PENDAHULUAN

PENDAHULUAN Dalam pasar modal, pengertian pasar yang efisien dapat didefiniskan dalam dua pengertian: “konsep persaingan

para analis” dan “konsep hukum jumlah yang besar”. Penjelasan pertama pasar efisien adalah tentang persaingan kegiatan atau aktivitas dari para analis sekuritas. Setiap analis akan mencari dan mendeteksi adanya kesalahan penetapan harga saham, dan jika mungkin menyusun suatu portfolio yang memiliki investasi nol tetapi dengan pengharapan return yang tidak nol. Sekalipun setiap analis dapat menguji setiap informasi yang tersedia, sejumlah besar analis melakukan pengujian yang sama sehingga mengakibatkan adanya informasi yang segera mempengaruhi harga saham. Dengan kata lain, pasar efisien terbentuk karena adanya perhatian besar pada saham-saham yang diamati oleh sebagian besar analis, serta perhatian yang sedikit pada saham-saham yang kurang diamati analis. Dalam pengertian ini ada ungkapan yang dikembangkan oleh Equity Research Associates: “Semakin besar dan semakin memiliki visi suatu perusahaan, maka semakin ‘sempurna’ pasarnya”, dalam pengertian ‘sempurna’ yang berarti bahwa sebagian besar faktor yang berpengaruh terhadap harga saham diketahui oleh pasar. Sebaliknya semakin kecil dan semakin tidak dikenal suatu perusahaan, maka semakin ‘tidak sempurna’ harga sahamnya. Penjelasan mengenai pasar yang efisien ini selanjutnya menjadi suatu paradox yang setiap kali ditandai dalam suatu pasar yang kompetitif. Hal ini bisa dipahami, karena kalau pasar menajdi efisien karena aktivitas dari para analis, maka akan timbul pertanyaan: apa sebenarnya sumbangan dari analis-analis tersebut pada kelanjutan kegiatan analisis sekuritas? Penjelasan kedua adalah mengenai Hukum Jumlah yang Besar (the law of large number). Setiap analis individu dapat membuat suatu kesalahan dari suatu judgement atau suatu perkiraan. Betapapun, membuat suatu kesalahan perkiraan adalah suatu yang independen dan tidak tergantung pada seluruh analis, mereka secara terpisah melakukan proses penilaian harga. Karena jumlah analis yang besar, dan ketidaktergantungan kesalahan mereka, maka suatu kesepakatan yang secara luas terbentuk akan dipakai sebagai suatu informasi yang lebih berpengaruh terhadap pasar, bahkan jika dibandingkan dengan sebuah informasi yang dibuat oleh seorang analis paling hebat sekalipun. Dengan penjelasan ini, dapat dikatakan bahwa semakin banyak jumlah analis dan semakin rendah korelasi antara kesalahan perkiraan atau judgment yang dibuat oleh seorang analis individu, maka semakin efisien suatu pasar. Dalam kegiatan pasar modal, perilaku perubahan harga saham yang tak tentu ini terbentuk karena kegiatan dua macam analis investasi. Pertama adalah para analis yang mempelajari bisnis perusahaan dan mencoba membuka informasi tentang kemampulabaan perusahaan yang akan memberikan informasi terhadap harga saham. Para peneliti ini dikenal sebagai fundamental analyst. Persaingan di antara para fundamanetal analyst ini cenderung akan membuat harga mencerminkan semua informasi yang terkait. Dengan banyaknya informasi fundamental yang ada, penjelasan tentang harga saham akan menjadi seragam sehingga perubahan harga tidak bisa diramalkan. Kedua adalah para peneliti yang mempelajari catatan harga di masa lalu dan mencari siklussiklus tertentu dari perubahan harga di waktu yang telah lalu tersebut. Analis semacam ini

maka pada kondisi efisien lemah. perubahan praktek-praktek akuntansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pasar modal yang memiliki efisiensi kuat. Dengan banyaknya informasi teknikal yang tersedia. perkiraan tentang laba perusahaan. Tingkat efisien yang kedua adalah keadaan yang tidak hanya mencerminkan harga-harga di waktu lalu. Apabila Pt adalah harga saham pada waktu t. misalnya mutual funds. Dalam keadaan seperti ini seorang pemodal tidak dapat memperoleh tingkat keuntungan yang lebih tinggi dari keadaan normal dengan menggunakan trading rules yang berdasarkan atas informasi harga di waktu lalu. penjelasan tentang harga saham menjadi beragam sehingga perubahan harga tidak dapat diperkirakan. pengujian tersebut dilakukan terhadap model berikut: Pt – Pt-1 = a + b*(Pt-1-k – Pt-2-k) + et . tidak ada perbedaan signifikan antara prestasi portofolio yang dkelola secara profesional dengan portofolio yang tidak dikelola secara profesional. Sesuai dengan uraian di atas. TIGA TINGKAT EFISIENSI PASAR MODAL Ada tiga tingkatan efisiensi pasar modal. harga akan menjadi sangat wajar. Persaingan dalam analisis teknis ini cenderung membuat harga saham pada saat ini mencerminkan semua informasi dalam urutan harga pada waktu yang lalu. merger. Para peneliti telah menguji keadaan ini dengan melihat peristiwa-peristiwa tertentu seperti penerbitan saham baru. atau perubahan harga saham di masa lalu tidak bisa dipergunakan untuk memperkirakan harga saham di masa mendatang.dinamakan technical analyst. pengumuman laba dan dividen. Dalam keadaan ini. Kebanyakan informasi ini dengan cepat dan tepat dicermnkan dalam harga saham. Keadaan ini disebut sebagai bentuk efisiensi setengah kuat (semi strong efficiency). harga tidak hanya mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan. Keadaan ini disebut sebagai bentuk efisiensi yang lemah (weak form efficiency). berarti perubahan harga saham pada waktu yang lalu tidak dapt dipergunakan untuk memperkirakan perubaha harga saham saat ini atau saat mendatang. Penelitian menunjukkan bahwa setidaknya sebagian besar pasar modal setidaknya efisien dalam bentuk ini. tetapi juga semua informasi yang bisa diperoleh dari analisis fundamental tentang perusahaan dan perekonomian dan informasiinformasi lain yang tidak dipublikasikan. Karena itu untuk mengujinya dilakukan dengan mengamati korelasi perubahan harga saham di waktu lalu dengan perubahan harga saham di masa berikutnya. dan sebagainya. Pertama adalah keadaan pada saat harga-harga mencerminkan semua informasi yang ada pada catatan harga di masa lalu. tetapi juga semua informasi yang dipublikasikan. Kebanyakan pengujian pasar modal dalam bentuk ini dilakukan terhadap prestasi berbagai portofolio yang dikelola secara profesonal. dan tidak ada investor yang mampu memperoleh perkiraan yang lebih baik mengenai harga saham. Dengan kata lain pemodal tidak dapat memperoleh keuntungan di atas normal dengan memanfaatkan informasi publik. dipergunakan antara lain pengujian korelasi perubahan harga saham pada suatu time lag tertentu. Bentuk ketiga adalah efisiensi kuat (strong forms). PENGUJIAN EFISIENSI PASAR Untuk menguji apakah pasar modal efisien dalam bentuk yang paling lemah. maka dalam bahasa matematis. divestasi. Dalam keadaan semacam ini pasar modal akan menjadi seperti tempat pelelangan yang ideal.

dan perubahan harga saham empat bulan lalu menjelaskan sekitar 0.0717% dari perubahan harga saham bulan ini. mungkin hanya mendekati Nol.313%. dan seterusnya.0665% perubahan harga saham bulan ini. perubahan harga saham tiga bulan lalu menjelaskan 0. tetapi pengamatan pada nilai r^2 pada model 1 hanya sebesar 0. maka koefisien korelasi akan sama dengan Nol. Rata-rata absolut sebesar 0.Parameter a menunjukkan perubahan harga yang tidak berkorelasi dengan perubahan harga di waktu lalu. Untuk itu perlu dilakukan pengujian. Parameter b menunjukkan hubungan antara perubahan harga di waktu lalu dengan perubahan harga di masa yang akan datang. perubahan harga saham bulanan tiga bulan sebelumnya (lag satu) dan perubahan harga saham bulanan empat bulan sebelumnya (lag nol). Untuk menguji korelasi beda time lag yang ada. maka persamaan tersebut menunjukkan hubungan antara perubahan harga yang akan datang dengan perubahan harga yang terakhir. apakah koefisien ini cukup berbeda (significantly different) dari Nol. Apabila k = 1. Perubahan harga saham dua bulan lalu menjelaskan sekitar 0. tiga bulan sebelumnya dan empat bulan sebelumnya. perubahan harga saham bulanan dua bulan sebelumnya (lag dua). termasuk dalam variabilitas perubahan harga saat ini dan tidak berkorelasi dengan perubahan harga yang lalu.07931 untuk Lag 1 menunjukkan bahwa perubahan harga saham pada bulan sebelumnya rata-rata hanya menjelaskan sekitar (-0. maka a seharusnya positif. Pengujian beda dari Nol ini menggunakan 2 standard error. Model yang lainnya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.629% perubahan harga saham bulan ini. dua bulan sebelumnya. maka persamaan tersebut menunjukkan hubungan antara perubahan harga saham yang akan datang dengan perubahan harga saham dua periode sebelumnya. Karena sebagian besar saham mempunyai tingkat keuntungan yang positif. secara singkat bisa dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi [r] dari [Pt – Pt-1] terhadap [Pt-1-k – P1-2-k]. Hasil yang diperoleh mungkin tidak akan sama dengan Nol.07931)^2 atau 0. secara umum tidak lebih besar dari 2 standard error. Apabila perubahan harga saham betul-betul mengikuti pola random walk. Hasil regresi berganda ini konsisten dengan pengujian analisa korelasi sebelumnya.3018% dan pada model 5 hanya sebesar 2. Sekalipun koefisien korelasi lag empat – lag nol mempunyai nilai t yang signifikan.0315% perubahan harga saham bulan ini. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa harga saham saat ini (lag empat) tidak dapat dijelaskan oleh suatu model yang terdiri dari perubahan harga saham bulanan satu bulan sebelumnya (lag tiga). yang berarti bahwa tidak ada hubungan dengan perubahan harga lalu dengan perubahan harga yang akan datang. Perubahan indeks harga saham gabungan juga diamati dengan melakukan regresi berganda perubahan harga saham suatu saat tertentu terhadap perubahan harga bulanan satu bulan sebelumnya. Parameter e merupakan angka acak. Pengujian terhadap 40 saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) selama tahun 1994-1995 menunjukkan bahwa rata-rata absolut koefisien korelasi. KESIMPULAN Berdasarkan uji korelasi dari masing-masing time lag diperoleh kesimpulan bahwa hanya ada lima dari empat puluh saham yang diamati mempunyai korelasi lebih dari 2 standard error . Diharapkan nilai b tidak berbeda dengan Nol. Apabila k = 0.

New York: Prager Foster. Principles of Corporate Finance. “The Capital Assets Pricing Model: Some Empirical Test”. Sarnat. M. Husnan. New Jersey. hanya satu pada Lag 2. Sep-Okt 1996. November. 1991.. 1972. Brealey... Capital Investment & Financial Decisions. Penelitian lebih lanjut untuk menguji apakah Pasar Modal Indonesia efisien dalam bentuk setengah kuat bisa dilakukan dengan melakukan event study. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasar modal Indonesia. and Myers. Husnan. Pada pengujian Standard CAPM yang dilakukan penulis di BEJ dengan data 1994-1995 terbukti CAPM tidak berlaku di Bursa Efek Jakarta. George. edisi. “Perilaku Harga Saham di Pasar Perdana: Pengamatan di Bursa Efek Jakarta selama 1990”. setidaknya telah efisien dalam bentuk lemah.C. in Jensen (ed..) Studies in the Theory of Capital Markets. dan Husnan. S. dan satu pada Lag 4. S. “Efisiensi Pasar Modal Indonesia”.. Management dan Usahawan Indonesia. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisa Sekuritas di Pasar Modal.. dalam hal ini Bursa Efek Jakarta. “Pengujian Standard CAPM di Bursa Efek Jakarta. R. and Scholes.. Black. F.. Financial Statement Analysis. RUJUKAN Arianto. 1994. New York. 1991. Prentice Hall. S. Jensen. April. M. and Levy. tiga pada Lag 3. Jurnal Ekonomi Indonesia. E. McGraw Hill. Tetapi bentuk efisiensi setengah kuat pada Pasar Modal Indonesia nampaknya tidak akan terbukti pada saat ini apabila kita memperhatikan hasil pengujian Standard CAPM di Bursa Efek Jakarta. UPP-AMP YKPN. Hanafi. pengamatan selama 19941995“. Yogyakarta. New Jersey.. majalah Manajemen. M. H.. 1986. . S. 1991..pada Lag1. M. Hal ini bisa dipahami karena pengujian CAPM pada dasarnya adalah pengujian hipotesa bersama antara efisiensi pasar dan CAPM. Prentice Hall..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful