Konsep Kebudayaan Menurut Geertz

Pendahuluan Konsep kebudayaan yang dikemukakan oleh Geertz memang sebuah konsep yang dianggap baru pada masanya. Seperti dalam bukunya Interpretation of Culture, ia mencoba mendefinsikan kebudayaan yang beranjak dari konsep yang diajukan oleh Kluckholn sebelumnya, yang menurutnya agak terbatas dan tidak mempunyai standard yang baku dalam penentuannya. Berbeda dengan Kluckholn, ia menawarkan konsep kebudayaan yang sifatnya interpretatif, sebuah konsep semiotik, dimana ia melihat kebudayaan sebagai suatu teks yang perlu diinterpretasikan maknanya daripada sebagai suatu pola perilaku yang sifatnya kongkrit (Geertz; 1992, 5). Dalam usahanya untuk memahami kebudayaan, ia melihat kebudayaan sebagai teks sehingga perlu dilakukan penafsiran untuk menangkap makna yang terkandung dalam kebudayaan tersebut. Kebudayaan dilihatnya sebagai jaringan makna simbol yang dalam penafsirannya perlu dilakukan suatu pendeskripsian yang sifatnya mendalam (thick description). Konsep Kebudayaan Geertz Geerts secara jelas mendefinisikannya. “Kebudayaan adalah suatu sistem makna dan simbol yang disusun..dalam pengertian di mana individu-individu mendefinisikan dunianya, menyatakan perasaannya dan memberikan penilaianpenilaiannya; suatu pola makna yang ditransmisikan secara historik diwujudkan di dalam bentuk-bentuk simbolik melalui sarana di mana orang-oarang mengkomunikasikan, mengabadikannya, dan menmgembangkan pengtahuan dan sikap-sikapnya ke arah kehidupan; suatu kumpulan peralatan simbolik untuk mengatur perilaku, sumber informasi yang ekstrasomatik”. Karena kebudayaan merupakan suatu sistem simbolik, maka proses budaya haruslah dibaca, diterjemahkan, dan diinterpretasikan (Kuper; 1999, 98). Konsep kebudayaan simbolik yang dikemukakan oleh Geertz diatas adalah suatu pendekatan yang sifatnya hermeneutic . Suatu pendekatan yang lazim dalam dunia seniotik. Pendekatan hermeunetik inilah yang kemudian menginspirisasikannya untuk melihat kebudayaan sebagai teks-teks yang harus dibaca, ditranslasikan, dan diinterpretasikan. Pengaruh hermeunetic dapat kita lihat dari beberapa tokoh sastra dan filsafat yang mempengaruhinya, seperti Kenneth Burke, Susanne langer, dan Paul Ricouer. Seperti Langer dan Burke yang mendefinisikan fitur/keistimewaan manusia sebagai kapasitas mereka untuk berperilaku simbolik. Dari Paul Ricouer, ia mengambil gagasan bahwa bangunan pengetahuan manusia yang ada, bukan merupakan kumpulan laporan rasa yang luas tetapi sebagai suatu struktur fakta yang merupakan simbol dan hukum yang mereka beri makna. Sehingga demikian tindakan manusia dapat menyampaikan makna yang dapat dibaca, suatu perlakuan yang sama seperti kita memperlakukan teks tulisan (Kuper; 1999, 82). Geertz menfokuskan konsep kebudayaan kepada nilai-nilai budaya yang menjadi pedoman masyarakat untuk bertindak dalam mengahadapi berbagai permasalahan hidupnya. Sehingga pada akhirnya konsep budaya lebih merupakan sebagai pedoman penilaian terhadap gejala-gejala yang dipahami oleh si pelaku kebudayaan tersebut. Makna berisi penilaian-penilaian pelaku yang ada dalam kebudayaan tersebut. Dalam kebudayaan, makna tidak bersifat individual tetapi publik, ketika sistem makna kemudian menjadi milik kolektif dari suatu kelompok. Kebudayaan menjadi suatu pola makna yang diteruskan secara historis terwujud dalam simbol-simbol. Kebudayaan juga menjadi suatu sistem konsep yang diwariskan yang terungkap dalam bentuk-bentuk simbolik yang dengannya manusia berkomunikasi, melestarikan, dan memperkembangkan pengetahuan mereka tentang kehidupan dan sikap-sikap terhadap kehidupan (Geertz; 1992a, 3)

sebagaimana pendapat Weber (Kuper. pekerja tangan. dimana ia melihat nilai-nilai tersebut ada dalam suatu kumpulan makna. lalu berkembang menjadi sebuah sinkritisme (Geertz. Bachtiar. Kuper menyebutnya sebagai kebudayaan dalam bentuk agama yang terkonsentrasi yang dirubah bentuknya oleh politik dan ekonomi. Penekanan yang .1525). Sehingga dengan nilai-nilai tersebut pelaku dapat mendefinisikan dunia dan pedoman apa yang akan digunakannya (Geertz. Dengan sifatnya mencoba mengkaitkan dengan gejala-gejala lainnya tersebut. 1983. 1983. Suatu gagasan yang ia dapatkan dari Weber (Kuper. santri yang menekankan kepercayaannya kepada unsur Islam. 51). Kemudian Permai. santri dengan pengalaman dagangnya di pasar dan pola migrasinya dari pesisir. preferensi etnis dan ideologi politik mereka. Perbedaan penekanan unsur-unsur yang berbeda tersebut berasal dari lingkungan yang dibarengi sejarah kebudayaan yang berbeda (Parsudi. 1983). Hal ini memang telah dikemukakan oleh Harsja W. yang menghasilkan 3 tipe utama kebudayaan yang mencerminkan organisasi moral kebudayaan Jawa. desa.1973. yang keduanya juga mempunyai hubungan ketergantungan dan melengkapi sehingga membentuk suatu sistem sosial sendiri. 5-6). Suatu pembagian struktur sosial yang melihat kota dan desa sebagai 2 struktur sosial yang berbeda. kepercayaan akan sihir dan magi.Agama Jawa Agama bagi Geetz lebih merupakan sebagai nilai-nilai budaya. dan birokrasi pemerintah. 97). 1999. Dimana oleh Geertz masingmasing 3 varian tersebut mempunyai sejarah kebudayaan dan lingkungan yang berbeda. Dimana memang ia pada masa awal kariernya menfokuskan kepada hubungan antara gagasan dan proses sosial dimana terjadi hubungan timbal balik antara kepercayaan dan pembangunan politik dan ekonomi. yaitu abangan. ide umum tentang ketertiban yang berkaitan dengan tingkah laku petani. 80). pasar. Ada kesesuian keagamaan masing-masing varian ini dengan struktur sosial. yang masing-masing diwakili oleh warga elit kotan dan petani desa. dan ideologi politik. masing-masing individu menafsirkan pengalamannya dan mengatur tingkah lakunya.. Pembedaan ini ia lihat juga sebagai suatu pembedaan masyarakat Jawa dalam 3 inti struktur sosial yang berbeda.kepercayaan keagamaan. Dimana dengan kumpulan makna tersebut. yaitu konsep alus dan kasar-nya. VII. kepercayaan kepada mahkluk halus. Ketiga varian tersebut mempunyai perbedaan dalam penerjemahan makna agama Jawa melalui penekanan-penekanan unsur religinya yang berbeda. dan priyayi dengan sejarah birokratik aristokratiknya yang dibangun mulai dari masa keraton hingga masa Belanda di kota. santri dan priyayi. Geertz kemudian menginterpretasikan orang Jawa dalam 3 varian kebudayaan. terutama sekali terdiri upacara ritual yang disebut slametan. Suatu penggolongan yang menurut pandangan mereka. Sehingga dengan demikian Geertz juga mengkaitkan agama dengan penggolongan struktur sosial dan basis ekonomi. buruh. 1992b. 6). dan priyayi sebagai kategori kelas sosial tertentu (Harsja W. organisasi sosial politik mereka. pedagang. yang tadinya berbasis organisasi politik kemudian semacam organisasi sosial kalangan abangan modern. dan priyayi yang menekankan kepada unsur Hinduisme. 1999. dan pegawai Jawa dalam semua arena kehidupan (Geertz. Seperti abangan yang menekankan kepercayaannya pada unsur-unsur tradisi lokal. Dalam pengkategorian 3 varian kebudayaan diatas memang tidaklah tepat benar. Ketika ia membagi kebudayaan jawa dalam 3 tipe variant kebudayaan berbeda. Abangan dengan tradisi petani-nya di desa. Bachtiar yang melihat bahwa sebenarnya abangan dan santri lebih merupakan suatu pengkategorian perilaku keagamaan seseorang. Seperti slametan yang ia nilai sebagai suatu kesatuan mistis dan sosial yang ikut serta didalamnya atau semacam wadah bersama. Geertz melihat agama jawa sebagai suatu integrasi yang berimbang antara tradisi yang berunsurkan animisme dengan agama Hindu & agama Islam yang datang kemudian. Juga demikian seperti apa yang telah dikemukakan oleh Parsudi Suparlan yang melihat pengkategioian yang dibuat Geertz mengacu secara implisit kepada model struktur sosial yang dibuat oleh Robert Redfield.

namun tetap saja kebudayaan sebagai suatu teks haruslah diinterpretasikan oleh seorang antropolog. 79). dan adanya mekanisme integrasi sosial yang sifatnya pluralistik (Geertz.19). 92). Kuper juga mempertanyakan ketika Geertz melihat pembedaan 3 varian kebudayaan tersebut sebagai 3 elemen dari 1 masyarakat.1999.1999. ketika terjadi konflik politik (Komunis vs Tentara/Islam). Geertz sesekali menerima tuduhan itu. Namun ada faktor-faktor yang menurutnya dapat meredakan konflik. dan Priyayi tersebut (Parsudi Suparlan. 95). Hal yang sama juga diutarakan Parsudi dalam pengantar Abangan.1999.92).VIII). Berkaitan dengan politik dan agama. agama. ia melihat bahwa nilai-nilai yang dibagi bersama. ia tidak memperlihatkan hubungan antara Mojokuto dan Jakarta (Kuper. tetapi ini adalah teks yang dibangun. Jika Mojokuto dilihat sebagai arena sosial yang tunggal. dan internasional ketika itu (Kuper. tidak memberikan perhatian pada perubahan yang sifatnya jangka panjang dan pengaruh yang datang dari luar. Seperti ketika ia membuat generalisasi Mojokuto dengan Jawa atau bahkan Indonesia. 1999. Kuper menuliskan kritiknya terhadap Geertz tentang hal ini.1983. Bagi Geertz. sistem stratifikasi sosial. Dimana etnografer dituduh mempertahankan kedekatannya dengan obyek yang diteliti. 90). Ritual-ritual yang pernah menciptakan kesatuan dalam masyarakat desa. nasional. Memang sebenarnya Geertz ingin mengungkapkan sistem penggolongan 3 varian kebudayaan berdasarkan penggolongan yang dilakukan oleh orang Jawa sendiri. Geertz memang tidak secara khusus memberikan perhatiannya pada konflik pollitik nasional yang kemudian menyeret pada konflik agama. 101). fiksi yang ditulis seorang etnografer “ (Kuper. dan bentuk konvensional dari tindakan dan dorongan masing-masing (Kuper. seperti konflik ideologis. karena dalam masa penulisan buku Religion of Jawa ini..berbeda dilakukan Geertz kepada dimensi struktur-nya.1999. atau ketika menganalisa proses sosial dan politik di dalam kota. Meskipun demikian. maka faktanya adalah bahwa disana ada 3 komunitas yang dapat memperkuat konflik dan disintegrasi sosial dan mengundang permasalahan politik (Kuper. perjuangan politik demi kekuasaan. Selain itu dalam membuat pengkategorian.1999. 1981. sebagai suatu sistem budaya agama jawa mempunyai kekuatan untuk menyeimbangankannya lagi. Santri. pola-pola keagamaan tidak terwujud secara langsung dalam bentuk-bentuk sosial. dimana ia mendapatkan pengaruh wacana sistem yang kuat dari Parson (Kuper.1999. Seperti ia sebutkan beberapa faktor yang cenderung mempertajam konflik. Didalam sistem ada keseimbangan.1983. yaitu perasaan kebudayaan yang satu. IX). seperti yang terjadi pada tahun 1965. seperti diperkirakan oleh Geertz.1999. yang ada dalam solidaritas yang pernah terwujud diantara masyarakat pedesaan telah terhapus pada saat mereka tinggal dikota oleh polarisasi keagamaan dan politik. sekarang telah terpisa-pisah. agama juga tidak hanya menekankan hubungan makna yang sifatnya harmoni dan penuh keseimbangan dari ketiga struktur sosial tersebut tetapi ia juga mempunyai kekuatan yang memecah. struktur sosial. toleransi umum.99-100). 475-477). dan Redfield pada proses komunikasi terus-menerus antar kota dan desa (Parsudi Suparlan. institusi politik yang lama tidak dapat menyesuaikan diri lagi dengan kondisi yang ada dan diruntuhkan oleh kompetisi untuk mendukung partai yang dihasilkan oleh perkembangan politik nasional (Kuper. Keadaan ini juga memperkuat kritik tentang batas pengetahuan lokal. Kebudayaan mungkin sebagai suatu teks. “Sebuah kebudayaan tidaklah dipahami dengan mudah oleh seorang aing yang simpatik. Geertz memang berada masa awal karier ilmuwannya. Nampak terlihat pengaruh Parson terlihat disini. Geertz juga dikritik bahwa penggolongan 3 varian kebudayaan tersebut itu merupakan bentuk penyederhaan realitas yang sebenarnya jauh lebih kompleks (Kuper. Geertz yang berusaha membuat . dan kebutuhan kambing hitam untuk memusatkan ketegangan yang dibangkitkan oleh perubahan sistem sosial yang cepat. emosi. tetapi kerangka analitiknya tidak mencakup pengaruh politik lokal. Geertz sendiri sadar akan kekuatan eksternal ini. bukan merupakan 3 masyarakat berbeda yang dalam suatu kota.

abangan. MacMillan Dictonary of Anthropology. Santri dan Priyayi Dalam Masyarakat Jawa. Dan tentu saja teori kebudayaan umumnya mengandung muatan politis yang membenarkan suatu tinjauan politiknya. Jakarta. Adam. . Dengan dibukanya NAFTA dan perdagangan bebas. Santri modern dengan Muhamadyah. 2. Culture. terjadinya peningkatan pertemuan antarberbagai bangsa dengan latar belakang kultur yang berbeda-beda. 1992b. Dalam konteks situasi seperti itulah. santri. 76). Cambridge. Abangan. Charlotte. 1992a 3. Mereka diharapkan dapat menemukan kekontrasan tradisonal. Dimana menjadi titik awal mereka pada rencana bahwa masyarakat tradisional telah menjadi tidak teratur karena adanya proses urbanisasi. 3.Santri dengan elemen dagang dan pasar. Kuper. Clifford. Tafsir Kebudayaan. Dia meletakan suatu ide baru bagaimana kebudayaan bekerja (Kuper. ditandai dengan lahirnya egoisme daerah. 4.84). menurut Kuper (Kuper.1999. Penelitian Geertz tentang Religion of Jawa itu juga merupakan suatu deskripsi dari hasil permintaan dari the Committee on the New States. Dengan kata lain. London. Geertz. 1999. tetapi dari penggolongan yang ia lakukan terkesan pembedaan absolut itu. dimana kontradiksi-kontradiksi tersebut akan dapat membantu untuk menjelaskan kemampuan masyarakat di Asia yang sedang mengalami transisi penjajahan kolonial menuju ke kebebasan (Kuper.1999 XV) Bahan Bacaan 1. suku bangsa dan negara. 1999 5. Berjalannya kebijakan otonomi daerah telah memisahkan wilayah budaya secara substansial. dan priyayi. Egoisme dan segala bentuk nasionalisme lokal dapat memicu konflik kepentingan antardaerah dan konflik horizontal. Kebudayaan dan Agama.pentipean secara ideal. Symour-Smith. Clifford. Geertz. 1983 2. dan dalam prosesnya. Yogyakarta. dimana Geertz mempunyai kepentingan dibaliknya. KOMUNIKASI MULTIKULTURAL Mengapa Komunikasi Multikultur perlu dipelajari? Perspektif materi apa yang menjadi titik fokus? Asumsinya : 1. khususnya pada Llyoyd Fallers dan Geertz. spesialisasi ekonomi dan sekulerlisasi. santri kolot dengan Nadhatul Ulama. masyarakat yang suci dan duniawi. Yogyakarta. sehingga ia menutup atau mengurangi kemungkinan-kemungkinan lain. Geertz. Dengan penggolongan seperti ini nampak terlihat Geertz melakukan homogenisasi obyek kajiannya. ia menafsirkan agama jawa. Harvard University Press. MacMillan Reference Books. Kanisius Press. Penutup Geertz memang dianggap memiliki pengaruh teoritis dalam ilmu antopologi. dan modernitas. Seperti ia memberi label kepada tipe campuran dan kelompok marjinal pada tipe-tipe minoritas dan varian yang tidak berada secara tegas di 3 varian yang baku. 1986. Clifford. Tujuan dari kebijakan di negara – negara baru tersebut diserahkan pada antropolog untuk menspesifikasikan masalahmasalah kebudayaan yang ada didalamnya. Meningkatnya Intensitas dan pertemuan antar bangsa semakin tinggi diasumsikan dalam kajian ini lebih besar menimbulkan kesalahpahaman ketimbang kesepahaman. ia telah memberikan daya tarik bagi orang luas untuk membaca karya-karya antropolog. Seperti misalnya abangan dengan elemen petani pedesaan dan slemtan sebagai upacara ritualnya. dimana ia menulis dengan sangat mahir mengenai gagasan-gasan tertentu dari kebudayaan dan menggunakannya untuk menganalisi kasus-kasus tertentu. Kanisius Press. Pustaka Jaya. berarti akan banyak orang-orang asing masuk ke Indonesia. Meskipun ia sendiri melihat pembagian ini bukanlah pembedaan yang sifanya absolut. sehingga menjadi suatu pembedaan yang kontras dan absolut.

Pesan-pesan komunikasi interpersonal dalam interaksi simbolik multikultural baik lewat representasi produksi budaya maupun reproduksi budaya. • • Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan globalisasi. sosiologi dan historis. Integrasi Nasional mengapa dapat terwujud padahal masyarakatnya berbasis multietnik dan multikultural 3. Pergeseran ruang dan waktu . ketidaksetaraan dan kesewenang-wenangan yang mampu menjadi sumber konflik-konflik budaya. rekayasa genetika. seperti. Tujuan Mempelajari Komunikasi Multikultural : 1. borderless (menerobos batas) Akselerasi Sejarah: Perubahan dan pergeseran konsep ruang dan waktu melahirkan percepatan sejarah. solidaritas sosial. 2. dari manajemen strategis sampai mesin perang. Bagaimana latar belakang ras dan etnik. Hidup Berdampingan Secara damai Kesepahaman Global Reduksi Asgresifitas Kemanusiaan 1. 3. agama dan kelompok membangun stereotipe dan etnosentris sosio-kultural. informatika. Bagaimana solidaritas global dapat terbentuk dan bagaimana resolusi konflik internasional dapat diatasi dengan cara-cara budaya Tema Tersebut dikembangkan lewat analisis komunikasi multikultural yang akan memfokuskan pada : 1. berpengaruh terhadap simbol-simbol yang digunakan masyarakat sebagai alat untuk berkomunikasi. Percepatan sejarah kompleksitas kemajuan yang dicapai manusia lewat laju kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inovasi Perpetual Untuk menjeleskan bagaimana cepat dan konsistennya teknologi informasi baru menggantikan teknologi lama.Beberapa tema yang menjadi kajian komunikasi multi kultur dengan pendekatan etnografi komunikasi. mobilitas dan pertukaran warga desa global Perkembangan Teknologi. Bagaimana kesenjangan sosial-ekonomi menjadi sumber-sumber konflik horisontal 4. Solidaritas sosial mengapa bisa terjadi dalam masyarakat heterogen 2. 4. 2. dan perkembangan ekonomi dan politik. antara lain : 1. norma-norma dan nilainilai sosio-kultural yang berkembang di suatu wilayah tertentu mempengaruhi pola komunikasi warga masyarakatnya. Bagaimana ketidaksetaraan dalam gender melanggengkan dominasi dan ketidakadilan sosial 5. kloningisasi. mengakselerasi pegas sejarah secara tajam: . 3. hegemoni dan dominasi. bioteknologi. Berkah Kehadiran Teknologi Komunikasi dan Transportasi Meningkatnya Kompleksitas kehidupan Global Akselerasi mutasi. e-bussines. 3. Seberapa jauh unsur-unsur budaya lokal. 4. Seberapa jauh transformasi budaya masyarakat multikultural memberi sumbangan terhadap integrasi nasional. 2. Pesan-pesann multikultural media massa. e-government. Sejauhmana ketidakadilan dan kesenjangan. komputer. Globalisasi. e-mail. psikologi sosial. Latar Belakang Kajian Multikultural : 1. baik dalam konteks media global maupun konteks media lokal. sistem kepercayaan. 5.

2.1. Informasi-informasi itu sering dimaknai di dalamnya mengandung kebudayaan. senakin kuatnya tuntutan sosial. dan tidak bisa membayangkan konsepsi global village. hingga ke persoalan budaya dan gaya hidup. pertumbuhan pengguna internet ( growth of internet users) sampai tahun 2001. telah menjangkau dan menembus yuridiksi berbagai negara. maupun terorrisme internasional. dan lain -lain. perdagangan. CNBC. pariwisata. lingkungan hidup. corak budaya yang berbeda. Artinya ada peningkatan yang sangat signifikan. baik persoalan politik seperti hak asasi manusia. 2. ESPN. Pemikiran Mc Luhan saat itu dinilai kontroversi. globalisasi memang benar -benar menjadi kenyataan. • GLOBALISASI BUDAYA Perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi telah mengubah dunia. AFP dan lain-lain. Kompleksitas Global Konsekuensi akselerasi sejarah dan percepatan aktivitas manusia di segala bidang kehidupan adalah meningkatnya kompleksitas permasalahan dalam kehidupan global itu sendiri. tuntutan pemerintahan yang baik. seperti tuntutan kebebasan. ataupun aspek kehidupan lain. Akselerasi sejarah juga ditandai dengan semakin tingginya kemampuan para industraiawan dalam proses pengambilan keputusan. banyak orang yang sulit mengert i. Sebuah desa raksasa yang dihuni oleh berbagai ras. Dari bertukar informasi. penyesuaian politis dan budaya dari bangsa-bangsa untuk bekerjasama melangsungkan kehidupan dan menghindarkan diri dari kehancuran. antara orang banyak dengan orang banyak yang pesertanya berasal dari berbagai belahan dunia tanpa batas (McQuail. Tahun 1964 ketika Marshall Mc Luhan mengemukakan teori determinisme teknologi dalam buku Understanding Media. maka terjadilah penyebaran budaya global. tuntutan pemeliharaan lingkungan hidup. membanjirnya bentuk entertaiment dan aktivitas kultural. Yaitu komunikasi dengan mediasi komputer melalui jaringa n on line internet yang memungkinkan adanya komunitas virtual yang berkomunikasi secara intensif di dunia maya. AP. dengan berbagai kesibukan aktivitas ekonomi. suku. budaya. seperti Reuters. . telah mendorong bangsabangsa yang dulu tidak ternsentuh oleh peradaban modern semakin memahami kedudukan dan posisinya. yaitu proses integrasi bangsabangsa kedalam wadah desa global. gender.com. Perkembangan teknologi juga telah memunculkan komunikasi baru dalam bentuk Computer Mediated Communication (CMC). BBC. • Konsekuensi lain dari berkah teknologi adalah meningkatnya frekuensi pertemuan antarwarga desa global dan meningkatnya intensitas pertemuan meraka • Pertemuan dan pertukaran terjadi sehingga mampu menjalin sebuah jaringan internasional dengan menempatkan komunikasi sebagai seuatu yang vital. Akselerasi dan penyebaran inovasi ekonomi ke selururh penjuru dunia. Semakin nyata perkembangan teknologi komunikasi secara signifikan memang berimbas ke berbagai sektor. MTV. Akselerasi integrasi internasional. Akselerasi sejarah ditandai oleh produk populer yang makin menumpuk dan berkembang setiap hari dengan aneka ragam jenis dan materinya. dunia yang begitu luas akan menjadi desa global (global village). tuntutan hak asasi manusia. jumlahnya sudah mencapai 500 juta orang (Lister et all. Media massa berperan sebagai kekuatan trend setter untuk isu-isu global. Informasi mengalir deras melalui jaringan media global dan kantor-kantor berita internasional. UPI. Melalui CMC ini para pengakses mengakses internet menjadi akrab dengan situs-situs global seperti Yahoo. Tapi sekarang. i nvestasi. Media massa g lobal seperti CNN. HBO. 3. dan membingungkan. Dulu tak ada orang membayangkan. Penduduk dunia saling berhubungan semakin erat hampir di semua as pek kehidupan. 2002 hal: 113). Menurut catat an Nua. 2003:204). hingga persoalan pribadi. 4. Padahal tahun 1998 baru sekitar 120 jutaan.

Mc Donald adalah sebuah contoh lain dari simbol yang sangat tepat dari internasionalisasi aspek budaya Amerika dalam praktek bisnis yang merambah seluruh dunia. Sama halnya ketika seseorang memakai sepatu Nike. atau Barat menjadi trend di berbagai negara termasuk Indonesia. Akhirnya yang tampil di media internasional lebih banyak sisi negatif. Google. Yang terjadi mengalirnya begitu banyak informasi dari negara -negara maju khususnya Barat ke negara-negara berkembang. Keberadaan McDonald hingga Moskow dan kota-kota Eropa Timur yang lain. Kondisi semacam ini tentu saja memunculkan kekhawatiran. terutama Amerika Serikat. Inilah yang kemudian memunculkan konsepsi imperialisme budaya. khususnya Amer ika. . Atau kesegaran dan jiwa muda dengan minum Coca Cola atau Pepsi’s Nex Generations dan sebagainya. Di negara maju Eropa seperti di Perancis. 202). Media-media global merambah dunia bukan hanya dengan jaringannya yang luas. termasuk Indonesia. Ataupun juga demam fenomena American Idols yang gaungnya sampai di pelosok dunia. merupakan simbol yang amat tampak dari adanya pergeseran dari ekonomi sosialisme menjadi ekonomi pasar di sana (Ritzer. Seakan dengan mengkonsumsi lagu-lagu MTV. Friendster. melalui penyebaran informasi tadi telah menyebarkan budaya mereka ke dalam kehidupan negara dan bangsa lain di dunia. tetapi di dalamnya juga menawarkan mitos dan gaya hidup. telah mampu menancapkan kuku ‘invasinya’. Prakteknya arus inf ormasi di media-media internasional masih didominasi negara -negara maju. Kekhawatiran atau penolakan globalisasi yang juga sering disebut dengan Amerikanisasi ini muncul tidak hanya di negara berkembang ataupun negara dunia ketiga. Dalam globalisasi bahasa tidak lagi menjadi penghalang. Walhasil ada ketegangan -ketegangan karena terjadinya benturan antara budaya global yang dianggap modern. lagu -lagu. Sebagian besar negara berkembang. merambah secara global. content yang menarik. film. ataupun juga perusahaan Microsoft milik Bill Gate yang sangat terkenal. Itali bahkan Inggrispun tak henti-hentinya muncul kritikan dan ketidaksukaan pada globalisasi yang mereka nilai sebagai Amerikanisasi itu. 2003:200). termasuk Indonesia malah sering menjadi obyek kemajuan dan kesiapan negara kaya. Dari informasi pemberitaan. Keberhasilan McDonald membawa recipe standard dari pusatnya di AS melalui strategi penyesuaian dengan selera lokal. hingga musik hip hop Black Eye Peas dengan lagu Where is the Love-nya. Tapi problemnya tidak semua warga dunia mampu mengikuti perkembangan globalisasi dan memanfatkannya. Atau terkontaminasi dari budaya global dari Amerika. Pop Culture yang diproduksi secara massal di Amerika Serikat untuk kepentingan hiburan. Atau terjadi unevent globalization. mitosnya lebih sehat dan sportif. Bahkan kalaupun ada informasi dari negara berkembang. 2003. merasuk ke mana -mana dengan menawarkan mitos dan gaya hidup. tanpa mampu mengirimkan secara seimbang informasi mengenai negaranya. sekaligus mendorong terjadinya fenomena globalisasi budaya. Konsep free flow of information antarnegara di dunia yang pernah diperjuangkan pada massa 1980 -an hanya menjadi wacana pada tataran konseptual (Mc Bride. Dimana negara Barat. “They know local tastes --. HTML (Hypertext Markup Language). baik yang berupa seni maupun budaya pop lokal banyak yang terancam tersisihkan. Budaya lokal. dengan budaya lokal yang mewakili semangat nasionalisme atau bahk an kedaerahan. Negara dunia ketiga lebih banyak menjadi penerima. 1982). globalisasi yang timpang (Lister et all. hingga gaya hidup orang Amerika. Hindu. menjadi simbol semangat muda modern yang bebas. Je rman. termasuk Indonesia.Hotmail. Mc Donalds must operate as much on local basis as it does on an international one if people are to consume the burgers and relish (Lister. et al.demands alterations to the recipes. informasi tersebut berada dalam bingkai persepsi negaranegara maju. 2000). Budha maupun Kristen.a beefburger is unwelcome in Hindu India. Lagu-lagu Britney Spears. tapi juga yang berkesan tradisional. Nama-nama itu merupakan simbol-simbol global di dunia maya sekarang ini. baik di negara yang penduduknya mayoritas Muslim. MTV misalnnya bisa masuk mulus ke berbagai bangsa di dunia. Michael Jackson . bahkan krisis kebudayaan di berbagai negara. Dengan demikian informasi jadi begitu mudah menyebar. a baconburger can not be sold in muslim countries --.

Ini juga berlaku untuk Orang Jawa yang sudah tinggal ratusan tahun di Suriname. Melalui meme. Gerakan postmodernisme juga memberikan angin segar bagi budaya lokal dan seni tradisional. yangmengatakan “At the end of nineteenth century. Di musim panas 1998. there has been a recurrent fear of ‘Americanization’. bangsa Jepang kendati maju seperti Barat. Kondisi globalisasi yang timpang tersebut memang tidak berarti ‘dunia runtuh’. Liang Liong dan lain-lain. Dawkins ilmuwan selebritis dari Inggris yang dikenal sebagai juru bicara teori Darwin dan penulis buk u Selfish Gen (1978). Rekomendasi pertemuan itu meminta agar perlindungan terhadap kebudayaan lokal dikeluarkan dari kontrol WTO (Chesney. Hal demikian tidak aneh mengingat meningkatnya pasar media global disamping dikarenakan perkembangan teknologi digital yang baru dan teknologi satelit yang membuat pasar global . Pemerintah negaranegara tersebut mensubsidi film-film lokal dan berusaha melestarikan industri-industri kecil produksi film mereka. ketika melakukan pelarangan terhadap peredaran majalah Sports Illustrated milik kelompok Time Warner (Chesney. a Hollywood film in every movie theatre. Kanada tidak sendirian. Disamping juga memberik an insentif terhadap tumbuhnya film-film kanada maupun bentuk budaya yang lain. yang mempengaruhi kejadian di lingkungannya sedemikian rupa sehingga makin tertular luas ke benak orang lain (Lull. untuk membuka pasar medianya. mengungkapkan konsepsi meme dalam kehidupan sosial. It aly dan Pantai Gading. 2000: 82). ahli Biologi dari Oxford University. Meriah Carey on every radio station.Sebagaimana dikemukakan oleh Simon Frith (2000). meningkatnya globalisasi dan komersialisasi dalam sistem media memang layak untuk dicermati dan diantisipasi. yang menunjukkan konsep ketahanan sosial masyarakat dari perubahan. Begitu pula orang Tionghoa. 1998). ataupun Tarian Yosakoi justru malah berkembang dan dikenal di manca negara. pemerintahnya sampai memiliki kementerian warisan budaya (Ministre of Cultural Heritage). Yang tugas utamanya adalah menjaga budaya Kanada dari serbuan budaya dari Selatan (Amerika Serikat). ia merupakan suatu unit informasi yang tersimpan di benak seseorang. Spanyol. dan tidak pula semua orang menjadii pesimis. dan Korea Selatan merupakan contoh yang memiliki tradisi memproteksi media domestik dan industri budaya nasional mereka. Denmark. 2000:81). Fenomena komersialisasi media global dirasakan secara signifikan semakin menyatu dengan konsep neoliberal. budaya mereka tetap bertahan. Kesenian Tradisional Jepang seperti Kabuki. Namun terlepas dari itu semua. Scotlandia Inggris. karena negara ini memang dibanjiri oleh media dan produk budaya Amerika. menteri kebudayaan dari 20 negara. kendati sudah ratusan tahun berada di negara lain. and Penthouse and Cosmopolitan in every newsagent. Negara ini karena saking khawatirnya dengan apa yang disebut “the invasion from the South”. atau dikenal dengan retradisionalisasi. Sebagaimana dikemukakan oleh Richard Dawkins. maka justru mereka kembali kepada hal-hal bersifat etnik. Tak heran kalau kalangan Tionghoa di berbagai perantauan masih akrab dengan kesenian China daratan seperti Barongsai. tradisionil. Swedia. berkait dengan ketentuan kuota i si media domestik. Bisa jadi karena meme. bertemu di Ottawa membicarakan bagaimana mereka dapat membuat aturan dasar untuk melindungi ongkos budaya dari “Hollywood juggernaut” (serbuan luar biasa dari Hollywood). sebagaimana individu memiliki gen yang akan senantiasa diturunkan kepada anaknya. Australia juga pernah mengalami tekanan dari WTO pada bulan April 1998. profesor dari University of Stirling. How seriously should we take this pictures? Kekhawatiran yang paling tampak justru muncul di negara tetangga dekat Amerika Serikat. Karate. Norwegia. Ada suatu pemikiran yang menarik tentang efek globalisasi buday a. dengan enclave China town di berbagai kota dunia. and it is easy enough to envisage to media future in which MTV is on every screen. Ketika masyarakat sudah mengalami kejenuhan dengan berbagai hal yang bersifat modern dan global. tetapi budaya tradisional mereka tetap terpelihara dengan baik. yaitu Kanada. Di negara-negara lain juga muncul isu sensitif adanya tekanan. Kementrian ini memberikan kemudahan terhadap berbagai produk budaya lokal di media massa. Mexico. Menurut Dawkins setiap kelompok sosial memiliki meme. whether articulated in defence of existing European culture or as and attack from the third world againt ‘cultural imperialism’. Sementara pada tahun 1997 Kanada pernah ditekan oleh World Trade Organisation (WTO). kelompok sosial akan mempertahan karakteristik nilai-nillai sosial dan budayanya kendati kelompok itu diterpa serbuan gencar budaya lain. ekonomi kapitalisme global. Sumo. Afrika Selatan. Mexico. Disneyland in every continent. Kanada layak khawatir. termasuk Brasil. Meme menyebar melalui komunikasi dan sosialisasi.

NAFTA. 2000. Setiap interaksi yang dilakukan seseorang tidak akan lepas dari pola-pola kebudayaannya karena sejak kecil manusia telah mempelajari kebudayaannya. Olehnya itu kebudayaan suatu masyarakat dapat menjadi identitas tersendiri baik secara individu maupun kelompok. sebenarnya juga dipelopori oleh institusi kapitalisme dunia. membuat sarang dan mempunyai pasukan penyerbu yang semuanya dilakukan tanpa pernah diajari atau tanpa pernah meniru dari semut yang lain. perbuatan. yang jelasjelas menguntungkan mereka (Chesney. Kebudayaan yang dimiliki oleh manusia juga dimiliki dengan cara belajar. dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba. sistem media global juga terbukti menurut Robert W Chesney dalam pemberitaannya memiliki kebijakan mendukung misi-misi WTO. Manusia mempunyai masa kanak-kanak yang paling panjang dari semua makhluk hidup. Sehubungan dengan itu. seperti World Trade Organisation (WTO). Yang tampak seperti wujud kebudayaan berupa artefak yaitu hasil dari aktivitas. KARAKTERISTIK KEBUDAYAAN 1. Kebudayaan itu bisa di pelajari. 3. 2. Sehubungan dengan itu hendaknya suatu kebudayaan dalam sosialisasinya atau prakteknya dalam kehidupan bermasyarakat haruslah tidak bertentangan dengan pikiran manusia. hal xxxxiii). World Bank. Mereka membagi pekerjaannya. Kritikan dan kekhawatiran terhadap media dan jurnalis yang mendukung kepentingan holdings dan kapitalisme. International Monetery Fund (IMF). Pemerintah Amerika Serikat dan Perusahaan-perusahaan Transnasional. GATT yang tak lain untuk mewujudkan sistem ekonomi dunia yang bebas (neo liberal). Kaitannya dengan konsep kebudayaan yang salah satu karakteristiknya yaitu mampu menggabungkan sesuatu yang tampak dan tidak tampat. Pada dasarnya dalam suatu kebudayaan terdapat suatu sistem simbolik yang nantinya menjadi identitas pribadi bagi masyarakat atau etnis tertentu. Dalam perkembangannya. proporsi dari kelakuannya manusia yang di peroleh melalui proses belajar relatif lebih tinggi dibandingkan dengan binatang-binatang lain. 4. Semut yang dikatakan bersifat sosial tidak dikatakan memiliki kebudayaan. Pola kelakuan seperti ini diwarisi secara genetis. Sebaliknya kelakuan yang didorong oleh insting tidak dipelajari. Kebudayaan merupakan dasar dari identitas pribadi dan masyarakat Dalam kehidupan bermasyarakat sikap dan tingkahlaku seseorang maupun masyarakat itu sendiri dapat di lihat dari kebudayaannya karena setiap tingkahlaku dan tutur kata atau caracara berlaku seseorang atau masyarakat mencerminkan kebudayaannya masing-masing. juga dikemukakan oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam Sembilan Elemen Jurnalisme (2003). Kebudayaan menggabungkan yang tampak dan tidak tampak. Mengenai jumlah dan rumitnya pola-pola kelakukan yang di pelajari dan diteruskannya kepada anaknya dengan cara yang unik untuk meneruskannya kebudayaan yaitu melalui bahasa. walaupun mereka mempunyai tingkahlaku yang teratur. Kebudayaan itu bersifat logis. IMF. Dia tidak diturunkan secara biologis atau pewarisan melalui unsur genetis. Artinya suatu kebudayaan dikatakan logis manakala kebudayaan itu merupakan hasil pikiran yang masuk akal dan dapat diterima dengan akal sehat manusia.menjadi semakin efektif dan lukratif (menguntungkan). Sebab kebudayaan inilah yang akan memberikan gambaran tentang sistem sosial masyarakat yang bersangkutan. dilihat. dan . Jika kita berada dalam lingkungan suatu masyarakat atau etnis tertentu banyak hal yang kita jumpai dalam kehidupan keseharian mereka yang mungkin jarang kita jumpai dalam kehidupan keseharian kita baik itu sistem sosialnya maupun sistem kepercayaannya. Hal ini perlu ditegaskan untuk membedakan perilaku manusia yang digerakan oleh kebudayaan dengan perilaku mahluk lain yang tingkahlakunya digerakan oleh insting.

Tetapi harus dingat bahwa kebudayaan itu tidak bersifat statis. Pada kenyataanya seringkali kita tidak bisa menerima atau merasa kesulitan menyesuaikan diri dengan perbedaan-perbedaan yang terjadi akibat interaksi tersebut. Apa yang dimaksud dengan istilah Budaya atau Kebudayaan 3. dan sebagainya yang sifatnya abstrak. norma-norma. komunikasi yang ditujukan kepada orang atau kelompok lain adalah sebuah pertukaran budaya. sedangkan bahasa adalah alat komunikasi. Kedua wujud kebudayaan ini tergabung menjadi satu dalam suatu konsep kebudayaan masyarakat tertentu. karena dengan memahami kedua istilah tersebut akan memudahkan bagi kita untuk membahas komunikasi sebagai proses budaya. 1. peraturan. Tiap masyarakat mempunyai suatu kebudayaan yang berbeda dari kebudayaan masyarakat lain dan kebudayaan itu merupakan suatu kumpulan yang berintegrasi dari cara-cara berlaku yang dimiliki bersama dan kebudayaan yang bersangkutan secara unik mencapai penyesuaian kepada lingkkungan tertentu. akan ada individu-individu dalam kebudayaan itu sendiri yang akan memperkenalkan variasi -variasi baru dalam tingkah-laku yang akhirnya akan menjadi milik bersama dan dikemudian hari akan menjadi bagian dari kebudayaannya. Kebudayaan itu bersifat dinamis Benar bahwa unsur-unsur dari suatu kebudayaan tidak dapat dimasukan kedalam kebudayaan lain tanpa mengakibatkan sejumlah perubahan pada kebudayaan itu. Dalam hubungannya dengan proses budaya. baik itu dengan sesama. Bila tidak dari luar. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan istilah Budaya atau Kebudayaan 3. ia selalu berubah atau bersifat dinamis. salah satunya adalah bahasa. Untuk mengetahui mengapa Komunikasi bisa menjadi suatu proses budaya .1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi satu sama lain. pengetahuan ataupun budaya di sekitarnya. 5. Jelas bahwa kebudayaan manusia bukanlah suatu hal yang timbul atau yang bersifat sederhana. adat istiadat. Dapat juga terjadi karena beberapa aspek dalam lingkungan kebudayaan tersebut mengalami perubahan dan pada akhirnya akan membuat kebudayaan tersebut secara lambat laun menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi tersebut. maka dapat diidentifikasi permasalahanpermasalahan berikut : 1. Bagaimana Komunikasi bisa menjadi suatu proses budaya 1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan istilah Komunikasi 2. gagasan.3 Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dari penulisan makalah ini berdasarkan rumusan masalah yaitu sebagai berikut : 1. tidak dapat diraba atau disentuh.didokumentasikan. Tanpa adanya “gangguan” dari kebudayaan lain atau asing pun dia akan berubah dengan berlalunya waktu. kebiasan yang berbeda dari seorang teman yang berbeda asal daerah atau cara-cara yang menjadi kebiasaan (bahasa. Dalam proses tersebut terkandung unsur-unsur kebudayaan. tradisi atau norma) dari suatu daerah sementara kita berasal dari daerah lain. nilai-nilai. Apa yang dimaksud dengan istilah Komunikasi 2. seperti masalah perkembangan teknologi.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas. Untuk mempelajari komunikasi sebagai proses budaya kita terlebih dahulu harus memahami apa yang dimaksud dengan istilah budaya atau kebudayaan dan apa yang dimaksud dengan istilah komunikasi. Makalah Komunikasi Sebagai Proses Budaya BAB I PENDAHULUAN 1. norma. Sedangkan yang tidak tampak seperti wujud kebudayaan berupa gagasan (wujud ideal) seperti ide-ide.

1 Komunikasi Sebelum kita membicarakan komunikasi sebagai proses budaya tentu saja kita harus tahu apa yang dimaksud dengan istilah komunikasi.Sedangkan manfaat dari penulisan makalah ini : 1. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. kebudayaan disebut culture. norma. kesenian. Dalam bahasa Inggris. Menurut Andreas Eppink. Kita dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan istilah Budaya atau Kebudayaan 3. Sebab definisi kebudayaan sangat banyak. Menurut Edward B. A Critical Review of Concept and Definition (1952) pernah menghitung ada sekitar 179 definisi kebudayaan. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata. angka-angka dan lain-lain. yaitu mengolah atau mengerjakan. kepercayaan. Kata atau istilah komunikasi dari bahasa Inggris “communication”.X. Menurut Frank E. Melville J. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Masing-masing mempunyai penekanan arti. Secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus. ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. yang di dalamnya terkandung pengetahuan. Kita dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan istilah Komunikasi 2. tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. emosi. Kita dapat mengetahui mengapa Komunikasi bisa menjadi suatu proses budaya BAB II PEMBAHASAN 2. Definisi tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan. gagasan. 2. yang berasal dari kata Latin Colere. cakupan. konteks yang berbeda satu sama lain. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. gambar-gambar. Kluckhlon dalam bukunya Cultural. yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. tidak bisa menghindari perspektif dari beberapa ahli yang tertarik pada kajian komunikasi. penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. penerimaan dan pengolahan pesan. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. . (Berelson dan Stainer. AL Kroeber dan C. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian. penyampaian. religius. sehingga definisi dan pengertian komunikasi menjadi semakin banyak dan beragam.2 Budaya atau Kebudayaan Guna melihat lebih jauh tentang komunikasi sebagai proses budaya kita perlu mengkaji secara ringkas Apa itu budaya atau kebudayaan agar mempunyai kerangka pemikiran dan konsep yang sama. tetapi pada dasarnya saling melengkapi dan menyempurnakan makna komunikasi sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi. Tylor. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Dance dalam bukunya Human Communication Theory terdapat 126 buah definisi tentang komunikasi yang diberikan oleh beberapa ahli dan dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaja Pengantar Ilmu Komunikasi dijabarkan tujuh buah definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. 1964) Jadi definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses pembentukan. nilai. dan lain-lain. dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Salah satunya adalah sebagai berikut: Komunikasi adalah proses penyampaian informasi. penyampaian. moral. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah. Ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner. keahlian dan lain-lain.

3 Komunikasi sebagai Proses Budaya Komunikasi adalah salah satu wujud kebudayaan. Sistem pengetahuan atau ilmu pengetahuan merupakan substansi yang tak lepas dari komunikasi. maka menjadi sebuah kelompok aktivitas (kompleks aktivitas dalam lingkup komunitas tertentu). 3. Dari berbagai definisi tersebut. komunikasi hanya bisa terwujud setelah sebelumnya ada suatu gagasan yang akan dikeluarkan oleh pikiran individu. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya. sinetron. berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata. memakai bahasa apa. hubungan antara komunikasi dengan isi kebudayaan akan semakin jelas : 1. siapa yang menjadi sasaran adalah manifestasi dari komunikasi sebagai proses budaya. Secara minimal komunikasi membutuhkan sarana berbicara seperti mulut. Sebab. Sebab. maka digunakanlah peralatan komunikasi massa seperti televisi. Dan pada akhirnya. 2. film) atau seni suara (menyanyi. nyata menjadi sebuah wujud dari kebudayaan. Bagaimana penggunaan bahasa yang efektif.hukum. komunikasi akan efektif manakala diatur dalam sebuah regulasi agar tidak melanggar norma-norma masyarakat. misalnya pola-pola perilaku. Maka komunikasi. kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. kebudayaan adalah sarana hasil karya. dialog). Sesuatu dikatakan komunikasi jika ada unsur-unsur yang terlibat di dalamnya. religi. Bukankah bangunan didirikan karena ada konsep. dibutuhkan jaminan kepastian hukum agar terwujud kebebasan pers. di televisi ada seni gerak (drama. radio dan lain-lain. punya wujud dan isi serta kompleks keseluruhan. Dalam mempraktekkan komunikasi manusia membutuhkan peralatan-peralatan tertentu. Di sinilah perlunya sistem hukum komunikasi. Bagaimana mungkin suatu komunikasi akan berlangsung menarik dan dialogis tanpa ada dukungan ilmu pengetahuan? Ilmu pengetahuan ini juga termasuk ilmu tentang berbicara dan menyampaikan pendapat. adat istiadat. dan cipta masyarakat. rasa. Namun. Termasuk di sini juga ada manifestasi komunikasi sebagai proses kesenian misalnya. Jika ditinjau secara lebih kongkrit. Sistem kemasyarakatan menjadi bagian tak terpisahkan dari komunikasi. sehingga dalam kehidupan sehari-hari. komunikasi bisa disebut sebagai proses budaya yang ada dalam masyarakat. Komunikasi adalah proses budaya karena di dalamnya ada proses seperti layaknya sebuah proses kebudayaan. peralatan hidup. Ditinjau secara lebih luas dengan penyebaran komunikasi yang lebih luas pula. Kebudayaan juga hanya bisa disebut kebudayaan jika ada unsur-unsur yang terlibat di dalamnya yang membentuk sebuah sistem. seni. bibir dan hal-hal yang berkaitan dengan bunyi ujaran. Komunikasi yang dilakukan lewat televisi misalnya membutuhkan orang yang digaji untuk “mengurusi” televisi. Proses ini meliputi peran dan pengaruh komunikasi dalam proses budaya. organisasi sosial. dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Komunikasi sebagai proses budaya tak bisa dipungkiri menjadi obyektivasi antara budaya dengan komunikasi. Komunikasi akan menemukan bentuknya secara lebih baik manakala menggunakan bahasa sebagai alat penyampai pesan kepada orang lain. yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. 4. kemudian didiskusikan (dengan keluarga. gaya. Wujud banyaknya bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi menunjukkan bahwa bahasa sebagai isi atau wujud dari komunikasi. Komunikasi menghasilkan mata pencaharian hidup manusia. Jika komunikasi itu dilakukan dalam suatu komunitas. Bukti bahwa masing-masing pribadi berbeda dalam penyampaian. dan lain-lain. Dengan kata lain. kebebasan pers juga tak serta merta dikembangkan di luar norma masyarkat. pekerja atau arsitek) dan berdirilah sebuah rumah. misalnya sistem hukum komunikasi. Dalam bidang pers. dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. 2. komunikasi yang dilakukan tersebut tak jarang membuahkan suatu bentuk fisik misalnya hasil karya seperti sebuah bangunan. surat kabar. pengetahuan yang dimiliki menunjukkan realitas tersebut. Ada kalanya dibutuhkan tangan dan anggota tubuh lain (komunikasi non verbal) untuk mendukung komunikasi lisan. bahasa. 5. gagasan. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN .

Deddy & Rakhmat. Komunikasi Antar Budaya. Onong Uchjana. Mahfud Dalam berpolitik. Roger M. Justru masih menyisakan masalah. Antropologi Budaya Suatu Perspektif Kontemporer. pola dan praktik diskriminasi di era reformasi seperti saat ini bukan berarti sudah tidak ada masalah. Josef Eliers.3. komunikasi yang ditujukan pada orang atau kelompok lain. bentuk dan ragam polanya telah berubah. Misalnya. Dalam proses tersebut terkandung unsur-unsur kebudayaan. 2007. Seiring tumbangnya Orba. utamanya di masa Orde Baru (Orba). Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jatim. tak lain adalah sebuah pertukaran kebudayaan. sangat terbatas. Sehingga diharapkan makalah ini dapat bermanfaat kedepannya sesuai dengan yang kita harapkan. Flores-NTT Keesing. Lebih dari itu. Jakarta: Erlangga Mulyana. mengapa warga etnis Tionghoa hingga kini tidak (mau) banyak terjun ke dunia politik bukan karena warga etnis Tionghoa tidak (mau) berpolitik. Namun demikian. Jakarta Mengikis Praktik Diskriminasi Etnis Tionghoa Oleh Choirul Penulis adalah dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya. penulis melakukan wawancara khusus dengan Aliptojo Wongsodihardjo. Dengan demikian komunikasi juga disebut sebagai proses budaya. pintu kebebasan dan saluran komunikasi publik khususnya terhadap etnis Tionghoa sangat tertutup rapat. Remaja Rosdakarya Nurudin. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek.. suasana hidup berbangsa mulai berubah ditandai dengan pintu kebebasan berdemokrasi dan berpendapat mulai dibuka. Bandung: PT. anda berkomunikasi dengan suku Aborigin Australia secara tidak langsung anda sedang berkomunikasi berdasarkam kebudayaan tertentu milik anda untuk menjalin kerja sama atau mempengaruhi kebudayaan lain. bahasan mengenai etnis Tionghoa bukan masalah baru. Belum lama ini. 1981. 1995. Daftar Pustaka: Effendy. Tak heran. J. Keberadaan Undang-Undang ini memang sangat dibutuhkan di tengah maraknya praktek diskriminasi yang terus saja terjadi dari dulu hingga sekarang. namun akibat sistem yang diskriminatif yang sesungguhnya membuat etnis ini tidak (bisa) terjun “bebas berpolitik” Saat ini Rancangan Undang-Undang Anti Diskriminasi masih dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa asumsinya dasarnya komunikasi merupakan suatu proses budaya. Nusa Indah. Remaja Rosdakarya Franz.. Di antara kelompok yang selalu menjadi korban praktik diskrimasi adalah etnis Tionghoa yang sudah merasakan diskriminasi sejak zaman pra-kemerdekaan hingga saat ini. Artinya. Hanya saja. 1993. Di masa Orba itu.2 Saran Mengetahui makalah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kami sebagai penyusun makalah ini mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun guna menyempurnakan makalah ini. Sebetulnya. khususnya politik. Aliptojo . kalau peran warga etnis Tionghoa dalam berbagai bidang. Bandung: PT. 3. 2004. Berkomunikasi Antara Budaya. Dalam wawancara itu. praktik diskriminasi juga telah lama dijalankan. salah satunya adalah bahasa. tapi hal ini masih penting didiskusikan kembali sebab praktik diskriminasi etnis Tionghoa masih terus terjadi. Sistem Komunikasi Indonesia. Rajawali Pers. Sedangkan bahasa adalah alat komunikasi.

Dalam pilkada di Surabaya lalu.mengatakan bahwa beberapa tahun terakhir. Asvi Warman Adam. akibatnya terjadilah stereotiping. agama. maka dalam konteks semacam ini langkah pertama yang harus ditempuh adalah hukum yang berbau diskriminatif itu perlu segera diubah dengan peraturan atau hukum baru yang lebih terbuka dan anti diskriminatif terhadap etnis apapun dan siapapun. Secara historis. Meski tak kelihatan secara kasat mata praktik diskriminasi dalam berpolitik juga terjadi. khususnya etnis Tionghoa. . tetapi disebabkan oleh faktor struktural dimana negara melalui produk hukumnya yang dianggap masih berbau “kolonial” melanggengkan praktik diskriminasi. bahwa warga etnis Tionghoa adalah warga “kelas dua”. meski berbeda suku. Masalahnya justru ada pada hukum yang secara langsung maupun tidak mendorong orang untuk menafsirkan pada hal-hal yang mengarah pada pola dan praktik diskriminatif. Pasalnya. namun akibat sistem yang diskriminatif yang sesungguhnya membuat etnis ini tidak (bisa) terjun 'bebas berpolitik'. seperti pilkada/ pilgub. Karena masalahnya lebih pada aspek hukum. Menurut pakar dan peneliti sejarah LIPI. khususnya Jawa Timur. sejak masa sebelum kedatangan bangsa Eropa. terutama pada masa kolonial. Misal saja. ia berharap praktik diskriminasi bisa dikikis sedikit demi sedikit hingga akhirnya tak ada perbedaan dan praktik diskriminasi (Aliptojo. Dalam berpolitik. Karenanya. Akibatnya. di sini warga etnis Tionghoa masih saja dipersulit dalam mengurus urusan asal usul dan status kewarganegaraan. tidak sedikit warga etnis Tionghoa yang belum memiliki status kewarganegaraannya hingga saat ini. Masalah China (baca: Tiongkok) (Chineesche Kwestie) baru menghangat di koloni ini sejak 1900-an ketika timbul gerakan nasionalisme kaum peranakan China di Indonesia. faktanya justru tidak terlalu mempermasalahkan keragaman tersebut. ungkapan-ungkapan semacam itu terasa bisa menyakiti pihak-pihak tertentu. sangat tampak warga etnis Tionghoa masih 'takut' dalam berpolitik. masyarakat Indonesia. 2007). Pasalnya. dalam benak penduduk “pribumi” nampaknya masih tersimpan stereotip yang memang “sengaja” dibuat sejak berabad-abad silam. Berbeda dengan Andjarwati. sesungguhnya bukan lebih disebabkan oleh masyarakat (kultural). perasaan was-was masih terus menghantui warga etnis ini. budaya. Sebetulnya. Tidak saja dalam konteks politik nasional tetapi juga lokal. di Surabaya. Secara kultural. Mulai dari diskriminasi oleh pemerintah kota dengan adanya pemberlakuan kebijakan 'tidak adil' yaitu Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) dalam urusan kependudukan dan publik meski peraturan perundang-undangan sudah mengatur tapi dalam realitasnya masih saja dilanggar. Nah. Hal berbeda tapi agak serupa diungkap Andjarwati Noordjanah (2004) dalam bukunya Komunitas Tionghoa di Surabaya. mengatakan bahwa secara historis. misalnya. etnis dan bahasa. termasuk di Jawa Timur. Andjarwati menengarai praktik diskriminasi terhadap etnis Tionghoa hingga kini masih menggejala baik secara struktural maupun kultural. diskriminasi etnis Tionghoa masih terus saja terjadi. citra negatif etnis Tionghoa memiliki akar yang sangat panjang. Aliptojo melihat akar masalah merebaknya praktik diskriminasi di negeri ini. Anggota dewan tentu saja harus memperhatikan kasus dan masalah ini dalam membahas Rancangan Undang-Undang Anti Diskriminasi yang sedang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). sengaja atau tidak. barangkali tepat bila istilah-istilah tersebut tidak seharusnya dipakai atau disebut lagi dalam interaksi sosial. Karena. Anggapan itulah yang bagi warga etnis Tionghoa merupakan satu contoh tindakan diskriminatif yang barangkali tidak disadari oleh warga pribumi. mengapa warga etnis Tionghoa hingga kini tidak (mau) banyak terjun ke dunia politik bukan karena warga etnis Tionghoa tidak (mau) berpolitik. penggunaan istilah pribumi dan nonpribumi atau “kelas kedua” di sini tidak tepat. namun karena dalam realitasnya masih saja dipakai. secara substansial beberapa di antaranya adalah praktik dan pola diskriminatif dalam undang-undang yang mengatur masalah dispenduk (Dinas Kependudukan). Karenanya.

cinta tanah air dan bangsa perlu dipahami dan dipraktikkan mulai sejak dini.Jalan Lain Bagi masyarakat secara umum. Pengakuan budaya tionghoa sebagai bagian budaya nasional. jalan lain yang bisa ditempuh adalah melalui penyelenggaraan model pendidikan antidiskriminatif. Sebab dengan pembahasan ini sudah memberi gambaran fakta akan adanya akulturasi budaya tionghoa dengan pribumi. Singkat kata. sebagaimana masyarakat merayakan adat tradisinya masing-masing. Selain langkah tersebut di atas. hukum dan pendidikan selain mampu berperan sebagai media penyadaran juga sebagai juru selamat bagi seluruh umat manusia yang menjadi korban diskriminasi ras. Karenanya. Akhir kata. Karenanya. Demikian pula pendidikan. Pengakuan Imlek sebagai bagian budaya nasional ini adalah sumbangsih presiden Abdurahman Wahid dengan mencabut beberapa peraturan-peraturan yang diskriminatif terhadap orang-orang Tionghoa. Dalam konteks wawasan nasionalisme. Kesadaran ini menjadi penting sebab kesadaran menuntun pikiran. agama. Beberapa pengamat antropologi menyebut. tindakan diskriminasi sesungguhnya akar masalahnya lebih pada basis kesadaran ketimbang yang lain. Dalam agama islam ada salah satu sunnah Rasul yang menyarankan : tuntutlah ilmu hingga ke negeri cina ! Mengapa Cina direferensikan sebagai negara tujuan. Wallahu a'lam. suku dan status sosial. sudah semestinya dilakukan karena interaksi antar keduanya berlangsung cukup lama dan menghasilkan kebiasaan baru bagi keduanya. terutama usia-usia kanak-kanak dan masyarakat juga bisa membiasakan diri dengan kegiatan yang mengarah pada pola hidup demokratis. Karena menguasai ilmu astronomi itu dengan mudah orang Cina bisa mengembara ke Asia Tenggara (termasuk Indonesia) hingga ke Timur . pendidikan dan hukum adalah dua entitas penting yang mampu memperkuat terciptanya kesadaran masyarakat. etnis. Namun disini penulis membatasi pada pembahasan silang budaya jawa dan tionghoa.*** JEJAK – JEJAK AKULTURASI BUDAYA TIONGHOA DAN JAWA Perayaan Imlek kini bisa dinikmati di seluruh negeri. saat-saat inilah titik keharmonisan budaya tionghoa dengan kebudayaan asli Indonesia kembali setelah mengalami diskriminasi dan konflik yang amat panjang di negeri ini. Melainkan karena Cina sudah memiliki peradaban tinggi sebelum masa Islam berkembang. orang-orang Tionghoa memberi kontribusi terhadap kemerdekaan dan pembangunan di Indonesia. esensinya barangkali juga karena masyarkatnya belum begitu terdidik dalam pengertian luas. Tujuan pendidikan ini adalah memberikan pemahaman bahwa praktik diskriminasi itu tidak baik dan perlu dihindari dengan membiasakan hidup tidak saling bermusuhan dan mendiskriminasi hanya disebabkan karena berbeda suku. bahasa. multikulturalis. Jawabnya tentu bukan karena cina basis agama Islam. dan nasionalistik. Penduduk Cina sudah menguasai ilmu astronomi bahkan mempunyai tempat-tempat observasi. dibuatlah aturanaturan. Hukum tidak lain lahir dimaksudkan karena belum sadarnya masyarakat akan sesuatu hal. etnis. mampu membuat ramuan untuk mengawetkan mayat sampai membuat obat bahan peledak. model pendidikan ini juga menanamkan spirit nilainilai kebangsaan yang akhirakhir ini semakin mengikis di tengah praktik cinta tanah air dan bangsa yang mulai hilang dan tampak sangat ritual formalistik. barangkali bisa ikut serta dalam menghapus praktik diskriminasi di tanah air dengan tidak berbuat sesuatu yang mengarah pada praktik diskriminatif. Hal itu saya kira menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah yang belum digarap secara baik. Sehingga dikotomi warga keturunan dengan bangsa Indonesia sudah semestinya ditiadakan. Dalam sejarah Nasional. agama dan budaya. Jadi. Pikiran akan menuntun pada tindakan.

Ketika tentara Kublai Khan tiba. Siasat Raden Wijaya menghasilkan pihak Monggol kehilangan 3000 orang dan terpaksa meninggalkan pulau Jawa tanpa hadiah2 yang dijanjikan.tahun 1416. Ditengah perjalanan para pengawal dibantai dan sebagian lain tentara Monggol yang tidak menduganya dapat dikepung. kita mengenal kesenian cokek. Oleh karena itu di Sunda Kelapa (Pelabuhan kerajaan Padjajaran juga) budaya mereka berbaur dengan kebudayaan penduduk asli yng kemudian menyebut diri mereka sebagai suku Betawi dan hingga kini. Raden Wijaya. Beliau memulangkan utusan kaisar dengan muka yang dilukai. tahun 1421. Beliau minta diberi 200 pengawal Monggol/Tionghoa yang tak bersenjata untuk kepergiannya ke kota Majapahit dimana beliau akan menyerah dengan resmi pada wakil2 Kublai Khan. pada thn. Raden Wijaya berhasil membujuk tentara Kublai Khan untuk menjatuhkan Daha (Kediri). dengan 62 kapal besar dan lebih 200 kapal kecil. Musik . Kedatangan pertama orang-orang tionghoa ke Indonesia dibuktikan dengan catatan Fa Xian. Kublai Khan. Berikutnya. Sang Adityawarman yang dibesarkan di Majapahit dan yang kemudian menjadi Raja Sumatera-Barat telah mengunjungi istana kaisar Tiongkok sebagai menteri dan utusan Majapahit pada thn. Tetapi sebelum kedatangan tentara tersebut. yang kini kemudian diklaim sebagai kesenian Betawi. didapat dalam perantauan mereka ke Arab. kemenakan dan menantunya Kertanagara. Tahun 1293-94 Raden Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit di Jawa Timur. yang masa itu berkuasa di Tiongkok. meninggal 18 Pebruari 1294. kapalnya hanyut dan Fa xian singgah di Yapon (pulau jawa). lenong. Hui Neng cukup mahir berbahasa Jawa Kuno. menyerahkan diri pada pimpinan tentara Monggol dan menyatakan. orang Tionghoa memperoleh bekal ajaran Islam ini yang kemudian mereka sebarkan ke negaranya sendiri hingga ke Asia Tenggara. tahun 1412. 1325 dan sekali lagi pada thn 1332. Setelah tentara Kediri hancur. Kehadiran para orang-orang Tionghoa ini melakukan interaksi dengan masyarakat pribumi. Penyebaran orang-orang Tionghoa ke seluruh pelosok negara ini selain urusan berdagang juga urusan menyebarkan agama Budha dan Islam. Sebaliknya. cucunya Jengiz Khan. menurut Imelda dalam artikelnya di situs Beranda berjudul Budaya Tionghoa Bagian Dari Budaya Nusantara (14/12/2006). Kertanagara. dan lain-lain yang merupakan akulturasi budaya Cina dan Betawi. Kublai Khan mengirim tentaranya ke Jawa. Dengan teknologi tulis menulis dan cetak mencetak yang dimiliki orang Tionghoa sangat membantu bangsa Arab untuk menyusun Al-Qur’an. Singasari jatuh. Bhikhu senior lainnya adalah Hui Neng dari dinasti Tang yang tiba di pulau jawa pada tahun 664-665. Selama 3 tahun ia bekerja sama dengan bhikhu Janabadra dari jawa untuk menerjemahkan kitab-kitab Agama Budha.1289 telah menantang wibawa kaisar Monggol Kublai Khan. Ia mengajarkan makanan sayuran kepada masyarakat sekitarnya. bahwa Raja Kediri Jayakatwang telah menggantikan Kertanagara. bersama lebih 27 ribu orang awak kapal pada tahun 1405. yang menjadikannya lebih mudah bergaul dengan masyarakat Jawa. Pada tahun 411. Kertanagara pada thn 1292 telah tewas disebabkan pemberontakan Kediri. Raden Wijaya berbalik menyerang tentara Kublai Khan. Masuknya kelompok Tionghoa ke Jawa Timur utamanya terdapat di buku Nanyang Huarena (1990) berjudul ‘The 6th overseas Chinese state’. di Pantai Utara Jawa itu di samping menyebarkan ajaran Islam juga budaya Cina. Fa Xian merantau selama 5 bulan dan membuat catatan mengenai pulau jawa. seorang bhikhu senior dinasti Jin Timur. tahun 1424 dan terakhir tahun 1430. Gelombang kedatangan orang-orang Tionghoa berikutnya terjadi saat pelayaran Laksamana Cheng Ho yang membawa Armada besar. pada tahun 1407. Perkenalan dengan agama Islam ini. Hui Neng membawa 20 bhikhu senior lainnya di pulau jawa. Antara tahun 1325 dan 1375 hubungan Majapahit dengan Tiongkok telah membaik.Tengah. Mereka ada yang menikah dengan wanita-wanita pribumi dan saling bertukar kebudayaan. Pelayaran ini berturut-turut terjadi sebanyak 7 kali. raja Singasari yang terakhir.

Pada jaman itu sebagai Muslimin mempunyai nama Arab meninggihkan gengsi. yang mirip pakaian pengantin di zaman dinasti-dinasti yang berkuasa di Cina pada abad ke 7. Jawa Timur. Bong Tak Keng koordinator Tionghoa Perantauan di Asia Tenggara.Tanjidor yang merupakan musik khas Betawi pun beberapa alat musiknya menggunakan alat musik khas Cina. dan lain-lain. Sunan Kalijaga (Gan Si Chang). misalnya becak (Bhe-chia). suatu daerah yang kini menjadi bagian Vietnam. Menurut De Graaf dan Pigeaud. banyak orang Tionghoa Islam mempunyai nama Jawa dan dengan sendirinya juga nama Arab. Adipati Astrawijaya. Cekong Mas (dari keluarga Han. Sejumlah pusat Muslim Tionghoa didirikan di Champa. Selain itu bahasa Indonesia pun banyak yang berasal dari serapan bahasa Cina. Belum ada Muslimin Pribumi. Pada tahun 1513-1514 Tome Pires mengambarkan kota Gresik sebagai kota makmur dikuasai oleh orang-orang Muslim asal luar Jawa. Endroseno. seorang Muslim asal Yunnan Tiongkok yang terkenal sebagai Raja Champa. Sunan Prawata (Muk Ming) raja Demak terakhir yang mengatakan pada Manuel Pinto. Diantaranya Raden Kusen (Kin San. 1741 dan Raden Tumenggung Secodiningrat Yokyakarta (Baba Jim Sing alias Tan Jin Sing). Sunan Bonang (Bong Ang. Sebelum jaman kolonial pernikahan antara orang Tionghoa dengan orang Pribumi merupakan hal yang normal. panglima terachir tentara Sunan Giri. Sumber-sumber sejarah pihak Pribumi Indonesia menyebut. Ada sumber mengatakan Sunan Undung ayah Sunan Kudus dan menantunya Sunan Ngampel). Puteri Ong Tien Nio yang menurut tradisi adalah isterinya Sunan Gunung Jati. Tuban. Sebelum itu beliau mempunyai pusat Muslim Tionghoa di Bangil. Nampaknya selain naik haji beliau telah mengunjungi Turki. Pusat ini ditutup setelah bantuan dari Tiongkok berhenti karena tahun 1430 hingga 1567 . Pigeaud dan Dr. adik tiri Raden Patah). Ja Tik Su (tidak jelas beliau Sunan Undung atau Sunan Kudus. beliau berjuang sekeras-kerasnya nya untuk meng-Islamkan seluruh Jawa. kebanyakan Tionghoa peranakan Jawa dan Indo-Jawa. Jendral Nasaruddin diduga telah mendatangkan agama Islam ke Cochin China. Sunan Derajat juga putera Sunan Ngampel. Kepergian banyak Muslim Tionghoa (exodus) dari Tiongkok terjadi pada tahun 1385 ketika diusir dari kota Canton. seperti rebab. makamnya terletak didalam suatu langgar di Prajekan dekat Situbondo Jawa Timur dan dipandang suci). bupati yang diangkat oleh VOC Belanda tetapi memihak pemberontak ketika orang-orang Tionghoa di Semarang berontak melawan Belanda pada thn. Ayah ibunya Sunan Giri adalah Raja Blambangan. Lasem. Salah satu cucunya Raden Patah tercatat mempunyai cita-cita untuk menyamai Sultan Turki. di kota-kota pelabuhan pulau Jawa kalangan berkuasa terdiri dari keluarga-keluarga campuran. Giri nama bukit di Gresik. de Graaf telah menggambarkan keadaan pada abad ke 16 sebagai berikut : Pertama. Muljana orang-orang Arab). putera Sunan Ngampel alias Bong Swee Ho). dalam abad ke 16 sejumlah besar orang Tionghoa hidup di kota-kota pantai Utara Jawa. Pangeran Hadiri alias Sunan Mantingan suami Ratu Kalinyamat. juga di Cirebon. Ki Rakim. Sumber-sumber Pribumi menegaskan raja-raja Kerajaan Demak orang Tionghoa atau Tionghoa peranakan Jawa. Terlalu banyak untuk memuat semua nama-nama tokoh sejarah yang di-identifikasi sebagai orang Tionghoa. Pada tahun 1451 Ngampel Denta didirikan oleh Bong Swee Ho alias Sunan Ngampel untuk menyebarkan agama Islam mazhab Hanafi diantara orang2 Pribumi. Menurut prof. Jauh sebelum itu. kue (koe). Ketika pada tahun 1413 Ma Huan mengunjungi Pulau Jawa dengan Laksamana Cheng Ho. dan teh (tee). Bila berhasil beliau akan menjadi ’segundo Turco’ (seorang Sultan Turki ke II) setanding sultan Turki Suleiman I dengan kemegahannya. Perhatikan pakaian pengantin Betawi. Disamping Demak. Sunan Giri dari pihak ayahnya adalah cucu dari Bong Tak Keng. Champa sudah diduduki Nasaruddin jendral Muslim dari Kublai Khan. beliau mencatat agama Islam terutama agamanya orang Tionghoa dan orang Tashi (menurut prof. Muljana. Kedua. Dr. Nyai Gede Pinatih (ibu angkatnya Sunan Giri dan keturunannya Shih Chin Ching tuan besar (overlord) orang Tionghoa di Palembang). Gresik (Tse Tsun) dan Surabaya. Palembang dan Jawa Timur.

cerita roman paling populer adalah cerita Saan Pek Ing Tai. olahraga bela diri Kung Fu yang populer di Indonesia. Mazhab Hanafi baru masuk Tiongkok jaman dynasti Yuan abad ke 13. Upacara minum teh yang disuguhkan kepada tamu sudah cukup populer di Jawa dengan mengganti teh dengan kopi. Misalnya. Adat Istiadat. mazhabnya Syafi dan/atau Syià dan ini bukan demikian halnya. Prof. Kemudian tradisi saling berkunjung dengan memberikan jajanan atau masakan pada hari-hari raya. 5. Menurut Profesor Kong Yuaanzhi terdapat 1046 kata pinjaman bahasa Tionghoa yang memperkaya bahasa Melayu / Indonesia dan 233 kata pinjaman Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Tiong Hoa. Kyai berarti guru agama Islam. di Jawa Barat Populer karya Lo Fen Koi. Gelar Sunan berasal dari perkataan dialek Tionghoa Hokkian ’suhu. HB Jasin. Pertukaran musik dan tari telah dilangsungkan sejak jaman Dinasti Tang (618-907). Dengan bukti-bukti kekayaan kebudayaan Indonesia hasil akulturasi dengan bangsa Tiongkok serta besarnya kontribusi Bangsa Tiongkok terhadap perjalanan sejarah Indonesia . Hingga jaman pendudukan Jepang. Beliau menekankan mazhab Hanafi hingga abad ke 13 hanya dikenal di Central Asia. yang banyak mengambil latar belakang negeri Tiongkok. 3. Puisi yang diciptakan penyair Tiongkok kuno pernah diterjemahkan sastrawan Indonesia. Pengaruh arsitektur Tionghoa terlihat pada bentuk mesjid-masjid di Jawa terutama di daerah-daerah pesisir bagian Utara. Apa saja hasil-hasil kebudayaan baru sebagai proses akulturasi dua kebudayaan itu? Arsitektur. Kera Sakti. kodok(jawa) asal dari nama Kauw Tok. Sastra. Olahraga. Cerita-cerita silat misalnya. Kebiasaan tersebut peninggalan jaman dulu. adalah wayang yang memakai boneka kayu dimakain dengan keterampilan jari tangan.dimainkan saat menyambut hari besar di upacara keagamaan orang Tiong Hoa. Banyak hasil sastra yang dihasilkan bangsa Tionghoa di P. dan tradisi membakar petasan saat lebaran. Olahaga pernapasan Tai Chi menjadi Senam Tera Indonesia. dan Sepuluh pintu Neraka. 6. Jawa juga sebaliknya terjemahan yang diterbitkan di Tiongkok berasal dari Indonesia ke bahasa mandarin. Pemanah Rajawali. 8 Orang Wali Songo mazhab Hanafi bergelar Sunan. Erhu (rebab Tiongkok senar dua). Datangnya melalui Yunnan Tiongkok pada waktu dynasti Yuan dan permulaan dynasti Ming. Golok Pembunuh Naga. Gambang Keromong merupakan perpaduan antara musik jawa dan Tiongkok. Putri Cheung Ping. Alat musik seperti Gong dan caanang.berlaku maklumat kaisar melarang orang2 Tionghoa untuk meninggalkan Tiongkok. Agama Islam yang pertama masuk di Sumatera Selatan dan di Jawa mazhab (sekte) Hanafi. India Utara dan Turki. Saihu’. Satu dari Wali Songo mazhab ‘Syi’ bergelar Syeh dari bahasa Arab Sheik. Kesenian. Muljana berpendapat bila agama Islam di pantai Utara Jawa masuknya dari Malaka atau Sumatera Timur. Misalnya olahraga pernapasan Wei Tan Kung kini menjadi Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia. 2. Padahal yang dijuluki itu bukan orang Islam. Meskipun agama Islam pada abad ke 8 sudah tercatat di Tiongkok. Akulturasi Budaya Interaksi orang-orang Tionghoa dengan masyarakat pribumi turut mempengaruhi budaya antar keduanya dan melahirkan kebudayaan baru yang menambah khasanah kebudayaan Indonesia. Bahasa. rakyat kota Malang Jawa Timur masih mempergunakan sebutan ‘kyai’ untuk seorang lelaki Tionghoa Totok. Sedangkan di dunia novel kita sudah cukup akrab dengan karya Marga T. Kap Toa menjadi Ketua. setelah Central Asia dikuasai Jengiz Khan. pada mulanya dalah musik tradisional dari Betawi dan digunakan untuk mengiringi upacara sembahyang orang keturunan Tionghoa. Wayang Ti-Ti atau Po The Hie. 1. suling. kemudian menjadi musik hiburan rakyat. 4. kecapi telah masuk dan menjadi alat musik daerah di Indonesia. Misalnya jenis alas kaki dari kayu Bakiak.

. tidak perlu lagi memperdebatkan dikotomi warga keturunan Tionghoa dengan masyarakat pribumi.cukup menjadi alasan. Sebab kini. karena mereka adalah satu kesatuan NKRI. mengapa kita harus menyambut baik pencabutan peraturan-peraturan yang diskriminatif terhadap bangsa Tionghoa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful