P. 1
Makalah Bimbingan Konseling 'Belajar'

Makalah Bimbingan Konseling 'Belajar'

|Views: 25,046|Likes:
Published by Yasheive saadi

More info:

Published by: Yasheive saadi on Jul 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2015

pdf

text

original

Sebagai seorang pengajar yang profesional, seorang guru harus dapat
mencegah peristiwa lupa yang sering dialami oleh siswa. Pada dasarnya lupa
dapat ditangani dengan berbagai cara.
1.Overlearning Overlearning
upaya belajar yang melebihi batas penguasaan dasar atas materi
pelajaran tertentu. Overlearning dapat terjadi apabila respon atau reaksi
tertentu muncul setelah siswa melakukan pembelajaran atas respon
tersebut dengan cara diluar kebiasaan. Sebagai contoh pembacaan
Pancasila setiap hari Senin pada Upacara Bendera memungkinkan siswa
memiliki pemahanan lebih mengenai materi Pendidikan Pancasila.
2.Extra Study Time Extra Study Time adalah
upaya penambahan alokasi waktu belajar atau penambahan frekuensi
( kekerapan ) waktu aktivitas belajar. Penambahan alokasi waktu belajar
materi tertentu, berarti siswa menambah jam belajarnya.
3.Mnemonic Device Muslihat memori atau mnemonic device
lebih sering disebut mnemonic saja berarti kiat-kiat khusus yang biasa
dijadikan “alat pengait” mental untuk memasukkan item-item informasi
kedalam memori siswa. Ragam mnemonic ini banyak ragamnya tetapi
yang paling menonjol adalah sebagai berikut.
a.Rima ( Rhyme )

Bimbingan dan Konseling Belajar 65

sajak yang dibuat sedemikian rupa yang isinya terdiri atas kata dan
istilah yang harus diingat siswa. Sajak ini akan lebih baik pengaruhnya
apabila diberi not-not sehingga dapat dinyanyikan.

b.Singkatan

terdiri dari huruf-huruf awal nama atau istilah yang harus diingat
siswa. Contoh jika seorang siswa hendak mengingat nama Nabi Adam,
Nabi Nuh, Nabi Ibrahim dan Nabi Musa, mereka dapat menyingkatnya
menjadi ANIM. Pembuatan singkatan seyogyanya dilakukan
sedemikian rupa sehingga dapat menarik dan memberi kesan
tersendiri.
c.Sistem kata pasak ( peg word system)
sejenis teknik mnemonik yang menggunakan komponen-komponen
yang sebelumnya telah dikuasai sebagai pasak (paku) pengait memeori
baru.
d.Model Losai ( Method of Loci )
kiat mnemonik yang menggunakan tempat-tempat khusus dan
terkenal sebagai sarana penempatan kata dan istilah tertentu yang harus
diingat siswa. Kata “Loci” sendiri adalah jamak dari kata “lokus” yang
artinya tempat.
e.Sistem Kata Kunci ( Key Word System ),
kiat yang satu ini masih tergolong baru dibandingkan kiat-kiat yang
lainnya. Kiat ini dikembangkan oleh Raugh dan Atkinsen. Sistem ini
biasanya direkayasa secara khusus untuk mempelajari kata dan istilah
asing, Inggris misalnya

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->