Observasi Lingkungan Hidup oleh Siswa SMKN 2 Boyolangu

Dengan adanya MoU antara Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung dengan SMKN 2 Boyolangu tentang sarana BLH yang bisa dipakai sebagai tempat pembelajaran, memungkinkan siswa untuk menggali informasi lingkungan hidup ke BLH. Dalam kesempatan kali ini, Rabu, 11 Mei 2011 siswa SMKN 2 Boyolangu mengadakan observasi lingkungan ke hutan kota Ketanon dan laboratorium lingkungan. Kegiatan dimulai dengan pre-test pengetahuan siswa tentang nama-nama pohon yang ada di hutan kota dengan melihat langsung ke lokasi. Selanjutnya narasumber BLH menjelaskan jenis tanaman yang ada di hutan kota Ketanon beserta manfaatnya, adanya interaksi antara siswa dengan narasumber terlihat dengan banyaknya pertanyaan siswa, diantaranya latar belakang terbentuknya hutan kota, fungsi hutan kota bagi Kabupaten Tulungung, bagaimana cara pengelolaan hutan kota dan upayaupaya pelestariannya. Observasi dilanjutkan ke laboratorium lingkungan untuk mengetahui percontohan pembuatan biogas BLH yang menggunakan sistem multidrum. Satu set multidrum menggunakan sampah organik, dan satu set multidrum menggunakan kotoran ternak. Dari pemilihan dua jenis media ini siswa bisa belajar memanfaatkan sampah / limbah yang biasa terdapat di lingkungan sekitar. Sampah organik seperti daun-daunan dan sisa sayuran maupun buah dijadikan kompos secara anaerob untuk menghasilkan gas methan (biogas). Kotoran ternak yang selama ini dibiarkan/dibuang ke sungai bisa dimanfaatkan sebagai sumber biogas. Biogas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan bahan bakar kompor sebagai pengganti gas elpiji dan juga digunakan untuk menyalakan lampu. Observasi ditutup dengan evaluasi pengetahuan siswa terhadap materi yang diberikan dan hasil pengamatan lapangan. Selanjutnya akan dibuat laporan oleh para siswa sebagai tugas pendidikan lingkungan hidup di sekolahnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful