P. 1
Sistem Hukum Dan Peradilan Internasional

Sistem Hukum Dan Peradilan Internasional

|Views: 10,960|Likes:
Published by Dwi Bayu Pamungkas

More info:

Published by: Dwi Bayu Pamungkas on Jul 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

Sections

  • a. Pengertian Sistem Hukum
  • b. Pengertian Hukum
  • c. Pengertian Hukum Internasional
  • Menurut Mochtar Kusumaatmadja dalam Hukum Internasional Humaniter
  • a. Mahkamah Internasional
  • B. SENGKETA INTERNASIONAL
  • 1. Sebab ± Sebab Sengketa Internasional
  • a. Metode-metode Diplomatik
  • 1. Negosiasi
  • 2. Mediasi
  • 3. Inquiry
  • 4. Konsiliasi
  • 1. Arbitrase
  • 2. Mahkamah Internasional
  • 3. Pengadilan-pengadilan Lainnya
  • a. Badan Pokok
  • b. Badan Khusus :
  • 3. PERANAN MAHKAMAH INETRNASIONAL DALAM PENYELESAIAN
  • SENGKETA INTERNASIONAL
  • c. Dukungan Keputusan Mahkamah Internasional dalam Menyelesaikan Sengketa
  • Internasional
  • 4. PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL
  • MELALUI MAHKAMAH INTERNASIONAL
  • 5. HIDUP BERDAMPINGAN SECARA DAMAI BERDASARKAN
  • PERSAMAAN DERAJAT
  • 1. Sistem
  • 2. Hukum
  • 1). Tujuan dan Penggolongan Hukum
  • a. Tujuan Hukum
  • Prof. Subekti, SH
  • Van Apeeldoorn
  • Teori Etis
  • Oeny
  • Bentham (Teori
  • Utilitarianisme)
  • Prof. Y. Van Kant
  • Geny
  • Tujuan Hukum Nasional
  • b. Penggolongan hukum
  • y Berdasarkan Wujudnya
  • y Berdasarkan Ruang atau Wilayah Berlakunya
  • y Berdasarkan Waktu yang Diaturnya
  • y Berdasarkan Pribadi yang Diaturnya
  • e. Hukum Dagang (Bersumber dari Wetboek Van Koopehandel)
  • f. Hukum Adat
  • 2). Unsur hukum :
  • III ) Sistem Hukum
  • I. Pengertian KKN
  • II. Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Sistem Hukum dan Peradilan Internasional

A. MENDESKRIPSIKAN SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL 1. Pengertian Hukum
a. Pengertian Sistem Hukum Pengertian Sistem, Menurut Para Ahli :

1. Pamudji Sistem adalah suatu Kebulatan atas Keseluruhan yang Komplek dan Trorganisir 2. Poerwardaminta Sistem adalah sekelompok bagian-bagian (alat dan sebagainya) yang berkerja bersamasama untuk melaksanakan suatu maksud 3. Sumantri Sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berkerja bersama-sama untuk melakukan suatu maksud Jadi, Sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berkerja bersama-sama untuk

melakukan suatu maksud.

b. Pengertian Hukum  Menurut Para Ahli : a. Prof. Dr. Van Kan Hukum adalah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di dalam Masyarakat. b. Utrecht Hukum adalah himpunan petunjuk hidup (perintah dan larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat dan jika dilanggar dapat menimbulkan tindakan dari pemerintah. c. J. C. T Simorangkir Dan Woerjono Sastropranoto Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa dan dibuat Oleh badanbadan resmi yang berwajib, yang menentukan tingkah laku dalam lingkungan masyarakat. 

Unsur-unsur Hukum : a. Peraturan atas kaidah-kaidah tingkah laku manusia

b. Peraturan dibuat oleh lembaga yang berwenang membuatnya c. Peraturan bersifat memaksa

d. Peraturan mempunyai sanksi yang tegas  Ciri-ciri Hukum : a. Adanya perintah dan larangan b. Perintah dan Larangan harus ditaati oleh setiap orang  Isi Hukum, terdiri atas tiga macam yaitu : a. Gebod (Suruhan) Adalah kaidah Hukum yang berisikan suruhan. Contoh : Pasal 45 ayat 1 UU No. 1/1974 tentang pokok ³Perkawinan menyatakan bahwa kedua orang tua wajib mendidik putra-putrinya (anak)´ b. Verbod (Larangan) Adalah kaidah Hukum yang berisikan Larangan Contoh : Pasal 8 UU No.1/1974, menyatakan bahwa perkawinan dilarang berhubungan darah dalam garis keturunan lurus kebawah ataupun keatas. c. Mogen (Kebolehan)

Adalah aidah Hukum yang berisikan Kebolehan Contoh : Pasal 1 UU No. 1/1974, menyatakan pihak yang menikah dapat mengadakan perjanjian tertulis pada waktu atau sebelum perkawinan berlangsung.  Tujuan Hukum, juga dapat dirinci yaitu : 1. Untuk mewujudkan keadilan 2. Untuk mengatur tata tertib masyarakat secara damai 3. Melindungi kepentingan manusia dalam masyarakat 4. Untuk menjamin adanya ebahagiaan hidup Manusia 5. Untuk mengadakan pembaruan masyarakat  Prinsip-prinsip kekuasaan Hukum, yaitu : 1. Adanya pengakuan dan Jaminan HAM 2. Adanya peradilan yang bebas tidak memihak 3. Adanya jaminan kepastian Hukum dalam semua bentuk persoalan.  Kepastian Hukum mangadung berberapa Pengertian, yaitu : 1. Pemahaman dan Pemakaian terhadap tertib Hukum yang ada 2. Keharusan Hukum menjadi Positif 3. Pemakaian terhadap tertib hukum yang ada

 Fungsi Hukum : 1. Untuk menyelesaika pertikaian 2. Memberikan jaminan dan kepastian Hukum 3. Menata kehidupan masyarakat agar terib dalam pergaulan hidup 4. Memelihara dan mempertahankan aturan tata tertib dalam msyarakat 5. Menciptakan rasa tanggung jawab terhadap perbuatan anggota masyarakat dan penguasa.

c.

Pengertian Hukum Internasional

o Menurut Para Ahli :

1. Mochtar Kusumaatmadja Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas Negara-negara antara Negara dengan Negara; Negara dengan subjek Hukum lain bukan negra atau Subyek hukum bukan Negara satu sama lain. 2. J.G. Strke Mendefenisikan Hukum Internasonal sebagai sekumpulan Hukum (Body of Law) yang sebagian besar terdiri dari asas-asas dan karena itu biasanya ditaati dalam hubungan Negara-negara satu sama lain. 3. Ivan A. Shearer Hukum internasional adalah sekumpulan peraturan hukum yang sebagian besar mengatur tentang prinsip-prinsip dan aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh Negara-negara (Subjek Hukum internasional) dan Hubungannya satu sama lain meliputi : a. Aturan-aturan hukum yang berhubungan dengan Fungsi-fungsi institusi atau Organisasi-organisasi, hubungan antara institusi dan Organisasi-organisasi tersebut, serta hubungan antara institusi dan Organisasi-organisasi tersebut dengan Negara dan Individu-individu. b. Aturan-aturan Hukum tertentu yang berhubungan dengan individu-individu yang menjadi perhatian Komunitas internasional selain entitas Negara.

o Jadi, Hukum Internasional adalah Hukum Internasional merupakan Hukum yang

mengatur Hubungan hukum antara Negara dan Negara, Negara dan Subjek hukum lain Bukan Negara, atau Subjek Hukum bukan Negara satu sama lain.

o Tujuan Hukum Internasional

Untuk mengatur masalah-masalah bersama yang penting dalam hubungan di antara subjek-subjek hukum Internasional.

2. Sumber Hukum Internasional
Menurut Mochtar Kusumaatmadja dalam Hukum Internasional Humaniter (1980), Sumber Hukum Internasional dibedakan atas Sumber hukum dalam arti Formal dan Sumber Hukum dalam arti material. Sumber Hukum Inernasional formal diatur dalam Piagam PBB. Sedangkan Sumber Hukum Material membahas tentang dasar belakunya Hukum di suatu Negara. 

Sumber hukum material Terdiri dari dua aliran berikut : 1. Aliran Naturalis, Aliran ini bersandar pada Hak Asasi atau hak -hak alamiah yang bersumber dari Hukum Tuhan sehingga menempati Posisi yang lebih tinggi dari Hukum Nasional (Grotius) 2. Aliran Positivisme, Aliran ini mendasarkan berlakunya hukum Internasional pada persetujuan bersama dari Negara-negara ditambah dengan asas pacta sunt servada (Hans Kelsen) 

Sumber Hukum Formal Sumber Hukum Internasional dalam arti Formal merupakan sumber Hukum Internasional yang paling Utama dan memiliki Otoritas tertinggi serta otentik yang dapat dipergunakan oleh mahkamah internasional di dalam memutuskan suatu sengketa internasional sebagaimana tercantum dalam Pasal 38 ayat 1 Statuta Mahkamah Internasional, yaitu sebagai berikut :

1. Perjanjian Internasional (Traktat) Perjanjian Internasional adalah suatu Ikatan Hukum yang terjadi berdasarkan kata sepakat antara Negara-negara sebagai anggota Organisasi bangsa-bangsa dengan tujuan melaksanakan Hukum tertentu yang mempunyai akibat Hukum tertentu. Konvensi-konvensi atau perjanjian Internasional merupakan sumber utama hukum internasional. Konvensi tersebut dapat berbentuk bilateral maupun Multilateral.

Terbentuknya suatu Hukum kebiasaan didasari oleh Praktik yang sama. Konvensi-konvensi Den Haag 1899 dan 1907 mengenai Hukum perang dan penyelesaian sangketa secara damai b.Konvensi-konvensi internasional yang merupakan sumber utama hokum Internasional adalah konvensi yang berbentuk Law Making treaties adalah perjajian-perjanjian Internasional yang berisikan prinsip-prinsip dan ketentuan yang berlaku secara Umum. Hukum kebiasaan Internasional Hukum Kebiasaan berasal dari prakti Negara-negara melalu sikap dan tindakan yang diambilnya terhadap suatu persoalan. d. Asas Hukum umum yang diakui bagi Negara-negara beradab . Fungsi dari prinsip-prinsip Hukum umum ini terdiri atas tiga hal berikut yaitu : 1. 3. Keputusan-keputusan peradilan Keputusan-keputusan peradilan memainkan peranan yang cukup penting dalam membantu pembentukan norma-norma baru hukum Internasional.H. Traktat (Treaty) : Perjanjian Internasional c.. Sebagai penafsiran bagi perjanjian Internasional dan Hukum Kebiasaan 3. yaitu sebagai berikut : a. dijalankan secara Konstan tanpa adanya pihak yang menentang serta diikuti oleh banyak Negara. Sebagai pelengkap dari Hukum kebiasaan dan perjanjian Internasional 2. Sebagai pembatasan bagi perjanjian Internasional dan Hukum Kebiasaan 4. Piagam perserikatan Bangsa-bangsa Konvensi-konvensi Wina mengenai Hubungan diplomatik 1961 dan Hubungan Konsuler 1963 e. Kebiasaan Internasional b. Prinsip-prinsip Umum Hukum Menurut Sri Setianigsih Suwardi. 1982 2. S. Konvensi PBB tentang hukum laut. 27 agustus 1928 c. General treaty for the renunciation of war.  Sumber Umum Hukum Internasional yaitu : Sumber Hukum Internasional dapat dikategorian dalam lima bentuk yaitu sebagai berikut : a.

apabila masing-masing negara menghargai dan menaati Hukm Internasional b. Konsep Dasar Hukum Internasional Hukum internsional digolongkan menjadi dua. Hukum (Privat) Perdata. adalah Kumpulan peraturan Hukum tentang hubungan antar Negara merdeka dan berdaulat b. Agar Pergaulan dan Hubungan antarbangsa dapat berjalan dengan baik. Doktrin : Ajaran Para ahli terkemuka e. Menurut asas ini negra melaksanaan hukum bagi semua orang dan barang yang berada diwilayahnya berlaku Hukum Internasional. Makna Hukum Internasional a. adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur hubungan hukum antara seseorang dan Orang lain yang berlainan warga negaranya dalam sebuah Negara yang berkenaan dengan keperdataan. Membawa Dunia yang tertib dan Damai sehingga akan membawa kesejahteraan umat manusia. Yuri Prudensi : Keputusan hakim terahulu yang kemudian dujadikan sebagai dasar Hukum Pengambilan keputusan Hakim 3. Kedua Hukum tersebut selalu mengandung unsur-unsur asing didalamnya. Asas Hukum Internasional a. yaitu hubungan hukum yang terjadi berkenaan dengan sebuah Negara dan Negara lain atau warga Negara dengan Orang asing. atau Orang asing dengan orang asing dalam sebuah Negara. 4. Jika terjadi suatu pelanggaran dari perikatan yang telah disepakati dan menimbulkan peselisihan. maka penyelesaiannya dapat dilakukan Oleh Mahkamah Internasional. 5. yaitu : a. Hukum Internasional bersifat hanya sebagai hukum Koorditif. Hukum Publik Internasional. Asas Teritorial Asas territorial adalah asas yang didasarkan pada kekuasaan Negara atas daerahnya. Untuk mencegah dan mengatasi perselisihan atau kesalahpahaman Dallam Hubungan Internasional c. .d.

serta kewajiban dalam menjalin Hubungan Internasional. g. Negara dapat menyesuaikan diri dengan keadaan dan peristiwa yang berkaitan dengan kepentingan umum. d. Jadi. Menurut asas ini setiap warga Negara di mana pun ia berada tetap mendapat perlakuan Hukum dari negaranya.b. Secara Formal memang Negara -negara didunia sudah lama derajatnya. 3) Tidak seorang pun yang telah diadili oleh suatu pengadilan disuatu Negara mengenai perbuatan yang dilarang berdasarkan Pasal 6. Asas Kebangsaan Asas kebangsaan adalah asas yang didasak pada kekuasaan Negara untuk warga an negaranya. Asas kepentingan Umum Adalah asas yang didasarkan pada wewenang Negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan hidup masyarakat. hukum tidak terikat dengan batas-batas wilayah suatu Negara. Sehingga masing-masing pihak mengetahui secara jelas manfaat. c. hak. Asas Keterbukaan Dalam Hubungan antar bangsa yang berdasarkan hukum internasional diperlukan adanya kesediaan masing-masing untuk memberikan informasi secara jujur dan dilandasi rasa keadilan. khusunya dalam bidang ekonomi. e. dan pasal 8 boleh diadili berkenaan dengan perbuatan yang sama. tetapi secara Faktual dan Substansinya masih terjadi ketidaksamaan derajat. Asas Persamaan Derajat Adalah Hubungan antar bangsa hendaknya didasarkan pada asas bahwa Negara yang berhubungan adalah Negara yang berdaulat. Pasal 7. Ne Bis In Idem Maksud dari asas tersebut yaitu : 1) Tidak seorang pun dapat diadili sehubungan dengan perbuatan kejahatan yang untuk itu uang bersangkutan telah diputus bersalah atau dibebaskan 2) Tidak seorangpun dapat diadili di pengadilan lain Untuk kejahatan dimana Orang tersebut telah dihukum atau dibebaskan oleh pengadilan pidana Internasional. f. Pacta Sunt Servanda .

antara lain Negara. Berikut penjelasannya adalah sebagai berikut : a. Inviolability dan Immunity Dalam Hukum Diplomatik dan Konsuler dikenal asas Inviolability dan Immunity.Merupakan asas yang dikenal dalam perjanjian Internasional. 6. ³Involability´ meruapak terjemahan dari istilah ³Inviolable´ yang artinya seorang penjabat diplomatic tidak dapat ditangkap atau ditahan oleh alat perlengkapan Negara penerima dan sebaliknya Negara penerima berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah demi mencegah serangan atas kehormatan dan kekebalan dari pribadi penjabat diplomatik yang bersangkutan. i. Tahta Suci di Vatikan. Jus Cogents Dalam perjanjian Internasional pun dikenal asas Jus Congenst. Tahta Suci (Vatikan) . Hal ini sejalan dengan lahirnya Hukum Internasional itu sendiri atau sesuai dengan Istilah lain dari Hukum Internasional (Hukum Antar Negara) b. Individu atu perorangan. dan pemberontak atau Pihak yang sedang bersangketa. Organisasi-organisasi Internasional. Maksudnya ialah bahwa perjajian Internasional dapat batal demi hukum jika pada pembentukannya bertentangan dengan suatu kaidah dasar dari Hukum Internasional umum (Pasal 53 Konvensi Wina 1969). Dalam Pedoman tertib Diplomatik dan Prootokoler. Asas ini menjadi kekuatan Hukum dan Moral bagi semua Negara yang mengikatkan diri dalam perjanjian Internasional. palang merah Internasional. h. Subjek Hukum Internasional Hal-hal yang menjadi Subjek hukum Internasional. Negara Negara adalah Subjek Hukum Internasional.

WHO. dan FAO memiliki hak dan kewjiban. Hal ini merupakan peninggalan sejarah dari sejak zaman dahulu ketika Paus bukan hanya merupakan kepala gereja Roma. melainkan memiliki kekuasaan duniawi. para turis. Palang Merah Internasional Palang merah Internasional berkeduduan di Jenewa Swiss. c. f. d. musisi atau wakil olahraga. ada penuntutan terhadap bekas para pemimpin perang jerman dan jepang yng dituntut untuk orang perseorangan (Individu) dalam perebutan yang dikelompokkan sebagai kejahatan terhadap perdamaian kejahatan terhadap kemanusiaan. Perjanjian Versailles pada 1919 yang mengakhiri Perang Dunia I telah menetapkan pasal-pasal yang memungkinkan orang-orang mengajukan perkara ke hadapan mahkamah bitrasi internasional. GATT. . Para pemberontak dianggap sebagai salah satu seubjek Hukum Internasional yang memiliki berberapa alasan.Merupakan suatu Contoh dari Subjek Hukum internasional selain Negara. ILO. e. Selain itu. dan kejahatan perang Oleh mahkamah Internasional. Pemberontakan dan Pihak Sangketa Menurut hukum perang. Organisasi Internasional Organisasi Internasional seperti PBB. Politik dan Sosial sendiri 3) Hak menguasai sumber kekayaan alam dari wilayah yang didudukinya. Misalnya. individu para perwakilan suatu Negara. Orang perorangan (Individu) Dalam arti yang terbatas. misalnya mereka pun memiliki hak yang sama untuk : 1) Menentukan nasib sendiri 2) Hak secara bebas memilih sistem ekonomi. seperti telah ditetapkan dalam konvensi-konvensi Internasional sebagai anggaran dasarnya. pelajar. pemberontak dapat memperoleh kedudukan dan hak sebagai pihak yang bersengketa dalam berberapa hal tertentu. orang perorangan dapat dikatakan sebagai Subjek Hukum Internasional. Palang merah Internasioanl dijadikan sebagai Subjek Hukum Internasional karena adanya berberapa perjanjian dan berberapa Konvensi Palang merah (Konvesi Jenewa) tentang perlindungan korban perang.

Sedangkan pada ayat 2 menyatakan bahwa ³Negara yang bukan anggota PBB boleh menjadi peserta dari Piagam Mahkamah Internasonal sesuai Syarat-syarat yang ditetapkan oleh majelis Umum atas anjuran Dewa Keamanan´. Member nasehat tentang persoalan hukum kepada majelis Umum dan Dewan Kemanan. y Syarat-syarat untuk menjadi Hakim Internasional 1. Mempunyai Ilmu Pengetahuan yang luas di bidang hukum Internasional y Tugas Hakim Internasional Menerima Perkara-perkara dari Negara anggota yang telah ditentukan dewan keamanan 1. Menerima persengketaan hukum Internasional dari dewan keamanan 3. Mempunyai Reputasi yang baik dan terhormat 2. Masa dipilih para hakim mahkamah Internasional adalah 9 tahun sekali dengan ketentuan dapat dipilih kembali. Mahkamah Internasional y Mahkamah Internasional berkedudukan di Den Haag (Belanda). kecuali bagi Negara-negara yang telah menandatangai Optional Clause. Sebagai peradilan Internasional. Pengadilan Internasional Dalam penyelenggaraan Pengadilan Internasional. setiap Negara anggota PBB tidak diwajibkan membawa masalah perselisihan yang mereka hadapi ke pengadilan. Lembaga Peradilan Internasional a. b. Ketentuan tersebut dicantumkan dalam pasal 36 ayat 2 Piagam Mahkamah Inetrnasional yang menyatakan bahwa ³Negara-negara peserta Piagam Mahkamah Internasional dapat menerangkan bahwa mereka mengakui kekuasaan ahkamah Internasional sebagai kekuasaan yang mengikat berdasar hukum dan dapat tidak mengikat berdasarkan perjanjian Istimewa´ . Sebagai aparat perlengkapan PBB. mahkamah Internasional beranggotakan 15 hakim yang dipilih oleh Majelis Umum dan Dewan keamanan.7. 2. sebab semua anggota PBB adalah Ipsofacto dari PBB. Mahkamah bertugas menyelesaikan perselisihan internasional dari Negara-negara anggota PBB.

Hubungan internasional mengenai proses perkara berdasarkan surat gugatan. Tujuan hukum internasional ialah mengatur hubungan-hubungan antarnegara berdasarkan keadilan. Dari beberapa permasalahan mengenai suatu tindakan yang dapat menimbulkan sengketa internasional dapa dibagi dalam t pelanggaran internasional. sosial. Peranan hukum internasional. Hukum damai mengurus hubungan antarnegara walaupun dalam keadaan damai. Pelanggaran-pelanggaran Internasional (kesalahan-kesalahan yang tidak ada kaitannya dengan kewajiban-kewajiban kontraktual) c. Pelanggaran traktat atau berkenan dengan kewajiban-kewajiban kontraktual. Dalam konteks hukum internasional. Selain mengatur masalah kepentingan bersama dalam bidang ekonomi. negara dan korporasi asing serta sengketa antarnegara dan kesatuan kenegaraan bukan negara. Klaim-klaim . Jika dilihat dari cakupannya. SENGKETA INTERNASIONAL 1. seperti perundingan diplomatik dan mediasi dengan meminta pihak ketiga sebagai perantara. maka sengketa internasional mencakup sengketa antarnegara dan negara. Hukum damai juga mengatur cara memecahkan perselisihan dengan jalan damai.Dalam hal ini. B. dan menghapus traktat. walaupun penandatanganan dari Negara -negara anggota hanya mengenai penyelesaian perselisihan Hukum saja. dan kesusilaan. perikemanusiaan. misalnya mengatur batas negara. negara dan individu.  Macam-macam Pelanggaran Internasional. Hukum perang adalah hukum yang mengatur hubungan antarnegara yang berperan dan menentukan larangan-larangan cara berperang. dan budaya. Prinsip hukum internasional adalah bahwa ³setiap pelanggaran atas perjanjian menimbulkan suatu kewajiban untuk mengganti rugi. baik masa perang maupun masa damai. Sebab ± Sebab Sengketa Internasional Sengketa adalah permasalahan antara Dua Negara atau lebih. pengambilan hak milik. sengketa internasional melibatkan hubungan antarnegara. yaitu : a. mengatur hubungan diplomasi. membuat. melaksanakan.´ b. Dengan adanya Optional Clause menunjukkan langkah penting menuju suatu pengadilan Internasional wajib.

Gangguan terhadap hubungan persahabatan negara-negara. Mempertahankan dominasi kolonial dengan kekuatan (yang bertentangan dengan penentuan nasib sendiri). Kusnadi mengemukakan berberapa sebab timbulnya Konflik yaitu : a. f. tindakan-tindakan yang membahayakan atau dapat membahayakan Perdamaian Internasional. Pelanggaran agresi. Faktor Ideologi. yaitu pertentangan atau sangketa Internasional yang dipicu Oleh perbedaan Ideologi. yaitu : a. yaitu : a. c. Adanya kepribadian yang saling bertentangan b. pertentangan antara Negara pendukung Negara Liberal dan Negara pendukung Ideologi Sosialis-komunis . Pelanggaran-pelanggaran yang sifatnya serius terhadap larangan melakukan perbudakan. Adanya system nilai yang saling bertentangan c. Adanya harapan yang sangat Sulit untuk Dipenuhi m. Permasalahan dilematis yang sangat sulit untuk diselesaikan  Faktor Yang menyebabkan terjadinya Sengketa Internasional.  H. Adanya kebijakan-kebijakan yang tidak jelas dan tidak dapat diterima secara rasional Adanya berbagai tekakan yang cukup besar Adanya keputusan yang dibuat berdasarkan kolektif. Misalnya. Adanya persaingan yang diberi fasilitas yang sangat terbatas Prosese Komunikasi yang tidak tepat g. Adanya tugas yang saling bergantung satu sama lain h. Adanya persaingan yang tidak Fair e. Gangguan terhadap kemerdekaan nasional. genocide. j. k. Kompleksitas Organisasi (Bisnis maupun Non Bisnis) yang cukup tinggi i. b. seperti : Agresi.  Pelanggaran internasional yang dapat menimbulkan sengketa. Dalam Hal ini pada Umumnya kelompok mayoritas yang dominan l. apartheid serta pencemaran besar-besaran tehadap atmosfer dan udara. Adanya yugas yang batasannya kurang jelas dan sering kali bersifat Tumpang Tindih d.

Misalnya.Sangketa antara Malaysia dan Indonesia mengenai Pulai Sipandang dan Ligitan. yaitu pertentangan atau sangketa yang terjadi karena masing-masing pihak mempertahankan daerahnya atau kekuasaannya. yaitu petentangan atau sangketa yang terjadi karena pebedaan sosial budaya.b. Metode-metode Diplomatik 1. Juga Faktor ekonomi. yaitu pertentangan atau sangketa antarnegara yang dipicu Oleh adanya kepentingan Untuk menguasai bagian wilayah Negara atau perbatasan wilayah Negara. Misalnya. yaitu pertentangan atau sangketa antarnegara yang dipicu oleh adanya perebutan sumber daya alam (SDA). Penyelesaian Sengketa Internasional y Cara Menyelesaikan sengketa Internasional. Fanatisme Budaya Arab terhadap Dunia Non-Arab sehingga terjadi pemberontakan dan terror (Mesir. Faktor Ekonomi. c. banyak pengamat politik yang menduga bahwa disamping faktor Politik. Negosiasi Merupakan metode Penyelesaian sengketa yang paling tradisional dan sederhana. kemudian diserang oleh Pasukan Amerika Serikat dengan Pasukan Multinasional dari berbagai Negara. dan Libya) e. yaitu ingin mengusai Minyak Di Timur Tengah. d. 2. yakni salah satu cara penyelesaian sengketa internasional di mana adanya keterlibatan atau campur tangan sengketa atau perselisihan dan menghasilkan penyelesaian yang dapat di terima oleh pihak -pihak . Aljazair. Faktor Sosial Budaya. yaitu a. Saat Irak menduduki dan mempertahankan wilayah Kuwait. ketika amerika Serikat menyerang Irak. Dalam metode negosiasi. Iran. Pada Dasarnya negosiasi hana berpusat pada diskusi yang dilakukan oleh pihak -pihak yang terkait. penyelesaian sengketa tidak melibatkan pihak ketiga. 2. Misalnya. Misalnya. Factor Politik. Faktor Pertahanan dan Keamanan. Mediasi Mediasi artinya perantaraan.

Tugas komisi ialah mendukung dan menyusun agenda dialog-dialog. keputusan arbitrasi akan memutuskan sengketa. Konsiliasi Pengertian konsiliasi adalah suatu cara untuk menyelesaikan sengketa internasional mengenai keadaan apapun di mana suatu komisi yang di bentuk oleh pihak-pihak. b. pandangan untuk menyelesaikannya.yang bersengketa. Perbedaanya. yaitu untuk menyelidiki sengketa dan menyarankan batas penyelesaian yang mungkin. Arbitrase Arbitrasi berperan untuk memberi pihak-pihak yang bersengketa kesempatan mendapatkan keputusan dari hakim atau hakim-hakim berdasarkan pilihan mereka sendiri. atau memberi pihak-pihak. yang tentu saja berbeda dengan system hukum nasional. Seseorang mediator merupakan pihak ketiga memiliki peran aktif untuk mencari solusi yang tepat dalam melancarkan terjadinya kesepakatan di antara pihak-pihak yang terkait. Metode-metode Legal Metode ini merupakan cara penyelesaian sengketa internasional secara yudisial (Hukum) dalam hukum Interasional. seperti bantuan yang mereka minat. Mediasi merupakan Bentuk lain dari Negosiasi. pembatalan dan sebagainya. 4. Mediasi melibatkan Pihak ketiga yang bertindak sebagai pelaku mediasi (Mediator). Semua komisi konsiliasi mempunyai fungsi yang sama. Arbitrasi memberikan keputusan yang mengikat. sambil memberi mereka bantuan apa saja yang mungkin berguna untuk mencapai kesimpulan yang tepat dan berhasil. Berikut Metode-metode penyelesaian sengketa internasional secara Legal yaitu : 1. Merills menyatakan bahwa kelebihan dari arbitrasi adalah arbitrasi dapat . 3. Akibatnya tidak akan timbul masalah penafsiran. berada pada pemeriksaan yang tidak memihak atas sengketa tersebut dan berusaha untuk menentukan batas penyelesaian yang dapat di terima oleh pihak-pihak. baik yang bersifat tetap atau ad hoc untuk menangani suatu sengketa. Inquiry Metode ini digunakan untuk mencapai penyelesaian sebuah sengketa dengan cara mendirikan sebuah Komisi atau badan yang bersifat Internasional untuk mencari dan mendengarkan semua bukti-bukti yang relavan dengan permasalahan.

Salah Satu Fungsi Utama Organisasi adalah menyediaan wadah yang terstruktur bagi pemerintah Negara untuk melakukan Hubungan-hubungan diplomatik. Organisasi Regional Dalam Deklarasi manila (1982) tentan penyelesaian sangketa secara damai. Mahkamah Internasional berwenang untuk memutuskan suatu kasus melalui persetujuan dari semua Pihak yang bersengketa. Pengadilan-pengadilan Lainnya Salah satu Persoalan hukum yang acapkali timbul dalam era Globalisasi adalah Persengketaan dalam perdagangan internasional. 3. y Penyelesaian Sengketa melalui Organisasi internasional a. Dalam pelaksanaan mewujudkan perdamaian dunia LBB tidak berhasil. Mahkamah Internasional Merupakan Pengadilan yang memiliki yurisdiksi atas berbagai macam persoalan internasional. Contoh Organiasi Regional yaitu NATO. 2. PBB 1. b.digunakan untuk menghasilkan penyelesaian atas masalah yang dipilih dan berlandaskan pada suatu dasar yang di setujui. Latar Belakang terbentuknya PBB LBB didirikan pada tanggal 10 januari 1920 yang dipelopori oleh presiden Amerika Serikat yaitu Woodrow Wilson. Tentu saja bagi setiap negara yang bersengketa menghendaki jalan keluar yang terbaik dan menghindari penyelesaian dengan cara kekerasan. Karena cara kekerasan ini justru akan mendatangkan malapetaka baru bagi kehidupan masyarakat dan mengganggu kedamaian masyarakat internasional secara umum. Gagasan ini muncul sebelum PD I. Cara-cara penyelesaian perdamaian mempunyai kelebihan di samping juga adanya kekurangan. Tujuan LBB . WTO sebgai sebuah Organisasi perdagangan dunia memiliki sistem peradiln tersendiri dalam kaitannya dengan Penyelesaian sengketa. dan Liga Arab. seperti peperangan. Uni Eropa. ASEAN. dinyatakan bahwa sangketa dapat diselesaikan melalui Organisasi Regional.

Tujuan PBB Sebagaimana Pasal 1 Piagam PBB. dan kemanusiaan. o Menjadikan PBB sebagai pusat Usaha dalam merealisasikan tujuannya. sosial. 3. Gagalnya LBB dalam mewujudkan perdamaian Dunia b. - Berdirinya PBB yaitu : a. o Menciptakan perdamaian dan keamanan Internasional o Memajukan Hubungan persahabatan antarbangsa berdasarkan asas-asas persamaan hak. kebudayaan.Untuk menciptakan perdamaian dan keamanan dunia serta mewujudkan kerjasama dunia. Perdamaian dunia d. Asas-asas PBB (pasal 2 ayat 1 Piagam PBB). Isi Atlantic Charter yaitu : Bangsa-bangsa dapat menentukan nasib sendiri b. dan tidak mencampuri urusan dalam negeri Negara lain o Mewujudkan kerjasama internasional dalam memecahkan permasalahan internasional di bidang ekonomi. Tujuan Tersebut sangat erat kaitannya dengan upaya penyelesaian sangketa Internasional secara damai. hak menentukan nasib sendiri. yaitu : menghimbau untuk membentuk secepatnya organisasi internasional yang bertujuan memelihara perdamaian dan keamanan internasional. salah satu tujuan PBB adalah mempertahankan perdamaian dan keamanan Internasional. yaitu : y y y PBB dibentuk atas dasar persamaan kedaulatan bagi anggota-anggotanya Setiap anggota dalam memenuhi kewajibanya harus dengan itikad baik Setiap anggota dalam menyelesaikan pertikaian harus dengan jalan damai . a. Pecahnya PD II 2. Tolak jalannya kekerasan kekuasaan - Isi Deklarasi Moskow. Bangsa-bangsa dapat ikut daam perdagangan atau ekonomi c.

Bersedia memenuhi kewajiban sebagai anggota PBB 3. Anggota tetap terdiri atas lima negara (The Big Five). dan menyusun anggaran belanja PBB.y Setiap anggota harus memberikan bantuan kepada PBB dengan cara-cara yang telah digariskan dalam piagam PBB y y PBB tidak diperkenankan mencampuri urusan dalam negeri Negara anggota PBB menjamin supaya Negara-negara bukan anggota dapat bertindak selaras dengan asas-asas piagam PBB 4. Dewan Keamanan (Security Council) Terdiri dari dua macam keanggotaan yaitu anggota tetap dan tidak tetap. artinya hak untuk membatalkan suatu keputusan. Prancis. kemudian dengan melalui Syarat-syarat tertentu yaitu : 1. Badan Pokok 1. Inggris. Apabila dalam suatu persidangan salah satu anggota tetap memveto keputusan maka keputusan tersebut dibatalkan. 2. Sedang anggota tidak tetap terdiri dari sepuluh negara yang dipilih setiap dua tahun dalam sidang umum. Telah mendapat rekomendasi dari Dewan Keamanan PBB serta disetujui oleh 2/3 dari Jumlah anggota Majelis umum PBB yang hadir dalam sidang. Negara merdeka dan cinta damai 2. Anggota Asli (Original Member) Yaitu Negara yang ikut langsung menandatangani piagam PBB di San Fransisco tanggal 26 Juni 1945 b. Keaggotaan PBB terdiri dari : a. Anggota tetap Dewan Keamanan memiliki hak veto. Rusia. Alat atau Perlengkapan PBB terdiri dari : a. Bertugas merundingkan permasalahan yang ditetapkan dalam Piagam PBB termasuk yang diajukan Dewan Keamanan. Tugas Dewan Keamanan adalah membantu mencapai perdamaian dunia dan berupaya menyelesaikan konflik yang terjadi antarnegara di dunia agar dapat terselesaikan secara damai. Majelis Umum (General Assembly) Melaksanakan sidang sekitar bulan September sampai Oktober tiap tahunnya. dan Cina. yaitu AS. 5. . Anggota Tambahan Yaitu anggota yang masuk.

dan Kebudayaan 6. Namun. PERANAN MAHKAMAH INETRNASIONAL DALAM PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL Mahkamah internasional berkedudukan di Den Haag.3. UNHCR : Komisi tinggi PBB untuk urusan pengungsian 3. 5. UNESCO : Organisasi Pendidikan. ILO 2. dan mengajukan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi yang menurut pendapatnya dapat membahayakan perdamaian dan keamanan dunia. Mahkamah memilih ketua dan wakil ketua untuk masa jabatan tiga tahun dan dapat dipilih kembali. atas . dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal Sekretariat PBB bertugas melaksanakan tugas-tugas administratif PBB. Adapun bahasa-bahasa resmi yang digunakan menurut Pasal 39 statuta. Badan Khusus : 1. Sidang-sidang lengkap pada prinsipnya dihadiri oleh 15 anggota. UNCI : Pasukan Perdamaian PBB untuk menyelesaikan sengketa di kamboja : Pasukan perdamaian PBB untuk menyelesaikan sengketa Indonesia- Belanda tahun 1947 8. Berkedudukan di Den Haag. b. membuat laporan tahunan untuk Majelis Umum mengenai kegiatan PBB. Mahkamah juga mengangkat panitera dan pegawai-pegawai lain yang di anggap perlu. Dewan Perwalian (Trusteeship Council) Bertugas mengawasi masa transisi suatu wilayah yang belum mempunyai pemerintahan sendiri. WHO : Organisasi Buruh Internasional : Organsasi Pangan dan Pertanian : Dana Keuangan Internasional : Organisasi Kesehatan Sedunia 5. Belanda. harus Prancis dan Inggris. Sekretariat. Belanda. UNTAC 7. IMF 4. Mahkamah Internasional (International Court of Justice) Bertugas memberi keputusan atas dasar hukum internasional mengenai perselisihan internasional. Ilmu Pengetahuan. tetapi kuorum dengan 9 anggota sudah cukup untuk mengadili suatu perkara. 4. FAO 3.

yaitu mengenai jenis sengketa-sengketa yang dapat diajukan. Karenanya. mahkamah dapat mengizinkan penggunaan bahasa lain. menurut pasal 36 ayat (2) Statuta mahkamah Internasional.permintaan salah satu dari pihak yang bersengketa. Jenis atau besarnya ganti Rugi yang harus dilaksanakan karena Pelanggaran dari suatu Kewajiban Internasional. ketentuan Prosedur tersebut merupakan tindakan sepihak Mahmakamah Internasional yang mengikat Negara-negara yang bersangketa. Bahkan Pasal 30 Statuta Mahkamah Internasional memberikan wewenang kepada Mahkamah Internasional untuk membuat peraturan tata tertib. Penafsiran Suatu Perjanjian 2. Pada Prinsipmya wewenang mahkamah Internasional bersifat Fakultatif. Adanya suatu Fakta yang bila terbukti akan merupakan pelanggaran terhadap kewajiban Internasional 4. Wewenang Mahkamah Wewenang mahkamah diatur dalam Bab II statute yang khusus mengenai wewenang mahkamah dengan ruang lingkup masalah-masalah mengenai sengketa. yang berarti bila terjadi suatu sangketa antara dua Negara. Berikut ini akan di jelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan peranan mahkamah internasional (International Court of Justice). Tanpa adanya persetujuan antarpihak yang bersangketa. Ketentuan-ketentuan Prosedur dalam kegiatan Mahkamah Internasional sama sekali berada duluar kekuasaan Negara-negara yang bersangketa karena ketentuanketentuan yang dimaksud sudah ada sebelum sangketa sangketa-sangketa tersebut timbul. Namun Demikian. a. Intervensi Mahkamah Internasional baru dapat terjadi bila Negara-negara yang bersangketa tersebut dengan persetujuan bersama membawa perkaranya ke mahkamah Internasional. dapat setiap saat menyatakan untuk menerim wewenang wajib Mahkamah Internasional tanpa persetujuan Khusus dalam Hubungannya dengan Negara lain yang menerima Kewajiban yang sama dalam sangketa Hukum mengenai Hal-hal berikut yaitu : 1. Setiap Persoalan Hukum Internasional 3. Negara-negara Pihak Statuta Mahkamah Internasional. . wewenang mahkamah Internasional tidak berlaku terhadap sangketa tersebut. yaitu siapa-siapa saja yang dapat mengajukan perkara ke mahkamah dan wewenang ratione materiae. Untuk mempelajari wewenang ini harus di bedakan antara wewenang ratione personae.

hukum Traktat antar bangsa-bangsa dan Organisasi Internasional. PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL MELALUI MAHKAMAH INTERNASIONAL Sangketa Internasional dapat diselesaikan oleh Mahkamah Internasional dengan melalui Prosedur berikut : 1. berkelanju tan suatu Negara dalam hal Traktt. Telah terjadi pelanggaran HAM atau kejahatan Humaniter (kemanusiaan) di suatu Negara terhadap Negara lain atau rakyat Negara lain . merumuskan Hukum tentang perdagangan Internasional dan perkembangan ekonomi. 4.b. Setelah disetujui Oleh Majelis Umum. Majelis Umum menciptakan dua organ turunan yaitu Komisi Hukum Internasional (1947) dan Komisi Hukum Perdagangan Internasional (1966). Dukungan Keputusan Mahkamah Internasional dalam Menyelesaikan S engketa Internasional. Hubungan Diplomatik. Selama bertahun-tahun Komisi Hukum Internasional mempersiapkan draft Traktat untuk mengkodifikasi dan memodernsasi sejumlah topik dalam Hukum Internasional termasuk Hukum Laut. Piagam PBB menciptakan mesin untuk menjaga perdamaian dan keamanan serta menyelesaikan Konflik antarbangsa. c. Hakim Dalam Mahkamah Internasional MI terdiri dari 15 Hakim. Untuk menjalankan tugas ini. kekebalan Negara dari yurisdiksi Negara lain. draf dari Komisi ini biasanya diajukan ke konferensi internssional yang diadakan oleh PBB untuk pelaksanaan Konvensi. serta Hukum perairan air tawar Internasional. yang masing -masing mengambil Suara secara Independen. Para Hakim Dipilih untuk jangka waktu Sembilan tahun dan dapat dipilih kembali . Komisi Hukum Perdagangan Interasional. yang masing-masing dipilih melalui Sistem Mayoritas Absolut Oleh Dewan Kemanan dan Majelis Umum. hubungan Konsular. Tidak Boleh ada ada dua hakim MI dari Negara yang sama. Piagam PBB juga secara Khusus mengarahkan Majelis Umum untuk mendorong perkembangan berkelajutan dan Kodifikasi Hukum Internasional. Hukum Traktat antarbangsa.

Jika ditemui bukti-bukti kuat terjadinya pelanggaran HAM atau kejahatan kemanusiaan lainnya. dan tanpa banding. tetapi tidak dilakukan. hakim Mahkamah Internasional dapat mengemukan pendapat terpisah atau Dissenting Opinion (Pendapat seorang hakim yang tidak menyetujui suatu keputusan dan menyatakan keberatannya terhadap motif-motif yang diberikan dalam keputusan tersebut). pemeriksaan. Pengaduan disampaikan ke Komisi Tinggi HAM PBB atau melalui lembaga-lembaga HAM internasional lainnya 4. Dalam Pasal 57 statuta. tidak mencampuri urusan dalam Negara lain. dan penyidikan. Mahkamah Internsional memutuskan sangketa berdasarkan hukum. HIDUP BERDAMPINGAN SECARA DAMAI BERDASARKAN PERSAMAAN DERAJAT Sudah selaknya umat manusia saling menghormati. Dimulailah Proses peradilan sampai dijatuhkan sanksi. Dalam sudut pandang ilmu kewarganegaraan. maka pemerintah dari Negara yang didakwa melakukan kejahatan humaniter dapat diajukan ke Mahkamah Internasional 5. . Keputusan Mahkamah Internasional mengikat para pihak yang bersangketa dan hanya utnuk perkara yang disangketakan. Sanksi dapat dijatuhkan bila terbukti bahwa pemerintahan atau Individu yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran terhadap Konvensi-konvensi Intenasional berkaitan dengan palanggaran HAM atau kajahatan humaniter. yang juga merupakan hukum diplomatik. Keputusan Mahkamah Internasional bersifat mengikat. pronsip-prinsip hidup berdampingan secara damai berdasaran persamaan derajat adalah menghormati kedaulatan negra lain. Keputusan dapat dilakukan berdasarkan kepantasan dan kebaikan apabila disetujui oleh Negara yng bersangketa. Ada pengaduan dari Korban (Rakyat) dan pemerintahan Negara yang menjadi Korban terhadap Pemerintahan dari Negara yang bersangkutan karena di dakwa telah melakukan pelanggaran HAM atau kejahatan Humaniter lainnya. final. 5. 3. mempunyai wewenang untuk mencegah terjadinya pelanggaran itu. hidup berdampingan dengan damai berdasarkan persamaan derajat. dan tidak melakukan apa-apa untuk mencegah terjadinya perbuatan itu. Pengaduan ditindaklanjuti dengan penyelidikan. dan saling berkerjasama dalam berbagai bidang kehidupan.2.

perusahaan multinasional dan individu. (2) Hukum Internasional Khusus : Hukum Internasional dalam bentuk kaedah yang khusus berlaku bagi negara-negara tertentu seperti Konvensi Eropa mengenai HAM sebagai cerminan keadaan. . seperti Hukum Internasional Amerika / Amerika Latin. Berbeda dengan regional yang tumbuh melalui proses hukum kebiasaan. penjaminan terlaksananya hukum publik internasional dan hukum privat Internasional di seluruh dunia. taraf perkembangan dan tingkat integritas yang berbeda-beda dari bagian masyarakat yang berlainan. hukum internasional harus dapat diterapkan dalam bidang-bidang kejahatan perang antarnegara.Bedasarkan Hukum Diplomatik. Hukum Internasional terdapat beberapa bentuk perwujudan atau pola perkembangan yang khusus berlaku di suatu bagian dunia (region) tertentu : (1) Hukum Internasional regional : Hukum Internasional yang berlaku/terbatas daerah lingkungan berlakunya. kebutuhan. pada batas tertentu. Hukum Internasional didasarkan atas pikiran adanya masyarakat internasional yang terdiri atas sejumlah negara yang berdaulat dan merdeka dalam arti masing-masing berdiri sendiri yang satu tidak dibawah kekuasaan lain sehingga merupakan suatu tertib hukum koordinasi antara anggota masyarakat internasional yang sederajat. dan menjalin persahabatan dalam Hukum Internasional Hukum internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional. pengembangan hubungan persaudaraan antar bangsa. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. seperti konsep landasan kontinen (Continental Shelf) dan konsep perlindungan kekayaan hayati laut (conservation of the living resources of the sea) yang mula-mula tumbuh di Benua Amerika sehingga menjadi hukum Internasional Umum. Hukum antar bangsa atau hukum antar negara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang me ngatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara. pemeliharan perdamaian. Pada awalnya. Hukum Internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antar negara namun dalam perkembangan pola hubungan internasional yang semakin kompleks pengertian ini kemudian meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional dan.

mahkamah pidana internasional dan panel khusus dan spesial pidana internasional. Sebagian besar sistem yang dianut. baik perdata maupun pidana. khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie). maka dominasi hukum atau Syari¶at Islam lebih banyak terutama di bidang perkawinan. kemampuan membentuk hukum. Selain itu. Dalam hal ini pendekatan pengembangan terhadap sistem hukum menekankan pada beberapa hal. Dengan demikian tinjauan perkembangan hukum difokuskan pada hubungan timbal balik antara diferensiasi hukum dengan diferensiasi sosial yang dimungkinkan untuk menggarap kembali peraturan-peraturan. penerapan peraturan. Komponen-kompenen tersebut terdiri dari mahkamah internasional. karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut Islam. di Indonesia juga berlaku sistem hukum Adat. kekeluargaan dan warisan. berbasis pada hukum Eropa kontinental. hukum Agama dan hukum Adat. Hukum Agama. yaitu: bertambah meningkatnya diferensiasi internal dari keempat unsur dasar system hukum tersebut. menyangkut perangkat peraturan. Perkembangan demikian ini menyebabkan susunan masyarakat menjadi semakin komplek. prosedur pemberian keputusan oleh pengadilan dan lembaga penegakan hukum. yaitu: pranata peraturan. pengadilan dan penegakan hukum serta pengaruh diferensiasi lembaga dalam masyarakat terhadap unsur-unsur dasar tersebut. Setiap sistem hukum menunjukkan empat unsur dasar. Pengertian Sistem Peradilan Internasional Kata sistem dalam kaitannya dengan peradilan internasional adalah unsur -unsur atau komponen-komponen lembaga peradilan internasional yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan dalam rangka mencapai keadilan internasional.Hukum Nasional di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum hukum Eropa. proses penyelenggaraan hukum. yang merupakan penerusan dari aturan-aturan setempat dari masyarakat dan budaya-budaya yang ada di wilayah Nusantara. keadilan dan institusi penegak hukum. Diferensiasi itu sendiri merupakan ciri yang melekat pada masyarakat yang tengah mengalami perkembangan. Dengan diferensiasi . Melalui diferensiasi ini suatu masyarakat terurai ke dalam bidang spesialisasi yang masing -masing sedikit banyak mendapatkan kedudukan yang otonom.

2 Mahkamah Internasional MI adalah organ utama lembaga kehakiman PBB. Menurut Wolfgang Friedmann perubahan hukum dalam masyarakat yang sedang berubah meliputi perubahan hukum tidak tertulis (common law). Fungsi utama MI adalah untuk menjelaskan kasus-kasus persengkataan intersional yang subjeknya adalah negara. Yurisdiksi adalah kewenangan yang dimiliki oleh MI yang bersumber pada hukum internasional untuk menentukan dan menegakan sebuah aturan hukum. perubahan konsepsi mengenai hak milik umpamanya dalam masyarakat industri moderen. Pasal 9 Statuta MI menjelaskan. hukum tidak terlepas dari perubahan-perubahan yang terjadi masyarakat. Belanda. 2. perubahan di dalam menafsirkan hukum perundang-undangan. perubahan fungsi dari perjanjian kontrak. peralihan tanggung jawab dari tuntutan ganti rugi ke ansuransi. yang kedudukan di Den Haag. meliputi: . Hukum disamping mempunyai kepentingan sendiri untuk mewujudkan nilai-nilai tertentu di dalam masyarakat terikat pada bahan-bahan yang disediakan oleh masyarakatnya. komposisi MI terdiri dari 15 hakim.dimungkinkan untuk menimbulkan daya adaptasi masyarakat yang lebih besar terhadap lingkungannya. Sebagai salah satu sub-sistem dalam masyarakat. untuk memilih anggota mahkamah dilakukan pemungutan suara secara independen oleh majelis MU dan Dewan Keamanan (DK). perubahan pembatasan hak milik yang bersifat publik. Mahakamah ini mulai berfungsi sejak tahun 1946 sebagai pengganti MIP. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hukum sangat dipengaruhi oleh perubahan yang ter jadi di sekelilingnya. Biasanya 5 hakim MI berasal dari anggota tetap DK PBB. Ke-15 calon hakim tersebut direkrut dari warga negara anggota yang dinilai cakap dibidang hukum internasional. tugasnya untuk memeriksa dan memutuskan perkara yang disidangkan baik yang bersifat sengketa maupun yang bersikap nasihat. Statuta adalah hukum-hukum yang terkandung. perubahan dalam jangkauan ruang lingkup hukum internasional dan perubahan-perubahan lain.

Kejahatan genosida 2. perjanjian khusus 2. Keputusan MI mengenai Yurisdiksinya 5. Kejahatan terhadap kemanusiaan 3.memutuskan perkara-perkara pertikaian dan memberikan opini-opini yang bersifat nasihat. Penafsiran putusan 6. Kejahatan agresi 2. Artinya selesai mengadili.3 Mahkamah Pidana Internasional MPI adalah Mahkamah Pidana Internasional yang berdiri permanen berdasarkan traktat multilateral. 3. Perbedaan antara PKPI dan PSPI terletak pada komposisi penuntut dan hakim ad hoc-nya. Perbaikan putusan 2. yang mewujudkan supremasi hukum internasional yang memastikan bahwa pelaku kejahatan berat internasional di pidana.4 Panel khusus dan spesial pidana internasional Panel khusus pidana internasional (PKPI) dan Panel spesial pidana internasional (PSPI) adalah lembaga peradilan internasional yangberwenang mengadili para tersangka kejahatan berat internasional yang bersifat tidak permanen. Pada PSPI komposisi penuntut dan hakim ad hoc-nya merupakan gabungan . Pernyataan penundukan diri negara peserta statuta MI 4. Kejahatan perang 4. peradilan ini dibubarkan. Jenis kejahatan berat pada pasal 5-8 statuta yaitu sebagai berikut: 1. Penundukkan diri dalam perjanjian Internasional. Beberapa kemungkinan cara penerimaan tersebut: 1.

yaitu kebangkitan hukum nasional yang mengutamakan perlindungan hak asasi manusia dalam sebuah mekanisme sistem peradilan pidana. Sedangkan pada PKPI komposisi sepenuhnya ditentukan berdasarkan ketentuan peradilan internasional. diharapkan sejak awal sudah dapat diberikan dan ditegakkan. Konsekuensi logis dari dianutnya proses hukum yang adil dan layak tersebut ialah sistem peradilan pidana selain harus melaksanakan penerapan hukum acara pidana sesuai dengan asas-asasnya. Namun kedudukannya sebagai manusia memungkinkan dia untuk mendapatkan hak-haknya tanpa diskriminasi. .antara peradilan nasional dan internasional. Perlindungan hak-hak tersebut. Pemahaman tentang proses hukum yang adil dan layak mengandung pula sikap batin penghormatan terhadap hak-hak yang dipunyai warga masyarakat meskipun ia menjadi pelaku kejahatan. Padahal arti dari due process of law ini lebih luas dari sekedar penerapan hukum atau perundang-undangan secara formil. yaitu ³due process of law´ yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan menjadi proses hukum yang adil atau layak. juga harus didukung oleh sikap batin penegak hukum yang menghormati hak-hak warga masyarakat. 2. Selain itu diharapkan pula penegakan hukum berdasarkan undang-undang tersebut memberikan kekuasaan kehakiman yang bebas dan bertanggung jawab. ada satu istilah hukum yang dapat merangkum cita-cita peradilan pidana. Dengan keberadaan UU No. kehidupan hukum Indonesia telah meniti suatu era baru. hak memajukan pembelaan dan hak unt k u disidang dimuka pengadilan yang bebas dan dengan hakim yang tidak memihak. Secara keliru arti dari proses hukum yang adil dan layak ini seringkali hanya dikaitkan dengan penerapan aturan-aturan hukum acara pidana suatu Negara pada seorang tersangka atau terdakwa. Paling tidak hak-hak untuk didengar pandangannya tentang peristiwa yang terjadi.5 Proses Hukum yang Adil atau Layak Di dalam pelaksanaan peradilan pidana. hak didampingi penasehat hukum dalam setiap tahap pemeriksaan.8 Tahun 1981.

ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat. dan menjadi pedoman bagi penguasa negara dalam melaksanakan tugasnya. Meyers Hukum adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan. 2. Hukum Hukum sulit didefinisikan karena kompleks dan beragamnya sudut pandang yang akan dikaji.M. Van Apeldoorn mengatakan bahwa ´ definisi hukum sangat sulit dibuat karena tidak mungkin untuk mengadakannya yang sesuai dengan kenyataan´. Mr. . a. A. Prof. aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan yang pelanggaran terhadapnya akan menimbulkan reaksi bersama terhadap pelakunya. tetapi dilihat menurut fungsinya terhadap keseluruhan kesamaan susunan tersebut. Karena itu. Pengertian Sistem. yaitu mempergunakan segenap unsur yang terlibat didalamnya sebagai suatu kesatuan dan saling interrelas dan saling mempengaruhi i satu sama lain. sebaiknya kita lihat dulu pengertian hukum menurut para ahli hukum terkemuka berikut ini : a. Leon Duguit Hukum adalah aturan tingkah laku anggota masyarakat. dan Peradilan Nasional 1. E. S. a. Prof. Utrecht.H Hukum adalah himpunan peratuan ( perintah dan larangan ) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat itu. Sistem Sistem adalah suatu kesatuan susunan. E. dimana masing ± masing unsur yang ada di dalamnya tidak diperhatikan hakikatnya.Namun semua itu hanya terwujud apabila orientasi penegakan hukum dilandaskan pada pendekatan sistem. Hukum. Drs.

a. 1). Tujuan dan Penggolongan Hukum a.H Hukum adalah peratuan-peraturan yang bersifat memaksa. Adapun tujuan dibuatnya hukum dapat dilihat pada mariks di bawah ini: No. dan yang pelanggaran terhadapnya mengakibatkan diambilnya tindakan. Geny 8. Van Apeeldoorn Teori Etis Oeny Bentham (Teori Utilitarianisme) Hukum itu semaa-mata menghendaki ³keadilan´. 6. Subekti. Van Kant 7. yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib. . S. Tujuan Hukum Hukum mempunyai sifat mengatur dan memaksa. yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat. Mengatur melindungi pergaulan oleh hukum dengan hukum kepentingan-kepentingan manusia tertentu. 3. dengan tujuan mewujudkan ketertiban dalam pergaulan manusia. a. sedangkan unsur-unsur keadilan ialah : Pendapat yang Dikemukakan Hukum itu mengabdi pada tujuan negara. Tujuan Hukum Nasional Indonesia Tokoh / Pakar Prof. Amin. yaitu hukuman terentu.T. 4. S. Prof. (kehormatan. J. yaitu mendatangkan atau ingin mencapai kemakmuran dan kebahagiaan pada rakyatnya. Simorangkir. Y.H Hukum merupakan kumpulan peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi. harta benda) dari pihak yang merugikan. S.M. dan Woerjono Sastropranoto. 5. S. SH. Isi hukum semata-mata harus ditentukan oleh kesadaran etis kita mengenai ³apa yang adil dan apa yang tidak adil´. Hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan..C. 1.H. kemerdekaan jiwa. 2.

Sebagai unsur keadilan. Dengan demikian. Penggolongan hukum yBerdasarkan Wujudnya . hukum merupakan peraturan-peraturan hidup di dalam masyarakat yang dapat memaksa orang supaya mentaati tata tertib dalam masyarakat sera memberikan sanksi yang tegas (berupa hukuman) terhadap siapa saja yang tidak mematuhinya. Dengan kata lain. Ingin mengatur secara pasti hak-hak dan kewajiban lembaga tertinggi negara. yaitu terciptanya masyarakat yang terlindungi oleh hukum. Tujuan hukum adalah semata-mata untuk mewujukan apa yang berfaedah bagi banyak orang.Hukum tertulis. ada kepentingan daya guna dan kemanfaatan. cerdas. semua pejabat negara.³Kepentingan dayaguna dan kemanfaaannya´. b. lembagalembaga tinggi negara. yaitu hukum yang dapat kita temui dalam bentuk tulisan dan dicantumkan dalam berbagai peraturan negara. setiap warga Indonesia agar semuanya dapat melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan dan tindakan-tindakan demi terwujudnya tujuan nasional bangsa Indonesia. ³Menjamin kebahagiaan sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin orang´. Hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan. cinta dan bangga bertanah air Indonesia dalam suasana hidup makmur dan adil berdasarkan falsafah Pancasila. . Tujuan hukum ialah untuk menjaga agar kepentingan tiap-tiap manusia tidak diganggu. terampil.

.Hukum nasional.Hukum internasional. yBerdasarkan Pribadi yang Diaturnya . yaitu hukum yang hanya berlaku di daerah tertentu saja (hukum adat Manggarai-Flores. . yBerdasarkan Waktu yang Diaturnya . . .Hukum semua golongan. yaitu hukum yang masih hidup dan tumbuh dalam keyakinan masyarakat tertentu (hukum adat). disebut juga hukum positif ..Hukum yang berlaku pada waktu yang akan datang (ius constituendum).Hukum tidak tertulis. dan sebagainya).Hukum antarwaktu. yaitu hukum yang mengatur dan berlaku bagi semua golongan. Alam praktik ketatanegaraan hukum tidak tertulis disebut konvensi (Contoh: pidato kenegaraan presiden setiap tanggal 16 Agustus) yBerdasarkan Ruang atau Wilayah Berlakunya . hukum adat Ende Lio-Flores. yaiu hukum yang mengatur hubungan antara dua negara atau lebih (hukum perang. Mesir dan sebagainya).Hukum lokal. yaitu hukum yang mengatur suatu peristiwa yang menyangkut hukum yang beraku saat ini dan hukum yang berlaku pada masa lalu. yaitu hukum yang mengatur dan berlaku hanya bagi golongan tertentu saja. dan sebagainya. Jawa Minangkabau. hukum perdata internasional.Hukum satu golongan. yBerdasarkan Isi Masalah yang Diaturnya . Batak. yaitu hukum yang berlaku di negara tertentu (hukum Indonesia. Malaysia.Hukum yang berlaku saat ini (ius constitutum). .Hukum antargolongan yaitu hukum yang mengatur dua orang atau lebih yang masing-masingnya tunduk pada hukum yang berbeda.

Hukum Administrasi Negara Adalah Seperangkat peraturan yang mengatur cara bekerja alat-alat perlengkapan negara termasuk cara melaksanakan kekuasaan dan wewenang yang dimiliki oleh setiap organ negara. a. Dalam arti formal. hukum acara adalah seperangkat aturan yang berisi tata cara menyelesaikan. Sedangkan kejahaan (misdrijven) adalah perbuatan yang melanggar (berat) seperti pencurian.Hukum Publik. Singkatnya mempelajari hal-hal yang bersifat mendasar bagi negara. penganiayaan. Hukum Tata Negara Hukum Taa Negara mempelajari negara tertentu. Dalam KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana). pelanggaran (Ovrtredingen) adalah perbuatan yang melanggar (ringan) dengan ancaman denda. hukum dapat dibedakan menjadi: hukum publik dan hukum privat. pembunuhan dan sebagainya. hak-hak asasi warga negara. alat-alat perlengkapan negara.Berdasarkan isi masalah yang diaturnya. Di dalam Kitab Undang-undang Hukum . d. dan sebagainya. Singkatnya mempelajari hal-hal yang bersifat teknis dari negara. . Hukum Acara Disebut juga hukum formal (Pidana dan Perdata). hukum publik mencakup Hukum Tata Negara Hukum Administrasi Negara. yaitu hukum yang mengaur hubungan antara warga negara dan negara yang menyangkut kepentingan umum. melaksanakan atau mempertahankan hukum material. bentuk pemerintahan. c. hukum Pidana dan Hukum Acara. seperti bentuk negara. b. Hukum Pidana Aalah hukum yang mengatur pelangaran-pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan hukum yang diancam dengan sanksi piana tertentu.

terlalu nakal putusnya perkawinan. Pengampuan. karena perkawinan kedua orangtuanya puus. diatur dengan UU No.Hukum Privat (Hukum Perdata). d. c. . Perdata. Dalam arti luas hukum privat (perdata) mencakup juga Hukum Dagang dan hukum Adat.Acara Pidana (KUHAP) No. penyelidikan. yaitu seseorang/perkumpulan terenu yang bertindak sebagai wali untuk memelihara anak yatim piatu sampai cukup umur. 1/1974. dan berkelakuan buruk. Manusia dan Badan Hukum (PT. penyitaan dan penuntutan. Hukum Perorangan Adalah himpunan peraturan yang mengatur manusia sebagai subjek hukum dan tentang kecakapannya memiliki hak-hak serta bertindak sendiri dalam melaksanakan hak-haknya itu. b. yaitu kewajiban membimbing anak sebelum cukup umur. Di Indonesia. dan sebagainya. atau sipil. Hal ini terjadi. tidak sanggup mengurus diri. Hukum Keluarga Adalah hukum yang memuat serangkaian peraturan yang timbul dari pergaulan hidup dalam keuarga (terjadi karena perkawinan yang melahirkan anak). pengadilan yang berwenang. Kekuasaan Orangtua. Hukum keluarga dapat dibagi sebagai berikut: a. . Perwalian. Di Indonesia. misalnya. CV. Kekuasaan Orangtua putus ketika seorang anak telah dewasa (21 tahun). Perkawinan yaitu mengatur perbuaan-perbuatan hukum serta akibatakibatnya antara dua pihak (laki-laki dan perempuan) dengan maksud hidup bersama untuk jangka waku yang lama menurut undang-undang. Hukum Perdata dapat dibagi sebagai berikut: a. penahanan. lemah daya. boros. Firma. yaitu seseorang/perkumpulan tertentu yang ditunjuk hakim untuk menjadi kurator (pengampun) bagi orang dewasa yang diampuninya (kurandus) karena adanya kelainan. sakit ingatan. berarti warga negara pribadi. b. wali pengawas dijalankan oleh pejabat Balai Harta Peninggalan. adalah hukum yang mengatur kepentingan orangperorangan. dan sebagainya) merupakan ³pembawa hak´ atau sebagai ³subyek hukum´. Selain iu juga diatur siapa-siapa yang berhak melakukan penyitaan. Sumber pokok hukum perdata adalah Buergelijk Wetboek (BW).8/1981 diatur tata cara penangkapan. a.

c. sera wasiat. Contoh: jika seorang ayah meninggal. dan sebagainya. Pihak pertama (kreditur)berhak atas suau prestasi (pemenuhan sesuau). yaitu membayar harga menyerahkan barang. karena puusan pengadilan. Bila debitur tidak menepati perkataannya. Hukum kekayaan mencakup: a. hartanya akan diwariskan kepada istri dan anaknya. Obyeknya adalah prestasi. mengatur hak-hak kebendaan yang bersifat mutlak (diakui dan dihormati setiap orang). eruama berpindahnya harta kekayaan iu kepada orang lain. yaitu pembagian warisan kepada si pewaris yang memiliki hubungan darah erdekat. d. mengatur hubungan yang bersifat kehartaan antara dua orang atau lebih. yaitu pembagian waris berdasarkan pesan atau kehendak terakhir (wasiat) dari si pwaris yang harus inyaakan secara tertulis dalam . Pihak lain (sebitur) wajib memberikan sesuau. Menurut Wasiat. Hukum kekayaan mengatur benda (segala barang dan hak yang dapat menjadi milik orang atau obyek hak m ilik) dan hakhak yang dapat dimiliki atas benda. tetapi apabila ia tiak mempunyai keturunan pembagian warisannya diatur menurut undangundang. hibah. 3) iak berbua sesuatu. uruan penerimaan waris. tidak memakai merk tertentu karena putusan pengadilan. Hukum Waris Hukum yang mengaur kedudukan hukum harta kekayaan seserang seelah ia meninggal. yaitu memperbaiki barang yang rusak. b. 2) Hukum Benda idak Bergerak: karena sifatnya (tanah dan bangunan) karena tujuannya (mesin-mesin pabrik) an karena peneapan unang-nang (hak opstal dan hipotik). Hukum waris mengatur pembagian hara peninggalan ahli waris. Hukum Perikatan. Hukum Kekayaan Adalah peaturan-peraturan hukum yang mengatur hak dan kewajiban manusia yang dapat dinilai dengan uang. memboongkar bangunan. yaitu hal pemenuhan perikatan yang terdiri dari: 1) memberikan sesuatu. yaitu tidak mendirikan bangunan. Hukum Benda. hal itu inamakan wanpresasi. Hukum bena terdiri dari: 1) Hukum Benda Bergerak: karena sifatnya (kendaraan bermotor) dan karena peneapan undang-undang (surat-surat berharga). 2) berbuat sesuatu. Menurut Undang-undang. b. dan sebagainya. Pembagian waris dapat ilakukan engan cara: a. a.

ake noaris. Peraturan bersipat memaksa. sistem hukum adalah suatu kesatuan hukum dari unsur hukum yang saling berhubungan dan bekerjasama sebagai suatu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. III ) Sistem Hukum Jadi. Peran lembaga hukum dalam menjalankan hukum adalah mengatur segala sesuatu hukum yang berlaku. f. 2). Unsur hukum : y y y y Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. Sanksi pelanggar peraturan tersebut adalah tegas. Peraturan diadakan oleh badan ± badan resmi yang berwajib. pembagian waris di Batak. Contoh: pernikahan menurut adat Manggarai-Flores. Hukum Dagang (Bersumber dari Wetboek Van Koopehandel) Hukum dagang aalah hukum yang mengaur soal-soal perdaganganperniagaan yang timbul karena tingkah laku manusia (person) dalam perdagangan atau perniagaan. Peran Lembaga Hukum Lembaga hukum (lembaga peradilan) adalah lembaga yang mengatur segala sesuatu tentang hukum. . Penerimaan warisan disebu legaaris. pernikahan daerahBugis. an bagian warisan yang diterimannya disebu legaat. hukum perdata mencakup pula Hukum agang an Hukum Adat. Dalam arti luas. B. Hal-hal yang diatur mencakup: Buku 1 (perniagaan pada umumnya). dan Buku II (hak an kewajiban yang timbul daam dunia perniagaan). Hukum Adat Hukum adat adalah hukum yang umbuh dan berkembang di dalam masyarakat terentu serta hanya dipatuhi dan diaai oleh masyaraka yang bersangkutan. e.

Mentaati hukum yang berlaku di Negara . Di Sekolah .Mengikuti kegiatan kerja bakti . Di Keluarga .Melaksanakan tugas sesuai dengan kesepakatan keluarga . Di Masyarakat .Ikut Melaksanakan ronda malam . y Contoh Perilaku yang sesuai dengan ketentuan hukum: a.Turut sertamembela negara .Mematuhi tata tertib sekolah .Mentaati peraturan (adat istiadat) yang berlaku di masyarakat a.Mematuhi nasihat orangtua .Menghormati Guru .Membersihkan rumah sesuai jadwal yang yelah ditetapkan b.Melaksanakan tugas piket a.C. Di Negara . Perbuatan Yang Sesuai Dengan Ketentuan Hukum Sikap yang sesuai dengan ketentuan hukum adalah sikap yang mentaatii semua hukum dan Norma yang berlaku.Tidak menyontek saat ulangan .Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru .

1. dan Nepotisme. tetapi juga bisa berupa korupsi waktu.D. yaitu: 1. korupsi tidak hanya berupa materi. KKN adalah singkatan dari Korupsi. meskipin begitu. KPK bertugas menyelidiki para pejabat-pejabat yang dicurigai melakukan tindakan korupsi. Pengertian KKN Dalam kehidupan sehari-hari. Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia Salah satu upaya pemberantasan korupsi oleh pemerintah Indonesia adalah pembentukan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Upaya pemberantasn Korupsi sdiatur dalam TAP MPR No. tingkat korupsi di Indonesia masih tetap tinggi. Yaitu penyalahgunaan sesuatu yang berharga yang bisa merugikan orang lain. Analisis Upaya Pemberantasan Korupsi Di Indonesia I. Tetapi. E. Sebagai Saksi Peran kita sebagai saksi adalah bersedia menjadi saksi dan memberikan keterangan yang sejujur-jujurnya jika kita diminta untuk menjadi saksi pada sidang kasus korupsi . 8 tahun 2001 mengenai pemberantasan dan pencegahan korupsi. Sebagai Pelapor Peran kita sebagai pelapor adalah melaporkan setiap kejadian korup yang kita si ketahui kepada pihak yang berwenang. hal ini disebabkan karena kurangnya moral yang dimiliki para pejabat kita. dan intelektual. Korupsi adalah merupakan salah satu perbuatan yang melanggar hukum. Menampilkan peran serta dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia Peran kita sebagai pelajar dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia ada tiga. II. Kolusi. kita sering mendengar istilah ³KKN´.

Islam telah diterima oleh Bangsa Indonesia. dan asas-asas di bidang peradilan yang berlaku di Indonesia´. . seperti KUHP. membuktikan bahwa keberadaan hukum Islam sebagai salah satu sumber hukum Indonesia nerdasarkan teori ³Receptie´ (H. KUHPerdata. 1995 : 13). mulai tahun 1855. Sistem Hukum Barat. teori. yaitu : 1. Muchsin. Oleh karena itu dapat diketahui bahwa Peradilan yang diselenggarakan di Indonesia merupakan suatu sistem yang ada hubungannya satu sama lain. peradilan agama. maka sebaiknya kita melaporkan kejadian korupsi yang kita alami kepada pihak yang berwenang supaya ada tindakan hukum yang dilakukan untuk menangkap dan mengadili sipelaku korupsi Pada dasarnya sistem hukum nasional Indonesia terbentuk atau dipengaruhi oleh 3 sub-sistem hukum. yang berkaitan dengan kegiatan pemeriksaan dan pemutusan perkara yang dilakukan oleh pengadilan. yang didasari oleh pandanganm. yang bersifat komunal. peradilan militer. 3. Sebagai Korban Jika kita menjadi korban tindak korupsi.1. 2004) Sistem Peradilan Indonesia dapat diartikan sebagai ³suatu susunan yang teratur dan saling berhubungan. yang mempunyai sifat individualistik. melainkan saling berhubungan dan berpuncak pada Mahkamah Agung. baik itu pengadilan yang berada di lingkungan peradilan umum. Bukti adanya hubungan antara satu lembaga pengadilan dengan lembaga pengadilan yang lainnya salah satu diantaranya adalah adanya ³Perkara Koneksitas´. maupun peradilan tata usaha negara. sifatnya religius. Sistem Hukum Islam. peradilan/pengadilan yang lain tidak berdiri sendiri-sendiri. Hal tersebut terdapat dalam Pasal 24 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. Adat merupakan cermin kepribadiansuatu bangsa dan penjelmaan jiwa bangsa yang bersangkutan dari abad ke abad (Soerojo Wigdjodipuro. Menurut seharahnya sebelum penjajah Belanda datang ke Indonesia. yang merupakan warisan para penjajah kolonial Belanda. Sistem Hukum Adat. Sistem Peradilan Indonesia dapat diketahui dari ketentuan Pasal 24 Ayat (2) UUD 1945 dan Pasal 10 Ayat (1) Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. Adanya pengakuan hukum Islam seperti Regeling Reglement. Peninggalan produk Belanda sampai saat ini masih banyak yang berlaku. dsb. 2.

PERADILAN TATA USAHA NEGARA . Pengadilan Anak (UU No. PERADILAN UMUM a. 1 Tahun 1989) c. Pengadilan Syariah Islam di Provinsi Nangro Aceh Darussalam merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan agama sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan agama. 2 Tahun 2004) f.Pengadilan Militer Utama. PERADILAN AGAMA Mahkamah Syariah di Nangro Aceh Darussalam apabila menyangkut peradilan Agama.d kolonel .Pengadilan Militer untuk mengadili anggota TNI yang berpangkat prajurit. 18 Tahun 2001) g. . 3 Tahun 1997) b. Berdasarkan uraian tersebut. Pengadilan Lalu Lintas (UU No. Pengadilan khusus hanya dapat dibentuk dalam salah satu lingkungan peradilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 yang diatur dengan Undang-Undang. IV. Pengadilan HAM (UU No. PERADILAN LAIN-LAIN a. 5 Tahun 2005 I. dan merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan paradilan umum sepanjang kewenangannya menyangkut peradilan umum.Pengadilan Pajak (UU No. Mahkamah Syariah NAD (UU No. Mahkamah Pelayaran b. 14 Tahun 1992) II. 26 Tahun 2000) d.Pengadilan Militer Tinggi. 31 Tahun 1999 jo UU No. 2. maka sistem peradilan yang ada di Indonesia sebagai berikut: A. MAHKAMAH AGUNG UU No. 20 tahun 2002) e. Pengadilan Niaga (Perpu No.Pengadilan Militer Pertempuran.Dalam Pasal 15 UU Kekuasaan Kehakiman diatur mengenai Pengadilan Khusus sebagai berikut : 1. untuk mengadili anggota TNI ketika terjadi perang. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) . untuk mengadili anggota TNI yang berpangkat perwira s. . untuk mengadili anggota TNI yang berpangkat Jenderal. PERADILAN MILITER . III. 14 Tahun 2002) V. 14 Tahun 1985 jo UU No. Pengadilan Hubungan Industrial (UU No. Pengadilan TPK (UU No.

suap. Menguji Undang-Undang terhadap UUD 1945 2. perceraian. Memutus sengketa kewenangan Lembaga Negara yang kewenangannya diberi oleh UUD 1945. pewarisan. sistem hukum Eropa kontinental. korupsi. antara lain sistem hukum Anglo-Saxon (yaitu sistem hukum yang berlaku di Kerajaan Inggris Raya dan negara-negara persemakmuran atau negara-negara yang terpengaruh oleh Inggris.) yang berlaku di Indonesia tidak lain adalah terjemahan yang kurang tepat dari Burgerlijk Wetboek (atau dikenal dengan BW)yang berlaku di kerajaan Belanda dan diberlakukan di Indonesia (dan wilayah jajahan Belanda) berdasarkan azas konkordansi. tindak pidana berat lainnya. Hukum perdata Belanda sendiri disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian. Memutus perselisihan tentang PEMILU. Memberikan putusan atas pendapat DPR tentang dugaan Presiden/Wakil Presiden melanggar hukum. Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan The Civil Code Bahkan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (dikenal KUHPer. harta benda. kejahatan (hukum pidana).B. 5. Hukum adalah sekumpulan peraturan yang berisi perintah dan larangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang sehingga dapat dipaksakan pemberlakuaanya berfungsi untuk mengatur masyarakat demi terciptanya ketertiban disertai dengan sanksi bagi pelanggarnya Salah satu bidang hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki pada subyek hukum dan hubungan antara subyek hukum. Ada beberapa sistem hukum yang berlaku di dunia dan perbedaan sistem hukum tersebut juga memengaruhi bidang hukum perdata. 24 Tahun 2003) Tugas Mahkamah Konstitusi adalah : 1. maka hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara sehari-hari. Hukum perdata disebut pula hukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik. kematian. Jika hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum (misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara). 3. seperti misalnya kedewasaan seseorang. 4. Memutus Pembubaran Partai Politik. MAHKAMAH KONSTITUSI (UU No. misalnya Amerika Serikat). kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara). sistem hukum komunis. khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan. kegiatan usaha dan tindakan tindakan yang bersifat perdata lainnya. yaitu: . perkawinan. Hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda. BW diberlakukan mulai 1859. Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda. atau perbuatan tercela lainnya. sistem hukum Islam dan sistem-sistem hukum lainnya. berupa : mengkhianati negara. Kitab undang-undang hukum perdata (disingkat KUHPer) terdiri dari empat bagian.

pengaturan hukum pidana formil telah disahkan dengan UU nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana (KUHAP). mengatur tentang hukum benda. . Kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) juga dipakai sebagai acuan.Hukum privat adalah hukum yg mengatur hubungan orang perorang. Hukum pidana terbagi menjadi dua bagian.S. syarat-syarat dan tata cara pembuatan suatu perjanjian. antara lain tentang jenis-jenis perikatan (yang terdiri dari perikatan yang timbul dari (ditetapkan) undang-undang dan perikatan yang timbul dari adanya perjanjian). yaitu hukum yang mengatur status serta hak dan kewajiban yang dimiliki oleh subyek hukum. telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU tentang hak tanggungan. Isi KUHD berkaitan erat dengan KUHPer. pengaturan hukum pidana materiil diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). Buku II tentang Kebendaan. perkawinan. sebagian ketentuanketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan. Bisa dikatakan KUHD adalah bagian khusus dari KUHPer. mengatur tentang hukum perseorangan dan hukum keluarga. antara lain hak-hak kebendaan. yaitu benda berwujud lainnya selain yang dianggap sebagai benda berwujud tidak bergerak. yaitu hukum yang mengatur tentang hak dan kewajiban antara subyek hukum di bidang perikatan. Buku IV tentang Daluarsa dan Pembuktian. yaitu hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki subyek hukum yang berkaitan dengan benda. sedangkan hukum publik adalah hukum yg mengatur hubungan antara negara dengan warga negaranya. sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 5 tahun 1960 tentang agraria. kedewasaan. dan pidana (sanksi). perceraian dan hilangnya hak keperdataan. Sistematika yang ada pada KUHP tetap dipakai sebagai acuan oleh para ahli hukum dan masih diajarkan pada fakultas-fakultas hukum di Indonesia. Hukum pidana materiil mengatur tentang penentuan tindak pidana. Di Indonesia. yaitu hukum privat dan hukum publik (C. Khusus untuk bagian perkawinan. kelahiran. Khusus untuk bagian tanah. mengatur hak dan kewajiban subyek hukum (khususnya batas atau tenggat waktu) dalam mempergunakan hak-haknya dalam hukum perdata dan hal-hal yang berkaitan dengan pembuktian. mengatur tentang hukum perikatan (atau kadang disebut juga perjanjian (walaupun istilah ini sesunguhnya mempunyai makna yang berbeda). Hukum pidana Indonesia Berdasarkan isinya. Antara lain ketentuan mengenai timbulnya hak keperdataan seseorang. (ii) benda berwujud yang bergerak. Hukum pidana merupakan bagian dari hukum publik.y y y y Buku I tentang Orang. Yang dimaksud dengan benda meliputi (i) benda berwujud yang tidak bergerak (misalnya tanah. yaitu hukum pidana materiil dan hukum pidana formil. khususnya Buku III. dan (iii) benda tidak berwujud (misalnya hak tagih atau piutang). bangunan dan kapal dengan berat tertentu). keluarga.T Kansil). Begitu pula bagian mengenai penjaminan dengan hipotik. hukum dapat dibagi menjadi 2. Hukum pidana formil mengatur tentang pelaksanaan hukum pidana materiil. Buku III tentang Perikatan. waris dan penjaminan. Di Indonesia. pelaku tindak pidana. Khusus untuk bidang perdagangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->