P. 1
tahu beton

tahu beton

5.0

|Views: 1,360|Likes:
Published by Pattun Hutabarat

More info:

Published by: Pattun Hutabarat on Jul 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

1.

Beton Tahu (Decking) Beton tahu atau beton decking berfungsi untuk membuat sela atau jarak antara permukaan bekisting dengan tulangan, sehingga pada waktu pengecoran nanti bisa terbentuk selimut beton sesuai yang diinginkan. Pada proyek ini, selimut beton pada pelat, kolom dan balok direncanakan 5 cm. Oleh karena itu beton tahu dicetak berbentuk kubus dengan tinggi 2,5 cm. Beton tahu terbuat dari adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1 : 4. Gambar 13. Beton Tahu (Decking) 2. Kawat Pengikat Tulangan Kawat pengikat tulangan digunakan untuk mengikat baja tulangan yang akan dirangkai, sehingga posisi baja tulangan terkunci dan tidak bergeser. Pada proyek ini digunakan kawat dengan diameter 1 mm. Gambar 14. Kawat Pengikat Tulangan 3. Multiplek Pada proyek ini Multiplek digunakan sebagai bekisting pada pekerjaan kolom dan balok. Multiplek yang digunakan dalam proyek ini memiliki tebal 15 mm. Gambar 15. Multiplek 4. Balok Kayu Balok kayu digunakan sebagai penahan bekisting pada pekerjaan kolom, balok, pelat dan sloof. Kayu yang dipakai adalah kasau dengan dimensi 5/7.

Gambar 16. Kayu Kasau 5. Beton Ready Mix Beton ready mix adalah beton yang berasal dari batching plant untuk pengecoran di lapangan (Sebayang, 2000). Batching plant PT. Sorento Nusantara berada di Tarahan, sedangkan pengecoran di lakukan di Bambu Kuning Plaza. Waktu yang dibutuhkan untuk mengangkut beton menggunakan mixer truck yaitu ± 45 menit. Untuk menghindari beton tersebut mengeras di perjalanan, molen pada mobil pengangkut ready mix tetap bekerja. Pada proyek ini, beton ready mix digunakan pada pengecoran balok dan pelat. Adapun alasan penggunaan beton ready mix yaitu : a. Kontrol kualitas beton yang lebih ketat dalam penakaran materialmaterial penyusun beton, sehingga mengurangi kemungkinan perbedaan sifat-sifat beton yang telah mengeras. b. Penghematan waktu dalam pengecoran. Beton ready mix yang dipakai dalam proyek ini adalah beton dengan mutu K-300 atau memiliki kuat tekan 300 kg/cm², yang berasal dari PT. Sorento Nusantara. Gambar 17. Beton Ready Mix 12. Perancah Perancah digunakan untuk menyangga bekisting dan adukan beton pada pengecoran balok, kolom dan pelat lantai sampai struktur tersebut mampu menahan beban yang ada. Perancah yang digunakan dalam pembangunan

proyek ini adalah kayu gelam dengan diameter 10 cm. Gambar 18. Kayu Gelam Gambar 18. Perancah (Scaffolding) 13. Pelumas Pelumas bekisting digunakan untuk melumasi permukaan bekisting dengan tujuan agar beton tidak melekat pada bekisting, sehingga bekisting bisa dibuka dengan mudah. Selain itu dengan melumasi permukaan bekisting, diharapkan bekisting tersebut bisa lebih tahan lama. Pelumas yang dipakai pada pengerjaan proyek ini adalah oli yang telah dipakai (oli bekas). A. Peralatan Peralatan yang disediakan kontraktor yaitu, antara lain : 1. Bar Cutter Bar cutter digunakan untuk memotong baja tulangan. Pada proyek ini, bar cutter digunakan untuk memotong baja tulangan polos Ø 8 mm, Ø 10 mm, Ø 16 mm dan Ø 19 mm. Gambar 19. Bar Cutter 2. Pembengkok Tulangan (Bar Bender) Bar Bender digunakan untuk membengkokkan tulangan. Gambar 20. Bar Bender 3. Molen Beton (Concrete Mixer) Molen digunakan untuk pembuatan adukan beton pada pekerjaan pondasi menerus, sloof, dan kolom. Molen ini digerakkan dengan

menggunakan tenaga mesin diesel kapasitas molen yang digunakan adalah 0,35 m3 . Kecepatan putar alat harus benar-benar stabil, karena berpengaruh pada mutu beton yang dihasilkan. Sedangkan untuk pengecoran balok dan pelat lantai menggunakan beton pra campur (ready mix). Gambar 21. Pencampur beton (concrete mixer) 4. Truk Pencampur (Mixer Truck) Mixer truck adalah kendaraan yang digunakan untuk mengangkut beton Ready Mix dari lokasi batching plant ke lokasi proyek. Kendaraan ini dilengkapi dengan alat pencampur (mixer) yang terus berputar selama perjalanan menuju lokasi proyek, sehingga adukan beton tersebut tidak mengalami segregasi. Mixer truck digunakan pada pekerjaan pengecoran pelat dan balok. Beton tersebut berasal dari PT. Sorento Nusantara. Kendaraan ini mampu mengangkut 5 - 7 m3 beton. Gambar 22. Mixer Truck 5. Pompa Beton (Concrete Pump) Concrete pump adalah penyemprot campuran beton yang dapat menggapai lokasi pengecoran pada ketinggian tertentu. Alat ini sangat efektif digunakan untuk lokasi pengecoran yang tinggi, pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat. Alat ini berupa pompa yang

dijalankan menggunakan tenaga dari mesin truk yang dilengkapi dengan pipa penyemprot campuran beton. Selain itu juga alat ini dilengkapi dengan bak penampungan campuran beton sementara dan juga kaki yang berfungsi sebagai dudukan truk ketika proses penyemprotan dilakukan. Concrete pump dioperasikan setelah adukan beton disalurkan dari concrete mixer ke dalam wadah penampungan truk. Dari tempat penampungan, beton disedot dan disemprotkan ke tempat yang akan di cor. Sebagai media penyalurnya digunakan pipa besi Ø 20 cm yang dapat disambungkan sesuai dengan kebutuhan. Concrete pump dilengkapi dengan mesin penggerak dan remote control sehingga pipa dapat digerakkan ke arah lokasi pengecoran yang diinginkan. Gambar 23. Pemompa adukan beton (concrete pump) 6. Vibrator Vibrator adalah alat yang digunakan untuk memadatkan adukan beton pada saat dimasukkan kedalam cetakan atau bekisting, serta untuk meratakan adukan beton pada saat pengecoran pelat. Dengan digunakannya vibrator diharapkan seluruh bagian yang dicor dapat terisi beton dengan baik dan padat, sehingga tidak terjadi celah kosong yang dapat menyebabkan beton keropos. Vibrator tidak boleh dibiarkan terlalu lama pada satu tempat dalam beton basah, karena dapat menyebabkan segresi yaitu terlepasnya ikatan antar material pembentuk beton.

Gambar 24. Vibrator 7. Water Pass Pada proyek ini, water pass digunakan untuk menentukan kedataran dan ketegakan dalam pemasangan angkur. Gambar 25. Water Pass 8. Stamper Stamper adalah alat yang digunakan untuk memadatkan tanah yang gembur agar tanah menjadi lebih padat dan keras. Hal ini terutama dilakukan pada lantai kerja atau jalur lalu lintas kendaraan proyek. Gambar 26. Stamper 9. Peralatan Pembantu Peralatan lain yang digunakan pada proyek ini, yaitu : sepatu boots, cangkul, sekop, blencong, scrap, gerinda, palu, godam, golok, gergaji, ember, meteran, tang, tang kakak tua, selang, kuas, dan roly dorong. B. Pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang diamati selama melakukan kerja praktik pada Pembangunan Area Parkir Bambu Kuning Plaza ini, antara lain yaitu pekerjaan pondasi, dan sloof. 1. Pekerjaan Pondasi Telapak pada Ramp Pondasi adalah suatu struktur bangunan yang berfungsi untuk menopang bangunan dan meneruskan beban yang bekerja diatasnya ke dasar tanah. Langkah-langkah pekerjaan pondasi : 1. Penggalian tanah pondasi

2. Penulangan pondasi 3. Pengecoran a. Pekerjaan Galian Tanah Pondasi Tahap-tahap pekerjaan galian tanah pondasi untuk pondasi setempat dilakukan secara hati-hati serta harus mengetahui ukuran panjang, lebar dan kedalaman pondasi. Lebar dasar galian tanah pondasi hendaknya dibuat lebih lebar dari ukuran pondasi agar tukang lebih leluasa bekerjanya Semua galian tanah harus ditempatkan diluar dan agak jauh dari pekerjaan penggalian agar tidak mengganggu pekerjaan. Pada Proyek Pembangunan Area Parkir di Bambu uning Plaza, pondasi telapak pada ram bagian timur memilik kedalaman 2 meter, panjang 6 meter dan lebar 1,5 meter. Namun, perakitan tulangan untuk pondasi telapak dilakukan di lokasi galian sehingga panjang untuk galian dibuat 7 m, agar tukang lebih leluasa bekerja setelah perakitan tulangan selesai maka dilakukan penimbunan agar didapat ukuran yang sesuai dengan perencanaan awal yaitu panjang 6 m, lebar 1,5 m dan kedalaman 80 cm. Gambar 27. Pekerjaan Galian Tanah b. Pekerjaan Penulangan Untuk pondasi telapak ini perakitan tulangan dilakukan di lokasi tempat galian atau di dalam lubang galian pondasi. Tulangan yang dipakai adalah baja tulangan polos (BJTP 24) Ø16-150. Cara perakitan tulangan yaitu dengan mengukur panjang tulangan yang

akan digunakan untuk pondasi yaitu 6 m mendesain bentuk atau dimensi dari tulangan pondasi yaitu panjang 6 m, lebar 1,5 m, dan tebal 40 cm, merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan pondasi dengan kawat pengikat agar kokoh dan tulangan tidak terlepas. Pada Proyek Pembangunan Area Parkir Bambu Kuning rakitan tulangan ditempatkan langsung bersentuhan dengan tanah tanpa menggunakan lantai kerja. Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan dengan dasar tanah, jarak antara tulangan dengan dasar tanah 5 cm yaitu dengan menggunakan pengganjal yang di buat dari batu kali disetiap ujung sisi/tepi tulangan bawah agar ada jarak antara tulangan dan permukaan dasar tanah untuk melindungi/melapisi tulangan dengan beton (selimut beton) dan tulangan tidak menjadi karat. Selimut beton di atas dan bawah adalah 5 cm. Sedangkan jarak rakitan tulangan atas dan bawah adalah 40 cm. Pada pondasi telapak ini terdapat tiga kolom menerus dengan dimensi 40 x 40 cm, jarak kolom satu ke kolom dua adalah 3,5 m (lebar ramp), sedangkan jarak kolom dua ke kolom tiga adalah 2,5 m. Namun, kolom paling ujung sebelah timur hanya diteruskan sampai pelat pada ramp saja sedangkan dua kolom lainnya diteruskan sampai pelat lantai dua. Tulangan utama pada kolom ini menggunakan Ø19 dan tulangan sengkang menggunakan Ø10. Sebelum pemasangan kolom, dilakukan penimbunan tanah sisa galian sampai mencapai ukuran pondasi telapak yang sesuai rencana

yaitu 6 m x 1,5 m x 0,8 m. Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka dapat langsung melakukan pengecoran pada malam harinya. Gambar 28. Pekerjaan Penulangan d. Pekerjaan Pengecoran Pengecoran pondasi telapak pada proyek ini juga dilakukan secara manual pada malam hari agar tidak mengganggu akti itas perdagangan bila dilakukan pada siang hari. Pengecoran dilakukan dengan menggunakan mesin molen. ualitas/mutu beton yang digunakan adalah -300 dengan perbandingan untuk setiap m3 beton adalah 413 kg semen, 681 m3 pasir, dan 1021 m3 split, serta 215 liter air. Tahap pelaksanaan pekerjaan pengecoran 1. Pekerjaan persiapan Pekerjaan persiapan dilakukan dengan mempersiapkan bahanbahan material yang akan digunakan untuk pengecoran dan ditempatkan di daerah yang tidak terlau jauh dengan tempat galian pondasi/tempat yang akan dicor. Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton adalah: semen, pasir, kerikil/split serta air. ualitas/mutu beton tergantung dari kualitas bahan-bahan

pembuat beton dan perbandingannya. Bahan-bahan harus diperiksa dulu sebelum dipakai membuat beton dengan maksud menguji apakah syarat-syarat mutu dipenuhi. Semen merupakan bahan pokok terpenting dalam pembuatan beton karena mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil/split menjadi satu kesatuan berarti semen merupakan bahan pengikat dan apabila diberi air akan mengeras. Agregat adalah butiran-butiran batuan yang dibagi menjadi bagian pokok ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus yang disebut pasir dan agregat kasar yang disebut kerikil/split dan batu pecah. 2. Pengadukan Karena didalam pengecoran ini memakai mesin mollen atau concrete mixer, maka pengadukan bahan material dimasukan kedalam sebuah tabung mollen/mixer dengan urutannya yaitu pertama memasukan pasir, kedua memasukan kerikil/split, ketiga memasukan semen dan biarkan tercampur kering dahulu sesuai dengan perbandingan volume. 3. Pengecoran Setelah bahan material sudah tercampur dalam keadaan kering kemudian tambahkan air secukupnya sampai merata, maka material tersebut berubah dalam bentuk pasta, setelah menjadi pasta tuangkan sedikit demi sedikit kedalam galian pondasi yang sudah diletakan tulangan dan setelah pasta masuk kedalam

galian pondasi pasta tersebut yang diratakan dengan sendok spesi/cetok sesuai dengan kemiringan dari bentuk pondasi. Gambar 29. Pekerjaan Pengecoran 4. Pelaksanaan Setelah semua material bahan pengecoran benar-benar tercampur seluruhnya mulai dari pasir, kerikil/split serta semen dan air sebagai bahan pengikat, maka cara pelaksanaan pengecoran pondasi telapak dituangkan kedalam galian pondasi dengan cara bertahap sedikit demi sedikit dengan bantuan sendok spesi/cetok agar semua material bahan pengecoran dapat masuk ketempat pengecoran yang sudah diletakkan tulangan dan tidak ada celah yang kosong dan lebih padat. Setelah melakukan pengecoran, maka pondasi telapak tersebut dibiarkan mengering dan setelah mengering pondasi diurug dengan tanah urugan serta disisakan beberapa cm untuk sambungan kolom.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->