Konstruksi Tangga

1. Pendahuluan Dewasa ini karena semakin padatnya perumahan diperkotaan serta semakin sempitnya daerah ( area ) tanah yang ada untuk bangunan, dan juga harga tanah yang relatif mahal jika dibandingkan dengan harga bangunannya, maka perluasan bangunan tidak lagi dalam arah mendatar ( horisontal ), tetapi dibuat pada arah ke atas ( vertikal ). Mengingat hal tersebut maka , untuk menghubungkan ruang di bawah dengan di atasnya maka digunakan alat penghubung yaitu tangga. Karena tangga hanya digunakan sebagai penghubung ruang saja, maka tangga di buat dengan lebar seminimal mungkin. Penempatan tangga di buat sedemikian rupa sehingga terlihat indah dan untuk rumah tinggal, tangga dibuat didekat pintu masuk utama ( entrance ). Pada bangunan yang besar dan luas digunakan beberapa buah tangga, sedangkan pada bangunan yang mempunyai banyak tingkat dipasang tangga lain yang di tempatkan di luar bangunan sebagai tangga darurat dan dipakai apabila gedung tersebut terjadi sesuatu seperti kebakaran, oleh karenanya sering disebut sebagai tangga kebakaran. 2. Bahan bangunan Tangga. Bahan – bahan bangunan tangga dibuat dari bahan – bahan yang di gunakan pada bangunannya dan tergantung pada tujuannya serta menurut selera dari pemilik dan perencana. Tangga terdiri dari anak tangga yang tingginya selalu tepat sama. Atas dasar bahan bangunannya kita dapat membedakan konstruksi tangga masif ( dari batu alam, batu buatan atau beton ), konstruksi tangga dari kayu dan konstruksi tangga dari baja. Tangga dari kayu banyak digunakan karena bahan ini mudah didapat. Tangga kayu disamping cepat aus, juga tidak baik dipakai di tempat – tempat yang kasar dan banyak kotoran. Pada tempat yang demikian lebih baik struktur tangga dibuat dari baja. Tangga baja banyak dipakai sebagai tangga kebakaran, bengkel, juga ruangan di bawah tanah ( kelder ). Satu lagi tangga dari bahan beton bertulang. Bahan ini selain tidak mudah terbakar, tidak cepat aus dan tidak licin, dapat dibentuk dengan mudah dan sesuai keinginan. Tangga dari batu, berhubung struktur batu yang ada, hanya sesuai untuk pengerjaanundak – undak. 3. Susunan dan Bentuk Tangga Susunan tangga terdiri dari ibu tangga atau daun tangga ( boom ), dan anak tangga ( trede). Pada tangga yang panjang dibuat tempat pemberhentian yang dinamakan dengan bordes. Anak tangga terdiri dari anak tangga datar; juga dinamakan langkah datar ( antrede ), dan anak tangga tegak; juga dinamakan langkah haik ( optrade ). Pada tangga dari kayu, baja bahkan kadang – kadang beton ibu tangga mengapit anak tangga dan sejajar satu sama lain.

Lantai papan tebal 2.5

balok bordes ibu tangga ( boom ) langkah naik ( optrede

kayu muka

kayu belakang

Ibu tangga yang menempel pada tembok disebut ibu tangga luar ( boom tembok ) karena biasanya menempel pada tembok, dan ada juga ibu tangga dalam atau boom dalam. Ada berbagai jenis bentuk tangga, karena tangga tidak hanya merupakan jalan untuk naik ke atas, melainkan juga suatu elemen keindahan dalam rumah. Jika suatu tangga terdiri dari anak tangga persegi empat maka terdapatlah tangga lurus. Jikalau tangga berbentuk trapesium maka tangga itu tangga dengan belokan. Tentu saja kedua jenis ini dapat dikombinasikan dengan sesuka hati. Mengingat ruangan yang tersedia dan juga bentuknya, maka tangga dapat dibuat beberapa macam. A. TANGGA TUSUK LURUS Tangga ini digunakan pada ruangan yang panjang. Ini terdiri dari ibu tangga yang sejajar, sedangkan anak tangga tegak lurus pada ibu tangga.

Tangga tusuk lurus

maka dalam tangga dapat dibentuk belokan pada anak tangga. Bisa juga dibuat dengan menggunakan belokan diawal dan diakhir tangga( gambar 4-57c ). Jika dimulai pada awal naik tangga disebut dengan tangga dengan belokan awal ( gambar 457a ). TANGGA BORDES LURUS Jika anak tangga terlalu banyak ( minimal 20 anak tangga ).B. Gbr 4-57a Gbr 4-57b Gbr 4-57c Tangga denganbelokan di awal tangga Tangga denganbelokan di akhir tangga Tangga dengan belokkan di awal dan di akhir . Oleh karena itu di pasang bordes. Bordes juga dapat dipergunakan sebagai tempat istirahat. TANGGA DENGAN BELOKAN Agar tudak terlalu banyak ruangan yang di pakai dalam pembuatan tangga. atau tempat pemberhentian sementara. dinamakan tangga dengan belokan akhir ( gambar 4-57b ). dan jika perempatan pada akhir tangga. Tangga bordes lurus C. akan melelah bagi yang melaluinya.

TANGGA POROS Tangga poros menggunakan sedikit ruangan dan hemat. maka disebut tangga dengan dua lengan dan tangga dengan tiga. Menurut banyaknya lengan yang ada. Tangga dengan dua lengan Tangga dengan tiga lengan Bahkan pada bangunan yang dihubungkan dengan banyak ruang terjadi semacam pertemuan. Dari pertemuan tersebut dibuat tempat yang datar disebut bordes. sehingga dapat dibentuk tangga yang memiliki lengan lebih dari tangga dengan dua atau tiga lengan. Lihat gambar di bawah ini . dua kali setengah lingkaran bahkan dapat membentuk empat kali seperempat lingkaran. Karena anak tangga bertemu pada satu tempat yaitu merupakan tiang. E. karena tangga ini dari awal sampai akhir membentuk setengah lingkaran. TANGGA MELIUT Untuk meminimalkan ruangan untuk tangga bisa juga dibuat tangga dengan bentuk meliut. TANGGA DENGAN BORDES BERBELOK / BERLENGAN Tangga yang tidak lurus dan membelok disebut tangga dengan lengan. . F. Tangga Membilut Dalam hal ini anak tangga tidak berbentuk segi panjang akan tetapi dengan berbentuk trapesium.D. maka dinamakan tangga poros.

Tangga poros setengah lingkaran Tangga poros tiga perempat lingkaran G. Tangga ini biasanya terbuat dari baja dan beton. Dan mempunyai ibu tangga sebelah dalam. TANGGA MELINGKAR / LINGKARAN Tangga ligkaran pada ibu tangganya dibuat melingkar. Tangga tiga perempat lingkaran Tangga lingkaran penuh .

Panjang langkah datar di hitung dengan ketentuan : a + 2. untuk tempat umum seperti sekolah dan tempat pertunjukan lebar tangga ditentukan antara 150 – 300 cm.o= 57 – 65 cm. Di mana a = langkah datar dan o = langkah naik Sedangkan bilangan 57 – 65 merupakan panjang langkah rata – rata orang berjalan di tempat datar. hitunglah ukuran – ukuran anak tangga dan luas ruangan yang di pakai untuk keperluan rumah tangga ? Penyelasaian : Karena tinggi lantai = 380 cm. Seperti yang telah di jelaskan di awal. dan juga berbeda dengan tangga darurat. Sehingga ada ketentuan bahwa tangga yang layak dipergunakan memiliki derajat kemiringan tidak lebih dari 35 0 . 19 cm.o = 62 cm a+ 2x19 = 62 cm maka : a = 62 cm – 38 = 24 cm . Oleh karena itu akan di bahas juga tentang Perbandingan kelandaian dan keamanan konstruksi serta Perhitungan tirusan tangga. yaitu menggunakan rumus : a + 2. Banyaknya langkah tegak tergantung pada tinggi ruangan antara lantai satu dengan lantai berikutnya.5 cm. ketinggian antara lantai 1 dan lantai 2 adalah 380 cm.120 cm. tenaga yang diperlukan adalah 2 kali dari pada berjalan di tempat datar. Dalam hal ini pembagian dilakukan seteliti mungkin agar tinggi anak tangga sama dari tempat awal sampai tempat akhir. Ex: Suatu ruangan memiliki 2 lantai. a+2. Dari uraian tadi dapat diketahui panjang anak tangga datar / maju. Biasanya tinggi anak tangga tegak atau langkah tegak berkisar 17 – 20 cm. Untuk mendapatkan ukuran langkah naik adalah dengan mengambil bilangan antara 17 – 20 cm dari tinggi lantai bagian bawah ke atas. sehingga banyaknya langkah naik menjadi n buah atau = 380 19 20 buah.4. ukuran langkah naik diperkirakan dengan ukuran paling mendekatinya yaitu. Untuk berjalan naik.oleh karena itu kemiringan tangga jangan di buat terlalu curam. Ukuran Tangga Dalam pembuatan tangga yang perlu diperhatikan adalah untuk apa tangga itu dibuat ( fungsi ) dan di mana tangga itu di pergunakan ? . misal tinggi lantai di atas 165 cm. maka ukuran langkah naik yang di ambil adalah 16. Jika tinggi lantai bagian atas sama dengan 240 maka untuk tinggi langkah naik dapat diambil = 20 cm. Lebar tangga untuk satu orang adalah antara 60 – 90 cm. terutama di rumah sakit. Untuk menentukan panjang bordes digunakan pedoman ukuran satu langkah datar pada hitungan ditambah satu atau dua langkah dan berkisar antara 80 – 150 cm. bagi orang dewasa.o = 57 – 65 cm. dan untuk dua orang ditentukan antara 80. bahwa tangga sebagai tempat bekerja berbeda dengan tangga umum ( biasa ). Ukuran anak tangga tergantung pada langkah naik dan langkah datar.

75 0 (e). yaitu perbandingan antara tinggi anak tangga dan lebar anak tangga. c. Tangga landai 20 0 . Tangga biasa 24 0 . seluruhnya tergantung dari perbandingan kenaikannya. Panjang tangga seluruhnya menjadi 9 x 24 = 216 cm. a. belum terhitung awal naik tangga dan akhir tangga. jika tangga tersebut dibuat tangga lurus maka panjang ruang yang di butuhkan untuk tangga yaitu : 19 x 24 = 456 cm. 20 / 20 cm 20 / 23 cm 19 / 25 cm 18 / 27 cm 17 / 29 cm Tangga yang paling baik 16 / 31 cm 15 / 33 cm Apakah sebuah tangga dapat dinaiki dan dituruni dengan enak dan aman. entrance tangga = 74 cm. tangga hemat 45 0 . Perbandingan Kelandaian dan ke amanan konstruksi tangga Berdasarkan kelandaiannya. A.24 0 (c). Tangga naik. Oleh karena itu lebih hemat bila menggunakan tangga bordes dengan dua lengan maka : 380 Banyaknya langkah naik n = 1 2 x 10 buah. Tangga curam. maka kita akan mendapat jenis – jenis tangga berikut : (a).Jadi panjangnya langkah datar ( antrede ) = 24 cm. d. di ambil Panjang bordes = 80 cm. 19 n langkah datar = 10 – 1 = 9 buah. Lantai miring 6 0 – 20 0 (b).45 0 (d). 2 x kenaikan ( tinggi anak tangga ) + 1 x lebar anak tangga = 63 cm 2 x anak tangga mendatar + 1 x anak tangga tegak = 63 … 63 cm .90 0 e. b. tangga tingkat 75 . Panjang ruangan untuk tangga menjadi kurang lebih 370 cm.

yang tetap memperhatikan tinggi anak tangga dan garis langkah. Pada umumnya garis langkah ditentukan pada tengah – tengah tangga. max 3.B. Anak tangga 4-6 = 168 cm : 6 = 28 cm anak tangga 3 = lebar biasa – 1 x v = 28-3=25 cm anak tangga 2 = lebar biasa – 2 x v = 28-6=22 cm anak tangga 1 = lebar biasa – 3 x v = 28-9=19 cm V = tirusan anak tangga ( min 1. maka dapat ditarik kesimpulan. Sebagai ilustrasi . memberikan kemungkinan pembuatan ibu tangga dan pegangan yang baik. bahawa untuk ukuran a dari lebar anak tangga harus dikuragkan satu kali v dan untuk b dua kali v dan seterusnya. Kalau letak anak tangga disesuaikan dengan garis langkah maka harus diusahakan suatu bentuk anak tangga. M = 168 cm – 150 cm = 18 m Q = ( ada tiga anak tangga ditirus ) = 1 + 2 + 3 = 6 V = 18 / 6 = 3 Karena q merupakan jumlah nomor anak tangga yang dikenal tirusan. maka lambat laun terjadi peralihan arah jalan. Pada perubahan ini perbandingan kenaikan yang sudah ditetapkan tidak berubah dan sesuai pada garis langkah. Perhitungan tirusan tangga Perubahan pada anak tangga : Karena membeloknya sebuah tangga.5 cm. Tangga kesil dengan belokan seperdelapan bawah : Perhitungan menurut rumus berikut : V M Q Maka .5 cm ) M = perbedaan ukuran antara garis jalan ( garis langkah) dengan bagian dalam ibu tangga terpendek Q = jml nomor anak tangga yang harus mengalami penirusan Ukuran anak tangga di ambil pada ibu dalam: . Contoh .

sekarang hanya digunakan untuk tangga yang lurus dan tidak untuk tangga dengan belokan atau tangga lingkaran. Karena anak tangga pada konstruksi ini tidak mungkin membentangi seluruh tangga dan membagi beban. keduanya jenis konstruksi yang relatif jarang dilaksanakan. Pada kedua sisi ini tangga harus di beri ukuran 4 cm antara sisi belakang anak tangga yang satu dengan sisi muka anak tangga berikutnya. Dengan kelandaian yang besar . yang sebetulnya hanya sejenis tangga naik yang lebih sempurna. maka tangga – tangga ini. Salah satu kemungkinan menggunakan tangga dengan lobang tersembunyi ialah tangga hemat. untuk memungkinkan orang menjalaninya dengan enak dan pasti. Balok Ranvil ibu tangga lebar ibu tangga tergabtung dari perbandingan kenaikan Balok Ranvil Tangga dengan lobang terbuka . dan tangga ini juga tidak efektif bila digunakan untuk pengangkutan barang yang berat. Tangga kayu Sampai sekarang masih banyak digunakan tangga dari kayu. Maka dalam pembentukan tangga kayu cukup dibuat sederhana saja.5. Macam – Macam Konstrusi tangga dari kayu 1) Tangga dengan lobang terbuka dan lobang tersembunyi Tangga dengan lobang terbuka dan tersembunyi. Ruangan yang diperlukannya sangat terbatas.

tangga dengan lobang tersembunyi dan papan sentuhan. Untuk anak tangga kayu keras dengan bagian hati keatas. anak tangga pada konstruksi ini tidak mungkin membentangi seluruh tangg dan membagikan beban. Maka beban yang dalam pemakaian tangga ditanggung oleh satu bagian. Seperti tangga dengan lobang terbuka. Kayu untuk ibu tangga pada umumnya memiliki ketebalan 40 mm s/d 60 mm. kayu untuk anak yangga 35 mm s/d 45 mm. Pada tangga dengan lobang tersembunyi atau lobang terbuka yang tanpa papan sentuhan dan pada tangga dengan anak tangga yang ditakik. yang berhubungan menjadi suatu kesatuan dan bekerja sama. Untuk ibu tangga digunakan kayu yang berserat panjang dengan bagian hati luar. 3) Tangga dengan anak tangga yang ditakik Konstruksi tangga dengan anak tangga yang diakik merupakan salah satu kontruksi tangga dari kayu yang tertua. terbagi pada seluruh tangga. Konstruksi tangga dengan anak tangga yang ditakik hanya dapat digunakan untuk tangga yang lurus dan tidak untuk tangga dengan belokan atau tangga lingkaran . anak tangga dan papan sentuhan ( penutu anak tangga ). beban ditanggung hanya oleh satu bagian saja. Dengan begitu maka melengkung atau menyusutnya kayu dapat di hindari. seluruh tangga lalu merupakan suatu keseluruhan. Pada tangga dengan lobang tersembunyi ini. anak tangga ditanamkan pada ibu tangga. Maka tangga ini sebetulnya hanya merupakan sejenis tangga naik yang lebih sempurna.Balok Ranvil ibu tangga baut lebar ibu tangga tergabtung dari perbandingan kenaikan Balok Ranvil Tangga dengan lobang tertutup 2) Tangga dengan lobang tersembunyi dan papan sentuhan Kebanyakan tangga dibuat dengan anak tangga tertanam. karena cara ini ternyata yang terbaik. Karena adanya hubungan erat antara ibu tangga. Untuk tangga seperti ini harus menggunakan bahan kayu yang sangat kering.

karena tanpa mengelem penggunaan kayu akan terlalu besar. Terutama pada tangga dengan belokan. Fungsi dari papan sentuh adalah untuk melandasi anak tangga dan membatasi pandangan. sehingga hubungannya menjadi tepat dan kuat. Sebagai konstruksi tangga. yang harus diperhatikan. agar kayu gubal disambung dengan kayu gubal atau kayu teras dengan kayu teras. Jika kita mengelem ibu tangga. Karenakonstruksi tangga dari kayu biasanya dikonstruksikan sebagai tangga dengan lobang tersembunyi dan papan sentuhan. tangga hemat sebenarnya dapat diglongkan kedalam konstruksi tangga dengan lobang tersembunyi. Bagian atas papan sentuhan mendapat kenaikan 2 % dari panjangnya anak tangga. Kelima paku hendaknya jangan pada satu garis lurus.pemakuan dilakukan dari atas ke bawah. melainkan di seling.hubugan antara anak tangga dan papan sentuhan perlu diperhatikan dengan khusus. Pada semua pekerjaan dengan perekat pada konstruksi tangga. Hanya digunakan kalau ruiang yang tersedia sempit sekali ( sudut sekitar 60 derajat ). pada ibu tangga harus ada pengeleman. Dua buah anak tangga direnggangkan dengan sebuah pengungkit atas dua baji. detail tingkat = 2. Kalau kayu pengungkit atau baji dilepas. maka papan sentuhan tertekan pada alur tangga atas. maka di susun papan – papan dalam kemiringan mata tangga belokan sampai cukup tinggi.25 m isometri denah Pemasangan dan pemakuan tangga dengan lobang tersembunyi. maka kita harus memperhatikan cara pemasangan dan pemakuan di konstruksi tangga. .papan sentuhan di beri berlidah dan masuk kedalam alur anak tangga. Pada pengeleman mata tangga belokan.4) Tangga hemat Sesuatu yang khusus lagi dalam bangunan tangga ialah tangga hemat yang gambarnya tertera di bawah ini. Tebalnya cukup 20 mm.papan sentuhan di paku dengan palingsedikit 5 buah paku pada anak tangga yang bawah. kayu harus kering sekali( tidak lebih dari pada 15 % kelembaban ). Dengan cara ini kita tidak usah takut tangga akan bergeret karena menyusutnya papan sentuhan.

Ukuran-ukuran tertentu : Anak tangga.5 cm Lebar anak tangga = 63 cm — 2 x 17.80 m: 16 = 17.7. tebal 20 mm Ukuran antara anak tangga muka dan papan sentuhan 30 mm Ditetapkan jumlah anak tangga = 16 Tinggi anak tangga = tinggi seluruh tingkat bangunan: 16 = 2. yaitu mata tangga pada tangga dengan bordes seperti juga telah dibahas juga (Konstruksi tangga dan beton bertulang) yang diperlihatkan pada gambar 11. tebal 40 mm Ibu tangga. Contoh: Perhitungan pada tangga dengan bordes. . Pada konstruksi kayu sebaiknya kita menghitung dengan menggunakan suatu contoh. tebal 50 mm Papan sentuhan.5 cm = 28 cm. Tetapi ada satu hal yang masih perlu diperhatikan dengan khusus.Perhitungan konstruksi tangga dengan bordes Perhitungan tirusan tangga telah kita bahas di atas.

4 cm lebaranak tan gga 28 47 .5 x panjang mata tangga belokan = x 47 cm = 29. Panjang ibu tangga dalam sisi muka anak tangga 1 sampai sumbu mata tangga W k menjadi: W k = (W 1 + z) : 2 = ( 420 + 8 ) : 2 = 214 a = y – W 1 + 1 2 mata tangga belokan = 196 – 214 + = 5.5 cm.5 cm. terdapat tiga ukuran yang belum diketahui. 2 x = jari – jari mata tangga belokan + 2 cm – a = 15 cm + 2 cm – 5.Untuk perhitungan selarijutnya diperhatikan detail berikut: Pada ukuran gambar 11. Ketiganya harus ditentukan dulu atau dengan kata lain. tinggi mata belokan b dapat dicari dengan menggunakan perbandingan antara tinggi kenaikan dan panjang mata tangga belokan : b= tinggianak tan gga 17.5 = 11.17. harus dihitung dulu: x = sisi muka anak tangga 8 sampai sisi muka balok ravil y = sisi muka anak tangga 1 sampai sisi muka anak tangga 8 z = ukuran antara sisi muka anak tangga 1 dan sisi muka anak tangga 16 Pen yelesalan: y = 7 x lebar anak tangga = l x 28cm = 196cm z =2 x ukuran antara sisi belakang anak tangga yang satu dengan sisi muka anak tangga berikutnya + 1 x tebal papan sentuhan = 2 x 3 + 2 = 8cm Untuk ukuran x dan a kita perlukan dulu panjang sisi ibu tangga dalam dan sisi muka anak tangga 1 sampai sisi muka anak tangga = 16 = W 1 W1 = 15 x lebaranaktangga = 15 x 28cm = 420 cm Dari jumlah itu yang merupakan bagian mata tangga belokan dx 2 30 x 2 47 cm.

10. tahan aus serta tahan terhadap lentur. maka konstruksi tangganya juga dibuat dari beton bertulang.6.15 cm dan tulangan pokok terdiri dari 9. OIeh karena itu dalam pelaksanaannya harus juga atas dasar peraturan beton bertulang Indonesia. beton dapat diberi bentuk menurut selera si perencana. . Awet.20 cm dan ini sangat tergantung pada perhitungannya. Konstruksi dari beton tangga harus diperhitungkan atas dasar peraturan beton yang ada di Indonesia. tulang-tulang dipasang dengan jarak 10. di mana diperlihatkan pada awal naik dimulai dengan suatu balok. Pada contoh gambar 4-71 sebuah tangga dan beton bertulang yaitu tangga bordes dengan dua lengan. Tangga dari beton diberi tulangan dari baja yang hanyak serta ukurannya disesuaikan dengan hasil perhitungan. dengan tebal 10. sedangkan tulangan bagi biasanya 6 mm.. sedangkan bordes ditumpu pada pasangan bata. Tangga masif / Beton Pada bangunan bertingkat yang konstruksinya dibuat dari beton hertulang.2 mm. Pada umumnva tangga dipandang sebagai suatu plat yang dipasang miring.

72). maka tulangan pokok di pasang pada bagian atas (Gambar 4. Pada jepitan tersebut biasanya terdiri di balok. bentuk balok dapat dibuat rata dengan anak tangga Gambar 4-73 atau menonjol di atas perrnukaan anak tangga gambar 4-74. Bentuk anak tangga yang lain yaitu anak tangga sebagai plat yang dijepit pada kedua sisi dari balok beton sebagai tumpuannya. Penanaman baja pada tempat tersebut dengan adukan 1 Pc : 2 pasir. sehingga jepitan itu seolah . Untuk pemasangan sandaran pada waktu mencor beton dipasang batang pisang di tempat di mana yang akan ditanam baja sandarannya (Gambar 4—72a). cara penulanganmya dapat dilihat pada gambar. .olah merupakan ibu tangga.Jika tangga dipasang sebagai jepitan pada satu sisi.

Tulangan plat pada lapangan. Berhubung dengan pelat tersebut dijepit kedua ujungnya maka penulangan berada di sisi bawah pada lapangan. dan pada kedua ujungnva dianggap melayang Anak tangga dipasang lpas dari balok.76a).tengah sedangkan pada kedua ujungnva merupakan tangga melayang. adalah merupakan gambar tarnpang lintang. walaupun pemasangan tulangan juga merijadi satu dengan baloknya. Jika plat ditumpu pada satu balok di tengah.Macam tangga yang lain adalah tangga beton dengan plat yang ditumpu pada balok yang membujur sepanjang tangga. Plat yang ditengah dianggap dijepit. sehingga tulangan lapangan seolah .olah merupakan tulangan rangkap. biasanya diteruskan. yaitu diletakkan pada bagian atas dan bagian bawah (Garnbar 4. tanpa ada balok (Gambar 4. Tangga beton dapat pula dianggap sebagai plat seluruhnya. maka diperhitungkan sebagai plat yang rnelayang. sedangkan anak tangga dipasang menempel pada balok (Gambar 4-75).75a). yaitu dijepit di tengah . Tetapi balok membujur dapat juga terdiri dari dua balok. .

Di dalam rumah biasanya tidak dibuat konstruksi tangga dan batu alam yang murni. hanya prisma/bata terdiri dan barisan batu merah yang melintang berdiri (lihat gambar berikut).Konstruksi Tangga Masif 1. Tetapi di luar bangunan sampai sekarang masih sering digunakan konstruksi tangga dan batu alam sebagai susunan prisma/bata seperti tenlihat pada gambar bnikut: 2. Pembangunannya tidak berbeda dengan konstruksi tangga dari batu alam. batu menghablur atau batu paras yang keras pada konstruksi tangga di luar bangunan yang terkena hujan-panas dan batu paras. 3. melainkan konstruksi tangga dan beton bertulang dengan lapisan anak tangga dari pelat batu alam tersebut. Konstruksi tangga dari batu alam Sebagai bahan bangunan pada konstruksi tangga dan batu alam dipergunakan batu yang keras dan tahan lama seperti misalnya granit (pejal). seperti dapat dipelajari pada Lapisan tangga berikut. Konstruksi tangga dari batu buatan Dengan konstruksi tangga dan batu buatan dimaksud misalnya konstruksi tangga dari batu merah berkualitas tinggi. Kemungkinan kedua ialah dengan macammacam ubin yang sebagai pelat-pelat melapisi konstruksi tangga dan beton bertulang. batu kapur atau marmer pada konstruksi tangga yang terlindung di dalam rumah. Konstruksi tangga dari baton bertulang .

Jikalau kita perlu pemasangan pegangan tangga dengan kemiringan tetap. benikut. Balok pendukung bordes dipilih sama tinggi (tebal) dengan bordes. maka pada gambar A dan B lebar mata tangga harus dipilih b = 0. maka luput dan pandangan. Menurut macam-macam kemungkinan pemasangan tangga yang naik dan tangga yang turun pada bordes juga timbul macam-macam kemungkinan pemasangan pegangan tangga. bordes dan balok pendukung bordes dicor sekaligus. Tentu saja yang paling baik ialah kemungkinan dengan kemiringan yang tetap pada pegangan tangga. dan pada gambar C seharusnya b = a atau tiang pemasangan pegangan tangga ditempatkan dengan jarak e/2 dan ujung mata tangga. Perhitungan dan gambar hrus dibuat oleh seorang ahli.7. Atau bordes seluruhnya menjadi balok pendukung bordes. bahwa tebal bordes terbesar terdapat pada gambar B. Sebagai contoh kita perhatikan suatu tangga dengan bordes berkonstruksi beton bertulang. Dengan mengubah tebalnya bordes dan dengan menggeser bagian tangga yang naik dan bagian tangga yang turun. .Pada konstruksi tangga dari beton bertulang bagian masing-masing seperti bagian tangga. bisa lebih curam atau lebih landai. Pada gambar-gambar di atas dapat ditentukan. maka dapat dibuat garis bertemunya loteng miring dan bordes menjadi satu garis lurus seperti terlihat pada gambar 11. Pemasangan pada bordes bisa dengan kemiringan tetap. tebalnya bordes tertipis pada gambar A.

.

9 dan 10) Konstruksi pemegang bekisting pinggir tegak lurus. 1) Batok Iantai bekisting bordes. Sebagai contoh dapat diliha gambar bekisting tangga kedua dan bordes ke Iantai pertama. 8) Balok miring yang memegang pinggir atas. 13) dan 14) Papan pemegang bekisting pinggir Iantai atas.Pemasangan bekisting harus dibuat dengan teliti dan kuat. 4) s/d 6) Balok melintang di atas tiang. 11) dan 12) Bekisting pinggir tangga. karena pencoran tangga harus dilakukan sekaligus. 3) Balok lantai tingkat atas. 2) Balok Iantai miring bagian tangga. 7) Reng pemegang bekisting pinggir bawah tarigga. . 16) s/d 18) Bekisting pinggir lantal atas.

pembuatan bekistingnya dapat diperhatikan pada foto-foto berikut: 4. apakah pelat lapisan tangga terbuat dari ubin atau batu alam. Konstruksinya tidak berbeda.Tentu saja konstruksi tangga dari beton bertulang tidak terbatas pada tangga yang lurus. melainkan menampilkan kemungkinan-kemungkinan konstruksi tangga yang luas sekali. dan hal ini sering merupakan halangan yang besar. masih juga diperlukan tukang kayu yang bisa membuat bekisting yang cocok. tepat dan kuat. Konstruksi lapisan tangga menurut bentuknya dapat dibedakan atas tiga cara. Lapisan tangga Lapisan tangga beton bertulang biasanya dibuat dari bermacam-macam ubin atau dari pelat batu alam. Suatu tangga belokan setengah lingkaran misalnya.  lapisan pelat pada Iebarnya anak tangga dan  pada tingginya anak tangga dengan dua jenis pelat lapis atau dengan pelat berbentuk siku yang menutup tinggi dan lebar anak tangga sekaligus. . Tetapi walaupun perhitungan tangga itu rumit. yaitu:  lapisan pelat pada ebarnya anak tangga saja. Asal ada insinyur yang cukup ahli membuat perhitungan statika dan gambar-gambar untuk baja tulangan tersebut.

baja plat. Bahan yang dipakai dan baja profil. dan baja kanal sebagai ibu tangga. Bentuk tangga yang sederhana yang dipakai untuk turun pada lantai di bawah tanah di buat dari baja strip atau baja siku sebagai ibu tangga dan baja bulat1 6 mm sehagai anak tangga.bengkel kereta api. tangga untuk lantai di bawah muka tanah (kelder) dan untuk tangga kebakaran.7. . seperti bengkel . Hubungan antara profil sebagai ibu tangga dari anak tangga dilaksanakan dengan cara di baut.angker yang masuk pada beton ( Gambar 4-77 ) Pada bagian atas ibu tangga lngsung ditanam dalam tembok. Langsung ditanam dalam tembok diusahakan ke dalam beton dengan adukan 1 Pc : 2 Ps : 3 kr. baja siku. Anak tangga me!ekat pada ibu tangga dengan cara dikeling. Untuk perkuatan bagian bawah dipasang. atau dengan las. TANGGA BAJA Tangga baja banyak digunakan pada bangunan yang konstruksinya dibuat dan baja. keling.

Di atas baja siku ini dapat di pasang anak tangga dari baja plat atau papan dari kayu. maka ibu tangga baja di bawah dan di atas.50.60.6 atau 60. Seperti pada tangga kayu. tangga baja dapat berbentuk tangga poros yaitu semua anak tangga dihubungkan pada satu poros yang dibuat dari pipa baja 4” atau 5”. Perkuatan ibu tangga juga dengan baut mur yang ditanam dalam beton. Tiang sandaran dapat dibuat dari baja segi panjang 20 x 40 mm yang dipasang pada ibu tangga dengan baut.5 tau 4 cm (Gambar 4-78).6. di baut antara 15 — 20 cm untuk memudahkan pelaksanaannya. Bidang atas anak tangga berbentuk 8egi tiga dan permukaannya dipasang papan dengan tebal 3. sedangkan anak tangga dibuat dari baja siku atau baja T.Ibu tangga yang lebih sempurna dibuat dan baja kanal 26 atau 28 sebaga ibu tangga dan pemasangan anak tangga dengan perantaraan baja siku 50.5 cm. Agar hubungan mudah dilaksanakan Iebih baik gelagar tepi yang dihubungkan ibu tangga dibuat dari baja kanal juga.79). Pada bagian atas ibu tangga dihubungkan dengan gelagar lantai atas atau pada gelagar bordes (Gambar 4. Pada tepi anak tangga dikelilingi lembaran baja plat 1/8” X 8” di mann sandaran dipasang pada plat tersebut (Gambar 4-80). . Tebal papan yang digunakan seperti pada tangga dar kayu ialah 3. Untuk menghemat ruangan.

.

Hampir semua hubungan dari konstruksi ini dengan las. Pada awal tangga dipasang angker dan baja siku yang dalam beton di bawah lantai (Gambar 4-81). dekat poros anak tangga menyempit sampai 15 cm. . Pada bagian ini diakhiri dasar balok 4 X 6 cm yang merupakan kIos (Gambar 4-82). baik las karbit ataupun menggunakan las dengan elektrode.5 — 4 cm. . tebal papan 3. Di atasnya siku pada anak tangga dipasang papan sebagai anak tangga. Baja siku sebagai anker tersebut dilas pada plat yang mengelilingi anak tangga. Bentuk anak tangga menyesuaikan dengan besar dan ukuran ruang. yang berbentuk segitiga.

.

Oleh karena itu sebelum pekerjaan ini dilaksanakan harus diukur dengan teliti tempat di mana bagian . kemudian mulai lagi seperti semula (Gambar 4-85) 2. huhungannya dapat dilaksanakan lebih mudah. seperti di pasar bertingkat. Arah silang. shopping centre. TANGGA JALAN (ESCALATOR) Tangga jalan adalah tangga yang berjalan secara bergerak terus menerus tanpa berhenti. dengan maksud jika lantai bordes dibuat dari papan. di mana orang yang akan nielanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi hars bcrjalan. toko-toko. Gerakan dan tangga karena dihubungkan dengan motor listnik yang bekerja secara otomas. dan di rnana lalu lintas tanpa berhenti. di mana orang yang akan melanjutkan ke tingknt yang lebih tinggi cukup berpindah ke tempat yang berdekatan (Gambar 4-l6). . Tangga jalan banyak dipasang di tempat yang ramai. sedangkan memasang papan digunakan baut-mur yang dipasang terbenam. Huhungan masing-masing anak tangga dengan poros juga dengan las ( Gambar 4-83 ). banyak penghuninya yang menggunakan tangga terus menerus. Ukuran balok dapat dihuat 6 X 12 (Gambar 484). Satu arah. Kecuali jika dalam lantai beton bertulang dan bordes dan beton bertulang balok ini tidak diperlukan 8.Balok ini disekrup dengan baja siku dari sebelah bawah. Menurut cara pelayanannya tangga jalan dapat dibedakan : 1. Pada akhiran tangga atau juga pada bordes di samping gelagar dari baja kanal atau baja profil dapat dibuat dari balok kayu.bagian itu dipasang.

5 cm yaitukurang dari 100 cm. mempunyai kecepatan bergerak 0.65 — 1 m/ detik. .Begitu juga jika orang akan turun dan tingkat yang Iebih tinggi ke tingkat lebih rendah. Tangga jalan tidak memerlukan tenaga pada waktu orang sedang naik. Sedangkan lebar tangga jalan sekitar 84. Lebar anak tangga 40 cm. karena seolah-olah orang dalam keadaan berhenti. Miring sudut tangga jalan 300.

73 X 4 = 6. maka tangga jalan makan tempat yang besar. Jika perbedaan lantai atas dan di bawahnya misal 4 m atau 400 cm.92 m atau 692 cm. . maka panjang menjadi 1.73 X tinggi = 1. Belum termasuk tempat motor atau papan masuk yang berada di bawah tangga jalan (Gambar4-87).Berhubung lantai yang terbatas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful