabung reaksi ditutup dengan sumbat karet yang telah disisipi thermometer.2 Respirasi Menghasilkan Panas Tabung reaksi sebanyak 3 buah diletakkan pada rak dan diberi tanda tabung reaksi 1 sampai 3. Tabung reaksi 2 diisi kacang hijau segar seperempat bagian.5 35.5 34 34.5 31 32 33.5 34. Tabung reaksi 3 diisi kecambah kacang hijau yang telah direbus setengah bagian.1 Data Pengamatan 4.2.1.1. Mengikuti perubahan dan mencatat kenaikan suhu yang terjadi setiap 3 menit dalam 30 menit.2 Respirasi menghasilkan panas Menit ke No Tabung I (Kecambah Kacang Hijau) II (Kecambah Kacang Hijau 1/4 bagian) III (Kecambah Kacang Hijau direbus 1/2 Bagian) Kenaikan Suhu ( C ) Setiap 3 Menit ke Depan 6 9 12 15 18 21 24 27 35 35.5 38 35 32 35 32 32 32.5 32 32 32 32 4.3.

Pada respirasi jangkrik. karena jangkrik beraktivitas lebih banyak daripada yang lain sehingga membutuhkan udara lebih banyak dan proses respirasinya lebih cepat. Tabung reaksi III diisi dengan jangkrik. Masing-masing tabung diisi dengan 20 tetes phenol red. Tabung reaksi I diisi dengan 15 kecambah kacang hijau. Hal ini dikarenakan benda mati tidak mengalami proses respirasi. membuktikan adanya respirasi.hal ini digunakan untuk membuktikan bahwa semakin besar individu itu maka lebih cepat mengubah warna phenolnya menjadi kuning dan itu membuktikan bahwa individu itu lebih banyak dan lebih cepat menghirup udara. Kedua bahan ini digunakan untuk membuktikan proses respirasi pada benda mati. sebagai alat yang menghindarkan bahan praktikum dari pengaruh lingkungan. Dia juga menggunakan indoskeleton sebagai pengganti hemoglobin. dan disusul dengan tabung reaksi I yang berisi kacang hijau. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil . fungsinya sama dengan kecambah kacang hijau. Kemudian tabung reaksi ditutup dengan menggunakan alumunium foil.4. Praktikum ini menggunakan kecambah dan jangkrik bertujuan untuk membandingkan antara respirasi hewan dengan tumbuhan. Setelah ditunggu beberapa menit. disini kacang hijau berfungsi sebagai bahan yang akan dibuktikan respirasinya pada subjek tumbuhan. hanya saja pada kedelai volumenya lebih besar dibandingkan dengan kacang hijau. fungsinya untuk mencegah bahan praktikum agar tidak tercelup ke dalam phenol red. Setelah itu tabung reaksi II yang berisi kecambah kacang kedelai.1 respirasi pada makhluk hidup Pada percobaan ini menguunakan 5 buah tabung yang diletakkan dalam raknya. Tabung reaksi IV diisi dengan kerikil. Menjadi kuning. Setelah itu masing-masing tabung diisi dengan sekrup sampai ke dasar tabung. Masing-masing tabung diberi tanda.phenol red yang lebih dulu berubah warna adalah tabung III atau tabung yang berisi jangkrik. Kemudian alumunium foil itu diikat dengan karet gelang agar tidak mudah lepas. yang ternyata tidak mengalami perubahan warna pada phenol rednya.2.2 pembahasan 4. Penyebabnya adalah volume kedelai lebih besar daripada kacang hijau sehingga proses respirasinya lebih cepat kacang kedelai. dan tabung reaksi V diisi dengan kertas tissu yang telah dicelupkan dalam air gula. Tabung reaksi II diisi denngan 15 kacang kedelai. dia menggunakan pembuluh darah terbuka untuk mengikat oksigen. fungsinya adalah sebagai indikator untuk melihat perubahan warna. Mekanisme respirasi hewan jangkrik yaitu corong hawa (trakea) adalah alat pernafasan yang dimiliki oleh serangga dan arthropoda lainnya. jangkrik berfungsi sebagai bahan yang akan dibuktikan respirasinya pada hewan.

sedangkan tabung reaksi II diisi kecambah kacang hijau segar setengah bagian tujuannya adalah untuk membuktikan ssemakin besar volume individu. Kemudian udara dan spirakel menuju pembuluh ± pembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus. Mekanisme respirasi tumbuhan memberi manfaat pada tumbuhan. Oksigen dari luar masuk lewat spirakel. Sebaliknya. yang terletak berpasangan pada setiap sekmen tubuh. darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan tidak mengangkut gas. jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea kembali pada volume semula. dari proses pemecahan tersebut maka dihasilkan senyawa antara yang penting sebagai ³building block´ merupakan senyawa yang penting dalam tubuh. untuk protein nukleotida. Setelah itu tabung reaksi ditutup dengan sumbat karet dan disisipi denga termometer. Umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang. Tabung III diisi dengan kacang hijau yang telah direbus setengah bagian. dan menutup saat beristirahat. sistem trake berfungsi mengangkut oksigen dan mengedarkan keseluruh tubuh. misalnya belalang adalah : jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea menyerpi sehingga udara kaya CO2 keluar. Sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam. Di bagian ujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi ke jaringan. Trakeolus tidak berlapis titin.2. untuk asam nukleat dan prazat karbon untuk pigmen profirin (seperti klorofil dan sitokinin). maka semakin besar pula panas yang dihasilkan. pigmen flafonoit. Trakeolus mempunyai fungsi yang sama dengan kapiler. Namun bila berbagai senyawa diatas terbentuk substrat awal respirasi tidak seluruhnya diubah menjadi CO2 dan H2O. Seperti antosianin dan senyawa aromatik tertentu lainnya seperti likmin.karotenoit. lemak. Senyawa tersebut meliputi. Spirakel mempunyai tutup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel terjadi secara teratur. Manfaatnya terlihat pada respirasi dimana terjadi pemecahan senya organik. 4. steron. terisi cairan dan dibentuk oleh sel yang disebut trakeoblas. BAB V KESIMPULAN . terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi. sebaliknya mengangkut karbondioksida hasil respirasi dikeluarkan dalam tubuh. Sedangkan pada tabung ketiga yidak mengalami kenaikan suhu karena kecambah didalamnya tidak mengalami respirasi lagi disebabkan sel ± sel didalamnya telah mati setelah melalui proses perebusan. Tabung yang mengeluarkan suhu yang paling tinggi adalah tabung yang no I karena volume kecambah didalamnya lebih besar dibanding kecambah pada tabung no II yang dipotong tiga perempat bagian. Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin. Tabung reaksi I diisi kecambah kacang hijau besar setengah bagian. Telah diketahui hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O.2 Respirasi menghasilkan panas Tabung reaksi diletakkan pada raknya dan diberi tanda. Mekanisme pernapasan pada serangga ini. Pada sistem pengangkutan pada vertebrata. Dengan demikian. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel ± sel tubuh. Sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan diluar sebagai akibatnya udara diluar yang kaya oksigen masuk ke trakea.yang ada dikerangka luar (eksoskeleton) yang disebut spirakel. fungsinya untuk mengetahui suhu dan atau kenaikannya karena yang dicari adalah pembuktian bahwa respirasi menghasilkan panas. asam amino.

jika semakin besar volume organisme maka respirasi yang berlangsung semakin cepat. Respirasi menghasilkan panas. ³Biologi´. ³Hubungan Sanitasi Rumah dengan Kejadian Infeksi Saluran pernapasan Akut (ISPA) pada anak balita´. Thomas R.Maskoeri.Respirasi pada makhluk hidup. Bina Pustakatama:Surabaya Champbell.1966.1989. Triska Sulisa. ³Biologi SMA´. Erlangga:Jakarta Nindy.dkk.Jurnal Kesehatan Lingkungan. akan lebih cepat.1980. Edisi lima Jilid satu.dkk. N. Begitu juga organisme yang memiliki struktur tubuh kompleks. Erlangga:Jakarta Jasin. Istamar. 2005.2002.A. Sedangkan benda mati tidak melangsungkan respirasi saat dipanaskan. DAFTAR PUSTAKA Syamsuri. dkk. ³Laboratory Exercises in the principles of biology´. vol 2 No 1 Mertens. Burgess publishing company:Indiana . ³Biologi Umum Untuk Perguruan Tinggi´.

CONTOH 3 RESPIRASI PADA TUMBUHAN LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM OLEH NAMA : ANNISA SYABATINI NIM : J1B107032 KELOMPOK : 3 ASISTEN : NONI ARAI SETYORINI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI S-1 KIMIA BANJARBARU .

DESEMBER. Kebanyakan tumbuhan tidak berpindah.1 Latar Belakang Dalam beberapa aspek fisiologi tumbuhan berbeda dengan fisiologi hewan atau fisiologi sel. berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. ukuran tubuhnya terbatas pada ukuran tertentu dan harus menjaga integritas mekaniknya untuk hidup dan pertumbuhan. yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkannya. harus mencari makan. Tumbuhan dan hewan pada dasarnya telah berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. 2007 BAB I PENDAHULUAN 1. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. Respirasi merupakan proses oksidasi bahan organik yang terjadi di dalam sel. Dalam respirasi aerobik ini diperlukan oksigen dan dihasilkan karbondioksida serta energi. menggantungkan diri pada apa yang diperolehnya dari lingkungannya sampai batas-batas yang tersedia. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. . Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Kalau fotosintesis adalah suatu proses penyusunan (anabolisme atau asimilasi) di mana energi diperoleh dari sumber cahaya dan disimpan sebagai zat kimia. Fotosintesis atau asimilasi karbon adalah proses pengubahan zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya. Sedangkan dalam proses respirasi secara anaerob dimana oksigen tidak atau kurang tersedia dan dihasilkan senyawa lain karbondioksida. maka proses respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme atau disimilasi) dimana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk menyelenggarakan proses±proses kehidupan. memproduksi makanannya sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof. Hewan sebagian besar harus bergerak. 1.2 Tujuan Percobaan Tujuan praktikum ini adalah untuk untuk mengukur jumlah CO2 yang dibebaskan selama respirasi dan menghitung respiratory quotient (RQ) nya.

Nilai RQ ini tergantung pada bahan atau subtrat untuk respirasi dan sempurna atau tidaknya proses respirasi tersebut dengan kondisi lainnya (Simbolon. 2002). Sedangkan dalam respirasi anaerob dimana oksigen tidak atau kurang tersedia dan . Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer. tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi di bagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi. dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana. 1986). maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. Dalam respirasi aerob diperlukan oksigen dan dihasilkan karbondioksida serta energi. Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. Respirasi merupakan proses katabolisme atau penguraian senyawa organik menjadi senyawa anorganik. dengan menggunakan cahaya matahari. Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. hal ini disebabkan kloropil yang berada di dalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro. untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup. 1989). Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan : Kloropil 6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi Sinar matahari Tergantung pada bahan yang digunakan. Perbedaan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang digunakan biasa dikenal dengan Respiratory Ratio atau Respiratory Quotient dan disingkat RQ. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. 2000). Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. monosakarida. Fotosintesis juga terjadi proses metabolisme lain yang disebut respirasi. Respirasi sebagai proses oksidasi bahan organik yang terjadi didalam sel dan berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis. trimer dan lain-lain.

Bahan organik yang dioksidasi adalah glukosa (C6H12O6) maka persamaan reaksi dapat dituliskan sebagai berikut: C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6H2O + Energi Tergantung pada bahan yang digunakan.9). corong gelas dan penunjuk waktu.dihasilkan senyawa selain karbondiokasida. Memasukkan akuades ke dalam pipa respirometer dan memasukkan kecambah (No. 2005).33).00.7) dan asam organik > 1 (1. Menyiapkan alat dan bahan. 1997). akuades dan vaselin.00±11.2 Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan adalah respirometer ganong dan statif. protein < 1 (= 0. menimbang 10 gram kecambah kacang hijau. . 3. 3.3 Prosedur Kerja 1. 2. 3. 5 Desember 2007 pukul 08.1) ke dalam tabung respirometer dan memutar kedua sumbunya sampai kedua lubang berhadapan. bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. seperti alkohol. lemak <1 (= 0. asetaldehida atau asam asetat dan sedikit energi (Lovelles. Bahan-bahan yang diperlukan adalah kecambah kacang hijau (segar). BAB III METODE PRAKTIKUM 3. larutan KOH 10 %. Nilai RQ ini tergantung pada bahan atau subtrat untuk respirasi dan sempuran tidaknya proses respirasi dan kondisi lainnya (Krisdianto dkk. maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama.8 ± 0. Mengatur permukaan air dalam pipa pada skala 20 dengan jalan menaikkan dan menurunkan pipa.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. Diketahui nilai RQ untuk karbohidrat = 1.

kemudian putar sehingga udara di dalam tabung respirometer terpisah dari udara luar. Membiarkan selama 30 menit. Mengulangi kegiatan 1-5 dengan menggunakan KOH 10 %. 1. 2.1 Hasil Pengamatan Tabel hasil respirasi pada tumbuhan No. Perlakuan KOH Akuades Respiratory Quotient 200 160 4.4.2 Pembahasan . 6. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 5. Jika permukaan airnya turun maka nilainya positif dan jika permukaan air naik maka nilainya negatif. Mengamati perubahan permukaan air di dalam pipa. Mengoleskan sumbat dengan vaselin.

terlihat permukaan air pada alat respirometer ganong menjadi turun maka nilainya positif karena adanya O2 yang merupakan penguraian dari H2O selain H2. Pada kapas yang dibasahi dengan akuades. Alasan mengapa bahan yang digunakan adalah kecambah kacang hijau. Kecambah melakukan pernapasan untuk mendapatkan energi yang dilakukan dengan melibatkan gas oksigen (O2) sebagai bahan yang diserap/diperlukan dan menghasilkan gas karbondioksida (CO2). Di dalam tabung respirometer diletakkan kapas yang sudah dibasahi larutan KOH 10% dan ada juga yang dibasahi dengan aquadest di bawah kecambah kacang hijau. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses respirasi suatu organisme antara lain: umur/usia organisme tersebut. Adanya uap air dijadikan indikator respirasi karena dalam proses respirasi akan dilepaskan karbon dioksida dan uap air. maka makin besar pula kebutuhannya akan energi sehingga dalam respirasinya memerlukan oksigen yang banyak pula. yang membantu kecambah dalam respirasi. Sedangkan pada perlakuan kedua. Jika kecambah kacang hijau dalam tabung berespirasi maka kita akan menemukan uap air yang menempel dalam tabung respirometer. Pada perlakuan yang pertama. Dan pada perlakuan kedua. Hal ini dapat terjadi karena KOH lebih bersifat basa jika dibandingkan dengan aquades. tetapi jika tidak ada uap air itu artinya kecambah kacang hijau tidak berespirasi. bobot dari kegiatan yang dilakukan. karena tumbuhan ini merupakan suatu organisme yang walaupun ia masih belum berkembang dengan sempurna tetapi sudah bisa melakukan pernapasan. proses respirasi bertujuan untuk mendapatkan energi yang digunakan dalam metabolisme dan proses pertumbuhan serta perkembangan untuk menjadi sebuah tanaman dewasa. sehingga di dalam tabung respirometer terjadi perebutan oksigen antara larutan KOH 10% dengan kecambah kacang hijau. kapas dibasahi dengan akuades. permukaan air pada respirometer ganong menjadi naik berarti nilainya negatif karena terdapat KOH yang apabila bereaksi dengan CO2 akan menghambat respirasi pada kecambah. Dalam pengamatan . serta cahaya juga mempengaruhi rata-rata pernapasan. Praktikum kali ini mengamati respirasi yang terjadi pada kecambah kacang hijau segar. Kapas yang sudah dibasahi larutan KOH 10% ini akan mengikat oksigen yang ada di dalam tabung respirometer. Semakin besar suatu tanaman. yang dilakukan sebanyak dua kali dengan memberi perlakuan yang berbeda. air (H2O) dan sejumlah energi. kapas dibasahi dengan larutan KOH 10%. bukan oksigen yang terikat sehingga lama-kelamaan oksigen yang ada di dalam tabung respirometer habis dan akhirnya oksigen dari luar akan tertarik masuk ke dalam tabung respirometer melalui selang karet. Pada dasarnya. keadaan lingkungan sekitar. ukuran organisme itu sendiri. Kecambah kacang hijau tidak bisa mengikat oksigen yang dibebaskan oleh larutan KOH 10% karena yang diperlukan kecambah kacang hijau adalah oksigen bebas.Pada praktikum ini kita telah mengamati proses respirasi pada kecambah kacang hijau. Untuk mengetahui bahwa kecambah kacang hijau melakukan respirasi atau tidak. hal ini terbukti dari hasil percobaan yang telah diamati dimana kecambah kacang hijau sebagai bahan percobaan mampu melakukan respirasi. alat ini berfungsi untuk mengukur jumlah oksigen yang diperlukan dalam respirasi. maka kita dapat mengamati tabung respirometer. Pada pengamatan ini digunakan alat yang disebut respirometer. Masuknya oksigen dari luar ini ditandai dengan naiknya larutan eosin yang dimasukkan dalam pipa kaca.

sejauh 200 pada skala respirometer dengan menggunakan akuades. BAB V PENUTUP 5.ini kita harus teliti dalam mengoleskan vaselin pada sumbat. Tahap pertama adalah kenaikan eosin secara lambat. Laju respirasi dapat diketahui dari waktu yang digunakan kecambah kacang hijau untuk menarik eosin. Respirasi aerob pada pengukuran respirasi kecambah berarti diperlukan oksigen dan dihasilkan karbodioksida serta energi. yaitu tahap kenaikan 160 pada skala respirometer dengan menggunakan KOH 10 %. asetildehida atau asam asetat dengan sedikit energi. terlebih lagi saat memperhatikan gelembung udara yang dihasilkan dari proses fotosintesis. air.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah: 1. dan sejumlah energi.2 Saran Percobaan seperti ini memerlukan pengamatan yang harus benar-benar diperhatikan. 2. Kecambah kacang hijau menarik eosin dalam dua tahap. Sedangkan pada tahap kedua. Agar proses pembuktian adanya karbohidrat pada daun yang melakukan fotosintesis DAFTAR PUSTAKA . jangan sampai ada rongga udara yang masih terbuka karena hal ini bisa mengganggu pengamatan. sedangkan banyaknya oksigen yang diperlukan selama proses respirasi dapat diketahui dari sejauh mana eosin naik. asetildehida atau asam asetat dengan sedikit energi. Pada respirasi kecambah bernilai positif dengan akuades 160 sedangkan dengan KOH bernilai negatif 200. Adapun persamaan reaksi dari respirasi + KOH adalah : C6H12O6 + KOH 2C2H5OH + 2CO2 + K + Energi Respirasi aerob pada pengukuran respirasi kecambah berarti diperlukan oksigen dan dihasilkan karbodioksida serta energi. 5. Pada peristiwa respirasi menghasilkan karbondioksida. Sedangkan respirasi anaerob berarti respirasi dengan kadar oksigen yang kurang atau tidak dan dihasilkan senyawa selain karbodioksida seperti alkohol. Kenaikan ini terjadi. Sedangkan respirasi anaerob berarti respirasi dengan kadar oksigen yang kurang atau tidak dan dihasilkan senyawa selain karbodioksida seperti alkohol.

Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk daerah Tropik. Jakarta. 2005. dan kawan-kawan.Banjarbaru. Biologi Jilid 3. 1986. Simbolon. Kimball. 1997. Jakarta .Dwidjoseputro. Fisiologi Tumbuhan. Syamsuri. Krisdianto. FMIPA Universitas Lambung Mangkurat. I. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Erlangga. 2000. A. Jakarta. Lovelles.W. Erlangga. J. Jakarta. Erlangga. Biologi. Jakarta. Hubu dkk. 1989. R. Biologi. Erlangga. 2002. PT Gramedia.

Tempatkan pada tempat yang datar 4. Apa yang terjadi dengan kedudukan eosin? Jelasakan! . Kristal NaOH (KOH) 5. satu tetes 7. tumbuh dan berkembang. Kecepatan respirasi dinyatakan dengan banyaknya oksigen yang diperlukan serangga/ jangkrik pada waktu tertentu. Susunlah alat dan bahan seperti gambar di atas 3. Mengetahui pengaruh berat serangga terhadap laju respirasi. Mulai menghitung gerakan eosin setiap 2 menit 8. butuh nutrisi. Untuk mengukur kecepatan respirasi pada serangga dilakukan dengan mengukur oksigen yang diperlukan dalam pernafasannya. Variabel manipulasi : b. bernafas. Ulangi langkah di atas pada serangga/ jangkrik yang berbeda beratnya. respirasi. Variabel respon : c. Tutuplah sambungan antara pipa dengan bejana agar tidak bocor udaranya 5. Plastisin/vaselin 7. Larutan eosin 6.CONTOH 4 A. Tuliskan variabel pada percobaan diatas: a. tutuplah dengan jari telunjuk selama 1-2 menit 6. Kapas 8. Timbanglah serangga/ jangkrik yang akan dipakai untuk praktikum 2. Objek Pengamatan setiap 2 menit 123 Jangkrik 0. Alat dan Bahan: 1. Sebelum ujung pipa diberi laruitan eosin. Hitunglah berapa cc oksigen yang dibutuhkan sesrangga dalam waktu 10 menit 9. Cara Kerja Ciri makhluk hidup antara lain melakukan ekskresi. Masukan di ujung pipa berskala larutan eosin. dan bergerak. Tujuan 1. Tugas 1. peka terhadap rangsang. Stopwatch/ pengukur waktu C. Variabel control : 2. Respirometer sederhana 2. Apakah guna NaOH dan KOH dalam percobaan diatas? 4. Hipotesis : 3. Pipet tetes 9.7 gram 9 cm 8 cm 8cm Jangkrik 1 gram 8 cm 11 cm 12 cm D. reproduksi. Alat dan bahan diatur dalam susunan sebagai berikut: 1. B. Jangkrik 4. Neraca 3.

akan semakin membutuhkan oksigen. 5. semakin banyak membutuhkan oksigen. Berguna untuk mengikat CO2 agar tidak menganggu jalannya kegiatan respirasi. Buatlah grafik hubungan antara berat jangkrik dan kebutuhan oksigen! E.5. (Sudah terisi pada tabel Tugas) 2. Sedangkan semakin ringan berat tubuh jangkrik semakin sedikit kebutuhan oksigen. Karena semakin berat tubuh jangrik. 4. 3. Ada. Seperti halnya manusia apabila dia berbadan gemuk dia akan bernafas cepat. Jawaban 1. Ketika jangkrik mulai bernafas di dalam tabung ketika itulah eosin bergerak di dalam tabung dari titik awal tabung respirometer ke titik akhir sesuai dengan kecepatan bernafasnya jangkrik. Semakin berat tubuh jangkrik. . Adakah hubungan antara berat jangkrik dengan kebutuhan oksigen? 6.

NaOH 2. Judul Respirasi pada hewan dan tumbuhan. Stop Watch Bahan : 1. Dasar Teori D. Suntikan 4. C. Alat dan Bahan Alat : 1. Aerosin . Tujuan Percobaan Mengetahui jumlah oksigen yang diperlukan untuk respirasi oleh hewan dan tumbuhan. Statif 5. Plastisin 6.CONTOH 5 A. Kapas 3. Respirometer 2. B.

Belalang 4. 6. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan. Meletakan kristal NaOH beberapa butir ke dalam kapas. Melapisi sambungan antara tabung dan pipet dengan menggunakan plastisin. 9.23 0.13 0.3.22 Kecambah Hijau Waktu per menit 1 2 Jarak Aerosin 0. F. kecambah kacang hijau. Mencatat hasil percobaan ke dalam tabel.28 . 3.11 0. Memasukan kapas yang ada kristal NaOH ke dalam tabung respirometer. 5. Langkah Kerja 1. 7. 8.15 0. Jangkrik 5. Kecambah Kacang Hijau E.18 0. Kecambah Kedelai 6. Menyambungkan tabung respirometer dengan pipet berskala.18 0.06 0. Mengamati pergerakan aerosin setiap menit. Memasukan belalang ke dalam tabung respirometer. Mengulangi percobaan diatas dengan menggunakan objek lain yaitu jangkrik. 4.17 0.5 gram Belalang Waktu per menit 1 2 3 4 5 Jarak Aerosin 0. 2. Data Kacang Kedelai Waktu per menit 1 2 3 4 5 Jarak Aerosin 0. 10.07 0.28 kacang kedelai = 5 gram belalang = 0. 11. Menghitung waktu dengan stop watch sejak aerosin disuntikan. dan kecambah kedelai. Menyuntikan larutan aerosin ke dalam pipet dengan jarak 1 cm.

dan 17.56 kacang hijau = 2. 9. Perubahan ini menunjukan jumlah O2 yang di butuhkan kacang kedelai tiap menit hamper konstan yaitu sekitar 5. Kacang hijau 2.37 0.25 O2 tiap menitnya. dan 5.11 0. Menunjukan rata-rata tiap menit belalang membutuhkan sekitar 4 O2. 9. dan 10. Yang artinya jangkrik membutuhkan sekitar 19. Pembahasan 0. dan 4. 5.85 Pemberian NaOH pada tabung di maksudkan untuk menarik atau mengikat O2.68 0. 19.5 gram Pada belalang perubahannya yaitu 5. 4.49 0.46 0.5 gram Pada kacang hijau perbandingan perubahan jumlah konsumsi O2 tiap menit yaitu 8. 3.5 gram jangkrik = 1 gram Jangkrik Waktu per menit 1 2 3 Jarak Aerosin 0. Kesimpulan .25. H. 5. agar mengetahui kadar O2 yang dibutuhkan.3 4 5 G. Belalang 0.28 0. Jangkrik 1 gram Perubahan pada jangkrik tiap menitnya yaitu 17. 21. perubahan ini menunjukan jumlah O2 yang dibituhkan oleh kacang hijau tiap menit hampir konstan yaitu sekitar 9. Kacang kedelai 5 gram 4 5 Pada kacang kedelai perbandingan perubahan jumlah konsumsi O2 tiap menit yaitu 6.

 Pada tiap menit kadar O2 yang dibutuhkan oleh hewan maupun tumbuhan hampir konstan.  Massa benda pada suatu percobaan sangat berpengaruh. . Sehingga membutuhkan kadar O2 lebih banyak. Dari data dan pembahasan di atas. saya menyimpulkan bahwa :  Setiap jenis hewan atau tumbuhan membutuhkan jumlah O2 yang berbeda. karena lebih berat benda energi yang dibutuhkan lebih banyak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful