Konsep Kebudayaan Menurut Geertz

Pendahuluan Konsep kebudayaan yang dikemukakan oleh Geertz memang sebuah konsep yang dianggap baru pada masanya. Seperti dalam bukunya Interpretation of Culture, ia mencoba mendefinsikan kebudayaan yang beranjak dari konsep yang diajukan oleh Kluckholn sebelumnya, yang menurutnya agak terbatas dan tidak mempunyai standard yang baku dalam penentuannya. Berbeda dengan Kluckholn, ia menawarkan konsep kebudayaan yang sifatnya interpretatif, sebuah konsep semiotik, dimana ia melihat kebudayaan sebagai suatu teks yang perlu diinterpretasikan maknanya daripada sebagai suatu pola perilaku yang sifatnya kongkrit (Geertz; 1992, 5). Dalam usahanya untuk memahami kebudayaan, ia melihat kebudayaan sebagai teks sehingga perlu dilakukan penafsiran untuk menangkap makna yang terkandung dalam kebudayaan tersebut. Kebudayaan dilihatnya sebagai jaringan makna simbol yang dalam penafsirannya perlu dilakukan suatu pendeskripsian yang sifatnya mendalam (thick description). Konsep Kebudayaan Geertz Geerts secara jelas mendefinisikannya. “Kebudayaan adalah suatu sistem makna dan simbol yang disusun..dalam pengertian di mana individu-individu mendefinisikan dunianya, menyatakan perasaannya dan memberikan penilaianpenilaiannya; suatu pola makna yang ditransmisikan secara historik diwujudkan di dalam bentuk-bentuk simbolik melalui sarana di mana orang-oarang mengkomunikasikan, mengabadikannya, dan menmgembangkan pengtahuan dan sikap-sikapnya ke arah kehidupan; suatu kumpulan peralatan simbolik untuk mengatur perilaku, sumber informasi yang ekstrasomatik”. Karena kebudayaan merupakan suatu sistem simbolik, maka proses budaya haruslah dibaca, diterjemahkan, dan diinterpretasikan (Kuper; 1999, 98). Konsep kebudayaan simbolik yang dikemukakan oleh Geertz diatas adalah suatu pendekatan yang sifatnya hermeneutic . Suatu pendekatan yang lazim dalam dunia seniotik. Pendekatan hermeunetik inilah yang kemudian menginspirisasikannya untuk melihat kebudayaan sebagai teks-teks yang harus dibaca, ditranslasikan, dan diinterpretasikan. Pengaruh hermeunetic dapat kita lihat dari beberapa tokoh sastra dan filsafat yang mempengaruhinya, seperti Kenneth Burke, Susanne langer, dan Paul Ricouer. Seperti Langer dan Burke yang mendefinisikan fitur/keistimewaan manusia sebagai kapasitas mereka untuk berperilaku simbolik. Dari Paul Ricouer, ia mengambil gagasan bahwa bangunan pengetahuan manusia yang ada, bukan merupakan kumpulan laporan rasa yang luas tetapi sebagai suatu struktur fakta yang merupakan simbol dan hukum yang mereka beri makna. Sehingga demikian tindakan manusia dapat menyampaikan makna yang dapat dibaca, suatu perlakuan yang sama seperti kita memperlakukan teks tulisan (Kuper; 1999, 82). Geertz menfokuskan konsep kebudayaan kepada nilai-nilai budaya yang menjadi pedoman masyarakat untuk bertindak dalam mengahadapi berbagai permasalahan hidupnya. Sehingga pada akhirnya konsep budaya lebih merupakan sebagai pedoman penilaian terhadap gejala-gejala yang dipahami oleh si pelaku kebudayaan tersebut. Makna berisi penilaian-penilaian pelaku yang ada dalam kebudayaan tersebut. Dalam kebudayaan, makna tidak bersifat individual tetapi publik, ketika sistem makna kemudian menjadi milik kolektif dari suatu kelompok. Kebudayaan menjadi suatu pola makna yang diteruskan secara historis terwujud dalam simbol-simbol. Kebudayaan juga menjadi suatu sistem konsep yang diwariskan yang terungkap dalam bentuk-bentuk simbolik yang dengannya manusia berkomunikasi, melestarikan, dan memperkembangkan pengetahuan mereka tentang kehidupan dan sikap-sikap terhadap kehidupan (Geertz; 1992a, 3)

Dimana dengan kumpulan makna tersebut. ide umum tentang ketertiban yang berkaitan dengan tingkah laku petani.1973. pedagang. yang tadinya berbasis organisasi politik kemudian semacam organisasi sosial kalangan abangan modern.1525). kepercayaan akan sihir dan magi. 1999. Suatu penggolongan yang menurut pandangan mereka. preferensi etnis dan ideologi politik mereka. kepercayaan kepada mahkluk halus. dan priyayi yang menekankan kepada unsur Hinduisme. dimana ia melihat nilai-nilai tersebut ada dalam suatu kumpulan makna. organisasi sosial politik mereka. Ada kesesuian keagamaan masing-masing varian ini dengan struktur sosial. Dimana oleh Geertz masingmasing 3 varian tersebut mempunyai sejarah kebudayaan dan lingkungan yang berbeda. Hal ini memang telah dikemukakan oleh Harsja W. 1983). pasar. 1983. Bachtiar. 1999. buruh.kepercayaan keagamaan. VII. 80). terutama sekali terdiri upacara ritual yang disebut slametan. Kemudian Permai. santri dengan pengalaman dagangnya di pasar dan pola migrasinya dari pesisir. Kuper menyebutnya sebagai kebudayaan dalam bentuk agama yang terkonsentrasi yang dirubah bentuknya oleh politik dan ekonomi. Bachtiar yang melihat bahwa sebenarnya abangan dan santri lebih merupakan suatu pengkategorian perilaku keagamaan seseorang. Suatu gagasan yang ia dapatkan dari Weber (Kuper. yang keduanya juga mempunyai hubungan ketergantungan dan melengkapi sehingga membentuk suatu sistem sosial sendiri. desa. Geertz melihat agama jawa sebagai suatu integrasi yang berimbang antara tradisi yang berunsurkan animisme dengan agama Hindu & agama Islam yang datang kemudian. Geertz kemudian menginterpretasikan orang Jawa dalam 3 varian kebudayaan. Sehingga dengan demikian Geertz juga mengkaitkan agama dengan penggolongan struktur sosial dan basis ekonomi. Pembedaan ini ia lihat juga sebagai suatu pembedaan masyarakat Jawa dalam 3 inti struktur sosial yang berbeda. santri yang menekankan kepercayaannya kepada unsur Islam. Dengan sifatnya mencoba mengkaitkan dengan gejala-gejala lainnya tersebut. Sehingga dengan nilai-nilai tersebut pelaku dapat mendefinisikan dunia dan pedoman apa yang akan digunakannya (Geertz. Suatu pembagian struktur sosial yang melihat kota dan desa sebagai 2 struktur sosial yang berbeda.. masing-masing individu menafsirkan pengalamannya dan mengatur tingkah lakunya. Seperti abangan yang menekankan kepercayaannya pada unsur-unsur tradisi lokal. dan birokrasi pemerintah. Dalam pengkategorian 3 varian kebudayaan diatas memang tidaklah tepat benar. yaitu konsep alus dan kasar-nya. 97). Dimana memang ia pada masa awal kariernya menfokuskan kepada hubungan antara gagasan dan proses sosial dimana terjadi hubungan timbal balik antara kepercayaan dan pembangunan politik dan ekonomi. Juga demikian seperti apa yang telah dikemukakan oleh Parsudi Suparlan yang melihat pengkategioian yang dibuat Geertz mengacu secara implisit kepada model struktur sosial yang dibuat oleh Robert Redfield. 51). lalu berkembang menjadi sebuah sinkritisme (Geertz. Perbedaan penekanan unsur-unsur yang berbeda tersebut berasal dari lingkungan yang dibarengi sejarah kebudayaan yang berbeda (Parsudi. dan pegawai Jawa dalam semua arena kehidupan (Geertz. sebagaimana pendapat Weber (Kuper. dan priyayi dengan sejarah birokratik aristokratiknya yang dibangun mulai dari masa keraton hingga masa Belanda di kota.Agama Jawa Agama bagi Geetz lebih merupakan sebagai nilai-nilai budaya. pekerja tangan. santri dan priyayi. dan priyayi sebagai kategori kelas sosial tertentu (Harsja W. yang masing-masing diwakili oleh warga elit kotan dan petani desa. 1983. yang menghasilkan 3 tipe utama kebudayaan yang mencerminkan organisasi moral kebudayaan Jawa. Seperti slametan yang ia nilai sebagai suatu kesatuan mistis dan sosial yang ikut serta didalamnya atau semacam wadah bersama. Penekanan yang . dan ideologi politik. yaitu abangan. 5-6). 1992b. Abangan dengan tradisi petani-nya di desa. Ketiga varian tersebut mempunyai perbedaan dalam penerjemahan makna agama Jawa melalui penekanan-penekanan unsur religinya yang berbeda. Ketika ia membagi kebudayaan jawa dalam 3 tipe variant kebudayaan berbeda. 6).

dan adanya mekanisme integrasi sosial yang sifatnya pluralistik (Geertz. ketika terjadi konflik politik (Komunis vs Tentara/Islam). seperti yang terjadi pada tahun 1965. ia tidak memperlihatkan hubungan antara Mojokuto dan Jakarta (Kuper. seperti konflik ideologis. Ritual-ritual yang pernah menciptakan kesatuan dalam masyarakat desa. agama juga tidak hanya menekankan hubungan makna yang sifatnya harmoni dan penuh keseimbangan dari ketiga struktur sosial tersebut tetapi ia juga mempunyai kekuatan yang memecah.1999. Kebudayaan mungkin sebagai suatu teks. Bagi Geertz. Jika Mojokuto dilihat sebagai arena sosial yang tunggal. 95).1999.99-100). Nampak terlihat pengaruh Parson terlihat disini. yaitu perasaan kebudayaan yang satu. tetapi ini adalah teks yang dibangun. 1981. Kuper juga mempertanyakan ketika Geertz melihat pembedaan 3 varian kebudayaan tersebut sebagai 3 elemen dari 1 masyarakat.1999. karena dalam masa penulisan buku Religion of Jawa ini. dan kebutuhan kambing hitam untuk memusatkan ketegangan yang dibangkitkan oleh perubahan sistem sosial yang cepat. Hal yang sama juga diutarakan Parsudi dalam pengantar Abangan. struktur sosial. seperti diperkirakan oleh Geertz. nasional. Santri. Meskipun demikian. Seperti ia sebutkan beberapa faktor yang cenderung mempertajam konflik. 90).1999. bukan merupakan 3 masyarakat berbeda yang dalam suatu kota. Geertz memang tidak secara khusus memberikan perhatiannya pada konflik pollitik nasional yang kemudian menyeret pada konflik agama. namun tetap saja kebudayaan sebagai suatu teks haruslah diinterpretasikan oleh seorang antropolog. Seperti ketika ia membuat generalisasi Mojokuto dengan Jawa atau bahkan Indonesia. 101).. yang ada dalam solidaritas yang pernah terwujud diantara masyarakat pedesaan telah terhapus pada saat mereka tinggal dikota oleh polarisasi keagamaan dan politik.92). dimana ia mendapatkan pengaruh wacana sistem yang kuat dari Parson (Kuper. sebagai suatu sistem budaya agama jawa mempunyai kekuatan untuk menyeimbangankannya lagi. toleransi umum. Selain itu dalam membuat pengkategorian. dan internasional ketika itu (Kuper. perjuangan politik demi kekuasaan. Berkaitan dengan politik dan agama.19). fiksi yang ditulis seorang etnografer “ (Kuper. Geertz memang berada masa awal karier ilmuwannya. IX).1999. tetapi kerangka analitiknya tidak mencakup pengaruh politik lokal. 475-477). Geertz sendiri sadar akan kekuatan eksternal ini. tidak memberikan perhatian pada perubahan yang sifatnya jangka panjang dan pengaruh yang datang dari luar. institusi politik yang lama tidak dapat menyesuaikan diri lagi dengan kondisi yang ada dan diruntuhkan oleh kompetisi untuk mendukung partai yang dihasilkan oleh perkembangan politik nasional (Kuper. 79). atau ketika menganalisa proses sosial dan politik di dalam kota. pola-pola keagamaan tidak terwujud secara langsung dalam bentuk-bentuk sosial. Didalam sistem ada keseimbangan. agama. Geertz juga dikritik bahwa penggolongan 3 varian kebudayaan tersebut itu merupakan bentuk penyederhaan realitas yang sebenarnya jauh lebih kompleks (Kuper. “Sebuah kebudayaan tidaklah dipahami dengan mudah oleh seorang aing yang simpatik. dan Priyayi tersebut (Parsudi Suparlan. dan bentuk konvensional dari tindakan dan dorongan masing-masing (Kuper.VIII).1983. sekarang telah terpisa-pisah. Geertz sesekali menerima tuduhan itu. dan Redfield pada proses komunikasi terus-menerus antar kota dan desa (Parsudi Suparlan. sistem stratifikasi sosial. 92). Kuper menuliskan kritiknya terhadap Geertz tentang hal ini. Geertz yang berusaha membuat . ia melihat bahwa nilai-nilai yang dibagi bersama. Dimana etnografer dituduh mempertahankan kedekatannya dengan obyek yang diteliti. emosi. 1999. Namun ada faktor-faktor yang menurutnya dapat meredakan konflik. Keadaan ini juga memperkuat kritik tentang batas pengetahuan lokal. maka faktanya adalah bahwa disana ada 3 komunitas yang dapat memperkuat konflik dan disintegrasi sosial dan mengundang permasalahan politik (Kuper.1983. Memang sebenarnya Geertz ingin mengungkapkan sistem penggolongan 3 varian kebudayaan berdasarkan penggolongan yang dilakukan oleh orang Jawa sendiri.berbeda dilakukan Geertz kepada dimensi struktur-nya.1999.1999.

Seperti misalnya abangan dengan elemen petani pedesaan dan slemtan sebagai upacara ritualnya. ia menafsirkan agama jawa. Dia meletakan suatu ide baru bagaimana kebudayaan bekerja (Kuper. dimana kontradiksi-kontradiksi tersebut akan dapat membantu untuk menjelaskan kemampuan masyarakat di Asia yang sedang mengalami transisi penjajahan kolonial menuju ke kebebasan (Kuper. 1983 2. dimana Geertz mempunyai kepentingan dibaliknya. Dengan dibukanya NAFTA dan perdagangan bebas. dan priyayi. Abangan. Charlotte. . Berjalannya kebijakan otonomi daerah telah memisahkan wilayah budaya secara substansial. sehingga ia menutup atau mengurangi kemungkinan-kemungkinan lain. Meskipun ia sendiri melihat pembagian ini bukanlah pembedaan yang sifanya absolut. dan dalam prosesnya. Culture. KOMUNIKASI MULTIKULTURAL Mengapa Komunikasi Multikultur perlu dipelajari? Perspektif materi apa yang menjadi titik fokus? Asumsinya : 1. dimana ia menulis dengan sangat mahir mengenai gagasan-gasan tertentu dari kebudayaan dan menggunakannya untuk menganalisi kasus-kasus tertentu. MacMillan Dictonary of Anthropology. menurut Kuper (Kuper. Mereka diharapkan dapat menemukan kekontrasan tradisonal. Adam. 1999. Cambridge. Yogyakarta. suku bangsa dan negara. Egoisme dan segala bentuk nasionalisme lokal dapat memicu konflik kepentingan antardaerah dan konflik horizontal. Kebudayaan dan Agama. Geertz. santri. Dimana menjadi titik awal mereka pada rencana bahwa masyarakat tradisional telah menjadi tidak teratur karena adanya proses urbanisasi. 3. Tujuan dari kebijakan di negara – negara baru tersebut diserahkan pada antropolog untuk menspesifikasikan masalahmasalah kebudayaan yang ada didalamnya. Tafsir Kebudayaan. Geertz. 76). Kuper. tetapi dari penggolongan yang ia lakukan terkesan pembedaan absolut itu. 1992a 3. Clifford. Penutup Geertz memang dianggap memiliki pengaruh teoritis dalam ilmu antopologi. Clifford. masyarakat yang suci dan duniawi. 2. berarti akan banyak orang-orang asing masuk ke Indonesia. khususnya pada Llyoyd Fallers dan Geertz. spesialisasi ekonomi dan sekulerlisasi. 4. Seperti ia memberi label kepada tipe campuran dan kelompok marjinal pada tipe-tipe minoritas dan varian yang tidak berada secara tegas di 3 varian yang baku. dan modernitas. Pustaka Jaya.Santri dengan elemen dagang dan pasar. Kanisius Press. Dengan kata lain. sehingga menjadi suatu pembedaan yang kontras dan absolut. Symour-Smith. ditandai dengan lahirnya egoisme daerah. santri kolot dengan Nadhatul Ulama. London. terjadinya peningkatan pertemuan antarberbagai bangsa dengan latar belakang kultur yang berbeda-beda.1999. Harvard University Press. Kanisius Press. 1986. Jakarta. ia telah memberikan daya tarik bagi orang luas untuk membaca karya-karya antropolog. MacMillan Reference Books. Geertz. Dalam konteks situasi seperti itulah. abangan.1999 XV) Bahan Bacaan 1. Santri dan Priyayi Dalam Masyarakat Jawa. Yogyakarta. Meningkatnya Intensitas dan pertemuan antar bangsa semakin tinggi diasumsikan dalam kajian ini lebih besar menimbulkan kesalahpahaman ketimbang kesepahaman.pentipean secara ideal. 1999 5. Penelitian Geertz tentang Religion of Jawa itu juga merupakan suatu deskripsi dari hasil permintaan dari the Committee on the New States. Clifford.84). Santri modern dengan Muhamadyah. Dengan penggolongan seperti ini nampak terlihat Geertz melakukan homogenisasi obyek kajiannya. Dan tentu saja teori kebudayaan umumnya mengandung muatan politis yang membenarkan suatu tinjauan politiknya. 1992b.

Pergeseran ruang dan waktu . Pesan-pesan komunikasi interpersonal dalam interaksi simbolik multikultural baik lewat representasi produksi budaya maupun reproduksi budaya. sosiologi dan historis. solidaritas sosial. dari manajemen strategis sampai mesin perang. ketidaksetaraan dan kesewenang-wenangan yang mampu menjadi sumber konflik-konflik budaya. Globalisasi. 4. mobilitas dan pertukaran warga desa global Perkembangan Teknologi. kloningisasi. 2. 3. Seberapa jauh transformasi budaya masyarakat multikultural memberi sumbangan terhadap integrasi nasional. borderless (menerobos batas) Akselerasi Sejarah: Perubahan dan pergeseran konsep ruang dan waktu melahirkan percepatan sejarah. 3. Bagaimana kesenjangan sosial-ekonomi menjadi sumber-sumber konflik horisontal 4. Inovasi Perpetual Untuk menjeleskan bagaimana cepat dan konsistennya teknologi informasi baru menggantikan teknologi lama. sistem kepercayaan. rekayasa genetika. hegemoni dan dominasi. komputer. Bagaimana solidaritas global dapat terbentuk dan bagaimana resolusi konflik internasional dapat diatasi dengan cara-cara budaya Tema Tersebut dikembangkan lewat analisis komunikasi multikultural yang akan memfokuskan pada : 1. bioteknologi. e-mail. Bagaimana latar belakang ras dan etnik.Beberapa tema yang menjadi kajian komunikasi multi kultur dengan pendekatan etnografi komunikasi. Tujuan Mempelajari Komunikasi Multikultural : 1. Integrasi Nasional mengapa dapat terwujud padahal masyarakatnya berbasis multietnik dan multikultural 3. informatika. e-government. 2. 4. norma-norma dan nilainilai sosio-kultural yang berkembang di suatu wilayah tertentu mempengaruhi pola komunikasi warga masyarakatnya. • • Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan globalisasi. e-bussines. Hidup Berdampingan Secara damai Kesepahaman Global Reduksi Asgresifitas Kemanusiaan 1. seperti. dan perkembangan ekonomi dan politik. Latar Belakang Kajian Multikultural : 1. 5. Pesan-pesann multikultural media massa. Solidaritas sosial mengapa bisa terjadi dalam masyarakat heterogen 2. Berkah Kehadiran Teknologi Komunikasi dan Transportasi Meningkatnya Kompleksitas kehidupan Global Akselerasi mutasi. Sejauhmana ketidakadilan dan kesenjangan. psikologi sosial. Seberapa jauh unsur-unsur budaya lokal. mengakselerasi pegas sejarah secara tajam: . 2. agama dan kelompok membangun stereotipe dan etnosentris sosio-kultural. Bagaimana ketidaksetaraan dalam gender melanggengkan dominasi dan ketidakadilan sosial 5. antara lain : 1. 3. berpengaruh terhadap simbol-simbol yang digunakan masyarakat sebagai alat untuk berkomunikasi. baik dalam konteks media global maupun konteks media lokal. Percepatan sejarah kompleksitas kemajuan yang dicapai manusia lewat laju kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Padahal tahun 1998 baru sekitar 120 jutaan. Akselerasi sejarah juga ditandai dengan semakin tingginya kemampuan para industraiawan dalam proses pengambilan keputusan. telah mendorong bangsabangsa yang dulu tidak ternsentuh oleh peradaban modern semakin memahami kedudukan dan posisinya. Yaitu komunikasi dengan mediasi komputer melalui jaringa n on line internet yang memungkinkan adanya komunitas virtual yang berkomunikasi secara intensif di dunia maya. 3. . baik persoalan politik seperti hak asasi manusia. hingga persoalan pribadi. Media massa berperan sebagai kekuatan trend setter untuk isu-isu global. yaitu proses integrasi bangsabangsa kedalam wadah desa global. corak budaya yang berbeda. senakin kuatnya tuntutan sosial. pariwisata. Melalui CMC ini para pengakses mengakses internet menjadi akrab dengan situs-situs global seperti Yahoo. maupun terorrisme internasional. penyesuaian politis dan budaya dari bangsa-bangsa untuk bekerjasama melangsungkan kehidupan dan menghindarkan diri dari kehancuran. MTV. i nvestasi. dengan berbagai kesibukan aktivitas ekonomi. ESPN. • Konsekuensi lain dari berkah teknologi adalah meningkatnya frekuensi pertemuan antarwarga desa global dan meningkatnya intensitas pertemuan meraka • Pertemuan dan pertukaran terjadi sehingga mampu menjalin sebuah jaringan internasional dengan menempatkan komunikasi sebagai seuatu yang vital. UPI. tuntutan pemerintahan yang baik. telah menjangkau dan menembus yuridiksi berbagai negara. tuntutan hak asasi manusia. jumlahnya sudah mencapai 500 juta orang (Lister et all. tuntutan pemeliharaan lingkungan hidup. lingkungan hidup. dan membingungkan. Tapi sekarang. 2002 hal: 113). Artinya ada peningkatan yang sangat signifikan. Dari bertukar informasi. ataupun aspek kehidupan lain. dunia yang begitu luas akan menjadi desa global (global village). Akselerasi integrasi internasional. AFP dan lain-lain. HBO. Kompleksitas Global Konsekuensi akselerasi sejarah dan percepatan aktivitas manusia di segala bidang kehidupan adalah meningkatnya kompleksitas permasalahan dalam kehidupan global itu sendiri. Informasi-informasi itu sering dimaknai di dalamnya mengandung kebudayaan. 2. • GLOBALISASI BUDAYA Perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi telah mengubah dunia. Perkembangan teknologi juga telah memunculkan komunikasi baru dalam bentuk Computer Mediated Communication (CMC). globalisasi memang benar -benar menjadi kenyataan.1. 2003:204). dan lain -lain. pertumbuhan pengguna internet ( growth of internet users) sampai tahun 2001. membanjirnya bentuk entertaiment dan aktivitas kultural. Media massa g lobal seperti CNN. 4. budaya. dan tidak bisa membayangkan konsepsi global village. Dulu tak ada orang membayangkan. banyak orang yang sulit mengert i. Semakin nyata perkembangan teknologi komunikasi secara signifikan memang berimbas ke berbagai sektor. suku. Tahun 1964 ketika Marshall Mc Luhan mengemukakan teori determinisme teknologi dalam buku Understanding Media. gender. CNBC. Akselerasi sejarah ditandai oleh produk populer yang makin menumpuk dan berkembang setiap hari dengan aneka ragam jenis dan materinya. perdagangan. Menurut catat an Nua. Sebuah desa raksasa yang dihuni oleh berbagai ras. seperti Reuters.com. BBC. Informasi mengalir deras melalui jaringan media global dan kantor-kantor berita internasional. 2. hingga ke persoalan budaya dan gaya hidup. antara orang banyak dengan orang banyak yang pesertanya berasal dari berbagai belahan dunia tanpa batas (McQuail. seperti tuntutan kebebasan. AP. Akselerasi dan penyebaran inovasi ekonomi ke selururh penjuru dunia. Penduduk dunia saling berhubungan semakin erat hampir di semua as pek kehidupan. maka terjadilah penyebaran budaya global. Pemikiran Mc Luhan saat itu dinilai kontroversi.

Pop Culture yang diproduksi secara massal di Amerika Serikat untuk kepentingan hiburan. khususnya Amer ika. termasuk Indonesia malah sering menjadi obyek kemajuan dan kesiapan negara kaya.a beefburger is unwelcome in Hindu India. hingga gaya hidup orang Amerika. 1982). Walhasil ada ketegangan -ketegangan karena terjadinya benturan antara budaya global yang dianggap modern. tanpa mampu mengirimkan secara seimbang informasi mengenai negaranya. Mc Donald adalah sebuah contoh lain dari simbol yang sangat tepat dari internasionalisasi aspek budaya Amerika dalam praktek bisnis yang merambah seluruh dunia. Tapi problemnya tidak semua warga dunia mampu mengikuti perkembangan globalisasi dan memanfatkannya.demands alterations to the recipes. Media-media global merambah dunia bukan hanya dengan jaringannya yang luas. Yang terjadi mengalirnya begitu banyak informasi dari negara -negara maju khususnya Barat ke negara-negara berkembang. mitosnya lebih sehat dan sportif. termasuk Indonesia. MTV misalnnya bisa masuk mulus ke berbagai bangsa di dunia. terutama Amerika Serikat. 2003. baik yang berupa seni maupun budaya pop lokal banyak yang terancam tersisihkan. bahkan krisis kebudayaan di berbagai negara. 2003:200). Bahkan kalaupun ada informasi dari negara berkembang. . HTML (Hypertext Markup Language). Keberadaan McDonald hingga Moskow dan kota-kota Eropa Timur yang lain. Lagu-lagu Britney Spears. Budha maupun Kristen. atau Barat menjadi trend di berbagai negara termasuk Indonesia. Mc Donalds must operate as much on local basis as it does on an international one if people are to consume the burgers and relish (Lister. et al. Konsep free flow of information antarnegara di dunia yang pernah diperjuangkan pada massa 1980 -an hanya menjadi wacana pada tataran konseptual (Mc Bride. sekaligus mendorong terjadinya fenomena globalisasi budaya. informasi tersebut berada dalam bingkai persepsi negaranegara maju. Itali bahkan Inggrispun tak henti-hentinya muncul kritikan dan ketidaksukaan pada globalisasi yang mereka nilai sebagai Amerikanisasi itu. Kondisi semacam ini tentu saja memunculkan kekhawatiran. Dari informasi pemberitaan. dengan budaya lokal yang mewakili semangat nasionalisme atau bahk an kedaerahan. telah mampu menancapkan kuku ‘invasinya’. Hindu. hingga musik hip hop Black Eye Peas dengan lagu Where is the Love-nya.Hotmail. Sama halnya ketika seseorang memakai sepatu Nike. tapi juga yang berkesan tradisional. 202). Michael Jackson . Atau kesegaran dan jiwa muda dengan minum Coca Cola atau Pepsi’s Nex Generations dan sebagainya. Seakan dengan mengkonsumsi lagu-lagu MTV. Friendster. Atau terkontaminasi dari budaya global dari Amerika. tetapi di dalamnya juga menawarkan mitos dan gaya hidup. lagu -lagu. globalisasi yang timpang (Lister et all. Budaya lokal. Google. Inilah yang kemudian memunculkan konsepsi imperialisme budaya. Di negara maju Eropa seperti di Perancis. termasuk Indonesia. melalui penyebaran informasi tadi telah menyebarkan budaya mereka ke dalam kehidupan negara dan bangsa lain di dunia. ataupun juga perusahaan Microsoft milik Bill Gate yang sangat terkenal. Nama-nama itu merupakan simbol-simbol global di dunia maya sekarang ini. merambah secara global. Prakteknya arus inf ormasi di media-media internasional masih didominasi negara -negara maju. merasuk ke mana -mana dengan menawarkan mitos dan gaya hidup. Sebagian besar negara berkembang. content yang menarik. Dengan demikian informasi jadi begitu mudah menyebar. Dalam globalisasi bahasa tidak lagi menjadi penghalang. Kekhawatiran atau penolakan globalisasi yang juga sering disebut dengan Amerikanisasi ini muncul tidak hanya di negara berkembang ataupun negara dunia ketiga. baik di negara yang penduduknya mayoritas Muslim. Atau terjadi unevent globalization. Ataupun juga demam fenomena American Idols yang gaungnya sampai di pelosok dunia. Keberhasilan McDonald membawa recipe standard dari pusatnya di AS melalui strategi penyesuaian dengan selera lokal. film. menjadi simbol semangat muda modern yang bebas. a baconburger can not be sold in muslim countries --. Akhirnya yang tampil di media internasional lebih banyak sisi negatif. 2000). merupakan simbol yang amat tampak dari adanya pergeseran dari ekonomi sosialisme menjadi ekonomi pasar di sana (Ritzer. Dimana negara Barat. “They know local tastes --. Negara dunia ketiga lebih banyak menjadi penerima. Je rman.

Namun terlepas dari itu semua. Kanada tidak sendirian. Di musim panas 1998. Norwegia. ahli Biologi dari Oxford University. Australia juga pernah mengalami tekanan dari WTO pada bulan April 1998. dengan enclave China town di berbagai kota dunia. meningkatnya globalisasi dan komersialisasi dalam sistem media memang layak untuk dicermati dan diantisipasi. Kondisi globalisasi yang timpang tersebut memang tidak berarti ‘dunia runtuh’. Sementara pada tahun 1997 Kanada pernah ditekan oleh World Trade Organisation (WTO). Menurut Dawkins setiap kelompok sosial memiliki meme. menteri kebudayaan dari 20 negara. and Penthouse and Cosmopolitan in every newsagent. ataupun Tarian Yosakoi justru malah berkembang dan dikenal di manca negara. Ini juga berlaku untuk Orang Jawa yang sudah tinggal ratusan tahun di Suriname. It aly dan Pantai Gading. Negara ini karena saking khawatirnya dengan apa yang disebut “the invasion from the South”. Sebagaimana dikemukakan oleh Richard Dawkins.Sebagaimana dikemukakan oleh Simon Frith (2000). Liang Liong dan lain-lain. Hal demikian tidak aneh mengingat meningkatnya pasar media global disamping dikarenakan perkembangan teknologi digital yang baru dan teknologi satelit yang membuat pasar global . tradisionil. Ketika masyarakat sudah mengalami kejenuhan dengan berbagai hal yang bersifat modern dan global. budaya mereka tetap bertahan. Disamping juga memberik an insentif terhadap tumbuhnya film-film kanada maupun bentuk budaya yang lain. profesor dari University of Stirling. Sumo. Mexico. Mexico. there has been a recurrent fear of ‘Americanization’. Swedia. yang mempengaruhi kejadian di lingkungannya sedemikian rupa sehingga makin tertular luas ke benak orang lain (Lull. Fenomena komersialisasi media global dirasakan secara signifikan semakin menyatu dengan konsep neoliberal. Yang tugas utamanya adalah menjaga budaya Kanada dari serbuan budaya dari Selatan (Amerika Serikat). dan Korea Selatan merupakan contoh yang memiliki tradisi memproteksi media domestik dan industri budaya nasional mereka. Dawkins ilmuwan selebritis dari Inggris yang dikenal sebagai juru bicara teori Darwin dan penulis buk u Selfish Gen (1978). How seriously should we take this pictures? Kekhawatiran yang paling tampak justru muncul di negara tetangga dekat Amerika Serikat. Pemerintah negaranegara tersebut mensubsidi film-film lokal dan berusaha melestarikan industri-industri kecil produksi film mereka. atau dikenal dengan retradisionalisasi. Meriah Carey on every radio station. Ada suatu pemikiran yang menarik tentang efek globalisasi buday a. tetapi budaya tradisional mereka tetap terpelihara dengan baik. 2000:81). Meme menyebar melalui komunikasi dan sosialisasi. Begitu pula orang Tionghoa. 2000: 82). Bisa jadi karena meme. kelompok sosial akan mempertahan karakteristik nilai-nillai sosial dan budayanya kendati kelompok itu diterpa serbuan gencar budaya lain. Rekomendasi pertemuan itu meminta agar perlindungan terhadap kebudayaan lokal dikeluarkan dari kontrol WTO (Chesney. Kanada layak khawatir. yaitu Kanada. karena negara ini memang dibanjiri oleh media dan produk budaya Amerika. yang menunjukkan konsep ketahanan sosial masyarakat dari perubahan. maka justru mereka kembali kepada hal-hal bersifat etnik. kendati sudah ratusan tahun berada di negara lain. and it is easy enough to envisage to media future in which MTV is on every screen. Denmark. mengungkapkan konsepsi meme dalam kehidupan sosial. Karate. Kementrian ini memberikan kemudahan terhadap berbagai produk budaya lokal di media massa. 1998). ia merupakan suatu unit informasi yang tersimpan di benak seseorang. untuk membuka pasar medianya. Scotlandia Inggris. bertemu di Ottawa membicarakan bagaimana mereka dapat membuat aturan dasar untuk melindungi ongkos budaya dari “Hollywood juggernaut” (serbuan luar biasa dari Hollywood). dan tidak pula semua orang menjadii pesimis. Gerakan postmodernisme juga memberikan angin segar bagi budaya lokal dan seni tradisional. Tak heran kalau kalangan Tionghoa di berbagai perantauan masih akrab dengan kesenian China daratan seperti Barongsai. ekonomi kapitalisme global. berkait dengan ketentuan kuota i si media domestik. Kesenian Tradisional Jepang seperti Kabuki. Di negara-negara lain juga muncul isu sensitif adanya tekanan. Melalui meme. termasuk Brasil. Disneyland in every continent. pemerintahnya sampai memiliki kementerian warisan budaya (Ministre of Cultural Heritage). ketika melakukan pelarangan terhadap peredaran majalah Sports Illustrated milik kelompok Time Warner (Chesney. Spanyol. whether articulated in defence of existing European culture or as and attack from the third world againt ‘cultural imperialism’. bangsa Jepang kendati maju seperti Barat. a Hollywood film in every movie theatre. Afrika Selatan. sebagaimana individu memiliki gen yang akan senantiasa diturunkan kepada anaknya. yangmengatakan “At the end of nineteenth century.

Sehubungan dengan itu hendaknya suatu kebudayaan dalam sosialisasinya atau prakteknya dalam kehidupan bermasyarakat haruslah tidak bertentangan dengan pikiran manusia. Semut yang dikatakan bersifat sosial tidak dikatakan memiliki kebudayaan. NAFTA. Kebudayaan yang dimiliki oleh manusia juga dimiliki dengan cara belajar. Sebab kebudayaan inilah yang akan memberikan gambaran tentang sistem sosial masyarakat yang bersangkutan. 2. Kebudayaan merupakan dasar dari identitas pribadi dan masyarakat Dalam kehidupan bermasyarakat sikap dan tingkahlaku seseorang maupun masyarakat itu sendiri dapat di lihat dari kebudayaannya karena setiap tingkahlaku dan tutur kata atau caracara berlaku seseorang atau masyarakat mencerminkan kebudayaannya masing-masing. 4. Mengenai jumlah dan rumitnya pola-pola kelakukan yang di pelajari dan diteruskannya kepada anaknya dengan cara yang unik untuk meneruskannya kebudayaan yaitu melalui bahasa. Pola kelakuan seperti ini diwarisi secara genetis. Kebudayaan menggabungkan yang tampak dan tidak tampak. walaupun mereka mempunyai tingkahlaku yang teratur. Kaitannya dengan konsep kebudayaan yang salah satu karakteristiknya yaitu mampu menggabungkan sesuatu yang tampak dan tidak tampat. IMF. 2000. Setiap interaksi yang dilakukan seseorang tidak akan lepas dari pola-pola kebudayaannya karena sejak kecil manusia telah mempelajari kebudayaannya. Pada dasarnya dalam suatu kebudayaan terdapat suatu sistem simbolik yang nantinya menjadi identitas pribadi bagi masyarakat atau etnis tertentu. Mereka membagi pekerjaannya. sistem media global juga terbukti menurut Robert W Chesney dalam pemberitaannya memiliki kebijakan mendukung misi-misi WTO. Sehubungan dengan itu. Dalam perkembangannya. 3. Hal ini perlu ditegaskan untuk membedakan perilaku manusia yang digerakan oleh kebudayaan dengan perilaku mahluk lain yang tingkahlakunya digerakan oleh insting. dan . GATT yang tak lain untuk mewujudkan sistem ekonomi dunia yang bebas (neo liberal). seperti World Trade Organisation (WTO). hal xxxxiii). Kebudayaan itu bisa di pelajari. juga dikemukakan oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam Sembilan Elemen Jurnalisme (2003).menjadi semakin efektif dan lukratif (menguntungkan). proporsi dari kelakuannya manusia yang di peroleh melalui proses belajar relatif lebih tinggi dibandingkan dengan binatang-binatang lain. World Bank. sebenarnya juga dipelopori oleh institusi kapitalisme dunia. Yang tampak seperti wujud kebudayaan berupa artefak yaitu hasil dari aktivitas. Kebudayaan itu bersifat logis. dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba. Olehnya itu kebudayaan suatu masyarakat dapat menjadi identitas tersendiri baik secara individu maupun kelompok. International Monetery Fund (IMF). membuat sarang dan mempunyai pasukan penyerbu yang semuanya dilakukan tanpa pernah diajari atau tanpa pernah meniru dari semut yang lain. Kritikan dan kekhawatiran terhadap media dan jurnalis yang mendukung kepentingan holdings dan kapitalisme. yang jelasjelas menguntungkan mereka (Chesney. Jika kita berada dalam lingkungan suatu masyarakat atau etnis tertentu banyak hal yang kita jumpai dalam kehidupan keseharian mereka yang mungkin jarang kita jumpai dalam kehidupan keseharian kita baik itu sistem sosialnya maupun sistem kepercayaannya. Artinya suatu kebudayaan dikatakan logis manakala kebudayaan itu merupakan hasil pikiran yang masuk akal dan dapat diterima dengan akal sehat manusia. dilihat. Pemerintah Amerika Serikat dan Perusahaan-perusahaan Transnasional. Sebaliknya kelakuan yang didorong oleh insting tidak dipelajari. perbuatan. KARAKTERISTIK KEBUDAYAAN 1. Dia tidak diturunkan secara biologis atau pewarisan melalui unsur genetis. Manusia mempunyai masa kanak-kanak yang paling panjang dari semua makhluk hidup.

norma. seperti masalah perkembangan teknologi. Dapat juga terjadi karena beberapa aspek dalam lingkungan kebudayaan tersebut mengalami perubahan dan pada akhirnya akan membuat kebudayaan tersebut secara lambat laun menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi tersebut. ia selalu berubah atau bersifat dinamis.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas. Untuk mempelajari komunikasi sebagai proses budaya kita terlebih dahulu harus memahami apa yang dimaksud dengan istilah budaya atau kebudayaan dan apa yang dimaksud dengan istilah komunikasi. Tetapi harus dingat bahwa kebudayaan itu tidak bersifat statis. Dalam proses tersebut terkandung unsur-unsur kebudayaan. Makalah Komunikasi Sebagai Proses Budaya BAB I PENDAHULUAN 1. Pada kenyataanya seringkali kita tidak bisa menerima atau merasa kesulitan menyesuaikan diri dengan perbedaan-perbedaan yang terjadi akibat interaksi tersebut. Bila tidak dari luar. pengetahuan ataupun budaya di sekitarnya. adat istiadat.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi satu sama lain. 5. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan istilah Budaya atau Kebudayaan 3. maka dapat diidentifikasi permasalahanpermasalahan berikut : 1.didokumentasikan. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan istilah Komunikasi 2. tradisi atau norma) dari suatu daerah sementara kita berasal dari daerah lain. baik itu dengan sesama. Tiap masyarakat mempunyai suatu kebudayaan yang berbeda dari kebudayaan masyarakat lain dan kebudayaan itu merupakan suatu kumpulan yang berintegrasi dari cara-cara berlaku yang dimiliki bersama dan kebudayaan yang bersangkutan secara unik mencapai penyesuaian kepada lingkkungan tertentu.3 Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dari penulisan makalah ini berdasarkan rumusan masalah yaitu sebagai berikut : 1. 1. Untuk mengetahui mengapa Komunikasi bisa menjadi suatu proses budaya . Apa yang dimaksud dengan istilah Komunikasi 2. Kedua wujud kebudayaan ini tergabung menjadi satu dalam suatu konsep kebudayaan masyarakat tertentu. peraturan. Tanpa adanya “gangguan” dari kebudayaan lain atau asing pun dia akan berubah dengan berlalunya waktu. Kebudayaan itu bersifat dinamis Benar bahwa unsur-unsur dari suatu kebudayaan tidak dapat dimasukan kedalam kebudayaan lain tanpa mengakibatkan sejumlah perubahan pada kebudayaan itu. karena dengan memahami kedua istilah tersebut akan memudahkan bagi kita untuk membahas komunikasi sebagai proses budaya. norma-norma. dan sebagainya yang sifatnya abstrak. sedangkan bahasa adalah alat komunikasi. Bagaimana Komunikasi bisa menjadi suatu proses budaya 1. Sedangkan yang tidak tampak seperti wujud kebudayaan berupa gagasan (wujud ideal) seperti ide-ide. tidak dapat diraba atau disentuh. gagasan. Dalam hubungannya dengan proses budaya. akan ada individu-individu dalam kebudayaan itu sendiri yang akan memperkenalkan variasi -variasi baru dalam tingkah-laku yang akhirnya akan menjadi milik bersama dan dikemudian hari akan menjadi bagian dari kebudayaannya. kebiasan yang berbeda dari seorang teman yang berbeda asal daerah atau cara-cara yang menjadi kebiasaan (bahasa. komunikasi yang ditujukan kepada orang atau kelompok lain adalah sebuah pertukaran budaya. nilai-nilai. salah satunya adalah bahasa. Apa yang dimaksud dengan istilah Budaya atau Kebudayaan 3. Jelas bahwa kebudayaan manusia bukanlah suatu hal yang timbul atau yang bersifat sederhana.

. 2. penerimaan dan pengolahan pesan. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. Kata atau istilah komunikasi dari bahasa Inggris “communication”. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. 1964) Jadi definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses pembentukan. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. moral. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah. penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. norma. yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Masing-masing mempunyai penekanan arti.2 Budaya atau Kebudayaan Guna melihat lebih jauh tentang komunikasi sebagai proses budaya kita perlu mengkaji secara ringkas Apa itu budaya atau kebudayaan agar mempunyai kerangka pemikiran dan konsep yang sama. gambar-gambar. AL Kroeber dan C. Menurut Edward B. religius.Sedangkan manfaat dari penulisan makalah ini : 1. Melville J. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. konteks yang berbeda satu sama lain. yang berasal dari kata Latin Colere. yang di dalamnya terkandung pengetahuan. Tylor. (Berelson dan Stainer. Ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner. A Critical Review of Concept and Definition (1952) pernah menghitung ada sekitar 179 definisi kebudayaan. nilai. dan perkataan ini bersumber pada kata communis. penyampaian. tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial.1 Komunikasi Sebelum kita membicarakan komunikasi sebagai proses budaya tentu saja kita harus tahu apa yang dimaksud dengan istilah komunikasi. kepercayaan. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. cakupan. penyampaian. gagasan. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian. Dance dalam bukunya Human Communication Theory terdapat 126 buah definisi tentang komunikasi yang diberikan oleh beberapa ahli dan dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaja Pengantar Ilmu Komunikasi dijabarkan tujuh buah definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Salah satunya adalah sebagai berikut: Komunikasi adalah proses penyampaian informasi. Sebab definisi kebudayaan sangat banyak. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Definisi tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan. emosi. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata. Kita dapat mengetahui mengapa Komunikasi bisa menjadi suatu proses budaya BAB II PEMBAHASAN 2. Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Kita dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan istilah Komunikasi 2. dan lain-lain. Menurut Andreas Eppink. tidak bisa menghindari perspektif dari beberapa ahli yang tertarik pada kajian komunikasi. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. kesenian. kebudayaan disebut culture. Kita dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan istilah Budaya atau Kebudayaan 3. sehingga definisi dan pengertian komunikasi menjadi semakin banyak dan beragam. Dalam bahasa Inggris. tetapi pada dasarnya saling melengkapi dan menyempurnakan makna komunikasi sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi. Menurut Frank E. angka-angka dan lain-lain. Kluckhlon dalam bukunya Cultural.X. yaitu mengolah atau mengerjakan. Secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus. keahlian dan lain-lain.

gagasan.hukum. Termasuk di sini juga ada manifestasi komunikasi sebagai proses kesenian misalnya. misalnya sistem hukum komunikasi. Dengan kata lain. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Komunikasi sebagai proses budaya tak bisa dipungkiri menjadi obyektivasi antara budaya dengan komunikasi. kemudian didiskusikan (dengan keluarga. di televisi ada seni gerak (drama. Komunikasi yang dilakukan lewat televisi misalnya membutuhkan orang yang digaji untuk “mengurusi” televisi. dialog). organisasi sosial. hubungan antara komunikasi dengan isi kebudayaan akan semakin jelas : 1. Dari berbagai definisi tersebut. pekerja atau arsitek) dan berdirilah sebuah rumah. Maka komunikasi. sehingga dalam kehidupan sehari-hari. seni. Dalam bidang pers. film) atau seni suara (menyanyi. bahasa. Komunikasi adalah proses budaya karena di dalamnya ada proses seperti layaknya sebuah proses kebudayaan. misalnya pola-pola perilaku. nyata menjadi sebuah wujud dari kebudayaan. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. Ada kalanya dibutuhkan tangan dan anggota tubuh lain (komunikasi non verbal) untuk mendukung komunikasi lisan. 4. adat istiadat. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN . peralatan hidup. Sistem pengetahuan atau ilmu pengetahuan merupakan substansi yang tak lepas dari komunikasi. Komunikasi akan menemukan bentuknya secara lebih baik manakala menggunakan bahasa sebagai alat penyampai pesan kepada orang lain. bibir dan hal-hal yang berkaitan dengan bunyi ujaran. komunikasi akan efektif manakala diatur dalam sebuah regulasi agar tidak melanggar norma-norma masyarakat. 5. Sesuatu dikatakan komunikasi jika ada unsur-unsur yang terlibat di dalamnya. Sebab. dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Bukankah bangunan didirikan karena ada konsep. punya wujud dan isi serta kompleks keseluruhan. pengetahuan yang dimiliki menunjukkan realitas tersebut. Bukti bahwa masing-masing pribadi berbeda dalam penyampaian. Dalam mempraktekkan komunikasi manusia membutuhkan peralatan-peralatan tertentu. Proses ini meliputi peran dan pengaruh komunikasi dalam proses budaya. 2. Sistem kemasyarakatan menjadi bagian tak terpisahkan dari komunikasi. dibutuhkan jaminan kepastian hukum agar terwujud kebebasan pers. sinetron. Komunikasi menghasilkan mata pencaharian hidup manusia. siapa yang menjadi sasaran adalah manifestasi dari komunikasi sebagai proses budaya. 2. maka menjadi sebuah kelompok aktivitas (kompleks aktivitas dalam lingkup komunitas tertentu). dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. memakai bahasa apa. dan cipta masyarakat. komunikasi yang dilakukan tersebut tak jarang membuahkan suatu bentuk fisik misalnya hasil karya seperti sebuah bangunan. rasa. Bagaimana penggunaan bahasa yang efektif. yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Jika ditinjau secara lebih kongkrit. Kebudayaan juga hanya bisa disebut kebudayaan jika ada unsur-unsur yang terlibat di dalamnya yang membentuk sebuah sistem. komunikasi bisa disebut sebagai proses budaya yang ada dalam masyarakat. kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun. Wujud banyaknya bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi menunjukkan bahwa bahasa sebagai isi atau wujud dari komunikasi. Di sinilah perlunya sistem hukum komunikasi. Jika komunikasi itu dilakukan dalam suatu komunitas. Bagaimana mungkin suatu komunikasi akan berlangsung menarik dan dialogis tanpa ada dukungan ilmu pengetahuan? Ilmu pengetahuan ini juga termasuk ilmu tentang berbicara dan menyampaikan pendapat. radio dan lain-lain. gaya. Ditinjau secara lebih luas dengan penyebaran komunikasi yang lebih luas pula. maka digunakanlah peralatan komunikasi massa seperti televisi. kebebasan pers juga tak serta merta dikembangkan di luar norma masyarkat. komunikasi hanya bisa terwujud setelah sebelumnya ada suatu gagasan yang akan dikeluarkan oleh pikiran individu. berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata. religi. kebudayaan adalah sarana hasil karya. Secara minimal komunikasi membutuhkan sarana berbicara seperti mulut. Sebab. dan lain-lain.3 Komunikasi sebagai Proses Budaya Komunikasi adalah salah satu wujud kebudayaan. 3. surat kabar. Dan pada akhirnya.

praktik diskriminasi juga telah lama dijalankan. Justru masih menyisakan masalah. Misalnya. pola dan praktik diskriminasi di era reformasi seperti saat ini bukan berarti sudah tidak ada masalah. Hanya saja. Rajawali Pers. Artinya.3. 2007. Dalam proses tersebut terkandung unsur-unsur kebudayaan. mengapa warga etnis Tionghoa hingga kini tidak (mau) banyak terjun ke dunia politik bukan karena warga etnis Tionghoa tidak (mau) berpolitik. tak lain adalah sebuah pertukaran kebudayaan. Bandung: PT. Seiring tumbangnya Orba. Daftar Pustaka: Effendy. salah satunya adalah bahasa. 1981. Sedangkan bahasa adalah alat komunikasi. Roger M.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa asumsinya dasarnya komunikasi merupakan suatu proses budaya. Josef Eliers. Deddy & Rakhmat. Bandung: PT. Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jatim.. Sistem Komunikasi Indonesia. suasana hidup berbangsa mulai berubah ditandai dengan pintu kebebasan berdemokrasi dan berpendapat mulai dibuka. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. khususnya politik. Dalam wawancara itu. Sebetulnya.2 Saran Mengetahui makalah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kami sebagai penyusun makalah ini mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun guna menyempurnakan makalah ini. pintu kebebasan dan saluran komunikasi publik khususnya terhadap etnis Tionghoa sangat tertutup rapat. Berkomunikasi Antara Budaya. bentuk dan ragam polanya telah berubah. komunikasi yang ditujukan pada orang atau kelompok lain. Remaja Rosdakarya Franz. Remaja Rosdakarya Nurudin. Jakarta: Erlangga Mulyana. Sehingga diharapkan makalah ini dapat bermanfaat kedepannya sesuai dengan yang kita harapkan. Namun demikian. Aliptojo . J.. Tak heran. sangat terbatas. tapi hal ini masih penting didiskusikan kembali sebab praktik diskriminasi etnis Tionghoa masih terus terjadi. penulis melakukan wawancara khusus dengan Aliptojo Wongsodihardjo. Nusa Indah. namun akibat sistem yang diskriminatif yang sesungguhnya membuat etnis ini tidak (bisa) terjun “bebas berpolitik” Saat ini Rancangan Undang-Undang Anti Diskriminasi masih dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 2004. Di antara kelompok yang selalu menjadi korban praktik diskrimasi adalah etnis Tionghoa yang sudah merasakan diskriminasi sejak zaman pra-kemerdekaan hingga saat ini. Lebih dari itu. kalau peran warga etnis Tionghoa dalam berbagai bidang. Belum lama ini. Mahfud Dalam berpolitik. anda berkomunikasi dengan suku Aborigin Australia secara tidak langsung anda sedang berkomunikasi berdasarkam kebudayaan tertentu milik anda untuk menjalin kerja sama atau mempengaruhi kebudayaan lain. Komunikasi Antar Budaya. Jakarta Mengikis Praktik Diskriminasi Etnis Tionghoa Oleh Choirul Penulis adalah dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya. utamanya di masa Orde Baru (Orba). Onong Uchjana. 3. Flores-NTT Keesing. bahasan mengenai etnis Tionghoa bukan masalah baru. 1993. Di masa Orba itu. 1995. Dengan demikian komunikasi juga disebut sebagai proses budaya. Keberadaan Undang-Undang ini memang sangat dibutuhkan di tengah maraknya praktek diskriminasi yang terus saja terjadi dari dulu hingga sekarang. Antropologi Budaya Suatu Perspektif Kontemporer.

bahwa warga etnis Tionghoa adalah warga “kelas dua”. mengatakan bahwa secara historis. di sini warga etnis Tionghoa masih saja dipersulit dalam mengurus urusan asal usul dan status kewarganegaraan. Masalah China (baca: Tiongkok) (Chineesche Kwestie) baru menghangat di koloni ini sejak 1900-an ketika timbul gerakan nasionalisme kaum peranakan China di Indonesia. Asvi Warman Adam. Sebetulnya. Hal berbeda tapi agak serupa diungkap Andjarwati Noordjanah (2004) dalam bukunya Komunitas Tionghoa di Surabaya. Akibatnya. terutama pada masa kolonial. sejak masa sebelum kedatangan bangsa Eropa. perasaan was-was masih terus menghantui warga etnis ini. khususnya Jawa Timur. namun karena dalam realitasnya masih saja dipakai. Pasalnya. akibatnya terjadilah stereotiping. mengapa warga etnis Tionghoa hingga kini tidak (mau) banyak terjun ke dunia politik bukan karena warga etnis Tionghoa tidak (mau) berpolitik. Dalam pilkada di Surabaya lalu. Karenanya. sangat tampak warga etnis Tionghoa masih 'takut' dalam berpolitik. penggunaan istilah pribumi dan nonpribumi atau “kelas kedua” di sini tidak tepat. ia berharap praktik diskriminasi bisa dikikis sedikit demi sedikit hingga akhirnya tak ada perbedaan dan praktik diskriminasi (Aliptojo. masyarakat Indonesia. seperti pilkada/ pilgub. secara substansial beberapa di antaranya adalah praktik dan pola diskriminatif dalam undang-undang yang mengatur masalah dispenduk (Dinas Kependudukan). Meski tak kelihatan secara kasat mata praktik diskriminasi dalam berpolitik juga terjadi. ungkapan-ungkapan semacam itu terasa bisa menyakiti pihak-pihak tertentu. khususnya etnis Tionghoa. faktanya justru tidak terlalu mempermasalahkan keragaman tersebut. Secara historis. tidak sedikit warga etnis Tionghoa yang belum memiliki status kewarganegaraannya hingga saat ini. Misal saja. Nah. sengaja atau tidak. barangkali tepat bila istilah-istilah tersebut tidak seharusnya dipakai atau disebut lagi dalam interaksi sosial. diskriminasi etnis Tionghoa masih terus saja terjadi. tetapi disebabkan oleh faktor struktural dimana negara melalui produk hukumnya yang dianggap masih berbau “kolonial” melanggengkan praktik diskriminasi. namun akibat sistem yang diskriminatif yang sesungguhnya membuat etnis ini tidak (bisa) terjun 'bebas berpolitik'. Secara kultural. Karena. Aliptojo melihat akar masalah merebaknya praktik diskriminasi di negeri ini. Mulai dari diskriminasi oleh pemerintah kota dengan adanya pemberlakuan kebijakan 'tidak adil' yaitu Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) dalam urusan kependudukan dan publik meski peraturan perundang-undangan sudah mengatur tapi dalam realitasnya masih saja dilanggar. Anggota dewan tentu saja harus memperhatikan kasus dan masalah ini dalam membahas Rancangan Undang-Undang Anti Diskriminasi yang sedang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurut pakar dan peneliti sejarah LIPI. 2007). di Surabaya. Masalahnya justru ada pada hukum yang secara langsung maupun tidak mendorong orang untuk menafsirkan pada hal-hal yang mengarah pada pola dan praktik diskriminatif. Dalam berpolitik. Andjarwati menengarai praktik diskriminasi terhadap etnis Tionghoa hingga kini masih menggejala baik secara struktural maupun kultural. citra negatif etnis Tionghoa memiliki akar yang sangat panjang. maka dalam konteks semacam ini langkah pertama yang harus ditempuh adalah hukum yang berbau diskriminatif itu perlu segera diubah dengan peraturan atau hukum baru yang lebih terbuka dan anti diskriminatif terhadap etnis apapun dan siapapun. etnis dan bahasa. misalnya. Anggapan itulah yang bagi warga etnis Tionghoa merupakan satu contoh tindakan diskriminatif yang barangkali tidak disadari oleh warga pribumi. . sesungguhnya bukan lebih disebabkan oleh masyarakat (kultural). Pasalnya. Karenanya. agama. meski berbeda suku. Karena masalahnya lebih pada aspek hukum. budaya. dalam benak penduduk “pribumi” nampaknya masih tersimpan stereotip yang memang “sengaja” dibuat sejak berabad-abad silam. termasuk di Jawa Timur. Tidak saja dalam konteks politik nasional tetapi juga lokal.mengatakan bahwa beberapa tahun terakhir. Berbeda dengan Andjarwati.

suku dan status sosial. dan nasionalistik. Hal itu saya kira menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah yang belum digarap secara baik. Pikiran akan menuntun pada tindakan. Wallahu a'lam. saat-saat inilah titik keharmonisan budaya tionghoa dengan kebudayaan asli Indonesia kembali setelah mengalami diskriminasi dan konflik yang amat panjang di negeri ini. multikulturalis. Karenanya. sebagaimana masyarakat merayakan adat tradisinya masing-masing. Dalam agama islam ada salah satu sunnah Rasul yang menyarankan : tuntutlah ilmu hingga ke negeri cina ! Mengapa Cina direferensikan sebagai negara tujuan. barangkali bisa ikut serta dalam menghapus praktik diskriminasi di tanah air dengan tidak berbuat sesuatu yang mengarah pada praktik diskriminatif. Namun disini penulis membatasi pada pembahasan silang budaya jawa dan tionghoa. bahasa. Beberapa pengamat antropologi menyebut. pendidikan dan hukum adalah dua entitas penting yang mampu memperkuat terciptanya kesadaran masyarakat. etnis. hukum dan pendidikan selain mampu berperan sebagai media penyadaran juga sebagai juru selamat bagi seluruh umat manusia yang menjadi korban diskriminasi ras. mampu membuat ramuan untuk mengawetkan mayat sampai membuat obat bahan peledak. tindakan diskriminasi sesungguhnya akar masalahnya lebih pada basis kesadaran ketimbang yang lain. Akhir kata. orang-orang Tionghoa memberi kontribusi terhadap kemerdekaan dan pembangunan di Indonesia. dibuatlah aturanaturan. etnis. Hukum tidak lain lahir dimaksudkan karena belum sadarnya masyarakat akan sesuatu hal. Kesadaran ini menjadi penting sebab kesadaran menuntun pikiran. Sebab dengan pembahasan ini sudah memberi gambaran fakta akan adanya akulturasi budaya tionghoa dengan pribumi. terutama usia-usia kanak-kanak dan masyarakat juga bisa membiasakan diri dengan kegiatan yang mengarah pada pola hidup demokratis. Tujuan pendidikan ini adalah memberikan pemahaman bahwa praktik diskriminasi itu tidak baik dan perlu dihindari dengan membiasakan hidup tidak saling bermusuhan dan mendiskriminasi hanya disebabkan karena berbeda suku. Melainkan karena Cina sudah memiliki peradaban tinggi sebelum masa Islam berkembang.Jalan Lain Bagi masyarakat secara umum. Karenanya. sudah semestinya dilakukan karena interaksi antar keduanya berlangsung cukup lama dan menghasilkan kebiasaan baru bagi keduanya. Singkat kata. Selain langkah tersebut di atas. agama. Penduduk Cina sudah menguasai ilmu astronomi bahkan mempunyai tempat-tempat observasi. model pendidikan ini juga menanamkan spirit nilainilai kebangsaan yang akhirakhir ini semakin mengikis di tengah praktik cinta tanah air dan bangsa yang mulai hilang dan tampak sangat ritual formalistik. cinta tanah air dan bangsa perlu dipahami dan dipraktikkan mulai sejak dini. Sehingga dikotomi warga keturunan dengan bangsa Indonesia sudah semestinya ditiadakan. jalan lain yang bisa ditempuh adalah melalui penyelenggaraan model pendidikan antidiskriminatif. Dalam konteks wawasan nasionalisme. Karena menguasai ilmu astronomi itu dengan mudah orang Cina bisa mengembara ke Asia Tenggara (termasuk Indonesia) hingga ke Timur . Jawabnya tentu bukan karena cina basis agama Islam. Demikian pula pendidikan. Jadi. agama dan budaya. Dalam sejarah Nasional.*** JEJAK – JEJAK AKULTURASI BUDAYA TIONGHOA DAN JAWA Perayaan Imlek kini bisa dinikmati di seluruh negeri. Pengakuan budaya tionghoa sebagai bagian budaya nasional. esensinya barangkali juga karena masyarkatnya belum begitu terdidik dalam pengertian luas. Pengakuan Imlek sebagai bagian budaya nasional ini adalah sumbangsih presiden Abdurahman Wahid dengan mencabut beberapa peraturan-peraturan yang diskriminatif terhadap orang-orang Tionghoa.

menyerahkan diri pada pimpinan tentara Monggol dan menyatakan.Tengah. Tetapi sebelum kedatangan tentara tersebut. Dengan teknologi tulis menulis dan cetak mencetak yang dimiliki orang Tionghoa sangat membantu bangsa Arab untuk menyusun Al-Qur’an. Gelombang kedatangan orang-orang Tionghoa berikutnya terjadi saat pelayaran Laksamana Cheng Ho yang membawa Armada besar. Bhikhu senior lainnya adalah Hui Neng dari dinasti Tang yang tiba di pulau jawa pada tahun 664-665. Sebaliknya. Sang Adityawarman yang dibesarkan di Majapahit dan yang kemudian menjadi Raja Sumatera-Barat telah mengunjungi istana kaisar Tiongkok sebagai menteri dan utusan Majapahit pada thn. Beliau memulangkan utusan kaisar dengan muka yang dilukai. Kublai Khan. Pada tahun 411. kemenakan dan menantunya Kertanagara. bersama lebih 27 ribu orang awak kapal pada tahun 1405. raja Singasari yang terakhir. pada tahun 1407. Mereka ada yang menikah dengan wanita-wanita pribumi dan saling bertukar kebudayaan. Ia mengajarkan makanan sayuran kepada masyarakat sekitarnya. seorang bhikhu senior dinasti Jin Timur. Antara tahun 1325 dan 1375 hubungan Majapahit dengan Tiongkok telah membaik. tahun 1412. Selama 3 tahun ia bekerja sama dengan bhikhu Janabadra dari jawa untuk menerjemahkan kitab-kitab Agama Budha. kita mengenal kesenian cokek.tahun 1416. di Pantai Utara Jawa itu di samping menyebarkan ajaran Islam juga budaya Cina. Ketika tentara Kublai Khan tiba. meninggal 18 Pebruari 1294. bahwa Raja Kediri Jayakatwang telah menggantikan Kertanagara. Kublai Khan mengirim tentaranya ke Jawa. Kertanagara. Perkenalan dengan agama Islam ini. dan lain-lain yang merupakan akulturasi budaya Cina dan Betawi. orang Tionghoa memperoleh bekal ajaran Islam ini yang kemudian mereka sebarkan ke negaranya sendiri hingga ke Asia Tenggara. lenong. Raden Wijaya berhasil membujuk tentara Kublai Khan untuk menjatuhkan Daha (Kediri). Penyebaran orang-orang Tionghoa ke seluruh pelosok negara ini selain urusan berdagang juga urusan menyebarkan agama Budha dan Islam. Tahun 1293-94 Raden Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit di Jawa Timur. pada thn. menurut Imelda dalam artikelnya di situs Beranda berjudul Budaya Tionghoa Bagian Dari Budaya Nusantara (14/12/2006). tahun 1424 dan terakhir tahun 1430. Beliau minta diberi 200 pengawal Monggol/Tionghoa yang tak bersenjata untuk kepergiannya ke kota Majapahit dimana beliau akan menyerah dengan resmi pada wakil2 Kublai Khan. yang masa itu berkuasa di Tiongkok. Hui Neng membawa 20 bhikhu senior lainnya di pulau jawa. Ditengah perjalanan para pengawal dibantai dan sebagian lain tentara Monggol yang tidak menduganya dapat dikepung. Kehadiran para orang-orang Tionghoa ini melakukan interaksi dengan masyarakat pribumi. Setelah tentara Kediri hancur. Raden Wijaya. yang kini kemudian diklaim sebagai kesenian Betawi. dengan 62 kapal besar dan lebih 200 kapal kecil. Fa Xian merantau selama 5 bulan dan membuat catatan mengenai pulau jawa.1289 telah menantang wibawa kaisar Monggol Kublai Khan. Hui Neng cukup mahir berbahasa Jawa Kuno. tahun 1421. Siasat Raden Wijaya menghasilkan pihak Monggol kehilangan 3000 orang dan terpaksa meninggalkan pulau Jawa tanpa hadiah2 yang dijanjikan. 1325 dan sekali lagi pada thn 1332. didapat dalam perantauan mereka ke Arab. Musik . Masuknya kelompok Tionghoa ke Jawa Timur utamanya terdapat di buku Nanyang Huarena (1990) berjudul ‘The 6th overseas Chinese state’. Raden Wijaya berbalik menyerang tentara Kublai Khan. Kedatangan pertama orang-orang tionghoa ke Indonesia dibuktikan dengan catatan Fa Xian. Singasari jatuh. Berikutnya. yang menjadikannya lebih mudah bergaul dengan masyarakat Jawa. Oleh karena itu di Sunda Kelapa (Pelabuhan kerajaan Padjajaran juga) budaya mereka berbaur dengan kebudayaan penduduk asli yng kemudian menyebut diri mereka sebagai suku Betawi dan hingga kini. cucunya Jengiz Khan. Kertanagara pada thn 1292 telah tewas disebabkan pemberontakan Kediri. kapalnya hanyut dan Fa xian singgah di Yapon (pulau jawa). Pelayaran ini berturut-turut terjadi sebanyak 7 kali.

dalam abad ke 16 sejumlah besar orang Tionghoa hidup di kota-kota pantai Utara Jawa. 1741 dan Raden Tumenggung Secodiningrat Yokyakarta (Baba Jim Sing alias Tan Jin Sing). Muljana orang-orang Arab). dan teh (tee). Menurut prof. misalnya becak (Bhe-chia). Adipati Astrawijaya. Puteri Ong Tien Nio yang menurut tradisi adalah isterinya Sunan Gunung Jati. Palembang dan Jawa Timur. Sejumlah pusat Muslim Tionghoa didirikan di Champa. Sunan Prawata (Muk Ming) raja Demak terakhir yang mengatakan pada Manuel Pinto. Pangeran Hadiri alias Sunan Mantingan suami Ratu Kalinyamat. dan lain-lain. Nampaknya selain naik haji beliau telah mengunjungi Turki. Sebelum jaman kolonial pernikahan antara orang Tionghoa dengan orang Pribumi merupakan hal yang normal. seperti rebab. Nyai Gede Pinatih (ibu angkatnya Sunan Giri dan keturunannya Shih Chin Ching tuan besar (overlord) orang Tionghoa di Palembang). panglima terachir tentara Sunan Giri. Jawa Timur. beliau mencatat agama Islam terutama agamanya orang Tionghoa dan orang Tashi (menurut prof. Giri nama bukit di Gresik. Sunan Kalijaga (Gan Si Chang). Tuban. Sumber-sumber sejarah pihak Pribumi Indonesia menyebut. Sumber-sumber Pribumi menegaskan raja-raja Kerajaan Demak orang Tionghoa atau Tionghoa peranakan Jawa. Gresik (Tse Tsun) dan Surabaya. Pada tahun 1451 Ngampel Denta didirikan oleh Bong Swee Ho alias Sunan Ngampel untuk menyebarkan agama Islam mazhab Hanafi diantara orang2 Pribumi. Pusat ini ditutup setelah bantuan dari Tiongkok berhenti karena tahun 1430 hingga 1567 . Perhatikan pakaian pengantin Betawi. de Graaf telah menggambarkan keadaan pada abad ke 16 sebagai berikut : Pertama. Jauh sebelum itu. Sunan Derajat juga putera Sunan Ngampel. Pada tahun 1513-1514 Tome Pires mengambarkan kota Gresik sebagai kota makmur dikuasai oleh orang-orang Muslim asal luar Jawa. Ja Tik Su (tidak jelas beliau Sunan Undung atau Sunan Kudus. suatu daerah yang kini menjadi bagian Vietnam. beliau berjuang sekeras-kerasnya nya untuk meng-Islamkan seluruh Jawa. Sunan Giri dari pihak ayahnya adalah cucu dari Bong Tak Keng. Menurut De Graaf dan Pigeaud. Diantaranya Raden Kusen (Kin San. Muljana. Belum ada Muslimin Pribumi. Endroseno. seorang Muslim asal Yunnan Tiongkok yang terkenal sebagai Raja Champa. Disamping Demak. kue (koe). Pada jaman itu sebagai Muslimin mempunyai nama Arab meninggihkan gengsi. Bila berhasil beliau akan menjadi ’segundo Turco’ (seorang Sultan Turki ke II) setanding sultan Turki Suleiman I dengan kemegahannya. Ki Rakim. Kepergian banyak Muslim Tionghoa (exodus) dari Tiongkok terjadi pada tahun 1385 ketika diusir dari kota Canton. juga di Cirebon. Selain itu bahasa Indonesia pun banyak yang berasal dari serapan bahasa Cina. yang mirip pakaian pengantin di zaman dinasti-dinasti yang berkuasa di Cina pada abad ke 7. Terlalu banyak untuk memuat semua nama-nama tokoh sejarah yang di-identifikasi sebagai orang Tionghoa.Tanjidor yang merupakan musik khas Betawi pun beberapa alat musiknya menggunakan alat musik khas Cina. makamnya terletak didalam suatu langgar di Prajekan dekat Situbondo Jawa Timur dan dipandang suci). Cekong Mas (dari keluarga Han. Salah satu cucunya Raden Patah tercatat mempunyai cita-cita untuk menyamai Sultan Turki. Dr. Sunan Bonang (Bong Ang. Bong Tak Keng koordinator Tionghoa Perantauan di Asia Tenggara. banyak orang Tionghoa Islam mempunyai nama Jawa dan dengan sendirinya juga nama Arab. Lasem. Ketika pada tahun 1413 Ma Huan mengunjungi Pulau Jawa dengan Laksamana Cheng Ho. Champa sudah diduduki Nasaruddin jendral Muslim dari Kublai Khan. putera Sunan Ngampel alias Bong Swee Ho). bupati yang diangkat oleh VOC Belanda tetapi memihak pemberontak ketika orang-orang Tionghoa di Semarang berontak melawan Belanda pada thn. Jendral Nasaruddin diduga telah mendatangkan agama Islam ke Cochin China. kebanyakan Tionghoa peranakan Jawa dan Indo-Jawa. Pigeaud dan Dr. Ada sumber mengatakan Sunan Undung ayah Sunan Kudus dan menantunya Sunan Ngampel). adik tiri Raden Patah). Sebelum itu beliau mempunyai pusat Muslim Tionghoa di Bangil. di kota-kota pelabuhan pulau Jawa kalangan berkuasa terdiri dari keluarga-keluarga campuran. Kedua. Ayah ibunya Sunan Giri adalah Raja Blambangan.

6. dan Sepuluh pintu Neraka. Erhu (rebab Tiongkok senar dua). Beliau menekankan mazhab Hanafi hingga abad ke 13 hanya dikenal di Central Asia. HB Jasin. Prof. Misalnya. Akulturasi Budaya Interaksi orang-orang Tionghoa dengan masyarakat pribumi turut mempengaruhi budaya antar keduanya dan melahirkan kebudayaan baru yang menambah khasanah kebudayaan Indonesia. Sastra. Muljana berpendapat bila agama Islam di pantai Utara Jawa masuknya dari Malaka atau Sumatera Timur. 4. Kera Sakti. Gambang Keromong merupakan perpaduan antara musik jawa dan Tiongkok. Olahaga pernapasan Tai Chi menjadi Senam Tera Indonesia. Golok Pembunuh Naga. Dengan bukti-bukti kekayaan kebudayaan Indonesia hasil akulturasi dengan bangsa Tiongkok serta besarnya kontribusi Bangsa Tiongkok terhadap perjalanan sejarah Indonesia . rakyat kota Malang Jawa Timur masih mempergunakan sebutan ‘kyai’ untuk seorang lelaki Tionghoa Totok. Olahraga. Alat musik seperti Gong dan caanang. adalah wayang yang memakai boneka kayu dimakain dengan keterampilan jari tangan. Saihu’. 5. kecapi telah masuk dan menjadi alat musik daerah di Indonesia. pada mulanya dalah musik tradisional dari Betawi dan digunakan untuk mengiringi upacara sembahyang orang keturunan Tionghoa. yang banyak mengambil latar belakang negeri Tiongkok. Adat Istiadat. Sedangkan di dunia novel kita sudah cukup akrab dengan karya Marga T. Pertukaran musik dan tari telah dilangsungkan sejak jaman Dinasti Tang (618-907). Cerita-cerita silat misalnya. 8 Orang Wali Songo mazhab Hanafi bergelar Sunan. kemudian menjadi musik hiburan rakyat. 2. Gelar Sunan berasal dari perkataan dialek Tionghoa Hokkian ’suhu. Banyak hasil sastra yang dihasilkan bangsa Tionghoa di P. kodok(jawa) asal dari nama Kauw Tok. Kesenian. Pemanah Rajawali. dan tradisi membakar petasan saat lebaran. India Utara dan Turki. Kebiasaan tersebut peninggalan jaman dulu. Datangnya melalui Yunnan Tiongkok pada waktu dynasti Yuan dan permulaan dynasti Ming. Agama Islam yang pertama masuk di Sumatera Selatan dan di Jawa mazhab (sekte) Hanafi. 3. Upacara minum teh yang disuguhkan kepada tamu sudah cukup populer di Jawa dengan mengganti teh dengan kopi. Puisi yang diciptakan penyair Tiongkok kuno pernah diterjemahkan sastrawan Indonesia. Kap Toa menjadi Ketua. Misalnya olahraga pernapasan Wei Tan Kung kini menjadi Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia. Bahasa. Kemudian tradisi saling berkunjung dengan memberikan jajanan atau masakan pada hari-hari raya. cerita roman paling populer adalah cerita Saan Pek Ing Tai. 1. Satu dari Wali Songo mazhab ‘Syi’ bergelar Syeh dari bahasa Arab Sheik. Misalnya jenis alas kaki dari kayu Bakiak. suling. Hingga jaman pendudukan Jepang. Wayang Ti-Ti atau Po The Hie. Putri Cheung Ping. Jawa juga sebaliknya terjemahan yang diterbitkan di Tiongkok berasal dari Indonesia ke bahasa mandarin. Pengaruh arsitektur Tionghoa terlihat pada bentuk mesjid-masjid di Jawa terutama di daerah-daerah pesisir bagian Utara.dimainkan saat menyambut hari besar di upacara keagamaan orang Tiong Hoa. Kyai berarti guru agama Islam. Padahal yang dijuluki itu bukan orang Islam. Menurut Profesor Kong Yuaanzhi terdapat 1046 kata pinjaman bahasa Tionghoa yang memperkaya bahasa Melayu / Indonesia dan 233 kata pinjaman Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Tiong Hoa. setelah Central Asia dikuasai Jengiz Khan. olahraga bela diri Kung Fu yang populer di Indonesia. di Jawa Barat Populer karya Lo Fen Koi. mazhabnya Syafi dan/atau Syià dan ini bukan demikian halnya.berlaku maklumat kaisar melarang orang2 Tionghoa untuk meninggalkan Tiongkok. Meskipun agama Islam pada abad ke 8 sudah tercatat di Tiongkok. Apa saja hasil-hasil kebudayaan baru sebagai proses akulturasi dua kebudayaan itu? Arsitektur. Mazhab Hanafi baru masuk Tiongkok jaman dynasti Yuan abad ke 13.

. Sebab kini. mengapa kita harus menyambut baik pencabutan peraturan-peraturan yang diskriminatif terhadap bangsa Tionghoa. karena mereka adalah satu kesatuan NKRI.cukup menjadi alasan. tidak perlu lagi memperdebatkan dikotomi warga keturunan Tionghoa dengan masyarakat pribumi.